Anda di halaman 1dari 93

LAPORAN KUNJUNGAN LAPANGAN BANDUNG,SEMARANG,SURABAYA DAN BALI

DISUSUN OLEH : 3 FA 3 (ANGKATAN 2010)

SEKOLAH TINGGI FARMASI BANDUNG 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhmdulillah kita haturkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa yang telah senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyusun Laporan Kunjungan Industri Tahun Ajaran 2013-2014. Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk melaksanakan Kunjungan Industri bagi mahasiswa/i Sekolah Tinggi Farmasi Bandung. Semua pengetahuan yang kami dapatkan dengan mengikuti kunjungan industri itu adalah kami bisa tahu peralatan dan system kerja alat-alat yang belum di beritahukan dalam pembelajaran formal di sekolah. Kami menyadari dalam penyusunan laporan ini, masih banyak terdapat kekeliruan dan kekurangan untuk itu mohon kritik dan saran yang membangun dalam perbaikan laporan dikemudian hari. Bandung, 19 Juli 2013

Penulis

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kunjungan Industri Seiring pesatnya perkembangan teknologi,dunia pendidikan di tuntut untuk lebih menyongsong era globalisasi. Dalam usaha peningkatan mutu pendidikan tersebut maka Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) hendaknya di serapi dengan keimanan dan ketaqwaan. Ilmu yang di dapat dalam bangku sekolah dirasakan masih sangat kurang sehingga di perlukan sebuah kunjungan ke perusahaan / industry yang bisa membantu saya dan bisa saya jadikan perbandingan ketika saya menerima pelajaran di sekolah. Selain itu mahasiswa dapat mengetahui lebih jauh tentang cara kerja, kedisiplinan, dan tata terib kerja. Mahasiswa juga diharapkan tidak menganggap Kunjungan Industri sebagai rekreasi, melainkan sebagai sarana belajar dengan cara mengdatangi Industri secara langsung. B. Tujuan Kunjungan Industri Tujuan Kunjungan Industri adalah memperkenalkan kepada mahasiswa tentang berbagai kegiatan kerja dan cara kerja alat-alat yang ada pada dunia Farmasi, sehingga mahasiswa diharapkan dapat memahami, mengkaji serta membandingkan bagaimana ilmu yang diterima di sekolah dan aplikasinya di dunia kerja. C. Manfaat Kunjungan Industri 1. Bagi Siswa a) Menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman b) Terjalin hubungan yang lebih erat antara Sekolah Tinggi Farmasi Bandung dengan perusahaan/industry sehingga memudahkan akses lulusan untuk mencari pekerjaan di perusahaan yang bersangkutan. 2. Bagi Perusahaan/Industri a) Usaha/industri diharapkan mendapatkan inovasi sehingga perusahaan bisa lebih maju. b) Memudahkan perusahaan/industri untuk mencari tenaga kerja yang berpendidikan dan berpengalaman. D. Waktu Pelaksanaan Kunjungan Industri Waktu pelaksanaan kunjungan indsutri pada tanggal 27 Mei s.d 4 Juni 2013 di Bandung.Semarang,Surabaya dan Bali.

LAPORAN KUNJUNGAN LAPANGAN

PT SIDOMUNCUL
1. Sejarah perjalanan PT Sidomuncul PT. SidoMuncul bermula dari sebuah industri rumah tangga pada tahun 1940, dikelola oleh Ibu Rahkmat Sulistio di Yogyakarta, dan dibantu oleh tiga orang karyawan. Banyaknya permintaan terhadap kemasan jamu yang lebih praktis, mendorong beliau memproduksi jamu dalam bentuk yang praktis (serbuk), seiring dengan kepindahan beliau ke Semarang , maka pada tahun 1951 didirikan perusahan sederhana dengan nama SidoMuncul yang berarti "Impian yang terwujud" dengan lokasi di Jl. Mlaten Trenggulun. Dengan produk pertama dan andalan, Jamu Tolak Angin, produk jamu buatan Ibu Rakhmat mulai mendapat tempat di hati masyarakat sekitar dan permintaannyapun selalu meningkat. Dalam perkembangannya, pabrik yang terletak di Jl. Mlaten Trenggulun ternyata tidak mampu lagi memenuhi kapasitas produksi yang besar akibat permintaan pasar yang terus meningkat, dan di tahun 1984 pabrik dipindahkan ke Lingkungan Industri Kecil di Jl. Kaligawe, Semarang. Guna mengakomodir demand pasar yang terus bertambah, maka pabrik mulai dilengkapi dengan mesin-mesin modern, demikian pula jumlah karyawannya ditambah sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan ( kini jumlahnya mencapai lebih dari 2000 orang ). Untuk mengantisipasi kemajuan dimasa datang, dirasa perlu untuk membangun unit pabrik yang lebih besar dan modern, maka di tahun 1997 diadakan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baru di Klepu, Ungaran oleh Sri Sultan Hamengkubuwono ke-10 dan disaksikan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan saat itu, Drs. Wisnu Kaltim. Pabrik baru yang berlokasi di Klepu, Kec. Bergas, Ungaran, dengan luas 29 ha tersebut diresmikan oleh Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia, dr. Achmad Sujudi pada tanggal 11 November 2000. Saat peresmian pabrik, SidoMuncul sekaligus menerima dua sertifikat yaitu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan sertifikat inilah yang menjadikan PT. SidoMuncul sebagai satusatunya pabrik jamu berstandar farmasi. Lokasi pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas 7 hektar, lahan Agrowisata ,1,5 hektar, dan sisanya menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik. Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1951, SidoMuncul yang kini merupakan perusahaan herbal bertaraf modern senantiasa berupaya untuk memberikan produk-produk yang baik dan menyehatkan bagi seluruh konsumennya, dan dengan demikian memberikan nilai positif bagi masyarakat.

Tak hanya mengandalkan bahan-bahan alamiah yang berkualitas tinggi dan segar, SidoMuncul juga sangatlah mementingkan basis penelitian, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam menjalankan proses-proses produksi dari setiap produk yang akan dijual, serta juga dalam bergerak maju untuk mengembangkan usahanya. SidoMuncul terus berkarya untuk menciptakan inovasi berupa temuan-temuan baru yang berkhasiat tinggi bagi seluruh kalangan masyarakat. Oleh karena itu, SidoMuncul telah memperlengkapi pabriknya di Semarang, Jawa Tengah dengan berbagai fasilitas pendukung yang memenuhi standar farmasi. Beberapa fasilitas tersebut antara lain laboratorium yang bersertifikasi ISO 17025, fasilitas produksi berstandardisasi CPOB (Cara Pengolahan Obat yang Baik) dan CPOTB (Cara Pengolahan Obat Tradisional yang Baik), pengolahan air demineralisasi dan limbah, klinik holistik, dan lahan agrowisata. Sidomuncul kini mengoperasikan delapan laboratorium yang menggunakan instrumen serta teknologi yang canggih untuk menciptakan produk-produk yang berkualitas tertinggi dan berkhasiat pasti. Kedelapan laboratorium tersebut masingmasing adalah laboratorium Instrumentasi, Mikrobiologi, Farmakologi, Formulasi, Farmakognosi, Stabilitas, Kultur Jaringan, dan Analisis Kimia (yang telah memperoleh sertifikat ISO 17025 sesuai akreditasi Komite Akreditasi Nasional dan Badan Standardisasi Nasional). 2. Sumber Daya Sidomuncul Saat ini PT. SidoMuncul didukung lebih dari 2000 karyawan dengan tingkat pendidikan bervariasi dan ditempatkan sesuai dengan keahlian, kemampuan dan kapasitasnya masing-masing. Sebagai pendukung, SidoMuncul juga memilki tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu, seperti biologi, ekonomi, farmasi, pertanian, hukum, teknologi pangan, teknik kimia, teknik elektro, dll. Untuk mengembangkan kemampuan, pada waktu-waktu tertentu kepada karyawan diberikan kesempatan mengikuti pelatihan, kursus, maupun seminar. Untuk mendukung pengembangan, PT. SidoMuncul juga merekrut konsultan yang ahli di bidangnya, misalnya : apoteker, dokter umum, dokter gigi dan spesialis. 3. Fasilitas Pabrik Dengan standar pabrik CPOB ( Standard pabrik Farmasi ), maka fasilitas yang ada di PT. SidoMuncul antara lain : 1. Laboratorium Laboratorium Instrumentasi Laboratorium Farmakologi Laboratorium Formulasi Laboratorium Farmakognosi

2. 3. 4. 5. 6. 7.

Laboratorium Stabilitas Laboratorium Kimia, yang dilengkapi peralatan HPLC ( High Pressure Liquid Chromatography ), GC ( Gas Chromatography ) dan TLC Scanner ( Thin Layer Chromatography ). Keseluruhan laboratorium tersebut dibangun di atas lahan seluas 1200 m. Laboratorium Kultur Jaringan Kebun percobaan dan budidaya tanaman obat Extraction Centre Pengolahan air bersih Pengolahan air limbah Perpustakaan Klinik Holistik

Selain sebagai tempat pelaksanaan produksi, di lokasi pabrik PT. SidoMuncul juga terdapat Agrowisata seluas 1,5 hektar. Lahan agrowisata tersebut berisikan berbagai jenis tanaman obat yang ada di Indonesia dan digunakan sebagai bahan baku produksi produk jamu SidoMuncul. Disamping itu, PT. SidoMuncul juga memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk datang berkunjung dan melihat secara langsung proses produksi yang dilakukan, dengan harapan dapat membuka mata masyarakat jamu - jamu produksi SidoMuncul memang memenuhi standar CPOB dan aman serta berkhasiat untuk dikonsumsi. 4. Pengolahan Limbah Sebagai perusahaan yang bahan bakunya tanaman, PT. SidoMuncul tidak ingin kehadirannya menghasilkan limbah yang dapat merusak alam, sehingga berupaya untuk melestarikan aneka tanaman obat yang ada di Indonesia. Untuk menangani limbah cair, di lokasi pabrik dipasang instalasi pengolahan air limbah sehingga air limbah dapat diolah menjadi air yang bisa digunakan untuk menyirami tanaman. Sedangkan limbah padat dari buangan sisa ekstraksi akan dilolah menjadi pupuk organik , yang bisa digunakan untuk memupuk tanaman. Dengan upaya penanganan limbah tersebut, diharapkan PT. SidoMuncul menjadi perusahaan yang ramah lingkungan, dan lokasi seputar pabrik menjadi asri karena tanaman tumbuh subur. Bahan Baku 1. Simplisia Kering 2. Serbuk 3. Ekstrak kering 4. Minyak Astiri

Simplisia Kering No Nama Nama Nama Latin Indonesia Umum 1 Jati Belanda Bastard Guazumae Cedar Folium 2 Sirih Betel Piperis Folium pepper 3 Alang-alang Cogon Imperatae grass Rhizoma 4 Echinacea Echinacea Echinaceae Herba 5 Kencur Galangal Kaempferiae Rhizoma 6 Jahe Ginger Zingiberis Rhizoma 7 Daun Jambu Guava Psidii Folium biji Leaf 8 Daun Dewa Gynura Gynurae Folium Leaf 9 Cabe jawa Java long Retrofractie pepper Fructus 10 11 Kumis kucing Temulawak Java Tea Java Turmeric Ling zhi Phyllantus Red Ginger Tongkat Ali Tribulus Turmeric

Nama Latin Tanaman Guazuma ulmifolia L. Piper betle L.

12 13 14

Ling zhi Meniran Jahe Merah

15

Pasak Bumi

16 17

Tribulus Kunyit

Imperata cylindrical L. Echinacea purpurea L. Kaempferia galanga L. Zingiberis officinale L. Psidium guajava L. Gynura procumbens L. Piper retrofractum L. Orthosiphonis Orthosiphon Folium stamineus L. Curcumae Curcuma Rhizoma xanthorrhiza L. Ganoderma Ganoderma Fructus lucidum L. Phyllanti Phyllantus Folium niruri L. Zingiberis var Zingiber Rubra Rhizoma officinale var rubra L. Eurycomae Eurycomae Radix longifolia. Jack Tribuli Fructus Tribulus cistoides L. Curcumae Curcuma domesticae domestica L.

18

Kunyit putih Temu Hitam Temu Mangga

White Turmeric Black Turmeric Curcuma mangga

19

20

Rhizoma Curcumae zedoaria Rhizoma Curcumae aeruginosae Rhizoma Curcumae mangga Rhizoma

Curcuma zedoaria L. Curcuma aeruginosa L. Curcuma mangga L.

5. Distribusi Menyadari bahwa tidak ada produk yang berguna sampai itu disampaikan, efisien dan ekonomis, ke tangan konsumen, SidoMuncul yang tajam berkomitmen untuk usaha koperasi dalam distribusi dengan mitra domestik dan internasional. Segala upaya dilakukan, secara mantap, untuk meningkatkan akurasi, ketepatan waktu dan efektivitas biaya distribusi produk SidoMuncul. Setiap mitra potensial yang dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi tujuan ini perusahaan dipersilahkan untuk bertemu dan berkonsultasi bersama. 6. Marketing Dalam dunia persaingan yang semakin meningkat, pemasaran cerdas produk seringkali akan menjamin kelangsungan hidup mereka di pasar. SidoMuncul memiliki nama baik dan setia di seluruh Indonesia dan di daerah; dengan pengabdian yang mirip dengan pemasaran cerdas diharapkan bahwa produk Perseroan akan menemukan penerimaan yang sama di pasar dunia. Pemasaran dilakukan dengan kehalusan dan menghormati konsumen, sebagaimana layaknya bagi para berkualitas tinggi, produk herbal terkenal. Jamu, Minuman Kesehatan, & Suplemen Makanan yang terkenal dan diandalkan di banyak negara, termasuk Rusia & Negara Eropa Timur, Malaysia, Brunei, Singapura, Swiss, Jepang, Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, Bahrain , Aruba. Pasar-pasar baru yang terus membuka, termasuk prospek di Hongkong, Taiwan, Vietnam, Selandia Baru, Australia, Perancis, dan Inggris.

TAMAN DJAMU INDONESIA

1. Sejarah Esensi perjuangan perempuan adalah pemberdayaan. Kartini salah satu teladannya. Bicara Kartini, perempuan dari Jepara ini memilih pendidikan berbasis pengetahuan sebagai cara mencerdaskan kaum hawa di masanya. Perayaan Hari Kartini pada 21 April perlu dilihat sebagai refleksi bagaimana perempuan saling mencerdaskan dan memberdayakan. Hidup di masanya, beraksi dengan caranya. Banyak perempuan yang juga punya semangat Kartini. Pilihan cara boleh berbeda, namun cita-cita sama, perempuan berhak mendapat akses membangun dirinya, sekaligus menjalani multiperan. Kartini sudah menyontohkan bagaimana perempuan sanggup menjalani peran sebagai istri, ibu, dan mengembangkan dirinya sendiri. Belasan hingga ratusan tahun setelah era Kartini, tumbuh perempuan tangguh di Indonesia. Dari rakyat jelata hingga tokoh ternama punya kisah berbeda namun bernilai sama, memberdayakan diri sebagai perempuan. Di Semarang, pada 1913 hadir sosok perempuan Lauw Ping Nio, entrepreneur muda yang memulai bisnis minuman herbal di usia 18. Perempuan muda kelahiran 18 Agustus 1895 ini memiliki keberanian melakukan hal berbeda dari kebanyakan perempuan di jamannya. Mirip seperti Kartini yang diam-diam memberontak atas nilai kebudayaan feodal Jawa. Bedanya, Lauw Ping Nio bergerak dengan caranya, melalui keterampilannya meramu obat-obatan tradisional. "Ibu Meneer adalah perempuan yang sangat menyintai keluarga. Hobinya adalah memasak dengan daun laos, sereh, dan salam. Saat ada keluarga sakit, beliau terpikir untuk membantu dan mencari cara bagaimana mengobati sakit secara alami. Saat itu jaman perang, dan harga obat sangat mahal. Berawal dari keinginan mengobati keluarga, Ibu Meneer meramu obat herbal. Selain mengobati keluarga, beliau juga mulai memberikan bantuan cuma-cuma kepada tetangga yang membutuhkan atau sedang sakit. Lama-kelamaan obat tradisional yang diproduksi dicari masyarakat. Karena tidak bisa keluar rumah untuk berjualan, Ibu Meneer mengirimkan produknya melalui anakanaknya. Untuk memastikan produk tersebut berasal darinya, dibuatlah foto ibu Meneer. Foto ini sebagai perlambang bahwa produk yang dikirimkan anak-anaknya adalah benar berasal darinya. Hingga kini, foto Nyonya Meneer menjadi trademark di setiap produknya," jelas Charles Saerang, cucu, generasi ketiga Nyonya Meneer kepada Kompas Female, Rabu (20/4/2011). Pada 1919, Lauw Ping Nio resmi mendirikan perusahaan jamu dengan merek Nyonya Meneer. Sejak awal mendirikan perusahaan jamu, Nyonya Meneer memedulikan nasib perempuan. "Perempuan yang bekerja di perusahaan harus

mendapatkan cuti haid, ibu Meneer begitu memikirkan perempuan, susahnya menjadi perempuan," Nyonya Meneer juga mendorong perempuan di zamannya untuk bekerja, jangan hanya berdiam di rumah. Perempuan harus seimbang dengan laki-laki, prinsip ini juga lah yang diterapkannya kepada anak perempuannya. "Pada jaman itu kebanyakan masyarakat sulit untuk menerima prinsip bahwa perempuan tidak boleh kalah dari lakilaki. Namun prinsip ini sudah didorong oleh ibu Meneer," Hingga kini, perusahaan jamu Nyonya Meneer memiliki karyawan yang 90 persennya adalah perempuan. Pola pikir Nyona Meneer kental terasa hingga kini, aku Charles. "Pemikirannya bahwa perempuan harus diberi peluang menjadi pemimpin masih terasa hingga kini," Posisi penting di perusahaan jamu Nyonya Meneer dipegang oleh perempuan profesional, bukan berasal dari keluarga semata. "Pantang menyerah, disiplin, motivasi, perempuan berhak setara mendapat kesempatan yang sama, adalah prinsip yang terusmenerus didorong ibu Meneer sejak awal mendirikan perusahaan," 2. Peresmian Taman Jamu Indonesia Nyonya Mener Senin, 28 Februari 2011, dibuka oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Jawa Tengah, Letjend (Purn) H. Bibit Waluyo, Taman Djamoe Indonesia (TDI) yang diprakarsai oleh PT Nyonya Meneer resmi dibuka. Pembukaan ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, seperti mantan Menteri Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Letjend (Purn) TB Silalahi, Ketua Umum KOWANI, Dewi Motik, dan lainnya. Dr Charles Saerang, Presiden Direktur PT Nyonya Meneer mengungkap, Indonesia mengenal jamu sejak zaman Keraton Yogyakarta dan Surakarta sebagai minuman kesehatan dan kecantikan. Tak berlebihan bila disebut jamu merupakan warisan leluhur Indonesia. Indonesia memiliki sekitar 30 ribu spesies dari 40 ribu spesies tanaman obat-obatan yang ada di bumi. Menjadikan Indonesia sebagai negara mega-biodiversity kedua setelah Brazil untuk tanaman herbal. Sejak mulai berusaha dengan jamu, sekitar tahun 1919, usaha Lauw Ping Nio, nama asli Nyonya Meneer, terus berkembang, hingga kini sudah diekspor ke mancanegara, seperti Taiwan dan Amerika. Tak ingin kekayaan leluhur ini terhilang begitu saja dan terlupakan, Dr Charles membuka TDI (Taman Djamu Indonesia) sekaligus untuk mulai kembali membudayakan minum jamu dan mengubah mindset jamu itu kuno menjadi jamu adalah gaya hidup. "Lewat TDI, saya ingin memperkenalkan kembali tradisi kembali ke natural, yang dibalut modern. Saya ingin meningkatkan imej jamu kepada masyarakat modern.

Tradisi kita harus beradaptasi, jangan menetap di zaman kuno terus. Jamu ini adalah tradisi leluhur, tetapi bisa dibuat modern. Lewat TDI inilah salah satu caranya. Taman Djamu Indonesia terletak di jalan Raya Karangjati Km 28, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. TDI melindungi sekitar 600 spesies tanaman obat yang sering digunakan dalam industri jamu dari berbagai kategori genting, rawan, dan jarang. Di dalam kawasan seluas 3 hektar ini, pengunjung bisa melihat dan menggunakan berbagai fasilitas; Spa Srikaton, Taman Djamoe Resto, Taman Djamoe Gift Shop dan Meneer Shop, Taman Djamoe Herbaclinic, Taman Djamoe Herbal Collection and Market, Amphitheater, Green House, Laboratorium, Jogging and Biking Track, dan Helipad. Dengan biaya sebesar Rp 10.000 per orang, pengunjung bisa menikmati alam taman dari tumbuh-tumbuhan obat, sambil berjalan atau mengelilingi taman baik berjalan kaki maupun bersepeda, dan sajian secangkir minuman jam. 3. Motto, Visi Dan Misi Taman Djamu Indonesia Nyonya Menir : Sebagai peleba ran usaha dari Perusahaan Djamu Nyonya Menir mempunyai Visi dan misi sebagai berikut : MOTTO :

TDI Tempat sarana Wisata , belajar dan Cinta Kasanah Lelulur bangsa , Jamu Nyonya Meneer, tradisi terbaik untuk kesehatan dan kecantikan

VISI :

Karena Mutu, Kami unggul di setiap pesaing pasar

MISI :

Melestarikan warisan tradisi nenek moyang dalam menjaga kesehatan dan kecantikan Memberikan pelayanan kesehatan dan kecantikan yang bermutu sekaligus yang terjangkau diseluruh lapisan masyarakat Pelayanan kesehatan yang tercipta dari masyarakat untuk masyarakat luas Turut serta membantu pemerintah dalam rangka peningkatan SDM dengan cara pemberdayaan dan pengadaan lapangan kerja

B. MANFAAT TAMAN JAMU INDONESIA NYONYA MENER, BAGI MASYARAKAT DAN BANGSA a. Bagi Masyarakat

Pendirian Taman Djamoe Indonesia di atas lahan seluas 3 hektare itu, juga untuk mewujudkan tempat wisata jamu, pendidikan, penelitian dan pengembangan terhadap ribuan jenis tanaman obat. Sejumlah fasilitas terdiri Spa Srikaton,.Taman Djamoe Resto, Gift Shop dan Meneer Shop, Taman Djamoe Herbalclinic, Herbal Colection and Market, Audio visual (ruang seneplex mini), Amphithester, Green House, Laboratorium, Jogging and Biking Track serta Helipad. Sehingga sangat cocok untuk wisata keluaarga. Kelompok tanaman itu di antaranya tanaman jamu yang memiliki keindahan warna (Pesona Warna), yang memiliki aroma yang sedap (Pesona Aroma), yang memiliki rasa yang nikmat (Pesona Rasa), tanaman berkhasiat untuk menambah keperkasaan pria (Pesona Perkasa), serta tanaman berkhasiat untuk merawat kecantikan wanita (Pesona Ayu). Pengembangan TDI ini dengan melibatkan peranan dari para petani, peneliti, dan ahli tanaman dari beberapa daerah. Sehingga dapat menambah pengetahuan serta pendapatan para petani. TDI Nyonya Meneer menjadi salah satu sarana pelestarian budaya, pelestarian tanaman obat langka, pendidikan jamu pada masyarakat dan sebagai momen penting terjalinnya interaksi nyata antara lembaga riset dan industri serta petani dalam kerangka memajukan jamu nasional.

b. Bagi Bangsa Indonesia

Jamu merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang perlu dilestarikan, dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kesehatan serta kesejahteraan seluruh rakyat serta duta kebanggaan bangsa Dengan penamamanam yang baik, kajian dan penerapan teknologi yang tepat, Jamu Indonesia pasti bisa menjadi produk yang kompetitif tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di pasar ekspor, Sehingga mampu menopang perekonomian nasional. Penerapan Tenaga Kerja akan membantu perekonomian terutama masyarakat sekitar. Kedatangan wisatawan akan meningkatkan citra bangsa di mata dunia internasional.

