0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
204 tayangan61 halaman

Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Dokumen tersebut membahas proses pelatihan dan pengembangan karyawan, mulai dari orientasi karyawan baru hingga evaluasi program pelatihan. Prosesnya meliputi pengenalan perusahaan, pelatihan dasar, hingga pengukuran efektivitas pelatihan.

Diunggah oleh

gerald kurniadi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
204 tayangan61 halaman

Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Dokumen tersebut membahas proses pelatihan dan pengembangan karyawan, mulai dari orientasi karyawan baru hingga evaluasi program pelatihan. Prosesnya meliputi pengenalan perusahaan, pelatihan dasar, hingga pengukuran efektivitas pelatihan.

Diunggah oleh

gerald kurniadi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Training and Developing

Employees
201550147 Stephanie
201550468 Winda Nurmalia
201550482 Prawidian Kirana Putri
201550489 Renata Kurniawan
201550499 Brigita Angela

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
01 Orienting and Onboarding New Employees

en d a 02 Overview of the Training Process

Ag 03 Implementing the Training Program

04 Implementing Management Development Programs

05 Managing Organizational Change Programs

06 Evaluating the Training Effort


Introduction

Recruitment,
Enrichment Topics in
Placement and Talent
HRM
Management

Meningkatkan efektivitas
dalam melatih karyawan
baru.

Training and
Development
Compensation
Orienting and
Onboarding
New Employees
Masa Orientasi Karyawan (Onboading)

Apa yang harus


saya kerjakan?

Prosedur untuk karyawan baru supaya


mereka dapat mempelajari informasi dasar Bagaimana cara
mengenai perusahaan dan informasi lainnya mengerjakannya?
yang dibutuhkan untuk melakukan
pekerjaannya.
Empat Hal yang ingin dicapai oleh Manajer
saat melakukan Orientasi

Memastikan pegawai Memastikan pegawai Membantu pegawai baru Mulai memperkenalkan


merasa disambut, mempunyai seluruh memahami pegawai tersebut kepada
nyaman serta merasa dia informasi dasar untuk organisasi/perusahaan budaya perusahaan dan
adalah bagian dari dapat bekerja dengan secara luas cara mengerjakan
tim. baik sesuatu.
Proses Orientasi
01 Bagian SDM menjelaskan mengenai hal mendasar,
contohnya jam kerja dan benefits karyawan.

02 Supervisor melanjutkan orientasi dengan menjelaskan struktur


organisasi sekaligus memperkenalkan pegawai tersebut
dengan rekan kerjanya.

03 Memberikan pedoman-pedoman berisi employee benefits, peraturan


pribadi, program K3LH dan pengenalan fasilitas yang disediakan oleh
perusahaan

04 Memastikan pegawai baru dapat berbaur dengan pegawai lama


Employee Engagement Guide for Managers:
Onboarding at Toyota

Hari Pertama Hari Kedua Hari Ketiga Hari Keempat


• Penyambutan • Perkenalan anggota • Melatih komunikasi • Melatih kerja sama
• Diskusi mengenai tim • Menjelaskan metode • Membahas tanggung
struktur organisasi • Membahas topik penyelesaian masalah jawab di dalam tim
perusahaan mengenai keselamatan yang dilakukan oleh dan bagaimana cara
• Membahas sejarah kerja dan sistem Toyota dan keamanan bekerja secara tim
dan budaya Toyota produksi Toyota di lingkungan Toyota • Simulasi kebakaran
• Komitmen Toyota
Overview of the Training
Process
Orientasi Pelatihan

Pelatihan/Training adalah proses mengajarkan pegawai baru/pegawai yang


sudah ada kompetensi-kompetensi dasar yang mereka perlukan untuk
melakukan pekerjaannya.

