Anda di halaman 1dari 41

PerencanaanAgregat

(Aggregate Planning
Kompetensi Pokok bahasan

Setelah mengikuti pokok bahasan ini,


mahasiswa diharapkan mampu:

 Menguasai perencanaan dan pengendalian


bahan baku, tenaga kerja, maupun sumber
daya produksi lainnya secara terintegrasi.
 Mengenal unit agregat dan proses
agregasinya.
 Menerapkan strategi proses agregasi dan
disagregasi.
 Membandingkan berbagai strategi
agregasi, sehingga mampu memilih
strategi terbaik.
Tujuan:
Memberikan pemahaman konsep agregasi serta
mampu menyusun rencana agregat dan mampu
menyusun jadwal produksi induk dalam informasi
perusahaan

Perencanaan agregat (aggregate planning) juga


dikenal sebagai penjadwalan agregat (aggregate
scheduling) berhubungan dengan penentuan
kuantitas dan waktu produksi pada jangka
menengah, biasanya antara 3 hingga 18 bulan ke
depan.
PERENCANAAN AGREGAT
DIPERLUKAN APABILA :
 Memproduksi berbagai jenis (item) produk
 Memproduksi berbagai jenis (item) produk
dan rencana tingkat produksi setiap jenis
produk tidak dapat atau tidak efektif bila
dilakukan secara sendiri-sendiri  karena
setiap item produk menggunakan
sumberdaya produksi yang sama
Rencana Produksi Agregat

Rencana produksi agregat atau


perencanaan produksi adalah penentuan
tingkat atau kecepatan produksi pabrik
yang dinyatakan secara agregat yaitu
perencanaan dibuat untuk seluruh produk
yang menggunakan sumber yang sama,
tanpa dirinci ke dalam masing-masing
produk yang berbeda (David D. Bedwort).
Tujuan perencanaan agregat adalah:

a. Mengatur strategi produksi


b. Memproduksi sesuai permintaan pada waktu
yang tepat
c. Menentukan kebutuhan sumber daya yang
meliputi tenaga kerja, material,
fasilitas, peralatan serta dana.
d. Menjadi langkah awal bagi aktivitas produksi
yang digunakan untuk penyusunan Jadwal
Induk Produksi (JIP)
Dalam perencanaan agregat, rencana
produksi tidak menguraikan per produk tetapi
menyangkut berapa banyak produk yang
akan dihasilkan tanpa mempermasalahkan
jenis dari produk tersebut.
Sebagai contoh pada perusahaan
pembuat mobil, hanya memperhitungkan
berapa banyak mobil yang akan dibuat, tetapi
bukan berapa banyak mobil dua pintu atau
empat pintu atau berapa banyak mobil
berwarna merah atau biru.
Dengan menggunakan perencanaan agregat maka
perencanaan produksi dapat dilakukan dengan
menggunakan satuan produk pengganti sehingga
keluaran dari perencanaan produksi tidak dinyatakan
dalam tiap jenis produk (inidividual produk).
Individual product agregat product

- cat tembok merah, dll


- cat kayu putih, dll liter / ton cat
- cat besi hitam, dll

-baja coil
- baja rol ton baja
- baja sheet

Gambar 1. Pengertian Perencanaan Agregat Melalui Produk


CONTOH PROSES AGREGASI
Proses agregasi merupakan proses pengelompokan beberapa jenis
item menjadi product family, sebaliknya proses disagregasi
merupakan proses derivasi product family menjadi item.

IBM memproduksi komputer laptop, desktop, notebook dan mesin


teknologi tinggi lainnya. Proses agregasi adalah pengelompokkan jenis –
jenis komputer tersebut ke dalam family product (misalnya famili
komputer).

Sebuah rumah sakit bisa melakukan agregasi jasa yang diberikan


menjadi jumlah perawat atau dokter yang dibutuhkan.