C. YANG MELATAR BELAKANGI PERUSAHAAN JAMU NYONYA MENER MEMPRAKARSAI BERDIRINYA TAMAN JAMU INDONESIA

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelestarian budaya bangsa serta pelestarian warisan budaya tanaman obat/herbal dan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan obat alami.

Taman Jamu Indonesia diharapkan mampu memberikan manfaat bagi industri jamu/herbal nasional, kalangan pendidikan, wisawatan, petani, dan terutama untuk pemahamaan terhadap khasiat tanaman obat alami kepada semua lapisan masyarakat, Memberikan ruang bagi tanaman herbal atau jamu memiliki tempat untuk hidup. Jamu bagi bangsa Indonesia adalah identitas diri, jamu adalah bagian dari warisan budaya bangsa dan perlu dilestarikan dan dikembangkan, ujarnya. TDI, digunakan sebagai sarana memperkenalkan kembali tradisi kembali ke natural, yang dibalut modern

D. FASILITAS YANG ADA DI TAMAN JAMU INDONESIA NYONYA MENER Fasilitas yang mendukung di Taman Jamu Indonesia Nyonya Mener : 1. Spa Srikaton Jamu tidak hanya dapat dinikmati sebagai obat, minuman kesehatan, dan juga kosmetik. Tetapi saat ini jamu juga dikemas menjadi sebuah produk perawatan tubuh dan kecantikan seperti yang ada di SPA Srikaton Taman Djamoe Indonesia. Salah satu yang menjadi kelebihan SPA Srikaton adalah karena sebagain besar perawatannya menggunakan jamu yang khusus diolah untuk memberikan sensasi yang natural. Selain menggunakan jamu dalam setiap perawatannya, Spa Srikaton juga menawarkan sebuah perawatan spa yang unik dengan design pondok spa yang bertema jawa tradisional yang dapat membawa imajinasi anda pada sebuah perawatan tubuh ala puteri keraton. Pemandangan taman jamu yang ada disekitarpun dapat anda nikmati melalui jendela kaca yang menembus pemandangan taman yang indah, dan saat perawatan berlangsung pengunjung dapat menikmati keindahan tanaman jamu dari dalam pondok Spa Srikaton. Aroma terapi yang harumpun akan terasa selama anda melakukan perawatan, dan bersiaplah untuk melakukan perjalanan perawatan tubuh yang natural dan tak terlupakan. Perawatan spa jamu tradisional adalah sebuah perawatan spa yang menggunakan jamu sebagai komposisi utama dalam setiap perawatan yang disuguhkan kepada konsumen. Jamu-jamu tradisional yang dipercaya telah digunakan sejak jaman kuno, kini dikemas dalam konsep perawatan tubuh yang bernama spa jamu tradisional. 2. Taman Djamoe Resto, Taman Djamoe Resto, ini merupakan salah satu restoran yang merupakan fasilitas dari TDI Menu makanan yang disajikan di Restoran ini sangat beragam sehingga pengunjung bisa memilih sesuai selera.

Menu baru yang ditawarkan oleh Restoran ini adalah makanan yang berbahan dasar bahan tradisional dan tanaman obat seperti : Sate Jamu Rp 22 500 Jamur Saus Mayones Rp 17 500 Jamur Goreng Asam Manis Rp 15 000 Tumis Udang Jamur Rp 28 000 Ayam Siram Saus Jamu Rp 27 500 Fu Yung Hay Jamur Rp 22 500 Ca Jamur Kombinasi Rp 28 500 Minuman andalan dari Taman Jamu Resto ini adalah Es Gamelan Es Gamelan ini hampir sama dengan es campur namun es gamelan ini terdiri dari tape singkong tape ketan kelapa muda yang lembut nangka dan alpukat Rasa manisnya yang khas dan rasa asam membuat minuman es gamelan ini makin segar Dan selain menu baru berbahan dasar jamur juga tersedia menu lainnya seperti Gurame goreng sayur asem Sop Buntut Karamel Es Krem Goreng Brokoli Salju dan masih banyak lagi menu makanan tradisional Jawa lainnya Bagi anda yang sedang dalam perjalanan jauh dan kebetulan melintas pasti akan lebih nikmat jika bisa mampir TDI Resto karena lahan parkirnya luas dan tempat bersantap ria juga disediakan banyak tempat duduk maupun lesehan Menempati area yang sangat luas. TDI Resto sangat disukai karena selain menu masakan Seafood nya yang lezat seperti cumi atau udang, tempatnya juga sangat nyaman dan bersih. Terdapat garden resto jika kita ingin makan di rumah makan kecil terbuat dari bambu. 3. Gift Shop dan Meneer Shop, Cara mudah berbelanja oleh-oleh khas Indonesia. Beraneka macam oleh-oleh khas dapat anda dapatkan disini. Semua produk diolah dari bahan pilihan dan proses yang higienis, sehingga memastikan kualitasnya tetap terjaga sampai di tempat anda. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan dimilikinya sertifikat dari badan POM Indonesia dan juga sertifikat halal dari MUI. Proses pembelian dan pemesanan yang sangat mudah bisa dengan chas melaui email, sms, formail atau bahkan chating. Produk-produk yang di tawarkan sangat beragam, Sovenir khas dari berbagai daerah di Indonesia, berbagai jajanan tradisonal Indonesia seperti : Keripik tahu bulat khas Wonosobo, Aneka keripik buah dari kota Malang, Kue moaci cemilan khas

Semarang, Minuman tradisional khas pariangan yang selain dapat menghangatkan badan juga berkhasiat untuk kesehatan, Beraneka jenis produk olahan hasil laut khas Surabaya, Bermacam-macam cemilan khas kota Padang seperti sanjai juga tersedia, Lempok Durian khas Kalimantan juga telah tersedia, dan masih banyak lagi. 4. Taman Djamoe Herbalclinic, Di taman Jamu Herbal Clinik kita bias menambah tentang wawasan jamu, dan dapat meminum jamu yang langsung di racik. Jamu herbal ialah salah satu obat yang tidak memiliki efek sampin g karena tidak mengandung zat kimia. Hal ini dikarenakan jamu herbal terbuat dari bahan-bahan alami seperti tanaman herbal. Jamu herbal semakin banyak diminati oleh masyarakat karena khasiatnya yang luar biasa. Tidak adanya efek samping dari penggunaan jamu herbal ini adalah alasan utamanya. Oleh karena itu, sudah tidak aneh lagi kalau jamu herbal ini diburu masyarakat luas. Selain itu, jamu herbal ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang ringan seperti penyakit kulit sampai yang berat seperti jantung dan kolestrol. Jika anda adalah orang yang sedang mencari obat untuk menyembuhkan suatu penyakit, atau hanya sekedar menjaga kebugaran dan kesehatan diri, jangan ragu untuk memilih jamu herbal. Jamu merupakan salah satu warisan dari nenek moyang Indonesia dimana jamu merupakan obat alternatif yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat terhadap kesehatan maupun kecantikan. Jamu sudah dikenal sudah berabad-abad di Indonesia yang mana pertama kali jamu dikenal dalam lingkungan Istana atau keraton yaitu Kesultanan di Djogjakarta dan Kasunanan di Surakarta. Zaman dahulu resep jamu hanya dikenal dikalangan keraton dan tidak diperbolehkan keluar dari keraton. Tetapi seiring dengan perkembangan jaman,orangorang lingkungan keraton sendiri yang sudah modern, mereka mulai mengajarkan meracik jamu kepada masyarakat diluar keraton sehingga jamu berkembang sampai saat ini tidak saja hanya di Indonesia tetapi sampai ke luar negeri.Bagi masyarakat Indonesia, Jamu adalah resep turun temurun dari leluhurnya agar dapat dipertahankan dan dikembangkan. Bahan-bahan jamu sendiri diambil dari tanaman herbal indonesia baik itu dari akar,daun, buah, bunga, maupun kulit kayu. Sejak dahulu kala, Indonesia telah dikenalakan kekayaannya, tanah yang subur dengan hamparan bermacam-macam tumbuhan yang luas. Tanah yang subur dengan kekayaan tanaman sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia karena mereka bergantung darialam dalam usahanya untuk memenuhi bermacam-macam kebutuhan.

Pengolahan tanah, pemungutan hasil panen, proses alam tidak hanya menghasilkan makanan, tetapi juga berbagai produk yang berguna untuk perawatan kesehatan dan kecantikan. Leluhur kita menggunakan resep yang terbuat dari daun, akar dan umbi-umbian untuk mendapatkan kesehatan dan menyembuhkan berbagai penyakit, serta persiapan-persiapan lain yang menyediakan perawatan kecantikan muka dan tubuh yang lengkap. Campuran tanaman obat traditional ini di kenal sebagai JAMU. Dimana Indonesia dikenalsebagai Negara nomor 2 dengan tanaman obat tradisional setelah Brazilia. Jamu dapat dibedakan atas 2 golongan, yaitu: 1. Jamu sebagai penyedap dengan bahan baku atau simplisia yang belum distandardisasikan dan belum pernah diteliti. Bentuk sediaannya masih sederhana, yaitu berwujud serbuk seduhan, rajangan untuk seduhan,dan sebagainya. Istilah kegunaan masih sepenuhnya memakai pengertian tradisional, seperti galian singset, sekalor, pegal linu, tolak angin, dansebagainya. 2. Fitoterapi adalah simplisia yang telah mendapat standardisasi dantelah dilakukan penelitian alas sediaan galeniknya. Indikasi sudah menggunakan istilah farmakologi, seperti diuretika, obstipansia, kolagoga,dan sebagainya. Khasiatnya dapat diandalkan sesuai dengan basil penelitian yang sudah dikerjakan. Dengan adanya obat kelompok fitoterapi ini,diharapkan obat-obat dari alam secara bertahap dapat dimanfaatkan dalam sistem pelayanan kesehatan formal . Bahan Jamu Jamu terbuat dari herbal atau tanaman obat. Umumnya, jamu terbuat dari akar, rimpang (modifikasi batang yang menjalar di tanah), dedaunan, atau buah. Biasanya, orang-orang juga mencampurkan beberapa bahan dari hewan pada ramuan jamu. Hal ini dipercaya akan membuat khasiat jamu semakin meningkat. Bahan-bahan tambahan yang biasa dipergunakan adalah telur atau empedu kambing. Jamu pada umumnya memiliki rasa pahit dan tidak enak. Tak heran, jika banyak juga orang yang tidak menyukai minuman ini, meskipun sudah tahu tentang khasiat jamu. Jika Anda termasuk orang yang tidak suka pahit, jangan takut dulu. Karena Anda bisa mencampurkan satu bahan lagi untuk membuat jamu terasa lebih manis dan enak, yaitu madu. Jamu herbal semakin banyak diminati oleh masyarakat karena khasiatnya yang luar biasa. Tidak adanya efek samping dari penggunaan jamu herbal ini adalah alasan utamanya. Oleh karena itu, sudah tidak aneh lagi kalau jamu herbal ini diburu masyarakat luas. Selain itu, jamu herbal ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang ringan seperti penyakit kulit sampai yang berat seperti jantung dan kolestrol. Jika anda adalah orang yang sedang mencari obat untuk menyembuhkan suatu penyakit, atau hanya sekedar menjaga kebugaran dankesehatan diri, jangan ragu untuk

memilih jamu herbal.Minum jamu berkhasiat untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, mengobati, dan mempercantik tubuh. Manfaat jamu untuk mengatasi masalah kesehatan dan kecantikan sudah mendapat banyak bukti ilmiah. Jamu dari kacang kedelai, misalnya, baik untuk mencegah masalah menopause,kardiovaskular, dan osteoporosis. Ini karena jamu tersebut kaya akan isoflavon.Sementara itu, pegagan dalam sediaan kosmetik dapat membantu regenerasi sel kulit karena kandungan triterpenoidnya.Dalam bukunya, Healthy Lifestyle with Jamu, Dr Martha Tilaar mengemukakan bahwa jamu diperlukan dalam siklus kehidupan. Mulai dari bayidan anak-anak, remaja, dewasa, dan mereka yang berusia lanjut. Khusus ramuan jamu untuk kesehatan kulit. Kandungan Jamu, Kandungan jamu sangat beragam, tergantung dari jenis bahan yang dipakai. Secara keseluruhan, jamu mengandung zat kurkumin, yaitu suatu zat yang bisa berguna sebagai antioksidan yang menurunkan risiko terkena kanker.Selain itu, jamu juga mengandung protein, karbohidrat, vitamin dan beberapa mineral, seperti zat besi, kalsium, fosfor. Khasiat Jamu Berdasarkan MacamnyaAda banyak macam jamu yang bisa menunjang kesehatan Anda. Berikut adalah beberapa contohnya:* Jamu kunyit asamMinuman ini termasuk sangat menyegarkan, bahkan sekarang jamu kunyit asem sudah diproduksi oleh pabrik sebagai minuman alternatif kesehatan. Khasiat jamu yang satu ini adalah menyegarkan tubuh, menghindari sariawan atau panas dalam, dan melancarkan haid bagi wanita. Jamu beras kencur Khasiat jamu beras kencur adalah menambah nafsu makan dan menyegarkan badan. Banyak yang mengatakan bahwa meminum jamu beras kencur bisa menghindari linu-linu (pegal) di tubuh, sehingga badan selalu bugar.* Jamu temulawakJamu jenis ini baik diminum oleh penderita penyakit hati (hepatitis) karena memiliki efek hepatoprotektor, yaitu efek untuk mencegah penyakit hati. Temulawak juga bisa menurunkan kolesterol maupun menghilangkan pegal linu pada tubuh. 5. Herbal Colection and Market, Di Herbal Clection and Market TDI disimpan dan di jual berbagai jamu Produk Herbal seperti Madu Alshifa, MAdu Huan Assyifa' u, Mazidun, Madu Mahabbah, walad honey, spirulina kids honey, habbats kids honey, jahe merah amanah, jahe merah amanah mix, jahe merah hidayah, sari kencur, sari temulawak, sari kurma aljazira, sari kurma sahara, sari kurma date honey, sari kurma ruthob, habbatussauda cap kurma jawa, habbatussauda food, habbatussauda habbats, sabun sereh, sabun zaitun, sabun sari rapet, sabun susu, sabun habbatussauda, sabun muka dan sebagainya.

6. Audio visual (ruang seneplex mini), Amphithester, Tempat ini disediakan untuk wisatawan yang datang , untuk melepas rasa lelah dan menghilangkan rasa penat. 7. Green House, Green house di TDI bertujuan untuk mempromosikan gerakan cinta lingkungan ,Sebagaiman yang kita ketahui suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut hal ini di sebabkan efek rumah kaca. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar. Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat. 8. Laboratorium, Laboratorium di Area TDI disediakan untuk saran riset dan pendidikan , Istilah laboratorium akhir-akhir ini menjadi sangat luas, namun sebelum kita ikut menterjemahkan secara kebablasan maka kita lihat definisi menurut Procter, 1981. Laboratorium adalah tempat atau ruangan dimana para ilmuwan bekerja dengan peralatan untuk penyelidikan dan pengujian terhadap suatu bahan atau benda. Sedangkan menurut ISO/IEC Guide 2 1986, laboratorium adalah instansi/lembaga yang melaksanakan kalibrasi dan atau pengujian. Sementara Pengujian adalah kegiatan teknis yang terdiri atas penetapan, penentuan satu atau lebih sifat atau karakteristik dari suatu produk, bahan, peralatan, organisme, fenomena fisik, proses atau jasa, sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Keadaan pandangan masyarakat menjadi berubah manakala laboratorium telah ikut berperan aktif dalam dunia bisnis dan perdagangan barang atau jasa. Sehingga peranan laboratorium pengujian dalam berbagai aspek kehidupan menjadi sangat besar, bahkan perjanjian-perjanjian besar dalam perdagangan dan keputusan-keputusan peraturan terjadi setiap hari berdasarkan data yang dihasilkan oleh laboratorium penguji. Perubahan pandangan masyarakat ini terjadi ketika kesalahan dan ketidak akuratan data hasil uji dapat mengakibatkan kegagalan produksi, mutu produk yang tidak sesuai,

membahayakan kesehatan lingkungan dan bahkan kematian. Sebagai contoh hasil pengujian mutu benih yang salah atau tidak akurat dapat mengakibatkan mutu hasil produksi pertanian yang kurang baik atau dapat mengakibatkan gagal panen. Keadaan ini juga membawa dampak para praktisi laboratorium tidak percaya diri. 9. Jogging and Biking Track Di TDI juga disediakan area untuk Jogging and Biking Track, Sebagaimana yang kita ketahui Latihan fisik seperti joging dan berlari memiliki manfaat tersendiri bagi tubuh. Menurut ahli kebugaran, joging atau berjalan cepat sedikit berbeda dari berjalan pada umumnya, karena jalan cepat dapat digunakan untuk mengembangkan kecepatan atlet. Joging Joging membantu mengatasi masalah berat badan dan perut buncit, tidak percaya? Jika Anda melakukan joging secara rutin ditambah menjaga asupan makanan, mampu mengatasi berat badan berlebih. Bukan itu saja, joging juga dapat membantu Anda yang bermasalah dengan nafsu makan kecil, menguatkan otot kaki, pinggul dan punggung. Joging dapat dilakukan di komplek rumah ataupun di bukit-bukit. Buatlah jadwal joging, lengkap dengan lokasi dan jauhnya perjalanan. yang bermasalah dengan tidur pun disarankan rajin berlari atau joging. Berlari, Jika baru ingin melakukan aktivitas olahraga lari ini, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kesehatan Anda apakah mendukung atau tidak untuk berlari. Berlari dapat mengurangi depresi dan membuat Anda lebih aktif dalam beraktivitas. Tidak hanya baik untuk fisik, berlari juga baik untuk mental, selama Anda tidak melakukan olahraga ini secara berlebihan. Berlari bisa menjadi pilihan untuk Anda yang ingin terlepas dari kegiatan seharihari, terlebih jika dilakukan di udara terbuka. Pastikan untuk memulai olahraga lari dengan berlari pelan selama beberapa menit. Lalu sedikit demi sedikit menambahkan kecepatannya. Gunakan sepatu olahraga yang nyaman serta berkualitas dan jangan lupa untuk melakukan peregangan sebelum berolahraga selama tiga atau empat menit. Berikut ini gerakan peregangan yang dapat lakukan dalam latihan fisik : 10. Helipad. Di arena TDI Juga tersedia area Helipad yang bias di gunakan untuk tamu tamu tertentu, seperti tam kenegaraan, atau duta duta dari Negara sahabat yang berkunjung dalam rangka studi banding atau riset.

