Oleh:
Jasmine Fachrunnisa
122011101001
Pembimbing:
dr. Hoedoyo, Sp. PD
SMF/LAB ILMU PENYAKIT DALAM
RSD dr. SOEBANDI KAB. JEMBER- FAKULTAS
KEDOKTERAN UNEJ
Infeksi
nefrosklerosis obstruktif Px Endokrin
kronis
glomerulonefriti
SLE Agen nefrotik
s
CKD: penurunan fungsi ginjal yang irreversibel secara perlahan
dan progresif yang ditandai dengan LFG <60ml/menit
Simtomatik TATALAKSANA HD/Transplan
Prognosis Buruk
Nama : Ny. F
Umur : 48 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Pasar Alus Garahan, Silo, Jember
Status : Sudah Menikah
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT
Suku : Madura
Agama : Islam
Status Pelayanan : NPBI
No. RM : 7375
Tanggal MRS :12 November 2016
Tanggal pemeriksaan :14 November 2016
Tanggal KRS :18 November 2016
Keluhan Utama
Sesak
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien MRS melalui IGD dengan keluhan sesak pada 12 November 2016.
Sesak sudah dirasakan kurang lebih dalam 5 hari ini. Sesak dirasakan
terutama jika posisi pasien tidur dan sekarang sesak semakin berat. Selama
itu pasien tidak bisa tidur, pasien duduk dengan menunduk untuk
mengurangi rasa sesaknya. Selain sesak, sejak 5 hari yang lalu pasien
mengeluh bengkak pada seluruh tubuh. Bengkak diawali pada bagian mata
yang sembab kemudian diikuti dengan perut yang membesar dan kedua kaki
serta tangan.
Setelah 5 hari di rumah tanpa pengobatan, sesak semakin parah kemudian
pasien dibawa ke IGD RS. Selain itu, pasien juga mengaku BAK (+) sedikit-
sedikit berwarna kuning gelap, namun tidak terasa nyeri atau panas saat
BAK. Saat BAB terakhir kali di rumah, BAB pasien lancar dan tidak ada
masalah, tidak ada darah atau tidak berawarna hitam, maupun tidak cair.
Pasien juga mengeluhkan sering merasa lemas dan lunglai serta nafsu makan
pasien juga menurun sejak satu minggu yang lalu. Setelah makan pasien
selalu mual dan muntah. Muntah pasien air dan tidak bercampur makanan.
Saat ini sesak sudah berkurang, pasien dapat tidur meski
dalam posisi duduk. Pasien dapat makan sedikit dan minum
susu. Mual masih sedikit dirasakan, muntah (-), BAB (+) 1x
kuning padat, BAK (+) menggunakan selang. Pasien hanya
mengeluh bahwa bengkaknya masih ada.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien tidak pernah memiliki riwayat sesak dan bengkak
ataupun penyakit yang sama.
Riwayat Penyakit Keluarga
Dari riwayat keluarga tidak didapatkan keluarga yang
memiliki riwayat sesak dan bengkak ataupun penyakit yang
sama.
Riwayat Pengobatan
Pasien belum pernah mengkonsumsi obat untuk penyakitnya
saat ini.
Riwayat Sosial Lingkungan Ekonomi
Pasien merupakan ibu rumah tangga dan memiliki 3 orang
anak.
Riwayat Gizi
Sehari pasien makan 3 kali, pasien tidak mau sarapan di
rumah dan lebih senang beli makanan di kantin
sekolah. Rata-rata menu setiap harinya adalah nasi,
kadang-kadang sayur, ikan, tempe, tahu, daging, dan
kadang makan buah-buahan.
