0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
317 tayangan25 halaman

Erisipelas

Erisipelas adalah infeksi kulit akut yang disebabkan bakteri Streptococcus dan umumnya terjadi di bagian tungkai. Gejala khasnya adalah plak merah yang berbatas tegas diikuti demam dan nyeri. Penatalaksanaannya meliputi kompres, antibiotik sistemik, dan istirahat.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
317 tayangan25 halaman

Erisipelas

Erisipelas adalah infeksi kulit akut yang disebabkan bakteri Streptococcus dan umumnya terjadi di bagian tungkai. Gejala khasnya adalah plak merah yang berbatas tegas diikuti demam dan nyeri. Penatalaksanaannya meliputi kompres, antibiotik sistemik, dan istirahat.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ERISIPELAS

Oleh: dr. Ragita Anandhita Putri


Narasumber : dr.
Pendamping :
dr. H. Hamdan Agus Hakim, MM
Dr. Hj. Lien Sumarlina
IDENTITAS PASIEN
• Nama : Tn. H
• No Medrek : 765854
• Usia : 62 tahun
• Alamat : Jl
• Status : Menikah
• Pekerjaan : Pensiunan PNS
• Agama : Islam
• Tanggal Masuk : 6 Oktober 2018
ANAMNESIS
KU : Bercak merah di tungkai bawah sebelah kiri
Riwayat penyakit sekarang
Pasien datang dengan keluhan bercak merah di tungkai bawah sebelah kiri
sejak 1 hari yang lalu, keluhan dirasakan pertama kali setelah 3 hari yang
lalu terkena balok kayu dan terdapat luka lecet di tungkai kanan, karena
hanya luka kecil pasien tidak mengobati lukanya. Keesokan paginya
timbul bercak kecil berwarna merah, lalu lama kelamaan bercak merah
semakin meluas disertai rasa panas dan nyeri kadang sedikit gatal,
Menurut pasien daerah yang gatal ketika digaruk menjadi kemerahan dan
lama kelamaan menjadi tebal dibandingkan kulit sekitarnya, pasien juga
mengeluhkan kanannya kirinya membengkak.pasien juga mengeluh
demam sejak kemarin, demam hilang timbul, mual- muntah -, bab dan bak
dalam batas normal.
ANAMNESIS

Riwayat penyakit dahulu : DM (-), HT(-)


Riwayat penyakit keluarga : Keluarga tidak ada yang
mengalami keluhan serupa seperti pasien
Riwayat pengobatan : Belum pernah berobat, hanya minum
paracetamol 3x1 namun tidak ada perbaikan
Riwayat alergi : Alergi obat dan makanan disangkal
PEMERIKSAAN FISIK
• Keadaan umum : Baik Kepala :
• Kesadaran/GCS : Rambut : Hitam, tidak
Compos mentis/ E4V5M6 mudah dicabut
Kulit wajah : Edema (-),
Tanda vital ikterik (-)
• TD : 100/70mmHg Mata:
• Nadi : 88x/ menit Konjungtiva : Anemis -/-
• RR : 18x/menit Sklera : Ikterik -/-
Pupil : Bulat, Isokor,
• Suhu : 37,6 oC refleks cahaya : +/+
Kelopak mata : cekung -/-
Udem Palpebra : edema -/-
PEMERIKSAAN FISIK
Mulut : Leher :
• Mukosa : Lembab • JVP : 5+2 cm H2O
• POC (Perioral cyanosis) : - • Kelenjar getah bening : Tidak
ada pembesaran
THT :
• Retraksi Suprasternal : -
• Hidung : PCH -/- Dada : Simetris
• Tonsil : DBN • Inspeksi
• Faring : DBN • Bentuk umum : simetris
• Telinga : DBN • Pergerakan : simetris
• Skeletal : DBN
• Iktus cordis :-
PEMERIKSAAN FISIK
Palpasi
• Kulit : hangat Auskultasi
• Sela iga : tidak melebar • Suara pernafasan: VBS, +/+
• Vocal fremitus : kanan=kiri • Suara tambahan : ronchi -/-,
• Iktus cordis :- wheezing -/-
Perkusi • Bunyi jantung : S1, S2 normal
• Paru-paru : +/+ • Murmur :-
• Batas paru hepar : ICS V
• Peranjakan : 1 ICS
• Batas kanan jantung : ICS V linea
parasternal dextra
• Batas kiri jantung : ICS V linea
midclavicula sinistra
• Batas atas jantung : ICS III linea
parasternal dextra
PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi
• Bentuk : Datar
• Kulit : Jaringan parut/jejas/luka (-)
Auskultasi : BU (+) meningkat
Palpasi
• Dinding perut : tidak ada massa, turgor normal
• Nyeri tekan : (-)
• Hepar : Tidak teraba pembesaran
• Lien : tidak ada pembesaran
Perkusi:
• Tympani
• Pekak samping (-), pekak pindah (-), ruang traube (-)
Status Dermatologikus
• Distribusi : Lokalisata, unilateral
• Lokasi : Ekstremitas inferior sinistra
• Lesi
a. Jumlah : Single
b. Sifat : Kering
c. Permukaan: Sebagian menimbul
d. Ukuran : Plakat
e. Bentuk : Teratur
f. Batas : Tegas
h. Lain-lain : -
• Efloresensi : Makula eritem
Status Dermatologi (6/10/18)
DIAGNOSIS
BANDING DIAGNOSIS KERJA

