Anda di halaman 1dari 19

LANDASAN TEORI BAYI BARU LAHIR

A.

Definisi

Bayi baru lahir dapat dibagi menjadi : Bayi normal / sehat adalah bayi baru lahir dengan berat badan 2500 gram sampai 4000 gram dengan lama kehamilan 37 minggu 42 minggu yang memerlukan prawatan biasa Bayi gawat ( high risk baby ) memerlukan penanggulangan khusus seperti adanya asfiksia dan perdarahan Pada umumnya, kelahiran bayi normal cukup ditolong oleh bidan dengan tanggung jawab penuh terhadap keselamatan Ibu dan bayi. Sedangkanj kelahiran abnormal yang memerlukan pertolongan spesialis, bayi bila di rumah sakit yng dilengkapi dengan unit kesehatan bayi hendaknya ditngani oleh dokter anak

B. 1.

Tujuan Umum dalam Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Mempertahankan pernafasan Dengan meletakan kepala lebih rendah dari badan segera lakukan penghisapan lendir. Pada bayi normal dalam beberapa detik sampai satu menit akan segera bernafas.

2.

Mencegah infeksi Dengan mencuci tangan sebelum menyentuh bayi dan perlengkapan yang digunakan untuk merawat bayi haruslah bersih

3.

Mempertahankan suhu

Suhu tubuh bayi harus dipertahankan dan dijaga kehangatannya karena bila suhu lingkungan lebih rendah maka metabolisme dan konsumsi oksigen pada bayi akan meningkat 4. Mengenal tanda tanda sakit Kondisi pada bayi baru lahir dapat berubah cepat. Oleh karena itu perlu dipehatikan. seperti pada warna kulit yang kuning pada hari pertama, kesukaran bernafas, kenaikan atau penurunan suhu badan, badan biru atau pucat, perut kembung dan minum kurang, muntah, kejang kejang terjadi dalam waktu 12 jam pertama, BAK / BAB atau tidak pada 12 jam pertama dan penurunan berat badan yang banyak

C.

Alat alat untuk Perawatan Bayi Penghisap lendir Tabung oksigen beserta alatnya untuk membantu pernafasan bayi Alat resusitasi untuk pernafasan Obat obatan Alat penolong, pengikat dan antiseptik tali pusat Tanda pengenal bayi atau identifikasi yang sama dengan ibu Tempat tdur bayi dan inkubator bayi Stop watch dan termometer

D. 1.

Perubahan Fisiologis pada Bayi Baru Lahir Sistem pernafasan

Pernafasan pertama pada bayi normal terjadi 30 detik sesudah kelahiran. Pernafasan ini timbul akibat aktivitas nomal dari susunan saraf pusatseperti sentuhan, perubahan sushu dari dalam uterus keluar uterus yang semuanya mengarahkan diafragma serta alat alat pernafasan lainnya 2. Eliminasi BAB yang pertama keluar berwarna kehitam hitam dan lengket yang disebut mekonium. hal ini sudah terjadi berumur 16 minggu dalam kandungan. Mekonium mulaimkeluar dalam 24 jam pertama setelah lahir dan berlangsung sampai hari ke- 2 atau hari ke-3 3. Kulit Biasanya diliputi verniks caseosa terutama didaerah lipatan tubuh. Makin muda usia kelahiran bayi semakin lembek dan tampak lebih transparan 4. Tali pusat Tali pusat diperiksa dan silihat kelengkapan arteri dan vena. Tali pusat harus kering dan bila ada perdarahan maka penjepit tali pusat harus dikeringkan 5. Berat badan Pada hari ke-2 dan hari ke -3 berat badan bayi baru lahir biasanya akan menurun. Hal ini disebabkan karena pemasukan cairan dan pengeluaran dari tubuh bayi tidak seimbang 6. Suhu

Mekanisme pengaturan panas pada bayi belum stabil mudah mendapat pengaruh dari luar. Pusat pengaturan panas dalam otak harus berkembang pada bulan terakhir masa fetus

Bayi menunjukkan beberapa refleks sejak lahir yaitu : Morrow refleks Bila bayi dikaetka atau digerakan akan terjadi refleks moro abduksi dan ekstensi lengan dan tangan akan terbuka dan kemudian diakhiri diabduksi lengan Walking reflaeks Bila telapak kaki ditekan pada tempat yang datar maka bayi akan bergerak seperti berjalan Rooting refleks Rangsangan pada ujung mulut mengakibatkan kepala menoleh kearah rangsangan

E.