PT. Telkomsel bisa melakukan agregasi jumlah unit penjualan kartu


prabayar (kartu simpati) dan kartu pascabayar (kartu hallo) menjadi
jumlah rupiah penjualan yang diterima. Kartu hallo juga terdiri dari
beberapa item.
CONTOH
 Industri penghasil berbagai jenis kecap
 Maka tingkat produksi agregatnya adalah
dalam bentuk sekian liter kecap, tanpa dirinci
lebih lanjut berapa botol kecap manis, kecap
asin atau berapa botol kecap dengan
kemasan tertentu
Keuntungan Penggunaan satuan agregat
a. Kemudahan dalam pengolahan data
b. Ketelitian hasil yang didapatkan
c. Kemudahan untuk melihat dan memahami
mekanisme sistem produksi yang terjadi dalam
implementasi rencana.
RENCANA AGREGAT
Strategi perencanaan dalam tahapan Perencanaan dan
Pengendalian Produksi yang bermuara pada perencanaan
kapasitas yang optimal.
Proses agregasi (aggregation) ialah pengelompokan beberapa
jenis item menjadi product family.
Proses disagregasi (disaggregation) adalah proses derivasi
product family menjadi item.

Item Family Family


Agregasi Peramalan Perancangan Disagregasi
Data family A Agregat
Family
Family

Agregasi Peramalan Disagregasi


Data Data family B Perancangan
Family Agregat MPS
Family

Agregasi Perancangan Disagregasi


Peramalan Agregat
Data family C
Family Family
. Strategi Perencanaan Agregat

Chase strategy – menggunakan kapasitas sebagai


pendukung: menyelaraskan laju produksi dengan laju
permintaan.
Time flexibility strategy – menggunakan utilitas
sebagai pendukung: mengubah waktu kerja dan lembur
untuk menyelaraskan produksi dengan permintaan.
 Level strategy – menggunakan persediaan sebagai
pendukung: penggunaan/kapasitas mesin dan tingkat
tenaga kerja dibuat tetap, permintaan dipenuhi dari
persediaan
 Mixed strategy – kombinasi satu atau lebih dari
ketiga strategi di atas.
Chase Strategy
•Laju produksi diselaraskan dengan permintaan dengan
mengubah kapasitas mesin atau menyewa/memberhentikan
tenaga kerja saat permintaan bervariasi

•Dalam praktek sering kali sulit untuk mengubah kapasitas


dan tenaga kerja dalam waktu singkat

•Mahal jika biaya mengubah kapasitas tinggi

•Pengaruh negatif terhadap moral tenaga kerja

•Berakibat pada rendahnya persediaan

•Berguna jika biaya menyimpan persediaan tinggi sementara


biaya mengubah kapasitas rendah
Time Flexibility Strategy

•Dapat digunakan jika terdapat kelebihan kapasitas


mesin–mesin tidak bekerja 24 jam dalam sehari, 7 hari
seminggu
•Jumlah tenaga kerja tetap, tetapi jumlah jam kerja
diubah sepanjang waktu untuk menyelaraskan produksi
dan permintaan
•Dapat menggunakan lembur atau jadual kerja fleksibel
•Membutuhkan tenaga kerja fleksibel, tetapi
menghindari masalah moral yang muncul pada chase
strategy
•Tingkat persediaan rendah, dan utilisasi rendah
•Harus digunakan saat biaya menyimpan persediaan
tinggi dan kapasitas tidak terlalu mahal
Level Strategy

•Menjaga stabilitas kapasitas dan tenaga kerja dengan


laju output konstan

•Kekurangan dan kelebihan berakibat pada fluktuasi


persediaan dari waktu ke waktu

•Persediaan yang ditimbun sebagai antisipasi permintaan


yang akan datang atau backlogs dipindahkan dari periode
permintaan tinggi ke rendah

