Preface

D

engan tanpa hentinya mengucap rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha
Esa, kita telah melangkah hampir di penghujung tahun 2013. Segenap
kegiatan dan prestasi yang membanggakan telah hadir dan bermanfaat
di tahun ini. FEB kini telah menginjak usia yang ke-58 tahun pada 19 September
2013 lalu, semoga FEB semakin sukses dan solid dalam menghadapi tantangan
global di masa depan.
Dalam keceriaan rangkaian Dies Natalies yang ke-58, semua acara terlaksana
dengan penuh suka cita. Dimulai dari rangkaian kegiatan di bulan Agustus hingga
puncak acara pada 18 September 2013. Acara puncak tumpengan syukuran Dies
Natalis ke-58 dimeriahkan dengan pertunjukan ketoprak yang diperankan oleh
dosen dan karyawan. Acara yang dihadiri oleh seluruh civitas academica FEB
beserta undangan ini berlangsung dengan sukses dan meriah.
Pada ulasan EB News edisi kali ini, Whats Up FEB berbagi pengalaman tentang
kegiatan menarik di sekitar kita. Seperti membaurnya mahasiswa Indonesia dan
non-Indonesia dalam acara Foreign Student Orietation yang bersamaan dengan
kegiatan SIMFONI 2013. Kegiatan akbar di tahun ini yang memberikan manfaat
bagi FEB yaitu Reuni Angkatan ‘85 yang berbuah perluasan jejaring FEB UGM
dengan 24 BUMN. Selain aktivitas Dies Natalis, aktivitas rutin berjalan dengan
lancar di seluruh program, ulasan dan sederet informasi dari PPAk, MAKSI, MEP,
MM, MAKSI, M.Si dan Doktoral serta P2EB tertulis menarik rubrik ini.
Ulasan pengalaman dari mahasiswa, civitas academica, alumni maupun keluarga
FEB disajikan dalam Student Corner, Who’s Who dan Alumni Corner yang tidak
kalah menarik untuk dibaca. Masih dengan seputar pengalaman yang diulas
dalam Exchange Student Comment disampaikan oleh mahasiswa dari luar negeri
yang sedang mengambil program pertukaran atau gelar ganda di FEB.

Diterbitkan oleh

Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio Humaniora
Bulaksumur, Yogyakarta 55281
T: + 62 274 548 510 (hunting)
F: + 62 274 563 212
E: dekan@feb.ugm.ac.id

Semoga di penghujung tahun ini, kita dapat menutupnya dengan kegembiraan,
prestasi dan kesuksesan yang mendukung kita meraih mimpi masa depan. Kami
berharap EB News akan tetap membawa inspirasi bagi pembaca setia. Selamat
membaca!
November 2013

Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D

W: http://www.feb.ugm.ac.id

Dekan

Penanggung Jawab

Pengarah

Tim Liputan

M. Edhie Purnawan, M.A., Ph.D
(Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian
Kepada Masyarakat, Alumni dan Kerjasama)

Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D
(Dekan)

Aina Vidya Tama
Arthur Kemal Pamungkas
Hestining Kurniastuti
Nadia Fitriani
Poppy Laksita
Siti Afiah Hesti Triani

B.M. Purwanto, MBA., Ph.D
(Wakil dekan Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan)
Prof. Dr. Slamet Sugiri, M.B.A., Akt.
(Wakil Dekan Bidang Keuangan Administrasi
dan Sumber Daya Manusia)
Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D
(Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan
Teknologi Informasi)

I

Artistik
Alkhapila Nahri Z
Royyan Wicaksono

Contents

20
20 21

Special Report

Menunjang dan menjulang

What’s Up FEB

1

Aura Romantisme FEB

10

Orientasi Mahasiswa Asing

10

FEB UGM Jalin Kerjasama Strategis
dengan 25 BUMN

10

Magister Sains dan Doktor

10

Magister Akuntansi

12

Magister Manajemen

14

Djauhari dan Rusia

Magister Ekonomi
Pembangunan

16

News From Abroad

PPAk

19

Who’s Who

31

Walujo Sudito :
Pengabdian Tinggi dalam Melayani
Facilities
Partnership
Scholarship & Recruitment
Alumni Corner

32
33
34
35
38

Dimas Mukhlas Widi Antoro, S.E., S.Kom., M.Si

Cultural Immersion Day:
20
Arena Pembauran Mahasiswa Asing

Studi dan Riset Cita Rasa Eropa Tengah
Around Bulaksumur

40

Lecturer’s Article

41

Suwardjono

Seni atau Ilmu:
Menengok Kembali Properitas
Akuntansi Sebagai Disiplin
Student Corner

45

Dari Surabaya dengan Segudang
Prestasi
Advertorial

46

Exchange Students’
Comments

47

FEB in Pictures

48

Unit News

49

EB News November 2013

II

What’s Up FEB
Aura Romantisme FEB

H

ingar-bingar musik akustik
mengalun syahdu malam itu.
Sorotan lampu warna-warni
memancar dari balik gedung Pertamina
Tower. Mata pun dimanjakan dengan dekorasi
yang minim lampu, hanya temaram, namun
justru menghadirkan kesan romantis. Tak
heran karena malam itu Malam Musik
Kreatif (MMK) (14/09) telah berhasil
menyihir Fakultas Ekonomika dan Bisnis
(FEB) UGM dengan tema yang diusungnya,
Romancoustic.
Penyelenggaraan MMK yang ketiga ini
memang agak berbeda dari dua tahun
sebelumnya. Tema Romancoustic
atau Romantic Acoustic dipilih untuk
membawa penyegaran. Selain itu, tema
1

ini juga dipercaya sangat dekat dengan
anak muda. Namun, bukan berarti
unsur musik kreatif yang menjadi ciri
khas utama MMK dihilangkan.

MMK selalu mencoba untuk menjadi
wadah apresiasi bagi musik kreatif
nusantara dengan melakukan
eksplorasi terhadap bunyi-bunyian
khas, baik bunyi-bunyian asli, maupun
bunyi-bunyian yang dihasilkan dari
berbagai alat musik yang memiliki
unsur kreatif. Selain itu, MMK juga
menjadi ajang bagi pengenalan
musik-musik yang tidak popular. Meski
demikian, tiap tahunnya, acara ini
berhasil menjadi magnet tersendiri.
Jumlah penonton pada tahun ini
mencapai lebih dari 1300 orang.
Bahkan, slot penonton masih harus
ditambah pada hari penyelenggaraan
acara akibat besarnya animo
masyarakat.
Acara MMK dimeriahkan oleh berbagai
musisi, mulai dari band gabungan
mahasiswa Sosio-Humaniora (Soshum),
band pilihan Economics Season Band
(ESB), Aurette and The Polska Seeking
Carnival, Jono Terbakar, Topeng
Jazz, Ade Rudiana, Saad Borneo,
Anggito Abimanyu, sampai Ten2Five.
Para pengisi berhasil menyuguhkan
tontonan yang menarik. Perpaduan
musik kreatif dari kendang dan seruling
ditambah musik akustik ternyata
mampu menahan keinginan penonton
untuk pulang. Terbukti, penonton tetap
bertahan hingga penghujung acara
meskipun hujan turun.
Tidak hanya penonton yang terkesima,
tapi juga pengisi acara. Ten2Five sangat
menghargai antusiasme penonton
karena ini pertama kalinya tidak ada
penonton yang pulang karena hujan.
Ade Rudiana pun juga menyatakan hal
yang serupa. Kerap tampil di MMK,
Ade menganggap tahun ini antusiasme
penonton begitu tinggi. Setelah telinga
dan mata kita dimanjakan dengan
alunan musik kreatif yang dibawakan
dengan suasana romantis, MMK tahun
depan akan pasti akan hadir dengan
nuansa yang tidak kalah menarik.
[Nadfit]

Inilah Kampus FEB UGM

M

emasuki tahun ajaran baru,
FEB UGM kembali didatangi
calon-calon penerus bangsa
masa depan, Gadjah Mada Muda
(Gamada) angkatan 2013. Sebelum
menjalani hari-hari sebagai mahasiswa
di kampus oranye ini, Gamada
diwajibkan berkenalan terlebih dahulu
dengan lingkungan kampus. Sosialisasi
dan Inisiasi Mahasiswa Fakultas
Ekonomika dan
Bisnis (Simfoni)
2013 (4/9-5/9)
menjadi wadah
bagi Gamada untuk
melakukan proses
tersebut.
Sebagai media
orientasi mahasiswa
baru, Simfoni tidak
menjadi tempat
penggemblengan
atau ajang balas
dendam, akan
tetapi proses
pembelajaran. Hal
itu ditekankan
tidak hanya kepada
Gamada, akan tetapi juga panitia.
Pada tahun ini, Simfoni mengusung
tema “Membangun Pribadi yang

Berdaya Saing Global Sebagai Wujud
Kepedulian Bangsa” dengan empat
nilai yang dibawa, yakni Ketuhanan,
Kepemimpinan, Kepedulian, dan
Kompetitif. Rangkaian acara Simfoni
yang dilangsungkan selama dua hari
tersebut merangkum keseluruhan tema
dan nilai yang diangkat.
Pembelajaran yang didapatkan
Gamada diperoleh dari berbagai

kegiatan, seperti talkshow, games,
simulasi bisnis, cultural event,
pemberian tugas, film, lagu, dan lain

sebagainya. Beberapa tokoh nasional
pun turut berpartisipasi, di antaranya
Anies Baswedan yang berbicara
mengenai tema dan keseluruhan
nilai Simfoni 2013 . Mantan walikota
Yogyakarta, Herry Zudianto, juga hadir
memberikan pemaparan mengenai
nilai kompetitif. Antusiasme pun
terlihat pada diri Gamada. Hal ini
terlihat dari munculnya diskusi pasca
pemaparan dari
pembicara.
Meski hanya
berlangsung dua hari,
Simfoni diharapkan
dapat menjadi batu
pijakan bagi Gamada
untuk lebih mengenal
FEB UGM. Sehingga,
nantinya mereka dapat
merasa lebih nyaman
untuk menghabiskan
kurang lebih waktu
empat tahun di
kampus ini. Tidak
hanya itu, proses
pembelajaran yang
ada di Simfoni, meski
singkat, juga diharapkan akan selalu
dikenang dan dijalankan. Sekali lagi,
selamat datang Gadjah Mada Muda!
EB News November 2013

2

What’s Up FEB
Pelajaran dipetik dari Russia:
“Natural Resource Curse”
bahaya laten komunis. Stigma negatif
ini yang telah membutakan kita akan
kesempatan kerjasama dengan salah
satu negara kekuatan baru BRIC (Brasil,
Russia, India dan China). Djauhari
manambahkan hubungan IndonesiaRussia mengalami pasang-surut seiring
dengan perkembangan politik di
Indonesia. Zaman Orde Lama (Orla),
Presiden Soekarno menjalin hubungan
yang manis dengan Russia, namun
tidak begitu halnya pada zaman Orde
Baru Presiden Soeharto. Stigma negatif
tentang aliran komunis yang dibangun
jaman Orde Baru telah menyebabkan
jumlah mahasiwa Indonesia yang
melanjutkan studi ke Russia menjadi
sangat rendah dibanding negaranegara tetangga, seperti Malaysia,
Thailand, Filipina, dan Vietnam.

K

ehadiran Duta Besar RI Federasi
Russia, Djauhari Oratmangun
dalam acara Alumni Lecture
Series (10/10) yang diselenggarakan
oleh Student Service Center Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas
Gadjah Mada disambut antusias oleh
dosen dan mahasiswa. Tampak Ruang
Audio Visual FEB UGM dipenuhi oleh
dosen dan mahasiswa, bahkan banyak

3

mahasiswa dengan sukarela lesehan
karena kelebihan daya tampung
ruangan.
Djauhari memaparkan topik sangat
menarik yaitu “Prospek Kemitraan
Strategis dan Kerjasama Bilateral
Indonesia-Russia”. Sebuah topik
yang mungkin pada jaman Orde
Baru (Orba) memiliki konotasi stigma
negatif karena selalu dikaitkan dengan

Mendengar kata “Russia”
mengingatkan pada satu konsep
terkenal dalam ekonomi pembangunan
yaitu “kutukan sumber daya alam”
(natural resource curse, NCR), karena
dalam literatur pembangunan
ekonomi, negara Russia sering
dijadikan contoh NCR. Kutukan
sumber daya alam ini juga
terkenal dengan sebutan paradoks
keberlimpahan (paradox of plenty) yang
merujuk pada kondisi paradoks negara
atau perekonomian kaya sumber daya
alam - terutama sumber daya alam
tak-terbaharukan seperti tambang
minyak dan mineral – cenderung
untuk memiliki kinerja perekonomian
yang buruk dibanding negara
atau perekonomian yang miskin
sumberdaya alam.
Alasan hipotetikal NRC bisa
bermacam-macam seperti:
ketimpangan daya saing sektoral,

fluktuasi penerimaan pemerintah
karena volatility pasar internasional,
atau tatakelola pemerintah yang buruk
. Russia bangkit dari NCR karena
mampu mereformasi pengelolaan
sumber daya alam terutama minyak
sebagai modal untuk mengembangkan
industrinya. Alhasil, industri berat yang
menjadi fokus industrialisasi maju
pesat. Contohnya, sekitar dua pertiga
produk listrik diproduksi di Russia.
Reformasi pengelolaan sumber daya
alam ini yang semestinya dijadikan
pelajaran menarik bagi Indonesia ke
depan, jika belum terlambat. Sejarah
membuktikan, Indonesia sering disebut
perekonomian yang kehilangan
kesempatan ‘mis-opportuny economy’
(Booth, 1998). Hal ini mengacu pada
fakta bahwa meskipun Indonesia
memiliki sumber daya alam yang
melimpah dan berbagai tradisi budaya
yang menakjubkan, tetapi kinerja
ekonominya buruk karena ‘kehilangan
kesempatan’ untuk memiliki kinerja
ekonomi yang tinggi dibiayai oleh
boom minyak 1973-1981. Buruknya
tata kelola (bidang kelembagaan atau
politik) dalam mengelola kesempatan
boom minyak telah menciptakan
masalah lain seperti proteksionisme
dalam perdagangan internasional,
industri bayi, kronisme, konglomerasi,
korupsi dan nepotisme. Selama
‘boom minyak’, pemerintah Indonesia
mengikuti strategi yaitu negara
diarahkan industrialisasi atau substitusi
impor ke dalam berciri-ciri teknologi
tinggi tetapi tidak efisien pertumbuhan
(Hill, 1997; Karseno, 1997).
Sesuatu yang tidak tidak berlebihan,
jika Djauhari sangat berharap
semakin meningkatnya kerjasama
Indonesia-Russia, terlebih di bidang
pendidikan. Semakin banyaknya
Indonesia, terutama FEB UGM,
mengirim mahasiswa dan lulusannya
untuk melanjutkan studinya di Russia
merupakan bukti nyata di masa depan.
[Tri Widodo]

Orientasi
Mahasiswa Asing

A

wal perkuliahan semester ganjil
wal perkuliahan semester ganjil
kali ini, Fakultas Ekonomika dan
kali ini, Fakultas Ekonomika
Bisnis Universitas Gadjah Mada
dan Bisnis Universitas Gadjah
(FEB UGM) kembali didatangi puluhan
Mada (FEB UGM) kembali didatangi
mahasiswa asing dari berbagai
puluhan mahasiswa asing dari berbagai
penjuru dunia. Mereka datang untuk
penjuru dunia. Mereka datang untuk
melakukan program pertukaran pelajar
melakukan program pertukaran pelajar
di kampus oranye ini. Mereka berasal
di kampus oranye ini. Mereka berasal
dari berbagai benua, mulai dari Asia,
dari berbagai benua, mulai dari Asia,
Eropa, juga Amerika seperti Jepang,
Eropa, juga Amerika seperti Jepang,
Korea Selatan, Hongkong, Belanda,
Korea Selatan, Hongkong, Belanda,
Jerman, Perancis, Swedia, Norwegia,
Jerman, Perancis, Swedia, Norwegia,
dan Kanada.
dan Kanada.
Sebelum resmi duduk di bangku kelas,
Sebelum resmi duduk di bangku kelas,
para mahasiswa asing ini diajak untuk
para mahasiswa asing ini diajak untuk
berkenalan lebih dalam, baik dengan
berkenalan lebih dalam, baik dengan
kampus FEB UGM, maupun dengan
kampus FEB UGM, maupun dengan
Yogyakarta dan Indonesia. FEB UGM
Yogyakarta dan Indonesia. FEB UGM
menggelar acara Student Orientation
menggelar acara Student Orientation
yang merupakan sarana bagi
yang merupakan sarana bagi
mahasiswa asing untuk dapat merasa
mahasiswa asing untuk dapat merasa
lebih dekat dengan lingkungannya
lebih dekat dengan lingkungannya
yang baru. Melalui acara ini diharapkan
yang baru. Melalui acara ini diharapkan
mereka akan betah selama tinggal
mereka akan betah selama tinggal
di Indonesia khususnya Yogyakarta.
di Indonesia khususnya Yogyakarta.
Hal ini menjadi perhatian karena
Hal ini menjadi perhatian karena
mereka akan tinggal di Yogyakarta
mereka akan tinggal di Yogyakarta
dalam jangka waktu yang lama. Selain
dalam jangka waktu yang lama. Selain
sebagai sarana perkenalan, acara ini
sebagai sarana perkenalan, acara ini
juga merupakan bentuk sambutan dari
juga merupakan bentuk sambutan dari
kampus terhadap kedatangan mereka.
kampus terhadap kedatangan mereka.

Perkenalan dilakukan oleh setiap
elemen civitas academica yang ada
di FEB UGM mulai dari Office of
International Affair (OIA), lembaga
yang kerap berhubungan dengan
mereka baik secara langsung maupun
tidak langsung, sampai lembaga
kemahasiswaan yang bernaung di
FEB. Tidak hanya seputar FEB saja,
penjelasan tentang kultur dan budaya,
baik di Yogyakarta dan Indonesia juga
diberikan. Namun, pada dasarnya,
penyambutan yang diberikan
hanyalah salah satu langkah awal yang
disediakan agar mahasiswa asing betah
tinggal dan belajar di Indonesia. Untuk
menemukan rasa nyaman tersebut,
mereka dapat mencari sendiri dengan
melakukan eksplorasi selama menjalani
hari-hari sebagai mahasiswa Indonesia.
[Nadfit]
EB News November 2013

4

What’s Up FEB
Rangkuman Kegiatan FEB UGM 2013

U

ntuk semakin meningkatkan kualitas dan kompetensi sebagai Jurusan
Bisnis dan Manajemen terbaik di Indonesia, Jurusan Manajemen FEB UGM
pada tahun 2013 telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan baik
yang bersifat akademis maupun sosial. Berikut rangkuman kegiatan dari Jurusan
Manajemen FEB UGM pada tahun 2013 ini:

Seleksi Dosen dan Asisten Akademik
Jurusan Manajemen FEB UGM
menambah formasi sumber daya
manusia dengan hadirnya dosen baru
yaitu Handini Audita, SE, M.Sc. dan
asisten akademik baru yaitu Luluk
Lusiantoro, SE.

Workshop Akademik 1

Program Akreditasi AACSB

Pada tanggal 25 April 2013, Jurusan
Manajemen telah menyelenggarakan
Workshop Akademik I Tahun 2013
yang membahas:

Konsen akreditasi AACSB memang
tak henti-hentinya dikampanyekan
oleh Jurusan Manajemen. Sejak bulan
Maret 2013 Jurusan Manajemen telah
melaksanakan kegiatan pengukuran
Assurance of Learning di Prodi S1
Reguler, MM, M.Si. Dan Doktor.

1. Perbedaan Jenjang Metodologi
Riset Untuk S1, S2 dan S3 (Dr. BM.
Purwanto)
2. Perkembangan terkini Riset
Bidang Minat:

5

Keuangan (Prof. Dr. E.
Tandelilin, MBA)

Operasi (Dr. Wakhid Slamet
Ciptono, MBA, MPM)

Pemasaran (Prof. Dr. Basu
Swastha Dharmmesta, MBA)

SDM (Dr. Gugup Kismono,
MBA)

Manajemen Stratejik (Dr.
Amin Wibowo, MBA)

Visiting Professor: Professor Dr. Iris
C. Fischlmayr
Prof.Dr. Iris C. Fischlmayr, pakar
International Management dari
Johanes Kepler Linz University Austria
pada tanggal 12-15 November
2013 menjadi dosen tamu mengajar
Kelas Business Communication
secara tandem bersama Dr. Rangga
Almahendra. Prof. Iris juga menjadi
pembicara dengan topik “Virtual
Teaching” pada Program Management
Forum kepada para dosen.

Workshop Akademik 2
Pada tanggal 26 Juli 2013 diadakan
Workshop Akademik Jurusan di
Hotel Grand Aston Yogyakarta yang
membahas beberapa hal sebagai
berikut :
1. Pendidikan soft skill mahasiswa
(Dr. Hani Handoko, MBA)
2. Manajemen Kurikulum (Dr. BM.
Purwanto, MBA)
3. Kompatibilitas kurikulum antara
FEB-UGM dan universitas mitra
di luar negeri (Dr. Rangga
Almahendra, MM).

Visiting Professor: Adrian Borgreve
(University of Saxion,Belanda)
Pada 30 April dan 1 Mei 2013
Jurusan Manajemen Prodi Sarjana
mendapatkan kunjungan Dosen
Tamu Prof. Adrian Borgreve dari
University of Saxion Belanda yang
berkesempatan memberikan kuliah
di Kelas Cross Culture Management
(Dr. Rangga Almahendra, MM.) dan
Kelas International Human Resource
Management (Dr. Budi Santosa, M.Bus.)

Program CSR Di Kulon Progo
Selain fokus pada akademik,
Jurusan Manajemen FEB UGM
tak lupa melakukan beberapa
kegiatan sebagai wujud pengabdian
masyarakat dan kepedulian sosial.
Kegiatan pengabdian masyarakat
ini dilaksanakan di Kabupaten Kulon
Progo dengan beberapa agenda
sebagai berikut :
a. Kegiatan Penyuluhan Bidang
Pemasaran Untuk Para Pembatik
Kabupaten Kulon Progo (8 Januari
2013)
b. Kegiatan Pembekalan Manajemen
Usaha Kecil Pemuda Pendamping
Kelompok Asuh Keluarga
Binangun Kabupaten Kulon Progo
(29-30 Januari 2013)

Program International Week di
University of Saxion Belanda
Jurusan Manajemen mengirimkan
Dr. Bayu Sutikno, MSM di Kampus
Enschede dan Dr. Sahid S. Nugroho,
M.Sc. di Kampus Deventer untuk
mengajar 8 jam kuliah kepada
mahasiswa program undergraduate
dalam acara International Week
yang diselenggarakan oleh School
of Marketing and International
Management, University of Saxion
Belanda.
Kegiatan Riset Jurusan
Untuk meningkatan partisipasi
semua dosen dalam kegiatan riset
dan publikasi serta pemeliharaan
status dosen AQ untuk kepentingan
akreditasi AACSB, Jurusan Manajemen
memberikan dana kegiatan riset dan
penulisan kasus bagi para dosen.
Kegiatan riset ini juga dimaksudkan
untuk mendukung gelar professorship
untuk dosen bergelar doktor.