Improvisasi

Tidak melakukan
apapun
HIGH POTENTIAL EMPLOYEES
Know Your Employment
Law
 Training and the Law
Manajer harus memahami implikasi hukum dari
keputusan mengenai pelatihan yang mereka tentukan.
Pelatihan yang kurang juga dapat menyebabkan
negligent training yang membahayakan pihak ketiga
(ex: customer).
 Aligning Strategy and Training
Suatu program pelatihan harus sejalan dengan strategi
dan rencana perusahaan tersebut, supaya pelatihan
yang ada dapat menunjang kompetensi dan
kemampuan yang diperlukan oleh pegawai.
Improving
Analisa kebutuhan pelatihan

Desain/Rancang program pelatihan


Performance: The
Strategic Context
secara keseluruhan

Develop/Mengembangkan rangkaian
pelatihan Conducting the Training Needs Analysis

Task Analysis for


Implementasikan pelatihan yang sudah Strategic Training Current Training Analyzing New
disiapkan Needs Analysis Needs Analysis Employees’ Training
Needs

Evaluasi efektivitas serangkaian


pelatihan yang sudah dilakukan
Competency Profiles Performance Can’t do
and Models in Analysis: Analyzing
or
The ADDIE Five-Step Training and
Development
Current Employees’
Training Needs Won’t do

Tr a i n i n g P r o c e s s
Designing the Training Program
Perencanaan
keseluruhan Sub- Steps:
training program
Setting Performance
Training objective Objectives
Creating a detailed
training outline
Delivery method
Choosing a program
delivery method
Program evaluation Verifiying the overall
program
SETTING
LEARNING
OBJECTIVES
Harus secara spesifik mengukur syarat apa yang
harus peserta pelatihan lakukan setelah
menyelesaikan program pelatihan

Contoh : technical service representative dapat


menyesuaikan pedoman warna pada HP Officejet All-in-
One printer copier dalam waktu 19 menit sesuai dengan
spesifikasi alat.
C R E A T I N G A M O T I VA T I O N A L
LEARNING ENVIRONMENT
 Ability, peserta pelatihan
membutuhkan (diantaranya)
membaca, menulis dan
kemampuan matematika yang
diperlukan.

Motivation  Motivation, peserta harus


termotivasi.

Self-efficacy  Self-efficacy, hal yang krusial


dimana peserta harus percaya
bahwa mereka memiliki
kapasitas untuk sukses.
MAKE THE LEARNING
MEANINGFUL
Pelajar lebih termotivasi untuk mempelajari sesuatu yang memiliki arti untuk mereka.
Diantaranya:
1. Awal dari pelatihan, menyediakan pandangan bird’s-eye dari material atas apa
yang ingin disajikan.
2. Menggunakan contoh yang familiar.
3. Mengorganisir informasi disajikan secara logis
4. Menggunakan syarat dan konsep yang telah dikenal oleh peserta pelatian.
5. Menggunakan bantuan visual.
6. Menciptakan kebutuhan pelatihan yang dapat dirasakan pada pikiran peserta
pelatihan
MAKE SKILLS TRANSFER OBVIOUS AND
EASY
• Buat penyampaian kemampuan baru dan prilaku dari training site ke job site
• Memaksimalkan kesamaan antara situasi pelatihan dan situasi kerja.
• Menyediakan latihan yang memadai.
• Melabeli atau mengidentifikasi setiap fitur atau langkah-langkah pada proses.
• Arahkan perhatian peserta pelatihan pada aspek penting dalam pekerjaan.
• Menyediakan informasi “heads-up”.
• Peserta pelatihan mepelajari yang terbaik dari langkah mereka sendiri.
REINFORCE THE LEARNING

Pastikan pelajar mendapatkan banyak sekali feedback. Khususnya:


1. Peserta pelatihan belajar terbaik saat pelatih dengan segera memberikan respon yang
sesuai, mungkin dengan mengatakan “well done”.
2. Kurva pembelajaran akan menurun dipenghujung hari. Partial-day training secara
umum lebih baik dari full-day training.
3. Menyediakan tugas lanjutan pada akhir pelatihan, jadi peserta pelatihan diperkuat
dengan diharuskan mendaftar kembali pada pekerjaan apa yang telah mereka
pelajari.
4. Insentif.
ENSURE TRANSFER OF
LEARNING TO THE JOB

Prior to training During training After training

• input, • pengalaman • perkuat apa


attendance dan kondisi yang peserta
policy dan yang pelatihan
dorong pekerja menyerupai pelajari
untuk lingkungan
berpartisipasi. sebenarnya
Developing the Program
Merangkai konten dan material program pelatihan

Before the
training
Implement

During the
training

After
training
Implementing the
Training Program
Implementing the Training Program

On-the-Job Training Apprenticeship Training Informal Learning

Job Instruction Training Lectures Programmed Learning

Audiovisual-Based
Behavior Modeling Vestibule Training
Training
Implementing the Training Program

Electronic Performance
Videoconferencing Computer-Based Training
Support Systemencing

Simulated Learning and Lifelong and Literacy


Team Training
Gaming Training Technique

Internet-Based Training The Virtual Classroom


On-the-Job Training
Peserta belajar suatu pekerjaan dengan benar-benar melakukannya.

