Anda di halaman 1dari 14

5/14/2013

ASPEK EKONOMI
(Lecture-10)
Eko Nursubiyantoro TI UPNVYK

Analisis Ekonomi akan menilai apakah suatu proyek menguntungkan (memberikan NPV positif) atau justru akan membebani perekonomian nasional. nasional. Contoh : Proyek pembangunan Airport baru memberikan dampak ekternalities yang menguntungkan karena timbulnya kegiatan ekonomi disekitarnya.

5/14/2013

ASPEK EKONOMI
Analisis Ekonomi suatu proyek tidak hanya memperhatikan manfaat yang dinikmati dan pengorbanan yang ditanggung perusahaan, tetapi oleh semua pihak dalam perekonomian perekonomian. .
Analisis yang hanya membatasi manfaat dan pengorbanan dari sudut pandang perusahaan, disebut analisis keuangan atau finansial finansial. .

AlasanAlasan -alasan analisis ekonomi 1. Ketidak sempurnaan pasar


Contoh : Distorsi yang timbul karena peraturan pemerintah Pengendalian harga (termasuk suku bunga kredit) Proteksi Kedudukan monopoli

5/14/2013

2. Pajak dan subsidi


Pajak berarti pendistribusian sebagian kekayaan konsumen atau perusahaan. perusahaan . Pajak penghasilan mengurangi profitabilitas proyek dimata perusahaan, tetapi meningkatkan kekayaan pemerintah. pemerintah .

3. Konsep consumers producers surplus surplus. .

surplus

dan

Pada saat penambahan supply karena suatu proyek, mungkin dapat menurunkan harga. harga. Apabila terjadi kenaikan demand karena suatu proyek, akan terjadi kenaikan harga. harga.

5/14/2013

Analisis SCBA (Social cost and benefits analysis)


a. Masalah externalities. Karakteristik : - Tidak diciptakan dengan sengaja, tetapi akibat kegiatan ekonomi yang sah. sah. - Diluar kendali yang kena dampaknya. dampaknya. - Ekternality tidak diperdagangkan b. Perhatian terhadap pendistribusian penghasilan yang lebih merata merata. .

c. Perhatian akan peningkatan savings yang diharapkan akan meningkatkan investasi. investasi. d. Pertimbangan akan merit wants wants. . Dimata masyarakat sebuah proyek diperlukan dari pada proyek yang lain lain. .

lebih

Contoh : proyek yang menghasilkan makanan bayi dinilai mempunyai merit lebih tinggi daripada pabrik yang menghasilkan minuman keras. keras.

5/14/2013

Konsep consumer producer surplus surplus. .

surplus

dan

Konsep ini berkaitan dengan konsep consumers willingnes to pay yang berguna untuk menghitung harga yang relevan pada analisis ekonomi. ekonomi.
Garis D menunjukkan kurva permintaan dan S menunjukkan kurva penawaran. penawaran . Titik E menunjukkan titik ekuilibrium, OQ menunjukkan kuantitas yang dibeli dan OP menunjukkan harga per unit yang dibayar konsumen. konsumen .

Penerapan konsep customer surplus untuk analisa ekonomi.


Harga S

30 20

Misal fungsi permintaan produk adalah : Q = 90 3P fungsi penawaran Q = - 7,5 + 1,876P


D

Maka dapat dihitung : Qekuilibrium = 30 unit Pekuilibrium = Rp 20 20, ,-

30

Kuantitas

5/14/2013

Harga S

30 20 18

D 4

Sekarang misalkan proyek menambah supply sebesar 10 unit, sehingga kurva penawaran akan bergeser kekanan yang menyebabkan harga akan turun. turun. Pergeseran kurva penawaran tersebut ditunjukkan dengan kurva penawaran yang baru DS :

Q3 30

Q2 Q1 Kuantitas

Persamaan kurva penawaran yang lama dapat ditulis : P = 4 + (16 16/ /30 30) )Q Kurva penawaran baru masih memiliki slope yang sama yaitu (16 16/ /30 30), ), sehingga persamaan penawaran yang baru dapat dituliskan dituliskan: :

P = a + (16 16/ /30 30) )Q 20 = a + (16 16/ /30 30) ) 40 a = - (4/3)

dengan Q = 40 40, , dan P = 20

Dengan demikian persamaan yang baru adalah : P = -(4/3) + (16 16/ /30 30) )Q Sehingga terbentuk harga dan kuantitas ekuilibrium yg baru : Qekuilibrium = 36 36, , 15 unit (Q2 (Q2) Pekuilibrium = Rp 18 18, ,Dengan penambahan supply sebesar 10 unit, unit, mengakibatkan pengurangan produksi karena penurunan harga harga. . Jumlah unit yang dihasilkan dalam perekonomian sebesar 36 36, ,15 unit bukan sebesar 40 unit unit. . Harga baru yang terbentuk adalah Rp 18 18, ,-.

5/14/2013

Revenue bagi produsen baru yang diterima adalah : 10 x Rp 18 18, ,- = Rp 180, 180,Revenue bagi konsumen yang diterima karena membeli produk dengan harga Rp 18 18, ,- dan bukan Rp 20 20, ,-. Nilai consumer surplusnya adalah : [(20 [(20-18 18)/ )/2 2] x 10 = Rp 10 10, ,sehingga manfaat yang diterima oleh perekonomian adalah : Rp 180, 180,- + Rp 10 10, ,- = Rp 190, 190,Contoh diatas menunjukkan bahwa adanya manfaat dari konsumen membuat manfaat bagi perekonomian lebih besar dibandingkan dengan manfaat bagi perusahaan perusahaan. .

Pendekatan analisis ekonomi


Mendasarkan pada pendekatan UNIDO Guide to practical project appraisal appraisal. .
Yaitu memulai analisis profitabilitas finansial berdasarkan atas harga pasar (NPV sudut pandang perusahaan), kemudian dilakukan penyesuaian untuk mengestimasi manfaat bersih proyek sesuai dengan harga ekonomi. ekonomi. Harga ekonomi adalah harga tanpa distorsi apapun, yang disebut cost. . juga sebagai Shadow price atau opportunity cost

5/14/2013

Contoh analisis ekonomi 1. Proyek investasi direncanakan menghasilkan 1.000. 000.000 unit produk pertahun, akibat penambahan supply maka harga produk diperkirakan turun dari Rp 600 menjadi Rp 500 per unit unit. . 2. Biaya bahan baku Rp 50 juta pertahun, 40 40% % nilai bahan baku diimpor dengan tarif pajak impor 20 20% %. 3. Tenaga terlatih dibayar Rp 50 juta pertahun dengan taksiran tenaga terlatih underpaid 50% 50%. 4. Tenaga tak terlatih dibayar juga Rp 50 juta pertahun, dengan opportunity cost 62 62, ,5% dari upah yang diterima diterima. . 5. Aktiva tetap disusut 10 10% % tanpa nilai sisa, nilai aktiva tetap Rp 500 juta. juta . Mesin senilai Rp 200 juta diimpor dengan bea masuk 10 10% %, tanah tidak disusutdibeli dengan harga Rp 80 juta dan diperkirakan bisa dijual dengan harga Rp 140 juta. juta. 6. Kredit yang diterima Rp 250 juta dengan suku bunga 20 20% %. 7. BiayaBiaya-biaya lain sebesar Rp 60 juta pertahun pertahun. . 8. Pajak penghasilan yang dibayar perusahaan dengan tarif 25 25% %.

Sesuai informasi diatas maka dapat operational cash flow (dari sisi perusahaan) :
Penghasilan BiayaBiaya -biaya : Bahan baku Tenaga kerja - Terlatih - tidak terlatih Penyusutan Biaya lain Jumlah biaya Laba operasi Bunga Laba sebelum pajak Pajak (= 25 25% %) Laba setelah pajak Rp Rp 150 150, ,0 juta Rp Rp Rp Rp 50, 50,0 juta 50, 50,0 juta 50, 50,0 juta 60 60, ,0 juta Rp Rp Rp Rp Rp Rp 360, 360,0 juta 140 140, ,0 juta 50, 50,0 juta 90 90, ,0 juta 22 22, ,5 juta 67, 67,5 juta 500 500, ,0 juta

ditaksir

5/14/2013

operational cash flow

= 67, 67,5 + 50 + 50 (1-0,25 25) ) = Rp 155, 155,0 juta

Penyesuaian untuk analisa ekonomi (dlm jutaan rupiah) rupiah): :


Penghasilan Rp 500 500, ,0 Customers surplus Rp 50, 50,0 BiayaBiaya -biaya : Bahan baku Rp 150 150, ,0 Bea impor Rp 10 10, ,0 Tenaga kerja - Terlatih Rp 50, 50,0 underpaid Rp 25 25, ,0 - tidak terlatih opportunity cost 62 62, ,5% Penyusutan Lainnya Jumlah biaya Rp 550, 550,0 1)

Rp 140, 140,0 2)

Rp 75, 75,0 3) Rp 31 31, ,25 4) Rp 48, 48,20 5) Rp 60 60, ,0 Rp 354, 354,45

Laba operasi Bunga Laba sebelum pajak Pajak Laba setelah pajak

Rp 195, 195,55 Rp 60 60, ,00 Rp 135 135, ,55 ------- 6) Rp 135 135, ,55

operational cash flow ekonominya = 135 135, ,55+ 55+ 48, 48,20 + 60 60, ,00 = Rp 243 243, ,75

5/14/2013

Keterangan
1). Consumer Surplus = [(600-500)/2] x 1.000.000 = Rp 50 juta

2). Harga bahan baku yang diimpor adalah 40% x Rp 150 juta = Rp 60 juta dalam harga ini sudah termasuk bea masuk sebesar 20 %, dengan demikian shadow price adalah : [60/(1+0,2)] = Rp 50 juta Bea impornya = Rp 60 juta Rp 50 juta = Rp 10 juta 3). Tenaga kerja terlatih dibayar terlalu murah 50%, berarti shadow price adalah : Rp 50 juta + Rp 25 juta = Rp 75 juta 4). Shadow price tenaga kerja tidak terlatih adalah : Rp 50 juta x 62,5% = Rp 31,25 juta

5). Shadow price aktiva tetap yang diimpor adalah : [200/(1+0,1)] = Rp 182 juta Dengan demikian, penyusutan per tahun (300 + 182) x 10% = Rp 48,2 juta 6). Pajak tidak perlu diperhatikan karena hanya merupakan transfer dari pengusaha ke pemerintah.

10

5/14/2013

MANFAAT EKONOMI DAN SOSIAL Manfaat Sekunder suatu proyek yang sulit diukur dalam satuan moneter : 1. 2. 3. 4. Meningkatnya tingkat konsumsi Membantu proses pemerataan pendapatan Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Mengurangi ketergantungan (menambah swadaya negara) 5. Mengurangi pengangguran (menambah kesempatan kerja) 6. Manfaat sosial budaya dan lainlain-lain

Analisis Break Event Point (BEP)


Break Event Point merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisa alternatif pemilihan lokasi pabrik yang optimum. Break Event Point adalah titik dimana Total Pendapatan sama dengan Total Biaya Biaya. . Bilamana : TC > TR Rugi (loss) TC < TR Untung (Pro Profit fit)

LangkahLangkah -langkah :
o Tentukan semua biaya yang berkaitan dengan alternatif lokasi yang dijadikan nominasi baik berupa biaya tetap maupun biaya variabel.

11

5/14/2013

o Buat dalam bentuk grafis semua data biaya yang telah dikumpulkan pada langkah 1 menggunakan gambar dua dimensi dengan biaya pada sumbu vertikal (Sumbu y) dan volume pada sumbu horizontal (sumbu x). o Pilih lokasi yang memiliki biaya total paling rendah untuk jumlah produksi yang diharapkan.

Contoh :
Sebuah perusahaan yang memproduksi suatu barang mempertimbangkan tiga lokasi untuk didirikan pabrik baru. Studi yang telah dilakukan menghasilkan data sebagai berikut : Harga jual produk = Rp 120.000,jumlah produksi paling ekonomis = 2.000 unit per tahun.

Lokasi

Biaya Tetap F

Biaya Variabel/ Unit V Rp 75.000 Rp 45.000 Rp 25.000

Biaya Total TC = F+V 30 jt + (75.000x2000) = Rp 180.000.000 60 jt + (45.000x2000) = Rp 150.000.000 110 jt + (25.000x2000) = Rp 160.000.000

X Y Z

Rp 30.000.000 Rp 60.000.000 Rp 110.000.000

12

5/14/2013

Perhitungan BEP dapat dilakukan dengan dua cara :


o Atas dasar Unit o Atas dasar Penjualan dlm satuan mata uang Persamaan BEP : BEP = __FC__ ; BEP = __ FC P - VC 1 (TV/TP) dengan : P = harga jual perunit V = Biaya variabel perunit FC= Biaya tetap TV = Total Biaya Variabel TP = Total Penjualan

VC Biaya TC

Titik BEP

Daerah Laba Daerah Rugi

FC

Volume

13

5/14/2013

Biaya Tetap Lokasi F X Y Z Rp 30.000.000 Rp 60.000.000 Rp 110.000.000

Biaya Variabel/ Unit V Rp 75.000 Rp 45.000 Rp 25.000

Biaya Total TC = F+V Rp 180.000.000 Rp 150.000.000 Rp 160.000.000

Penjualan TP= P*Q Rp 240.000.000 Rp 240.000.000 Rp 240.000.000

Break Event Point Lokasi Unit X Y Z 667 800 1158 Rupiah Rp 80.000.000 Rp 96.000.000 Rp 138.947.368

14