Career Development Program 1
Bekerjasama dengan Ikamma, Jurusan
Manajemen menggelar Acara CDP
untuk membekali mahasiswa mengenai
orientasi karir yang terbaik bagi
mereka. Putaran pertama dengan
Topik “Kunci Sukses Berkarir dan
Berwirausaha” digelar pada tanggal
29 September 2013 menghadirkan
Jodjana Jody (KAFE 87) , CEO Astra
Credit Company mewakili sosok
profesional sukses dan Wahyu Todon
Anggono (KAFE 87), Direktur Inteeshirt
Yogyakarta yang merepresentasikan
sosok pengusaha maju.

Career Development Program 2
Untuk putaran kedua acara CDP
Jurusan Manajemen mengangkat
topik “Career in Banking and Finance”.
Acara diselenggarakan pada tanggal
24 Oktober 2013 dan menghadirkan
Ie Tjie Sing (KAFE 87), CEO PT. Reksa
Finance.
Program Pendampingan Mahasiswa
IPK 2,5
Sebagai upaya peningkatan mutu
pembelajaran di FEB-UGM, Jurusan
Manajemen mulai Semester Gasal
2013-2014 menjalankan Program
Pendampingan Mahasiswa IPK 2,5 ke
bawah. Tujuan diselenggarakannya
program ini adalah untuk mengurangi
resiko kegagalan studi mahasiswa
dengan memberikan pendampingan
sejak dini. Dari diskusi yang dilakukan
dengan para mahasiswa pada
pertemuan tersebut dan juga dari hasil
wawancara dengan para mahasiswa
yang mengajukan permohonan ijin
perpanjangan studi, didapatkan
beberapa hal yang menjadi pemicu
turunnya IPK mahasiswa seperti tidak
memiliki motivasi belajar dan orientasi
karir yang jelas; sibuk berorganisasi
dan belajar berbisnis; dan
permasalahan pribadi seperti kesulitan
finansial dan permasalahan keluarga.
Dari temuan tersebut diharapkan
tidak hanya pihak jurusan dan fakultas
saja yang peduli untuk memperbaiki
prestasi belajar para mahasiswa.
Keluarga dan teman-teman sekitarnya
justru merupakan pihak yang paling
penting untuk memotivasi mahasiswa
agar semakin baik dalam menjalani
bangku perkuliahannya.

EB News November 2013

6

What’s Up FEB

FEB UGM Jalin Kerjasama Strategis
dengan 25 BUMN
“Jalan-jalan ke blok M Jakarta, untuk membeli obat kuat
BUMN UGM bekerja sama, Indonesia sejahtera dan berdaulat”

P

antun yang disampaikan oleh
Rektor Universitas Gadjah Mada,
Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc,
disambut tepuk tangan meriah dari
segenap tamu undangan yang hadir
di Ruang Sidang Kertanegara FEB
UGM. Pada penghujung perayaan Dies
Natalis ke-58, FEB UGM kehadiran
tamu-tamu istimewa yang merupakan
direktur dan jajaran direksi dari 25
BUMN di Indonesia serta Deputi
Kementerian BUMN Republik
7

Indonesia. Tamu tersebut hadir untuk
menandatangani Memorandum of
Agreement (MoA) antara FEB UGM
dengan BUMN di Indonesia (21/9).
Seperti diketahui, FEB UGM semakin
aktif dalam memperluas jaringan
baik kepada sesama institusi akademi
maupun industri. “UGM merupakan
knowledge production terbaik di
Indonesia, sehingga terbentuknya
sinergi perguruan tinggi dan
industri merupakan hal yang sangat

penting,” ungkap Rektor UGM dalam
sambutannya.
Penandatanganan MoA ini diinisiasi
oleh Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi
Universitas Gadjah Mada (KAFE UGM)
angkatan 85, khususnya Drs. M.
Zamkhani, MBA, Akt. (Deputi Menteri
BUMN Bidang Usaha Industri Primer)
dan Dra. Dwiyanti Tjahyaningsih,
MBA, Akt. (Deputi Menteri BUMN
Bidang Usaha Industri Strategis dan

tamu pada sesi kuliah. Diharapkan
kerjasama ini akan terus berjalan baik
dan memberikan manfaat bagi kedua
belah pihak baik FEB UGM maupun
instansi BUMN sendiri.

9. PT Perkebunan Nusantara XI
(Persero)

Adapun 25 BUMN yang turut serta
dalam Penandatangan MoA tersebut
adalah:

12. Perum Bulog

1. PT Perkebunan Nusantara III
(Persero)
2. PT Perkebunan Nusantara IV
(Persero)

Manufaktur) yang pada hari yang sama
juga menyelenggarakan temu alumni
angkatan ‘85. Melalui kerjasama ini
ke depannya FEB UGM akan semakin
mudah untuk mengirimkan mahasiswa
magang (internship) ke perusahaan
BUMN tersebut. Perusahaan BUMN
juga mampu membantu proses
pembelajaran di kampus seperti
memberikan studi kasus nyata yang
dialami di dunia bisnis untuk dipelajari
para mahasiswa dan menjadi dosen

10. PT Perkebunan Nusantara XII
(Persero)
11. Perum Perhutani
13. PT Pupuk Kujang Cikampek
14. PT Petrokimia Gresik
15. PT Pupuk Sriwijaya Palembang
16. PT Pupuk Kalimantan Timur
17. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk

3. PT Perkebunan Nusantara V
(Persero)

18. PT Bukit Asam (Persero) Tbk

4. PT Perkebunan Nusantara VI
(Persero)

20. PT Danareksa (Persero)

5. PT Perkebunan Nusantara VII
(Persero)

22. PT Perusahaan Gas Negara
(Persero) Tbk

6. PT Perkebunan Nusantara VIII
(Persero)

23. PT Semen Indonesia (Persero)
Tbk

7. PT Perkebunan Nusantara IX
(Persero)

24. PT Telkom (Persero) Tbk

8. PT Perkebunan Nusantara X
(Persero)

19. PT Timah (Persero) Tbk

21. PT ASDP (Persero)

25. PT Pertamina (Persero)

EB News November 2013

8

What’s Up FEB
Dies Natalis ke-33 Program Magister
Sains dan Doktor FEB UGM

P

rogram Magister Sains dan Doktor FEB
UGM menyelenggarakan Tumpengan
sebagai peringatan Dies Natalis yang
ke-33 pada Senin, (30/9) di lobby lantai
3 gedung Program Magister Sains dan
Doktor FEB UGM. Acara ini dihadiri oleh
Pengelola, Wakil Dekan, Ketua/Sekretaris
Jurusan, Pengelola unit-unit, Pengelola MSi
periode-periode sebelumnya,karyawan dan
mahasiswa Program Magister Sains-Doktor
FEB UGM.

stafnya untuk mengikuti kelas Double
Degree dengan universitas partner,
seperti Georgia State University (GSU),
United States; Tulane University, United
States; International University of Japan
(IUJ), Japan; The Australian National
University (ANU), Australia; Curtin
University of Technology (CURTIN),
Australia.
Dalam acara dies natalis ini juga
diumumkan dua karyawan berprestasi
dan penyerahan aneka bingkisan
dari Bank Mandiri Cabang Gedung
Magister kepada delapan karyawan
yang presensi kehadirannya tidak
pernah terlambat selama setahun
terakhir. Setelah pemotongan tumpeng
dilakukan oleh Dr. BM. Purwanto,

Ketua Pengelola Program MSi-Doktor,
Dr. Bambang Riyanto LS., MBA dalam
sambutannya menyampaikan terima
kasih kepada para pengelola periode
sebelumnya, para dosen, serta
karyawan atas perjuangannya dalam
memajukan Program Magister Sains
dan Doktor. Beliau juga mendorong
mahasiswa agar senantiasa
meningkatkan prestasi untuk
menghadapi tantangan perkembangan
ilmu. Dalam kesempatan ini pula,
Dr. BM. Purwanto, MBA selaku
Wakil Dekan bidang Akademik dan
Kemahasiswaan FEB UGM memberikan
sambutan dan mendorong mahasiswa
untuk meningkatkan aktifitas riset dan
publikasi.
Selama 33 tahun pengabdiannya,
Program MSi-Doktor telah meluluskan
2663 mahasiswa S2 dan 156
mahasiswa dari program doktoral.
Selain itu, kerjasama penyelenggaraan
pendidikan Double Degree dengan
berbagai institusi seperti PPSDM,
9

Badan Kebijakan Fiskal, Bank Indonesia,
PPATK, serta Pemerintah Provinsi
Sumatera Utara yang mengirimkan

MBA., acara dilanjutkan dengan makan
siang bersama.

Magister Sains dan Doktor

Pelepasan Wisuda
Program Magister Sains dan Doktor
FEB UGM

S

ebagaimana periode-periode
sebelumnya, Ruang Auditorium
BRI Program MSi dan Doktor
FEB UGM ramai dengan suka cita
wisudawan-pendamping, pengelola
program MSi dan Doktor serta
Wakil Dekan FEB UGM. Siang itu
dilaksanakan Pelepasan Wisuda
Program Magister Sains dan Doktor
FEB UGM (25/7). Pada periode ini 16
wisudawan resmi menyandang gelar
Master of Science dan 1 wisudawan
dengan gelar resmi Doktor.
Dalam pelepasan wisuda ini
diumumkan pula dua wisudawan
yang meraih Best Graduates, yaitu

Andhy Setiawan dari program
studi Manajemen dengan dosen
pembimbing Dr. BM. Purwanto, MBA
yang meraih IPK 4.00 dengan masa
studi 2 tahun 1 bulan, dan Ascaryan
Rafinda dari program studi Akuntansi
dengan dosen pembimbing Dr.
Mahfud Sholihin, M.Acc dengan IPK
3.82 dengan masa studi 1 tahun 9
bulan.
Dalam sambutan pelepasannya,
Wakil Ketua Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan Program MSi dan
Doktor FEB UGM, Dr. Mamduh M.
Hanafi, MBA., menyatakan bahwa
pada wisuda periode Juli 2013 ini

Program Magister Sains meluluskan
lima mahasiswa dari Program Studi
Akuntansi, tujuh mahasiswa dari
Program Studi Manajemen, empat
mahasiswa dari Program Studi Ilmu
Ekonomi, dan satu mahasiswa dari
Program Doktor Manajemen.
Syukuran dan pelepasan wisuda ini
juga dihadiri oleh Dr. BM. Purwanto,
M.B.A. selaku Wakil Dekan Bidang
Akademik dan Kemahasiswaan FEB
UGM yang memberikan sambutan dan
menyerahkan transkrip akademik bagi
wisudawan yang berpredikat cumlaude.
Selamat! [Hesti]

EB News November 2013

10

What’s Up FEB
Beasiswa STAR untuk
Akuntan Publik

M

elihat adanya kebutuhan
akan tenaga akuntan public
yang mendukung reformasi
di bidang manajemen keuangan dan
audit sektor publik, dibuka peluang
beasiswa bagi para Pegawai Negeri
Sipil (PNS) oleh State Accountability
Revitalization (STAR) BPKP dan
program Magister Akuntansi (MAKSI)
UGM. Program ini ditujukkan khusus
untuk PNS yang bekerja sebagai
PKN-APIP pada instasinya. Program
pascasarjana yang berkonsentrasi
pada akuntansi sektor publik ini akan
berjalan selama empat tahun hingga
2017.
Tentunya,, beasiswa ini tidak bisa
didapatkan begitu saja. Sekitar 60
calon peserta harus menempuh
berbagai tes seleksi yang
diselenggarakan oleh MAKSI dan BPKP
selaku instansi yang menawarkan
beasiswa. Tes tersebut terdiri atas tes
akademik berupa PAPS dan ACEPT,
serta tes wawancara yang dilakukan
secara panel dengan BPKP. Dari proses
tersebut terpilihnya 36 penerima

beasiswa STAR.
Sebelum kegiatan perkuliahan
dimulai, para penerima beasiswa
harus mengikuti orientasi terlebih
dahulu. Selain dihadiri oleh pengelola
program yang terdiri dari Prof. Gudono
MBA., M.Sc., CMA Ak dan Dr. Agus
Setiawan, M.Soc.Sc, orientasi ini juga
dihadiri oleh beberapa kepala bagian
yang ada di Program MAKSI. Tujuan
diadakannya orientasi selain sebagai

penyambutan, juga sebagai sarana
sosialisasi peraturan akademik. Hal
tersebut dilakukan agar peserta lebih
mudah beradaptasi dengan lingkungan
di program MAKSI dan FEB UGM.
Sementara itu, kegiatan perkuliahannya
telah berjalan sejak 23 September lalu.
Dengan demikian, proses pencetakan
para akuntan publik yang lebih baik
di instansi pemerintah telah dimulai.
[Nadfit]

Roadshow Joint Program PPAk dan
MAKSI UGM

S

osialisasi “Joint Program” oleh
Program Profesi Akuntansi (PPAk)
dan Magister Akuntansi (MAKSI)
FEB UGM (23/9-24/9) telah dilakukan
di dua kota, yaitu Makassar dan
Manad. Tim roadshow dibagi menjadi
dua dengan tujuan masing-masing
kota. Tim pertama, yang melakukan
sosialisasi di Makassar, diwakili oleh
Dr. Agus Setiawan, M.Soc.Sc, CMA., Ak.
selaku wakil pengelola MAKSI bersama

11

dua orang staf. Sementara, tim lainnya,
diwakili oleh Dr. Rusdi Akbar, M.Sc.
selaku wakil pengelola MAKSI dan
Drs. L. Suparwoto, M.Sc., CMA selaku
sekretaris PPAk dan staf melakukan
roadshow di Manado. Tujuan roadshow
ini adalah untuk memperkenalkan
Program Double Degree “Joint
Program” antara PPAk dan Maksi.
Selain itu, kerjasama antara UGM
dan universitas yang dikunjungi juga

diharapkan dapat berjalan dengan
lebih baik.
Untuk roadshow kota Makassar
dilaksanakan kunjungan ke Fakultas
Ekonomi Universitas Muslim Indonesia
yang disambut oleh wakil rektor dan
jajaran dekanat serta Ketua Jurusan
Akuntansi. Sosialisasi ini dilakukan
di hadapan 100 mahasiswa. Beranjak
dari sana, tim melanjutkan perjalanan

Magister Akuntansi

ke Fakultas Ekonomi Universitas 45
Makassar. Di hari yang sama, roadshow
di Manado dilakukan kunjungan
ke Universitas Klabat. Setelah
itu, kunjungannya dilanjutkan ke
Universitas Negeri Manado.
Pada hari kedua, sosialisasi dilanjutkan
ke Universitas Muhammadiyah
Makassar. Sosialisasi ini bersifat lebih
tertutup bila dibandingkan dengan
sebelumnya karena hanya dihadiri
oleh pihak UGM dengan dekan,

ketua jurusan, dan beberapa dosen.
Kunjungan terakhir dilakukan ke
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar
“Bongaya”. Sedangkan, roadshow di
Manado hanya dilaksanakan sosialisasi
di Universitas De La Salle Manado.
Melalui roadshow dan sosialisasi ini
diharapkan Program Double Degree
“Joint Program” dapat menarik banyak
peminat untuk bergabung dalam
perkuliahan di kampus FEB UGM.
[Nadfit]

Pelatihan Singkat Penerapan Logic
Model pada Budgetting System

P

eningkatan kualitas Sumber
Daya Manusia (SDM) di
lingkungan kerja sudah menjadi
kebutuhan tersendiri, tak hanya bagi
karyawan tapi juga bagi institusi
atau perusahaan yang bersangkutan.
Pelatihan bertajuk International
Workshop Implementing Logic Model
in Budgeting Systems : The Indonesian
Do View Outcomes-Focused, Visual
Strategic Planning in Government (1923/10/2013) memberikan wadah bagi
pegawai Kementerian Keuangan untuk
mengembangkan diri. Workshop
yang diselenggarakan oleh Pusdiklat
Pengembangan Sumber Daya
Manusia BPK Kementrian Keuangan
dan Program Magister Akuntansi
(MAKSI) FEB UGM ini diselenggarakan
guna memberikan pemahaman
komprehensif bagi para pegawai.
Terutama dalam hal penerapan logic
model pada sistem penganggaran.
Workshop yang diadakan selama
lima hari diawali dengan seremonial
dan sambutan dari Wakil Dekan FEB
UGM, Eko Suwardi, Dr., M.Sc., CMA.
Sebelum memasuki acara inti, terdapat
pembukaan dari beberapa pembicar,
yakni Prof. Dr. Gudono, CMA (Direktur
MAKSI), Dr. Rusdi Akbar, M.Sc., CMA

(Wakil Direktur MAKSI), dan Dr. Paul
Duignan, seorang International
Outcomes Specialist dari Wellington &
Wairarapa, New Zealand.
Pada tiga hari pertama, pelatihan
ini dipimpin oleh Paul Duignan.
Sedangkan, Kamis hingga Jumat,
diisi oleh Rusdi Akbar. Setelah
dilakukan penyerahan sertifikat
kepada tiap peserta, acara diakhiri
denganpenutupan yang dikemas
dengan menarik. Penutupan
dilangsungkan di Hotel Cakra
Kembang, Yogyakarta yang diisi
dengan makan bersama diiringi
lantunan musik dari Intermezzo Band.
Rusdi Akbar, selaku ketua panitia
mengucapkan rasa terima kasih

kepada pihak panitia dan perwakilan
BPPK Azah Widati, S.Psi.MS, Kepala
Bidang Pengelolaan Beasiswa Pusdiklat
PSDM BPPK, yang telah membantu
pelaksanaan pelaithan
Pelatihan ini diharapkan mampu
mencetak tenaga ahli dalam bidang
tersebut terutama bagi pegawai di
lingkungan Kementerian Keuangan.
Hal tersebut dilakukan untuk
menunjang tugas pokok institusi sesuai
dengan kebutuhan kedinasan yang
telah direncanakan dan juga dapat
dipertanggungjawabkan. Pelatihan
yang diberikan akan memberikan
panduan teknis bagi penerapan
aplikasi logic model dalam sistem
penganggaran Indonesia. [Nadfit]
EB News November 2013

12

What’s Up FEB

International Academic Exposure:
Bertandang ke Negara Tetangga

P

rogram Studi Magister
Manajemen Fakultas Ekonomika
dan Bisnis Universitas
Gadjah Mada (MM FEB UGM)
menyelenggarakan salah satu
dari Program Internasional, yaitu
International Academic Exposure (IAE)
(9/9-13/9). Kali ini, rombongan IAE
yang terdiri dari 12 mahasiswa MM FEB
UGM Kampus Yogyakarta dan Jakarta
menyambangi negara tetangga,
Malaysia.

Rombongan dipimpin oleh seorang
dosen MM FEB UGM, Mahfud Sholihin,
Ph.D., dan didampingi oleh Nur Fuadi,
Head of Office of IT & Library MM FEB
UGM. Dalam pelaksanaan IAE kali ini,
mahasiswa mengikuti kuliah singkat di
13

kampus INCEIF (International Centre
for Education in Islamic Finance), serta
melakukan kunjungan ke beberapa
perusahaan, dan tempat-tempat
bersejarah.
Hari pertama di Malaysia (9/9) diisi
kegiatan perkuliahan tentang Islamic
Finance yang disampaikan oleh Prof.
Datuk Dr Syed Othman Alhabshi
selaku Chief Academic Officer. Datuk
Syed Othman memaparkan tentang
perkembangan Islamic Finance
di Malaysia serta kemajuan yang
telah dicapai oleh INCEIF. Di akhir
acara para mahasiswa diajak untuk
berkeliling kampus untuk melihat
aneka fasilitas yang tersedia.

Berikutnya, rombongan mengunjungi
kantor Bursa Malaysia, lembaga yang
mengurusi perdagangan saham di
Malaysia. Dulu dikenal sebagai Bursa
Saham Kuala Lumpur (KLSE: Kuala
Lumpur Stock Exchange). Dalam
kunjungan ini, rombongan diterima
oleh Mr. Warren Mak selaku Vice
President, Investor Education, Investor
Development, Securities Markets.
Warren Mak banyak bercerita tentang
sejarah Bursa Malaysia, menampilkan
perusahaan-perusahaan yang listing
di bursa serta memberi penjelasan
terkait perusahaan-perusahaan yang
menerapkan Islamic Finance yang
telah masuk ke dalam bursa. Di akhir
pertemuan, rombongan berkeliling
perpustakaan yang menyediakan

Magister Manajemen

Executive Series #7:
Coaching Clinic
Citibank Indonesia

koleksi bacaan terkait bursa.
Para rombongan IAE juga
memanfaatkan kesempatan kali ini
untuk mengunjungi Bank Negara
Malaysia (BNM) yang merupakan bank
induk di Malaysia, bertindak layaknya
Bank Indonesia di Indonesia. Hanya
saja, BNM juga ikut mengurusi bankbank syariah. Dalam kunjungan kali ini,
rombongan diterima oleh Mr. Yusry
Yusoff selaku Manager Islamic Banking
and Takaful Department. Yusry banyak
menjelaskan tentang perkembangan
bank syariah dan tingginya minat
masyarakat untuk menggunakan jasa
dari bank syariah, termasuk masyarakat
non-muslim. Diskusi ditutup dengan
mengelilingi museum BNM yang
terletak di gedung Sasana Kijang. Di
museum ini, banyak disimpan koleksi
alat transaksi (uang) zaman dahulu.
Koleksi dikelola secara modern dengan
banyak menghadirkan tampilan visual
menggunakan fasilitas teknologi
informasi sehingga pengunjung
serasa tidak sedang di dalam sebuah
museum. [Hesti]

A

uditorium Sukadji Ranuwihardjo
Kampus MMUGM Yogyakarta
kembali menjadi saksi
komitmen MM UGM untuk terus
meningkatkan wawasan mahasiswanya.
Hari itu, Jumat (20/9) kembali dihelat
Executive Series #7 (Exies #7) yang kali
ini menghadirkan Citibank Indonesia.
Didukung oleh Career & Network
Center (CNC) dan Marketing Club,
keduanya adalah organisasi kegiatan
mahasiswa di MMUGM, acara bertajuk
“Challenges for the Economy Amid
Global Uncertainties” (20/9) dibuka
oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian,
Pelayanan Umum, Kerjasama, dan
Alumni FEB UGM, Muhammad Edhie
Purnawan, M.A., Ph.D.