BB: 70 kg
TB: 150 cm
BMI = Berat Badan (Kg) = 70
Tinggi Badan(m)2 (1,50)2
BMI = 31 kg/m2 (obesitas)
Kesan : Riwayat gizi berlebih
Sistem serebrospinal : nyeri kepala (-), penurunan
kesadaran (-) kejang (-),
badan gemetar (-)
Sistem kardiovaskular : nyeri dada (-), berdebar-
debar (-)
Sistem pernapasan : sesak (+), batuk (-), mengi (-)
Sistem gastrointestinal : mual (+), muntah (+), diare (-),
nafsu makan menurun (+), nyeri
perut (-), BAB normal
Sistem urogenital : BAK tidak lancar, warna kuning
gelap
Sistem integumentum : turgor kulit normal, pucat (+),
gatal (-), purpura (-), ptekie (-)
Sistem muskuloskeletal : edema (+), atrofi (-), deformitas
(-)
Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : lemah
Kesadaran : compos mentis, GCS 4-5-6
Vital sign :TD : 130/70 mmHg
Nadi : 64 x/menit, regular, kuat angkat
RR : 28 x/menit
Suhu Aksila: 36,6o C
Pernapasan : sesak (+), batuk (-)
Kulit : turgor kulit normal, purpura (-), ptekie (-), pucat(+)
Kelenjar limfe : pembesaran KGB (-), pembesaran kelenjar tiroid (-)
Otot : edema (+), atrofi (-)
Tulang :deformitas (-), renal osteodistrofi (-), kalsifikasi (-)
Status gizi : BB : 70 kg
TB : 150 cm
BMI : 31 kg/m2
Pemeriksaan Khusus
Kepala
Bentuk : bulat lonjong, simetris
Rambut : hitam, berombak, pendek
Mata : konjungtiva anemis : +/+
sklera ikterus : -/-
edema palpebra : +/+
refleks cahaya : +/+
Hidung : sekret (-), bau (-), pernapasan cuping hidung (-)
Telinga : sekret (-), bau (-), perdarahan (-)
Mulut : sianosis (-), bau (-)
Leher
KGB : tidak ada pembesaran
Tiroid : tidak membesar
JVP : meningkat
Thorax
1. Cor :
Inspeksi : ictus cordis tidak tampak
Palpasi : ictus cordis teraba di ICS VI
AAL S
Perkusi : redup di ICS IV PSL D s/d ICS
VI AAL S
Auskultasi : S1S2 tunggal, reguler, suara
tambahan (-)
Abdomen
Inspeksi : Cembung
Auskultasi : bising usus (+), 16 x/menit
Palpasi : distended, hepatomegali (-),
splenomegali (-), nyeri ketok
ginjal (+) bilateral,
Perkusi : redup, shifting dullness +
Ekstremitas
Superior : akral hangat +/+, edema+/+
Inferior : akral hangat +/+, edema +/+
Produksi urin : 300 cc / 4 jam
Pemeriksaan Laboratorium HEMATOLOGI LENGKAP
Hasil pemeriksaan laboratorium Jenis Hasil Pemeriksaan Nilai Normal
12 November 2016 Pemeriksaan
Hemoglobin 8,4 gr/dL 13-16 gr/Dl
Leukosit 7,3 x109/L 4,5-13 x109/L
Hematokrit 26,7% 37-49%
Trombosit 185 x109/L 150-450 x109/L
FAAL HATI
SGOT 18 U/L 10-35 U/L
SGPT 13 U/L 9-43 U/L
GULA DARAH
Glukosa Sewaktu 73 mg/dL stik <200 mg/dL
ELEKTROLIT
Natrium 137,0mmol/L 135-155 mmol/L
Kalium 6,9 mmol/L 3,5-5,0 mmol/L
Chlorida 114,4mmol/L 90-110 mmol/L
FAAL GINJAL
Kreatinin Serum 5,7 mg/dL 0,6-1,3 mg/dL
BUN 83 mg/dL 6-20 mg/dL
Urea 177 mg/Dl 12-43 mg/dL
Hasil pemeriksaan laboratorium
14 November 2016
GULA DARAH
Glukosa 76 mg/dL stik <200 mg/dL
Sewaktu
ELEKTROLIT
Natrium 138,7 mmol/L 135-155 mmol/L
Kalium 6,43 mmol/L 3,5-5,0 mmol/L
Chlorida 115,6 mmol/L 90-110 mmol/L
Calsium 2,01 mmol/L 2,15-2,57 mmol/L
Magnesium 1,21 mmol/L 0,77-1,03 mmol/L
Fosfor 2,55 mmol/L 0,85-1,60 mmol/L
HEMATOLOGI LENGKAP
Hasil pemeriksaan laboratorium Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Normal
16 November 2016 Pemeriksaan
