Anda di halaman 1dari 39

Disusun oleh: Kelompok IV B Chaya Ningtyas - Dwikky Sunu P - Hidrial Liza - Liana Puspita C Lisa Khairani - Nur Aina

- Zakiya Kamila M

Pendahuluan
Tahukah anda, penyakit pembunuh nomer satu di dunia? Jika kanker atau diabetes adalah jawaban anda, bersiaplah menghadapi fakta dari WHO berikut: Setiap dua detik, satu orang di dunia meninggal karena penyakit kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular merupakan suatu istilah untuk gangguan yang menyebabkan penyakit jantung (kardio) dan pembuluh darah (vaskular).

Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung rematik

Penyakit
Kardiovaskular

Penyakit serebrovas kular

Penyakit jantung bawaan

Penyakit vaskular perifer

Gejala Penyakit Kardiovaskuler

Sesak Napas
Apabila ada penyakit jantung kadang kadang ada cairan yang masuk ke dalam rongga paru paru, maka sangat mengganggu udara ketika masuk ke paru paru hingga akhinya mengalami sesak nafas.

Pusing hingga pingsan


Akibat dari sistem kerja otot jantung yang mulai melemah sehingga darah yang dipompa tidak bekerja secara normal dan pasokan darah ke seluruh bagian tubuh menjadi kacau.

Sering nyeri
Biasanya disebabkan suplai pasokan darah mengalami kekurangan di beberapa bagian tubuh. Sehingga tubuh mengalami kram atau nyeri. Selain itu, di bagian dada juga mengalami nyeri setiap hari.

Jantung berdebar
Gejala ini terjadi tanpa alasan dan biasanya dibarengi dengan penyakit lain.

Gampang lelah
biasanya ada pasokan darah ke dalam tubuh tidak bekerja secara normal. Agar kinerja jantung tidak melemah alangkah baiknya periksa secara rutin dan berolah raga yang ringan

Gangguan Pencernaan
terjadi karena sumbatan lemak di arteri akan mengurangi suplai darah ke jantung yang biasanya terjadi di dada kadang bisa muncul di perut.

Merokok Obesitas Kurang aktivitas fisik

Konsumsi alkohol

Tekanan darah tinggi

pencegahan lebih baik daripada mengobati

Penggolongan Obat Penyakit Kardiovaskuler


Furosemid,Tiazid.
Deuretik

Adrenergic Modifiers

Clonidine, Methyldopa, Prazosin.

Angiotensin II Receptor Blockers (ARBs)

Candesartan, Eprosartan, Irbesartan, Losartan, Olmesartan,Telmisartan, Valsartan.

Beta-Blockers

Cardio-Selective (Acebutolol, Atenolol, Betaxolol, Bisoprolol, Esmolol, Metoprolol, Nadolol) Noncardio-Selective (Carteolol, Carvedilol, Labetalol, Penbutolol, Pindolol, Propranolol, Sotalol, Timolol).

Continue
Calcium-Channel Blockers (CCBs)

Amlodipine, Bepridil, Diltiazem, Felodipine, Isradipine, Nicardipine, Nifedipine, Nimodipine, Nisoldipine, Verapamil. Amiodarone, Disopyramide, Flecainide, Lidocaine, Mexiletine, Moricizine, Procainamide, Propafenone, Quinidine. Amiodarone, Disopyramide, Flecainide, Lidocaine, Mexiletine, Moricizine, Procainamide, Propafenone, Quinidine. Amyl Nitrite, Isosorbide Dinitrate, Isosorbide Mononitrate, Nitroglycerin

Antiarrhythmic Agents

Antiarrhythmic Agents

Nitrates

Miscellaneous Antihypertensive and Cardiovascular Agents

Digoxin, Epinephrine, Hydralazine.

