Anda di halaman 1dari 46

Bab 11

Akuntansi
Multinasional :
Transaksi mata
uang asing dan
Instrument
Keuangan

McGraw-Hill/Irwin Copyright © 2005 by The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved.
Multinational Accounting

• Banyak perusahaan, besar dan kecil,


bergantung pada pasar internasional untuk
kegiatan jual beli produk dan jasa mereka

• Bab ini dan bab 12 membahas permasalahan


akuntansi yang berkaitan dengan perusahaan-
perusahaan yang beroperasi secara
internasional.

11-2
Multinational Accounting

• Perusahaan dapat mengalami risiko mata uang


asing ketika melakukan transaksi dalam mata
uang asing.

• Sebagai contoh : Bila sebuah perusahaan


Indonesia memperoleh mesin dengan secara
kredit dari produsen di swiss, perusahaan Swiss
tersebut mengharuskan pembayaran dalam
franc Swiss (SFr).

11-3
Multinational Accounting

• Ini berarti perusahaan Indonesia tersebut


terkadang harus menggunakan pedagang mata
uang asing atau bank untuk menukarkan Rupiah
ke Franc Swiss untuk membayar mesin yang
dibeli.

• Selama proses tersebut perusahaan Indonesia


dapat mengalami keuntungan atau kerugian
kurs dari fluktuasi nilai Rupiah relatif terhadap
franc Swiss.

11-4
Multinational Accounting
• Multinational enterprises (MNEs) sering
melakukan transaksi dalam berbagai mata uang
sebagai dampak atas aktivitas ekspor dan impor
mereka

• Ada sekitar 150 jenis mata uang di seluruh


dunia, tetapi sebagian besar perdagangan
dilakukan dalam enam mata uang utama : dollar
AS, pound sterling Inggris, dollar Kanada, euro,
yen Jepang dan franc swiss.

11-5
Multinational Accounting

• Kecenderungan pertumbuhan internasional saat


ini adalah penggunaan seri standar ISO 9000
oleh perusahaan-perusahaan yang terlibat
dalam perdagangan internasional.

• Standar tersebut yang dipakai oleh International


Organization for Standardization (ISO) in 1987,
memuat tingkat keseragaman dari program
keakuratan kualitas dalam berbagai desain dan
proses produksi.

11-6
Multinational Accounting
• Perusahaan menjalani audit atas pengendalian kualitas
secara menyeluruh selama proses sertifikasi dan banyak
dari perusahaan tersebut memandang standar ISO 9000
sebagai bagian dari program manajemen kualitas
menyeluruh mereka.

• Manfaat dari sertifiaksi ISO 9000 di pasar adalah


pelanggan diberikan tambahan keyakinan bahwa
perusahaan yang mempunyai sertifikat tersebut
memberikan perhatian pada perbaikan yang
berkelanjutan dan mempunyai fokus kualitas pada
semua tahap awal produksi sampai pada layanan
setelah penjualan
11-7
Accounting Issues

• Para akuntan harus dapat mencatat dan


melaporkan yang melibatkan pertukaran Rupiah
dan mata uang asing.

• Transaksi mata uang asing perusahaan meliputi


penjualan, pembelian, dan transaksi lain yang
menimbulkan perpindahan mata uang asing
atau pencatatan piutang atau utang yang
didenominasikan - yaitu yang nilainya akan
diselesaikan – dalam suatu mata uang asing.

11-8
Accounting Issues
• Karena laporan keuangan dari hampir semua
perusahaan Indonesia menggunakan Rupiah
maka transaksi dalam mata uang lain harus
disajikan kembali dengan setara Rupiah
sebelum dicatat dalam pembukuan dan
dimasukkan dalam laporan keuangan
perusahaan tersebut.

• Proses penyajian kembali transaksi mata uang


asing menjadi setara nilai rupiah disebut
sebagai penjabaran atau translasi (translation).

11-9
Accounting Issues
• Selain itu, banyak perusahaan besar Indonesia
yang mempunyai operasi multinasional, seperti
anak perusahaan atau cabang di luar negeri.

