Anda di halaman 1dari 6

INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI

PENDAHULUAN Tekanan darah tinggi berkaitan dengan penurunan usia harapan hidup dan peningkatan resiko stroke, penyakit jantung koroner dan penyakit organ target lainnya (misalnya retinopati, gagal ginjal). Masalahnya, resiko tersebut berjenjang sehingga tidak ada garis batas yang jelas antara pasien yang harus diterapi dan yang tidak perlu diterapi. Penurunan tekanan darah pasien yang tekanan diastoliknya di atas 90 mmHg menurunkan mortilitas dan morbiditas, tetapi ini bisa mencakup 25% dari populasi. Di Inggris, secara umum diterima bahwa pada pasien tanpa faktor resiko tambahan, indikasi terapi adalah tekanan diastolik di atas 100mmHg dan atau tekanan sistolik di atas 160 mmHg. Faktor resiko lain untuk penyakit vaskular yang bisa bekerja sinergis yaitu merokok, obesitas, hiperlipidimia, diabetes dan hipertrofi ventrikel kiri. Beberapa pasien mengalami hipertensi sekunder akibat penyakit ginjal atau endokrin (Neal, 2006) . PENGERTIAN Hipertensi adalah suatu keadaan medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah melebihi normal. Di seluruh dunia hipertensi telah menjadi suatu penyakit yang dihubungkan dengan angka morbiditas, mortalitas serta biaya (cost) yang tinggi di masyarakat. Hipertensi juga merupakan faktor risiko penting, yang dapat dimodifikasi, untuk penyakit jantung koroner, stroke, gagal jantung kongestif, gagal ginjal dan penyakit arteri periferal.2.1 Antihipertens. Antihipertensi adalah obat obatan yang digunakan untuk mengobati hipertensi. Antihipertensi juga diberikan pada individu yang memiliki resiko tinggi untuk terjadinya penyakit kardiovaskular dan mereka yang beresiko terkena stroke maupun miokard infark. Pemberian obat bukan berarti menjauhkan individu dari modifikasi gaya hidup yang sehat seperti mengurangi berat badan, mengurangi konsumsi garam dan alkohol, berhenti merokok, mengurangi stress dan berolahraga. Sekali ditetapkan hipertensi, pertanyaan yang muncul, apakah diperlukan pengobatan atau tidak dan obat mana yang digunakan haruslah dipertimbangkan. Tingkat tekanan darah, umur dan jenis kelamin pasien, tingkat keparahan kerusakan organ (jika ada) karena tekanan darah tinggi serta kemungkinan adanya faktor-faktor resiko kardiovaskular, semua harus dipertimbangkan. Kesuksesan pengobatan hipertensi menuntut kepatuhan terhadap instruksi diet dan penggunaan obat yang dianjurkan. Pendidikan mengenai sifat alami hipertensi dan pentingnya perawatan serta pengetahuan tentang efek-efek samping potensial obat sangat perlu diberikan. Faktor-faktor

lain yang dapat meningkatkan kepatuhan pasien adalah penyederhanaan aturan pemberian dosis dan juga meminta pasien untuk memantau tekanan darahnya selama di rumah PEMBAGIAN OBAT-OBAT ANTIHIPERTENSI Dikenal 5 kelompok obat lini pertama (first line drug) yang lazim digunakan untuk pengobatan awal hipertensi, yaitu: 1) 2) 3) 4) 5) Diuretik Antiadrenergik Vasodilator Penghambat Angiotensin Converting Enzyme (ACE-inhibitor) Antagonis Kalsium

MEKANISME KERJA Diuretik Diuretik tiazid Mekanisme kerja : menghambat reabsorbsi Natrium dan Klorida pada pars assendens ansa henle tebal, yang menyebabkan diuresis ringan. Suplemen kalium mungkin diperlukan karena efeknya yang boros kalium. Contoh : Hidroklortiazid, klortalidon, indapamid. Loop diuretik Mekanisme kerja : adanya penghambatan terhadap transport elektrolit Na, K danCl sehingga menyebabkan hipokalemia, sehingga kadar kalium harus dipantau. Contoh : furosemid, bumetanid. Diuretik hemat kalium Mekanisme kerja : meningkatkan eksresi natrium dan air sambil menahan kalium. Obat-obat ini dipasarkan dalam gabungan dengan diuretik boros kalium untuk memperkecil kesetimabangan kalium. Contoh : amilorid, spironolakton, triamterin. Diuretik osmotik Mekanisme kerja : menarik air ke urin, tanpa mengganggu sekresi atau absorbsi ion dalam ginjal. Contoh : manitol n(Olson, 2003) Antiadrenergik

Agonis adrenergik meningkatkan tekanan darahdengan merangsang jantung (reseptor 1) dan/ atau kontriksi pembuluh darah perifer (reseptor 1). Efek adrenegrik dapat ditekan dengan menghambat pelepasan agonis adrenergik atau melakukan antagonisasi reseptor adrenergik. Contoh : propanolol, timolol Penghambat pelepasan adrenergik prasinapstik Anti adrenergik sentral : mencegah aliran mengaktifkan 2 penghambat. Contoh : klonidin, metil DOPA Antiadrenergik perifer : mencegah pelepasan noreepineprin dari terminal saraf perifer (misalnya yang berakhir di jantung). Contoh : reserpin, guanetidin. Bloker alfa dan beta Bersaing dengan agonis endogen memperebut reseptor adrenergik. Penempatan resepator 1 oleh antagonis menghambat vasokonstriksi dan penempatan reseptor 1 mencegah perangsangan adrenergik pada jantung (Olson, 2003) Vasodilator Mekanisme kerja : bekerja dengan cara merelaksasikan otot polos arteriol secara langsung (hidralazin), membuka kanal kalium sensitif ATP (minoksidil dan diazoksid), dan menjadi donor NO yang bekerja dengan mengaktifkan guanilat siklase dan meningkatkan konversi GTP menjadi GMP-siklik pada otot polos pembuluh darah sehingga terjadi penurunan kalsium intrasel yang berujung pada relaksasi arteriol dan venula ( Na-nitroprusid). Penghambat Angiotensin Converting Enzyme (ACE-inhibitor) Mekanisme kerja : menghambat ACE pada paru-paru, yang mengurangi sintesis vasokonstriktor, angiotensin II. Menekan aldosteron, mengakibatkan natriuesis. Dapat merangsang produksi vasodilator (bradikinin, prostaglandin). Contoh : kaptopril, lisinopril, enalapril, lamipril (Bunga, 2011) keluar simpatis (adrenergik) dari otak dengan

Antagonis kalsium (AK)

Mekanisme kerja : bekerja dengan cara menghambat masuknya kalsium ke dalam sel melalui chanel-L. AK dibagi 2 golongan besar, yaitu AK non-dihidropiridin (kelas fenilalkilamin dan benzotiazepin) dan AK dihidropiridin (1,4-dihidropiridin). Golongan dihidropiridin terutama bekerja pada arteri sehingga dapat berfungsi sebagai OAH, sedangkan golongan nondihidropiridin mempengaruhi sistem konduksi jantung dan cenderung melambatkan denyut jantung, efek hipertensinya melalui vasodilatasi perifer dan penurunan resistensi perifer (Lucky, 2007) Contoh : peravamil, nifedipin, diltiazem, nikardipin

Interaksi obat tekanan darah tinggi (berlaku untuk semua obat tekanan darah tinggi) Obat tekanan darah tinggi (semua) Amfetamin Efek obat tekanan darah tinggi mungkin dilawan. Akibatnya : tekanan darah tidak terkendali dengan baik. Amfetamin digunakan sebagai pil langsing (tidak dianjurkan), untuk mengatasi masalah perilaku pada anak-anak, dan untuk narkolepsi Obat tekanan darah tinggi (semua) obat angina jantung Kombinasi ini dapat menyebabkan tekanan darah turun menjadi terlalu rendah. Akibatnya : hipotensi postural dengan disertai gejala : pusing, lemas, pingsan; penurunan tekanan darah yang hebat dapat menyebabkan kejang atau syok. Obat angina digunakan untuk menghilangkan nyeri karena angina Obat tekanan darah tinggi (semua) antiaritmika jantung Kombinasi ini dapat menyebabkan tekanan darah turun menjadi terlalu rendah. Akibatnya : hipotensi postural dengan disertai gejala : pusing, lemas, pingsan, penurunan tekanan darah yang hebat dapat menyebabkan kejang atau syok. Anti aritmika digunakan untuk menormalkan kembali denyut jantung yang tak teratur. Obat tekanan darah tinggi (semua) antipsikotika Kombinasi ini dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah. Akibatnya : hipotensi postural dengan disertai gejala : pusing, lemas, pingsan; penurunan tekanan darah yang hebat dapat menyebabkan kejang atau syok. Antipsikotika adalah transkuilansia mayor yang digunakan untuk mengobati gangguan mental berat seperti skizofrenia. Umumnya antipsikotika adalah golongan fenotiazin. Obat tekanan darah tinggi (semua) Obat asma (golongan epinefrin ) Efek obat tekanan darah tinggi mungkin dilawan. Akibatnya : tekanan darah mungkin tidak terkendali dengan baik. Obat asma digunakan untuk membuka jalan udara paru-paru dan untuk mempermudah pernapasan penderita asma. Obat tekanan darah tinggi (semua) Obat flu dan batuk yang mengandung pelega hidung Efek obat tekanan darah tinggi mungkin dilawan. Akibatnya : tekanan darah mungkin tidak terkendali dengan baik. Perlu diketahui bahwa obat pelega hidung yang diberikan melalui hidung dapat diserap ke dalam peredaran darah dan dapat menyebabkan infeksi.

Obat tekanan darah tinggi (semua) Pil pelangsing (obat bebas) yang mengandung fenilpropanolamin Efek obat tekanan darah tinggi mungkin dilawan. Akibatnya : tekanan darah mungkin tidak terkendali dengan baik. Fenilpropanolamin adalah suatu pelega hidun, digunakan sebagai komponen utama pil pelangsing karena efek sampingnya dapat menekan selera makan. Catatan : banyak sediaan pil pelangsing ini mengandung kafeina Obat tekanan darah tinggi (semua) Metifenidat (Ritalin) Efek obat tekanan darah tinggi mungkin dilawan. Akibatnya : tekanan darah mungkin tidak terkendali dengan baik. Metilfenidat digunakan untuk mengatasi perilaku hiperkinetik dan gangguan belajar pada anak-anak, narkolepsi, depresi dingin dan sikap pikun yang acuh tak acuh.