Peluang Terjadinya Interaksi Obat Pada Cardiovascular Disease, Dikombinasikan Dengan Obat:
Antidepresan Vasodilator Alkohol ( meniuman Dieuretik keras) Konsumsi tumbuhan Pil pelangsing yang katanya dapat mengurangi penyakit Asma Sediaan Flu / batuk (pelega hidung) Diabetes

ACE -Inhibitor
Penghambat ACE (ACE inhibitor) Penghambat ACE mengambat secara spesifik enzim konversi yang memutuskan ikatan peptidildipeptida pada angiotensin I sehingga tidak terbentuk angiotensin II. Karena angiotensin II tidak terbentuk sedangkan angiotensin I tidak aktif maka terjadi kelumpuhan/kegagalan sistem renin-angiotensin sehingga hilanglah efek endogen dari angiotensin II yaitu vasokonstriksi dan stimulan sintesis aldosteron. Contoh obat-obat penghambat ACE adalah kaptopril,enalapril,lisinopril,Ramipril,Trandolapril,Kuina pril,Fosinopril,peridopril dll.

Continue
Interaksi obat ACE inhibitor
Kaptopril dapat meningkatkan efek obat-obat antihipertensi dan diuretik bila diberikan bersama. Penghambat ACE bila digunakan bersama -bloker menyebabkan efek hipotensi aditif pada dosis awal hipotensi akut (pusing, pingsan) Pengatasan : -bloker diberikan malam hari sebelum tidur Kadar serum digoxin meningkat 15-30% pada pasien gagal jantung yang menerima kaptopril dan digoxin bersama-sama. Tetapi hiperkalemia yang diinduksi kaptopril dapat menghentikan peningkatan kadar digoxin sehingga secara klinis pemakaian bersama kedua obat ini tidak menunjukkan efek samping berarti.

Adrenergic modifier
Contoh obat clonidin,metildopa,guanfasin Klonidin Interaksi klonidin,guanabenzen,metildopa,reserpin depresan lain. Akibatnya mengantuk, pusing, hilang koordinasi otot dan kewaspadaan mental dalam kasus berat, kegagalan peredaran darah dan fungsi pernapasan menyebabkan koma dan kematian. Antidepresen (jenis siklik ) efek klonidin dapat berkurang Akibatnya tekanan darah tidak terkendali dengan baik bloker meningkatkan tekanan darah levodopa efek levodopa berkurang Akibatnya penyakit itu tidak terkendali dgn baik Tolazolin efek klonidin menurun Akibatnya tekanan darah tidak terkendali dengan baik

Continue..
Metildopa Antidepresan (IMOA) Efek metildopa menurun Akibatnya tekanan darah tidak terkendali dengan baik Digoksin kombinasi ini dapat merugikan jantung Aloperidol A. efek haloperidol dapat meningkat. Akibatnya meningkatkan resiko efek samping yang merugikan B. kombinasi menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah Akibatnya hipotensi postural disertai gejala,pusing,lemas dan pinsan,penurunan tekanan darah yang hebat dapat menyebabkan kejang atau syok. Litium efek litium dapat meningkat Akibatnya mungkin timbul efek samping merugikan

ARB (Angiotensin Receptor Blocker)


ARBs (Ibersartan, losartan, valsartan, candesartan, eprosaratan)

ARB berinteraksi dengan Lithium

Peningkatan konsentrasi Lithium

Perlunya memonitor konsentrasi lithium dan tanda-tanda / gejala keracunan

Continue
ARBs + Fenobarbital ARBs + simetidin

Bioavalabilitasnya dan metabolit-metabolitnya dalam darah

Bioavalabilitasnya dan metabolit-metabolitnya sistemik

Beta Blocker
Interaksi dengan Makanan
Obat Golongan Beta Blocker Jenis Makanan Hasil Interaksi

