Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Perkembangan adalah suatu proses perubahan yang berlangsung secara teratur dan t erus

menerus, baik perubahan itu berupa bertambahnya jumlah atau ukuran dari hal -hal yang telah ada, maupun perubahan karena timbulnya unsur-unsur yang baru. Pe rkembangan meliputi perkembangan fisik, perkembangan emosi, perkembangan kogniti f, dan perkembangan psikososial (Harlimsyah, 2007). Perkembangan sosial bagi anak sangat diperlukan, dimana perkembangan sosial adal ah suatu proses perubahan yang berlangsung secara terus menerus menuju pendewasa an. Anak merupakan manusia yang tumbuh dan berkembang yang akan hidup di tengahtengah masyarakat. Pemantauan perkembangan adaptasi sosial anak sangatlah penting, karen dengan pem antauan yang baik maka dapat dilakukan deteksi dini kelainan perkembangan anak. Sehingga intervensi dini dapat dilakukan dan tumbuh kembang anak dapat lebih opt imal sesuai dengan kemampuan genetiknya. Oleh karena itu penialian perkembangan adaptasi sosial anak sangat diperlukan. Berdasarakan pernyataan di atas maka penulis menyusun makalah tentang penilaian perkembangan adaptasi sosial anak. Rumusan Masalah Bagaimanakah cara penilaian perkembangan adaptasi sosial? Tujuan Mengetahui cara penilaian perkembangan adaptasi sosial. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perkembangan Anak dan Balita Definisi perkembangan Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalka n, sebagai hasil dari proses pematangan. Mencangkup proses diferensiasi dari sel -sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemik ian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkemba ngan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkung annya. Aspek-aspek perkembangan anak dan balita Perkembangan anak dan balita dibagi menjadi 7 aspek perkembangan seperti pada bu ku petunjuk program BKB (Bina Keluarga dan Balita) yaitu : Perkembangan tingkah laku sosial Perkembangan menolong diri sendiri Perkembangan intelektual Perkembangan gerakan motorik halus Perkembangan komunikasi pasif Perkembangan komunikasi aktif Perkembangan gerakan motorik kasar Faktor yang mempengaruhi perkembangan anak dan balita Masa lima tahun pertama merupakan masa terbentuknya dasar dasar kepribadian manu sia, kemampuan berfikir, pengindraan, keterampilan berbahasa dan berbicara, bert ingkah laku sosial dan lain-lainnya. Ada dua faktor yang mempengaruhi proses tumbuh kembang optimal seorang anak, yai tu: faktor dalam Yaitu faktor-faktor yang ada pada diri anak itu sendiri baik faktor bawaan maupu n faktor yang diperoleh. Faktor luar `Keluarga Gizi

