Anda di halaman 1dari 81

TUGAS BAHAN KONSTRUKSI KIMIA BERBAHAN NON-LOGAM

Teknik Kimia Kampus Palembang


KELAS : B DISUSUN OLEH :
Susani Nurdiyaningsih M Sara Situmeang (03101403013) (03101403016) (03101403020) Evan Celine Purba Is Oktaviani JS Pipit Aditia Listiyani Joshua E.Langitan Tika Permatasari Rini Novriyanti Noffia Chintyiani Evi Nurul Triandari Septi Afria Suryandi Perdana Baby Fitria Undhary Teguh Raspati Hadi Samhudi Amaliah Risky P (03111403016) (03111403018) (03111403020) (03111403022) (03111403024) (03111403026) (03111403028) (03111403030) (03111403038) (03111403042) (03111403044) (03111403046) (03111403048) (03111403050)

Deby Aqmarina Adiati (03101403034) M. Dian Salaudin Niken Puteri Gumay Septiana Enin WR Tiara Armelia Fatrini Aris D. Mario (03101403048) (03101403049) (03101403055) (03101403058) (03101403062)

Widhi Haryo Permana (03111403002) Rahma Paradis Maulana Rionaldo H Nella Febriani Hendra Tri Ulfa Damayanti (03111403004) (03111403006) (03111403008) (03111403012) (03111403014)

OKSIGEN Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yang mempunyai lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan unsur golongan kalkogen dan dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadi oksida). Pada Temperatur dan tekanan standar, dua atom unsur ini berikatan menjadi dioksigen, yaitu senyawa gas diatomik dengan rumus O2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Oksigen merupakan unsur paling melimpah ketiga di alam semesta berdasarkan massa dan unsur paling melimpah di kerak Bumi. Gas oksigen diatomik mengisi 20,9% volume atmosfer bumi. Semua kelompok molekul struktural yang terdapat pada organisme hidup, seperti protein, karbohidrat, dan lemak, mengandung oksigen. Demikian pula senyawa anorganik yang terdapat pada cangkang, gigi, dan tulang hewan. Oksigen dalam bentuk O2 dihasilkan dari air olehsianobakteri, ganggang, dan tumbuhan selama fotosintesis, dan digunakan pada respirasi sel oleh hampir semua makhluk hidup. Oksigen beracun bagi organisme anaerob, yang merupakan bentuk kehidupan paling dominan pada masa-masa awal evolusi kehidupan. O2 kemudian mulai berakumulasi pada atomsfer sekitar 2,5 miliar tahun yang lalu. Terdapat pula alotrop oksigen lainnya, yaitu ozon (O3). Lapisan ozon pada atomsfer membantu melindungi biosfer dari radiasi ultraviolet, namun pada permukaan bumi ia adalah polutan yang merupakan produk samping dari asbut. Oksigen secara terpisah ditemukan oleh Carl Wilhelm Scheele di Uppsala pada tahun 1773 dan Joseph Priestley di Wiltshire pada tahun 1774. Temuan Priestley lebih terkenal oleh karena publikasinya merupakan yang pertama kali dicetak. Istilah oxygen diciptakan oleh Antoine Lavoisierpada tahun 1777, yang eksperimennya dengan oksigen berhasil meruntuhkan teori flogiston pembakaran dan korosi yang terkenal. Oksigen secara industri dihasilkan dengan distilasi bertingkat udara cair, dengan munggunakan zeolit untuk memisahkan karbon dioksida dan nitrogen dari udara, ataupun elektrolisis air, dll. Oksigen digunakan dalam produksi baja, plastik, dan tekstil, ia juga digunakan sebagai propelan roket, untukterapi oksigen, dan sebagai penyokong kehidupan pada pesawat terbang, kapal selam, penerbangan luar angkasa, dan penyelaman. Sifat Fisika Sifat fisika Oksigen Massa atom relatif Nomor atom Konfigurasi elektron Jari-jari atom (nm) Jari-jari ion X2 (nm) Keelektronegatifan Energi ionisasi I (kJmol-1) Energi ionisasi II (kJmol-1) Kerapatan (gcm-1) Titik leleh (C) Titik didih (C) Potensial elektrode (V)

15,99 8 (He)2s22p4 0,074 0,140 3,5 1.316 3.396 1,27 (padatan) -218,9 -182,9 +0,401

Sifat kimia 1. Oksigen merupakan unsur yang menarik karena merupakan elemen penting dalam proses pernapasan sebagian besar sel-sel hidup serta berperan dalam proses pembakaran. 2. Oksigen merupakan unsur paling melimpah di kerak bumi, dengan hampir seperlima (dalam volume) komposisi udara adalah oksigen. 3. Gas oksigen biasanya terdapat dalam bentuk molekul diatomik, O2, tetapi ada juga dalam bentuk triatomik, O3, bernama ozon. 4. Dalam kondisi normal, oksigen merupakan gas tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. 5. Oksigen adalah bagian dari sekelompok kecil gas paramagnetik, dan faktanya bahkan yang paling paramagnetik. Oksigen cair juga sedikit paramagnetik. 6. Oksigen sangat reaktif dan akan membentuk oksida dengan semua elemen lain kecuali helium, neon, argon, dan kripton. 7. Kerak bumi terutama terdiri dari mineral silikon-oksigen, dan senyawa oksida lain. 8. Gas oksigen merupakan penyusun seperlima atmosfer dengan massa lebih dari satu juta miliar ton. 9. Oksigen di atmosfer bumi berasal dari fotosintesis tanaman yang telah terakumulasi selama jutaan tahun. 10. Oksigen membentuk senyawa dengan semua unsur, kecuali gas-gas mulia ringan. Biasanya oksigen bereaksi dengan logam membentuk ikatan yang bersifat ionik dan bereaksi dengan bukan logam membentuk ikatan yang bersifat kovalen sehingga akan membentuk oksida.

Terdapat enam macam oksida, yaitu: a) Oksida asam Oksida asam adalah oksida dari unsur nonlogam dan oksida unsur blok d dengan bilangan oksidasi besar. SO3(aq) + H2O(l) 2H+(aq) + SO42(aq) CO2(g) + H2O(l) 2H+(aq) + CO32(aq) CrO3(s) + H2O(l) 2H+(aq) + CrO42(aq) b) Oksida basa, dengan air membentuk basa. CaO(s) + H2O(l) Ca2+(aq) + 2OH(aq) Na2O(s) + H2O(l) 2Na+(aq) + 2OH(aq) c) Oksida amfoter, oksida ini dapat bereaksi dengan asam atau basa. ZnO(s) + 2HCl(aq) ZnCl2(s) + H2O(l)

ZnO(s) + 2OH(aq) Zn(OH)42(aq) d) Oksida netral Oksida ini tidak bereaksi dengan asam maupun basa, misal NO, N2O, dan CO. e) Oksida campuran Oksida ini merupakan campuran dari oksida sederhana, misalnya P3O4 merupakan campuran PbO (dua bagian) dan PbO2 (satu bagian). f) Peroksida dan superperoksida Oksigen membentuk peroksida H2O2, N2O2 dan BaO2 dengan bilangan oksidasi oksigen 1 serta RbO2, CsO2 dengan bilangan oksidasi oksigen 1/2. Dampak positif Oksigen merupakan senyawa kimia yang tersedia dilingkungan kita. Tanpa kita sadari, setiap hari kita menggunakan oksigen untuk bernafas. Jadi sangatlah jelas bahwa manfaat oksigen ialah : 1. 2. Respirasi makhluk hidup Keseimbangan lingkungan

Pernyataan tersebut merupakan 2 manfaat oksigen secara garis besar, d mana jika kita bahas satu per satu akan menjadi seperti berikut ini : 1. Respirasi makhluk hidup, semua makhluk hidup pasti bernafas, dan yang dibutuhkan ketika bernafas adalah senyawa oksigen ataupun pada sebagian kecil organism menggunakan CO2. pada manusia oksigen memiliki banyak manfaat seperti contoh didalam darah kita itu ada oksigen, didalam otak ada oksigen, jadi kesimpulannya oksigen sangatlah penting bagi kelangsungan hidup manusia. 2. Keseimbangan lingkungan, lingkungan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Peran oksigen dalam lingkungan yaitu menyeimbangkan ingkungan. Pada siang hari oksigen diproduksi oleh pepohonan yang kemudian dimanfaatkan organisme lain, dan pada malam hari oksigen dibutuhkan oleh pepohonan. Jadi tanpa adanya oksigen tidak aka nada lingkungan yang tercipta Dampak negatif - Membuat korosi pada Fe - Toksisitas oksigen adalah kondisi yang dihasilkan dari efek berbahaya dari menghirup oksigen molekul (O2) pada tekanan parsial tinggi. Ia juga dikenal sebagai sindrom toksisitas oksigen, keracunan oksigen, dan keracunan oksigen. Secara historis, kondisi susunan saraf pusat disebut Bert efek Paulus, dan kondisi paru Smith efek Lorrain, setelah peneliti yang merintis penemuannya dan deskripsi pada akhir abad ke-19.

Compound 1) Timah Oksida (SnO2) SnO2 larut dalam basa membentuk stanat dengan rumus umum Na2SnO3. SnO2 digunakan bersama dengan vanadium oksida sebagai katalis untuk oksidasi senyawa aromatic, dipakai sebagai pelapis, ataupun sebagai bahan pembuatan organotin. 2) Tembaga (II) oksida (CuO) digunakan sebagai insektisida, bahan battery, bahan penyepuh dan bahan pewarna hitam untuk keramik, bahan gelas porselen dan rayon) 3) Kromium (II) oksida (CrO) digunkan sebagai pewarna dalam percetakan, industri tekstil, dan keramik. 4) Silika (SiO2) Produk anti lembap ini menyerap lembap tanpa mengubah kondisi zatnya. Walaupun dipegang, butiran-butiran silica gel ini tetap kering. Silica gel penyerap kandungan air bisa diaktifkan sesuai kebutuhan. Unit ini mempunyai indikator khusus yang akan berubah dari warna biru ke merah muda kalau produk mulai mengalami kejenuhan kelembapan. Saat itulah alat ini aktif. Setelah udara mengalami kejenuhan/kelembapan, dia bisa diaktifkan kembali lewat oven. Sejak Perang Dunia II, silica gel sudah menjadi pilihan yang terpercaya oleh pemerintah dan pelaku industri. Silica gel sering ditemukan dalam kotak paket dan pengiriman film, kamera, teropong, alat-alat komputer, sepatu kulit, pakaian, makanan, obatobatan, dan peralatan peralatan lainnya. 5) Kalsium Oksida (CaO) Kalsium oksida disebut juga kapur tohor atau gamping. Digunakan dalam industri besi, semen, soda, kaca. 6) Belerang dioksida (SO2) digunakan sebagai fungisida (antijamur), funigan (antiserangga), dan dalam jumlah yang sangat kecil digunakan sebagai bahan pengawet makanan. 7) Besi (II) oksida (FeO) digunakan sebagai pewarna tegel atau ubin. 8) Alumunium Oksida (Al2O3) Aluminium oksida memiliki kekerasan 9 dalam skala Mohr. Hal ini menyebabkannya banyak digunakan sebagai abrasif untuk menggantikan intan yang jauh lebih mahal. Beberapa jenis ampelas, dan pembersih CD/DVD juga menggunakan aluminium oksida.

FLOUR (F2) Fluor adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang F dan nomor atom 9. Namanya berasal dari bahasa Latin fluere, berarti "mengalir".Flour merupakan gas halogen yang beracun berwarna kuning-hijau yang paling reaktif secara kimia dan elektronegatif dari seluruh unsur. Dalam bentuk murninya, dia sangat berbahaya, dapat menyebabkan pembakaran kimia parah begitu berhubungan dengan kulit. Fluor adalah unsur yang paling elektronegatif dan reaktif bila dibandingkan dengan semua unsur. Berwarna kuning pucat, gas korosif, yang bereaksi dengan banyak senyawa organik dan anorganik. Logam, kaca, keramik, karbon, bahkan air terbakar dalam fluor dengan nyala yang terang. Fluor mudah membentuk senyawa dengan hampir semua unsur lainnya, bahkan dengan gas mulia seperti kripton, xenon, dan radon. Dalam larutan, fluor biasanya terjadi sebagai ion fluorida F-. Fluorida adalah senyawa yang terjadi antara fluorida dengan unsur lain bermuatan positif. Ada sebuah hipotesis yang mengatakan bahwa fluor bisa menggantikan hidrogen pada senyawa organik, yang bisa mengarah pada nilai astronomis senyawa fluor yang baru. Senyawaa fluor dengan gas mulia Xenon, Radon dan Kripton, telah ditemukansebagai garam fluorida. Sifat Fisika Sifat Fisika Flour Nomor atom Massa atom Elektronegativitas Kepadatan Titik lebur Titik didih Radius Vanderwaals Radius ionik Isotop Energi ionisasi pertama Energi ionisasi kedua Energi ionisasi ketiga Potensial standar 9 18,998403 g/mol 4 1,8*10-3 g/cm3 pada 20 C -219,6 C -188 C 0,135 nm 0,136 nm (-1); 0,007 (+7) 2 1680,6 kJ/mol 3134 kJ/mol 6050 kJ/mol 2.87

Sifat Kimia Flour dikenal juga dengan nama fluorin. Merupakan unsur kimia yang berupa gas pada suhu kamar (25oC), bewarna kuning kehijauan dan merupakan unsur yang sangat reaktif juga dilambangkan dengan huruf F. Letaknya dalam tabel periodik adalah pada golongan VIIA dan periode 2, jadi dapat dikatakan bahwa terdapat pada kelompok unsur halogen. Nomor atomnya adalah 9, dengan massa atom relatifnya adalah 19 gr/mol. Merupakan unsur nonlogam yang paling elektronegatif, oleh sebab itu juga merupakan unsur yang paling reaktif. Jika didekatkan dengan bahan-bahan yang terbuat dari minyak dan gas maka akan dapat menimbulkan api. Fluor bersifat racun, korosif dan sangat berbau. Fluor sangat reaktif sehingga jarang ditemukan dalam keadaan bebas, fluor biasa dijumpai berikatan dengan unsur atau senyawa lain, sehingga biasanya berbentuk dalam senyawa seperti fluorit , kriolit, dan apatit. Fluor yang berikatan dengan oksigen akan membentuk senyawa fluorida, yang terdapat dalam mineral yang terlarut dalam air sungai dan air laut. Compound 1. CaF2, (Fluorospar) Senyawa ini digunakan dalam jumlah yang besar diindustri baja. Sebagai fluks fluoride dapat berfungsi dengan baik sehingga oksida leburan lebih efisiensi dan dapat memecah terak polimer yang kental. Fluoride seperti CaF2 dapat menimbulkan polusi. Polusi udara dari partikel fliorida biasanya berasal dari industri alumunium, bata, genteng dan bubuk fosfat. 2. Uranium Fluorida, UF6, digunakan untuk memisahkan isotop radioaktif Uranium (U-235 dan U-238) dalam teknologi nuklir 3. Membuat senyawa CFC (CCl2F2) sebagai pendingin ruangan, lemari es, dan mesinmesin pendingin lainnya. 4. Hidrogen Fluorida (HF) untuk membuat tulisan/lukisan di atas kaca (sketsa diatas kaca). Memiliki titik didih yang tinggi karena adanya ikatan hidrogen 5. Magnesium Fluorida (MgF2) digunakan dalam bidang optik, seperti pembuatan lensa. 6. Lithium Fluorida (LiF) digunakan sebagai katode untuk PLED (LED organik), sebagai reaktor nuklir, pendeteksi radiasi, dalam optik, dan lelehan garam. 7. Ammonium Bifluorida (NH4HF2) sebagai salah satu komponen mengetsa 8. Berillium Fluorida (BeF2), dalam biokimia, ADP dan BeF2 akan mengikat ATP

Dampak Negatif terhadap Lingkungan

1. Dalam bentuk fluorine, zat ini tidak langsung dihisap tanah tapi langsung masuk ke dalam daun-daun sehingga menyebabkan daun berwarna kuning kecoklatan. Jika daun tersebut dimakan oleh binatang maka bisa menyebabkan penyakit gigi rontok 2. CFC (Chloro Fluoro Carbon), yang terlepas ke udara dapat menimbulkan kerusakan pada lapisan ozon. 3. Unsur fluor dan ion fluorida sangat beracun. Unsur bebasnya memiliki karakteristik bau yang tajam, bisa dideteksi dalam konsentrasi serendah 20 ppb, yakni di bawah tingkat keamanan bekerja. Konsentrasi yang diperbolehkan untuk paparan selama 8 jam kerja adalah 1 ppm NEON Neon adalah suatu unsur kimia dengan simbol Ne dan nomor atom 10 . Hal ini dalam kelompok 8 ( gas mulia ) dari tabel periodik . Neon tidak berwarna , tidak berbau gas monoatomik dalam kondisi standar , dengan sekitar dua pertiga densitas udara . Hal ini ditemukan (bersama dengan krypton dan xenon ) pada tahun 1898 sebagai salah satu dari tiga sisa unsur lembam langka yang tersisa di udara kering , setelah nitrogen , oksigen , argon dan karbon dioksida akan dihapus . Neon adalah anak kedua dari tiga gas mulia untuk ditemukan ,dan segera diakui sebagai elemen baru dari spektrum emisi merah terang . Neon namanya berasal dari kata Yunani , bentuk tunggal netral dari [ neos ] , yang berarti baru . Neon secara kimiawi inert dan tidak membentuk senyawa kimia bermuatan . Selama nucleogenesis kosmik elemen , sejumlah besar neon dibangun dari proses fusi alpha - capture dalam bintang . Meskipun neon adalah unsur yang sangat umum di alam semesta dan tata surya (itu adalah kelima dalam kelimpahan kosmik setelah hidrogen , helium , oksigen dan karbon) , sangat jarang di Bumi . Ini menyusun sekitar 18,2 ppm udara volume ( ini hampir sama dengan fraksi molekul atau mol) , dan fraksi yang lebih kecil di kerak . Alasan relatif kelangkaan neon di Bumi dan (terestrial) planet dalam , adalah neon yang tidak membentuk senyawa untuk memperbaikinya untuk makanan padat , dan sangat volatile , sehingga melarikan diri dari planetesimal bawah kehangatan Matahari baru dinyalakan pada awal Tata Surya . Bahkan suasana Jupiter agak habis neon , mungkin karena alasan ini. Neon memberikan cahaya oranye kemerahan yang berbeda bila digunakan dalam baik tegangan rendah lampu neon cahaya atau dalam tabung debit tegangan tinggi atau neon tanda-tanda iklan . Garis emisi merah dari neon juga bertanggung jawab untuk merah terkenal cahaya laser helium -neon . Neon digunakan dalam tabung plasma sedikit dan aplikasi refrigeran tetapi memiliki beberapa kegunaan komersial lainnya . Hal ini secara komersial diekstraksi oleh distilasi fraksional dari udara cair . Hal ini jauh lebih mahal daripada helium , karena udara hanya sumbernya.

Sifat Fisika Sifat Fisika Neon Fasa gas Massa jenis (0 C, 101.325 kPa) 0.9002 g/L Titik lebur 24.56 K, -248.59 C, -415.46 F Titik tripel 24.5561 K (-249C), 43 kPa Titik kritis 44.4 K, 2.76 MPa Kalor peleburan 0.335 kJmol1 Kalor penguapan 1.71 kJmol1 Kapasitas kalor 5R/2 = 20.786 Jmol1K1 Jari-jari kovalen 58 pm Jari-jari van der Waals 154 pm Struktur kristal face-centered cubic Pembenahan magnetik diamagnetik Konduktivitas termal 49.1x10-3 Wm1K1 Bulk modulus 654 GPa Sifat Kimia : Neon adalah unsur lembam karena memiliki 8 elektron valensi dan benar-benar stabil, satu-satunya alasan elemen bereaksi adalah untuk membentuk oktet yang stabil, karena neon memiliki oktet yang stabil, tidak ada alasan untuk itu untuk bereaksi. Meski neon diklasifikasikan sebagai inert, dapat membentuk senyawa eksotis dengan fluor dalam kondisi laboratorium yang ekstrim. Meskipun tidak diketahui pasti, sejumlah bukti menunjukkan bahwa senyawa ini mungkin dapat terbentuk secara alami. Gas neon juga memiliki kemampuan untuk membentuk hidrat tidak stabil ketika bereaksi dengan water Karakteristik : Neon adalah gas kedua-ringan mulia, setelah helium. Bersinar oranye kemerahan dalam tabung debit vakum. Juga, neon memiliki jangkauan sempit cair elemen apapun: dari 24,55 K 27,05 K (-248,45 C sampai -245,95 C, atau -415,21 F hingga -410,71 F). Ini memiliki lebih dari 40 kali kapasitas pendingin helium cair dan tiga kali lipat dari hidrogen cair (pada basis per unit volume). Dalam sebagian besar aplikasi ini adalah refrigeran lebih murah daripada helium. Spektrum neon dengan ultraviolet (di sebelah kiri) dan inframerah (di kanan) baris yang ditampilkan dalam warna putih Neon plasma memiliki debit cahaya yang paling intens pada tegangan normal dan arus semua gas mulia. Warna rata cahaya ini ke mata manusia berwarna merah-oranye karena banyak baris dalam kisaran ini, tetapi juga berisi garis hijau yang kuat yang tersembunyi, kecuali komponen visual yang dibubarkan oleh spektroskop a. Dua jenis yang sangat berbeda dari lampu neon yang umum digunakan. Lampu neon glow umumnya kecil, dengan sebagian besar beroperasi pada sekitar 100-250 volt. Mereka

telah banyak digunakan sebagai power-on indikator dan dalam peralatan sirkuit-pengujian, tapi light-emitting diode (LED) sekarang mendominasi dalam aplikasi tersebut. Perangkat ini neon sederhana adalah pelopor dari display plasma dan layar televisi plasma. Neon biasanya beroperasi pada tegangan yang jauh lebih tinggi (2-15 kilovolt), dan tabung bercahaya umumnya meter panjang. Kaca tabung sering dibentuk menjadi bentuk dan huruf untuk signage serta aplikasi arsitektur dan artistik. Komponen dari Ne terdiri dari kandungan Gas Mulia yang lebih banyak, yaitu 1. Gas Mulia (Ar, Kr, Xe) : 60% 2. O2 3. N2 Aplikasi : Neon sering digunakan dalam tanda-tanda dan menghasilkan cahaya oranye kemerahan cerah jelas. Meski masih disebut sebagai "neon", semua warna lain dihasilkan dengan gas mulia lainnya atau dengan banyak warna dari lampu neon. Neon digunakan dalam tabung vakum, indikator tegangan tinggi, penangkal petir, tabung meteran gelombang, tabung televisi dan laser helium-neon. Liquefied neon secara komersial digunakan sebagai refrigeran kriogenik dalam aplikasi tidak memerlukan kisaran suhu yang lebih rendah dicapai dengan lebih ekstrim pendingin helium cair. Kedua gas neon dan neon cair relatif mahal - untuk jumlah kecil, harga neon cair bisa lebih dari 55 kali lipat dari helium cair. Sopir untuk biaya neon adalah kelangkaan neon, yang tidak seperti helium, hanya bisa diperoleh dari udara. Triple suhu titik neon (24,5561 K) adalah titik tetap yang menentukan dalam Skala Suhu Internasional 1990. Compound : Neon adalah gas mulia blok p pertama. Neon umumnya dianggap inert. Tidak ada senyawa netral sejati neon dikenal. Namun, ion Ne+, (NeAr)+, (NeH)+, and (HeNe+) telah diamati dari optik dan massa spektrometri studi, dan ada beberapa laporan yang belum diverifikasi dari hidrat tidak stabil. Beberapa penggunaan unsur Neon dalam kehidupan sehari hari:
1.