• Nilai mata uang asing dalam laporan keuangan


anak perusahaan ini harus ditranslasikan atau
dijabarkan yaitu disajikan kembali dalam setara
Rupiah sebelum dikonsolidasikan dalam laporan
keuangan induk perusahaan Indonesia yang
menggunakan Rupiah sebagai satuan mata
uang pelaporan.
11-10
Accounting Issues
• PSAK 10Transaksi Mata uang asing yang
digunakan sebagai pedoman akuntansi transaksi
piutang dan utang usaha yang dinyatakan dalam
mata uang asing yang memerlukan pembayaran
atau penerimaan mata uang asing
• PSAK 50 “Instrumen Keuangan: Penyajian”
• PSAK 55 Akuntansi untuk Instrumen Derivatif dan
Lindung Nilai digunakan sebagai pedoman
akuntansi untuk instrumen keuangan yang
dikategorikan sebagai derivatif untuk tujuan
lindung nilai.
11-11
Direct Exchange Rate
• Kurs Langsung atau The direct exchange rate
(DER) adalah banyaknya unit mata uang lokal
atau local currency units (LCUs) yang diperlukan
untuk memperoleh satu unit mata uang asing
atau foreign currency unit (FCU).

• Dari sudut pandang entitas Indonesia, kurs


langsung atau the direct exchange rate dapat
dipandang sebagai besarnya Rupiah untuk
memperoleh satu unit mata uang asing atau one
foreign currency unit.
11-12
Direct Exchange Rate

• Kurs langsung atau The direct exchange rate ratio


dinyatakan sebagai berikut, dengan LCUs, yaitu
rupiah sebagai pembilang :
DER = Nilai setara Rupiah
1 unit mata uang asing
Contoh : Jika dengan Rp.13.600 dapat diperoleh 1
dollar AS, kurs langsung dari Rupiah terhadap
dolar adalah sebesar Rp.13.600
Rp.13.600
---------------- = Rp.13.600
$1
11-13
Indirect Exchange Rate

• Kurs tidak langsung atau The indirect exchange


rate (IER) adalah kebalikan dari kurs langsung
atau the direct exchange rate.

• Dari sudut pandang entitas Indonesia, kurs tidak


langsung atau the indirect exchange rate dapat
ditunjukkan sebagai banyaknya unit mata uang
asing yang dapat diperoleh dengan 1 Rupiah.

11-14
Indirect Exchange Rate

• Rasio untuk menghitung kurs tidak langsung


atau the indirect exchange rate adalah:
IER = 1 unit mata uang asing
Nilai setara rupiah
Contoh : dollar di atas adalah sebesar
1
------------- = $0,00007353
Rp.13.600

11-15
Exchange Rate Mnemonic
• Pedoman untuk membantu mengingat
perbedaan jenis kurs tersebut adalah Rupiah
sebagai pembilang untuk kurs langsung atau
terminologi Indonesia, sedangkan unit mata
uang asing sebagai pembilang untuk kurs tidak
langsung atau terminologi Amerika

• Mata uang terminologi (The terms currency)


merupakan pembilang dalam perhitungan rasio
kurs sedangkan mata uang dasar (base
currency) merupakan penyebut. Pembilang
adalah kunci dalam identifikasi jenis kurs.
11-16
Spot Rates versus Current Rates
• PSAK 10 mengacu penggunaan kurs tunai
maupun kurs saat ini untuk mengukur operasi
luar negeri

• Kurs tunai (The spot rate) adalah kurs yang


digunakan dalam penyerahan segera suatu
mata uang

• Kurs saat ini (The current rate) didefinisikan


secara sederhana sebagai kurs tunai pada
tanggal neraca suatu entitas
11-17
Forward Exchange Rates
• Kurs ketiga adalah kurs untuk pertukaran mata
uang di masa mendatang atau disebut kurs
kontrak berjangka (forward exchanges rate)
• Terdapat pasar pedagang kontrak pertukaran
berjangka khusus (forward exchange contracts)
yang aktif untuk perusahaan yang menerima
atau mengeluarkan mata uang utama
internasional.
• Keuntungan dari pasar forward ini adalah setara
rupiah dari suatu penerimaan atau pengeluaran
masa depan unit uang asing dapat ditetapkan
pada saat kontrak tersebut dibuat
11-18
Foreign Currency Transactions

Transaksi mata uang asing (Foreign currency


transactions) adalah aktivitas ekonomi yang dinyatakan
dalam mata uang selain dari mata uang pencatatan
suatu entitas. Contoh:
1. Pembelian atau penjualan barang atau jasa (impor
atau ekspor), dimana harganya dinyatakan dalam
mata uang asing
2. Utang atau piutang pinjaman dalam mata uang asing
3. Pembelian atau penjualan kontrak forward
4. Pembelian atau penjualan unit mata uang asing

11-19
Import and Export Transactions

• Utang dan piutang yang timbul dari transaksi


atas uang asing dengan entitas luar negeri dan
dinyatakan dalam mata uang asing harus diukur
dan dicatat oleh entitas dalam mata uang yang
digunakan untuk pencatatan akuntansinya -
yaitu rupiah

• Kurs yang relevan untuk penyelesaian transaksi


dalam suatu mata uang asing adalah kurs tunai
pada tanggal penyelesaian.

11-20
Import and Export Transactions

• Pada saat transaksi diselesaikan, utang atau


piutang dalam unit mata uang asing harus
disesuaikan dengan nilai setara rupiah saat itu.

• Jika laporan keuangan disusun sebelum utang


atau piutang dalam mata uang asing tersebut
diselesaikan, maka saldo akun utang piutang
tersebut harus disesuaikan dalam setara rupiah
pada tanggal neraca menggunakan kurs saat ini
pada tanggal neraca.

11-21
Import and Export Transactions

Gambaran umum atas akuntansi yang diharuskan


untuk transaksi impor atau ekspor dalam mata
uang asing secara kredit adalah sebagai berikut :
1. Tanggal transaksi (Transaction date).
• Mencatat transaksi pembelian atau penjualan
pada nilai setara rupiah menggunakan kurs
langsung tunai pada tanggal tersebut.

11-22
Import and Export Transactions

2. Tanggal Neraca (Balance sheet date)


• Menyesuaikan utang atau piutang menjadi
nilai setara rupiah pada akhir periode
menggunakan kurs langsung sekarang
• Mengakui keuntungan atau kerugian sebagai
akibat perubahan kurs antara tanggal
transaksi dengan tanggal neraca

11-23
Import and Export Transactions

3. Tanggal Penyelesaian (Settlement date)


• Pertama-tama menyesuaikan utang atau
piutang untuk setiap perubahan mata uang
asing antar tanggal neraca (atau tanggal
transaksi jika transaksi tersebut terjadi
setelah tanggal neraca) dengan tanggal
penyelesaian, mencatat keuntungan atau
kerugian yang terjadi.
• Kemudian mencatat penyelesaian utang atau
piutang dalam mata uang asing tersebut.
11-24
Contoh Transaksi Pembelian dari
Luar Negeri
• Pada tanggal 1 Oktober 2011 PT Induk sebuah
perusahaan Indonesia memperoleh barang
secara kredit dari Tokyo, perusahaan Jepang
sebesar Rp.160.000.000 atau 2.000.000 yen
• PT Induk menyusun laporan keuangan pada
akhir tahun per 31 Desember 2011
• Pelunasan utang dilakukan pada tanggal 1 April
2012
Tanggal Kurs langsung

1 Oktober 2011 (tanggal transaksi) Rp.80


31 Desember 2011 (tanggal Rp.90
neraca) Rp.86
11-25
Ayat jurnal jika dalam rupiah
1 /10/2011 Persediaan 160.000.000
Utang Usaha 160.000.000
31/12/2011 Tidak ada jurnal
1/4/2012 Utang Usaha 160.000.000
Kas 160.000.000

11-26
Ayat jurnal jika dalam Yen Jepang
1 /10/2011 Persediaan 160.000.000
Utang Usaha (¥) 160.000.000
Rp.160 juta = ¥ 2 juta x Rp.80
kurs tunai
31/12/2011 Rugi transaksi mata uang asing 20.000.000
Utang usaha (¥) 20.000.000
Menyesuaikan utang dalam
mata uang asing pada
pelaporan setara rupiah dan
mengakui rugi selisih kurs
1/4/2012 Utang usaha (¥) 8.000.000
keuntungan transaksi mata 8.000.000

