Anda di halaman 1dari 2

Perbedaan teori manajemen klasik dan ilmiah, teori organisasi klasik dan

manajemen modern dan tradisional?


Manajemen Klasik
1. pengembangan manajemen di lakukan oleh teoritis.
2. investasi terbesar adalah karyawan
3. tenaga kerja di beri pelatihan keterampilan sesuai operasi pabrik.
4. karyawan bertanggung jawab atas pekerjaan tertentu yang berulang.
5. adanya skema pembagian keuntungan.
Manajemen Ilmiah
1. penerapan metode-metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah-
masalah organisasi.
2. seperangkat mekanisme atau tngkat-tingkat untuk meningkatkan efisiensi kerja
organisasi.
Teori Organisasi Klasik
1. manajer mencapai koordinasi melalui komunikasi yang terkendali dengan para
karyawan.
2. merancang organisasi perlu diperhatikan empat kaidah dasar yaitu koordinasi,
prinsip skallar, prinsip fungsional, prinsip staf.
Manajemen Tradisional
1. tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja.
2. manajer mengalami kesulitan-kesulitan dan frustasi karena karyawan tidak
selalu mengikuti pola-pola prilaku yang rasional.
Manajemen Modern
1. manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses tehnik secara ketat.
2. manajemen harus sistematik, dan pendekatan yang digunakan harus dengan
pertimbangan secara hati-hati.
3. organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk
pengawasan harus dengan situasi.
4. pendekatan motivasi yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan
organisasi sangat di butuhkan.
Inilah perbedaan-perbedaan yang dapat diuraikan dari beberapa ilmu manajemen-
manajemen yang telah dibahas diatas.
Pendapat anda bagaimana manajemen secara umum diperusahaaan swasta di
Indonesia. Terutama manajemen perusahaan pribumi, model manajemen mana
yang dipakai?
Menurut saya, manajemen yang di pakai perusahaan-perusahaan swasta saat
ini sudah mengarah kepada manajemen modern dikarenakan saat ini kita berada di era
globalisasi. Sedangkan untuk manajemen perusahaan pribumi saya rasa mereka rata-
rata menggunakan manajemen klasik didalam perusahaannya, disebabkan adanya:
1. pada umumnya dikelola atau dipimpin sendiri oleh pemiliknya.
2. presentase kegagalan usaha relatif cukup tinggi.
3. kesulitan mengembangkan usaha di karenakan sulit memperoleh pinjaman
dana dengan syarat lunak.
4. struktur organisasinya masih sederhana dan masih banyak perangkapan tugas
atau jabatan pada seseorang.
5. ijin usaha tidak jelas.
Dengan adanya sebab-sebab di atas dapat disimpulkan bahwa perusahaan-perusahaan
pribumi memakai teori manajemen klasik dan tradisonal.