•Lebih baik bagi moral tenaga kerja

•Persediaan dan backlogs bisa terakumulasi cukup banyak

•Harus digunakan saat biaya menyimpan dan backlog


Pilihan Keunggulan Kerugian Beberapa Komentar
Mengubah tingkat Perubahan sumber daya Biaya penyimpanan persediaan dapat Diterapkan terutama untuk produksi
persediaan manusia terjadi secara meningkat. Kekurangan persediaan dan operasi, bukan jasa
bertahap atau tidak ada dapat menyebabkan kehilangan
perubahan produksi pernjualan
secara tiba-tiba
Meragamkan jumlah Menghindari biaya Biaya perekrutan, PHK, dan pelatihan Digunakan di mana jumlah angkatan
tenaga kerja dengan alternative lain mungkin berjumlah besar. kerja besar
merekrut atau
memberhentikan karyawan
Meragamkan tingkat Menyesuaikan fluktuasi Upah lembur mahal; karyawan lelah; Memungkinkan fleksibilitas dalam
produksi melalui waktu musiman  tanpa biaya mungkin tidak dapat memenuhi rencana agregat
lembur atau waktu kosong perekrutan / pelatihan permintaan
Membolehkan adanya Kehilangan pengendalian mutu; Diterapkan terutama dalam penentuan
Subkontrak fleksibilitas dan mengurangi keuntungan; kehilangan produksi
memuluskan output bisnis di masa datang
perusahaan
Menggunakan karyawan Lebih murah dan lebih Biaya perputaran karyawan/ pelatihan Baik untuk pekerjaan yang tidak
paruh waktu fleksibel daripada tinggi; sulit membuat penjadwalan membutuhkan keterampilan di wilayah
karyawan penuh waktu dengan jumlah tenaga kerja sementara
yg bnyak
Mencoba untuk Ketidakpastian permintaan, sulit untuk Menciptakan ide-ide pemasaran,
Mempengaruhi permintaan menggunakan kapasitas menyesuaikan permintaan pada sering digunakan overbook
berlebih; diskon menarik pasokan ssecara tepat ( permintaan melebihi pasokan) dalam
pelanggan baru beberapa jenis usaha
Tunggakan pesanan selama Dapat menghindari Pelanggan harus mau menunggu, tetapi Banyak perusahaan melakukan
periode permintaan tinggi lembur, menjaga kehendak baik akan hilang tunggakan pesanan
kapasitas tetap konstan
Sumber daya yang Mungkin membutuhkan keahlian atau Sangat berisiko untuk menemukan
Perpaduan produk dan jasa dimanfaatkan secara peralatan diluar keahlian perusahaan produk atau jasa dengan pola
penuh; memungkinkan permintaan yang berlawanan
tenaga kerja stabil
Metode ( Methods )
 Metode Grafik ( graphical methods)
 Strategi Murni ( Pure strategy )

 Strategi Kombinasi ( Mixed strategy )

 Pendekatan Matematik ( Mathematical approach ):


 Model Program Linier ( Linear Programming Model )

 Transportasi Model ( Transportation Model )

 Indek Koefisien Manajemen ( Management Coefficient


index )

 Simulasi ( Simulation )
BIAYA – BIAYA TERKAIT

 Penambahan TK /lPengurangan TK

 Lembur ( Overtime )/Tidak lembur

 Biaya Penyimpanan persedian

 Biaya Sub Kontrak

 Biaya TK Sambilan ( Part time labor cost )

 Biaya Penangguhan pesanan ( Backorder cost )

 Biaya kekurangan barang ( Stock out cost )


    Ongkos – ongkos yang Terlibat
dalam Perencanaan Agregat

1.      HIRING COST(biaya penambahan tenaga kerja)


Penambahan tenaga kerja menimbulkan ongkos-ongkos untuk
iklan, proses seleksi dan training. Ongkos training merupakan
ongkos yang besar apabila tenaga kerja yang direkrut adalah
tenaga kerja yang belum berpengalaman.

2.FIRING COST (Biaya pemberhentian tenaga kerja)


Pemberhentian tenaga kerja biasanya terjadi karena semakin
rendahnya permintaan akan produk yang dihasilkan, sehingga
tingkat produksi menurun dengan drastic. Perhentian ini
mengakibatkan perusahaan harus mengeluarkan uang pesangon
bagi karyawan yang di PHK, menurunnya moral kerja dan
produktifitas karyawan yang masih bekerja dan tekanan yang
bersifat sosial. Kesemua akibat ini dianggap sebagai ongkos
pemberhentian tenaga kerja yang akan ditanggung perusahaan.
3.   OVERTIME COST dan UNDERTIME COST (Ongkos
Lembur dan Ongkos Menganggur)

