PULPOTOMI
GIGI 85
Dara Gloria M. Randa
040001500181
Pulpotomi
◦ Pulpotomi adalah pembuangan pulpa vital dari kamar pulpa
◦ Pulpotomi disebut juga pengangkatan sebagian jaringan pulpa. Biasanya jaringan pulpa di bagian mahkota yang cedera atau
mengalami infeksi dibuang untuk mempertahankan vitalitas jaringan pulpa dalam saluran akar
◦ Pulpotomi bertujuan untuk melindungi bagian akar pulpa, menghindari rasa sakit dan pembengkakan, dan pada akhirnya
untuk mempertahankan gigi
◦ Pulpotomi dapat dipilih sebagai perawatan pada kasus yang melibatkan kerusakan pulpa yang cukup serius namun belum
saatnya gigi tersebut untuk dicabut. Pulpotomi juga berguna untuk mempertahankan gigi tanpa menimbulkan simtom-simtom
khususnya pada anak-anak
Indikasi & Kontraindikasi
Indikasi : Kontraindikasi :
• Gigi sulung/permanen muda dengan pulpa • Adanya pembengkakan akibat peradangan
terbuka pulpa
• Vital • Goyang patologik
• Sehat • Sakit spontan
• Perforasi karena karies/trauma/saat ekskavasi • Perkusi (+) Palpasi (-)
seluruh jaringan lunak/dentin lunak • Sakit saat tidur malam
• Perdarahan saat setelah amputasi pulpa
RENCANA
PERAWATAN
Dengan bahan Formokresol
Persiapan Alat dan Bahan
Alat : Bahan :
◦ Kaca Mulut ◦ Cotton pellet
◦ Sonde ◦ Cotton roll
◦ Pinset ◦ Povidone iodine
◦ Diamond bur ◦ NaOCl (sodium hipoklorit) / CHX
◦ Contra angle highspeed (clorheksidin)
◦ Spuit injection ◦ Aquadest
◦ Citoject dan plastic filling ◦ Zinc oxide eugenol, zinc phospat cement dan
tumpatan sementara
Persiapan Pasien
Dudukkan pasien pada posisi semi supine, pada posisi demikian
pasien akan merasa lebih nyaman
Persiapan Operator
◦ Pertama dokter gigi dan asisten yang berada dalam ruang praktek dapat menggunakan APD level 3
APD level 3 ini terdiri dari goggles / face shield, penutup kepala atau head cap, masker N95 atau ekuivalen, surgical
scrub, gown all cover dan apron, sarung tangan dan sepatu yang tertutup
Anestesi Topikal
◦ Keringkan mukosa dengan cotton pellet
◦ Isolasi dengan rubber dam
◦ Aplikasikan anestesi topical (lidocaine ointment) pada mukosa kering dengan cotton pellet
◦ Tunggu 2 menit sampai gingiva memucat, untuk mengurangi rasa sakit saat insersi jarum
5. Anestesi Bukal
◦ Buang anestesi topikal yang tersisa
◦ Alihkan perhatian anak agar tidak fokus melihat jarum tersebut
◦ Jarum masukkan dengan sudut 45° pada Muccobuccal fold, bevel jarum menghadap tulang, sampai menyentuh
tulang.
◦ Tarik 1-2 mm, kemudian jarum sejajarkan, sampai menyentuh tulang dekat regio periapikal gigi yang
bersangkutan.
◦ Keluarkan anestetikum 1 cc dengan pelan-pelan, penyuntikan yang terlalu cepat menyebabkan obat anestesi
menyebar ke daerah yang lebih luas sehingga hanya terjadi anestesi ringan.
