Anda di halaman 1dari 23

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PENDIDIKAN SMK AL-ILYAS MALANGBONG KELOMPOK TEKNOLOGI Jl.

Raya Barat Malangbong Garut No. 1 Telp. (0262) 4636772

BUKU RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Mata Pelajaran Kelas/Semester Program Keahlian

: KIMIA : X ( Sepuluh)/1 : Semua Program Keahlian

Nama Pengajar : Wulan Dewi Anggraeni, S.Pd.

TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012 DAN HARI LIBUR SMK PERHITUNGAN HARI BELAJAR EFEKTIF

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PENDIDIKAN SMK AL-ILYAS MALANGBONG KELOMPOK TEKNOLOGI Jl. Raya Barat Malangbong Garut No. 1 Telp. (0262) 4636772 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Program Keahlian Kelas / Semester Alokasi Waktu I. : SMK Al-Ilyas : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) : Kimia : Semua Program Keahlian :X/1 : 1 x pertemuan (2 x 45 Menit)

Standar Kompetensi Memahami konsep materi dan perubahannya II. Kompetensi Dasar 1. Mengelompokkan sifat materi 2. Mengelompokkan perubahan materi III. Indikator 1. Mendefinisikan materi sebagai sesuatu yang memiliki massa, memiliki ruang, dan dapat diraba dengan jelas. 2. Mengelompokan materi berdasarkan sifatnya dengan benar. 3. Mendeskripsikan pengertian perubahan materi dan pengelompokannya dengan jelas. 4. Mengamati perubahan fisika yang ditunjukkan oleh perubahan wujud tanpa terjadi perubahan komposisi atau identitas zat dan dapat diukur dengan benar. 5. Mengamati perubahan kimia yang ditunjukkan oleh perubahan komposisi (perubahan warna,terbentuknya endapan, atau gas) dengan benar. IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat : 1. mendefinisikan materi sebagai sesuatu yang memiliki massa, memiliki ruang, dan dapat diraba. 2. mengelompokan materi berdasarkan sifatnya . 3. mendeskripsikan pengertian perubahan materi dan pengelompokannya. 4. mengelompokkan perubahan fisika yang ditunjukkan oleh perubahan wujud tanpa terjadi perubahan komposisi atau identitas zat. 5. mengelompokkan perubahan kimia yang ditunjukkan oleh perubahan komposisi (perubahan warna,terbentuknya endapan, atau gas). V. Analisis Materi Pelajaran Pengenalan ilmu kimia Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur, susunan, sifat, dan perubahan materi, serta energi yang menyertai perubahan tersebut. Materi dan Wujudnya Materi adalah segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Wujud materi berupa padat, cair, dan gas. Perubahan materi Perubahan kimia adalah perubahan yang sifatnya tetap dan menghasilkan zat baru. Contoh: kertas yang dibakar. Perubahan fisika adalah perubahan yang sifatnya sementara dan tidak menghasilkan zat baru. Contoh: air berubah menjadi es.

VI. Kegiatan Pembelajaran A. Model, Pendekatan, dan Metode Model : Induktif Pendekatan : Konsep Metode : Ceramah Bermakna dan Diskusi B. Langkah pembelajaran Langkah Pembelajaran KEGIATAN AWAL: Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa (absensi). Siswa menjawab pertanyaan apersepsi dari guru: G: Anak-anak, ada yang pernah belajar kimia di SMP? Beberapa orang siswa menjawab G: Apa yang dipelajari di kimia ya? Lalu manfaatnya apa kita belajar kimia? Beberapa orang siswa menjawab G: Lalu ada yang masih ingat apa itu materi waktu belajar di SMP? Kira-kirab apa saja ya contoh materi yang ada di sekitar kita? Nah, untuk mengetahuinya akan kita pelajari hari ini. KEGIATAN INTI: Guru memberitahukan bahwa pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang Materi dan perubahannya sambil menuliskannya di papan tulis. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai pengertian ilmu kimia. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai manfaat belajar kimia. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai materi, sifat materi, dan perubahan materi. Siswa berdiskusi mengenai manfaat lain belajar kimia. Siswa berdiskusi mengenai contoh-contoh materi yang ada di sekitarnya. Siswa berdiskusi mengenai perubahan fisika dan perubahan kimia Siswa diberikan kesempatan untuk menulis materi yang guru sampaikan. PENUTUP: Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahaminya. Siswa ditugaskan untuk membaca materi selanjutnya mengenai klasifikasi materi. Guru mengakhiri jam pelajaran dengan mengucapkan salam. VII. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber: Erawati, Emi (2009). Kimia 1 untuk SMK Kelas X. Solo: Yudhistira. Kusumayati, Atiek. (2004). Kimia untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Bandung: Angkasa. Purba, Michael. (2006). Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta:Erlangga. Media Pembelajaran: White board Spidol Alokasi waktu 5 menit