Penggunaan waktu lembur, konsekuensinya perusahaan


harus mengeluarkan ongkos tambahan lembur yang
biasanya 150 % dari ongkos kerja regular. Disamping
ongkos tersebut, adanya lembur akan memperbesar
tingkat absen karyawan karena capek. Kebalikan dari
kondisi di atas adalah bila perusahaan mempunyai
kelebihan tenaga kerja dibandingkan dengan jumlah
tenaga kerja yang dibutuhkan untuk kegiatan produksi.
Tenaga kerja berlebih ini kadang-kadang bias
dialokasikan untuk kegiatan lain yang produktif meskipun
tidak selamanya efektif. Bila tidak dapat dilakukan
alokasi yang efektif, maka perusahaan dianggap
menanggung ognkos menganggur yang besarnya
merupakan perkalian antara jumlah jam kerja yang tidak
terpakai dengan tingkat upah dan tunjangan lainnya.
4. INVENTORY COST dan BACKORDER COST
(Ongkos Pesediaan dan Ongkos Kehabisan Persediaan)

5. SUBCONTRACT COST (ongkos Subkontrak)


  Perencanaan Agregat dengan
Metode Tabel dan Grafik  

1. Gambarkan histogram permintaan dan tentukan


kecepatan produksi (Pt)rata-rata yang diperlukan untuk
memenuhi permintaan.
2. Gambarkan grafik permintaan kumulatif terhadap
waktu serta grafikpermintaan rata-rata kumulatif
terhadap waktu. Identifikasikan periode tempat terjadinya
kekurangan barang (back order) dan periode-periode
adanya kelebihan barang (inventory).
3. Tentukan strategi yang akan digunakan untuk
menanggulangi kekurangan dan kelebihan barang tersebut.
4. Hitung ongkos yang ditimbulkan oleh setiap strategi dan
pilih yang memberikan ongkos terkecil.
METODE GRAFIK - CONTOH -1

Diketahui demand selama 8 priode ke depan (hasil ramalan) sbb


Kuartal 1 2 3 4 5 6 7 8
Demand 220 170 400 600 380 200 130 300
(unit)
Ongkos kenaikan tingkat produksi: $ 100
Ongkos penurunan tingkat produksi: $150
Ongkos inventory:$ 50
Ongkos sub kontrak :$ 80
Ongkos lembur :$20

 Tentukan :
 Strategi Tingkat Produksi
 Bagaimana Penambahan/Pengurangan Tenaga Kerja
 Strategi Sub Kontrak
 Strategi Kombinasi/Campuran
Tabel 1

Priode Permintaan Kumulatif


(unit) Permintaan
1 220 220
2 170 390
3 400 790
4 600 1390
5 380 1770
6 200 1970
7 130 2100
8 300 2400

Rata-rata permintaan =
Permintaan 300.unit
t
1. Histogram Demand dan Pt.

Grafik permintaan kumulatif terhadap waktu serta


grafikpermintaan rata-rata kumulatif terhadap waktu

Demand per kuartal


Demand/priode

800
Kuantitas demand

600
400
200
0
1 2 3 4 5 6 7 8
Kuartal
priode
Dt
2000 Back order
produksi rata-rata
kumumulatif

1000

inventory

0 t
0 1 2 3 4 5 6 7 8
1. Alternatif 1 : Mengendalikan jumlah tenaga kerja
Alternatif ini melibatkan penambahan dan pengurangan jumlah tenaga
kerja sesuai dengan kebutuhan. Laju produksi akan sama dengan
permintaan. Biaya rencana ini dapat dilihat pada tabel 2

Priode Permintaan Biaya Biaya Biaya


(unit) Penambahan Pengurangan Total
Tenaga kerja Tenaga kerja ($)
1 220 - - -
2 170 - 500 500
3 400 23000 - 23000
4 600 20000 - 20000
5 380 - 33000 33000
6 200 - 27000 27000
7 130 - 10500 10500
8 300 17000 - 17000
138.000

Biaya rencana ini yaitu Rp 138.000,- ( lihat tabel . 2).


2. Alternatif 2: Mengendalikan jumlah persediaan
Jika perusahaan tidak ingin melakukan perubahan jumlah tenaga kerja, maka
strategi yang dapat dilakukan yaitu memproduksi dengan laju rata-rata
permintaan dan fluktuasi permintaan dipenuhi menggunakan persediaan.