: 30% : 10%

Neon dapat digunakan untuk pengisian bola lampu di landasan pesawat terbang. Karena Ne menghasilkan cahaya terang dengan intensitas tinggi apabila dialiri arus listrik.

2.

Neon cair digunakan juga sebagai zat pendingin, indicator tegangan tinggi, penangkal petir, dan untuk pengisi tabung-tabung televisi.

3. 4.

Neon digunakan sebagai penangkal petir dan pengisi tabung-tabung televisi. Neon dapat digunakan untuk pengisi bola lampu neon.

Dampak Positif Ne: 1. Untuk pengisi bola lampu di landasan pesawat terbang karena Ne menghasilkan cahaya terang dengan intensitas tinggi apabila dialiri arus listrik. 2. Neon cair digunakan sebagai zat pendingin. 3. Neon digunakan sebagai penangkal petir dan pengisi tabung-tabung televisi. Dampak Negatif Ne: Rute eksposur: Zat ini dapat diserap ke dalam tubuh jika terhirup. Risiko Terhirup: Pada hilangnya penahanan cairan ini menguap sangat cepat menyebabkan jenuh udara dengan risiko serius sesak napas ketika di daerah terbatas. Efek paparan: Inhalasi: sesak nafas sederhana. Kulit: Jika kontak dengan cairan: radang dingin. Mata: Jika kontak dengan cairan: radang dingin. Terhirup: Gas ini adalah inert dan diklasifikasikan sebagai sesak nafas ringan. Inhalasi dalam konsentrasi yang berlebihan dapat menyebabkan pusing, mual, muntah, kehilangan kesadaran, dan kematian. Kematian bisa terjadi akibat kesalahan dalam penilaian, kebingungan, atau kehilangan kesadaran yang mencegah penyelamatan diri. Pada rendah oksigenkonsentrasi, pingsan dan kematian dapat terjadi dalam hitungan detik tanpa peringatan. Pengaruh gas sesak nafas ringan sebanding dengan sejauh mana mereka mengurangi jumlah (tekanan parsial) oksigen di udara yang dihirup. Oksigen dapat berkurang sampai 75% dari itu persentase yang normal di udara sebelum gejala yang cukup berkembang. Hal ini pada gilirannya memerlukan adanya sesak nafas ringan dalam konsentrasi 33% dalam campuran udara dan gas. Ketika sesak nafas ringan mencapai konsentrasi 50%, gejala ditandai dapat diproduksi. Sebuah konsentrasi 75% berakibat fatal dalam hitungan menit.

Dampak ke Lingkungan : Neon adalah gas atmosfer langka dan dengan demikian tidak beracun dan kimia inert. Neon tidak menimbulkan ancaman bagi lingkungan, dan dapat tidak berdampak sama sekali karena itu kimia reaktif dan tidak membentuk senyawa.

HELIUM Helium (He) adalah unsur kimia yang tak berwarna, tak berbau, tak berasa, tak beracun, hampir inert, berupa gas monatomik, dan merupakan unsur pertama pada golongan gas mulia dalam tabel periodik dan memiliki nomor atom 2. Titik didih dan titik lebur gas ini merupakan yang terendah di antara semua unsur. Helium berwujud hanya sebagai gas terkecuali pada kondisi yang sangat ekstrem. Kondisi ekstrem juga diperlukan untuk menciptakan sedikit senyawa helium, yang semuanya tidak stabil pada suhu dan tekanan standar. Helium memiliki isotop stabil kedua yang langka yang disebut helium-3. Sifat dari cairan varitas helium-4; helium I dan helium II; penting bagi para periset yang

mempelajari mekanika kuantum (khususnya dalam fenomenasuperfluiditas) dan bagi mereka yang mencari efek mendekati suhu nol absolut yang dimiliki materi (seperti superkonduktivitas). Sifat Fisika Neon Fasa gas Massa jenis (0 C, 101.325 kPa) 0.1786 g/L Titik lebur (at 2.5 MPa) 0.95 K 457.96 F 272.20 C Titik kritis 5.19 K, 0.227 MPa Kalor peleburan 0.0138 kJmol1 Kalor penguapan 0.0829 kJmol1 Kapasitas kalor 5R/2 = 20.786 Jmol1K1 Jari-jari kovalen 28 pm Jari-jari van der Waals 140 pm Struktur kristal hexagonal close-packed Pembenahan magnetik diamagnetik Konduktivitas termal 0.1513 Wm1K1 Massa jeniscairan pada t.d. 0.125 gcm3

Karakteristik

Atom helium. Tergambar pada gambar di atas adalahinti atom helium (merah muda) beserta distribusi awan elektronnya (hitam abu-abu). Inti atom (kanan atas) pada helium-4 sebenarnya simetris bulat dan mirip dengan awan elektronnya, walaupun pada inti atom yang lebih kompleks tidaklah selalu demikian. Fase gas dan plasma Helium adalah gas mulia yang paling tidak reaktif setelah neon, dan karenanya merupakan unsur yang paling tidak reaktif kedua dari semua unsur-unsur; Helium

bersifat inert dan monoatomik di bawah semua kondisi standar. Dikarenakan massa atom molar helium yang relatif rendah,konduktivitas termal helium, kalor jenis helium,

dan kelajuan suara dalam gas helium lebih besar daripada gas lainnya terkecuali hidrogen. Ukuran atom helium juga sangat kecil, sehingga laju difusihelium dalam zat padat tiga kali lebih cepat daripada udara biasa dan kelajuannya 65% daripada laju difusi hidrogen. Helium adalah gas monoatomik yang paling tidak larut dalam air. Indeks

refraksi helium juga merupakan yang paling mendekati nilai satu daripada indeks refraksi gas lainnya. Helium memiliki nilai koefisien Joule-Thomson yang negatif pada temperatur normal, yang berarti ia akan memanas ketika dibiarkan memuai dengan bebas. Ia akan mendingin apabila memuai pada temperatur yang lebih rendah daripada temperatur inversi Joule-Thomson, yakni sekitar 32 sampai dengan 50 K pada 1 atmosfer. Seketika helium didinginkan di bawah temperatur ini, helium dapat dicarikan melalui pendinginan pemuaian. Kebanyakan helium luar angkasa ditemukan dalam keadaan plasma dengan sifat-sifat yang berbeda daripada yang ditemukan pada helium atomik. Dalam keadaan plasma, elektron helium tidak terikat pada intinya, mengakibatkan konduktivitas helium plasma yang sangat tinggi. Partikel bermuatan ini sangat dipengaruhi oleh medan magnet dan listrik. Sebagai contoh, pada saat badai matahari, helium yang terionisasi beserta hidrogen yang terionisasi berinteraksi dengan magnetosfer bumi dan menghasilkan arus Birkeland dan

fenomena aurora. Fase padat dan cair

Heium cair. Helium pada gambar di atas tidak hanya cair, namun telah didinginkan sampai mencapai titik superfluiditas. Cairan yang menetes pada bawah gelas menunjukkan bahwa helium secara spontan keluar dari wadah penampungnya dari sisi samping wadah. Energi yang diperlukan dalam proses ini disuplai oleh energi potensial helium yang jatuh. Tidak seperti unsur-unsur lainnya, helium akan tetap berwujud cair pada nol mutlak dan tekanan normal. Hal ini merupakan efek langsung dari mekanika kuantum: utamanya, energi titik nol sistem terlalu tinggi bagi sistem untuk memadat. Helium dapat

dipadatkan pada temperatur 11,5 K (sekitar 272 C) dan tekanan 25 bar (2,5 MPa). Sangatlah sulit untuk membedakan helium padat dengan helium cair karena indeks refraksi kedua fase tersebut hampir sama. Helium padat memiliki struktur kristal dan rentangan titik lebur yang sangat kecil. Selain itu, ia juga dapat dikompreskan; apabila diberikan tekanan, volumenya akan menurun lebih dari 30%.Dengan nilai modulus limbak sekitar 27 MPa, helium padat ~100 kali lebih termampatkan daripada air. Helium padat memiliki massa jenis 0,214 0,006 g/cm3 pada 1,15 K dan 66 atm; diproyeksikan massa jenisnya mencapai 0,187 0,009 g/cm3 pada 0 K dan 25 bar (2,5 MPa). Keadaan helium I Pada suhu di bawah titik didihnya sebesar 4,2 K dan di atas titik lambdanya 2,1768 K,isotop helium-4 berwujud cairan tak berwarna, yang disebut helium I. Sama seperti cairankriogenik lainnya, helium I mendidih ketika dipanaskan dan menyusut ketika didinginkan. Helium I memiliki indeks refraksi seperti gas senilai 1,026, yang menyebabkan permukaannya sulit untuk dilihat, sehingga umumnyabusa polistirena yang mengambang digunakan untuk mendeteksi di mana permukaan cairan ini berada. Helium I

memiliki viskositasyang sangat rendah dan massa jenis sekitar 0,145-0,125 g/mL (antara 0 sampai 4 K), yang nilainya hanya seperempat dari nilai yang diteorikan menurut fisika klasik. Mekanika kuantum diperlukan untuk menjelaskan disparitas ini dan oleh karena itu, baik cairan helium-I dan -II disebut sebagai fluida kuantum, yang berarti bahwa keduanya memperlihatkan sifat-sifat atomik kuantum pada skala makroskopik. Hal ini merupakan efek dari nilai titik didihnya yang sangat mendekati nol mutlak, sehingga menghalangi gerakan acak molekul (energi termal) untuk menyembunyikan sifat-sifat atomiknya. Keadaan helium II Helium cair yang berada dalam keadaan di bawah titik lambdanya mulai menunjukkan sifat-sifat yang tak lazim. Helium dalam keadaan ini disebut sebagai helium II. Pendidihan helium II tidak dimungkinkan oleh karena konduktivitas termalnya yang sangat tinggi; pemanasan yang diberikan pada helium II akan menyebabkan penguapan secara langsung menjadi gas. Helium-3 juga mempunyai fasesuperfluida, namun pada temperatur yang lebih rendah; oleh karena itu, tidaklah diketahui banyak sifat-sifat superfluida isotop helium-3.

Tidak seperti cairan biasanya, helium II akan menjalar ke seluruh permukaan wadah penampung untuk mencapai keadaan setimbang; setelah beberapa saat, tinggi permukaan pada dua wadah penampung itu akan seimbang.Film rollin juga menutupi interior wadah yang lebih besar; apabila wadah penampung di atas tidak ditutup, helium II juga akan menjalar dan lolos keluar dari wadah.. Helium II merupakan superfluida, yaitu keadaan mekanika kuantum materi yang bersifat tak lazim. Sebagai contohnya, fluida ini akan mengalir melalui tabung kapiler setipis 107 sampai dengan 108 m namun tetap tidak terukur viskositasnya. Namun, ketika pengukuran dilakukan antara dua cakram yang bergerak, nilai viskositasnya yang sama dengan gas helium akan terukur. Teori terkini menjelaskan hal ini menggunakan model dua fluida untuk helium II. Dalam model ini, helium cair di bawah titik lambdanya dipandang mengandung sebagian atom helium dalam keadaan dasar yang bersifat superfluida dan mengalir dengan nilai viskositas persis nol, dan sebagian lainnya dalam keadaan tereksitasi, yang berperilaku sama seperti cairan biasa lainnya. Efek tak lazim helium II dapat terpantau pada efek muncrat helium II. Dalam efek muncrat, suatu bilik dibangun dan tersambung dengan tandon helium II melalui cakram sinter. Helium superfluida akan menembus ke dalam bilik dengan mudahnya tetapi helium non-superfluida tidak akan menembusnya. Jika interior bilik dipanaskan, helium superfluda akan berubah menjadi helium non-superfluida. Agar dapat menjaga kesetimbangan helium superfluida, helium superfluida akan masuk ke dalam bilik dan meningkatkan tekanan, mengakibatkan cairan muncrat keluar dari bilik.

Helium II memiliki konduktivitas termal yang paling besar daripada zat apapun yang diketahui. Konduktivitasnya satu juta kali lebih besar daripada konduktivitas termal helium I dan beberapa ratus kali lipat daripada konduktivitas termal tembaga.[4] Hal ini dikarenakan penghantaran kalor terjadi karena mekanisme kuantum yang khusus. Kebanyakan materi yang menghantarkan kalor dengan baik memiliki pita valensi elektron bebas yang menghantarkan kalor. Helium II tidak memiliki pita valensi seperti itu namun menghantarkan kalor dengan baik. Penghantaran kalor pada helium II diatur oleh persamaan yang mirip dengan persamaan gelombang yang digunakan untuk mengkarakterisasikan perambatan bunyi dalam udara. Ketika kalor diberikan, kalor akan terhantarkan 20 meter per detik pada 1,8 K sebagai gelombang. Fenomena ini dikenal sebagai bunyi kedua. Helium II juga menunjukkan efek menjalar. Ketika helium ditampung dalam dinding wadah yang tinggi, helium II akan bergerak menjalar ke seluruh permukaan wadah melawan gaya gravitasi. Helium II akan lolos dari wadah penampung yang tidak sumbat dengan menjalar ke sisi-sisi penampung sampai ia mencapai daerah yang lebih hangat dan menguap. Penjalaran helium II ini bergerak dalam bentuk lapisan film helium setebal 30 nm yang tak tergantung pada bahan permukaan. Lapisan film ini disebut sebagai film Rollin dan dinamakan atas penemunya, Bernard V. Rollin. Diakibatkan oleh perilaku penjalaran dan kemampuan helium untuk bocor melalui pori-pori yang sangat kecil, sangatlah sulit untuk menampung dan menyimpan helium cair. Gelombang yang merambat dalam film Rollin diatur oleh persamaan yang sama dengan persamaan gelombang gravitasi dalam air yang dangkal. Namun dalam hal ini, gaya pemulihnya bukanlah gravitasi, melainkan gaya van der Waals. Gelombang ini dikenal sebagai bunyi ketiga'. Senyawa

Struktur senyawa ion helium hidrida, HHe+.

Struktur senyawa anion fluroheliat, OHeF-, yang dicurigai dapat terbentuk. Helium memiliki valensi kimia nol, sehingga tidak akan bereaksi secara kimiawi dalam kondisi normal. Helium merupakan insulator listrik yang baik, terkecuali jika ia diionisasikan. Seperti gas mulia lainnya, helium memiliki aras energi metastabil yang mengijinkannya tetap terionisasi dengan voltase di bawah potensial ionisasinya. Helium dapat membentuk senyawa yang tidak stabil, dikenal sebagaieksimer, dengan tungsten, yodium, fluorin, sulfur, dan fosforus ketika terkena lucutan pijar, tumbukan elektron, maupun plasma dari sebab lainnya. Senyawa HeNe, HgHe10, WHe2, dan ion He2+, He22+,HeH+, dan HeD+ telah berhasil dibentuk melalui cara ini. HeH+ stabil dalam keadaan dasarnya, namun sangat reaktif. Senyawa ini merupakan asam Brnsted yang paling kuat, sehingganya hanya dapat ditemukan dalam keadaan terisolasi karena ia akan memprotonasi molekul manapun jika berkontak dengannya. Secara teoritis, senyawa lainnya juga dimungkinkan terbentuk, seperti misalnya helium fluorohidrida (HHeF) yang beranalogi dengan senyawa HArF yang ditemukan pada tahun 2000. Hasil perhitungan teoritis menunjukkan bahwa dua senyawa yang mengandung ikatan helium-oksigen juga mungkin stabil. Dua spesi molekul baru yang diprediksikan menggunakan teori, CsFHeO dan N(CH3)4FHeO, merupakan turunan dari anion metastabil [F HeO] yang diteorikan pada tahun 2005 oleh sekelompok ilmuwan Taiwan. Jika berhasil dikonfirmasikan secara eksperimental, senyawa-senyawa ini akan meruntuhkan keinertan helium dan hanya menyisakan neon sebagai satu-satunya unsur yang inert. Helium juga telah berhasil dimasukkan ke dalam molekul sangkar fulerena dengan memanaskannya dalam tekanan tinggi. Ketika senyawa turunan fulerena ini disintesis, helium yang terperangkap akan tetap ada. Jika helium-3 digunakan, senyawa ini akan dapat terpantau menggunakan spektroskopi resonansi magnetik nuklir. Banyak senyawa fulerena berkandung helium-3 yang telah dilaporkan sintesisnya. Walaupun dalam hal ini atom helium tidak terikat secara kovalen maupun ionik, senyawa seperti ini memiliki sifat-sifat yang khas dan komposisi senyawa yang pasti seperti senyawa kimia lainnya.

Keselamatan Helium netral dalam keadaan standar tidak beracun, tidak memainkan peranan biologis yang penting, dan ditemukan dalam jumlah sekelumit dalam darah manusia. Jika helium terhirup dalam jumlah besar sehingganya tiada oksigen yang cukup untuk prosespernapasan normal, asfiksia dapat terjadi. Pada helium kriogenik, temperaturnya yang rendah dapat menyebabkan radang dingin. Selain itu helium cair yang mengembang dengan cepat menjadi gas dapat menyebabkan ledakan apabila tekanan yang timbul tidak dilepaskan dengan segera. Kontainer gas helium bertemperatur 5 sampai dengan 10 K harus ditangani seolah helium tersebut berwujud cair karena gas ini juga akan mengembang dengan cepat apabila dipanaskan ke temperatur ruangan. Efek biologis Kelajuan suara dalam media helium hampir tiga kali lebih cepat daripada kelajuan suara dalam udara biasa. Oleh karena frekuensi dasar suatu rongga yang terisi oleh gas berbanding lurus terhadap kelajuan suara dalam gas tersebut, akan terdapat peningkatan pada tinggi nada frekuensi resonansi saluran suara ketika helium terhirup.Hal ini menyebabkan perubahan kualitas suara seperti bebek. (Efek yang berlawanan, yakni penurunan frekuensi, dapat dihasilkan dari penghirupan gas padat seperti sulfur heksafluorida ataupun xenon.) Inhalasi helium dapat berbahaya jika dilakukan secara berlebihan karena helium merupakan gas asfiksian yang dapat menggantikan oksigen dalam paru-paru dan

mengganggu pernapasan normal. Penghirupan helium murni secara terus menerus dapat menyebabkan kematian yang disebabkan oleh asfiksia dalam beberapa menit. Inhalasi helium secara langsung dari tabung bertekanan tinggi sangatlah berbahaya karena laju aliran udara yang tinggi akan menyebabkan barotrauma dan memecahkan jaringan paru-paru. Walau demikian, kasus kematian yang disebabkan oleh helium cukup jarang. Di bawah tekanan tinggi (lebih besar daripada 20 atm atau 2 MPa), campuran helium dan oksigen (helioks) dapat menimbulkan sindrom saraf tekanan tinggi. Penambahan sejumlah kecil gas nitrogen dalam campuran tersebut dapat mengatasi masalah tersebut.