Pertolongan pada Waktu Bayi Baru Lahir Mulai melakukan pembersihan lendir pada saat kepala keluar dengan pembersihan mulut, hidung dan mata dengan kapas dan kasa steril

Jam lahir dicatat Lendir dilap sebersih mungkin sambil bayi ditidurkan dengan kepala lebih rendah dari kaki dalam posisi sedikt ekstensi supaya lendir mudah keluar

Tali pusat dipotong dan diikat dengan baik, bekas luka diberi antiseptik kemudian dijepit dengan penjepit klem atau diikar dengan tai pusat

Segera setelah lahir, bayi yang sehat akan menangis keras, bernafas serta menggerakan tangan dan kakinya, warna kulit kemerahan

Bayi dibersihkan dari darah, air ketuban, mekonium dam verniks kaseosa dengan air hangat hangat kuku. bisa juga dibersihkan dengan minyak kelapa atau minyak zaitun

Nilai keadaan bayi dengan apgar score Bayi ditimbang berat badan dan diukur panjang badannya, dicatat dalam satus bayi Perawatan mata bayi : Mata bayi dibersihkan, kemudian diberikan obat untuk mencegah blenorhoe Metode crede : dengan tetesan nitras 1 2 % sebanyak 2 tetes pada masingmasing mata Penisilin salep atau gramicin salep mata

Diperiksa juga anus, genitalia eksterna, dan jenis kelamin

F.

Penilaian Bayi Menilai bayi dilakukan berdasarkan 3 gejala yang sangat penting bagi kelanjutan hidup bayi, yaitu : Menilai usaha nafas Apabila bayi nafas spontan dan memadai lanjutkan dengan memiliki frekuensi denyut jantung

Apabila bayi mengalmi apnu atau sukar bernafas dilakukan rangsangan taktil dengan menepuk nepuk atau menyentil telapak kaki bayi atau menggosok gosok punggung bayi sambil diberi oxigen

Apabila beberapa detik terjadi atas rangsangan taktil dimulailah pemberian VTP ( ventilasi tekanan positif )

Menilai frekuensi denyut jantung Segera setelah lahir menilai usaha nafas dan melakukan tindakan yang diperlukan tanpa memeperhatikan pernafasan spontan atai tidak segera dilakukan penilaian frekuensi DJJ Apabila frekuensi DJJ > 100 x/ menit, dan bayi bernafas spontan, dilanjutkan dengan menilai warna kulit Apabila frekuensi jantung < 100 x / menit, walaupun bayi bernafas spontan menjadi indikasi untuk dilakukan VTP

Menilai warna kulit Penilaian warna kulit dilakukan apabila bayi bernafas spontan dan denyut jantung bayi > 100 x / menit Apabila terdapat sianosis sentral, oksigen tetap diberikan Apabila terdapat sianosis perifer,oksigen

Score A

Penilaian dengan metode apgar score 0 pucat 1 badan merah, 2 seluruh tubuh keterangan

Appearance color

ekstremeitas biru

kemerah merahan

P Pulse (heart

tidak ada

dibawah 100

diatas 100

rate)/frekuensi jantung G Grimace terhadap rangsangan) A Acvtivity otot R respiration tidak ada tonus lumpuh ekstremeitas dalam fleksi gerakan aktif (reaksi tidak ada sedikit mimik gerakan menangis, batuk, bersin

sedikit lemah tidak teratur menangis aktif

Catatan : Nilai 7 10 Nilai 4 - 6 Nilai 0 3 : Bayi normal : Bayi asfiksia ringan sedang : Asfiksia berat

G. No 1.

Pemerksaan Fisik pada Bayi Baru Lahir Data Pemeriksaan Observasi sifat-gerak/ warna kulitnya Keteranagn Hasil Pemeriksaan Simetris artinya terdapat pertumbuhan normal ke segala arah Gerak simetris artiny atidak dijumpai kelainan aktivitas ekstremitas Warna kulit pink artinya sirkulasi darah kesegala lapisan kulit normal

Kadang-kadang ekstremitasnya biru artinya terdapat sedikit gangguan sirkulasi untuk mencapai ujung ekstremitas, tetapi masih dianggap normal

2.