• Erisipelas et regio cruris Erisipelas et regio cruris sinistra


sinistra

• Selulitis et regio cruris


sinistra
PEMERIKSAAN
PENUNJANG PENATALAKSAAN

Darah Lengkap Non medikamentosa


• Menjelaskan kepada pasien mengenai
• Hb : 11,8 penyakitnya.
• Ht : 40 • Mencegah garukan dan gosokan pada
daerah yang gatal
• L : 11.900 • Menjaga kebersihan kulit
• Tr : 209.000 • Istirahat, tungkai bawah dan kaki kiri
ditinggikan (elevasi)
Medikamentosa
• Cefotaxim 2x1 gr IV
• Asam mefenamat 3x500 mg
• Topical : Kompres Nacl 3x/ hari
• Racikan (Metilprednisolon 8 mg +
loratadin)
FOLLOW UP ( 7 Oktober 2018 )
Jam Pemeriksaan Terapi

07.00 S : keluhan nyeri pada tungkai (+) merah di kaki kiri (+) • Cefotaxim 2x1 gr IV
O: • Asam mefenamat 3x500 mg
KU : CM • Topical : Kompres Nacl 3x/ hari
TD : 120/80 • Racikan (Metilprednisolon 8 mg + loratadin)
N : 80 x/mnt
R : 20 x/mnt
S : 35,8
P : Erisipelas et regio cruris sinistra
FOLLOW UP ( 8 Oktober 2018 )
Jam Pemeriksaan Terapi

07.00 S : keluhan tidak ada, nyeri pada tungkai (-) merah di - Terapi dilanjutkan
kaki kiri sudah berkurang - Rencana pulang
O:
KU : CM
TD : 120/80
N : 82 x/mnt
R : 20 x/mnt
S : 36
P : Erisipelas et regio cruris sinistra
PROGNOSIS

• Quo Ad vitam : ad bonam


• Quo Ad functionam : ad bonam
• Quo Ad cosmeticam : ad bonam
ERISIPELAS
DEFINISI
• Penyakit kulit karena infeksi bakteri yang sering diterjadi
disebut Pioderma disebabkan oleh staphylococcus,
Streptococcus atau oleh kedua-duanya.
Staphylococcus Streptococcus Keduanya
Impetigo Bulosa Impetigo Krustosa Selulitis
Folikulitis Ektima Flegmon
Furunkel Erisipelas Pionikia
karbunkel