Coaching/
Special
understudy Job rotation
assignment
method
Langkah-langkah pada On-
the-Job Training
Your Picture Here Apprenticeship Training
proses kombinasi dari belajar formal dan pelatihan kerja
jangka panjang seringkali dibawah pengawasan dari pekerja
ahli agar menjadi pekerja berskill.

Your Picture Here


Informal Learning
Pemberi kerja dapat memfasilitasi pembelajaran informal.

Your Picture Here


Job Instruction Training
Pelatihan step-by-step disebut job instruction
training (JIT).
Your Picture Here

Contoh Job Instruction Training

Your Picture Here


LECTURES
Cara cepat dan sederhana untuk menyajikan pengetahuan pada
kelompok besar peserta seperti saat tenaga penjual belajar fitur produk
baru.
Beberapa arahan untuk menampilkan pengajar:
1. Jangan lakukan kesalahan di awal pertemuan, contohnya dengan lelucon yang tidak
relevan.
2. Berbicara hanya mengenai apa yang anda ketahui dengan baik.
3. Berikan sinyal pada pendengar.
4. Gunakan anekdot dan cerita untuk menunjukan dibanding memberitahu.
5. Sadar dengan audiens. Perhatikan bahas tubuh untuk sinyal negatif seperti gelisah dan
bosan.
6. Memelihara kontak mata dengan audiens.
7. Pastikan semua orang dapat mendengar.
8. Bicara dari catatan atau powerpoint daripada skrip.
9. Pecah cerita yang panjang ke dalam pembicaraan singkat.
10. Berlatih.
Programmed Learning
metode langkah-demi-langkah, belajar mandiri
Menyajikan Memberikan
Mengizinkan
fakta, umpan balik
orang (terutama
pertanyaan atau untuk
trainee) untuk
masalah kepada mendapatkan
merespon
trainee jawaban akurat

• Keuntungan
– Mengurangi waktu pelatihan
– Self-paced learning
– Mendapatkan umpan balik secara langsung
– Mengurangi resiko kesalahan trainee

Programmed Learning terkomputerisasi dengan intelligent tutoring systems


Behavior Modelling

Menunjukkan kepada para trainee cara yang


benar (atau "model") dalam melakukan
sesuatu.

Membiarkan peserta pelatihan berlatih seperti


itu dalam situasi simulasi.

Memberi umpan balik tentang


penampilan/kinerja peserta pelatihan.
Basic Procedures of Behavior
Modelling
• Trainee menyaksikan contoh langsung atau video
Modelling yang menunjukkan model berperilaku efektif dalam
situasi masalah.

• Trainee mendapat peran untuk bermain dalam situasi


Role-playing simulasi

• Pelatih memberikan penguatan dalam bentuk pujian


Social reinforcement dan umpan balik yang konstruktif.

• Peserta pelatihan didorong untuk menerapkan


Transfer of training keterampilan baru mereka ketika mereka kembali
bekerja.
Training Methods (cont’d)

 Audiovisual-based training
– Teknik pelatihan berbasis audiovisual, misalnya, dengan
menggunakan DVD, film, PowerPoint, kaset audio dan kaset video.