Sebagai moderator, hadir Mona
Monika yang merupakan Vice
President of Corporate Affairs,
Institutional Clients Group, Citi
Indonesia. Pembicara pertama adalah I
Made Budi P. Artha, Director of Investor
Sales Head Citi Markets Indonesia,
dan dilanjutkan dengan Senior Vice
President-Senior Human Resources
Generalist, Nerfita Primasari. Mereka
berdua merupakan alumni Fakultas
Ekonomika dan Bisnis UGM. Sesi
terakhir dipaparkan oleh Tajindrapal
Singh yang menjabat sebagai Senior
Vice President, Trade and Treasury
Solutions, Operations & Technology
Citi Indonesia. Mereka bertiga tanpa
segan menuturkan pengalaman
EB News November 2013

14

selama berkarir di Citibank, serta kiatkiat sukses dalam berkarir meskipun
bidang pekerjaan yang mereka
geluti berbeda dari dasar keilmuan
yang dimiliki. Turut hadir juga dalam
coaching clinic ini, Audrie Fantoni,
Human Resource Department, Talent
and Development Senior Specialist
Citibank.
Di akhir sesi, ketiga pembicara berbaur
dengan para mahasiswa dan berdiskusi
langsung secara lebih santai.
Kesempatan ini tidak disia-siakan
oleh para mahasiswa untuk menggali
lebih dalam tentang seluk-beluk karir
di indusri perbankan seperti Citibank.
Sebelum acara ditutup, Sekretaris
Program MMUGM Kampus Jakarta,
Hardo Basuki, Ph.D., menyerahkan
cinderamata kepada Citibank yang
diwakili oleh I Made Budi Artha. [Hesti]

Aksi Sosial: Donor Darah di Kampus
Jakarta

P

alang Merah Indonesia (PMI)
Pusat asyik bergerilya mengambil
darah dari sekitar 59 orang
pendonor di Ruang 602 Gedung B
UGM Kampus Jakarta (4/10). Acara
rutin yang dilaksanakan Magister
Manajemen Fakultas Ekonomika dan
Bisnis Universitas Gadjah Mada (MM
FEB UGM) Kampus Jakarta Kegiatan ini
dimulai pukul 11.50 – 14.45 WIB dan
berhasil mengumpulkan 51 kantong
darah masing-masing berisi 350cc.
Jika dibandingkan dengan acara
serupa pada Mei lalu, antusiasme dari
pendonor yang berasal dari kalangan
karyawan, mahasiswa, alumni serta
masyarakat umum cenderung lebih
besar.
Ketua Alumni MM UGM, Adhi
Setyo Tamtomo juga hadir sebagai
bentuk kontribusi alumni kepada

15

almamaternya dalam melaksanakan
Corporate Social Responsibilities (CSR).
Ke depan, aksi sosial donor darah akan
terus dilaksanakan untuk membantu

pihak yang membutuhkan karena
sesungguhnya setetes darah kita bisa
sangat berharga bagi sesama. [Hesti]

What’s Up FEB

Magister
Ekonomika Pembangunan

Seminar Hasil PKL Gunung Kidul

P

rogram MEP FEB UGM
menyelenggarakan seminar hasil
Praktik Kerja Lapangan (PKL) di
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul
(6/9). Kunjungan mahasiswa PKL
MEP FEB UGM (4/7) diterima oleh
Asisten Pemerintahan dan Kesra,
Eko Subiantoro. Delegasi terdiri dari
mahasiswa MEP angkatan 48 dan
beberapa dosen seperti Dr. Soetatwo
Hadiwigeno, Dr. Soeratno, Dr. Nopirin,
serta Uswatun Hasanah, MEcDev,
MAPPI (cert). Kegiatan PKL terdiri dari
Focus Group Discussion (FGD) dengan
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul,
observasi lapangan, dan pembahasan
masing-masing kelompok yang
kemudian akan diseminarkan.
“Tujuan kegiatan PKL ini adalah melatih
dan mengasah kemampuan mahasiswa
di dalam proses pengambilan
kebijakan pembangunan daerah,” ujar

Soeratno selaku moderator seminar
dan juga ketua rombongan PKL MEP
FEB UGM. Mahasiswa PKL dibagi dalam
sub kelompok tema, yaitu inventarisasi
aset daerah sektor bidang pendidikan,
kesehatan dan perdagangan, serta
perencanaan potensi dan optimalisasi
PAD di sektor pariwisata. Temuan yang
dipaparkan kelompok inventarisasi ini,
antara lain kurangnya kompetensi SDM
bidang pengelola aset, mekanisme
inventarisasi aset di SKPD dan
mekanisme hibah aset. “Paradigma
pengelolaan aset tidak hanya
mencatat aset saja, tetapi optimalisasi
penggunaan aset perlu dilakukan,” ujar
Uswatun. Laporan BPK menyebutkan
bahwa permasalahan aset menjadi
perhatian penting bagi hampir
semua Pemda. “Opini WTP bukan
satu-satunya tujuan utama dalam
pengeloaan aset,” ujar Eta perwakilan
dari DPKAD Kab. Gunung Kidul.

Potensi pariwisata Kabupaten
Gunung Kidul tegolong cukup besar,
baik wisata alam maupun wisata
budaya. Di Gunung Kidul sendiri
terdapat dua pengelola wisata, yaitu
pemerintah daerah dan masyarakat
sendiri. “Terkait dengan PAD sektor
pariwisata di Gunung Kidul, sejauh ini
masih mengandalkan dari retribusi
wisata pantai, misal kompleks Baron,
Krakal, Kukup dan lain-lain.” ujar
perwakilan dari Dinas Pariwisata
Pemkab Gunung Kidul. “Wisata yang
berbasis masyarakat, pengelolaan
sepenuhnya masih dikelola oleh
warga sekitar,” imbuhnya. Hasil dari
seminar ini diharapkan memberikan
solusi dari permasalahan yang terjadi
di Gunung Kidul dan nantinya akan
mengasilkan kebijakan yang tepat
untuk kesejahteraan masyarakat.

EB News November 2013

16

What’s Up FEB
Selamat Datang
Angkatan 51 MEP FEB UGM

P

rogram MEP FEB UGM
menyelenggarakan pengarahan
akademik untuk calon mahasiswa
baru (2/9). Pada semester ganjil
tahun 2013 MEP FEB UGM menerima
78 calon mahasiswa baru angkatan
ke-51 yang terdiri dari 51 mahasiswa
terdaftar dalam program reguler dan
27 mahasiswa program kerjasama
dengan Pusbindiklatren Bappenas
Angkatan 10 di Kampus MEP
FEB UGM. Calon mahasiswa baru
mengikuti program matrikulasi yang
diselenggarakan program MEP FEB

UGM. Boyke R.Purnomo, M.M mewakili
Pengelola Program Studi MEP FEB
UGM menerima kedatangan calon
mahasiswa baru dan memberikan
informasi tentang program MEP FEB
UGM.
“Program matrikulasi di MEP FEB UGM
ditempuh selama 3 bulan dengan 5
mata kuliah,” ujar Boyke. “Matrikulasi
ini bukan “formalitas” melainkan
matakuliah yang wajib diikuti oleh
calon mahasiswa untuk bisa masuk ke
program regular,” tegasnya. Selain itu,

UGM mensyaratkan bahwa ada PAPs
dan AcEPT yang harus dipenuhi level
minimalnya. Calon mahasiswa dapat
mengikuti program reguler MEP FEB
UGM apabila sudah lulus program
matrikulasi, lulus PAPs dengan minimal
skor 500 dan AcEPT dengan minimal
skor 209 ekuivalen nilai Toefl 450.
Selanjutnya, pengarahan dilanjutkan
dengan penjelasan tentang ketentuan
tata tertib akademik dan perkuliahan di
Program MEP FEB UGM. [prst]

Wisuda MEP FEB UGM
periode Juli 2013

P

rogram MEP FEB UGM
menyelenggarakan acara
pelepasan wisudawan di
University Club UGM seusai acara
wisuda di Grha Sabha Permana UGM
(25/7). Acara yang bertajuk Resepsi
Wisuda MEP FEB UGM dikemas dalam
suasana kekeluargaan dan keakraban
dan dihadiri oleh dosen-dosen
pengajar, keluarga wisudawan dan
keluarga besar MEP FEB UGM. Dalam
sambutan mewakili Pengelola MEP
FEB UGM, Ahmad Jamli, Drs., M.A.
mengatakan bahwa pada Periode Juli
2013, Program MEP FEB UGM telah
meluluskan 25 putra dan 14 putri
dari total wisudawan 39 mahasiswa.

17

Wisudawan ini terdiri dari 2 mahasiswa
dari konsentrasi Keuangan Daerah,
7 mahasiswa dari Perencanaan
dan Pembangunan Daerah, dan 30
mahasiswa dari Manajemen Aset dan
Penilaian Properti.
Wisudawan termuda adalah Bagus
Mulyawan yang berusia 24 tahun dari
kota Jambi. Sedangkan, masa studi
tercepat diraih Yeddy Surahman dari
Kabupaten Kapuas selama 14 bulan
20 hari. IPK tertinggi (3.96) diraih
oleh Luh Srinadi dari Kanwil VII DJKN
Jakarta”, ungkap Jamli. IPK rata-rata
pada periode ini adalah 3.55 dengan
rata-rata lama studi 18 bulan 2 hari.

Selain itu, terdapat 6 mahasiswa lulus
dengan predikat cumlaude yaitu Luh
Srinadi (IPK 3.96), Lydia Gusmalita
(IPK 3.79), Iwan Meylani (IPK 3.77),
Dino Suharianto (IPK 3.77), Anjar
Setiadi (IPK 3.77), dan Lia Sahara
(IPK 3.77). Ahmad Jamli berpesan
kepada wisudawan bahwa ilmu dan
pengalaman yang diperoleh selama
studi di MEP FEB UGM diharapkan
bisa bermanfaat bagi wisudawan
dan tahapan selajutnya adalah
mengamalkan di daerah masingmasing. [Prast]

Magister
Ekonomika Pembangunan

Lokakarya Mahasiswa MEP dan MSi-Doktor:

Keberlanjutan Lingkungan di Tengah
Pertumbuhan Ekonomi

P

rogram MEP FEB UGM bekerja
sama dengan Program
MSi-Doktor FEB UGM
menyelenggarakan Discussion and
Students Workshop (16/9) di ruang
seminar MEP FEB UGM. Pembicara
dalam Discussion and Student
Workshop adalah Zhu Ran, Natsoku
Yokoyama, dan Yalei Zhai dari
Department of Economics, Kyoto
University dan Endah Saptutyningsih
dari Program Doktor FEB UGM dan
Anis Suryani dari Program MEP FEB
UGM.
Zhu Ran memaparkan permasalahan
polusi dengan pertumbuhan ekonomi
di Jepang. Selama tahun 1955-1973,
pertumbuhan ekonomi Jepang
tercatat 9%. Namun, Jepang memiliki

permasalahan yang serius terkait
polusi. Zhu Ran menyimpulkan bahwa
pemerintah berada pada tekanan yang
berat ketika pertumbuhan ekonomi
tinggi. Meskipun teori pembangunan
berubah, praktik pembangunan daerah
tidak dapat dengan mudah berubah.
Sementara itu, Gubernur Ninagawa
berhasil melakukan pembangunan
tanpa polusi yang didukung dengan
ekonomi yang bebas.
Natsoku Yokoyama memaparkan
hasil risetnya tentang pengunaan
manipulasi aktivitas riil dan tata kelola
perusahaan dalam manajemen laba
di Jepang. Temuannya menunjukkan
bahwa sistem perbankan utama dan
hubungan lintas saham dimungkinkan
memiliki efek pada perusahaan.

Selain itu, masih sedikit tulisan yang
mendeteksi manajemen laba.
Endah Saptutyningsih memaparkan
tentang efek informasi terhadap
perilaku individu dalam mengonsumsi
rokok. Penelitiannya menggunakan
laboratory experiments dan hasilnya
menunjukkan bahwa informasi
(tentang kapasitas paru-paru dan
tentang bahaya merokok terhadap
kesehatan) berperan dalam mengubah
perilaku individu dalam mengonsumsi
rokok. Anis Suryani memaparkan
hasil penelitian tesisnya tentang
analisis indikator kinerja di Pemerintah
Kabupaten Klaten.

EB News November 2013

18

What’s Up FEB

Program Profesi Akuntansi

Perkaya Wawasan Hingga Pulau Dewata

P

endidikan yang baik tentu tidak
melulu mengajarkan teori, tapi
juga praktik aplikasi teori di dunia
nyata. Hal ini pula yang mendasari
Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
FEB UGM untuk menyelenggarakan
kunjungan perusahaan ke Bali (20/824/8). Kegiatan ini diikuti oleh 120
mahasiswa dan didampingi enam
staf PPAk dengan destinasi Joger,
Pelabuhan Indonesia dan Angkasa
Pura.
Selain untuk memperkaya wawasan
dan pengalaman mahasiswa,
kunjungan ini juga bertujuan untuk
menjalin hubungan yang lebih erat
antara Unversitas Gadjah Mada
dengan perusahaan terkait. [Hesti]

Test Validasi Kompetensi: Gerbang Awal
Memasuki Jenjang Profesi

R

uang U303 Lt. 3 Sayap Barat FEB nampak riuh oleh
39 peserta Test Validasi Kompetensi Pendidikan
Profesi Akuntansi (PPAk) FEB UGM (24/8). Peserta
dari beragam PTN/PTS menjalani ujian seleksi selama
tiga jam sebelum dinyatakan siap memasuki jenjang
pendidikan profesi. Soal ujian dibuat oleh Komite Evaluasi
dan Rekomendasi Pendidikan Profesi Akuntansi Ikatan
Akuntan Indonesia (IAI) dan mencakup tiga subjek
yaitu Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen dan
Pengauditan. Dalam satu tahun, PPAk menyelenggarakan
enam kali test validasi kompetensi.
Di hari yang sama pula hasil ujian akan dikirimkan ke
IAI Jakarta guna dilakukan proses koreksi. Hasil ujian
ini akan menentukan apakah peserta ujian berhak
langsung mengikuti perkuliahan reguler, harus mengikuti
matrikulasi atau harus mengulang ujian. Perkuliahan
reguler akan dilaksanakan pada bulan Februari dan
September, sedangkan perkuliahan matrikulasi akan
dimulai pada tanggal 21 Oktober 2013. [Hesti]

19

Cultural Immersion Day:
Arena Pembauran Mahasiswa Asing

K

ini mahasiswa asing FEB UGM
tidak begitu asing lagi dengan
kebudayaan Indonesia, khususnya
kebudayaan Yogyakarta. Kantor Urusan
Internasional FEB UGM (KUI FEB UGM)
bekerjasama dengan mahasiswa Global
Leadership Forum (GLF) mengadakan
sebuah kegiatan outbond antara
mahasiswa reguler dan mahasiswa
asing bertajuk Cultural Immersion
Day (CID) (6/10) di Desa Pentingsari,
Cangkringan, Sleman.

Acara yang dikemas dengan
memadukan kegiatan outbond dan
pengenalan kebudayaan ini diikuti
oleh sekitar 26 mahasiswa asing yang
tengah menempuh studi mereka di FEB
UGM. Selain mahasiswa asing, turut
serta juga beberapa mahasiswa reguler
S1 yang merupakan tandem buddies
dan student ambassador. Teriknya
matahari Desa Pentingsari tidak
melunturkan semangat para peserta
CID untuk mengikuti seluruh rangkaian
kegiatan. Para mahasiswa asing tampak
membaur akrab dan berbagi keceriaan
dengan mahasiswa reguler lainnya.
Secara garis besar kegiatan CID dibagi
dalam dua kegiatan utama. Kegiatan
pertama adalah pelatihan leadership
yang dilaksanakan dengan aktivitas
outbond yaitu lari egrang dan sepak
bola lumpur. Sedangkan kegiatan

kedua adalah pengenalan kebudayaan
dengan mengajarkan beberapa
kebudayaan khas Yogyakarta seperti
menangkap ikan di sawah, membatik,
dan menarikan Tari Klasik Jawa Srikandi
Surodewati.
Meskipun ini merupakan pengalaman
pertama bagi para mahasiswa
asing, tetapi mereka tampak
percaya diri dan bersemangat
dalam mempelajari kebudayaan
khas Yogyakarta ini. Selain untuk
menanamkan nilai kepemimpinan
dan pengenalan budaya kepada
mahasiswa asing, sesungguhnya
tujuan utama diselenggarakan CID
ini adalah mendekatkan hubungan
antara mahasiswa asing dan reguler
khususnya di kampus S1 FEB UGM.
Selama ini muncul stigma bahwa
mahasiswa asing cenderung memiliki
eksklusivitas dalam pergaulan di
kampus dan tidak banyak membaur
dengan mahasiswa Indonesia. Melihat
fenomena tersebut, mahasiswa
yang tergabung dalam GLF memiliki
gagasan untuk menghapuskan kesan
tersebut.
“Dahulu sebelum terbentuk GLF,
antara mahasiswa Indonesia dan
mahasiswa asing tidak pernah
bergaul satu sama lain. Sekarang GLF
mencoba mengakrabkan mahasiswa

asing dan mahasiswa Indonesia
dengan kegiatan Tandem Learning
dimana dalam kegiatan itu mahasiswa
Indonesia secara berkala akan menjadi
partner mereka (tandem buddy) untuk
mengajarkan hal-hal tentang Indonesia
seperti bahasa, kesenian, dan kuliner.
CID adalah salah satu bagian dari
Tandem Learning,” ungkap Novita Sari
Vitaloka (Manajemen, 2010) selaku
Koordinator CID.
Upaya GLF untuk mengakrabkan
mahasiswa asing dan mahasiswa
Indonesia ternyata membuahkan
hasil yang baik. Para mahasiswa asing
mengaku senang dan sangat tertarik
dengan kegiatan ini. Kyrie, mahasiswa
asing dari Kanada, mengungkapkan
bahwa ia paling menyukai kegiatan
belajar tari Jawa klasik dan menangkap
ikan di sawah karena hal tersebut
belum pernah ia lakukan sebelumnya
di negaranya.
Tidak hanya mahasiswa asing,
tanggapan positif juga diutarakan
oleh Rizal Helga (Akuntansi 2010),
mahasiswa lokal yang menjadi Tandem
Buddy. Menurutnya, kegiatan semacam
ini sangat menarik dan bermanfaat
karena dapat menjalin keakraban
antara mahasiswa asing dan lokal.
“Batas antara mahasiswa asing dan
lokal menjadi semakin kabur,” tuturnya

EB News November 2013

20

Special Report
Menunjang & Menjulang

M

enapaki usia ke 58 tahun, FEB
UGM berkomitmen untuk
terus menorehkan beragam
prestasi. “Menunjang dan Menjulang”
menjadi tema besar dari perayaan
Dies Natalis kali ini. Tema ini dipilih
untuk memberikan renungan sekaligus
semangat kepada seluruh civitas
akademika dalam mencapai visi di
tengah perubahan yang cukup besar,
yakni perubahan status UGM menjadi
Badan Layanan Umum (BLU).
Pada rapat senat terbuka (19/09),
Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc.,
Ph.D., dekan FEB UGM, menyampaikan
beberapa hal terkait perkembangan
yag terjadi hingga saat ini di fakultas.
Hal ini merupakan salah satu bentuk
pertanggungjawaban dekanat
kepada berbagai pihak. Dalam
bidang akademik sendiri terjadi
beberapa perubahan pada jumlah
mahasiswa. Penurunan terjadi pada
jumlah mahasiswa regular, akan
tetapi jumlah mahasiswa International
Undergraduate Program (IUP) terus
mengalami peningkatan.

Selain itu, jumlah professor dan dosen
bergelar doktor juga bertambah pada
tahun ini. Hal ini diharapkan dapat
meningkatkan kualitas pengajaran dan
penelitian di FEB UGM. Fakultas sendiri
juga masih terus berjuang untuk
mendapatkan akreditasi Association to
Advance Collegiate School of Business
(AACSB). Saat ini, FEB UGM berada
pada tahap ke-14 dari 16 tahapan
yang harus dilalui. Sementara, terdapat
puluhan kegiatan penelitian yang
tengah atau telah dilangsungkan.
Publikasi jurnal ilmiah dosen di jurnal
ilmiah pun pada tahun ini mencapai 27
karya dan akan terus bertambah.
Peningkatan kualitas fasilitas kampus
juga masih terus diupayakan.
21

Tak hanya perbaikan ruang kelas,
namun juga terdapat penambahan
ruang untuk memenuhi kebutuhan
kegiatan perkuliahan. Selain fasilitas
fisik, penambahan infrastruktur
teknologi informasi juga masih terus
ditingkatkan.

sejarah akuntansi agar orang-orang
yang berprofesi dalam bidang ini dapat
memahami perkembangannya dengan
lebih baik. Ia kemudian menjelaskan
tahapan-tahapan sejarah akuntansi
mulai dari akuntansi kuno sampai
modern.

Mahasiswa pun juga tak mau
ketinggalan untuk ikut menorehkan
prestasi. Sepanjang tahun 2013,
tercatat belasan lebih mahasiswa
memenangkan kompetisi baik dalam
skala nasional maupun internasional.
Jumlah ini terus bertambah dari hari
ke hari. Program pemberian beasiswa,
terutama untuk mahasiswa yang tidak
mampu atau berprestasi juga semakin
banyak. Selain itu, jaringan alumni juga
semakin diperkuat.

Pemaparan kemudian dilanjutkan
dengan penjelasan mengenai ganda
dimensi. Akuntansi manajemen ganda
dimensi ini sendiri meliputi dimensi
akuntansi, dimensi keputusan, dimensi
keperilakuan, dimensi strategic, dan
dimensi organisasional. Akuntansi
manajemen sendiri juga terus
mengalami perkembangan paradigma,
mulai dari paradigm tradisional,
neotradisional atau neoklasik,
rasionalis ekonomi, intrepretatif,
dan terakhir pluralistic untuk
pengintegrasian antar paradigma.