Hemoglobin 8,7 gr/dL 13-16 gr/dL
Leukosit 6,8 x109/L 4,5-13 x109/L
Hematokrit 27,0% 37-49%
Trombosit 189 x109/L 150-450 x109/L
GULA DARAH
Glukosa Sewaktu 97 mg/dL stik <200 mg/dL
FAAL HATI
Albumin 3,0 gr/dL 3,4-4,8 gr/dL
ELEKTROLIT
Natrium 138,4 mmol/L 135-155 mmol/L
Kalium 6,25 mmol/L 3,5-5,0 mmol/L
Chlorida 114,8 mmol/L 90-110 mmol/L
Calsium 2,07 mmol/L 2,15-2,57 mmol/L
FAAL GINJAL
Kreatinin Serum 5,8 mg/dL 0,6-1,3 mg/dL
BUN 80 mg/dL 6-20 mg/dL
Urea 172 mg/dL 12-43 mg/dL
Asam Urat 10,9 mg/dL 2-5,7 mg/dL
Hasil pemeriksaan laboratorium ELEKTROLIT
17 November 2016 Natrium 138,1 mmol/L 135-155 mmol/L
Kalium 5,69 mmol/L 3,5-5,0 mmol/L
Chlorida 113,7 mmol/L 90-110 mmol/L
Hasil Pemeriksaan
Foto Thorax:
Kardiomegali
Susp. Decom
Cordis
CTR = 0,7
USG abdomen
Hasil Pemeriksaan :
Asites (+)
Nefritis Kronis (+) duplex
Chronic kidney disease grade V e.c nefritis
kronis
Decomp cordis
Diagnosis Banding:
- Sindroma Nefritis
- Glomerulo Nefritis Akut Pasca
Streptococcus (GNAPS)
- SLE (Systemic Lupus Erythematosus)
Planning Diagnostik
ANA test
ASTO test
Planning Monitoring
Produksi urin / 24 jam
Laboraturium Hematologi
Laboraturium faal ginjal
Laboraturium elektrolit
Planning Edukasi
Diet rendah protein dan garam tinggi kalori
Pengendalian pemberian cairan
Planning Terapi
O2 3-4 lpm
Inf. D10+Actrapid 10 IU 7 tpm
Inj. Furosemid 3x1a
Meylon bolus IV pelan ¼ flacon/hari
Inj. Ca Glukonas 4x1
P/O asam folat 3x1 tab
P/O allopurinol 1x300 mg
P/O valsartan 1x80 mg
P/O Aminefron 3x1
P/O Kalitake 3x1
P/O Noperten 5mg 1x1
Transfuse PRC 1 kolf/hari
Dubia ad malam
Follow up
Follow up
Textbook Pasien
Anamnesis
- Edema +
- Sesak +
- Lemas/malaise +
- Anoreksia +
- Mual dan muntah +
- Nyeri dada (pericarditis) -
- Gatal (pruritus) -
- Kejang -
- Penurunan kesadaran -
- Riwayat infeksi -
Pemeriksaan Fisik
TTV
- Hipertensi +
- Takipnea +
Kepala Leher
- Konjungtiva anemis +
- Edema Periorbital +
- Foeter uremi +
- Fundus hipertermi -
Thorax
- Tanda Efusi Pleura -
- Edema paru -
- Nafas kusmaul -
- Kardiomegali +
Abdomen
- Nyeri ketok ginjal +
- Asites +
Ektremitas
- Edema +
- Osteodistrofi renal -
Diagnosis
1. Edema +
2. Dyspneu e.c Acute lung oedeme +
3. Payah jantung (Decomp cordis) +
4. BUN, urea, KS meningkat (gangguan faal ginjal) +
5. Anemia +
6. Proteinuria ≥ 3,5 g/hari -
7. Hipoalbuminemia < 3,5 mg/dl +
8. Hematuria -
Tatalaksana
1. Istirahat, batasi aktivitas fisik +
2. Konsumsi diit rendah garam dan diet rendah air +
3. Pengobatan suportif & simptomatik +
4. Hemodialisa -
1. Kerusakan ginjal ≥ 3 bulan, dimana terdapat abnormalitas struktur atau fungsi ginjal dengan
atau tanpa penurunan GFR, yang dimanifestasikan oleh satu atau beberapa gejala berikut:
• Abnormalitas komposisi darah atau urin
• Abnormalitas pemeriksaan pencitraan
• Abnormalitas biopsi ginjal
2. GFR < 60 ml/mnt/1,73 m2 selama ≥ 3 bulan dengan atau tanpa tanda kerusakan ginjal lainnya
yang telah disebutkan sebelumnya di atas.
Data terakhir menurut IRR pada tahun 2011 pasien CKD
di Indonesia adalah 15.353 pasien baru dan 6.951 pasien aktif.
GFR
Stadium Keterangan
(ml/menit/1,73m2)
Kerusakan ginjal dengan GFR normal
1 >90
atau meningkat, disertai proteinuria.
