Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN Atelektasis yaitu suatu keadaan paru atau sebagian paru yang mengalami hambatan berkembang secara sempurna sehingga aerasi paru berkurang atau sama sekali tidak berisi udara. Atelektasis biasanya disebabkan oleh karena adanya sumbatan, baik intra pulmoner maupun ekstrapulmoner. Sumbatan intra pulmoner yang sering adalah adanya benda asing, tumor bronkus dan sekresi cairan yang massif. Tuberkulosis masih merupakan problem kesehatan masyarakat terutama di negaranegara yang sedang berkembang. Di Indonesia berdasarkan survai Departemen Kesehatan tahun !"#, penyakit ini masih tergolong $ besar. Selan%utnya diketahui %uga bah&a '() penderita tuberkolosis paru berasal dari golongan ker%a produktif *umur (+# tahun, dan golongan ekonomi lemah. * , Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh -ycobacterium tuberculosis. Tempat masuknya kuman -ycobacterium tuberculosis dapat melalui %alan pernapasan, %alur pencernaan dan luka terbuka pada kulit. Kebanyakan infeksi tuberkulosis ter%adi melalui udara.
*.,

/aktor yang menentukan ter%adinya penyakit

tergantung pada virulensi, %umlah kuman, frekuensi infeksi, keadaan umum dan status gi0i penderita serta daya tahan tubuh. *1, Keluhan yang dirasakan penderita tuberkolosis bermacam-macam, antara lain demam subfebril, batuk, sesak nafas, nyeri dada, malaise, keringat malam hari dan penurunan berat badan. 2ada pemeriksaan fisik sering tidak didapatkan kelainan apapun. 2ada tuberkulosis paru lan%ut dengan fibrosis paru yang luas sering ditemukan atrofi dan retraksi otot-otot intercostal. 2ada pemeriksaan radiologis terutama pada tuberkolosis anak diagnosis melalui pemeriksaan radiologis dada sangat bermanfaat sebab pada pemeriksaan spulum hampir selalu negatif. 2emeriksaan radiologis sa%a tidak cukup untuk membuktikan tuberkulosis paru pada orang de&asa, harus dengan ge%ala klinik, pemeriksaan sputum3biopsi, baru pemeriksaan radiologis untuk melihat penyebaran dan lesi tuberkolosis. *$,

Tuberkulosis dapat menyebabkan komplikasi, dapat lokal dan sistemik baik secara limfogen
*(,

maupun

hematogen,

berupa

tuberkulosis

milier,

meningitis

tuberkulosis, bronkogenik, pleuritis, pericarditis, tuberkulosis pada tulang *spondilitis tuberkulosis,. 2enyakit tuberkulosis dapat sembuh dengan sempurna atau dapat sembuh dengan se4uelle. Angka kematian #-(#) tergantung virulensi, %umlah kuman, hebatnya infeksi dan stadium penyakit. *(,

..

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. ATELEKTASIS A.1 DEFINISI Atelektasis adalah suatu keadaan paru atau sebagian paru yang mengalami hambatan berkembang secara sempurna sehingga aerasi paru berkurang atau sama sekali tidak berisi udara. 2ada pustaka lain menyebutkan bah&a atelektasis merupakan pengkerutan sebagian atau seluruh paru-paru akibat penyumbatan saluran udara *bronkus maupun bronkiolus, atau akibat pernafasan yang sangat dangkal.

A.2 PENYEBAB 5iasanya atelektasis merupakan akibat suatu kelainan paru yang dapat disebabakan6 . 5ronkus tersumbat, penyumbatan bisa berasal dari dalam bronkus *tumor bronkus, benda asing, cairan sekresi yang massif, dan penyumbatan bronkus akibat penekanan dari luar bronkus *tumor sekitar bronkus, kelen%ar membesar, .. Tekanan ekstra pulmoner. 5iasanya diakibatkan oleh penumothoraks, cairan pleura, peninggian diafragma, herniasi alat perut ke dalam rongga toraks, tumor mediastinum. 1. 2aralisis atau paresis gerak pernafasan, akan menyebabkan perkembangan paru yang tidak sempurna, misalnya pada kasus poliomielitis dan kelainan neurologik lainnya. 7erak nafas yang terganggu akan mempengaruhi kelancaran pengeluaran sekret bronkus dan ini akan menyebabkan penyumbatan bronkus yang berakhir dengan memperberat keadaan atelektasis. $. 8ambatan gerak pernafasan oleh kelainan pleura atau trauma thoraks yang menahan rasa sakit. Keadaan ini %uga akan menghambat pengeluaran sekret bronkus yang dapat memperhebat ter%adinya atelektasis.