Tabel.3
Priode Permintaan Kumulatif Kecepata Kumulatif Persediaan Penyesuaian Biaya
Permintaan Produksi Produksi Persediaan Persediaan
1 220 220 300 300 80 350 17500
2 170 390 300 600 210 480 24000
3 400 790 300 900 110 380 19000
4 600 1390 300 1200 -190 80 4000
5 380 1770 300 1500 -270 0 0
6 200 1970 300 1800 -170 100 5000
7 130 2100 300 2100 0 270 13500
8 300 2400 300 2400 0 270 13500

Total 96500

Berdasarkan perhotungan kekurangan maksimum sebesar 270 unit terjadi pada priode 3,
disesuaikan pada priode 1. (kekurangan ini mulai disesuaikan pada priode 1).
Biaya rencana total sebesar $ 96500
3. Alternatif 3: Subkontrak

Perusahaan menginginkan memproduksi sejumlah permintaan minimum dan sisa


permintaan dipenuhi dengan subkontrak.
Tabel 4.
Priode Permintaan Kecepatan Produksi Subkontrak Biaya total
1 220 130 90 7200
2 170 130 40 3200
3 400 130 270 21600
4 600 130 470 37600
5 380 130 250 20000
6 200 130 70 5600
7 130 130 0 0
8 300 130 170 13600
Total 108300

.Biaya rencana total Rp.108.000,- dihitung pada tabel 4.


4. Strategi Kombinasi ( Mixed Strategy )/ stratrgi hibrid
Strategi hibrid dilakukan dengan menggabungkan
beberapa strategi murni, misalnya dengan kebijaksanaan
sebagai berikut :

1. Laju produksi konstan sebesar 200 unit/ priode dan


dimungkinkan untuk melakukan lembur sebesar 25 %
jika permintaan melebihi laju produksi

2. Jika dengan lembur belum terpenuhi, penambahan-


pengurangan tenaga kerja akan dilakukan.
Perhitungan setiap langkah kebijaksanaan diatas dapat
dilihat pada tabel 5,
Tabel 5
Regular Additional Overtime Add. Units Inventory Overtime Changing
Kuartal Demand Total
Production units needed Production after RT+OT cost cost work force
1 220 200 20 50 -30 -30 1,500 1,000 0 2,500
2 170 200 -30 0 -30 -60 3,000 0 0 3,000
3 400 200 200 50 150 90 0 1,000 9,000 10,000
4 600 200 400 50 350 350 0 1,000 26,000 27,000
5 380 200 180 50 130 130 0 1,000 33,000 34,000
6 200 200 0 0 0 0 0 0 19,500 19,500
7 130 200 -70 0 -70 -70 3,500 0 0 3,500
8 300 200 100 50 50 -20 1,000 1,000 0 2,000
Total 101,500
Penyelesaian Metode Transportasi.

Satu dari berbagai metode kuantitatif yang dapat


digunakan daam perencanaa aregat adalah linier
programming yaitu model penyebaran atau model
pengangkutan yang diperkenalkan oleh EF Bowman.

Dalam penggunaan model ini kebutuhan akan barang


dipenuhi denga melaksanakan operasi biasa (regular)
Kekurangan kapasitas operasi apabila dibutuhkan dapat
dipenuhi melalui pengadaan kerja lembur (overtime)
maupun pemanfaatan jasa perusahaan lain atau
subkontrak (sub contracting)
Bentuk umum dari matrik penyebaran atau
pengangkutan atau sering juga disebut matriks
permintaan produksi ( deman production matrix).

Kolom yang biasanya digunakan sebagai kolom


tujuan, pada matriks ini digunakan sebagai kolom
permintaan dan kolom sumber digunakan sebagai
kolom barang dihasilkan .