Pidato kemudian dilanjutkan dengan
orasi ilmiah yang disampaikan oleh
Prof. Dr. R.A. Supriyono, SU., Akt.
dengan makalah yang berjudul
Pendekatan Ganda Budaya dan
Dimensi untuk Pengembangan
Akuntansi Manajemen. Judul tersebut
dipilih karena dorongan pentingnya
pemahaman terhadap pendekatanpendekatan yang digunakan untuk
pengembangan akuntansi manajemen,
yaitu pendekatan ganda budaya,
ganda dimensi, dan ganda paradigma.
Menurut Supriyono, masalahmasalah tersebut penting untuk
dibahas karena menyangkut peran
akuntansi manajemen di masa lalu,
sekarang, dan yang akan datang.
Peran akuntansi manajemen sendiri
adalah untuk menghasilkan informasi
bagi manajemen yang menyangkut
perencanaan, pembuatan keputusan,
dan pengendalian.
Orasi dibuka dengan pemaparan
tentang akuntansi itu sendiri.
Menurutnya, penting untuk memahami

Sementara itu, agar akuntansi
manajemen tetap eksis dan berguna,
maka perlu dilakukan penyesuaian
dengan perkembangan zaman. Untuk
itu perlu didesain kembali teknik-teknik
akuntansi manajemen yang baru,
masa kini, atau modern agar akuntansi
manajemen dapat mencapai tujuantujuan organisasi sesuai dengan faktorfaktor kunci sukses. Perkembangan
riset akuntansi manajemen di
Indonesia didominasi oleh mahasiswa
strata satu hingga strata tiga.
Pemaparan pidato serta orasi
ilmiah yang dilakukan tiap tahun
ini ditujukkan tidak hanya untuk
memperingati ulang tahun FEB
UGM saja, akan tetapi juga bentuk
pertanggungjawaban dari pihak
fakultas. Melihat segala perkembangan
yang dialami, FEB UGM akan terus
berjuang serta menggerakkan langkah
untuk menjadi menunjang dan
menjulang. [Nadia]

Pemaparan Strategi dalam Balutan Silaturahmi
Goedono, M.B.A., C.M.A. ( Kepala
Program Magister Akuntansi) dan
Mamduh Mahmadah Hanafi, Dr., MBA
(Program Magister Sains dan Doktor),
yang mewakili ketua program studi
Bambang Riyanto L.S., Dr., M.B.A., CMA.
yang berhalangan hadir. Pemaparan
terakhir disampaikan oleh Sugiarto,
Drs., M.Acc., M.B.A., CMA. selaku
Kepala Program Profesi Akuntansi FEB
UGM.

F

EB UGM kembali menggelar
Syawalan dan Sarasehan (9/9)
sebagai bagian dari rangkaian
acara Dies Natalies FEB UGM ke 58.
Syawalan dimulai dengan sambutan
dari Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.
S.C, Ph.D. selaku Dekan FEB UGM
dan sambutan oleh Ketua Senat FEB
UGM, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A.
Acara kemudian dilanjutkan dengan
sarapan bersama di halaman belakang
Magister Manajemen FEB UGM. Dalam
sesi ini, nampak jelas sukacita keluarga
besar FEB UGM di bawah tenda biru
yang digunakan sebagai atap.
Acara dilanjutkan kembali di
Auditorium Soekadji Ranuwiharjo MM
UGM dengan agenda pemaparan dari
Dekanat, Ketua Senat Fakultas, Ketua
Tim Pelaksanaan AACSB, dan Kepala
Program Studi dan Kepala Program
Magister. Dimulai dengan Prof. Wihana
Kirana Jaya, M.Soc. S.C, Ph.D yang
menjelaskan mengenai 5 strategic
planning yang akan dikawal oleh 4
wakil dekan. Dalam kesempatan ini
pula dipaparkan bahwa dalam survey
yang digelar Majalah Mix Kelompok
Media SWA, S1 Program Manajemen

Prof., Dr. Sri Adiningsih, M.Sc juga
mendapat kesempatan untuk
memberikan sambutan atas
pengukuhannya sebagai Guru Besar
Ekonomi UGM belum lama ini. Acara
meraih predikat “Best School of
Management 2013”. Prof. Dr. Abdul
Halim, M.B.A. memaparkan mengenai
tugas dan posisi badan senat fakultas.
Kemudian, Prof. Indra Wijaya Kusuma
menjelaskan mengenai upaya dan
posisi terkini FEB UGM dalam proses
mendapatkan akreditasi AACSB.
Maju ke mimbar sebagai Ketua Prodi
Manajemen, Sahid Susilo Nugroho,
Dr., M.Sc. memaparkan mengenai
rencana strategis program manajemen
dan peringkat sekolah bisnis terbaik
di Indonesia versi Majalah SWA.
Kemudian dilanjutkan Tri Widodo,
Prof. M.Ec.,Dev., Ph.D. selaku Kepala
Program Studi Ilmu Ekonomi dan
Fu’ad Rakhman, S.E., M.Sc., Ph.D
yang mewakili Kepala Program Studi
Akuntansi, Mahfud Sholihin, Ph.D.,
yang berhalangan hadir karena sedang
mengikuti konferensi di Malaysia.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan
dari program studi magister dan
doktor yaitu Prof. Dr. Lincolin Arsyad,
M.Sc.( Kepala Program Magister
Manajemen), Artidiatun Adji, M.Ec.,
M.A., Ph.D. (Kepala Program Magister
Ekonomi Pembangunan). Prof. Dr.

dilanjutkan dengan sesi diskusi dan
tanya jawab mengenai akreditasi
S1 Ilmu Ekonomi, dorongan agar
semua dosen giat menulis dan
mempublikasikan karya ilmiah, serta
kualitas skripsi mahasiswa. [Hesti]

EB News November 2013

22

Special Report
AACSB Week:
Sosialisasi Jelang Garis Akhir Akreditasi

P

roses akreditasi itu semakin
mendekati garis akhir. Beberapa
bulan lagi, tepatnya pada Maret
2014, FEB UGM memang akan dinilai
kelayakannya untuk mendapatkan
akreditasi internasional AACSB
oleh Tim AACSB. Untuk semakin
memperkenalkan AACSB kepada
seluruh civitas akademika, Tim
Akreditasi AACSB Internal FEB UGM
mencoba menyelenggarakan program
AACSB Week (9/9-13/9).
AACSB Week merupakan sebuah

Adu Sportivitas Karyawan dan Dosen

T

idak hanya mengajar dan bekerja saja, dosen dan karyawan
FEB UGM bisa juga unjuk gigi dan beradu kemahirannya dalam
berolahraga. Hal ini terlihat dalam berbagai pertandingan olahraga
yang diadakan untuk menyemarakkan Dies Natalies FEB UGM ke-58.

23

program sosialisasi akreditasi AACSB
kepada seluruh civitas akademika FEB
UGM. Rangkaian acara terdiri dari
presentasi AACSB kepada mahasiswa,
lomba pembuatan video klip singkat,
slogan, dan call for paper.
Tak hanya mahasiswa S1, sosialisasi
juga dilaksanakan di program studi
S2 seperti Magister Manajemen
(MM), Magister Sains (M.Si), dan
Magister Akuntansi (Maksi). Sosialisasi
langsung kepada mahasiswa di
kampus juga dilakukan oleh Duta
AACSB. Sebagai informasi, Duta AACSB
merupakan sekelompok mahasiswa
yang berjumlah 13 orang yang akan
memakai baju bertuliskan “Ask me
about AACSB” di dalam kampus.
Nantinya, mereka akan selalu siap

Untuk memeriahkan hari ulang tahun
fakultas, segenap karyawan dan dosen
FEB UGM mengadakan pertandingan
olahraga antar komponen internal
dan eksternal fakultas. Rangkaian
pertandingan diadakan mulai tanggal
22 Agustus hingga 31 Agustus 2013.
Terdapat 16 tim yang turut menjadi
peserta pada ajang sportivitas
karyawan dan dosen ini.
Cabang yang dipertandingkan mulai
dari voli, tenis meja, hingga futsal.
Pada awalnya, jenis olahraga yang
akan dipertandingkan terdiri dari
bermacam-macam cabang lain. Akan
tetapi, cabang-cabang olahraga
tersebut berpotensi berbenturan
jadwal dengan acara orientasi
mahasiswa baru sehingga urung untuk
dilaksanakan.
Ketika ditanya mengenai tujuan
diadakannya acara ini, Ketua Seksi
Olahraga Dies Natalies Ertambang
Nahartyo yang juga merupakan
dosen akuntansi ini menuturkan,
tujuan utamanya bukan hanya untuk

memberikan info tentang AACSB bila
ada orang yang bertanya.

proses sosialisasi tidak begitu saja
berhenti.

Koordinator Tim Akreditasi AACSB
Internal FEB UGM Indra Wijaya
Kusuma menilai, “Antusiasme civitas
akademika sangat tinggi, paling tinggi
dari mahasiswa. Mungkin selama ini
kan belum banyak tahu. Terutama di
program studi MM, mereka sangat
antusias. Karena ini menyangkut
reputasi. Kalau sudah mendapat
akreditasi AACSB, lulusan kita akan
lebih diakui di mata internasional.”

Proses sosialisasi informal akan terus
berjalan. Dosen-dosen akan dihimbau
untuk semakin sering berbicara
mengenai AACSB di dalam kelas.
Sosialisasi kepada karyawan-karyawan
juga akan terus dilakukan karena
mereka juga bagian yang akan dinilai
dalam proses akreditasi. “Supaya
semakin banyak orang ngomong,
orang semakin sering dengar, dan
orang-orang semakin tahu tentang
AACSB,” ucap Indra.

Indra menuturkan proses sosialisasi
semacam ini sangatlah penting untuk
membuat suasana akreditasi AACSB
terasa di dalam kampus FEB UGM.
Dengan selesainya AACSB Week,

berolahraga, tetapi juga untuk untuk
mempererat hubungan antara semua
komponen kampus.
Dirinya menuturkan, “Kita itu kan
setiap hari bekerja. Jadi lama-lama,
hubungan antara manusia menjadi
luntur. Dengan olahraga, hubungan itu
bisa terjalin dengan cair lagi.”
Ia menilai acara ini berlangsung
dengan sangat lancar. Para peserta
bermain dengan bagus dan penuh
determinasi. “Kekerabatan dan
keakraban sangat luar biasa terlihat di
lapangan,” tuturnya.
Tidak hanya dosen, dalam ajang ini
beberapa satuan kerja karyawan juga
ikut dilibatkan seperti cleaning service,
petugas SKKK, dan lain-lain. Slamet,
salah satu panitia yang sehari-hari
bekerja di Bagian Umum FEB UGM,
mengaku senang dilibatkan dalam
acara ini. Adanya keterlibatan ini
membuat karyawan merasa menjadi
bagian dari FEB UGM.

Ketika ditanya apakah akan ada
agenda sosialisasi formal dalam waktu
dekat, Indra menjawab singkat, “Akan
ada lagi.” [Arthur]

Selain itu, dengan adanya peserta
dari fakultas-fakultas lain di luar FEB,
koordinasi kerja dengan fakultas
lain juga menjadi semakin mudah.
“Semakin mempermudah koordinasi
dan jaringan semakin luas,” ucapnya.
Sebagai informasi, berikut hasil-hasil
pertandingan dari berbagai cabang
olahraga. Untuk cabang tenis meja Tim
S1 meraih juara 1, Tim MM menjadi
juara 2, serta Tim MEP dan M.SI
menempati juara 3.
Di cabang bola voli internal Tim
S1 juga meraih juara 1, Tim M.SI
menempati juara 2, dan juara 3
ditempati PPAK serta Cleaning Service.
Untuk voli eksternal, Tim SKKK UGM
berhasil menjadi juara 1, diikuti FEB
UGM yang menjadi juara 2, dan juara
3 Fakultas Kedokteran Umum serta
Kehutanan. Terakhir, cabang futsal
dijuarai oleh Tim MM, diikuti MEP di
tempat kedua, dan MAKSI serta P2EB
di tempat ketiga. [Arthur]

EB News November 2013

24

Special Report
Seminar Dies Natalis FEB UGM ke-58 :
Trio Pemimpin Andal Indonesia
“Leadership = Trust + Competency + Integrity + Intimacy – Self Interest”

B

erbeda dari seminar yang kerap
dilaksanakan sebelumnya,
Auditorim Soekadji Ranuwihardjo
MM FEB UGM siang itu dipenuhi
oleh banyak peserta. Baik dosen,
mahasiswa, kalangan media, dan
masyarakat umum tampak telah
memenuhi ratusan kursi di dalam
auditorium beberapa jam sebelum
seminar dimulai. Seminar kali ini
memang berbeda dari seminarseminar sebelumnya. Dalam rangka
Dies Natalis ke-58, FEB UGM
mengundang beberapa tokoh istimewa
untuk mengungkap gagasan mereka
terkait ilmu kepempimpinan pada
Seminar “Authentic Leadership :
Menggagas Sosok Kepemimpinan
Nasional” (17/9). Tiga sosok pemimpin
cakap Indonesia: Muhammad Jusuf
Kalla, Anies Baswedan, dan Ignasius
Jonan, hadir untuk berbagi ilmu dan
pengalaman kepemimpinan mereka.
Diskusi dipandu secara menarik oleh
dosen FEB UGM yang menggeluti ilmu
kepemimpinan Dr. T. Hanni Handoko,
M.B.A.
Tepuk tangan meriah menyambut
kedatangan ketiga narasumber
tersebut. Video perspektif
kepemimpinan otentik yang
disampaikan oleh Wakil Ketua
KPK Bambang Widjojanto menjadi
pembuka diskusi pada siang
itu. Memimpin sebuah institusi
pemberantasan korupsi di Indonesia
bukan merupakan hal yang mudah.
Banyak hambatan dan tantangan besar
yang harus dihadapi. Namun Bambang
Widjojanto mengungkapkan bahwa
pemimpin yang hebat hadir karena
tantangan yang luar biasa. “Sebagai

25

– Anies Baswedan
seorang pemimpin ia harus tahu
kemana visi dan misi yang harus dituju,
dan ia harus tahu mana batasan yang
halal dan haram”, tambah Bambang
Widjajanto.
Sejalan dengan yang diungkapkan
Bambang Widjajanto, Anies Baswedan
juga mengungkapkan bahwa
menjadi seorang pemimpin harus
tahu darimana suatu hal berasal
dan hendak kemana hal tersebut
akan menuju. “Seorang pemimpin
adalah sesorang yang terusmenerus menghidupkan optimisme,
mampu mengkomunikasikan dan
mengeksekusi gagasan. Pemimpin
adalah sosok yang mengubah
keterbatasan menjadi kegunaan,”
jelas Anies Baswedan. Seorang
pemimpin yang otentik membutuhkan
kepercayaan, kompetensi, integritas,
dan kekariban dengan orang lain.
Namun keempat hal tersebut harus
didukung dengan mengurangi
pengaruh kepentingan pribadi.
Diskusi semakin menarik dengan
paparan Jusuf Kalla mengenai
pengalamannya sebagai mantan
orang nomor dua di negeri ini. Jusuf
Kalla berbagi beberapa kisah terkait
bagaimana meyakinkan masyarakat
Indonesia terhadap keputusan yang
diambil pemerintah pada waktu
itu. “Tugas seorang pemimpin
yang pertama adalah mampu
mempengaruhi orang lain atas apa
yang perlu dilakukan,” ungkap Jusuf
Kalla. Pernah memegang amanah
memimpin berbagai institusi baik
swasta maupun publik, Jusuf Kalla
juga menegaskan bahwa tempat

yang berbeda membutuhkan model
kepemimpinan yang berbeda.
“Kepemimpinan pada perusahaan lebih
berorientasi pada tujuan perusahaan,
sementara kepemimpinan pada
pemerintahan lebih berorientasi
pada prosedur dan aturan yang ada,
berbeda lagi dengan kepemimpinan di
lembaga sosial lebih berorientasi pada
menyenangkan hati orang lain,” jelas
Jusuf Kalla.
Sementara Ignasius Jonan juga banyak
berbagi mengenai kesuksesannya
dalam mengubah pelayanan di PT
Kereta Api Indonesia selama ini. Di
mata Ignasius Jonan menjadi seorang
pemimpin yang penting adalah
harus merasa cukup terlebih dahulu.
Sehingga dikala memimpin ia tidak
akan terganggu untuk mengejar
kepentingan dirinya sendiri dan lebih
berfokus pada kepentingan institusi
yang dipimpinnya. Diskusi pada siang
itu pun ditutup oleh pandangan
masing-masing narasumber terkait
apa itu kepemimpinan yang otentik.
Anies Baswedan mengungkapkan
kepemimpinan otentik muncul
dari seseorang yang mampu
berpikir out of the box, meyakini
sesuatu dengan benar, dan mampu
mengkomunikasikannya dengan
baik. Jusuf Kalla berpandangan
bahwa kepemimpinan otentik
ada pada seseorang yang mampu
mencari momen yang tepat untuk
melaksanakan kebijakannya.
Sedangkan bagi Ignasius Jonan
kepemimpinan otentik bisa didapatkan
dari seorang pemimpin yang general
karena bisa bermanfaat bagi banyak
orang. [Poppy]

Berbaur dalam Student Week 2013

A

da yang berbeda pada
minggu pertama perkuliahan
semester ini. Plaza Fakultas
Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM
tampak ramai dipenuhi oleh berbagai
stand. Mengusung tema “Harmony
in Diversity”, Student Week (10/1013/10/) kembali hadir sekaligus
menjadi kelanjutan dari masa orientasi
mahasiswa baru dengan tujuan yang
sedikit berbeda.

Pada tahun ini rangkaian acara
Student Week dibuka dengan
penyelenggaraan Ekspo Kewirausahaan
yang menghadirkan puluhan
usaha kecil sampai menengah.
Pameran dilanjutkan dengan bazar
civitas akademika FEB UGM yang
menghadirkan lembaga mahasiswa,
komunitas, stand mahasiswa asing,
dan lain sebagainya. Selain pameran,
diselenggarakan pula beberapa
kompetisi, diantaranya Lomba Rally
Photo, Pemilihan Putra dan Putri FEB
UGM, Lomba Kebersihan Sekretariat
Lembaga Mahasiswaan, Lomba
Stand Lembaga Terfavorit, dan lain
sebagainya. Dalam acara ini juga
diselenggarakan pameran foto,
kelanjutan dari Lomba Rally Photo.

Tak hanya sekedar pameran dan lomba,
terdapat pula talkshow mengenai
gratifikasi yang diisi oleh David dari
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
dan Ge Phamungkas, seorang stand
up comedian. Rangkaian student week
ditutup dengan Cultural Event yang
diramaikan dengan penampilan band
angkatan, mahasiswa asing dari lima
negara, dan juga bintang tamu The
Kandang. Cultural Event menjadi
ajang interaksi secara langsung
seluruh mahasiswa FEB UGM dengan
mahasiswa asing. Acara ini juga
diramaikan dengan flashmob angkatan
mahasiswa baru angkatan 2013.
Terdapat pula pengumuman
pemenang berbagai kompetisi dan
penyerahan penghargaan untuk
beberapa kategori di penghujung
acara. A.A. Ngurah Agung Surya
(Akuntansi 2011) dan Sheila Reswari
(Manajemen 2011) dipercaya menjadi
representatif seluruh mahasiswa
dengan dinobatkan menjadi Putra
dan Putri FEB UGM. Lebih dari dua
ribu lima ratus mahasiswa melakukan
voting yang dilakukan via Sintesis
untuk pemilihan ini. Selain itu, terdapat
pula penghargaan kepada mahasiswa
dengan prestasi internal dan eksternal

terbaik. Penghargaan pertama
diberikan kepada Lay Monica Ratna
Dewi (Akuntansi 2011) dan Angga
Dwi Putra (Akuntansi 2011) sebagai
mahasiswa dengan IPK tertinggi.
Sedangkan penghargaan untuk
mahasiswa dengan prestasi eksternal
diraih oleh Aryo Andityo Nugroho
(Akuntansi 2011) dan Rida Nurafiati
(Akuntansi 2011).
Ahmad Haikal, selaku ketua acara,
mengaku tidak menyangka bahwa
antusiasme warga FEB UGM begitu
besar pada tahun ini. Hal ini terjadi
berkat dukungan dari berbagai
pihak, salah satunya penugasan yang
dilakukan saat Simfoni. Pihak dekanat
pun juga mengamini hal itu. Meskipun,
minimnya pengunjung bazar masih
tetap menjadi kendala dikarenakan
rangkaian acara diselenggarakan pada
masa perkuliahan. Padahal, jam kuliah
sendiri baru sepenuhnya selesai pada
pukul 19.00. Besar harapan agar acara
ini dapat terselenggara lebih baik
karena ada banyak manfaat yang bisa
dipetik, tidak hanya untuk mahasiswa
baru, tapi juga seluruh warga FEB UGM.
Selamat menantikan kejutan apa lagi
yang akan dibawa oleh Student Week
tahun depan. [Nadia]
EB News November 2013

26

Special Report

Kethoprak Dosen dan Karyawan FEB UGM:
Dosen dan Karyawan Tampil Beda

M

elihat para dosen beraksi di
depan kelas merupakan hal
yang biasa ditemui seharihari di lingkungan akademis FEB
UGM. Memaparkan materi dengan
slide powerpoint dan berpakaian rapi
merupakan pemandangan lumrah
terhadap seorang dosen. Namun,
khusus untuk merayakan Dies Natalis
FEB UGM ke-58 para dosen dan
karyawan berani untuk tampil berbeda
dari biasanya. Melakoni drama dengan
judul Jambul Kromoyudo, dosen dan

27

karyawan tampil menawan dalam
malam Tumpengan dan Pertunjukan
Seni Kethoprak Dosen dan Karyawan
FEB UGM (18/9). Dengan bimbingan
dari pelatih kethoprak Sukisno, S.Sn.,
M.Hum, dosen dan karyawan yang
biasanya berada di kampus sibuk
dengan urusan akademis menunjukkan
bakat acting mereka di atas panggung.
Pertunjukan seni kethoprak ini diawali
dengan sambutan dekan FEB UGM,
Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.

Sc., Ph.D dan laporan dari Ketua
Pelaksana Dies Natalis FEB UGM
ke-58, Kusdhianto Setiawan, S.E.,
Sivilokonom., Ph.D. Sebagai bentuk
syukur atas kelancaran perjalan fakultas
hingga usia ke 58 ini dilaksanakan pula
pemotongan tumpeng yang diberikan
secara simbolis kepada perwakilan
civitas akademika yaitu dosen,
karyawan, dan mahasiswa.
Menginjak malam yang semakin larut,
pertunjukan kethoprak pun dimulai.

