0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
282 tayangan4 halaman

Hipertensi Pulmonal: Diagnosis dan Terapi

Dokumen tersebut membahas tentang hipertensi pulmonal, yaitu tekanan vaskular paru yang tinggi secara abnormal. Hipertensi pulmonal dapat disebabkan oleh berbagai penyakit komorbid. Diagnosa didasarkan pada anamnesa, pemeriksaan fisik, dan hasil laboratorium serta pemeriksaan penunjang seperti EKG dan rontgen dada. Terapi utama meliputi obat penurun tekanan darah seperti calcium channel blockers, transplantasi paru d

Diunggah oleh

Maretha Meutia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
282 tayangan4 halaman

Hipertensi Pulmonal: Diagnosis dan Terapi

Dokumen tersebut membahas tentang hipertensi pulmonal, yaitu tekanan vaskular paru yang tinggi secara abnormal. Hipertensi pulmonal dapat disebabkan oleh berbagai penyakit komorbid. Diagnosa didasarkan pada anamnesa, pemeriksaan fisik, dan hasil laboratorium serta pemeriksaan penunjang seperti EKG dan rontgen dada. Terapi utama meliputi obat penurun tekanan darah seperti calcium channel blockers, transplantasi paru d

Diunggah oleh

Maretha Meutia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PPK SMF/ Bagian Penyakit Dalam RSUZA/ FK Unsyiah Kardiologi

HIPERTENSI PULMONAL

Nama Penyakit - Hipertensi Pulmonal. ( ICD 10 : I27 )


Definisi - Definisi hipertensi pulmonal/pulmonary hypertension (PH) merujuk
pada adanya tekanan vaskular paru yang tinggi secara abnormal.
Sedangkan hipertensi arteri pulmonal/ pulmonary arterial
hypertension (PAH) adalah kumpulan gejala akibat dari restriksi
aliran melalui sirkulasi arteri pulmonal, yang mengakibatkan
peningkatan resistensi vascular paru dan pada akhirnya gagal
jantung kanan.
Anamnesis - Sesak, lelah, angina pektoris, sinkop, hampir sinkop.
- Riwayat penyakit komorbid.
- S4 ventrikel kanan (38%).
- Meningkatnya gelombang "a" jugular
Pemeriksaan - Mencerminkan derajat keparahan PH :
fisik - Aksentuasi komponen pulmonal S2 (terdengar pada apeks
>90%)
- Bunyi klik pada awal sistolik (early systolic click)
- Ejeksi murmur midsistolik.
- Left parasternal lift
- Sugestif PH derajat sedang-berat :
- Derajat sedang-berat : murmur holosistolik yang meningkat saat
inspirasi, meningkatnya gelombang “v” jugular, pulsatile liver,
murmur diastolic, hepatojugular reflux.
- PH stadium lanjut dengan kegagalan ventrikel kiri : S3 ventrikel
kanan [23%], distensi vena jugular, hepatoinegali, edema perifer
[32%], asites, tekanan darah rendah, hilangnya tekanan nadi,
akral dingin.
- Sugestif kemungkinan penyebab lain atau kaitan dengan PH :
- Sianosis sentral, clubbing
- Temuan pada auskultasi jantung (murmur sistolik, diastolik,
opening snap, gallop).

1
PPK SMF/ Bagian Penyakit Dalam RSUZA/ FK Unsyiah Kardiologi

- Ronki, perkusi redup atau menurunnya bunyi napas.


- Ronki basah halus, penggunaan otot aksesorius, mengi, ekspirasi
protraksi, batuk produktif.
- Obesitas, kifoskoliosis, pembesaran tonsil,
- Sklerodaktili, artritis, teleangiektasis, Fenomena Raynaud, ruam
- insufisiensi vena perifer atau obstruksi.
- Ulkus vena stasis.
- Bruit vaskular paru
- Splenomegali, spider angiomata, palmar eritem, ikterus, kaput
medusa, asites
Pemeriksaan - Laboratorium : darah perifer lengkap. ANA, HIV, TSH, fungsi
penunjang hati, biomarker jantung (BNP, NT-proBNP, troponin T)
- EKG : right axis deviation, hipertrofi ventrikel kanan, hipertrofi
atrium kanan.
- Radiologis :
- Foto toraks : pembesaran arteri pulmonalis sentral, hipertrofi
ventrikel kanan, hipertrofi atrium kanan.
- Ekokardiogram : pembesaran ventrikel dan atrium kanan,
penurunan fungsi ventrikel kanan, regurgitasi trikuspid,
pergeseran septum intraventrikular, efusi perikarclial.
- MRI jantung : menilai ukuran dan fungsi ventrikel kanan
secara akurat
Kriteria - Anamnesa, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
diagnosis
Diagnosa kerja - Hipertensi Pulmonal. ( ICD 10 : I27 )
Diagnosa -
Banding
Terapi - Memastikan diagnosis dengan benar : pasien sebaiknya melakukan
kateterisasi jantung sebelum terapi dimulai.
- Menilai kondisi baseline penyakit : untuk menilai efektivitas terapi
Tes vasoreaktivitas sebaiknya diperiksa saat didiagnosis untuk
memandu terapi.

2
PPK SMF/ Bagian Penyakit Dalam RSUZA/ FK Unsyiah Kardiologi

- Pasien reaktif sebaiknya diterapi dengan calcium channel blockers


dosis tinggi (drug of choice).
- Pasien non-reaktif sebaiknya ditawarkan terapi lain, namun tidak ada
terapi spesifik yang ditawarkan sebagai terapi lini pertama.
- Follow-up periodik manfaat obat sangat penting 1 lakukan penilaian
ulang dalam 8 minggu setelah obat baru dimulai. karena pasien yang
tidak merespon pada awalnya mungkin dapat merespon setelah
paparan lebih lama. Efektivitas terapi dapat menghilang seiring
berjalannya waktu
- Terapi yang tidak efektifsebaiknya diganti daripada ditambah.
Pasien yang gagal pada semua terapi sebaiknya dipertimbangkan
transplantasi paru.
- Manfaat dan risiko terapi kombinasi tidak diketahui : hanya
tambahan sildenafil pada epoprostenol yang terbukti bermanfaat
Edukasi
Prognosis -
Penelaah Kritis - Departemen Ilmu Penyakit Dalam – Divisi Kardiovaskular
Daftar Rujukan 1. McLaughlin V. Archer S. Badesch D. et a.. ACCF/AHA 2009
Expert Consensus Document on Pulmonary Hypertension: A Report
of the American College of Cardiology Foundation Task Force on
Expert Consensus Documents and the American Heart Association
Developed in Collaboration with the American College of Chest
Physicians: American Thoracic Society. lnc.I and the Pulmonary
Hypertension Association. J. Am. Coll. Cardiol. 2009:53:1573-1619.
Diunduh dari http://contentonlinejacc.org/cgilreprinttramed/53!
17/1573 pada tanggal 14 Juni 2012.
2. Newman JH. Hemnes AR. Pulmonary Hypertension. In :
Schraugnagel DE. Breathing in America: Diseases. Progress. and
Hope. American Thoracic Society. 2010. Hal I75-84. Diunduh dari
http:l/ww-wv.thoracic.orgleducationtbreathing-in-
americairesourceslbreathing-in-america.pdt pada tanggal 23 Mei
2012.
3. Rich S. Pulrnonary Hypertension. In : Longo DL. Fauci AS. Kasper
3
PPK SMF/ Bagian Penyakit Dalam RSUZA/ FK Unsyiah Kardiologi

DL. Hauser SL. Jameson JL. Loscalzo J. Harrison's Principles oi


Internal Medicine. 18 Edition. New York, McGraw-Hill. 2012

Anda mungkin juga menyukai