Anda di halaman 1dari 38

Skandium

Skandium

Skandium adalah salah satu unsur


kimia dalamtabel periodik yang memiliki
lambang Sc dannomor atom 21. Skandium
berupa logam transisiyang lembut dan
warnanya putih keperakan, merupakan
mineral yang langka dari Skandinavia dan
kadang-kadang diklasifikasikan
bersamayttrium dan lantanida sebagai elem
en mineral langka.
Penemuan dan Pembuatan

 Penemuan
– Skandium adalah unsur golongan IIIB yang berada pada periode 4. Skandium merupakan bagian dari
unsur transisi.
– Skandium ditemukan oleh Lars Nilson pada tahun 1879 di Swedia. Skandium ditemukan dalam
mineral euxenite, thortveitile, dan gadoline di Skandinavia dan Madagaskar. Lars Fredik Nilson dan
timnya tidak sadar tentang prediksinya pada sumber pada tahun 1879, yang menyelidiki logam yang
terdapat sedikit di bumi. Dengan analisis spektra mereka menemukan unsur baru dalam mineral
bumi. Mereka menamakan scandium dari bahasa Latin Scandia yang berarti Scandinavia dan dalam
proses isolasi, mereka memproses 10 kg euxenite, menghasilkan sekitar 2 g scandium oksida murni
(Sc2O3). Elemen ini diberi nama Skandium karena untuk menghormati Negara Skandinavia tempat
ditemukannya unsur ini. Dmitri Mendeleev menggunakan periodik unsur tahun 1869 untuk
memprediksikan keadaan dan sifat dari tiga unsur yang disebut ekaboron.Fischer, Brunger, dan
Grinelaus mengolah scandium untuk pertama kalinya pada tahun 1937, dengan elektrolisis
potassium, litium, dan scandium klorida pada suhu 700-800ºC.
Penemuan dan Pembuatan

 Pembuatan
Kebanyakan skandium sekarang ini diambil dari throtvitite atau diekstrasi sebagai
hasil produksi pemurnian uranium. Skandium metal pertama kali diproses pada
tahun 1937 oleh Fischer, Brunger dan Grienelaus yang mengelektrolisis
cairan eutectic kalium, litium dan skandium klorida pada suhu 700 dan 800 derajat
Celcius. Kabel tungsten dan genangan seng cair digunakan sebagai elektroda
dalam graphite crucible. Skandium muruni sekarang ini diproduksi dengan cara
mereduksi skandium florida dengan kalsium metal.
Produksi pertama 99% skandium metal murni diumumkan pada tahun 1960.
Sifat-sifat Kimia dan Fisika

Sifat Atomik
Sifat Fisika 1. Nomor atom : 21
2. Nomor massa : 44,956
1. Densitas : 3 g/cm3 3. Konfigurasi electron : [Ar] 3d1 4s2
2. Titik leleh : 1812,2 K 4. Volume atom : 15 cm3/mol
3. Titik didih : 3021 K 5. Afinitas elektron : 18,1 kJ/mol
4. Bentuk (25°C) : padat 6. Keelektronegatifitasan : 1,36
5. Warna : putih 7. Energi ionisasi : - pertama : 631 kJ/mol, kedua : 1235 kJ/mol,
perak ketiga : 2389 kJ/mol
8. Bilangan oksidasi utama : +3
9. Bilangan oksidasi lainnya : +1, +2
10. Bentuk Kristal : Hexagonal Unit Cell
Pada keadaan padat scandium mempunyai struktur kristal hexagonal.
Sifat Kimia dan Reaksi
Kimianya
 Sifat kimia dari Skandium:
Reaksi dengan air:
Ketika dipanaskan maka Skandium akan larut dalam air membentuk larutan yang terdiri dari ion Sc (III) dan gas hidrogen
2Sc(s) + 6H2O(aq) ---> 2Sc3+(aq) + 6OH-(aq) + 3H2(g)
Reaksi dengan oksigen
Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk scandium (III)oksida
4Sc(s) + 3O2(g) ---> 2Sc2O3(s)
Reaksi dengan halogen
Skandium sangat reaktif ketika bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk trihalida
2Sc(s) + 3F2(g) --->2ScF3(s)
2Sc(s) + 3Cl2(g) ---> 2ScCl3(s)
2Sc(s) + 3Br2(l) ---> 2ScBr3(s)
2Sc(s) + 3I2(s) ---> 2ScI3(s)
Sifat Kimia dan Reaksi
Kimianya
Reaksi dengan asam
Skandium mudah larut dalam asam klrida untuk membentuk larutan yang
mengandung ion Sc (III) dan gas hidrogen
Sc(s) + 6HCl(aq) ---> 2Sc3+(aq) + 6Cl-(aq) + 3H2(g)
Kegunaan

