Anda di halaman 1dari 62

BP.

Widodo Tarigan
Direktorat SDM Kearsipan dan Sertifikasi
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
KONDISI TERKINI ARSIPARIS DARI
ASPEK KUANTITAS

Jumlah Arsiparis Penyebaran


berkurang karena Arsiparis yg
ada yg memasuki ditempatkan pada Masih ada PNS yg
usia pensiun, unit kerja tidak telah mengikuti
mengundurkan diri, sesuai dgn Diklat tetapi belum
dan pindah jabatan kompetensinya diangkat dalam
JFA

Minimnya jumlah Arsiparis (3962


orang) , jauh dari jumlah kebutuhan
STRATEGI
Arsiparis secara nasional
ANRI
(63.178 orang)
DASAR HUKUM

 UU. Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan


 UU. Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
 PP. Nomor: 16/ 1994 tentang Jabatan Fungsional PNS;
 PP Nomor: 28/ 2012 tentang Pelaksanaan UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang
Kearsipan
 Perpres Nomor: 15 / 2017 tentang Tunjangan Jabatan Arsiparis
 Per. Menpan dan RB Nomor 13 / 2016 tentang Perubahan Atas Permenpan
dan RB Nomor 48/ 2014 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis
 Perka BKN Nomor 24/2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan JFA
 Perka ANRI Nomor 5/2016 tentang Inpassing Arsiparis
 Per ANRI Nomor 23/2017 tentang Standar Kualitas Hasil Kerja Arsiparis
 Perka ANRI Nomor 6/2016 tentang Sertifikasi Arsiparis
 Perka ANRI Nomor 4/ 2017 tentang Pelaksanaan Tugas JFA
 Perka ANRI Nomor 5/ 2017 tentang Pedoman Penilaian Arsiparis
 Perka ANRI Nomor 6/ 2017 tentang Tata Cara Pengangkatan PNS Dalam JFA
melalui Penyesuaian/Inpassing
PARADIGMA PERMENPAN
JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS

 NOMOR: 3/ 2009  NOMOR: 48/ 2014

- Pengangkatan dalam - Pengangkatan dalam


jabatan berdasarkan jumlah jabatan berdasarkan
angka kredit, ada proporsi formasi, nilai kinerja
penilaian 80% kegiatan Arsiparis, dan lulus
utama dan 20% kegiatan uji kompetensi
penunjang, serta
persyaratan melakukan
pengembangan profesi
untuk tingkat Arsiparis
Madya dan Utama
PARADIGMA PERMENPAN
JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS

 NOMOR: 3/ 2009  NOMOR: 48/ 2014

- Ada pembebasan - Tidak ada pembebasan sementara


sementara jika tidak meskipun angka kredit tidak
memenuhi angka kredit terpenuhi
kumulatif yang ditentukan
- Arsiparis bekerja tidak - Arsiparis memprioritaskan
terikat kepada unit kerja, pekerjaan tugas dan fungsi unit
sehingga dapat kerjanya
bereksplorasi dalam
meningkatkan
kompetensinya - Hasil kerja Arsiparis selain
- Hasil kerja Arsiparis menjadikan arsiparis lebih
semata-mata untuk meraih profesional juga mengutamakan
angka kredit dan karier STANDAR KUALITAS HASIL
KERJA dan mendukung tugas
pokok dan fungsi unit
kerja/organisasi
ARSIPARIS

 ARSIPARIS adalah seorang PNS yang memiliki kompetensi di


bidang kearsipan yang diperoleh melalui pendidikan formal
dan/atau pendidikan dan pelatihan kearsipan serta mempunyai
fungsi, tugas, dan tanggung jawab melaksanakan kegiatan
kearsipan yang diangkat oleh pejabat yang berwenang di
lingkungan lembaga negara, pemerintahan daerah,
pemerintahan desa dan satuan organisasi PTN

 Arsiparis Kategori Keterampilan adalah arsiparis dgn kualifikasi


teknisi atau penunjang profesional yg pelaksanaan tugas &
fungsinya mensyaratkan penguasaan pengetahuan teknis
kearsipan

 Arsiparis Kategori Keahlian adalah arsiparis dgn kualifikasi


profesional yg pelaksanaan tugas & fungsinya mensyaratkan
penguasaan ilmu pengetahuan & teknologi kearsipan
KEDUDUKAN
JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS

 Sebagai tenaga profesional di bidang kearsipan


yang memiliki kemandirian dan independen
dalam melaksanakan fungsi, tugas, dan
kewenangannya pada lembaga negara,
pemerintahan daerah termasuk desa dan
perguruan tinggi negeri.
 Merupakan jabatan karier yang diduduki oleh
PNS.
 Dalam kedudukannya sebagai tenaga
profesional, Arsiparis memiliki fungsi, tugas,
dan kewenangan di bidang kearsipan
FUNGSI dan TUGAS ARSIPARIS

 Menjaga TERCIPTANYA ARSIP dari kegiatan yang dilakukan oleh lbg


pemerintah, pemda, lbg pendidikan, prsh, orpol, dan ormas
 Menjaga ketersediaan arsip yang AUTENTIK dan TERPERCAYA sbg alat bukti
yang sah
 Menjaga TERWUJUDNYA PENGELOLAAN ARSIP yang andal, dan pemanfaatan
arsip sesuai ketentuan per UU an
 Menjaga KEAMANAN DAN KESELAMATAN arsip yang berfungsi untuk menjamin
arsip-arsip yang berkaitan dengan hak-hak keperdataan rakyat melalui
pengelolaan dan pemanfataan arsip yang autentik dan terpercaya.
 Menjaga KESELAMATAN DAN KELESTARIAN arsip sebagai bukti
pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara;
 Menjaga KESELAMATAN ASET NASIONAL dalam bidang ekonomi, sosial,
politik, budaya, pertahanan, serta keamanan sebagai identitas dan jati diri
bangsa;
 MENYEDIAKAN INFORMASI guna meningkatkan kualitas pelayanan publik
dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya.
KEWENANGAN ARSIPARIS

a. menutup penggunaan arsip yang menjadi tanggung jawabnya


oleh pengguna arsip apabila dipandang penggunaan arsip dapat
merusak keamanan informasi dan/atau fisik arsip;

b. menutup penggunaan arsip yang menjadi tanggung jawabnya


oleh pengguna arsip yang tidak berhak sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan; dan

c. melakukan penelusuran arsip pada pencipta arsip berdasarkan


penugasan oleh pimpinan pencipta arsip atau kepala lembaga
kearsipan sesuai dengan kewenangannya dalam rangka
penyelamatan arsip.
POLA PENDEKATAN
JABATAN KATEGORI KEAHLIAN

AHLI UTAMA
PROFESIONAL
TERTINGGI
AHLI MADYA
PROFESIONAL
TINGGI
AHLI MUDA
PROFESIONAL TK
LANJUTAN
AHLI PERTAMA
PROFESIONAL TK
DASAR
POLA PENDEKATAN
JABATAN KATEGORI KETERAMPILAN

BERSIFAT
PENYELIA
KOORDINASI

TUSI UTAMA MAHIR

TUSI LANJUTAN TERAMPIL

TUSI TK DASAR PEMULA


PIRAMIDA JABATAN

PEMIKIR

Utama dan
Madya

PENJAMIN MUTU:
Madya, Muda, Penyelia

PELAKSANA TEKNIS
Pertama, mahir dan terampil
PEMBAGIAN JENJANG JABATAN
DAN PANGKAT
JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS

IV / e
IV / d ARSIPARIS AHLI UTAMA
IV / c
IV / b
TINGKAT KETERAMPILAN GOL. RUANG IV / a ARSIPARIS AHLI MADYA
III / d III / d
ARSIPARIS PENYELIA III / c III / c ARSIPARIS AHLI MUDA
III / b III / b
ARSIPARIS MAHIR III / a III / a ARSIPARIS AHLI PERTAMA
ARSIPARIS TERAMPIL II / d
II / c

Pendidikan Serendahnya D.III Pendidikan serendahnya S1


SERTIFIKASI SDM KEARSIPAN

-Naik Jabatan
- Alih Jenjang Jabatan
-Pengelolaan ARSIPARIS
-Pindah Jabatan
Arsip Tertentu/Struktural ke
Dinamis JFA
(PAD) - Inpassing ke JFA
-
Pengelolaan -
Arsip Statis
(PAS)

SDM K
PENGELOLA
ARSIP

STRUKTURAL
ANGKA KREDIT KOMULATIF UNTUK
KATEGORI KETERAMPILAN

ANGKA KREDIT KUMULATIF UNTUK KENAIKAN PANGKAT


JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS KETERAMPILAN

JENJANG JABATAN/ GOLONGAN RUANG DAN


ANGKA KREDIT KUMULATIF
TUGAS POKOK
TERAMPIL MAHIR PENYELIA
II/c II/d III/a III/b III/c III/d

Melakukan kegiatan pengelolaan


arsip dinamis, pengelolaan arsip
statis, pembinaan kearsipan dan 20 20 50 50 100 100
pengolahan dan penyajian arsip
menjadi informasi

