Anda di halaman 1dari 28

PUDJO SUNARNO

NARASUMBER DAN KONSULTAN MIGAS

HARIYONO UTOMO
KEPALA BALAI WILAYAH SUNGAI MALUKU

A. LESTO P KUSUMO
NARASUMBER DAN PRAKTISI
Pendahuluan
Pembangunan Bendungan merupakan kegiatan yang bersifat benilai strategis tinggi,
berbiaya besar, beresiko tinggi dan berteknologi tinggi.

Pembangunan Bendungan-bendungan ini selayaknya juga diimbangi dengan


operasional, pemantauan dan pemeliharaan yang tentunya harus intens dan
berkesinambungan. Infrastruktur Bendungan merupakan bernilai strategis dan
kompleks haruslah dijaga, dipantau dan dipelihara sesuai dengan Konsepsi Kemanan
Bendungan yang meliputi Keamanan Struktur, Pemantauan dan Pemeliharaan, dan
Konsepsi dan Kesiagaan Tanggap Darurat.

Ketersediaan material merupakan komponen penting dalam Pembangunan


Bendungan.

KETERSEDIAAN MATERIAL BERKUALITAS, TEPAT WAKTU DAN JUMLAH


YANG SESUAI MERUPAKAN DASAR PENTING KEAMANAN BENDUNGAN.
Kegiatan pembangunan Bendungan saat ini9 yang masif merupakan pembangunan
infrastruktur beresiko tinggi, bernilai besar, berteknologi tinggi dan bersifat kompleks.

TOTAL
PROJECT MANAGEMENT MITIGASI MULTI RESIKO ACTIONS SASARAN

Manajemen Biaya Kesenjangan dan Performance,


Manajemen kendala yang Preventive Kualitas dan
Teknologi mungkin terjadi Kesematan
antara Pemilik Protective Kegiatan sesuai
Manajemen
Material Kegiatan Corrective dengan
Infrastruktur kelayakan,
Manajemen Resiko
Bendungan Proactive kehandalan,
Manajemen Waktu dengan Para waktu dan
Manajeman Pelaksana dan
Reactive
biaya yang
Keselamatan Konsultan sudah
direncanakan
3 PILAR KONSEPSI KEAMANAN BENDUNGAN
PILAR I: KEAMANAN STRUKTUR
Bendungan harus didesain dan dibangun sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi sehingga aman untuk semua kondisi dan kombinasi beban kerja serta aman
dioperasikan pada semua kondisi operasi (normal , luar biasa, darurat) harus memenuhi
kreteria desain. Agar keamanan struktur terpenuhi, bendungan harus didesain berdasar 3
kriteria pokok berikut:
1. Aman terhadap kegagalan struktural dan operasional
2. Aman terhadap kegagalan hidrolis
3. Aman terhadap kegagalan rembesan

PILAR II: PEMANTAUAN DAN PEMELIHARAAN

PILAR III: KONSEPSI DAN KESIAGAAN TANGGAP DARURAT


POTENSI KEJADIAN PADA KEGIATAN EFEK KEJADIAN PADA KEGIATAN
BERESIKO TINGGI DAN INVESTASI BERESIKO TINGGI DAN INVESTASI
BERNILAI BESAR BERNILAI BESAR

1. INCIDENT 1. TRUST
2. ACCIDENT 2. BIAYA
3. KERUGIAN WAKTU DAN BIAYA 3. WAKTU
4. BIAYA KOMPENSASI 4. TEKNOLOGI
5. KEGAGALAN 5. EKONOMI
6. GAGAL FUNGSI 6. SOSIAL
7. TIDAK TEPAT WAKTU 7. POLITIS
8. BIAYA MEMBENGKAK 8. HUKUM
9. PERUBAHAN DESAIN
10. GAGAL PRODUKSI
11. PROFIT DAN BENEFIT TIDAK TERCAPAI
FAKTOR PENYEBAB POTENSI KEJADIAN PADA KEGIATAN BERESIKO TINGGI DAN
INVESTASI BERNILAI BESAR

1. TECHNOLOGY 11. FACILITIES


2. MANAGEMENT 12. EQUIPMENT
3. SAFETY 13. INSTALATION
4. SECURITY 14. EXPERIENCES
5. HUMAN RESOURCES 15. DISASTER
6. ORGANISATION 16. INCIDENT AND ACCIDENT
7. STANDARD 17. WEATHER AND CLIMATE
8. REGULATION 18. GEOLOGY
9. PROCUREMENT AND LOGISTIC 19. COST AND BUDGETING
10. MATERIAL 20. etc.
MANAJEMEN MATERIAL