PT. COMBIPHAR
COMBIPHAR PROFILE COMPANY PT. Combiphar merupakan Perusahaan Farmasi yang berbentuk PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dan masuk dalam 14 besar Perusahaan Farmasi di Indonesia. PT. Combiphar mempunyai sasaran sebagai perusahaan Farmas i yang terkemuka dinegara-negara ASEAN, antara lain yaitu selalu meningkatkan kualitas dan mutu produk-produknya dengan cara melakukan inovasi-inovasi terhadap produk yang dihasilkannya. A. SEJARAH PT. COMBIPHAR Combiphar didirikan pada tahun 1971. Dimulai sebagai industri perumahan yang memproduksi antibiotika, analgetika, dan OBH Combiphar sirup obat batuk, yang sampai saat ini masih diproduksi dan dipasarkan. Pada tahun 1985, membawa Group Anugerah dengan visinya, dengan keahlian managerial dan pengalaman mengelola industri farmasi ke dalam Combiphar. Pada dekade kedua terjadi perubahan yang signifikan, yakni terjadi perubahan /penataulangan fasilitas produksi dan standard operating procedures. Sehingga pada tahun 1991 PT. Combiphar memperoleh Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB/GMP) dan tercatat sebagai salah satu 5 Perusahaan Farmasi Nasional yang mendapatkan penghargaan sertifikat ini. Selama dua dasawarsa ini, dalam persaingan industri farmasi yang ketat, Combiphar dapat mempertahankan reputasinya sebagai penghasil obat berkualitas tinggi dengan formulasi canggih, dan akan melanjutkannya untuk masa yang akan datang. Sejak tahun 1985, kehadiran Group Anugerah mempengaruhi divisi dan manajemen PT. Combiphar. Dari perusahaan yang semula hanya berusaha di bidang institusi, strategi pemasaran telah diubah menjadi promosi yang ditujukan kepada dokter, dengan memproduksi obat yang lebih canggih, efektif dan aman. Digabung dengan Medical Representative yang terlatih, strategi pemasaran ini berhasil meningkatkan laju pertumbuhan yang cepat, dan memungkinkan Combiphar memperluas fasilitas produksi dengan 1800 m2 dari 3000 m2 yang telah ada di Padalarang, Jawa Barat. Combiphar juga mencatat rekor yang memuaskan selama 6 tahun memproduksi obatobat golongan H2 agonist yang terbanyak diresepkan di dunia, yakni Zantac untuk Glaxo, Inggris. Sebelum PT. Glaxo Indonesia didirikan pada tahun 1993. Kini Combiphar memperkerjakan lebih dari 1000 tenaga kerja yang dinilai sebagai aset perusahaan yang sangat berharga. Diseleksi dari berbagai disiplin ilmu, mereka diasah untuk menduduki fungsi dan mencapai performa puncak mereka. Dengan pelatihan di dalam perusahaan, mengikuti atau mengadakan seminar ilmiah, symposia, atau workshop, baik nasional maupun internasional, dan pelatihan pada fasilitas principal, merupakan bagian dari perkembangan karier dari para pekerja. C : Care

O : Optimize M : Motivated B : Be Different I : Integrity P : Pride H : Harmony A : Alert R : Responsibility B. VISI dan MISI Visi Visi perusahaan PT. Combiphar adalah menjadi salah satu perusahaan Farmasi terkemuka dan disegani di Indonesia. Misi Misi dari perusahaan PT. Combiphar adalah berkontribusi pada perbaikan Kualitas Hidup. C. QUALITY ASSURANCE Sebagai suatu pabrik farmasi, Combiphar sangat menyadari tanggung jawabnya kepada pemakai hasil produksi mereka. Karenanya kontrol yang ketat dikenakan pada setiap tahap dari proses produksi. Dimulai dari pemilihan bahan baku dan bahan kemas, in process control, dan sampai kepada test hasil akhir. Berbagai test dilakukan sesuai dengan persyaratan standar kualitas yang diperlukan. Combiphar percaya akan tanggung jawab sosial, dan melaksanakan filosofi ini pada semua aspek bisnis mereka. Combiphar menyatakan bahwa deskripsi komposisi produk, informasi publik, brosur ilmiah, atau klaim produk dapat dipertanggungjawabkan. D. MARKETING & DISTRIBUTION Untuk menembus pasar etikal yang sangat kompetitif, sejumlah lebih dari 500 orang Marketing Force yang terlatih baik, ditempatkan di seluruh Indonesia, meliputi 40 kota besar, berkomunikasi langsung dengan para dokter. Sebagai suatu penunjang promosi, Combiphar secara intensif terlibat dalam Seminar, Kuliah Tamu, Kongres untuk menyebarkan pengetahuan medis yang bermanfaat bagi Komunitas Kesehatan Indonesia. Produk-produk Combiphar didistribusikan ke seluruh kepulauan Indonesia

oleh PT. Anugerah Pharmindo Lestari, suatu perusahaan distribusi farmasi, alat kesehatan, makanan sehat, dan produk kimia terkemuka. Beberapa produk yang dihasilkan oleh PT. Combiphar merupakan produk OTC dan Ethical. Untuk produk OTC: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Produk Comi Kid Combivit Active Combivit Essential Gestabil Getro Banana Getro chocolicius Joinfit Roller Nano Joinfit Powder Nano Lactacyd OBH Combi Batuk Berdahak OBH Combi Batuk Flu OBH Combi Plus OBH Combi Batuk for children Peditox Tender love Kelas terapetik

Alimentary Tract & Metabolism

Sistem muskulo skeletal Dermatologi Sistem Respiratory Sistem Respiratory Parasit Dermatological

Untuk Produk-produk Ethical No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Produk Agrippal Alburaas Artricom Artrilox Artrodar Atracurium Azathioprine Bactoprim Bionect Blenamax Kelas Terapik Pure Vaccine Hospital Solutions Musculo-Skeleta System Muscola-Skeleta System Muscola-Skeleta System Musculo-Skeleta System Antineoplastic & Immunomodulator Systemic Anti-Infectives Dermatologicals Antineoplastic & Immunomodulator

E. FUTURE Combiphar selalu berusaha untuk memelihara hubungan baik dengan principal,terutama mereka yang berorientasi riset dan perkembangan farmasi. Dalam

hubunganini, Combiphar bertindak sebagai fasilitator untuk principal tersebut memasuki pasarIndonesia dengan produk baru mereka. Dan pada gilirannya masyarakat Indonesiaakan mendapat manfaat dari alih tekhnologi dan pengetahuan medis yang mutakhir.Disamping itu, Combiphar juga selalu berusaha memperkuat dan meningkatkanteknologi farmasinya terutama dalam bidang teknik formulasi yang canggih. F. Lokasi, Sarana Fisik dan sarana Penunjang a. Lokasi PT. Combiphar menempati 2 lokasi, yaitu di Jl. Tanah Abang II No.19 Jakarta sebagai kantor pusat yang mengendalikan kegiatan perusahaan secara menyeluruh meliputi kauangan, pemasaran, registrasi, Human Resources Development dan lain-lain. Sedangkan pabriknya berada di Jl. Raya Simpang No. 383 Padalarang, Jawa Barat. Divisi pabrik padalarang menempati area tanah seluas 25.960 m 2 -, terdiri dari ruang bagian produksi, pengemasan, kantor dan gudang. Laboratorium Quality Control dan bagian Product develompent meliputi bangunan tersendiri. Sarana fisik Divisi pabrik PT. Combiphar memiliki 5 bangunan pabrik yang terdiri dari bangunan utama dan bangunan di luar bangunan utama. Bangunan utama terdiri dari: 1. Kantor (Luas = 330 m2) meliputi ruang tamu, ruang administrasi, ruang kepala pabrik, ruang bagian keuangan, ruang bagian logistik, ruang bagian elektronik data processing SAP (System Application Program), ruang bagian umum dan ruang pertemuan. Gedung Produksi (Luas = 2.310 m2) memiliki beberapa ruangan proses sediaan padat, semi padat dan cairan, pengujian In Process Control dari sediaan padat (uji kekerasan, waktu hancur dan friabilitas), ruang pengemasan dan ruang karantina. Gudang (Luas = 1.830 m2) meliputi gudang bahan baku, gudang bahan pengemas dan gudang obat jadi. Bangunan Sefalosporin (Luas = 100 m2), terpisah dari ruang produksi umum untuk mencegah terjadinya kontaminasi ke produk lain. Gedung Pharma Healt care (PHC) (Luas = 540 m2), digunakan untuk produksi obat luar dan oral, pengemasan dan gudang. Bangunan OBH yang terdiri dari ruang produksi (Luas = 1.320 m 2) dan gudang (Luas = 1.464 m2) yang terdiri dari gudang bahan baku, bahan pengemas, obat jadi. Gedung Quality Assurance dan Product Development yang terdiri dari 3 lantai (Luas = 665 m2). Lantai bawah adalah laboratorium formulasi dan dokumentasi. Lantai tengah adalah bagian Quality Assurance meliputi ruang tamu/lobi, laboratorium Quality Control yang terdiri dari ruang pengujian, ruang instrument, ruang mikrobiologi, ruang administrasi dan staff laboratorium Quality Control serta

2.

3. 4. 5. 6. 7.

laboratorium Product Development. Pada lantai atas adalah bagian Product Development yang dilengkapi dengan ruang rapat dan perpustakaan. Selain bangunan utama yang telah disebutkan diatas, terdapat juga fasilitas lain seperti kantin, mushola, gedung bagian teknik dan unit pengolahan limbah (Luas = 1100 m2).

PT Vitapharm (Viva Cosmetics)


Pancaran Aura Kecantikan Wanita Indonesia

Viva Cosmetics merupakan perusahaan kosmetik pertama yang berani mencantumkan Made in Indonesia pada setiap produknya, PT VITAPHARM selama lebih dari 40 tahun senantiasa melakukan inovasi dengan teknologi tinggi untuk menghasilkan trend kosmetik terkini yang sesuai dengan kulit wanita di daerah tropis. Semua dilakukan demi kepuasan Anda. Kesetiaan wanita Indonesia pada produk kosmetik dalam negeri adalah suatu kebanggaan hingga berbuah penghargaan The Best Indonesian Brand in Cosmetic category Tahun 2004 dan Indonesian Best Brand Award dalam kategori: Milk Cleanser, Face Tonic dan Face Powder. PT. Vitapharm sudah lama berkecimpung di dunia kosmetik Indonesia sejak tahun 1962. PT. Vitapharm menghadirkan sebuah produk, yaitu viva hand & body lotion dengan merek viva. Pembuatan produk ini berdasarkan dari adanya pasar untuk katagori hand & body lotion. Vva hand & body lotion merupakan produk kosmetik dalam kemasan botol. Viva hand & body lotion memiliki 5 varian, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. Viva hand & body lotion standart Viva hand & body lotion sexy lotion Viva hand & body lotion bengkuang Viva hand & body lotion avocado Viva hand & body lotion ekstrak ramuan tradisional

Viva hand & body lotion terbuat dari ramuan yang sudah dipercayai sebagai ramuan kosmetik. Melalui Viva hand & body lotion ingin membidik pasar kosmetik kategori hand & body lotion dengan target segmen remaja dan dewasa kalangan bawah.

Sejarah Singkat Perusahaan Pada akhir tahun 1961, Haji Muhammad Husein Alhamid; Nehemia pesik; Drs. Wim Kalona Apt; Drs. Estefanus Looho Apt; Drs. Grouw Soen Hok Apt; telah bersepakat untuk mendirikan suatu pabrik Farmasi di Surabaya. Untuk mewujudkan tekad mereka, didirikan PT. General Indonesian Producing Centre di jalan karet 80-86, Surabaya, yang di kukuhkan di muka notaries Mr. Oe Siang Djie pada tanggal 30 april 1962. Kemudian dalam bulan juni 1962 telah diperluas dengan ikut sertanya Dr. Tio Tiong Hoo, yang khusus memimpin pembuatan kosmetik. Kemudian dua tahun kemudian, pada tanggal 13 juni 1964, nama perusahaan diganti menjadi PT. pabrik Pharmasi "Vita". Mengapa menggunakan nama "Vita"? Karena berhubungan dengan Vitamin, karenanya pada mulanya yang menjadi produksi utama adalah obat obatan, sementara viva kosmetik masih merupakan produk sampingan. Perusahaan semakin besar dan berkembang, modal pun selalu bertambah. Tetapi, di akhir tahun 1966 pemerintah mengambil suatu tindakan tegas di bidang moneter. Seribu rupiah menjadi satu rupiah. Walaupun modal menjadi kecil, namun produksi terus meningkat, pemasaran berkembang dan produk mulai bergeser, sehingga kosmetik menjadi produk utama PT. Pabrik Pharmasi "Vita". Visi & Misi Perusahaan Visi PT. Vitapharm adalah untuk menjadi perusahaan kosmetik tropis terkemuka dan produknya dipercaya oleh masyarakat global. Misi Perusahaan adalah sebagai tuntutan internal bagi seluruh pembuat dasar dari semua keputusan besar dari keputusan besar yang dibuat oleh tim manajemen. Misi lebih komprehensif dan mencakup hal hal berikut ini: a. Konsep Organisasi anda b. Sifat Bisnis Anda c. Alasan keberadaan organisasi anda d. Pihak pihak yang anda layani e. Prinsip dan nilai yang akan menjadi pegangan anda pada saat anda menjalankan bisnis.

Misi dari PT. vitapharm adalah: a. Bekerjasama dalam penelitian dan pengolahan bahan dasar kosmetik, sehingga mampu menghasilkan produk produk kosmetik yang mempunyai keunggulan kompetitif dan berkhasiat untuk mengimbangi dampak negative dari iklim tropis serta mengikuti perkembangan gaya hidup. b. Mengembangkan kemampuan dan motivasi karyawan untuk: Menghasilkan produk berkualitas. Menggalang kemitraan dengan pihak pihak yang seiring dengan visi perusahaan. Memelihara kesinambungan usaha. c. Menyediakan produk, jasa perawatan dan informasi kosmetik yang sesuai, mudah terjangkau bagi wanita dan mereka yang ingin memiliki wajah dan kulit tubuh yang terawatt baik. d. Ikut memelihara kelestarian lingkungan dengan memetuhi ketentuan ketentuan yang berlaku. Tujuan Perusahaan: Menciptakan produk kosmetika tropis yang berkualitas. Produk yang ditawarkan perawatan Badan:

Perawatan Rambut:

Perawatan Wajah:

Tata Rias Wajah:

Bagan Brand Architecture PT. Vitapharm

Perusahaan ini memproduksi produk-produk perawatan dan kecantikan yang sesuai untuk daerah tropis. Untuk meningkatkan kualitas kerja dan mutu dari perusahaan, PT. Vitapharm telah mengantongi sertifikat CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik) sebagai bukti akan kualitas produk yang mereka produksi untuk pembuatan cream, lipstick, dan liquid pada tahun 2008, serta powder dan compact powder pada tahun 2009. Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas dari produk PT. Vitapharm terjamin mutunya karena melewati beberapa tahap quality control, analisa dan mikrobiologi yang ketat guna mempertahankan kualitas dari produk.

PT. Vitapharm menggunakan mesin-mesin berteknologi canggih, tidak lupa mereka juga memperdayakan warga sekitar untuk turut ambil bagian menjadi sumber daya manusia yang berpengaruh besar dalam proses produksi. Pekerja-pekerja tersebut telah melewati masa training sehingga kinerja dan jaminan dalam mereka bekerja dapat dipertanggungjawabkan. Hingga kini, PT. Vitapharm telah menyerap ratusan tenaga kerja. PT. Vitapharm mengatakan bahwa pabrik mereka juga ramah lingkungan karena mereka mengelola limbah yang ada sehingga tidak membahayakan lingkungan sekitar. Hal ini meningkatkan kualitas dari perusahaan tersebut. PRODUK a. Viva Cosmetics Ini adalah sederet produk pertama yang diluncurkan oleh PT. Vitapharm sejak awal berdirinya perusahaan ini. Viva Cosmetics memproduksi banyak produk dan tiap produknya memiliki varian yang cukup beragam. Viva Cosmetics menyediakan produk perawatan dan kecantikan tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki dan tiap produk tersebut memiliki beberapa macam jenis yang disesuaikan dengan kondisi fisik penggunanya. b. Viva Queen Viva Queen adalah sederetan produk perawatan dan kecantikan yang didesain untuk memenuhi kebutuhan wanita dengan desain elegan dan mewah. Dengan dominasi warna emas pada kemasan produknya, Viva Queen membidik pasar wanita karir c. Red-A Target utama Red-A adalah para remaja putri yang aktif . Produk yang ditawarkan juga disesuaikan dengan kebutuhan remaja dari segi fungsi hingga pemilihan diferensiasi warna untuk make-up. d. Viva White Viva White merupakan produk pencerah kulit . Produk-produk Viva White terfokus pada produk untuk mencerahkan kulit namun tetap cocok untuk daerah tropis. Jenis yang diluncurkan adalah produk-produk perawatan kulit seperti facial wash maupun beberapa jenis lotion.

BOROBUDUR NATURAL HERBAL INDUSTRY


I. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN

Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang kaya akan tanaman obat. Secara turun temurun tanaman obat sudah digunakan hampir disetiap negara di dunia untuk penyembuhan dan pencegahan terhadap penyakit. Dewasa ini obat herbal telah mendapatkan pengakuan Internasional, khasiat kesembuhan yang dimilikinya mempunyai efek samping yang minimal, sehingga obat herbal semakin diminati oleh masyarakat Indonesia dan mancanegara. Masyarakat Indonesia lebih mengenal jamu sebagai ramuan penyembuhan. Jamu gendong mengawali perkembangan industri jamu di Indonesia. Seiring perkembangan akan kebutuhan Obat Herbal, pada tahun 1979 PT. Industri Jamu Borobudur mulai memproduksi Obat Herbal siap pakai. Dimulai dari memproduksi pil. Pada tahun 1989, PT. Industri Jamu Borobudur memulai mengembangkan jenis sediaan dalam bentuk kapsul. Hal ini membuat PT. Industri Jamu Borobudur menjadi produsen Jamu terkemuka di Indonesia. Trend Back to Nature membuat permintaan produk herbal di dunia semakin meningkat. Dan pada tahun 2000, produk berbahan herbal mulai dikembangkan untuk produk kosmetik dalam sediaan cream, gel, param kocok, dan ragam sediaan lainnya. Proses produksi dikerjakan secara modern menggunakan teknologi mesin dengan standart proses yang benar dan dikontrol oleh tenaga terlatih dibidangnya, sehingga menghasilkan produk layak jual, berkualitas, higienis serta aman untuk dikonsumsi. Semua kegiatan yang dijalankan perusahaan diterapkan sesuai dengan quality management system ISO 9001/ serta sesuai dengan persyaratan GMP (Good Manufacturing Practices) atau CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik). Borobudur Extraction Center menggunakan teknologi modern buatan Jerman standart Eropa dalam memproses ekstrak kental dan ekstrak kering. II. FASILITAS PENDUKUNG a) Research & Development Perusahaan juga telah memfasilitasi Laboratorium R&D untuk mengembangkan produk baru dan memperbaiki produk yang telah ada untuk mencapai hasil yang terbaik. Setiap perkembangan teknologi yang digunakan untuk memproses dan kualitas produk yang dihasilkan, telah di buktikan keamanan dan khasiatnya sebelum diproduksi. Laboratorium R&D juga difasilitasi beberapa peralatan, perlengkapan dan didukung oleh tenaga ahli yang berpengalaman di bidangnya. b) Quality Control / Jaminan Kualitas

Prosedur jaminan kualitas masing masing produk sesuai dengan standart farmasi. Dimana laboratorium QC dilengkapi dengan peralatan canggih dan modern seperti di bawah ini : HPLC (High Performance Liquid Chromatography) Spectrophotometer UV-Vis TLC Densitometer Photostability Chamber Laminar Air Flow Tablet Hardness Tester Viscometer Autoclave Moisture Analyzer High Performance Microscope Disintegration Tester

Untuk meyakinkan produk terbukti aman dikonsumsi secara mikrobiologis, bagian QC juga dilengkapi dengan laboratorium mikrobiologi di mana semua produk termasuk bahan mentah dan bahan jadi telah melalui proses Quality Control sehingga aman dikonsumsi dan benar-benar telah diuji pada setiap batchnya. c) Produk dan Layanan Borobudur Natural Herbal Industry memproduksi berbagai macam bentuk sediaan obat tradisional seperti pil, kapsul, tablet, cream, obat luar dan serbuk. Kami menyediakan layanan formulasi, private label, kontrak manufaktur (OEM) dan exclussive distributor. Kami berpengalaman lebih dari 30 tahun di bidang industri obat tradisional. III. DISTRIBUSI Distribusi produk PT. Industri Jamu Borobudur meliputi nasional dan international. Konsumen dapat memperoleh produk produk di beberapa outlet di Semarang maupun kota-kota lainnya. Layanan bebas biaya pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia, layanan bebas pulsa untuk keluhan pelanggan kami berikan sebagai bukti pelayanan terbaik kami kepada konsumen. Selain dipasarkan di seluruh Indonesia, produk kami telah di ekspor ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapore, Saudi Arabia, Nigeria, Switzerland, Rusia, Amerika, Kanada, Mexico, New Zealand, Jepang, China, dan pada masa akan datang terus dikembangkan ke negara-negara lain di seluruh dunia. IV. JENIS PRODUK

a) Ekstrak Fasilitas tersebut dinamakan Borobudur Extraction Center dan telah memproduksi lebih dari 50 jenis ekstrak yang banyak digunakan oleh perusahaan farmasi atau obat tradisional. b) Obat Herbal Terstandar Kualitas dari obat tradisional menjadi hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan dalam pemilihan obat tradisonal. Masyarakat lebih memilih obat tradisional yang benar benar terbukti berkhasiat dan diproduksi secara higienis sesuai aturan perundang undangan dibandingkan obat tradisional yang tidak berkhasiat bahkan dilakukan penambahan Bahan Kimia Obat yang berbahaya. Untuk itu lah, Borobudur Natural Herbal Industry berusaha mengembangkan beberapa produknya untuk ditingkatkan grade nya dari Jamu menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT) sehingga dapat diterima oleh kalangan medis sebagai pengobatan utama. Keunggulan produk OHT antara lain : 1. Telah melalui standardisasi bahan baku 2. Telah melalui uji toksisitas akut dan toksisitas subkronis sehingga aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang 3. Telah melalui uji manfaat / khasiat sehingga dapat dibuktikan kebenaran khasiatnya. 4. Mendapatkan pengakuan dan sertiikat dari BPOM Produk OHT tersebut diuji di beberapa Universitas ternama di Indonesia diantaranya 1.Universitas Indonesia Jakarta 2. Universitas Muhammadiyah Surakarta 3. Universitas Airlangga Surabaya Sehingga terjamin kredibilitas dan keabsahannya. Saat ini produk OHT BRD telah diterima oleh banyak dokter yang tergabung dalam PDHMI (Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia) dan PDPKT (Perhimpunan Dokter Pengembang Kesehatan Timur) serta para praktisi herbal lainnya. V. PROSES PRODUKSI

a) Ekstrak BEC menggunakan mesin berteknologi canggih buatan Jerman, menggunakan 3 tahapan dalam proses ekstraksi yaitu Perkolasi, Evaporasi dan Drying.

Perkolasi bertujuan untuk mengambil sari / kandungan bahan aktif dari rempah rempah dengan menggunakan pelarut yang sesuai sehingga didapat

ekstrak cair. Proses ini dilakukan secara berkesinambungan sehingga menjamin kandungan bahan aktifnya optimal. Kapasitas perkolasi ini adalah 4 x 2000 liter sehingga dapat memproses 40 50 ton rempah kering per bulan. Setelah proses perkolasi maka dilanjutkan dengan proses Evaporasi yang bertujuan untuk menguapkan pelarut dan mengentalkan ekstrak cair menjadi ekstrak kental. Proses evaporasi ini menggunakan system evaporasi 2 tahap (double stage) sehingga lebih efisien dan prosesnya lebih cepat. Kapasitasnya evaporasi ini 2000 liter per jam. Drying Ekstrak kental dari proses evaporasi kemudian dikeringkan di mesin Vacuum Belt Dryer (VDB) sehingga menjadi ekstrak kering. Ekstrak kering ini nantinya akan diproses menjadi berbagai bentuk sediaan obat tradisional seperti kapsul dan tablet. Selama proses pengeringan ini, kandungan zat aktif tetap terjaga dengan baik karena suhu pengeringan dijaga dibawah 60C. Kapasitas VBD ini adalah 4 5 ton ekstrak kering per bulan.