Budaya setempat Teman bermain dan sekolah Penilaian perkembangan anak dan balita Tujuan penilaian Mengetahui kelainan perkembangan anak dan hal hal lain yang merupakan re siko terjadinya kelainan perkembangan tersebut. Mengetahui berbagai masalah perkembangan yang memerlukan pengobatan kons eling genetik. Mengetahui kapan anak perlu dirujuk ke senter yang lebih tinggi. Tahap-tahap penilaian perkembangan anak dan balita Anamnesis Tahap pertama adalah melakukan anamnesis yang lengkap, karena kelainan perkemban gan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Dengan anamnesis yang teliti maka sal ah satu penyebabnya dapat diketahui. Skrining gangguan perkembangan anak. Pada tahap ini dianjurkan digunakan instrumen-instrumen untuk skrining guna meng etahui kelainan perkembangan anak, misalnya dengan menggunakan DDST, tes IQ, ata u tes psikologik lainnya. Evaluasi lingkungan anak Evaluasi penglihatan dan pendengaran anak Evaluasi bicara dan bahasa anak Pemeriksaan fisik Pemeriksaan neurologi Evaluasi penyakit penyakit metabolik Integrasi dari hasil penemuan Perkembangan Adaptasi Sosial Anak Perkembangan perilaku atau adaptasi pada tahap tumbuh kembang tiap usia adalah s ebagai berikut : Masa neonatus (0-28 hari) Perkembangan adaptasi sosial atau perilaku masa neonatus ini dapat ditunjukan de ngan adanya tanda-tanda tersenyum dan mulai menatap muka untuk mengenali seseora ng. Masa bayi (28 hari-1 tahun) Usia 1-4 bulan Perkembangan adaptasi sosial pada usia ini dapat diawali dengan kemampuan mengam ati tangannya, tersenyum spontan dan membalas senyum bila diajak senyum, mengena l ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, dan kontak, tersenyum pada wajah manusia, waktu tidur dalam sehari lebih sedikit daripada waktu terjaga, me mbentuk siklus tidur bangun, menangis bila terjadisesuatu yang aneh, membedakan wajah-wajah yang dikenal dan tidak dikenal, senang menatap wajah-wajah yang dike nalnya, serta diam bila ada orang yang tidak dikenal. Usia 4-8 bulan Perkembangan adaptasi sosial pada usia ini antara lain anak merasa takut dan ter ganggu dengan keberadaan orang asing, mulai bermain dengan mainan, mudah frustas i, serta memukul-mukul lengan dan kaki jika sedang kesal. Usia 8-12 bulan Perkembangan adaptasi sosial pada usia ini dimulai dengan kemampuan bertepuk tan gan, menyatakan keinginan, sudah mulai minum denagan cangkir, menirukan kegiatan orang, bermain bola atau lainnya dengan orang lain. Masa anak (1-2 tahun) Perkembangan adaptasi sosial pada anak dapat ditunjukkan dengan adanya kemampuan membantu kegiatan di rumah, menyuapi boneka, mulai menggosok gigi, serta mencob a mengenakan baju sendiri. Masa prasekolah Perkembangan adaptasi sosial pada masa prasekolah adalah adanya kemampuan bermai n dengan permainan sederhana, menangis jika dimarahi, membuat permintaan sederha na dengan gaya tubuh, menunjukkan peningkatan kecemasan terhadap perpisahan, ser ta mengenali anggota keluarga.

Tes Perkembangan Adaptasi Sosial Suatu skala pengukuran yang baik untuk perkembangan sosial adalah skala maturita s sosial dari Vineland (Vineland Sosial Maturity Scale), yaitu sebuah tes yang digunakan untuk mengukur dan mengungkapkan derajat tingkat kematangan anak. Tes ini diberikan kepada anak usia 0-12 tahun dengan tujuan untuk mencari kemasakan atau kematangan sosial anak. Dalam tes ini terdapat poin-poin yang dapat mengungkapkan kematangan sosial yang dimilki oleh anak seperti keterampilan dalam membantu diri sendiri (self-help g eneral), keterampilan mengarahkan diri sendiri (self-direction), keterampilan da lam pekerjaan (occupation), keterampilan gerak (locomotion), keterampilan sosial isasi (sosialization) dan keterampilan komunikasi (communication). BAB III PEMBAHASAN Tes Perkembangan Adaptasi Sosial Adaptasi adalah suatu proses yang kontinu, yang dimulai sejak anak dilahirkan. K ematangan sosial merupakan suatu evolusi perkembangan perilaku, dimana nantinya seorang anak dapat mengekspresikan pengalamannya secara utuh dan dia belajar sec ara bertahap untuk meningkatkan kemampuannya untuk mandiri, bekerja sama dengan orang lain dan bertanggung jawab terhadap kelompoknya. Suatu skala pengukuran ya ng baik untuk perkembangan sosial adalah skala maturitas sosial dari Vineland (V ineland Social Maturity Scale). Pada tes ini diperlukan jawaban atau informasi y ang dapat dipercaya dari orang tua anak, mengenai perkembangan anaknya mulai dar i tahun-tahun pertama sampai pada saat tes dilakukan. Alat tes ini mengkategorik an kemampuan motorik dan perkembangan sosial anak dari lahir sampai dewasa. Kual itas hasil pemeriksaan tergantung pada kemampuan si penguji dan ayah/ibu yang me mberi jawaban. Kegunaan skala ini adalah tes psikologi anak-anak yang mengalami deviasi perkembangannya. Skala maturitas dari Vineland ini menjadi 8 kategori sebagai berikut: Self-help general (SHG): eating and dressing oneself. (mampu menolong dirinya sendiri: makan dan berpakaian sendiri) Self-help eating (SHE): the child can feed himself (mampu makan sendiri) Self-help dressing (SHD): the child can dress himself (mampu berpakaian sendiri) Self-direction (SD): the child can spend money and assume responsibiliti es. (mampu memimpin dirinya sendiri: misalnya mengatur keuangannya dan memikul tangg ung jawab sendiri) Occupation (O): the child does things for himself, cuts things, uses a p encil, and transfer objects. (mampu melakukan pekerjaan untuk dirinya, menggunting, menggunakan pensil, memin dahkan benda-benda) Communication (C): the child talks, laughs, and reads. (mampu berkomunikasi seperti berbicara, tertawa, dan membaca) Locomotion (L): the child can move about where he want to go. (gerakan motorik: anak mampu bergerak kemanapun ia inginkan) Socialization (S): the child seeks the company of others, engages in pla y, and competes. (mampu bersosialisasi: berteman, terlibat dalam permainan dan berkompetisi) Dari 8 kategori tersebut, kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi sangat pent ing bila anak diharapkan mempunyai kemampuan perkembangan sosial yang normal. Sebagai contoh pada tes tes Adaptasi Sosial menurut Vineland yang dimulai pada u mur satu bulan dan dilanjutkan sampai 12 bulan, terdapat 17 item dari 8 kategori t ersebut di atas. Dari 17 item tersebut terdapat 2 kemampuan bersosialisasi (2S) da n 3 kemampuan berkomunikasi (2C). Kemampuan bersosialisasi pada satu tahun perta ma tersebut adalah mendekati orang-orang yang dikenal dan minta diperhatikan. Se dangkan kemampuan berkomunikasi adalah mendekat atau tertawa, bicara atau meniru