Iringan gamelan yang dimainkan
pengrawit yang merupakan gabungan
dosen dan karyawan mengalun
sepanjang pertunjukan dilangsungkan.
Wakil Dekan Bidang Perencanaan
dan Sistem Informasi FEB UGM, Eko
Suwardi, M.Sc., Ph.D turut menjadi
pengrawit pada malam itu. Lakon
Jambul Kromoyudo menceritakan kisah
seorang kesatria yang mengkhianati
dan durhaka oleh keluarganya. Dosen
dan karyawan pun beraksi dengan
serius dalam memainkan peran masingmasing. Dekanat FEB UGM pun tidak
mau kalah tampil dengan yang lainnya.
Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc.,
Ph.D dan Muhammad Edhie Purnawan,
M.A., Ph.D juga turut ambil bagian
dalam lakon tersebut. Selain dekanat
beberapa dosen juga turut pasang aksi
dalam lakon kethoprak ini seperti Drs.
A. Budi Purnomo, M.A. dan Prof. Dr.
Suwardjono., M.Sc. Padatnya agenda
para dosen memang menjadi kendala
untuk mempersiapkan pentas dengan
optimal. Namun hal itu tidak menjadi
masalah yang berarti karena para dosen
tetap dapat memainkan peran masingmasing dengan baik meskipun sesekali
terjadi salah dialog yang disambut
gelak tawa para penonton.
Seperti perayaan Dies Natalis FEB
UGM tahun sebelumnya, Pertunjukan
Seni Kethoprak ini akan menjadi
agenda rutin yang dilaksanakan.
Selain menyuguhkan hiburan bagi
para penonton yang relatif jarang
meilhat dosen dan karyawan beradu
acting, pertunjukan ini juga merupakan
sarana bagi dosen dan karyawan untuk
mengasah kemampuan mereka di luar
meja kerja. Pertunjukan Seni Kethoprak
ini menunjukkan bahwa dosen dan
karyawan FEB UGM tidak hanya ahli
dalam hal akademis tetapi juga ahli
dalam berkesenian. [Poppy]

Bakti Sosial:
Berbagi Bahagia Sesama Civitas
Academica

E

nam buah mobil tampak terparkir
rapi di lapangan parkir dosen FEB
UGM. Pagi itu, mobil-mobil itu
akan turut mengambil peran dalam
kegiatan Bakti Sosial (3/8) untuk
mengantarkan 24 civitas academica
FEB menuju rumah-rumah pensiunan
dosen dan karyawan yang tersebar
di Yogyakarta. Dalam acara yang

dimulai pada pukul 07.30 WIB ini,
warga kampus yang terbagi ke dalam
enam kelompok menyebar ke bagian
Utara, Tengah dan Selatan Yogyakarta
untuk memberikan bingkisan dalam
rangka Dies Natalies ke-58 FEB UGM
2013. Dalam Bakti Sosial tahun ini, FEB
mengunjungi sedikitnya 32 rumah dan
acara berakhir pada pukul 14.00 WIB.

Mengenang Jasa dalam Ziarah
dan Anjangsana

H

iruk pikuk terlihat di selasar
Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
Orang-orang yang terdiri dari
dosen dan karyawan berkumpul,
diantara kerumunan itu tampak Dekan
FEB UGM, Prof. Wihana Kirana Jaya,
M.Soc. S.C, Ph.D. Ada acara apa?
Pagi itu, dosen serta karyawan yang
berkumpul hendak melakukan ziarah
dan anjangsana (17/9) ke beberapa
makam dosen dan karyawan. Acara
dimulai dengan pembukaan oleh
Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.
S.C, Ph.D dan dilanjutkan dengan

doa bersama yang dipimpin oleh
Drs. Irfan Nursasmito, M.Si. selaku
penanggungjawab acara.
Kemudian dosen dan karyawan dibagi
menjadi dua kelompok yang masingmasing akan mendatangi dua dari
empat pemakaman, yaitu Sawitsari,
Kotagede, Terban, dan Kantilan. Selain
sebagai bentuk refleksi diri, ziarah dan
anjangsana ini bertujuan mengajak
seluruh civitas academica FEB UGM
untuk senatiasa mengingat jasa para
dosen dan karyawan pendahulu.[Hesti]

EB News November 2013

28

Special Report
Family Fun Day:
Kuatkan Akar untuk Menjulang

Menunjang dan Menjulang” itulah
tema besar yang diangkat dalam
Dies Natalis FEB UGM ke-58 lalu.
Seperti telah diulas dalam beberapa
artikel dalam majalah edisi kali ini,
berbagai kegiatan dilakukan untuk
mengimplementasikan dua kata
tersebut. FEB UGM sadar betul bahwa
di era saat ini kampus harus mampu
menjulang tinggi untuk menunjukkan
“taring” tidak hanya di lingkup
nasional tapi juga global. Namun,
bagaikan sebuah pohon, ia tidak akan
kokoh berdiri bila tidak memiliki akar
yang kuat. Dalam lingkup FEB UGM
sendiri akar tersebut merupakan
hubungan antar sivitas akademika di
kampus. Family Fun Day (15/9) pun
dilaksanakan untuk lebih mempererat
hubungan antar sivitas akademika FEB
UGM dan menciptakan intitusi fakultas
yang kuat secara internal.
“Untuk bisa menjulang tinggi, kita
harus kompak dahulu secara internal,”
demikian ungkap Dra. Reni Rosari,
M.B.A., Ketua Pelaksana Kegiatan
Family Fun Day. Kekompakan dan
keharmonisan sivitas akademika
FEB UGM memang terlihat dalam
pelaksanaan Family Fun Day. Dosen
dan karyawan datang bersama
keluarga mereka untuk menikmati
hiburan dan kegiatan di minggu pagi
itu. Permainan dengan hadiah menarik
diikuti dengan sangat meriah, selain itu
terdapat pula panggung hiburan yang
menampilkan aksi para dosen seperti
Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc. Acara
ini pun ditutup dengan pembagian
doorprize yang sudah ditunggutunggu.
Suka cita tergambar di wajah para
civitas akademika yang datang ke
acara ini. Selain mengajak keluarga
29

dosen dan karyawan, Family Fun Day
juga mengundang mahasiswa dan
alumni untuk turut serta. Meskipun
belum begitu banyak alumni dan
mahasiswa yang bergabung namun
tanggapan alumni dan mahasiswa
sangat positif terhadap acara ini. Reni
mengharapkan ke depannya lebih
banyak lagi mahasiswa yang dapat ikut
serta dengan para dosen dan karyawan
di Family Fun Day ini.

Family Fun Day memang merupakan
kegiatan hiburan dalam Dies Natalis
FEB UGM ke-58 lalu. Para peserta
datang dan menghabiskan minggu

pagi mereka untuk bersenangsenang satu sama lain. Namun inti
dari atmosfer bahagia di Family Fun
Day lalu adalah semakin akrabnya
hubungan antar sivitas akademika,
dosen pada karyawan, dosen pada
mahasiswa, dan sebaliknya. Kokohnya
internal FEB UGM ini merupakan salah
satu kunci kesuksesan bagi fakultas
agar mampu terus berkembang dan
menjadi sekolah ekonomika dan bisnis
yang terpandang hingga level dunia.
“Heboh” itulah kata yang menurut Reni
mampu mereprensentasikan kegiatan
Family Fun Day lalu. [Poppy]

Publikasi Para Peneliti Ekonomi

U

paya UGM untuk menjadi
universitas riset terkemuka di
dunia terus dilakukan. Fakultas
Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM
mengadakan Seminar Program Studi/
Ekpose Penelitian (17/9) sebagai
salah satu rangkaian acara pada Dies
Natalies FEB UGM ke-58.

Acara ini merupakan ajang presentasi
riset-riset yang dilakukan oleh
jurusan-jurusan di FEB UGM. Dalam
waktu yang bersamaan jurusan
Manajemen menggelar event ini
di Ruang Audiovisual FEB UGM,
jurusan Akuntansi bertempat di
Pertamina Tower, dan Ilmu Ekonomi
di Auditorium BRI Magister Sains dan
Doktor FEB UGM.
Publikasi hasil penelitian bersifat
terbuka dan ditujukan untuk publik,
tetapi lebih berfokus kepada internal

stakeholder, yakni mahasiswa dan
dosen. Selain untuk mempublikasikan
hasil riset dosen, perhelatan ini
juga dilaksanakan sebagai bentuk
pertanggungjawaban riset kepada
stakeholder, termasuk masyarakat
umum. Salah satu dosen yang menjadi
pengisi acara, Bayu Sutikno mengaku
acara ini dapat mendorong dosendosen untuk semakin gencar dalam
melakukan riset di bidang masingmasing.
Dalam acara tersebut, Bayu Sutikno
mewakili jurusan Manajemen,
mempresentasikan hasil risetnya yang
mengankat tema “Islamic Marketing”.
Dirinya menjelaskan mengenai
perkembangan pemasaran Islami mulai
dari sisi konsep, pengukuran, hingga
tantangan apa yang harus dihadapi di
masa depan.

Dari sisi konsep, Bayu menyampaikan
prinsip-prinsip Islamic Marketing
dalam dunia praktek seperti konsep
perbankan dalam Islam. Bayu
juga memaparkan perkembangan
teori-teori yang ada dalam bidang
tersebut. Paper ini sebelumnya pernah
dipresentasikan Bayu di acara bertajuk
Global Islamic Marketing Conference di
Dubai, Uni Emirat Arab pada 2011.
Bayu mengaku senang dilibatkan
dalam acara ekspose penelitian
semacam ini. Pihaknya berharap, acara
sosialisasi karya riset seperti ini tetap
bisa berlanjut di masa mendatang.
“Mungkin kemasannya bisa lebih dari
public lecturing ya. Seperti research
week atau menampilkan banyak
publikasi di selasar sehingga orang
bisa lihat. Supaya bisa lebih terekspose
ke mahasiswa,” tuturnya. [Arthur]

Tanggung Jawab Sosial Intelektual

F

akultas Ekonomika dan Bisnis (FEB)
UGM sebagai sebuah komunitas
intelektual turut bertanggung
jawab sosial kepada masyarakat. Hal ini
diwujudkan dalam acara Campus Social
Responsibility (CSR) pada Dies Natalis
ke-58 FEB UGM lalu. Kegiatan ini
merupakan sebuah bentuk corporate
social responsibility FEB UGM yang
disesuaikan dengan kompetensi dan
kapasitas yang dimiliki, yakni lebih
berbasis intelektualitas.
Acara diwujudkan dengan sebuah
forum yang mengundang semua
dosen untuk berdiskusi secara bebas
dan cair mengenai tema tertentu.
Kali ini, topik yang diambil adalah
“Fluktuasi Rupiah”. Tak hanya dosen,
perwakilan pengusaha, Bank Indonesia,
dan mahasiswa juga turut hadir dan
berdiskusi dalam kegiatan yang
berlangsung di lantai 8 Pertamina
Tower ini.

“Konsep CSR yang kita ambil berbeda
dari yang biasa dilakukan. Kontribusi
sosial ini disesuaikan dengan
kompetensi dan kapasitas kita, yaitu
lebih kepada intellectual contribution
for society,” tutur Rangga Almahendra,
koordinator acara ini.

harus tetap optimis. Semua harus
bahu-membahu dalam mengatasi
gejolak fluktuasi rupiah. Forum ini
juga menyimpulkan, fluktuasi rupiah
hanya bersifat temporer dan pasti akan
kembali normal. “Dan ternyata betul,”
kata Rangga.

Rangga menambahkan, semangat
yang dibawa acara ini adalah untuk
membuat semacam optimisme agar
nilai tukar rupiah terhadap dollar
AS tetap stabil. Sebagai informasi,
pada saat acara berlangsung,
Indonesia sedang mengalami banyak
permasalahan ekonomi yang membuat
nilai tukar rupiah jatuh terhadap dollar
AS. Menurutnya, fluktuasi rupiah yang
terjadi merupakan siklus yang tak bisa
terhindarkan.

Diskusi yang juga disiarkan oleh
AdiTV ini terdiri dari tiga bagian.
Bagian pertama, dosen-dosen
memaparkan teorinya masingmasing untuk menjelaskan fenomena
fluktuasi rupiah. Selanjutnya, para
peserta diskusi membahas penyebab
terjadinya fluktuasi rupiah. Pada bagian
akhir, diskusi dilanjutkan dengan
merumuskan solusi. Jadi, “Bukan hanya
diskusi untuk mencari sensasi, tetapi
juga untuk mencari solusi,” ungkap
Rangga. [Arthur]

Inti dari diskusi yang berlangsung
selama kurang lebih dua jam tersebut,
menurut Rangga, adalah masyarakat

EB News November 2013

30

Who’s Who
Walujo Sudito:
Pengabdian Tinggi dalam Melayani

M

enjalani 15 tahun berkarir
di Magister Ekonomika
Pembangunan (MEP) FEB
UGM telah memberikan banyak
pengalaman dan pembelajaran
berharga bagi Walujo Sudito, S.E.,
seorang pegawai MEP FEB UGM
yang saat ini tengah mengabdi
sebagai Kasubag Administrasi di
bagian akademik. Lahir di Sleman,
8 Februari 1974, Walujo bergabung
sebagai karyawan pada tahun pertama
program studi MEP berdiri. Ia pernah
menempati bagian kepagawaian
lain seperti Bagian Admisi dan
Pengembangan Kerjasama pada
tahun 2003. Meskipun beberapa
kali dirotasi di bagian lain Walujo
menikmati seluruh pekerjaan yang
dilakukannya di MEP FEB UGM.
Bagi Walujo yang terpenting adalah
pelayanan yang diberikannya
kepada seluruh sivitas akademika
baik dosen, mahasiswa, maupun
sesama karyawan.
Di mata para dosen dan mahasiswa,
Walujo adalah salah satu sosok
karyawan yang ramah dan banyak
membantu kebutuhan dosen dan
mahasiswa. Namun, terkait mahasiswa
Walujo memang memberikan
perhatian yang lebih ekstra, seperti
pelayanan terhadap mahasiswa baru
dan permasalahan mahasiswa yang
tidak lulus-lulus. Walujo mengaku
memiliki trik khusus untuk mengatasi
fenomena mahasiswa yang berpredikat
“mahasiswa abadi”ini. Ia tidak
bosan-bosan untuk mengingatkan
mahasiswa untuk mempercepat
proses kelulusannya baik melalui
media formal maupun informal.
Sering ia mengirimkan pesan singkat
peringatan kepada mahasiswa yang
bersangkutan atau bila cara formal
tidak berhasil Walujo sesekali menemui

31

mahasiswa tersebut secara informal
sambil berbincang-bincang ringan di
kantin kampus. Hal tersebut dirasa
cukup efektif untuk mengetahui
permasalahan yang sesungguhnya
dirasakan mahasiswa. Kiat Walujo
tersebut ternyata cukup membekas
dan terkenang di hati para mahasiswa
MEP FEB UGM. Meskipun mereka telah
lulus dari program master di MEP
FEB UGM para alumni masih kerap
mengirimkan pesan untuk sekedar
menanyakan kabar atau mengabari
hal-hal yang menggembirakan.

Bahkan beberapa alumni yang sukses
menjabat di daerah beberapa kali
mengundang Walujo untuk berkunjung
ke daerahnya. Masih dapat menjalin
hubungan baik dengan para alumni
merupakan hal yang menurut Walujo
paling menyenangkan selama bekerja
di MEP FEB UGM.

menempatkan diri sebagai teman,
kedisiplinan dan tentunya belajar
ilmu ekonomi yang merupakan jiwa
dari MEP FEB UGM sendiri. “Dulu
waktu masuk MEP saya masih lulusan
SLTA lalu saya ingat Prof. Iswardono
mengatakan bahwa jika saya ingin
memberikan pelayanan yang baik pada
mahasiswa pascasarjana MEP FEB UGM
setidaknya saya harus mengerti apa
itu ekonomi,” ungkap Walujo. Ucapan
itulah yang kemudian memotivasi
Walujo untuk melanjutkan kuliah S1
di bidang ekonomi dan mendapatkan
gelar sarjana pada 2009 lalu. Ketika
dahulu bekerja di bagian admisi,
Walujo juga sangat terkesan dengan
pesan dari Prof. Insukindro terkait
promosi program studi MEP FEB
UGM. “Jika kita melakukan promosi
pada 1000 orang, ada 1 orang yang
tertarik itu sudah merupakan hal
yang baik. Tetapi kita harus melayani
dengan baik 1 orang tersebut agar
ia bisa mempromosikan sendiri
program studi MEP FEB UGM ke
orang lain,” jelas Walujo mencoba
mengulang pesan Prof. Insukindro
tersebut. Pengalaman dan pesan
yang diberikan oleh para dosen baik
yang telah purna tugas maupun yang
sekarang tengah menjabat merupakan
masukan yang sangat bermanfaat
bagi Walujo untuk terus memberikan
pelayanan yang terbaik di program
studi MEP FEB UGM.

Mengawal perjalanan program studi
MEP FEB UGM sejak awal berdirinya,
Walujo banyak memiliki pengalaman
mengesankan khususnya dari para
Ketua Pengelola Program Studi.
Selain sebagai tempat mengabdi dan
memberikan pelayanan, bagi Walujo
MEP FEB UGM adalah tempat untuk
belajar. Tidak hanya belajar sebagai
karyawan yang baik, tetapi juga belajar

Sebagai salah satu bagian dari
keluarga besar MEP FEB UGM, Walujo
memiliki banyak harapan besar pada
perkembangan program di masa yang
akan datang. Walujo berharap MEP
FEB UGM dapat terus memberikan
pelayanan yang terbaik pada para
mahasiswa dan terus meningkatkan
kualitas baik di bidang akademik
maupun non akademik. [Poppy]

Facilities
kehadirannya. Selain itu, pelatihan
ini akan lebih baik jika diadakan
secara konsisten, misalkan setiap
lima atau enam bulan sekali.
Menanggapi berita kehilangan yang
masih terjadi di seputar lingkungan
kampus, Sukam menyatakan bahwa
hal itu masih menjadi pekerjaan rumah
yang besar bagi timnya. Menurutnya,
akan lebih baik apabila setiap warga
FEB UGM lebih berhati-hati, terutama
dalam menjaga barang-barang pribadi
yang dibawa. Tidak mungkin bila
satpam dapat benar-benar menjaga
seluruh titik lokasi setiap saat.

Menjaga Keamanan
Kampus

B

agi mahasiswa, dosen, ataupun
karyawan, kampus FEB UGM
terkadang kerap diibaratkan
sebagai rumah kedua. Lima hari
dalam seminggu mereka melakukan
berbagai aktifitas di gedung yang
terletak di Jalan Sosio Humaniora ini.
Rutinitas berkuliah, maupun bekerja
mau tak mau membuat mereka banyak
menghabiskan waktu di kampus.
Oleh karena itu, rasa aman menjadi
kebutuhan salah satu kebutuhan yang
penting.
Ketersediaan fasilitas pengamanan di
gedung FEB UGM sendiri dinilai telah
cukup baik untuk saat ini. Dalam dua
gedung yang dimiliki, yakni Gedung
Pertamina Tower dan Gedung utama
yang telah lebih dahulu dibangun,
telah terdapat komponen pengamanan
yang memenuhi standar. Hal tersebut
diungkapkan oleh Sukam, koordinator
satpam FEB UGM. Alat-alat pendukung
peningkatan keamanan kampus antara
lain adalah Closed Circuit Television
(CCTV), tabung pemadam kebakaran,

selang hydrant, dan alarm anti
kebakaran.
Meski demikian, Sukam menganggap
bahwa kelengkapan tersebut belum
diiringi dengan penggunaan yang
maksimal. Misalkan saat terjadi
kebakaran pada ruang IT Corner
lantai lima Gedung Pertamina Tower
beberapa waktu yang lalu, petugas
tidak dapat menggunakan fasilitas
hydrant yang ada karena air tidak ada.
Meskipun, masalah ini disebabkan oleh
faktor eksternal.
Selain kebermanfaatan alat yang
belum digunakan secara maksimal,
Sukam menilai bahwa kesiapan
petugas keamanan juga masih perlu
untuk ditingkatkan. “Alat penting, tapi
petugas juga penting,” tambahnya.
Oleh karenanya, pelatihan-pelatihan
untuk meningkatkan kesiapan petugas
perlu kembali dilakukan. Ia khawatir
bahwa personilnya akan merasa kaget
jika tiba-tiba terjadi suatu hal yang
membahayakan lagi karena hal-hal
tersebut memang tidak bisa diprediksi

Personil anggota satpam sendiri
jumlahnya terbatas. Pada tiap shiftnya terdapat tiga orang petugas yang
berjaga. Mereka juga melakukan
patroli kurang lebih setiap satu jam
sampai satu setengah jam. Meskipun
agak kesulitan karena jumlah yang
terbatas, menurut Sukam jumlah
personil yang ideal adalah sebanyak
empat orang. Namun, penambahan
personil juga harus disesuaikan
dengan situasi dan kondisi. Sehingga
menurutnya jumlah tiga orang
tersebut adalah yang terbaik.
Ketersediaan fasilitas keamanan di FEB
UGM memang masih belum sempurna.
Melengkapi setiap titik rawan dengan
fasilitas yang memadai dinilai akan
lebih baik, seperti memasang CCTV
pada tempat parkir sepeda, atau
alarm anti kebakaran di gedung lama.
Meski demikian, selain ketersediaan
alat, kemanfaatannya juga tidak
kalah penting, kemahiran petugas
dalam mengoperasikannya juga perlu
ditingkatkan. Setiap warga FEB UGM
harus berkontribusi secara aktif dalam
meningkatkan keamanan lingkungan
fakultas. Hal ini dapat dimulai dengan
yang paling sederhana menjaga
dengan baik barang-barang milik
pribadi. Sehingga bukan tidak mungkin
atmosfir keamanan dan kenyamanan
di lingkungan kampus FEB UGM ini
akan semakin terasa. [Nadfit]
EB News November 2013

32

Partnership
FEB UGM Gaet Frankfurt School of Finance
and Management

S

ebagai pelopor sekolah swasta
bidang manajemen dan keuangan
di Jerman, Frankfurt School of
Finance and Management (FSFM)
memiliki 86 pusat studi yang tersebar
di seluruh penjuru Jerman dengan
berbagai macam joint ventures dan
joint programs di luar negeri. Selain

memfokuskan diri pada bidang
manajemen dan keuangan, FSFM
juga telah merambah sektor bisnis.
Oleh karena itu, FEB UGM menggaet
FSFM untuk menjalin kerjasama yang
menguntungkan bagi kedua belah
pihak. Pada tanggal 26 Juni 2013 dan
1 Juli 2013, kesepakatan kerjasama
ditandatangani secara terpisah oleh
Associate Dean, Dr. Barbara Drexler dan
Dekan FEB UGM Prof. Wihana Kirana
Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D. Perjanjian ini
mencakup bidang pendidikan dimana

mahasiswa undergraduate program
dan academic staff dari kedua belah
pihak berhak mendapatkan informasi
dan berkesempatan untuk mengikuti
student and faculty exchange program
serta, bagi dosen, berkesempatan
melakukan joint research. Kerjasama
ini diharapkan semakin membuka
kesempatan bagi civitas akademika
FEB UGM untuk memperluas wawasan
pendidikan di negeri asal Mercedes
Benz ini. [ain]

Lebarkan Sayap, UGM Bekerjasama dengan
The University of Northampton
dengan Prof. Nick Petford sebagai
Vice Chancellor dari The University of
Northampton (3/9).