Pada tahun 2010, ekstrak kering dan ekstrak kental BEC telah memperoleh sertifikat CPOTB sehingga menjamin kualitas dan higienitas dari produk BEC. Ekstrak hasil produksi BEC selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan BRD, juga telah dipergunakan oleh perusahaan lain antara lain PT. Tempo Tbk. (Indonesia), Asia Botanicals (Malaysia), Beauty Nation (Malaysia) dan Biotranziit, Ltd (Jerman). VI. SERTIFIKAT

JAMU CAP PORTRET NYONYA MENEER


Jamu Cap Portret Nyonya Meneer atau PT Nyonya Meneer adalah perusahaan yang memproduksi jamu tradisional Jawa yang dipelopori oleh Nyonya Meneer. Ia menggunakan keahliannya mengobati berbagai penyakit dengan keahliannya meracik jamu tradional Jawa. Produknya ini kemudian dijual dan dipasarkan. Pasarannya kini merambah pada pasar internasional, dan dipasarkan ke tiga benuam yaitu Asia, Eropa, dan Amerika dan ke 12 negara termasuk Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Singapur, Taiwan dan Cina. Perusahaannya sendiri kemudian berubah nama menjadi PT Nyonya Meneer. Sejarah Perusahaan Ibu Meneer (Lau Ping Nio) merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Ia menikah dengan pria asal Surabaya, dan kemudian pindah ke Semarang. Pada masa pendudukan Belanda tahun 1900an, di masa-masa penuh keprihatinan dan sulit itu suaminya sakit keras dan berbagai upaya penyembuhan sia-sia. Ibu Meneer mencoba meramu jamu Jawa yang diajarkan orang tuanya dan suaminya sembuh. Sejak saat itu, Ibu Meneer lebih giat lagi meramu jamu Jawa untuk menolong keluarga, tetangga, kerabat maupun masyarakat sekitar yang membutuhkan. Ia mencantumkan nama dan potretnya pada kemasan jamu yang ia buat dengan maksud membina hubungan yang lebih akrab dengan masyarakat yang lebih luas. Berbekal perabotan dapur biasa, usaha keluarga ini terus memperluas penjualan ke kota-kota sekitar. Pada tahun 1919 atas dorongan keluarga berdirilah Jamu Cap Potret Nyonya Meneer yang kemudian menjadi cikal bakal salah satu industri jamu terbesar di Indonesia. Selain mendirikan pabrik Ny Meneer juga membuka toko di Jalan Pedamaran 92, Semarang. Perusahaan keluarga ini terus berkembang dengan bantuan anak-anaknya yang mulai besar. Pada tahun 1940 melalui bantuan putrinya, Nonnie, yang hijrah ke Jakarta, berdirilah cabang toko Nyonya Meneer, di Jalan Juanda, Pasar Baru, Jakarta. Di tangan Ibu dan anak, Nyonya Meneer dan Hans Ramana perusahaan berkembang pesat. Nyonya Meneer meninggal dunia tahun 1978, generasi kedua yaitu anaknya, Hans Ramana, yang juga mengelola bisnis bersama ibunya meninggal terlebih dahulu pada tahun 1976. Operasional perusahaan kemudian diteruskan oleh generasi ketiga yakni kelima cucu Nyonya Meneer. Namun ke lima bersaudara ini kurang serasi dan perebutan kekuasaan menjadi sengketa berkelanjutan selama 1984-2000 dan sempat dibawa ke meja hijau. Begitu sengitnya pertikaian di tubuh PT Nyonya Meneer, Menaker Cosmas Batubara saat itu ikut turun tangan. Sebab, pertikaian antar keluarga I.

sampai melibatkan ribuan pekerja perusahaan itu. Akhirnya saudara-saudara tersebut menjatuhkan pilihan untuk berpisah dan menjual bagian mereka kepada Charles Ong Saerang. Media mencatat beberapa kali masalah-masalah pekerja dan pemogokan buruh terjadi pada tahun 2000 - 2001 di perusahaan jamu ini. Di antara lain: penuntutan pembayaran THR, demonstrasi, pemogokan, hak asasi manusia. Namun sejak perbaikan manajemen dibawah kepemimpinan Charles Saerang, tidak tercatat lagi masalah kepegawaian di perusahaan ini. Kini perusahaan murni dimiliki dan dikendalikan salah satu cucu Nyonya Meneer yaitu Dr. Charles Saerang. Pabrik PT Nyonya Meneer berdiri di atas areal seluas 9.980 m2 dan dilengkapi laboratorium, sejak 1977. Kantornya sendiri berada di Jalan Raden Patah, Semarang. Di lantai dua bangunan utama pabrik itu, didirikan museum jamu. Pada siaran persnya CIMB Bank Niaga yang melakukan Kerjasama Pembiayaan Distributor dengan Nyonya Meneer mencatat bahwa pasar dalam negeri dikuasai Jamu Nyonya Meneer dengan dukungan 2000 agen melalui 28,665 outlet yang tersebar di 19 propinsi. Sedangkan ekspor terus dilakukan untuk negara-negara tujuan, seperti Malaysia, Singapura, Belanda, Arab Saudi, Australia, Taiwan dan Amerika Serikat, dengan hasil ekspor yang mencapai Rp31 miliar pada tahun 2007. Nyonya Meneer pun merencanakan jamu sebagai metode pengobatan di institusi kesehatan dengan mendirikan Rumah Sakit yang khusus menggunakan jamu dan obat farmasi secara berdampingan. Contact us : PT.Nyonya Meneer Jl. Gunung Sahari No.8D, Jakarta 10610, Indonesia Telp. +62-21-4253112, +62-21-4253113, Fax, +62-21-4250790 Jl.Raden Patah 191-199 Semarang, INDONESIA Telp.+62-24-3547532(Hunting),Fax.+62-24-3547533 Museum Jamu Pada tanggal 18 Januari 1984 didirikan Museum jamu Nyonya Meneer di Semarang dan menjadi museum jamu pertama di Indonesia. Museum ini didirikan dengan tujuan menjadi cagar budaya untuk pelestarian warisan leluhur dan menjadi sarana pendidikan dan rekreasi generasi muda. Museum ini dibagi menjadi dua bagian dimana bagian pertama adalah pameran barang koleksi pribadi Nyonya Meneer, dan bagian kedua memamerkan produksi jamu secara tradisional. Buku Pada 19 Februari 2002 diterbitkan buku, "Sejarah Usaha Nyonya Meneer" setebal 250 halaman diterbitkan oleh Grasindo (Grup Kompas Gramedia) menceritakan tentang kemelut perusahaan yang terjadi di perusahaan keluarga ini. III. II.

Pada 11 Agustus 2007, buku ini diterjemahkan kedalam bahasa Inggris: Family Business-A Case Study of Nyonya Meneer, One of Indonesias Most Successful Traditional Medicine Companies. Peluncurannya dilangsungkan bersamaan dengan perayaan HUT ke-88. Produk Pada tahun 2000, Nyonya Meneer membuat terobosan dengan mengeluarkan produk fitofarmaka bermerek Rheumaneer untuk mengobati penyakit rematik. Fitofarmaka adalah obat-obatan dari tumbuh-tumbuhan dan lulus uji klinis. Di Indonesia hanya ada lima perusahaan yang mengeluarkan fitofarmaka, dan Nyonya Meneer satu-satunya perusahaan jamu sementara sisanya adalah perusahaan farmasi. Rheumaneer adalah jawaban Charles menanggapi dunia kedokteran terhadap khasiat jamu. Biaya untuk riset hingga menghasilkan produk menghabiskan 3 miliar rupiah dan memakan waktu delapan tahun, namun menjadi bukti bagaimana jamu dapat sejajar dengan obat-obatan kimia. Produk PT Nyonya Meneer sebagian besar merupakan produk untuk kepentingan wanita (80 persen). Terdapat 254 merek meliputi 120 macam produk berbentuk pil, kapsul, serbuk, dan cairan dan terbagi dalam tiga jenis, untuk perawatan tubuh, kecantikan, dan penyembuhan. Produk ini meliputi minuman kesehatan temulawak, awet ayu, jamu habis bersalin, buste cream, amurat, dan rheumeneer yang sudah uji klinis. Jamu untuk Wanita a. Jamu Perawatan Jamu Gadis Remaja (No. 48), Jamu Galian Sari (No. 50), Jamu Galian Putri (No. 64), Jamu Galian Singset (No. 85), Jamu Srikaton (No. 103), Jamu Awet Muda (No. 106A), Jamu Sehat Wanita (No. 9), Jamu Galian Rapet (No. 16), dsb. b. Jamu Penyembuhan Jamu Peputih (No. 17), Jamu Nifas (No. 27), Jamu Datang Bulan tidak Cocok (No. 30), Jamu Kering Istimewa (No. 90), dsb. c. Kosmetik Bedak Awet Ayu (No. 18 A), Lulur Awet Ayu (No. 18 B), Lulur Awet Ayu Cream (No. 18 C), Bedak Dingin (No. 69), Buste Cream (No. 94 A). d. Perawatan Setelah Bersalin Paket-paket Jamu Habis Bersalin, Jamu Ratus, dsb. Jamu untuk Pria a. Jamu Penyembuhan Jamu Pria Janoko (No. 1), Jamu Pria Sehat (No. 19), Jamu Bina Tenaga (No. 2), dsb. b. Jamu Perawatan Jamu Klingsir (No. 91) untuk membantu menyembuhkan penyakit hernia. IV.

Jamu untuk Perawatan dan Penyembuhan Jamu Cabe Puyang (No. 14), Jamu Carang Burung (No. 21), Jamu Singkir Angin (No. 109), dsb. Produk unggulan Minyak Telon (No. 107), Awet Ayu Buste Cream (No. 94), Singkir Angin Cair Madu (No. 109 CM), Singkir Angin Cair Flu (No. 109 CF), Jamu Amurat (No. 118), serta Jamu Habis Bersalin Lengkap Super (No. U 40).

Gambar 1. Produk Jamu Cap Portret Nyonya Meneer

V. PENGHARGAAN DAN PENCAPAIAN NY MENEER Tahun Penghargaan yang didapat 2012 Penghargaan Satyalencana Pembangunan Tahun 2012, Kategori Pembina Lingkungan Hidup 2012 Apresiasi CSR Sejahtera Indonesia 2012, PT Nyonya Meneer Sebagai Pemenang Kategori Budaya 2012 Penghargaan Sebagai Penggerak Kewirausahaan dari Menteri Negara Koperasi dan UKM RI 2003 Finalis Entrepreneur of The Year, Ernest & Young Indonesia 2002 Kalpataru Awards 2002, Kategori Category Lingkungan Hidup 2002 Properti Awards dari Organisasi Konvensi Hak Kekayaan Intelektual Dunia 2002 Penganugrahan Pangkat Kaningratan Sebagai Bupati Sepuh Keraton Surakarta Hadi Ningrat, dengan Gelar Kaningratan : KANJENG

2001 1995 1992

PANGERAN CHARLES ONGKOWIDJOYO HADININGRAT . Best Executive Awards, Certificate of ASEAN Male Enterpreneur Award, Indonesian Awards Presentation Program. Penghargaan Kehormatan Seumur Hidup dari World ABI USA

PT SANBE FARMA
SANBE FARMA didirikan pada tahun 1975. Saat ini lebih dari 25 tahun berdirinya, Sanbe Farma telah berkembang menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar diantara lebih dari 200 perusahaan farmasi lainnya di berbagai bangsa dengan karyawan yang melebihi 1500 orang. Kegiatan utama Sanbe Farma adalah produksi dan penjualan obat-obatan, seperti antibiotic, vitamin dan lain sebagainya, yang tidak hanya digunakan untuk kesehatan manusia tetapi juga kesehatan hewan. SEJARAH PERUSAHAAN PT. Sanbe Farma secara resmi didirikan pada tanggal 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt. Pabrik pertama di Jl. Kejaksaan no. 35 Bandung, mulai melakukan produksi sebagai industri rumah tangga (home industries) dengan jumlah karyawan hanya 3 orang. Produk pertama diproduksi adalah Kapsul Colsancetine. Pada tahun 1980 PT. Sanbe Fama berpindah lokasi ke Jl. Industri 1 no. 9 Cimahi. Bangunan ini dikenal dengan PT. Sanbe Farma Unit I yang memproduksi produk non penisilin, non sefalosporin, hormone dan obat hewan ( veterinary). Dengan luas tanah 10.000m2 dan luas bangunan 8.000m2. Dipabrik ini produk yang dihasilkan antara lain :
a. Non Sterile b. Sterile c. Premix : Oral Powder : Injection

Pada tahun 1996 bangunan PT. Sanbe Farma unit II yang berlokasi di Jl. Leuwi Gajah. Lokasi dengan luas tanah seluas 4900m 2 dibangun sebuah pabrik lima lantai dengan luas bangunan 5600m2. Didirikan untuk memenuhi tuntutan produksi yang semakin besar dan sesuai dengan CPOB, dimana bangunan untuk produksi penisilin dan sefalosporin harus diproduksi di bangunan terpisah. Unit II khusus memproduksi produk beta laktam (berada dilantai 2) dan sefalosforin (dilantai 4) dengan berbagai macam bentuk sediaan . Setelah itu pada tahun 2005 sebuah pabrik sterile modern di Cimareme mulai beroperasi di lahan seluas 200.000m2 dan luas bangunan 29.000m2. Bangunan unit III dan Caprifarmindo dan Laboratories mulai di fungsikan pada tahun 2005. Pembangunan unit III mengacu pada CPOB Australia. Di unit III juga terdapat WWTP ( Water Waste

Treatment Plant) juga untuk pengolahan limbah dari unit I dan unit II dengan kapasitas 250m3 /hari (yang terbesar untuk perusahaan farmasi di Indonesia ) termasuk dengan Fires Lagoon 500 m3 dan Vertikal Fires Pump se per NFPA/OSHA standard. Unit III memproduksi persediaan steril seperti injeksi, tetes mata dan persediaan semi solid. Tahun 2003 bangunan gedung obat jadi (Finished Good Warehouse) didirikan di atas tanah seluas 5.980m2 dengan luas banguan 6.160m2 , untuk menyimpan obat dari semua unit gedung PT. Sanbe Farma. Kini SANBE FARMA telah menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar yang berlevel multinasional yang mempunyai lebih dari 3000 karyawan, SANBE FARMA beraliansi dengan Perusahaan Farmasi Internasional, antara lain : 1. Menarini Internasional, perusahaan farmasi yang berasal dari Italia, dari tahun 1989 hingga sekarang. 2. Dr. Winzer Pharma GmbH, perusahaan farmasi yang berdomisili di Jerman dari tahun 1996 hingga sekarang. 3. Zambaletti / Eudorug, perusahaan farmasi yang berdomisili di Italia dan Hongkong, dari tahun 1987 hingga sekarang. Sanbe Farma terdiri dari 11 divisi, yaitu : Ethical, OTC (Over The Counter), Veterinary, Sanbe Vision, Infusion, Sanbe Skin Care, Sanbe Nutrition, Diagnostics, Sanbe Biotech and Research Centre, serta Distribusi (PT. Bina San Prima). Jumlah karyawan di PT. Sanbe Farma baik di Unit I, II, III, maupun di pabrik obat hewan sebanyak +3000 orang, yang terdiri atas : a. Apoteker b. Staff c. PhD (Konsultan) PT. Sanbe Farma, baik yang di Unit I, II, maupun III (termasuk Caprifarmindo) memiliki total luas area : a. Luas bangunan : 52.360m2 b. Caprifarmindo : 21.000m2 c. Luas tanah : + 241.880m2 VISI DAN MISI PERUSAHAAN PT. Sanbe Farma yang bermotokan Where Quality Counts, terus menerus meningkat nilai lebih tinggi bagi konsumen dalam hal kualitas dan ketersediaan obat. A. VISI PERUSAHAAN Visi PT. Sanbe Farma adalah perusahaan berbasis inovatif dan teknologi sejalan dengan perkembangan sains dan teknologi dunia. B. MISI PERUSAHAAN

Misi PT. Sanbe Farma adalah menjadi perusahaan farmasi yang terunggul dalam inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi farmasi serta medis. TUJUAN PERUSAHAN Untuk memberikan obat-obatan berkualitas untuk meningkatkan kualitas kesehatan dengan cara kecil dan sederhana. PERATURAN PERUSAHAAN Perusahaan mewajibkan karyawan untuk : 1. Datang tepat waktu dan mengisi daftar hadir ( absensi ). 2. Dilarang keluar dari lingkungan pabrik sebelum jam kerja berakhir kecuali dengan seizin kepala bagian. 3. Selama jam kerja karyawan dilarang masuk kantin tanpa seizin personalia atau bagian umum. 4. Setiap karyawan dalam menjalankan pekerjaannya diharuskan : a. Memakai pakaian dinas atau pakaian karyawan. b. Memakai alat keselamatan kerja, seperti sarung tangan karet, kaca mata pelindung, masker dan alat-alat keselamatan kerja lainnya. Pihak perusahaan mewajibkan karyawan untuk tidak membuang sampah atau meludah di sembarang tempat, bila karyawan terbukti melanggar maka sanksi akan dijatuhkan. STRUKTUR ORAGANISASI Struktur organisasi di PT. Sanbe Farma terdiri dari bagian produksi dan pengawasan mutu yang dipimpin oleh orang yang berbeda. Tiap manajer tidak memiliki kepentingan lain diluar pabrik, sehingga tidak menghambat dan membatasi tanggung jawabnya serta tidak menimbulkan pertentangan kepentingan pribadi atau finansial. Manajer produksi PT. Sanbe Farma dipimpin oleh seorang apoteker yang cakap, terlatih dan memiliki pengamalan kerja minimal 3 tahun dalam berbagai proses produksi, perencanaan proses, dan kemampuan manajerial yang bagus. Pada umumnya jabatan manajer produksi dipegang oleh seorang yang telah cukup lama bekerja di PT. Sanbe Farma karena telah mengenal seluk beluk perusahaan serta juga telah beradaptasi dengan lingkungan kerjanya. Manajer produksi bertanggung jawab untuk mengatur dan mengawasi pelaksanaan tiap tahap dalam proses produksi serta menjamin kesesuaian prosedur tersebut dengan spesifikasi yang telah ditentukan perusahaan. Berikut adalah struktur organisasi PT. Sanbe Farma beserta fungsi dan tugasnya : 1. Direktur Utama Tugas dan fungsi dari Direktur Utama, yaitu : a. Bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan perusahaan.

b. Membentuk susunan organisasi dan menunjuk karyawan. c. Melakukan pengolahan data, analisis dan evaluasi hasil usaha dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna milik perusahaan. d. Mengangkat dan memberhentikan karyawan. e. Mengadakan hubungan dengan pihak luar terutama mengenai hal-hal yang menyangkut kebijaksanaan pengembangan perusahaan dan kebijaksanaan pengembangan perusahaan dan kebijakan yang bersifat umum. 2. Quality Assurance Tugas dan fungsi dari Quality Assurance, yaitu : a. Mengusulkan pelatihan-pelatihan sistem manajemen mutu. b. Mengkoordinir penyusunan dokumen sistem mutu. c. Meninjau seluruh dokumen sistem mutu. d. Mengkoordinir pelaksanaan kampanye mutu/kesadaran tentang sistem manajemen mutu. e. Meninjau dokumen sistem mutu minimal 1 tahun sekali dan merencanakan penyempuraan secara bertahap. f. Mengusulkan jadwal rapat tinjauaan manajemen kepada Kepala Direktur menetapkan agenda-agenda rapat dan bertindak sebagai notulis pada rapat tinjauan manajemen. g. Menyusun jadwal audit mutu internal dan mengatur penugasan tim audit (audit mutu internal dilaksanakan minimal 6 bulan sekali atau lebih sering sesuai dengan tipe aktivitas yang harus diaudit dan dengan mempertimbangkan hasil audit sebelumnya). h. Menganalisis rangkuman hasil audit dan melakukan tindak lanjut agar pada periode audit berikutnya dicapai implementasi sistem yang lebih efektif. i. Menganalisis rangkuman dari hasil pengukuran quality objective dari seluruh unit kerja dan mengusulkan tindakan perbaikan dan pencegahan. j. Melakukan tindak lanjut terhadap hasil audit oleh lembaga sertifikasi sistem mutu setiap 6 bulan. 3. Divisi Sumber Daya Manusia Tugas dan fungsi dari Divisi Sumber Daya Manusia, yaitu : a. Mengkoordinasikan perumusan perencanaan dan pemberdayaan pegawai (man power planning), sesuai kebutuhan Perusahaan. b. Mengkoordinasikan perumusan sistem pengadaan, penempatan dan pengembangan pegawai. c. Mengkordinasikan perumusan sistem dan kebijakan imbal jasa pegawai dengan mempertimbangkan internal/external equality. d. Menyelenggarakan Sistem Informasi SDM suatu data base kepegawaian. e. Melakukan kajian dan evaluai terhadap efektifitas program dan kontribusi peraturan bagi perkembangan Perusahaan.

f. Mengevaluasi hasil penilaian kinerja seluruh pegawai yang telah dilaksanakan bersama para atasan langsung. g. Menyelenggarakan kegiatan pemeliharaan dan kebersihan gedung, halaman, taman, dan lapangan parkir kantor pusat serta kantor Divisi Keamanan. h. Menyelenggarakan administrasi, penempatan, penyimpanan dan penggunaan peralatan, inventaris, fasilitas kantor. i. Menyediakan perlengkapan dan peralatan kerja yan diperlukan kantor pusat atau perusahaan. 4. Bagian Sekertariat Tugas dan fungsi dari Baian Sekertariat, yaitu : a. Pelaksanaan koordinasi perencanaan program, anggaran dan laporan perusahaan. b. Pelaksanaan pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. c. Pengolahan administrasi kepegawaian. d. Pengolahan surat menyurat, dokumentasi, rumah tangga perusahaan, kearsipan dan perpustakaan. e. Pemeliharaan rutin gedung dan perlengkapan/peralatan kantor. f. Peaksanaan hubungan masyarakat dan keprotokolan. g. Pengelolaan survey kesehatan daerah skala kota. h. Penyelenggaraan bimbingan dan pengendalian operasiaonalisasi bidang kesehatan i. Pelaksanaan administrasi perizinan/rekomendasi. 5. Bagian Umum dan Humas Tuga dan fungsi dari Bagian Umum dan Humas, yaitu : a. Pelaksanaan urusan kepegawaian, organisasi, dan tata laksana. b. Pelaksanaan urusan tata usaha, perusahaan dan perlengkapan. c. Pelaksanaan urusan hubungan masyarakat dan hubungan antara lembaga. 6. Satuan Pangawasan Intern Tugas dan fungsi dari Satuan Pengawasan Intern yaitu : a. Menjabarkan visi dan misi perusahaan kedalam konsep audit internal dan pengawasan manajemen pada tingkat korporasi. b. Mengendalikan kegiatan pemeriksaan internal agar mencapai sasaran da sesuai dengan standar profesi audit internal. c. Melakuakn review atas kebijakan Perusahaan sebagai akibat perubahan lingkungan dan mengusulkan perbaikan kebijakan yang dinilai tidak serasi lagi dengan pola kerja perusahaan. d. Memantau dan melakukan pengujian terhadap implementasi dari kebijakan perusahaan.

e. Memberikan peringatan dini /awal kepada Direktur Utama atas potensi masalah yang mungkin akan timbul akibat tidak dilaksanakannya kebijakan perusahaan. f. Membina hubungan dengan instansi sari Luar Perusahaan agar diperoleh informasi lebih dini tentang perkembangan Internal Audit Standard yang berlaku. 7. Manajer keuangan Tugas dan fungsi dari Manajer Keuangan, yaitu : a. Mengurus keuangan dalam perusahaan. b. Mengeluarkan dana untuk keperluan perusahaan. c. Memeriksa laporan tahunan anggaran keuangan perusahaan. d. Melaksanakan kegiatan dan pengawasan administrasi dan keuangan. e. Merencanakan dan mengusulkan kebutuhan pengembangan personil secara profesional. f. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap pekerjaan setiap bagian bidang usaha yang dipimpin. g. Melaporkan kegiatan dan hasil kerja secara berkala dan memberikan usul kepada pihak terkait. 8. Manajer Pemasaran Tugas dan fungsi dari Manajer Pemasaran, yaitu : a. Melaksanakan kegiatan pemasaran terhadap produk yang ada di perusahaan. b. Menghimpun dan mengolah data tentang banyaknya konsumen perusahaan sesuai dengan kebijakan perusahaan. c. Melaporkan kegiatan dan hasil kerja secara berkala dan memberikan usul kepada pihak yang terkait. 9. Manajer Produksi Tugas dan Fungsi dari Manager Produksi, yaitu : a. Membuat rencana kegiatan produksi sesuai dengan informasi dari Manajer Pemasaran. b. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap hasil pekerjaan. 10. Kepala Bagian Sekuriti Tugas dan Fungsi dari Kepala Bagian Sekuriti, yaitu : a. Menjaga dan mengawasi seluruh keamanan diperusahaan. b. Memberi perintah kepada pegawai sekuriti. c. Menerima laporan keamanan dari pegawai sekuriti dibawahnya. 11. Pegawai Bagian Sekuriti Tugas dan fungsi dari Pegawai Bagian Sekuriti

a. Bertugas menjaga keamanan diperusahaan. b. Menerima perintah dari kepala keamanan. c. Membuat laporan keamanan untuk kepala keamanan.

ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN PT Sanbe Farma menduduki peringkat tertinggi di antara perusahaan farmasi di Indonesia berdasarkan laporan IMS dengan jumlah karyawan lebih dari 1500 orang. Empat di antara 15 produk etikal terbaik diproduksi oleh Sanbe Farma. Keempat produk tersebut adalah Amoxsan (Amoxycillin), Cefat (Cefadroxil), Claneksi (Co-AmoxyClav) and Baquinor (Ciprofloxacin). Delapan pabrik di Indonesia telah menggunakan cGMP dengan standar Internasional dengan Sanbe salah satunya. Mengapa SANBE bisa menjadi top leader di Indonesia. Analisis sistem yang berjalan bertujuan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja sistem tersebut dan maslah yang dihadapi sistem untuk dijadikan landasan usulan perancangan analisis sistem yang sedang berjalan dilakukan berdasarkan urutan kejadian yang ada, berikut analisisnya. ANALISIS SWOT Strength Pada bagian produksi, Sanbe merupakan pemimpin dalam penelitian bioavaibilitas dan bioekivalen produk obat dengan menggunakan standard GCP dan GLP yang terbaru. Laboratorium Sanbe telah terakreditasi oleh National Accredited Body (KAN) sehingga memperoleh ISO/IEC 17025:2005, dan juga diakui oleh BPOM. Selain itu, Sanbe juga menerima sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP) dari Health Science Authority (HSA) Singapura pada pabrik atau bangunan preparasi steril. Sanbe berpedoman pada GMP yang meliputi semua rekomendasi dari World Health Organization (WHO). Hal ini membuktikan bahwa pabrik pengolahan obat yang steril milik Sanbe telah memenuhi Standard Uni Eropa. Memilik pabrik infus steril kemasan softbag yang canggih dan yang pertama di Indonesia, serta memiliki keunggulan teknologi pembuatan infus yang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara, yaitu sistem sterilisasi 121 C, selama 15 menit. Sehingga produk infus yang dihasilkan oleh Sanbe berkualitas jauh lebih tinggi dibanding merek lainnya. Dari sisi leader-nya, Pak Yahya adalah sosok pemimpin perusahaan yang ulet, tegas, dan jeli menangkap peluang pasar dan turun tangan dalam semua kegiatan yang berlangsung dalam perusahaan. Karyawan merupakan orang-orang yang berkualitas. (SDM karyawan di-dayagunakan secara efektif dan efisien).

Sanbe merajai pasar produk ethical sehingga dapat menekan biaya promosi/iklan (tidak seperti produk OTC). Sanbe memiliki lobi dan jaringan dokter yang kuat. Tanya saja dokter di Indonesia yang tidak kenal Sanbe. Dalam penjualan untuk obat generik, meluncurkan produk generik yang tergolong lebih murah dibanding produk perusahaan farmasi lainnya. Sanbe memiliki kekuatan dalam mengontrol distribusi obat-obatannya. Ini terutama karena produk mereka didistribusikan oleh distributor tunggal, PT Bina San Prima. Weakness Belum mampu mengelola sumber daya manusia secara profesional, sistem human resources atau people management belum kokoh. Ini terlihat dari banyaknya karyawan yang keluar dan masuk dalam frekuensi yang tinggi. Menurut pandangan Jahja B Soenarjo, CEO Direction Strategy Consulting : Gaya Jahja Santoso dalam memimpin Berusahaan masih konvensional sehingga Sanbe belum menerapkan prinsipprinsip manajemen secara profesional. Jahja Santoso belum memberi kekuasaan s ecara penuh (masih setengah percaya pada putra dan orang-orang kepercayaannya). Opportunity Besarnya penduduk Indonesia dan masih rendahnya konsumsi obat per kapita. Sanbe Farma memiliki international operations di 12 negara. Dengan demikian, kesempatan Sanbe Farma untuk menjadi pemain global semakin terbuka lebar. 12 Januari 2006, Sanbe Farma meresmikan pabrik infus steril kemasan softbag pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Pasar infus saat ini masih lenggang pemain. Satu-satunya saingan yang leading di bisnis ini hanyalah PT Otsuka Indonesia, sehingga kesempatan Sanbe Farma untuk memasuki pasar infus masih sangat besar. Dibukanya Santosa Bandung International Hospital. RS ini akan menjadi rumah sakit pertama untuk pendistribusian Infus dan beberapa produk baru Sanbe Farma lainnya. Infus menyasar pasar menegah ke atas. Dengan semakin bertumbuh suburnya rumah sakit mewah (Brawijaya Woman and Children Hospital, Siloam Geneagles, Medikaloka Health Care), produk Sanbe Farma ini akan dengan mudah diserap olah pasar. Ada tambahan informasi , Yahya adalah seorang pemeluk agama yang taat dan mampe menjalin hubungan yang baik dengan RS yayasan di Indonesia. Maka tidak heran, walau RS kecil di suatu kecamatan pun, maka akan Anda temui infus Sanbe. Mendirikan San-Clin-Eq, sebuah lembaga pengujian BA/BE, dengan peluang pasar yang menjanjikan dan jumlah pemain yang masih lenggang, peluang San-Clin-Eq bersaing di industri pengujian BA/BE masih sangat besar. Treath

Persaingan pasar produk infus sangat ketat, karena pasar produk infus dikuasai oleh Otsuka. Hal tersebut merupakan tantangan bagi sanbe untuk bisa merebut pasar infuse di Indonesia. Sanbe harus menerapkan manajemen SDM yang professional sehingga dapat menjamin adanya regenerasi yang akhirnya diharapkan tetap bisa mempertahankan sanbe sebagai perusahaan farmasi no 1 di Indonesia. Banyaknya medrep dari perusahaan farmasi lain yang kemampuannya tidak bisa diabaikan sehingga Sanbe perlu meningkatkan kembali kinerja personal selling (medical representative). Menjamin bahwa produk me-too yang dipasarkan oleh Sanbe telah melewati uji BA/BE, mengingat pada tahun 2008 semua produk me-too harus memenuhi syarat BA/BE dan tidak hanya diberi logo atau dibubuhi merk dagang. Dengan demikian, sanbe bisa tetap bersaing dengan originator (korporasi multinasional pemegang paten awal) maupun pesaing lokal. Masa kini, sebagian masyarakat Indonesia mulai beralih menggunakan produk herbal. Oleh karena itu, sanbe perlu melakukan inovasi produk dengan berusaha memproduksi obat-obat herbal. PELATIHAN PT. Sanbe Farma mengikutsertakan langsung seluruh karyawan dalam proses produksi dan pembuatan obat. Tindakan professional dalam melakukan proses produksi oleh karyawan diawali dengan pelatihan-pelatihan yang diberikan untuk memperkenalkan segala bentuk kegiatan produksi yang disertai dengan protap-protap yang ada sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing. Untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan, sangatlah tergantung pada semua tindakan yang dilakukan karyawan selama proses, termasuk operator. Untuk itu, perlu juga diadakan pelatihan mengenai higiene perorangan serta prosedur pemakai dan pembersihan alat. Pelatihan diberikan oleh tenaga yang kompeten, biasanya diberikan oleh bagian pelatihan dan selalu dievaluasi untuk memperoleh hasil yang maksimal. Di PT. Sanbe Farma terdapat 2 macam pelatihan, yaitu : Pelatihan internal yang diberikan oleh bagian pelatihan, manajer produksi, dan manajer pengawasan mutu. Pelatihan eksternal yang diberikan oleh pihak luar seperti supplier atau produsen mesin. Staf biasanya mengikuti pelatihan-pelatihan diluar, seperti seminar-seminar atau pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak lain. Staf yang mendapat pelatihan tersebut dapat mensosialisasikan materi yang didapatnya kepada karyawan lainnya di perusahaan.

Untuk karyawan yang bekerja di bagian steril, diberi pelatihan khusus tentang higiene perorangan, ruang steril, tata cara berganti pakaian, cara sterilisasi, prosedur desinfeksi, sanitasi ruangan steril, dan sebagainya. Karyawan yang bekerja dengan resiko yang tinggi diberi pelatihan intensif tentang keselamatan dan kesehatan kerja, penanganan bahan berbahaya, untu mengurangi resiko bila terjadi kecelakaan kerja. Pelatihan CPOB di PT. Sanbe Farma diberikan secara berkala minimal setiap satu tahun sekali untuk mengevaluasi kerja, kemungkinan terjadi perubahan baru dalam produksi dan juga diharapkan karyawan lebih terbiasa dalam menerapkan CPOB dalam rangkaian kegiatan produksi yang mereka lakukan. Khususnya untuk karyawan yang bekerja pada ruang steril dan daerah bersih, kepada mereka yang mempunyai resiko tinggi kontak dengan bahan-bahan toksik atau bahan yang menimbulkan reaksi alergi seperti beta laktam dan sefalosporin. Penerapan CPOB yang efektif dan efisien dapat memperkecil terjadinya resiko kesalahan. Program pelatihan dibuat oleh kepala bagian pelatihan dan inspeksi diri atas persetujuan manajer produksi dan manajer pengawasan mutu. Program pelatihan meliputi : Orientasi umum Pelatihan di tempat kerja Pendidikan kerja Program pelatihan dapat berupa pendidikan di kelas dengan memberikan ceramah, slide, film atau peragaan langsung di tempat kerja. Materi pelatihan diambil dari berbagai sumber yang terpercaya dan selalu diperbaharui agar tetap akurat. Catatan pelatihan setiap karyawan disimpan dengan baik oleh kepala bagian pelatihan dan inspeksi diri serta departemen yang terkait untuk melihat kemajuan setiap karyawan. Materi pelatihan yang digunakan juga disimpan sebagai bukti bahwa telah dilakukan pelatihan tersebut. Untuk menilai kualifikasi karyawan yang diadakan selama pelatihan, penilaian biasanya dilakukan dengan memberikan pertanyaan tertulis sebelum dan sesudah pelatihan, untuk mengukur sejauh mana karyawan dapat memahami materi pelatihan. Hasil penilaian setiap karyawan disimpan oleh kepala bagian pelatihan dan inspeksi diri. BANGUNAN DAN FASILITAS PT. Sanbe Farma dibangun dikawasan industri yang jauh dari pemukiman penduduk dan dari tempat pembuangan sampah. Sumber cemaran yang tidak dapat dihindari adalah pencemaran udara oleh kendaraan karena dibangun di dekat jalan raya yang cukup padat frekuensi lalu lintasnya. Untuk mengatasi polusi udara ini, ruangan

dilengkapi dengan sistem pengolahan udara (Air Handling Unit System) dengan memasang filter udara, antara lain: a) HEPA filter dengan efisiensi 99,997% untuk ruangan steril dan 95% untuk ruangan non-steril. b) Medium Filter dengan efisiensi 60-70% c) Pre-filter dengan efisiensi 30-40% Konstruksi bangunan unit II dibuat cukup tinggi dari permukaan tanah dan dilengkapi dengan saluran pembuangan air yang baik, untuk mencegah resiko banjir dan rembesan air tanah. Dinding luar bangunan diberi cat yang tahan terhadap pengaruh cuaca dan air. Permukaan bagian dalam (dinding, lantai dan langit-langit) licin dan bebas dari retak dan sambungan terbuka dan mudah dibersihkan serta didesinfeksi. Lantai dan dinding kedap air. Sudut-sudut antara dinding, langit-langit dan lantai berbentuk lengkungan sehingga tidak menahan kotoran. Didalam ruang produksi tidak ada pipa-pipa yang menempel didinding kecuali pipa untuk mengalirkan air untuk produksi steril yang terbuat dari stainless steel. Untuk mencegah bersarangnya binatang-binatang seperti binatang pengerat dan hama dilakukan pest control secara rutin. Tata letak ruang diatur sedemikian rupa untuk mencegah kontaminasi silang dan sesuai dengan alur produksi (urutan tahap produksi) dan sesuai dengan kelas kebersihan yang disyaratkan. Sistem pengaturan udara di ruang produksi dibuat sesuai dengan kelas ruangan dan dilengkapi dengan sarana pengatur suhu dan kelembaban udara serta filter udara. Produksi obat golongan beta-laktam dilakukan di ruangan terpisah dengan produksi sefalosporin sesuai dengan persyaratan CPOB. Terdapat ruang antara dan koridor untuk lalu lintas bagi karyawan dan barang tanpa harus melalui ruangan produksi. Kamar ganti dan tempat penyimpanan ( locker) berhubungan langsung dengan daerah produksi tetapi letaknya terpisah. Toilet dibuat tidak berhubungan langsung dengan area produksi atau area penyimpanan serta dilengkapi dengan ventilasi yang baik. Ruangan pengolahan produk steril dirancang dan dibangun secara khusus dan terpisah dari daerah produksi lain. Pemisahan ruangan dilakukan untuk kegiatankegiatan sebagai berikut: a) Pembuka kemasan komponen bahan baku steril melalui Pass through b) Kegiatan pencucian peralatan dan wadah untuk produksi steril dilakukan diruangan terpisah dengan kegiatan pencucian pakaian. c) Terdapat ruang pengisian injeksi kering yang dilakukan dibawah LAF (Laminar Air Flow), sedangkan untuk proses sealing vial menggunakan alucap dilakukan di ruangan capping.

d) Terdapat ruang penyangga udara (ruang antara) yang menghubungkan ruang ganti pakaian dengan ruang pengisian produk steril. Untuk mengganti pakaian non steril dengan pakaian steril disediakan ruang ganti pakaian 1 dan 2 yang dipisahkan oleh ruang antara. Ruang ganti pakaian 1 dilengkapi dengan fasilitas cuci tangan dan alat pengering tangan dengan sistem udara kering. RANCANGAN BANGUNAN DAN KONTRUKSI PT. Sanbe Farma menggunakan peralatan dengan bahan yang inert yang digunakan untuk bagian yang bersentuhan dengan bahan baku, produk antara atau produk ruahan antara lain : Stainless steel AISI (American Iron and Steel Institute) 304 sebagai bagian luar peralatan yang tidak bersentuhan langsung dengan produk (non contact part). Stainless steel AISI (American Iron and Steel Institute) 316 yang digunakan untuk bagian mesin yang kontak dengan produk. MESIN-MESIN DAN PERALATAN Peralatan yang digunakan di PT. Sanbe Farma dalam pembuatan obat telah memiliki rancang bangun, konstruksi dan ukuran yang tepat sehingga mutu yang dirancang untuk tiap produk obat terjamin secara seragam dari batch ke batch serta memudahkan dalam perawatan pembersihan. Sebelum digunakan dalam pembuatan obat, peralatan divalidasi terlebih dahulu.

PEMASANGAN DAN PENEMPATAN PERALATAN Peralatan diletakkan sedemikian rupa untuk memperkecil kemungkinankontaminasi silang antar bahan diruang yang sama. Peralatan ditempatkan denganjarak yang cukup renggang dari peralatan lain untuk memberikan keleluasaan kerjabagi karyawan dan memastikan tidak terjadinya mix up. Setiap ruangan produksi hanya terdapat satu peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan untuk melakukan satu tahapan produksi. Semua ban terbuka dan kerekan telah dilengkapi dengan pengaman untuk menahan alat pada lantai sehingga tidak bergerak. Saluran pipa, air dan udara mudah dijangkau dan telah dilengkapi dengan penandaan yang jelas untuk mencegah kekeliruan pemakaian. Penandaan berupa label berisi keterangan nama bahan yang terdapat dalam saluran pipa, tanda panah yang menunjukkan arah aliran bahan yang terdapat didalamnya. Pipa udara diberi keterangan mengenai temperatur dan tekanannya. Semua peralatan utama, telah diberi penomoran yang jelas untuk menunjukkan identitas : penempatan alat, peralatan untuk sediaan steril atau non steril, kegunaan dan

nomor urut berdasarkan waktu kedatangan alat. Semua pipa, tangki, selubung pipa uap atau pipa pendingin telah dilapisi dengan glass wool untuk mencegah kecacatan dan kehilangan energi. Saluran pipa ke alat yang bertekanan (seperti autoklaf) telah dilengkapi dengan perangkap uap dan saluran pembuangan yang berfungsi dengan baik. Sistem penunjang (ventilasi, pengatur suhu, kelembaban dan tekanan udara) divalidasi secara rutin dan teratur oleh tim validasi dari bagian penelitian dan pengembangan untuk memastikan kesesuaian fungsi dan tujuannya. PEMELIHARAA PERALATAN Semua peralatan dirawat secara rutin dan teratur. Peralatan dibersihkan sebelum dan sesudah pemakaian untuk mencegah kontaminasi silang yang dapat mengubah identitas, kualitas, dan kemurnian produk yang dihasilkan. Proses perawatan dilakukan sesuai dengan instruksi dalam protap. Setiap pemakaian peralatan dicatat dalam buku khusus (log book) yang menunjukkan : Nama, tipe, dan merek alat Jenis ruang yang digunakan Nomor urut Tanggal dan jam alat tersebut mulai dipakai Nama produk serta nomor batch Tanggal dan jam alat tersebut selesai dipakai Tanggal dan jam alat tersebut mulai dibersihkan Tanggal dan jam alat tersebut selesai dibersihkan Paraf operator yang melaksanakan proses produksi serta paraf pengawas Paraf operator yang melaksankan pembersihan alat serta paraf pengawas yang memeriksa hasil pembersihan. SANITASI DAN HIGIENE Tingkat sanitasi dan higiene yang tinggi pada PT. Sanbe Farma telah diterapkan pada berbagai aspek pembuatan obat. Ruang lingkup sanitasi dan higiene melingkupi antara lain : personalia, bangunan, dan peralatan. Sumber pencemaran dihilangkan melalui suatu program sanitasi dan higiene yang menyeluruh dan terpadu. HIGIENE PERSONALIA Setiap karyawan PT. Sanbe Farma harus menjalani pemeriksaan kesehatan baik sebelum diterima menjadi karyawan maupun selama bekerja. Pemeriksaan secara berkala dilakukan oleh dokter pribadi perusahaan. Pemeriksaan terhadap karyawan baru berupa pemeriksaan bersifat umum dan khusus (pemeriksaan buta warna dan mata). Untuk setiap staf dan karyawan, diperlukan hasil pemeriksaan rontgen. Pemeriksaan terhadap karyawan lama berupa pemeriksaan secara visual. Semua karyawan telah menerapkan higiene perorangan dengan baik.

Pelatihan mengenai penerapan higiene perorangan dilakukan pada saat karyawan mulai masuk kerja dan diulangi setiap tahun untuk mengingatkan kembali. Penerapan higiene perorang ini meliputi : 1. Kesehatan perorangan 2. Pembersihan perorangan 3. Kebiasaan higiene 4. Tata cara berpakaian 5. Tata cara keluar masuk daerah produksi Karyawan yang mengidap suatu penyakit yang dapat menurunkan kualitas produk, misalnya infeksi mata diberikan surat sakit dan diizinkan pulang. Karyawan yang menderita luka terbuka, luka tersebut harus ditutup dengan sempurna menggunakan kasa steril dan tidak boleh menangani produk secara langsung sampai benar-benar sembuh. Karyawan melaporkan bila ada sesuatu yang menurut penilaian mereka dapat mempengaruhi kualitas produk, misalnya adanya kesalahan baik sengaja atau tidak pada proses pengolahan, ruangan kotor, adanya kontaminasi pada bahan, kerusakan mesin, dan sebagainya. Karyawan yang menangani bahan baku, produk antara maupun produk ruahan secara langsung, telah menggunakan sarung tangan. Untuk keamanan sendiri dan menjamin perlindungan produk dari pencemaran, setiap karyawan telah dilengkapi dengan pakaian pelindung khusus sesuai dengan kelas kebersihannya. Pakaian pelindung yang digunakan harus bersih, oleh karena itu pencucian pakaian dilakukan secara terjadwal. Pencucian pakaian untuk bagian pengayakan dan pencampuran dilakukan setiap hari, sedangkan bagian yang lain umumnya 3 hari sekali. Untuk pakaian steril, dicuci setiap selesai digunakan dan dilakukan di ruang pencucian yang berbeda dengan pakaian non steril. Pakaian steril dicuci dengan deterjen khusus dan disterilkan dalam autoklaf pada suhu 122oC selama 1 jam. Karyawan tidak diizinkan keluar masuk daerah produksi secara sembarangan. Hanya karyawan yang berkepentingan yang boleh masuk ke ruang produksi. Keperluan yang tidak mengharuskan masuk ke daerah produksi, biasanya dilakukan di ruang antara. Karyawan diwajibkan untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun antiseptik dan mengeringkannya dengan mesin pengering tangan sebelum masuk ke daerah produksi. Prosedur ini harus disesuaikan dengan prosedur yang ada dalam protap. Untuk tujuan tersebut telah dipasang poster yang sesuai.

Karyawan tidak diperbolehkan merokok, makan, minum, mengunyah, memelihara tanaman, menyimpan makanan, minuman, bahan untuk merokok, atau obat pribadi kedalam area produksi, laboratorium, gudang, dan area lain yang berdampak terhadap mutu produk. Kegiatan diatas hanya dapat dilakukan di area yang ditentukan. Semua barang pribadi karyawan harus disimpan didalam locker. Prosedur higiene perorangan termasuk persyaratan untuk mengenakan pakaian pelindung, telah diberlakukan bagi semua orang yang memasuki daerah produksi, baik bagi mereka yang bekerja tetap atau sementara serta bagi non karyawan yang berada di daerah perusahaan misalnya staf, pimpinan, kontraktor, pengunjung, dan tim inspektur. Pembersihan dan sanitasi peralatan Setelah selesai digunakan, pada peralatan yang akan dibersihkan ditempelkan label UNTUK DIBERSIHKAN, kemudian oleh operator alat atau mesin tersebut dibersihkan sesuai dengan protap. Setelah bersih, pada peralatan tersebut ditempelkan label BERSIH. Sebelum digunakan kembali, peralatan diperiksa kembali kebersihannya oleh pengawas untuk memastikan bahwa peralatan benar-benar bersih dan siap untuk dipakai. Kebersihan umumnya dilakukan dengan cara vakum dan lap basah (kanebo). Metode pembersihan dilakukan sesuai instruksi dalam protap untuk masing-masing peralatan. Pembersihan dan penyimpanan peralatan yang dapat dipindah-pindahkan dan penyimpanan bahan pembersih telah dilakukan dalam ruangan yang terpisah dari ruang produksi. Prosedur tertulis untuk pembersihan dan sanitasi peralatan serta wadah yang digunakan dalam pembuatan obat telah dibuat cukup rinci dan ditaati. Prosedur ini telah dirancang dengan tepat agar pencemaran oleh bahan pembersih dan sanitasi dapat dicegah. Prosedur ini meliputi penanggung jawab kebersihan, jadwal, metode, peralatan dan bahan yang dipakai dalam pembersihan serta metode pembongkaran dan perakitan kembali peralatan yang diperlukan untuk memastikan terlaksananyapembersihan yang tepat. Prosedur juga meliputi sterilisasi peralatan, penghilangan identifikasi batch sebelumnya. Pencatatan mengenai pelaksanaan pembersihan, sanitasi, sterilisasi dan inspeksi telah dilakukan. PRODUKSI Produksi merupakan tahap penting dalam suatu pembuatan obat dan perlu diperhatikan dengan baik dan dilaksanakan dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan sehingga dapat menjamin produk yang menghasilkan obat jadi yang memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. a. Bahan Awal

PT. Sanbe Farma mulai dari pemasukan, pengeluaran dan sisa bahan dicatat dalam suatu catatan harian (log book) yang meliputi keterangan mengenai persediaan, nomor batch atau lot, tanggal penerimaan atau pengeluaran, tanggal diluluskan dan tanggal daluwarsa dari suatu bahan awal. Setiap bahan awal sebelum dinyatakan lulus untuk digunakan, dikarantina terlebih dahulu untuk diperiksa oleh bagian pengawasan mutu ( Quality Control) agar memenuhi spesifikasi bahan awal yang sudah ditetapkan. Bahan awal yang tidak diluluskan diberi label DITOLAK, diletakkan di tempat terpisah, untuk kemudian dikembalikan kepada pemasok atau dimusnahkan. Setiap penerimaan bahan awal dilakukan pemeriksaan meliputi pemeriksaan terhadap kebenaran semua data yang ditulis pada label KARANTINA dari setiap wadah bahan baku yang diambil contohnya dan pemeriksaan visual yaitu wadah rusak atau bocor, tutup wadah yang segelnya rusak atau bekas dibuka, wadah yang diragukan keasliannya, label pabrik pembuat tidak tercantum atau tidak jelas, serta tercium bau asing, basah atau keadaan fisik lain yang berbeda dari biasanya. Penyimpanan dilakukan dalam ruangan yang telah diatur suhunya, tergantung dari kestabilan bahan. Persediaan bahan awal diperiksa dalam selang waktu tertentu untuk meyakinkan bahwa wadahnya bertanda benar dan dalam kondisi yang baik. Pengambilan contoh ulang dilakukan sebagaimana spesifikasi bahan baku yang telah ditetapkan dan dipasang label PENGUJIAN ULANG. Penyerahan bahan awal dilakukan diruangan terpisah untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang. Ruangan tersebut dilengkapi dengan vakum yang digunakan untuk membersihkan debu dan alat timbang yang telah dikalibrasi secara teratur. b. Validasi Proses PT. Sanbe Farma menvalidasi semua proses produksi terutama tahaptahap yang kritis yang dilakukan oleh tim validasi dan dilaksanakan sesuai prosedur yang telah ditetapkan serta didokumenatsikan dengan baik. Validasi yang dilakukan antara lain : validasi instalasi, validasi operasional, dan validasi kinerja alat. Sebelum suatu prosedur pengolahan induk diterapkan dilakukan verifikasi terhadap setiap prosedur pelaksanaan untuk membuktikan bahwa prosedur bersangkutan cocok untuk pelaksanaan produksi rutin dan proses yang telah ditentukan akan senantiasa menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. Perubahan yang berarti pada proses, peralatan dan bahan maka dilakukan validasi ulang, untuk menjamin bahwa perubahan tersebut akan tepat menghasilkan produk yang memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan.

c. Pencegahan Pencemaran Pencemaran kimiawi atau mikroba terhadap suatu obat mempengaruhi kualitas suatu produk tidak dapat diterima. Perhatian khusus diberikan pada masalah pencemaran silang karena tidak sesuai dengan CPOB. Cemaran dicegah dengan cara pembersihan setiap selesai melakukan proses produksi, sterilisasi alat untuk bagian produk steril, udara yang masuk ke ruang produksi difiltrasi, pengukuran jumlah mikroba dilakukan secara rutin, dan sebagainya. Untuk mencegah kontaminasi silang karena penggunaan peralatan, maka setiap ruangan hanya terdapat satu alat untuk melakukan satu tahap produksi. d. Sistem Penomoran Batch dan Lot Sistem penomoran batch dan lot di PT. Sanbe Farma secara rinci diperlukan untuk memastikan bahwa produk antara, produk ruahan, atau produk jadi dapat dikenali dengan nomor batch atau lot. PPIC bertugas mengeluarkan nomor TP (Turun Produksi) sebelum tahap produksi dilakukan. Kemudian bagian administrasi produksi, mencap dokumentasi yang menunjukkan bulan, tahun, dan batas kadaluwarsa. Bagian administrasi produksi juga mencatat setiap nomor batch didalam buku khusus. PT. Sanbe Farma telah menerapkan metode khusus supaya nomor batch yang sama tidak digunakan secara berulang. Sistem penomoran batch ini digunakan pada setiap tahap pengolahan dan pengemasan. e. Penimbangan dan Penyerahan Penimbangan, penghitungan dan penyerahan bahan baku, bahan pengemas, produk antara dan produk ruahan merupakan suatu bagian dari alur produksi dan didokumentasikan secara lengkap, yaitu ditulis dalam catatan pengolahan batch disertai paraf petugas dan pengawas yang melaksanakan kegiatan tersebut. Catatan pengelolaam batch juga dilengkapi dengan keterangan rekonsiliasi dari tahapan proses. Prosedur penanganan, penimbangan, perhitungan, dan penyerahan bahan baku, bahan pengemas, produk antara dan produk jadi dilakukan sesuai dengan prosedur tertulis. Bahan baku, bahan pengemas, produk antara dan produk jadi yang diserahkan harus telah diluluskan oleh bagian pengawasan mutu. Untuk menghindari mix up, kontaminasi silang serta kehilangan identitas, maka didaerah penyerahan hanya boleh dilakukan untuk satu batch saja. Setelah selesai penimbangan, penyerahan dan penandaan bahan baku, produk antara dan produk ruahan langsung diangkut dan disimpan secara tepat, dan dilakukan

penandaan dengan penempelan label yang berisi keterangan bahan, nama produk beserta nomor batch-nya, yang ditempelkan dibagian luar tong dan dikemasan. Sebelum dilakukan penimbangan, pengawas produksi melaksanakan pemeriksaan ulang terhadap kebenaran penandaan bahan baku, termasuk label kelulusan dari bagian pengawasan mutu. Pemisahan fisik tidak dilakukan dengan sekat, tetapi dengan tong yang diberi identitas untuk batch dan diletakkan dalam tong yang berbeda. Pemeriksaan kebenaran identitas dan jumlah bahan yang ditimbang diperiksa oleh 2 orang yang berbeda. Alat timbang dan alat ukur senantiasa diukur kapasitas, ketepatan, dan ketelitian sebelum digunakan dengan melakukan verifikasi harian sesuai dengan instruksi pada prosedur tertulis. Tempat penimbangan dan penyerahan harus dibersihkan setelah selesai dilakukan kegiatan dengan metode sesuai prosedur yang tertulis. Wadah dan peralatan yang digunakan untuk menimbang harus diperiksa terlebih dahulu kebersihannya oleh pengawas. Peralatan dan wadah yang sudah dibersihkan diberi label BERSIH. Bahan baku, produk antara dan produk ruahan yang diserahkan oleh bagian GBB, diperiksa lagi oleh supervisor produksi, terutama hasil penimbangan dan penandaannya. f. Pengembalian Bahan awal, bahan pengemas, produk antara dan produk ruahan yang dikembalikan ke gudang penyimpanan harus diperiksa lagi kebenaran jumlah dan identitasnya oleh bagian IPC (In Process Control). Penyimpanan barang-barang tersebut dilakukan pada kondisi yang sesuai dengan stabilitas bahan. g. Pengolahan Semua bahan yang dipakai dalam pengolahan diperiksa kesesuaian dengan catatan pengolahan dalam batch terlebih dahulu sebelum digunakan oleh pengawas produksi, meliputi nomor analisa, nomor batch, nama produk, bentuk sediaan dan kode-kode bahan baku. Sebelum pengolahan dimulai, kondisi daerah pengolahan telah dipantau dan dikendalikan sampai tingkat yang disyaratkan untuk kegiatan yang akan dilakukan misalnya pemeriksaan suhu dan kelembaban ruangan. Semua peralatan yang akan digunakan oleh PT. Sanbe Farma dalam proses pengolahan telah diperiksa sebelum digunakan dan dinyatakan BERSIH secara tertulis yang diperiksa oleh pengawas produksi, IPC dan apoteker produksi. Seluruh kegiatan pengolahan dan kejadian yang terjadi diluar

prosedur yang ditetapkan harus dilaporkan pada manajer produksi dan dicatat pada catatan pengolahan batch disertai alasan dan penjelasan penyebab penyimpangan tersebut.Bila ada parameter yang di luar spesifikasi, maka harus dilakukan investigasi sesuai prosedur tertulis penyelidikan terhadap hasil uji di luar spesifikasi. Semua wadah dan peralatan yang berisi produk antara diberi label yang menyatakan tahap pengolahannya dan label tersebut berisi keterangan tentang nama produk, nomor batch, jumlah, tanggal kadaluwarsa dan tanggal dilakukannya proses. Semua produk antara dan produk ruahan diberi label yang tepat, bila belum diluluskan oleh bagian pengawasan mutu maka diberi label KARANTINA yang berwarna kuning dan baru setelah diluluskan diberi label DILULUSKAN berwarna hijau. Pengawasan selama proses dilakukan oleh petugas IPC dari bagian pengawasan mutu. Pencatatan dilakukan secara rinci selama proses pengolahan berlangsung. Hasil nyata dari setiap tahap proses batch yang dibuat telah dicatat dan dicocokkan terhadap hasil teroritisnya dalam perhitungan rekonsiliasi dan dilihat persen susut tiap tahap dan total produksi. Dalam seluruh tahap pengolahan, diberikan perhatian utama pada masalah kontaminasi silang. Cara lainnya adalah dengan peletakkan bahan untuk setiap batch dalam tong-tong tertutup dengan pengamanan ring lock disertai dengan penandaan yang jelas pada tong. h. Pengemasan Kegiatan pengemasan di PT. Sanbe Farma dilakukan dengan pengawasan ketat untuk menjaga identitas, keutuhan dan kualitas barang yang sudah dikemas. Untuk setiap kegiatan pengemasan selalu ada prosedur tertulis yang menguraikan: penerimaan serta identifikasi produk ruahan dan bahan pengemas pengawasan untuk menjamin bahwa produk ruahan dan bahan pengemas (tercetak maupun tidak tercetak) yang akan dipakai adalah benar pengawasan dalam proses selama pengemasan rekonsiliasi terhadap produk ruahan dan bahan pengemas tercetak pemeriksaan akhir terhadap hasil pengemasan. Semua kegiatan pengemasan dilaksanakan sesuai dengan instruksi yang diberikan dan menggunakan bahan pengemas yang tercantum dalam prosedur pengemasan induk. Rincian pelaksanaan pengemasan dicatat dalam catatan pengemasan batch.

Sebelum kegiatan pengemasan dimulai, dilakukan pemeriksaan kesiapan jalur pengemasan sesuai dengan daftar periksa untuk memastikan bahwa ruang kerja dalam keadaan bersih dan bebas dari produk dan bahan kemasan dari batch sebelumnya. Setiap penyerahan produk ruahan dan bahan pengemas diperiksa secara teliti identifikasinya oleh pengawas terhadap kesesuaian dengan catatan pengemasan batch dan dilakukan sesuai prosedur tertulis. Prapenandaan (Pengecapan) pada Bahan Pengemas Sebelum prapenandaan dimulai, pengawas memeriksa kebenaran bahan pengemas yang diperlukan, nomor batch, tanggal kadaluwarsa, dan informasi lain yang diperlukan. Pengawas melakukan pemeriksaan berdasarkan instruksi pengemasan secara ketat pada tiap tahap proses pengemasan. Pemesanan bahan pengemas ke gudang bahan pengemas dilakukan 1 minggu sebelumnya dengan cara mengisi formulir laporan kontrol pengemasan. Bahan pengemas yang telah sampai disimpan pada wadah tertutup dengan penandaan yang jelas diruangan yang aman. Prapenandaan dilakukan di ruangan yang berbeda dengan ruang pengemasan. Seluruh bahan pengemas yang telah diberi prapenandaan, diperiksa sesuai dengan daftar periksa pengemasan sebelum dipindahkan kedaerah pengemasan. Kesiapan Jalur Pengemasan Sebelum menempatkan bahan pengemas dan produk yang akan dikemas pada jalur pengemasan telah diadakan pemeriksaan kesiapan jalur pengemasan yang bersangkutan oleh petugas yang ditunjuk, sesuai dengan prosedur tertulis yang ditentukan untuk: o memastikan bahwa semua bahan dan produk terkemas yang berasal dari kegiatan pengemasan sebelumnya telah benar-benar disingkirkan dari jalur pengemasan tersebut. o Meneliti kebersihan jalur dan daerah sekitarnya o Memastikan kebersihan peralatan yang dipakai. Penyelesaian Proses Pengemasan Pada pengemasan terakhir produk, bagian QA melakukan kembali pemeriksaan antara lain kelengkapan dan kesesuaiannya dengan persyaratan dalam prosedur pengemasan produk.

Dalam satu master box hanya boleh terdapat satu batch obat jadi. Bila ada karton yang tidak penuh maka dituliskan secara jelas jumlah produk terkemas yang berada di dalam master box, disebut produk recehan. Setelah proses rekonsiliasi pengemasan selesai, maka kelebihan bahan pengemas dan produk ruahan diawasi secara ketat, agar bahan pengemas dan produk yang memenuhi syarat saja yang dapat dikembalikan untuk dapat digunakan kembali lagi. Bahan pengemas dan produk ruahan yang tidak dapat dikembalikan diawasi oleh supervisor untuk menghitung jumlah dan jenis bahan yang akan diawasi. Jumlah yang dimusnahkan dicatat dalam catatan pengolahan batch. i. Karantina Obat Jadi dan Penyerahan ke Gudang Obat Jadi Karantina obat jadi merupakan titik akhir pengawasan sebelum obat diserahkan ke gudang obat jadi untuk siap didistribusikan. Bentuk pengawasan oleh QC adalah dengan memberikan label yang jelas, memastikan produk dan catatan menyeluruh mengenai batch yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang ditentukan. Penyerahan obat jadi ke daerah karantina dan cara penyimpanan sambil menunggu pelulusan dan cara pemindahan selanjutnya ke gudang obat jadi dilakukan sesuai dengan prosedur tertulis. Seluruh batch yang sudah terkemas disimpan dengan status karantina selama menunggu pelulusan dari QC. Setiap obat yang statusnya masih karantina, membutuhkan kondisi penyimpanan yang khusus, diberi label yang jelas yang menyatakan syarat penyimpanannya. Pelulusan obat jadi oleh bagian pengawasan mutu adalah produk jadi yang telah memenuhi persyaratan pengawasan mutu dalam semua spesifikasi pengolahan dan pengemasan. Bagian QC juga melakukan penyimpanan obat jadi yang sudah dikemas dalam jumlah yang cukup sebagai contoh pertinggal yang akan digunakan untuk pengujian di masa mendatang. Setelah bagian pengawasan mutu meluluskan suatu batch, obat jadi dipindahkan dari daerah karantina ke gudang obat jadi (GOJ). PENGAWASAN MUTU Laboratorium pengawasan mutu di PT. Sanbe Farma unit II dibagi atas laboratorium kimia dan mikrobiologi. Kedua laboratorium tersebut ditempatkan dalam ruangan yang terpisah dan memiliki alat pengujian masing-masing. Selain itu, ruangan penimbangan, ruangan penyimpanan bahan, dan ruangan instrumen dipisahkan secara tersendiri. Area laboratorium QC dipisahkan dari kegiatan produksi dan pengemasan. Laboratorium QC khusus diletakkan pada unit II lantai III. Terdapat ruangan khusus untuk instrumen, ruang uji disolusi, spektrofotometer, dan ruang insrumen HPLC.

Ruangan dilengkapi dengan penyaluran udara untuk asap, exhaust fan, AC dan terdapat pengendalian udara terpisah untuk masing-masing laboratorium (kecuali laboratorium pengujian potensi). Pada laboratorium kimia terdapat lemari asam yang memiliki sistem penghisap udara tersendiri. Untuk instalasi pipa diberi penandaan yang jelas untuk menghindari kekeliruan. Sampah dan sisa bahan laboratorium QC dibuang pada tempat yang telah disediakan. Bahan beracun dan bahan yang mudah terbakar disimpan pada tempat yang dirancang khusus dan terpisah, zat-zat tersebut berupa asam atau basa yang dinetralkan terlebih dahulu. Setelah itu, QC akan mengirim ke bagian teknik untuk dibuang ke PPLI di Bogor. Personil bagian QC terdiri dari apoteker dan analis yang terdidik dan terlatih serta berpengalaman dibidangnya. Tugas dan wewenang personil diterangkan dalam protap yang disimpan oleh yang bersangkutan. Tiap personil menggunakan pakaian pelindung, kaca mata pelindung, alat pengaman seperti respirator atau masker dan sarung tangan yang tahan asam atau basa yang diperlukan untuk tugasnya. Peralatan serta instrumen laboratorium uji disesuaikan dengan prosedur pengujian. Dibuat protap-protap untuk pengoperasian instrumen dan peralatan serta diletakkan di laci yang berdekatan dengan peralatan yang bersangkutan. Perawatan dan kalibrasi instrumen dan peralatan dilakukan secara rutin dan didokumentasikan, sedangkan verifikasi tetap dilakukan setiap hari sebelum digunakan. Terdapat penandaan yang jelas tentang keadaan instrumen, apakah berfungsi baik atau tidak. Tanggal dan waktu kalibrasi selanjutnya tertera pada instrumen dengan jelas. Alat pengaman dan pembasuh mata diletakkan di tempat kerja yang berfungsi baik, seperti laboratorium kimia diletakkan di dekat lemari asam yang airnya diganti secara periodik. Penerimaan dan pembuatan pereaksi serta media biakan dicatat dalam buku khusus. Pembuatan pereaksi dilakukan di laboratorium berdasarkan petunjuk pembuatan yang tertulis dan setiap pereaksi diberi label yang sesuai seperti konsentrasi, faktor standarisasi, batas waktu penggunaan, tanggal standarisasi ulang, kondisi penyimpanan, tanggal pembuatan, dan tanda tangan petugas pembuat. Media biakan selalu dilakukan kontrol positif dan kontrol negatif untuk membuktikan tidak adanya kesalahan terhadap interpretasi hasil pengujian. Baku pembanding berada dalam tanggung jawab seseorang yang ditunjuk. Baku pembanding disimpan ditempat dingin dan kering, serta digunakan secara tepat, terdapat penandaan yang jelas atau berupa kode untuk menghindari kekeliruan. Baku pembanding primer hanya digunakan untuk tujuan yang diuraikan dalam monograf.