Kegunaan * Sebagai gas mulia tameng untuk mengelas * Sebagai gas pelindung dalam menumbuhkan kristal-kristal silikon dan germanium dan dalam memproduksi titanium dan zirkonium * Sebagai agen pendingin untuk reaktor nuklir * Sebagai gas yang digunakan di lorong angin (wind tunnels) Campuran helium dan oksigen digunakan sebagai udara buatan untuk para penyelam dan para pekerja lainnya yang bekerja di bawah tekanan udara tinggi. Perbandingan antara He dan O2yang berbeda-beda digunakan untuk kedalaman penyelam yang berbeda-beda. Helium sangat banyak digunakan untuk mengisi balon ketimbang hidrogen yang lebih berbahaya. Salah satu kegunaan helium yang lain adalah untuk menekan bahan bakar cair roket. Roket Saturn, seperti yang digunakan pada misi-misi Apollo, memerlukan sekitar 13 juta kaki kubik He. Helium cair yang digunakan di Magnetic Resonance Imaging (MRI) tetap bertambah jumlahnya, sejalan dengan ditemukannya banyak kegunaan mesin ini di bidang kesehatan. Helium juga digunakan untuk balon-balon raksasa yang memasang berbagai iklan perusahaan-perusahaan besar, termasuk Goodyear. Aplikasi lainnya sedang dikembangkan oleh militer AS adalah untuk mendeteksi peluru-peluru misil yang terbang rendah. Badan Antariksa AS NASA juga menggunakan balon-balon berisi gas helium untuk mengambil sampel atmosfer di Antartika untuk menyelidiki penyebab menipisnya lapisan ozon. RADON(RN) Sifat fisika

Melting point: 202 [or -71 C (-96 F)] K Boiling point: 211.3 [or -61.7 C (-79.1 F)] K Liquid range: 9.3 K Critical temperature: 377 [or 104 C (219 F)] K Superconduction temperature: no data K Thermal conductivity: 0.00361 W m-1 K-1 Coefficient of linear thermal expansion: no data x 10-6 K-1 fasa : gas Density : 0.9002 g/dm Density of solid: no data kg m-3 Molar volume: 50.50 cm3

Sifat kimia Radon tidak mudah bereaksi secara kimia, tetapi beradioaktif, radon juga adalah gas alami (senyawa gas terberat adalah tungsten heksaflorida, WF6). Pada suhu dan tekanan ruang, radon tidak berwarna tetapi apabila didinginkan hingga membeku, radon akan berwarna kuning, sedang kan radon cair berwarna merah jingga. Penumpukan gas Radon secara alamiah di atsmosfir bumi terjadi amat perlahan sehingga air yang menyentuh udara bebas terus kehilangan Radon karena proses Volatilisasi. Air bawah tanah mempunyai kandungan Radon lebih tinggi di bandingkan air permukaan Dampak positif Radon kadang digunakan oleh beberapa rumah sakit untuk kegunaan terapeutik. Radon tersebut di peroleh dengan pemompaan dari sumber Radium dan disimpan daloam tabung kecil yang disebut benih atau jarum. Radon sudah jarang digunakan lagi namun, mengingat rumah sakit sekarang bisa mendapatkan benih dari supplier yang menghasilkan benih dengan tingkat peluruhan yang dikehendaki. biasanya digunakan kobalt dan caesium yang tahan selama beberapa tahun, sehingga lebih praktis ditinjau dari segi logistik. Karena peluruhannya yang cukup depat. radon juga digunakan dalam penyelidikan hidrologi yang mengkaji interaksi antara air bawah tanah, anak sungai dan sungai. Peningkatan radon dalam anak sungai atau sungai merupakan petunjuk penting bahwa terdapat sumber air bawah tanah. Dampak negatif Radon adalah gas karsinogen. Radon adalah bahan beradioaktif dan harus ditangai secara hati-hati. Adalah sangat berbahaya untuk menghirup unsur ini karena Radon menghasilkan partikel alpha. Radon juga menghasilkan hasil peluruhan berbentuk padat, dan akibatnya, cenderung membentuk debu halus yang mudah memasuki jalur udara dan melekat permanen dalam jaringan paru-paru, menghasilkan paparan lokal yang parah. Compound Radon difluorida (RnF2) adalah senyawa radon, gas mulia. Radon bereaksi dengan fluor untuk membentuk senyawa yang solid, tapi ini terurai pada berusaha penguapan dan komposisi yang tidak pasti. Perhitungan menunjukkan bahwa hal itu mungkin ionik, tidak seperti semua senyawa biner gas mulia lainnya yang diketahui. Kegunaan senyawa radon terbatas karena radioaktivitas radon. Terpanjang-isotop, radon-222, memiliki waktu paruh hanya 3,82 hari.

KLORIDA Ion klorida terbentuk ketika unsur klorin (halogen) menangkap satu elektron untuk membentuk anion (ion bermuatan negatif) Cl-. Garam-garam asam klorida mengandung ion klorida dan juga dapat disebut klorida. Ion klorida, dan garamnya seperti natrium klorida, sangat mudah larut dalam air. Ini adalah elektrolit penting yang terletak di semua cairan tubuh bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan asam / basa, transmisi impuls saraf dan mengatur cairan masuk dan keluar dari sel . Kata klorida juga dapat membentuk bagian dari nama senyawa kimia di mana satu atau lebih atom klorin yang terikat secara kovalen. Misalnya, metil klorida, lebih umum disebut klorometana, (CH3Cl) merupakan senyawa kovalen berikat organik, yang tidak mengandung ion klorida. Korosi Kehadiran klorida, misalnya dalam air laut, secara signifikan memperburuk kondisi untuk pitting korosi kebanyakan logam (termasuk baja tahan karat dan bahan-bahan paduan) dengan meningkatkan pembentukan dan pertumbuhan lubang melalui proses autocatalytic. Kegunaan Klorida digunakan untuk membentuk garam yang dapat mengawetkan makanan seperti natrium klorida. Garam lainnya seperti kalsium klorida, magnesium klorida, kalium klorida telah bervariasi kegunaan mulai dari perawatan medis untuk pembentukan semen. Contohnya adalah garam, yang merupakan natrium klorida dengan rumus kimia NaCl. Dalam air, itu terdisosiasi menjadi Na+ dan Cl- ion. Contoh anorganik klorida kovalen terikat yang digunakan sebagai reaktan adalah: fosfor triklorida, fosfor pentaklorida, dan tionil klorida, semua tiga di antaranya reagen klorin reaktif yang telah digunakan di laboratorium disulfur dichloride (S2Cl2), digunakan untuk vulkanisasi karet. Sebuah ion klorida juga kelompok prostetik hadir dalam enzim amilase. Contoh lain adalah kalsium klorida dengan rumus kimia CaCl2. Kalsium klorida adalah garam yang dipasarkan dalam bentuk pelet untuk menghapus kelembaban dari kamar. Kalsium klorida juga digunakan untuk menjaga jalan beraspal dan memperkuat roadbases untuk konstruksi baru. Selain itu, kalsium klorida banyak digunakan sebagai De-icer karena efektif dalam menurunkan titik lebur bila diterapkan pada es. Dalam industri perminyakan, klorida adalah konstituen dimonitor dari sistem lumpur. Peningkatan klorida dalam sistem lumpur mungkin merupakan indikasi pengeboran ke dalam formasi air asin tekanan tinggi. Kenaikan yang juga dapat menunjukkan rendahnya kualitas pasir sasaran. Klorida juga merupakan indikator kimia berguna dan dapat diandalkan sungai / air tanah kontaminasi tinja, seperti klorida adalah zat terlarut non-reaktif dan di mana-mana untuk limbah & air minum. Banyak air perusahaan mengatur seluruh dunia memanfaatkan klorida untuk memeriksa tingkat kontaminasi sungai dan sumber air minum.

Kesehatan Klorida adalah bahan kimia kebutuhan tubuh manusia untuk metabolisme (proses untuk mengubah pangan menjadi energi). Hal ini juga membantu menjaga keseimbangan asam-basa tubuh. Jumlah klorida dalam darah dikontrol secara cermat oleh ginjal. Chloride

Systematic name[hide] Chloride[1] Identifiers CAS number PubChem ChemSpider KEGG ChEBI ChEMBL Beilstein Reference Gmelin Reference Jmol-3D images [show] InChI [show] Properties Molecular formula Molar mass Std enthalpy of formation fHo298 Standard molar entropy So298 Other anions Cl 35.453 g mol-1 Thermochemistry 167 kJmol1[2] 153.36 J K-1 mol-1[2] Related compounds Bromide Fluoride 16887-00-6 312 306 C00698 CHEBI:17996 CHEMBL19429 3587171 14910 Image 1 SMILES

Iodide Except where noted otherwise, data are given for materials in their standard state (at 25 C, 100 kPa)

Sifat-sifat fisika Ciri-ciri fisika asam klorida, seperti titik didih, titik leleh, massa jenis, dan pH tergantung pada konsentrasi atau molaritas HCl dalam larutan asam tersebut. Sifat-sifat ini berkisar dari larutan dengan konsentrasi HCl mendekati 0% sampai dengan asam klorida berasap 40% HCl Massa Molaritas pH Viskositas jenis mol/dm3 2,87 6,02 9,45 10,17 10,90 11,64 12,39 0.5 0,8 1,0 1,0 1,0 1,1 1,1 mPas 1,16 1,37 1,70 1,80 1,90 1,99 2,10 Kapasitas Tekanan Titik Titik kalor uap didih leleh jenis kJ/(kgK) 3,47 2,99 2,60 2,55 2,50 2,46 2,43 Pa 0,527 27,3 1.410 3.130 6.733 14.100 28.000 C 103 108 90 84 71 61 48 C 18 59 52 43 36 30 26

Konsentrasi

kg HCl/kg kg HCl/m3 Baum kg/l 10% 20% 30% 32% 34% 36% 38% 104,80 219,60 344,70 370,88 397,46 424,44 451,82 6,6 13 19 20 21 22 23 1,048 1,098 1,149 1,159 1,169 1,179 1,189

Suhu dan tekanan referensi untuk tabel di atas adalah 20 C dan 1 atm (101,325 kPa). Asam klorida sebagai campuran dua bahan antara HCl dan H2O mempunyai titik didih-konstan azeotrop pada 20,2% HCl dan 108,6C (227 F). Asam klorida memiliki empat titik eutektik kristalisasi-konstan, berada di antara kristal HClH2O (68% HCl), HCl2H2O (51% HCl), HCl3H2O (41% HCl), HCl6H2O (25% HCl), dan es (0% HCl). Terdapat pula titik eutektik metastabil pada 24,8% antara es dan kristalisasi dari HCl3H2O Compounds NaCl ( Natrium Klorida) Sodium Chlorida atau Natrium Chlorida (NaCl) yang dikenal sebagai garam adalah zat yang memiliki tingkat osmotik yang tinggi. Zat ini pada proses perlakuan penyimpanan benih recalsitran berkedudukan sebagai medium inhibitor yang fungsinya menghambat proses metabolisme benih sehingga perkecambahan pada

benih recalsitran dapat terhambat. Dengan kemampuan tingkat osmotik yang tinggi ini maka apabila NaCl terlarut di dalam air maka air tersebut akan mempunyai nilai atau tingkat konsentrasi yang tinggi yang dapat mengimbibisi kandungan air (konsentrasi rendah)/low concentrate yang terdapat di dalam tubuh benih sehingga akan diperoleh keseimbangan kadar air pada benih tersebut. Hal ini dapat terjadi karena H2O akan berpindah dari konsentrasi yang rendah ke tempat yang memiliki konsentrasi yang tinggi. Hal ini merupakan hal yang sangat menguntungkan bagi benih recalsitran, karena sebagaimana kita ketahui benih recalsitran yaitu benih yang memiliki tingkat kadar air yang tinggi dan sangat peka terhadap penurunan kadar air yang rendah. Kadar air yang tinggi menyebabkan benih recalsitran selalu mengalami perkecambahan dan berjamur selama masa penyimpanan atau pengiriman ketempat tujuan. Namun dengan perlakuan konsentrasi sodium chlorida (NaCl) maka hal ini dapat teratasi. HCl (Asam Klorida) HCl senyawa dari elemen hidrogen dan klorin,gas pada suhu kamar dan tekanan. Suatu larutan gas dalam air disebut asam klorida. Hidrogen klorida dapat dibentuk oleh kombinasi langsung klorin Cl2, H2 gas gas hidrogen dan, reaksi cepat pada suhu di atas 250C (482F). Reaksi, diwakili oleh persamaan H2 + Cl2 2HCl, disertai dengan evolusi panas dan tampaknya dipercepat oleh kelembaban. Hidrogen klorida umumnya disiapkan baik di laboratorium dan pada skala industri dengan reaksi CCl4 (TetraKloroMethana) Carbon tetrachloride awalnya disintesis oleh kimiawan Perancis Henri Victor Regnault pada tahun 1839 oleh reaksi kloroform dengan klorin, tetapi sekarang hal ini terutama dihasilkan dari metana: CH4 + 4 Cl2 CCl4 + 4 HCl Produksi sering memanfaatkan produk sampingan dari reaksi klorinasi lainnya, seperti dari sintesis diklorometana dan kloroform. Chlorocarbons lebih tinggi juga mengalami "chlorinolysis:" C2Cl6 + Cl2 2 CCl4 Sebelum tahun 1950-an, karbon tetraklorida diproduksi oleh klorinasi karbon disulfida pada 105 hingga 130C CS2 + 3Cl2 CCl4 + S2Cl2 Produksi karbon tetraklorida telah tajam menurun sejak tahun 1980 karena masalah lingkungan dan permintaan menurun CFC, yang berasal dari karbon tetraklorida. Pada tahun 1992, produksi di AS-Eropa-Jepang diperkirakan 720.000 ton NH4Cl (Amonium Klorida) Aplikasi utama dari amonium klorida adalah sebagai sumber nitrogen dalam pupuk, misalnya chloroammonium fosfat. Tanaman utama adalah padi dan gandum di Asia. Amonium klorida digunakan dalam piroteknik di abad ke-18 tetapi digantikan

oleh bahan kimia yang lebih aman dan kurang higroskopis. Tujuannya adalah untuk memberikan donor klorin untuk meningkatkan warna hijau dan biru dari ion tembaga dalam nyala. Itu sekunder digunakan untuk memberikan asap putih tapi reaksi dekomposisi ganda siap dengan potasium klorat memproduksi amonium klorat sangat tidak stabil membuat penggunaannya sangat curiga. FeCl3 ( Besi(III) Klorida) Anhidrat besi (III) klorida mengadopsi struktur BiI3, yang menampilkan oktahedral Fe (III) pusat interkoneksi oleh dua mengkoordinasikan ligan klorida. Besi (III) klorida hexahydrate terdiri dari trans-[Fe (H2O) 4Cl2]+ kompleks kation dan anion klorida, dengan dua molekul H2O yang tersisa melekat dalam struktur kristal monoklinik. Besi (III) klorida memiliki titik leleh yang relatif rendah dan mendidih pada sekitar 315C. Uap terdiri dari dimer Fe2Cl6 (lih aluminium klorida) yang kian berdisosiasi menjadi monomer FeCl3 (titik D3H kelompok simetri molekul) pada suhu yang lebih tinggi, dalam persaingan dengan dekomposisi reversibel untuk memberikan besi (II) klorida dan gas klor. MgCl2 (Magnesium Klorida) Magnesium Klorida diakui oleh banyak profesional medis sebagai "Magnesium Compound" untuk keperluan baik makanan dan topikal, karena potensi tinggi dan tindakan yang efisien. Magnesium dapat disangkal terapi untuk tubuh manusia, namun banyak yang tersisa tak terkatakan tentang jenis dan kualitas berbagai bentuk magnesium. Tidak semua jenis magnesium memberikan manfaat dikenali sama. Seperti mineral lain dari nilai gizi, magnesium terjadi sebagai berbagai anorganik dan bentuk organik di alam. Masing-masing bentuk ini memiliki berbagai tingkat efisiensi dalam biokimia manusia. Dalam bentuk suplemen, magnesium oksida, bentuk paling umum dari magnesium dijual di apotek dan toko kelontong, telah terbukti memiliki serendah penyerapan 4% rate 1 Bentuk lain dari magnesium, terutama magnesium klorida alami, telah dibuktikan untuk mencapai bioavailabilitas jauh lebih besar.

HIDROGEN (H)

Hidrogen (bahasa Latin: hydrogenium, dari bahasa Yunani: hydro: air, genes: membentuk) adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol H dan nomor atom 1. Pada suhu dan tekanan standar, hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat nonlogam, bervalensi tunggal, dan merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar. Dengan massa atom 1,00794 amu, hidrogen adalah unsur teringan di dunia.

Hidrogen juga adalah unsur paling melimpah dengan persentase kira-kira 75% dari total massa unsur alam semesta Kebanyakan bintang dibentuk oleh hidrogen dalam keadaan plasma. Senyawa hidrogen relatif langka dan jarang dijumpai secara alami di bumi, dan biasanya dihasilkan secara industri dari berbagai senyawa hidrokarbon seperti metana. Hidrogen juga dapat dihasilkan dari air melalui proses elektrolisis, namun proses ini secara komersial lebih mahal daripada produksi hidrogen dari gas alam. Isotop hidrogen yang paling banyak dijumpai di alam adalah protium, yang inti atomnya hanya mempunyai proton tunggal dan tanpa neutron. Senyawa ionik hidrogen dapat bermuatan positif (kation) ataupun negatif (anion). Hidrogen dapat membentuk senyawa dengan kebanyakan unsur dan dapat dijumpai dalam air dan senyawa-senyawa organik. Hidrogen sangat penting dalam reaksi asam basa yang mana banyak reaksi ini melibatkan pertukaran proton antar molekul terlarut. Oleh karena hidrogen merupakan satu-satunya atom netral yang persamaan Schrdingernya dapat diselesaikan secara analitik, kajian pada energetika dan ikatan atom hidrogen memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan mekanika kuantum. Dalam keadaan yang normal, gas hidrogen merupakan campuran antara dua molekul, yang dinamakan ortho- dan para- hidrogen, yang dibedakan berdasarkan spin elektronelektron dan nukleus. Hidrogen normal pada suhu ruangan terdiri dari 25% parahidrogen dan 75% ortho-hidrogen. Bentuk ortho tidak dapat dipersiapkan dalam bentuk murni. Karena kedua bentuk tersebut berbeda dalam energi, sifat-sifat kebendaannya pun juga berbeda. Titik-titik lebur dan didih parahidrogen sekitar 0.1 derajat Celcius lebih rendah dari hidrogen normal. Sifat fisika Titik lebur Titik didih Warna Bau Densitas Kapasitas panas : -259,140C : -252,87 0C : tidak berwarna : tidak berbau : 0,08988 g/cm3 pada 293 K : 14,304 J/gK

Sifat kimia Panas Fusi Energi ionisasi 1 Afinitas electron Panas atomisasi Panas penguapan Jumlah kulit Biloks minimum Elektronegatifitas Konfigurasi electron Biloks maksimum Volume polarisasi Struktur Jari-jari atom Konduktifitas termal Berat atom Potensial ionisasi : 0,117 kJ/mol H2 : 1312 kJmol : 72,7711 kJ/mol : 218 kJ/mol : 0,904 kJ/mol H2 :1 : -1 : 2,18 (skala Pauli) : 1s1 :1 : 0,7 3 : hcp (hexagonal close packed) (padatan H2) : 25 pm : 0,1805 W/mK : 1,0079 : 13,5984 eV

Kelarutan dan karakteristik hidrogen dengan berbagai macam logam merupakan subyek yang sangat penting dalam bidang metalurgi (karena perapuhan hidrogen dapat terjadi pada kebanyakan logam) dan dalam riset pengembangan cara yang aman untuk meyimpan hidrogen sebagai bahan bakar. Hidrogen sangatlah larut dalam berbagai senyawa yang terdiri dari logam tanah nadir dan logam transisi dan dapat dilarutkan dalam logam kristal maupun logam amorf. Kelarutan hidrogen dalam logam disebabkan oleh distorsi setempat ataupun ketidakmurnian dalam kekisi hablur logam.

Reaksi reaksi pada Hidrogen 1. Reaksi Pembakaran

Gas hidrogen sangat mudah terbakar dan akan terbakar pada konsentrasi serendah 4% H2 di udara bebas. Entalpi pembakaran hidrogen adalah -286 kJ/mol. Hidrogen terbakar menurut persamaan kimia: 2 H2(g) + O2(g) 2 H2O(l) + 572 kJ (286 kJ/mol) Ketika dicampur dengan oksigen dalam berbagai perbandingan, hidrogen meledak seketika disulut dengan api dan akan meledak sendiri pada temperatur 560 C. Lidah api hasil pembakaran hidrogen-oksigen murni memancarkan gelombang ultraviolet dan hampir tidak terlihat dengan mata telanjang. Oleh karena itu, sangatlah sulit mendeteksi terjadinya kebocoran hidrogen secara visual. Karakteristik lainnya dari api hidrogen adalah nyala api cenderung menghilang dengan cepat di udara, sehingga kerusakan akibat ledakan hidrogen lebih ringan dari ledakan hidrokarbon. H2 bereaksi secara langsung dengan unsur-unsur oksidator lainnya. Ia bereaksi dengan spontan dan hebat halida pada suhu kamar dengan klorindan fluorin, klorida dan hidrogen fluorida. 2. Reaksi Biologi H2 adalah salah satu hasil produk dari beberapa jenis fermentasi anaerobik dan dihasilkan pula pada beberapa mikroorganisme, biasanya melalui reaksi yang di katalisasikan dengan enzim hidrogenase yang mengandung besi atau nikel. Enzim-enzim ini mengkatalisasikan reaksi redoks reversibel antara H2 dengan komponen dua proton dan dua elektronnya. Gas hydrogen dihasilkan pada transfer reduktor ekuivalen yang dihasilkan selama fermentasi piruvat menjadi air. Pemisahan air, yang mana air terurai menjadi komponen proton, elektron, dan oksigen, terjadi pada reaksi cahaya pada proses fotosintesis. Beberapa organisme meliputi ganggang Chlamydomonas reinhardtii dan cyanobacteria memiliki tahap kedua, yaitu reaksi gelap, yang mana proton dan elektron direduksi menjadi gas H2 oleh hidrogenase tertentu di kloroplasnya. Beberapa usaha telah diambil untuk secara genetik memodifikasi hidrogenase cyanobacteria untuk secara efisien mensintesis gas H2 dibawah keberadaan oksigen.Usaha keras juga telah diambil dalam percobaan memodifikasi gen ganggang dan mengubahnya menjadi bioreaktor.

menghasilkan

hidrogen

berupa hidrogen

Senyawa senyawa Hidrogen

Hidrogen dapat membentuk sanyawa yang lebih elektronegatif seperti halogen (F, Cl, Br, I); dalam senyawa ini hidrogen memiliki muatan parsial positif. Ketika berikatan dengan fluor,

oksigen ataupun nitrogen, hidrogen dapat berpartisipasi dalam bentuk ikatan non-kovalen yang kuat, yang disebut dengan ikatan hidrogen yang sangat penting untuk menjaga kestabilan kebanyakan molekul biologi. Hidrogen juga membentuk senyawa dengan unsur yang kurang elektronegatif seperti logam dan metaloid, yang mana hidrogen memiliki muatan parsial negatif. Senyawa ini dikenal dengan nama hidrida. Hidrogen membentuk senyawa yang sangat banyak dengan karbon. Oleh karena asosiasi senyawa itu dengan kebanyakan zat hidup, senyawa ini disebut sebagai senyawa organik. Studi sifat-sifat senyawa tersebut disebut kimia organic dan studi dalam konteks kehidupan organism dinamakan biokimia.Pada beberapa definisi, senyawa organik hanya memerlukan atom karbon untuk disebut sebagai organik. Namun kebanyakan senyawa organik mengandung atom hidrogen. Dan oleh karena ikatan ikatan hidrogen-karbon inilah yang memberikan karakteristik sifat-sifat hidrokarbon, ikatan hidrogen-karbon diperlukan untuk beberapa definisi dari kata organik di kimia. Dalam kimia anorganik, hidrida dapat berperan sebagai ligan penghubung yang menghubungkan dua pusat logam dalam kompleks berkoordinasi. Fungsi ini umum ditemukan pada unsur golongan 13, terutama pada kompleks borana (hidrida boron) dan aluminium serta karborana yang bergerombol.