Propanolol, metoprolol

Kopi

efek antihipertensi

Atenolol

jus jeruk

efektivitas atenolol

Beta blocker

Alkohol

tekanan darah terlalu rendah

Interaksi Sinergis Beta Blocker Dg Obat Lain


Obat Lain yg berinteraksi

Hasil Interaksi

Penanganan
Hindari kombinasi ini (jika digunakan kombinasi ini, harus dimonitor potensi depresi kardiovaskular) Observasi respon pasien

Ca channel inhibitor (verapamil, diltiazem)

Potensiasi bradikardi, miodepresi dan hipotensi

Glikosida digitalis

Potensiasi bradikardi

procainamide

tekanan darah yang sangat cepat

Monitor perubahan respon

Interaksi Antagonis Beta Blocker Dg Obat Lain


Obat Lain yang berinteraksi Aminofilin Antasida (Aluminium) Kolestiramin, kolestipol Rifampisin Antidepresan trisiklik (amitriptyline, amoxapine, imipramine) Hasil Interaksi Inhibisi metabolisme propanolol adsorpsi -bloker dan efek terapetik -blocker adsorpsi -bloker dan efek terapetik -blocker metabolisme -blocker Menghambat efek inotropik negatif dan kronotropik dari -blocker Penanganan

Observasi respon pasien Menghindari kombinasi Al dan -bloker Menghindari kombinasi kolestiramin dan -bloker Observasi respon pasien

Observasi respon pasien

Continue
Obat Lain yg berinteraksi Hasil Interaksi Penanganan

Indometasin anti-inflammasi (Na salisilat, Aminopirin, Fenilbutazon, Hidrokortison) tembakau Amfetamin Antidiabet oral

Penghambatan respon antihipertensi

Observasi respon pasien


hindari kombinasi ini, atau ganti anti-inflamasi yang digunakan dosis beta blocker yang digunakan ditingkatkan dosis beta blocker yang digunakan ditingkatkan Monitor perubahan respon diabetik pasien

Menghambat effek antiinflammasi memerlukan dosis -blocker yang lebih besar efektifitas -blocker resiko hipogliemi, hipertensi

CALCIUM CHANNEL BLOCKER (CCB)


Kelas Fenilalkalamin (Verapamil)
Dengan Obat : Peningkatan toksisitas : Verapamin dengan amiodaron dapat meningkatkan kardiotoksisitas, dengan aspirin dapat meningkatkan waktu pendarahan, dengan simetidin dapat meningkatkan bioavaibilitas verapamil, dengan beta bloker dapat menyebabkan peningkatan efek depresi pada konduksi AV di jantung, dengan

karbamazepin dapat meningkatkan level karbamazepin, dengan siklosporin dapat


meningkatkan level siklosporin, dengan digoksin dapat meningkatkan level digoksin, dengan doksorubisin dapat meningkatkan level doksorubisin, dengan teofilin dapat menyebabkan peningkatan aksi farmakologi teofilin sampai penurunan klirens teofilin, dengan vekuronium dapat meningkatkan level vekuronium, dengan dantrolen dapat menghasilkan hiperkalemia dan depresi miokardial Dengan Makanan : Jus anggur akan meningkatkan konsentrasi serum verapamil, hindari penggunaan bersamaan. Hindari efedra, yohimbe, ginseng (dapat memperparah aritmia atau hipertensi). Hindari bawang putih karena dapat meningkatkan efek antihipertensi.

Kelas Interaksi dengan Obat : Dihidropiridin Simetidin dapat meningkatkan kadar nifedipin dalam darah bila dikonsumsi (Nifedipin)
bersama-sama. Kadar aminoflin, digoksin, fluoksamin, meksiletin, mirtazipin, ropinirol,

trifluoroperazin, vinkristin, fenitoin dan substrat CYP1A2 lain dalam darah


dapat ditingkatkan oleh nifedipin. Nifedipin dapat menurunkan kadar kuinidin dalam darah. Ca dapat menurunkan efek hipotensi nifedipin.