Pemeriksaan leher bayi Pemeriksaan bola mata

Untuk menetapkan ada kemungkinan tumor thyroid atau tumor pada bagian stornomastoid

3.

Pemeriksaan bola mata

Apakah dapat mengikuti arah pemeriksa, gerak bola mata sangat penting artinya untuk menentukan kelaianan pertumbuhan otot mata atau tentang nervus sentralis

4.

Pemeriksaan lingkaran kepala

Menentukan lingkaran oksipito Frontalitas normal dengan lingkaran 32 cm Meraba tulang kepala anak apakah dijumpai depresi dalam persalinan

Meraba tulang kepala anak apakah ditemui moulase yang menunjukkan kompresi otak janin, selanjutnya konsultasi bagian syaraf

5.

Pemeriksaan mulut

Untuk mengetahui apakah terdapat palatoskisis Apakah ada kelainan yang mungkin dijumpai Apakah terdapat pernafasan dada Jumlahnya harus kurang dari 60 denyut/menit Untuk menentukan apakah terdapat kelainan jantung

6.

Pemeriksaan dada

7.

Pemeriksaan auskultasi

Apakah terdapat murmur sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lanjut

8.

Palpasi abdomen

Untuk mencari apakah terdapat tumor abdomen Mungkinkah menentukan asal tumor Seberapa pembesarannya

9.

Pemeriksaan genitalia eksterna

Bagaimana keadaan labum mayus dan labium minus

Apakah testesnya sudah turun Raba arteria fomoralis, untuk menentukan apakah terdapat kelainan pembuluh darah menuju ekstremitas bagian bawah

10.

Pemeriksaan Refleks Morro

Refleks morro adalah, jika bayi mengadakan reaksi ekstensi/abduksi lengan dan jaringan membuka matanya, dan dikuti dengan fleksi dan adduksi lengannya

Reaksi traksi bayi Jika tangannya dipegang maka bayi akan menarik lengannnya

Posisi kepalanya dalam satu bidang dengan lengannya

11.

Pemeriksaan miring bayi

Untuk menentukan kekeuatan otot, periksa tulang belakangnya apakah ditemui skoliosis atau tidak

Memeriksa anus bayi

12.

Penmeriksaan persendian tulang paha

Bayi menengadah dan dilakuakn pemeriksaan terhadap persendian tulang pahanya

Apakah terdapat suara dalam pergerakannya jka terdapat suara, lakukan pemeriksaan USG untuk menentukan lebih lanjut

H.

Perawatan Sehari hari Bayi Baru Lahir Mata Bayi harus diperiksa untuk melihat tanda-tanda infeks. Mata dapat dibersihkan dengan air steril atau aqua destilata. mata bayi yang ditutup oleh akrena ia mendapat terapi sinar

harus dibuka setiap kali bayi minum susu. Hal ini peli diperhatikan untuk menghindari infeksi mata

Mulut Diperiksa untuk melihat adanya kemungkinan infeksi dengan candida ( oral Truhs ). Candidiasis merupakan suatu penyakit endemic ditempat perawatn bayi ( infeksi dapat berasal dari ibu, bidan , perawat, boto dan dot )

Kulit Terutama lipatan lipatan ( paha belakang leher, belakang telinga, ketiak ) harus selalu bersih dan kering. Bagian bagian tersebut bersih dari verniks kaseosa. oleh karena verniks kaseosa ini merupakan media yng apling baik untuk kuman stafilokokus

Tali pusat Pada umumnya akan puput pada waktu bayi berumur 6 7 hari. Bila tali pusat belum puput maka setiap sudah mandi tali pusat harus dibersihkan dan dikeringkan. Caranya dalah dengan membersihkan pangkal tali pusat yang ada diperut bayi dan daerah sekitarnya dengan kain kasa yang dibasahi dengan zat antiseptik ( betadine ataupun alkohol 70 % )