Proton dan Asam Oksidasi H2 secara formal menghasilkan proton H+. Spesies ini merupakan topik

utama dari pembahasan asam, walaupun istilah proton digunakan secara longgar untuk merujuk pada hidrogen kationik yang positif dan ditandai dengan H+. Proton H+ tidak dapat ditemukan berdiri sendiri dalam laurtan karena ia memiliki kecenderungan mengikat pada atom atau molekul yang memiliki elektron. Untuk menghindari kesalahpahaman akan proton terlarut dalam larutan, larutan asam sering dianggap memiliki ion hidronium (H3O+) yang bergerombol membentuk H9O4+. Ion oksonium juga ditemukan ketika air berada dalam pelarut lain. Compounds Compound Name Hydrochloric Acid [Hydrogen Chloride] Formula HCl Molar Mass (g/mol) 36.46094

Sodium Bicarbonate [Baking Soda;Sodium Hydrogen Carbonate] Beryllium Hydrogen Carbonate Hydrogen Bromide [Hydrobromic Acid] Magnesium Dihydrogen Phosphate Calcium Hydrogen Sulfate [Calcium Bisulfate] Dihydrogen Sulfide [Sulfane] Hydrogen Peroxide [Hydrogen Dioxide] Sodium Hydrogen Citrate Chlorous Acid [Hydrogen Chlorite] Magnesium Bicarbonate [Magnesium Hydrogen Carbonate] Ammonium Hydrogen Phosphate Calcium Bicarbonate [Calcium Hydrogen Carbonate] Potassium Hydrogen Carbonate [Potassium Bicarbonate] Barium Bicarbonate [Barium Hydrogen Carbonate]

NaHCO3

84.0066

Be(HCO3)2

131.045862

HBr

80.912

Mg(H2PO4)2

218.279484

Ca(HSO4)2

234.21908

H2S

34.08088

H2O2 Na2C6H6O7 HClO2

34.015 236.08716 68.45974

Mg(HCO3)2

146.33868

(NH4)2HPO4

132.056

Ca(HCO3)2

162.11168

KHCO3

100.115

Ba(HCO3)2

259.36068

Sodium Dihydrogen Phosphate Monopotassium Phosphate [Potassium Dihydrogen Phosphate]

NaH2PO4

119.977002

KH2PO4

136.085542

Iron(III) Hydrogen Carbonate [Iron(III) Bicarbonate;Ferric Fe(HCO3)3 Hydrogen Carbonate] Potassium Hydrogen Phosphate Barium Bisulfate [Barium(II) Hydrogen Sulfate] K2HPO4

238.89552

174.175902

Ba(HSO4)2

331.46808

Lead(II) Hydrogen Sulfate Pb(HSO4)2 [Plumbous Hydrogen Sulfate]

401.34108

Penggunaan Hidrogen Penggunaan paling penting dari hidrogen adalah untuk sintesis amonia. Hidrogen juga digunakan dalam proses penyulingan bahan bakar seperti dalam proses hydrocracking dan penghilangan belerang. Sejumlah besar hidrogen digunakan pula dalam hidrogenasi katalitik minyak nabati tak jenuh untuk mendapatkan lemak padat. Hidrogenasi digunakan dalam pembuatan produk kimia organik. Sejumlah besar hidrogen digunakan sebagai bahan bakar roket yang dikombinasikan dengan oksigen atau fluor. Hidrogen dapat dibakar dalam mesin pembakaran internal. Sel bahan bakar hidrogen merupakan alternatif bagi mesin bakar konvensional. Efek Kesehatan Hidrogen a. Konsentrasi tinggi gas ini dapat memicu lingkungan menjadi kekurangan oksigen. Individu yang berada dalam kondisi seperti itu mungkin mengalami gejala yang meliputi sakit kepala, dering di telinga, pusing, mengantuk, pingsan, mual, muntah, dan depresi.

b. Kulit korban mungkin menjadi berwarna biru karena kekurangan oksigen. Dalam kasus parah, kematian dapat terjadi. c. Selain itu, hidrogen diperkirakan menyebabkan mutagenisitas, embryotoxicity, serta teratogenik atau toksisitas reproduksi. Dampak Hidrogen pada Lingkungan a. Hidrogen merupakan pembentuk 0,15% kerak bumi dan merupakan unsur utama dalam air. b. Hidrogen terjadi secara alami di atmosfer. Gas tersebut akan hilang dengan cepat di daerah yang berventilasi baik. c. Tidak ada dampak khusus hidrogen pada lingkungan. Hewan mungkin akan kesulitan bernapas saat berada di lingkungan dengan konsentrasi hidrogen tinggi. d. Sedangkan pada kehidupan air, belum ditemukan bukti efek negatif hidrogen. FOSFOR Fosfor ialah zat yang dapat berpendar karena mengalami fosforesens (pendaran yang terjadi walaupun sumber pengeksitasinya telah disingkirkan). Kegunaan fosfor yang paling umum ialah pada ragaan tabung sinar katode (CRT) dan lampu pendar, sementara fosfor dapat ditemukan pula pada berbagai jenis mainan yang dapat berpendar dalam gelap (glow in the dark). Sifat Fisika Sifat Fisika Fosfor Fasa padat Warna tidak berwarna/merah/putih Titik didih 550k (277oC) Titik leleh 317,3k (44,2 oC) Massa jenis : Fosfor merah 2,34g/cm3 Massa jenis : Fosfor putih 1,823g/cm3 Massa jenis : Fosfor hitam 2,609g/cm3 Energi ionisasi (Fosfor putih ) 1011,8 kj/mol Sifat Kimia: 1. Fosfor putih bersifat sangat reaktif memancarkan cahaya, mudah terbakar di udara, beracun. Fosfor putih digunakan sebagai bahan baku pembuatan asam phospat di industry 2. Fosfor merah bersifat tidak reaktif, kurang beracun, phosphor merah digunakan sebagai bahan campuran pembuatan pasir halus dan bidang gesek korek api.

3. Secara umum phosphor membentuk padatan putih yang lengket yang memiliki bau yang tak enak tetapi ketika murni menjadi tak bewarna dan transparan 4. Fosfor putih mudah menguap dan larut dalam pelarut nonpolar benzene 5. Fosfor merah tidak larut dalam semua pelarut.

Manfaat Fosfor : 1. Merupakan bahan yang penting bagi sel-sel protoplasma, jaringan saraf dan tulang 2. Bahan penting pertanian dan produksi tani lainnya 3. Bahan pembuatan korek api, deterjen, odol, pestisida, kembang api, pupu, dan lain sebagainya. Kekurangan Fosfor : Penyalah gunaan phosphor menjadi bom dimana phosphor memiliki sifat utama membakar Kegunaan Fospor : 1. Fosfor sangat penting dan dibutuhkan oleh mahluk hidup tanpa adanya fosfor tidak mungkin ada organik fosfor di dalam Adenosin trifosfat (ATP) Asam Dioksiribo nukleat (DNA) dan Asam Ribonukleat (ARN) mikroorganisme membutuhkan fosfor untuk membentuk fosfor anorganik dan akan mengubahnya menjadi organik fosfor yang dibutuhkan untuk menjadi organik fosfor yang dibutuhkan, untuk metabolisme karbohidrat, lemak, dan asam nukleat 2. Kegunaan fosfor yang terpenting adalah dalam pembuatan pupuk, bahan korek api, kembang api, pestisida, odol, dan deterjen 3. Kegunaan fosfor yang paling umum ialah pada ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan lampu fluoresen, sementara fosfor dapat ditemukan pula pada berbagai jenis mainan yang dapat berpendar dalam gelap (glow in the dark) 4. Fosfor juga digunakan dalam memproduksi baja, perunggu fosfor, dan produk-produk lainnya. Trisodium fosfat sangat penting sebagai agen pembersih, sebagai pelunak air, dan untuk menjaga korosi pipa-pipa 5. Fosfor juga merupakan bahan penting bagi sel-sel protoplasma, jaringan saraf dan tulang 6. Bahan tambahan dalam deterjen, bahan pembersih lantai dan insektisida. Selain itu fosfor diaplikasikan pula pada LED (Light Emitting Diode) untuk menghasilkan cahaya putih 7. Fosfor merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua organisme untuk energi dan pertumbuhan. Kerugian Fospor : 1. Penyalahgunan fosfor menjadi Bom yang sangat mengerikan. Fosfor bom memiliki sifat utama membakar.

2. Ketika fosfor putih ditembakan atau dibakar udara maka akan bereaksi dengan oksigen membentuk fosfor pentaoksida (P2O5). Walaupun fosfor berbahaya namun yang paling berbahaya yaitu terletak pada proses pembakaran fosfor dan hasil pembakaran fosfor bukan pada ledakannya 3. Pembakaran fosfor di udara berlangsung sangat eksotermis yaitu menghasilkan suhu sekitar 800C. Suhu yang tinggi inilah yang akan merusak jaringan tubuh seperti luka bakar ketika mengenai organ-organ tubuh. Sedangkan hasil pembakaran fosfor putih yaitu berupa P2O5dalam bentuk asap. Asap yang dihasilkan sangat berbahaya karena selain beracun asap inipun bersifat korosif atau dapat pula bereaksi dengan organorgan tubuh manusia. 4. Dapat menyebabkan pembakaran kimia parah begitu berhubungan dengan kulit. Fluor juga apabila di gunakan berlebihan ke gigi dapat membuat gigi keropos. Fluor juga mengakibatkan kerusakan pada saraf dan otak, kerusakan pada tulang (antara lain fraktur tulang panggul dan artritis), kanker tulang, dan gangguan kelenjar thyroid. Khusus mengenai nyeri persendian (artritis) yang dinamakan dengan bone fluorosis banyak ditemukan di negara China, India dan sebagian Afrika 5. Fluor juga mengakibatkan kerusakan pada ginjal dan kemandulan (infertility). Fluor juga terakumulasi paling banyak pada kelenjar pineal (kelenjar kecil yang berada di tengah belahan otak kiri dan otak kanan) Kelenjar pineal ini memproduksi hormon melatonin yang berfungsi untuk mengatur dimulainya masa akil baliq (puberty) dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Fluor membawa akibat yang amat buruk pada kelompok masyarakat yang rentan seperti bayi, manula, penderita diabetes dan penderita malnutisi (seperti kekurangan kalsium, magnesium, vitamin C, vitamin D and yodium and protein). Compound : Fosfor berupa berbagai jenis senyawa logam transisi atau senyawa tanah langka seperti zink sulfida (ZnS) yang ditambah tembaga atau perak, dan zink silikat (Zn2SiO4) yang dicampur dengan mangan. Reaksi Pada Fosfor 1.) Asam Fosfat Asam fosfat merupakan cairan kental tidak berwarna dan mudah larut dalam air. asam fosfat dapat diperoleh dari reaksi antara fosfor putih dengan oksigen kemudian tambahkan

air. Selain dengan cara ini asam fosfat dapat diperoleh dari batu fosfat yang direaksikan dengan asam sulfat pekat. Selain itu, Asam fosfat dengan batu gamping akan membentuk dikalsium fosfat yang merupakan bahan dasar pasta gigi dan makanan ternak. Reaksi sederhananya sebagai berikut: Ca3 (PO4)2 + CaCO3 =====> Ca HPO4 (dikalsium fosfat). Asam fosfat direaksikan dengan soda abu menghasilkan 3 produk dengan fungsi berbeda. Reaksi sederhananya sebagai berikut : H3PO4 + Soda abu ======> 1,2,3. 1. Sodium tripoly phosphate -----> sebagai bahan detergent 2. Sodium triotho phosphate -----> pelembut air 3. Tetra sodium pyro phosphate ------> industri keramik. 2.) Fosforil Halida Fosforil Halida adalah X3PO, dimana X mungkin F, Cl atau Br. Salah satu yang terpenting adalah Cl3PO, dapat diperoleh dengan reaksi : 2PCl3 + O2 P4O10 + 6PCl5 3.) Trimetilfosfit Mudah menjalankan isomerisasi spontan menjadi dimetilester dari asam metilfosfonat : P(OCH3)3 ----- CH3PO(OCH3)2 ------
-------

2Cl3PO 10Cl3PO.

Senyawa-Senyawa Paling Umum dengan Unsur Fosfor : 1. Fosfor yang dapat dikonsumsi oleh tanaman adalah dalam bentuk fosfat, seperti diamonium fosfat ((NH4)2HPO4) atau kalsium fosfat dihidrogen (Ca(H2PO4)2) 2. Trinatrium fosfat (Na3PO4), Seyawa fosfor anorganik yang biasa terdapat di perairan 3. Sumber alami fosfor diperairan adalah pelapukan batuan mineral, misalnyafluorapatite [Ca5-(PO4)3F], hydroxylapatite [Ca5(PO4)3OH], strengire[Fe(PO4)2H2O], whitlockite [Ca5-(PO4)2], dan berlinite (AIPO4) 4. Senyawa anorganik fosfat dalam air laut pada umumnya berada dalam bentuk ion (orto) asam fosfat (H3PO4), dimana 10% sebagai ion fosfat dan 90% dalam bentuk HPO42-. Fosfat merupakan unsur yang penting dalam pembentukan protein dan membantu proses metabolisme sel suatu organisme 5. Fluor-apatit : 3 Ca3(PO4)2.CaF 6. Karbonato-apatit : 3 Ca3(PO4)2.CaCO3

7. Hidroksi-apatit 8. Oksi-apatit 9. Trikalsium-fosfat 10. Dikalsium-fosfat 11. Monokalsium-fosfat

: 3 Ca3(PO4)2.Ca(OH)2 : 3 Ca3(PO4)2.CaO : Ca3(PO4)2 : CaHPO4 : Ca(H2PO4)2 SULFUR

Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dengan simbol S dan nomor atom 16. Dalam kondisi normal, atom belerang membentuk molekul octatomic siklik dengan rumus kimia S8. Unsur sulfur berbentuk kristal padatan kuning cerah ketika berada pada suhu kamar. Secara kimia, belerang dapat bereaksi sebagai oksidan atau reduktor. Mengoksidasi kebanyakan logam dan beberapa nonmetals, termasuk karbon, yang mengarah ke muatan negatif dalam senyawa organosulfur besar, tetapi mengurangi beberapa oksidan yang kuat, seperti oksigen dan fluor. Sulfur merupakan elemen penting bagi semua kehidupan, dan secara luas digunakan dalam proses biokimia. Dalam reaksi metabolik, senyawa belerang menjadi baik bahan bakar (donor elektron) dan pernafasan (oksigen-alternatif) bahan (elektron akseptor). Sulfur

merupakan bagian penting dari banyak enzim dan molekul antioksidan seperti glutathione dan thioredoxin. Organik terikat belerang adalah komponen dari semua protein, seperti asam amino sistein dan metionin. Ikatan disulfida sebagian besar bertanggung jawab untuk kekuatan mekanik dan tidak dapat larut pada keratin protein yang ditemukan di kulit luar, rambut, dan bulu, dan elemen berkontribusi terhadap bau menyengat mereka ketika dibakar. Sifat Fisika Nomor atom Massa Konfigurasi elektron Titik beku Titik Didih Titik lebur Kerapatan Potensial Elektron Berat jenis Kekerasan Sifat Fisika Sulfur 16 32,064 3s2 3p4 11190C 444,60C 1290C 2,06 -0,48 2,05-2,09 1,5-2,5 (skala mosh)

Sifat Kimia

Belerang merupakan unsur khalkogen. Keelektronegativannya lebih rendah dari keelektronegativan oksigen, senyawa ini menunjukkan derajat ion yang lebih rendah dan kenaikan derajat kekovalenan ikatan dan akibatnya derajat ikatan hydrogennya menjadi lebih kecil. Unsur belerang mempunyai banyak alotrop yang menecerminkan kemampuan katenasi atom belerang. Belerang tidak larut dalam air tetapi mudah larut dalam pelarut organik misalnya CS2, CCl4, dan toluena. Apabila belerang dibakar apinya berwarna biru dan menghasilkan gas-gas SO2 yang berbau busuk. Senyawa Belerang 1. Hidrogen Biner Hidrogen Sulfida Hidrogen sulfida adalah sebuah bahan kimia laboratorium yang penting, karena digunakan secara luas dalam analisis kualitatif. Zat ini dapat dengan mudah di buat dengan reaksi asam terhadap sulfide logam atau dengan hidrolisis tioasetamida :

FeS + 2HCl H2S + FeCl2 CH3CSNH2 + H2O H2S + CH3CONH2 Hidrogen sulfide adalah gas yang beracun dan dapat larut dalam air. H2S + H2O H3O+ + HS2. Polisulfida Logam Belerang tidak hanya terikat bersama dalam belerang unsur, tetapi dapat bereaksi juga dengan ion sulfida dengan membentuk ion polisulfida. BaS + 2S BaS3 Ion polisulfida ukurannya berkisar dari S22- sampai S63-. Kristal polisulfida yang paling terkenal, yaitu bijih besi yang umum seperti pirit (FeS2). 3. Oksida dan Asam Okso a. SO2 dan SO3 Sulfur dioksida (SO2) adalah gas tidak berwarna.Berbau khas memerihkan mata dan dapat merusak saluran pernapasan. Secara berlebihan akan bereaksi dengan air dalam saluran pernapasan dan membentuk asam sulfit yang akan merusak jaringan dan menimbulkan rasa sakit. Sulfur dioksida dapat terbentuk pada pembakaran batu bara yang mengandung belerang, dan pemanggangan bijih sulfida. Sulfur dioksida dapat melarut dengan baik dalam air. SO2(g) + H2O(l) H2SO3(aq) Sampai kini belum ditemukan spesi H2SO3 dalam larutan, dan dianggap bahwa SO3dialirkan ke dalam air terbentuk suatu hidrat, namun telah dikenal garam hidrogen sulfit. Meskipun pada keadaan biasa SO3 sukar terbentuk pada keadaan tertentu, SO2 dapat dioksida menjadi SO3 . Sifat SO2 yang mudah larut dan menghasilkan asam mengakibatkan persoalan lingkungan seperti hujan asam. Terjadinya hujan asam yaitu pembakaran bahan bakar posil seperti minyak dan batu bara akan dihasilkan NO x dan SOx juga partikel lain. Polutan akan tinggal beberapa lama di udara dan kemudian musnah terdeposisi ke permukaan bumi, selama polutan di udara, kualitas udara menurun yang dapat berakibat langsung pada kesehatan manusia seperti sesak napas/ gatalgatal di kulit. Polutan seperti oksida sulfur (SO2) dan oksida nitrogen (NO2) melalui reaksi oksidasi dengan ozon akan berubah menjadi SO3 dan NO3 selanjutnya berubah menjadi senyawa sulfat dan senyawa nitrat. Senyawasenyawa tersebut akan berpindah dari atmosfer ke permukaan bumi melalui hujan. b. Asam Sulfat

Pada suhu kamar belerang trioksida berupa padatan yang terdiri dari satuan SO3dengan struktur yang rumit. Padatan ini mudah menguap dan pada fase gas SO3terdiri dari molekul segitiga planar. Sulfur trioksida dapat dibuat dengan cara oksida belerang dioksida dengan oksigen. 2SO2(g) + O2(g) 2SO3 SO2 sangat stabil diudara. Dengan adanya katalis, oksida SO2 menjadi SO3 segera berlangsung. Gas SO3 bereaksi dengan air membentuk H2SO4 SO3(g) + H2O (l) H2SO4(l) Pabrik asam sulfat memerlukan belerang dioksida yang dapat diperoleh dari : 1. Pembakaran belerang S + O2 SO2 2. Pirit ( seng sulfida ) Pada pemanggangan bijih-bijih logam ini, dihasilkan sulfur dioksida sebagai hasil samping 4FeSO4 + 11O2 2Fe2O3 + SO2 2ZnS + 3O2 2ZnO + 2SO2 3. Anhidrit.CaSO4 CaSO4 + 2C 2CO2 + CaS CaS + 3CaSO4 4CaO + 4SO2

Dampak Terhadap Lingkungan 1) Dampak Positif Sebagian besar belerang dijadikan asam belerang yang merupakan bahan penting dalam pembuatan pupuk serta dalam industri kimia lainnya seperti bahan obat-obatan, racun serangga, bahan peledak, dan bahan korek api juga digunakan untuk pengolahan mineral, nikel dan pembersih minyak. 2) Dampak Negatif a. Pencemaran udara b. Bila larut dalam air, akan meningkatkan senyawa asam dalam air yang menyebabkan matinya beberapa jenis organisme sehingga merusak keseimbangan ekosistem. c. Dapat menyebabkan hujan asam. Dampak dari hujan asam ini antara lain yaitu mempengaruhi kualitas

air permukaan, merusak tanaman, melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan.

d. Jika terhirup dalam jumlah banyak, maka penghirupnya akan mengalami kesulitan bernapas yang berujung kematian.