• Erysipelas (Erisipelas) adalah infeksi akut pada kulit dan


jaringan di bawah kulit yang sebagian besar disebabkan oleh
bakteri Streptococcus
Erisipelas adalah infeksi pada dermis dan jaringan subkutis bagian atas yang
ETIOLOGI FAKTOR
sebagian besar disebabkan oleh Streptococcus pygogenes atau Streptococcus beta
hemolyticus grup A (Arnold, 2009). Erisipelas diawali dengan berbagai kondisi yang
PREDISPOSISI
berpotensi timbulnya kolonisasi bekteri, misalnya: luka, koreng, infeksi penyakit kulit lain,
luka operasi dan sejenisnya, serta kurangnya hygiene (Eaglestein,!2008).
• Streptococcus beta hemolyticus • Higine kurang baik
• Trauma lokal
• Ruam pada kulit
• Gangguan vena & sistem
limfe
• Usia
• Malnutrisi
• Melemahnya sistem imun
(a) (b)
(Gizi kurang, anemia, penyakit
Gambar 2.1 Streptococcus
Keterangan: kronis, keganasan, diabetes
(a) Gambar Streptococcus dilihat dari lapang pandang mikroskop klasik melitus)
(b) Gambar Streptococcus dilihat dari mikroskop elektron (CDC, 2017)
ERISIPELAS & SELULITIS
ERISIPELAS SELULITIS

Definisi Infeksi akut di epidermis & Infeksi yang telah mencapai jaringan
dermis (selulitis superfisialis) subkutan
Predileksi Tungkai bawah Tungkai bawah

Manifestasi Biasanya didahului trauma Infiltrat difuse pada subkutan


klinis Plak berwarna merah cerah Batas tidak tegas
Berbatas tegas Lesi tidak menonjol
Edema Demam (+)
Demam (+) Malaise (+)
Malaise (+) Jika mengalami supurasi : Flegmon
Tata laksana Elevasi bagian yang sakit Elevasi bagian yang sakit
Kompres terbuka dengan Kompres terbuka dengan larutan
larutan antiseptik antiseptik
Antibiotik sistemik Antibiotik sistemik
Flegmon : insisi drainase
ERISIPELAS

SELULITIS
PATOGENESIS-PATOFISOLOGI
Invasi bakteri ke
dermis, jar.subkutis ERISIPELAS
dan jar.limfatik

Respon inflamasi dermis


dan subkutis

Respon Lokal Respom Inflamasi Sistemik Respon psikologis

Ketidaktahuan
Kerusakan Edema kemerahan Peningkatan
mengenai penyakit,
saraf perifer pada kulit suhu tubuh
perawatan dan
pencegahan
Lesi
Nyeri
Hipertermi
Kerusakan integritas Cemas
jaringan kulit
PEMERIKSAAN
PENUNJANG PENCEGAHAN

• Pemeriksaan darah • Menjaga higine


rutin • Mengatasi faktor
• Pewarnaan dan Kultur predisposisi
• Kultur swab • Mencegah kerusakan kulit
permukaan kulit, • Merawat / mengobati luka
biopsi
• Kultur darah
• Histopatologi
PENATALAKSANAAN

NON FARMAKOLOGI Sistemik :


• istirahat (bed rest)
• Golongan penisilin :
• mengelevasikan daerah yang terkena lesi
untuk menurangi edema lokal - Ampisilin 4x500 mg/hari PO, 1 jam
• Kompres dingin dapat diberikan pada lesi sebelum makan
dengan adanya bulla dan untuk mengurangi - Amoksisilin 3x500 mg/hari PO
nyeri lokal setelah makan
FARMAKOLOGI • Linkomisin 3x500 mg/hari PO atau
• Topikal : Klindamisin 4x150 mg/hari PO pada
Antibiotik topikal : infeksi berat berikan 4x300-450 mg
Basitrasin, neomisin, mupirosin 2% • Makrolid : Eritromisin 4x500 mg/hari
Bila lesi basah : PO
Kompres larutan permanganas kalikus 1/5000,
larutan rivanol 1% dan yodium povidon 7,5% • Sefalosporin : sefadroksil 2x500 PO
yang dilarutkan 10x atau 2x1000 mg PO
KOMPLIKASI PROGNOSIS

• Nefritis • Quo ad Vitam : Ad bonam


• Abses subkutan • Quo ad Functionam : Ad bonam

• Septisemia • Quo ada Sanactionam : Ad


bonam

• Prognosis baik

• Komplikasi dari infeksi tidak menyebabkan


kematian dan kebanyakan kasus infeksi dapat
diatasi dengan terapi antibiotik

• Erisipelas dapat sembuh spontan dengan


diberikan pengobatan selama 7 – 10 hari

Anda mungkin juga menyukai