Manajemen material adalah kegiatan mengelola material atau bahan untuk produksi,
mulai dari awal, pemroresan, sampai akhirnya menjadi produk jadi yang siap dikirimkan
kepada pelanggan. Kegiatan manajemen material mencakup tiga tahap, yaitu
1. Manajemen bahan baku
2. Suku cadang meliputi meliputi pembelian atau pengadaan, penerimaan
3. Penyimpanan

Tujuan secara umum adalah biaya yang rendah untuk proses produksi agar tidak
mendapatkan suatu kerugian, mempertahankan siklus SBP (Work-In-Process Inventory)
agar bisa berlangsung secara terus menerus dan optimal.
PERMASALAHAN MANAJEMEN MATERIAL

ERA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG MASIF DAN BERSAMAAN DI


BERBAGAI SEKTOR SAAT INI MEMBUTUHKAN SUPLAI DAN KETERSEDIAAN
MATERIAL YANG SANGAT BESAR.

GANGGUAN PADA PENYEDIAAN MATERIAL AKAN MENIMBULKAN


BIAYA,KETERLAMBATAN WAKTU, PENINGKATAN RESIKO, PENGURANGAN
KUALITAS HINGGA MASALAH KEAMANAN DAN KSELAMATAN PADA
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR.

AKIBAT YANG TERJADI MENINGKATNYA RESIKO DAN KUALITAS KONSTRUKSI,


HAL INI JUGA MENINGKATKAN BIAYA DAN SISTEM PADA OPERASI DAN
PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR
EFEK GANGGUAN PENYEDIAAN MATERIAL

KETERLAMABATAN
BIAYA OVERHEAD MENINGKAT, KESESUAIAN ANTAR PEKERJAAN BERMASALAH,
MERUBAH POLA KERJA, OVER INSPECTION, EXTRA WORK

KUALITAS TIDAK SESUAI


PERUBAHAN SOP, BIAYA PENYESUAIAN PEKERJAAN MENINGKAT, EXTRA WORK
PREPARATION AND MAINTENANCE

PERUBAHAN SPESIFIKASI MATERIAL


PERUBAHAN RANCANG KERJA DAN OPERASI, PERUBAHAN SOP, BIAYA
PENYESUAIAN PEKERJAAN MENINGKAT, EXTRA WORK PREPARATION AND
MAINTENANCE
JUST IN TIME

Just in Time merupakan sebuah metode baru yang diperkenalkan oleh


Industriawan Jepang dalam mengelola SBP

1. PEMBELIAN, berfungsi untuk mengadakan bahan baku, suku cadang, peralatan dari
pemasok. Pembelian bertugas merancang spesifikasi bahan secara teknis, melaksanakan
analisis nilai (value analysis), atau analisis keputusan membeli atau membuat bahan yang
diperlukan.
2. PENERIMAAN, berfungsi untuk pembongkaran muatan yang diterima dari pemasok,
mengecek kualitas dan kuantitas barang, serta mengatur sistem penyimpanan dalam gudang.
Teknik pengendalian mutu (quality control) berperan penting dalam penerimaan barang.
3. PENGEMASAN DAN PENGIRIMAN, berfungsi untuk memastikan bahwa produk jadi keluaran
pabrik terkemas dengan rapi, pemasangan label dan alamat, hingga kendaraan yang akan
membawanya kepada pelanggan, bersama dengan dokumen - dokumen yang diperlukan.
4. PERGUDANGAN, sebagai terminal antara pabrik dan pelanggan
5. DISTRIBUSI FISIK, berfungsi menetapkan jenis angkutan yang akan dioperasikan, serta
mengendalikan arus bahan baku dan produk jadi antara pabrik dan gudang.
KONSEP INTERGRATED MATERIAL MANAGEMANT SYSTEM

Konsep Integrated Material Management System adalah memadukan Sistem Material


Manajemen secara komprehensif pada kegiatan proyek yang membutuhkan ketersediaan
material secara bersamaan dan berada pada satu atap kepemilikan kegiatan. Konsep ini disebut
juga sebagai Mass Massive Construction atau kebutuhan material konstruksi skala besar, akan
menyatuikan dan mengkoordinasikan dan merelasikan pihak-pihak yang terrlibat setealah
dilakukan penyatuan kebutuhan material secara meyeluruh sesuai jumlah, volume, waktu dan
kualitasnya.

Konsep ini akan memenuhi "AVAILABILITY, READINESS, EFFECTIVE, EFFICIENT,QUALITY, SAFETY


AND SECURE”" dalam pembangunan infrastruktur khsusnya Bendungan, Bendung dan Banguna
Air lainnya secara juumlah dan, ketepatan waktu dan kualitas material, sehingga faktor kualitas
hasil pembangunan akan meningkatkan keamanan, standar, performa, kualitas dan kinerja dari
Konstruksi yang dihasilkan.

