Anda di halaman 1dari 4

1. Teknik pembuatan mahkota metal porselen. 2.

Perbandingan tingkat frekuensi terjadinya impaksi gigi molar tiga rahang bawah pada suku bugis dan toraja. 3. Efektifitas enameloplasti pada penutupan fisura. 4. Prosedur pembuatan pola malam pada restorasi inlay. 5. Pengaruh pengunyahan makanan terhadap perubahan volume & ph saliva pada anak non karies 6. Pengaruh rokok terhadap kekerasaan mikro dentin dan email. 7. Pengaruh ekspansi bahan tanam tuang terhadap hasil casting. 8. Frekuensi karies insisisvuas sentralis dan lateralis rahang atas dan lateralis rahang atas pada siswa kelas 6 pada 4 SD di Makassar 9. Perbedaan frekuensi karies M1 dan M2 pada siswa kelas 5 dan 6 yang berlokasi di tengah dan di pinggir kotamadya Makassar 10. Insiden lesi karies kelas 5 pada supir angkutan trayek Cendrawasih di Makassar tahun 2006 11. Prosedur pembuatan restorasi inlay tuang emas 12. Pengaruh mengkonsumsi permen yang mengandung Asesulfam-k terhadap jumlah koloni bakteri S. Mutans pada saliva 13. Pengaruh menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung xylitol terhadap jumlah koloni bakteri S. Mutans pada saliva. 14. Pengaruh penyakit sistemik terhadap terjadinya kelahiran premature dan BBLR 15. Pengaruh penyakit periodontal terhadap kehamilan 16. Pengaruh umur ibu terhadap terjadinya kelahiran bayi premature dan BBLR 17. Pengaruh status gizi terhadap terjadinya kelahiran bayi BBLR dan bayi premature. 18. Fakto-faktor yang mempengaruhi kelahiran BBLR dan premature. 19. Persentase perawatan restorasi mahkota pasak gigi insisivus RA setelah perawatan endodontic pengunjung Bag. Konservasi FKG UNHAS 2003-2005 20. Analisis tingkat keberadaan Candida albicans rongga mulut orang dewasa. 21. Frekuensi karies gigi anterior siswa SD kelas 5 dan 6 di Makassar 22. Frekuensi DM F T pada siswa SLB tuna rungu umur 9-12 tahun di Makassar 23. Efektifitas obat-obat SA terhadap bakteri Enterococcus faecalis (penelitian in vitro) 24. Efektifitas obat-obat SA terhadap jamur Candida Albicans (penelitian in vitro) 25. Laser sebagai pengganti light curing pada restorasi komposit resin 26. Daya hambat irigasi NaOCl 2,5%, klorheksidin 0,2 % dan kombinasi keduanya terhadap Enterococcus facialis dan Candida albicans. 27. Restorasi estetik pada lesi servikal non karies. 28. Perbandingan jumlah perawatan endodontic pada gigi molarrahang atas dan rahang bawah pengunjung bagian konservasi poliklinik FKG unhas tahun 2003 2006 29. Apikoektomi dalam bedah endodontic. 30. Pengaruh ekstrak etanol propolis (EEP) terhadap pertumbuhan enterococus facealis (penelitian invitro) 31. Hubungan antara jenis bakteri aerob pada saliva penderita retardasi metal dengan DMF-T 32. Diskolorisasi pada gigi 33. Pengaruh umur ibu terhadap terjadinya kelahiran bayi premature dan BBLR

34. Efektivitas semen saluran akar terhadap bakteri Enterococcus facialis (in vitro). 35. Identifikasi bakteri anaerob pada karies media dan profunda tanpa perforasi. 36. Pengaruh larutan irigasi EDTA, H202, NaOCl dan klorheksidin terhadap pertumbuhan Enterococcus facialis (penelitian in vitro). 37. Frekuensi karies terhadap permukaan labial pada pasien yang memakai bracket (penelitian observasi analitik pada pasien orthodontic). 38. Daya tahan restorasi mahkota pasak pada gigi anterior. 39. Hubungan factor social ekonomi dengan status karies gigi siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Negeri Mangkura 2 dan SDN Baraya 1 40. Pengaruh minyak kayu manis Cinamomum burmanni terhadap pertumbuhan bakteri S. Mutans (penelitian in vitro). 41. Semen saluran akar 42. Efektifitas mengkonsumsi permen yang mengandung sorbitol dalam menghambat terbentuknyaplak 43. Daya hambat ekstrak minyak atsiri kayu manis ( Cinamomum burmami) terhadap bakteri yang ditemukan pada karies. 44. Efektivitas penggunaan pasta gigi dengan kandungan Xylitol terhadap penurunan jumlah plak. 45. Perawatan endodontic dengan beberapa teknik. 46. Efektifitas antibakteri essensial oil sereh wangi (cymbogum burmanii) terhadap pertumbuhan bakteri yang ditemukan pada karies. 47. Penggunaan antibiotic pada perawatan endodontic. 48. Pengaruh ekstrak kismis terhadap pertumbuhan bakteri S. mutans (penelitian in vitro). 49. Efek konsumsi minuman Yogurt terhadap PH saliva. 50. Resin komposit nano filler 51. Uji kelarutan tumpatan sementara cavit dalam rendaman saliva buatan ber PH 4,6,8 52. Perbedaan pengaruh larutan irigasi dari sediaan ekstrak buah lerak dengan kombinasi NaOCl 3% dan EDTA 10% terhadap kekerasan dentin di sekitar SA. 53. Pengaruh jeruk nipis terhadap indeks stain tembakau (uji in vitro). 54. Aktivitas anti bakteri ekstra jahe terhadap (Zinfiber officinate 55. Uji daya anti bakteri ekstrak lengkuas terhadap pertumbuhan S. Mutans (in vitro) 56. Prevalensi penyebab mengunyah pada sisi rahang 57. Dampak mengunyah pada satu sisi rahang 58. Konsentrasi hambat minuman ekstra gambir (uncaria gambir) terhadap Enterococcus facialis. 59. Daya hambat ekstrak daun kemangi (ocinum sanctum) terhadap S. Mutans dan Enterococcus facialis 60. Hubungan antara menyiri dengan status DMF-T di masyarakat Toraja 61. Efektivitas larutan air garam terhadap pertumbuhan S. Mutans 62. Prevalensi karies gigi pada ibu hamil di kabupaten maros. 63. Tingkat kebutuhan perawatan restorasi pada ibu hamil di maros 64. Efektivitas antibakteri apel varietas malang terhadap pertumbuhan bakteri laktobacilus 65. Karakteristik karies gigi permanen pasien yang berobat di UPF Gigi dan Mulut RSUP 66. Macam-macam pasak yang di gunakan pada gigi anterior pasca perawatan endodontic

67. Efektifitas ekstrak gambir sebagai alternative bahan irigasi SA terhadap bakteri Enterococcus facialis pada konsentrasi dan waktu kontak yang berbeda 68. Pengaruh ekstrak gambir sbg alternative bahan irigasi SA pada gigi nekrosis 69. Pebedaan dua bahan GI terhadap kebocoran tepi pada restorasi Kelas II yang open sandwich 70. Efektifitas kitosan terhadap bakteri E. Facialis terhadap alternative bahan irigasi SA 71. Perbandingan efektivitas buah mahkota dewa dengan larutan NaOCl terhadap E. Facialis 72. Identifikasi bakteri pada SA gigi nekrosis 73. Identifikasi bakteri pada saluran akar gigi dengan periodontitis apikalis kronis 74. Efek larutan tuak terhadap kekasaran permukaan email gigi manusia

\ \ \ \ ]\