Anda di halaman 1dari 8

`

Plankton adalah makhluk ( tumbuhan atau hewan ) yang hidupnya mengapung, mengambang, atau melayang didalam air yang kemampuan renangnya terbatas sehingga mudah terbawa arus. Plankton juga adalah organisme mikroskopis yang berada di permukaan perairan dan berfungsi sebagai produsen utama ekosistem perairan. Terdiri dari zooplankton dan fitoplankton. Plankton juga memilki peranan penting baik di bidang perairan maunpun non perairan, seperti :

A. Peranan Positif Plankton dalam Bidang Perairan Sebagai sumber makanan utama bagi ikan Baik fitoplankton maupun zooplankton merupakan sumber makanan utama ikan dan organisme lain yang tinggal diperairan. yang bersifat alami karena. Plankton merupakan salah satu komponen utama dalam system rantai makanan (food cain) dan jarring makanan (food web). Mereka menjadi pakan bagi sejumlah konsumen dalam system rantai makanan. Mereka tergolong pakan yang memiliki nilai gizi yang tinggi, memiliki bentuk dan ukuran yang sesuai dengan mulut ikan dank oral, isi selnya padat, dinding selnya tipis, serta tidak beracun dan tidak mengandung zat kimia yang berbahaya. Plankton juga mempunyai kemampuan berkembang biak dengan cepat, dan dapat dengan mudah dibudidayakan secara masal. Sebagai penyedia oksigen terpenting di perairan. Bagian ini merupakan tugas utama fitoplankton, penyuplaian oksigen keperairan dilakukan fitoplankton dengan memberikan hasil fotosintesis-nya keperairan sebagaimna reaksi berikut : 6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2 (reaksi fotosintesis) Sebagai indikator kesuburan perairan

Hal ini, dapat dilihat dari jumlah kepadatan plankton di perairan tersebut. Fitoplankton sebagai tumbuhan yang mengandung pigmen klorofil mampu melaksanakan reaksi fotosintesis di mana air dan karbon dioksida dengan adanya sinar surya dan garam-garam hara dapat menghasilkan senyawa organik seperti karbohidrat. Karena kemampuan membentuk zat organik dari zat anorganik maka fitoplankton disebut sebagai produsen primer (primary producer). Fitoplankton sebagai produser primer merupakan pangkal rantai pakan dan merupakan fondamen yang mendukung kehidupan seluruh biota laut lainnya. Atau dengan kata lain dapat disebutkan bahwa perairan yang produktivitas primer fitoplanktonnya tinggi akan mempunyai potensi sumberdaya hayati yang besar pula. Fitoplankton yang subur umumnya terdapat di perairan sekitar muara sungai atau di perairan sekitar muara sungai atau di perairan lepas pantai di mana terjadi air naik (upwelling). Di kedua lokasi itu terjadi proses penyuburan karena masuknya zat hara ke dalam lingkungan tersebut. Di depan muara sungai banyak zat hara datang dari daratan dan dialirkan oleh sungai ke laut, sedangkan daerah air naik zat hara yang kaya terangkat dari lapisan lebih dalam ke arah permukaan. Intinya jika jumlah kepadatan plankton pada suatu perairan tinggi, maka dapat disimpulkan bahwa produktifitasnya tinggi dan sebaliknya. Sebagai bioremediasi

Dalam hal ini, plankton dijadikan sebagai pengurai zat-zat kimia berbahaya yang terdapat pada perairan yang tercemar. plankton tertentu

memiliki sifat mampu mengakumulasi polutan yang ada di lingkungan. Polutan yang ada di lingkungan diakumulasioleh plankton membentuk senyawa toksin menjadi tidak toksin. Peristiwa tersebut dinamakan dengan bioremediasi. Jadi, bioremediasi merupakan suatu mekanisme untuk mengubah suatu polutan berbahaya dari lingkungan menjadi tidak berbahaya dengan bantuan organisme hidup.Tetapi, kadar polutan yang diserap kadar ppm menjadi lebih tinggi di dalam tubuh plankton itu sendiri. Hal tersebut yang menjadikan tema paper saya mengenai fitoplankton yang berfungsi sebagai agen akumulator polutan, tetapi fitoplankton juga berperan produsen penting dalam rantai makanan.Fitoplankton tersebut sebagian besar adalah kelompok Cyanobacteria, seperti Oscillatoria sp, Synechococcus sp, Nodularia sp, Nostoc sp dan Cyanothece sp. yang mampu mendegradasi logam tercemar yang terdapat dalam suatu perairan, sehingga dapat dijadikan pengendalian polusi. Penggunaan Cyanobacteria telah digunakan secara besar- besaran oleh berbagai pihak pelaku industri untuk remediasi lingkungan yang tercemar Sebagai Indikator Penyebaran Paus

Plankton dan Paus mempunyai kolerasi yang saling berhubungan, karena makanan utama paus ialah plankton. Jadi jika ingin melakukan penelitian tentang sebaran paus, Kita hanya mengamati

sebaran plankton dimana, maka dengan sendirinya akan ada populasi paus disana.

B. Peranan Positif Plankton dalam Bidang Non-Perairan Sebagai bahan bangunan Dalam bidang non-perairan ini, plankton dari jenis diatome mengandung zat perekat atau silikat (SiO 2 dan SiO3) yang dapat digunakan sebagai bahan pengeras dalam industri. Sebagai bahan pembuat gelas ( kaca ) Plankton bisa dijadikan sebagai bahan untuk membuat kaca. Jenis plankton ini adalah diatom, diatom dijuluki sebagai jewel of the sea karena selain kehadirannya yang sangat umum, kerangka dinding selnya mengandung silica, bahan yang penting digunakan untuk membuat kaca atau gelas. (plankton laut, Nontji 2002)

gelas kaca Sebagai sumber protein tinggi ( Spirulina sp ) Spirulina adalah sejenis rumput air (algae atau ganggang biru hijau) bersel satu yang tidak mempunyai dinding sel dan berbentuk seperti lingkaran (spiral). Spirulina pertama kali ditemukan di Mexico dan Afrika Tengah yang merupakan tumbuhan purba yang paling kaya dengan nutrisi (Mas, S.P. 2010).

Spirulina sp

mengandung berbagai macam zat yang baik

digunakan bagi kesehatan seperti, Asam Amino (mengatasi radang liver dan memulihkan cidera sel), klorofil (pembersih darah, usus besar dan jaringan ikat), Kromium Organik (Untuk metabolisme glukosa, memperbaiki stamina penderita diabetes), B12 dan Asam Folik (Untuk produksi sel-sel imunitas baru dalam tempo singkat untuk menghadapi sel-sel musuh), dan Phycocyanin (Pigmen berwarna biru. Zat anti-oksidan yang sangat bagus dan berfungsi sebagai pelindung hati dan ginjal). Sebagai antibiotic

antibiotic

Sebagai alat gosok dan bahan peledak Radiolaria yang mati akan mengendap yang disebut lumpur radiolarian yang digunakan sebagai bahan alat penggosok serta bahan peledak.

Plankton dapat berperan sebagai peneduh untuk tambak , sehingga udang yang hidup didalamnya dapat merasa aman dari sifat kanibal yang dimiliki oleh sesamanya.

Selain memiliki peranan penting dalam bidang perairan maupun non perairan, plankton juga memiliki peranan negative yang merugikan bagi perairan maupun manusia.

C. Peranan Negatif Plankton

Gejala keracunan Diarrhetic Shullfish Poisioning ( DSP ) yang menimbulkan daire, yang disebabkan oleh fitoplankton jenis Dinophysis sp

Dinophysis sp

Ledakan populasi dari Euglena sp menyebabkan air kolam menjadi berwarna hijau, hal ini disebabkan pigmen hijau pada plankton jenis ini dengan jumlah yang banyak.

Euglena sp

Red tide dimana permukaan laut agak berwarna

merah karena

adanya blooming. Ledakan fitoplankton yang tiba-tiba (blooming) dari salah satu jenis fitoplankton bersel tunggal kelompok (dinoflagellata). Warna air dapat menjadi merah, coklat, kuning, biru, oranye, dan sebagainya. Terjadinya perubahan warna itu tergantung pada pigmen-pigmen yang dikandung oleh fito-plankton tersebut. Jenis fitoplankton yang berbeda akan mempunyai warna

pigmen yang berbeda pula. Jenis-jenis dinoflagellata pembentuk red tide mempunyai sifat khas yaitu di dalam tubuhnya mengandung klorofil yang dapat menghasilkan toksin dalam proses fotosintesis.

Ledakan populasi plankton bisa menyebabkan ribuan ikan mati. Hal ini dikarenakan populasi plankton yang sangat banyak ini menghabisi oksigen yang ada di air, akibatnya ikan-ikan mati karena kehabisan oksigen. Hal ini sudah terjadi di teluk lampung dan mengakibatkan banyak kerugian dalam bidang perikanan, akhirnya untuk sementara pembudidayaan ikan dihentikan.

Dalam jumlah banyak, bangkai plankton yang terdapat ditanah dasar tambak udang dapat menjadi pemicu terbentuknya zat zat beracun yang dapat membahayakan kelangsungan hidup udang seperti amoniak, nitrit dan H2S.

Fitoplankton yang dapat menghasilkan racun pada umumnya berasal dari kelompok Dinoflagellata. Di perairan Indonesia tercatat beberapa Gambar IG spesies untuk beracun, benink kista di antaranya, Pyrodinium dan Prorocentrurn bahamense var. compressum {Gambar I C bentuk sel vegetatif dan (cyst)} lima (Gainbar ID). Di samping itu ditemukan juga Alexandrium sp. dan Ostreopsis sp. (Gambar IE dan IF), namun belum diketahui apakah spesies-spesies ini merupakan Dinoflagellata beracun. Kasus kematian masal pada ikan dan Avertebrata yang disebabkan oleh jenis fitoplankton perusak dan penyumbat sistern pemafasan (rusaknya insang) sampai saat ini belum ditemukan di perairan Indonesia. Spesies-spesies dariChaetoceros yang ditemukan di beberapa lokasi masih dalam jumlah yang wajar.

DAFTAR PUSTAKA

Nontji, Anugrah. 2008. Plankton laut. LIPI Press : Jakarta http://www.infoagrobisnis.com/2009/05/baik-buruknya-pankton-bagi-udang.html www.oseanografi.lipi.go.id http://books.google.co.id http://ewinasis.blogspot.com/2012/06/plankton-mikroalga-beracun-diperairan.html http://d5d.org/peranan-protozoa#.UTwarRxTBKs