Anda di halaman 1dari 5

Perbedaan Proposal Bisnis dan Kelayakan Bisnis

emanfaatan Studi Kelayakan Bisnis dan Proposal Bisnis juga sama yaitu untuk membantu dan menganalisis keputusan bisnis dimana kedua-duanya sama-sama menggunakan data historis . namun data yang digunakan dalam SKB dapat diambil

dari perusahaan lain yang sejenis dengan objek studi (disebut data eksternal) sedangkan bisnis plan (PB) harus menggunakan data historis internal perusahaan itu sendiri (data primer).

SKB didesain untuk menunjukkan gambaran tentang gagasan pokok yang berhubungan dengan kelayakan bisnis. Tujuannya untuk mengidentifikasi apakah suatu gagasan bisnis dikatakan layak atau tidak layak masuk dalam market place. Dengan kata lain, SKB menentukan bagaimana menuangkan gagasan bisnis ke dalam statement (Pernyataan tertulis).

Analisis SKB menyediakan banyak informasi penting untuk membuat business plan (PB). Contoh : analisator pasar dalam SKB merupakan data penting dalam menentukan proyeksi karena digunakan sebagai dasar untuk menentukan segmen pasar dan rencana bisnis (BP).

SKB mengindikasikan bahwa gagasan bisnis masih berupa statement. Dan langkah selanjutnya adalah membuat rencana bisnis. Rencana bisnis memerlukan analisis yang lebih mendalam dan kompleks serta dibangun berdasarkan fondasi yang telah dibuat dalam SKB. Rencana bisnis memberikan kesempatan kepada kita menemukan kelemahan dan ancaman masalah yang berpotensi muncul dimasa yang akan datang.

Ada 2 tujuan dalam Bisnis Plan : 1. Menganalisis secara seksama bagaimana bisnis akan bekerja 2. Mencatat aspek-aspek dalam bisnis (dokumen) guna mendapatkan pinjaman (loan)

Secara skematis, perbedaan SKB dan rencana bisnis dapat diperlihatkan pada tabel berikut. Faktor Jenis data Sumber data Penyusun/ analis Tujuan user Waktu pembuatan Biaya SKB Data estimasi Berbentuk data eksternal Pihak eksternal / konsultan / pakar Menilai kelayakan dan gagasan bisnis Investor, bank, pemerintah, LSM Bisa lebih dari 1 tahun ( > 1 tahun) Relatif besar Business Plan Berdasarkan data empiris Data internal Pihak intern (management dan direksi perusahaan) Merencanakan kegiatan bisnis di masa yang akan datang Management dan kreditor Kurang dari 1 tahun ( < 1 tahun) Relatif lebih sedikit dari biaya SKB

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Lokasi Sumber bahan baku Jenis teknologi yang digunakan Kapasitas Investasi

Apabila studi kelayakan disusun untuk pabrik, faktor utama yang perlu dibuat adalah lokasi usaha atau pabrik yang akan dikembangkan. Faktor-faktor yang perlu dijelaskan dalam pembangunan pemilihan lokasi pabrik : Jarak dari bahan baku Keadaan pasar Tenaga kerja Transportasi Tenaga listrik Penanganan limbah

Perhitungan Bunga dan Nilai Uang


Banyak hal yang berhubungan dengan perhitungan bunga dan nilai uang, antara lain : Beban bunga Tingkat bunga Nilai uang Nilai pinjaman Perhitungan aset Alam menyusun sebuah SKB, perhitungan bunga menyangkut tingkat bunga yang berasal dari pinjaman dari sumber dana yang berasal dari luar usaha seperti dari bank, perseorangan, maupun lembaga keuangan lainnya. Baik dalam bentuk present

value maupun dalam bentuk future value. Pada umumnya tingkat bunga digunakan sebagai indikator. Seseorang akan bersedia mengorbankan uangnya pada saat ini bila tingkat bunga diperhitungkan sebagai kompensasi (time value of money) pada umumnya orang lebih menghargai nilai uang Rp 100 pada tahun ini, bila dibandingkan dengan Rp 1000 tahun yang akan mendatang. Keadaan yang disebut tie preference berlaku pada seseorang maupun masyarakat secara keseluruhan.

