Anda di halaman 1dari 14

Refleks Achilles atau refleks ankle jerk adalah tes dengan memukul tendon Achilles oleh pemeriksa untuk

menguji reaksi refleks yang berhubungan dengan L5-S1. Reflex Achilles menurun menunjukkan bahwa terdapat gangguan pada lower motor neuron (LMN). Reflex Achilles menurun karena otot-otot yang membentuk tendo Achilles yakni m.triceps surae (m.gastrocnemius caput mediale, m.gastrocnemius caput laterale, m.soleus, dan m.plantaris)

mengalami gangguan akibat terjepitnya n.ischiadicus yang merupakan nervus yang mempersarafi otot tersebut. Dislokasi tendon bisep (biceps tendon dislocation) adalah dislokasi pada salah satu dari dua tendon bisep, yaitu tendon yang melekat pada rongga tulang belikat dan merentang melalui sendi bahu ke sulkus di sisi depan kepala tulang lengan atas (humerus). Tendon mengalami dislokasi ketika terkilir/ tergeser dari sulkusnya. Refleks trisep adalah pengujian untuk lesi di tingkat C6-C7 di mana pasien menekuk lengannya atau menempatkannya di pinggul. Tendon pendek di atas siku diperhatikan untuk respon refleks pada otot trisep. (<a href="http://kamuskesehatan.com/arti/refleks-trisep/">Refleks Trisep</a> )

TEORI SINGKAT

A.

Darah Darah terdiri dari atas sel-sel darah ( sel darah putih dan sel darah merah),

trombosit (keping darah), dan plasma darah. Lebih kurang 55% dari seluruh volume darah terdiri atas plasma darah. Sisanya, yaitu 45% terdiri atas sel-sel dan keping darah. Struktur dan komposisi darah 1. Plasma Darah Plasma darah adalah cairan darah yang berwarna kekuningan. Lebih kurang dari 92% dari plasma adalah air, sehingga sisanya berupa garam dan molekul organik. Bahan terlarut yang ada dalam plasma darah adalah protein plasma, garam-garam dalam, SO-24, gas-gas, bahan makanan, garam mineral, produk limbah, bahan pengatur. Bagian plasma darah yang berperan dalam pertahanan tubuh adalah serum. Serum mengandung beragam antibodi untuk melawan antigen. Misalnya, aglutinin untuk menggumpalkan antigen presipitin yang dapat mengendapkan antigen. 2. Sel-sel Darah Merah Sel darah merah (eritrosit) adalah bagian utama dari sel-sel darah. Ciri-ciri dari sel darah merah, anatar lain bentuknya melingkar, pipih, dan cakram bikonkaf; sel yang telah matang tidak mempunyai nukleus; berdiameter kurang dari 0,01 mm; dan elastis.hemoglobin adalah suatu protein yang mengandung senyawa besi hemin. Hemoglobin mempunyai daya ikat terhadap oksigen dan karbon dioksida dan berwarna merah. Sel-sel darah merah berasal dari sel darah induk dan diproduksi didalam sumsum tulang merah. Sel darah merah yang matang akan kehilangan nukleus dan memperoleh molekul Hb. Umur sel darah merah lebih kurang 120 hari. Setelah sel-sel tersebut usang

atau mati, kemudian dihancurkan didalam organ hati/limpa dan ditelan oleh makrofag. 3. Sel-sel Darah Putih Sel darah putih (leukosit) tidak berwarna, mempunyai nukleus, kehilangan Hb, bentuknya tidak beraturan, dapat bergerak, dan dapat merubah bentuk.perbandingan jumlah sel darah putih dengan sel darah merah adalah 1:700. Fungsi utama leukosit adalah memakan kuman penyakit atau benda asing lain yang masuk kedalam tubuh. Selain itu juga sebagai pengangkut zat lemak. Sel darah putih dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu granulosit yang mempunyai nukleus yang banyak dan bersifat fagosit. Dan agranulosit yang hanya mempunyai satu nukleus dan tidak seluruhnya bersifat fagosit. 4. Keping Darah Keping darah (trombosit) berbentuk tidak beraturan, berukuran kecil, tidak berwarna dan tidak berinti. Trombosit berfungsi untuk pembekuan darah. Keping darah berasal dari hasil fragmentasi sel megakariosit di sumsum tulang merah. Setiap hari tubuh manusia memproduksi rata-rata 200 miliar keping darah. Dalam darah terkandung 150-300 ribu per mm kubik.