Kain popok Harus segera diganti setiap akli basah karena air kencing atau tinja. Bokong bayi dibersihkan dengan air steril atau ersih dan kemudian dikeringkan. Bila bokong basah kemungkinan leveta dan terjadi infeksi besar. Bila ditemukan hak demikian sebaiknyaiar

pembersih bokong ditambah dengan zat antiseptik yang dapt membunuh kuman. kemudian diobati dengan salep yang mengandung obat antibiotik an anti jamur. Minuman bayi Kebutuhan cairan apda setiap bayi untuk mencapai kenaikan berat badan yang optimal berbeda beda. Oleh karena itu, pemberian cairan kepada bayi yang daya isap dan menelannya baik hendaknya kebutuhan yaitu 20 30 cc setiap 3 jam sekali. Pada umumnya cairan yang diberikan pad hari petama 60 ml/ kg BB dan stiap hari ditambah, sehingga pada hari ke 14 dicapai 200 ml/kg BB sehari. dalam hari hari pertama berat badan trurun oleh karena pengeluaran mekonium dan masuknya cairan belum mencukupi. turunnya berat badab tidak lebih dari 100 ml/kg BB, berat badan akan naik pada hari ke empat sampai ahri kesepuluh dan seterusnya

I.

Tanda Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai pada Bayi Baru Lahir Pernafasan sulit atau lebih dari 60 x / menit Kehangatan terlalu panas ( > 38 C atau terlalu dingin < 36 C Warna kuning terutama pada 24 jam pertama, biru atau pucat memar Pemberian makan hisap lemah, mengantuk erlebihan, banyak muntah Tali pusat merah bengkak, keluarnya cairan, bau busuk, dan berdarah Infeksi, suhu meningkat, merah, bengkak, keluarnya cairan, bau busuk, pernafasan sulit Tinja / tidak berkemih dalam waktu 24 jam, tinja lembek, sering, hijau tua, ada lendir atau darah pada tinjau

Aktifitas menggigil atau menangis tak biasa, lemas, terlalu mengantuk, lunglai, kejang halus, tidak bisa tenang, menangis terus menerus

J.

Perawatan Bayi 2 Minggu Pertama

Perawatan bayi pada 2 minggu pertama harus selalu dijaga dengan sebaik baiknya. Hal-hal yang harus diperhatikan pada bayi usia 2 minggu, yaitu : Kebersihan diri dengan cara memandikan bayi dan merawat tali pusat BAK dan BAB harus dijaga dan selalu dibersihkan Pakain dan popok bayi ganti jika basa

Menyusui bayi Pada 12 jam pertama bayi puasa kemudian baru disusui

Makanan tambahan Diberikan PASI jika ASI yang diberikan kurang

Pengertian asfiksia Asfiksia Neonatorum adalah suatu keadaan BBL yang gagal bernafas spontan dan teratur segera setelah lahir (Hutehinson, 1967). Keadaan ini disertai dengan hipoksia, hiperkapnia dan berakhir dengan asidosis. Hipoksia yang terdapat pada penderita asfiksia ini merupakan faktor terpenting yang dapat menghambat adaptasi BBL terhadap kehidupan ekstra uterin (Grabiel Duc, 1971).

Asfiksia Neonatorum berarti keadaan bayi yang tidak dapat bernafas spontan dan teratur, sehingga dapat menurunkan O dan makin 2 meningkatkan CO yang menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut. Tujuan melakukan tindakan terhadap bayi asfiksia adalah 2 melancarkan kelangsungan pernafasan bayi yang sebagian besar terjadi pada waktu persalinan (Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana, 319).

PENYEBAB Penyebab secara umum dikarenakan adanya gangguan pertukaran gas atau pengangkutan O2 dari ibu ke janin, pada masa kehamilan, persalinan atau segera setelah lahir. Toweil (1966), penyebab kegagalan pernafasan pada bayi : A. Faktor Ibu 1. Hipoksia ibu, baik karena gangguan fisik maupun psikologi 2. Usia ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun 3. Gravida empat atau lebih 4. Sosial ekonomi rendah 5. Penyakit pembuluh darah ibu yang mengganggu pertukaran gas janin, misalnya : hipertensi, hipotensi, gangguan kontraksi uterus, anemia, dan lain-lain.

B. Faktor Flasenta 1. Plasenta tipis 2. Plasenta kecil 3. Plasenta tak menempel 4. Solutio plasenta 5. Pendarahan plasenta 6. Dan lain-lain C. Faktor Janin / Neonatus 1. Prematur 2. IUGR 3. Gemelli 4. Tali pusat menumbung 5. Kelainan kongenital 6. Dan lain-lain

D. Faktor Persalinan 1. Partus lama 2. Partus tindakan (Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarg; 76)

KLASIFIKASI ASFIKSIA Tanda (Score) A. Appearense (color) (warna kulit) Below 100 P. Pulse (Heart rate) (denyut nadi) G. Grimase (reflex irritability in respon to stimulatio of sole of foot) No Response Absent Grimace Cry Over 100 0 Blue Pale 1 Body pink extremities blue 2 Completely

A.