ARGON Argon adalah unsur kimia dengan simbol Ar dan nomor atom 18. Hal ini dalam kelompok 18 dari tabel periodik dan merupakan gas mulia . Argon adalah gas yang paling umum ketiga di atmosfer bumi , sebesar 0,93% (9.300 ppm), sehingga kira-kira 23,8 kali lebih banyak sebagai gas berikutnya yang paling umum atmosfer, karbon dioksida (390 ppm), dan lebih dari 500 kali sebagai melimpah gas mulia yang paling umum berikutnya, neon (18 ppm). Hampir semua argon ini adalah radiogenik argon-40 berasal

dari peluruhan dari potassium-40 di kerak bumi. Di alam semesta, argon-36 adalah jauh yang paling umum argon isotop , menjadi pilihan argon isotop yang dihasilkan oleh bintang nukleosintesis di supernova . Nama "argon" berasal dari bahasa Yunani kata , bentuk tunggal netral dari berarti "malas" atau "tidak aktif", sebagai referensi untuk fakta bahwa elemen mengalami hampir tidak ada reaksi kimia. Lengkap oktet (delapan elektron) di kulit atom terluar membuat argon stabil dan tahan terhadap ikatan dengan unsur lain. Its tiga titik suhu 83,8058 K adalah titik tetap yang menentukan dalam Skala Suhu Internasional 1990 . Argon diproduksi industri oleh distilasi fraksional dari udara cair . Argon banyak digunakan sebagai lembam shielding gas dalam pengelasan dan proses industri lainnya suhu tinggi di mana biasanya zat non-reaktif menjadi reaktif, misalnya, suasana argon digunakan dalam grafit tanur listrik untuk mencegah grafit dari pembakaran. Argon gas juga memiliki kegunaan di pijar dan lampu fluorescent , dan jenis-jenis tabung gas discharge.Argon membuat khas gas laser biru-hijau. Sifat Fisika Sifat Fisika Argon Ar Gas (0C,101,325 kPa ) 1,784 g / L 1,40 g cm -3 83,81 K , -189,34 C, -308,81 F -185,9 C 83,8058 K, 68,89 kPa 150,687 K, 4,863 MPa

Simbol Kimia Fase Kepadatan Liquid kepadatan di bp Titik lebur Titik didih Titik tripel Titik kritis

Panas fusi Panas penguapan Berat Molekul Berat Jenis Relatif (Udara = 1) Kapasitas panas molar Berat Jenis Gas (@101,3 kPa & 15 C) Suhu Kritis Berat Jenis Cairan (B.Pt.) Titik Api Sifat Kimia :

1.18 kJ mol -1 6.43 kJ mol -1 40 1.4 5 R / 2 = 20,786 J mol -1 K -1 1,78 kg/m 3 -122,4 C 1393 kg/m 3 Tidak terbakar

Argon tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa, mudah larut dalam air, dan bukan gas yang mudah terbakar. Penggunaan Dikenal karena kemurnian kimianya, pada suhu yang tinggi argon dipergunakan untuk pengelasan, sebagai gas pelindung. Argon, baik murni maupun mengandung sedikit karbon dioksida, oksigen, hidrogen dan helium, banyak dipergunakan sebagai gas pelindung dalam aplikasi pengelasan terhadap baja karbon dan steinless, aluminium, magnesium, dan sebagainya. Argon juga dipergunakan di bidang metalurgi untuk pengolahan panas sistem gas proteksi, khususnya untuk memperkuat baja yang banyak mengandung karbon, dimana dekarburisasi harus dihindari. Dampak Positif: Argon tidak menyebabkan karat sehingga semua jenis metal dapat

dipergunakan,asalkan peralatan dirancang untuk tahan terhadap proses tekanan dan suhu rendah. Argon bertindak sebagai gas pembawa silane pada pergantian komposisi silikon. Argon dipergunakan di industri besi dan baja dengan cara-cara sebagai berikut :

Dengan mempergunakan cairan argon, argon mencegah oksidasi dari baja cair dan akan berlangsung proses pengurangan belerang dan gas-gas di dalam cairan baja

Pada bidang lampu listrik, argon dipergunakan untuk mengisi :


Bola lampu pijar Tabung lampu pospor, dalam campuran dengan neon, helium dan gas merkuri. Tabung lampu radio thyratron, dalam campuran dengan neon. Argon juga digunakan sebagai gas pembawa dalam kromatografi. Dicampur dengan

metan, argon dipakai untuk membersihkan Geiger-Muller counter untuk deteksi sinar X dan

sinar gamma. Peralatan ini dipergunakan untuk memonitor radiasi nuklir dan untuk analisa spektrum yang dipancarkan oleh alat analisa sinar X. Beberapa manfaat dari unsur Argon yang selama ini telah digunakan adalah: a. Digunakan dalam pengisian tabung pemadam kebakaran. b. Sebagai gas pengisi dalam bola lampu cahaya listrik, karena argon tidak bereaksi dengan filament cahaya lampu pada temperatur tinggi. c. Sebagai gas inert perisai dalam berbagai bentuk dari pengelasan, termasuk gas inert logam saat pengelasan dan gas pemortongan saat pengelasan. Sebagai gas inert logam, argon biasanya sering dicampur dengan CO2 d. Sebagai pilihan gas pada plasma yang digunakan dalam ICP spectroscopy e. Sebagai perisai yang tidak reaktif pada proses titanium dan unsur rekatif lainnya. Dampak negatif: Efek kesehatan dari argon

Risiko Terhirup : Pada hilangnya penahanan cairan ini menguap sangat cepat menyebabkan jenuh udara dengan risiko serius lemas ketika di daerah terbatas . Efek paparan : Inhalasi : Pusing . Kusam . Sakit kepala . Suffocation . Kulit : Jika kontak dengan cairan : radang dingin. Mata : Jika kontak dengan cairan : radang dingin. Terhirup : Gas ini adalah inert dan diklasifikasikan sebagai sesak nafas ringan . Inhalasi dalam konsentrasi yang berlebihan dapat menyebabkan pusing, mual , muntah , kehilangan kesadaran , dan kematian . Kematian bisa terjadi akibat kesalahan dalam penilaian , kebingungan, atau kehilangan kesadaran yang mencegah penyelamatan diri . Pada konsentrasi oksigen rendah , ketidaksadaran dan kematian dapat terjadi dalam hitungan detik tanpa peringatan . Pengaruh gas sesak nafas ringan sebanding dengan sejauh mana mereka mengurangi jumlah ( tekanan parsial ) oksigen di udara yang dihirup . Oksigen dapat berkurang sampai 75% dari itu persentase yang normal di udara sebelum gejala yang cukup berkembang. Hal ini pada gilirannya memerlukan adanya sesak nafas ringan dalam konsentrasi 33 % dalam campuran udara dan gas . Ketika sesak nafas ringan mencapai konsentrasi 50 % , gejala ditandai dapat diproduksi . Sebuah konsentrasi 75 % berakibat fatal dalam hitungan menit . Gejala: Gejala pertama yang diproduksi oleh sesak nafas ringan adalah pernapasan yang cepat dan kelaparan udara. Kewaspadaan mental berkurang dan koordinasi otot terganggu . Kemudian penghakiman menjadi rusak dan semua sensasi tertekan . Ketidakstabilan

emosional , dan sering menyebabkan kelelahan terjadi dengan cepat . Sebagai asfiksia berlangsung, mungkin ada mual dan muntah, sujud dan kehilangan kesadaran , dan akhirnya kejang-kejang , koma dan kematian.

Dampak lingkungan dari argon Tidak ada kerusakan ekologis diketahui disebabkan oleh argon. Tidak ada konsekuensi lingkungan yang merugikan diharapkan. Argon gas terjadi secara alami di lingkungan. Gas akan menghilang dengan cepat di daerah yang berventilasi baik. Efek dari argon pada tanaman atau hewan saat ini tidak diketahui. Hal ini tidak diharapkan untuk membahayakan kehidupan air. Argon tidak mengandung bahan kimia perusak ozon dan tidak terdaftar sebagai polutan laut oleh DOT (Departemen Perhubungan, USA).

Compound Argon diproduksi industri oleh distilasi fraksional dari udara cair di unit pemisahan udara kriogenik, sebuah proses yang memisahkan nitrogen cair, yang mendidih pada 77,3 K, dari argon, yang mendidih pada 87,3 K dan oksigen cair, yang mendidih pada 90,2 K. Tentang 700.000 ton argon yang diproduksi di seluruh dunia setiap tahun. 40Ar, isotop yang paling melimpah argon, diproduksi oleh peluruhan 40K dengan paruh 1,25 109 tahun oleh penangkapan elektron atau positron emission. Karena itu, ia digunakan dalam potasium-argon untuk menentukan umur bebatuan. Pada bulan Agustus 2000, senyawa argon pertama terbentuk oleh para peneliti di University of Helsinki. Dengan bersinar sinar ultraviolet ke dalam frozen argon yang mengandung sejumlah kecil hidrogen fluorida, argon fluorohydride (Harf) dibentuk. Hal ini stabil sampai 40 Kelvin (-233 C). The ArCF2 ^ (2 +) dication metastabil Argon tidak bereaksi dengan filamen dalam bola lampu bahkan di bawah suhu tinggi , sehingga digunakan dalam pencahayaan dan dalam kasus lain di mana nitrogen diatomik adalah gas yang tidak cocok ( semi- ) inert. Argon adalah perticularly penting bagi industri logam, yang digunakan sebagai perisai gas inert dalam arc welding dan pemotongan . Kegunaan lain incude selimut non - reaktif dalam pembuatan titanium dan unsur reaktif lainnya , dan sebagai atmosfer pelindung untuk menumbuhkan silikon dan germanium kristal . Argon - 39 telah digunakan untuk sejumlah aplikasi , terutama es coring . Ini juga telah digunakan di tanah air kencan . Argon juga digunakan dalam SCUBA diving teknis untuk mengembang drysuit , karena tidak reaktif , efeknya mengisolasi panas .

Argon sebagai kesenjangan antara panel kaca memberikan isolasi yang lebih baik karena merupakan konduktor miskin panas daripada udara biasa. Penggunaan yang paling eksotis dari argon dalam ban mobil mewah . Argon dalam lingkungan: Dalam atmosfer bumi, Ar - 39 dibuat oleh aktivitas sinar kosmik, terutama dengan Ar - 40. Dalam lingkungan bawah permukaan, juga dihasilkan melalui neutron - capture oleh K - 39 atau alpha emisi oleh kalsium . Argon - 37 dihasilkan dari pembusukan kalsium - 40, hasil dari ledakan nuklir bawah tanah . Ia memiliki paruh 35 hari. Argon hadir dalam beberapa mineral kalium karena pembusukan radiactive isotop kalium 40 IODIUM Iodium atau Yodium Ditemukan oleh Courtois ada tahun 1811. Iod tergolong unsur halogen, terdapat dalam bentuk iodida dari air laut yang terasimilasi dengan rumput laut, sendawa Chili, tanah kaya nitrat (dikenal sebagai kalis, yakni batuan sedimen kalsium karbonat yang keras), air garam dari air laut yang disimpan, dan di dalam air payau dari sumur minyak dan garam. Senyawa iod sangat penting dalam kimia organik dan sangat berguna dalam dunia pengobatan. Iodida dan tiroksin yang mengandung iod, digunakan sebagai obat, dan sebagai larutan KI dan iod dalam alkohol digunakan sebagai pembalut luar. Sifat Fisika Fase Massa jenis(mendekati suhu kamar) Titik lebur 386.85 K236.66 F 113.7 C, , Titik didih 363.7 F 184.3 C, 457.4 K, Titik tripel 386.65 K (113C), 12.1 kPa solid 4.933 gcm3

Titik kritis Kalor peleburan

819 K, 11.7 MPa (I2) 15.52 kJmol1

Kalor penguapan

(I2) 41.57 kJmol1

Kapasitas kalor

(I2) 54.44 Jmol1K1

Sifat Kimia Iod adalah padatan berkilauan berwarna hitam kebiru-biruan, menguap pada suhu kamar menjadi gas ungu biru dengan bau menyengat. Iod membentuk senyawa dengan banyak unsur, tapi tidak sereaktif halogen lainnya, yang kemudian menggeser iodida. Iod menunjukkan sifat-sifat menyerupai logam. Iod mudah larut dalam kloroform, karbon tetraklorida, atau karbon disulfida yang kemudian membentuk larutan berwarna ungu yang indah. Iod hanya sedikit larut dalam air. Compounds 1.Yodium dan air (I+ H2O) Yodium sangat reaktif, meskipun kurang ekstrem yodium daripada halogen lainnya. Yodium tidak dapat ditemukan sebagai elemen, melainkan karena saya 2 molekul, seperti yang saya ion, atau sebagai iodat (garam asam iodinic dengan IO 3 - anion). Ketika yodium ditambahkan ke dalam air, hasil reaksi berikut: I 2 (L) + H 2 O (L) -> OI - (aq) + 2H + (aq) + I - (aq) Yodium diterapkan untuk membersihkan dan disinfeksi luka, dan ditambahkan ke sabun wajah dan band bantu. 2. Yodium pentaoksida (I2O5)

I2O5 merupakan kristal berwarna putih, sangat mudah larut dalam udara, tidak larut dalam Alkohol, eter, kloroform. Dan digunakan sebagai agen pengoksidasi untuk mengoksidasi KARBON monoksida menjadi KARBON dioksida dan Dalam, sintesis organik. 3. Natrium iodat. (NaIO3) NaIO 3 digunakan sebagai disinfektan dan dalam kedokteran. 4. Kalium iodide (KI) KI digunakan sebagai bahan pembuatan perak iodide yang merupakan salah satu bahan kimia penting yang digunakan film fotografi. 5. Perak iodide (AgI) AgI Sebuah bubuk kuning pucat, tidak larut dalam air, larut dalam kalium iodida-natrium klorida dan solusi amonium hidroksida; meleleh pada 556_C, digunakan dalam pengobatan, fotografi rainmaking dan kertas foto. 6. Kadmium iodide (CdI2) Kadmium iodide digunakan dalam litografi, fotografi, electroplating dan pembuatan fosfor. 7. Zinc Iodida (ZnI2) Zinc iodida sering digunakan sebagai sinar-x buram penetran dalam radiografi industri untuk meningkatkan kontras antara kerusakan dan komposit utuh. Dampak bagi Lingkungan Iodin merupakan disinfektan yang efektif untuk proses desinfeksi air dalam skala kecil. Dua tetes iodine 2% dalam larutan etanol cukup untuk mendesinfeksi 1 liter air jernih. Salah satu senyawa iodine yang sering digunakan sebagai disinfektan adalah iodofor.Sifatnya stabil, memiliki waktu simpan yang cukup panjang, aktif mematikan hampir semua sel bakteri, namun tidak aktif mematikan spora, nonkorosif, dan mudah terdispersi.Kelemahan iodofor diantaranya aktivitasnya tergolong lambat pada pH 7 (netral) dan lebih dan mahal. Iodofor tidak dapat digunakan pada suhu lebih tinggi dari 49 C.Efek samping tidak mungkin jika KI digunakan pada dosis yang dianjurkan dan untuk waktu yang singkat. Berikut ini adalah efek samping yang mungkin: Ruam kulit,pembengkakan kelenjar ludah, "Iodism" (rasa logam, membakar mulut dan tenggorokan, sakit gigi dan gusi, gejala kepala dingin, dan perut kadang-kadang marah dan diare)

Reaksi alergi dapat memiliki gejala yang lebih serius. Ini termasuk demam dan nyeri sendi, pembengkakan bagian tubuh (wajah, bibir, lidah, tenggorokan, tangan, atau kaki), kesulitan bernapas, berbicara, atau menelan, mengi atau sesak napas. Dampak lingkungan dari yodium dalam air.hanya sedikit berbahaya bila dilarutkan dalam air. Namun, reaksi dengan logam alkali, aluminium, merkuri, fluor atau Terpentine dapat meningkatkan risiko. Risiko lingkungan dapat berbeda antara zat yodium. SELENIUM Selenium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Se dan nomor atom 34. Ditemukan oleh Berzellius pada tahun 1817, yang menemukannya bergabung bersama tellurium (namanya diartikan sebagai bumi). Selenium adalah trace mineral yang sangat penting bagi kesehatan yang baik tetapi diperlukan hanya dalam jumlah kecil. Selenium adalah dimasukkan ke dalam protein untuk membuat selenoproteins, yang enzim antioksidan penting. Sifat antioksidan dari selenoproteins membantu mencegah kerusakan sel dari radikal bebas. Radikal bebas yang alami dengan produk dari metabolisme oksigen yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. selenoproteins lainnya membantu mengatur fungsi tiroid dan berperan dalam sistem kekebalan. Selenium adalah mineral penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai antioksidan untuk meredam aktivitas radikal bebas. Selenium tidak diproduksi oleh tubuh, tetapi diperoleh dari konsumsi makanan sehari-hari. Selenium merupakan mineral penting yang berfungsi untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit. Sebagai bagian dari enzim anti oksidan, Selenium berperan dalam sistem pertahanan tubuh. Dalam kapasitas anti oksidannya, selenium bekerja sama dengan vitamin E untuk mencegah terjadinya kerusakan sel tubuh. Selenium ditemukan dalam beberapa mineral yang cukup langka seperti kruksit dan klausthalit. Beberapa tahun yang lalu, selenium didapatkan dari debu cerobong asap yang tersisa dari proses bijih tembaga sulfida. Sekarang selenium di seluruh dunia dihasilkan dari pemurnian kembali logam anoda dari proses elektrolisis tembaga. Selenium terjadi secara alami dalam beberapa bentuk anorganik, termasuk selenide, selenate, dan Selenite. Dalam tanah, selenium paling sering terjadi dalam bentuk larut seperti selenate (analog dengan sulfat), yang tercuci ke sungai sangat mudah oleh limpasan.

Selenium memiliki peran biologis, dan ini ditemukan dalam senyawa organik seperti dimetil selenide, selenomethionine, selenocysteine, dan methylselenocysteine. Dalam senyawa selenium memainkan peran analog dengan belerang. Selenium ini paling sering dihasilkan dari bijih sulfida selenide di banyak, seperti tembaga, perak, atau timah. Hal ini diperoleh sebagai hasil sampingan dari pengolahan bijih ini, dari lumpur anoda kilang tembaga dan lumpur dari ruang utama tanaman asam sulfat. Lumpur tersebut dapat diproses oleh sejumlah sarana untuk memperoleh selenium gratis. Alam sumber selenium termasuk tanah kaya selenium tertentu, dan selenium yang telah bioconcentrated oleh tanaman tertentu. sumber antropogenik selenium termasuk pembakaran batubara dan pertambangan dan peleburan bijih sulfida. Sifat Fisik Selenium Fase Massa jenis (sekitar suhu kamar) Massa jenis (sekitar suhu kamar) Massa jenis (sekitar suhu kamar) Massa jenis cair pada titik lebur Titik lebur Titik didih Titik kritis Kalor peleburan Kalor penguapan Kapasitas kalor (25 C) : solid : (gray) 4.81 g/cm : (alpha) 4.39 g/cm : (vitreous) 4.28 g/cm : 3.99 g/cm : 494 K (221 C, 430 F) : 958 K (685 C, 1265 F) : 1766 K, 27.2 MPa : (gray) 6.69 kJ/mol : 95.48 kJ/mol : 25.363 J/(molK)

Sifat Kimia Selenium Sifat kimia Hexagonal Strukturkristal 2, 4, 6 Bilanganoksidasi (strongly acidic oxide) 2.55 (skala Pauling) Elektronegativitas ke-1: 941.0 kJ/mol Energi ionisasi (detil) ke-2: 2045 kJ/mol ke-3: 2973.7 kJ/mol 115pm Jari-jari atom 103pm Jari-jari atom (terhitung) 116pm Jari-jarikovalen Jari-jari Van der Waals 190pm

Beberapa sifat kimia lainnya: a) Reaktif b) Mudah bereaksi dengan H2, F2, Cl2, dan Br2 c) Bereaksi dengan asamnitrat dan asam sulfat d) Bereaksi dengan logamlainnya membentuk senyawaselenida, contoh: MgSe e) Bereaksi dengan O2 membentuk apiberwarna biru atau disebut SeO2 (selenium dioksida) yang berbau busuk. Di alam, terdapat berbagai senyawa yang mengandung selenium, yaitu elemental selenium, garam inorganik (selenite dan selenate), organik (selemomethionine, selenocystein dan selenocystine), gas (hydrogen selenide) dan cair (selenium oksiklorid, selenium dioksid dan asam selenius). Dalam kehidupan sehari-hari, kita mendapat asupan selenium dari makanan dalam bentuk organik dan dari minuman dalam bentuk garam inorganik. Kegunaan Selenium Selenium digunakan dalam xerografi untuk memperbanyak salinan dokumen, surat dan lainlain. Juga digunakan oleh industri kaca untuk mengawawarnakan kaca dan untuk membuat kaca dan lapisan email gigi yang berwarna rubi. Juga digunakan sebagai tinta fotografi dan sebagai bahan tambahan baja tahan karat. Manfaatnya bagi tubuh 1. Menangkal radikal bebas

Tubuh setiap orang memiliki kemampuan untuk melawan radikal bebas yang bisa menghancurkan sel dan menimbulkan berbagai penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung dan penuaan dini. Di dalam tubuh, selenium bekerja sama dengan vitamin E sebagai zat antioksidan untuk memperlambat oksidasi asam lemak tak jenuh. 2. Meningkatkan kekebalan tubuh

Selenium diketahui memperbaiki sistem imunitas (kekebalan tubuh) dan fungsi kelenjar tiroid. Hasil penelitian belakangan ini yang memastikan bahwa selenium dapat mencegah kanker (termasuk kanker kulit akibat paparan matahari) menambah pamornya sebagai mineral yang bermanfaat besar untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh manusia.

3.

Mempertahankan elastisitas

Bersama vitamin E, selenium berfungsi mempertahankan elastisitas jaringan dan bila kadar selenium berkurang maka tubuh akan mengalami penuaan dini, yaitu kondisi sel yang rusak sebelum waktunya Bahaya Selenium Toksisitas Kronis : toksisitas Selenium dapat menyebabkan gejala gastrointestinal, gangguan neuromuskuler-psikiatri, perubahan dermatologi , disfungsi hati, disfungsi ginjal, trombositopenia, dll. Endokrin: efek awal keracunan selenium adalah gangguan fungsi endokrin, termasuk sintesis hormon tiroid. Kekurangan Selenium juga dapat memperburuk gangguan tiroid yang berkaitan dengan yodiumkekurangan. Genitourinari : kadar selenium yang tinggi dapat menurunkan motilitas sperma. Psikiatri: peneliti telah melaporkan selenium dengan kadar tinggi menyebabkan masalah perilaku seperti lekas marah atau kelelahan pada anak. Compound 1. Senyawa dengan Khalkogen Selenium bereaksi dengan unsur oksigen menghasilkan selenium dioksida ( SeO2): Se + O2 8 SeO2 SeO2 dapat membentuk rantai polimer yang panjang. selenium dioksida dapat beraksi air untuk membentuk asam selenit, H2SeO3. SeO2 + H2O H2SeO3 Asam selenit dapat juga dibuat secara langsung dengan mereaksikan selenium dengan asam nitrat: 3 Se + 4 HNO3 3 H2SeO3 + 4 NO Selenium dioksida dapat bereaksi dengan basa: SeO2 + 2 NaOH Na2SeO3 + H2O Hidrogen Sulfida bereaksi dengan mengandung asam selenit menghasilkan selenium disulfida: H2SeO3 + 2 H2S SeS2 + 3 H2O

Selenium dioksida dapat beraksi hidrogen peroksida menghasilkan asam selenat, H2SeO4 : SeO2 + H2O2 H2SeO4 Asam selenat bersifat korosif sehingga mampu untuk merusak emas, membentuk emas(III) selenat: 2Au + 6 H2SeO4 Au2(SeO4)3 + 3 H2SeO3 + 3 H2O 2. Senyawa dengan Halogen

Selenium bereaksi dengan fluorin untuk membentuk selenium heksafluorida: Se + 3F2 SeF6 SeF6 merupakan racun yang dapat mengiritasi paru-paru. hal tersebut menyebabkan radang dingin (hipotermia) dan dapat menimbulkan iritasi yang parah jika terkena kulit. Selenium bereaksi dengan bromin untuk membentuk heksabromida selenium: Se(s) + 3Br2(g) SeBr6(g) 3. Senyawa dengan logam (Selenida) Senyawa selenium dimana selenium mempunyai bilangan oksidasi 2. Sebagai contoh, reaksi dengan aluminum membentuk aluminum selenida. Berikut ini adalah reaksinya: 3Se + 2 Al Al2Se3 Reaksi Selenium dengan Logam Besi Se + Fe(s) SeFe Selenida yang lain yaitu timbal selenida ( PbSe), seng selenida ( ZnSe) galium dan indium tembaga diselenide ( Cu(Ga,In)Se2). Galium indium tembaga diselenida ( Cu(Ga,In)Se2) merupakan suatu semikonduktor. Selenium tidak bereaksi secara langsung dengan hidrogen; untuk mendapatkan hidrogen selenida. Maka selenium direaksikan dengan logam untuk menghasilkan suatu selenida, dan kemudian direaksikan dengan air untuk menghasilkan H2Se. contohnya: 3 Se + 2 Al Al2Se3 Al2Se3 + 6 H2O 2 Al(OH)3 + 3 H2Se

4. Senyawa lainnya Selenium bereaksi dengan sianida untuk menghasilkan selenosianat. Sebagai contoh: KCN + Se KSeCN KARBON
Penampilan bening (intan) & hitam (grafit)

Garis spektrum karbon Ciri-ciri umum Nama, lambang,Nomor karbon, C, 6 atom Dibaca Jenis unsur /krbn/ nonlogam

Golongan,periode, blok 14, 2, p Massa atom standar Konfigurasi elektron 12.0107(8) 1s2 2s2 2p2 atau [He] 2s2 2p2 2,4 Sifat fisika Fase Solid

Massa jenis(mendekati suhu kamar) Massa jenis(mendekati suhu kamar) Massa jenis(mendekati suhu kamar) Titik sublimasi Titik tripel Kalor peleburan Kapasitas kalor

amorphous: 1.82.1 gcm3

intan: 3.515 gcm3

graphite: 2.267 gcm3

6588 F 3642 C, 3915 K, 4600 K (4327C), 10800[2][3] kPa 117 (graphite) kJmol1 6.155 (intan) 8.517 (grafit) Jmol1K1 Sifat atom

Bilangan oksidasi Elektronegativitas Energi ionisasi (lebih lanjut)

4, 3, 2, 1, 0, -1, -2, -3, -4 2.55 (skala Pauling) pertama: 1086.5 kJmol1 ke-2: 2352.6 kJmol1 ke-3: 4620.5 kJmol1

Jari-jari kovalen Jari-jari van der Waals

77(sp), 73(sp), 69(sp) pm 170 pm Lain-lain

Struktur kristal

Diamond

Catatan struktur kristal (intan, bening) Pembenahan magnetik diamagnetic Konduktivitas termal 900-2300 (intan) 119-165 (grafit) Wm1K1 Ekspansi termal (25 C) 0.8 (intan) mm1K1

Kecepatan suara(batang (20 C) 18350 (intan) ms1 ringan) Modulus Young Modulus Shear Bulk modulus Rasio Poisson Kekerasan Mohs 1050 (intan) Gpa 478 (intan) Gpa 442 (intan) Gpa 0.1 (intan) 10 (intan) 1-2 (grafit) Nomor CAS 7440-44-0

Karbon atau zat arang merupakan unsur kimia yang mempunyai simbol C dan nomor atom 6 pada tabel periodik. Sebagai unsur golongan 14 pada tabel periodik, karbon merupakan unsur non-logam dan bervalensi 4 (tetravalen), yang berarti bahwa terdapat empat elektron yang dapat digunakan yang untuk membentuk ikatan kovalen. alami, Terdapat tiga stabil, yakni 12C dan 13C yang

macam isotop karbon

ditemukan

secara

dan 14C yang bersifat radioaktif dengan waktu paruh peluruhannya sekitar 5730 tahun. Karbon merupakan salah satu dari di antara beberapa unsur yang diketahui keberadaannya sejak zaman kuno. Istilah "karbon" berasal dari bahasa Latincarbo, yang berarti batu bara.

Karbon memiliki beberapa jenis alotrop, yang paling terkenal adalah grafit, intan, dankarbon amorf. Sifat-sifat fisika karbon bervariasi bergantung pada jenis alotropnya. Sebagai contohnya, intan berwarna transparan, manakala grafit berwarna hitam dan kusam. Intan merupakan salah satu materi terkeras di dunia, manakala grafit cukup lunak untuk meninggalkan bekasnya pada kertas. Intan memiliki konduktivitas listik yang sangat rendah, sedangkan grafit adalah konduktor listrik yang sangat baik. Di bawah kondisi normal, intan memiliki konduktivitas termal yang tertinggi di antara materi-materi lain yang diketahui. Semua alotrop karbon berbentuk padat dalam kondisi normal, tetapi grafit merupakan alotrop yang paling stabil secara termodinamikdi antara alotrop-alotrop lainnya. Semua alotrop karbon sangat stabil dan memerlukan suhu yang sangat tinggi untuk bereaksi, bahkan dengan oksigen. Keadaan oksidasi karbon yang paling umumnya ditemukan adalah +4, manakala +2 dijumpai pada karbon monoksida dan senyawa kompleks logam transisi lainnya. Sumber karbon anorganik terbesar terdapat padabatu kapur, dolomit, dan karbon dioksida, sedangkan bumi, sumber organik Karbon terdapat dapat padabatu membentuk bara, lebih

tanah gambut, minyak

dan klatrat

metana.

banyak senyawa daripada unsur-unsur lainnya, dengan hampir 10 juta senyawa organik murni yang telah dideskripsikan sampai sekarang. Karbon adalah unsur paling berlimpah ke-15 di kerak Bumi dan ke-4 di alam semesta. Karbon terdapat pada semua jenis makhluk hidup, dan pada manusia, karbon merupakan unsur paling berlimpah kedua (sekitar 18,5%) setelah oksigen. Keberlimpahan karbon ini, bersamaan dengan keanekaragaman senyawa organik dan kemampuannya membentuk polimer membuat karbon sebagai unsur dasar kimiawi kehidupan. Unsur ini adalah unsur yang paling stabil di antara unsur-unsur yang lain, sehingga dijadikan patokan dalam mengukur satuan massa atom. Karbon memiliki berbagai bentuk alotrop yang berbeda-beda, meliputi intan yang merupakan bahan terkeras di dunia sampai dengan grafit yang merupakan salah satu bahan terlunak. Karbon juga memiliki afinitas untuk berikatan dengan atom kecil lainnya, sehingga dapat membentuk berbagai senyawa dengan atom tersebut. Oleh karenanya, karbon dapat berikatan dengan atom lain (termasuk dengan karbon sendiri) membentuk hampir 10 juta jenis senyawa yang berbeda. Karbon juga memiliki titik lebur dan titik sublimasi yang tertinggi di antara semua unsur kimia. Pada tekanan atmosfer, karbon tidak memiliki titik lebur karena titik tripelnya ada pada 10,8 0,2 MPa dan 4600 300 K, sehingga ia akan menyublim sekitar 3900 K.

Karbon dapat menyublim dalam busur karbon yang memiliki temperatur sekitar 5800 K, sehingga tak peduli dalam bentuk alotrop apapun, karbon akan tetap berbentuk padat pada suhu yang lebih tinggi daripada titik lebur logam tungsten ataupun renium. Walaupun karbon secara termodinamika mudah teroksidasi, karbon lebih sulit teroksidasi daripada senyawa lainnya (seperti besi dan tembaga). Karbon merupakan unsur dasar segala kehidupan di Bumi. Walaupun terdapat berbagai jenis senyawa yang terbentuk dari karbon, kebanyakan karbon jarang bereaksi di bawah kondisi yang normal. Di bawah temperatur dan tekanan standar, karbon tahan terhadap segala oksidator terkecuali oksidator yang terkuat. Karbon tidak bereaksi dengan asam sulfat, asam klorida, klorin, maupun basa lainnya. Pada temperatur yang tinggi, karbon dapat bereaksi dengan oksigen, menghasilkan oksida karbon oksida dalam suatu reaksi yang mereduksi oksida logam menjadi logam. Reaksi ini bersifat eksotermik dan digunakan dalam industri besi dan baja untuk mengontrol kandungan karbon dalam baja: Fe3O4 + 4 C(s) 3 Fe(s) + 4 CO(g) Pada temperatur tinggi, karbon yang dicampur dengan logam tertentu akan menghasilkan karbida logam, seperti besi karbida sementit dalam baja, dan tungsten karbida yang digunakan secara luas sebagai abrasif. Pada tahun 2009, grafena diketahui sebagai material terkuat di dunia yang pernah diujicobakan. Walaupun demikian, proses pemisahan grafena dari grafit masih belum cukup ekonomis untuk digunakan dalam proses industri. Berbagai alotrop karbon memiliki ciri-ciri yang sangat berlawanan satu sama lainnya: Intan nanokristal sintetik merupakan Grafit adalah salah satu material terlunak yang diketahui. Grafit adalah pelumas yang sangat baik.

material terkeras yang diketahui. Intan merupakan bahan abrasif.

Intan tidak menghantarkan listrik (insulator). Grafit menghantarkan listrik (konduktor). Intan merupakan konduktor panas yang baik. Intan berwarna transparan. Intan mengkristal dalam sistem kristal kubik. Karbon amorf bersifat isotropik. Beberapa jenis grafit digunakan sebagai

insulator panas. Grafit berwarna kelam. Grafit mengkristal dalam sistem kristal

heksagonal. Karbon nanotabung merupakan bahan yang

paling anisotropik yang pernah dibuat. Compounds Carbon-Oxygen Ada banyak oksida karbon (oxocarbons), yang paling umum adalah karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO). Lainnya oksida kurang dikenal termasuk suboksida karbon (C3O2) dan anhidrida mellitic (C12O9). Ada juga banyak oksida stabil atau sulit dipahami, seperti Dikarbon monoksida (C2O), anhidrida oksalat (C2O4), dan trioksida karbon (CO3). Ada beberapa anion oxocarbon, ion negatif yang hanya terdiri dari oksigen dan karbon. Yang paling umum adalah karbonat (CO32-), dan oksalat (C2O42-). Dengan asam yang sesuai adalah asam sangat tidak stabil karbonat (H2CO3) dan asam oksalat cukup stabil (H2C2O4), masing-masing. Ini anion sebagian dapat terdeprotonasi untuk memberikan bikarbonat (HCO3-) dan hydrogenoxalate (HC2O4-). Lebih eksotis anion karbon-oksigen lainnya ada, seperti acetylenedicarboxylate (O2C-C C-CO22-), mellitate (C12O96-), squarate (C4O42-), dan rhodizonate (C6O62-). Para anhidrida dari beberapa asam ini oksida karbon, karbon dioksida, misalnya, dapat dilihat sebagai anhidrida asam karbonat. Beberapa karbonat penting adalah: Ag2CO3, BaCO3, CaCO3, CdCO3, Ce2(CO3)3, CoCO3, Cs2CO3, CuCO3, FeCO3, K2CO3, La2(CO3)3, Li2CO3, MgCO3, MnCO3, (NH4)2CO3, Na2CO3, NiCO3, PbCO3, SrCO3, and ZnCO3. Karbon-Sulfur

Senyawa karbon-sulfur penting anorganik adalah karbon sulfida karbon disulfida (CS2) dan karbonil sulfida (OCS). Karbon monosulfide (CS) seperti karbon monoksida sangat tidak stabil. Kelas senyawa yang penting adalah Tiokarbonat, thiocarbamates, dithiocarbamates dan trithiocarbonates. Karbon-Nitrogen Molar Boiling mass point C (g/mole)

composition

Melting point C

cyanogen hydrogen cyanide cyanamide

(CN)2 HCN CN2H2

52.03 27.03 42.04

-21 25-26

-28 -12 - -14

260 44 (decomp.) 23.5 13 107 -86 -6 -44

isocyanic acid cyanogen chloride

HNCO CNCl

43.03 61.47 141.53

chlorosulfonyl CNClO3S isocyanate cyanuric chloride

(NCCl)3

184.41

192

154

Isotop Isotop karbon adalah inti atom yang memiliki enam proton ditambah

beberapa neutron (bervariasi mulai dari 2 sampai 16). Karbon memiliki dua isotop stabil, secara alami terjadi. Isotop karbon-12 (C-12) membentuk 98,93% karbon yang ada di bumi, sementara isotop Karbon-13 (C-13) membentuk sisanya yakni 1,07%. Konsentrasi isotop C12 lebih meningkat pada material biologi karena reaksi biokimia menyingkirkan isotop C-13. Pada tahun 1961, IUPAC mengadopsi isotop C-12 sebagai dasar dari masa atom. Identifikasi karbon pada percobaan resonansi magnetik nuklir diselesaikan dengan isotop C-13. Karbon-14 (C-14) adalah radioisotop yang terjadi secara alami yang terjadi dalam jumlah jejak di bumi hingga 1 bagian per triliun (10-10%), kebanyakan terbatas di atmosfer dan endapan dangkal, terutama pada gambut dan material organik lainya. Isotop ini, meluruhkan 0,158 MeV emisi sinar -. Karena waktu paruh relatifnya 5730 tahun, 14C hampir tidak ada dalam batuan tua, tetapi tercipta di atmosfer (stratosfer bagian bawah dan troposfer bagian atas) oleh interaksi interaksi nitrogen dengan sinar kosmis. Kelimpahan 14C di atmosfer dan organisme hidup hampir konstan, tetapi diduga berkurang pada saat organisme itu mati. Prinsip inilah yang digunakan dalam penanggalan radiokarbon, ditemukan pada tahun 1949, yang telah digunakan secara luas untuk menghitung usia material yang mengandung karbon sampai dengan 40.000 tahun usianya.

Ada 15 isotop karbon yang terkenal dan isotop dengan hidup terpendek adalah 8C yang meluruhkan proton dan peluruhan alfa dan memiliki waktu paruh 1,98739x10-21 sekon.
19

C yang luarbiasa menunjukan halo nuklir, yang berarti radiusnya cukup besar daripada yang

diharapkan jika inti dalam keadaan kepadatan konstan. Manfaat Karbon dan Senyawa Karbon Senyawa karbon (C) merupakan senyawa yang banyak dikenal. Keistimewaan unsur karbon dibandingkan dengan unsur golongan IVA yang lain adalah unsur ini secara alamiah mengikat dirinya sendiri dalam rantai, baik dalam ikatan tunggal C C, ikatan rangkap dua C = C, maupun ikatan rangkap tiga C C (Sri Lestari, 2004: 42). Unsur karbon memiliki beberapa bentuk yang berbeda, yaitu intan, grafit, dan arang. Bentuk-bentuk yang berbeda dari unsur yang sama disebut alotrop. 1. Manfaat Intan Intan adalah zat padat yang bening dan zat yang paling keras, mempunyai indeks bias tinggi, bukan konduktor listrik tetapi tahan asam dan alkali. Intan terbentuk secara alamiah. Susunan molekul intan lebih rapat dibandingkan grafit, dengan kerapatan intan 3,51 g/cm3, sedangkan grafit 2,22 g/cm3. Untuk membuat intan dari grafit diperlukan tekanan dan suhu yang tinggi, yaitu 3.000 C dan 125 bar dengan katalis logam transisi, seperti Cr, Fe, atau Pt, yang akan menghasilkan intan 0,1 karat. Kegunaan intan alam sebagian besar untuk perhiasan. Intan alam yang tidak cukup baik digunakan untuk pemotong kaca, gerinda, dan mata bor serta digunakan untuk membuat ampelas untuk memoles benda yang sangat keras, seperti baja tahan karat. 2. Manfaat Grafit Grafit adalah zat bukan logam berwarna hitam yang mampu menghantarkan panas dengan baik, buram, licin, tahan panas, dan dapat dihancurkan menjadi serbuk yang lebih kecil. Sifat fisika grafit ditentukan oleh sifat dan luas permukaannya. Grafit yang halus berarti mempunyai permukaan yang relatif lebih luas (Sri Lestari, 2004: 43). Grafit dapat dibuat dengan mensintesis berbagai bahan yang mengandung karbon. Grafit mempunyai struktur yang berbentuk lapisan. Jarak antarlapisan hampir 2,5 kali lebih besar dari jarak antaratom dalam satu lapisan. Hal ini menyebabkan grafit bersifat licin karena satu lapisan dapat meluncur di atas lapisan lainnya. Hubungan antarlapisan dalam grafit dapat diibaratkan dengan tumpukan lembaran kaca yang basah. Grafit juga mempunyai titik leleh yang tinggi. Elektron yang digunakan untuk membentuk ikatan antarlapisan terikat relatif lemah, sehingga dapat mengalir dari satu atom ke atom lain, sehingga grafit dapat menghantarkan listrik. Kegunaan grafit, antara lain adalah sebagai elektrode pada baterai, proses elektrolisis, atau untuk pensil. Selain itu, jika karbon aktif dipanaskan pada suhu 1.500 C dengan paladium, platina sebagai katalis, akan menghasilkan serat polimer, seperti poliakrilonitril atau selulosa, yang bila digabungkan dengan plastik akan membentuk foam dan foil.

3. Manfaat Arang Bahan lain yang mengandung karbon adalah arang. Arang dibuat dari kayu atau serbuk gergaji dengan pemanasan pada suhu tinggi tanpa udara. Arang merupakan kristal halus dengan struktur seperti grafit. Ruang antarlapisan atom dalam arang yang dibubuk halus dapat menjerap atom, sehingga zat itu mempunyai daya absorpsi yang besar. Oleh karena itu zat ini digunakan dalam topeng gas. Arang dapat digunakan untuk mengadsorpsi zat warna dan bahan polutan dalam pengolahan air serta dalam air tebu pada pengolahan gula, selain sebagai obat sakit perut. 4. Manfaat Karbon Monoksida Karbon monoksida merupakan gas tidak berwarna, tidak berbau, beracun, dan mempunyai titik didih 190 C. Karbon monoksida ini akan terbentuk jika karbon dibakar dengan jumlah oksigen yang sedikit, secara stoikiometri kekurangan oksigen. Karbon monoksida antara lain dapat dihasilkan melalui reduksi batuan fosfat menjadi fosfor dan hasil pembakaran bahan bakar, seperti knalpot pada kendaraan bermotor. Karbon monoksida berbahaya bagi tubuh karena mampu mengikat atom Fe dalam hemoglobin darah. Karbon monoksida dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dengan cara mencampurkannya dengan gas lain, sebagai reduktor pada pengolahan berbagai jenis logam. Selain itu campuran karbon monoksida dan H2 penting untuk sintesis metanol (Sri Lestari, 2004: 45). 5. Manfaat Karbon Dioksida Karbon dioksida dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar yang mengandung karbon. Secara alami, karbon dioksida berwujud gas dan diperoleh dari hasil metabolisme hewan dan hanya sedikit sekali di atmosfer, sekitar 0,03% volume (Kirk Othmer, vol. 5). Meskipun tidak berbahaya, akan tetapi jika kadarnya terlalu besar dapat menyebabkan orang pingsan dan merusak sistem pernapasan. Karbon dioksida secara komersial diperoleh dari pembakaran residu penyulingan minyak bumi. Dalam jumlah besar juga diperoleh sebagai hasil samping produksi urea dan pembuatan alkohol dari proses fermentasi. Reaksi: C6H12O6 2 C2H5OH + 2 CO2 Beberapa kegunaan karbon dioksida adalah: a. Es kering (dry ice), digunakan sebagai pendingin, seperti pada pembuatan es krim, produk daging, dan makanan beku. b. Sebagai pemadam api, CO2 akan mencegah api menyebar karena sifatnya yang lebih ringan dibandingkan dengan udara, sehingga akan melingkari api. c. Untuk membuat minuman berkarbonasi (soft drink), seperti air soda, limun, dan lainnya. d. Sebagai reagen kimia pada proses pembuatan sodium salisilat, potasium, amonium karbonat dan bikarbonat. e. Sebagai bahan baku untuk fotosintesis dan menentukan suhu global iklim.

f. Sebagai bahan baku untuk fotosintesis tumbuhan air dan digunakan siput dan sejenisnya untuk membuat cangkang. Manfaat Unsur Karbon pada Pertanian Penting sebagai pembangun bahan organik karena sebagian besar bahan kering tanaman terdiri dari bahan organik, diambil tanaman berupa CO2.

BROMIN Bromin atau brom (bahasa Yunani: , brmos - berbau pesing), adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol Br dan nomor atom 35. Unsur dari deret kimia halogen ini berbentuk cairan berwarna merah pada suhu kamar dan memiliki reaktivitas di antara klor dan yodium. Dalam bentuk cairan, zat ini bersifat korosif terhadap jaringan sel manusia dan uapnya menyebabkan iritasi pada mata dan tenggorokan. Dalam bentuk gas, bromin bersifat toksik.