– Skandium Clorida (ScCl3), dimana senyawa ini dapat ditemukan dalam lampu
halide, serat optic, keramik elektrolit dan laser.
– Aplikasi utama dari unsur scandium dalah sebagai alloy alumunium- skandium
yang dimanfaatkan dalam industri aerospace dan untuk perlengkapan olahraga
( sepeda, baseball bats) yang mempunyai kualitas yang tinggi.
– Aplikasi yang lain adalah pengunaan scandium iodida untuk lampu yang
memberikan intensitas yang tinggi. Sc2O3 digunakan sebagai katalis dalam
pembuatan Aseton
Yttrium
A. Penemuan Yttrium

Yttrium ditemukan oleh peneliti dari Finlandia


bernama Johan Gadolin tahun 1794 dan diisolasi oleh
Friedrich Wohler tahun 1828 berupa ekstrak tidak
murni “yttria” dari reduksi yttrium klorida anhidrat
(YCl3) dengan potassium. (Sugiyarto, 2012)
B. Sifat Unsur Yttrium

a. Sifat Fisika

1. Densitas : 4,5 g/cm3


2. Titik leleh : 1796,2 K
3. Titik didih : 3537 K
4. Bentuk (25°C) : padat
5. Warna : perak
2. Sifat Atomik
a. Nomor atom : 39
b. Nomor massa : 88,91
c. Konfigurasi elektron : [Kr] 4d1 5s2
d. Volume atom : 19,8 cm3/mol
e. Afinitas elektron : 29,6 kJ/mol
f. Keelektronegatifitas

Tabel Berbagai Jenis Elektronegativitas Untuk Yttrium


Elektronegativitas Nilai dalam satuan Pauling
Elektronegativitas Pauling 1,22
Elektronegativitas 0,65
Sanderson
Elektronegativitas Allred 1,11
Rochow
g.Energi ionisasi :
Pertama : 615,6 kJ/mol
Kedua : 1181 kJ/mol
Ketiga : 1979,9 kJ/mol
g.Bilangan oksidasi utama : +3
h.Bilangan oksidasi lainnya : +2
i.Bentuk Struktur : Hexagonal
3. Sifat Kimia
Reaksi dengan air
• Ketika dipanaskan maka logam Yttrium akan larut dalam air
membentuk larutan yang terdiri dari ion Y(III) dan gas hidrogen.
Reaksi dengan oksigen
• Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka
akan membentuk Yttrium (III) oksida.
Reaksi dengan halogen
• Yttrium sangat reaktif ketika bereaksi dengan semua unsur
halogen membentuk trihalida.
Reaksi dengan asam
• Yttrium mudah larut dalam asam klrida untuk membentuk larutan
yang mengandung ion Y (III) dan gas hidrogen.
C. Cara Pembuatan dan
Perolehan
Logam Yttrium tersedia secara komersial sehingga tidak perlu
membuatnya di laboratorium. Kebanyakan yttrium komersial dihasilkan
dari pasir monasit.

Yttrium ditemukan dalam mineral lathanoid dan ekstraksi Yttrium dan


logam lanthanoid dari bijih sangat kompleks. Logam ini
merupakan garam ekstrak dari bijih oleh ekstraksi dengan asam sulfat
(H2SO4), asam klorida (HCl), dan sodium hidroksida (NaOH). Teknik
modern untuk pemurnian campuran garam lanthanoid tersebut
melibatkan teknik kompleksasi selektif, ekstraksi pelarut, dan
kromatografi pertukaran ion.
Yttrium murni tersedia melalui reduksi
YF3 dengan logam kalsium.
• 2YF 3 + 3Ca → 2Y + 3CaF2
• 2YF3 + 2y + 3Ca → 3CaF2
Senyawa Yttrium biasanya ditemukan dalam
bentuk senyawa:
• Yttrium Allumunium garnet Y3All5O12,
• Yttrium(III)Oksida Y2O3.
D. Persenyawaan

