Anda di halaman 1dari 17

1

Hakikat Metode Penelitian


Makalah

disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian

Oleh: Siti Maunah 110210302011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSUAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Hakikat Metode Penelitian dengan baik. Keberhasilan dalam penyusunan makalah ini, tidak terlepas dari bantuan para dosen pembimbing, teman-teman kami dan keterlibatan dari semua pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih. Makalah ini disusun dengan tujuan memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian dan sebagai media untuk lebih mendalami setiap unit yang akan dipelajari dan dibahas dalam mata kuliah ini. Dalam pembuatan gagasan tertulis ini, penulis menyadari bahwa terdapat beberapa kekurangan sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak. Akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat untuk semua pihak.

Jember, 20 November 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i KATA PENGANTAR ...................................................................................... ii DAFTAR ISI .................................................................................................... iii BAB I. PENDAHULUAN ......................................................................... 1 1.1. Latar Belakang ..............................................................................1 1.2. Rumusan Masalah .........................................................................1 1.3. Tujuan.............................................................................................2 BAB 2. PEMBAHASAN ...................................................................................3 2.1 Pengertian Metode ....................................................................... 3 2.2 Pengertian Penelitian ................................................................... 4 2.3 Pengertian Metode Penelitian ..................................................... 6 2.4 Hakikat Metode Penelitian.......................................................... 8 BAB 3. PENUTUP...........................................................................................11 3.1 Kesimpulan ....................................................................................11 3.2 Saran ..............................................................................................11 DAFTAR PUSTAK ..............................................................................

BAB.1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sedikit orang yang memahami makna dari kata hakikat. Kata ini sangat mudah diucapkan akan tetapi banyak orang yang tidak sesuai dalam

menggunakannya, dengan kata lain tidak cocok dengan seharusnya. Akibatnya makna yang dikandungnya jadi kabur, bahkan masuk kedalam konsep yang yang lain. Jadi perlu kiranya untuk memahami pengertian dari hakikat itu sendiri agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunaannya. Hakikat adalah berupa apa yang membuat sesuatu terwujud. Dengan kata lain dapat dirumuskan, hakikat adalah unsur utama yang mengujudkan sesuatu. Hakikat mengacu kepada faktor utama yang lebih fundamental. Faktor utama tersebut wajib ada dan merupakan suatu kepastian. Hakikat selalu ada dalam keadaan sifatnya tidak berubah-rubah. Tanpa faktor utama tersebut sesuatu tidak akan bermakna sebagai wujud yang kita maksudkan. Karena hakekat merupakan faktor utama yang wajib ada, maka esensi-nya itu tidak dapat dipungkiri. Keberadaannya (eksistensi-nya) itu di setiap tempat dan waktu tidak berubah. Dengan kata lain hakikat itu adalah pokok atau inti dari yang ada. Tidak akan pernah ada sebuah atribut jika tidak ada hakikat. Dengan demikian hakikat berbeda dari definisi. Definisi lebih kepada batasan arti dari suatu hal. Namun untuk memahami hakikat suatu hal perlu mengetahui definisinya. Oleh sebab itu dalam makalah ini terlebih dahulu akan di bahas mengenai pengertian dari, metode, penelitian, metode penelitian baru akan membahas mengenai hakikat dari metode penelitian itu sendiri.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, terdapat beberapa Rumusan masalah diantaranya : 1. Apa pengertian dari Metode? 2. Apa pengertian dari Penelitian ?

3. Apa pengertian Metode Penelitian ? 4. Apa Hakikat dari Metode Penelitian ?

1.3 Tujuan Berdasarkan rumusan makalah di atas terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan penulisan makalah ini, diantranya : 1. Untuk mengetahui pengertian dari Metode. 2. Untuk mengetahui pengertian dari Penelitian. 3. Untuk mengetahui pengertianMetode Penelitian. 4. Untuk mengetahui Hakikat dari Metode Penelitian.

