Andri Riswandi, S.ST.,M.Tr.
PENGERAS
KAIN
Disusun Oleh Yulianti
8423322005
Teknologi Penyempurnaan II
PENDAHULUAN
Hand atau Handle adalah istilah yang
digunakan untuk menggambarkan bagaimana
kain terasa saat disentuh. Pegangan kain
dikatakan terbentuk ketika kain terasa lebih
kaku, lebih tebal atau lebih lembut
TUJUAN
Adapun tujuan penggunaan handbuilder ini adalah
untuk menambah ketebalan, berat dan kekakuan
kain.
Handbuilder ini ada yang tahan lama dan tidak tahan
lama
Resin
Resin dapat digunakan untuk membuat kain menjadi kaku secara permanen dan dapat pula
memberikan sifat termoplastik yang memungkinkan diperoleh efek penyempurnaan lebih
awet pada proses penyempurnaan mekanik seperti calendaring dan sebagainya.
Prinsip kerja, dalam proses penyempurnaan resin, resin dibentuk dalam serat dengan
prinsip polimerisasi. Kondisi polimerasasi pada umumnya mempersyaratkan temperatur
tertentu dan kondisi asam yang dihasilkan dari pemakaian katalis seperti :
- Asam tartarat
- Amonium sulfat, ammonium dihidrogenfosfat atau magnesium klorida yang dapat
melepaskan asam pada kondisi proses yang dipakai.
Handbuilder ini ada yang tahan lama dan tidak tahan lama
TIDAK TAHAN LAMA
1. Starch/kanji/pati
umum digunakan untuk katun. kelebihan penggunaan kanji ini adalah, murah,
mudah didapat, sangat kental.
Berikut pegangan dan tampilan dari berbagai macam jenis kanji.
• kanji gandum - halus, terasa tebal, mengkilap saat di calender tetapi
mudah retak
• kanji kentang - lembut, fleksibel, mengkilap dengan pelapis boraks atau
lilin, sedikit menaikkan berat kain.
• Kanji beras - hasil akhir keras, padat dan kencang. Kelembaban rendah.
• Kanji jagung – viskositas tinggi terasa lebih kasar
• Kanji sagu - tipis, kencang tetapi cenderung retak. Biasa digunakan
TIDAK TAHAN LAMA
2. Polyvinyl alkohol
PVA adalah polimer yang larut dalam air pada suhu
80⁰ C. PVA dibuat dari hidrolisis Polivinil Asetat yang
tidak sempurna.
Polyvinyl Alkohol
TAHAN LAMA
1. Melamine/Formaldehide
Resin ini membentuk polimer ikatan silang tiga dimensi yang memberikan
ketebalan dan ketahanan pada kain. Resin ini digunakan pada serat sintetis,
misalnya polyester, nilon, akrilik serta selulosa dan tahan terhadap
pencucian berulang dan dry clean.
Sintetis trimetilol melamine
TAHAN LAMA
2. Urea/formaldehyde
Urea/ formaldehyde teralkilasi, misal urea/formaldehyde butilat merupakan
bahan pembentuk termoseting. Resin ini sering digunakan pada kain rayon.
Tetapi urea/formaldehyde tidak tahan terhadap pencucian berulang
Sintetis Dimetilol Urea
Resin pengeras
Mekanisme, melamin adalah bahan yang digunakan dalam industri laminasi, terutama
melamin
untuk lapisan pelindung di atas kayu, papan partikel dan kain yang dilaminasi. Ketika resin
melamin di panaskan, resin ini akan mengalami polimersasi, yaitu perubahan kimia menjadi
struktur yang lebih keras dan tahan terhadap panas, kelembaban dan goresan.
Melamine formaldehida menghasilkan gugus reaktif (seperti –NHCH2OH) yang dapat
bereaksi dengan gugus hidroksil pada serat selulosa. Reaksi ini membentuk ikatan silang
antar molekul resin dan serat tekstil, sehingga memperkuat struktur kain.