..

A.3 GEJALA 7e%alanya atelektasis dapat berupa6 gangguan pernafasan, nyeri dada dan batuk. 9ika disertai infeksi, bisa ter%adi demam dan peningkatan denyut %antung, kadangkadang sampai ter%adi syok A.4 DIAGNOSIS :ntuk menegakkan diagnosis, maka kita harus mengenal dan membuktikan dengan pemeriksaan-pemeriksaan, meliputi 6 anamnesis pemeriksaan fisik pemeriksaan radiologis. Dapat ditemukan ge%ala berupa6 gangguan pernafasan, nyeri dada dan batuk. 9ika disertai infeksi, bisa ter%adi demam dan peningkatan denyut %antung, kadang-kadang sampai ter%adi syok A.$.. 2emeriksaan /isik 2ada inspeksi dapat ditemukan hemithoraks yang asimetris. Dapat ditemukan &ee0ing atau ronki pada saat dilakukan auskultasi. A.$.1 2emeriksaan ;adiologis Sebagai dasar gambarna radiologik pada atelektasis adalah pengurangan volume bagian paru baik lobaris, segmental, atau seluruh paru, dengan akibat kurangnya aerasi sehingga memberi bayangan lebih suram *densitas tinggi, dengan penarikan mediastinum ke arah atelektasis, sedangkan diafragma tertarik ke atas dan sela iga menyempit. Dengan adanya atelektasis, maka bagian paru sekitarnya mengalami suatu emfisema kompensasi yang kadang-kadang begitu hebatnya, sehingga ter%adi herniasi hemithoraks yang sehat ke arah hemithoraks yang atelektasis.

A.$.. Anamnesis

..

A.5 PENGOBATAN Tu%uan pengobatan adalah mengeluarkan dahak dari paru-paru dan kembali mengembangkan %aringan paru yang terkena. Tindakan yang biasa dilakukan6 < 5erbaring pada sisi paru-paru yang sehat sehingga paru-paru yang terkena kembali bisa mengembang < -enghilangkan penyumbatan, baik melalui bronkoskopi maupun prosedur lainnya < =atihan menarik nafas dalam *spirometri insentif, < 2erkusi *menepuk-nepuk, dada untuk mengencerkan dahak < 2ostural drainase < Antibiotik diberikan untuk semua infeksi < 2engobatan tumor atau keadaan lainnya. < 2ada kasus tertentu, %ika infeksinya bersifat menetap atau berulang, menyulitkan atau menyebabkan perdarahan, maka biasanya bagian paru-paru yang terkena mungkin perlu diangkat Setelah penyumbatan dihilangkan, secara bertahap biasanya paru-paru yang mengempis akan kembali mengembang, dengan atau tanpa pembentukan %aringan parut ataupun kerusakan lainnya. B. TUBERKULOSIS PARU B.1 DEFINISI Tuberculosis merupakan suatu infeksi kronik %aringan paru yang disebabkan oleh kuman -ycobacterium tuberculosis * ,.,1,$,(,+,', . -ycobacterium tuberculosis merupakan kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru atau di berbagai organ tubuh lainnya yang mempunyai tekanan parsial oksigen yang tinggi. Kuman ini %uga mempunyai kandungan lemak yang tinggi pada membran selnya sehingga men%adikan bakteri ini tahan asam dan petumbuhan kumannya berlangsung secara lambat 5akteri ini mudah mati pada air mendidih dan tidak tahan terhadap ultraviolet, karena itu penularannya terutama ter%adi pada malam hari *1,$, .

..