BAB 2. PENDAHULUAN

2.1 Pengertian Metode Secara harfiah Metode (method), berarti cara. Metode atau metodik berasal dari bahasa Greeka, metha, (melalui atau melewati), dan hodos (jalan atau cara), jadi metode bisa berarti jalan atau cara yang harus di lalui untuk mencapai tujuan tertentu.Sumber lain memngatakan bahwa Kata metode berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang berarti cara atau menuju suatu jalan. Terdapat beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian metode, antara lain : 1. Basuki (2010 : 92) menyatakan, metode adalah setiap prosedur yang digunakan untuk mencapi tujuan akhir. 2. Narbuko dan Achmadi (2007 : 1) menyatakan, metode adalah cara yang tepat untuk melakukan sesuatu. 3. Pasaribu dan simanjutak (1982) menyatakan, metode adalah cara sistematik yang digunakan untuk mencapai tujuan. 4. Ruslan (2003:24) menyatakan bahwa metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya. 5. Bisno (1969) menyatakan, metode adalah teknik-teknik yg digeneralisasikan dgn baik agar dapat diterima atau digunakan secara sama dalam satu disiplin, praktek, atau bidang disiplin dan praktek. Dengan demikian secara sederhana Metode adalah prosedur atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu yang dilakukan secara sisitematis. Tekhnikdalam sebuah metode adalah cara yang spesifik dalam memecahkan masalah tertentu yang ditemukan dalam melaksanakan prosedur.Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Oleh sebab itu Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami

suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya.

2.2 Pengertian Penelitian Secara etimologi penelitian berasal dari bahasa Inggris research (re berarti kembali, dan search berarti mencari). Sehingga dapat diartikan bahwa penelitian itu adalah mencari kembali.Dikatakan mencari kembali karena sebelumnya sudah ada yang meneliti.Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa researchberasal dari bahasa Perancis recherch. Dalam bahasa Indonesia, padanan kata riset sering digunakan istilah penelitian.Penelitian didefinisikan sebagai: Suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, dan usaha-usaha itu dilakukan dengan metode ilmiah (Hadi, 2001). Menurut kamus Websters New International, penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip ; suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan sesuatu. Menurut pendapat beberapa ahli, penelitian dapat didefinisikan sebagai berikut: 1. Arikunto (2010 : 1) menyatakan, penelitian adalah suatu kegiatan monopoli para ahli. 2. Sulistyo dan Basuki ( 2010 : 20 ) menyatakan, penelitian adalah penyidikan khusus berencana, dan berstruktur terhadappengetahuan. 3. Narbuko dan Achmad ( 2007 : 1 ) menyatakan, penelitian merupakan suatu kegiatan untuk mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya. 4. Azwar ( 2009 : 1 ) menyatakan, peneliian merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatupermasalahan. 5. Sukmadinata ( 2010 : 5 ) menyatakan, penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumlan dan analisis data yangdilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu.

6. Hilway (2007 : 12) menyatakan, penelitian tidak lain dari suatu metode studi studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan hati-hati yang sepurna terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap permasalahan tersebut. 7. Whitney (2007 : 12) menyatakan, disamping untuk memperoleh kebenaran, kerja menyelidik harus pula dilaukan secara sungguh-sungguh dalam waktu yang lama. 8. Parsons (1949) menyatakan, penelitian adalah pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan. 9. John (1949) menyatakan, Penelitian adalah suatu pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antar fakta dan menghasilkan dalil atau hukum. 10. Dewey (1936) menyatakan, penenlitian adalah transformasi yang terkendalikan atau terarah dari situasi yang dikenal dalam kenyataan-kenyataan yang ada padanya dan hubungannya, seperti mngubah unsure dari situasi orisinal menjadi menjadi suatu keseluruhan yang bersatu padu. 11. Kamus besar Bahasa Indonesia (2001) menyatakan, Penelitian adalah: a. Pemeriksaan yang teliti. b. Kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum. Sehubungan dengan definisi penelitian, Gee (1957) memberikan tanggapan sebagai berikut. Dalam berbagai definisi penelitian tergantung cirri tertentu yang lebih kurang bersamaan. Adanya suatu pencarian, penyelidikan atau investigasi terhadap pengetahuan baru, atau sekurang-kurangnya sebuah pengaturan baru atau atau inter pretasi (tafsiran) baru dari pengetahuan yang timbul. Metode yang digunakan bisa saja ilmiah atau tidak tetapi pandangan harus kritis dan prosedur