Vestibule Training
– Peserta pelatihan belajar pada peralatan aktual atau yang distimulasi
tetapi dilatih off-the-job
– Pelatihan vestibule diperlukan ketika terlalu mahal atau berbahaya
untuk melatih karyawan di tempat kerja.
TRAINING METHODS
• Electronic Performance Support – Melibatkan pengiriman program
System (EPSS) melalui jalur broadband, internet atau
satelit.
– Alat dan tampilan terkomputerisasi
yang mengotomatisasi pelatihan,
dokumentasi, dan dukungan telepon
serta mengintegrasikannya ke dalam
aplikasi.
• Videoconferencing
Computer-Based Training (CBT)

Metode pelatihan yang


menggunakan sistem berbasis
komputer interaktif

Keunggulan
Types of CBT
Mengurangi waktu pelatihan Intelligent Tutoring systems
Cost effectiveness Interactive multimedia training
Konsisten dalam memberikan Virtual reality training
instruksi
• Simulated Learning and Gaming
– Simulated learning/pelatihan simulasi berarti hal-hal yang berbeda untuk orang yang
berbeda.
– Realitas virtual menempatkan peserta pelatihan dalam lingkungan artifisial tiga dimensi
yang menyimulasikan peristiwa dan situasi yang dialami dalam pekerjaan.

• Lifelong and Literacy Training Techniques


– Pembelajaran seumur hidup berarti memberi karyawan pengalaman belajar yang
berkelanjutan selama masa jabatan mereka dengan perusahaan. Bertujuan untuk memastikan
mereka memiliki kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang mereka butuhkan untuk
melakukan pekerjaan mereka dan memperluas wawasan mereka.
IMPROVING PERFORMANCE: HR PRACTICES AROUND
THE GLOBE

Diversity training bertujuan untuk meningkatkan sensitivitas lintas budaya,


dengan memupuk hubungan kerja yang lebih harmonis di antara karyawan
perusahaan. Pelatihan seperti itu biasanya mencakup peningkatan keterampilan
interpersonal, memahami dan menghargai perbedaan budaya, meningkatkan
keterampilan teknis, memasyarakatkan karyawan adalah budaya perusahaan
Internet-Based Training

– Learning Portal – Learning management systems


– Bagian dari situs web pemberi kerja (LMS)
yang menawarkan akses online – Perangkat lunak khusus yang
karyawan ke kursus pelatihan. mendukung pelatihan internet
Ketika karyawan pergi ke portal dengan membantu pengusaha
pembelajaran perusahaan mereka, mengidentifikasi kebutuhan
mereka mengakses menu kursus pelatihan dan jadwal,
pelatihan. menyampaikan, menilai, dan
mengelola pelatihan online itu
sendiri.
The Virtual Classroom

Virtual Classroom menggunakan perangkat lunak kolaborasi untuk


memungkinkan beberapa pembelajar jarak jauh menggunakan PC,
tablet, atau laptop mereka, untuk berpartisipasi dalam diskusi audio
dan visual langsung, berkomunikasi melalui teks tertulis dan belajar
melalui konten seperti slide PowerPoint.
TRENDS SHAPING HR: DIGITAL AND SOCIAL MEDIA

Pembelajaran seluler/bergerak berarti mengirimkan konten pembelajaran


berdasarkan permintaan pelajar melalui perangkat seluler di mana pun dan
kapan pun pembelajar memiliki waktu dan keinginan untuk mengaksesnya.

Pengusaha juga menggunakan media sosial


dan dunia virtual seperti Second Life untuk mengkomunikasikan berita
perusahaan dan pesan untuk pelatihan.

Pembelajaran Web 2.0 adalah pembelajaran yang menggunakan teknologi


online seperti jejaring sosial, dunia virtual dan sistem yang memadukan
pengiriman sinkronis dan asinkron dengan blog, ruang obrolan, berbagi
bookmark dan alat seperti simulasi 3-D.
Team Training
Pelatihan tim berfokus pada masalah manajemen teknis, interpersonal dan manajemen tim.

Technical training. Manajemen Masalah interpersonal sering


mendorong karyawan tim untuk merusak kerja sama tim
mempelajari pekerjaan masing- sehingga dibutuhkan
masing. keterampilan interpersonal.