1. Hidrida
Istilah hidrida digunakan dalam pengertian generik untuk menunjukkan jenis
senyawa MxHy dan tidak dibutuhkan untuk menunjukkan bahwa setiap senyawa
kimia yang tercantum berperilaku sebagai hidrida.
Yttrium dihidrida :YH2
Yttrium trihidrida :YH3
2. Fluorida , Klorida , Bromida, Iodida
Yttrium sangat reaktif terhadap halogen {fluorin (F2), klorin
(Cl2), bromin (Br2) dan yodium (I2)}
Untuk membentuk yttrium (III) fluorida (YF3), yttrium (III)
klorida (YCl3), yttrium (III) bromida (YBr3), dan yttrium (III)
iodida (YI3).
2Y(s) + 3F2 (g) → 2YF3 (s)
2Y(s) + 3Cl2 (g) → 2YCl3 (s)
2Y(s) + 3Br2 (g) → 2YBr3 (s)
2Y(s) + 3I2 (g) → 2YI3 (s)
Yttrium trifluorida : YF3
Yttrium triklorida : YCl3
Yttrium tribromide : YBr3
Yttrium triiodide : YI3
3. Oksida
Logam Yttrium perlahan-lahan bereaksi di udara dan reaksinya dengan oksigen
membentuk yttrium(III) oksida, Y2O3 atau diyttrium trioksida: Y2O3.
4Y + 3O2 → 2Y2O3

4. Sulfida
Diyttrium trisulfida: Y2S3

5. Kompleks
Diyttrium trisulfat oktahidrat : Y2(SO4)3.4/5 H2O
Yttrium trinitrat hexahidrat : Y(NO3)3.3/5 H2O

6. Reaksi dengan asam


Yttrium mudah larut dalam asam klrida untuk membentuk larutan yang
mengandung ion Y (III) dan gas hidrogen.
2Y(s) + 6HCl(aq) → 2Y3+(aq) + 6Cl-(aq) + 3H2(g)
E. Manfaat dalam kehidupan
1. Yttrium Allumunium garnet Y3All5O12, senyawa ini digunakan sebagai laser selain itu
untuk perhiasan yaitu stimulan pada berlian.
2. Yttrium(III) Oksida Y2O3 senyawa ini digunakan untuk membuat YVO4 ( Eu + Y2O3)
dimana phosphor Eu memberikan warna merah pada tube TV berwarna. Yttrium
oksida juga digunakan untuk membuat Yttrium-Iron-garnet yang dimanfaatkan pada
microwave supaya efektif. Yttrium oksida yang ditambahkan pada kaca akan
membuatnya tahan panas dan goncangan, sehingga sering digunakan sebagai lensa
kamera.
3. Untuk meningkatkan kekuatan pada logam alumunium dan alloy magnesium.
Penambahan Yttrium pada besi membuatnya mempunyai efektifitas dalam bekerja.
4. Dalam bidang industri, Yttrium digunakan sebagai bahan pendukung industri
elektronika, bahan katalisator dan bahan superkonduktor. (Moore dalam Handini,
2007)
5. Yttrium digunakan untuk industri metalurgi, magnet, keramik, gelas optik, laser, dan
elektronik (lampu neon dan lampu hemat energi). (Soedarsono dkk, 2006)
F. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan
• jika bereaksi dengan udara adalah jika Lingkungan
terhirup oleh manusia dapat
menyebabkan kanker paru-paru. Gas
atau uap Yttrium yang terhirup juga
dapat menyebabkan emboli paru-paru, • Yttrium dapat mencemari
terutama selama paparan jangka lingkungan, terutama dari industri
panjang. petroleum dan dari pembuangan
• Yttrium tidak beracun, tetapi dapat perabot rumah tangga. Jika Yttrium
menyebabkan kerusakan pada liver jika secara terus-menerus terakumulasi
terakumulasi dalam tubuh. di dalam tanah, maka dapat
• Pada binatang air, terpaan Yttrium dapat memicu terkonsentrasinya di dalam
menyebabkan kerusakan pada membran tubuh manusia dan hewan.
sel yang berdampak pada sistem
reproduksi dan fungsi pada sistem saraf.

Kesehatan
Lanthanum
A. Penemuan Lanthanum

Namanya berasal dari bahasa Yunani lanthanein yang artinya


"tersembunyi". Unsur ini sering dikelompokkan sebagai lantanida dan bersifat
sangat reaktif.
Lantanum ditemukan oleh Carl Gustav Mosander tahun pada tahun 1839,
ketika ia mengurai sebagian sampel cerium nitrat dengan memanaskan dan
memberi garam yang dihasilkan dengan asam nitrat encer. Dari larutan yang
dihasilkan, dia mengisolasi tanah jarang baru yang dia sebut lantana. Lantanum
diisolasi dalam bentuk relatif murni pada tahun 1923. Sekitar 0,0018% kerak
bumi terdiri dari lantanum.
B. Sifat Unsur Lanthanum
– A. Sifat Fisika
1. Densitas : 6,17 g/cm3
2. Titik leleh : 1193,2 K
3. Titik didih : 3693 K
4. Bentuk (25°C) : padat
5. Warna : putih perak