JUMLAH 20 20 50 50 100 100

JUMLAH MINIMAL PER TAHUN 5 5 12.5 12.5 25 25


ANGKA KREDIT KOMULATIF UNTUK
KATEGORI KEAHLIAN

ANGKA KREDIT KUMULATIF UNTUK KENAIKAN PANGKAT


JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS KATEGORI KEAHLIAN

JENJANG JABATAN/ GOLONGAN RUANG DAN


ANGKA KREDIT KUMULATIF
TUGAS POKOK
AHLI PERTAMA AHLI MUDA AHLI MADYA AHLI UTAMA
III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e

Melakukan kegiatan pengelolaan


arsip dinamis, pengelolaan arsip
statis, pembinaan kearsipan dan 50 50 100 100 150 150 150 200 200
pengolahan dan penyajian arsip
menjadi informasi

JUMLAH 50 50 100 100 150 150 150 200 200

JUMLAH MINIMAL PER TAHUN 12.5 12.5 25 25 37.5 37.5 37.5 50 50


TUGAS POKOK ARSIPARIS SESUAI
PERMENPAN NO.48/2015

PENGELOLAAN
ARSIP DINAMIS

PENGOLAHAN DAN
PENYAJIAN ARSIP PENGELOLAAN
MENJADI ARSIPARIS ARSIP STATIS
INFORMASI

PEMBINAAN
KEARSIPAN
TUGAS TAMBAHAN ARSIPARIS

 Peran serta dalam kegiatan ilmiah;


 Melakukan kajian/telaah kearsipan;
 Menemukan teknologi tepat guna;
 Menjadi anggota profesi;
 Menjadi anggota dalam Tim Penilai Kinerja
Arsiparis;
 Memperoleh penghargaan
 Mengajar/melatih kearsipan
 Menulis karya ilmiah kearsipan;
 Melakukan penyusunan & penyiapan bahan materi
kearsipan
 Melaksanakan tugas lain yg berkaitan dgn tugas
pokok jabatan
PENGANGKATAN DALAM JFA

1. Pengangkatan
Pertama (Formasi)
2. Perpindahan Jabatan
3.Inpassing
PROSEDUR/ TATA CARA
INPASSING ARSIPARIS

Berdasarkan PPK Instansi


e-formasi menyampaikan usulan Berkas
kebutuhan Inpassing dalam JFA persyaratan
pegawai kepada Kepala ANRI

ARSIPARIS
Pemeriksaan/Verifikasi
berkas administrasi

Wawancara,
UJI KOMPETENSI

PPK Instansi Rekomendasi/


melantik dan Persetujuan
menetapkan dari Kepala Sertifikat
SK ANRI kepada
Inpassing PPK Instansi
PENGANGKATAN PNS DALAM
JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS

ANRI ARSIPARIS
melaksanakan
pengendalian & Berdasarkan Angka
pemantauan Kredit Kumulatif yg
ditetapkan Kepala
ANRI

Proses
Pengangkatan
Rekomendasi
menjadi
berdasarkan
Kewenangan
hasil uji
PPK Instansi
kompetensi dan
formasi jenjang
jabatan
KEGIATAN KEARSIPAN SESUAI

PERKA ANRI NOMOR 4 TAHUN 2017

KEGIATAN
KEARSIPAN

PENCIPTA LEMBAGA
ARSIP KEARSIPAN

LKPTN

LK
Unit Pengolah
Kab/Kota

Unit LK
Kearsipan Provinsi
KEGIATAN KEARSIPAN DI LINGKUP UNIT
PENGOLAH PERKA ANRI NOMOR 4/ 2017

Pengelolaan KEGIATAN Pembinaan


Arsip Aktif KEARSIPAN Kearsipan

Pengolahan Arsip
dan Penyajian
Arsip menjadi
Informasi
KEGIATAN KEARSIPAN DI LINGKUP UNIT
KEARSIPAN PERKA ANRI NOMOR 4/2017

