MAGANG KERJA INDUSTRI
Pengawasan Mutu Benih Padi (Oryzae Sativ
a L.) di UPT PSBTPH Satgas Wilayah VI Ban
yuwangi
ANA AYU CAHYANA
361741311129
LATAR BELAKANG
“
Keberadaan produsen benih padi menjadi sangat penting untuk membantu
pemerintah dalam menjamin ketersediaan benih padi bagi petani. Namun,
produsen benih padi harus tetap berada di bawah pengawasan pemerintah
salah satunya yaitu UPT. PSBTPH Satgas Wilayah VI Banyuwangi, hal ini
bertujuan agar benih yang dikeluarkan ke pasaran merupakan benih yang
bermutu. Produsen benih di UPT. PSBTPH Satgas Wilayah VI Banyuwangi
“
kurang lebih ada 21 produsen benih, oleh karena itu perlu dilakukan
pengawasan mutu benih agar benih padi yang beredar tetap terjaga
kualitasnya.
Rumusan Masalah
01 Bagaimana kegiatan Magang Kerja Industri di
UPT. PSBTPH Satgas Wilayah VI Banyuwangi ?
02 Bagaimana proses pengawasan mutu benih padi
di UPT. PSBTPH Satgas Wilayah VI Banyuwangi ?
Gambaran Umum Perusahaan
Berdirinya UPT. PSBTPH Provinsi Jawa Timur mengacu
pada Keputusan Gubernur Jawa Timur No. 1 Tahun 2002
tanggal 18 Januari 2002 Tentang Tugas dan Fungsi Unit
Pelaksana Teknis Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur,
kemudian dicabut dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur
No. 128 Tahun 2008 Tanggal 25 Agustus 2008 Tentang Your Picture Here
Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas
Pertanian Provinsi Jawa Timur, yang merubah Balai
Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan
Hortikultura Provinsi Jawa Timur menjadi Unit Pelaksana
Teknis Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman
Pangan dan Hortikultura.
UPT.
PSBTPH
Dalam rangka mewujudkan pelayanan prima kepada
masyarakat UPT. PSBTPH membagi wilayah kerja-
nya menjadi 6 wilayah kerja yang disebut Satuan
Tugas (SATGAS) masing-masing dipimpin oleh se-
orang Kepala Satgas yang ditunjuk oleh Kepala
Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur.
Pelaksanaan
Magang
Kerja Industri
Magang Kerja Industri
dilaksanakan di UPT.
PSBTPH Satgas Wilayah VI
Banyuwangi, pada tanggal
31 Agustus 2020 – 23
Oktober 2020. lokasi
Magang Kerja Industri
terletak di Jl. Sembulung,
Dusun Kepatihan, Desa
Sembulung, Kecamatan
Cluring, Kabupaten
Banyuwangi, Kode Pos
68482 Provinsi Jawa Timur.
Hasil Kegiatan
Sertifikasi Pengujian Laboratorium
01 Sertifikasi benih adalah serangkaian 05 Pengujian Laboratorium dilakukan untuk
pemeriksaan atau pengujian dalam mengetahui mutu yang dimiliki oleh suatu
rangka penerbitan sertifikat benih. kelompok benih apakah sesuai dengan
standart mutu yang telah dipersyaratkan
Pemeriksaan Lapangan Pendahuluan
atau tidak.
02 Dilakukan sebelum tanam sampai dengan
06
Pengujian Kadar Air
Penetapan kadar air dilakukan untuk menentukan
tanam untuk kebenaran lokasi, persyara-
kandungan kadar air dalam benih yang dinyatakan
tan lokasi, persyaratan lahan dan benih
dalam persen dengan metode oven suhu konstan
sumber.
atau moisture meter.
Pemeriksaan Pertanaman
03 Analisis Kemurnian
Pemeriksaan pertanaman dilakukan pada fase
pertumbuhan tanaman, yaitu sejak dari fase
07 Analisis kemurnian benih dilakukan untuk
menentukan komposisi berdasarkan berat contoh
vegetatif ( umur 25 hari setelah tanam )
benih yang diuji, dan sesuai dengan komposisi
hingga fase masak (± 7 hari sebelum panen).
di dalam lot benih.
Pengambilan Contoh Benih Pengujian Daya Berkecambah
04 Pengambilan Contoh Benih adalah proses menye-
leksi sebagian dari suatu kelompok benih, dengan 08 Uji daya berkecambah dilakukan untuk menentu-
kan potensi perkecambahan maksimal suatu ke-
suatu cara untuk menunjukkan atau menyediakan lompok benih.
informasi tentang suatu kelompok benih.
Pengawasan Mutu Benih P
Pengawasan Mutu Benih adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pengawas
E
Benih Tanaman untuk mengawasi mutu benih yang beredar apakah masih
sesuai dengan standar mutu yang di persyaratkan. Pengawasan mutu M
B
benih dilakukan terhadap klelompok benih melalui pemeriksaan dokumen
(bukti pembelian, pengiriman, dan lain-lain), label (kebenaran label, tanggal
kadaluarsa, label tidak terbaca), fisik benih, cara penyimpanan dan
A
kemasan benih.
Umum Khusus
Pengecekan dilakukan untuk Pengecekan dilakukan apabila ada H
A
mengetahui mutu benih yang kecurigaan terhadap kebenaran
beredar. dokumen benih.
S
A
N
KEPMENTAN No. 992/HK.150/c/05/2018
01
Pemeriksaan Kebenaran Lebel
36.542.126
Pemeriksaan Legalitas (Nomor seri label dan stempel) dan
kebenaran informasi pada label sesuaidengan ketetuan
yang berlaku bagi setiap komoditas.