Fungsi Darah 1. 2. 3. 4. 5. Pengangkut substansi yang diperlukan ke bagian-bagian tubuh Membunuh partikel asing secara fagositosis Memproduksi antibodi Menjaga tekanan osmotik Mengangkut sisa metabolisme ke organ-organ pengeluaran.

B.

Golongan darah Dr. Karl Landsteiner pada tahun 1900, memperkenalkan 4 macam

golongan darah yaitu A, B, AB, dan O. Pembagian tersebut berdasarkan ada tidaknya aglutinogen (antigen) zat yang digumpalkan dan aglutinin (antibodi) zat yang menggumpalkan. Berikut ini adalah tabel antigen dan antibodi yang terkandung pada tiap golongan darah.

Tabel 1.1 golongan darah sistem ABO

Golongan Darah A B AB O

Antigen A B A dan B Tidak ada

Antibodi Anti-B Anti-A Tidak ada Anti-A dan Anti-B

a.

Pembagian golongan darah menurut antigen yang dimiliki : Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya.

b.

Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya.

c.

Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.

d.

Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama Onegatif

Gambar 1.1 sampel darah. Pada tahun 1940, Dr. Karl menemukan penggolongan darah yang memanfaatkan faktor rhesus atau Rh. Nama ini diambil dari sampel monyet jenis Rhesus. Berdasarkan ada tidaknya antigen-Rh, maka golongan darah manusia dibedakan atas dua kelompok, yaitu: Rh-positif (Rh+) berarti darahnya memiliki antigen-Rh yang ditunjukkan dengan reaksi positif atau terjadi p;enggumpalan eritrosit pada waktu dilakukan tes dengan anti-Rh ( antibodi-Rh), sedangkan Rh-negatif (Rh-) berati darahnya tidak memiliki antigen-Rh yang ditunjukkan dengan reaksi negatif atau tidak terjadi penggumpalan saat dilakukan tes dengan anti-Rh. RhesusRh+ bersifat dominan, oleh karena itu Rh+ tidak boleh mendonorkan darahnya k tipe Rh- karena akan terjadi aglutinasi. Akan tetapi orang bergolongan darah Rh- boleh menyumbangkan darah ke orang bergolongan darah Rh+. Saat akan menikah sebaiknya kita perlu melakukan pemeriksaan antigen Rhesus dan memastikan Andadan pasangan memiliki antigen Rhesus yang sejenis. Hal ini penting diperhatikan karena jika tidak, kemungkinan keselamatan bayi Anda yang ke-dua akan maka

terancam

eritroblastolis fetalis (kematian janin di dalam kandungan ibunya). Eritroblastosis fetalis adalah kelainan darah yang berpotensi

mengancam nyawa pada janin atau bayi baru lahir. Kondisi ini berkembang pada bayi yang belum lahir ketika ibu dan bayi memiliki jenis darah yang berbeda (ibu rhesus positif, janin rhesus negatif). Sang ibu akan memproduksi zat antibodi yang akan menyerang sel darah merah bayi. Pada kehamilan pertama antibodi yang dibuat oleh ibu belum begitu banyak, sehingga anak

pertama akan selamat. Akan tetapi jika dalam kurang dari satu tahun ibu hamil anak yang kedua maka di dalam darah ibu masih cukup terdapat antibodi yang dihasilkan ketika mengandung anak yang pertama. Akibatnya janin kedua, sel darahnya akan segera diserang oleh antibodi tersebut dan mengakibatkan kematian janin. oleh karena itu jika terpaksanya menikah dengan pasangan yang berbeda rhesus sebaiknya diberikan jarak kehamilan pertama dan kedua sedikitnya 5 tahun agar darah ibu bersih dari antibodi yang dihasilkannya sendiri, sehingga janin akan selamat hingga dilahirkan. B. PEMBAHASAN