sempurna, tenaga isa saja signifikan atau tidak.Dalam masalalh aplikasi, maka tampaknya aktivitas lebih bayak tertuju kepada pencarian (search) daripada suatu pencarian kembali (re-search). Jika proses yang terjadi adalah suatu proses yang diperlukan, maka penelitian sebaiknya digunnakan untuk menentukan ruang lingkup dari konsep dan bukan kehendak untu menambah definisi lain terhadap definisi-definisi lain terhadap definisi-definisi yang telah begitu banyak. Dari tanggapan serta definisi-definisi tentang penelitian, maka nyata bahwa penelitian adalah suatu penyelidikan yang terorganisasi. Dengan kata lain penelitian secara umum merupakan proses pengumpulan yang sistematis dan analisis yang logis terhadap informasi atau data dengan tujuan tertentu.Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau non-ilmiah (unscientific method). Tapi jika dilihat dari definisi diatas, penelitian banyak berkaitan dengan pemikiran kritis, rasional, logis (nalar), dan analitis, sehingga akhirnya penggunaan metode ilmiah (scientific method) adalah hal yang jamak dan disepakati umum dalam penelitian. Metode ilmiah juga dinilai lebih bisa diukur, dibuktikan dan dipahami dengan indera manusia.Penelitian yang menggunakan metode ilmiah disebut dengan penelitian ilmiah (scientific research).

2.3. Pengertian Metode Penelitian Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa metode adalah prosedur atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu yang dilakukan secara sisitematis. Sehubungan dengan upaya ilmiah dalam hal ini penelitian metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Dengan demikian Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya. Metode dalam hal ini disebut dengan Metode Ilmiah.Sedangkan penelitian dapat disimpulkan sebagai Suatu

10

usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan atau permasalahan tertentu, dengan tujuan untuk memperoleh kebenaran objektif atas permasalahan tersebut. Maka metode penelitian meruupakan suatu cara untuk menemukan, memecahkan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan atau permasalahan tertentu, dengan tujuan untuk memperoleh kebenaran objektif atas permasalahan tersebut dengan menggunakan metode ilmiah. Pendapat beberapa ahli mengenai pengertian metode ilmiah diantaranya : 1. Nasir ( 1988 : 51) menyatakan, metode penelitian merupakan cara utama yang digunakan peneliti untuk mencapai tujuan dan menentukan jawaban atas masalah yang diajukan. 2. Sugiyono ( 2004 : 1 ) menyatakan, metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 3. Winarno (1994) menyatakan, metode penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan teknik yang teliti dan sistematik. Jika ditinjau dari pendapat para ahli dapat ditarik kesimpulan bahwa metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu atau cara dalam mendapatkan suatu tujuan atau dalam membuktikan suatu kebenaran yang lebih mengarah pada cara ilmiah. Dengan kata lain metode penelitian merupakan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang dikembangkan untuk memperoleh pengetahuan dengan menggunakan prosedur yang reliable dan terpercaya. Prosedur tersebut dikembangkan secara sistematis sebagai suatu rencana untuk menghasilkan data tentang masalah penelitian tertentu.

2.3 Hakikat Metode Penelitian Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan mengenai pengertian metode dan penelitian. Penjelasan kedua hal tersbut diakukan untuk memudahkan pemahaman mengenai hakikat metode penenelitian. Hakikatnya, penelitian

merupakan suatu kegiatan ilmiah yang bertujuan untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu masalah.Pengetahuan yang benar yang dimaksud adalah

11

berupa fakta-fakta, konsep, generalisasi, dan teori, yang harapannya dapat membantu manusia memahami dan dapat mempermudah pemecahan masalah berkaitan dengan fenomena yang diteliti. Dari definisi diatas, ada dua hal yang perlu ditekankan. Pertama, penelitian ilmiah bersifat sistematis dan terkontrol. Kedua, penyelidikan bersifat empiris. Hakikatnya penelitian diartikan sebagai penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis tantang fenomena alami dengan dipandu oleh teori dan hipotesis tentang hubungan yang dikira terdapat antara fenomena itu. Sehingga hakikat penelitian dapat diartikan pula sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data/informasi sebagaimana adanya dan bukan sebagaimana

seharusnya, dengan tujuan dan kegunaan tertentu Berdasarkan tinjauan etimologi Intinya hakekat penelitian adalah mencari kembali.Pembahasan utama dalam penelitian disebut sebagai "masalah

penelitian".Masalah penelitian muncul karena adanya kesenjangan antara yang diharapkan dengan kenyataan yang ada. Kebenaran yang berlaku dalam sebuah penelitian adalah "kebenaran ilmiah". Metode dipandang sebagai prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis. Kaitannya dengan penelitian metode yang dimaksud adalah Metode Ilmiah yaitu suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Dengan demikian maka metode penelitian mengemukakan secara teknis tentang metodemetode yang digunakan dalam suatu penelitian.Metode ini menggunakan langkahlangkah yang sistematis, teratur dan terkontrol. Dengan demikian penelitian berlandaskan kepada Metode Ilmiah Penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang sistematik dan obyektif untuk mengkaji suatu masalah dalam usaha untuk mencapai suatu pengertian mengenai prinsip- prinsipnya yang mendasar dan berlaku umum (teori) mengenai masalah tersebut. Penelitian yang dilakukan, berpedoman pada berbagai informasi (yang terwujud sebagai teori-teori) yang telah dihasilkan dalam penelitian-

penelitianterdahulu, dan tujuanyaadalah untuk menambah atau menyempurnakan

12

teori yang telah ada mengenai masalahyang menjadi sasaran kajian.Penelitian ilmiah dilakukan dengan berlandaskan padametode ilmiah dan mengikuti cara-aara ilmiah yang telah ditentukan serta dilaksanakandengan adanya unsur kesengajaan bukan secara kebetulan dan lebih menggunakanpenalaran atau aplikasi berfikir deduktif dan induktif. Cara ilmiah sendiri menurutSulistyo Basuki (2010) meliputi : 1. Bebas dari sentimen pribadi, obyektif 2. Terbuka, dapat diulang oleh ilmuan lain dengan metode yang sama 3. Rasa ingin tahu 4. Menghargai karya orang lain 5. Mempertahankan kebenaran 6. Kritis 7. Menjangkau ke masa depan Selain itu penelitian ilmiah dikatakan ilmiah jika dalam kegiataanya didasarkanpada karateristik keilmuan yaitu : 1. Rasional yaitu Penyelidikan ilmiah adalah sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penlaranmanusia. 2. Empiris yaitu Menggunakan cara- cara tertentu yang dapat diamati orang lain dengan menggunakanpanca indera manusia. 3. Sistematis yaitu Menggunakan proses dengan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan, yaitu cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan. Cara Ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada cirri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara itu dapat diamati oleh indra manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. (berdasarkan cara yang tidak ilmiah misalnya mencari uang yang hilang,atau provoktor atau tahanan yang

13

melarikan diri melalui paranormal). Sistematis artinya, proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data empires (teramati)yang mempunyai criteria tertentu yaitu valid. Valid menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti. Misalnya dalam masyarakat tertentu terdapat 5000 orang miskin, sementara peneliti melaporkkan jauh di bawah atau diatas 5000 orang miskin, maka derajat validitas hasil penelitian itu rendah. Untuk mendapatkan data yang langsung valid dalam penelitian sering dilakukan, oleh karena itu data yang telah terkumpul sebelum diketahui validitasnya, dapat diuji melalui pengujian reliabilitas dan objektifitas. Pada umumnya kalau data itu reliable dan obyektif, maka terdapat kecenderungan data tersebut akan valid. Data yang valid pasti reliaebel dan objeektif. Reliable berkenaan dengan derajat konsistensi/keajegan data dalam internal waktu tertentu. Misalnya pada hri pertama wawancara, sumber data mengatakan bahwa jumlah karyawan yang berdemonstrasi sebanyak 1000 orang, maka besok atau lusa pun sumber dta tersebut ditanya akan tetap mengatakan bahwa jumlah karyawan yang berdemonstrasi tetap sebanyak 1000 orang. Objektifitas berkenaan dengan interpersonal agreement (kesepakan antar banyak orang). Bila banyak orang yag menyetujui bahwa karyawan yang berdemonstrasi sebanyak 1000 orang, maka data tersebut adalah data yang objektif. Data yang relibel belum tentu valid, misalnya setiap hari seseorang karyawan perusahaan pulang malam dengan alasan ada rapat, padahal kenyataannya tidak ada rapat. Hal ini diucapkan secara konsisten tetapi berbohong, sehingga data tersebut terlihat reliable (konsisten) tetapi tidak valid. Data yang objektif juga belum tentu valid, misalnya 99% dari sekelompok orang menyatakan bahwa si A adalah pencuri, dan 1% menyatakan bahwa bukan pencuri. Padahal yang benar, justru yang 1% yang menyatakan bahwa A adalah bukan pencuri. Pernyataan keompok tersebut terlihat objektif tetapi tidak valid.

14

Setiap penelitian memiliki tujuan dan kegunaan tertentu. Secara umum tujuan penelitian ada tiga macam yaitu bersifat penemuan, pembuktian, dan pengembangan. Penemuan berarti data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang benar-benar baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Pembuktian berarti data yang diperoleh itu digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu, dan pengembanagan berate memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada. Penelitian yang berifat penemuan, misalnya menemukan cara yang paling efektif untuk membrantas korupsi, penelitian yang bersifat membuktikan misalnya, membuktikan pakah itu betul insentif dapat meningkatkan prestasi kerja di unit tertentu atau tidak. Selanjutnya penelitian yang bersifat mengembangkan misalnya mengembangkan system pemberdayaaan masyarakat yang efektif. Melalui penelitian manusia dapat menggunakan hasilnya. Secara umum data yang telah diperoleh dari penelitian dapa digunakan untuk memahami memecahkan dan mengantisipasi masalah. Memahami berarti memperjelas suatu masalah atau informai yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu, memecahkan berarti meminimilkan atau menghilangkan masalah, dan mengantisipasi berarti

mengupayakan agar masalah tidak terjadi. Penelitian yang digunakan untuk memahami masalah misalnya, penelitian tentang sebab jatuhnya pesawat terbang atau sebab-sebab membudayakan korupsi di Indonesia, penelitian yang bersifat memecahkan masalah misalnya, penelitian untuk mencari cara efektif untuk membrantas korupsi di Indonesia, dan penelitian yan bersifat antisipasi masalah misalnya, penelitian utuk mencari cara agar korupsi tidak terjadi pada pemerintan baru. Kesimpulannya Metode Penelitian sebuah cara ilmiah yang sistematis Rasional dan empiris untuk mencari kebenaran yang objekktif atas suatu permasalaha yaitu masalah penelitian dan kebenarannya adalah kebenaran ilmiah serta dilakukan secara sengaja berpedoman pada berbagai informasi (yang terwujud sebagai teoriteori) yang telah dihasilkan dalam penelitian-penelitian terdahulu, dan tujuanya

15

adalah untuk menambah atau menyempurnakan teori yang telah ada mengenai masalah yang menjadi sasaran kajian. Jadi metode penelitian pada hakikatnya adalah Kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu masalah dan melingkupi empat kata kunci yang perlu diperhatikan, yaitu cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan.

16

BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan Ditinjau secara etimologi dan pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa metode merupakan prosedur atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu yang dilakukan secara sisitematis. Dari tanggapan serta definisi-definisi tentang penelitian, maka nyata bahwa penelitian adalah suatu penyelidikan yang terorganisasi. Dengan kata lain penelitian secara umum merupakan proses pengumpulan yang sistematis dan analisis yang logis terhadap informasi atau data dengan tujuan tertentu. Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau non-ilmiah (unscientific method). Maka metode penelitian meruupakan suatu cara untuk menemukan, memecahkan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan atau permasalahan tertentu, dengan tujuan untuk memperoleh kebenaran objektif atas permasalahan tersebut dengan menggunakan metode ilmiah. Jadi metode penelitian pada hakikatnya adalah Kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu masalah dan melingkupi empat kata kunci yang perlu diperhatikan, yaitu cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan.

3.2 Saran Sebagai seorang mahasiswa sebaiknya harus memahami dan mengerti dalam ilmu metodologi penelitian, khususnya dalam mengetahui hakikat dari pada penelitian, metode ilmiah, metode peneliitian dan istilah yang lain agar dalam penyususnan skripsi maupun tesis tidak banyak terdapat kendala.

17

DAFTAR PUSTAKA

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R & D. Bandung : CV. Alfabeta. Nazir, Moh. 2007. Metode Penelitiran. Jakarta : Ghalia Indonesia. Hadjar, Ibnu. 1996. Dasar-Dasar Metedologi Penelitian Kwantitatif dalam Pendidikan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Margono, S. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT. Rineka Cipta. Yousda, I. Amirman dan Arifin Zainal. 1993. Penelitian dan Statistik Pendidikan. Jakarta : Bumi Askara. Sujana, Nana dan Ibrahim. Peneliitian dan Penilaian Pendidikan.Bandung : Sinar Baru. Sukardi. 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta :PT. Bumi Aksa Sururi, Ridwan. 2013. Hakikat Penelitian, Metode Ilmiah dan Paradigma Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. http://ridwan-sururi.blogspot.com/2013/04/makalahhakikat-penelitian-metode.html. [10 September 2013]. Burhanudin, Afid. 2013. Pengertian dan Hakikat Metode Ilmiah. http://afidburhanuddin.files.wordpress.com/2012/05/pengertian-dan-hakikatmetode-ilmiah_widiati-fadila_sudah-ok.pdf. [ 10 September 1013] Taufik Ahmad. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian. 2009. http://vivixtopz.files.wordpress.com/2009/01/metodologi-penelitian-pipix.pdf.[ 11 September 2013] Wesly, Candra. Pengertian dan Definisi Metode Menurut Beberapa Ahli. 2012 http://candrawesly.blogspot.com/2012/04/pengertian-dan-definisi-metodemenurut.html. [25 september 2013]