Tim yang efektif juga


membutuhkan keterampilan
manajemen tim
The ADDIE Five-Step Training Process

Evaluasilah
efektivitas maeri
Implementasikan pembelajaran.
pembelajaran.
Kembangkan
materi
Desain program pembelajaran.
pelatihan secara
Analisis keseluruhan.
kebutuhan
pelatihan.
Implementing Management
Development Program
What Is Management Development?
 Management development
– Setiap upaya untuk meningkatkan kinerja manajerial dengan
menanamkan pengetahuan, mengubah sikap atau meningkatkan
keterampilan.
– Pengembangan manajemen dapat dilakukan dengan program in-
house seperti kursus, pembinaan, dan job rotation.
 Strategy’s Role in Management Development
– Program pengembangan manajemen harus mencerminkan rencana
strategis perusahaan. Manajemen akan membutuhkan succession
plan.
IMPLEMENTING MANAGEMENT
DEVELOPMENT PROGRAMS

STRATEGY’S
ROLE IN SUCCESSION
MANAGEMENT PLANNING
DEVELOPMENT

Program
pengembangan
manajemen harus Rencana suksesi yang
mencerminkan dimiliki perusahaan
rencana strategis
perusahaan
Improving Performance Candidate Assessment Managerial On The Job
Through Hris And The 9 Box Grid Training and Rotation

Dole Food memiliki


pemimpin baru yang
membuat perkembangan 9 Box Grid adalah
dalam aktivitas akunting Management on the job
suatu alat yang
dan kegiatan perusahaan termasuk ke dalam job
berpotensi untuk
lainnya dengan membuat rotation. Job rotation
membantu mengatur
program baru yang adalah me-roll-ing para
kegiatan perusahaan
langsung dapat terkoneksi manajer dari satu divisi
dari yang rendah
dengan jaringan di ke divisi lainnya
hingga tinggi
perusahaan tersebut. Dole
memilih software yang
bernama Pilat NAI
IMPROVING PERFORMANCE

Global Job Rotation


Meningkatkan komunikasi dan pemahaman dapat
dilakukan secara personal manajer dalam menjalankan
tugasnnya dsaat melakukan Global Job Rotation.
OFF THE JOB MANAGEMENT
TRAINING AND DEVELOPMENT
TECHNIQUE S
Computerized
Coaching
Approach Action Learning Management
Games

Off the Job


Management University
Outside Seminar
Training and Related Programs
Development

Corporate
Role Playing Executive Coach
Universities

The SHRM
Learning System
LEARNING DEVELOPMENT AT GE
General Electric dikenal karena keberhasilannya dalam
mengembangkan bakat eksekutifnya. Gabungan program
pengembangan eksekutif GE saat ini menggambarkan
bagaimana jika penawaran.

• Leadership programs • Baca Raton


• Session C • The next big thing
• Crontoville • Monthly dinners
Managing Organizational
Change Programs
MANAGING
ORGANIZATIONAL CHANGE
PROGRAMS
Perubahan sulit dilakukan karena
FIRMS NEED adanya penolakan dari karyawan.
Karyawan sudah terbiasa dengan cara lama
atau merasa terancam oleh perubahan.
MANAGING
ORGANIZATIONAL CHANGE
PROGRAMS
Perubahan sulit dilakukan karena
FIRMS NEED adanya penolakan dari karyawan.
Karyawan sudah terbiasa dengan cara lama
atau merasa terancam oleh perubahan.
LEWIN’S
CHANGE PROCESS
Sebuah model untuk menerapkan
perubahan dengan penolakan
seminimal mungkin.
Kurt Lewin
Lewin:
Di dalam perusahaan, segala tindakan atau kejadian
bermula dari dua hal:
1. Mereka yang ingin mempertahankan status quo
2. Mereka yang ingin menciptakan perubahan
LEWIN’S CHANGE PROCESS
(3 STEPS)

Unfreezing Moving Refreezing

Berusaha
Berusaha Menegaskan
mengembangkan
mengurangi pihak- kembali perubahan
tindakan, nilai-nilai,
pihak yang yang baru agar tidak
serta tingkah laku
menginginkan mengulangi cara
yang baru
status quo yang lama
Dengan menunjukkan - Melalui pelatihan Dengan pemberian
perubahan adalah solusi - Perubahan organisasi insentif (system rewards
terbaik bagi masalah yang - Team building and punishments)
sedang terjadi
Dalam praktiknya, langkah-langkah berikut cocok untuk menghadapi kerasnya
penolakan karyawan agar perubahan organisasi terjadi seperti yang diharapkan.
• Menciptakan kesan bahwa perubahan itu penting.
• Memobilisasi komitmen dengan menganalisa masalah bersama-sama.
• Membentuk sebuah kelompok pemandu yang dapat mempengaruhi orang-orang.
• Membangun dan mengkomunikasikan sebuah visi bersama.
• Membantu para karyawan melaksanakan perubahan tersebut.
• Berusaha mencapai tujuan jangka pendek terlebih dahulu.