U

niversitas Gadjah Mada kini
sudah bermitra dengan The
University of Northampton,
salah satu universitas bergengsi
di Inggris. Program kerjasama
ini menawarkan beberapa poin
kesepakatan yang menguntungkan
kedua belah pihak. Memorandum of
Understanding (MoU) ditandatangani
secara terpisah oleh Rektor UGM
Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.,Sc. (22/6)

Perjanjian kerjasama ini memfasilitasi
mahasiswa dan staf akademik untuk
bergabung dalam student and staff
exchange, program kolaborasi di
bidang akuntansi dan keuangan untuk
level undergraduate dan postgraduate,
kolaborasi untuk program MBA,
double degree program dengan
skema ‘3+1’, dan kolaborasi bidang
pengembangan bisnis sosial dan
penelitian pada program doktor
dengan mengikuti skema yang

ditetapkan oleh Direktorat Pendidikan
Tinggi.
Ini adalah kali pertama kalinya UGM
melebarkan sayapnya di negeri Ratu
Elizabeth. Sehingga, kerjasama ini
diharapkan dapat menjadi potential
university partner yang menyediakan
program double degree bagi mahasiswa
International Undergraduate Program
(IUP). Mahasiswa akan menjalani
perkuliahan di UGM selama 3 tahun
dan pada tahun ke-4 mereka akan
menyelesaikan studinya di The
University of Northampton. [ain]

Memajukan Pendidikan di Bidang Ekonomi
Syariah, UGM Gandeng INCEIF

P

erekonomian syariah kini sudah
menjadi tren di seluruh dunia.
Tak ayal, minat untuk mendalami
dunia ekonomi syariah semakin
besar. Hal ini disambut positif oleh

33

Universitas Gadjah Mada sehingga
terbentuklah kesepakatan untuk
bermitra dengan intitusi pendidikan
berbasis Islam yang berada di negeri
Jiran, the International Centre for

Education in Islamic Finance (INCEIF).
Penandatanganan Memorandum of
Understanding (MoU) dilaksanakan
secara terpisah oleh Rektor UGM,
Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc dengan
President and Chief Executive Officer,
Daud Vicary Abdullah (24/7). Dengan

ditandatangani MoU ini, khususnya
mahasiswa pascasarjana di lingkungan
FEB UGM dapat melakukan double
degree dan dapat mengikuti
program penelitian bersama. Selain
itu kesempatan untuk melakukan
pertukaran akademik, informasi

penelitian, publikasi dan scientific
expertise juga sangat mungkin
dilakukan. Hal ini tentunya menjadi
gebrakan baru bagi dunia pendidikan
di lingkungan UGM yang merambah
ke dunia ekonomi sesuai syariat Islam.
[ain]

Scholarship & Recruitment
PT. Astra Honda Motor
PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan pelopor industri sepeda motor di
Indonesia. PT AHM mengajak alumni FEB UGM untuk bergabung bersama dalam
tim AHM pada posisi:

Position

Education

Code

General Ledger
Analyst

Telah lulus S1
Akuntansi

ACCT-GLA

HC3 ANALYST

Telah lulus/
HC3-ANALYST
semester akhir
jurusan S1 jurusan
Teknik Industri
/ Manajemen /
Psikologi / Ilmu
Komunikasi /
Sistem Informasi .

Closing date
31 Desember
2013
31 Desember
2013

Informasi lebih lengkap dapat diakses di website
http://www.astra-honda.com/index.php/karir/lowongan.

PT. Astra International
PT Astra International, Tbk adalah perusahaan besar dan solid yang memiliki
area bisnis yang luas di bidang otomotif, jasa keuangan, alat berat, agribisnis,
teknologi informasi, dan infrastruktur. Saat ini PT Astra International mencari
kandidat profesional yang memiliki kemampuan analitis yang kuat, kemampuan
untuk bekerja di bawah tekanan, dan fasih berbahasa Inggris (baik lisan dan
tertulis) untuk bergabung dengan tim dalam posisi:

Position

Education

Code

Closing date

ACCOUNTING
ANALYST

S1 Akuntansi/
Manajemen

(ACC - A26)

31 Desember
2013

Informasi lebih lengkap dapat diakses di website
http://www.astra.co.id/index.php/career/students_grads/vacancies_detail/0
EB News November 2013

34

Alumni Corner

Djauhari dan Rusia

D

jauhari Oratmangun berayah
Maluku dan ibu Minahasa lahir
pada 22 Juli di Beo –Sanghie
Talaud, Sulawesi Utara, 56 tahun silam.
Pak Djo, sapaan akrabnya, merupakan
lulusan Fakultas Ekonomi (saat ini
Fakultas Ekonomika dan Bisnis–red)
jurusan Ekonomi Pembangunan
angkatan 1976. Mulai Februari 2012,
Pak Djo menjabat sebagai Duta
Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh
Republik Indonesia untuk Federasi
Rusia merangkap Republik Belarus

berkedudukan di Moskow.
Ayah tiga putra ini bergabung dengan
Kemenlu RI pada tahun 1983. Pak Djo
pernah memangku beberapa jabatan
Diplomatik Karir di Perutusan Tetap
RI untuk PBB di New York (dua kali
bertugas) dan Jenewa, Wakil Dubes
dan Kuasa Usaha Ad Interim di Den
Haag, Dubes untuk ASEAN dan juga
Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN.
Pengalaman memangku berbagai
jabatan tersebut, menimba ilmu

berunding dengan berbagai kursus
tambahan di International Peace
Academy New York, PBB New York dan
Jenewa, Center for Applied Study on
International Negotiations (CASIN)Jenewa, World Trade Organization,
dan terlibat sebagai ketua/anggota
delegasi maupun memimpin berbagai
perundingan internasional baik dalam
konteks PBB, WTO, UNIDO, FAO,
UNCTAD, OPCW, UN-ESCAP, ARF, EAS,
ASEAN, Non-Blok, G-77. APEC, G-20
dan berbagai Organisasi komoditi

*Djauhari Oratmangun, Alumni FE UGM-76, Dubes RI LBBP untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus: Modifikasi dari artikel di Antara,
merupakan Pandangan dan Pendapat Pribadi
35

Internasional, membuat kompetensi
negosiasi multilateralnya menjadi
tajam.
Sebagai Duta Besar untuk negara
yang hubungannya sempat mendingin
dengan Indonesia, adalah salah satu
tugas Pak Djo untuk mengharmoniskan
lagi poros Jakarta-Moscow.
Kebanyakan masyarakat Indonesia
masih berpresepsi bahwa Rusia sama
dengan Uni Soviet yang berpaham
komunis dan Indonesia tidak perlu
menjalin hubungan baik dengan
Rusia. Padahal Rusia bukan lagi negara
Komunis, dan sudah bertransformasi
dalam kurun waktu 10 tahun terakhir
sehingga kembali menjadi pemain
global lagi dalam tatanan geopolitik
dan geoekonomi. Selain itu sejak
tahun 2003 Rusia kembali menjadi
“Mitra Strategis” Indonesia. Begitu
juga sebaliknya persepsi masyarakat
Rusia yang masih “minim” terhadap
Indonesia karena dinginnya hubungan
tersebut.
Oleh karena itu, Pak Djo giat untuk
memperkenalkan “Indonesia Baru”
kepada masyarakat Rusia, dengan
mengadakan acara di Wisma Indonesia
di Moskow, memberikan kuliah umum
di berbagai Universitas di Rusia,
aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial
budaya di Moskow, Saint Petersburg
dan kota kota besar lainnya, serta
rajin mendatangi Pejabat Rusia serta
Pebisnis Rusia untuk menjelaskan
mengenai “opportunities” di Indonesia.
Begitu juga sebaliknya, untuk
memperkenalkan Rusia, Djauhari sering
berdialog dengan media Indonesia,
Kadin dan pebisnis Indonesia serta
secara khusus memberikan kuliah
umum tentang Rusia di berbagai
universitas di Indonesia termasuk di
kampus almamaternya, FEB UGM.
Selama bertugas di Negeri Beruang
Putih (dahulu Beruang Merah),
Djauhari telah menjelajahi berbagai
tempat. Ia senang untuk mempelajari
budaya lokal di tempat yang ia

kunjungi, seperti lagu daerah dan tari
daerah.
Rusia dan Putin di Mata Djauhari
“VelikoyStrane,SilniyLider”atau “Negara
Besar, Pemimpin Kuat”, adalah
slogan penyemangat yang banyak
didengungkan di sekitar 60.000
kegiatan kampanye pilkada serempak
di seantero wilayah Rusia pada tanggal
8 September lalu. Suatu proses politik
yang tidak terbayangkan 20 tahun
lalu akan terjadi di negeri Tsar yang
heterogen ini. Secara keseluruhan,
Federasi Rusia dengan bentangan luas
wilayah 17 juta km2 atau hampir 8
kali lipat luas Indonesia. Besaran fisik
wilayah Rusia diikuti pula oleh besaran
GDP dan PPP yang menurut IMF di
tahun 2012 masing-masing menduduki
peringkat delapan dan lima dunia.
Dalam konteks perpolitikan dunia,
profil Rusia saat ini sedang mendapat
perhatian luas. Di tengah ancaman
Amerika Serikat untuk menyerang
Suriah, proposalnya untuk mendorong
agar sumber daya persenjataan
kimia Suriah ditempatkan di bawah
pengawasan PBB ,dianggap sebagai
terobosan untuk menyelamatkan
posisi semua pihak, termasuk
AS sendiri dan masyarakat dunia
tentunya. Suatu proposal yang
pragmatis, di saat masyarakat dunia
semakin realistis serta letih dan
penat dengan berbagai kekerasan
yang terjadi di berbagai kawasan
,serta terkurasnya kemampuan untuk
menanggung beban dari kemungkinan
menjulangnya harga minyak bumi
dunia apabila peperangan terjadi.
Usulan ini semakin favourable karena
tetap menjunjung multilateralisme
dengan keterlibatan peran Dewan
Keamanan PBB. Tidak terkirakan
dampaknya bagi dunia jika
pembahasan tentang isu Suriah
antara Putin dan Obama mengalami
kebuntuan pada saat jamuan makan
malam G-20 awal Septemberl alu di St.

Petersburg. Kesepakatan ini setidaknya
telah meredam berkembangnya suatu
krisis regional menjadi krisis global.
Kebijakan luar negeri mencerminkan
domestic order dan prioritas nasional
suatu negara. Sosok Vladimir Putin
yang telah dua kali menduduki
jabatan Presiden dan satu kali
jabatan Perdana Menteri di negara
berpenduduk 143 juta ini menjadi
sangat sentral. Kepemimpinan dan
kepiawaiannya dalam mengelola
negara dan sebagai pembuat
keputusan yang taktis diakui dan
disegani, baik di dalam maupun di luar
negeri.
Dalam kesempatannya mendampingi
kunjungan Ketua MPR RI dan delegasi
pertengahan September lalu di
Moskow, terungkap bahwa kalangan
Parlemen Rusia (Duma Negara)
mengakui peranan transformis
Putin, sekaligus sebagai penggerak
kebangkitan Rusia. Dikatakan Pihak
Duma bahwa terdapat dua masa
krusial dalam perjalanan sejarah
kontemporer bangsa Rusia, yaitu pada
periode transisi dari pecahnya Uni
Sovyet (1991-2000), dimana nilainilai demokrasi meningkat, namun
moralitas bangsa menurun drastis di
tengah besarnya jumlah utang negara
yang hampir mencapai 80 milyar AS$.
Disamping itu, terdapatnya apatisme
akut terhadap kepastian hukum.
Pada periode 2000-an, Putin berusaha
untuk membangkitkan kembali moral
bangsa, dengan menanamkan lagi
semangat “nasionalisme” Rusia,
bersamaan dengan pencapaian
tujuan utama memulihkan ekonomi
Rusia. Sejak masa itu Rusia
mengalami transformasi, secara
gradual kehidupan sosial ekonomi
rakyatnya mengalami kemajuan
hingga sekarang. Keberlangsungan
peningkatan ekonomi negara anggota
APEC, East Asia Summit (EAS), BRICS.
G-20 dan G-8 ini dapat tetap terjaga,
antara lain karena didukung pula oleh
EB News November 2013

36

terdapatnya “kestabilan” sosial dan
politik domestiknya.
Lingkungan yang kondusif bagi
keberlangsungan pembangunan,
menjadi hirauan utama Kremlin.
Berbagai potensi ancaman atau
gangguan eksternal dan internal
terhadap kestabilan negara secara
pre-emptive ditangani oleh Pemerintah
Putin, antara lain melalui rambu-rambu
hukum yang diberlakukan sejak Putin
berkantor di Kremlin di bulan Mei
2012. Misalnya dengan alasan telah
mencampuri proses politik dalam
negeri (pemilu), pada Oktober 2012,
kantor salah satu “badan besar”
negara terkemuka di dunia yang telah
berdiri di Moskow sejak 20 tahun lalu
diminta untuk ditutup dan dihentikan
kegiatannya. Di bulan yang sama,
melalui pengesahan Presiden, telah
dikeluarkan undang-undang tentang
pengkhianatan terhadap negara yang
memungkinkan para aparat penegak
hukum menyasar seseorang yang telah
berkolaborasi dengan pihak asing/
internasional karena membocorkan
rahasia negara.
Sebulan sebelumnya, Presiden berusia
61 tahun pemegang sabuk hitam
Taekwondo dan yang selalu tampil
fit ini menandatangani peraturan
yang mengharuskan setiap organisasi
masyarakat yang memperoleh bantuan
dari luar, teregistrasi sebagai “agen
asing”. Aturan ini mewajibkan pula
organisasi masyarakat lokal untuk
memberikan laporan tentang sumber
dan penggunaan dana yang diterima.
Di bulan Juni tahun ini disahkan
aturan kontroversial lain terkait
dengan pelarangan kegiatan berbau
propaganda homoseksualitas atau
orientasi seksual nontradisional.
Berbagai kebijakan pemerintahan
Putin ini serta merta menuai protes
dan tentangan dari berbagai pihak,
khususnya organisasi masyarakat
internasional dan pemerintah
negara-negara Barat yang selama
37

ini memang selalu mengkritisi
Pemerintahan Putin sebagai rejim yang
kurang mempromosikan nilai-nilai
demokrasi. Lalu bagaimana tanggapan
PemerintahPutin? Putin memiliki visi
dan sangat berkepentingan untuk
mengkonsolidasikan identitas nasional
di tengah dinamika globalisasi.
Kedaulatan, kemerdekaan dan
keutuhan wilayah menurut mantan
petinggi KGB ini adalah sesuatu yang
mutlak(unconditional). Kebijakan,
hukum dan peraturan yang dianggap
kontroversial itu tetap dijalankan
secara konsisten sampai saat ini.
Determinasi tinggi yang diperlihatkan
Pemerintah Rusia dalam menghadapi
dan mengatasi berbagai masalah dan
isu aktual tentu saja tidak terlepas dari
faktor Putin. Aspek idiosyncratic dan
gaya kepemimpinan selama hampir 15
tahun dari tokoh yang dinominasikan
mendapat hadiah Nobel perdamaian
serta dinobatkan oleh Majalah Forbes
edisi November sebagai “The Most
Powerful Person on Earth” ini turut
mewarnai proses transformasi menuju
Rusia baru.
Dalam suatu forum diskusi prestisius,
Valdai International Discussion
Club tanggal 19 September 2013 di
Moskow, presiden bernama lengkap
Vladimir Vladimirovich Putin ini
telah menyampaikan curhatnya
mengenai visi dan misinya dalam
mentranformasikan Rusia. Para
pengamat Rusia mengatakan bahwa
curhatnya Putin di forum diskusi Valdai
ini sebagai ekspresi terbuka, jujur dan
powerful. Pokok-pokok pemikirannya
mengenai nilai-nilai, strategi dan
masa depan pembangunan Rusia
ada tujuh yakni : strategi baru untuk
memelihara identitas nasional Rusia
di tengah perubahan cepat dunia
yang semakinterbuka, transparan
dan interdependen; perlunya
spiritual, cultural dan national selfdetermination untuk membangun
negara; kualitas warga negara dan

kualitas masyarakat dalam artian
ketangguhan intelektual (pendidikan),
spiritual dan moralnya; serta sejauh
mana mereka mengidentifikasikan
dirinya sebagai bagian dari sejarah,
nilai dan tradisi bangsa; kemerdekaan
serta kedaulatan spiritual; perlunya
peningkatan kesadaran bahwa Rusia
terbentuk secara multi-etnis dan
multi-budaya serta upaya pemajuan
jiwa patriotisme dan kebanggaan
atas sejarah bangsa, Rusia dibangun
oleh suatu keberagaman, harmoni
dan keseimbangan; kesempatan bagi
negara-negara eks-Sovyet untuk
menjadi pusat pertumbuhan global
yang independen, tidak tergantung
pada kawasan lain melalui Eurasian
Economic Union (kerjasama regional).
Bagi Indonesia, romantisme hubungan
di tahun 1950-an sampai1960-an
dengan Uni-Sovyet, dan hubungan
hangat dengan Rusia saat ini, menjadi
“das kapital” yang patut dikelola,
diarahkan bagi peningkatan kemitraan
dan kerjasama segala bidang antar
kedua bangsa besar ini. Sistem
internasional, geo-aliansi dan lanskap
penguasaan informasi (media-massa)
dunia telah jauh berubah sejak
berakhirnya perang dingin. Monopoli
politik global telah sirna. Dinamika
yang patut kita cermati. Rusia yang
sedang menggeliat telah menjadi
salah satu mitra strategis Indonesia,
dan kehadiran “orang terkuat di
dunia”, Presiden Vladmir Putin di
KTT APEC di Bali dan melakukan
pertemuan bilateral dengan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono Oktober
lalu, membuka babakan baru dalam
hubungan kedua bangsa. Karena
itu sudah selayaknya Indonesia
mereaktualisasikan hubungannya
dengan Rusia sebagai sobat lama
yang tidak pernah meninggalkan
kita. Spacibo bolshoe! – Terima kasih
banyak.
Mocba (Moskow), Medio November 2013

News From Abroad
Dimas Mukhlas Widi Antoro, S.E., S.Kom., M.Si

Studi dan Riset Cita Rasa Eropa Tengah

P

agi di bulan Oktober selalu
memiliki kesan yang romantis,
daun-daun musim gugur
berwarna kuning mulai berguguran
tertiup angin di bawah awan kelabu.
Sembari menikmati kopi di tepi
jendela perpustakaan tempat biasanya
mengerjakan riset, saya merasa senang
saat melihat kotak masuk di surat
elektronik dari kampus FEB UGM untuk
berbagi kisah sederhana mengenai
pengalaman belajar di negeri asal
pemenang nobel perdamaian Lech
Walesa, Marie Curie, dan juga Paus
John Paulus ke-2, Polandia.
Kota tempat studi saya ini bernama
Krakow, sebuah kota yang berasal
dari zaman pertengahan di selatan
Polandia. Krakow merupakan salah
satu kota tertua yang ada di Eropa
Tengah, setelah Praha. Krakow juga
terkenal sebagai kota pelajar, hampir
40% dari total populasi yang mencapai
satu juta orang adalah pelajar. Krakow
memiliki ciri khas sebagai kota 1000
gereja dengan menara yang menjulang
di mana-mana. Kota ini juga memiliki
satu benteng yang terkenal sebagai
salah satu benteng terbesar di Eropa
yang bernama Wawel Castle atau
benteng Naga yang sudah berusia
1000 tahun. Apabila rekan-rekan
menyukai film perang dunia kedua
yang menampilkan kekejian tentara
Jerman, maka Krakow adalah salah
satu sentral dimana peristiwa itu
berlangsung. Krakow terkenal akan
camp konsentrasi Auswitch dan juga
ghetto orang-orang Yahudi yang
berada di wilayah Kazimiers. Salah
satu film yang cukup terkenal dalam
menampilkan landscape Krakow adalah
Schindler List yang mememangkan
Oscar pada tahun 1994.

Mengasah Mental dan Ketekunan
Meskipun Polandia saat ini merupakan
negara dengan tingkat pertumbuhan
ekonomi tertinggi di Eropa, namun
belajar di Polandia merupakan
pengalaman yang cukup menantang.
Yang paling menantang adalah kendala
bahasa dalam bersosialisasi seharihari. Meskipun di kampus sudah
sepenuhnya menggunakan Bahasa
Inggris, namun untuk kehidupan
sehari-hari dengan masyarakat kita
harus bisa setidaknya berbicara dalam
level basic bahasa Polandia. Hal yang
cukup unik adalah saat mengurus
ijin tinggal di bagian imigrasi. Semua
dokumen harus diterjemahkan
dalam Bahasa Polandia dan bahkan
proses wawancara juga langsung
menggunakan Bahasa Polandia.
Otomatis dengan Bahasa Polandia
saya yang gado-gado membuat waktu
pengurusan menjadi lebih panjang.
Setelah beberapa bulan saya yakin
mahasiswa asing di sini akan mampu
berkomunikasi secara basic dalam

Bahasa Polandia yang terkenal sebagai
salah satu bahasa paling ribet di dunia
ini.
Kultur Eropa Tengah dan Timur
Sebagaimana umumnya masyarakat
Eropa Tengah yang notabene
merupakan bekas teritorial Uni
Soviet, masyarakat Polandia adalah
masyarakat yang memiliki ikatan
batin dan solidaritas yang kuat
antara satu dengan yang lain. Hal ini
karena banyak warga yang merasakan
sulitnya hidup pada zaman komunis
hingga akhir 80-an. Di Polandia
banyak kegiatan yang bersifat
gotong royong, seperti diadakannya
konser musik di lebih dari 100 kota
untuk mengumpulkan dana bagi
kesejahteraan dan pendidikan anakanak yang diadakan setiap Februari.
Jiwa persatuan yang sangat kuat ini
yang memotivasi saya untuk bisa
bermanfaat bagi orang lain.

