PEMERIKSAAN TPC (TOTAL
PLATE COUNT)
KELOMPOK 5
Asri Widya Ariani 1713453035
Fenie Rezkawati 1713453036
Indri Dwi Ramadani 1713453037
Mila Damayanti 1713453038
Sindi Neta Nia 1713453039
Rizky Adji Pangestu 1713453040
Dewi Lestari 1713453041
Oktavia Puspa Dewi 1713453042
PENGERTIAN TPC (TOTAL PLATE COUNT)
Analisa kuantitatif makanan dan minuman secara bakteriologis
dengan metode TPC (Total Plate Count) adalah suatu cara
menghitung jumlah kuman yang hidup secara langsung pada
sampel per ml jumlah kuman per gram sampel. TPC adalah
perhitungan jumlah bakteri yang tidak berdasarkan jenis bakteri
dengan ditentukan berdasarkan penanaman sampel dalam
jumlah dan pengenceran tertentu ke dalam media yang umum
yaitu plate count agar.
PENGERTIAN TPC (TOTAL PLATE COUNT)
Perhitungan secara penumbuhan dalam cawan petri dapat dilakukan
dengan menggunakan tiga metode yaitu metode penuangan, penyebaran,
dan penetesan dalam cawan. Dalam metode penuangan, 1 ml contoh
yang sudah diencerkan dipindahkan dalam dasar cawan petri dan
dituangan di atasnya 15-20 ml media agar yang telah didinginkan sampai
45º - 50ºC dan dicampur serata mungkin. Setelah inkubasi, koloni yang
tumbuh di dalam agar atau di permukaannya dihitung.
PENGERTIAN TPC (TOTAL PLATE COUNT)
Setelah melalui masa inkubasi pada suhu 37ºC selama waktu 2x24 jam
perhitungan koloni dilakukan pada lempengan agar tersebut. Perhitungan
dapat dilakukan secara manual dengan memberi tanda titik dengan spidol
pada cawan petri untuk koloni yang sudah dihitung atau dapat pula
menggunakan colony counter. Setelah itu dilakukan perhitungan dengan
menggunakan rumus pada plate yang mengandung 30 – 300 koloni.
(Soemarno, 2000:103)
PRINSIP
Seri pengenceran tabung kemudian ditumbuhkan
pada media plate count agar dan dihitung
pertumbuhan bakteri pada media tersebut setelah
diinkubasi pada suhu 37ºC selama 48 jam.
ALAT DAN BAHAN
Alat :
Cawan petri, tabung reaksi, rak tabung, labur erlenmeyer 1000 ml dan 250 ml, pipet
volume 1 ml, dan 5 ml, batang pengaduk, lampur spirtus, inkubator, autoclave, neraca
elektrik, oven, colony counter, dan gelas ukur.
Bahan:
Media PCA (Plate count agar), NaCl 0,85%, KH2PO4 , NaOH 1 N, alkohol 70%, dan
aquadest.
Sampel :
Makanan tanpa merek dan makanan kemasan bermerek.
CARA KERJA
Hari Pertama :
Kegiatan 1: Preparasi Sampel
Pada dasarnya pengambilan spesimen harus dilakukan secara aseptis, dengan alat yang steril
pula. Tangan dibersihkan dengan kapas alkohol, sendok steril dengan dibakar menggunakan
alkohol.
Kocok sampel dalam kemasan sampai homogen kemudian timbang sebanyak 25 gram.
Jika wadah terbuat dari plastik, bersihkan pada bagian yang akan dibuka. Dimasukkan ke
dalam erlenmeyer yang sudah berisi 225 ml larutan pengenceran 10-1
LANJUTAN…
Kegiatan 2: Pemeriksaan Sampel Makanan
Alat dan bahan yang akan digunakan disiapkan di atas meja kerja.
Enam tabung reaksi steril yang masing-masing berisi 9 ml larutan pengencer buffer phospat,
diberi label 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.Sampel makanan dipipet secara aseptik sebanyak 25 ml,
dimasukkan ke dalam erlenmeyer yang berisi 225 ml larutan pengencer buffer phospat untuk
pengenceran 10-1
Sampel makanan pada pengenceran 10-1 dipipet sebanyak 1 ml, dimasukkan ke dalam tabung 1
yang berisi 9 ml larutan pengencer buffer phospat sehingga didapatkan pengenceran 10-2
Larutan sampel makanan yang telah diencerkan pada tabung 1 dipipet sebanyak 1 mll,
dimasukkan ke dalam tabung 2 sehingga didapat pengenceran 10-3
Larutan sampel makanan yang telah diencerkan pada tabung 2 dipipet sebanyak 1 ml,
dimasukkan ke dalam tabung 3 sehingga didapat pengenceran 10-4
LANJUTAN…
Larutan sampel makanan yang telah diencerkan pada tabung 3 dipipet sebanyak 1 ml, dimasukkan ke dalam tabung
4 sehingga didapat pengenceran 10-5
Larutan sampel makanan yang telah diencerkan pada tabung 4 dipipet sebanyak 1 ml, dimasukkan ke dalam tabung
5 sehingga didapat pengenceran 10-6
Larutan sampel makanan yang telah diencerkan pada tabung 5 dipipet sebanyak 1 ml, buang untuk menyamakan
volume.
Tabung 6 hanya berisi 9 ml larutan pengencer buffer phospat yang berfungsi sebagai kontrol.
Pipet dari masing-masing pengenceran sebanyak 1 ml, dimasukkan ke dalam cawan petri yang sudah diberi label
10-1 , 10-2 , 10-3 , 10-4 , 10-5 , 10-6 .
Tuang media PCA suhu 50ºC sebanyak 15 ml ke dalam cawan petri tersebut, kemudian homogenkan supaya
sampel dan media PCA tercampur rata.
Biarkan media PCA yang sudah tercampur dengan sampel membeku. Diinkubasi pada suhu 37ºC selama 2 x 24
jam.
Tambahkan cawan petri untuk kontrol berisi 1 ml larutan pengencer buffer phospat dengan media PCA suhu
50ºC sebanyak 15 ml,. Diinkubasi pada suhu 37ºC selama 2 x 24 jam.
LANJUTAN…
Hari ketiga
Kegiatan 3 : Perhitungan jumlah bakteri pada plate.
Jumlah koloni per plate yang boleh dihitung yaitu antara 30 s/d 300 cfu (colony form unit)
Jumlah koloni pada kontrol maksimal 5 koloni
Beberapa koloni yang bergabung menjadi satu merupakan suatu kumpulan koloni yang besar dan
dapat dihitung sebagai satu koloni.
Suatu deretan (rantai) koloni terlihat sebagai suatu garis tebal dihitung sebagai satu koloni.
Perhitungan dapat dilakukan secara manual dengan memberi tanda titik dengan spidol pada cawan
petri untuk koloni yang telah dihitung.
Tiap-tiap plate dari pengenceran berbeda dihitung jumlah koloninya.
LANJUTAN…
Kegiatan 4 : Perhitungan rumus.
Dengan mengalikan pengencerannya akan diperoleh angka/jumlah bakteri per 1 gram/1 cc sampel yang diperiksa.
Perhitungan menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan
A : Jumlah koloni
: Jumlah koloni sesuai dengan pengenceran
K : Jumlah koloni pada kontrol
P1 : Pengenceran 10-1
P2 : Pengenceran 10-2
LANJUTAN…
Kegiatan 5 : Menyimpulkan hasil.
Simpulkan hasil pemeriksaan tersebut dengan mmebandingkan
hasil dengan SNI makanan jajanan tanpa merek dan makanan
jajanan bermerek.
THANK YOU