Pengelolaan KEGIATAN Pembinaan


Arsip In Aktif KEARSIPAN Kearsipan

Pengolahan Arsip
dan Penyajian
Arsip menjadi
Informasi
KEGIATAN KEARSIPAN DI LINGKUP LEMBAGA
KEARSIPAN PERKA ANRI NOMOR 4/2017

Pengelolaan
Arsip Statis

Pengelolaan KEGIATAN Pembinaan


Arsip Dinamis KEARSIPAN Kearsipan

Pengolahan Arsip
dan Penyajian
Arsip menjadi
Informasi
TUGAS TAMBAHAN ARSIPARIS

 Peran serta dalam kegiatan ilmiah


 Melakukan kajian/analisis/telaah (policy breef)
 Menemukan & mengembangkan teknologi tepat guna
bid. Kearsipan
 Menjadi anggota organisasi profesi
 Menjadi anggota dlm Tim Penilai Prestasi Kinerja
 Mendapatkan penghargaan/tanda jasa kehormatan
 Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya yg sederajat
 Mengajar/melatih bid kearsipan
 Menulis karya ilmiah bid kearsipan
 Melakukan penyusunan bahan
bintek/bimkos/penyuluhan/bahan ajar/modul/apresiasi
 Melaksanakan tugas lain yg berkaitan dgn tugas pokok
PENILAIAN KINERJA
PEJABAT PENILAI TIM PENILAI KINERJA
(atasan langsung)
 Menetapkan SKP  Meverifikasi hasil penilaian SKP
yg disusun Pejabat Penilai (khusus NILAI
Arsiparis pada PERILAKU kewenangan milik
awal tahun Pejabat Penilai)
 Menetapkan Angka Kredit
 Memberikan Kumulatif
penilaian kinerja
 Memberikan bahan
Arsiparis (NILAI pertimbangan (rekomendasi)
SKP dan NILAI kepada Pejabat Pembina
PERILAKU) Kepegawaian dlm
pengembangan karier PNS
KUALITAS ATAU KUANTITAS
STANDAR KUALITAS
HASIL KERJA ARSIPARIS
(Perka ANRI No. 5/2016 jo. Per ANRI 23/2017)

 Standar Kualitas Hasil Kerja Arsiparis, Persyaratan


mutu suatu kegiatan kearsipan yang harus dipenuhi oleh
Arsiparis untuk mendapatkan penilaian kinerja
 Panduan bagi :
1. Pejabat Fungsional Arsiparis, untuk menyiapkan
bahan penilaian kinerja sesuai dengan SKP pada satuan
unit kerja;
2. Pejabat Penilai Kinerja (atasan langsung), untuk
mengotrol pencapaian tugas pokok Arsiparis dgn SKP
dalam mendukung tugas pokok dan fungsi unit kerja &
tujuan organisasi
3. Tim Penilai Kinerja, untuk melakukan verifikasi hasil
penilaian
KRITERIA/KOMPONEN
STANDAR KUALITAS

Hasil Bukti NILAI


Kerja Kerja KUALITAS

Batasan STANDAR Format


KUALITAS HASIL
KERJA ARSIPARIS

Ketentua Norma
n Teknis Waktu
Manfaat

KOMPONEN tersebut, merupakan persyaratan yg harus dipenuhi


dalam melakukan pekerjaan kearsipan dan panduan dalam
memberikan NILAI KUALITAS terhadap penilaian kinerja Arsiparis
ASPEK PENILAIAN
STANDAR KUALITAS HASIL KERJA

 Semakin terpenuhinya kelengkapan


kriteria/komponen Standar Kualitas
Hasil Kerja maka Arsiparis
memperoleh nilai kualitas yang
optimal; dan
 Nilai kualitas tersebut akan
berkurang begitu ada
kriteria/komponen yang kurang
lengkap.
NILAI KINERJA
TUGAS POKOK

 Setiap tugas pokok dari pekerjaan


kearsipan memperoleh hasil NILAI
KUALITAS
 Nilai Kualitas diberikan sesuai STANDAR
KUALITAS HASIL KERJA
 Jumlah nilai kualitas tugas pokok dalam
SKP dibagi dengan jumlah kegiatan tugas
pokok, selanjutnya ditambah dengan nilai
kualitas tugas tambahan
NILAI KUALITAS TUGAS POKOK