EB News November 2013

38

President SBY (Susilo Bambang
Yudhoyono-red) berterima kasih atas
kerjasama yang sudah dirintis dan
menyatakan kesediaannya untuk
membantu dan memfasilitasi agar
hubungan bilateral antar perwakilan
kedua negara ini tetap terjaga.
Beliau juga mengapresiasi hubungan
kedua negara yang dibangun atas
dasar person to person, yaitu melalui
Sahabat Polandia dan mahasiswa dari
Indonesia.
Catatan penutup

Studi di Polandia
Dalam melanjutkan studi S3
pertimbangan iklim riset dan dosen
pembimbing disertasi yang aktif,
produktif dan berkualitas, menjadi hal
yang utama. Polandia memiliki banyak
institusi pendidikan yang berkualitas
namun kurang dikenal masyarakat
luas. Banyak universitas di Polandia
yang sudah berusia ratusan tahun.
Di Krakow bahkan ada yang sudah
berusia 600 tahun, universitas Nicholas
Copernicus belajar dan mengumumkan
hasil risetnya. Cracow University of
Economics juga merupakan salah
satu anggota dari NIBES dan terdaftar
sebagai salah satu universitas ekonomi
tertua dan terbesar di Polandia.
Studi Doktor di Polandia terdiri dari
coursework dan riset, dimana seluruh
teori akan diselesaikan hingga tahun
ketiga. Kemudian dilanjutkan dengan
penelitian yang memakan waktu
maksimum dua tahun. Di samping itu,
mahasiswa doktor juga mendapatkan
kesempatan mengajar di kelas, pada
semester ini saya mendapatkan
kesempatan untuk mengajar di kelas
Corporate Finance dan Financial Market
untuk program Internasional di Faculty
of Finance. Mungkin universitas di
Polandia tidak begitu terkenal seperti
yang ada di Jerman atau Inggris.
39

Namun untuk produktifitas penelitian,
dapat di katakan Profesor di sini cukup
memiliki nama di kancah internasional.
Sebagai contoh profesor pembimbing
dan promotor saya, Prof. Jaciek
Osiewalski dan Prof. Matteus Pipien,
merupakan dua peneliti yang cukup
aktif menerbitkan tulisannya di Top Tier
journal seperti Journal of Econometric
dan Journal of Empirical Finance,
khusus untuk Prof. Osiewalski dirinya
tercatat sebagai top 50 Econometrician
oleh Journal of Econometric.
Apresiasi dari Pemerintah Pusat
Minat mahasiswa Polandia untuk
mempelajari bahasa dan kultur
Indonesia bisa terbilang cukup besar.
Beberapa universitas di Polandia
bahkan mulai membuka program
studi bahasa Indonesia. Mereka
juga membentuk perkumpulan
pelajar yang disebut dengan nama
‘Sahabat Polandia’. Salah satu bentuk
apresiasi yang diberikan pemerintah
terhadap para pelajar Indonesia dan
anggota Sahabat Polandia ini adalah
kesempatan untuk bertemu langsung
dan berdialog dengan President Susilo
Bambang Yudhoyono, dan jajaran
kabinetnya saat beliau berkunjung
untuk pertemuan G20 di St Petersburg
Rusia. Pada kesempatan tersebut

Selama dua tahun belajar di Norwegia
dan kemudian dilanjutkan ke Polandia
telah meninggalkan banyak kesan
berharga. Esensi belajar di luar negeri
tidak sebatas untuk mendapatkan
ilmu di kelas, namun juga di luar kelas.
Di samping itu, juga kesempatan
untuk mengetahui kearifan budaya
masyarakat sekitar, yang tentunya tidak
berlawanan dengan norma ketimuran
yang kita miliki. Hal ini yang membuat
saya tidak segan untuk mencoba
banyak hal seperti bekerja part time
di perkebunan stroberi, menjadi
koki di rumah makan India, menjadi
asisten peneliti di universitas, dan juga
magang sebagai R&D dan IT staff di
salah satu perusahaan kimia di kota
setempat. Pengalaman-pengalaman
tersebut merupakan hakikat studi yang
sangat berkesan di samping menuntut
ilmu di dalam kelas. Besar harapan hal
ini dapat bermanfaat setidaknya bagi
saya pribadi di masa depan dan juga
lingkungan sekitar saya.
Sebagai penutup, saya berterima
kasih atas kesempatan yang
diberikan kepada fakultas yang telah
memberikan kesempatan untuk belajar
di Polandia. Mohon doa restunya agar
studi S3 saya dapat berjalan lancar.
Salam kompak dan sukses selalu. One
Family One Vision.

Dziekuje, Do widzenia

Around Bulaksumur

Teduh, Sehat, dan Lezat
a la BNI-UGM Foodpark

K

ebutuhan makanan sehat untuk
mahasiswa semakin tinggi.
Berdasarkan pemaparan Wakil
Direktur Engineering Career Center
(ECC) UGM Deka Isnadi, persentase
mahasiswa yang gagal tes kesehatan
dalam melamar pekerjaan melebihi
50%. Tren seperti ini terjadi hampir di
seluruh Indonesia.

Melihat adanya permasalahan ini,
ECC UGM bekerja sama dengan
BNI membuat tim bersama untuk
merancang konsep tempat makan
yang sehat di area lembah UGM pada
2011. Hingga pada September 2013,
foodcourt ini dibuka untuk masyarakat
dan diberi nama BNI-UGM Foodpark.
Konsep yang diterapkan adalah
“Save yourself, save earth”. Di dalam
foodpark ini, terdapat berbagai
jenis makanan yang berkualitas dan
sehat bagi masyarakat, terutama
mahasiswa. Suasana lembah yang hijau
dan rindang juga turut melengkapi
kenyamanan Foodpark.
“Semua makanan di sini sehat. Mulai
dari bahan, proses pemasakan,

kebersihan, hingga proses pengelolaan
limbah yang ramah lingkungan,” tukas
Deka yang juga menjabat sebagai
Direktur BNI-UGM Foodpark.
Gerai-gerai makanan atau tenants
yang terdapat di foodcourt ini antara
lain adalah Angsana Coffeeshop,
Vruits, Foodpark Drink Corner, Enoki,
Kapulaga, Warung Bu Karyadi, Rama
Cuisine, Mangkok Putih, dan Loving
Hut.
Tidak seperti konsep foodcourt lain
yang biasanya merepotkan pelanggan,
di sini para konsumen akan setia
dilayani oleh karyawan. Menu
yang dipesan akan dicatat dengan
menggunakan tablet elektronik
sehingga konsumsi kertas menjadi
berkurang.

Demi kemudahan transaksi, pelanggan
Foodpark juga dapat membayar
dengan kartu prepaid BNI. Konsumen
bisa mendapatkan kartu dan mengisi
saldo di kasir. Kartu cashless ini
nantinya dapat digunakan pula di
tempat-tempat lain.

Selain itu, Foodpark merupakan arena
publik yang dapat dimanfaatkan
sebagai ajang berkumpul dan tempat
acara komunitas-komunitas mahasiswa.
Para mahasiswa yang ingin masuk
ke Foodpark tidak diwajibkan untuk
membeli makanan dan minuman.
Mereka dapat memanfaatkan fasilitas
jaringan internet secara cuma-cuma.
Tidak hanya menjadi arena kuliner,
BNI-UGM Foodpark juga menyediakan
arena untuk melatih softskill
mahasiswa. Foodpark membuka
kesempatan magang bagi para
mahasiswa. Mahasiswa akan dilatih
untuk belajar tentang customer
service dengan melaksanakan praktek
langsung menghadapi, melayani, dan
merespon keluhan pelanggan.
Menurut Deka, hal ini sangatlah
penting karena nantinya mahasiswa
akan berhadapan dengan orang-orang
yang penuh dengan perbedaan kultur
di dunia kerja. “Kita membudayakan
customer service orientation. Orientasi
untuk melayani itu sangat penting,”
papar Deka. [Arthur]
EB News November 2013

40

Lecturer’s Article

Suwardjono

Seni atau Ilmu:
Menengok Kembali Properitas Akuntansi
Sebagai Disiplin

L

iteratur akuntansi masih sering
mempersoalkan apakah disiplin
akuntansi itu merupakan seni
atau ilmu.1 Kesepakatan tidak selalu
tercapai karena tidak definitifnya
kriteria klasifikasi. Karakterisasi
disiplin akuntansi sebagai seni atau
ilmu mempunyai konsekuensi pada
pemaknaan teori akuntansi (positif
versus normatif) dan bahkan sampai
pada orientasi penelitian akuntansi
(kuantitatif-deskriptif versus kualitatifinterpretif).
Dengan kondisi pendidikan akuntansi
dewasa ini, akademisi akuntansi
juga menanyakan apakah disiplin
akuntansi itu merupakan disiplin
akademik.2 Masalah keakademikan
muncul karena akuntansi masuk
sebagai disiplin (seperangkat
pengetahuan) yang diajarkan di
perguruan tinggi yang idealnya
berorientasi akademik. Sementara itu,
seperangkat pengetahuan akuntansi
juga diajarkan di lembaga pelatihan
profesional dan vokasional yang
berorientasi kompetensi profesional
dan keterampilan.

41

Kalau akuntansi dikarakterisasi sebagai
seni, maka yang dimaksud adalah
bagaimana menerapkan pengetahuan
akuntansi dalam praktik (seperti
ungkapan “mengajar itu seni”). Seni
adalah kemampuan yang memerlukan
perasaan, intuisi, pengalaman, bakat,
dan pertimbangan yang secara
keseluruhan membentuk kearifan.
Dalam akuntasi, seni ini dapat berupa
keahlian dan pengalaman untuk
memilih perlakuan atau kebijakan
ter¬baik dalam rangka mencapai
suatu tujuan akuntansi (pada level
perusahaan atau negara) dengan
mempertimbangkan faktor nilai (moral,
ekonomik, dan sosial).
Sebagai seni, akuntansi merupakan
bidang pengetahuan keterampilan,
keahlian, dan kerajinan yang
mengandalkan pengetahuan dan
praktik untuk menguasainya.
Kebijakan akuntansi dalam bentuk
standar akuntansi harus didasarkan
atas pertimbangan yang sehat dan
bila perlu akademik agar validitas
argumen yang melandasi dapat
dipertanggungjelaskan secara logis
dan akademik. Kalau dipandang

demikian, kajian teori akuntansi akan
bersifat normatif untuk menjustifikasi
perlakuan akuntansi dalam standar.
Validitas justifikasi didasarkan pada
kelayakan argumen atau penalaran
logis.
Ilmu (sains)3 adalah pengetahuan
untuk menjelaskan dan memprediksi
gejala alam dan sosial seperti apa
adanya dengan metoda ilmiah
yang bertujuan untuk menguji dan
menetapkan kebenaran (validitas
ilmiah) penjelasan suatu masalah.
Watts dan Zimmerman menyebutkan:
“The objective of accounting theory
is to explain and predict accounting
practice”.4 Agar ilmiah (sebagai ilmu),
tujuan menjelaskan dan memprediksi
praktik atau fenomena akuntansi
menuntut metoda yang mengemulasi
metoda ilmu alam untuk menghasilkan
hipotesis-hipotesis tentang fenomena
amatan yang harus diuji secara empiris
dan ilmiah. Akuntansi dipandang
sebagai ilmu sosial dan fenomena
akuntansi yang menjadi pengamatan
adalah perilaku orang yang
berkepentingan dengan akuntansi
khususnya manager dan akuntan.

Kalau akuntansi dikarakterisasi
sebagai ilmu, akuntansi akan
merupakan bidang pengetahuan yang
menjelaskan fenomena akuntansi
secara objektif, apa adanya, dan
bebas nilai. Validitas penjelasan dan
penyimpulan dituntun oleh kaidah
atau metoda ilmiah. Cara pandang
inilah yang mendasari berkembangnya
teori akuntansi positif sebagai
tandingan teori akuntansi normatif.
Karena berbasis penelitian dengan
metoda ilmiah, teori akuntansi positif
akhirnya dimaknai sebagai metoda
penelitian kuantitatif-positif sebagai
paradigma dalam pengembangan ilmu
yang ditandingkan dengan paradigma
kualitatif-nonpositif (sering disebut
pendekatan alternatif dengan berbagai
variasinya).
Sterling mengkritik teori akuntansi
positif dalam dua hal yaitu fenomena
yang dipelajari dan asumsi bebasnilai.5 Sterling berargumen bahwa teori
akuntansi positif telah mengalihkan
pokok bahasan akuntansi dari
pelaporan keuangan ke praktik
para akuntan atau orang-orang di
balik pelaporan keuangan. Dengan
kartografi sebagai analogi, Sterling
menegaskan bahwa teori akuntansi
positif telah merancukan antara
peta dengan teritori yang dipetakan.
Alih-alih mempelajari bagaimana
memetakan teritori (kondisi keuangan
perusahaan), teori akuntansi
mengalihkan perhatian ke map dan
orang yang memetakan (analogi
akuntan dan manager). Dengan kata
lain, alih-alih mempelajari bagaimana
membuat peta yang andal, teori
akuntansi positif lebih tertarik
menjawab atau menjelaskan mengapa
pembuat peta lebih suka memakai dasi
biru daripada merah.
Dengan mengalihkan perhatian
terhadap pokok bahasan, Christenson6
menamai teori akuntansi positif
sebagai sosiologi akuntan atau
manusia yang terlibat dalam akuntansi.

Lebih lanjut dia menjelaskan
perbedaan antara teori akuntansi
normatif dan positif dari aspek pokok
bahasan dan masalah fundamental.
Masalah normatif menuntut adanya
proposal, preskripsi, atau solusi
sedangkan masalah positif menuntut
adanya proposisi atau hipotesis.
Pengalihan pokok bahasan ini
menimbulkan penelitian-penelitian
yang topiknya aneh-aneh dan
menyimpang jauh dari memberi solusi
atau acuan untuk memperbaiki disiplin
maupun praktik akuntansi.
Karena beberapa masalah yang
berkaitan dengan karakterisasi
akuntansi sebagai ilmu (teori akuntansi
positif) untuk mengembangkan
teori (sebagai ilmu murni), beberapa
penulis memaknai akuntansi sebagai
teknologi.7 Sudibyo berargumen
bahwa seni dan ilmu bukan klasifikasi
yang kontinum karena keduanya
merupakan kelas dalam taksonomi
ilmu pengetahuan. Dengan
memahami karakteristik akuntansi
secara saksama, kelas yang paling
pas untuk menyifati akuntansi adalah
teknologi (ilmu terapan) dan akuntansi
harus dikembangkan sesuai dengan
sifatnya sebagai teknologi. Akuntansi
merupakan “perekayasaan informasi
dan pengendalian keuangan”.8
Kalau dipandang sebagai teknologi,
akuntansi akan bersifat utilitarian
dan dapat memanfaatkan ilmu
lainnya untuk perekayasaan dalam
rangka mencapai tujuan pelaporan
keuangan. Akuntansi, misalnya, dapat
memanfaatkan properitas aljabar/
matematika, linguistika, psikologi, dan
teori komunikasi untuk kepentingan
perekayasaan tanpa harus menjadikan
akuntansi sebagai cabang atau turunan
dari ilmu-ilmu tersebut. Dengan
menempatkan akuntansi sebagai
teknologi, definisi akuntansi yang
cukup luas harus dikenalkan kepada
para pemula di perguruan tinggi
agar tidak timbul kesan keliru bahwa

akuntansi hanya membahas masalah
pencatatan dengan aturan debitkredit.9
Akuntansi merupakan disiplin yang
diajarkan di perguruan tinggi yang
menghasilkan sarjana akuntansi dan
sekaligus merupakan praktik yang
dijalankan oleh akuntan. Akuntansi
dan praktik akuntansi ( juga sarjana
akuntansi dan akuntan) memang
merupakan dua pengertian yang
sangat lekat dan bahkan sering
dirancukan. Dari aspek pendidikan
tinggi yang idealnya berorientasi
pengembangan ilmu pengetahuan,
status akademik akuntansi menjadi
problematik dan diujung tanduk
karena tanpa sadar orientasi dapat
bergeser ke profesional bahkan
vokasional.
Dalam artikel terpisah, Demski dan
Fellingham menengarai bahwa
pendidikan akuntansi di universitas
dewasa ini sangat vokasional, bahkan
hubungan pendidikan akuntansi
dan profesi sangat mendalam dan
profesi sangat merasuki pendidikan
perguruan tinggi. Hal ini ditunjukkan
dengan penyusunan kurikulum yang
tunduk pada profesi. Pengembangan
dan pemeliharaan kapital intelektual
manusia dipercayakan kepada
pendidikan profesional di luar
perguruan tinggi (secara seloroh
Demski menyebutnya PWC University).
Kurikulum terlalu banyak bermuatan
pengajaran kompetensi akuntan
agar lulusan menjadi cocok dengan
kebutuhan kompetensi tenaga kerja.
Secara spesifik, Demski menuduh
keadaan ini sebagai “... Systematically
substituting immediate for long-term
fundamentals reduces our place at
the university .... It omits a variety of
exciting, intellectually challenging
opportunities, a virtual feast, and
commits us, if you will, to intellectual
anorexia”.
Fellingham menegaskan bahwa
akuntansi merupakan program yang
EB News November 2013

42

Lecturer’s Article
(KKNI) sebenarnya memberi arah yang
jelas mengenai jalur pendidikan yaitu
akademik, profesional, vokasional,
dan pengalaman. Nafas dan filosofi
pendidikan akademik berbeda dengan
pendidikan profesional atau vokasional
tanpa harus menjadi menara gading.

Kondisi di Indonesia seakan-akan
merefleksi apa yang dinyatakan
Demski dan Fellingham bahkan
mungkin lebih parah. Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 5 Tahun
2011 tentang Akuntan Publik dan
Keputusan Menteri Keuangan Nomor
443/ KMK.01/2011, yang memberi
kekuasaan penuh kepada profesi
(Institut Akuntan Publik Indonesia/IAPI)
untuk menghasilkan akuntan publik,
tidak lagi mewajibkan pendidikan
universitas sebagai prasyarat sertifikasi
akuntan publik. Lagi pula, Ikatan
Akuntan Indonesia (IAI) sebagi
organisasi akuntan berusaha untuk
menguatkan status profesionalnya
dengan “mensponsori” Rencana
Peraturan Menteri Keuangan tentang
Register Negara Untuk Akuntan yang
mewajibkan akuntan tidak hanya
berregister tetapi juga bersertifikat
profesional dengan sebutan Certified
Accountant (CA). Program studi
akuntansi di universitas menanggapi
semua itu dengan antusias dan
mencanangkan perubahan kurikulum
yang mengarah ke kompetensi dalam
profesi. Kedaulatan akademik seakanakan terganggu dengan regulasi untuk
profesi tersebut padahal seharusnya
tidak.

para akademisi di bidang akuntansi
semacam American Accounting
Association (AAA) di Amerika. Ini
mungkin karena perancuan antara
akuntansi (accounting) sebagai
disiplin dengan akuntan (accountant)
sebagai profesi dan karena perjalanan
sejarah pendidikan akuntansi di
Indonesia. Organisasi akademisi
akuntansi sekarang ini diwadahi dalam
Kompartemen Akuntan Pendidik
(KAPd) di bawah IAI. Terjadi perancuan
antara akademisi akuntansi dan
akuntan pendidik. Akadmisi akuntansi
sudah lama bergeming (diam saja)
mengenai kooptasi dan makna akuntan
pendidik. Makna akuntan pendidik
adalah akuntan yang mendidik atau
mengajar dan makna ini lebih cocok
diterapkan untuk para akuntan (CA
atau CPA) yang menjadi instruktur
dalam pelatihan dan pendidikan
profesional, meskipun mereka dapat
saja diudang ke universitas untuk
menjadi pengajar.
Itulah sebabnya, Demski menuduh
bahwa buku teks akuntansi sangat
memalukan (embarrassing), bahkan
mungkin menyinggung perasaan
intelektual (intellectually insulting),
yang di Indonesia dapat diartikan
buku teks akuntansi menggunakan
jargon profesional yang semata-mata
karena kesepakatan oleh profesi
(dengan alasan pragmatik agar
pemelajar tidak bingung, meskipun
jargon tidak tepat makna) alih-alih
menggunakan istilah akademik (alasan
ideal jangka panjang). Ini berarti dunia
akademik menganggap organisasi
profesi merupakan autoritas final
dalam pengembangan ilmu. Ini juga
menunjukkan kooptasi yang kuat dunia
akademik oleh dunia profesi sehingga
hilanglah kemurnian (sanctity) atau
kedaulatan akuntansi sebagai disiplin
akademik.

Catatan

IAPI dan IAI adalah organisasi
profesional para akuntan dan sekarang
ini sepertinya belum ada organisasi

Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 8 Tahun 2012 Tentang
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

menikmati status perguruan tinggi
(akademik) tetapi para akademisi
tidak bertanggung jawab untuk
menghasilkan kontribusi kesarjanaan
atau akademik. Selanjutnya, Felingham
menyatakan: “This reduces accounting’s
ability to speak as a respected source
on university and scholarly matters.
Absent well-respected sholarly
contributions, accounting scholarly
credibility is decreased”. Dengan
kata lain, pendidikan akuntansi di
universitas telah kehilangan kedaulatan
akademiknya dalam pengembangan
disiplin ilmu.

43

Adanya perbedaan tersebut
mengisyaratkan perlunya organisasi
akademik untuk mewadahi kegiatan
dan gagasan akademik demi
pengembangan disiplin akademik
sehingga tidak terjadi kooptasi oleh
profesi. Di Indonesia organisasi ini
mungkin dapat diberi nama Asosiasi
Akademisi Akuntansi (AAA), tanpa
kata akuntan, yang kalau diinggriskan
menjadi Association of Accounting
Academicians (AAA). Organisasi ini
tentu saja bukan merupakan pesaing
melainkan justru mitra bagi IAI atau
IAPI untuk mengembangkan ilmu dan
praktik (profesi) yang lebih baik di
masa datang.