Membran sel darah merah manusia mengandung zat antigen A, atau antigen B atau keduanya atau tidak dua-duanya. Bila direksikan dengan anti bodi hemoglobin yang sesuai, akan mengaglutinasikan SDM tersebut. Reaksi ini dinamai reaksi aglutinasi langsung karena antigen yang diikat oleh antibody merupakan bagian integral dari SDM. System penggolongan ABO merupakan unsur penting dalam transfusi darah. Hal ini karena membran sel darah merah sebagian besar individu mengandung satu substansi golongan darah tipe A, B, AB dan O. Hasil dari sampel diatas pada gambar 1.2 menyatakan bahwa golongan darah dari sampel tersebut adalah B. Ini dapat terlihat pada anti B dan anti AB terjadi penggumpalan. Reaksi aglutinasi terjadi apabila terdapat gumpalan pada darah yang ditetesi serum antibodi anti A dan anti B serum. Apabila darah yang ditetesi serum antibodi anti A menggumpal maka golongan darahnya A, bila darah ditetesi antibodi anti A dan antibodi anti B, keduanya menggumpal maka golongan darahnya AB. Terjadi Aglutinasi karena Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan anti bodi yang terkandung darah tersebut yaitu : a. Golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A

dipermukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. b. Golongan darah B memiliki B pada permukaan pada sel arah merahnya

dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya.

c.

Golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B

serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. d. Golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi

antibodi terhadap antigen A dan B.

A.

KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat diisimpulkan bahwa: 1. Dinyatakan memiliki golongan darah A bila terjadi gumpalan pada darah

yang ditetesi serum antibodi anti A. 2. Dinyatakan memiliki golongan darah B bila terjadi gumpalan pada darah

yang ditetesi serum antibodi anti B. 3. Dinyatakan memiliki golongan darah AB bila terjadi gumpalan pada

darah yang ditetesi serum antibodi anti A dan B. 4. Dinyatakan memiliki golongan darah O bila terjadi gumpalan pada darah

yang ditetesi serum antibodi anti A ataupun

TEORI 1Tekanan darah

Tekanan darah adalah daya yang dihasilkan oleh darah terhadap setiap satuanluas dinding pembuluh (Guyton,2006 :172). Tekanan darah arteri rata rataadalah gaya utama yang mendorong darah ke jaringan. Tekanan ini harus diatur secara ketat karena dua alasan. Pertama, tekanan tersebut harus cukup tinggiuntuk menghasilkan gaya dorong yang cukup. Kedua, tekanan tidak boleh terlalut i n g g i , s e h i n g a m e n i m b u l k a n b e b a n k e r j a t a m b a h a n b a g i j a n t u n g d a n meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah serta kemungkinan rupturnya pembuluh-pembuluh halus F aktor Faktor Tekanan Darah1 . F a k t o r J e n i s K e l a m i n

Terdapat beberapa penelitian yang mengungkapkan perbedaan jenis kelamin berpengaruh terhadap kerja sistem kardioaskuler. Dibandingkan dengan laki-lakidengan usia yang sama, wanita premenopause memiliki massa ventriel kiri jantung yang lebih kecil terhadap body mass ratio , yang mungkin mencerminkan afterload jantung yang lebih rendah pada wanita. Hal ini mungkin akibat daritekanan darah arteri yang lebih rendah, kemampuan complince aorta yang lebih besar dan kemampuan peningkatan ini dianggap penginduksian berhubungan mekanisme dengan efek

vasodilatasi.Perbedaan

protektif estrogen danmungkin dapat menjelaskan mengapa pada wanita premenopause memilikir e s i k o l e b i h r e n d a h m e n d e r i t a p e n ya k i t k a r d i o v a s k u l a r . T e t a p i , s e t e l a h menopause perbedaan jenis kelamin tidak akan berpengaruh pada kemungkinanterderitanya penyakit

kardiovaskular. Hal ini mungkin disebabkan karena berkurangnya jumlah estrogen pada wanita yang sudah menopause

Faktor GravitasI Tekanan darah akan meningkat dengan 10 mmhg setiap 12 cm di bawah jantung karena pengaruh gravitasi. Di atas jantung, tekanan darah akan menurundengan jumlah yang sama. Jadi dalam keadaan berdiri, maka tekanan darahsistole adalah 210 mmHg di kaki tetapi hanya 90 mmHg di otak. Dalam keadaan berbaring kedua tekanan ini akan sama (Green, 2008 dalam Anggita, 2012).Tekanan darah dalam arteri pada orang dewasa dalam keadaan duduk atau posisi berbaring pada saat istirahat kira-kira 120/70 mmHg. Karena tekanandarah adalah akibat dari curah jantung dan resistensi perifer, maka tekanan darahdipengaruhi oleh keadaan-keadaan yang mempengaruhi setiap atau dan isisekuncup. Besarnya isi sekuncup ditentukan oleh kontraksi miokard dan volumedarah yang kembali ke jantung.

a.Berbaring Ketika seseorang berbaring, maka jantung akan berdetak lebih sedikitdibandingkan saat ia sedang duduk atau berdiri. Hal ini disebabkan

saat orang berbaring, maka efek gravitasi pada tubuh akan berkurang yang membuat lebih banyak darah mengalir kembali ke jantung melalui pembuluh darah. Jika darahyang kembali ke jantung lebih banyak, maka tubuh mampu memompa lebih banyak darah setiap denyutnya. Hal ini berarti denyut jantung yang diperlukan per menitnya untuk memenuhi kebutuhkan darah, oksigen dan nutrisi akanmenjadi lebih sedikit.Pada posisi berbaring darah dapat kembali ke jantung secara mudah tanpaharus melawan kekuatan gravitasi. Terlihat bahwa selama kerja pada posisi berdiri, isi sekuncup meningkat secara linier dan mencapai nilai tertinggi pada4 0 % - - 6 0 % VO2 maksimal. VO2 max adalah volume maksimal O2

y a n g diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Pada posisi berbaring, dalam keadaan istirahat isi sekuncup mendekati nilai maksimalsedangkan pada kerja terdapat hanya sedikit peningkatan. Nilai pada posisi berbaring dalam keadaan istirahat hampir sama dengan nilai maksimal yangdiperoleh pada waktu kerja dengan posisi berdiri. Jumlah isi sekuncup padaorang dewasa laki -laki mempunyai variasi antara 70 -- 100 ml. Makin besar intensitas kerja (melebihi batas 85% dari kapasitas kerja) makin sedikit isi

sekuncup; hal ini disebabkan memendeknya waktu pengisian diatole akibatfrekuensi denyut jantung yang meningkat (bila mencapai 180/menit maka 1siklus jantung hanya berlangsung selama 0,3 detik dan pengisian diastolemerupakan bagian dari 0,3 detik tersebut) (Guyton, 2002 dalam Anggita, 2012)

b . B e r d i r i Detak jantung akan meningkat saat seseorang berdiri, karena darah yangkembali ke jantung akan lebih sedikit. Kondisi ini yang mungkin menyebabkanadanya peningkatan detak jantung mendadak ketika seseorang bergerak dari posisi duduk atau berbaring ke posisi

berdiri.P a d a p o s i s i b e r d i r i , m a k a s e b a n y a k 3 0 0 - 5 0 0 m l d a r a h pada pembuluh capacitance

vena anggota tubuh bagian bawah dan isi sekuncup mengalami penurunan sampai 40%. Berdiri dalam jangka waktu yang lama dengan tidak banyak bergerak atau hanya diam akan menyebabkan kenaikan volume cairanantar jaringan pada tungkai bawah. Selama individu tersebut bisa bergerak makakerja pompa otot menjaga tekanan vena pada kaki di bawah 30 mmHg dan alir balik vena cukup (Ganong, 2002 dalam Anggita, 2012 )Pada posisi berdiri, pengumpulan darah di vena lebih banyak. Dengan demikian selisih volume total dan volume darah yang ditampung dalam venakecil, berarti volume darah yang kembali ke jantung sedikit, isi

sekuncup berkurang, curah jantung berkurang, dan kemungkinan tekanan darah akanturun. Jantung memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Darah beredar keseluruh bagian tubuh dan kembali ke jantung begitu seterusnya. Darah sampai kekaki, dan untuk kembali ke jantung harus ada tekanan yang mengalirkannya.Untuk itu perlu adanya kontraksi otot guna mengalirkan darah ke atas. Pada venake bawah dari kepala ke jantung tidak ada katup, pada vena ke atas dari kaki ke jantung ada katup. Dengan adanya katup, maka darah dapat mengalir kembali ke jantung. Jika pompa vena tidak bekerja atau bekerja kurang kuat, maka darahy a n g k e m b a l i k e j a n t u n g b e r k u r a n g , m e m o m p a n ya b e r k u r a n g , s e h i n g g a pembagian darah ke sel tubuh pun ikut berkurang. Banyaknya darah yang dikeluarkan jantung itu menimbulkan tekanan, bila berkurang maka tekanannyamenurun. Tekanan darah berkurang akan menentukan kecepatan darah sampai kebagian tubuh yang dituju. Ketika berdiri darah yang kembali ke jantung sedikit.V o l u m e j a n t u n g berkurang maka darah ya n g ke luar dan tekanan

m e n j a d i berkurang (Guyton dan Hall, 2002 dalam Anggita, 2012)

c . D u d u k `Sikap atau posisi duduk membuat tekanan darah cenderung stabil. Hal inidikarenakan pada saat duduk sistem vasokonstraktor simpatis terangsang dansinyal-sinyal saraf pun dijalarkan secara serentak melalui saraf rangka menuju keo t o t otot rangka tubuh, terutama otot -otot abdomen . Keadaan tersebut ini ya n g a k a n meningkatkan menekan seluruh tonus dasar otot -otot abdomen,

v e n a cadangan

membantu mengeluarkan darah dari cadangan vaskuler abdomen ke jantung. Hal ini membuat jumlah darah yang tersedia bagi jantunguntuk dipompa menjadi meningkat. Keseluruhan respon ini disebut

reflekskompresi abdomen (Guyton dan Hall, 2002 dalam Anggita, 2012)Pada beberapa individu terutama orang tua, perubahan posisi yang cepatmisalnya dari berbaring ke berdiri bisa menyebabkan tubuh menjadi pusing atau bahkan pingsan. Karena gerakan cepat ini membuat jantung tidak dapatmemompa darah yang cukup ke otak.Saat terjatuh atau pingsan sebaiknya berada dalam posisi berbaring, yangmana merupakan posisi

menguntungkan bagi jantung karena efek gravitasi berkurang dan lebih banyak darah yang mengalir ke otak.

PEMBAHASAN

Pada praktikum ini, tekanan darah diukur dengan metode tidak langsung dan pengukuran dilakukan pada lengan bagian atas. Tekanan darah dari masing-

masing praktikan diukur dalam beberapa keadaan, yaitu pada saat duduk, berdiri, setelah exercise dan berbaring. Sebelum praktikan melakukan kegiatan (istirahat) praktikandiukur tekanan darahnya dengan menggunakan spigmomanometer.

Kemudian praktikan melakukan sejumlah aktivitas otot yaitu berlari kecil di tempat danPengukuran tekanan darah dengan spigmomanometer ini memperoleh hasil yangsangatlah beragam antara 100/60 mmHg sampai 160/90 mmHg. Berdasarkan padareferensi dan literatur, seluruh data yang dihasilkan tersebut masih menunjukkanrange tekanan darah yang normal. Tekanan darah sistolik yang dianggap normaluntuk orang dewasa adalah adalah 90-130 mmHg, sedangkan tekanan diastolik ya n g n o r m a l u n t u k o r a n g d e w a s a a d a l a h s e b e s a r 6 0 - 9 0 m m H g . A n g k a ya n g ditunjukkan dalam tekanan sistolik selalu lebih besar dari angka diastolik karenaselama sistol, ventrikel kiri jantung memaksa darah untuk masuk ke aorta denganfase ejeksi (penyemprotan). Hal tersebut terjadi akibat adanya perbedaan tekananantara ventrikel dengan aorta. Sehingga ketika katup yang

membatasi atriumdengan aorta terbuka maka terjadi perpindahan darah dari atrium ke aorta denganejeksi dan tekanan yang besar. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tekanan darah yaitu, jeniskelamin, usia, aktivitas, obesitas, kondisi kesehatan, stress,obat obatan dll. Namun, pada praktikum ini hanya dibahas faktor aktivitas dan jenis kelamin danumur. Apabila dibandingkan dengan hasil pengukuran sebelum beraktivitas otot,ternyata data menunjukkan bahwa tekanan darah setelah melakukan aktivitas ototcenderung akan lebih tinggi.Dari hasil pengukuran rata-rata didapatkan setelahmelakukan exercise tekanan darah lebih tinggi daripada berdiri, tekanan saat berdirilebih tinggi dari pada duduk dan tekanan saat duduk lebih tinggi duduk lebih tinggid a r i p a d a b e r b a r i n g . H a l t e r s e b u t d i k a r e n a k a n s e m a k i n t i n g g i a k t i v i t a s ya n g dilakukan maka akan semakin tinggi pula aktivitas dari kerja jantung yang harusmengeluarkan tenaga yang tinggi sehingga tekanan darah juga meningkat.. Tekanan darah yang meningkat ini dipengaruhi oleh tingkatan aktivitas.Tekanan darah setelah beraktivitas lebih besar dibandingkan dengan tekanan darah pada saat istirahat. Hal tersebut diakibatkan karena pada saat beraktivitas sel tubuhmemerlukan pasokan O2 yang banyak akibat dari metabolisme sel yang bekerja semakin cepat pula dalam menghasilkan energi. Sehingga peredaran darah di dalam pembuluh darah akan semakin cepat dan curah darah yang dibutuhkan akansemakin besar. Akibat adanya vasodilatasi pada otot jantung dan otot rangka sertavasokontriksi arteriol yang menyebabkan arteriol menyempit dan kerja jantung tiapsatuan waktu pun bertambah sehingga volume darah pada arteriol akan meningkatdan tekanannya pun akan meningkat. Dapat dikatakan bahwa volume darah yangm a s u k d a r i a r t e r i k e j a n t u n g m e n i n g k a t . P a d a o r g a n - o r g a n t e r s e b u t d a n menyebabkan aliran darah ke saluran pencernaan dan ginjal berkurang. Persentasedarah yang dialirkan ke organ-organ tersebut untuk menunjang

peningkatanaktivitas metabolik keduanya. Kerja jantung juga akan semakin cepat dalammemompa darah. Namun demikian, denyut jantungnya tetap dalam keadaannormal. Sedangkan terdapat praktikan lain yang memiliki tekanan darah yanghampir mendekati ambang bawah tidak normal yaitu sebesar 100/70 mmHg padasaat istirahat. Berdasarkan dua hal tersebut, dapat diketahui bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi-rendahnya tekanan darah adalah besar aktivitas atau jenis aktivitas yang dilakukan.

KESIMPULAN 1.Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan pada lengan atas.

2.Faktor-faktor

yang

mempengaruhi

tekanan darah

yaitu,

aktivitas

fisik,

jeniskelamin, usia, dll 3.Pengukuran tekanan darah dapat menggunakan metode tidak l a n g s u n g dengan auskultasi dan palpasi yang bisa menggunakan spigmomanometer (manual atau digital) dan stetoskop. 4.Semakin berat aktivitas tubuh , semakin cepat curah jantung karena adanyavasodilatasi di otot rangka dan jantung serta vasokontriksi di arteriol padaorgan-organ tersebut dan menyebabkan aliran darah ke saluran pencernaandan ginjal berkurang.berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah setelah exercise lebih tinggi dibandingkan saat berdiri, tekanan darah saat berdirilebih tinggi daripada saat duduk, saat duduk tekanan darah lebih tinggi dari pada berbaring.

DAFTARPUSTAKA Guyton,Arthur C dan Hall, John E.2007.Buku ajar Fisiologi Kedokteran. EGC:Jakarta

GANGGUAN SIRKULASI1.KONGESTI (HIPEREMIA) Hiperemia adalah suatu keadaan dimana terdapat darah secara berlebihan didalam pembuluhdarah atau keadaan yang disertai meningkatnya volume darah dalam pembuluh darah yangmelebar.Pada dasarnya terdapat dua mekanisme dimana hiperemi dapat timbul : 1.Kenaikan jumlah darah yang mengalir ke daerah ataU 2.Penurunan jumlah darah yang mengalir dari daerahBerdasarkan jenisnya hyperemia dibagi : 1.Hiperemi Aktif : terjadi oleh karena aliran darah ke dalam daerah bertambah atau lebihbanyak darah mengalir ke dalam daerah itu dari biasanya. Hal ini terjadi karena adanyadilatasi arteriol atau kapiler yang bekerja sebagai katup yang mengatur aliran ke dalammikrosirkulasi lokal, akibat terangsangnya syaraf vasodilator atau

kelumpuhanvasokonstriktornya. Contoh . hyperemia pada radang akut, warna merah pada wajah, yangtimbul akibat respon terhadap stimulus neurogenik.

2.Hiperemia pasif :Disini tidak menyangkut kenaikan jumlah darah yang mengalir ke suatudaerah, tetapi lebih merupakan gangguan aliran darah dari daerah itu. Hal ini terjadi karena jumlah darah vena atau aliran darah vena berkurang atau terjadi

gangguanpengosongandarah vena.Contoh. Pada pemasangan torniket, penekanan aliran vena oleh tumor, atau obstrukssipada lumen karena thrombosis.Hiperemia pasif dibagi berdasarkan perlangsungannya : Hiperemia pasif akut : berlangsung relatif dalam waktu singkat dan tidak adapengaruh dari jaringan yang terkena Hiperemia pasif kronik : perlangsungannya lama dan daapat terjadi perubahan-perubahan yang permanen pada jaringan (hipoksia, atrofi, nekrosis)