B.2 EPIDEMIOLOGI Infeksi ter%adi setelah menghirup droplet infeksius yang mengandung mikobakterium tuberkulosis >8? memperkirakan Amerika =atin. Tuberculosis paru ditularkan melalui * ,.,6 le&at kontak person le&at droplet infection anak, de&asa, orang tua lingkungan kumuh, kurang ventilasi, padat dan banyak penderita T5 aktif menderita penyakit lain menderita penyakit paru kronik. -asuknya basil tuberkulosis dalam tubuh tidak selalu menimbulkan penyakit. Ter%adinya infeksi dipengaruhi oleh virulensi, %umlah basil tuberkulosis, frekuensi infeksi, serta daya tahan tubuh manusia termasuk keadaan umum dan status gi0i. *1,', 2enularan biasanya melalui udara, yaitu dengan inhalasi Adroplet nucleusB yang mengandung basil Mycobacterium tuberculosis dengan ukuran kecil C ( mikron yang dapat masuk ke dalam %aringan paru melalui saluran nafas sampai alveoli. A Dropet nucleus dapat mele&ati atau menembus sistem mukosilier saluran nafas kemudian mencapai dan bersarang di bronkiolus dan alveolus. Karena didalam tubuh belum ada kekebalan a&al, %umlah dan virulensi kuman yang tinggi dapat memungkinkan basil T5 tersebut berkembang biak dan menyebar melalui saluran limfe dan aliran darah. 5asil T5 yang menyebar melalui saluran limfe dan aliran darah. 5asil T5 yang menyebar melalui saluran limfe mencapai kelen%ar limfe regional, sedangkan yang melalui aliran darah akan mencapai berbagai organ tubuh terutama di organ paru-paru.*$, Di paru-paru, basil yang berkembang biak menimbulkan suatu daerah radang yang disebut fokus primer dari 7ohn. 5asil akan men%alar melalui kelen%ar limfe dan ter%adi limfangitis dan basil akan menu%u ke kelen%ar limfe regional. 2ada lobus atas 31 populasi dunia, . milyar penduduk terinfeksi. Angka ke%adian tertinggi di Asia Tenggara, @ina, India, Afrika, dan

/aktor resiko ter%angkit T5 * ,.,6

B.3 PATOGENESIS

..

paru, basil akan menu%u ke kelen%ar limfe para trakeal, sedangkan pada lobus ba&ah menu%u ke kelen%ar limfe leher. *1,', Selama infeksi primer basil T5 bersarang di kelen%ar limfe hilus dan mediastinum, dapat %uga ke kelen%ar limfe lainnya. Infeksi di kelen%ar tersebut dapat langsung berkembang men%adi T5 aktif, dapat aktif beberapa tahun kemudian atau tidak pernah men%adi aktif sama sekali. =esi permulaan di kelen%ar limfe regional ini disebut kompleks primer. *(, #, Kompleks primer ter%adi + - " minggu setelah infeksi, bersamaan dengan terbentuknya komplek primer ter%adi hipersensitivitas terhadap tuberkuloprotein yang dapat dilihat dengan tes tuberkulin. *+,!, a. Tuberkulosis primer Tuberkulosis primer dan perluasan yang timbul akibat kompleks primer. Kompleks primer ini selan%utnya dapat men%adi *1, 6 . sembuh tanpa meninggalkan cacat .. sembuh dengan cacat 1. menimbulkan komplikasi dan menyebar secara percontinuatum, bronkogen dan limfogen. Kuman-kuman dapat menu%u pleura yang dapat menyebabkan =ymphocytic serous efusion . 2roses penyembuhan tergantung kondisi pertahanan tubuh penderita. Kapsul fibrosis melapisi lesi dan Kalsium disimpan dalam %aringan kaseosa. Infeksi dapat menyebar ke dalam paru lainnya secara masif dan akut men%adi Tuberculosis bronchopneumonia melalui kavitas. Kavitas yang pecah sampai pleura menyebabkan 2neumothoraD, efusi pleura dan empyema kaseosa *", . Patof ! o"o# TB $% &'% . 2ada umumnya infeksi ter%adi perinhalasi, tapi dapat %uga per oral, sehingga infeksi dapat ter%adi pada parenkim paru atau pada saluran nafas *endobronchial T5 ,. .. 5ila infeksi mengenai parenkim paru 6 lesi eksudatif dengan lokasi subpleural dekat hilus 3 lobus inferior, disebut %uga fokus primer dari 7hon.

..