Sedangkan baku sekunder atau baku pembanding kerja, diturunkan dari baku pembanding primer secara periodik dan teratur untuk mengkoreksi adanya penyimpangan selama penyimpanan. Prosedur pengujian yang akan digunakan terlebih dahulu divalidasi dengan memperhatikan fasilitas dan peralatan yang ada. Spesifikasi dan prosedur pengujian untuk setiap bahan awal, produk antara, produk ruahan, dan obat jadi memuat ketentuan dan cara pemeriksaan serta pengujian identitas, kemurnian, kualitas, dan kadar atau potensi. Prosedur pengujian memuat: Jumlah contoh yang diperlukan Banyaknya perekasi yang diperlukan untuk pengujian Alat atau instrumen yang digunakan Rumus perhitungan yang digunakan Range yang diperbolehkan dan referensi yang digunakan sebagai acuan Pengujian dilakukan mengikuti instruksi pada prosedur pengujian untuk masingmasing bahan atau produk dan diperiksa oleh supervisor. Catatan analasis meliputi: Nama dan nomor batch Nama petugas yang mengambil contoh Metode analisis yang digunakan Semua data analisis Perhitungan dalam unit ukuran, rumus yang digunakan, dan range yang diperbolehkan Kesimpulan (diterima atau ditolak) Tanggal dan tanda tangan petugas yang melakukan pengujian Nama pemasok, jumlah keseluruhan, dan jumlah bahan awal yang diterima Jumlah keseluruhan, wadah, bahan baku, bahan pengemas, produk antara, produk ruahan dan obat jadi dari batch yang dianalisis Rujukan pustaka dari mana prosedur pengujian diambil Contoh pertinggal diberi identitas yang jelas, mewakili tiap batch bahan baku yang diterima, dan obat jadi dalam kemasan lengkap, disimpan dalam jangka waktu tertentu (sampai batas waktu kadaluarsa) dengan kondisi yang sesuai dengan label penandaan. Jumlah contoh pertinggal adalah minimal 3 kali jumlah untuk pengujian lengkap. Validasi pada PT. Sanbe Farma dilakukan oleh tim validasi. Validasi yang dilakukan antara lain: Prosedur penetapan kadar, untuk mengetahui ketelitian dan ketepatan metode yang digunakan dalam memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan

Kalibrasi instrumen yang dipakai dalam pengujian, dilakukan secara berkala untuk menjamin bahwa instrumen tersebut memberikan hasil pengukuran dengan presisi dan akurasi yang tinggi. Spesifikasi ditetapkan sendiri oleh pabrik yang telah memenuhi persyaratan yang ada dalam farmakope dan senantiasa direvisi secara rutin. Spesifikasi dibuat dalam bentuk dokumen dan disimpan tersendiri, yang meliputi: Spesifikasi bahan baku Spesifikasi produk antara Spesifikasi produk ruahan Spesifikasi produk jadi Pengambilan contoh dilakukan terhadap sebagian kecil dari batch yang ada. Contoh yang diambil hendaklah mewakili batch yang ada dan berdasarkan prosedur tetap yang telah dibuat. Untuk zat aktif yang harus diukur potensinya, contoh diambil dari tiap wadah, sedangkan untuk bahan lain umumnya mengikuti rumus n + 1. Contoh bahan awal dan produk antara, diambil secara acak mewakili tiap bagian wadah menggunakan peralatan yang sesuai. Sedangkan, untuk obat jadi diambil pada proses awal, tengah, dan akhir. Rencana pengambilan contoh hendaklah mempertimbangkan jumlah yang diterima, sifat bahan (bahan pengemas primer dan cetak), metode produksi dan pengetahuan tentang pelaksanaan sistem pemastian mutu. Pengambilan contoh dilakukan dengan tepat, untuk mencegah kontaminasi silang. Wadah untuk bahan contoh, diberi label yang menunjukkan isi wadah, nomor batch, tanggal pengambilan contoh dan tanda bahwa contoh telah diambil dari wadah tersebut. Pengambilan contoh bahan baku dilakukan pada tempat yang bersih dan sebelum diambil, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan terhadap kemasan awal. Instruksi pengambilan contoh meliputi cara pengambilan contoh, alat yang digunakan, jumlah contoh yang diambil, pembagian contoh sesuai kebutuhan (aseptik atau tidak), kondisi penyimpanan, dan pembersihan. Pengambilan contoh dilakukan sesuai dengan protap. Wadah yang digunakan untuk pengambilan contoh terbuat dari stainless steel atau bahan yang tidak mempengaruhi produk. Untuk mencegah kontaminasi silang, alat pengambilan contoh harus benar-benar bersih dan digunakan sesuai protap. Bahan baku yang akan diuji telah dilengkapi dengan sertifikat analisis dari produsen atau supplier. Bahan pengemas dilihat dari segi fisiknya (dimensi, ukuran, tata letak dan redaksi). Untuk menjamin keseragaman dan keutuhan batch, contoh diambil mewakili setiap batch produk antara dan produk ruahan untuk diuji identitas, kekuatan,

kemurnian, dan kualitasnya. Produk antara dan produk ruahan yang ditolak diberi penandaan dan diawasi dengan sistem karantina. Setiap batch obat jadi dilakukan pengujian terhadap spesifikasi yang ditetapkan. Contoh diambil pada awal, tengah, dan akhir dengan jumlah tertentu (sesuai prosedur tertulis) untuk diuji dan sebagai contoh pertinggal. Contoh yang pengujian dibagi-bagi menurut kebutuhannya untuk dilakukan pengujian seperti penetapan kadar, pH, disolusi, keseragaman unit dosis dan sebagainya. Batch yang tidak memenuhi syarat, diselidiki kesalahannya dan dilakukan pengujian ulang bersama bagian penelitian dan pengembangan. Bila dilakukan pengolahan ulang, maka prosedur tersebut harus diperiksa dan disetujui oleh bagian QC. Uji sterilitas dilakukan terhadap obat jadi produk steril sebagai langkah pengawasan akhir untuk menjamin sterilitas produk. Hal-hal yang perlu diperhatikan: Jumlah wadah yang dipakai untuk uji terhadap bakteri aerob/anaerob dan jamur. Pengambilan contoh secara acak mewakili bagian awal, tengah, dan akhir proses, serta dilakukan secara aseptik. Semua hasil harus didokumentasikan Pengawasan lingkungan dilakukan dengan pemantauan mutu, kimiawi, dan mikrobiologi dari air. Pengujian secara mikrobiologi menggunakan media yang sesuai untuk menghitung jumlah bakteri serta menunjukkan kualitas air. Apabila hasil uji tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, hasil harus dikaji dengan mempertimbangkan faktor instalasi saluran dan filter air. Pencemaran terhadap lingkungan produksi, diperiksa dengan cara swab untuk menguji kebersihan ruangan dan alat, sedangkan untuk udara dilakukan dengan air sampler. Pengujian berkala terhadap lingkungan sekitar untuk mendeteksi adanya bahan obat lain atau partikel asing yang dapat dapat menimbulkan terjadinya kontaminasi silang. Pemantauan berkala juga dilakukan terhadap lingkungan produksi menggunakan settle plate dan dibiarkan minimal 3 jam, sesuai dengan persyaratan CPOB. Pengawasan selama proses dilakukan untuk menjamin keseragaman tiap batch dan keutuhan obat jadi terhadap prosedur tertulis. Prosedur ini dimaksudkan untuk memantau hasil produksi dan melakukan validasi terhadap kemampuan proses produksi. Spesifikasi pengawasan selama proses, dibuat konsisten dengan spesifikasi obat jadi. Spesifikasi dijelaskan dari rata-rata proses yang diterima sebelumnya serta bila mungkin berdasarkan variabilitas proses. Produk selama proses diuji identitas, kualitas, dan kemurnian pada tahapan kritis serta dinyatakan lulus atau ditolak oleh bagian IPC.

Pengawasan pada kemasan diperiksa oleh bagian IPC sebelum kegiatan pengemasan berjalan (kesiapan jalur pengemasan), selama proses berlangsung (diambil contoh pada produk awal, tengah, dan akhir), dan produk akhir yang sudah dikemas. Setiap bahan awal, produk antara, produk ruahan, dan obat jadi telah ditetapkan batas waktu penyimpanannya. Jika obat telah melewati batas waktu tersebut, maka bagian QC akan melakukan pengujian ulang berdasarkan tanggal pengujian ulang (retest date). Jika masih memenuhi syarat maka pada bahan diberi label DILULUSKAN. Selain itu, jika suatu bahan disimpan pada kondisi yang tidak tepat, maka bagian QC juga melakukan pengujian ulang untuk memastikan mutu sediaan apakah masih memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Bagian QC ikut berperan serta dalam pembuatan prosedur pengolahan induk dan proses pengemasan induk. Setiap perubahan dan penyesuaian pada prosedur tersebut harus disetujui terlebih dahulu oleh bagian QC sebelum ditetapkan. Selain itu, juga memberikan persetujuan terhadap setiap prosedur pembersihan dan sanitasi peralatan produksi. Bagian QC memeriksa semua catatan produksi tiap batch obat untuk menentukan apakah proses pengolahan telah memenuhi semua prosedur yang telah ditetapkan. Bagian QC juga melakukan penyelidikan terhadap produk yang tidak memenuhi spesifikasi kemudian dibuat laporan hasil penyelidikan yang sesuai dengan kesimpulan dan tindak lanjut. Untuk mengetahui stabilitas obat jadi, kondisi penyimpanan yang cocok dan tanggal kadaluarsa maka QC menyusun protap untuk pengujian stabilitas obat. Pengujian stabilitas obat meliputi: Jumlah contoh dan jadwal pengujian berdasarkan sifat zat yang diuji Kondisi penyimpanan Metode pengujian yang spesifik, bermakna, dan handal. Pengujian produk dalam kemasan yang sama dengan kemasan produk yang dipasarkan Pada obat jadi untuk rekonstusi, pengujian stabilitas dilakukan sebelum dan sesudah rekonstusi. Penelitian stabilitas dilakukan terhadap produk baru, produk dengan kemasan baru yang berbeda dengan standar yang telah ditetapkan, perubahan formula (metode dan bahan baku), batch yang sifatnya berbeda dengan standar atau batch yang diolah sendiri, dan produk yang beredar. Pada contoh pertinggal obat jadi dilakukan pengamatan lanjut. Bagian QC merancang protap penangan keluhan terhadap obat dan juga bertanggung jawab terhadap keluhan yang datang. Bagian QC bekerja sama dengan

produksi dan pemasaran akan meneliti penyebab keluhan dan mengambil tindakan untuk mengatasi dan mencegah terulangnya keluhan tersebut. Catatan keluhan terhadap obat mencakup : a. Surat keluhan berisi nama sediaan, bentuk sediaan, bentuk kemasan, nomor batch, tempat terjadinya keluhan, nama dan alamat penyampaian keluhan, serta sifat keluhan. b. Hasil penelitian menjelaskan produk yang dikeluhkan (daerah peredaran, kondisi saat beredar, kondisi pemakaian produk, dan sebagainya), contoh pertinggal, catatan pengujian, catatan produksi, kondisi penyimpanan produk yang dikeluhkan, evaluasi hasil penelitian, dan tindak lanjut terhadap keluhan. Catatan ini disimpan dalam jangka waktu tertentu. Bagian QC bersama litbang bertanggung jawab dalam memilih pemasok yang mampu dan dapat dipercaya dalam penyediaan bahan awal. Semua calon pemasok dievaluasi secara berkala sebelum diberi pesanan. Inspeksi selalu dilakukan terhadap kredibilitas pemasok. Inspeksi tersebut dilakukan bersama litbang, bagian produksi, dan bagian pembelian. Selain itu mereka juga menilai kualifikasi pemasok. INSPEKSI DIRI Inspeksi diri bertujuan untuk mengevaluasi apakah semua aspek produksi dan pengawasan mutu memenuhi ketentuan CPOB. Program ini dirancang untuk mendeteksi kelemahan dalam pelaksanaan CPOB dan dilakukan suatu tindakan perbaikan yang diperlukan. Sebelum melakukan inspeksi, tim inspeksi terlebih dahulu membuat daftar periksa inspeksi diri yang menyajikan standar persyaratan minimal dan seragam. Daftar ini berisi pertanyaan mengenai ketentuan CPOB, antara lain: 1. Personalia 2. Bangunan termasuk fasilitas untuk personil 3. Perawatan bangunan dan peralatan 4. Penyimpanan bahan awal, bahan pengemas, dan obat jadi 5. Peralatan 6. Pengolahan dan pengawasan selama proses 7. Pengawasan mutu 8. Dokumentasi 9. Sanitasi dan hygiene 10. Program validasi dan re-validasi 11. Kalibrasi alat atau sistem pengukuran 12. Prosedur penarikan kembali obat jadi 13. Penanganan keluhan 14. Pengawasan label, dan 15. Hasil inspeksi diri sebelumnya dan tindakan perbaikan.

Tim inspeksi diri PT. Sanbe Farma terdiri dari bagian produksi, pengawasan mutu, penelitian dan pengembangan serta bagian teknik. Untuk memperoleh penilaian yang lebih objektif, maka tim inspeksi diri melakukan cross check yaitu tim inspeksi diri dari unit I memeriksa unit II atau III dan sebaliknya. Pada pelaksanaan inspeksi diikutsertakan wakil manajemen pabrik untuk dapat mengambil keputusan langsung di tempat dan mempunyai wewenang untuk memerintahkan perbaikan. Inspeksi diri mencakup semua bagian produksi, pengawasan mutu, teknik, dan gudang. Untuk inspeksi secara menyeluruh, dilakukan minimal sekali setahun. Setelah inspeksi diri selesai dilaksanakan, dibuat laporan inspeksi diri yang mencakup: Hasil inspeksi diri terutama masalah yang memerlukan perhatian khusus. Evaluasi dan kesimpulan Saran tindakan perbaikan masalah yang ditemukan Laporan inspeksi diri ini disampaikan kepada manajer produksi, manajer pengawasan mutu, manajer teknik, dan direktur pabrik. Bila diperlukan tindakan perbaikan terhadap hasil pelaksanaan inspeksi diri, maka setelah perbaikan diperlukan evaluasi kembali untuk menilai apakah perbaikan yang dilakukan, sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. Pada saat inspeksi selanjutnya, hal-hal yang diperbaiki pada inspeksi terdahulu dievaluasi kembali.

PT.Capri Pharmindo

PT. Capri Terletak di Kawasan Industri Cimareme, Padalarang, di Bandung Barat. Pabrik tertutup dalam area situs total 19.785 m2, dengan total luas lahan 5,5 hektar. PT tersebut merupakan pecahan dari PT Sande Farma yang terletak di daerah Bandung juga

Dalam Kolaborasi dengan PT Sanbe Farma Didukung oleh 17 Apoteker, 28 Kimia Analis dan 11 Asisten Apoteker. R & D Formulasi Penelitian: Mengembangkan Formulasi untuk tablet, kapsul, sirup, semisolids dan supositoria. Metode R & D Standardisasi Analisis: Solid & Semipadat Pembangunan Analytical, Liquid Steril & Non Steril Analytical Pembangunan, Pengembangan Kemasan dan Stabilitas Produk Baru Diluncurkan. Memiliki arus Good Manufacturing Practices (cGMP) Sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Untuk Obat & Makanan Pengendalian Republik Indonesia (BPOM RI), GMP WHO dan TGA Australia dan Kerjasama / Scheme (PIC) fasilitas manufaktur compliant Inspeksi Farmasi untuk memproduksi Non-Betalactam dan formulasi Non-Cephalosporin. Kapasitas produksi per tahun : Tablet: 720.000.000 Kapsul: 240.000.000 Botol: 14.400.000 Tabung: 5.000.000 Cuci Mulut (Liter): 40.000 Fitur menonjol Caprifarmindo Toll Manufacturing untuk Pasar Domestik Tol Manufaktur untuk Ekspor Siap menerima Produk oleh Dokter, Rumah Sakit, dll negara lain Disertifikasi oleh HSA (Health Science Authority) Singapura Persetujuan dari berbagai badan pengawas seperti PIC (s), TGA Australia, Inggris, MHRA, US FDA. Caprifarmindo LABORATORIES memiliki 3 jalur produksi: padat memproduksi: Tablet Plain, Effervescent, Coated Tablet, Sustained Dirilis, Kapsul keras Gelatin Liquid memproduksi: Sirup, Suspensi, Cair eksternal Semi Padat memproduksi: Cream, Salep, Gel, supositoria Caprifarmindo memiliki 3 utilitas utama untuk mendukung semua proses produksi : Hot Air dimurnikan Looping Sistem Air ini murni dihasilkan dari Air dimurnikan generasi Unit Osmotron Dasar garis 9.000 liter per jam. Unit pemurnian air dirancang dengan kaki mati penuh disetujui zona bebas melalui inline dekat lingkaran re-sirkulasi. Osmotron feed dihasilkan dimurnikan air ke katup inlet (dua garis aliran) yang terletak di bagian atas tangki penyimpanan PW berkapasitas 10.000 liter.

steam Boiler Sistem ini meliputi 2 unit OMNICAL Steam Boiler dengan kapasitas 3,5 ton untuk setiap unit. Compressed Air Sistem ini meliputi 3 unit Bebas Minyak Compressed Air Atlas Copco. Ini menghasilkan OFDA (Bebas Minyak Air Kering) dengan kapasitas pembangkitan total 1.740 m3/jam. Caprifarmindo ketat mengikuti Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan aspek. Memiliki semua fasilitas untuk menjaga lingkungan yang sehat dan aman. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Instalasi Pengolahan Air Limbah menggunakan sistem biologis dengan kapasitas 250 meter kubik / hari. Penanganan Limbah Padat Debu dikumpulkan dari Dust Collector & HEPA Filter di Main AHU. Semua limbah padat yang berasal dari proses produksi dikirim ke PPLI (Waste Management Indonesia). Inflammable Area Bahan yang mudah terbakar disimpan di daerah terbakar. Daerah ini menggunakan bukti ledakan konstruksi & desain. Menggunakan detektor api, lampu bukti ledakan dan koneksi. Di daerah ini, alkohol disimpan dalam Alkohol Storage Tank dengan kapasitas 20.000 L. fire Protection Sprinkler otomatis digunakan untuk proteksi kebakaran. Kami juga menggunakan hidran dengan 500 Cubic meter laguna dan pompa kebakaran vertikal yang sesuai dengan NFPA (National Fire Protection Association) standar. Genset Untuk memenuhi aspek EHS, genset dengan kapasitas 1.500 kVA dikerahkan dengan peredam dan kedap suara. Untuk memastikan bahan yang digunakan dalam produksi sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, Untuk menjamin proses manufaktur dilakukan sesuai dengan proses divalidasi dan GMP saat ini , Untuk menjamin produk yang dipasarkan yang dirilis berdasarkan spesifikasi yang ditentukan. Spesifikasi yang ditetapkan didasarkan pada kompendium resmi saat ini (USP, EP, BP, JP, IP) dan pedoman resmi lainnya. Fasilitas tersebut adalah: Laboratorium Kimia Dilengkapi dengan Spektrofotometer Serapan Atom, Kromatografi Cair Kinerja Tinggi, Kromatografi Gas, Jumlah Organik Carbon Analyzer, Particle Counter, dll Laboratorium Mikrobiologi

Dilengkapi dengan Endotoksin Meter, Laminar Air Flow Cabinet, Biologi Kabinet Keselamatan, Autoclave dan spektrofotometer. instrumentasi Kamar Saldo Sample Room Dalam Proses Control Room Kamar iklim

VAKSIN DARI HEWAN

Handling telur bahan baku vaksin

Handling telur menggunakan Passbox

Inokulasi menggunakan Inoculating Machine

Memotong kerabang memakai Mesin Deccaper

Memanen Virus memakai mesin Harvest

Check Particle di Ruang Harvest

Mesin Homogenizer RANCANGAN EMILO SCARZI DARI ITALI

STERILISASI & DECONTAMINASI TECHNOLOGY BIOSAFETY

Incinerator 2 chamber

ANIMAL HOUSING

Indoors HVAC Outdoor HVAC

TECHNOLOGY BIOSAFETY

Pengolahan Air untuk Produksi Vaksin

isolasi

TECHNOLOGY BIOSAFETY

Pemanasan Limbah Cair (121 C)

