Anda di halaman 1dari 3

PENDAHULUAN Kista pankreas terdiri atas kista sejati (true cyst) dan pseudokista.

Pseudokista pankreas merupakan suatu lesi kista yang paling sering didapatkan yaitu 75-80% dari keseluruhan kista pankreas. Kista sejati dibatasi oleh dinding epitel sedangkan pseudokista tidak dibatasi dinding epitel melainkan hanya oleh jaringan ikat fibrosa atau granulosa. Pseudokista pankreas adalah kumpulan cairan di organ pankreas yang terlokalisasi secara abnormal dalam suatu kantong, kaya dengan amilase dan enzim-enzim pankreas lainnya. Di dalam kista terkandung cairan pankreas yang kadang bercampur darah atau sisa jaringan nekrotik dengan konsistensi cairan yang kental (serosanguinosa). Cairan kista ini dapat jernih tetapi dapat juga berwarna coklat atau coklat kehitaman, tergantung isi cairan di dalamnya. Pseudokista pankreas dapat terjadi pada semua umur dan umumnya berkembang setelah suatu episode pankreatitis berat dengan gejala yang hampir selalu ditemukan berupa nyeri perut di daerah epigastrium dan menyebar hingga ke punggung yang menetap. Dengan pemeriksaan penunjang CT-scan abdomen, pseudokista dapat didiagnosis dengan mudah. Pseudokista pankreas dapat mengalami resolusi spontan namun pembedahan menjadi pilihan utama dalam penanganannya karena adanya komplikasi berat berupa pendarahan oleh ruptur kista itu sendiri sehingga bisa terjadi peritonitis dan berakhir dengan kematian. Namun secara umum, prognosis pseudokista pankreas adalah baik dengan kadar rekurensi sekitar 10%. INSIDENS Pseudokista pankreas merupakan komplikasi dari pankreatitis yang paling sering. Morel dan Rohner menyatakan bahwa 40-70% pasien pseudokista yang dioperasi disebabkan oleh pankreatitis kronik, dan Bradley et all (Bradley, 1979) pula melaporkan bahwa pembentukan pseudokista pada pankreas setelah satu episode pankreatitis akut adalah sekitar 10%. Secara keseluruhan, dilaporkan hampir 10,000 kasus pseudokista pankreas di Amerika setiap tahun. Insiden di negara-negara lain adalah sama berdasarkan kepada prevalensi pankreatitis di masingmasing negara.(4,6,7) Pseudokista dapat terjadi pada semua umur. Namun, oleh karena etiologinya adalah pankreatitis akibat dari alkoholisme dan batu empedu, sehingga paling sering pseudokista terdeteksi pada orang dewasa. Sepertiga kasus pseudokista mengenai bagian kaput dari pankreas, dan dua pertiganya terjadi di bagian kaudal. Belum ada data mengenai insidens pseudokista pada pankreas yang berhubungan dengan jenis kelamin dan ras. (2,8) ANATOMI Pankreas merupakan organ intraabdominal yang terletak melintang di bagian atas abdomen di belakang gaster di dalam ruang retroperitoneal. Pankreas dibagi kepada 3 bagian yaitu kaput (head), korpus (body), dan kauda (tail) yang terletak pada bagian konkaf dari duodenum. (1,2) ETIOLOGI