'

1. /okus 7hon menyebar secara limfatik ke kelen%ar limfe regional di hilus homolateral. $. Kombinasi fokus primer 7hon E perbesaran kelen%ar hilus E peradangan saluran limfe disebut 6 Kompleks primer ;anke. Tergantung imunitas tubuh, kompleks ranke dapat sembuh sempurna atau tinggalkan fibrosis 3 kalsifikasi atau sepsis T5 dengan manifestasi T5 milier. b.Tuberkulosis sekunder Tuberkulosis reinfeksi *endogen3eksogen karena daya tahan turun, atau %enis tuberkulosis de&asa. Tuberculosis pasca primer dimulai dengan sarang dini yang berlokasi di regio atas paru *apical posterior lobus inferior atau superior,. Sarang ini %uga mula-mula berbentuk sarang pneumonia kecil * , . Patof ! o"o# TB !'()*+'% . Kompleks primer ranke yang tidak aktif pada orang de&asa dapat alami reinfeksi bersumber pada infeksi endogen E eksogen. .. ;e-infeksi tersebut menimbulkan lesi eksudatif yang baru serta mengambil lokasi di apek atau sub apical. 1. =esi eksudatif ini dapat berlan%ut dengan fibrosis, fibrokaseasi dan kaseasi dengan ulserasi. $. Daerah yang alami ulserasi selan%utnya ter%adi kavitasi dan dapat menimbulkan penyebaran hematogen kedalam bronkus * penyebaran bronkogen,. (. 5ila infeksi menyerang bronkus, infeksi dapat berlan%ut men%adi bronchitis T5 dengan fibrosis, bila fibrosisnya hebat akan timbukan atelektasis atau emfisema obstruksi. +. Infeksi bisa ber%alan menu%u parenkim paru, bahkan ke kranial menimbulkan laringitis T5. '. Tergantung imunitas dan pengobatan, 5ronkitis T5 dapat alami kaseasi dengan encapsulated dan bersifat inaktif atau mengadakan penetrasi timbulakan mediastinitis bahkan menyebar keluar cavum thoraD melalui pembuluh limfe atau pembuluh darah mengakibatkan penyebaran milier atau fokus lain ekstra torakal. berkembang dan menyebar timbulkan

..

"

Dalam 1 - # minggu sarang ini men%adi tuberkel yaitu suatu granuloma yang terdiri dari sel-sel histiosit dan sel datia langhans yang dikelilingi oleh sel-sel limfosit dan %aringan ikat * , . Sarang ini akan men%adi 6 . diresorbsi kembali dan sembuh tanpa cacat .. sembuh dengan %aringan fibrosis 1. berkembang men%adi kavitas sklerotik, yag dapat berlan%ut men%adi 6 meluas dan menimbulkan sarang pneumonia baru memadat dan membungkus diri men%adi tuberkuloma bersih dan menyembuh disebut open healed cavity, dapat %uga men%adi stellate shaped Secara keseluruhan akan terdapat 1 macam sarang, yaitu 6 . sarang yang sembuh .. sarang aktif eksudatif 1. sarang yang berada antara aktif dan sembuh Tuberculosis paru dibagi atas beberapa fase patologis 6 . ;eaksi eksudatif *reaksi a&al, ditun%ukkan dalam bulan pertama, .. Fekrosis kaseosa *setelah .- # minggu dengan dimulai reaksi hipersensitivitas, 1. 8yalinisasi yang merupakan invasi dari fibroblas *pembentukan granuloma -1 minggu, $. Kalsifikasi 3 ossifikasi (. 5entuk destruktif kronis #) *kurang dari lumbal atas *', . B.5 DIAGNOSIS :ntuk menegakkan diagnosis, maka kita harus mengenal dan membuktikan dengan pemeriksaan-pemeriksaan, meliputi 6 anamnesis pemeriksaan fisik tahun, 2enyebaran 6 noduli limpatisi regional, hematogen, pleura, pericardium, vertebra

..

5.(.

pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologis. 7e%ala dan tanda

a. 7e%ala umum < 5erat badan turun tanpa sebab yang %elas atau tidak naik dalam satu bulan dengan penanganan gi0i. < Fafsu makan tidak ada *anoreDia, , dengan penurunan berat badan. < Demam lama atau berulang tanpa sebab yang %elas, dapat disertai keringat malam. < 2embesaran kelen%ar limfe superfisialis yang tidak sakit. < 7e%ala respiratorik seperti batuk yang lama lebih dari tiga bulan atau tanda cairan di dada, nyeri dada. < 7e%ala gastrointestinal seperti diare persisten yang tidak sembuh dengan pengobatan diare atau ben%olan3massa di abdomen atau tanda-tanda cairan dalam abdomen. b. 7e%ala spesifik < Tuberkulosis kulit atau sklofuroderma. < Tuberkulosis tulang dan sendi misalnya gibbus, coDitis < Tuberkulosis otak atau syaraf, dengan ge%ala iritabel, kaku kuduk, muntahmuntah dan kesadaran menurun. < 7e%ala mata misalnya con%ungtivitis phlyctenularis *mata gatal dan merah,, tuberkel koroid. < Tuberkulosis organ - organ lainnya. 5.(.. 2emeriksaan /isik 2ada pemeriksaan fisik, sering tidak menun%ukkan suatu kelainan, terutama pada kasus yang dini atau yang terinfiltrasi secara asiptomatik. Tempat yang paling dicurigai adalah bagian apeks paru. 5ila dicurigai adanya infiltrat yang luas, didapatkan perkusi yang redup dan auskultasi suara bronchial. Akan didapatkan %uga suara nafas tambahan berupa ronchi basah dan nyaring. Tetapi bila infiltrat diliputi oleh penebalan pleura, suara nafas akan men%adi vesikuler melemah.

..

5ila ter%adi kavitas yang cukup besar, perkusi men%adi hipersonor atau timpani dan auskultasi memberikan suara amorfik * ,., . 5.(.1 2emeriksaan =aboratorium 2emeriksaan laboratorium yang diperlukan adalah 6 . Darah 6 < =GD meningkat saat aktif, menurun saat regresi3menyembuh. < Serologis yang dipakai adalah reaksi Takahashi *aktif atau tidak,. .. Sputum 5ila dari sputum ditemukan 5TA, diagnosis dapat dipastikan. Kriterianya adalah sekurang-kurangnya 1 kuman 3sediaan, atau dalam ml sputum diperlukan (### kuman untuk menyatakan positif. Dengan cara ini 1#-'#) penderita T5 positif terdeteksi secara bakteriologis. 2e&arnaan dapat dilakukan degan cara Tan Thiam 8ok *modifikasi Kinyoun 7ibbet,. 5iakan dapat mengatakan positif bila ditemukan (#- ## kuman 3ml sputum, %adi kepekaannya lebih tinggi dari mikroskopik. Sputum dibiakkan dalam medium =o&enstein-9ensen. 2ada minggu ke $-+ akan tampak koloni dari -. tuberculosis, dan bila dalam " minggu tidak tumbuh, dinyatakan negatif. 5ila dalam proses pengambilan, transportasi, dan pengeraman ada gangguan, dapat ter%adi fenomena dead bacilli atau non culturable bacilli. 5ahan lain yang dapat diambil adalah bilasan lambung, cairan bronkus, %aringan paru, pleura, %aringan kelen%ar, =@S, urin, dan %uga feses * ,.,1,$, . 1 :%i Tuberculin :%i tuberculin diker%akan dengan cara -antouD, suntikan intrakutan di permukaan voler lengan ba&ah sebanyak #, ml memakai semprit -antouD khusus dengan %arum no. .+ - .'. 2embacaan $" - '. %am setelah penyuntikan. 2emeriksaan ini dipakai untuk anak-anak, dan untuk orang Indonesia de&asa kegunaannya kurang berarti karena tingkat indeks tuberculin yang tinggi. A.(.$ 2emeriksaan radiologis 2ada saat ini pemeriksaan radiologis dada merupakan cara praktis untuk menemukan lesi tuberculosis.

..