B. Sifat Kimia
– Lantanum cukup elektropositif dan bereaksi secara lambat dengan air dingin tapi cukup
cepat jika bereaksi dengan air panas membentuk lanthana hidroksida dan gas hidrogen
– Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk
Lanthana (III)oksida
– Logam lanthanum bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk lanthana ( III)
halida
B. Sifat Unsur Lanthanum

C. Sifat Atomik
1. Nomor atom : 57
2. Nomor massa : 138,91
3. Konfigurasi elektron : [Xe] 5d1 6s2
4. Volume atom : 22,5 cm3/mol
5. Afinitas elektron : 50 kJ/mol
6. Keelektronegatifitasan : 1,1
7. Energi ionisasi : - pertama : 538,1 kJ/mol
- kedua : 1067 kJ/mol
- ketiga : 1850 kJ/mol
8. Bilangan oksidasi utama : +3
9. Bilangan oksidasi lainnya : +2
10. Bentuk Kristal : Double Hexagonal Unit Cell
C. Cara Pembuatan dan Perolehan

Lantanium ditemukan dalam mineral-mineral bumi yang langka


seperti cerite, monazite, allanite, dan batnasite. Monazite dan
bastnasite adalah bijih-bijih utama yang mengandung lantanium
(25% dan 38%). Logam misch, yang digunakan pada korek api
mengandung 25% lantanium. Logam ini dapat diproduksi dengan
cara mereduksi anhydrous fluoride dengan kalsium.

Secara komersial, ia didapat kembali dari pasir


monazite dan bastnaesit dengan menggunakan
berbagai teknik ekstraksi yang kompleks.

Lantanum murni diperoleh dengan reduksi fluorida


dengan logam kalsium.
D. Reaksi

Reaksi dengan air


• Lantanum cukup elektropositif dan bereaksi secara lambat
dengan air dingin tapi cukup cepat jika bereaksi dengan air
panas membentuk lanthana hidroksida dan gas hidrogen
2La(s) + 6H2O(g) 2La(OH)3(aq) + 3H2(g)

Reaksi dengan oksigen


• Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat
maka akan membentuk Lanthana (III)oksida
4La(s) + 3O2(g) 2La2O3(s)
D. Reaksi

Reaksi dengan halogen

• Logam lanthanum bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk


lanthana ( III) halida
2La(s) + 3F2(g) 2LaF(s)
2La(s) + 3Cl2(g) 2LaCl(s)
2La(s) + 3Br2(g) 2LaBr(s)
2La(s) + 3I2(g) 2LaI(s)
Reaksi dengan asam
Yttrium mudah larut dalam
• asam klrida untuk membentuk larutan yang mengandung ion Y (III) dan gas
hidrogen
2La(s) + 3H2SO4(aq) 2La3+(aq) + 3SO42-(aq) + 3H2(g)
E. Manfaat

Lanthanum digunakan dalam jumlah besar dalam baterai isi ulang


nikel metal hidrida (NiMH) untuk mobil hibrida. Baterai Toyota
Prius membutuhkan sekitar 10 kg lantanum.

Lanthanum digunakan sebagai studio lighting, baterai laptop, lensa


kamera dan baterai mobil hibrida.

Lanthanum digunakan sebagai katalis perengkahan minyak bumi,


mengkatalisis pemisahan hidrokarbon rantai panjang menjadi
spesies yang dirantai lebih pendek.
Lanthanum digunakan sebagai aditif untuk membuat besi cor
nodular dan sebagai aditif pada baja.

Flame light flints menggunakan misch metal (paduan tanah jarang)


yang mengandung lantanum untuk menghasilkan percikan api oleh
gesekan.

Lanthanum digunakan dalam paduan spons hidrogen, yang


menghasilkan hingga 400 kali volume gas hidrogen mereka sendiri.

Lanthanum juga digunakan untuk membuat kacamata penglihatan


malam (inframerah-menyerap kaca).
Lensa kamera dan teleskop berkualitas tinggi mengandung
lantanum oksida (La2O3) yang memanfaatkan indeks bias tinggi dan
dispersi rendah.

Lanthanum karbonat digunakan untuk mengurangi kadar fosfat


dalam darah pada penderita penyakit ginjal.