AVAILABILITY, READINESS, EFFECTIVE, EFFICIENT, QUALITY, SAFETY AND SECURE


PIHAK YANG TERLIBAT DALAM INTERGRATED MATERIAL MANAGEMANT
SYSTEM

1. Pemilik Proyek
2. Kontraktor
3. Konsultan
4. Produsen dan Penyedia Material
5. Penyuplai Material
6. Logistik dan Warehaousing
7. Transportasi
8. Perbankan dan Keuangan non Perbankan
9. Transportasi
10. Asuransi
11. Penyangga atau Material Hedging Agent
12. Instutusi Koordinator
CONVENTIONAL MATERIAL SUPPLY CHAIN SYSTEM

OWNER

PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK
PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK
PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK
PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK
PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK
PROYEK
PROYEK
MATERIAL PROYEK
PROYEK
MATERIAL PROYEK
PROYEK
MATERIAL PROYEK
PROYEK
MATERIAL
MATERIAL MATERIAL MATERIAL MATERIAL

SUPPLIER SUPPLIER SUPPLIER SUPPLIER

PRODUSEN PRODUSEN PRODUSEN PRODUSEN


INTEGRATED LOGISTIC OPERATION SYSTEM

Integrated Logistic Operation System, sistem ini akan mempermudah sistem koordinasi,
relasi pemantauan dan akses dari kebutuhan dan ketersediaan material.

Sistem ini dikoordinasikan melalui Pihak Institusi Koordinator yang bertanggungjawab


terhadap pelaksanaan Sistem Material Manajemen secara keseluruhan sehingga
kebutuhan material terjaga hingga lokasi sesuai dengan waktu, kualitas, kuantitas dam
kualitas yang sudah direncanakan.

Menggunakan sistem Pemantauan Elektronik dengan metode kerja Business to Business,


sehingga semua pihak bisa mengkases dan memantau kebutuhan materialnya mulai dari
pemesanana, instruksi pengiriman, perjalanan hingga ke lokasi. Selain itu pihak
Perbankan dan Non Perbankan, Asuransi dan Hedging Material yang terlibat dalam
proyek dapat memantau aktifitas terkait dengan bidangnya dalam pembangunan
konstruksi ini.
INTEGRATED MATERIAL MANAGEMENT SYSTEM

PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK
PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK
PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK
PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK
PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK PROYEK
PROYEK
PROYEK
PROYEK
MATERIAL PROYEK
PROYEK
MATERIAL PROYEK
PROYEK
MATERIAL PROYEK
PROYEK
MATERIAL
MATERIAL MATERIAL MATERIAL MATERIAL

SUPPLIER OWNER
SUPPLIER INTEGRATED MATERIAL MANAGEMENT SYSTEM
INTEGRATED LOGISTIC OPERATION SYSTEM
SUPPLIER

SUPPLIER
PRODUSEN PRODUSEN SELLER SELLER
INTEGRATED MATERIAL MANAGEMENT SYSTEM
BENEFIT
DEMAND
MONITORING
PROGRESS
OWNER QUALITY STANDARD
EFFICIENCY
INTEGRATED MATERIAL MANAGEMENT SYSTEM EFFECTIVENESS
INTEGRATED LOGISTIC OPERATION SYSTEM
REDUCING
AVAILABILITY, READINESS, EFFECTIVE, EFFICIENT, QUALITY, SAFETY AND SECURE
OPTIMAZING
PRICE TIME COST BANKING TRACKABLE

REPORTABLE

SUPPLY ASSURANCE
KEUNGGULAN INTERGRATED MATERIAL MANAGEMANT SYSTEM

Beberapa keunggulan kompetitif untuk proyek, seperti pembiayaan dan penyediaan


“material Konstruksi” didalam program percepatan pembangunan disertai penghematan
biaya selama pembangunan berjalan dengan mengintegrasikan kemampuan supplier
dalam “strategic sourcing” yang modern yaitu
1. Karakteristik "Biaya Siklus Rantai Supply” lebih simple, praktis dan terukur
2. Supply dan demand pasar nasional dengan dukungan daftar supplier/producer yang
berkualitas terkait kebutuhan Mass Construction
3. Pengadaan bersifat STRATEGIS bukan pengadaan transaksional.
4. Leverage Volume dari keseluruhan berbagai proyek
5. Penetapan Benefit bersama didalam menjalankan pengadaan seperti
a. Quallity Control and Safety Management System
b. Efficiency on Material Management,
c. Efficiency on Technical Communication
d. Product and specification standardization
e. Optimize Inspection and expediting
POLA KERJA INTERGRATED MATERIAL MANAGEMANT SYSTEM