=okasi lesi tuberculosis umumnya di daerah apeks paru *segmen apical lobus atas atau segmen apical lobus ba&ah,. Tapi dapat %uga mengenai lobus ba&ah *bagian inferior, atau daerah hilus menyerupai tumor paru *misalnya pada tuberculosis endobronkial, *(,+, . 2ada a&al penyakit di mana lesi masih merupakan sarang-sarang pneumonia gambaran radiologis berupa bercak-bercak seperti a&an dengan batas yang tidak tegas yang kadang superposisi dengan bayangan klavikula dan costa. -embandingkan densitas paru kanan dan kiri dapat menolong atau memper%elas. 5ila telah berlan%ut, bercak-bercak a&an men%adi lebih padat dan batasnya men%adi lebih tegas. 5ila lesi telah diliputi %aringan ikat dan terlihat bayangan berupa bulatan dengan batas yang tegas. =esi ini dikenal sebagai tuberkuloma. =etak tuberkuloma "() di segmen apical dan posterior dari lobus atas, #) segmen superior lobus ba&ah, () gabungan dari segmen posterior dan anterior lobus atas *', . 2ada kavitas bayangan berupa cincin yan mula-mula berdinding tipis, lama kelamaan men%adi sklerotik dan dinding terlihat menebal. 5ila ter%adi fibrosis terlihat bayangan yang bergaris-garis. 2ada kalsifikasi bayangan tampak sebagai bercak-bercak padat dengan densitas tinggi. 2ada atelektasis terlihat seperti fibrosis luas disertai penciutan yang dapat ter%adi pada sebagian atau satu lobus maupun pada satu bagian paru *(,+, . 7ambaran tuberculosis milier berupa bercak-bercak halus yang pada umumnya tersebar merata pada seluruh lapangan paru. 7ambaran radiologis yang sering menyetai tuberculosis paru adalah penebalan pleura *pleuritis,, massa cairan di bagian ba&ah paru *efusi pleura3empiema,, bayangan radiolusen avaskuler di pinggir paru atau pleura *pneumothoraD,. 2ada satu foto dada sering didapatkan bermacam-macam bayangan sekaligus *pada satu tuberculosis yang sudah lan%ut, seperti infiltrat H garis-garis fibrotik H kalsifikasi H kavitas *non sklerotik3sklerotik, maupun atelektasis dan emfisema *+, . 2erbedaan radiogis pada tuberkulosis primer dan pasca primer adalah 6 Inaktif P% &'% 7ambaran Pa!,a$% &'% radiografi 7ambaran radiografi

..

normal

dengan

%aringan normal

dengan *Ipada

%aringan tempat

parut *ter%adi dimana sa%a, parut

H kalsifikasi sekuel *nodus, tertentu H kalsifikasi sekuel Aktif paru-paru, *paru-paru, nodus, pleura, Konsolidasi *ter%adi dimana Konsolidasi *Ipada tempat sa%a Adenopati H sekuel Gfusi *pleura, perikardial, Tuberkulosis milier =ain-lain *seperti tulang, Aktifitas yang tidak bisa Tuberkuloma ditentukan tertentu,,kavitas*Ipada tempat tertentu =esi endobronkial H sekuel Gfusi *pleura, kardial, Tuberkulosis milier =ain-lain *seperti tulang, Tuberkuloma

B.- DIAGNOSIS BANDING . 5roncopneumonia 7ambaran radiologinya sangat bervariasi, dapat berupa konsolidasi acinair, segmental malah dapat berupa konsolidasi lobair. -ungkin ter%adi pemadatan yang diffus atau lokal dari paru-paru akibat peradangan interstitial dan peribronchial dan gambaran retikuler yang tersebar dengan pembesaran kelen%ar hilus *misalnya pada ;:5G?=A,. Sering bersamaan dengan pneumonia segmental dan atelektasis. 2ada proses spesifik *T5@,, kelainannya berlokalisasi di apeD paru atau lapangan atas paru, pada bronchopneumonia, kelainannya %ustru berlokaslisasi di lapangan tengah atau ba&ah dari paru-paru, dengan batas-batasnya yang tidak %elas dan distribusinya tersebar secara acinus. .. 2neumonia 7ambaran radiologinya berupa perselubungan padat homogen sesuai dengan lobus atas segmen paru secara anatomis. 5atasnya tegas, &alaupun pada mulanya agak kurang tegas. 2ada permulaan sering masih terlihat vaskuler, pada masa resolusi, sering tampak

..