Resin pengeras
Aplikasi, resin melamin formaldehida diaplikasikan pada kain melalui proses padding
melamin
(perendaman) dan pelapisan. Resin melamin kemudian diaktifkan melalui pemanasan untuk
membentuk ikatan silang dengan serat.
Pad (WPU 60-80%) – Dry ( 80 - 100°C )– Curing (140 - 160°C 1-5 menit)
Jenis kain, yang sesuai resin melamin sering digunakan pada kain berbahan serat alami seperti
kapas dan linen untuk laminasi atau aplikasi pelindung, tetapi biasanya tidak digunakan untuk
kain yang sangat elastis atau sintetis yang tidak tahan suhu tinggi
Daya tahan pencucian, 30-50 kali pencucian tergantung pada kondisi pencucian (suhu, detergen
dan gosokan)
Resin pengeras PVAc
Mekanisme, PVAc bekerja dengan cara menguapkan air dari komposisinya sehingga
menghasilkan ikatan yang kuat setelah kering. PVAc bekerja dengan menempel pada
permukaan serat. Namun karena PVAc tidak membentuk ikatan kimia permanen dengan
serat hanya adhesi fisik, daya tahannya lebih rendah dibandingkan resin melamin.
Aplikasi, metode perendaman dan penyemprotan
a. metode perendaman Pad – Dry (50 90°C) – Curing (100-120°C)
b metode penyemprotan semprotkan larutan PVAc secara merata dipermukaan kain
menggunakan spray gun – dry (50-90°C0 – Curing (100-120°C)
Resin pengeras PVAc
Jenis kain, yang sesuai PVAc cocok untuk berbagai jenis kain, terutama kain yang ringan
hingga sedang seperti katun, rayon dan polyester. ini karena PVAc memberikan fleksibilitas
pada kain dan tidak merusak serat kain
Daya tahan pencucian, lapisan PVAc umumnya lebih mudah larut atau terlepas selama
proses pencucian, sehingga hanya bertahan sekitar 5-10 kali pencucian tergantung pada
suhu dan pH larutan pencuci.
Reaksi pembuatan
1. Bahan baku
PVAc - Vinil asetat (C6H6O2) : monomer utama
- Inisiator : biasanya berupa senyawa peroksida atau azo (seperti benzoil peroksida atau
AIBN) untuk memulai polimerisasi
2. Proses polimerisasi
- Inisisasi : inisiator terurai menjadi radikal bebas akibat pemanasan atau iradiasi, yang
kemudian menyerang ikatan rangkap vinil pada vinil asetat.
Δ
R – O – O – R 2R
R + CH2 = CH(OCOCH3) R – CH2 – CH(OCOCH3)
Reaksi pembuatan
- Propagasi : radikal bebas terus menambahkan molekul vinil asetat baru, membentuk
PVAc rantai polimer yang semakin Panjang.
R - CH2 – CH(OCOCH3) + CH2 = CH(OCOCH3) R - [CH2 – CH(OCOCH3)]n
- terminasi : reaksi dihentikan Ketika dua tantai radikal bebas bertemu dan bergabung
R - [CH(OCOCH3)]n + R - [CH2 – CH(OCOCH3)]m R - [CH2 – CH(OCOCH3)]n+m
3. Produk akhir
Produk yang dihasilkan adalah polivinil asetat dengan rumus polimer :
[ - CH2 – CH(OCOCH3) - ]n
Cara kerja resin :
1. Pemanas awetan kering
merupakan proses yang paling banyak digunakan karena alasan ekonomi, terutama
untuk kain- kain campuran.
rendam peras pengeringan pemanasawetan
2. Pengikat silangan lembab (moist crosslinking)
dilakukan pada serat selulosa dengan kadar kelembaban tertentu, misal untuk kapas
6-8% dan rayon 10-16% kemudian dibacam selama 16-24 jam, dicuci dan dikeringkan.