Pola dan proses kerja yang dijalankan menggunakan


1. E-Commerce - Web based
2. Leverage Volumes and customers
3. Construction Materials standard
4. Rantai Supply Pengadaan yang berkesinambungan
5. Rantai Supply bersama dengan improvement
6. Model & Structures Kemitraan
7. Proses evaluasi terbaik untuk pengambil keputusan

AVAILABILITY, READINESS, EFFECTIVE, EFFICIENT, QUALITY, SAFETY AND SECURE


PENUTUP INTERGRATED MATERIAL MANAGEMANT SYSTEM

Konsep "AVAILABILITY, READINESS, EFFECTIVE, EFFICIENT, QUALITY, SAFETY AND SECURE"


dalam pembangunan Bendungan secara masif dan merupakan mass construction
menjadi kunci dari keselamatan, keamanan, standar, performa, kualitas dan kinerja dari
Konstruksi yang dihasilkan. Kinerja keuangan dan penjaminan terhadap kebutuhan dan
penyampaian akan terpantau dengan baik.

Kualitas Bendungan yang baik dengan penggunaan material yang berkualitas dan sesuai
standar dan ketepatan waktu, tentunya akan meningkatakan nilai keselamatan dan
keamanan sesuai yang direncanakan serta akan menjaga performa baik dala
lifetime,lifecycle dan produktifitas.

Konsep Integrated Material Management System dapat dijalankan dengan pola


Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pada Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat.
CONTOH PELAKSANAAN
INTERGRATED MATERIAL MANAGEMANT SYSTEM DAN
INTEGRATED LOGISTIC OPERATION SYSTEM
OLEH ATM GRUP (ATMG)
CONTOH PELAKSANAAN INTERGRATED MATERIAL MANAGEMANT SYSTEM DAN
INTEGRATED LOGISTIC OPERATION SYSTEM OLEH ATM GRUP (ATMG)

ATMG adalah Strategic Partner “Material Management System Komprehensive” sebagai


Institusi Koortdinator dalam Integrated Material Management Systemdan pelaksana dari
Integrated Logistic Operation System, sebagai sistem Pemantauan Elektronik.

ATMG berbasis B2B E-Commerce untuk Penyedia Sistem Koordinasi Material Konstruksi
termasuk tata kelola Perdagangan dan Rantai Supply Pengadaan dan Logistic Operation-
nya sehingga Material Konstruksi dapat terkoordinir secara kompetitif, terbuka,
berkualitas, efektif, efisien, tepat sasaran dan tepat waktu sesuai dengan tujuan program
pembangunan.

Denagna demikian targer kunci sukses dalam pelaksanaan pembangunan. dapat tercapai
1. Penghematan Biaya (Cost Saving)
2. Mengelola dan Miminimal Resiko (Managed and lowering Risk)
3. Kinerja Terukur (Measurable Performance)
KESIMPULAN

1. Pembangunan Bendungan merupakan kegiatan yang bersifat benilai strategis tinggi,


berbiaya besar, beresiko tinggi dan berteknologi tinggi. Pembangunan Bendungan-
bendungan ini selayaknya juga diimbangi dengan operasional, pemantauan dan
pemeliharaan yang tentunya harus intens dan berkesinambungan.
2. Pembangunan Bendungan yang masif dalam waktu hampir bersamaan tentunya
harus diiringi ketersediaan material sesuai standar dan berkualitas dalam jumlah
yang banyak dan tepat waktu.
3. Konsep Integrated Material Management System adalah memadukan Sistem
Material Manajemen secara komprehensif pada kegiatan proyek yang membutuhkan
ketersediaan material secara bersamaan dan berada pada satu atap kepemilikan
kegiatan sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan multi project khususnya dalam
pembangunana Bendungan.
4. Integrated Logistic Operation System akan mempermudah sistem koordinasi, relasi
pemantauan dan akses dari kebutuhan dan ketersediaan material hingga material
tiba ditempat proyek
KESIMPULAN

5. Integrated Material Management System akan menglibatkan Pemilik Proyek,


Kontraktor, Konsultan, Produsen dan Penyedia Material, Penyuplai Material, Logistik
dan Warehaousing, Transportasi, Perbankan dan Keuangan non Perbankan,
Transportasi, Asuransi, Penyangga atau Material Hedging Agent dan Instutusi
Koordinator..
6. Pelakasanaan Intergrated Material Managemant System dan Integrated Logistic
Operation System membutuhkan satu lembaga atau Institusi sebagai koordinator
penaggungjawab.
7. "AVAILABILITY, READINESS, EFFECTIVE, EFFICIENT,QUALITY, SAFETY AND SECURE"
dalam pembangunan Bendungan menjadi kunci dari keselamatan, keamanan,
standar, performa, kualitas dan kinerja dari Konstruksi yang dihasilkan.