Anda di halaman 1dari 33

Laporan penyuluhan HIV/AIDS pada remaja RW

03 kelurahan cipinang melayu

Oleh :
dr muntaha

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS MINIPROJECT PUSESMAS ELURAHAN CIPINANG MELAYU


Latar Belakang

Masalah HIV/AIDS adalah masalah besar yang


mengancam Indonesia dan banyak negara

DKI Jakarta merupakan wilayah yang


mempunyai prosentase terbesar penyebaran
pasien HIV/AIDS

Dari kota-kota dijakarta kasus terbanyak terdapat


di wilayah jakarta timur

WHO memperkirakan penderita HIV/AIDS di


dunia mencapai 35,9-44,3 juta orang dan tidak
ada negara yang terbebas dari HIV.
Sumber : Statistik Departemen Kesehatan RI,Desember 2011
• Sumber : Statistik Departemen Kesehatan RI,Desember 2011
Rumusan Masalah

Usaha pemerintah
dalam memerangi
HIV/AIDS Peningkatan kejadian
HIV/AIDS

Bagaimana gambaran pengetahuan


tentang HIV/AIDS pada remaja di rw
03 kel cipinang melayu?
Tujuan Dan
Manfaat Umum
• Meningkatkan pengetahuan dan
pemahaman remaja khususnya
di Rw 03 Kelurahan Cipinang
Melayu mengenai HIV/AIDS
sehingga remaja mampu
menjaga dirinya dalam
mencegah daripada penyakit
HIV/AIDS itu sendiri.
Tujuan Dan
Manfaat Khusus
• Memberikan informasi mengenai
pengertian dari HIV/AIDS.
• Memberikan informasi mengenai
penularan HIV/AIDS.
• Memberikan informasi mengenai sikap
dan perilaku terhadap penderita
HIV/AIDS.
• Memberikan informasi mengenai terapi
medikamentosa dan non-
medikamentosa pada penderita
HIV/AIDS.
Tinjauan Pustaka
Definisi
• AIDS  Acquired Immunodeficiency
Syndrome
• Gejala atau penyakit yang disebabkan
oleh penurunan kekebalan tubuh akibat
infeksi HIV
• Tahap akhir infeksi HIV
Etiologi
• Penyebab : HIV  Human Immunodeficiency
Virus
• Termasuk retrovirus yang merusak sel T-
Helper
• Terdiri atas 2 tipe : Tipe 1 (HIV-1) dan Tipe 2
(HIV-2)
• Patogenesis HIV 2 << HIV 1
Epidemiologi
• Epidemi HIV di Indonesia 
berkembang tercepat di Asia Tenggara
• HIV/AIDS  masalah kesehatan di Bali
• Proporsi kasus HIV/AIDS di Bali
dilaporkan tahun 2010 yaitu 49,6% per
100.000 penduduk.
• Sebelumnya 10 tahun lalu 0,86% per
100.000 penduduk.
Patogenesis
• Limfosit CD 4 merupakan target utama
infeksi HIV  karena HIV mempunyai
afinitas terhadap molekul permukaan
CD4
• CD4 berfungsi mengoordinasi sejumlah
fungsi imunologis.
• Hilangnya fungsi tersebut  gangguan
respon imun yang progresif.
Patofisiologi

HIV
Terinfeksi
HIV seumur
hidup
Semua orang yang terinfeksi HIV

Tahun Pertama

Sebagian berkembang masuk tahap 3

10 Tahun Kemudian

50% berkembang menjadi AIDS

Sesudah 13 tahun

Hampir semua menunjukkan gejala AIDS

Meninggal
Cara Penularan
• HIV dapat ditularkan melalui :
1. Kontak seksual
2. Penggunaan jarum yang
terkontaminasi
3. Transfusi darah atau transplantasi
organ
4. Ibu hamil ke anaknya

Penularan melalui : air liur, air mata,


sekret bronkial  belum dilaporkan
Klasifikasi dan Gejala Klinis
Menurut Center For Disease Control dibagi menjadi 4 grup :
Infeksi Akut Infeksi Persistent Gejala yang
Seropositif HIV Generalizes berkaitan
HIV Asimtomastis Lymphadenopathy AIDS
• Infeksi primer / • Tes serologi • Tahap akhir
HIV • Pembesaran infeksi HIV.
sindrom
serokonversi akut menunjukkan nodus limfe • Limfosit CD4
• Inkubasi 2-4 seropositif sedikitnya 2 dibawah
minggu walaupun tempat selain 100/mm3
•Biasanya penderita tidak inguinal. •Dibagi menjadi
asimtomatis, menunjukkan • Beberapa : gejala
kadang gejala. penderita konstitusi,
menunjukkan •Sangat mengalami gejala
gejala demam. berbahaya dan diare kronis 
•Tes serologi HIV neurologis,
berpotensis penurunan BB
masih negatif gejala infeksi,
(window period)
menginfeksi  slim disease dan gejala
orang lain
tumor
Diagnosis
• Menurut Center for Disease Control
Kategori
• Dapat asimtomatik, limfadenopati
Klinis A generalisata.
CD4 <500sel/ml