uang asing 172.000.000


Unit mata uang asing (¥) 172.000.000
kas 172.000.000
Utang usaha (¥) 172.000.000
Unit mata uang asing (¥)
11-27
Risk Management
• Perusahaan perlu mengelola risiko mereka.
• Ada berbagai instrumen keuangan dalam
mengatur risiko bisnis.
• Contoh, sebuah perusahaan melakukan opsi
pembelian (purchase option) untuk menjamin
harga masa depan pembelian bahan baku yang
diperlukan untuk produksi atau perusahaan
dapat menggunakan pertukaran tingkat bunga
(interest-rate swap) untuk mengubah tingkat
bunga tetap menjadi tingkat bunga variabel.
11-28
Risk Management
• Perusahaan yang beroperasi secara
internasional bukan saja mengalami risiko bisnis
normal namun umumnya juga mengalami risiko
tambahan dari perubahan kurs mata uang asing
karena perusahaan melakukan transaksi
menggunakan lebih dari satu mata uang asing
• Entitas multinasional mengelola risiko mata
uang asing mereka dengan menggunakan
beberapa jenis instrumen keuangan seperti :
Foreign currency – denominated forward
exchange contract; Foreign currency option;
and, Foreign currency futures.
11-29
Financial Instrument
• Instrumen Keuangan (A financial instrument )
adalah kas, bukti kepemilikan atau berupa
kontrak yang
• Mengenakan entitas pertama kewajiban
kontraktual untuk menyampaikan kas atau
instrumen lainnya
• Memberikan wewenang kepada entitas
kedua hak kontraktual untuk menerima kas
atau instrumen keuangan lain tersebut
• Contoh : kas, saham, wesel bayar dan wesel
tagih dan kontrak keuangan lainnya.
11-30
Derivative
• Derivative adalah suatu instrumen keuangan
atau kontrak lainnya yang nilainya “diturunkan
dari” pos lain yang mempunyai nilai variabel dari
waktu ke waktu.
• Contoh derivatif adalah foreign currency forward
exchange contract yang nilainya diturunkan dari
perubahan kurs mata uang asing sepanjang
masa kontrak.
• Perlu dicatat bahwa tidak semua instrumen
keuangan adalah derivatif
11-31
Lindung nilai atas Nilai Wajar
• Lindung Nilai atas nilai wajar (Fair value hedges)
digunakan untuk melindungi risiko perubahan
nilai wajar dari (a) kewajiban atau aktiva yang
diakui sebagai investasi yang tersedia untuk
dijual (available-for-sale investment), atau
berkomitmen (firm commitment ) yang belum
diakui dimana terdapat persetujuan yang
mengikat seperti untuk membeli atau menjual
persediaan
• Keuntungan dan kerugian bersih dari aktiva atau
kewajiban yang dilindung nilai serta instrumen
lindung nilai diakui pada laporan laba rugi
periode berjalan
11-32
Cash Flow Hedge

• Lindung nilai arus kas (Cash flow hedges)


digunakan untuk melindungi risiko perubahan
arus kas yang diantisipasi,yang masuk atau
keluar dari perusahaan untuk
a. aktiva dan kewajiban yang diakui seperti
pembayaran bunga masa depan atas utang
bunga dengan tingkat bunga variabel
b. transaksi kas yang diperkirakan pembelian atau
penjualan.

11-33
uang asing dengan kontrak
pertukaran
• Pada tanggal 1 Oktober 2011 PT Induk membeli barang
secara kredit dari Tokyo Industries dengan nilai
2.000.000 yen
• Transaksi tersebut didenominasi dalam yen dan PT
Induk menghapuskan risiko dalam kewajiban mata uang
asingnya dengan kontrak pertukaran untuk menerima
2.000.000 yen dari pedagang mata uang asing
• Jangka waktu kontrak pertukaran mata uang asing
sama dengan periode kredit 6 bulan yang diberikan oleh
Tokyo Industries
• Tanggal akhir tahun PT Induk adalah 31 Desember
sementara utang akan dilunasi pada tanggal 1 April
2012

11-34
Nilai setara rupiah
dari 1 yen

Tanggal Kurs Kurs forward


tunai

1 Okt 2011 (tanggal transaksi) Rp.80 Rp.85 (180 hari)


31 Des 2011 (tgl neraca) Rp.90 Rp.87 (90 hari)
1 april 2012 (tgl pelunasan) Rp.86

11-35
1 Oktober 2011
Persediaan 160.000.000
Utang Usaha (¥) 160.000.000
Membeli persediaan secara kredit
Rp.80 x ¥2.000.000 = Rp.160.000.000

Piutang Mata uang asing dari broker (¥) 170.000.000


Utang Yen ke Broker (Rp) 170.000.000
Membeli kontrak forward untuk menerima
¥2.000.000
Rp.85 x ¥2.000.000 = Rp.170.000.000
31 Desember 2011
Piutang mata uang asing dari broker (¥) 4.000.000
keuntungan transaksi mata uang asing 4.000.000
Menyesuaikan piutang yang didenominasi
dalam yen menjadi nilai setara rupiah sekarang
menggunakan kurs forward

11-36
31 Desember 2011
Kerugian transaksi mata uang asing 20.000.000
Utang usaha (¥) 20.000.000
Menyesuaikan utang yang didenominasikan dalam
yen menjadi nilai setara rupiah sekarang dengan
menggunakan kurs tunai
Rp.180.000.000 = ¥2.000.000 x Rp.90 kurs 31/12
Rp.160.000.000 = ¥2.000.000 x Rp.80 kurs 1/10
Rp. 20.000.000 = ¥2.000.000 x (Rp.90 -Rp.80)
1 April 2012
Kerugian transaksi mata uang asing 2.000.000
Piutang mata uang asing dari broker (¥) 2.000.000
Rp.172,000.000 = ¥2.000.000 x Rp.86 kurs 1/4
Rp.174.000.000 = ¥2.000.000 x Rp.87 kurs forward
Rp. 2.000.000 = ¥2.000.000 x (Rp.86-Rp.87)