NILAI URAIAN PENILAIAN


 100  Hasil kerja sempurna sesuai ketentuan
teknis, format, volume dan waktu & sudah
dimanfaatkan
 90
 Hasil kerja memenuhi ketentuan teknis dan
format, namun belum dimanfaatkan unit
kerja/organisasi.
 75  Hasil kerja memenuhi ketentuan teknis, namun
format belum terpenuhi masih ada yg
kurang lengkap.
 60  Hasil kerja masih ditemukan kesalahan
besar.
 50  Hasil kerja tidak didukung oleh bukti kerja
sehingga tidak memenuhi standar kualitas.
NILAI KUALITAS TUGAS TAMBAHAN

 NILAI KUALITAS 1, apabila melakukan


tugas tambahan sejumlah 1-3 kali
 NILAI KUALITAS 2, apabila melakukan
tugas tambahan sebanyak 4 -6 kali
 NILAI KUALITAS 3, apabila
melakukan tugas tambahan sebanyak
lebih dari 7 kali
BUKTI KERJA ARSIPARIS

 Untuk mendukung kualitas hasil kerja maka


Arsiparis yang melaksanakan kegiatan kearsipan
wajib mengumpulkan kelengkapan bahan
penilaian kinerja sesuai bukti kerja Arsiparis.
 Bukti kerja Arsiparis meliputi :
- Bukti fisik dari setiap kegiatan kearsipan;
- Dasar untuk melakukan kegiatan kearsipan,
dapat berupa Surat Keputusan (SK), surat
perintah/ surat tugas, instruksi tertulis, instruksi
lisan maupun mandiri.
PENILAIAN KINERJA

 Penilaian Kinerja dilakukan terhadap


1. SKP (tugas pokok + tugas tambahan)
dengan memberi NILAI KUALITAS terhadap
kualitas hasil kerja Arsiparis sesuai
STANDAR KUALITAS HASIL KERJA
ARSIPARIS Bobot
2. Perilaku Arsiparis
NILAI PERILAKU
40% NILAI SKP
60%
CONTOH FORMAT; Daftar Arsip Aktif
No Kode Nomor Uraian Uraian Tanggal Jumlah Ket.
Klasifikasi berkas Informasi Informasi Klasifika
Berkas Arsip si Akses
&
Keaman
an Arsip

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

TIDAK
BERDASAR
KAN
KLASIFIKAS
I ARSIP
CONTOH PENILAIAN KINERJA dari
HASIL KERJA DAFTAR ARSIP AKTIF

NILAI URAIAN PENILAIAN


KUALITAS
 100

 90

 75

 60  Hasil kerja ditemukan kesalahan besar


karena pemberkasan yg dilakukan tidak
berdasarkan klasifikasi arsip
 50
ANGKA KREDIT KUMULATIF
DALAM PENILAIAN KINERJA

 ANGKA KREDIT KUMULATIF diperoleh dari hasil


nilai kinerja yang dikonversi sebagai berikut:

1. Nilai kinerja > 91 (SANGAT BAIK) mendapatkan


angka kredit sebesar 150% dari angka kredit
kumulatif yg harus dicapai setiap tahun
2. Nilai kinerja 76 – 90 (BAIK) mendapatkan
angka kredit sebesar 125% dari angka
kredit kumulatif yg harus dicapai setiap tahun
ANGKA KREDIT KUMULATIF
DALAM PENILAIAN KINERJA

3. Nilai kinerja 61 - 75 (CUKUP) mendapatkan


angka kredit sebesar 100% dari angka kredit
kumulatif yg harus dicapai setiap tahun
4. Nilai kinerja 51 – 60 (KURANG) mendapatkan
angka kredit sebesar 75% dari angka kredit
kumulatif yg harus dicapai setiap tahun
5. Nilai kinerja < 50 (BURUK) mendapatkan angka
kredit sebesar 50% dari angka kredit
kumulatif yg harus dicapai setiap tahun
TAHAPAN PENGAJUAN
PENILAIAN KINERJA ARSIPARIS

Keberatan (14 hari kerja)


Usulan Pejabat
Pengisian SKP Penilaian Penilai
ARSIPARIS Kinerja
( awal Januari Kerja
Buku Akhir Des – Awal Jan Awal Januari
Kerja

Pengumpul Penilaian
an Bukti Kinerja
Pejabat Kerja+ Sementara
Pembina DUPNK
16 - 25 Jan
16 – 20 Jan
Kepegawaia (Madya & Utama)
n
verifikasi
Penetapan
Angka Tim
Penetapan
Kredit Penilai
Angka Kredit
Kumulatif Kinerja
Kumulatif 26 Jan – 15 Feb
Akhir Feb Tahunan
Keberatan (14 hari kerja)
CONTOH PENGHITUNGAN
PENILAIAN KINERJA