Kadar nifedipin dapat diturunkan oleh aminoglutetimida, barbiturat,


karbamazepin,nafsilin, nefirapin, fenobarbital, fenitoin, rifampisin dan induser CYP3A4 lainnya. Dengan Makanan :

Kadar nifedipin dalam darah dapat menurun jika digunakan bersamaan


makanan. Makanan dapat menurunkan kecepatan tapi tidak terhadap derajat absorpsi nifedipin. Peningkatan efek vasodilator dan efek samping termasuk hipotensi parah dan iskemia miokardial dapat terjadi jika nifedipin digunakan

bersama grapefruit.

DIURETIK
FUROSEMID Interaksi dengan Obat : Semua diuretika dapat mengurangi efek antidiabetik oral dan meningkatkan efek dari relaksansia otot Kombinasi dengan kortikosteroid akan meningkatkan efek hipokalemia Kombinasi dengan Antibiotik Aminoglikosida meningkatkan atau memperparah resiko ketulian Kombinasi dengan Antikanker Sisplatin dan Sefalosporin meningkatkan atau memperparah nefrotoksisitas Probenesid mengurangi sekresi diuretik ke lumen tubulus sehingga efek diuresisnya berkurang Diuretik kuat dapat berinteraksi dengan warfarin dan klofibrat melalui pergeseran ikatannya dengan protein Dengan Makanan : Konsentrasi furosemid menurun dengan adanya makanan. Hindari dong quai, efedra, yohimbe, ginseng (memperparah hipotensi), bawang putih (dapat meningkatkan efek hipertensi), batasi penggunaan licorice.

Continue
TIAZID Interaksi Obat : Dari berbagai interaksi obat, yang paling serius adalah penggunaannya

bersama digoksin.
Tiazid dapat menyebabkan hipokalemia, yang menguatkan kerja digoksin, dan bisa terjadi keracunan digitalis. Tanda-Tanda dan gejala-gejala dari keracunan digitalis (bradikardia, mual, muntah, perubahan penglihatan) . Seringkali diresepkan suplemen kalium dan kadar kalium harus dipantau. Tiazid juga menguatkan kerja litium, dan dapat terjadi keracunan

litium.
Tiazid memperkuat kerja obat obat antihipertensi lainnya, yang mungkin dipakai secara kombinasi dengan pengobatan hipertensi.

Antiaritmia
Obat yang berinteraksi Efek Amiodaron
Digoxin Konsentrasi digoxin Memonitor konsentrasi digoxin & menurunkan konsentrasi digoksin jika diperlukan Memonitor konsentrasi procainamid dan N-asetilprocainamid & menurunkan konsentrasi procainamid jika diperlukan. Hindari kombinasi jika mungkin. Atau, monitor konsentrasi qunidin dan kurangi dosis quinidin jika diperlukan. Memonitor konsentrasi siklosporin dan gejala toksisitas nya. Kurangi dosis siklosporin jika diperlukan.

Penanganan

Procainamid

Konsentrasi procainamid dan nasetilprocainamid

Quinidin

Konsentrasi quinidin sehingga dapat meningkatkan resiko aritmia jantung

Cyclosporine

Konsentrasi siklosporin

Continue
Obat yang berinteraksi
Fentanyl

Efek

Penanganan
Menghindari kombinasi obat ini jika memungkinkan. Atau, monitor status hemodinamik dan mengelola dengan pengobatan tambahan sesuai keperluan Memonitor status cardiovascular dan gejala toksisitas hydantoin. Sesuaikan dosis salah satu atau kedua obat sesuai keperluan Dihindari pemakaiannya. Dapat menghindari pemakaian dan dapat menggunakan alternatif quinolon (ciprofloxacin, levofloxacin) Memonitor INR. Mengurangi dosis warfarin secara empiris dan menyesuaikan dosis warfarin yang diperlukan

Amiodaron
Resiko bradikardia, sinus, dan hipotensi

Hydantoins (ethotoin, fosphenytoin, mephenytoin, phenytoin)