◦ Tekan sedikit waktu jarum ditusukan, kemudian keluarkan obat anestesi 0,5cc lalu di deponir pada sulkus bukal
±2cc untuk memperoleh matirasa maksimum, bukal infiltrasi 0,5-1,0 cukup untuk menganestesi jaringan lunak
sekitar gigi yang akan dipulpotomi
Anestesi Papila Interdental
o Insersi jarum pada papila interdental sejajar dengan bidang oklusal dan tegak lurus papila interdental (1mm dari
puncak papil)
o Tidak aspirasi
o Deponir obat anestesi ±0,2 – 0,3 ml / sampai mukosa sekitar berwarna pucat
o Anestesi dilakukan setelah anestesi topika l/ infiltrasi bukal
Anastesi Infiltrasi Blok Mandibula
oAlihkan perhatian anak agar tidak fokus melihat jarum tersebut
o Dilakukan perabaan dengan jari telunjuk pada mucobuccal fold gigi-gigi molar
rahang bawah
o Kemudian tulang ditelusuri sampai teraba linea oblique externa dan batas anterior
ramus ascendens, dari situ ujung jari telunjuk digeser ke posterior sejauh kira-kira
10 mm untuk mendapatkan cekungan yang disebut dengan coronoid notch
Anastesi Infiltrasi Blok Mandibula
◦ Jarum diarahkan dari sisi berlawanan yakni antara premolar pertama dan kedua rahang bawah kontralateral dengan bevel menghadap
kearah tulang
◦ Kemudian jarum ditusukkan tepat di pertengahan ujung jari telunjuk tadi sampai ujung jarum menyentuh tulang, jarum ditarik
sedikit
◦ Kemudian arah syringe diubah sehingga menjadi sejajar dengan gigi-gigi posterior rahang bawah pada sisi yang sama
◦ Kemudian jarum dimasukkan ke arah posterior sejauh kira-kira 10 mm sambil menyusuri tulang linea oblique interna, kemudian
syringe diubah lagi posisinya dengan arah kontralateral, langkah terakhir masukkan lagi jarum ke dalam jaringan sampai ujung
jarum terasa menyentuh tulang
◦ Lakukan aspirasi, kemudian cairan anestesi diinjeksikan dengan perlahan-lahan sebanyak 1,0 – 1,5 ml
Pembuangan Karies
Dengan metal bur lowspeed dan excavator
tajam.
Menggambar dan Membuat Outline Form
Pembukaan Atap Pulpa
Dengan diamond bur high speed, dengan Gerakan
itermitten
Amputasi
Jaringan pulpa pada kamar pulpa sampai dengan batas orrifice dengan excavator
Kontrol Perdarahan
Tekan sisa jaringan pulpa dengan cotton pellet steril selama 3-5menit
Aplikasi Formokresol
Meletakkan cotton pellet yang dibasahi formokresol selama 5 menit
pada kamar pulpa, sehingga tampak sisa pulpa berwarna coklat.
Aplikasi zinc oxide eugenol pada lantai pulpa dan diatas orifis
Pengadukan Bahan Isi
Aduk bubuk zinc oxide + larutan eugenol diatas glass plat
dengan gerakan melipat sampai konsistensi dempul
Pengisian Kamar Pulpa
Aplikasikan ke dasar kamar pulpa dengan plastis filling instrument. ZnOE harus
menutupi seluruh dasar kamar pulpa dengan ketebalan 1-2mm
Lining dan Penumpatan Sementara
Lining menggunakan GIC tipe III
Penumpatan sementara menggunakan GIC tipe II
KIE Paska Perawatan
o Memberi tahu pasien dan orang tua, agar tidak menggigit daerah yang telah di anestesi
o Tidak boleh makan minum selama 1 jam
o Tidak boleh berkumur
o Menginstruksikan agar selalu menjaga Oral Hygiene
◦ Menginstruksikan agar berkumur menggunakan obat kumur antiseptik
Tahapan Kontrol
Kontrol dilakukan setelah 3 bulan, selanjutnya 6 bulan sekali
Evaluasi Keberhasilan
Evaluasi keberhasilan perawatan pulpotomi adalah tidak ada keluhan subyektif pada
pemeriksaan ulang, pada pemeriksaan klinis tidak ada kegoyangan gigi, abses, tanda
keradangan. Pada pemeriksaan radiografis tidak terdapat lesi periapikal.