suara-suara dan mengikuti petunjuk atau perintah yang sederhana. Sesudah umur 2 tahun, terlihat perkembangan sosial anak sangat pesat, antara lai n: Sejak usia 2-3 tahun anak dapat menceritakan pengalamannya dan berkomuni kasi. Sejak usia 3-4 tahun anak mulai bermain bersama dengan teman-temannya pa da taraf taman kanak-kanak dan dapat melakukan sesuatu untuk teman-teman lainnya . Sejak usia 4-5 tahun anak terlibat dalam permainan yang bersifat kompeti tif. Sejak usia 5-6 tahun menulis kata-kata sederhana dan ikut permainan meja (seperti halma, kuartet, dam, dan lain-lain), serta komunikasi dan sosialisasi yang meningkat. Sejak usia 6-7 tahun dapat menggunakan pensil untuk menulis dan berkomun ikasi. Sejak usia 7-8 tahun, norma-norma sosial lebih meningkat lagi, dapat me mbaca atas inisiatifnya sendiri, berpartisipasi pada permainan anak praremaja. Form tes Vineland Social Maturity Scale (VSMS) (terlampir) Tata cara tes Vineland Social Maturity Scale (VSMS) Langkah- langkah tes VSMS Pada tes ini akan diperoleh nilai kematangan sosial dengan cara atau langkah-lan gkah yang meliputi: Tentukan responden yang akan diberikan tes VSMS ini. Tes ini tidak dapat dilakukan langsung kepada responden akan tetapi haru s melalui media orang tua, guru ataupun tester sendiri yang melakukan pengisian form VSMS ini. Bila responden telah ditentukan, dan ada yang mengisi dari form VSMS ini maka bisa meneruskan ke langkah-langkah selanjutnya. Tentukan usia testee dengan cara mengurangkan tanggal bulan tahun tes de ngan tanggal bulan tahun lahir testee. Misalnya : Testee 1 Tes : 25 Juni 2003 Lahir : 06 Mei 1999 Ditulis Tes : 2003 06 25 Lahir : 1999 05 06 Umur : 0004 01 19 (4 tahun, 1 bulan, 19 hari) Testee 2 Tes : 25 Juni 2003 Lahir : Ditulis Tes : 2003 06 25 Lahir : 1998 07 27 Umur : 0004 10 28 (4 tahun, 10 bulan, 28 hari) Tes dimulai pada hari periode umur yang sesuai dengan usia testee dikura ngi satu periode ke atas, misalnya: Testee 1, usia 4 tahun, 01 bulan, 19 hari Tes seharusnya dimulai dari periode III IV tetapi tes dimulai dari periode umur di atasnya yaitu periode II III. Testee 2, usia 4 tahun, 10 bulan, 28 hari Tes seharusnya dimulai dari periode IV V. Tetapi tes dimulai dari periode di ata snya yaitu periode III IV. Sistem penilaian Untuk menentukan sistem penilaian VSMS ini digunakan sistem penilaian seperti ka idah di bawah ini: Bila testee dapat melakukan seperti yang tertulis dalam form VSMS maka m endapatkan nilai + (plus) = 1. Bila testee dalam melakukan apa yang seperti tertulis dalam form VSMS ma