Kerusakan ginjal dengan penurunan
2 60-89 GFR ringan (berkaitan dengan usia),
disertai proteinuria
3A 45-59 Kerusakan ginjal dengan penurunan
GFR sedang, beresiko rendah
3B 30-44
mengalami gagal ginjal
Kerusakan ginjal dengan penurunan
4 15-29 GFR berat, beresiko tinggi mengalami
gagal ginjal
Gagal ginjal yang memerlukan terapi
5D
dialysis
<15
Gagal ginjal yang memerlukan
5T
transplantasi
Kerusakan nefron oleh sebab tertentu
Hipertrofi nefron yang tersisa
Penebalan pembuluh darah glomerulus
Sklerosis glomerulus
Kerusakan nefron masiv jumlah nefron
yang berfungsi menurun
Edema Hipertensi
Sesak Konjungtiva anemis
Lemas/malaise Edema periorbital &
Anoreksia ekstremitas
Mual dan muntah Edema paru
Nyeri dada (pericarditis) Foeter uremi
Gatal (pruritus) Nafas kusmaul
Kejang Kardiomegali
Penurunan kesadaran
Nyeri ketok ginjal
Asites
Riwayat ISK, HT, DM
ANAMNESIS PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan
Laboratorium
Pemeriksaan faal ginjal (RFT)
Pemeriksaan ureum, kreatinin serum dan asam urat
serum sudah cukup memadai sebagai uji saring untuk
faal ginjal (RFT).
Etiologi gagal ginjal kronik (GGK)
Analisis urin rutin, mikrobiologi urin, kimia darah,
elektrolit dan imunodiagnosis.
Pemeriksaan laboratorium untuk perjalanan penyakit
Progresivitas penurunan faal ginjal, hemopoiesis,
elektrolit, endoktrin, dan pemeriksaan lain berdasarkan
indikasi terutama faktor pemburuk faal ginjal .
Diagnosis etiologi GGK
Beberapa pemeriksaan penunjang diagnosis, yaitu
foto polos perut, ultrasonografi (USG),
nefrotomogram, pielografi retrograde, pielografi
antegrade dan Micturating Cysto Urography (MCU).
Diagnosis pemburuk faal ginjal
Pemeriksaan radiologi dan radionuklida (renogram)
dan pemeriksaan ultrasonografi (USG).
Diet Rendah Protein Pengaturan jumlah
(DRP) kalori
DIET
Batasi pemberian Cukupi kebutuhan
cairan elektrolit dan mineral
Asidosis metabolik
Asidosis metabolik harus dikoreksi karena meningkatkan
serum kalium (hiperkalemia). Untuk mencegah dan
mengobati asidosis metabolik dapat diberikan suplemen
alkali. Terapi alkali (sodium bicarbonat) harus segera
diberikan intravena bila pH ≤ 7,35 atau serum bikarbonat ≤ 20
mEq/L.
Anemia
Transfusi darah misalnya Paked Red Cell (PRC)
Koreksi keseimbangan elektrolit
Keluhan gastrointestinal
Anoreksi, cegukan, mual dan muntah, merupakan keluhan
yang sering dijumpai pada CKD. Keluhan gastrointestinal ini
merupakan keluhan utama (chief complaint) dari CKD.
Terapi simptomatik dapat diberikan sesuai keluhan
gastrointestinal, seperti golongan PPI, ARH2, dan pemberian
sukralfat.
Hipertensi
Pemberian obat-obatan anti hipertensi. Dapat diberikan ACE-
inhibitor, ARB, dan diuretik.
Hemodialisa
Dialisis Peritoneal
Transplantasi Ginjal
Prognosis CKD kurang baik kematian
• akibat komplikasi infeksi yang berat, kelainan metabolik, kelebihan cairan,
dan hipertensi yang tidak terkendali.
Prognosis tergantung pada faktor lain
• infeksi, lamanya fase oligouria, usia lanjut dan penyebab primer
Adanya teknik dialisis dan transplantasi ginjal, harapan hidup
pasien mungkin dapat diperpanjang beberapa tahun.
Suwitra, Ketut. 2014. Penyakit Ginjal Kronik. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam. Jilid II. (Edisi Kelima). Jakarta: Internal
Publishing.
Indonesian Renal Registry. 2011. 4th Annual Report of IRR 2011.
www.pernefri-inasn.org
Rachmadi, Dedi. 2010. Chronic Kidney Disease. Bandung: IDAI.
Askandar, T., et.al.,. 2015. Buku Ajar Penyakit Dalam.Edisi 2.
Surabaya : Airlangga University Press
Konthen, P.G et.al., 2008. Pedoman Diagnosis dan Terapi. Edisi
3. Surabaya : Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga