Anda di halaman 1dari 8

Makalah Biologi

PENGARUH PEMBERIAN KADAR AIR TERHADAP PERTUMBUHAN BIJI PARE

Disusun oleh :
Dara Ayu Aprilia Faisa Riza Hesti Lutfiyani Like Refelika Dewi Muhammad Taufik Hidayat

( XIII IPA 3 )
SMAN 4 KOTA TANGERANG SELATAN
Jl. WR. Supratman Komp.Pertamina Pondok Ranji-Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten 15412 Telepon (021) 7423962. Fax (021) 7426373 Website : www.sman4tangsel.sch.id

2013

PENGARUH PEMBERIAN KADAR AIR TERHADAP PERTUMBUHAN BIJI PARE


I. TUJUAN

1. Untuk mengetahui pengaruh kadar air terhadap pertumbuhan biji pare. 2. Untuk mengetahui kadar air yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan biji pare.
II. LANDASAN TEORI

Air merupakan sumber kehidupan, tidak hanya bagi manusia, makhluk hidup yang lain juga sangat membutuhkan air. Air adalah faktor yang menentukan kehidupan tumbuhan. Tanpa adanya air, tumbuhan tidak bisa melakukan berbagai macam proses kehidupan apapun. Kira-kira 70% atau lebih daripada berat protoplasma sel hidup terdiri dari air. Air juga merupakan salah satu komponen fisik yang sangat vital dan dibutuhkan dalam jumlah besar untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Ketersediaan air dalam tubuh tanaman diperoleh melalui proses fisiologis absorbsi. Sedangkan hilangnya air dari permukaan bagian-bagian tanaman melalui proses fisiologi, evaporasi dan transpirasi. Peranan air yang sangat penting menimbulkan konsekuensi bahwa langsung atau tidak langsung kekurangan air pada tanaman akan mempengaruhi semua proses metaboliknya sehingga dapat menurunkan pertumbuhan tanaman. Tanaman pare merupakan tanaman sayuran buah yang mempunyai nilai kegunaan yang cukup tinggi bagi kesehatan manusia. Pare (Momordica charantia L.) bukan tanaman asli Indonesia, melainkan berasal dari luar negeri yang beriklim panas (tropis) yaitu Assam dan Burma. Tingkat kesesuaian tumbuh tanaman pare yang cukup tinggi ini mengakibatkan tanaman pare dapat tumbuh dimana saja. Tanaman pare ini sangat mudah dibudidayakan dan tumbuhnya tidak tergantung pada musim. Tanaman pare (paria) adalah tanaman herba berumur satu tahun atau lebih yang tumbuh menjalar dan merambat. Mengingat tanaman ini bukanlah tanaman asli Indonesia, maka perlu diadakan suatu penelitian sederhana untuk melihat kadar air yang mana yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan biji pare, karena mengingat tanaman pare ini dapat tumbuh dimana saja dan tidak tergantung pada musim. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis menyusun suatu penelitian sederhana yang berjudul Pengaruh Pemberian Kadar Air Terhadap Pertumbuhan Biji Pare.

III.

RUMUSAN MASALAH

1. Apakah perlakuan pemberian kadar air yang berbeda-beda memberikan pengaruh 2. terhadap pertumbuhan biji pare? 3. Kadar air manakah yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan biji pare?
IV. HIPOTESIS

1. Ada pengaruh pemberian kadar air yang berbeda-beda terhadap pertumbuhan biji pare. 2. Terdapat kadar air yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan biji pare.
V. VARIABEL PENELITIAN VARIABEL BEBAS VARIABEL TERIKAT VARIABEL KONTROL ALAT DAN BAHAN

VI.

a) Polybag 3 buah. b) Biji pare. c) Gelas ukur. d) Air bersih/air keran. e) Pupuk kandang sapi. f) Tanah. g) Penggaris. h) Pulpen. i) Buku catatan.
VII. CARA KERJA 1. Tiap polybag diisi dengan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : (tanah 1 kg dan pupuk kg), banyaknya media tiap polybag sama, dan diberi label polybag A, B, dan C. 2. Tanam biji pare yang sudah dikeringkan selama 2 jam kedalam polybag yang masingmasing polybag diisi 1 biji pare.

VIII.

3. Siram tanaman pare setiap sore hari dengan menggunakan gelas ukur sesuai dengan perlakuan yang diberikan, setiap perlakuan yang diberikan adalah kadar air yang terdiri dari 150 ml pada polybag A, 100 ml pada polybag B, dan 50 ml pada polybag C. 4. Kemudian amati pertumbuhana biji pare tersebut. 5. Setelah biji pare tumbuh ukur panjang batang, panjang daun, dan jumlah daun dengan menggunakan penggaris, dan catat pengukurannya setiap 2 hari sekali. DATA PENGAMATAN

Kegiatan penelitian ini dilakukan selama 3 minggu, yaitu dimulai pada tanggal 22 Agustus 2013 sampai dengan 28 Maret 2013. Pengamatan dilakukan setiap 2 hari sekali untuk mengetahui pertumbuhan biji pare. Tabel pengamatan pertumbuhan biji pare adalah sebagai berikut. a) Tabel Pengamatan 1 Polybag A (kadar air 150 ml) No. 1 2 3 4 5 6 7 Hari/Tanggal 26-08-2013 27-08-2013 28-08-2013 29-08-2013 30-08-2013 31-08-2013 01-09-2013 Indikator Pengukuran Panjang Batang Panjang Daun 0 cm 0 cm 0,2 cm 2,3 cm 9,5 cm 12,3 cm 14,2 cm 0 cm 0 cm 0 cm 0,5 cm 2 cm 3,6 cm daun 1 = 5 cm daun 2 = 5 cm daun 3 = 0,8 cm daun 4 = 0,8 cm 4,86 cm Jumlah Daun 2 2 2 4

Rata-rata pertambahan (cm)

5,87 cm

2 daun

b) Tabel Pengamatan 2 Polybag B (kadar air 100 ml) No. 1 2 3 4 5 6 7 Hari/Tanggal 26-08-2013 27-08-2013 28-08-2013 29-08-2013 30-08-2013 31-08-2013 01-09-2013 Panjang Batang 0 cm 0 cm 0,3 cm 3,7 cm 10,5 cm 13 cm 16,4 cm Indikator Pengukuran Panjang Daun 0 cm 0 cm 0 cm 0,8 cm 1,5 cm 2,6 cm daun 1 = 3 cm Jumlah Daun 2 2 2 4

daun 2 = 3 cm daun 3 = 1,8 cm daun 4 = 1,8 cm Rata-rata pertambahan (cm 7,18 cm 4,96 cm 2 daun

c) Tabel Pengamatan 3 Polybag C (kadar air 50 ml) No. 1 2 3 4 5 6 7 Hari/Tanggal 26-08-2013 27-08-2013 28-08-2013 29-08-2013 30-08-2013 31-08-2013 01-09-2013 Indikator Pengukuran Panjang Batang Panjang Daun 0 cm 0 cm 0,5 cm 6,5 cm 14,5 cm 15,5 cm 17 cm 0 cm 0 cm 0 cm 1 cm 3 cm 4,3 cm daun 1 = 5 cm daun 2 = 5 cm daun 3 = 2 cm daun 4 = 2 cm 6,53 cm Jumlah Daun 2 2 2 4

Rata-rata pertambahan (cm

8,40 cm

2 daun

I. Tinggi tanaman dengan pemberian kadar air 50 ml dengan rata-rata = 8,40 cm lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman pemberian kadar air 100 ml dengan rata-rata = 7,18 cm dan 150 ml dengan rata-rata = 5,87 cm, tetapi tanaman dengan kadar air 100 ml dengan rata-rata = 7,18 cm lebih tinggi dari tanaman dengan kadar air 150 ml dengan rata-rata = 5,87 cm. II. Panjang daun dengan pemberian kadar air 50 ml yaitu rata-rata = 6,53 cm lebih panjang daripada panjang daun dengan pemberian kadar air 100 ml yaitu rata-rata = 4,96 cm dengan pemberian kadar air 150 ml yaitu rata-rata = 4,86 cm, tetapi panjang daun dengan kadar air 100 ml yaitu rata-rata = 4,96 lebih panjang daripada panjang daun dengan kadar air 150 ml yaitu rata-rata = 4,86 cm. III. Adapun hasil jumlah daun dalam pengamatan ini adalah pada dasarnya hampir sama hanya saja berbeda pada warna daun. Pada pemberian kadar air 150 ml warna daun lebih hijau daripada pemberian kadar air 100 ml dan 50 ml. Warna daun dengan kadar air 100 ml lebih hijau daripada kadar air 50 ml.

IV.

PEMBAHASAN

Penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan hasil yang menyatakan bahwa tumbuhan dengan pemberian kadar air yang berbeda maka akan menunjukkan pertumbuhan yang berbeda pula. Hipotesis yang telah dirumuskan bahwa ada pengaruh pemberian kadar air yang berbeda-beda terhadap pertumbuhan biji pare adalah terbukti dan terdapat kadar air yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan biji pare adalah pemberian kadar air 50 ml, yaitu terlihat dari tinggi tanaman pare, warna daun, panjang daun, dan jumlah daun. Pemberian kadar air lebih sedikit (50 ml) dari kadar air yang lebih banyak (150 ml atau 100 ml) akan memberikan pengaruh yang besar bagi pertumuhan biji pare. Karena jika suatu tanaman kekurangan air ataupun kelebihan air maka akan berdampak negatif pada tanaman itu sendiri. Oleh karena itu, pemberian kadar air yang cocok dan dapat mengoptimalkan pertumbuhan biji pare adalah pemberian kadar air 50 ml atau sedikit. Air memiliki fungsi yang vital bagi mahluk hidup, tidak terkecuali tanaman. Hal ini erat kaitannya sebagai bahan dasar yang akan digunakan pada proses fotosintesis yang merupakan proses fisiologi tanaman untuk pembentukan karbohidrat (gula). Selain kadar air yang berpengaruh pada laju pertumbuhan biji pare, intensitas cahaya atau kelembapan udara juga berpengaruh pada laju pertumbuhan biji pare. Dalam penelitian ini juga dilatih beberapa keterampilan proses sains, yaitu sebagai berikut. 1. Keterampilan melakukan pengamatan, yaitu dalam proses mengumpulkan

informasi berupa fakta-fakta maupun data-data yang relevan dalam penelitian. Peneliti melakukan pengumpulan data-data seperti data tentang kadar air dan tanaman pare. 2. Keterampilan mengklasifikasi, yaitu mencari perbedaan dan persamaan atau

membandingkan yang dalam penelitian ini peneliti mencari perbedaan dan membandingkan pemberian kadar air yang berbeda terhadap pertumbuhan biji pare. 3. Keterampilan memprediksi, yaitu kemampuan meramalkan atau memperkirakan peristiwa yang akan terjadi yang dalam penelitian ini diwujudkan dalam bentuk membuat hipotesis.

4.

Keterampilan menginterpretasi, yaitu kemampuan mencatat hasil pengamatan,

menghubungkan hasil pengamatan, dan membuat kesimpulan. Dalam penelitian, keterampilan ini diwujudkan dalam bentuk hasil penelitian dan pembahasan penelitian. 5. Keterampilan eksperimen, yaitu kemampuan untuk merencanakan dan melakukan percobaan. Dalam penelitian ini diwujudkan dengan metode penelitian yang berisi alat dan bahan yang diperlukan dalam penelitian serta langkah-langkah penelitian. 6. Keterampilan menyimpulkan, yaitu kemampuan untuk menarik kesimpulan dari data yang telah terkumpul. Dalam penelitian, keterampilan ini diwujudkan dalam bentuk simpulan yang ada pada bagian penutup. 7. Keterampilan mengkomunikasikan, yaitu kemampuan dalam membaca tabel,

grafik atau diagram, menjelaskan, dan menyampaikan laporan secara sistematis. Ini dapat dilihat dari membuat tabel pengamatan penelitian dan meyusun laporan penelitian.

V.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa air memiliki peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman, khususnya tanaman pare. Karena air bersifat vital maka jika suatu tanaman kekurangan air ataupun kelebihan air, maka akan berdampak negatif pada tanaman itu sendiri. Dari perlakuan yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa kadar air yang dapat mengoptimalkan dan memberikan pertumbuhan maksimal adalah perlakuan dengan pemberian kadar air 50 ml. VI. 5.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diajukan beberapa saran yaitu sebagai berikut. 1. Peneliti lain, disarankan agar menggunakan pengaruh pertumbuhan biji pare selain air, misalnya kelembapan udara atau intensitas cahaya atau dapat juga menggunakan jenis-jenis pupuk yang dapat mempengaruhi laju pertumbuhan biji pare.

2. Pembaca, disarankan agar laporan penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu upaya untuk mencukupi gizi bagi rumah tangga dan bermanfaat bagi kesehatan manusia. 3. Pembudidaya pare, disarankan agar perencanaan yang baik dan tepat, seperti
teknik yang akan digunakan, varietas yang akan dipakai, dan waktu penanaman pare akan sangat membantu untuk mencapai keberhasilan dalam melaksanakan budidaya tanaman pare.
VII. DAFTAR PUSTAKA http://arixdwipa.blogspot.com/2013/04/laporan-penelitian-ilmiah-sederhana.html http://budisma.web.id/materi/sma/kelas-xiibiologi/pengertian-pertumbuhan-danperkembangan-tumbuhan/ (diakses pada tanggal 3 Maret 2013). Effendi, Bachtiar Yusuf. 2010. Peranan Air Bagi Tanaman. Tersedia pada http://oyie.blog.com/2010/04/17/peranan-air-bagi-tanaman/ (diakses pada tanggal 3 Maret 2013). Rukmana, Rahmat. 1997. Budidaya Pare. Yogyakarta: Kanisius. Salisbury, Frank B. dan Cleon W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3. Bandung: ITB.

Santoso. 1996. Usaha Tani Tanaman Pare. Tersedia pada http://pustaka.litbang.deptan.go.id/agritek/dkij0118.pdf (diakses pada tanggal 3 Maret 2013). Wardani. 2007. Teknik Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Universitas Terbuka. Zulaikhah, Siti. 2011. Pengaruh Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pare. Tersedia pada http://eprints.undip.ac.id/32170/6/B05_Siti_Zulaikhah_chapter_II.pdf (diakses pada tanggal 3 Maret 2013).