• Mendorong pelaksanaan cara baru untuk melaksanakan pekerjaan


• Memonitor dan menilai progress.
Organizational Development
ADA BANYAK CARA UNTUK MENGURANGI PENOLAKAN PERUBAHAN.
- SISTEM REWARDS & PUNISHMENTS UNTUK MENGARAHKAN PERILAKU
KARYAWAN
- MENJELASKAN ALASAN PERUBAHAN PERLU DILAKSANAKAN
- MELAKUKAN NEGOSIASI DENGAN KARYAWAN
- MEMBERIKAN INSPIRASI MENGENAI PERUBAHAN KEPADA KARYAWAN
- MEMINTA KARYAWAN IKUT SERTA MENDESAIN PERUBAHAN
(ORGANIZATIONAL DEVELOPMENT)
Organizational
Development
DEFINISI:
PROSES PERUBAHAN YANG DILAKUKAN DENGAN MEMINTA
KARYAWAN MEMBENTUK PERUBAHAN YANG DIPERLUKAN
SERTA MENERAPKANNYA, WALAUPUN MASIH TETAP DIBANTU
OLEH KONSULTAN TERLATIH.
KARAKTERISTIK:
• MELIBATKAN ACTION RESEARCH
• MENERAPKAN BEHAVIOURAL SCIENCE
KNOWLEDGE
• MENGUBAH ORGANISASI KE ARAH TERTENTU

CARA: SURVEY
RESEARCH
Evaluating the Training Efforts
EVALUATING THE TRAINING
EFFORT
1. DESIGNING THE EVALUATION STUDY
Kita dapat mengukur hasil dengan:
• time series design (mengukur kinerja sebelum dan sesudah pelatihan diberikan)
• controlled experimentation (membandingkan kelompok yang mendapat pelatihan
dan kelompok yang tidak mendapat pelatihan)

time series design controlled experimentation


EVALUATING THE TRAINING
EFFORT
2. TRAINING EFFECTS TO MEASURE
4 KATEGORI HASIL PELATIHAN YANG DAPAT DIUKUR
REACTIO OLEH MANAJER:
N
• REACTION (EVALUASI REAKSI PESERTA TERHADAP
PROGRAM; MELALUI PENGISIAN KUESIONER)
LEARNIN
G • LEARNING (MENGUJI HAL-HAL YANG TELAH
DIPELAJARI PESERTA SELAMA PROGRAM)
BEHAVIO • BEHAVIOUR (MENILAI PERUBAHAN TINGKAH LAKU
R
PESERTA PADA SAAT BEKERJA; APAKAH MENJADI
LEBIH BAIK)
RESULT • RESULT (HASIL APAKAH PROGRAM BERHASIL
MENCAPAI TUJUANNYA)
• SHABRINA 201550505
• ONNBOARDING APAKAH DILAKUKAN UNTUK LOWER-LEVEL NEW
EMPLOYEES ATAU UNTUK TINGKATAN ATAS JUGA?

• FREDERICK 201550418
• KELEBIHAN DAN KEKURANGAN OFF-THE-JOB DAN ON-THE-JOB
TRAINING DAN SEBERAPA OPTIMAL TRAINING DAPAT MEMBUAT
KARYAWANNYA TERAMPIL?

• LUSY 201650443
• MENURUT KELOMPOK KALIAN, CONTOH SPECIAL ASSIGNMENT
APA?
• SUGENG 201550494
• MENURUT KALIAN, SOLUSI FOLLOW UP APA YANG DAPAT DILAKUKAN
PERUSAHAAN YANG DAPAT MEMOTIVASI KARYAWAN BERTAHAN LEBIH LAMA?

• HANIFAH 201550570
• ALTERNATIF LAIN SETELAH TEAM TRAINING UNTUK MENGATASI MASALAH
INTERPERSONAL?

• SILVI 201550457
• APAKAH ROTASI PEKERJAAN MERUPAKAN METODE YANG EFEKTIF UNTUK
MENGEMBANGKAN PESERTA PELATIHAN?

Anda mungkin juga menyukai