Konsentrasi hydantoin dan konsentrasi amiodaron

Protease inhibitor (indinavir, ritonavir) Quinolon (gatifloxacin, moxifloxacin, sparfloxacin)

Konsentrasi amiodaron Resiko aritmia jantung, termasuk torsades de pointes

Antikoagulan warfarin

Efek dari warfarin

Continue
Obat yang berinteraksi Efek Penanganan

Disopiramid
Hydantoin (ethotoin, fosphenytoin, mephenytoin, phenytoin) Konsentrasi disopiramid dan efek antikolinergik Memonitor status cardiovascular dan efek antikolinergik. Dapat juga meningkatkan dosis disopiramid jika diperlukan Dapat menghindari pemakaian dan dapat menggunakan alternatif quinolon (ciprofloxacin, levofloxacin) Memonitor status cardiovascular, meningkatkan dosis disopiramid jika diperlukan.

Quinolon (gatifloxacin, moxifloxacin, sparfloxacin)

Resiko aritmia jantung, termasuk torsades de pointes

Rifampin

Konsentrasi disopiramid

Continue
Obat yang berinteraksi Ritonavir Efek Flecainide Konsentrasi flecainide Menghindari kombinasi obat ini. Penanganan

Lidocain Beta blockers (atenolol, metoprolol, nadolol, pindolol, propanolol) Konsentrasi lidocaine Mengelola bolus lidocaine pada laju yang lambat untuk menghindari konsentrasi puncak yang tinggi dan toksisitasnya, monitor konsentrasi lidocain, kurangi dosis lidocaine jika diperlukan. Memonitor konsentrasi lidocaine, mengurangi dosis lidocaine jika diperlukan. Atau, dapat menggunakan alternative histamine h2antagonis yang lain contohnya ranitidine.

Cimetidin

Konsentrasi lidocain

Continue
Obat yang berinteraksi
Simetidin

Efek Moricizine
Konsentrasi moricizine

Penanganan
Monitoring ECG ketika memulai, berhenti, atau mengubah dosis simetidin. Menurunkan dosis morocizine jika diperlukan. Menggunakan alternatif histamine h2-antagonis (ranitidine).

Mexiletin
Hydantoin (ethotoin, fosphenytoin, mephenytoin, phenytoin) Teofilin Dosis mexiletin Monitoring status cardiovascular, meningkatkan dosis mexiletin jika diperlukan. Monitoring konsentrasi teofilin, mengurangi dosis teofilin jika diperlukan.

Konsentrasi teofilin

Propafenon
Quinidin Konsentrasi propafenon Monitoring status cardiovascular, mengurangi dosis propafenon atau memperpanjang interval dosis jika diperlukan Dihindari kombinasi dari kedua obat ini.

Amilorid

Konsentrasi propafenon

Continue
Obat yang berinteraksi
Amiodaron

Efek Procainamid
Konsentrasi procainamid dan nasetilprocainamid

Penanganan
Memonitor konsentrasi procainamid dan nasetilprocainamid & menurunkan konsentrasi procainamid jika diperlukan. Menghindari kombinasi obat ini jika meemungkinkan. Atau, menurunkan dosis procainamid jika diperlukan. Memonitor konsentrasi serum procainamide. Menurunkan dosis procainamid jika diperlukan. Menghindari kombinasi obat ini, gunakan alternative quinolon, contohnya ciprofloxacin, levofloxacin Memonitor konsentrasi procainamid dan nasetilprocainamid dalam serum dan menurunkan konsentrasi procainamid jika diperlukan.

Simetidin

Konsentrasi procainamid dan nasetilprocainamid

Ofloxacin

Konsentrasi procainamide

Quinolon (gatifloxacin, moxifloxacin, sparfloxacin)

Resiko aritmia jantung, termasuk torsades de pointes

Trimethoprim

Konsentrasi procainamide dan nasetilprocainamid

Continue
Obat yang berinteraksi
Amiodaron

Efek Quinidin
Konsentrasi quinidin

Penanganan
Hindari kombinasi jika mungkin. Atau, monitor konsentrasi qunidin dan kurangi dosis quinidin jika diperlukan Monitoring konsentrasi digoxin dan gejala dari toksisitas digoksin. Penurunan dosis digoxin jika diperlukan. Sesuaikan dosis quinidin sesuai keperluan ketika memulai atau memberhentikan pemakaian diltiazem. Monitoring status cardiovascular, mengurangi dosis propafenon atau memperpanjang interval dosis jika diperlukan Dihindari kombinasi dari kedua obat ini jika memungkinkan. Atau, monitor cardiovascular status dan konsentrasi quinidin. Hentikan pemakaian salah satu atau kedua obat jika terjadi interaksi dan obati gejala nya

Digoxin

Konsentrasi digoxin

Diltiazem

Konsentrasi quinidin

Propafenon

Konsentrasi propafenon

Verapamil

Konsentrasi quinidin

Continue
Obat yang berinteraksi
barbiturat (amobarbital, Phenobarbital, butabarbital, dan lain lain)

Efek Quinidin
konsentrasi quinidin

Penanganan
monitor konsentrasi quinidin, menyesuaikan dosis quinidine yang diperlukan ketika memulai, berhenti, atau mengubah dosis barbiturat dihindari kombinasi kedua obat ini. monitor konsentrasi quinidin dan kurangi dosis quinidin jika diperlukan. sebaiknya gunakan alternative analgesic lain monitoring konsentrasi quinidin dan peningkatan dosis quinidin jika diperlukan. monitoring konsentrasi quinidin dan penurunan dosis quinidin jika diperlukan. dapat dihindari kombinasi dari kedua obat ini

simetidin

Konsentrasiqunidin

codein hydantoin

konsentrasi codein konsentrasi quinidin

phosphate/ antacids (aluminum hydroxide, aluminum-magnesium hydroxide, magnesium hydroxide, sodium bicarbonate) ritonavir

Konsentrasi quinidin

Konsentrasi quinidin

Nitrat

Secara umum, golongan obat nitrat memiliki interaksi dengan obat jenis Phosphodiesterase-5 Enzyme Inhibitors (sildenafil, tradalafil, vardenafil) , sehingga menyebabkan Hipotensi yang parah karena keduanya menginduksi vasodilatasi yang tidak terkontrol.

Interaksi lain obat gol. Nitrat


Amyl Nitrite Interaksi Obat dengan Alcohol Efek Memperparah efek samping dan dapat menyebabkan hipotensi dan kolaps kardiovaskular Penanganan Hindari konsumsi alkohol

Nitroglicerin Interaksi Obat dengan Alteplase (tPA) Efek Khasiat tPA berkurang Penanganan Hindari penggunaan bersamaan

Digoxyn

Obat lain antihipertensi dan kardiovaskular


Efek Konsentrasi Digoxyn menurun Penanganan Monitor kadar digoxin, tingkatkan dosis bila perlu

Interaksi dengan Obat Aminoglikosida, Antineoplastic agents, Metoclopramide, Penicillamine Amiodarone, Verapamil, Cyclosporine, Antibiotik Makrolida, Propafenone, Quinidine, Golongan Tetrasiklin, Thioamine Bepridil

Konsentrasi Digoxyn meningkat

Monitor kadar digoxin, kurangi dosis bila perlu

Cholestyramine Indomethacin

Konsentrasi Digoxyn meningkat, Efek kronotropik negative meningkat Konsentrasi digoxin menurun Konsentrasi digoxin meningkat pada bayi prematur

Monitor keadaan kardiovaskular, kurangi dosis bila perlu Beri jeda waktu pemberian, monitor kadar digoxin, tingkatkan dosis bila perlu. Monitor konsentrasi digoxin, kurangi dosis bila perlu