ka diberikan nilai +/- (plus minus) = . Bila testee tidak dapat dan atau belum dapat melakukan seperti yang tert ulis dalam form VSMS, maka mendapatkan nilai (minus) = 0. Pelaksanaan penialaian dilakukan terus-menerus dari periode awal penilai an sampai dengan satu periode yang hasil penilaiannya menunjukkan nilai (minus) = 0, secara keseluruhan. Skor Skor dasar Skor dasar diperoleh dari nomor soal terakhir dari periode umur yang mempunyai n ilai + (plus) semua. Skor tambahan Penjumlahan nilai dari periode umur-umur selanjutnya setelah skor dasar sampai p eriode umur yang mempunyai nilai (minus) semua. Skor total Skor dasar + skor tambahan Sosial Age (SA) Lihat tabel (jumlah skor total). Sosial Quotient (SQ) SQ=SA/CA100% SQ : Sosial Quotient (nilai kematangan sosial) SA : Sosial Age (nilai kematangan sosial/keterampilan hidup yang dimiliki oleh a nak ketika dilakukan tes ) CA : Cronological Age (usia kronologis adalah usia sesungguhnya saat dilakukan t es) Cronological Age (CA) Cara penghitungan CA adalah sebagai berikut : Dari umur testee, misalnya, umur 4 tahun, 10 bulan, 29 hari, maka CA adalah : CA=4+10/(12 (bulan 1 tahun) )+29/(356 (hari 1 tahun) ) CA = 4 + 0,83 + 0,082 CA = 4,912 Jadi, usia CA yang harus diisikan dalam kolom rumus adalah 4,912 Kategori nilai VSMS Untuk memberikan batasan tentang kematangan sosial anak, dapat diberikan batasan dan dekskripsi nilai VSMS sebagai berikut : Tabel 1 KATEGORI NILAI VSMS SCORE TOTAL SOSIAL AGE KATEGORI NILAI VSMS KETERANGAN HASIL TES VSM S <61,0 <6,0 tahun KURANG SESUAI USIA Kematangan sosial yang dimiliki oleh anak kurang sesuai denagn usia yang dimiliki saat ini. 61,5-64,5 6,1-6,5 tahun SESUAI USIA Kematangan sosial yanng dimiliki oleh anak sesuai dengan usia yang dimiliki saat ini. 65,0-76,0 7,0-9,5 tahun DI ATAS RATA-RATA Kematangan sosial anak b erada di atas rata-rata usia yang dimiliki saat ini. >77,0 >9,5 tahun TINGGI Kematangan sosial yang dimiliki oleh anak melamp aui usia rata-rata yang dimiliki oleh anak seusianya. BAB IV PENUTUP Kesimpulan Untuk mengukur perkembangan adaptasi sosial anak digunakan skala maturitas sosia l dari Vineland (Vineland Social Maturity Scale). Yaitu sebuah tes yang digunaka n untuk mengukur dan mengungkapkan derajat tingkat kematangan anak. Saran Untuk orang tua Sebagai orang tua sudah menjadi keharusan untuk mengawasi perkembangan anak-anak

nya. Sebaiknya orang tua mengukur perkembangan anaknya salah atunya perkembanga n adaptasi sosialnya dengan mengikuti tes-tes perkembangan adaptasi sosial. Untuk mahasiswa Sebaiknya sebagai mahasiswa kebidanan mengerti bagaimana metode untuk mengukur p erkembangan anak dan balita untuk bekal menjadi bidan kedepannya. Untuk institusi Akan lebih baik jika diadakan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan tes pe nilaian perkembangan adaptasi sosial anak, agar mahasiswa lebih memahami materi tentang tes penilaian perkembangan anak. DAFTAR PUSTAKA Hidayat, A. Aziz Alimul. 2008. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Ke bidanan. Jakarta: Salemba Medika. Soetjiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC. LAMPIRAN LABORATORIUM PSIKOLOGI PRODI KEBIDANAN STIKes MADANI KLINIK TUMBUH KEMBANG LAB. ILMU KES. ANAK STIKes MADANI VINELAND SOCIAL MATURITY SCALE NAMA : ..........................L - P TANGGAL LAHIR : ................................. TANGGAL PEMERIKSAAN : ................................. UMUR : ................................. SUKU BANGSA : ................................ ALAMAT : ................................. ................................................................................ .. Sc. Dasar : ........... Sc. Tambahan : ........... Sc. Total : ............ Social age : ............ SQ : ............ Pemeriksa AGE PERIODS categories C SHG SHG S SHG SHG O SHG SHG C SHE L SHG S SHG SHE C 1 2 3 4 : ................................. items 0 I Life Age Mean