Kategori
• Kandidiasis orofaringeal/vulvovaginal,
Klinis B displasia leher rahim, herpes zooster,
neuropati perifer
CD4 200-499sel/ml

Kategori • Gejala AIDS meliputi gejala kanker (sarkoma


kaposi,kandidiasis
Klinis C bronki/trakea/paru/eosophagus), kanker leher
CD4 <200sel/ml rahim invasif.
• Menurut World Health Organization (WHO)

• Asimtomatik, aktivitas normal, dapat dijumpai


Stadium I limfadenopati generalisata.

• Simtomatik, aktivitas normal, BB<10%, kelainan


Stadium II kulit dan mukosa (dermatitis seboroik/prurigo)
dalam 5 tahun terakhir, ISPA

• Tubuh lemah,aktivitas terbatas, BB turun>10%,


Stadium III diare kronis >1bulan, demam >1bulan,infeksi
bakterial (pneumonia dan piomiositis)

• Tubuh sangat lemah,aktivitas di tempat tidur,


Stadium IV HIV wasting syndrome, infeksi oportunistik.
Penatalaksanaan

• Pengobata • Pengobatan
n ARV --> untuk • Pengobata
menekan mengatasi n suportif
infeksi dan yaitu
replikasi kanker
virus makanan
seperti dan
• Kombinasi jamur,
Indanavir, tuberkulosis
dukungan
Retrovir, , hepatitis, psikososial
dan sarkoma
Lamivudin kaposi, dan
limfoma
Metode
Metode Kegiatan

• Metode kegiatan ini bersifat penyuluhan


pengetahuan tentang HIV/AIDS
• Untuk evaluasi digunakan pre dan post
test sebelum dan sesudah penyuluhan.
• Setelah penyuluhan diadakan sesi tanya
jawab .
Tempat dan Waktu Penelitian

• Hari, tanggal : Jum’at, 8


Desember 2017
• Waktu : Pkl 09.00-12.00
WIB
• Tempat : Gedung pertemuan
RW 03 Kelurahan
Cipinang Melayu
Hasil
N pertanyaan jawaba Pre Po
o n test st
te
st

1 Apa kepanjangan hiv? Benar 24 39

2 Pengertian hiv Benar 17 37

3 Apa kepanjangan dari AIDS Benar 28 39

4 Dimanakah virus berada dalam Benar 30 36


tubuh kita?

5 Bagaimana penularan Benar 22 30


HIV/AIDS
6 Berapa lama masa inkubasi Benar 19 30
virus HIV/AIDS
7 Orang yang beresiko terkena Benar 6 25
HIV/AIDS
8 AIDS tidak bisa ditularkan Benar 19 35
lewat?
• Kegiatan penyuluhan berhasil dilaksanakan tanpa
kendala yang berarti
• Antusias remaja rw 03 kel cipinang melayu cukup
bagus
• Kegiatan dilaksanakan tepat waktu
• Berdasarkan hasil pre test dan post test didapatkan
perbedaan hasil yang signifikan
• Pada pre test rata- rata jawaban benar di setiap
item pertanyaan hanya 48%
• Sedangkan pada post test hasilnya cukup
meningkat yaitu 85%
Indikator keberhasilan
• Peserta yang hadir 100% yaitu sebanyak
40 orang
• Acara yang diselenggarakan berlangsung
tepat waktu yaitu pukul 09.00 dan selesai
pukul 12.00
• Antusias peserta cukup baik, dapat dilihat
dari jumlah pertanyaan pada saat diskusi
grup yang diajukan >3 pertanyaan.
• Terdapat Hasil yang signifikan antara pre
test dan post test setelah pemberian
penyuluhan.
Kesimpulan
1. Tingkat pengetahuan remaja rw 03 kel
cipinang melayu mengenai HIV/AIDS
sebagian besar masih kurang.
2. Sikap remaja terhadap penderita HIV/AIDS
menunjukkan sikap yang cenderung negatif.
3. Tingkat pengetahuan remaja di rw 03 juga
menunjukkan upaya dalam pencegahan
masih kurang.
Saran
1. Perlu diadakan sosialisasi mengenai HIV/AIDS
dan upaya pencegahan penularan pada remaja .
2. Perlu diadakan sosialisasi mengenai paradigma
terhadap penderita HIV/AIDS sehingga
diskriminasi ataupun sikap negatif terhadap
penderita HIV/AIDS dapat dihilangkan.
3. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut dengan
menentukan sampel yang lebih banyak dengan
lebih memerhatikan kelompok berisiko.
4. Sebaiknya upaya pemberantasan HIV/AIDS
kedepannya dapat dilakukan tidak hanya dari
sektor kesehatan tetapi juga melalui sektor lain.