- Seorang Arsiparis bernama MUKIDI


yang telah menduduki jabatan Arsiparis
Ahli Pertama dgn pangkat III-a ingin
mendapatkan kenaikan
jabatan/pangkat menjadi Arsiparis Ahli
Pertama/III-b maka ybs harus
mendapatkan angka kredit kumulatif
50
CONTOH PENGHITUNGAN
PENILAIAN KINERJA

- MUKIDI memiliki NILAI KINERJA 78 masing-


masing berasal dari Tugas Pokok (75) + Tugas
Tambahan (3), maka ybs mendapatkan NILAI
KINERJA 78 x 60 % yaitu sebesar 46,8
- Selanjutnya nilai perilaku kerja yg menjadi
kewenangan Pejabat Penilai kinerja, MUKIDI
mendapatkan NILAI PERILAKU KERJA
sebesar 86 x 40% = 34,4
NILAI KINERJA ARSIPARIS

UNSUR YANG DINILAI Jumlah

x
a. Sasaran Kerja Pegawai (SKP) 78 60% 46,8
……
1. Orientasi Pelayanan 86 ………

……
2. Integritas 86 ………

……
3. Komitmen 87 ………

……
4. Disiplin 85 ………
b. Perilaku …
Kerja ……
5. Kerjasama 86 ………

……
6. Jumlah ………
430 …
……
7. Nilai rata-rata 86 ………

x
8. Nilai Perilaku Kerja 86 34,4
40%

JUMLAH 81,2

NILAI KINERJA BAIK


CONTOH PENGHITUNGAN
PENILAIAN KINERJA

- PENILAIAN KINERJA yang diperoleh MUKIDI


merupakan jumlah dari NILAI SKP ditambah NILAI
PERILAKU, menjadi
- (46,8 + 34,4) sebesar 81,2 dengan sebutan
konversi BAIK (antara 76 – 90)
- Dengan demikian hasil ANGKA KREDIT
KUMULATIF (Pasal 10 Permenpan & RB) Nomor
48/2014) diperoleh sebesar 125% x 12,5 = 15,625

- Artinya MUKIDI jika ingin naik pangkat ke III-b


harus mendapatkan lagi angka kredit kumulatif
sebesar
- (50 – 15,625) = 34,375
PENETAPAN ANGKA KREDIT TAHUNAN

Instansi : ........ Periode : ..............


ARSIPARIS YANG DINILAI

1 Nama :

2 NIP :

3 Nomor Seri Karpeg :

4 Tempat tanggal lahir :

5 Jenis Kelamin :

Pangkat/Golongan
6 :
ruang/TMT

7 Jabatan/TMT :

8 Unit kerja :

9 Instansi :

KONVERSI ANGKA KREDIT

Hasil Penilaian Kinerja Angka kredit yang didapat

Angka kredit
minimal yang
harus dicapai
PROSENT setiap tahun
ANGKA SEBUTAN (kolom 3 x kolom 4)
ASE

1 2 3 4 5

81,2 BAIK 125% 12,5 15,625


PENETAPAN ANGKA KREDIT KUMULATIF
Instansi : ........ Periode : ..............
ARSIPARIS YANG DINILAI

1 Nama :

2 NIP :

3 Nomor Seri Karpeg :

4 Tempat tanggal lahir :

5 Jenis Kelamin :

6 Pangkat/Golongan ruang/TMT :

7 Jabatan/TMT :

8 Unit kerja :

9 Instansi :

KONVERSI ANGKA KREDIT

Hasil Penilaian Kinerja Angka kredit yang didapat


Angka kredit
minimal yang
harus dicapai
TAHUN NILAI SEBUTAN PROSENTASE setiap tahun (kolom 3 x kolom 4)

2017 20
2018 81,25 BAIK 125% 12,5 15,625
2019 85 BAIK 125% 12,5 15,625
JUMLAH ANGKAJ KREDIT KUMULATIF 51,25

Rekomendasi:
Dapat dipertimbangkan untuk kenaikan
pangkat III-b TMT 1-4-2019
PERKA BKN 24/ 2016 TENTANG JUKNIS
PELAKSANAAN PEMBINAAN JFA

 Perhitungan angka kredit sebelum berlakunya perolehan angka kredit


dari konversi hasil penilaian SKP dan telah ditetapkan PAK < Juli 2017
:
1. Arsiparis telah mengumpulkan selisih angka kredit yg
dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat
lebih tinggi, maka ybs dapat diusulkan naik pangkat/jabatan
& selanjutnya perolehan angka kredit melalui konversi hasil
penilaian SKP;
2. Arsiparis telah mengumpulkan selisih angka kredit yg
dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan 2 tingkat
lebih tinggi, maka ybs dapat diusulkan naik pangkat/jabatan
setingkat & selanjutnya perolehan angka kredit melalui
konversi hasil penilaian SKP;
3. Arsiparis telah mengumpulkan angka kredit tetapi belum
mencapai jumlah angka kredit yg dipersyaratkan , maka
perolehan angka kreditnya dapat diperhitungkan dan
diakumulasikan dgn kredit konversi hasil penilaian SKP.
SASARAN KERJA PEGAWAI
 What ?

Penilaian Prestasi Kerja Arsiparis yang


dilaksanakan secara sistematis dengan
penekanan pada kontrak rencana kerja
dan tingkat capaian Sasaran Kerja
Pegawai (Arsiparis) yang telah disusun
dan disepakati antara Arsiparis dengan
Atasan Langsung selaku Pejabat Penilai
SASARAN KERJA PEGAWAI

 Where ?

- Pengisian SKP dilaksanakan pada unit


kerja dimana Arsiparis itu ditempatkan
sesuai dengan SK Penempatan
Arsiparis

- Arsiparis yang tidak mengisi SKP


dalam setahun akan dijatuhi hukuman
disiplin sesuai ketentuan perundang-
undangan
SASARAN KERJA PEGAWAI
 Who ?

- Arsiparis selaku PNS yang akan dinilai


dengan Atasan Langsung selaku
Pejabat Penilai

- Tim Penilai Kinerja Instansi Pembina


(ANRI, Direktorat SDM Kearsipan dan
sertifikasi)
- Tim Penilai Kinerja Instansi
SASARAN KERJA PEGAWAI
 When ?

- Pengisian SKP dilaksanakan pada


awal tahun berjalan, atau awal bulan
pada saat Arsiparis mendapatkan
mutasi pada unit kerja lain
- Penilaian Prestasi Kerja Arsiparis
dilaksanakan oleh Pejabat Penilai 1x
dalam setahun pada awal Januari tahun
berikutnya
SASARAN KERJA PEGAWAI

 Why ?

Penilaian prestasi kerja Arsiparis


dilaksanakan untuk mengevaluasi
kinerja Arsiparis dalam melaksanakan
tugas pokoknya, serta dapat memberi
petunjuk bagi pejabat yang
berkepentingan dalam rangka
mengevaluasi unit kerja dan organisasi
SASARAN KERJA PEGAWAI

 How ?
1. Kontrak kinerja dilakukan atas kesepakatan pimpinan
unit kerja dengan Arsiparis yang ditempatkan di unit
kerjanya sesuai dengan renstra unit kerja ataupun POK
pada awal tahun;
2. Arsiparis mencantumkan pekerjaan sesuai jenjang
jabatan yang tercantum dalam rincian petunjuk
pelaksanaan JFA sebagai turunan dari penetapan kinerja
unit;
3. Arsiparis dapat melaksanakan pekerjaan dibawah
jenjang jabatannya sesuai dengan kategori
(keterampilan atau keahlian)
4. Arsiparis yang melaksanakan pekerjaan setingkat
diatas jabatannya maka kualitas pekerjaannya
maksimal hanya dinilai 90
SASARAN KERJA PEGAWAI
 How ?
4. Arsiparis yang melaksanakan pekerjaan
diatas jenjang jabatannya harus sudah
tersertifikasi (baik itu sertifikasi dalam
jabatan atau sertifikasi profesi/teknis)
5. Bilamana Arsiparis melakukan pekerjaan
tugas pokoknya yang tidak sesuai
dengan jenjang jabatannya harus disertai
dengan surat penugasan melaksanakan
tugas pokok kearsipan
6. Bilamana Arsiparis melakukan pekerjaan
yang sebelumnya tidak tercantum dalam
SKP maka dapat dimasukkan menjadi
TUGAS TAMBAHAN
SASARAN KERJA PEGAWAI
 SKP disusun berdasarkan RKT
Instansi/POK Unit Kerja (jelas, relevan,
dapat diukur, dapat dicapai & memiliki
target waktu)
 SKP memuat tugas jabatan & target yang
harus dicapai
 SKP yang telah disusun harus disetujui
oleh Pejabat Penilai sebagai KONTRAK
KERJA
 Dalam hal SKP Arsiparis yang tidak
disetujui oleh Pejabat Penilai maka
keputusannya diserahkan kepada Atasan
Pejabat Penilai dan bersifat FINAL
TUNJANGAN ARSIPARIS
(Perpres Nomor 15 Tahun 2017