Activity (muscletone) (tonus otot) Some flexion of extremities Limp Slow, irregular Active motion

Q.

Respiratio (respriratory effect (Pernafasan)

Absent

Strong cry

a.

Asfiksia berat (Nilai APGAR 0-3) Memerlukan resusitasi segera setelah aktif dan pemberian oksigen terkendali, karena selalu disertai asidosis, maka perlu diberikan natrikus bikarbonaa 7,5 % dengan dosis 2,4 ml per kg berat badan; dan cairan glukosa 40 % 1-2 ml per kg berat badan, diberikan via vena umbilikus.

b.

Asfiksia ringan sedang (Nilai APGAR 4-6) Memerlukan resusitasi dan pemberian oksigen sampai bayi dapat bernafas normal

c. d.

Bayi normal atau sedikit asfiksia (Nilai APGAR 7-9) Bayi normal dengan nilai APGAR 10.

Bayi mengalami asfiksia berat

DIAGNOSIS In Utero : Setelah bayi lahir : Pernafasan cuping hidung Pernafasan lambat ( < 30 x / menit ) dan tidak teratur Nadi cepat Cyanosis Nilai APGAR kurang dari 6 Tangisan lemah bahkan tidak menangis Warna kulit pucat atau biru Tonus otot lemah atau terkulai Denyut jantung perlahan ( < 100 x / menit ) bahkan tidak ada Reflek tidak ada atau hanya sedikit DJJ irreguler dan frekuensinya lebih dari 160 atau kurang dari 100 kali per menit Terdapat mekoneum dalam air ketuban ( letak kepala ) Analisa air ketuban ( amnioskopi ) Kardiotukografi Ultrasonografi

( Sinopsis Obstetri ; 428 429 )

PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan asfiksia terdiri dari : 1. 2. Langkah awal Langkah resusitasi

Langkah Awal Mencegah kehilangan panas, termasuk kehilangan tempat yang kering dan hangat untuk melakukan pertolongan Memposisikan bayi dengan baik (kepala setengah tengadah/sedikit ekstensi atau mengganjal bahu bayi dengan kain) Bersihkan jalan nafas dengan alat penghisap yang tersedia

Keterangan

Cara membersihkan jalan nafas bayi o Membersihkan jalan nafas dengan ketentuan sebagai berikut : Bila air ketuban jernih (tidak bercampur mekoneum), hisap lendir pada mulut baru pada hidung Bila air ketuban bercampur mekoneum, mulai penghisapan lendir setelah kepala lahir, (berhenti sebentar untuk menghisap lendir di mulut dan di hidung). Bila bayi menangis, nafas teratur, lakukan asuhan bayi baru lahir normal. Bila bayi mengalami depresi, tidak menangis, lakukan upaya maksimal untuk membersihkan jalan nafas dengan jalan membuka mulut lebih lebar dan menghisap lendir di mulut lebih dalam dan hati-hati o Menilai bayi dengan melihat usaha nafas, denyut jantung, dan warna kulitnya Bila bayi menangis, atau sudah bernafas denagn teratur, warna kulit kemerahan, lakukan asuhan bayi baru lahir normal Bila bayi tidak menangis atau megap-megap, warna kulit biru atau pucat, denyut jantung kurang dari 100 kali permenit, lanjutkan langkah resusitasi dengan melanjutkan ventilasi tekanan positif (Selanjutnya Lihat Langkah Resusitasi) Keringkan tubuh bayi dengan kain yang kering dan hangat, setelah itu gunakan kain kering dan hangat yang baru untuk melingkupi tubuh bayi sambil melakuakn rangsangan taktil Letakkan kembali pada posisi yang benar, kemudian nilai : usaha bernafas, frekuensi denyut jantung dan warna kulit