Perhitungan Bunga Bunga merupakan biaya modal. Besar kecilnya jumlah bunga yang merupakan beban pada debitur sangat tergantung pada waktu dan jumlah pinjaman dan lama waktu dan tingkat bunga. Dalam perhitungan matematika finance, dikenal 3 bentuk perhitungan bunga, antara lain : 1. Simple interest (bunga biasa) 2. Compound interest (bunga majemuk) 3. Anuity interest (bunga anuitas)

1. Simple Interest Besar kecilnya jumlah bunga yang diterima kreditor tergantung pada besar kecilnya modal (principal), interest rate, dan jangka waktu. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :

B = f (P.i.n)

B = bunga i = interest rate

P = principal (modal) n = jangka waktu

Penganggaran Modal

Enganggaran modal adalah sebuah proses pengambilan keputusan oleh manajemen atas kegiatan yang akan memberikan target pengambalian investasi (return on investment) lebih dari satu tahun.

Teknik dan Konsep Penganggaran Modal Penganggaran modal dapat membantu manajemen perusahaan dalam proses pengambilan keputusan untuk pelaksanaan sebuah kegiatan keputusan yang diambil manajemen adalah : apakah manajemen akan melakukan transaksi tersebut.

Contoh : PT ABC ingin menambah produksi dari 3 buah menjadi 5 buah mesin. Untuk itu PT ABC harus membeli 2 mesin lagi yang diperkirakan akan dipakai 10 tahun. Harga beli mesin baru 20 M per unit, sehingga diperlukan dana 40 M. PT ABC apakah akan membeli mesin baru tersebut atau tidak. Beberapa faktor yang menentukan apakah dibeli atau tidak antara lain : kondisi keuangan perusahaan, keyakinan perusahaan tentang target perusahaan unit produksinya di masa depan.

Langkah-langkah yang dilakukan perusahaan dalam penganggaran modal 1. Tentukan nilai investasi awal Nilai investasi awal adalah seluruh pengeluaran untuk memperoleh mesin baru tersebut, yaitu harga beli mesin baru tambah ongkos angkut pembelian, ditambah biaya asuransi selama pembelian mesin tambah biaya test, tambah biaya pemasangan, lalu dikurang harga penjualan mesin lama. 2. Tentukan sumber pendanaan untuk mendanai kegiatan yang akan dilakukan oleh perusahaan. Sumber pendanaan yaitu : Dana kas internal perusahaan Hasil penerbitan obligasi pada publik Hasil meminjam dana pada lembaga keuangan Penerbitan saham baru

Setiap sumber pendanaan mensyaratkan adanya biaya modal yang harus dibayar perusahaan. Contoh: jika perusahaan menggunakan sumber pendanaan dari penerbitan

obligasi maka perusahaan harus membayar bunga tiap tahun kepada pemilik obligasi. Bunga tersebut adalah biaya modal dari penerbitan obligasi.

3. Tentukan arus kas masuk dan arus kas keluar selama kegiatan tersebut dijalankan Arus kas masuk di masa depan dapat berasal dari penjualan produk dan jasa kepada pelanggan atau dari penghematan yang dilakukan perusahaan. Misalnya perusahaan akan mengganti mesin lama yang dimiliki dengan mesin baru yang memiliki masa manfaat 5 tahun, maka penghematan yang diterima perusahaan dengan mesin baru 150juta. Jadi total penghematan selama 5 tahun sebesar 750 juta. Arus kas keluar berasal dari semua pengeluaran kas selama pelaksanaan kegiatan. Misalnya pembayaran gaji pelaksanaan kegiatan dan pembelian bahan baku. Arus kas masuk kegiatan arus kas keluar kegiatan = arus aks bersih kegiatan 4. Menghitung kelayakan pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan metode-metode yang ada di penganggaran modal, antara lain: a. Metode payback period b. Metode net present value Metode payback period mengukur lamanya waktu yang dibutuhkan oleh sebuah kegiatan untuk menutupi pengeluaran investasi awalnya atau kembali modal. Selama kegiatan berlangsung, perusahaan akan memperoleh arus kas masuk bersih, kemudian arus kas bersih yang diperoleh tiap tahun dijumlahkan. Jika arus kas masuk bersih telah sama dengan pengeluaran investasi awal maka dianggap sudah kembali modalnya. Metode payback period akan memilih kegiatan yang memiliki payback period yang paling cepat. Contoh : PT XYZ ingin mengganti mesin lama dengan sebuah mesin baru. Harga mesin baru diperkirakan 1M, mesin baru tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat selama 10 tahun. Penghematan yang diperoleh tiap tahun 250juta. PT XYZ mensyaratkan untuk dapat membeli mesin baru tersebut, maka payback periodnya tidak boleh lebih dari 6 tahun, dengan menggunakan metode payback period apakah perusahaan akan membeli mesin tersebut atau tidak.