Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Atas Asung Kerta Wara Nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa kami
dapat menyelesaikan Laporan Pelaksanaan Kegiatan Posyandu Paripurna
tingkat kabupaten Gianyar yang dipusatkan di Posyandu Banjar Penida Desa
Batuan Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar sebagai bahan evaluasi dari
kegiatan yang sudah dilaksanakan.
Pada Laporan ini kami jabarkan hasil kegiatan, hasil evaluasi dabn
analisa kegiatan Posyandu Paripurna yang sudah dilaksanakan sehingga
nantinya dapat dijadikan pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan
Posyandu Paripurna tahap selanjutnya.
Ucapan terimakasih tak terhingga kami sampaikan kepada :
1. Bapak Gubernur Bali selaku Ketua Dewan Penyantun TP.PKK Provinsi
Bali
2. Ibu Ketua TP. PKK Provinsi Bali selaku ketua Pelaksana Kegiatan
Posyandu Paripurna Tingkat Provinsi Bali.
3. Kepala BPMD Provinsi Bali
4. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali
5. Kepala BKKBN Provinsi Bali
6. Bapak Bupati Gianyar selaku Ketua Dewan Penyantun TP. PKK
Kabupaten Gianyar
7. Ibu Ketua TP.PKK Kabupaten Gianyar selaku ketua Pelaksana Kegiatan
Posyandu Paripurna Tingkat Kabupaten Gianyar.
8. Kepala BPMD Kabupaten Gianyar
9. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar
10.
Kepala BKKBN Kabupaten Gianyar
11.
Bapak Camat Sukawati selaku Ketua Dewan Penyantun TP.PKK
Kecamatan Sukawati
12.
Ibu Ketua TP.PKK Kecamatan Blahbatuh selaku Ketua Pelaksana
Kegiatan Posyandu Paripurna Tingkat kecamatan Blahbatuh.
13.
Kepala UPT Kesmas Sukawati I beserta staf
14.
Bapak Kepala Desa Batuan selaku Ketua Dewan Penyantun
TP.PKK Desa Batuan
15.
Ibu Ketua TP.PKK Desa Batuan selaku ketua Pelaksana Kegiatan
Posyandu Paripurna Tingkat Desa Batuan.
16.
Bapak Kepala Dusun Penida selaku ketua Dewan Penyantun
TP.PKK Dusun Penida.
17.
Ibu Ketua TP.PKK Dusun Penida selaku Ketua Pelaksana Kegiatan
Posyandu Paripurna Tingkat Dusun Penida
18.
Kader Posyandu Dusun Penida
19.
Masyarakat Dusun Penida
20.
Semua pihak yang sudah membantu kelancaran pelaksanaan
kegiatan Posyandu Paripurna Tingkat Kabupaten Gianyar di dusun
Penida Desa Batuan Kecamatan Sukawati.
Kami menyadari bahwa Laporan Pelaksanaan ynag sudah kami susun
masih jauh dari sempurna sehingga kritik dan saran demi kesempurnaan
Laporan ini sangat kami harapkan.
Akhirnya kami berharap semoga Laporan Pelaksanaan yang kami buat
dapat bermanfaat bagi kami, masyarakat dan pemerintah.

Sukawati, Januari 2010


Penyusun
LAPORAN PELAKSANAAN POSYANDU PARIPURNA BALITA DAN
LANSIA DI POSYANDU BANJAR PENIDA DESA BATUAN KECAMATAN
SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR

I.

PENDAHULUAN
Kurang Gizi merupakan salah satu masalh gizi utama yang
diderita oleh lebih dari seperempat balita di Indonesia. Kurang Gizi
tersebut terdiri dari Gizi Kurang dan Gizi Buruk yang diawali dengan
adanya gangguan pertumbuhan pada Balita.
Masalah Gizi yang terjadi di Provinsi Bali antara lain : Gizi Kurang
sebesar 3,35% dan Gizi Buruk 0,13% ( Hasil PSG Tahun 2007),
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium dengan TGR sebesar 10,9%
dan Kejadian Anemia Gizi pada Ibu Hamil sebesar 25,6%.
Upaya penangan masalah gizi tersebut memerlukan peran serta
sector terkait yaitu Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM) dan Masyarakat sendiri. Berbagai program kesehatan telah
dilaksanakan dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI),
serta meningkatkan Umur Harapan Hidup(UHH).
Salah satu keberhasilan program kesehatan tersebut dapat
ditunjukkan dengan meningkatnya UHH pada tahun 2006 menjadi
70,5 tahun sehingga para Lansia perlu diperhatikan kesehatannya.
Di Provinsi Bali kegiatan yang dilakukan untuk
menanggulangi maslah gizi dan meningkatkan kesehatan para
Lansia sejak tahun 1981 dilaksanakan Program Posyandu Paripurna.
Tim Penggerak PKK Provinsi Bali sampai dengan tahun 2007 telah
telah melaksanakan Posyandu Paripurna di 178 desa yang dibina
dan dibiayai oleh masing-masing Kabupaten.

II.

TUJUAN
1. Tujuan Umum
Meningkatkan status gizi masyarakat untuk mencapai kesehatan
yang optimal.
2. Tujuan Khusus
a. Menurunkan Status Gizi kurang dan gizi buruk.
b. Perbaikan pola konsumsi makanan yang beragam,berimbang
dan bergizi (3B)
c. Memelihara kesehatan Lansia

III.

SASARAN KEGIATAN POSYANDU PARIPURNA


Kegiatan Posyandu Paripurna dilaksanakan dengan sasaran :
a. Seluruh Balita (0-5 Tahun) yang ada diwilayah Posyandu
b. Seluruh ibu hamil yang ada diwilayah Posyandu
c. Seluruh Lansia yang ada diwilayah Posyandu

IV.

TEMPAT DAN WAKTU


Kegiatan Posyandu Paripurna Balita dan Lansia Tingkat Kabupaten
Gianyar dilaksanakan selama 90 hari yang dimulai pada :
a. Hari / Tanggal
: 14 September 2009
b. Tempat
: Banjar Penida, Desa Batuan, Kecamatan
Sukawati
c. Jam
: 08.00 Wita

V.

PELAKSANAAN KEGIATAN POSYANDU PARIPURNA


1. Tahap Persiapan
Persiapan pelaksanaan Posyandu Paripurna Balita dan Lansia
Tingkat Kabupaten Gianyar diawali dengan musyawarah Lintas
Sektor, dengan pertimbangan kemampuan dana, tenaga dan
sasaran, maka kegiatan Posyandu Paripurna dipusatkan di Dusun
Penida Desa Batuan Kecamatan Sukawati.
2. Tahap Pelaksanaan
a. Kegiatan Penimbangan Balita dilaksanakan setiap 2 minggu
dan hasilnya dicatat pada register Pelaporan Posyandu
Paripurna dan setiap bulan dicatat pada KMS dan SIP
Posyandu, demikian pula dengan penimbangan Lansia dan
pengukuran Tekanan Darah serta pemeriksaan kesehatan
Lansia.
b. Kegiatan Pelayanan Kesehatan
1) Imunisasi
Pemberian Imunisasi pada bayi dan Ibu Hamil disesuaikan
dengan jadwal sasaran di Posyandu
2) Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan Kesehatan Lansia dilakukan secara berkala
oleh tenaga Puskesmas setempat, apabila ada masalah
akan dirujuk ke Puskesmas sedangkan kegiatan senam
Lansia dilaksanakan secara teratur dan tidak terlalu berat
sesuai dengan prinsip senam Lansia.
c. Pemberian Makanan Tambahan ( PMT)
1) Pada balita
PMT diberikan dalam bentuk makanan
makanan mentah.

matang

dan

Makanan matang diberikan setiap 2 minggu sekali berupa


makanan
selingan atau makanan lengkap yang terdiri dari makanan
pokok ( nasi atau pengganti ) lauk pauk, sayur dan buah.
Makanan mentah diberikan dalam bentuk paket yang
terdiri dari susu, biscuit, gula, kacang ijo. Jumlah makanan
mentah disesuaikan dengan jumlah balita serta dana yang
tersedia untuk memenuhi syarat gizi.
2) Pada Lansia
PMT diberikan pada lansia selama tiga bulan berupa beras
dan telur. Syarat makanan lansia :
- Tinggi serat.
- Lemak dibatasi.
- Mudah cerna
- Makanan lunak.
Makanan mentah diberikan dalam bentuk paket yang
terdiri dari telur, beras, Jumlah makanan mentah
disesuaikan dengan jumlah lansia serta dana yang tersedia
untuk memenuhi syarat gizi.
3) Pada Ibu hamil
PMT diberikan dalam bentuk makanan matang dan
makanan mentah. Makanan matang diberikan setiap 2
minggu sekali berupa makanan selingan atau makanan
lengkap yang terdiri dari makanan pokok ( nasi atau
pengganti ) lauk pauk, sayur dan buah secara bergantian
dengan memilih makanan yang mengandung :
- Tinggi kalori
- Tinggi protein
Makanan mentah diberikan dalam bentuk paket yang
terdiri dari telur, beras, gula, sayuran segar, buah, susu
dan kacang kacangan. Jumlah makanan mentah
disesuaikan dengan jumlah Ibu Hamil serta dana yang
tersedia untuk memenuhi syarat gizi.
d. Penyuluhan Kesehatan oleh kader dan petugas kesehatan
dengan materi penyuluhan yang terkait dengan kesehatan
balita , kesehatan Lansia, Ibu hamil

VI.

PEMBIAYAAN
Untuk kegiatan Posyandu Paripurna Balita dan Lansia sumber
dana berasal dari dana Hibah Tim Penggerak PKK Provensi Bali
sebagai berikut :
- PMT balita dan lansia yaitu diberikan kepada 9 desa sebagai
lokasi di masing masing Kabupaten / Kota
- PMT diberikan selama 90 hari
- Biaya perporsi (perpaket / perhari untuk balita Rp.4000,- ,
Lansia Rp. 5.000,-)

VII.

PENCATATAN DAN PELAPORAN


Pencatatan hasil kegiatan Posyandu Paripurna dicatat pada
register oleh kader posyandu dan hasil kegiatan setiap 2 minggu
dianalisa bersama sama dengan petugas kesehatan dari segi
menu, hasil penimbangan, status gizi Balita, lansia dan Ibu Hamil
. Hasil Penimbangan dianalisa dengan membandingan hasil
penimbangan minggu ini dengan 2 minggu yang lalu. Status Gizi
Balita dianalisa dengan berat badan Balita umur pada minggu ini
dengan Indikator BB / U WHO- NCHS. Status gizi Lansia dianalisa
berdasarkan Indeks Massa Tubuh ( IMT = BB / TB ( m)2 ).jika
IMT kurang atau lebih dari 18,5-25 maka Lansia tersebut status
berat badannya dikatagorikan tidak normal. Sedangkan Status
gizi ibu hamil dianalisa dengan membandingkan lingkar lengan
atas ( LILA) sebenarnya dari masing masing Ibu Hamil dengan
Standar KEK ( < 23,5 Cm), dimana seorang ibu Hamil dikatakan
mempunyai Status gizi KEK bila LILAnya <23,5 Cm.

VIII.

HASIL KEGIATAN
Hasil kegiatan Pelaksanaan Posyandu paripurna Balita dan Ibu
Lansia Tingkat Kabupaten Gianyar di Posyandu Br. Penida Ds.
Batuan kec. Sukawati Kab. Gianyar sebagai berikut :
a. KEGIATAN MINGGU I ( Tgl 14-27 September 2009)
1. Kegiatan Pembukaan secara resmi
Kegiatan pembukaan pelaksaan Posyandu Paripurna balita
dan Lansia Tingkat kabupaten Gianyar dilaksanakan pada
tanggal 14-9 2009 yang dibuka oleh Bupati Gianyar yang
ditandai dengan penyuapan Makanan lengkap kepada Bayi
dan anak Balita serta pemberian paket makanan secara
simbolis kepada Lansia. Pada kesempatan ini, ketua TP
.PKK Kabupaten berharap Bahwa meningkatnya UHH
menuntut kesehatan para Lansia Perlu di perhatikan
kesehatannya, sedangkan masih adanya status gizi buruk
menuntut juga untuk meningkatkan asupan gizi pada
Balita melalui Pemberian makanan yang beragam,
berimbang, bergizi ( 3B)
2. Penimbangan Balita dan Lansia
Hasil kegiatan penimbangan Balita dan Lansia pada
minggu 1 merupakan data awal untuk mengevaluasi dari
dampak pemberian PMT. Hasil kegiatan penimbangan
Balita juga merupakan dasar untuk menilai status gizi
Balita. Dari hasil penimbangan Balita minggu pertama
diperoleh hasil antara lain 3,4% (1 orang) berstatus gizi

Buruk, 3,4% ( 1 orang) berstatus Gizi Kurang dan 93,1%


(27 orang) berstatus Gizi Baik
Sedangkan hasil penimbangan Lansia minggu 1 bila
dibandingkan dengan IMT dalam pedoman umum gizi
seimbang ( PUGS ) tahun 2005 bahwa status gizi Lansia
dikatakan normal bila IMT berkisar 18, 5 sampai 25 maka
hasil dari penimbangan pertama diperoleh : 3,3% (1 orang)
berstatus gizi tidak normal dan 96.7% (29 orang) berstatus
gizi normal.
3. Pelayanan kepada ibu hamil
Pelayanan
kepada
Ibu
hamil
diberikan
berupa
penimbangan berat badan, Imunisasi, pemberian makanan
tambahan dan penyuluhan individu. Pada minggu 1
kegiatan pelayanan ibu hamil berupa penimbangan berat
badan dan pengukuran LILA, Pemberian PMT dan
penyuluhan Individu . Hasil penimbangan berat badan
pengukuran LILA ibu hamil didapatkan data dasar untuk
mengevaluasi perkembangan status gizi ibu hamil . Dari 4
orang ibu hamil yang ditimbang dan diukur LILA nya ada
25% ( 1 orang) ibu hamil yang mengalami KEK dimana
LILAnya 21,5cm dan 75 % ( 3 orang ) dengan LILA < 23,5
cm. Selain itu ibu hamil yang hadir juga diberikan support
agar rajin memeriksakan kehamilannya serta makan
makanan yang bergizi dengan jumlah 2 x lebih banyak dari
biasa
4. Latihan Senam Lansia
Kegiatan senam Lansia dilaksanakan dengan peserta
sebanyak 30 orang dengan prinsip prinsip senam Lansia.
5. Penyuluhan tentang MP ASI
Kegiatan penyuluhan MP ASI dilaksanakan oleh kader
posyandu dan tenaga kesehatan berdasarkan hasil
penimbangan Balita. Penyuluhan juga dilaksanakan dengan
menunjukan contoh MP ASI usia 6 bulan s/d 1 tahun.
6. Pemberian makanan tambahan
PMT pada kegiatan tahap pertama diberikan berupa
makanan lengkap ( nasi putih,Ayam bb tomat,Tempe +
tahu bacem,sayur bening dan buah jeruk)
Dengan nilai gizi 618 kalori, 21,7 Protein ( Standar nilai gizi
PMT 350 sampai 500 Kal, 10-15 Gram Protein ) yang
diberikan kepada lansia dengan memperhatikan prinsip
pemberian makanan pada lansia. Sedangkan PMT pada
Balita dan Ibu Hamil berupa bubur kacang hijau dengan
nilai gizi 502, 8 Kal, 12 Gram Protein
7. Pembagian paket bahan mentah
Paket bahan makanan yang diberikan tahap pertama
merupakan paket pemberian makan selama 14 hari ( 14
paket ) berupa beras, kacang kacangan, telur, gula,
susu,biscuit dan sayur segar.
8. Pembuatan Laporan

Pembuatan Laporan dilaksanakan oleh kader posyandu


dengan bimbingan petugas kesehatan.
9. Pembinaan
Kegiatan pembinaan tahap pertama dilakukan oleh
petugas kesehatan yang membahas tentang pencatatan
dan pelaporan
b. KEGIATAN MINGGU II (28-9-2009 S/D6-10-2009)
1. Penimbangan Balita dan Lansia
Hasil kegiatan penimbangan Balita minggu II jika
dibandingan dengan hasil penimbangan minggu I maka
24,1% (7 orang) naik, 72,4% (21 Orang) tetap,dan 3,45%
( 1 orang) turun. Sedangkan status gizi
dari hasil
penimbangan minggu II yaitu 3,4% (1 orang) berstatus gizi
Buruk, 3,4% ( 1 orang) berstatus Gizi Kurang dan 93,1%
(27 orang) berstatus Gizi Baik.
Sedangkan hasil
penimbangan lansia masih sama hasilnya dengan
penimbangan pada minggu I.
2. Pelayanan kepada ibu hamil
Pelayanan kepada ibu hamil diberikan minggu II berupa
penimbangan
berat
badan,
pemberian
PMT
dan
penyuluhan individu. Hasil penimbangan berat badan ibu
hamil dibandingkan dengan minggu I yaitu 100% ibu hamil
mengalami peningkatan berat badannya. Selain itu ibu
hamil yang hadir juga diberikan support agar rajin
memeriksa kehamilannya dan makan makanan yang
bergizi dengan jumlah 2x lebih banyak dari biasanya.
3. Penyuluhan tentang makanan ibu hamil
Kegiatan penyuluhan diberikan oleh tenaga kesehatan
tentang makanan Ibu hamil dan MP ASI Bagi bayi.
4. Pemberian makanan tambahan
Pemberian makanan tambahan diberikan berupa makanan
lengkap seperti nasi putih, sayur sup, telur pindang, dan
pepes tahu dengan nilai gizi 601,6 Kalori dan 21,61 Gr
Protein. Bentuk makanan tambahan pada bayi dibedakan
dengan anak balita, lansia dan ibu hamil dimana bayi
diberikan bubur susu dan nasi tim.
5. Pemberian paket bahan makanan mentah
Paket makanan mentah diberikan sama dengan minggu I
tetapi jenis sayuran segarnya yang berbeda diberikan,
pada minggu II paket makanan yang diberikan adalah 14
paket.
6. Latihan senam lansia
Senam Lansia dilaksanakan dengan prinsip prinsip senam
lansia yang dilakukan oleh 30 orang Lansia dengan
bimbingan petugas kesehatan.
7. Pemeriksaan kesehatan Lansia
Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dokter Puskesmas
dengan hasil 100% Lansia dinyatakan sehat

8. Pembuatan Laporan
Pembuatan Laporan Kegiatan dilaksanakan oleh kader dan
petugas kesehatan
c. KEGIATAN MINGGU III (7-20-10-2009)
1. Penimbangan Balita dan Lansia
Hasil kegiatan penimbangan
Balita minggu III jika
dibandingkan dengan hasil penimbangan Balita minggu II
maka 51.7% ( 115 orang ) balita yang naik berat badannya
dan 48.3% % ( 14 orang ) balita lagi berat badannya
tetap /turun. Persentase balita yang naik BB nya meningkat
dari penimbangan sebelumnya , sedangkan status gizi
balita dari hasil penimbangan minggu II dengan
penimbangan minggu III masih tetap. Sedangkan hasil
penimbangan lansia masih sama dibandingkan dengan
penimbangan minggu II dengan hasil 3,3% (1 orang)
berstatus gizi tidak normal dan 96.7% (29 orang) berstatus
gizi normal.
.
2. Imunisasi
Kegiatan imunisasi diberikan kepada bayi ( 0-12 bln) dan
ibu hamil yang dilakukan di puskesmas kemudian datanya
dicatat di register Posyandu.
3. Pelayanan kepada ibu hamil
Pelayanan kepada ibu hamil yang diberikan minggu III
berupa penimbangan berat badan, pengukuran LILA,
pemberian makanan tambahan (PMT) dan penyuluhan
individu. Dari 4 orang ibu hamil 3 orang telah melahirkan
dan terdapat 1 orang ibu hamil baru, jadi jumlah ibu hamil
pada minggu III adalah 2 orang. Hasil penimbangan berat
badan ibu hamil minggu III jika dibandingkan dengan hasil
penimbangan minggu II 100% ( 2 orang ) mengalami
peningkatan berat badan dan hasil pengukuran LILA yaitu
1 orang LILA < 23,5 dan 1 orang LILAnya < 23,5. Selain itu
ibu hamil yang hadir juga diberikan support agar makan
makanan yang bergizi dengan jumlah 1 kali lebih banyak
dari bisannya.
4. Penyuluhan tentang Rabies
Kegiatan penyuluhan diberikan oleh tenaga kesehatan
tentang penyakit rabies yang sedang mewabah akhir-akhir
ini.
5. Pemberian makanan tambahan
Pemberian makanan tambahan diberikan berupa makanan
lengkap seperti nasi putih, sayur cah buncis, telur pindang,
dan perkedel tempe dengan nilai gizi 640,5 kalori , 26.15
gr Protein. Bentuk makanan tambahan pada bayi di
bedakan dengan anak balita, ibu hamil dan Lansia, dimana
bayi diberikan bubur.
6. Pembagian paket bahan makanan mentah

Paket makanan mentah diberikan sama dengan minggu II


tetapi jenis sayuran dan kacang kacangan yang diberikan
berbeda. Paket yang diberikan adalah 14 paket.
7. Latihan lansia
Senam lansia dilaksanakan dengan prinsip prinsip senam
lansia yang dilakukan oleh 30 orang lansia dengan
bimbingan petugas kesehatan setiap 2 kali seminggu yaitu
hari senin dan jumat.
8. Pemeriksaan kesehatan lansia
Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dokter puskesmas
dengan hasil 100% lansia dinyatakan sehat.
9. Pembuatan Laporan
Pembuatan Laporan kegiatan dilaksanakan oleh kader dan
petugas kesehatan
d. KEGIATAN MINGGU IV ( 21-10-2009 S/D11-11-2009)
1. Penimbangan Balita dan Lansia
Hasil kegiatan penimbanagan Balita minggu IV jika
dibandingkan dengan hasil penimbangan balita minggu III
diperoleh hasil antara lain 34.48% ( 10 orang ) Balita yang
naik berat badannya dan 65.52% ( 19 orang ) yang turun /
tetap berat badannya. Sedangkan Lansia hasilnya
masihtetap dengan minggu sebelumnya. Lansia yang
status gizinya normal jika dibandingkan dengan IMT pada
pedoman umum gizi seimbang ( PUGS) tahun 2005
sebanyak 96.67% ( 29 orang )
2. Pelayanan kepada ibu hamil
Pelayanan kepada ibu hamil yang diberikan minggu IV
berupa penimbangan berat badan, pemberian makanan
tambahan
(PMT)
dan
penyuluhan
individu.
Hasil
penimbangan berat badan ibu hamil minggu IV jika
dibandingkan dengan hasil penimbangan minggu III 100% (
2 orang )
mengalami peningkatan berat badan selain itu ibu hamil
yang hadir juga diberikan support agar makan makanan
yang bergizi dengan jumlah 2 kali lebih banyak dari
biasanya.
3. Penyuluhan tentang pentingnya penggunaan garam
beryodium
Kegiatan penyuluhan diberikan oleh tenaga kesehatan
tentang pentingnya penggunaan garam beryodium.
4. Pemberian makanan tambahan
Pemberian makanan tambahan diberikan berupa makanan
lengkap yaitu nasi putih, sayur bening, ayam bb tomat,
dan pepes tahu serta dilengkapi dengan buah jeruk (726
kalori, 25,9 gr protein ). Bentuk makanan tambahan pada
bayi dibedakan dengan anak balita, ibu hamil dan Lansia,
dimana bayi diberikan bubur susu atau nasi tim.
5. Pembagian paket bahan makanan mentah

Paket makanan mentah diberikan tahap I tetapi sayuran


segar ditukar dengan sayuran lain dimana dibagikan 14
paket.
6. Latihan senam lansia
Senam lansia dilaksanakan dengan prinsip prinsip senam
lansia yang dilakukan oleh 30 orang lansia dengan
bimbingan petugas kesehatan
7. Pemeriksaan kesehatan lansia
Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dokter puskesmas
dengan hasil 100% lansia dinyatakan sehat
8. Pembuatan Laporan
Pembuatan laporan kegiatan dilaksanakan oleh kader dan
petugas kesehatan.
e. KEGIATAN MINGGU V (12-23 NOVEMBER 2009)
1. Penimbangan Balita dan Lansia
Hasil kegiatan penimbanagan Balita minggu V jika
dibandingkan dengan hasil penimbangan balita minggu IV
diperoleh hasil antara lain 6.9% ( 2 orang ) Balita yang naik
berat badannya dan 93.1% ( 19 orang ) yang turun / tetap
berat badannya. Sedangkan Lansia hasilnya masih tetap
dengan minggu sebelumnya. Lansia yang status gizinya
normal jika dibandingkan dengan IMT pada pedoman
umum gizi seimbang ( PUGS) tahun 2005 sebanyak 96.67%
( 29 orang )
2. Pelayanan kepada ibu hamil
Pelayanan kepada ibu hamil yang diberikan minggu V
berupa penimbangan berat badan, pemberian makanan
tambahan
(PMT)
dan
penyuluhan
individu.
Hasil
penimbangan berat badan ibu hamil minggu V jika
dibandingkan dengan hasil penimbangan minggu IV 100%
( 2 orang ) mengalami peningkatan berat badan serta pada
minggu ini sudah tidak ada lagi ibu hamil yang mengalami
KEK. Selain itu ibu hamil yang hadir juga diberikan support
agar makan makanan yang bergizi dengan jumlah 2 kali
lebih banyak dari biasanya.
3. Penyuluhan tentang Demam Berdarah (DBD)
Kegiatan penyuluhan diberikan oleh tenaga kesehatan
tentang pentingnya
penanggulangan DBD dengan
pemberantasan sarang nyamuk.
4. Pemberian makanan tambahan
Pemberian makanan tambahan diberikan berupa makanan
lengkap yaitu nasi putih, telur mata sapi, perkedel tahu,cah
kangkung dan buah pisang, (726 kalori, 25,9 gr protein ).
Bentuk makanan tambahan pada bayi dibedakan dengan
anak balita, ibu hamil dan Lansia, dimana bayi diberikan
bubur susu atau nasi tim.
5. Pembagian paket bahan makanan mentah

Paket makanan mentah diberikan tahap I tetapi sayuran


segar ditukar dengan sayuran lain dimana dibagikan 14
paket.
6. Latihan senam lansia
Senam lansia dilaksanakan dengan prinsip prinsip senam
lansia yang dilakukan oleh 30 orang lansia dengan
bimbingan petugas kesehatan
7. Pemeriksaan kesehatan lansia
Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dokter puskesmas
dengan hasil
100% lansia dinyatakan sehat
8. Pembuatan Laporan
Pembuatan laporan kegiatan dilaksanakan oleh kader dan
petugas kesehatan.
F. KEGIATAN MINGGU VI (24-11-2009 S/D 6-12-2009)
1. Penimbangan Balita dan Lansia
Hasil kegiatan penimbanagan Balita minggu VI jika
dibandingkan dengan hasil penimbangan balita minggu V
diperoleh hasil antara lain 79.31% ( 23 orang ) Balita yang
naik berat badannya dan 20.69% ( 6 orang ) yang turun /
tetap berat badannya. Sedangkan Lansia hasilnya masih
tetap dengan minggu sebelumnya. Lansia yang status
gizinya normal jika dibandingkan dengan IMT pada
pedoman umum gizi seimbang ( PUGS) tahun 2005
sebanyak 96.67% ( 29 orang )
2. Pelayanan kepada ibu hamil
Pelayanan kepada ibu hamil yang diberikan minggu VI
berupa penimbangan berat badan, pemberian makanan
tambahan
(PMT)
dan
penyuluhan
individu.
Hasil
penimbangan berat badan ibu hamil minggu VI jika
dibandingkan dengan hasil penimbangan minggu V 100% (
2 orang ) mengalami peningkatan berat badan serta pada
minggu ini sudah tidak ada lagi ibu hamil yang mengalami
KEK. Selain itu ibu hamil yang hadir juga diberikan support
agar makan makanan yang bergizi dengan jumlah 2 kali
lebih banyak dari biasanya.
3. Penyuluhan tentang pemamfaatan pekarangan
Kegiatan penyuluhan diberikan oleh tenaga kesehatan
tentang pentingnya pemamfaatan pekarangan sehingga
dapat menunjang gizi dan kesehatan keluarga seperti
dapur hidup dan apotik hidup.
4. Pemberian makanan tambahan
Pemberian makanan tambahan diberikan berupa bubur
kacang hijau. Bentuk makanan tambahan pada bayi
dibedakan dengan anak balita, ibu hamil dan Lansia,
dimana bayi diberikan bubur susu atau nasi tim.
5. Pembagian paket bahan makanan mentah
Paket makanan mentah diberikan tahap I tetapi sayuran
segar ditukar dengan sayuran lain dimana dibagikan 14
paket.

6. Latihan senam lansia


Senam lansia dilaksanakan dengan prinsip prinsip senam
lansia yang dilakukan oleh 30 orang lansia dengan
bimbingan petugas kesehatan
7. Pemeriksaan kesehatan lansia
Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dokter puskesmas
dengan hasil 100% lansia dinyatakan sehat
8. Pembuatan Laporan
Pembuatan laporan kegiatan dilaksanakan oleh kader dan
petugas kesehatan.

IX.

KESIMPULAN DAN SARAN


A. KESIMPULAN
Kegiatan Posyandu Paripurnaberpengaruh positif pada tingkat
partisipasi masyarakat Banjar Penida terhadap Posyandu dan
terhadap ststus gizi sasaran posyandu terutama Balita, ibu hamil
dan lansia.
B. SARAN
a. Kepada pengambil keputusan
Pelaksanaan Posyandu Paripurna agar dilaksanakan juga pada
Posyandu yang lainnya.
b. Agar pemberian paket makanan tambahan disesuaikan
dengan kondisi dan kebutuhan balita/ lansia/ bumil.
c. Kepada Masyarakat
1. Partisipasi masyarakat tetap dipertahankan walaupun
Posyandu paripurna dilaksanakan secara swadaya.
2. Pola makan tambahan bagi Balita, Ibu Hamil dan Lansia
dilanjutkan secara rutin oleh keluarga masing-masing di
tingkat rumah tangga secara swadaya.

X.

PENUTUP
Demikian Laporan pelaksanaan Posyandu Paripurna Balita dan
Lansia ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mengetahui,
2010

Gianyar,

Januari

Kepala UPT Kesmas Sukawati I


Laporan

Yang

Dr. Kadek Pramesti Dewi


Kusmirawati

Ni

NIP. 140 249 467


2 008

membuat

Nym

Kadik

NIP. 19831225 200501

DATA DASAR POSYANDU


1. Nama Posyandu
Banjar
Desa
Kecamatan
Kabupaten
2. Jumlah Penduduk
3. Jumlah KK
4. Jumlah WUS
5. Jumlah PUS
6. Jumlah PUS Ikut KB
7. Jumlah Ibu Hamil
8. Jumlah bayi 0-11 bln
9. Jumlah Anak Balita 1-5 tahun
10. Jumlah Lansia
11. Jumlah Akseptor KB
- IUD
- Implant
- MO
12. Jumlah Kader Posyandu

: Penida
: Penida
: Batuan
: Sukawati
: Gianyar
: Jiwa
: KK
: Orang
: PUS
: PUS
: 4 Orang
: orang
: 29 orang
: 30 orang
:
:orang
:orang
: orang
: 5 orang