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Mendekat; tertawa Mempertahankan keseimbangan kepala Menjangkau benda-benda yang dekat Mendekati orang-orang yang dikenal Tengkurap Meraih benda-benda didekatnya Bersibuk diri tanpa ditemani Duduk tanpa pertolongan Berusaha berdiri sendiri bicara; meniru suara-suara Minum dari cangkir dengan bantuan Bergerak di lantai Mencekram dengan ibu jari dan telunjuk Minta diperhatikan Berdiri sendiri Tidak berliur Menurut petunjuk-petunjuk sederhana 0,25 0,25 0,30 0,30 0,30 0,35 0,40 0,45 0,55 0,55 0,55 0,63 0,65 0,70 0,85 0,90 0,93 I II L O SHE SHD O SHG O SHE SHG S SHE L SHE

C L SHE C 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Berjalan di kamar tanpa diawasi Mencoret dengan pensil atau kapur Memamah makanan Berhasil membuka kaos kaki Memindahkan benda-benda Mengatasi rintangan-rintangan sederhana Mengambil benda-benda yang dikenal Minum dari cangkir tanpa bantuan Menolak kereta bayi Bermain dengan anak-anak lain Makan dengan sendok Keliling di rumah atau halaman Membedakan mana yang bisa dimakan Menyebutkan nama benda yang dikenal Mendaki tangga tanpa bantuan Membuka bungkusan permen Bicara dengan kalimat pendek 1,03 1,10 1,10 1,13 1,20 1,30 1,38 1,40 1,43 1,50 1,53 1,63 1,65 1,70 1,75 1,85 1,95 III IV SHG O SHD SHE SHE SHD SHG

SHD O C 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Minta pergi ke toilet Berinisiatif untuk bermain sendiri Memmbuka pakaian Memakan pakai garpu Mengambil minum tanpa bantuan Mengeringkan tangan sendiri Menghindari bahaya-bahaya ringan Mengenakan pakaian tanpa bantuan Memotong dengan gunting Memberitahukan pengalamannya 1,98 2,03 2,05 2,35 2,43 2,60 2,85 2,88 2,88 3,15 III IV L S SHD O S SHD 45 46 47 48 49 50 Menuruni tangga dengan menginjak 1 kali Bermain dengan teman sebaya Menutup kancing pakaian Membantu pekerjaan rumah tangga Bermain sandiwara Mencuci tangan tanpa bantuan 3,23 3,28 3,35 3,55 3,75 3,83 IV V SHD SHG L SHD O S 51 52

53 54 55 56 Mengurus diri sendiri di toilet Mencuci muka tanpa bantuan Pergi ke rumah tetangga diam-diam Berpakaian sebdiri kecuali ikatan Menggunakan pensil untuk menggambar Ikut permainan lomba 3,83 4,65 4,70 4,80 5,13 5,13 V VI C C S SD L 57 58 59 60 61 Menggunakan sepeda, sepatu roda Menulis perkataan sederhana Ikut permainan meja Dapat dipercaya dengan uang Pergi sekolah sendiri 5,13 5,23 5,63 5,83 5,83 VI VII SHE C SHD SHD 62 63 64 65 Menggunakan pisau untuk mengulas Menggunakan pensil untuk menulis Mandi dengan bantuan Tidur sendiri 6,03 6,15 6,23 6,75 VII VIII SHG SHE S S SHD 66 67 68 69 70 Menyebut waktu seperempat jam Menggunakan pisau untuk memotong Percaya dengan cerita-cerita nabi Ikut dalam permainan anak-anak Menyisir atau mengacak rambut 7,28

8,05 8,28 8,28 8,45