02 Pemeriksaan Kebenaran Kemasan
Pemeriksaan kemasan dilakukan secara uji petik/ sampling
terhadap isi kemasan, antara lain terha-dap Identitas
produsen atau pengedar benih, jenis komoditas, dan nama
varietas, nomor sertifikat bagi produsen benih yang
menerapkan sertifikasi sistem menejemen mutu, volume
benih, jenis perlakuan, kode PRG untuk benih tanaman
Pokok Rekayasa Genetik
PCB (Pengambilan Contoh Benih)
01 PBT mengisi formulir pengambilan
contoh benih rangkap dua.
Pemilik benih mengelompokkan benih
02 sesuai dengan kondisi benih secara
visual
03 Pengambilan contoh benih dilakukan
oleh PBT pada benih yang sudah
dikelompokkan oleh pemilik benih
dengan cara mengambil kemasan
yang secara visual terlihat paling
buruk pada masing-masing
kelompok.
Pengujian Laboratoris
Penetapan Kadar Air
01 Penetapan kadar air dilakukan untuk menentukan kandungan
kadar air dalam benih yang dinyatakan dalam persen dengan
metode oven suhu konstan atau moisture meter.
02 Analiis Kemurnian Benih
Analisis kemurnian benih dilakukan untuk menentukan komposisi
berdasarkan berat contoh benih yang diuji, dan sesuai dengan
komposisi di dalam lot benih.
03 Uji Daya Berkecambah Benih
Uji Daya Berkecambah dilakukan untuk menentukan potensi per
kecambahan maksimal suatu kelompok benih yang selanjutnya
dapat digunakan untuk membandingkan mutu benih antar kelom-
pok yang berbeda serta untuk memperkirakan nilai pertanaman
di lapang.
Penetapan Kadar Air
Dimana M1 dan M2 yaitu kadar air pada ulangan 1 dan ulangan 2. Selisih antar 2 ulangan tidak
boleh lebih dari 0,2%, jika lebih maka penetapan kadar air diulang. Untuk pelaporan hasil pene-
tapan kadar air dinyatakan dalam presentase dan ditulis desimal serta mencantumkan metode
yang digunakan. apabila penetapan kadar air menggunakan Moisture Meter maka dalam
pelaporannya disebutkan merek dan tipenya.
Analisis Kemurnian Benih
Perhitungan hasil analisis kemurnian benih dengan cara menghitung persentase masing-masing kompo
onen berdasarkan berat semua komponen yang ditemukan (bukan berat awal contoh kerja), kemudian
dibulatkan dalam satu decimal.
Uji Daya Berkecambah
Evaluasi Daya Berkecambah dilakukan dengan menghitung jumlah benih yang tumbuh normal, benih yang tumbuh abnormal,
benih segar tidak tumbuh, dan benih mati. Hasil pengujian Daya Berkecambah dihitung sebagai rata-rata dari 4 ulangan,
masing-masing ulangan 100 benih. Hasil pengujian dinyatakan dalam persentase dan ditulis dalam angka bulat (tanpa desimal)
yang terdiri dari kecambah normal, kecambah abnormal, benih segar, dan benih mati. Persentase kecambah normal dibulatkan
ke angka terdekat (≥ 0,5% dibulatkan menjadi 1 dan < 0,5 % dibulatkan menjadi 0), kemudian hitung sisa nillai presentase
yang lain jika diperoleh total 100% maka perhitungan selesai.
PELAPORAN
Fully Editable Shapes
Laporan hasil pengawasan mutu benih dibuat setelah
laporan hasil pengujian dikeluarkan dari
laboratoriumdan diserahkan kepada PBT. Data hasil
pengujian kemudian dimasukkan kedalam database
system pengawasan mutu benih. Pembuatan Laporan
dibuat berda sarkan rekapitulasi akhir dan
dilaporkan kepada KA Satgas UPT. PSBTPH.
Laporan Hasil Pengujian Laporan Hasil Pengujian
Benih Laboratoris Untuk Pengecekan Mutu
Benih
Kesimpulan
Berdasarkan hasil Magang Kerja Industri yang dilaksanakan di UPT. PSB TPH Satuan
Wilayah VI Banyuwangi diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengawasan mutu benih dilakukan untuk mengawasi dan memeriksa mutu benih yang
beredar di pasaran apakah masih layak untuk di pasarkan atau tidak, untuk
mengetahui kondisi mutu benih yang beredar tersebut diperlukan adanya kegiatan
pengece kan mutu. Pengecekan mutu benih adalah kegiatan yang dilakukan untuk
mengetahui kesesuaian mutu benih yang beredar dengan standar mutu yang
dipersyaratkan.
2. Berdasarkan KEPMENTAN No. 992/HK.150/C/05/2018 pengawasan dapat dilaku
kan secara umum (reguler) dan khusus (apabila ada kecurigaan).
3. Apabila ada kecurigaan terhadap dokumen benih maka peredaran benih dihentikan
selama 7 hari kerja untuk membuktikan kebenarannya dan kelompok benih tersebut
harus dicek mutunya apakah masih memenuhi standar mutu benih bina yang berlaku.
4. Berdasarkan KEPMENTAN No. 992/HK.150/C/05/2018 ada beberapa ketentuan
yang perlu diperiksa dalam kegiatan pengawasan mutu benih, yaitu pemeriksaan
label, pemeriksaan kemasan, dan pengujian/analisis mutu benih di laboratorium.
5. laporan hasil pengawasan dibuat setelah laporan hasil pengujian di laboratorium
dikeluarkan dan kemudian dilaporkan kepada KA Satgas UPT. PSBTPH.
Thank You