 JABATAN  (Rp)

KETERAMPILAN
 Arsiparis Terampil  Rp. 350.000,-
 Arsiparis Mahir  Rp. 420.000,-
 Arsiparis Penyelia  Rp. 700.000,-
KEAHLIAN
 Arsiparis Ahli  Rp. 520.000,-
Pertama
 Arsiparis Ahli Muda  Rp. 800.000,-
 Arsiparis Ahli Madya  Rp. 1.100.000,-
 Arsiparis Ahli Utama  Rp. 1.300.000,-
SE. Menkeu Nomor: 21/ Tahun 2017
ARSIPARIS MANDIRI DAN PROFESIONAL

ARSIPARIS

SERTIFIKASI STANDAR SERTIFIKASI


ARSIPARIS KUALITAS ARSIPARIS
HASIL KERJA
PEJABAT
STANDAR
FUNGSIONAL SKKNI
KOMPETENSI ARSIPARIS Bid. Kearsipan
ARSIPARIS

MONEV
JABFUNG
ARSIPARIS
KESIMPULAN

 Jabatan Fungsional Arsiparis paska


berlakunya UU ASN penilaian kinerjanya
dilakukan berdasarkan Nilai Sasaran Kinerja
Pegawai (SKP) dengan mengedepankan
Standar Kualitas Hasil Kerja Arsiparis
sehingga tercipta Arsiparis yang:
 Mandiri, menguasai kompetensi pekerjaan
sesuai jenjang jabatannya
 Independen, mampu menggunakan
kewenangan tanpa dipengaruhi dari pihak lain
TERIMA KASIH
DALAM BENTUK DAN CORAK APAPUN
BIODATA
NAMA : Bambang Parjono Widodo Tarigan
TEMPAT/ TGL LAHIR : Jakarta/ 11 Maret 1967
JABATAN : Arsiparis Ahli Utama
PANGKAT/GOL : Pembina Utama Muda/ IV-c
ALAMAT : Jln. Teluk Bayur A3B, Komplek TNI AL-Rawa Bambu
Pasar Minggu, Jakarta Selatan
TELP/HP/ : (021) 78834175/ 0818840625
STATUS : Menikah ( 3 anak)

PENGALAMAN : - Fungsional Arsiparis di ANRI (1994 s.d. 2000)


PEKERJAAN - Kasubbag Dokumentasi LHKPN Bid. Legislatif di KPKPN
(2000 s.d. 2003)
- Administrasi III Bid. Pencegahan KPK (2002 s.d.2005)
- Fungsional Arsiparis Madya ANRI (2005 s.d. now)

PENGALAMAN : - Peserta Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota


PROFESI KIP di DPR tahun 2009, 2013, dan 2017
- Penulis 2 Modul UT ‘Akuisisi Arsip’ & ‘Pengurusan
Surat’
- Dosen/Instruktur/Konsultan bid. Kearsipan
PENDIDIKAN
FORMAL INFORMAL
 SD, SMP &  Diklat Ajun Arsiparis, ANRI, 1993
SMA di Jakarta,  Kursus Bhs. Inggris, ANRI, 1994
1974 – 1986
 Diklat TOT Kearsipan, ANRI, 1996/ 1998
 S1 Ilmu Adm.  DIKLATPIM Tk. IV, BKN, 2003
Negara, FISIP -  Records Management Course-MTCP, Arkib
Univ. Merdeka Negara Malaysia, Kuala Lumpur, 2006
Malang, 1986-  Milestone of Archives Management Course, ANRI-
1990 Bogor, 2007
 International Acquisition Archives Training, ANRI-
 S2 Kajian Bali, 2007
Strategis  Diklat Metode Penelitian, ANRI, 2008
Ketahanan  Diklat TOT AMD, ANRI, 2009
Nasional,
Univ.Indonesia  Diklat Peningkatan Profesi Arsiparis Utama,
Jakarta, 1998- ANRI, 2010
2002  Diklat Penyegaran Tenaga Pengajar, ANRI, 2011
 Electronic Records Course, 2015
 Kursus Forensik Dokumen