11-37
1 april 2012
Utang usaha 8.000.000
keuntungan transaksi mata uang asing 8.000.000
Menyesuaikan utang didenominasi dalam yen
sesuai kurs tunai pada tanggal penyelesaian
¥2.000.000x (Rp.86-Rp.90)
Utang rupiah ke broker (Rp) 170.000.000
Kas 170.000.000
Menyerahkan rupiah ke broker sebagaimana
ditentukan dalam kontrak forward
Unit mata uang asing (¥) 174.000.000
Piutang mata uang asing dari broker (¥) 174.000.000
Utang usaha (¥) 174.000.000
unit mata uang asing (¥) 174.000.000

11-38
Lindung Nilai Arus Kas

• Keuntungan atau kerugian bersih dari bagian


efektif dari instrumen lindung nilai harus
dilaporkan dalam pendapatan komprehensif
lainnya
• Keuntungan atau kerugian pada bagian yang
tidak efektif dilaporkan dalam laporan laba rugi
periode berjalan.
11-39
Hedging dari Investasi Bersih

• Dalam pembahasan sebelumnya penggunaan


kontrak valuta berjangka sebagai instrumen
lindung nilai, risiko pertukaran dari transaksi
dalam mata uang asing dapat diimbangi.

• Konsep yang sama diterapkan oleh perusahaan


Indonesia yang melihat investasi bersih di
entitas asing sebagai komitmen jangka panjang
yang menghadapkan mereka pada risiko mata
uang asing.

11-40
Hedging dari Investasi Bersih

• Sejumlah alat pengelolaan neraca tersedia bagi


perusahaan Indonesia untuk melakukan lindung
nilai atas investasi bersihnya di afiliasi asing.
• Manajemen dapat menggunakan kontrak valuta
berjangka, komitmen mata uang asing lainnya,
atau pengaturan pembiayaan antar perusahaan
tertentu, termasuk transaksi antar perusahaan.
• Setiap efek fluktuasi nilai tukar antara Rupiah
dan mata uang asing akan diimbangi oleh
investasi pada anak perusahaan di luar negeri
dan hutang pinjaman.

11-41
Hedging dari Investasi Bersih

• FASB 133 menetapkan bahwa untuk instrumen


keuangan derivatif yang ditetapkan sebagai lindung nilai
atas selisih kurs dari investasi bersih dalam suatu
operasi luar negeri, bagian perubahan nilai wajar yang
setara dengan keuntungan atau kerugian transaksi
valuta asing akan dilaporkan dalam pendapatan
komprehensif lainnya.

• Bagian dari pendapatan komprehensif lainnya yang


dihasilkan dari lindung nilai investasi bersih dalam
operasi luar negeri kemudian menjadi bagian dari
penyesuaian terjemahan kumulatif dalam
mengumpulkan pendapatan komprehensif lainnya..

11-42
Anda akan bertahan dari bab ini !!!
• Hampir semua perusahaan memiliki transaksi
asing.

• Aturan umumnya adalah bahwa akun yang


dihasilkan dari transaksi dalam mata uang asing
harus dinilai dan dilaporkan dengan nilai setara
Rupiah Indonesia

• Kontrak forward exchange biasanya


menggunakan forward rate untuk menentukan
nilai wajar saat ini.
11-43
You Will Survive This Chapter !!!

• Untuk lindung nilai atas nilai wajar, keuntungan


atau kerugian tersebut dimasukkan ke dalam
laba tahun berjalan.

• Untuk lindung nilai arus kas, keuntungan atau


kerugian - untuk bagian efektif instrumen lindung
nilai - dibawa ke pendapatan komprehensif
lainnya untuk periode tersebut.

11-44
You Will Survive This Chapter !!!

• Untuk lindung nilai arus kas, keuntungan atau


kerugian - untuk bagian instrumen lindung nilai
yang tidak efektif - dimasukkan ke dalam laba
bersih periode berjalan.

• Untuk lindung nilai atas investasi bersih,


keuntungan atau kerugian diberikan pada
pendapatan komprehensif lainnya untuk periode
tersebut.

11-45
Bab 11

Akhir dari Bab

McGraw-Hill/Irwin Copyright © 2005 by The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved.

Anda mungkin juga menyukai