Keterangan : Cara Memposisikan bayi dan Membersihkan jalan nafas bayi Memposisikan bayi dan membersihkan jalan nafas bayi Posisikan bayi untuk berbaring pada punggung atau miring dengan kepala/leher sedikit diekstensikan agar jalan nafasnya terbuka dan memudahkan aliran udara. Hindari hiperekstensi kepala, atau menekuk kepala ke arah dada karena kedua perasat (manuver) ini dapat menghalangi jalan nafas bayi. (Jika belum dilakukan, klem dan potong tali pusat untuk memudahkan pengaturan posisi seperti yang diinginkan) Gunakan penghisap lendir De Lee yang telah diproses hingga tahap disinfeksi tinggi/steril atau bola karet penghisap yang baru dan bersih untuk menghisap lendir di mulut, kemudian hidung bayi secara halus dan lembut. Hisap mulut terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada sesuatu yang teraspirasi oleh bayi saat hidungnya dihisap. Jangan menghisap terlalu kuat atau terlalu dalam karena hal ini dapat menyebabkan jantung bayi melambat atau bayi berhenti bernafas. Penghisap lendir secara hati-hati akan membersihkan cairan dan lendir dari jalan nafas dan dapat merangsang bayi untuk mulai bernafas.

Rangsangan Taktil

Jika bayi baru lahir tidak mulai bernafas secara memadai (setelah tubuhnya dikeringkan dan lendirnya dihisap) berikan rangsangan taktil secara singkat. Pada saat melakukan rangsangan taktil, pastikan bahwa bayi diletakkan dalam posisi yang benar dan jalan nafasnya telah bersih. Rangsanagn taktil harus dilakukan secara lembut dan hati-hati sebagai berikut : Dengan lembut, gosok punggung, tubuh, kaki atau tangan (ekstremitas) satu atau dua kali Dengan lembut, tepuk atau sentil telapak kaki bayi (satu atau dua kali)

Berbagai bentuk rangsangan taktil yang dulu pernah dilakukan, sebagian besar dapat membahayakan bayi sehingga tidak lagi dilakukan pada bayi baru lahir

Proses menghisap lendir, pengeringan, dan merangsang bayi tidak berlangsung lebih dari 30 sampai 60 detik dari sejak lahir hingga proses tersebut selesai. Jika bayi terus mengalami kesulitan bernafas, segera mulai tindakan ventilasi aktif terhadap bayi. Meneruskan rangsanagn pada bayi yang tidak memberi responns untuk bernafas hanya akan membuang waktu berharga untuk melakuakn tindak lanjut di fasilitas kesehatan rujukan, membahayakan kesehatan dan kenyamanan bayi.

Rangsangan yang kasar, keras, atau terus-menerus, tidk akan banyak menolong dan malahan dapat membahayakan bayi.

Bentuk Rangsangan Taktil yang Tidak Boleh Dilakukan Menepuk bokong Meremas rongga dada Trauma dan luka Fraktur Pneumotoraks Gawat nafas Kematian

Bahaya/Resiko

Menekan kedua paha bayi ke perutnya

Ruptura hati atau limpa Perdarahan di dalam

Mendilatasi sfingter ani Menempelkan kompres panas atau dingin atau menempatkan bayi di air panas atau dingin

Sfingter ani robek Hipotermi Hipertermi Luka bakar

Mengguncang bayi Meniupkan oksigen atau udara dingin ke tubuh bayi

Kerusakan otak Hipotermi

Langkah resusitasi

1.

Bila tidak menangis atau megap-megap, warna kulit bayi pucat, denyut jantung 100 kali per menit, lakuakn langkah resusitasi dengan melakukan ventilasi tekanan positif

2.

Sebelumnya periksa dan pastikan bahwa alat resusitasi (balon resusitasi dan sungkup muka) telah tersedia dan berfungsi baik (lakukan tes untuk balon dan sungkup muka)

3. 4.

Cuci tangan dan gunakan sarung tangan sebelum memegang atau memeriksa bayi Selimuti bayi dengan kain yang kering dan hangat kecuali muka dan dada bagian atas, kemudian letakkan pada alas dan lingkungan yang hangat

5. 6. 7. 8. 9.

Periksa ulang posisi bayi dan pastikan kepala telah dalam posisi setenagh tengadah (sedikit ekstensi) Letakkan sungkup melindungi dagu, hidung, dan mulut sehingga terbentuk semacam pertautan antara sungkup dan wajah Tekan balon resusitasi dengan dua jari atau denagn seluruh jari tangan (tergantung pada ukuran balon resusitasi) Lakukan pengujian pertautan denagn melakukan ventilasi sebanyak dua kali dan periksa gerakan dinding dada Bila pertautan baik (tidak bocor) dan dinding dada mengembang, maka lakukan ventilasi dengan mengginakan oksigen (bila tidak tersedia oksigen gunakan udara ruangan)

10.

Pertahankan kecepatan ventilasi sekitar 40-60 detik dengan tekanan yang tepat sambil melihat gerakan dada (naik turun) selama ventilasi

11. 12. 13.

Periksa dinding dada naik turun dengan baik berarti ventilasi berjalan secara adekuat Bila dinding dada tidak naik, periksa ulang dan benarkan posisi bayi, atau terjadi kebocoran lekatan atau tekanan ventilasi kurang Lakukan ventilasi selama 2 x 30 detik atau 60 detik, kemudian lakukan penilaian tentang upaya bernafas spontan dan warna kulit : Bila frekuensi nafas normal (30-60 kali permenit), hentikan ventilasi, lakukan kontak kulit ibu-bayi, lakukan asuhan normal bayi baru lahir (menjaga bayi tetap hangat, mulai pemberian ASI dini dan pencegahan infeksi serta imunisasi) Bila bayi belum bernafas spontan ulangi lagi ventilasi selama 2 x 30 detik atau 60 detik, kemudian lakukan penilaian ulang Bila frekuensi nafas menjadi normal (30-60 kali permenit), hentikan ventilasi, lakukan kontak kulit ibu-bayi, lakukan asuhan normal bayi baru lahir Bila bayi bernafas, tetapi terlihat retraksi dinding dada, lakukan ventilasi dengan menggunakan oksigen (bila tersedia) Bila bayi masih tidak bernafas, megap-megap teruskan bantuan pernafasan dengan ventilasi Lakukan penilaian setiap 30 detik, dengan menilai usaha nafas, denyut jantung, dan warna kulit Jika bayi tidak bernafas secara teratur setelah ventilasi selama 2-3 menit, rujuk ke fasilitas pelayanan perawatan bayi resiko tinggi Melakukan kompresi dada (di tempat rujukan atau rumah sakit) Posisi pelaksana dan lokasi kompresi dada Pelaksana menghadap ke dada bayi dengan kedua tangannya dalam posisi yang benar

Kompresi dada dilakukan di 1/3 bagian bawah tulang dada dengan cara menyelusuri lengkung tulang iga dengan jari sampai menemukan xyfoid. Hati-hati jangan sampai menekan Px

Tekhnik menggunakan kedua ibu jari Kedua tangan melingkari dada bayi bagian lateral, tempatkan kedua ibu jari di tulang dada dilokasi kompresi, sedangkan jari-jari lain diletakkan di punggung bayi Kedua ibu jari diletakkan berdampingan (untuk bayi kecil ibu jari yang satu diletakkan di atas ibu jari yang lain).

Rasio kompresi dada dan VTP dalam 1 menit ialah 90 kompresi dada dan 30 ventilasi (rasio 3:1) . Tindakan dapat dilakukan dalam 30 detik dengan rasio yang sama. Ibu jari dan ujung-ujung jari harus tetap kontak dengan tempat kompresi dada sepanjang waktu, baik pada saat penekanan maupun pada saat melepaskan penekanan.

Setelah 30 detik dilakukan tindakan, melakukan evaluasi. Bila DJ > 60 x/menit hentikan kompresi dada, periksa usaha nafas dan warna kulit Bila bayi bernafas spontan dan teratur atau bayi menangis berarti resusitasi berhasil, bayi didekatkan dengan ibu/payudara ibu, kemudian dirawat di ruang perawatan khusus untuk pemantauan Bila bayi belum bernafas spontan, atau warna kulit masih kebiruan atau pucat lakukan VTP saja tanpa kompresi dada nilai bayi dalam 30 detik.

Bila saat penilaian bayi frekuensi jantung <60x/menit, memberikan pengobatan dengan epinefrin, melalui pipa ET (lebih diutamakan) atau jalur intravena/via umbilicus. Kemudian segera lakukan kompresi dada dan VTP dengan koordinasi yang baik selama 30 detik dan nilai ulang keadaan bayi