3. Pengikat silang basah (wet crosslinking)
kain mula-mula direndam peras dalam larutan, lalu dibacam selama 16-24 jam, dicuci
dan dikeringkan
Resin terbarukan
Resin pengeras gelatin
Resin pengeras gelatin adalah material organik yang digunakan untuk memberikan sifat
penguat, penstabil atau pelindung pada kain. Gelatin sebagai bahan alami yang bersumber
dari kolagen hewan, memiliki sifat film-forming dan adhesif, sehingga dapat digunakan
untuk aplikasi tekstil. Untuk meningkatkan daya tahan dan kekuatan kain, gelatin sering
dimodifikasi dengan bahan tambahan seperti resin alami atau sintetis.
Resin pengeras
Bahan dan komponen utama
1. Gelatin : bahan dasar berfungsi sebagai pembentuk film dan perekat pada kain, memilik sifat
gelatin
fleksibel dan larut dalam air.
2. Penguat resin :
- tanin atau resin alami :resin dari tanaman (misalnya damar atau shellac) dapat ditambahkan
untuk meningkatkan ketahanan dan daya tahan air
- Resin sintetis : aditif seperti formaldehida, melamin atau akrilik resin dapat digunakan untuk
membentuk ikatan silang dengan gelatin.
3. Aditif tambahan :
- Gliserin sebagai plastisizer untuk memberikan fleksibilitas pada lapisan kain
- Asam sitrat atau alum, sebagai katalis untuk memperkuat gelatin dan meningkatkan daya
tahan terhadap kelembaban
Resin pengeras
Aplikasi pada kain
gelatin
1. Metode perendaman, celupkan kain kedalam larutan gelatin-resin
hingga seluruh permukaannya terlapisi.
Pad – Dry (50 - 80°C) – Curing ( 100-140°C)
2. Metode penyemprotan, oleskan larutan secara merata diatas kain
menggunakan kuas atau alat semprot.
Pad – Dry (50 - 80°C) – Curing ( 100-140°C)
Kelebihan dan kekurangan
Resin urea
formaldehyde Resin melamin Poliakrilat dan
Pati /kanji
memiliki kekakuan yang memiliki kekakuan, polivinil asetat
Polivinil alkohol Pati yang dimodifikasi
lebih baik dan biaya penyusutan, elastisitas tahan cahaya, tahan
memiliki reologi yang mudah didapat, murah
yang lebih rendah, dan pegangan yang penuaan dan tidak
baik, dapat membentuk tidak korosif, mudah
namun setelah finishing yang lebih baik setelah menguning. Keduanya
lapisan film digunakan, dapat
kain memiliki elastisitas finishing dengan memiliki efek pengeras
berkekuatan tinggi dan terurai secara alami
yang buruk, permukaan kekakuan serat sintetis yang baik terutama
memiliki efek akhir dan memiliki efek
kasar, penyusutan yang sangat baik. untuk kain selulosa.
yang sangat kaku pada kekakuan yang baik.
besar dan ketahanan Namun stabilitas Namun bila
kain selulosa. Namun Setelah selesai,
pencucian yang buruk. penyimpanannya menggunakan jumlah
sulit terurai kekakuan kain
Stabilitas penyimpanan buruk. yang sama, efek
dilingkungan alami dan berkurang karena
buruk. pengerasannya pada
dapat membentuk busa kelembaban. Dan juga
kain sintetis tidak
dalam jumlah besar mudah rusak, berjamur
sebaik resin melamin
didalam air. daya tahan pencucian
dan kain tidak memiliki
buruk, terasa kasar
elastisitas dan
ditangan dan elastisitas
ketebalan setelah
buruk
Kelebihan dan kekurangan
Resin berbasis gelatin
Kelebihan
1. Ramah lingkungan karena
berbahan dasar alami
Kekurangan
2. Dapat dimodifikasi untuk
1. Rentan terhadap kelembaban jika tidak
berbagai aplikasi tekstil,
dimodifikasi dengan bahan tahan air
seperti pelapis tahan air atau
2. Daya tahan terhadap pencucian lebih
perekat kain
rendah dibandingkan resin sintetis
3. Biaya relatif rendah
dibandingkan resin sintetis
Aplikasi
Finishing: Arti: Efek: Proses:
Water repellent Tolak air Handling hard Pad-dry-cure 160°x
Water repellent 90 3’-wash-SF
Tearing strength:
Ok, hati2
Resin pengeras biasanya
Teflon Water repellent & oil repellent Handling hard Pad-dry-cure 160°x
banyak digunakan pada kain
(HUNSTMAN-hangtag) Water repellent 100, 70 after 30x washed
Oil repellent 6,5 after 30x washed
Tearing strength:
3’-wash-SF
pita, gorden, bunga hias, kain
Ok, hati2
Nano-pel
koper, kain jala, kain pelapis..