air broncogram sign. 8ampir sama gambarannya pada tubercolosis pneumonia, yaitu tampak perselubungan padat homogen pada salah satu lobus paru, dengan batas tegas. 1. 2enyakit %amur yang disebut Aspergilosis dan Nocardiasis Tidak %arang ditemukan pada petani yang banyak beker%a di ladang. 8ampir semua ditemukan lesi di lapangan atas dan hampir semua ditemukan kavitas. 2erbedaannya terlihat bayangan bulat agak besar yang dinamakan aspergiloma yang dengan pemeriksaan tomogram ternyata suatu lubang besar berisi bayangan bulat. 5ayangan bulat ini dinamakan fungus ball yang tidak lain massa micellia yang mengisi suatu broncus yang melebar. Tetapi aspergillossis biasanya ter%adi pada paru dimana sudah ada proses lain sebelumnya, %adi sering kali terdapat bersama-sama T5@, keganasan paru-aru, bronchietasis, infark paru-paru, dan sebagainya. $. 8istoplasmosis Disini tidak mempunyai suatu gambaran radiologik yang khas, tetapi bisa terdapat bintik-bintik kalsifikasi yang tersebar diffus di seluruh paru seperti pada T5@ millier, tetapi densitasnya lebih tinggi. (.@occidiodomycosis Terdapat cavitas dengan dining yang sangat tipis di apeDl subapikal atau bisa pula berbentuk kue donat *doughnut form,. +. 2neumoconiosis 5erpola retikuler halusdan berlan%ut dengan pembentukan modul kecil mirip tubercolosis miliaris tetapi pada nyata pada kedua paru di ba&ah clavicula, kadang bisa berbentuk nodul besar atau fibrosis massive di daerah atas. Kelen%ar hillus bisa mengalami pembesaran dan kalsifikasi. '. =oefflerJs syndrome *chronic hypereosinofilia, Diduga suatu alergi bukan peradangan. Sukar sekali membedakannya secara radiologik dengan broncopneumoni. Kadang dapat ditemukan secara insidential pada pasien tanpa keluhan sakit. 7ambaran pada lobus atas kanan3kiri berupa gambaran yang tipis, yang pada suatu saat pindah lokalisasi ke lobus lain pada paru lain. 5iasanya dapat dibedakan dengan bantuan pemeriksaan laboratorium *eosinofilia, dan klinis atau

..

di follo& up .-' hari. 5iasanya hilang 3 atau pindah ke bagian lain dari lapangan paruparu. ".Keganasan paru-paru Inipun sukar dibedakan pada tingkat permulaan, dan lapangan terapi atau follo&- up tidak tampak perbaikan, apalagi %ika usia penderita sudah lan%ut.

B.. KOMPLIKASI =okal 6 /okus primer 7ohn Kelen%ar limfe regional dan paru-paru Sistemik 6 2enyebaran limfogen 2enyebaran hematogen -acamnya adalah T5 milier, meningitis T5, 5ronchogenik, pleuritis,peritonitis, perikarditis, T5 tulang dan sendi.

..

BAB III LAPORAN KASUS A. IDENTITAS PENDERITA Fama :sia Alamat Agama Tanggal masuk ;S Tanggal keluar ;S B. ANAMNESIS Keluhan :tama 6 batuk darah ;i&ayat 2enyakit Sekarang 6 . hari sebelum masuk ;umah Sakit penderita mengeluh batuk ngekel disertai keluarnya darah ketika baruk. Darah bercampur dengan dahak dan berbuih. 2asien %uga mengeluh demam yang dirasakan terus menerus, dan nyeri dada sebelah kiri yang tidak di%alarkan ke bahu. Fafsu makan menurun *H,, berkeringat ketika malam hari *H,. ;i&ayat 2enyakit Dahulu 6 2enderita belum pernah menderita sakit seperti ini. ;i&ayat penyakit T5@ pasien tidak tahu. ;i&ayat batuk lama *H,. /. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan :mum Tanda Kital 6 sadar, lemas 6 Tensi 6 !#3+# mm8g ;; ThoraD
.. +

6 Fy. S 6 $' tahun 6 9atisan -i%en, Semarang 6 Islam 6 ! -ei .##! 6 1 -ei .##!

Fadi t

6 "$D3menit 6 1",1@

6 .$D3menit

2ulmo

6I 2e Au

6 asimetris 6 paru kanan sonor, paru kiri pekak 6 ronki *-3H,, &hee0ing *-3-, 6 datar, venektasi tidak ada. 6 supel 6 timpani 6 peristaltik *H, Formal.

Abdomen

6I 2a 2e Au

D. PEMERIKSAAN PENUNJANG D. 2emeriksaan darah tanggal !-#(-.##! 8b 8t =eukosit Trombosit =GD 6 ,1 gr3dl 6 1$,") 6 .."##3ul ul 6 !$.###3ul %am 6 $( . %am 6 '( D.. 2emeriksaan ;adiologi D... /oto ThoraD A2 tanggal Trachea bergeser ke kiri @or bergeser ke kiri 2ulmo 6 tampak perselubungan paru kiri Kesan 6 gambaran atelektasis curiga atas dasar tuberculosis paru -#(-.##! Intercosta kiri menyempit

..