Kolom biaya pengangkutan digunakan sebagai


kolom biaya pengolahan ditambah biaya penanganan
persediaan.
Tabel . Transportasi secara umum
PERMINTAAN UNTUK KAPASITAS TOTAL
PASOKAN DARI KAPASITAS YANG YANG TERSEDIA
Priode 1 Priode 2 Priode 3 TIDAK TERPAKAI (PASOKAN)
(DUMMY)
Persediaan 0 h 2h 0 Io
awal Io
R R+h R+2h 0
Priode reguler R1
1
l L+h L+2h 0
lembur L1
Sub- S S+h S+2h 0
kontrak S1
R R+h 0
Priode reguler R2
2
L L+h 0
lembur L2
Sub- S S+h 0
kontrak S2
R 0
Priode reguler R3
3
L 0
lembur R3
Sub- S 0
kontrak S3
Perrmintaan D1 D2 D3

Keterangan : Io = Persediaan awal, h = biaya penangan persediaan /unit/priode , R = biaya pengolahan biasa (regular)
L = biaya pengolahan dengan lembur, S = biaya sub kontrak
Tabel . Transportasi secara umum
PERMINTAAN UNTUK KAPASITAS TOTAL
PASOKAN DARI KAPASITAS YANG YANG TERSEDIA
Priode 1 Priode 2 Priode 3 TIDAK TERPAKAI (PASOKAN)
(DUMMY)
Persediaan 0 h 2h 0 Io
awal Io
R R+h R+2h 0
Priode reguler R1
1
l L+h L+2h 0
lembur L1
Sub- S S+h S+2h 0
kontrak S1
R R+h 0
Priode reguler R2
2
L L+h 0
lembur L2
Sub- S S+h 0
kontrak S2
R 0
Priode reguler R3
3
L 0
lembur R3
Sub- S 0
kontrak S3
Perrmintaan D1 D2 D3

Keterangan : Io = Persediaan awal, h = biaya penangan persediaan /unit/priode , R = biaya pengolahan biasa (regular)
L = biaya pengolahan dengan lembur, S = biaya sub kontrak
Contogh :Perencanaan Agregat Metode Tabular ( model transportasi ) .
Berikut ini akan dibahas suatu kasus menggunakan model transportasi dengan data-
data :
Tabel 6.Permintaan(unit ):
Periode 1 2 3 4
Permintaan 500 800 1700 900
(unit)

Tabel 7.Kapasitas (unit ):

Pasokan Yang Ada


Persediaan awal : 100 unit
Periode Jam Jam Subkontrak
Persediaan akhir yang diinginkan :
Normal Lembur
150unit
1 700 250 500 Biaya jam normal : $ 100/unit
2 800 250 500 Biaya jam lembur : $ 125/ unit
3 900 250 500 Biaya Subkontrak: $ 150/unit
4 500 250 500 Biaya Persediaan : $ 20/unit/periode

Susunlah rencana produksi sesuai data diatas


Tabe 8 . Transportasi

Periode Kap. Tak


Sumber terpakai Kap. Total
1 2 3 4
100
Persediaan 0 20 40 60 - 100
400 300
RT 100 120 140 160 - 700
1 OT 125 145 165 185 250 250
SK 150 150 150 150 500 500
800
RT 100 120 140 - 800
250
2 OT 125 145 165 - 250
SK 150 150 150 500 500
900
RT 100 120 - 900
250
3 OT 125 145 - 250
SK 150 150 500 500
900
RT 100 - 900
150
4 OT 125 100 250
SK 150 500 500
Permintaan 500 800 1700 1050 6000

   Total Cost : 400(100) + 300 (140) + 800(100) + 250(145) + 900(100) + 250(125)


+ 500(100) + 350(125) =  445.750
Jadwal Produksi induknya adalah :

Priode Rencana Produksi Permintaan


1 700 500
2 1050 800
3 1150 1700
4 1250 900
Sebuah Perusahaan memperkirakan deman dan kapasitas pada regular, lembur
dan subkontrak pada 3 priode kedepan seperti pada tabel :

Pasokan Yang Ada


Periode Demand Jam Jam Subkontrak
Normal Lembur
Mei 300 200 50 80
Juni 320 200 50 70
Juli 350 200 50 90

Persediaan awal : 50 unit


Biaya jam normal : $ 40/unit
Biaya jam lembur : $ 50/ unit
Biaya Subkontrak: $ 60/unit
Biaya Persediaan : $ 2/unit/periode

Susunlah rencana produksi sesuai data diatas