Continue
Interaksi dengan Obat
Itraconazole Diuretic Loop

Efek
Konsentrasi digoxin meningkat pada bayi prematur Resiko arrythmia meningkat

Penanganan
Monitor konsentrasi digoxin, kurangi dosis bila perlu Monitor kadar serum potassium dan magnesium. Supplement elektrolit bila perlu. Batasi diet dan konsumsi sodium, serta penggunaan diuretik hemat. Monitor kadar digoxin, tingkatkan dosis bila perlu

Spironolactone

Efek Ionotropik menurun

Diuretik Thiazide

Resiko arrythmia meningkat

Monitor kadar serum potassium dan magnesium. Supplement elektrolit bila perlu. Batasi diet dan konsumsi sodium, serta penggunaan diuretik hemat.
Tingkatkan dosis digoxin bila perlu pada pasien hipotiroid bila terjadi euthyroid

Hormon Tiroid

Konsentrasi digoxin menurun

Obat antihipertensi dan kardiovaskular lain


Epinephrine dan Hydralazine

Interaksi dengan Obat Beta blockers

Efek Memicu hipertensi, lalu bradycardhia

Penanganan Hindari Kombinasi bila perlu, hentikan penggunaan beta blocker 3 hari sebelum menggunakan epinephrine. Jika tidak, monitor gejala abnormal pada organ vital, gunakan IV chlorpromazine, IV hydralazine, IV aminophyline, dan atau IV atrophine bila perlu

KESIMPULAN
Penyakit kardiovaskular merupakan suatu istilah untuk gangguan yang menyebabkan penyakit jantung (kardio) dan pembuluh darah (vaskular). Beberapa bentuk penyakit kardiovaskular, yakni: penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskular, penyakit vaskular perifer, penyakit jantung rematik, dan penyakit jantung bawaan. Penyakit kardiovaskular terjadi karena beberapa factor antara lain obersitas, kurang aktifitas fisik, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, tekanan darah tinggi, dan terutama kolestrol.

Beberapa pencegahan penyakit jantung dengan menjaga kadar lemak darah kolesterol, menjaga tekanan darah agar terkontrol, berhenti merokok, menghindari makanan berlemak, mencukupkan konsumsi sayur dan buah, berolahraga teratur, mengurangi berat badan serta mengurangi stres.
Penggolongan obat penyakit kardiovaskular antara lain : golongan deuretik, adrenergic modifiers, angiotensin converting enzyme inhibitors (ACEis), angiotensin II receptor blockers (ARBs) , beta-blockers, calcium-channel blockers (CCBs) , antiarrhythmic agents, nitrates, miscellaneous antihypertensive dan cardiovascular agents. Penggunaan obat untuk penyakit kardiovaskular sangat kompleks karena penyakit ini merupakan penyakit komplikasi yang berawal dari penyakit lain seperti hipertensi, sehingga penggunaan kombinasi obatnya harus selalu dipantau untuk mendapatkan efek yang diinginkan dan menghindarkan dari efek samping yang tidak diharapkan.

Thank You

DAFTAR PUSTAKA
Martindale, 34th edition, 2005 Kee, Joyce L. Farmakologi: pendekatan proses keperawatan. Jakarta : EGC, 1996 Lexi-Comp's Drug Information Handbook - 14th edition, 2006 C.de B. Whita, PhD.; Peripheral ganggren complicating Betablockade; The Lancet, Vol. II, Hal.664, 1977. Hendrika J Wall- Manning; Hypertension, Edisi 5, 1976. Prichard,B.N.C. and Gillam,P.M.S.; Treatment of hypertension with Propanololo, British Medical Journal, Vol. 1 Hal. 7, 1969. MEDfacts POCKET GUIDE OF DRUG INTERACTIONS Second Edition Harkness Richard.1984.interaksi obat.bandung ITB