SAFETY ACCOUNTABILITY PROGRAM
KONSEP DAN PENERAPANNYA
ROSLINORMANSYAH, M.KKK, FS. Eng
Pendidikan
• Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja (UI : 2017)
• Functional Safety Engineer (TUV – Rheinland : 2016)
Pengalaman
• Country HSE Manager Halliburton Indonesia (2013 - 2015)
• Corporate QHSE Manager STEP Oiltools (2012 - 2013)
• National HSE Manager Alstom Power ESI (2010 – 2012)
• Corporate QHSE Manager Scomi Oiltools (2008 – 2010)
• SHE Manager Saptaindra Sejati (2006-2008)
• SHE Training Specialist Pamapersada Nusantara (2005-2006)
• HSE Leader Petro Jayaboral (2004 – 2005)
• HSE Asst Manager Ispat Indo(2002-2004)
Keahlian
• Process Safety Management (PSM) & Occupational Safety Management
• Safety Culture, Safety Leadership, Safety Behaviour
• Risk Management
• Incident Investigation
• Industrial Hygiene
• Human Factor, Human Error, Human Reliability
Tujuan
• Mengenal konsep safety accountability program (SAP)
• Mengenal bagaimana menjalankan SAP secara sustainability
Konsep Safety Accountability Program (SAP)
Konsep Safety Accountability Program (SAP)
Faktor dalam Perilaku saat
Fungsi, Tugas,
Aktifitas K3 Tanggung bekerja
Jawab Inp
ut
Tempat Bahan dan
Pekerja/
kerja Alat Kerja
Human
1. Produktivitas
2. Kerugian
Proses kerja
Konsep Safety Accountability Program (SAP)
Akuntabilitas adalah kemampuan memberikan jawaban (answerability), yang dapat dipersalahkan
(blameworthiness) dan yang mempunyai ketidakbebasan (liability) termasuk istilah lain yang mempunyai
keterkaitan dengan harapan dapat menerangkannya salah satu aspek dari administrasi publik atau pemerintahan,
hal ini sebenarnya telah menjadi pusat-pusat diskusi yang terkait dengan tingkat problembilitas di sektor publik,
perusahaan nirlaba, yayasan dan perusahaan-perusahaan. (Wikipedia)
Istilah Akuntabilitas berkembang pertama kali dari ilmu Akuntansi
Konsep Safety Accountability Program (SAP)
Responsible - expected or obliged to account for or answer to; involving
obligation or duties.
Responsibility - able to account for or answer to.
Accountable - responsible; liable; legally bound or subject to giving an
account (or explanation), answerable. Accountability -
able to give account or answer to.
(https://www.oshatrain.org/notes/3anotes05.html)
Konsep Safety Accountability Program (SAP)
Akuntabilitas didefinisikan:
• Setiap karyawan bertanggung jawab untuk membuat proses keselamatan berhasil
• Setiap karyawan harus benar-benar memahami tanggung jawabnya.
• Manajemen akan mengevaluasi karyawan tentang bagaimana mereka melakukan
tanggung jawab mereka.
• Perusahaan akan mengembangkan sistem untuk memberi penghargaan atau mengakui
karyawan tentang seberapa baik mereka menunjukkan suatu komitmen untuk
akuntabilitas.
Konsep Safety Accountability Program (SAP)
Menjalankan SAP
Menjalankan SAP
Target dan sasaran accountability:
Fewer injuries
Less severe injuries
Higher production & quality
Higher operating profits
Menjalankan SAP
Basic framework for safety accountability
• Leadership commitment
• Safety programs
• Robust training & education
• Employee involvement
• Clear expectations and roles
• Encouragement and enforcement
Menjalankan SAP
6 Elemen dalam Sistem Akuntabilitas K3
Sistem akuntabilitas yang efektif meliputi : Menetapkan standar kinerja ; Menyediakan sumber daya dan
mendukung kinerja; Mengukur dan mengevaluasi kinerja; dan memperkuat kinerja yang diinginkan melalui
penerapan konsekuensi efektif yang tepat.
1. Perilaku standar dan formal
• Mengkomunikasikan kinerja yang diharapkan
• Menuliskan rencana (program), kebijakan, dan prosedur secara efektif
2. Sumber daya dan dukungan yang mencukupi
• Sumber daya secara fisik = peralatan, permesinan, bahan baku, lingkungan kerja, dan fasilitas
• Dukungan terhadap psikososial = beban kerja, jadwal, pelatihan, pendampingan, kepemimpinan
3. Evaluasi perilaku secara obyektif
• Perilaku-perilaku diamati dan dievaluasi terhadap apa yang sudah ditentukan
• Prosedur untuk pengamatan perilaku menjadi acuan yang dipergunakan
Menjalankan SAP
6 Elemen dalam Sistem Akuntabilitas K3
Sistem akuntabilitas yang efektif meliputi : Menetapkan standar kinerja ; Menyediakan sumber daya dan
mendukung kinerja; Mengukur dan mengevaluasi kinerja; dan memperkuat kinerja yang diinginkan melalui
penerapan konsekuensi efektif yang tepat.
4. Konsekuensi yang efektif
• Konsekuensi meningkatkan terjadinya perilaku yang diinginkan
• Berbasis pada fakta bukan feeling. Memerlukan analisis yang mendalam
5. Penerapan yang sesuai dan konsisten
• Diterapkan bilamana dapat diberikan justifikasi
• Konsisten diterapkan dalam keseluruhan aktifitas organisasi
6. Evaluasi pada sistem
• Dilakukan oleh personil K3 yang kompeten dan handal
Menjalankan SAP
Tentukan kinerja K3 yang diinginkan Temukan faktor yang berperan
Tentukan perilaku yang ingin dicapai
Kembangkan komunikasi dan tindakan
Kumpulkan semua data Ukur semua proses yang berlangsung
Lakukan Analisa trend Bandingkan dengan kinerja K3 yang diinginkan
Terima kasih