Waste water treatment

PT. Phapros
2.1. Sejarah PT. Phapros

PT. Phapros, Tbk Semarang sebagai salah satu perusahaan farmasi terkemuka yang telah melayani masyarakat dengan memproduksi obat-obatan bermutu. Cikal bakal salah satu perusahaan farmasi yang bertempat di jalan Simongan no. 131 Semarang ini adalah NV Pharmauceutical Processing Industri disingkat menjadi Phapros yang didirikan pada 21 juni 1954 sebagai bagian dari

pengembangan usaha Oei Tiong Ham Concern (OTHC), konglomerat pertama Indonesia yang menguasai bisnis gula dan agro industri. Pada awal pendiriannya, OTHC menguasai 96% saham Phapros. Kemudian dalam perkembangannya hingga awal 1970, kepemilikan saham mengalami perubahan sehingga saham mayoritas Phapros berada di tangan publik, terutama kalangan dokter, apoteker, dan profesional lainnya di bidang kesehatan yang berjumlah 204 orang. Pada awal tahun 1970-an itu, PT RNI hanya menguasai sisa saham Phapros sebesar 36%. Pada 1959, pengelolaan managerial NV Phapros di serahkan kepada NV Imaco, sebuah perusahaan jasa managemen. Selanjutnya pada tahun 1961, ketika seluruh kekayaan OTHC diambilalih Pemerintah dan di ubah bentuk menjadi PT Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nasional (PPEN) Rajawali Nusantara Indonesia- sekarang menjadi PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Phapros ikut mengalami nasionalisasi. Tonggak penting lain perjalanan usaha Phapros terjadi pada 1978 ketika RNI mengalihkan fungsi pemasaran dan distribusi dari Phapros ke PT Rajawali Nusindo yang sebelumnya hanya menangani distribusi. Kemudian pada 1984, ketika dilakukan right issue sehingga dengan pre-emptive right yang di milikinya, RNI berhasil meningkatkan kepemilikan saham di Phapros menjadi 51%. Pada tahun 1997, RNI mengembalikan fungsi pemasaran kepada Phapros dan menjadikan PT Rajawali Nusindo hanya sebagai distributor tunggal produk Phapros. Managemen Phapros yakin bahwa kunci keberhasilan untuk memenangkan persaingan di era globalisasi adalah jaringan bisnis yang kuat, struktur bisnis yang kokoh, dan produk dan jasa yang inovatif. Guna memperkuat jaringan dan struktur bisnis, Perusahaan mempererat kerja sama dengan Rajawali Nusindo yang sebagai distributor, terus memperluas jaringan distribusi dan melakukan upaya intregasi ke hilir guna memperluas outlet. Selain itu, Phapros juga terus berupaya menjalin aliansi strategis dengan mitra internasional pemilik merek dan teknologi. Kunci keberhasilan lain untuk memenangkan persaingan bisnis yang semakin terbuka dan ketat adalah inovasi yang memberikan diverensiasi produk dan jasa. Untuk melakukan fondasi bisnis yang kuat, managemen berupaya menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang baik. Upaya lain yang tak kalah penting, managemen akan terus berupaya membangun kompetensi personel yang profesional melalui program pengembangan sumber daya manusia yang terarah, sehingga mampu membawa phapros memasuki era perdagangan bebas sebagai perusahaan farmasi terkemuka di kawasan Asean. 2.2. Filosofi Logo

Pada tahun 2004, Phapros menguak cakrawala baru. Bertepatan dengan Ulang Tahun Emas, Phapros meluncurkan identitas baru, yang akan mengantarkan Phapros menuju masa depan cerah di paruh kedua satu abad usianya. Logo Phapros yang lebih dinamis ini, menegaskan falsafah bisnis yang telah menjadikan Phapros berkembang dari sebuah pabrik farmasi kecil di daerah menjadi salah satu perusahaan nasional terkemuka, dengan:

Tiga lingkaran mewakili stakeholder utama perusahaan; pelanggan, pemegang saham dan karyawan. Tiga lingkaran ini melambangkan pula betapa Phapros didukung tiga stakeholder tersebut dan keberadaan Phapros adalah untuk meningkatkan nilai ketiganya, guna melaju bersama menyongsong masa depan. Selain itu, ketiga lingkaran yang melayang juga melambangkan benih ide baru, dan bayangan yang ada melambangkan landasan yang kokoh. Kedekatan jarak antar lingkaran melambangkan nilai-nilai kekeluargaan yang menunjukkan karakter kuat yang dimiliki insan Phapros, sejak awal berdirinya sampai jauh ke depan. Warna biru melambangkan inovasi, pertumbuhan, kesungguhan dan kearifan. Gradasi warna merah-kuning melambangkan keberanian dan kedinamisan organisasi Phapros. Penggunaan tipografi yang sederhana melambangkan kejujuran tanpa meninggalkan citra Phapros yang kokoh. Bentuk tulisan miring dan huruf kecil melambangkan organisasi yang modern dan dinamis, yang terus bergerak maju dengan pikiran terbuka, tanpa melupakan harmoni dan keseimbangan. Gabungan antara tipografi dan lingkaran pada huruf "o" melambangkan kesatuan yang erat dalam organisasi.

2.3. Bidang Usaha PT. Phapros Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur obat-obatan dan sampai saat ini PT. Phapros Tbk. telah memproduksi kurang lebih 250 macam produk. Produk - produk yang dihasilkan meliputi produk inovasi sendiri yang dijual bebas, obat generik berlogo, produk PKD (Peningkatan Kesehatan Daerah) dan produk Agromed (Agro Medicine) , selain itu juga memproduksi obat lisensi dari luar negeri seperti Boehringer

Mannheim GmBHm Jerman, American Product USA, Lederle Laboratories Division, Lekk Ljubljana Slovenia, F. Trenka Austria, dan Schwabe Jerman. Beberapa obat yang telah terkenal di masyarakat dan menjadi produk unggulan adalah Antimo, Bio ATP, Becefort, Supralivron, Livron B-Plex, dll sedangkan produk Agromed yaitu produk obat obatan yang memanfaatkan tanaman obat adalah Tensigard, Ocugard, Fitogen, X-gra dan masih banyak lagi.

2.4. Visi dan Misi Visi Perusahaan Menjadi Perusahaan Farmasi terkemuka yang menghasilkan produk inovatif dan jasa kesehatan yang didukung oleh manajemen profesional serta kemitraan strategis guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat Misi Perusahaan Menyediakan produk kesehatan yang terbaik guna memenuhi kebutuhan masyarakat Memberikan imbal hasil kepada pemegang saham sebagai refleksi kinerja perusahaan dan memberikan penghargaan terhadap karyawan yang memberikan kontribusi serta melakukan inovasi

Menjadi perusahaan yang mempunyai tanggung jawab sosial dan ramah lingkungan

Nilai-Nilai Inti Perusahaan "SPIRIT" Strive for Excellence Professional Integrity Respect to Customer Innovative Teamwork

Kunci Utama Kesuksesan Perusahaan PT. Phapros, Tbk Semarang telah menguasai semua kunci sukses sebagai perusahaan farmasi terkemuka: a. b. c. d. e. Sumber daya manusia berkualitas dan berdedikasi. Portofolio produk yang kuat. Kondisi keuangan yang solid. Kemampuan untuk mengembangkan dan memasarkan obat baru. Budaya perusahaan yang dinamis.

2.5. Sumber Daya Manusia A. Human Resource Hingga kini, Phapros yang sejak November 2000 berstatus sebagai perusahaan publik telah memiliki lebih dari 1.000 karyawan, dan sebagian besar diantaranya adalah karyawan tetap. Sebagai penjabaran visi-misi Phapros, strategi pengembangan Sumber Daya Manusia dilakukan berdasarkan pada pengembangan kompetensi karyawan atau Competency Based Organization. Penerapan Competency Based Organization ini ditujukan untuk membentuk faktor-faktor kompentensi skill, knowledge, attitude yang efektif dalam meningkatkan daya saing bisnis Phapros. B. Quality Management System Dengan menerapkan Sistem Management Quality, Phapros berhasil mendapatkan Sertifikat ISO 9001, yang kemudian ditingkatkan menjadi

Sertifikat ISO 9001 versi 2000 pada tahun 2002 dan Sertifikat ISO 14001 pada tahun 2000. C. Riset dan Pengembangan Phapros selalu melakukan pengembangan dan inovasi untuk menyediakan produk dengan kualitas dan performa terbaik di pasar. Pengembangan dilakukan secara terintegrasi dengan sistem yang baik dan teknologi terkini. Didukung oleh personil yang berkompeten yang tetap menjadikan Phapros sebagai salah satu perusahaan farmasi terkemuka. 2.6. Struktur Organisasi Perusahaan Sebagai perusahaan yang berkembang pesat, struktur perusahaan PT. Phapros Tbk., berkembang secara dinamis. Untuk mengakomodasi tuntutan bisnis dan aspek legal, manajemen PT. Phapros Tbk. menggunakan Struktur Organisasi yang disusun berdasarkan kebutuhan internal perusahaan agar bisnis yang dijalankannya dapat lebih fokus dan saling menunjang. Dalam Struktur Organisasi, perusahaan menggabungkan unit-unit bisnis yang mempunyai korelasi ke dalam satu bagian sehingga lebih efisien untuk melayani kebutuhan pelanggan. Berikut ini adalah struktur Organisasi PT. Phapros Tbk. ditunjukkan pada Gambar 3.1. : Tugas dan Wewenang
Direktur Utama

Sekretaris Perusahaan
Direktur Produksi Direktur Keuangan Direktur Pemasaran
Corporate Communication
Marketing Insight

Satuan Pengawasan intern

P4

Engineering

Akuntansi

Teknologi Informasi

MM Ethical (Alpha) MM OGB (Gamma)

Produksi Pengembagan Bisnis Quality Operation Manajemen Risiko Perencanaan & Pengembangan Produk

Keuangan

SDM dan Umum MM OTC

Pengadaan

1. Presiden Direktur

2.

3.

4.

5.

Merencanakan, mengarahkan, mengatur, dan membangun perusahaan untuk mencapai misinya di industri farmasi dengan kesetaraan di antara semua stakeholder. Presiden Direktur juga memberikan visi dan arah dalam membangun dan mengimplementasikan strategi untuk mencapai kebijakan jangka panjang dan jangka pendek PT. Phapros Tbk. Presiden Direktur membawahi beberapa Direktur. Direktur Merencanakan, mengarahkan, mengatur, dan membangun bisnis perusahaan sebagai bagian penting dari keseluruhan bisnis PT. Phapros Tbk.. Sejalan dengan strategi jangka panjang dan jangka pendek PT. Phapros Tbk., direktur juga memberikan visi dan arah selama proses pembangunan, promosi, dan implementasi strategis untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang PT. Phapros Tbk.. Direktur membawahi beberapa Division Manager. Division Manager Bertanggungjawab memberi usulan rencana tahunan, mengembangkan, mengorganisasikan dan mengkoordinasikan aktivitas seluruh divisi bisnis di bawahnya untuk mencapai objektif dari masing-masing fungsi divisi secara efektif, mendukung usaha seluruh divisi lainnya, membina hubungan baik antara perusahaan dan pelanggan, prinsipal di tingkat manajemen puncak, memastikan penyampaian solusi terpadu yang berkualitas pada setiap pelanggan demi tercapainya revenue tahunan, target earning before tax dan dengan rencana strategis dan analisis usaha yang baik untuk menjaga pertumbuhan usaha jangka panjang. Division Manager membawahi beberapa Manager. Manager Bertanggung jawab untuk merencanakan, menyiapkan, mengembangkan masing-masing departemen. Manager juga berkewajiban untuk membangun efektivitas dan efisiensi kerja tim untuk dapat memberikan pelayanan demi tercapainya kepuasan pelanggan baik internal, eksternal dan menunjang fungsi tugas dari departemen yang lain. Selain itu Manager juga bertanggung jawab memberikan bimbingan dan bantuan kepada staf stafnya dalam menjalankan fungsi tugas seharihari. Staff Bertanggung jawab dalam menjalankan tugas-tugas yang ada sesuai dengan fungsi tugas yang ada di departementnya. Staff juga bertanggung jawab dalam memberikan bimbingan dan bantuan kepada rekan satu tim dalam menjalankan fungsi tugas sehari-hari.

2.7. Distribusi Guna memperkuat jaringan dan struktur bisnis, Perusahaan mempererat kerja sama dengan Rajawali Nusindo yang, sebagai distributor, terus memperluas jaringan distribusi dan melakukan upaya integrasi ke hilir guna memperluas outlet. Selain itu,

Phapros juga terus berupaya menjalin aliansi strategis dengan mitra internasional pemilik merk dan teknologi. KOTA Balikpapan ALAMAT & KONTAK PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Jend A Yani Rt 32/37 No. Tlp/Fax: 0542 427972 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Ujung Bate No. 3 No. Tlp.: 0651 42991 No. Fax: 0651 47558 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Soekarno Hatta No. 493 No. Tlp./Fax: 022 7331463 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Manggis No. 321 No. Tlp/Fax: 0511 3261959 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Jend Sudirman No. 1A Batam Center No. Tlp.: 0778 464709 No. Fax: 0778 464711 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Dadali 12/18 No.Tlp.: 0251 313795 No. Fax: 0251357426 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Industri No. 8 No. Tlp.: 021 8903857

Banda Aceh

Bandung

Banjarmasin

Batam

Bogor

Cikarang

Cirebon

PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Sunyaragi No. 6 No. Tlp./Fax: 0231 381839 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Seruni No. 11B No. Tlp/Fax: 0361 227122 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO 1. Kav II Blok 1 No.11 Telp. 021 46828282 Fax. 021 46828283 JAKARTA TIMUR 2. Jl. Srengseng Raya No. 60 No. Tlp/Fax.: 021 5870334 JAKARTA BARAT PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl.Banjarmasin (Nusa Indah) No.58 No. Tlp.: 0741 669404 No. Fax: 0741 60287 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Baru Kelapa Dua Entrop No. Tlp.: 0967 534130 No. Fax: 0967 550850 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Sumatra No. 112 A No. Tlp.: 0331 322122 HP. 0816 65441239 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Laode Hadi/ By Pass No. 7

Denpasar

Jakarta

Jambi

Jayapura

Jember

Kendari

Lampung

PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Way Pisang No. 14 No. Tlp.: 0721 240959 No. Fax: 0721 266206 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Yos Sudarso No. 36 38 No. Tlp.: 0351 461099 No. Fax: 0351 497134 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Wolter Monginsidi No. 54 No. Tlp/Fax: 0411 872780 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Delima No. 7 No. Tlp./Fax: 0341 566086 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Garuda No. 23 No. Tlp./Fax: 0431 844974 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Binjai Km. 5 No. 146 No. Tlp./Fax: 061 865448 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Andalas Baru No. 9 No. Tlp./Fax: 0751 23939 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Rambutan No.2 No. Tlp.: 0711 314448 No. Fax: 0711 314448

Madiun

Makassar

Malang

Manado

Medan

Padang

Palembang

Palu

PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Setia Budi No. 42 No. Tlp.: 0451 427535 No. Fax: 0451 428769 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Melintang No. 81 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Beringin No. 21 Tangkerang Utara No. Tlp./Fax: 076132074 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Jend Urip No. 9 No. Tlp./Fax: 0561 767949 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Piere Tendean No. 20 No.Tlp.: 0281 636907 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. AW Syahrani No. 50 No. Tlp.: 0541 250790 No. Fax: 0541 251739 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Kepodang No. 25 27 No. Tlp./Fax.: 024 564654 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Samratulangi Irian Jaya 48413 No. Tlp: 0951 332127 No. Fax: 0951 332060 PT PHAPROS Tbk

Pangkalpinang

Pekanbaru

Pontianak

Purwokerto

Samarinda

Semarang

Sorong

Surabaya

d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl. Karet No. 74 No. Tlp./Fax: 031 3535163 PT PHAPROS Tbk d/a PT RAJAWALI NUSINDO Jl Lio Baru No.10 Batusari No. Tlp.: 021 5220090 No. Fax. : 021 5534245 Yudi Dwi H.(PT PHAPROS Tbk) d/a Bpk. Suwardi Jl. Salak Gg. Palapa No.14 RT 3 RW 2 Kel. Kraton Hp. 081586056396 PT PHAPROS Tbk d/a PG MADUKISMO No. 21 Padokan Tirtonirmolo Kasihan Bantul No.Tlp./Fax.: 0274 450372

Tangerang

Tegal

Yogyakarta

2.8. Produk Saat ini Phapros telah memproduksi 342 item obat, 313 diantaranya adalah obat hasil pengembangan sendiri (non-lisensi). Seluruh produk yang dihasilkan Phapros berdasarkan pada beberapa prinsip utama, yaitu: Customer Intimacy Phapros menekankan pengenalan pelanggan secara baik sehingga dapat dengan cepat memberikan respon terhadap kebutuhan pelanggan yang spesifik dan khusus. Operational Excellence Phapros selalu berupaya menyediakan produk yang dapat diandalkan dan memberikan service pada harga yang kompetitif bagi pelanggan serta kemudahan untuk mendapatkan produk. Product Leadership tersebut, dikembangkan

Phapros menawarkan produk yang inovatif, baik melalui modifikasi content maupun context, serta memberikan service sebagai nilai tambah kepada pelanggan. Selain itu, penerapan customer intimacy mendorong Phapros untuk tanggap dan cepat memenuhi kebutuhan pelanggan. Innovation and Standardization Phapros mengembangkan kompetensi baru dengan menggali keunggulan komparatif bangsa dalam bidang obat-obatan alami yang telah teruji khasiatnya secara klinis. Produk obat-obatan alami tersebut adalah Agro-medicine atau Agromed. 2.9. Strategi Pemasaran Starategi 1. Meningkatkan produktivitas melalui pemeliharaan, pemupukan dan perbaikan kultur teknis tanaman serta efektivitas pelaksanaan panen. 2. Optimalisasi pengoperasian pabrik 3. Pemakaian biaya secara efektip melalui pengawasan dan evaluasi anggaran secara ketat 4. Penanaman tembakau secara selektif disesuaikan dengan lokasi dan luasan areal yang terbaik 5. Optimalisasi pengolahan dan pembinaan sumber daya manusia 6. Mengelola asset non produktif 7. Melakukan upaya kerjasama operasional dengan pihak investor untuk mempercepat proses rekondisi perusahaan Sasaran korporat Sasaran Perusahaan untuk rencana kerja adalah pencapaian laba sebelum pajak sebesar Rp. 10.488 Hasil / Pencapaian PT Phapros Tbk menargetkan kenaikan pendapatan di 2012 dari 2011 seiring peningkatan konsumsi produk farmasi dan obat, menurut manajemen perusahaan. Phapros menargetkan pendapatan naik 27% menjadi Rp 600 miliar, perusahaan menargetkan pendapatan pada 2012 mencapai Rp 600 miliar, tumbuh dibanding 2011 sebesar Rp 470,67 miliar.16 produk baru perseroan di 2012 relatif sama dengan tahun lalu yang juga merilis 16 produk baru. Perusahaan juga akan mengoptimalisasi 42 cabang untuk memperkuat penetrasi pasar produk baru.Kenaikan penjualan telah mendorong laba bersih Phapros di 2011 tumbuh 5,5% menjadi Rp 64,7 miliar dibanding 2010. Laba bersih perseroan di 2010 tercatat sebesar Rp 61,29 miliar.

2.10. PARTNERSHIP WAKTU NAMA KEGIATAN KETERANGAN KEGIATAN Untuk memperkokoh struktur bisnis, Phapros terus memperkuat hubungan dengan beberapa mitra strategis. Pada tahun ini, Phapros telah mempertahankan aliansi dengan perusahaan mancanegara yang memiliki basis R&D kuat. PERUSAHAAN CF, Boehringer & Soeche GmbH American Cyanamide, Lederle Division Lekj Ljubljana Trenka Schwabe WARF NEGARA ASAL Mannheim, Germany United States of America Slovenia Austria Germany United States of America Germany Turkey SEJAK 1960 1975

1987 1990 1995 1997

Apogepha Bilim Pharmaceutical

2005 2007

PT. Phapros, Tbk Semarang sebagai salah satu perusahaan farmasi terkemuka yang telah melayani masyarakat dengan memproduksi obat-obatan bermutu. Kunci keberhasilan lain untuk memenangkan persaingan bisnis yang semakin terbuka dan ketat adalah inovasi yang memberikan diverensiasi produk dan jasa. Untuk melakukan fondasi bisnis yang kuat, managemen berupaya menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang baik. Upaya lain yang tak kalah penting, managemen akan terus berupaya membangun kompetensi personel yang profesional melalui program pengembangan sumber daya manusia yang terarah, sehingga mampu membawa phapros memasuki era perdagangan bebas sebagai perusahaan farmasi terkemuka di kawasan Asean.

12.00 12.30 14.00 16.00

Ramah tamah Presentasi profil UBAYA Wisata keliling fakultas farmasi UBAYA Perpisahan

Hima Farmasi UBAYA Dekan UBAYA Hima Farmasi UBAYA

UNIVERSITAS SURABAYA (FAKULTAS FARMASI)


DESKRIPSI ISI RAMAH TAMAH Penyambutan rombongan SEKOLAH TONGGI FARMASI BANDUNG oleh HIMA farmasi, rombongan di arahkan ke lantai 4 (aula) untuk pengenalan profil universitas. Wejangan diberikan berupa snack roti dan air serta ballpoint. PRESENTASI PROFIL UBAYA Universitas Surabaya (UBAYA) adalah sebuah universitas swasta di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. UBAYA memiliki tiga kampus: Ngagel, Rungkut, dan Outdoor Campus di Trawas. Universitas ini tercatat sebagai salah satu 50 Promising Indonesian Universities. Universitas merupakan sekolah swasta di indonesia dengan predikat A+, IAI jawa barat pun berada dilingkungan universitas Surabaya Pertanyaan : bagaimana cara Universitas Surabaya bisa mencapai predikat A+? Jawaban : predikat A+ yang kami dapat itu bukan semata-mata usaha kami, namun juga bantuan dari para alumni, karena biar pun mereka sudah lulus, namun kami tidak pernah putus hubungan dengan mereka, sehingga kontribusi dari para alumni sangat kami rasakan, termasuk mendapatkan predikat A+ ini. Lulusan UBAYA merupakan lulusan terbaik yang ada di surabaya, sehingga pada saat lulus kuliah, mereka tidak sulit mendapatkan lapangan pekerjaan. Bahkan sebelum lulus pun banyak perusahaan yang mencari dan menawarkan pekerjaan untuk mereka. Kerjasama universitas dengan berbagai stekholder ditingkatkan terus baik didalam negeri maupun dengan berbagai stekholder diluar negeri, baik pemerintahan maupun swasta. WISATA KELILING FAKULTAS FARMASI UBAYA Laboratorium di UBAYA sangan lengkap, bahkan instrumen di dalamnya pun sangat lengkap untuk analisis. Yang membedakan UBAYA dengan STFB, prosedur penggunaan alat nya di tulis dan berbentuk paper, sehingga pada saat

penggunaan alat kesalahan dalam pengoperasian alat dapat dihindari, dan alatpun dapat awet serta fungsinya tidak berubah, karena ada SOP yang jelas. PERPISAHAN Pada pukul 16.00 wib rombongan kembali pulang untuk melanjutkan perjalanan.