Secara umum, pseudokista dapat disebabkan oleh proses inflamasi seperti pankreatitis akut dan pankreatitis kronik, trauma pada pankreas dan gangguan pada duktus. Tiga perempat dari pseudokista ini terbentuk setelah proses pankreatitis dan seperempat oleh trauma. Sebagai tambahan, pseudokista pankreas bisa juga terjadi akibat obstruksi pada duktus pankreatikus, alkoholism, penyakit kantong empedu dan neoplasma pada pankreas. ( 1,2,3,4,5 ) PATOGENESIS Patogenesis pseudokista pankreas berawal dari adanya gangguan pada duktus pankreatikus, bisa oleh proses inflamasi yang akut maupun kronik dan trauma. Perbedaan antara kista sejati dan pseudokista pada pankreas adalah kista sejati dibatasi oleh dinding epitel sebaliknya pseudokista tidak dibatasi oleh epitel melainkan hanya oleh jaringan ikat. (1,2) Pada pankreatitis akut, terjadi gangguan pada duktus akibat dari nekrosis pada sebagian selsel di pankreas dan kebocoran duktus (postnecrotic pseudocyst ). Akibatnya, terjadi ekstravasasi enzim-enzim pankreas termasuk enzim pencernaan dari sel-sel asinus. Normalnya sel-sel tersebut melepaskan enzim-enzim pencernaaan ke dalam duktus pengumpul yang kemudian mengalirkan ke duktus pankreatikus menuju ke lumen duodenum. Ekstravasasi enzim-enzim ini dapat menyebabkan terjadinya autodigesti pada jaringan pankreas. Edema dengan cepat terjadi kemudian disusul dengan terjadinya nekrosis pankreas, oklusi pembuluh darah dan respon inflamasi. Ini menjelaskan kandungan kista yang terdiri dari cairan pankreas yang kadang bercampur darah atau sisa jaringan nekrotik. (1,2,5,10,11) Terkumpulnya sekresi pankreas selanjutnya menyebabkan terjadinya pembentukan dinding (walling-off) oleh jaringan granulasi sehingga terbentuklah suatu kista pankreas tanpa lapisan epitel pada dindingnya yang disebut pseudokista. Pada pasien dengan pankreatitis kronik, terjadi peningkatan tekanan pada duktus pankreatikus akibat dari striktur, batu pada duktus, penumpukan protein dan lain-lain sehingga terjadi ruptur pada duktus. (1,2,5,10,11) Pada trauma pankreas, pseudokista terjadi disebabkan oleh gangguan pada duktus yang biasanya akibat dari trauma tumpul. Terjadi perlukaan pada duktus biasanya yang berdekatan dengan kolum vertebra sehingga akhirnya terbentuklah pseudokista pada pankreas. (5)

DAFTAR PUSTAKA 1. Sjamsuhidajat R, Jong WD. Pankreas dalam Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 2. Jakarta: EGC; 2005. h. 594-606. 2. Sawyer AJS. Pseudocyst, Pancreatic. [Online]. 2007 August 30 [cited 2007 September 01]. Available from: URL: http://www.emedicine.com 3. Anonymous. Pseudocyst of The Pancreas. [Online]. [cited 2007 September 23]. Available from: URL: http://www.top5plus5.com 4. Anonymous. Pancreatic Pseudocyst. [Online]. [cited 2007 September 23]. Available from: URL: http://www.usc.edu 5. Zinner MJ. Pseudocyst of The Pankreas in Maingots Abdominal Operations. Volume II. 10th

edition. London: Prentice Hall International,Inc; 1997. p. 1926-36. 6. Gold MS, Scher LA, Weinberg G. General Surgery Board Review. 3rd Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2000. p.82. 7. Norton JA, Bollinger RR, Chang AE, et.al. Pancreatic Pseudocyst in Essential Practice of Surgery Basic Science and Clinical Evidence. California: Springer; 2002. p. 208-13. 8. Lambiase LR. Pancreatic Pseudocyst. [Online]. 2004 June 9 [cited 2007 September 01]. Available from: URL: http://www.emedicine.com 9. Schwartz SI. Pankreas dalam Intisari Prinsip-Prinsip Ilmu Bedah. Jakarta: EGC; 2000. h. 47176. 10. Anonymous. Pancreatic Pseudocyst. [Online]. 2007 June 08. [cited 2007 September 23]. Available from: URL: http://www.Wikipedia.com 11. Hebra A. Pancreatitis and Pancreatic Pseudocyst. [Online]. 2006 June 12 [cited 2007 October 03]. Available from: URL: http://www.emedicine.com