'

BAB I0 PEMBAHASAN Seorang &anita umur $' tahun datang ke ;S 5akti >ira Tamtama dengan keluhan . hari sebelum masuk ;umah Sakit penderita mengeluh batuk ngekel disertai keluarnya darah ketika baruk. Darah bercampur dengan dahak dan berbuih. 2asien %uga mengeluh demam yang dirasakan terus menerus, dan nyeri dada sebelah kiri yang tidak di%alarkan ke bahu. Fafsu makan menurun *H,, berkeringat ketika malam hari *H,. 2enderita belum pernah menderita sakit seperti ini. ;i&ayat penyakit T5@ pasien tidak tahu. ;i&ayat batuk lama *H,. 2ada pemeriksaan fisik didapatkan thoraks yang asimetris, paru kiri pekak, ronki *H, pada paru kiri. 2emeriksaan laboratorium darah leukositosis, =GD meningkat. 2ada pemeriksaan L foto thorak pada posisi A2 didapatkan intercosta kiri menyempit, trachea bergeser ke kiri, cor bergeser ke kiri, pulmo6 tampak perselubungan paru kiri. 5erdasarkan data - data diatas dapat ditegakkan diagnosis atelektasis curiga atas dasar tuberkulosis paru.

..

"

BAB 0 KESIMPULAN Atelektasis yaitu suatu keadaan paru atau sebagian paru yang mengalami hambatan berkembang secara sempurna sehingga aerasi paru berkurang atau sama sekali tidak berisi udara. Atelektasis biasanya disebabkan oleh karena adanya sumbatan, baik intra pulmoner maupun ekstrapulmoner. Sumbatan intra pulmoner yang sering adalah adanya benda asing, tumor bronkus dan sekresi cairan yang massif. Tuberkulosis paru adalah penyakit daerah tropis yang sering ditemukan terutama pada negara berkembang dengan higiene sanitasi yang buruk. Diagnosis Tuberkulosis paru dapat ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorum darah, sputum, dan radiologi. 2emeriksaan radiologi terutama pemeriksaan L foto thorak, berguna untuk mengetahui adanya komplikasi atau tingkat keparahan dari penyakit tuberkulosis, untuk mengetahui kema%uan penyakit setelah dilakukan terapi.

..

DAFTAR PUSTAKA . ;achmatullah 26 Seri Ilmu 2enyakit Dalam, 5uku a%ar6 Ilmu 2enyakit 2aru *2ulmonologi,, :FDI2, S-7 !!', :FDI2 3 ;SDK, S-7, -.. 1. Soeparman, >aspad%i S6 Tuberkulosis 2aru Dalam Ilmu 2enyakit Dalam 9ilid II, 25 /K:KI. 9KT !!#. ' (-.+. $. 2oeger T%enol. Faskah =engkap Simposium 2enatalaksanaaan T5@ -asa Kini, 52 :FDI2, !"!. (. 2almer 2.G.S, @ockshott >.2, 2etun%uk -embaca /oto :ntuk Dokter :mum, G7@, 9akarta, !!( 6 $ - +(. +. ;asad Se%ahrian, Kartoleksono-Sukonto, ;adiologi Diagnostik, /K:I, 9akarta. .###6 #' - 1!. '. >alfgang Dahnertt, ;adiology ;evie& -anual, >illiams and >ilkins, =ondon, !! 6 . ". ;asad S%ahriar, ;adiologi Diagnostik, 7aya 5aru, 9akarta, .##+6 #!- # !. Sutton David, TeDt 5ook ?f ;adiology and -edical Imaging, @hurchill =ivingstone Kol I, #. ;obert - Klegman, -D. 8al 5 9enson, -D. Felson TeDtbook of 2ediatrics, + th Gdition. .###6 "! , "!$. . Konsensus Fasional Tuberkulosis Anak. 2engurus 2usat Ikatan Dokter Anak Indonesia. 5andung .### .. 7rainger ;7, Allison D9.Diagnostic ;adiology . nd Gdition. =ondon, !!. M ..#..+ - .+.M .. Kunan 5, Suratmi S6 Diagnosis dan 2engelolaan T5@ 2aru, :2/ I.2 Dalam /K

..

.#

La&$ %a* FotoT1o%a2

..