75 menit

10 menit

VIII. Penilaian Tujuan penilaian Jenis Tagihan Bentuk Instrumen

: Formatif : Tes lisan dan latihan : Uraian singkat

Malangbong, Juli 2011 Mengetahui Kepala SMK Al-Ilyas

Guru Mata pelajaran

Munawar Holil M, S.Pd. NIP. 197307271998021001

Wulan Dewi Anggraeni, S.Pd

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PENDIDIKAN SMK AL-ILYAS MALANGBONG KELOMPOK TEKNOLOGI Jl. Raya Barat Malangbong Garut No. 1 Telp. (0262) 4636772 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Program Keahlian Kelas / semester Alokasi Waktu I. : SMK Al-Ilyas : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) : Kimia : Semua Program Keahlian :X/1 : 1 x pertemuan (2 x 45 Menit)

Standar Kompetensi Memahami konsep materi dan perubahannya II. Kompetensi Dasar Mengklasifikasi materi III. Indikator 1. Mendeskripsikan pengelompokan materi menjadi unsur, senyawa, dan campuran dengan benar. 2. Mendeskripsikan pengertian campuran sebagai gabungan beberapa unsur atau senyawa dengan benar. 3. Mendeskripsikan pengelompokan campuran menjadi campuran homogen dan heterogen dengan benar. IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat : 1. mendeskripsikan pengelompokan materi menjadi unsur, senyawa, dan campuran. 2. mendeskripsikan pengertian campuran sebagai gabungan beberapa unsur atau senyawa. 3. mengelompokan campuran menjadi campuran homogen dan heterogen. V. Analisis Materi Pelajaran Klasifikasi materi

Materi

Zat Tunggal

Campuran

Unsur

Senyawa

Homogen

Heterogen

Zat tunggal biasa disebut zat murni atau zat saja merupakan matrei yang seluruh bagiannya mempunyai sifat dan komposisi (susunan) yang sama. Unsur adalah materi atau zat tunggal yang secara fisika maupun kimia tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana. Senyawa adalah gabungan dua unsur atau lebih dan dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana. Campuran merupakan gabungan dua atau lebih materi dengan komposisi tidak tentu.

Campuran homogen (larutan) adalah campuran yang seluruh bagiannya mempunyai sifat dan susunan yang sama, Campuran heterogen adalah campuran yang bagian/komponennya berbeda. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Model, Pendekatan, dan Metode Model : Induktif Pendekatan : Konsep Metode : Ceramah Bermakna dan Diskusi B. Langkah pembelajaran Langkah Pembelajaran KEGIATAN AWAL: Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa (absensi). Siswa menjawab pertanyaan apersepsi dari guru: G: Anak-anak minggu kemarin kita telah mengetahui apa itu materi dan bagaimana materi tu berubah. Coba tolong ada yang bisa memberikan contoh materi yang ada di sekitar kita sekarang? Beberapa orang siswa menjawab G: Nah, dari contoh-contoh itu apakah semuanya termasuk jenis materi yang sama? Beberapa orang siswa menjawab G: Nah, untuk mengetahuinya akan kita pelajari hari ini. KEGIATAN INTI: Guru memberitahukan bahwa pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang Klasifikasi Materi sambil menuliskannya di papan tulis. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai pengklasifikasian materi. Siswa berdiskusi mengenai perbedaan unsur, senyawa, campuran Siswa berdiskusi mengenai contoh-contoh unsur, senyawa, campuran. Siswa berdiskusi mengenai perbedaan campuran homogen dan heterogen. Siswa diberikan kesempatan untuk menulis materi yang guru sampaikan. PENUTUP: Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahaminya. Siswa ditugaskan untuk membaca materi selanjutnya mengenai pertikel penyusun materi. Guru mengakhiri jam pelajaran dengan mengucapkan salam. Alokasi waktu 5 menit

75 menit

10 menit

VII. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber: Erawati, Emi (2009). Kimia 1 untuk SMK Kelas X. Solo: Yudhistira. Kusumayati, Atiek. (2004). Kimia untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Bandung: Angkasa. Purba, Michael. (2006). Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta:Erlangga. Media Pembelajaran: White board Spidol

VIII. Penilaian Tujuan penilaian Jenis Tagihan Bentuk Instrumen

: Formatif : Tes lisan dan latihan : Uraian singkat

Malangbong, Juli 2011 Mengetahui Kepala SMK Al-Ilyas

Guru Mata pelajaran

Munawar Holil M, S.Pd. NIP. 197307271998021001

Wulan Dewi Anggraeni, S.Pd

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PENDIDIKAN SMK AL-ILYAS MALANGBONG KELOMPOK TEKNOLOGI Jl. Raya Barat Malangbong Garut No. 1 Telp. (0262) 4636772 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Program Keahlian Kelas / Semester Alokasi Waktu I. : SMK Al-Ilyas : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) : Kimia : Semua Program Keahlian :X/1 : 1 x pertemuan (2 x 45 Menit)

Standar Kompetensi Memahami konsep materi dan perubahannya II. Kompetensi Dasar Mengklasifikasi materi III. Indikator Mendeskripsikan partikel penyusun materi dengan benar IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat : 1. mendeskripsikan atom, molekul, dan ion 2. menentukan partikel penyusun dari suatu materi V. Analisis Materi Pelajaran Partikel penyusun materi Partikel adalah bagian terkecil yang menyusun suatu materi. Partikel terkecil penyusun materi dapat berbentuk atom, molekul, atau ion. Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki sifat unsur tersebut. Molekul adalah gabungan dua atom atau lebih dengan perbandingan tertentu. Ion adalah atom/kumpulan atom yang bermuatan listrik. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Model, Pendekatan, dan Metode Model : Induktif Pendekatan : Konsep Metode : Ceramah Bermakna dan Diskusi B. Langkah pembelajaran Langkah Pembelajaran KEGIATAN AWAL: Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa(absensi). Siswa menjawab pertanyaan apersepsi dari guru: G: Anak-anak minggu kemarin kita telah membahas materi dan pengklasifikasiannya? Ada yang masih ingat klasifikasi materi dibagi menjadi apa saja? Beberapa orang siswa menjawab G: Dari pengklasifikasian itu, penyusunnya ternyata berbeda. Nah, untuk mengetahuinya akan kita pelajari hari ini. KEGIATAN INTI: Guru memberitahukan bahwa pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang Partikel Penyusun Materi sambil menuliskannya di papan tulis. Alokasi waktu 5 menit

75 menit

Langkah Pembelajaran Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai partikel penyusun materi. Siswa mengerjakan soal yang diberikan guru mengenai partikel penyusun beberapa materi. Siswa diberikan kesempatan untuk menulis materi yang guru sampaikan. PENUTUP: Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahaminya. Siswa ditugaskan untuk menghapalkan lambang unsur dalam sistem periodik unsur. Guru mengakhiri jam pelajaran dengan mengucapkan salam.

Alokasi waktu

10 menit

VII. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber: Erawati, Emi (2009). Kimia 1 untuk SMK Kelas X. Solo: Yudhistira. Kusumayati, Atiek. (2004). Kimia untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Bandung: Angkasa. Purba, Michael. (2006). Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta:Erlangga. Media Pembelajaran: White board Spidol VIII. Penilaian Tujuan penilaian : Formatif Jenis Tagihan : Tes lisan dan latihan Bentuk Instrumen : Uraian singkat

Malangbong, Juli 2011 Mengetahui Kepala SMK Al-Ilyas

Guru Mata pelajaran

Munawar Holil M, S.Pd. NIP. 197307271998021001

Wulan Dewi Anggraeni, S.Pd

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PENDIDIKAN SMK AL-ILYAS MALANGBONG KELOMPOK TEKNOLOGI Jl. Raya Barat Malangbong Garut No. 1 Telp. (0262) 4636772 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Program Keahlian Kelas / Semester Alokasi Waktu I. : SMK Al-Ilyas : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) : Kimia : Semua Program Keahlian :X/1 : 1 x pertemuan (2 x 45 Menit)

Standar Kompetensi Memahami konsep penulisan lambang unsur dan persamaan reaksi I. Kompetensi Dasar 1. Memahami lambang unsur 2. Memahami rumus kimia 3. Menyetarakan persamaan reaksi II. Indikator Menjelaskan penulisan lambang unsur dengan benar. III. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat : 1. menjelaskan penulisan lambang unsur dengan benar. 2. menuliskan lambang unsur dengan benar IV. Analisis Materi Pelajaran Lambang unsur merupakan singkatan dari nama unsur. Unsur-unsur dituliskan dengan lambang berupa huruf awal dari nama Latin unsur tersebut dan dituliskan kapital. Jika unsur lain memiliki huruf awal yang sama maka lambang unsur terdiri daru dua huruf, huruf kapital diikuti huruf kecil. V. Kegiatan Pembelajaran A. Model, Pendekatan, dan Metode Model : Induktif Pendekatan : Konsep Metode : Ceramah Bermakna dan Diskusi B. Langkah pembelajaran Langkah Pembelajaran KEGIATAN AWAL: Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa (absensi). Siswa menjawab pertanyaan apersepsi dari guru: G: Anak-anak, ada yang tau simbol dari oksigen? Beberapa orang siswa menjawab G: Lalu simbol dari alumunium yang banyak digunakan sehari-hari apa ya? Beberapa orang siswa menjawab G: Nah, untuk mengetahuinya akan kita pelajari hari ini. KEGIATAN INTI: Guru memberitahukan bahwa pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang Lambang Unsur sambil menuliskannya di papan tulis. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai pengertian lambang unsur. Siswa menuliskan beberapa nama dan lambang unsur. Alokasi waktu 5 menit

75 menit

Langkah Pembelajaran Siswa menghapalkan beberapa nama dan lambang unsur. Siswa diberikan kesempatan untuk menulis materi yang guru sampaikan. PENUTUP: Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahaminya. Siswa ditugaskan untuk membaca materi selanjutnya mengenai rumus kimia. Guru mengakhiri jam pelajaran dengan mengucapkan salam.

Alokasi waktu

10 menit

VI.

Sumber dan Media Pembelajaran

Sumber: Erawati, Emi (2009). Kimia 1 untuk SMK Kelas X. Solo: Yudhistira. Kusumayati, Atiek. (2004). Kimia untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Bandung: Angkasa. Purba, Michael. (2006). Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta:Erlangga. Media Pembelajaran: White board Spidol VII. Penilaian Tujuan penilaian : Formatif Jenis Tagihan : Tes lisan dan latihan Bentuk Instrumen : Uraian singkat

Malangbong, Juli 2011 Mengetahui Kepala SMK Al-Ilyas

Guru Mata pelajaran

Munawar Holil M, S.Pd. NIP. 197307271998021001

Wulan Dewi Anggraeni, S.Pd

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PENDIDIKAN SMK AL-ILYAS MALANGBONG KELOMPOK TEKNOLOGI Jl. Raya Barat Malangbong Garut No. 1 Telp. (0262) 4636772 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Program Keahlian Kelas / Semester Alokasi Waktu I. : SMK Al-Ilyas : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) : Kimia : Semua Program Keahlian :X/1 : 2 x pertemuan (4 x 45 Menit)

Standar Kompetensi Memahami konsep penulisan lambang unsur dan persamaan reaksi II. Kompetensi Dasar 1. Memahami lambang unsur 2. Memahami rumus kimia 3. Menyetarakan persamaan reaksi III. Indikator 1. Mendeskripsikan pengertian rumus kimia/senyawa sebagai gabungan dari dua unsur atau lebih yang sama atau berbeda dengan komposisi tertentu dengan benar. 2. Menuliskan rumus kimia berdasarkan lambang unsur dan jumlahnya dengan benar. 3. Pengertian rumus molekul dan rumus empiris dideskripsikan dengan benar. IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat : 1. mendeskripsikan pengertian rumus kimia/senyawa sebagai gabungan dari dua unsur atau lebih yang sama atau berbeda dengan komposisi tertentu dengan benar. 2. menuliskan rumus kimia berdasarkan lambang unsur dan jumlahnya dengan benar. 3. mendeskripsikan pengertian rumus molekul dan rumus empiris dengan benar. 4. menuliskan rumus molekul dan rumus empiris dengan benar. V. Analisis Materi Pelajaran Rumus kimia Rumus kimia dinyatakan dengan lambang unsur dan angka indeks. Lambang unsur menunjukkan jenis unsur penyusun, sedangkan angka indeks menunjukkan jumlah unsur penyusun. Contoh H2, H adalah lambang unsur sedangkan 2 adalah jumlah unsur penyusun. Sementara itu rumus kimia ion monoatomik (atom tunggal yang bermuatan) dan ion poliatomik (kumpulan atom yang bermuatan) penulisannya adalah lambang unsur akan diikuti dengan superscript yang menunjukkan jenis dan jumlah muatannya. Contoh Ca2+, Ca adalah lambang unsur, 2+ adalah jumlah dan jenis muatan penyusun. Rumus kimia senyawa yang tersusun atas ion Xn+ dengan Ym- dituliskan dengan menyilangkan muatannya sehingga menghasilkan senyawa XmYn. Jika dihitung total muatan senyawa XmYn adalah nol. Dalam hal ini kation selalu dituliskan pertama kali. Xn+ Ym- menjadi XmYn Contoh: ion Al3+ dengan ion O2- ditulis menjadi Al2O3 Jika senyawa tersusun atas ion poliatomik maka ion tersebut dituliskan dalam tanda kurung (). Nomor subscript menunjukkan jumlah ion poliatomik dalam senyawa tersebut. Namun jika jumlah ion poliatomik hanya satu maka tidak perlu tanda kurung. Contoh : Ion Al3+ dan ion poliatomik SO42- ditulis menjadi Al2(SO4)3 Al3+ SO42Al2(SO4)3 Ion Ca2+ dengan ion CO32- ditulis menjadi CaCO3 Ca2+ CO32Ca(CO3)2 CaCO3

Rumus kimia senyawa dibedakan menjadi rumus molekul dan rumus empiris. a) Rumus Molekul Rumus molekul senyawa menggambarkan jumlah atom unsur yang membentuk molekul senyawa itu. Misalnya rumus molekul air yang tiap molekulnya terdiri dari 2 atom H dan 1 atom O ditulis H2O, karbon dioksida molekulnya terdiri dari 1 atom C dan 2 atom O ditulis CO2. b) Rumus Empiris Rumus empiris adalah rumus yang menggambarkan perbandingan paling sederhana dari jumlah relatif tiap2 atom yang membentuk senyawa tersebut. Rumus empiris disebut juga rumus perbandingan. Contoh rumus molekul glukosa adalah C6H12O6 maka rumus empiris dari glukosa tersebut CH2O dengan perbandingan jumlah karbon, hidrogen, dan oksigen adalah 1:2:1 VI. Kegiatan Pembelajaran A. Model, Pendekatan, dan Metode Model : Induktif Pendekatan : Konsep Metode : Ceramah Bermakna dan Diskusi B. Langkah pembelajaran Pertemuan ke-1 Langkah Pembelajaran KEGIATAN AWAL: Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa (absensi). Siswa menjawab pertanyaan apersepsi dari guru: G: Anak-anak, ada yang tau rumus kimia dari air? Beberapa orang siswa menjawab G: Kenapa bisa terbentuk seperti itu ya? Beberapa orang siswa menjawab G: Nah, untuk mengetahuinya akan kita pelajari hari ini. KEGIATAN INTI: Guru memberitahukan bahwa pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang Rumus Kimia sambil menuliskannya di papan tulis. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai rumus kimia. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai rumus empiris Siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru. 1. Tentukan rumus empiris senyawa-senyawa berikut a. Vitamin C (C6H8O6) b. Benzena (C6H6) 2. Lengkapi tabel berikut Kation Anion Senyawa yang terbentuk 2+ 2Ca CO3 . 2. O Fe2O3 2+ Ba . BaSO4 + 2NH4 SO4 . + NH4 .. (NH4)3PO4 Siswa diberikan kesempatan untuk menulis materi yang guru sampaikan. PENUTUP: Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahaminya. Siswa ditugaskan untuk membaca materi selanjutnya mengenai persamaan reaksi. Guru mengakhiri jam pelajaran dengan mengucapkan salam. Alokasi waktu 5 menit

75 menit

10 menit

Pertemuan ke-2 Langkah Pembelajaran KEGIATAN AWAL: Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa (absensi). Siswa menjawab pertanyaan apersepsi dari guru. KEGIATAN INTI: Siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru sebagai PR di papan tulis. Siswa mendengarkan penjelasan guru untuk pengerjaan tugas yang belum tepat. PENUTUP: Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahaminya. Siswa ditugaskan untuk mengerjakan tugas di rumah. Guru mengakhiri jam pelajaran dengan mengucapkan salam. Alokasi waktu 5 menit

75 menit 10 menit

VII. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber: Erawati, Emi (2009). Kimia 1 untuk SMK Kelas X. Solo: Yudhistira. Kusumayati, Atiek. (2004). Kimia untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Bandung: Angkasa. Purba, Michael. (2006). Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta:Erlangga. Media Pembelajaran: White board Spidol VIII. Penilaian Tujuan penilaian : Formatif Jenis Tagihan : Tes lisan dan latihan Bentuk Instrumen : Uraian singkat

Malangbong, Juli 2011 Mengetahui Kepala SMK Al-Ilyas

Guru Mata pelajaran

Munawar Holil M, S.Pd. NIP. 197307271998021001

Wulan Dewi Anggraeni, S.Pd

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PENDIDIKAN SMK AL-ILYAS MALANGBONG KELOMPOK TEKNOLOGI Jl. Raya Barat Malangbong Garut No. 1 Telp. (0262) 4636772 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Program Keahlian Kelas / Semester Alokasi Waktu I. : SMK Al-Ilyas : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) : Kimia : Semua Program Keahlian :X/1 : 2 x pertemuan (4 x 45 Menit)

Standar Kompetensi Memahami konsep penulisan lambang unsur dan persamaan reaksi II. Kompetensi Dasar 1. Memahami lambang unsur 2. Memahami rumus kimia 3. Menyetarakan persamaan reaksi III. Indikator 1. Mendeskripsikan pengertian persamaan reaksi kimia sebagai proses perubahan satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat yang berbeda dengan benar. 2. Mendeskripsikan penggunaan simbol-simbol dalam reaksi kimia untuk menunjukkan perubahan yang terjadi selama reaksi berlangsung dengan benar 3. Menyetarakan persamaan reaksi berdasarkan prinsip jumlah unsur di ruas kiri dan kanan harus sama (sesuai Hukum Lavoisier) dilakukan dengan benar. IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat : 1. mendeskripsikan pengertian persamaan reaksi 2. mendeskripsikan penggunaan simbol-simbol dalam reaksi kimia 3. menyetarakan persamaan reaksi. V. Analisis Materi Pelajaran Persamaan reaksi Dalam ilmu kimia, peristiwa perubahan kimia (reaksi kimia) diamati dan dicatat dengan cara tertentu yang harus memenuhi hukum-hukum dasar kimia, yaitu dengan menggambarkannya dalam suatu persamaan reaksi kimia. Persamaan reaksi merupakan gambaran singkat mengenai jenis zat, wujud serta perbandingan jumlah partikel zat pereaksi (reaktan) dan hasil reaksi (produk). Dalam persamaan reaksi zat-zat pereaksi/reaktan dituliska di sebelah kiri anak panah, zat hasil pereaksi/produk ditulis di sebelah kanan anak panah dan harus dituliskan dengan rumus kimia yang benar yaitu dengan menggunakan lambang unsur dan angka indeks. Pereaksi/reaktan A + reaktan B hasil/produk (reaksi iireversible) Pereaksi/reaktan A + reaktan B hasil/produk (reaksi iireversible) Ada kalanya, meskipun bukan keharusan perlu dicantumkan wujud zat-zat dalam suatu reaksi dengan singkatan dalam tanda kurung di belakang rumus kimia zat bersangkutan. Wujud-wujud zat tersebut antara lain: s = solid (padat) g = gas l= liquid (cair) aq = aqueous (terlarut dalam air) Di dalam persamaan reaksi, ada yang disebut dengan koefisien reaksi yaitu bilangan bulat yang ditulis di depan rumus kimia reaktan maupun produk dengan tujuan untuk menyetarakan jumlah atom unsur-unsur sejenis di sebelah kiri anak panah dengan di sebelah kanan anak panah. Koefisien satu tidak perlu dituliskan. Koefisien dengan angka

pecahan sebaiknya dibulatkan dengan cara mengalikan semua koefisien dengan bilangan yang sama. 4 Al (s) + 3 O2 (g) 2 Al2O3 (s)

Koefisien reaksi Pada tahun 1785 Lavoisier dari Prancis melakukan ekperimen yang menghasilkan fakta bahwa pada reaksi kimia, zat-zat yang terlibat dalam reaksi tidak mengalami perubahan massa, reaktan dan hasil reaksi mempunyai massa yang tetap. Dengan kata lain, massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi selalu sama (kekal). Penyetaraan Persamaan Reaksi Penyetaraan persamaan reaksi adalah menentukan nilai koefisien dari reaktan dan produk dalam reaksi dengan menyetarakan jumlah atom-atom tiap unsur pada sebelum dan sesudah reaksi. Langkah-langkah penyetaraan reaksi: a. Tuliskan persamaan reaksi yang belum setara dari reaktan dan produk. b. Periksa jumlah atom tiap unsur pada kedua sisi persamaan. Jika belum setara lanjutkan ke langkah c. c. Setarakan persamaan reaksi dengan menuliskan koefisien di depan rumus kimia zat yang belum setara. Jika koefisien bernilai 1 maka tidak perlu dituliskan. d. Untuk persamaan reaksi yang sederhana dapat digunakan cara ping-pong prinsipnya adalah jika persamaan reaksi mengandung atom-atom selain H dan O, maka setarakan dulu atom-atom selain H dan O itu. Setelah itu baru setarakan atom H terakhir atom O. VI. Kegiatan Pembelajaran A. Model, Pendekatan, dan Metode Model : Induktif Pendekatan : Konsep Metode : Ceramah Bermakna dan Diskusi B. Langkah pembelajaran Pertemuan ke-1 Langkah Pembelajaran KEGIATAN AWAL: Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa (absensi). Siswa menjawab pertanyaan apersepsi dari guru: G: Anak-anak, ada yang tau berapa jumlah atom H dan atom O yang harus ada supaya terbentuk H2O? Beberapa orang siswa menjawab G: Nah, untuk mengetahuinya akan kita pelajari hari ini. KEGIATAN INTI: Guru memberitahukan bahwa pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang Persamaan Reaksi sambil menuliskannya di papan tulis. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai persamaan reaksi. Siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru. Siswa diberikan kesempatan untuk menulis materi yang guru sampaikan. PENUTUP: Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahaminya. Siswa ditugaskan untuk mengerjakan penyetaraan persamaan reaksi di rumah. Guru mengakhiri jam pelajaran dengan mengucapkan salam. Alokasi waktu 5 menit

75 menit

10 menit

Pertemuan ke-2 Langkah Pembelajaran KEGIATAN AWAL: Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa (absensi). Siswa menjawab pertanyaan apersepsi dari guru. KEGIATAN INTI: Siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru sebagai PR di papan tulis. Siswa mendengarkan penjelasan guru untuk pengerjaan tugas yang belum tepat. PENUTUP: Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahaminya. Siswa ditugaskan untuk mengerjakan tugas di rumah. Guru mengakhiri jam pelajaran dengan mengucapkan salam. Alokasi waktu 5 menit

75 menit 10 menit

VII. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber: Erawati, Emi (2009). Kimia 1 untuk SMK Kelas X. Solo: Yudhistira. Kusumayati, Atiek. (2004). Kimia untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Bandung: Angkasa. Purba, Michael. (2006). Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta:Erlangga. Media Pembelajaran: White board Spidol VIII. Penilaian Tujuan penilaian : Formatif Jenis Tagihan : Tes lisan dan latihan Bentuk Instrumen : Uraian singkat

Malangbong, Juli 2011 Mengetahui Kepala SMK Al-Ilyas

Guru Mata pelajaran

Munawar Holil M, S.Pd. NIP. 197307271998021001

Wulan Dewi Anggraeni, S.Pd

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PENDIDIKAN SMK AL-ILYAS MALANGBONG KELOMPOK TEKNOLOGI Jl. Raya Barat Malangbong Garut No. 1 Telp. (0262) 4636772 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Program Keahlian Kelas / Semester Alokasi Waktu I. : SMK Al-Ilyas : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) : Kimia : Semua Program Keahlian :X/1 : 1 x pertemuan (2 x 45 Menit)

Standar Kompetensi Memahami konsep mol II. Kompetensi Dasar Menjelaskan konsep mol III. Indikator 1. Mendeskripsikan pengertian Ar dan Mr sebagai satuan massa terkecil dari suatu unsur atau senyawa yang dibandingkan dengan 1/12 massa atom isotop 12C dengan benar. 2. Melakukan perhitungan Mr berdasarkan jumlah Ar dari unsur-unsur penyusunnya dengan benar. 3.Mendeskripsikan pengertian konsep mol sebagai satuan zat dengan benar. 4.Mendeskripsikan pengertian konsep mol sebagai kumpulan partikel (atom atau molekul atau ion) yang dibandingkan dengan 1/12 massa isotop 12C atau yang mengandung partikel sebanyak bilangan Avogadro dengan benar IV. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran, siswa dapat : 1. menghitung jumlah partikel suatu unsur atau senyawa 2. mengetahui bilangan avogadro 3. menghitung Mr suatu senyawa berdasarkan Ar unsur-unsur penyusunnya. 4. menghitung jumlah mol suatu unsur atau senyawa V. Analisis Materi Pelajaran PENGERTIAN MOL Partikel materi dapat berupa atom, molekul, atau ion. Akan tetapi, dalam reaksi kimia zat-zat yang terlibat dalam reaksi secara kuantitatif tidak dihitung dalam satuan atom, molekul, atau ion. Sehingga digunakan mol sebagai satuan jumlah zat. Mol berasal dari kata latin moles yang berarti timbunan. Satu mol zat menyatakan sejumlah zat yang mengandung partikel-partikel zat itu sebanyak atom yang terkandung dalam 12 gram C-12. Hasil eksperimen menunjukkan dalam 12 gram C-12 terkandung 6,02 x 1023 atom C-12. Bilangan 6,02 x 1023 ini disebut tetapan Avogadro dan dinyatakan dengan lambang L. Jadi: 1 mol zat = 6,02 x 1023 Hubungan antara jumlah mol dan jumlah partikel dinyatakan sebagai berikut atau Jumlah partikel = jumlah mol x tetapan avogadro Jumlah partikel = jumlah mol x 6,02 x 1023 sehingga

Jumlah mol =

MASSA ATOM RELATIF (Ar) DAN MASSA MOLEKUL RELATIF (Mr) Pada perhitungan kimia umumnya tidak digunakan massa atom absolute melainkan massa atom relatif (Ar) yaitu perbandingan massa atom antar unsur. Dalam penetapan massa atom relatif, para ahli memilih isotop C-12 sebagai pembanding dengan definisi sebagai berikut: Ar unsur X = Karena massa 1 atom C-12 = 1 sma maka Ar unsur X =

Massa molekul relatif (Mr) adalah perbandingan antara massa rata-rata suatu molekul dengan dari massa 1 atom C-12. Mr =

Massa molekul relatif = jumlah massa atom relatif atom-atom penyusun molekul. Mr = Ar

HUBUNGAN MOL (n) DENGAN MASSA SUATU ZAT (m) Hubungan mol (n) dengan massa suatu zat (m) dapat ditulis sebagai berikut: n= dimana n m

= = =

Jumlah mol (mol) Massa zat (gram) Massa molar (Ar atau Mr dengan satuan gram/mol)

VI.

Kegiatan Pembelajaran A. Model, Pendekatan, dan Metode Model : Induktif Pendekatan : Konsep Metode : Ceramah Bermakna dan Diskusi B. Langkah pembelajaran

Pertemuan ke-1 Langkah Pembelajaran KEGIATAN AWAL: Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa (absensi). Siswa menjawab pertanyaan apersepsi dari guru: G: Anak-anak, ada yang pernah menghitung kacang ijo? Atau membelinya dalam butiran? Beberapa orang siswa menjawab G: Nah sama seperti hal nya kacang ijo yang tidak diukur dengan satuan butir melainkan gram atau kilogram, satuan zat juga tidak diukur dengan atom, molekul atau ion melainkan dengan satuan mol. Untuk mengetahuinya akan kita pelajari hari ini. KEGIATAN INTI: Guru memberitahukan bahwa pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang Konsep Mol sambil menuliskannya di papan tulis. Alokasi waktu 5 menit

75 menit

Langkah Pembelajaran Siswa berkelompok dengan kelompoknya masing-masing Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok (LKS terlampir) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai konsep mol. Siswa berdiskusi untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru. Siswa diberikan kesempatan untuk menulis materi yang guru sampaikan. PENUTUP: Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahaminya. Siswa ditugaskan untuk mengerjakan soal konsep mol di rumah. Guru mengakhiri jam pelajaran dengan mengucapkan salam.

Alokasi waktu

10 menit

VII. Sumber dan Media Pembelajaran Sumber: Erawati, Emi (2009). Kimia 1 untuk SMK Kelas X. Solo: Yudhistira. Kusumayati, Atiek. (2004). Kimia untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Bandung: Angkasa. Purba, Michael. (2006). Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta:Erlangga. Media Pembelajaran: White board Spidol VIII. Penilaian Tujuan penilaian : Formatif Jenis Tagihan : Tes lisan dan latihan Bentuk Instrumen : Uraian singkat

Malangbong, Juli 2011 Mengetahui Kepala SMK Al-Ilyas

Guru Mata pelajaran

Munawar Holil M, S.Pd. NIP. 197307271998021001

Wulan Dewi Anggraeni, S.Pd

KONSEP MOL 1. PENGERTIAN MOL Partikel materi dapat berupa atom, molekul, atau ion. Akan tetapi, dalam reaksi kimia zat-zat yang terlibat dalam reaksi secara kuantitatif tidak dihitung dalam satuan atom, molekul, atau ion. Sehingga digunakan mol sebagai satuan jumlah zat. Mol berasal dari kata latin moles yang berarti timbunan. Satu mol zat menyatakan sejumlah zat yang mengandung partikel-partikel zat itu sebanyak atom yang terkandung dalam 12 gram C-12. Hasil eksperimen menunjukkan dalam 12 gram C-12 terkandung 6,02 x 1023 atom C-12. Bilangan 6,02 x 1023 ini disebut tetapan Avogadro dan dinyatakan dengan lambang L. Jadi: 1 mol zat = 6,02 x 1023 Hubungan antara jumlah mol dan jumlah partikel dinyatakan sebagai berikut Jumlah partikel = jumlah mol x tetapan avogadro atau Jumlah partikel = jumlah mol x 6,02 x 1023

sehingga

Jumlah mol =

contoh soal: 1. Tentukan jumlah partikel yang terkandung dalam 0,1 mol besi (Fe). 2. Hitung jumlah mol zat yang mengandung sejumlah partikel 3,01 x 1023 atom seng (Zn). Jawab 1. Jumlah partikel/atom Fe = 0,1 mol Fe x 6,02 x 1023 atom Fe = 6,02 x 1022 atom 2. Jumlah mol Zn = = = 0,5 mol

2. MASSA ATOM RELATIF (Ar) DAN MASSA MOLEKUL RELATIF (Mr) Pada perhitungan kimia umumnya tidak digunakan massa atom absolute melainkan massa atom relatif (Ar) yaitu perbandingan massa atom antar unsur. Dalam penetapan massa atom relatif, para ahli memilih isotop C-12 sebagai pembanding dengan definisi sebagai berikut: Ar unsur X = Karena massa 1 atom C-12 = 1 sma maka Ar unsur X =

Massa molekul relatif (Mr) adalah perbandingan antara massa rata-rata suatu molekul dengan dari massa 1 atom C-12. Mr =

Massa molekul relatif = jumlah massa atom relatif atom-atom penyusun molekul. Mr = Ar

Contoh soal Diketahui massa atom relatif (Ar) H = 1 dan O = 16. Berapa massa molekul relatif (Mr) dari H2O? Jawab : Mr = Ar Mr H2O = Ar H + Ar O Mr H2O = (2 x 1) + (1 x 16) Mr H2O = 2 + 16 Mr H2O = 18

3. HUBUNGAN MOL (n) DENGAN MASSA SUATU ZAT (m) Hubungan mol (n) dengan massa suatu zat (m) dapat ditulis sebagai berikut: n= dimana n m

= = =

Jumlah mol (mol) Massa zat (gram) Massa molar (Ar atau Mr dengan satuan gram/mol)

Contoh soal Hitunglah massa dari: a. 2 mol natrium b. 2 mol kalsium hidroksida ( Ca(OH)2) (Ar H = 1; O = 16; Na =23; Ca = 40) Jawab : Massa zat bergantung pada jumlah mol dan massa molarnya a. Massa molar natrium (mm) = Ar Na = 23 gram/mol Massa 2 mol Na m= n x mm = 2 mol x 23 gram/mol = 46 gram b. Massa molar Ca(OH)2 = Mr Ca(OH)2 = Ar Ca + Ar H + Ar O = (1 x 40) + (2 x 1) + (2 x 16) = 40 + 2 + 32 = 74 gram -1 mol Massa 2 mol Ca(OH)2 m = n x mm = 2 mol x 74 gram mol-1 = 148 gram Berlatih soal yuk!!!

1. Tentukan jumlah partikel yang terkandung dalam 4 mol ammonia (NH3). 2. Hitung jumlah mol zat yang mengandung sejumlah partikel 1,204 x 1024 molekul glukosa (C6H12O6). 3. Diketahui massa atom relative (Ar) beberapa unsur sebagai berikut H = 1, C = 12, O = 16 , Al = 27, S = 32 Tentukan massa molekul relative (Mr) zat berikut: a. H2SO4 b. CH3COOH c. Al2(SO4)2 4. Berapa mol oksigen (O) terdapat dalam 32 gram oksigen? 5. Hitung massa dari 5 mol C12H22O11 (Mr C12H22O11 = 342 gram mol-1). 6. Hitung massa sepotong lempeng tembaga yang mengandung 3,01 x 1023 atom Cu. PENYELESAIAN ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................ ................................................................................................................................................................