Sifat-sifat Brom adalah satu-satunya unsur cair non logam. Sifatnya berat, mudah bergerak,

cairan berwarna coklat kemerahan, mudah menguap pada suhu kamar menjadi uap merah dengan bau yang sangat tajam., menyerupai klor, dan memiliki efek iritasi pada mata dan tenggorokan. Brom mudah larut dalam air atau karbon disulfida, membentuk larutan berwarna merah, tidak sekuat klor tapi lebih kuat dari iod. Dapat bersenyawa dengan banyak unsur dan memiliki efek pemutih. Ketika brom tumpah ke kulit, akan menimbulkan rasa yang amat pedih. Brom mengakibatkan bahaya kesehatan yang serius, dan peralatan keselamatan kerja harus diperhatikan selama menanganinya. Banyak brom yang dihasilkan Amerika Serikat digunakan dalam produksi etilen dibromida, komponen pembuatan bensin bersenyawa timbal yang anti-ketukan. Namun karena timbal dalam bensin merusak lingkungan, berarti hal ini akan mempenngaruhi produksi brom di masa yang akan datang. Sifat kimia Menjadi kurang reaktif dibandingkan klorin tetapi lebih reaktif daripada yodium, brom bereaksi keras dengan logam, terutama di hadapan air, memberikan garam bromida. Hal ini

juga reaktif terhadap senyawa organik yang paling, terutama pada pencahayaan, kondisi yang mendukung pemisahan molekul diatomik menjadi radikal bromin:

Br2 berada dalam kesetimbangan dengan 2 Br Hal obligasi mudah dengan banyak unsur dan memiliki tindakan pemutihan kuat. Brom sedikit larut dalam air, tetapi sangat larut dalam pelarut organik seperti karbon disulfida, karbon tetraklorida, alkohol alifatik, dan asam asetat.

Kegunaan

Brom digunakan untuk desinfektan, zat tahan api, senyawa pemurni air, pewarna, obat, pembersih sanitasi, bromida anorganik untuk fotografi (Perak bromida (AgBr)) dan lain-lain. Bromida organik juga sama pentingnya. Kegunaannya yang lain di antaranya : Natrium bromida (NaBr) sebagai obat penenang saraf, Metil bromida (CH3Br) zat pemadam kebakaran, dan Etilen dibromida (C2H4Br2) ditambahkan pada bensin untuk mengubah Pb menjadi PbBr2 . Aplikasi Fluorin dalam kehidupan sehari-hari : - AgBr sensitif terhadap cahaya dan digunakan dalam film fotografi dan sinar X. Dalam Prosesnya, senyawa akan tereduksi menjadi Ag dan Halogen dimana Ag akan menghitamkan kertas. - Senyawa bromin digunakan pada pestisida, obat-obatan dan dalam pembuatan plastik dan tekstil tahan api. -Etilenbromida (C2H4Br2) dicampurkan ke bensin bertimbal untuk mengikat timbal (Pb) agar tidak melekat pada mesin. Berbagai macam senyawa organobromine digunakan dalam industri. Beberapa dibuat dari bromin dan lain-lain dibuat dari hidrogen bromida, yang diperoleh dengan membakar hidrogen dalam bromin. [29]

Ilustrasi dari reaksi penambahan [30] adalah persiapan 1,2-Dibromoethane, senyawa organobromine diproduksi dalam jumlah yang terbesar: C2H4 + Br2 CH2BrCH2Br Compound Organobromine compound Seperti dengan halogen lain, bromin pengganti untuk hidrogen dalam hidrokarbon , ikatan kovalen dengan karbon . Seperti dengan halogen lainnya , produk C - Br substitusi ini umumnya berwarna jika senyawa CH yang sesuai adalah tidak berwarna . Penambahan

kovalen terikat bromin cenderung untuk meningkatkan densitas dan meningkatkan titik leleh senyawa organik .

Senyawa organik yang brominated baik oleh penambahan atau reaksi penggantian. Brom mengalami adisi elektrofilik dengan double- ikatan alkena , melalui bromonium siklik menengah. Dalam pelarut non - air seperti karbon disulfida , ini menghasilkan produk di bromo . Sebagai contoh , reaksi dengan etilen akan menghasilkan 1,2- Dibromoethane . Brom juga mengalami adisi elektrofilik untuk fenol dan anilines . Ketika digunakan sebagai air bromin , sejumlah kecil dari bromohydrin sesuai terbentuk serta senyawa dibromo . Jadi handal adalah reaktivitas bromin bahwa air bromin digunakan sebagai pereaksi untuk menguji adanya alkena , fenol , dan anilines . Seperti halogen lain , bromin berpartisipasi dalam reaksi radikal bebas . Misalnya , hidrokarbon brominated pada pengobatan dengan bromin di hadapan cahaya .

Brom , kadang-kadang dengan sejumlah katalis fosfor , mudah brominates asam karboksilat pada - posisi . Metode ini , reaksi Hell - Volhard - Zelinsky , adalah dasar dari rute komersial untuk asam Bromoacetic . N - Bromosuccinimide umumnya digunakan sebagai pengganti unsur brom, menjadi lebih mudah untuk menangani , dan bereaksi lebih ringan sehingga lebih selektif . Bromida organik sering lebih relatif terhadap klorida yang kurang reaktif dan lebih mahal reagen iodida yang mengandung . Dengan demikian , Grignard dan senyawa organolitium yang paling sering dihasilkan dari bromida yang sesuai .

Senyawa bromin terkait tertentu telah dievaluasi memiliki potensi penipisan ozon atau bioaccumulate dalam organisme hidup . Akibatnya , banyak senyawa bromin industri tidak lagi diproduksi , sedang dibatasi, atau dijadwalkan untuk phasing out . Protokol Montreal menyebutkan beberapa senyawa organobromine untuk fase ini keluar . Senyawa brom anorganik mengadopsi berbagai oksidasi dari -1 sampai +7. [28] Di alam, bromida (Br-) adalah jauh negara paling umum, dan keberangkatan dari keadaan oksidasi -1 sepenuhnya karena organisme hidup dan interaksi bromida dengan oksidan biologis yang dihasilkan, seperti oksigen bebas.

Seperti halogen lain, ion bromida tidak berwarna, dan bentuk sejumlah garam mineral ion transparan, analog dengan chloride. Ion bromida ini sangat larut dalam air.

KRIPTON Kripton adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Kr dan nomor atom 36. gas tak berwarna, akan menjadi putih bila diletakkan pada medan listrik bertegangan tinggi. Kripton (Kr) terletak pada golongan VIII A (gas mulia) periode 4 dan memiliki nomor atom 36. Kripton berasal dari bahasa Yunani Kriptos yang artinya tersembunyi. Ditemukan oleh sir William Ramsey dan Morris William Travers (1898) dalam residu yang tersisa setelah udara cair hampir menguap semua. Kripton terdapat di atmosfer udara secara natural dengan tingat kepadatan 1 ppm. Kripton dapat diisolasikan dari udara dengan cara cryogenic ( ilmu yang mempelajari suatu materi dengan temperatur yang sangat rendah yaitu, di bawah -150 C, 238 F atau 123 K) dari udara. Atmosfer Mars diketahui mengandung 0.3 ppm krypton. Kripton padat (solid) adalah zat kristal berwarna putih dengan struktur kristal kubik yang merupakan sifat umum pada semua gas mulia. Kripton akan ditemukan terpisah dari gas-gas lain. Satuan resmi meter didapat dari panjang satu garis spectral jingga-merah dari kripton86. Cahaya kripton (Kr) berwarna hijau brilian dan spektral jingga, kripton merupakan salah satu produk dari penguraian uranium. Konfigurasi elektron Kripton di tiap kulitnya adalah 2 8 18 8. Konfigurasi elektron Kripton menurut aturan aufbau adalah (Ar) 3d10 4s2 4p4. Kripron merupakan gas tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Kripton dicirikan oleh beberapa garis emisi (tanda tangan spektrum) terkuat menjadi hijau dan kuning. Ini adalah salah satu produk fisi uranium. Kripton padat (solid) adalah zat kristal berwarna putih dengan struktur kristal kubik yang merupakan sifat umum pada semua gas mulia (kecuali helium, karena stukturnya membentuk kristal hexagonal). Sifat Fisika Sifat Fisika Kripton Fasa gas Massa jenis (0 C, 101.325 kPa) 3.749 g/L Titik lebur 115.79 K, -157.36 C, -251.25 F Titik didih 119.93 K, -153.22 C, -244.12 F Titik tripel 115.775 K (-157C), 73.2 kPa Titik kritis 209.41 K, 5.50 MPa Kalor peleburan 1.64 kJmol1 Kalor penguapan 9.08 kJmol1 Kapasitas kalor 5R/2 = 20.786 Jmol1K1 Jari-jari kovalen 1164 pm Jari-jari van der Waals 202 pm Struktur kristal cubic face-centered Pembenahan magnetik diamagnetik Konduktivitas termal 9.43x10-3 Wm1K1

Sumber Kripton terdapat di udara dengan kadar 1 ppm. Atmosfer Mars diketahui mengandung 0.3 ppm kripton. Kripton padat adalah zat kristal berwarna putih dengan struktur kubus pusat muka yang merupakan sifat umum pada semua gas mulia. Sifat-sifat Kripton tergolong gas mulia. Memiliki garis spektrum berwarna hijau terang dan oranye. Isotop Di alam, kripton memiliki enam isotop stabil. Dikenali juga 1 isotop lainnya yang tidak stabil. Garis spektrum kripton dapat dihasilkan dengan mudah dan beberapa di antaranya sangat tajam untuk bisa dibedakan. Awalnya kripton diduga tidak tidak bersenyawa dengan unsur lainnya, tapi sekarang sudah ditemukan beberapa senyawa kripton. Kripton difluorida sudah pernah dibuat dalam ukuran gram dan sekarang sudah dapat dibuat dengan beberapa metode. Senyawa fluorida lainnya dan garam dari asam oksi kripton pun telah dilaporkan. Ion molekul dari ArK+ dan KrH+ telah diidentifikasi dan diinvestigasi, demikian juga KrXe dan KrXe+ pun telah memiliki beberapa bukti. Reaksi Kripton Seperti gas mulia lain, kripton kimiawi tidak reaktif. Namun, setelah sintesis senyawa Xenon yang pertama sukses pada tahun 1962, sintesis Kripton difluorida (KrF2) dilaporkan pada tahun 1963. Kripton (Kr) dapat direaksikan dengan Flour (F2) dan menghasilkan Kripton difluorida (KrF2) dengan rumus molekul: Kr(s) + F2 (s) KrF2 (s)

Reaksi ini dihasilkan dengan cara mendinginkan Kr dan F2 pada suhu -196 0C lalu diberi loncatan muatan listrik atau sinar X. Dari kira-kira selusin senyawaan kripton yang dikenal, semuanya merupakan garam kompleks yang diturunkan dari KrF2. Salah satu contoh pembentukan garam adalah: KrF2 + SbF5 KrF+ + SbF6-

Lalu, pada tahun yang sama, KrF4 dilaporkan oleh Grosse, tetapi kemudian ditemukan kekeliruan. Ada juga senyawa yang belum diverifikasi, yaitu barium garam dari asam karboksilat Kripton. Ion poliatomik ArKr + dan KrH+ telah diteliti dan terbukti untuk KrXe atau KrXe+. Senyawa Kripton berikatan dengan atom-atom selain fluor juga telah ditemukan. Reaksi KrF2 dengan B(OTeF5)3 menghasilkan senyawa yang tidak stabil, Kr(OTeF5)2, yang berisi ikatan Kripton-oksigen. Ikatan Kripton-nitrogen ditemukan pada kation [HC=NKr F]+, dihasilkan oleh reaksi KrF2 dengan [HC=NH] + [AsF] dengan suhu dibawah -50C.

HKrCN dan HKrC=CH (Kripton hidrida-sianida dan hydrokryptoacetylene) dilaporkan stabil hingga 40 K. Kripton klatrat dibuat dengan menggunakan hidrokuinon dan fenol. 85Kr dapat digunakan untuk analisis kimia dengan menanamkan isotop kripton dalam beragam zat padat. Selama proses ini, terbentuk kriptonate. Aktivitas kriptonate sangat sensitif dalam reaksi kimia dalam bentuk larutan. Karenanya, konsentrasi reaktan pun jadi dapat ditetapkan. Namun, walaupun kripton diketahui juga membentuk senyawa, senyawa kripton jarang dipelajari karena kestabilannya dan sifat radioaktifnya yang membuat penanganannya sukar.

Pengolahan Beberapa garis emisi kripton membuat percikan gas kripton yang terionisasi muncul keputih-putihan, yang pada gilirannya membuat lampu berbasis Kripton berguna dalam fotografi sebagai sumber cahaya putih cemerlang. Kripton digunakan dalam beberapa jenis fotografi bercahaya yang digunakan dalam fotografi dengan kecepatan tinggi. Gas kripton juga bisa dikombinasikan dengan gas lainnya untuk membuat cahaya yang bersinar dengan warna hijau kekuningan. Kripton yang dicampur dengan argon dapat mengisi lampu fluorescent hemat energi. Hal ini dapat mengurasi jumlah daya yang dipakai. Sayangnya, ini juga mengurangi terangnya lampu dan akan menambah biaya. Harga kripton 100x lebih mahal daripada argon. Jika, kripton dicampur dengan xenon, maka bisa juga digunakan pada lampu pijar untuk mengurangi penguapan filament dan meninggikan suhu yang akan dipakai untuk filament. Cahaya biru terang yang dihasilkan akan lebih terang daripada lampu konvensional. Percikan Kripton putih sering digunakan untuk efek dalam tabung percikan gas berwarna, yang kemudian dicat agar muncul warna yang diinginkan (misalnya, "neon" contoh iklan, dimana semua hurufnya muncul warna yang berbeda, disinilah kripton dipakai). Kripton juga dapat menghasilkan cahaya yang lebih tinggi kepadatannya daripada neon di daerah garis spektrum merah dan untuk alasan ini, laser merah untuk laser cahaya berkekuatan tinggi sering menggunakan laser kripton. Kripton memiliki peran penting dalam produksi dan penggunaan laser Kripton fluorida. Laser ini penting dalam penelitian energi fusi nuklir di eksperiman perbatasan. Laser ini juga memiliki keseragaman sinar yang tinggi, panjang gelombang yang pendek, dan kemampuan untuk mengubah ukuran tempat untuk melacak bahan peledak. Dalam ekperimen partikel fisika, kripton cair digunakan untuk membangun quasihomogeneous elektromagnetik calorimeters. Salah satu contoh yang terkenal adalah percobaan calorimeter NA48 di CERN yang mengandung 27 ton Kripton cair. Penggunaan ini langka, karena biasanya yang digunakan adalah argon cair karena lebih murah. Kelebihan Kripton atas Argon adalah radius Molire-nya yang kecil, yaitu sekitar 4,7 cm, yang memungkinkan untuk resolusi spasial yang sangat baik dan menurunkan tingkat terjadinya

tumpang tindih. Parameter lain yang relevan untuk aplikasi kalorimetri ini adalah: radiasi panjang X0 = 4,7 cm, kepadatan 2.4 g/cm3. Majelis disegel percikan kesenjangan yang terkandung dalam pengapian exciters digunakan dalam beberapa mesin jet yang lebih tua berisi yang sangat kecil jumlah Kripton85 untuk mendapatkan tingkat ionisasi yang konsisten dan operasi yang seragam. Kripton-83 memiliki aplikasi dalam Pencitraan Resonansi Magnetis (MRI) untuk pencitraan airways. Khususnya, ini dapat digunakan untuk membedakan antara permukaan hidrofobik dan hidrofilik yang mengandung saluran udara. Meskipun xenon mempunyai potensi untuk digunakan dalam computed tomography (CT) untuk menilai regional ventilasi, anestesi yang properti memiliki batas kadarnya pada pernafasan gas 35%. Penggunaan campuran pernapasan yang mengandung 30% xenon dan 30% Kripton akan sebanding dalam efektivitas untuk CT sepersekian xenon 40%, sementara menghindari efek yang tidak diinginkan dari sebagian kecil gas xenon yang berkadar tinggi. Kegunaan Kripton klatrat dibuat dengan menggunakan hidrokuinon dan fenol. 85Kr dapat digunakan untuk analisis kimia dengan menanamkan isotop kripton dalam beragam zat padat. Selama proses ini, terbentuk kriptonate. Aktivitas kriptonate sangat sensitif dalam reaksi kimia dalam bentuk larutan. Karenanya, konsentrasi reaktan pun jadi dapat ditetapkan. Kripton digunakan sebagai lampu kilat fotografi tertentu untuk fotografi berkecepatan tinggi. Kripton adalah suatu unsur kimia dalam sistem periodik yang memiliki lambang Kr dan nomor atom 36. Gas tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Kegunaan Kripton antara lain : a. Pengisi bola lampu blitz pada kamera. b. Kripton dapat digabungkan dengan gas lain untuk membuat sinar hijau kekuningan yang dapat digunakan sebagai kode dengan melemparkannya ke udara. c. Dicampurkan dengan Argon untuk mengisi lampu induksi. Unsur kripton tunggal tidak menghasilkan dampak bagi manusia. Namun, sifat radioaktifnya apabila telah bercampur dengan xenon yang terjerat dalam tabung pencampur senyawa bahan bakar nuklir yang digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)-lah yang berbahaya. Karena Kripton adalah pemancar gamma yang merupakan limbah radioaktif yang apabila masuk ke lingkungan sangat berbahaya. Khusus untuk manusia tergantung dari kekuatan radioktifnya, radiasi nuklir dapat menyebabkan menghilangnya rambut, membunuh sel-sel saraf dan pembuluh darah yang menyebabkan kejang dan kematian mendadak, menghancurkan sebagian atau seluruh bagian tiroid, berkurangnya jumlah limfosit darah, menyebabkan kerusakan pada lapisan saluran usus yang dapat menyebabkan mual, muntah dan diare berdarah, serta dapat menyebabkan kemandulan.

Dampak positif Berbagai bentuk Krypton dengan bentuk emisi/pancaran membuat gas Krypton tampak keputih-putihan, yang berguna untuk lampu bohlam. Gelembung Krypton berguna sebagai fotografi sumber cahaya putih yang bagus. Dengan begitu Krypton digunakan dalam beberapa jenis fotografi yang menggunakan kecepatan tinggi fotografi. Gas Krypton juga dapat dikombinasikan dengan gas lain untuk membuat cahaya berkilauan yang berwarna putih terang. Saat Krypton bercampur dengan Argon, ketika mengisi gas lampu penghemat energi, Krypton dapat mengurangi voltase dan konsumsi pengeluaran dan menghemat biaya dalam penerangan. Sepeti halnya Argon, Krypton juga digunakan untuk lampu berpijar yang berguna untuk menghangatkan dan mengurangi penguapan. Krypton bercahaya putih dapat digunakan untuk efek yang bagus dalam tabung gas warna, Krypton juga rapat daya (cahaya ringan). Krypton mempunyai peran penting dalam produksi dan pemakaian laser fluoride Krypton dalam air minum telah menjadi bagian penting bagi masyarakat. Dampak negatif Karena kripton adalah pemancar gamma yang merupakan limbah radioaktif yang apabila masuk ke lingkungan sangat berbahaya Membunuh sel sel saraf dan pembuluh darah yang menyebabkan kejang dan kematian mendadak Berkurangnya jumlah limfosit darah Menyebabkan kemandulan NITROGEN Nitrogen mengisi 78,08 persen atmosfer Bumi dan terdapat dalam banyak jaringan hidup. Zat lemas membentuk banyak senyawa penting seperti asam amino, amoniak, asam nitrat, dan sianida. Nitrogen adalah salah satu unsur golongan VA yang merupakan unsur nonlogam dan gas yang paling banyak di atmosfir bumi. Nitrogen merupakan unsur yang relatif stabil, tetapi membentuk isotop-isotop yang 4 di antaranya bersifat radioaktif. Di alam nitrogen terdapat dalam bentuk gas N2 yang tidak berwarna dan tidak berbau, tidak berasa,

dan tidak beracun. Pada suhu yang rendah nitrogen dapt berbentuk cairan atau bahkan kristal padat yang tidak berwarna (bening). Selain itu nitrogen terdapat dalam bentuk senyawa nitrat, amoniak, protein dan beberapa (Sunardi, 2006: 61-62). 1. Sifat fisik dan kimia Amonia umumnya bersifat basa (pKb=4.75), namun dapat juga bertindak sebagai asam yang amat lemah (pKa=9.25). NH3 merupakan molekul polar, berbentuk piramid dengan tiga atom hidrogen menempati dasar piramid dan memiliki sepasang elektron bebas pada puncaknya (atom N), menyebabkan senyawa ini mudah terkondensasi (suhu kondensasi 33oC) menjadi cairan dengan kekuatan besar sebagai pelarut.

Gambar 1. Nitrogen Dalam banyak hal, ammonia cair merupakan pelarut yang mirip dengan air dan mampu melarutkan berbagai macam garam. Selain itu, ammonia mempunyai sifat yang unik dalam hal melarutkan logam-logam alkali dan alkali tanah, yakni menghasilkan larutan yang mengandung elektron tersolvasi. Gas ammonia sangat larut dalam air, karena baik NH3 maupun H2O adalah molekul-molekul polar.

Berikut ini sifat fisik dan kimia dari nitrogen : 1) Ditemukkan oleh Daniel Rutherfrrod pada tahun 1772 2) Mempunyai massa atom 14,0067 sma 3) Mempunyai nomor atom 7 4) Titik didih -196 0C 5) Titik beku -210 0C 6) Mempunyai jari-jari atom 0,920 A 7) Mempunyai Konfigurasi [He]2s 2 2 p3 8) Dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi -3, +5, +4, dan +2. 9) Mempunyai volume atom 17,30 cm3 /mol

10) Mempunyai struktur heksagonal 11) Mempunyai massa jenis 1,2151 gram/cm 3 12) Mempunyai kapasitas panas 1,042 J/gK 13) Mempunyai potensial ionisasi 14,534 Volt 14) Mempunyai energi ionisasi k-1 = 1402,3 kJ/mol k-2 = 2856 kJ/mol k-3 = 45781 kJ/mol 15) Mempunyai nilai elektronegativitas 3,04 16) Mempunyai konduktivitas kalor 0,02598 W/mK 17) Mempunyai harga entalpi pembentukan 0,36 kJ/mol 18) Mempunyai harga bentalpi penguapaan 2,7928kJ/mol 19) Berupa gas tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau, dan tidak beracun. 20) Mudah menguap 21) Tidak reaktif 22) Bersifat diamagnetik 23) Elektronegatifannya paling tinggi dalam satu golongan 2. Pembuatan Dengan Komposisi Nitrogen Pada proses Haber, ammonia disintesis dengan cara melewatkan campuran nitrogen dan hidrogen di atas permukaan katalisator (umumnya besi oksida) pada suhu 500oC dan tekanan 1000 atm, yang rata-rata dapat mengkonversi 50% N2 menjadi NH3. N2(g) + 3H2(g) = 2NH3(g) + 22 kkal. Kegunaannya adalah sebagai beikut ini : 1) Sebagai pupuk (kompos maupun urea) 2) Disinfectan 3) Bahan bakar 4) Pelarut senyawa organik, anorganik, dan logam 5) Bahan pembuatan asam nitrat 3. Kegunaan Nitrogen Sebagai Pupuk (Kompos Maupun Urea) Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk yang mengandung unsur hara utama lebih dari dua jenis. Dengan kandungan unsur hara Nitrogen 15 % dalam bentuk NH3, fosfor 15 % dalam bentuk P2O5, dan kalium 15 % dalam bentuk K2O. Sifat Nitrogen (pembawa nitrogen ) terutama dalam bentuk amoniak akan menambah keasaman tanah yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman.(Hardjowigeno, 1992)

Nitrogen adalah unsur yang sangat penting bagi petrumbuhan tanaman. Nitrogen merupakan bagian dari protein, bagian penting konstituen dari protoplasma, enzim, agen katalis biologis yang mempercepat proses kehidupan. Nitrogen juga hadir sebagai bagian dari nukleoprotein, asam amino, amina, asam gula, polipeptida dan senyawa organik dalam tumbuhan. Dalam rangka untuk menyiapkan makanan untuk tanaman, tanaman diperlukan klorofil, energi sinar matahari untuk membentuk karbohidrat dan lemak dari C air dan senyawa nitrogen. Adapun peranan N yang lain bagi tanaman adalah :
1) 2) 3) 4)

Berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman. Memberikan warna pada tanaman, Panjang umur tanaman Penggunaan karbohidrat, DLL Nitrogen yang dapat di manfaatkan oleh tanaman tinggkat tingggi khususnya tanaman

budidaya dapat di bedakan atas empat kelompok utama yaitu: 1) Nitrogen nitrat (NO3-), 2) Nitrogen ammonia (NH4+), 3) Nitrogen molekuler (N2) dan 4) Nitrogen organik. Namun tidak semua dari bentuk bentuk nitrogen ini dapat tersedia bagi tanaman. Umumnya tanaman pertanian memanfaatkan nitrat dan ammonium kecuali pada beberapa tanaman legume yang mampu memanfaatkan N bebas melalui proses fiksasi N dengan bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium. N organik kadang kadang dapat dimanfaatkan oleh tanaman tinggi akan tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan N tanaman dan umumnya dimanfaatkan lewat daun melalui pemupukan lewat daun.

3.1. Dampak Positif Nitrogen Dalam Pembuatan Pupuk 1) Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan 2) Merupakan bagian dari sel (organ) tanaman itu sendiri 3) Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman 4) Merangsang pertumbuhan vegetatif (warna hijau daun, panjang daun, lebar daun) dan pertumbuhan vegetatif batang (tinggi dan ukuran batang). 5) Tanaman yang kekurangan unsur nitrogen gejalanya: pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati

3.2. Dampak Negatif Nitrogen Dalam Pembuatan Pupuk Penggunaan pupuk kimia an-organik yang tidak terkendali menjadi salah satu penyebab penurunan kualitas kesuburan fisik dan kimia tanah. Keadaan ini semakin diperparah oleh kegiatan pertanian secara terus-menerus (intensif), sedang pengembalian ke tanah pertanian hanya berupa pupuk kimia Urea, TSP, dan KCl (unsur N, P, K saja), bahkan pada keadaan ekstrim hanya unsur N lewat pemberian pupuk Urea saja dan hanya sangat sedikit unsurunsur organik yang dikembalikan ke dalam tanah. Hal ini mengakibatkan terdegradasinya daya dukung dan kualitas tanah pertanian di Indonesia, sehingga produktivitas lahan semakin turun. Penumpukan sisa atau residu pupuk kimia an-organik merupakan salah satu penyebab utama mengerasnya tanah-tanah pertanian. Keadaan ini banyak terjadi di sentra-sentra pertanian terutama di Pulau Jawa. Residu pupuk kimia an-organik di dalam tanah ini mengakibatkan terhambatnya proses dekomposisi secara alami oleh mikrobia di dalam tanah. Hal ini dikarenakan sifat bahan kimia an-organik yang lebih sukar terurai daripada sisa bahan organik. Jika tanah semakin keras maka tanah semakin tidak responsif terhadap pupuk kimia an-organik, sehingga berapapun banyaknya tanah diberi pupuk kimia an-organik hasilnya tetap tidak optimal. Mengerasnya tanah pertanian juga akan mengakibatkan porositas tanah menurun, sehingga ketersediaan oksigen bagi tanaman maupun mikrobia tanah menjadi sangat berkurang. Dampak lainnya adalah terhadap pertumbuhan tanaman. Terbatasnya penyebaran akar dan terhambatnya suplai oksigen ke akar mengakibatkan fungsi akar tidak optimal, yang pada gilirannya menurunkan produktivitas tanaman. XENON Xenon adalah unsur kimia dengan simbol Xe dan nomor atom 54. Xenon tidak berwarna, berat, gas mulia tidak berbau, yang terbentuk di atmosfer bumi dalam jumlah yang dapat dihitung. Meskipun umumnya tidak reaktif, xenon dapat mengalami beberapa reaksi kimia seperti pembentukan xenon hexafluoroplatinate (senyawa gas mulia pertama yang disintesis). Alaminya xenon terdiri dari delapan isotop stabil. Ada juga lebih dari 40 isotop stabil yang mengalami penguraian radioaktif. Dan rasio isotop xenon merupakan alat penting untuk mempelajari sejarah awal Tata Surya. Radioaktif xenon-135 diproduksi dari yodium-135 sebagai hasil dari fisi nuklir, dan bertindak sebagai penyerap neutron yang paling signifikan dalam reaktor nuklir.

Xenon digunakan sebagai lampu kilat dan lampu arc, dan sebagai anestesi umum. Desain excimer laser yang pertama menggunakan xenon dimer molekul (Xe2) sebagai media penguat, dan laser awal. Xenon juga digunakan untuk mencari hipotetis partikel masif berinteraksi lemah dan sebagai propelan untuk pendorong ion di pesawat ruang angkasa. Xenon ditemukan di Inggris oleh kimiawan Skotlandia William Ramsay dan kimiawan Inggris Morris Travers pada tanggal 12 Juli 1898, tak lama setelah penemuan mereka tentang elemen kripton dan neon. Mereka menemukan xenon dalam residu yang tersisa dari penguapan komponen udara cair. Ramsay mengusulkan nama xenon untuk gas ini dari kata Yunani [xenon], bentuk tunggal bersifat netral dari [xenos], yang berarti 'asing', 'aneh', atau 'tamu'. Pada tahun 1902, Ramsay memperkirakan proporsi xenon di atmosfer bumi sebagai salah satu bagian dalam 20 juta. Pada saat ini simbol Xenon adalah Xe, namun secara historis itu juga ditulis sebagai X. Selama tahun 1930, insinyur Amerika Harold Edgerton mulai menjelajahi teknologi sorotan cahaya untuk fotografi kecepatan tinggi. Hal ini mendorongnya untuk penemuan lampu flash xenon, di mana cahaya dihasilkan dengan mengirimkan arus listrik singkat melalui tabung diisi dengan gas xenon. Pada tahun 1934, Edgerton mampu menghasilkan kilatan berjalan singkat satu mikrodetik dengan metode ini. Pada tahun 1939, dokter Amerika Albert R. Behnke Jr mulai mengeksplorasi penyebab "mabuk" dalam penyelaman laut dalam. Dia menguji efek dari berbagai campuran gas untuk bernapas, dan menemukan bahwa hal ini mengakibatkan penyelam untuk merasakan perubahan pada kedalaman. Dari hasil itu, ia menyimpulkan bahwa gas xenon bisa berfungsi sebagai obat bius. Meskipun ahli toksikologi Rusia Nikolay V. Lazarev rupanya belajar anestesi xenon pada tahun 1941, laporan yang diterbitkan pertama mengkonfirmasikan anestesi xenon adalah pada tahun 1946 oleh peneliti kedoteran Amerika John H. Lawrence, yang bereksperimen pada tikus. Xenon pertama kali digunakan sebagai anestesi bedah pada tahun 1951 oleh ahli anestesi Amerika Stuart C. Cullen, yang berhasil mengoperasi dua pasien. Xenon dan gas mulia lain untuk waktu yang lama dianggap sepenuhnya inert secara kimiawi dan tidak dapat membentuk senyawa. Namun, ketika mengajar di University of British Columbia, Neil Bartlett menemukan bahwa gas platina heksafluorida (PtF6) adalah oksidator kuat yang dapat mengoksidasi gas oksigen (O2) untuk membentuk dioxygenyl hexafluoroplatinate (O2+[PtF6]-), karena O2 dan xenon potensial ionisasi pertamanya hampir sama, Bartlett menyadari bahwa platinum heksafluorida juga mungkin dapat mengoksidasi xenon. Pada tanggal 23 Maret 1962, ia mencampurkan dua gas dan memproduksi senyawa yang pertama dikenal dengan gas mulia, xenon hexafluoroplatinate. Bartlett berpikir komposisinya menjadi Xe+[PtF6]-, meskipun karya terakhirnya telah menunjukkan bahwa ini adalah mungkin campuran dari berbagai garam yang mengandung xenon. Sejak saat itu, banyak senyawa xenon lainnya ditemukan, bersama dengan beberapa senyawa gas mulia seperti argon, kripton, dan radon, termasuk argon fluorohydride (Harf), kripton difluorida (KrF2), dan radon fluorida. Pada tahun 1971, lebih dari 80 senyawa xenon dikenal.

Sifat Fisika Xe (Xenon) Sifat Fisika Xenon Xe 1.24 42,9 cm3/mol 54 Gas 209.41 K, 5.50 MPa 3.057 gcm3 131,30 (101.325 kPa) 161.4 K-169.1 F -111.7 C -162.62 F -108.12 C, (101.325 kPa) 165.03 K Titik tripel 161.405 K (-112C), 81.6 kPa Kalor peleburan 289.77 K, 5.841 Mpa Kalor penguapan (101.325 kPa) 2.27 kJmol1 Energi ionisasi pertama (101.325 kPa) 12.64 kJmol1 Kapasitas kalor 1169 kJmol-1 Jari-jari atom 190 pm Jumlah isotop di alam 9 Radius kovalensi 1.31 Struktur Kristal fcc Elektronegativitas 2.6 Konfigurasi electron [Kr]4d10 5s2p6 Formasi entalpi 2,3 kj/mol Potensial ionisasi 12,13 V Afinitas elektron mendekati nol Simbol Radius atom Volume atom Nomor Atom Fase Titik kritis Massa Jenis Massa jenis cairan t.d. Titik lebur Titik didih Sifat Kimia Xe (Xenon) 1. Tidak berwarna 2. Tidak berbau 3. Tidak berasa 4. Pada keadaan standar gas mulia tidak dapat terbakar. Adapun bentuk senyawa-senyawa dari unsur xenon dengan bilangan oksidasinya adalah seperti berikut. 1) Bilangan Oksidasi +2 Kripton dan xenon dapat membentuk KrF2 dan XeF2 jika kedua unsur ini diradiasi dengan uap raksa dalam fluor. Xe(II) dapat bereaksi selanjutnya menjadi XeF4 jika suhu dinaikkan. Adapun XeF2 dapat terbentuk jika xenon padat direaksikan dengan difluoroksida pada suhu -120 C. Xe(s) + F2O2(g) XeF2(s) + O2(g) XeF2 dan KrF2 berbentuk molekul linier dengan hibdridisasi sp3d. 2) Bilangan Oksidasi + 4 Xenon(IV) fluorida dapat dibuat dengan memanaskan campuran xenon dan fluor dengan komposisi 1 : 5 pada tekanan 6 atm, dan menggunakan nikel sebagai katalis.
Ni (s)

Xe(g) + 2F2(g)
6atm

XeF4(g)

XeF4 mempunyai struktur bujur sangkar dengan hibridisasi d2sp3 pada suhu 400 C. 3) Bilangan Oksidasi +6 Hanya xenon yang dapat membentuk XeF6. Senyawa ini dibuat dengan memanaskan campuran kedua unsur ini dengan komposisi Xe : F2 = 1 : 20 pada suhu 300 C dan tekanan 50 atm.
50 atm

Xe(g) + 2F2(g) XeF4(g) berikut Xenon(VI) fluorida mempunyai bentuk oktahendral (distorted). Pada suhu kamar berbentuk kristal berwarna dan memiliki titik leleh 48C. Senyawa ini bereaksi dengan silika membentuk senyawa oksi gas mulia yang paling stabil. SiO2(s) + 2XeF6(g) SiF4(g) + 2XeOF4(l) Pada suhu kamar XeOF4 berbentuk cairan tidak berwarna. XeF6 dapat mengalami hidrolisis membentuk xenon(VI) oksida, dengan reaksi seperti. XeF6(s) + 3H2O(l) XeO3(aq) + 6HF(aq) 4) Bilangan Oksidasi +8 Xe(IV) dapat dioksidasi menjadi Xe(VIII) oleh ozon dalam larutan basa. Xe(VIII) hanya stabil dalam larutan. Selain senyawa xenon, telah berhasil dibuat kripton fluorida, KrF2 dan radon fluorida, RnF2. Radon bereaksi spontan dengan fluor pada suhu kamar. Adapun kripton bereaksi dengan fluor hanya jika keduanya disinari atau melepaskan muatan listrik. Akan tetapi belum dilaporkan adanya senyawa helium, neon atau argon. A. Aplikasi dan Pemanfaatan 1. Bidang Pencahayaan dan Optik Lampu gas discharge

Xenon digunakan dalam perangkat pemancar cahaya yang disebut lampu flash xenon, yang digunakan dalam flash pada fotografi dan lampu stroboskopik, untuk mengeksitasi media aktif dalam laser yang kemudian menghasilkan cahaya koheren dan kadang-kadang dalam lampu bakterisida. Laser berbasis padatan yang pertama, ditemukan pada tahun 1960, dipompa oleh lampu flash xenon dan laser digunakan untuk daya fusi kurungan inersia juga dipompa oleh lampu flash xenon. Laser

Pada tahun 1962, sekelompok peneliti di Bell Laboratories menemukan aktifitas laser dalam xenon, dan kemudian menemukan bahwa penguatan laser dapat ditingkatkan dengan menambahkan helium untuk media penguat. Laser excimer pertama yang digunakan xenon dimer (Xe2) dikuatkan oleh berkas elektron untuk menghasilkan emisi terstimulasi pada panjang gelombang ultraviolet dari 176 nm. Xenon klorida dan xenon fluorida juga telah digunakan dalam excimer (atau, lebih tepatnya, exciplex) laser.

2. Bidang Kesehatan Anestesi

Xenon telah digunakan sebagai anestesi umum. Meskipun mahal, mesin anestesi yang dapat mengantarkan xenon yang segera muncul di pasar Eropa, karena kemajuan dalam pemulihan dan daur ulang xenon membuatnya ekonomis. Xenon digunakan sebagai anestesi melalui inhalasi. Neuroprotectant

Xenon menginduksi cardioprotection kuat dan pelindung saraf melalui berbagai mekanisme aksi. Melalui pengaruhnya terhadap Ca2+, K+, KATP\HIF dan NMDA xenon adalah neuroprotektif bila diberikan sebelum, selama dan sesudah iskemik insult. Imaging

Emisi gamma dari radioisotop Xenon 133Xe dapat digunakan untuk menggambarkan jantung, paru-paru, dan otak, misalnya, dengan cara emisi photon tunggal tomografi komputer. 133Xe juga telah digunakan untuk mengukur aliran darah. Xenon, 129Xe khususnya hiperpolarisais, adalah agen kontras yang berguna untuk Magnetic Resonance Imaging (MRI). Dalam fase gas, dapat digunakan untuk gambar ruang kosong seperti gigi berlubang, dalam sampel berpori atau alveoli di paru-paru. Hiperpolarisasi membuat 129Xe jauh lebih terdeteksi melalui Magnetic Resonance Imaging dan telah digunakan untuk studi paru-paru dan jaringan lain. Hal ini dapat digunakan, misalnya, untuk menelusuri aliran gas dalam paru-paru. Karena xenon larut dalam air dan juga dalam pelarut hidrofobik, dapat digunakan untuk menggambarkan berbagai jaringan lunak hidup. Xenon dengan massa nuklir yang tinggi (tidak lebih dari 35% karena akan bertindak sebagai narkotika), dilengkapi dengan Krypton digunakan untuk media kontras untuk fotografi sinar-x. Spektroskopi NMR

Karena ukuran atomnya besar, fleksibel kulit elektron terluar, perubahan spektrum NMR dalam menanggapi kondisi sekitarnya, dan karena itu dapat digunakan sebagai probe untuk mengukur keadaan kimia di sekitar atom xenon. Misalnya xenon dilarutkan dalam air, xenon dilarutkan dalam pelarut hidrofobik, dan xenon yang terkait dengan protein tertentu dapat dibedakan dengan NMR. 3. Lain-lain Dalam aplikasi energi nuklir, xenon digunakan di ruang gelembung, probe, dan di daerah lain di mana berat molekul tinggi dan sifat inert yang diinginkan. Sebagai produk dari pengujian senjata nuklir adalah pelepasan radioaktif xenon-133 dan xenon-135. Deteksi

isotop ini digunakan untuk memonitor pemenuhan perjanjian uji larangan nuklir, serta untuk mengkonfirmasi ledakan uji coba nuklir oleh negara-negara seperti Korea Utara. Dampak Positif Xe (Xenon) 1. Xenon biasa digunakan untuk mengisi lampu blizt pada kamera. 2. Isotop-nya dapat digunakan sebagai reaktor nuklir. 3. Gas ini digunakan dalam pembuatan tabung elektron lampu stoboskopik (lampu neon yang berkedip dengan frekuensi tertentu) Dampak Negatif Xe (Xenon) 1. Xenon tidak beracun tapi senyawanya sangat beracun karena sifat oksidatornya yang sangat kuat. 2. Keberadaannya di alam Efeknya terhadap lingkungan 1. Sinar yang sangat terang dari lampu xenon, bisa mengganggu pemakai jalan lain, khusus dari arah berlawanan. Untuk itu, penggunaan lampu ini diatur sesuai dengan undang-undang lalu lintas di suatu negara. 2. Xenon Radioaktivitas (Xe-133) yang terdeteksi di Gangwon kemungkinan besar sebagian bahan zat radiasi yang bocor dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima di Jepang. Jumlah kebocoran semakin meningkat dan semakin meluas. Lebih khusus lagi, Xe-133 tidak terdapat dalam situasi alam. Angin barat tertiup sejak terjadinya gempa bumi, namun para pakar percaya bahwa zat radioaktifitas yang kebocoran dari PLTN di Fukushima telah melayang mengelilingi bumi. KINS berupaya mencari asal jejak pindahnya Xenon yang terdeteksi di Gangwon dan melaporkan bahwa zat radioaktif yang terbocor itu, terbang melayang ke Semenanjung Kamchatka, lalu mengelilingi wilayah Kutub Utara dan Siberia dan kemudian pindah ke Semenanjung Korea. Demikian, kekhawatiran atas pengaruh kesehatan dari Xenon untuk warga penduduk Korea sedang timbul.

DAFTAR PUSTAKA http://triktrik-trik.blogspot.com/2011/11/pembuatan-kegunaan-dan-dampak-unsur.html Anoname.2013.Sufur. http://en.wikipedia.org/wiki/Sulfur (diakses pada 21 September 2013 pukul 20:08 WIB) Imma.2012.Belerang.http://tiwsnurafisya.blogspot.com/2012/01/belerang.html (diakses pada 23September 2013 pukul 21:08 WIB). http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://erwantoindonesia.wordpress.c om/2012/03/28/makalah-gas-mulia/ http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/xenon/ Anonim.2010.Neon.http://pss.scdsb.on.ca/Departments/Science/SCH4U/Neon%20~Paige%2 0McLean/Properties%20of%20Neon.html (diakses pada 23 September 2013 pukul 21:08 WIB) Anonim.2010.Neon. http://www.lenntech.com/periodic/elements/ne.htm (diakses pada 23 September 2013 pukul 21:15 WIB)
Daniel.2011.Mewaspadai Gas Radon di Rumah Kita. dari http://buildingindonesia.biz/2011/03/02/mewaspadai-gas-radon-di-rumah-kita/ . diakses pada tanggal 22/09/2013 jam 08.00 Anonim.2011.Radon dan Kesehatan. Dari http://www.kesehatankerja.com/Radon%20dan%20kesehatan.html. diakses pada tanggal 22/09/2013 jam 09.00.

Anonim1., Dec 13, 2012., Dampak Penggunaan Nitrogen Dalam Pembuatan Pupuk. http://roemahorganik.info/dampak-negatif-penggunaan-pupuk-kimia-pabrik-yangtidak-terkendali/. (di akses pada tanggal 23 September 2013. Pukul 20.10 wib) Anonim2., Dec 28, 2009., Dampak Postif dan Negatif Nitrogen. http://www.scribd.com/doc /24553568/Makalah-Unsur-Nitrogen. (di akses pada tanggal 23 September 2013. Pukul 19.35 wib) Anonim3., Aug 23, 2009., Pupuk Dari Nitrogen. http://id.wikipedia.org/wiki/Pupuk_organik. (di akses pada tanggal 23 September 2013. Pukul 19.48 wib) http://www.chem-is-try.org/kata_kunci/bromin/ http://inspirehalogen.wordpress.com/2009/11/10/bromin/

http://unsur2kimiaku.ueuo.com/br.html http://en.wikipedia.org/wiki/Bromine http://id.wikipedia.org/wiki/Bromin http://www.suryabiru.co.id/argon.htm http://id.wikipedia.org/wiki/Argon http://en.wikipedia.org/wiki/Argon#Compounds http://www.lenntech.com/periodic/elements/ar.html http://en.wikipedia.org/wiki/Xenon