Anda di halaman 1dari 7

PRINSIP-PRINSIP HAK ASASI

MANUSIA

Oleh :
I Wayan Puspa, S.H.,M.H
Prinsip Hak Asasi Manusia
(Bahan bacaan : Eko Riyadi, S.H.,M.H., Hukum Hak Asasi Manusia : Perspektif Internasional, Regional, dan
Nasional, Depok, Rajawali Pers, 2018).

Manfred
Nowak
Universality
Indivisibility
Interdependent
Interelated
human dignity Prinsip lain
state responsibility
(Indonesia)
Universality
Indivisibility Rhona K.M.
Interdependent Smith
Interelated
Equality
Non-discrimination
Ps 5
“all human rights are universal, indivisible,
Deklarasi
interdependent and interrelated
Wina

The most
important
universality and indivisibility
sacred
principle

UDH all human rights for all


R
Penjelasan :

Semua orang, di seluruh belahan dunia manapun, tidak peduli apa


Universalit agamanya, apa warga negaranya, apa etnisnya, tanpa memandang
identitas politik dan antropologisnya, dan terlepas dari status
y
disabilitasnya, memiliki hak yang sama sebagai manusia

Indivisibilit Semua hak asasi manusia adalah sama-sama penting dan oleh karenanya
y tidak diperbolehkan mengeluarkan hak-hak tertentu atau kategori hak
tertentu dari bagiannya

terpenuhinya satu kategori hak tertentu akan selalu bergantung dengan


Interdepend
terpenuhinya hak yang lain (Contoh : hak atas pekerjaan—hak atas
ent
pendidikan)
Interrelate keseluruhan hak asasi manusia adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
d yang lain (Contoh : hak sipol—-hak ekosob)

Perlakuan yang setara, di mana pada situasi yang sama harus diperlakukan dengan
Equality sama, dan di mana pada situasi yang berbeda—dengan sedikit perbedaan—diperlakukan
secara berbeda.

Diskriminasi terjadi jika setiap orang diperlakukan atau memiliki kesempatan


yang tidak setara (seperti : inequality before the law, inequality of treatment, or
Non education oppurtunity)
Discriminati
Diskriminasi : “a situation is discriminatory of inequal if like situations are treated
on
differently or different situation are treated similarity
Human Semua orang harus dihormati, diperlakukan secara baik,dan dianggap bernilai. Jika hak
dignity seseorang dicabut, maka mereka tidak diperlakukan secara martabat.

State’s Pemenuhan, perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia adalah


Responsibilit tangungjawab negara
y Indonesia—Pasal 8 UU No.39 Tahun 1999 tentang HAM :”Perlindungan,
pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia terutama menjadi
tanggung jawab pemerintah
Diskriminasi langsung.

Bentuk
Diskriminasi tidak langsung.
Diskriminasi
Diskriminasi Positif (Affimative Action):
memperlakukan orang secara sama
padahal situasinya berbeda dengan
alasan positif.