(Nano tex hangtang)
Water repellent & oil repellent
Tolak & bebas kotoran
Handling soft
Water repellent 100, 70 after 30x washed
Oil repellent and soil release: 6;5 after 30x
Pad-dry-cure 160°x
3’-wash-SF
washed
Tearing strength:
Ok, hati2
Aplikasi
Finishing: Arti: Efek: Proses:
Nano Care Wrinkle free + oil repp Handling hard Pad-dry-cure 160°x
(Nano tax hangtang) Bebas kusut, tolak air & Water repellent: 100, 70 after 3’-wash-SF
minyak 30x washed
WW & DP 3,2 CVC, microfiber;
3,5 TC
Oil repellent: 6,5 after 30x
washed
UV cut Anti cahaya ultra violet Melindungin kain dari UV, Pad-dry-SF
Light fastness ok
Water peach Efek persik Pegangan kain lebih soft & RF oilling-sueding-RF
(bulu tebal) penuh air-RF-SF
Tearing strength ok, hati2
Cool “Dingin” Dalam udara yang panas, kain Pad-dry-SF
jadi dingin
Aplikasi
Finishing: Arti: Efek: Proses:
Coating “Pelapis” Handling hard Tahap 1: pad-dry oiling cal
Water repellent 90 panas
Silicon coating Coating-licin Tahap 2: pad-dry-cure
Oil coating Coating-lengket (150°x4’)
Urethan cost Coating-berat Tahap 3: pad-dry-cure
(160°x3’)
Stain repellent Water repellent & oil WR 100, OR 6 after 30X: 70; 5
(Inkall chemical) repellent
Ww & DP 3,3 (C), 3,8 (CVC,T/C) 4.0
Moisture finish Wrikle free: C (TC); AW reduce; 0,5
(CIBA method) No iron: CVC; TC
Repellent protection Water repellent & oil WR 100, OR 6 after 30X: 70; 5
(Clariant hangtag) repellent Ww & DP 3,3 (C), 3,8 (CVC,T/C) 4.0
Advance performance (TC); AW reduce; 0,5
(BASF hangtag) Best no iron
Uji kekakuan
Shirley Stiffness Tester (ISO 9073-7)
kain 1. Potong kain uji ukuran 20 x 2,5 cm arah lusi
dan pakan dari kain uji dan blanko
2. Letakkan pada alat yang disangga oleh bidang
datar bertepi
3. Pita kain tersebut digeser ke arah memanjang
dan ujung pita melengkung karena beratnya
sendiri
4. Ukur Panjang pita yang terukur pada alat
pengukur
Referensi
1. Dr.Charles Tomasino, Chemistry and
technology of Fabric Preparation and
Finishing,1992
2. Asim Kumar Roy Choudhury, Principles of
Textile Finishing, 2017
3. Fenny Nurherawati, Pengaruh Konsentrasi
resin dan suhu Pemanas Awetan pada
Penyempurnaan Lipatan Permanen kain
Poliester 100%
TERIMA
KASIH