Senyawa lantanum juga digunakan dalam beberapa produk kolam


untuk mengurangi kadar nutrisi fosfat yang dimakan alga.
F. Efek Bagi Kesehatan dan
Lingkungan

La sangat berbahaya jikak kabut dan asapnya terhirup bersama masuknya oksigen
serta dalam jangka waktu yang lama, akan dapat menyebabkan emboli.
Jika menghirup La maka seseorang dapat terkena penyakit kanker paru-paru.
Jika terakumulasi dalam tubuh maka La dapat mengancam organ liver.
La dapat mencemari lingkungan, dari pembuangan perabot rumah tangga.
Bersama dengan hewan air, La dapat menyebabkan kerusakan pada membran
sel, sehingga memberikan pengaruh negatif pada reproduksi dan sistem syaraf.
La sangat mudah terakumulasi dalam otot.
SEJARAH AKTINIUM

– Sejarah
Aktinium (Yunani, aktis, aktinos, sinar ataupancaran sinar). Ditemukan oleh Andre Debierne di
Prancis pada tahun 1899 dan juga F.Geisel pada tahun 1902. Unsur ini terdapat secara alami dan
bersenyawa dengan mineral-mineral uranium( reduksi uranium dari pitcblande). Aktinium
ditemukian dalam jumlah sedikit dalam biji uranium tetapi lebih banyak dibuat dalam satuan
mg dengan cara penyinaran neutron terhadap 225Ra dalam reactor nukir.
Logam aktinium dibuat dengan cara reduksi aktinium florida dengan uap lithium pada suhu
1100-1300ºC.
AcF3 + 3Li(g) Ac(s) + 3LiF

– Sifat Fisik
Jari-jari : 195 ppm
Kondukti vitas termal : 12 Wm-1 K-1
ΔHfo : 406 J/mol ; ΔGfo : 366 J/mol ; ΔS : 188,1 J/mol
Titik leleh : 1323,2°K
Titik didih : 2743°K
Bentuk (25°C) : padat
Warna : putih perak
Massa jenis : 10g/cm3(sekitar suhu kamar)
– Sifat Kimia
Reaksi dengan oksigen, aktinium mudah terbakar membentuk aktinium (III) oksida
4Ac(s) + 3O2(g) 2Ac2O3(s)

– Persenyawaan
• Hidrida
Aktinium dihidrida : ACH2
• Fluorida
Aktinium trifluorida : AcF3
• Klorida
Aktinium triklorida : AcCl3
• Iodida
Aktinium triiodida : AcCl3
• Oksida
Diactinium trioksida : Ac2O3
• Sulfida
Diactinium trisulphide : Ac2S3
Kompleks
Ion heksaaquaaktinium(III)[Ac(H2O)6]3+
Bersifat paramagnetic karena terdapat elektron yang tidak berpasangan di orbital f.
– Efek kesehatan dari aktinium
– Aktinium-227 sangat radioaktif, dan dalam hal potensi untuk radiasi yang disebabkan efek
kesehatan, aktinium-227 adalah tentang sama berbahayanya dengan plutonium. Menelan bahkan
sejumlah kecil aktinium-227 akan merupakan bahaya kesehatan yang serius.
– Ancaman terbesar radioaktivitas untuk kehidupan seperti yang kita tahu itu adalah kerusakan pada
kolam gen, genetik make-up dari semua spesies yang hidup. Kerusakan genetik dari paparan
radiasi kumulatif selama masa hidup dan generasi.
– Bahkan paparan dosis rendah bersifat karsinogenik setelah paparan diperpanjang. Generasi saat
ini, satu di rahim, dan semua tindak yang mungkin menderita kanker, kerusakan sistem kekebalan
tubuh, leukemia, keguguran, lahir mati, cacat, dan masalah kesuburan.
– Sementara banyak masalah kesehatan ini sedang meningkat, individu tidak dapat membuktikan
baik peningkatan “background” radiasi atau paparan tertentu sebagai penyebabnya.
– Hanya bukti epidemiologi secara ilmiah dapat diterima untuk menyalahkan penyebab. Mungkin
hasil yang paling ekstrim dari waktu ke waktu akan hanya penghentian grosir kemampuan untuk
bereproduksi. Radiasi adalah diketahui penyebab kemandulan.
Kegunaan

1. Sifat keradioaktifan dari Ac 150 kali lebih besar dari Radium, sehingga
memungkinkan untuk menggunakan Ac sebagai sumber netron.
Sebaliknya Ac jarang digunakan dalam bidang Industri.
2. Ac-225 digunakan dalam pengobatan, yaitu digunakan dalam suatu
generator untuk memproduksi Bi-213. Ac-225 juga dapat digunakan
sebagai agen untuk penyembuhan secara “radio-immunoterapi”
LOVE YOU…
SEKIAN

TERIMAKASIH