Misalnya, Wolk, Harry I., Michael
G. Tearney, dan James L. Dodd.
Accounting Theory: A Conceptual
and Institutional Approach. Australia:
South-Western College Publishing,
2001, hlm. 38-41.
1

Hal ini dikemukakan oleh Demski,
Joel S. “Is Accounting an Academic
Discipline?” dan Fellingham, John C. “Is
Accounting an Academic Discipline?”.
Accounting Horizons. Vol. 21 No. 2, pp.
153-157, 159-163.
2

Suriasumantri berargumen bahwa
istilah sains merupakan adopsi yang
kurang dapat dipertanggungjawabkan.
Alasannya adalah tidak konsisten
dengan istilah ilmiah sebagai padanan
scientific. Alasan lain adalah istilah
sains terlalu sempit untuk mencakupi
bidang pengetahuan sosial yang
sebenarnya masuk dalam kategori
ilmu. Oleh karena itu, dia lebih
menganjurkan penggunaan kata ilmu
3

dan ilmiah sebagai padanan science
dan scientific. Lihat pembahasan
dan argumen lebih lanjut dalam
Suriasumantri, Jujun S. Filsafat Ilmu:
Sebuah Pengantar Populer. Jakarta:
Pustaka Sinar Harapan, 1998, hlm.
291-296.

pelaporan akuntansi/keuangan yang
efektif dan/atau audit di pasar lokal,
mampu mengartikulasikan visi yang
jelas untuk masa depan pelaporan
keuangan dan/atau audit di pasar lokal,
dan tentu saja mempunyai kemampuan
bahasa Inggris yang bagus.

Watts, Ross L. dan Jerold L.
Zimmerman. Positive Accouting Theory.
Englewood Cliffs: Prentice-Hall, Inc,
1986, hlm. 2.

Terpilih sebagai Deloitte IAAER Scholar
barulah langkah awal bagi ayah tiga
putra ini dan scholar lain. Mereka harus
berupaya keras dalam mewujudkan
tujuan program, yaitu membantu
meningkatkan kualitas akuntansi,
audit dan pelaporan keuangan pasar
di seluruh dunia. Dalam proses ini
mereka akan dibimbing para mentor
dengan reputasi dunia. Para mentor
ini bertugas untuk membantu scholars
meningkatkan daya jangkau mereka
terhadap tokoh-tokoh akuntansi yang
diakui internasional, praktik terbaik
dalam pendidikan dan penelitian
akuntansi dan bisnis, serta jaringan
global rekan sejawat.

4

Sterling, Robert R. “Positive
Accounting: An Assessment.” Abacus,
Vol. 26, No. 2, 1990: 97-135.
5

Christenson, Charles. “The
Methodology of Positive Accounting.”
The Accounting Review, Vol.58, No. 1,
1983: 1-22.
6

Misalnya, Littleton, A.C. Structure
of Accounting Theory. New York:
AAA, 1974, p. 7. dan Gaffikin, M.J.R.
“Redefining Accounting Theory.”
Proceedings of the Second South East
Asia University Accounting Teachers
Conference di Jakarta 21 23 Januari
1991, p. 229.
7

Sudibyo, Bambang. “Rekayasa
Akuntansi dan Permasalahannya di
Indonesia.” Akuntansi (Juni, 1987).
8

Lihat contoh definisi berbasis
teknologi dalam Suwardjono. Teori
Akuntansi: Perekayasaan Pelaporan
Keuangan. Yogyakarta: BPFE, 2005,
hlm. 10.
9

Jajaki Perspektif
Akuntansi Global
Dosen Akuntansi UGM, Singgih
Wijayana, Ph.D, terpilih sebagai
Deloitte Touche Tohmatsu Limited
and the International Association for
Accounting Education and Research
(IAAER) Scholar. Program Deloitte
IAAER Scholarship ini bertujuan
untuk memberi perspektif yang lebih
luas tentang pendidikan akuntansi
lokal untuk menghubungkan antara
perkembangan akuntansi lokal dengan
akuntansi global. Selain itu program
ini dimaksudkan untuk meningkatkan
modul pengajaran dan penelitian
akuntansi lokal dengan wawasan
global.
Singgih layak terpilih masuk dalam
program bergengsi tersebut karena
ia adalah dosen akuntansi di
perguruan tinggi terkemuka, peneliti
di International Financial Reporting
Standard (IFRS) Center UGM dan juga
anggota tim implementasi IFRS Ikatan
Akuntan Indonesia (IAI). Program ini
merupakan salah satu program yang
prestisius karena untuk mengikuti
program ini syaratnya sangat ketat,
seperti rekam jejak kontribusi terhadap

Di tahun 2014 yang akan datang,
Singgih diberi kesempatan untuk
menghadiri Joint Conference with the
International Section of the American
Accounting yang akan diselenggarakan
di San Antonio, Texas pada tanggal 2022 Februari 2014 dan The IAAER World
Congress of Accounting Educators and
Researchers yang akan dilaksanakan di
Florence, Italy, 13-15 November 2014.
Dengan terpilihnya Singgih sebagai
Deloitte IAAER Scholar terbukti bahwa
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomika
dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
adalah Jurusan yang reputasinya diakui
dunia. [nadh]

Sekilas Aktivitas Akademik dan Penelitian Dosen Akuntansi
Pada 11-15 Maret 2013, Dr. Eko
Suwardi, M.Sc berkesempatan
mengajar di Saxion University, Kampus
Deventer, Belanda. Program ini
terrangkai dalam Saxion International
Week sebagai agenda rutin tahunan
universitas yang melibatkan dosen dari

berbagai belahan dunia. Pada bidang
penelitian, Eko Suwardi berpartisipasi
dalam London Business Research
Conference di Imperial College,
London untuk mempresentasikan
paper berjudul “The Effects of Audit
Partner and Audit Fees on Audit

Quality” pada 8-9 Juli 2013. Selain itu,
pada 18-20 November 2013 ia juga
mempresentasikan paper “The IFRS
Convergence and Its impacts on Tax:
A case of Fixed Assets in Indonesia”
di International Business Research
Conference, Melbourne, Australia.
EB News November 2013

44

Student Corner
Dari Surabaya dengan Segudang Prestasi
Exchange Studies (AFS-YES) saat
sekolah dulu. Bagaimana tidak, selain
bidang yang digeluti berbeda, Prita
harus menyiapkan segala keperluannya
secara mandiri, seperti berbelanja
bahan makanan. Sesuatu yang belum
pernah Ia lakukan sebelumnya.

T

ak hanya cantik, tapi juga
berprestasi. Kalimat singkat itu
cukup merepresentasikan Dyah
Savitri Pritadrajati. Bagaimana tidak,
beragam prestasi telah dikumpulkan
mahasiswa Ilmu Ekonomi angkatan
2010 ini.

Salah satu kegiatan berkesan selama
di Jepang adalah ketika diadakannya
Festina, sebuah festival yang
menyuguhkan aneka ragam budaya
khas Indonesia. Acara yang digagas
oleh PPIS ini menempatkan Prita
sebagai Head of Director sekaligus
berperan dalam drama sebagai istri
Malin Kundang. Tidak hanya itu, ia juga
menampilkan tarian bersama beberapa

Agustus silam, gadis runner up 2
Cak dan Ning Surabaya 2010 ini
baru kembali menginjakkan kaki
di Indonesia setelah setahun di
Jepang. Ia berhasil mendapatkan
beasiswa pendidikan di Universitas
Tohoku dari International Program
of Liberal Art (IPLA). Tidak
hanya itu, ia juga mendapatkan
beasiswa biaya hidup dari Japan
Student Services Organization
(JASSO), sebuah lembaga resmi
yang mengurusi beasiswa di
Jepang.
Selama di Jepang, Prita yang
mengambil jurusan Ekonomi
Pertanian ini belajar mengelola
waktu dengan baik di tengah
aktifitasnya yang segudang. Di sana, ia
aktif di Perhimpunan Pelajar Indonesia
Sendai (PPIS) dan beragam aktifitas
sosial di tengah padatnya kegiatan
kuliah. Meski bukan kali pertama
tinggal di luar negeri, program ini
memberikannya banyak hal berbeda
di bandingkan dengan program
pertukaran pelajar ke Amerika dalam
program American Field Service-Youth
45

rekan.
Festival tahunan yang dihelat pada
bulan April itu dikerjakan oleh
mahasiswa Indonesia dengan beragam
latar belakang pendidikan yang
berbeda, dimulai dari S-1 hingga
program doktoral. Di tengah kesibukan
yang berbeda itu pula lah, Prita dan
rekannya yang lain menjadi semakin
akrab satu sama lain. Hingga akhirnya

acara itu terlaksana dan mendapatkan
respon yang sangat baik dari
masyarakat.
Meski disibukkan dengan kuliah dan
kegiatan lain, Prita tak lupa dengan
me-time. Ia menyempatkan diri
bertualang keliling Jepang dengan
kereta selama beberapa hari di hari
libur dengan memanfaatkan fasilitas
yang diberikan pemerintah yang
memang menggalakkan bepergian
dan bertamasya dengan kereta. Prita
singgah dan menginap di rumah warga
yang dijadikan homestay, sembari
mempelajari budaya dan bahasa
Jepang.
Memasuki Ramadhan, Prita merasakan
tantangan yang berbeda.
Bertepatan dengan musim panas,
waktu sahur menjadi lebih awal
(sekitar jam 3 pagi) dan waktu
berbuka menjadi pukul 7 malam.
Kondisi Jepang yang lembab
dan padatnya aktifitas membuat
banyak teman menyarankannya
untuk minum banyak air putih
yang dicampur dengan garam
untuk menjaga ion tubuh. Ketika
ramadhan usai, Prita tetap
merasakan hangatnya suasana
lebaran bersama Keluarga Muslim
Indonesia Sendai (KMIS). Selain
mengikuti kegiatan perayaan
lebaran seperti shalat dan halal
bihalal, Prita masih bisa merasakan
opor ayam dan sambal goreng
ati. Kebersamaan dan penganan
lebaran pengobat rindu.
“Menurutku, bukan masalah panjangpendek waktu kuliah yang penting
tapi bagaimana kita memanfaatkan
waktu kuliah yang kita miliki. Keluar
dari comfort zone untuk mencari
pengalaman itu perlu, dan jangan
jadikan usia sebagai penghalang untuk
belajar.” ucapnya mengakhiri sesi.
[Hesti]

Advertorial

G

adis manis berjilbab itu tampak
asing melihat keramaian di
EB Café Pertamina Tower.
“Dulu kayaknya nggak kaya gini deh,”
curhatnya pada tim EB News. Maklum
saja apabila ia tampak asing melihat
kondisi kampus yang cukup banyak
berubah saat ini. Pasalnya Warih Dwi
Sayekti, atau yang akrab disapa Aye
ini baru saja menginjakkan kakinya
kembali di kampus FEB UGM setelah
lebih dari satu tahun mengemban misi
studi double degree di Belanda. Gadis
Surabaya ini meninggalkan Indonesia
untuk mengambil gelar sarjananya di
Belanda pada Agustus 2012 lalu dan
telah kembali pada November 2013 ini.
Merasa terasing dan kesepian, itulah
hal yang paling dirasakan Aye ketika
pertama kalinya datang di negeri
kincir angin tersebut. Budaya yang
sangat kontras dengan latar belakang
kehidupannya khususnya sebagai
wanita Jawa membuatnya sedikit
kesulitan untuk cepat beradaptasi
dengan lingkungan barunya. Kultur
masyarakat Eropa yang spontan dan
sangat terbuka dalam berpendapat
membuat Warih belajar untuk tidak
cepat merasa tersinggung dengan
komentar yang ia dengar. Belajar di
Erasmus University dengan mahasiswa
yang berasal dari berbagai negara di
dunia memberikan banyak nilai hidup
bagi Aye. Toleransi adalah hal berharga
yang ia dapatkan selama menjadi
mahasiswa di sana. Selain budaya
bersosialisasi, Aye juga menceritakan
bahwa pola belajar mahasiswa
Indonesia dengan mahasiswa di
Belanda sangatlah berbeda. Di Belanda
mahasiswa cenderung menyelesaikan
seluruh urusan akademiknya di
kampus. Begitu kelas selesai mereka
akan berbondong-bondong ke
perpustakaan untuk mengerjakan
tugas dosen atau mempelajari
kembali materi yang baru saja
diajarkan. Setelah pulang dari kampus
mereka akan pergi bermain atau
bersenang-senang bersama teman

Doa Orangtua
Menuntunku Kesini
dan keluarga. “Aku kaget juga melihat
perilaku belajar teman-temanku yang
seperti itu, waktu di Indonesia kan
kebiasaannya deadliner,” ungkap Aye
malu-malu.
Penggemar kuliner ini pun sedikit
berbagi pengalamannya sebagai
masyarakat muslim yang cenderung
merupakan minoritas di ranah Eropa.
Masyarkat Belanda sangat menghargai
umat muslim dalam beribadah, seperti
dengan menanyakan menu apa
yang tidak boleh dihidangkan ketika
mengundang Aye makan bersama. Aye
melewatkan satu bulan Ramadhan,
Hari Raya Idul Fitri, dan Idul Adha
bersama masyarakat di Belanda. Ia
mengungkapkan meskipun minoritas
namun untuk beribadah sendiri umat
muslim tidak terlalu mengalami
kesulitan. Terdapat beberapa masjid
di berbagai daerah. Ketika bulan
suci Ramadhan pun umat muslim
berbondong-bondong pergi ke masjid
untuk menjalankan shalat Taraweh.
“Bahkan di Erasmus sendiri ada
musala dan perhimpunan mahasiswa

muslimnya,” cerita Aye. Ia pun tetap
melewatkan ibadah dan hari rayanya
dengan suka cita meskipun jauh dari
keluarga dan teman-temannya.
Aye percaya betul bahwa kesuksesan
yang ia capai hingga lulus menempuh
studi di Erasmus Univeristy merupakan
buah dari doa kedua orangtuanya.
“Aku percaya bahwa kita sebagai anak
harus selalu patuh dan menuruti apa
kata orang tua kita, sehingga orang
tua kita akan selalu mendoakan yang
terbaik bagi anaknya. Itulah salah
satu kunci kesuksesan seseorang,”
ungkapnya. Keyakinan Aye itu terbukti,
kini ia telah lulus mendapatkan
gelar Bsc melalui skripsinya yang
mengangkat fenomena hubungan
peningkatan perekonomian dan
performa bank syariah di Indonesia.
Setelah kembali ke Indonesia, Aye
masih harus mengikuti program KKNPPM sebagaimana mahasiswa UGM
lainnya kemudian mengikuti ujian
komprehensif untuk melengkapi gelar
sarjana ekonomi di belakang namanya.
[Poppy]
EB News November 2013

46

Exchange Students’ Comments
Marius
Dominik Heppe
Exchange Student from
Pforzheim University, Germany

FEB UGM has the best reputation in Indonesia
and Yogyakarta is very beautiful. I’m very
happy to be here and looking forward to the
upcoming months.

Andrea
Lara Mueller
Exchange Student from
Bremen University of Applied
Sciences, Germany
I meet so many new friends from all over
the world and get to know the Indonesian
cultures, foods, lifestyles, and surrounding
with my Indonesian friends. This is an
experience for a life time!

47

FEB in Pictures

Mahasiswa putra FE UGM
angkatan
1980-an
siap
bertanding bola voli

Tim basket UGM angkatan
1980-an
siap
berlaga
melawan tim IKIP Negeri

Potret permainan tenis meja
mahasiswa angkatan 1970an di Balairung UGM

EB News November 2013

48

Unit News
Bimbingan Teknis Penatausahaan Piutang Pajak
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
2013

D

inas Pendapatan Daerah
merupakan elemen yang vital
bagi sebuah kabupaten atau
kota. Pendapatan daerah sendiri
merupakan komponen penting
bagi perekonomian. Tanpa adanya
pendapatan, suatu daerah akan
kesulitan untuk melaksanakan segala
kegiatan operasionalnya. Pendapatan
daerah juga turut membantu
menyangga perekonomian daerah.
Kabupaten Kutai Kartanegra
merupakan salah satu dari sekian
banyak kabupaten di Indonesia yang
menghadapi hambatan klasik, yakni
rendahnya kualitas sumber daya
manusia dan informasi dan teknologi.
Hambatan ini juga dihadapi oleh
Dinas Pendapatan Daerah kabupaten
setempat.

Hambatan internal yang dihadapi oleh
dinas tersebut adalah minimnya sistem
manajemen yang diterapkan di daerah,
khususnya masalah administrasi
dan keuangan. Selain itu, terdapat
pula keterbatasan dalam hal sarana
dan prasarana yang menghambat
kegiatan dinas sehari-hari. Untuk
mengatasinya, Penelitian dan Pelatihan
Ekonomika dan Bisnis (P2EB) Fakultas
Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM dan
Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten
Kutai Kartanegara menyelenggarakan
program pelatihan bertajuk
“Bimbingan Teknis Penatausahaan
Piutang Pajak.”
Pelatihan ini diharapkan mampu
memberikan timbal balik yang baik
bagi Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pelatihan inin diharaplam mampu

Kursus Keuangan Daerah dan
Kursus Keuangan Daerah
Khusus Penatausahaan/
Akuntansi Keuangan Daerah
2013

D

alam era otonomi daerah, tiap
daerah didorong untuk lebih
tanggap, kreatif dan inovatif
dalam pemutakhiran sistem dan
prosedur pengelolaan keuangannya.
Selain itu, daerah juga dituntut untuk
dapat meninjau kembali sistem
tersebut secara simultan. Hal ini
bertujuan untuk memaksimalkan
efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas

49

pengelolaan keuangan berdasarkan
keadaan, kebutuhan, dan kemampuan
masing-masing daerah. Dasar rujukan
otonomi daerah dan desentralisasi
fiskal sendiri telah berubah dengan
disahkannya UU No.32 Tahun 2004 dan
UU No. 33 Tahun 2004.
Dalam hal tata kelola keuangan,
Indonesia mengalami perubahan besar

mengangkat citra dan pendapatan asli
daerah dari Kabupaten Kutai. Selain
itu, peningkatan kualitas SDM sebagai
pengelola piutang dan pajak dinas
pendapatan kabupaten juga mampu
meningkat.
Pendekatan “Pro-Training Assesment”
yang digunakan dalam pelatihan
ini memberikan evaluasi pada saat
pelatihan. Dengan demikian, tingkat
produktivitas yang tinggi dapat
tercapai. Pelatihan ini juga dirancang
untuk memberikan learning experience,
tidak hanya transfer of knowledge saja.
Learning experience dianggap sangat
penting karena pembelajaran akan
bersifat lebih permanen dan tidak
mudah dilupakan.

dengan disahkannya UU No. 25 Tahun
2004 tentang penyusunan perencanaan
secara terkoordinasi, UU No. 17 Tahun
2003, UU No. 1 Tahun 2004, PP No.
58 Tahun 2005, Permendagri No. 13
Tahun 2006, dan Permendagri No. 59
Tahun 2007 yang mengatur tentang
pengelolaan keuangan daerah secara
ekonomis, efektif, dan efisien, serta UU
No. 15/2004 dan PP No. 71 Tahun 2010
tentang pertanggungjawaban yang
transparan dan akuntabel.
Otonomi daerah dan desentralisasi
fiskal membutuhkan sumber daya
manusia (SDM) yang memiliki
kompetensi. Keduanya juga menuntut
pemahaman komprehensif terkait
dengan pengelolaan keuangan
daerah berdasarkan prinsip tata
kelola keuangan pemerintahan yang
baik (Good Governance). Berangkat
dari hal tersebut, Penelitian dan

Pelatihan Ekonomika & Bisnis
(P2EB) Fakultas Ekonomika dan
Bisnis Universitas Gadjah Mada
(FEB UGM) bekerjasama dengan
Direktorat Jenderal Perimbangan
Keuangan (DJPK) Kementerian
Keuangan R.I menyelenggarakan
Kursus Keuangan Daerah (KKD) dan
Kursus Keuangan Daerah Khusus
Penatausahaan/Akuntansi Keuangan
Daerah (KKDK) untuk mewujudkan
aparatur pemerintah daerah yang
memiliki pengetahuan, pemahaman,
dan keterampilan dalam pengelolaan
keuangan daerah.
Peserta KKD dan KKDK berasal dari
empat provinsi, yakni D.I. Yogyakarta,
Jawa Tengah, Kalimantan Selatan,
dan Kalimantan Tengah. Namun,
pada tahun ini peserta KKD dibatasi
sebanyak enam puluh empat orang
untuk dua angkatan. Sedangkan
peserta KKDK dibatasi sebanyak enam
puluh orang untuk jumlah angkatan
yang sama.

DJPK Kementerian Keuangan. Modul
ini terbagi menjadi empat bagian yang
masing-masingnya adalah sebagai
berikut: Modul 1 berisi Perencanan
dan Penganggaran Daerah (1/9-15/9),
Modul 2 tentang Pendapatan Daerah
(15/9-25/9), modul 3 membahas
Belanja Daerah (25/9-6/10), dan yang
terakhir Modul 4 mengenai Barang
Milik Daerah (6/10-12/10).

KKD dan KKDK dilaksanakan sesuai
dengan modul yang ditawarkan oleh

KKD dan KKDK diselenggarakan
melalui pembelajaran kuliah klasikal,

diskusi kelas, latihan yang dilakukan
secara perorangan maupun kelompok,
serta evaluasi konseptual atau ujian.
Kegiatan tersebut diampu oleh dosen
serta praktisi yang mumpuni di
bidangnya, antara lain staf pengajar
dari FEB UGM, praktisi dari pemerintah
daerah yang sesuai dengan materi
kursus, pejabat dari Kementerian
Keuangan R.I, pejabat dari Kementerian
Dalam Negeri, serta pejabat dari Badan
Pemeriksa Keuangan.

1st Annual YEBIC 2013

A

s a manifestation of our
commitment to keep on
developing economics and
business, Faculty of Economics and
Business, Universitas Gadjah Mada,
Indonesia, will present its first annual
Yogyakarta Economics and Business
International Conference 2013 (YEBIC
2013). We invite scholars, researchers,
and practitioners who are interested
to present their papers in area of
economics, business, and accounting.
This opportunity could be used as a
way to broaden their international
networks, meet and exchange the
latest ideas and discuss issues on
economics and business.
We are now accepting submissions
in any area related to economics,

business, and accounting fields. For
details of research areas, please look
at major fields of research. Your paper
must be submitted online and are
subject to blind-peer review of our
board of editors of three journals
and committee. All presented papers
will be published in a conference
proceeding with ISBN number. We
will provide you a letter of acceptance
or invitation letter for your visa
application or financial sponsorship
from your institution. You are
encouraged to submit your paper at
the earliest time possible.
Held in Yogyakarta, participants will
also have the chance to immerse
themselves in the glory and tantalizing
charm of the city that is known for

its rich heritage and culture. Aside
from the old-world charm of royalty
that can be spotted in the most citydwellers daily life, Yogyakarta is also
known as a melting pot for cultures
from across the nations due to its
position as Indonesia’s education
capital. Therefore, participants will
be returning with a sweet thing to
remember and different insight about
this magnificent cultural city.
Not only calling submitters, we also
call for all participants who want to
join us in this conference. Further
information, please log on http://
yebic.feb.ugm.ac.id or email us at
publication.feb.ugm@gmail.com

EB News November 2013

50

51

EB News November 2013

52

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful