ISSN: 2087-5967

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

AGBEP 2013
Bersatu Menuju ASEAN
yang Terdepan

15

Edisi 15
Juli 2013

PREFACE

UGM yang merasakan langsung kehidupan di pedesaan untuk
mengenal lebih dekat kebudayaan Indonesia dalam acara yang
bertajuk Cultural Immersion Day. Apa kabar AACSB? Masih
dalam What’s Up FEB dapat dibaca juga pembaruan berita
mengenai progress AACSB yang semakin dekat dengan masamasa penting dalam proses akreditasi. Kabar tentang aktivitas di
Program MAKSI, MEP, MM dan M.Si dan Doktor disajikan pula
dalam rubrik ini.
Pada rubrik Alumni Corner, Ie Tjie Sing, yang saat ini menjabat
sebagai Presiden Direktur di PT Reksa Finance, berbagi cerita
kesuksesannya sebagai sumber inspirasi bagi pembaca EB News
di edisi ini. Angin segar kembali berhembus dari negeri Nobel,
karena FEB UGM merajut kembali kerjasama yang dulu pernah
dirintis bersama Jönköping International Business School (JIBS).
Ulasan selengkapnya terangkum dalam rubrik Partnership.

T

idak terasa kita telah berada di pertengahan tahun 2013,
banyak aktivitas akademik dan nonakademik telah sukses
dilaksanakan. Ulasan-ulasan menarik dari setiap kegiatan
tersebut terrangkum dalam EB News edisi ke-15 ini.
Pada edisi kali ini, EB News hadir dengan tema “Semakin Tinggi
Menjulang Ke Atas, Semakin Kuat Akar Menancap Ke Bawah”.
Special Report kali ini mengulas mengenai pertemuan tahunan
ASEAN-Graduate Business and Economics Program (AGBEP)
dan Peluncuran ASEAN+China Business and Economics Schools
Network. Dengan tema call for paper berupa “Enhancing
Collaboration, People, and Institutions within the ASEANChina Community Network: Facing the ASEAN Economics
Community (AEC) 2015”, AGBEP 2013 menjadi pertemuan
tahunan dan konferensi yang fenomenal.

Sementara masih sedikit asing bagi sebagian sivitas akademika
UGM dengan nama baru Pusat Sistem dan Sumber Daya
Informasi (PSDI). Tim liputan berhasil mewawancarai Ketua
Pusat Sistem dan Sumber Daya Informasi yang selanjutnya
dirangkum dengan apik dalam rublik Around Bulaksumur.
Sebagai bentuk kepedulian Fakultas terhadap Ekonomi
Kerakyatan, di halaman Facilities dibahas fasilitas baru di FEB
UGM yaitu Dashboard Ekonomi Kerakyatan.
Akhir kata, semoga melalui EB News edisi ke-15 ini membawa
inspirasi bagi pembaca setia. Have a great time!
Juli 2013
Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D
Dekan

What’s Up FEB menyajikan berita terhangat dari lingkungan
FEB. Salah satunya kegiatan menarik bagi mahasiswa asing FEB

Penanggung Jawab
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

Muhammad Edhie Purnawan, M.A., Ph.D
(Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian
kepada Masyarakat, Alumni dan Kerjasama)

Pengarah

Diterbitkan oleh
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio Humaniora No 1
Bulaksumur, Yogyakarta 55281
T: + 62 274 548 510 (hunting)
F: + 62 274 563 212
E: dekan@feb.ugm.ac.id
W: http://www.feb.ugm.ac.id

Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D
(Dekan)
B.M. Purwanto, MBA., Ph.D
(Wakil dekan Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan)
Prof. Dr. Slamet Sugiri, M.B.A., Akt.
(Wakil Dekan Bidang Keuangan Administrasi
dan Sumber Daya Manusia)
Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D
(Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan
Teknologi Informasi)

2

Tim Liputan
Hestining Kurniastuti
Aina Vidya Tama
Dwi Andi Rohmatika
Rahmat Dwi Santoso
Prima Yustitia Lukitasari
Poppy Laksita

Artistik
Royyan Wicaksono
Alkhapila Nahri Z

CONTENTS
ADVERTORIAL

WHAT’S UP FEB
Selangkah Lagi Mencapai
Akreditasi AACSB

4

Belajar Ilmu Syariah di Singapura

5

Mahasiswa Asing Belajar Budaya
Indonesia

6

Magister Sains Dan Doktor

8

Magister Akuntansi

9

Magister Manajemen

13

Magister Ekonomika
Pembangunan

15

Program Profesi Akuntansi

17

SPECIAL REPORT

22

LECTURER’S ARTICLE
Kerapuhan Pasar Keuangan dan
Macroprudential

23

ALUMNI CORNER

25

OTHERS

27

NEWS FROM ABROAD
Go Netherlands, not Go Dutch:
Impian Masa Kecil yang Menjadi
Nyata

29

STUDENT CORNER

31

UPCOMING EVENTS

32

PARTNERSHIP

32

SCHOLARSHIP AND
RECRUITMENT

33

FACILITIES

34

UNIT NEWS

36

WHO’S WHO

AGBEP 2013
Bersatu Menuju ASEAN yang
Terdepan

19

Gunawan Sumodinigrat
Optimisme
Ekonomi Kerakyatan

40

AROUND
BULAKSUMUR

41

FEB IN PICTURES

42

EXCHANGE
STUDENTS’
COMMENTS

43
3

WHAT’S UP FEB

Selangkah Lagi Mencapai
Akreditasi AACSB

F

akultas Ekonomika dan Bisnis
UGM (FEB UGM) terus berbenah
untuk mengokohkan posisi sebagai
salah satu Fakultas Ekonomika dan
Bisnis di Indonesia dengan kualitas yang
diakui dunia internasional. FEB UGM
senantiasa berupaya meningkatkan kualitas
pengajaran untuk menciptakan lulusan
yang memiliki daya saing kuat baik di
dalam maupun di luar negeri. Salah satu
cara yang sedang ditempuh adalah dengan
mengikuti rangkaian proses akreditasi
AACSB (Association to Advance Collegiate
School of Business). AACSB merupakan
sebuah badan akreditasi sekolah bisnis
internasional yang didirikan pada tahun
1916. Standar akreditasi AACSB saat ini
digunakan sebagai dasar mengevaluasi
misi; pengelolaan dosen, mahasiswa,
dan fasilitas pembelajaran; sekaligus
penjaminan mutu proses pembelajaran
pada sebuah sekolah bisnis.
Mendapatkan akreditasi dari AACSB
tidaklah mudah. Ada 16 langkah yang
harus di tempuh dengan 21 standar yang
harus dipenuhi. Seluruh standar telah
berhasil dipenuhi, termasuk yang berkaitan
pengembangan sistem penjaminan
mutu dan peningkatan kecukupan dan
kualifikasi dosen. Salah satu hasil dari
proses pemenuhan standar AACSB adalah
tercapainya 70% pengajar di FEB UGM
yang memiliki kualifikasi akademik sesuai
dengan standar yang ditetapkan AACSB
di tahun 2013. Angka tersebut merupakan
hasil peningkatan yang signifikan dari 40%
di tahun 2011.
Saat ini, FEB tengah berada di tahun
terakhir dari proses yang telah berjalan
selama 5 tahun ini dan sedang menyusun
Self Evaluation Report (SER) terakhir
yang rencananya akan dikirimkan pada
pertengahan Juli tahun 2013. Prof. Indra
Wijaya Kusuma, dosen sekaligus ketua
Tim Persiapan AACSB mengatakan
bahwa Maret 2014, Peer-Review Team
AACSB akan melakukan visitasi untuk
mengonfirmasi SER. “Nanti timnya
(terdiri dari) tiga orang. Terdiri dari

4

satu ketua dan dua anggota. Sampai
sekarang kita belum diberi tahu (identitas)
ketuanya”. Diprediksikan hasil visitasi dan
keputusan akreditasi akan keluar pada
akhir tahun 2014.
Untuk mempersiapkan visitasi, FEB
UGM berencana mengundang sebuah
tim internasional untuk melakukan
simulasi visitasi. “Mereka akan memeriksa
laporan-laporan yang kita ajukan. Jika ada
kekurangan, kita akan diberi tahu dan kita
lakukan revisi. Tujuannya agar kita lebih
siap ketika Peer-Review Team AACSB
datang” lanjut Indra.
Di samping menyiapkan
semua laporan yang
dibutuhkan, Tim AACSB
juga akan melakukan
sosialisasi ke seluruh
mahasiswa, dosendosen, dan masyarakat.
Untuk lingkungan
kampus, FEB UGM
berencana mengadakan
AACSB Week. “Jadi
selama satu minggu
kegiatan kita arahkan
untuk lebih mengenal
AACSB. Acaranya seperti
seminar mahasiswa,
aneka permainan, dan
semuanya berkaitan
dengan AACSB”, ungkap
Indra. Dalam AACSB
Week ini diharapkan
seluruh civitas akademika
akan mendapatkan
informasi mengenai
AACSB, termasuk peran
masing-masing dalam
mendukung proses
akreditasi. Indra juga
menambahkan bahwa
seluruh pihak jangan
hanya sekedar tahu, tapi
juga ikut mendukung dan
berpartisipasi.
“Saya berharap dukungan

dari semua civitas akademika FEB UGM.
Dukungan mulai dari dekanat, seluruh
program studi, dosen, karyawan, dan
mahasiswa harus kuat supaya kita berhasil.
Saya tidak meminta mahasiswa berbohong
kepada PRT, intinya adalah mereka tahu
apa yang kita lakukan, ke arah seperti apa,
kondisi kita seperti apa, silahkan mereka
cerita apa adanya. Jadi kalau kita belum
bagus, tidak berarti kita tidak terakreditasi.
Jika kita belum bagus, maka itu bisa jadi
starting point kita untuk perbaikan,”
ungkap Indra.

Belajar Ilmu Syariah di Singapura

SEF UGM PROUDLY PRESENT:

UNIVERSITY VISIT
TO
SINGAPORE MANAGEMENT
UNIVERSITY (SMU)

T

ernyata tidak hanya Fakultas
Ekonomika dan Bisnis saja
yang telah menjajaki dunia
internasional, salah satu Lembaga
Kemahasiswaan FEB UGM, Sharia
Economics Forum (SEF), pun
menunjukkan minatnya untuk belajar dari
perguruan tinggi asing. SEF baru-baru ini
diundang oleh Singapore Management
University untuk hadir dalam perkuliahan
Ekonomi Islam. Tentu saja, undangan ini
diterima oleh hangat oleh SEF dengan
memfasilitasi mahasiswa FEB UGM yang
berminat untuk bergabung.

Tanggal:

24-27 Juni 2013
Biaya:

Agenda:
Menurut rencana, rombongan akan

Sayangnya, SEF dan rombongan harus
menunda keberangkatan mereka karena
jadwal ujian akhir semester yang mundur
pelaksanaannya. Panitia saat ini tengah
merundingkan kembali dengan pihak
Singapore Management University, Faculty
of Law, “Ini sedang dirundingkan,” ujar
Aziz (Akuntansi, 2011) selaku koordinator
acara. Aziz mengungkapkan kunjungan
ke Singapura ini akan diikuti oleh tiga
puluh mahasiswa FEB UGM. SEF
pun membuka kesempatan bagi semua
pihak untuk turut serta, baik anggota
SEF, mahasiswa FEB, dan alumni untuk
bergabung dalam kegaiatan ini.

Hanya Rp 3,5 Juta

(Lebih murah 30% dari harga normal*)

mengunjungi Maybank, Singapore
Management University selama dua hari,
dan International Islamic Law and Finance
Center (IILFC). Panitia berharap kegiatan
ini dapat membuka wawasan global dan
meningkatkan perkembangan ekonomi
Islam di dunia. Selain itu, kegiatan
ini diharapkan mampu meningkatkan
hubungan antara FEB UGM dengan
lembaga ekonomi Islam di ASEAN.

1) Kuliah ekonomi
islam bergengsi
internasional di
SMU

2) Wisata tour ke
China Town, Little
India, Mustafa, 5

Mahasiswa Asing Belajar Budaya
Indonesia

S

ebanyak dua puluh orang mahasiswa
asing Fakultas Ekonomika dan
Bisnis UGM mengikuti kegiatan
cultural immersion day (18/5) di Desa
Wisata Pentingsari, Cangkringan,
Sleman. Mahasiswa asing dari program
pertukaran pelajar dan double degree
diajak merasakan langsung kehidupan
di pedesaan sekaligus mengenal berbagai
kebudayaan di Indonesia. Rombongan
dilepas dari kampus FEB UGM oleh Prof.

6

B.M. Purwanto, Ph.D selaku Wakil Dekan
Bidang Akademik dan Kemahasiwaan.
Selama satu hari penuh, para mahasiswa
yang berasal dari berbagai negara seperti
Jerman, Perancis, dan Belanda dipandu
untuk melakukan berbagai aktivitas yang
telah dipersiapkan oleh panitia.
Sesampainya di lokasi, rombongan
disambut oleh tim fasilitator dari Desa
Wisata Pentingsari. Para mahasiswa

tampak semangat berpartisipasi dalam
kegiatan tersebut. Kegiatan membatik
menjadi agenda pertama untuk
memperkenalkan budaya Indonesia.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Prof.
Dr. Basu Swastha Dharmmesta, Ph.D,
dosen senior FEB sekaligus seniman batik
yang kerap menggelar pameran tunggal
karya batiknya. Beberapa mahasiswa
terlihat serius melukiskan cantingnya
mengikuti pola yang sudah dibuat pada

wayang dari alang-alang. Mahasiswa
tampak antusias mempelajari kebudayaan
Indonesia. Tak hanya itu, mahasiswa asing
juga mendapat kesempatan menangkap
ikan secara langsung di kolam. Kegiatan
diakhiri dengan kunjungan ke perusahaan
jamu tradisional yang tidak jauh dari
lokasi.
Cultural Immersion Day ini merupakan
program yang diinisiasi Global Leadership
Forum. Global Leadership Forum (GLF)
adalah organisasi yang dirintis pada awal
tahun 2013 untuk mewadahi kegiatan
mahasiswa asing yang sedang belajar di
FEB UGM. Rangga Almahendra, Ph.D.,
dosen FEB UGM sekaligus Manajer
Office of International Affair (OIA) FEB
UGM mengungkapkan, setiap semester
mahasiswa asing yang datang ke FEB
UGM semakin bertambah, bahkan untuk
semester depan akan datang tidak kurang
dari 70 orang mahasiswa asing untuk
belajar di FEB UGM. Hal ini merupakan
sinyal positif bahwa FEB UGM telah

dipercaya oleh masyarakat luar negeri. Ini
merupakan kebanggaan bagi FEB UGM.
Untuk itu, pihak fakultas melalui OIA
FEB UGM menginisiasi didirikannya GLF
sebagai organisasi mahasiswa. Organisasi
ini akan dibentuk sebagai lembaga
khusus mahasiswa yang anggotanya
terdiri dari mahasiswa asing dan lokal.
GLF ini diharapkan dapat menciptakan
calon pemimpin berwawasan global.
Githa Maharani (IUP FEB UGM 2008)
dipercaya untuk memimpin organisasi ini
pertama kali. Ia menjelaskan, GLF juga
memiliki program tandem learning dengan
memasangkan satu orang mahasiswa
asing dengan seorang mahasiswa lokal
untuk belajar bersama. Mahasiswa dapat
saling belajar bahasa dan budaya secara
intensif sehingga kedua belah pihak
dapat mengambil manfaat darinya. Ia
menambahkan, kedatangan mahasiswa
asing ke FEB harus membawa manfaat
positif tidak hanya bagi diri mereka sendiri
tetapi juga bagi mahasiswa lokal. [rahmat]

kain. Sesekali mereka tertawa
karena lilin malam yang mereka
ambil terlalu banyak sehingga
meluber tidak mengikuti pola.
Selain membatik mahasiswa
asing juga diperkenalkan cara
memainkan alat musik gamelan
di Joglo Pentingsari. Cathy
salah satu peserta dari Jerman
mengungkapkan bahwa itu
adalah pengalaman pertamanya
bermain gamelan dan sungguh
menyenangkan bisa mengenal
kebudayaan Indonesia. Di dalam
joglo yang sama mahasiswa
yang lain dipandu membuat

7

WHAT’S UP FEB

Magister Sains dan Doktor

Kuliah Umum Professor S. Ghon
Rhee University of Hawai’I, USA

M

agister Sains dan Doktor FEB
UGM kembali menunjukkan
komitmennya dalam
menambah wawasan dan memperkaya
pemahaman mahsiswa tentang publikasi
jurnal. Hal ini ditunjukkan dengan
pelaksanaan kuliah umum yang
mengundang Professor S. Ghon Rhee dari
University of Hawai’I, USA. Acara yang
dibagi menjadi dua seri ini mengangkat
dua tema yang berbeda. Seri pertama
(7/6), Rhee yang juga Director of AsiaPacific Financial Markets Research
Center, Managing Editor of the PacificBasin Finance Journal, Shidler College
of Business, University of Hawai’I, USA
ini bertindak sebagai reviewer proposal
atau penelitian yang sedang dilakukan
mahasiswa program doktoral FEB UGM.
Dalam kesempatan bertajuk Doctoral
Colloquium itu, Devani Laksmi Indyastuti
menjadi presentator pertama dengan
working paper miliknya yang berjudul
“How is Perceived Discrimination
Affects Atress and Intent to Turnover?
The Role of Basic Psychological Need
Satisfaction”. Selanjutnya Mahrinasari

MS mempresentasikan
paper dengan judul
“The Effect of Company
Credibility on Participation
Intention: The Mediating
Effect of Corporate Social
Responsibility Image, in
Cause-brand Alliances
Context”. Presentasi dari
mahasiswa di tutup dengan
working paper milik Arni
Utamaningsih dengan judul
“Asymmetry Information
in the IPO Underwriting
Processin Indonesian Stock
Markets: Pricing, Initial
Allocation, Underpricing,
and Price Stabilization”.

8

Kuliah umum seri dua (10/6) mengusung
tema “How To Publish Your Paper in
Leading Journals and How to Manage
Journal Publication”. Rhee membagi
pengalamannya, baik sebagai peneliti
maupun sebagai editor. Dalam dunianya
sebagai peneiliti, hasil riset Rhee telah
dipublikasikan dalam beragam jurnal
terkemuka, seperti Journal of Finance,
Review of Financial Studies, Journal
of Banking and Finance, Financial
Management, Journal of Financial
Markets. Kuliah umum ini merupakan
dua seri pengalaman yang berharga bagi
mahasiswa yang berkeinginan untuk
mempublikasikan hasil penelitiannya ke
jurnal internasional.

Magister Akuntansi

WHAT’S UP FEB

Sharing Session 13th AGBEP Annual
Meeting and Conference

F

akultas Ekonomika dan Bisnis UGM
menjadi tuan rumah pertemuan
tahunan ASEAN Graduate Business
and Economics Program (AGBEP) ke-13
(2/4-3/4). Pertemuan tersebut bertepatan
dengan diluncurkannya ASEAN + China
Business and Economics Network (2/4)
di Ndalem Notorahardjan, Jalan Palagan
Tentara Pelajar, Sleman.
Peluncuran ASEAN+China Business
and Economics Network dan pertemuan
tahunan AGBEP ke-13 dihadiri oleh Dr.
Makarim Wibisono (ASEAN Foundation
Executive Director), Prof. Nantana
Gajaseni (AUN Executive Director),
Prof. Dr. Pratikno, M.Soc. Sc (Rektor
UGM), Dr. Brian C. Gozun (AGBEP
Chairperson) dan Prof. Wihana Kirana
Jaya, M.Soc. Sc (Dekan FEB UGM).
Sebagai acara lanjutan, pertemuan
tahunan AGBEP dibuka secara resmi
di Auditorium Djarum Foundation

FEB UGM dan beragendakan Doctoral
Colloquium, Sharing Session: Business
Cases Compilation, IFRS, AEC &
Property Economic and Valuation. Pada
kesempatan ini pula dilakukan serah
terima sekretariat AGBEP dari De LaSalle,
Filipina kepada FEB UGM.
Dalam rangkaian acara tersebut, Program
Magister Akuntansi Fakultas Ekonomika
dan Bisnis UGM juga menjadi bagian dari
sharing session (3/4) dengan tema “Some
Dilemmas in International Financial
Reporting Standard ( IFRS ) Adoptions
in Indonesia and ASEAN Countries”.
Tema tersebut disampaikan oleh empat
pembicara yaitu:
1. Dr. Sony Warsono, MAFIS dengan
judul “The Implementation Of IFRS:
The Emergence Of Cargo Cult Science,
Adventure In Wonderland, One For All
Syndrome, And Productivity Paradox”,

2. Lodovicus Lasdi dengan judul
“Voluntary Disclosure, Conservative
Accounting, Life Cycle Stages, And Firm
Valuation”,
3. Theresia Trisanti dengan judul “Did
the IFRS Adoption have Effect on
Accounting Manipulation Practices
in Emerging Economies? The Case of
Indonesian Listing Companies”
4. Singgih Wijayana dengan judul
“Earnings Quality and IFRSs Adoption:
Evidence fromCross-Listed Firms”

Session chair pada sharing session MAKSI
dilakukan oleh Sirada Jarutkanont DBA,
dari Burapa University, Thailand. Acara
ini berlangsung lancar dan sukses berkat
kerjasama dari berbagai pihak.

9

WHAT’S UP FEB

Magister Akuntansi

Studi Banding STAIN Batusangkar

S

elasa (23/4) lalu, Program Magister
Akuntansi Fakultas Ekonomika dan
Bisnis UGM Yogyakarta menerima
kunjungan dari STAIN Batusangkar
Provinsi Sumatera Barat. Studi banding
tersebut membahas banyak hal tentang
dunia pendidikan dan rencana kerja. Acara
yang bertempat di lantai 7 Pertamina
Tower FEB UGM tersebut diharapkan
dapat meningkatkan kualitas pendidikan
di sekolah tinggi sehingga mutu

pendidikan dari daerah akan semakin
membaik dan mahasiswa mempunyai
kualitas yang lebih kompetitif.
Kunjungan ini dihadiri 38 mahasiswa dan
empat orang dosen yang mendampingi.
Selaku tuan rumah, Prof Gudono, MBA.,
Ph.D, CMA., Ak, Ketua Program Studi
Magister Akuntansi, memaparkan visi
misi program studi, proses perkuliahan,
serta akreditasi Program Studi Magister

Akuntasi yang meraih predikat A. Dr.
Agus Setiawan, M.Soc.Sc kemudian
menyampaikan adanya kelas joint program
dengan Program Profesi Akuntansi
Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta
prosedur-prosedurnya. Studi banding ini
berlangsung hangat dengan pertukaran
informasi yang bermanfaat dan diakhiri
dengan foto bersama.

Pelepasan Wisuda Magister Akuntansi FEB
UGM Periode April 2013

K

amis (25/4) menjadi tanggal yang
membahagiakan bagi 37 mahasiswa
Program Magister Akuntansi
FEB UGM. Pada tanggal tersebut gelar
strata dua (S2) secara resmi bersanding
dibelakang nama para wisudawan Program
Magister Akuntansi FEB UGM. Acara
tersebut dihadiri Wakil Dekan Bidang
Perencanaan dan Sistem Informasi Fakultas
Eknomika dan Bisnis UGM, Dr. Eko
Suwardi, M.Sc., Ph.D, Pengelola Program
Magister Akuntansi Prof. Gudono, MBA.,

10

Ph.D., CMA , Dr. Agus Setiawan, M.Soc.,
Sc , Dosen Program Magister Akuntansi
, para karyawan Program Magister
Akuntansi, dan para wisudawan beserta
pendamping wisuda.
Upacara sakral ini diikuti oleh wisudawan
Program Magister Akuntansi FEB UGM
yang terdiri dari 23 mahasiswa pria dan
14 mahasiswa wanita. Predikat Cumlaude
diraih: Eko Suprapto IPK. 3.96, Haryadi
Indrianto Nugroho, IPK 3,95, Edy Firza,

IPK 3,86, Kusnendar, IPK 3,84, Sulaeman
IPK 3,82, Bogy Ariyanto, IPK 3,80,
Elindia Suwandari, IPK 3,76, dan Aviandi
Okta Maulana, IPK 3,75. Pada acara
pelepasan wisuda ini, Program Magister
Akuntansi juga menyampaikan harapan
kepada alumni untuk tetap menjaga
nama baik almamater dan tetap menjalin
komunikasi dengan pihak Program
Magister Akuntansi. Acara diakhiri dengan
makan siang dan foto bersama.

Workshop Penataan Arsitektur dan Informasi
Kinerja RKA-K/L Berbasis Logic Model

P

rogram Magister Akuntansi
bekerjasama dengan Direktorat
Jenderal Anggaran Kementerian
Keuangan RI
melaksanakan
pelatihan yang
terdiri dari empat
angkatan yaitu
angkatan I (18/320/3), angkatan II
(21/3-23/3) tanggal
21-23 Maret 2013,
angkatan III dan
angkatan IV (27/529/5). Pelatihan
ini dipandu
oleh beberapa
narasumber
seperti Dr. Rusdi
Akbar, M.Sc.,
CMA, dan Prof.
Gudono, MBA.,
Ph.D., CMA, serta
dukungan pegawai
Program Magister
Akuntansi FEB UGM.
Pelatihan ini berfokus pada metoda baru
dalam merumuskan rancangan anggaran

pembangunan belanja daerah (RAPBD)
berbasis kinerja di pemerintah daerah
beserta satuan kerja perangkat daerah

(SKPD). Metoda baru ini dianggap
penting sebagai upaya percepatan
implementasi Penganggaran Berbasis

Kinerja (PBK) guna mewujudkan
pelayanan publik yang berkualitas. Selain
itu, pelatihan ini juga mengintegrasikan
konsep dan prinsip
logic model (LM)
ke dalam sistem
manajemen kinerja
untuk memperjelas
hubungan antara
outcome, output
dan input dari
suatu program.
Direktorat
Jenderal Anggaran
Kementerian
Keuangan sendiri
mengirimkan
30 orang peserta
setiap angkatannya
beserta
empat orang
pendamping.
Sesi pelatihan
berlangsung
menyenangkan dan sangat interaktif
baik dalam melakukan diskusi maupun
pemaparan materi yang dilakukan dua
arah.

Pelatihan Teknis Penyusunan Analisis
Standar Belanja ( ASB )

P

rogram Magister Akuntansi FEB
UGM kembali menyelenggarakan
pelatihan keuangan daerah.
Bertempat Gedung Magister Akuntansi
FEB UGM, pelatihan keuangan daerah
mengenai Penyusunan Analisis Standar
Belanja (20/3-22/3) diikuti oleh delapan
pegawai dari DPPKA Kabupaten Sintang
Provinsi Kalimantan Barat. Beberapa
narasumber hadir untuk menyampaikan
materi seperti Bapak Ehrman Suhartono,
Bapak Adi Prabowo, Bapak Cholis
Anurrohman, dan Bapak Agus Supriyanto.

Serta dukungan dan kerjasama dari
Pengelola dan para pegawai Program
Magister Akuntansi FEB UGM.
Latar belakang diadakannya pelatihan
ini merujuk pada PP No. 58 Tahun 2005
Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah,
Ps 39 ayat 2, dan Peraturan Menteri
Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 Ps 89
Ayat 2 huruf e. Kedua dasar hukum di
atas menunjukan bahwa Analisis Standar
Belanja ( ASB ) merupakan salah satu
komponen yang harus dikembangkan

sebagai dasar pengukuran kinerja keuangan
dalam penyusunan APBD dengan
pendekatan kinerja. Sedangkan tujuan
pelaksanaan pelatihan teknis ini adalah
memberikan kemampuan teknis bagi
peserta untuk menyusun dan menerapkan
ASB. Manfaat yang didapat adalah peserta
mampu memahami ASB, menyusun ASB,
dan menerapkan ASB. Oleh karena itu,
metode pelatihan teknis yang digunakan
adalah metode simulasi dengan kasus riil
yang terjadi di pemerintah daerah.

11

SEMINAR NASIONAL
“ROADMAP TO WTP”

Membangun Sinergi Antar Lembaga
Implementasi PP No 71 Tahun 2010

P

erubahan menjadi lebih baik
merupakan harapan semua individu
atau organisasi. Dalam sebuah
sistem, semua bagian dari sistem itu
dapat diintegrasikan. Hal yang sama juga
menjadi semangat diterbitkannya PP No.
71/ 2010 tentang sistem akuntansi akrual
penuh.
Dengan keluarnya PP No. 71/ 2010,
seluruh intansi pemerintah harus
menyiapkan diri untuk mengubah sistem
akuntansi berbasis akrual modifikasian
menjadi berbasis akrual penuh. Jika
dibandingkan dengan standar akuntansi
pemerintahan sebelumnya (PP No. 24/
2005), PP No. 71/ 2010 memiliki banyak
perbedaan. Dari segi jumlah laporan
keuangan, jumlah laporan yang dibuat
lebih banyak.
PP No. 71/2010 memberi tenggang
waktu bagi setiap intansi pemerintah
untuk melakukan transisi sistem dan
tetap menggunakan PP No. 24/ 2005
sampai 2013. Menurut pengalaman
penerapan PP No. 24/ 2005, kenyataan
menunjukkan bahwa masih banyak
kementerian, lembaga, dan pemerintah
daerah yang gagal mendapatkan opini
“wajar tanpa pengecualian” dari BPK.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah
Standard Akuntasi Pemerintahan (SAP)
yang lebih kompleks akan menjerumuskan
para pelaksana ke dalam kubangan

12

“kesalahan administrasi” atau bahkan
“tindak pidana”. Padahal di negara-negara
yang memiliki mekanisme governance
lebih baik, misalnya Australia, penekanan
pertanggungjawaban keuangan bukan lagi
berdasarkan opini atas laporan keuangan.
Penekanan pertanggungjawaban keuangan
berdasarkan pada efektivitas dan efisiensi
kegiatan pemerintah. Yang lebih penting
adalah pengukuran seberapa bagus
pelayanan organisasi pemerintah pada
publik.
Sehubungan dengan potensi permasalahan
yang akan muncul, sebuah upaya bersama
untuk menggalang sinergi antarlembaga
agar dapat menerapkan PP 71/2010 perlu
digalang. Sinergi antarlembaga tersebut
adalah manfaat dari perbaikan governance
yang diperoleh karena masing-masing
lembaga yang menerapkan SAP saling
membantu dalam proses transisi menuju
pelaksanaan PP No. 71/2010 secara
penuh. Berdasarkan pemikiran tersebut,
Dies Natalis ke-11 Program Studi Magister
Akuntansi Terapan (MAKSI) Fakultas
Ekonomika dan Bisnis yang disponsori
oleh Asean Development Bank (ADB)
terdorong untuk melaksanakan SEMINAR
NASIONAL dengan Tema “ROADMAP
TO WTP: Membangun Sinergi Antar
Lembaga (Implementasi PP No 71
Tahun 2010)” pada hari Senin, 24 Juni
2013.

Seminar ini diisi oleh pembicara dari
beberapa pejabat kementerian lembaga dan
pemerintah daerah seperti Kementerian
Pemberdayaan Aparatur Negara &
Reformasi Birokrasi, Kementerian
Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan
Provinsi (BPKP), Badan Pemeriksa
Keuangan, Kemendagri, ADB, Direktorat
Jenderal Perbendaharaan, UGM, dan
Walikota Tangerang. Seminar ini
bertujuan untuk memberi masukan
kepada pemerintah pusat dan daerah
dalam memformulasikan langkah-langkah
yang diperlukan agar pelaksanaan PP No.
71/2010 berjalan sukses, meningkatkan
awareness kepada publik, khususnya
kalangan birokrat dan akademisi mengenai
tantangan yang akan dihadapi terkait
dengan PP No. 71/2010, menjalin
sinergi berbagai lembaga terkait dalam
menyukseskan implementasi akuntansi
berbasis akrual di Indonesia.
Dalam seminar ini tidak hanya dilakukan
pemotongan tumpeng sebagai simbol
perayaan Dies Natalis Program MAKSI
yang ke-11 oleh Prof. Gudono, tetapi
juga dilakukan Soft-Launching Public
Sector Governance (PSG) oleh Dr. Rusdi
Akbar, M.Sc. Sasaran peserta dari Seminar
ini diharapkan dari instansi pemerintah,
termasuk pemerintah kabupaten kota/
provinsi, wakil lembaga internasional,
kalangan akademisi, dan konsultan
akuntansi pemerintahan (sektor publik).

Magister Manajemen

WHAT’S UP FEB

Berbagi Pengalaman dengan Kaskuser

P

eran venture capitalist sebagai
lembaga yang memfasilitasi modal
dan jasa konsultasi bagi pengusaha
baru sangat penting untuk mendorong
berkembangnya suatu bisnis. Magister
Manajemen FEB UGM menyelenggarakan
seminar Executive Series dengan tema
Venture Capital as a Startup Booster
(24/5) di Auditorium MM UGM.
Hadir sebagai pembicara adalah Kusumo
Martanto, Chief Operation Officer
(COO) PT Global Digital Prima dan juga
Andrew Darwis, founder Kaskus (kaskus.
co.id), sebuah portal media sosial dan
komunitas terbesar di Indonesia. Kegiatan
ini diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa
Magister Manajemen FEB UGM.

Acara dibuka oleh Prof. Jogiyanto
Hartono, Ph. D selaku Deputi Direktur
Bidang Keuangan, Sumber Daya Manusia,
dan Sistem Informasi MM UGM.
Jogiyanto yang juga merangkap sebagai
moderator acara mengatakan kegiatan
executive series bertujuan meningkatkan
pemahaman mahasiswa melalui ilmu
praktis dari pimpinan perusahaan. Hal
ini penting untuk menunjang teori yang
selama ini didapatkan di kelas.
Pada sesi pertama, Kusumo Martanto
memberikan paparan tentang langkahlangkah mendirikan sebuah usaha mulai
dari bagaimana mendapatkan sebuah ide
hingga mewujudkannya menjadi sebuah

perusahaan yang sukses. Kusumo juga
mengungkapkan apa saja pertimbangan
utama seorang venture capitalist dalam
mengambil keputusan mendanai sebuah
bisnis. Ia menekankan pentingnya
penyusunan rencana bisnis sebagai
pedoman dalam menjalankan usaha. Selain
itu, ia juga mengingatkan bahwa ide hanya
akan menjadi sebuah ide tanpa melakukan
aksi nyata untuk mewujudkannya.
Di sesi kedua, Andrew Darwis
mengungkapkan sejarah berdirinya Kaskus
pada tahun 1999. Ia menciptakan Kaskus
untuk memenuhi tugas kuliah ketika
ia studi di Amerika Serikat. Situs yang
awalnya dimaksudkan untuk mewadahi

13

komunitas-komunitas yang ada di
Indonesia ini ternyata mendapat sambutan
baik oleh pengguna internet di Indonesia.
Situs ini bermanfaat sebagai media berbagi
informasi antar individu yang memiliki
hobi atau kesukaan yang sama. Situs
ini semakin berkembang hingga kini
dimanfaatkan sebagai situs jual-beli secara
online bagi penggunanya.
Andrew mengakui bahwa Kaskus
bisa menjadi seperti sekarang karena
dukungan para pengguna Kaskus atau
sering disebut kaskuser. Ia mengatakan
jumlah pengguna Kaskus hingga tahun
2013 mencapai 7 juta orang dan optimis
akan terus bertambah. Ke depan, Kaskus
akan mendapatkan dukungan dari PT
Global Digital Prima (GDP) dengan
menambahkan fungsi pembayaran
online. Hal ini dikarenakan tingginya
permintaan para kaskuser terhadap fasilitas
pembayaran yang mudah dan aman
ketika sedang berbelanja maupun menjual
barang. (Rahmat)

14

Magister Ekonomika Pembangunan

WHAT’S UP FEB

Merajut Kembali Jejaring Alumni
“Alumni inilah yang selalu mengingatkan kami akan relevansi ilmu ke dunia nyata”

S

uatu hal impresif yang ditemui di
MEP FEB UGM adalah kekuatan
jejaring alumni dan keterikatan
dengan almamaternya. Alumni selalu
kembali ke MEP untuk menjalin
kerjasama, baik dalam penyelenggaraan
pendidikan gelar maupun non-gelar
seperti pelatihan dan workshop. Selain
itu, alumni juga selalu datang kembali ke
almamaternya untuk berkolaborasi dalam
riset, pendampingan teknis, maupun
konsultasi.

Workshop dan Temu Alumni MEP
dengan bertema Peran Alumni dalam
Meningkatkan Kualitas Pembangunan
Daerah digelar di halaman kampus MEP
(31/5). Kegiatan ini merupakan wadah
alumni untuk bertukar informasi dan
pengalaman, serta memberi masukan pada
program MEP. Alumni yang hadir berasal
dari berbagai angkatan dan kelas kerjasama
dari beragam daerah, dengan berbagai
posisi strategis dalam pembangunan
daerah seperti bupati, kepala badan
keuangan, kepala Bappeda, kepala
berbagai SKPD (Satuan Kerja Perangkat
Daerah), dan berbagai posisi pengambil
keputusan.
Kehadiran mereka merupakan wujud
kecintaan alumni terhadap MEP FEB
UGM. Tugoro, alumni dari Kabupaten
Boven Digoel, sengaja datang untuk
menghadiri acara ini. “Sebenarnya
nomer hp-ku hilang, tapi ada teman
menginformasikan bahwa ada undangan
dari MEP,” ceritanya. “Aku senang
dan aku datang,” tambahnya ketika
mengungkapkan antusiasme dalam
mengikuti acara ini. Sebelum masuk ke
MEP, Tugoro merupakan camat di salah
satu wilayah Kabupaten Boven Digoel.
Artidiatun Adji, Ph,D, Ketua Program
Studi MEP, dalam sambutannya
mengungkapkan terkesan dengan jejaring
alumni yang sangat kuat dan peduli
terhadap perkembangan program MEP.
“Alumni inilah yang selalu mengingatkan

kami akan relevansi ilmu ke dunia nyata,”
ujarnya. Oleh karena itu, Program MEP
berupaya mengintegrasikan kurikulum
ke dalam dunia nyata, misalnya dengan
menerapkan pendekatan berbasis bukti
(evidence-based approach) untuk
menginisiasi perubahan-perubahan
pengambilan dan penerapan kebijakan
menuju Indonesia yang baik. Program
MEP FEB UGM ke depannya diharapkan
menjadi leading evidence based policy
school terutama dalam penggunaan data
untuk meningkatan kualitas pembangunan
daerah. Fakta banyaknya alumni yang
menduduki jabatan strategis di daerah,
mengindikasikan bahwa lulusan Program
MEP FEB UGM menerima value added
yang besar dan memberi kontribusi besar
pada pembangunan daerahnya.
Dilihat dari perkembangan jumlah dan
karir alumni, dapat dikatakan bahwa
para alumni MEP telah menjadi policy
maker di daerahnya. Prof. Wihana
Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D, Dekan

FEB UGM, mengatakan bahwa FEB
memiliki komitmen bersama untuk
menjadi fakultas terkemuka di Asia
Tenggara. “Kontribusi untuk lead di era
globalisasi ini tidak hanya dalam mencetak
lulusan, tetapi juga pada kepedulian pada
masyarakat.” Menurut Wihana, untuk
menjadi universitas termuka dibutuhkan
peran alumni misalnya berupa masukan
kurikulum dan metode pembelajaran
serta menjadi tempat sebagai case study.
Wara Kustini Wulan, Sekretaris Badan
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
(BPKAD) Provinsi Papua mengatakan
bahwa peran alumni di daerah sangatlah
penting. “Banyaknya daerah yang
membuka program studi menjadi
tantangan bagi MEP ke depan,” ujarnya.
Wihana menambahkan bahwa MEP
saat ini terus menjalin kerjasama dan
melakukan pendampingan dengan alumnialumni di daerah. “Kerjasama saling
menguntungkan kedua belah pihak,”
ujarnya. [Prast]

15

Perencanaan Pembangunan Daerah
Berbasis Bukti

P

uncak kegiatan DIES MEP FEB
UGM ke-18 ditandai dengan
terselenggaranya Seminar Nasional
Peningkatan Kualitas Pembangunan
Daerah melalui Penerapan Perencanaan
dan Penganggaran Berbasis Bukti, (1/6) di
Hyatt Regency Hotel. Desentralisasi fiskal
merupakan piranti untuk mendekatkan
pemerintah ke masyarakat setempat.
Sistem fiskal yang terdesentralisir lebih
mampu mengidentifikasi permintaan
akan jasa publik lokal sehingga jasa publik
akan lebih terhantar, dan pada gilirannya,
kesejahteraan masyarakat akan meningkat.
Seminar ini mengulas bagaimanakah
kualitas pembangunan daerah ditingkatkan
melalui penerapan perencanaan dan
penganggaran berbasis bukti dan adakah
pelajaran dan good practices yang dapat
diambil agar pemerintah daerah dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat
melalui penghantaran barang dan jasa
publik. Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.
Sc., Ph.D, Dekan FEB UGM, dalam
sambutannya mengatakan. “Tidak dapat
dipungkiri lagi bahwa pertumbuhan
ekonomi Indonesia melesat tinggi, tetapi
apakah pertumbuhan tersebut dapat
dikatakan pertumbuhan yang berkualitas?
Kita memerlukan paradigma baru dalam
perencanaan pembangunan daerah, yaitu
perencanaan yang berbasis data” ujar
Wihana.
Hari Purnomo dari The World
Bank sebagai salah satu pembicara
mengungkapkan bahwa untuk
peningkatan kualitas pembangunan,
diperlukan perubahan sistem
penganggaran dari input focus menjadi
outcome focus. OECD mendefinisikan
performance budgeting sebagai
penganggaran yang menghubungkan
antara dana yang dialokasikan dengan hasil
yang terukur. Sementara, Evidence Based
Planning/Budgeting adalah perencanaan
dan penganggaran yang didasarkan atas
bukti realisasi pelaksanaan dimasa lalu
yang dihasilkan melalui sistem monitoring

16

yang jelas dan metoda evaluasi yang
terukur. Menurut Hari, dibutuhkan
suatu sistem data-base yang kuat untuk
merealisasikan perencanaan. Selain itu,
sistem monitoring dan evaluasi harus
mendukung planning dan budgeting.
“Dalam 10 tahun terakhir, terdapat tiga
tantangan penanggulangan kemiskinan,
yaitu penurunan laju pengurangan
angka kemiskinan, masalah kerentanan
kemiskinan yang masih tinggi, dan
meningkatnya ketidakmerataan,”
ungkap Elan Satriawan dalam pengantar
presentasinya. Berbicara tentang
penanggulangan kemiskinan, seharusnya
tidak hanya berbicara tentang orang
yang berada dibawah garis kemiskinan,
tetapi yang rentan miskin tetap harus
diperhatikan agar tidak menjadi miskin
lagi. “Perlu strategi dan kebijakan
penanggulangan kemiskinan untuk
mengatasi tantangan tersebut yang
dikoordinasi dan dikelola dalam satu
kelembagaan penyusunan kebijakan yang
efektif,” imbuhnya.
Praktik cerdas pembangunan daerah
pada seminar kali ini mengambil studi
kasus dari Provinsi Jawa Timur dan
Sulawesi Barat. Akhmad Sukardi, Asisten
Administrasi Umum Sekretariat Daerah
Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa
salah satu agenda pembangunan Provinsi
Jawa Timur adalah reformasi birokrasi
dan peningkatan pelayanan publik.
“Jawa Timur membangun laboratorium
pengelolaan keuangan daerah,” ujar
Sukardi. “Laboratorium tersebut
merupakan tempat untuk meningkatkan
kapasitas sumber daya manusia di bidang
pengelolaan keuangan daerah,” jelasnya.
Pegawai dari berbagai latar belakang
pendidikan yang akan ditempatkan dalam
pengelolaan keuangan wajib masuk di
laboratorium. Selain itu, Kota Surabaya
menjadi laboratorium yang efektif dalam
pemberdayaan masyarakat, misal adanya
usaha kecil menengah tiap desa/kampung.

Provinsi Sulawasi Barat juga memiliki
contoh nyata penerapan pendekatan
berbasis bukti dalam pembangunan
daerah. Yohanis Piterson dari Provinsi
Sulawesi Barat memaparkan sistem
informasi pendidikan berbasis masyarakat.
“Akibat dari ketiadaan data mengenai
jumlah anak putus sekolah adalah
anak-anak menjadi korban perencanan
pembangunan daerah,” kata Piterson.
“Persoalan data menjadi penting,”
tegasnya. Data pendidikan yang ada belum
memadai karena data yang ada sekarang
ini bersumber dari sekolah.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut,
pemerintah perlu mengikutsertakan
masyarakat dalam proses perencanaan dan
pelaksanaan pendidikan. “Masyarakat
sendirilah yang mengumpulkan data
anak-anak tidak sekolah yang kemudian
dikumpulkan desa,” ujar Piterson.
Tujuan pendataan adalah sebagai bahan
perencanaan pendidikan khususnya
penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun dan
memberikan acuan pengelolaan data
pendidikan secara periodik dari tingkat
desa sampai tingkat kabupaten. Selain itu,
di setiap desa terdapat Posko pengaduan
untuk memastikan anak-anak terlayani
pendidikan. Piterson mengatakan bahwa
pendataan yang dilakukan bersama
masyarakat jauh lebih efektif sehingga
apabila ada bantuan sosial sudah tidak
ada protes. Sistem informasi dibangun
berbasis masyarakat. Demikian pula,
pengembangan dan pemutakhiran data
kemiskinan juga dibangun berbasis
masyarakat.“Dengan pendekatan data yang
baik, maka perencanaan menjadi baik,”
tambahnya. Dengan adanya keterlibatan
partisipasi aktif masyarakat, maka
kepercayaan masyarakat akan meningkat
dan akhirnya timbul modal sosial. “Data
memang mahal, tetapi membangun tanpa
data jauh lebih mahal,” pungkasnya.
[Prast]

Program Profesi Akuntansi

WHAT’S UP FEB

Workshop dan Bedah Buku Audit Berbasis ISA

T

untutan konvergensi terhadap
standar akuntansi internasional
semakin meningkat di tengah
era globalisasi. Perkembangan terbaru,
Indonesia telah mengadopsi International

Standard on Auditing (ISA) yang
diterbitkan oleh International Auditing
and Assurance Standard Board. Adopsi
ISA ini dilakukan dengan merevisi Standar
Profesional Akuntan Publik (SPAP)

yang selama ini menjadi acuan bagi
akuntan publik dalam memberikan jasa
profesionalnya.
Menanggapi perkembangan tersebut,
PPAk FEB UGM menyelenggarakan
workshop dan bedah buku pada hari
Jumat (31/5) dengan tema “Audit Berbasis
ISA” dengan pembicara Theodorus M.
Tuanakotta, seorang dosen dan peneliti di
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
sekaligus sebagai praktisi di bidang
akuntansi forensik . Theodorus M.
Tuanakotta telah berpengalaman lebih
dari 35 tahun sebagai akuntan publik.
Workshop ini diselenggarakan di Ruang
Sidang Kertanegara FEB UGM dengan
dihadiri oleh sekitar 60 orang baik praktisi,
dan akademisi dari berbagai universitas.
Sesi kedua dilanjutkan dengan pemaparan
tentang electronic book bagi para peserta
workshop yang ingin melakukan publikasi
hasil tulisan ilmiah dalam bentuk
elektronik.
Di sesi terakhir, Prof. Dr. Indra Bastian,
M.B.A., Akt memberikan materi tentang
Audit berbasis ISA dan implementasinya
dalam praktik audit.

17

Pelatihan Magang Mahasiswa PPAk

U

ntuk menciptakan calon
akuntan yang unggul dan
profesional, Program Pendidikan
Profesi Akuntansi (PPAk) FEB UGM
menyelenggarakan kegiatan pelatihan
magang pada (28/5-30/5) di Ruang
Sidang Kertanegara FEB UGM. Kegiatan

ini diikuti oleh 60 orang mahasiswa.
Pemateri dalam pelatihan tersebut adalah
praktisi dari Kantor Akuntan Publik
(KAP) Hadori, Sugiarto, & Rekan beserta
praktisi dari Kantor Audit Internal dan
Direktorat Keuangan UGM. Tujuan
utama dari kegiatan ini yaitu melatih

Tes Validasi Kompetensi PPAk

T

es Validasi Kompetensi (TVK)
merupakan ujian saringan masuk
bagi calon mahasiswa baru
program Pendidikan Profesi Akuntansi
(PPAk) FEB UGM. TVK periode 18 Mei
2013 diikuti oleh 88 peserta yang berasal
dari berbagai perguruan tinggi baik negeri
maupun swasta di seluruh Indonesia.
Soal tes dibuat oleh Komite Evaluasi
dan Rekomendasi Pendidikan Profesi
Akuntansi Ikatan Akuntan Indonesia
(IAI). Hasil ujian telah diumumkan satu
minggu setelah tanggal pelaksanaan ujian.
Mahasiswa yang lolos TVK akan memulai
perkuliahan pada bulan September
2013 sedangkan mahasiswa yang harus
menempuh matrikulasi telah memulai
kegiatan perkuliahan sejak 3 Juni 2013.

18

mahasiswa menerapkan teori yang selama
ini didapat di kelas dalam kehidupan
nyata. Hal ini dimaksudkan agar setiap
lulusan Program PPAk FEB UGM dapat
bekerja secara profesional dan memiliki
kompetensi yang tinggi sebagai bekal
untuk bersaing di dunia kerja.

SPECIAL REPORT

AGBEP 2013
Bersatu Menuju ASEAN yang Terdepan

H

iruk pikuk terlihat di Fakultas
Ekonomika dan Bisnis UGM
(3/5). Tamu – tamu istimewa
dari berbagai negara di ASEAN terlihat
mendatangi FEB UGM. Ada acara apa di
FEB UGM?
Awal bulan April menjadi hari yang
penting bagi FEB UGM. Pasalnya
FEB UGM menjadi tuan rumah
dari pertemuan sekolah pascasarjana
untuk ekonomi dan bisnis se-ASEAN
(Association of South East Asia Nations),
yang bernama AGBEP (ASEAN Graduate
Business and Economics Program).
Pertemuan ini adalah pertemuan ke-13
yang sebelumnya telah diadakan di De
LaSalle, Filipina.

AGBEP
AGBEP merupakan asosiasi sekolah
ekonomi dan bisnis untuk pascasarjana
di ASEAN. AGBEP memiliki anggota
sekolah pascasarjana ekonomika dan bisnis
terbaik dari negara-negara ASEAN, seperti
Universitas Gadjah Mada, Universitas
Indonesia, NTU, dan lain-lain. AGBEP
berada di bawah naungan AUN (ASEAN
University Network). AGBEP memiliki
tujuan untuk menginternasionalisasi dan
memperbaiki kualitas sekolah pascasarjana
ekonomika dan bisnis yang menjadi bagian
dari AUN. Pertemuan tahunan AGBEP
pertama kali diadakan di Indonesia pada
tahun 2000. Rangga Almahendra, Dr.,
S.T., M.M, sebagai ketua pelaksana,
mengatakan FEB UGM sebagai inisiator

AGBEP dan tempat penyelenggara
pertemuan tahunan AGBEP yang pertama
kali. Saat ini, perkembangan AGBEP telah
mencapai perbaikan kualitas pendidikan di
sekolah pascasarjana ekonomika dan bisnis
se-ASEAN, menyelenggarakan kegiatan
untuk mahasiswa yang berorientasi
ASEAN, dan menyiapkan rekomendasi
untuk ASEAN Economy Community.
Pertemuan tahunan AGBEP ke-13 ini
merupakan pertemuan tahunan yang
spesial bagi anggota AGBEP. Cina, sebagai
salah satu negara terkuat di dunia, ikut
serta dalam pertemuan tahunan AGBEP
untuk bekerjasama dengan sekolah-sekolah
pascasarjana anggota. Tentu saja, hal ini
menjadi potensi dan kesempatan emas
bagi anggota AGBEP untuk berkembang

19

di kancah internasional. Dalam acara yang
sama, anggota AGBEP bersama dengan
Cina meluncurkan jejaring baru yang
bernama ASEAN + China Business and
Economics Network.
Pertemuan tahunan AGBEP ke-13 di FEB
UGM ini memiliki beberapa acara inti,
yaitu peluncuran jejaring baru ASEAN +
China Business and Economics Network,
konferensi, dan doctoral colloquium. Acara
ini dihadiri beberapa tokoh penting yaitu
Dr. Makarim Wibisono (AF Executive
Director), I Gede Ngurah Swajaya
(Indonesian Permanent Representative to
ASEAN), Prof. Nantana Gajaseni (AUN

20

Executive Director), Dr. Brian C. Gozun
(AGBEP Chairperson), Prof. Dr. Pratikno,
M.Soc.Sc. (Rektor UGM) beserta jajaran
Wakil Rektor, Prof. Wihana Kirana Jaya,
M.Soc.Sc, Ph.D (Dekan FEB) beserta
segenap Wakil Dekan dan Ketua Program
Studi di FEB, perwakilan anggota AGBEP,
penyaji makalah, pengamat dan tamu
undangan.

Tentara Pelajar, Yogyakarta. Agenda hari
pertama adalah peluncuran jejaring baru
ASEAN dan Cina dalam kerjasama sekolah
pascasarjana ekonomika dan bisnis. Setelah
dibuka dan diluncurkan jejaring baru
ini, acara selanjutnya adalah pertemuan
tertutup untuk tamu undangan dan
penampilan seni budaya. Sebagai penutup
hari pertama, gala dinner dan cultural
event diselenggarakan di Kompleks Candi
Prambanan, Yogyakarta.

Kegiatan Annual Meeting

Acara hari kedua (3/5) dilaksanakan di
Gedung Pertamina Tower, FEB UGM.
Acara yang dipusatkan pada Auditorium
Pertamina Tower ini dibuka oleh Dekan

Pembukaan acara (2/5) dilaksanakan di
Ndalem Notorahardjan, Jalan Palagan

FEB UGM dan Chairperson AGBEP.
Agenda diawali dengan serah terima
perpindahan kesekretariatan AGBEP
dari De LaSalle, Filipina kepada FEB
UGM. Setelah acara serah terima
sekretariat AGBEP, acara dilanjutkan
dengan Doctoral Colloquium, Sharing
Session: Business Cases Compilation,
IFRS, AEC & Property Economic and
Valuation. Konferensi ini mengambil tema
“Enhancing Collaboration, People, and
Institutions within the ASEAN-China
Community Network: Facing the ASEAN
Economic Community (AEC) 2015”.
Hasil kajian ini digunakan sebagai salah

satu sumbangsih pertemuan tahunan ini
untuk ASEAN.
FEB UGM sebagai sekretariat AGBEP
empat tahun ke depan merupakan salah
satu upaya pencapaian visi fakultas, seperti
yang disebutkan Rangga Almahandra.
Rangga pun menambahkan dengan
posisi FEB UGM sebagai sekretariat
AGBEP dengan Prof. Wihana Kirana
Jaya sebagai Ketua AGBEP membuka
hubungan internasional FEB UGM
menjadi lebih luas. Pertemuan AGBEP
kali ini diharapkan tidak saja berfokus
pada mahasiswa S2 saja, tetapi juga
mahasiswa S1 dan S3. Dengan AGBEP

ini diharapkan mahasiswa baik S1, S2,
dan S3 siap untuk menghadapi ASEAN
Economy Community. Rangga pun
menyebutkan pada tahun 2015 pesaing
mahasiswa FEB bukan lagi dari Surabaya,
Jakarta, atau kota lainnya di Indonesia,
tetapi dari negara-negara di ASEAN.
Semakin terbukanya FEB UGM terhadap
lingkungan global, hal ini diharapkan
mampu meningkatkan keunggulan
kompetitif mahasiswa FEB UGM secara
lokal maupun global.

21

ADVERTORIAL

Arno Vijverman
Sejuta Cerita tentang Indonesia

P

ada waktu pertama kali
menginjakkan kakinya di Indonesia,
Arno Vijverman tidak pernah
menyangka akan menghabiskan beberapa
tahun berikutnya untuk menetap cukup
lama di Indonesia. Arno, begitu ia kerap
disapa, mengawali perjalanannya di
Indonesia pada tahun 2008. Ketika
itu ia baru saja menamatkan masa
sekolah menengah atasnya di Belgia
kemudian memutuskan mencari
pengalaman baru melalui program
pertukaran pelajar. Lalu mengapa
Indonesia? Bagi Arno Indonesia
merupakan tempat yang menarik
untuk dikunjungi karena Indonesia
adalah negara tropis yang indah
dan eksotis. Indonesia memiliki
kekayaan dan fenomena alam yang
luar biasa, serta jumlah penduduk
yang sangat besar. Keberagaman
Indonesia membuatnya tertarik
untuk mempelajari lebih dalam
mengenai budaya dan kehidupan di
negara ini hingga akhirnya sampailah
ia ke Indonesia. Arno menyandang
status pelajar sebuah SMA Negeri
di Yogyakarta kala itu, ia juga hidup
bersama sebuah keluarga Indonesia
ketika menjalani proses pertukaran
pelajarnya. Ia kemudian belajar
bersosialisasi dan berbagi banyak
pengalaman menarik baik bersama
teman-teman dan keluarga barunya.
Pengalaman inilah yang membekas dalam
benak Arno hingga ia memutuskan
mengambil sekolah double degree untuk
studi perkuliahannya di Rotterdam dan
FEB UGM. Kini Arno telah menuntaskan
masa studi perkuliahannya selama tiga
tahun dengan menjalani dua tahun di
Indonesia kemudian menyelesaikan
tesisnya dan mendapatkan gelar wisuda
di Rotterdam. Menjalani kehidupan
selama lima tahun di Indonesia khususnya
Yogyakarta membuat Arno memiliki
banyak cerita tentang negeri ini. Hal yang
menarik perhatiannya adalah luar biasanya
Indonesia ketika menghadapi krisis dunia

22

tahun 2008, tepat ia pertama kali datang
di Indonesia. Sejak saat itu Arno sudah
tertarik terkait perekonomian dan ia
melihat begitu besarnya potensi bisnis di
Indonesia. Perekonomian tumbuh dengan
sangat pesat selama masa krisis. Hal yang
sangat berbeda dengan apa yang terjadi

di Eropa tempatnya berasal. Arno juga
terkesan dengan kreatifitas dan semangat
wirausaha yang dimiliki oleh pemudapemuda di Indonesia. Banyak orang yang
memulai bisnisnya ketika masih menjadi
mahasiswa dan berkreativitas sesuai
dengan minat masing-masing. Keramahan
masyarakat Indonesia pun sangat
menyentuh bagi Arno. Ketika menjalani
kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di
awal tahun 2013 ini, Arno menyaksikan
gambaran masyarakat miskin yang hidup
dalam keterbatasan. Namun keterbatasan
itu tidak menghalangi mereka untuk
tetap saling membantu, bersikap ramah,
bahkan tetap menyajikan makanan kepada
para mahasiswa. Pemandangan seperti

ini yang mungkin tidak akan ia lihat
apabila ia tidak mengunjungi Desa Kokap
Kulonprogo dalam masa KKN tersebut.
“It’s hard to get bored in Indonesia”,
ungkap Arno ketika menceritakan
indahnya bentangan alam yang ada di
Indonesia. Arno mengungkapkan
bahwa Indonesia memiliki segala
tempat indah yang dapat dikunjungi
seperti gunung berapi, lautan
yang indah, dan hutan tropis yang
memukau. Pengalaman mendaki
puncak Gunung Merapi merupakan
salah satu hal menarik yang ia rasakan
selama melakukan perjalanan di
Indonesia. Arno pun mengungkapkan
bahwa sesungguhnya ia masih
ingin menjelajahi sebuah tempat
di Indonesia sebelum ia kembali
ke Eropa. Kawasan pertambangan
Freeport di Papua menjadi tempat
yang paling ia idam-idamkan untuk
dikunjungi meskipun ia tahu hal itu
akan sangat sulit untuk terpenuhi.
Hidup di Indonesia selama lima
tahun tentu Arno juga memiliki
beberapa hal yang kurang ia sukai
mengenai negeri ini. Salah satu yang
ia soroti adalah rumitnya birokrasi
khususnya masalah imigrasi di
Indonesia. Ia juga menyayangkan
buruknya kualitas infrastruktur yang
ada, padahal hal tersebut sangat penting
untuk mendukung lingkungan bisnis
yang lebih baik. Arno berharap ke depan
permasalahan ini dapat segera teratasi dan
menjadikan Indonesia menjadi negara
yang semakin menarik bagi wisatawan
dan investor asing. Sekarang Arno telah
menyelesaikan masa studi S1 nya dengan
predikat double degree. Rencananya
Arno akan melanjutkan kuliah master di
Rotterdam. Meskipun telah meninggalkan
Indonesia, Arno tetap berharap suatu saat
dapat kembali lagi ke negeri ini. “I want
to start my own business, and do it in
Indonesia too,” ungkap Arno mengenai
apa yang ingin ia capai di masa yang akan
datang. [Poppy]

LECTURER’S ARTICLE

Kerapuhan Pasar Keuangan
dan Macroprudential
oleh: Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc.

E

konomi dunia dalam abad 21 ini
mengalami perubahan besar karena
peta kekuatan ekonomi bergeser
dari barat ke timur, dimana kekuatan
ekonomi negara-negara Asia mulai
“menguasai” ekonomi dunia. Bahkan
negara-negara yang menjadi simbol raksasa
ekonomi dunia seperti Amerika Serikat
(AS) atau negara-negara Eropa masuk
krisis keuangan ataupun ekonomi awal
abad 21 ini. Globalisasi ekonomi dunia
menjanjikan kemakmuran karena bisa
meningkatkan pertumbuhan ekonomi
yang akan menciptakan lapangan kerja
namun juga meningkatkan volatilitas
ekonomi. World Trade Organization
(WTO, 2013) menunjukkan perdagangan
internasional mendorong pertumbuhan
ekonomi dunia. Perdagangan dunia
tumbuh 22 kali dari 1950 hingga
2000 dan ekspor barang tumbuh 6%
rata-rata per tahun. Memasuki abad 21,
perdagangan dunia juga tumbuh 2,17 kali
dari 2000 hingga 2012 (UN Comtrade,
2013).
Meningkatnya perdagangan internasional
karena liberalisasi pasar antar negara
baik melalui WTO ataupun berbagai
Regional Trade Agreement (RTA) telah
meningkatkan volatilitas ekonomi global.
Subprime mortgage crisis 2008 yang
berasal dari AS menjadi global financial
crisis yang memporak porandakan

ekonomi dunia, telah menjadi penyulut
krisis Eropa yang memang ekonominya
rapuh karena utang pemerintah besar.
Hingga kini krisis ekonomi Eropa belum
pulih dan menimbulkan ketidakpastian
pada perekonomian global. Hal itu
menunjukkan bahwa dalam perekonomian
yang semakin terbuka seperti sekarang
ini, goncangan yang terjadi di suatu
negara atau kawasan dengan cepat
dapat merembet ke kawasan lain karena
terjadinya contagion atau spillover effect.
Krisis ekonomi Asia yang juga melanda
Indonesia pada tahun 1998 adalah contoh
dari contagion effect, dimana krisis di
suatu negara merembet ke negara lain
karena dianggap memiliki karakteristik
yang sama, sehingga diperlakuan sama
oleh pelaku pasar. Sedangkan dampak
krisis keuangan global 2008 ke Indonesia
dapat dikategorikan sebagai spillover effect
karena hubungan ekonomi Indonesia
dengan AS telah mempengaruhi ekonomi
Indonesia melalui kerjasama ekonomi.
Oleh karena itu keterbukaan ekonomi
yang semakin luas telah membuat krisis
ekonomi dan keuangan semakin sering
terjadi di berbagai negara dalam beberapa
dekade terakhir ini (Perry dan Lederman,
1998).
Krisis ekonomi ataupun keuangan semakin
sering terjadi di dunia. Oleh karena itu,
negara yang ekonominya terbuka seperti

Indonesia berpotensi untuk menghadapi
contagion ataupun spillover effect.
Apalagi ekonomi Indonesia memiliki
beberapa sumber kerapuhan ekonomi,
seperti ekonomi yang sangat terbuka, dana
jangka pendek yang nilainya besar, serta
pasar keuangan yang shallow and narrow
sehingga rawan terhadap goncangan
(Adiningsih, et al., 2011). Lihat saja
pasar modal dan valuta asing jatuh pada
minggu ketiga Juni 2013 yang dipicu oleh
kemungkinan bank sentral AS mengurangi
ekspansi moneternya. Sehingga Indonesia
perlu memiliki suatu mekanisme
untuk mendeteksi potensi terjadinya
goncangan, krisis ekonomi ataupun
keuangan dengan mengembangkan early
warning system (EWS), agar otoritas
ekonomi, dunia usaha ataupun masyarakat
bisa mengantisipasinya, sehingga bisa
mengambil respon yang diperlukan
agar dapat menghindari krisis ekonomi
yang berpotensi terjadi. Adiningsih, et
al. (2002) dalam penelitiannya berhasil
menunjukkan bahwa early warning system
terhadap macroeconomic vulnerability bisa
dikembangkan di Indonesia. Demikian
juga Gama Leading Economic Indicator
(Gama LEI) yang dikembangkan oleh
Macroeconomic Dashboard Fakultas
Ekonomika dan Bisnis UGM telah
berhasil mengembangkan model yang
dapat dengan tepat memprediksi arah
pertumbuhan ekonomi Indonesia (IERO,
2013). Ini berarti kita sebenarnya dengan
permodelan yang baik bisa memprediksi
arah perkembangan ekonomi ataupun
kapan krisis ekonomi akan terjadi. Namun
demikian juga perlu diperhatikan Lucas
critique yang menyatakan bahwa jika EWS
bagus otoritas antisipasi maka krisis akan
melemah sehingga kemampuan EWS
memprediksi menurun. Demikian juga
jika model EWS akurat maka pelaku pasar
juga akan mengantisipasi terjadinya krisis.
Hal ini justru dapat membuat krisis datang
lebih cepat dari yang seharusnya (IMF,
2010).
Dengan keterbukaan ekonomi yang
semakin luas, integrasi ekonomi yang
semakin tinggi, dan volatilitas ekonomi
yang semakin besar, maka Indonesia perlu
mengatur dan mengawasi resiko sistemik
perekonomian atau macroprudential.
Apalagi ekonomi Indonesia memiliki
kerapuhan yang serius dalam sistem
keuangannya sehingga jika terdapat

23

specific trigger events yang tidak bisa
dipredik kapan terjadinya, bisa memicu
volatilitas ekonomi, bahkan krisis
keuangan atau ekonomi. Menurut
Crocket (2000), stabilitas pasar
keuangan memiliki dua dimensi, yaitu
macroprudential dan microprudential.
Dimana macroprudential terkait dengan
mitigasi resiko sistemik, sedangkan yang
microprudential terkait dengan mitigasi
resiko gagalnya sebuah lembaga keuangan.
Dimana keduanya perlu dikelola dengan
baik.
Krisis ekonomi 1998 yang lalu
menunjukkan bahwa instabilitas
pasar keuangan akan menghambat
pembangunan ekonomi. Oleh karena
itu menjaga stabilitas keuangan adalah
penting bagi Indonesia. Gadanecz dan
Jayaram (2008) mendifinisikan stabilitas
pasar keuangan sebagai “a condition in
which the financial system – comprising
financial intermediaries, markets and
market infrastructure – is capable of
withstanding shocks and the unraveling of
financial imbalances, thereby mitigating
the likelihood of disruptions in the
financial intermediation process which
are severe enough to significantly impair
the allocation of savings to profitable
investment opportunities”.
Stabilitas sistem keuangan yang menjadi
necessary condition dalam pembangunan
ekonomi semakin tidak mudah untuk
dijaga. Beberapa elemen penting yang
perlu dikembangkan dalam menjaga
stabilitas pasar keuangan menurut
Financial Stability Board (2011) adalah
sebagai berikut:

- Sound, Comprehensive Regulatory
and Supervisory Regime
- Sound, Complementary Fiscal,
Monetary, and Prudential Policies

keuangan Indonesia yang masih sederhana
dan konservatif, reformasi pasar
keuangan pada waktu krisis 1997-1998
yang lalu telah membuat pasar keuangan
Indonesia menjadi lebih kuat dan industri
perbankan di Indonesia sehat. Demikian
juga koordinasi yang bagus pada waktu
krisis keuangan 2008 telah membuat
pasar keuangan Indonesia tidak terlalu
tergoncang (Adiningsih et al., 2011).
Meski pasar keuangan bisa bertahan
cukup baik akhir-akhir ini namun kita
tetap harus mewaspadai pasar keuangan
dengan cermat karena selain ekonomi
Indonesia memiliki sumber kerawanan
terhadap goncangan, pasar keuangan
juga semakin terbuka, apalagi mulai
2015 ASEAN Economic Community
sudah akan direalisir, sehingga ancaman
contagion ataupun spillover effect semakin
serius. Pengelolaan resiko sistemik semakin
penting, demikian juga pengaturan dan
pengawasan macroprudential, systemic
important financial institution (SIFI)
ataupun large complex financial institution
yang beroperasi di Indonesia. Undangundang nomer 21 tahun 2011 tentang
Otoritas Jasa Keuangan dalam penjelasan
pasal 7 disampaikan bahwa pengaturan
dan pengawasan macroprudential
dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).
Hanya saja sampai sekarang belum jelas
kewenangan BI dalam hal ini. Namun
yang jelas resiko sistemik perlu dikelola
dengan baik, sehingga perlu ada lembaga
atau kantor yang bertugas melakukan
pengaturan dan pengawasan untuk
memastikan bahwa resiko sistemik dikelola
dengan baik. Dengan demikian ancaman
goncangan, krisis keuangan ataupun
ekonomi dapat diantisipasi dan disiapkan
kebijakan yang antisipatif yang diperlukan
agar dapat meminimisasi bahkan
menghindari goncangan ataupun krisis
yang berpotensi terjadi.

- Sound Risk Management Programs
- Openness, Transparency and Legal
Certainty
- Strengthening Risk Management
Programs
Indonesia perlu meningkatkan stabilitas
sistem keuangannya meskipun pada krisis
keuangan global 2008 pasar keuangan
Indonesia tidak terlalu tergoncang. Pasar

24

DAFTAR PUSTAKA
Adiningsih, S., Ssenyonga, Muyanja.,
Rahutami, A.Ika., Devi, Laksmi
Yustika., dan Kristiadi, Rosa. 2010.
Contributing to Efforts for Greater
Financial Markets Stability in APEC
Economies. Pusat Studi Asia Pasifik
UGM-APEC Secretariat.

Adiningsih, S., Setiawati, dan Dini N.,
Sholihah. 2002. Macroeconomic
Vulnerability in Indonesia, EADN
Regional Project on Indicators and
Analysis of Vulnerability of Economic
Crisis, TDRI.
Crockett, A 2000, Marrying the Microand Macro-Prudential Dimensions
of Financial Stability,
Bank for
International
Settlements,
Basel,
Switzerland, Accessed September
2010,
(http://www.bis.org/review/
rr000921b.pdf ).
Financial Stability Board 2011, Progress
in the Implementation of the G20
Recommendations for Strengthening
Financial Stability, Financial Stability
Board, Accessed February 2011,
(http://www.financialstabilityboard.
org/publications/r_110219.pdf ).
Gadanecz, B and Jayaram, K 2008,
“Measures of Financial Stability –
A review”, Bank for International
Settlements, Accessed July 2010, http://
www.bis.org/ifc/publ/ifcb31.pdf ) IMF,
2010, “The IMF.FSB Early Warning
Exercise Design and Methodological
Toolkit”.
Macroeconomic
Dashboard,
2013,
“Indonesian Economic Review and
Outlook”, No.1/Year II/March 2013.
Perry, Guillermo E dan Daniel Lederman.
1998.
“Financial
Vulnerability:
Spillover Effects and Contagion:
Lessons from the Asian Crisis for Latin
America.” Viewpoint Series. World
Bank Latin American and Caribbean
Studies.
United Nations Statistics Division Commodity Trade Statistics Database.
2013. Total World Exports. Diambil
dari http://comtrade.un.org/db /
dqBasicQuery.aspx
World Trade Organizations. 2013. The
WTO in Brief: Part 1 The Multilateral
Trading System—Past, Present and
Future. Diambil dari http://www.
wto.org/english/thewto_e/whatis_e/
inbrief_e/inbr01_e.htm.

ALUMNI CORNER

Ie Tjie Sing
Presiden Direktur PT Reksa Finance

Goals Setting, Positioning, Chunking and
Executing
Apa yang dicari dalam hidup? Ada yang mengatakan sehat, sukses, bahagia, kaya, cukup, dan lainnya. Kalau
kita lihat apa ukurannya pernyataan di atas? Jawabannya bermacam-macam dan ada yang belum mengerti
atas ukuran yang ada, bahkan ada yang belum tahu apa yang dicari.

S

aya masuk FEB UGM (FE UGM
saat itu-red) tahun 1987. Pada saat
kuliah hanya satu dalam pikiran
saya, ‘lulus dalam waktu 4 tahun dan
dapat membantu orang tua’. Hal tersebut

sangat terpatri dalam hidup saya karena
orang tua saya tidak memiliki harta yang
berlimpah. Sepengetahuan saya mereka
hanya memiliki satu sepeda onthel untuk
empat orang anaknya. Sepulang kuliah

saya wajib membantu orang tua untuk
menjaga warung yang menjual makanan
ternak. Multitasking job saya jalani ketika
itu, setiap kali ada pembeli saya bertindak
sebagai penjual, tukang angkat barang

25

dan terima uangnya, kadang juga berlaku
sebagai penyuluh untuk peternak ayam
pemula. Dalam aktivitas tersebut satu
nasehat Papa yang saya ingat sebagai
filosofi hidup ”Kamu harus tahu, bahwa
kamu adalah anak pencari kayu, bukan
anak penggembala sapi”. Arti dari kalimat
tersebut adalah kami sebagai keluarga
miskin harus bekerja, kalau tidak bekerja
kayunya tidak terkumpul, kami tidak
makan, berbeda dengan gembala sapi,
mereka bisa membawa sapi ke padang
rumput kemudian ditinggal bermain,
tidur, sore hari sapinya kenyang dan
akhirnya sapi-sapi tersebut dapat beranak.

Alhamdulillah kerja keras berbuah
pencapaian target tepat waktu, saya lulus
bulan November 1991. Saya melamar
pekerjaan dan langsung diterima. Dapat
dikatakan tes yang saya tempuh hanya
formalitas karena kepercayaan intansi
tersebut kepada lulusan UGM. Enam
bulan kemudian, saya pindah ke Bank
Central Asia (BCA) sebagai kredit analis
(consumer loan). Saat berada di bagian
consumer loan ini banyak pengetahuan
terkait seluruh aktivitas operasional kredit
nasabah yang saya dapatkan. Mulai dari
pemasaran, membuat produk bersama
developer, melakukan penjualan produk
KPR, analisa, administrasi dan penagihan.
Kemudian saya ditarik ke kantor pusat
untuk membentuk unit kerja KPR
BCA, dalam pengembangan tersebut
saya memperoleh pengalaman yang
sangat berharga antara lain membentuk
unit kerja consumer loan, membuat
organisasi consumer loan, membuat
prosedur dan cara kerja di consumer
loan, mengembangkan risk management
dan workflow system, hingga memegang
18 proyek pengembangan. Saat ini unit
kerja KPR BCA merupakan leader dalam
pelepasan kredit KPR selain BTN.
Sampai pada waktunya, saya memutuskan
untuk pindah dari BCA dan memperoleh
jabatan baru sebagai Direktur di salah
satu perusahaan multifinance besar. Saya
melamar ke perusahaan tersebut tanpa
adanya Kolusi, Korupsi, Nepotisme
(KKN-red), murni menjual lima
kemampuan diatas. Di perusahaan ini saya
memperoleh hasil berupa menurunkan
kredit bermasalah dan membenahi
perusahaan keuangan yang bermasalah.
Oleh karenanya, saya mendapatkan

26

dapat membayangkan kondisi dunia
usaha yang akan dilakoni.
• Penyusunan kurikulum yang menunjang
kesiapan kerja bagi para mahasiswa, baik
sebagai entrepreneur atau karyawan yang
profesional.
• Program pengajaran yang melibatkan
praktisi setiap mata kuliah untuk
memberikan gambaran.
• Program magang bagi mahasiswa selama
tiga bulan untuk menyiapkan diri dalam
dunia kerja, ini diperlukan adanya lobby
antara fakultas dengan perusahaanperusahaan besar sehingga junior
memperoleh prioritas magang.
• Khusus mata kuliah kebijakan bisnis,
perkuliahan diberikan oleh dosen dan
praktisi sehingga dalam satu bulan
diberikan oleh dosen dan praktisi secara
bergantian.
• Memberikan bimbingan skripsi bersama
antara dosen dan alumni (alumni tidak
boleh intervensi secara dalam, namun
memberikan gambaran bisnis yang lebih
nyata).
kepercayaan bank sebagai sosok yang dapat
memperbaiki perusahaan bermasalah.
Saat bertemu dengan sesama alumni
UGM, Paulus Nurwadono, saya diberi
tantangan untuk membesarkan PT Reksa
Finance dimana pada tahun 2010 aset
PT Reksa Finance hanya Rp 26 miliar,
dengan 1 kantor pusat saja. Saat ini PT
Reksa Finance telah berkembang memiliki
22 cabang dan 340 karyawan dengan
aset tahun 2012 Rp 287 miliar dan net
profit Rp 6,3 miliar. PT Reksa Finance
pun sukses menyabet penghargaan bisnis
tingkat nasional. Semua ini diperoleh
melalui proses goal setting, positioning,
chuncking dan execution.

Success story untuk para alumni
sebenarnya banyak sekali yang dapat
dibagi hikmahnya untuk mempersiapkan
junior dalam menyongsong dunia kerja.
Sebagai alumni kami ingin meningkatkan
citra FEB UGM dalam kancah nasional
maupun regional dengan beberapa cara:
1. Mencetak manusia yang memiliki daya
kompetisi yang tinggi dalam memasuki
dunia kerja. Perlu adanya perubahan
pola pengajaran sehingga mahasiswa

2.Membangun hubungan antara alumni
dengan FEB UGM sesuai dengan
kemampuan yang dimiliki.
• Mendata setiap alumni untuk
mengetahui tingkat kemajuan dan
kondisi setiap alumni, sehingga
diperoleh peta untuk pengembangan
selanjutnya.
• Membuat minimal satu tahun sekali
atau dua kali kegiatan fakultas
yang menggerakan alumni untuk
berpartisipasi.
3. Membuat tolok ukur keberhasilan
alumni FEB yaitu ‘menjadi manusia
yang berguna bagi sesama’.
Sekelumit tulisan ini semoga dapat
menjadi sumber inspirasi bagi pembaca.
Terima kasih kepada almamater FEB
UGM yang memberikan banyak
pengalaman yang menarik saat belajar
di kampus, kepada seluruh dosen, dan
teman-teman yang memberi kesempatan
dan mendukung saya dalam berbagai
kegiatan.

OTHERS
mereka akan terjun di bisnis coffee shop
”ungkap panitia Koki Kopi.
Dengan dimentori oleh Runner Up
Indonesia Barista Championship (IBC)
Region Yogyakarta, Nurul Ajeng Arini
beserta tim, pelatihan ini berlangsung
dengan seru dan atraktif. Peserta Koki
Kopi menyimak dengan antusias diselingi
dengan tanya jawab yang membuat
suasana pelatihan lebih hidup.

Menjadi Koki Kopi Sehari

K

etika minat menjadi peracik kopi
(barista-red) kian tinggi dengan
menjamurnya berbagai macam
coffee shop di Indonesia, tidak sedikit
anak muda mencoba menggeluti bidang
ini. Enak Banget! sebagai salah satu coffee
shop yang dikembangkan di Fakultas
Ekonomika dan Bisnis UGM menangkap
fenomena ini dengan memfasilitasi
mahasiswa FEB untuk sekedar mencicip
profesi barista meski hanya sehari. Melalui
acara yang bertajuk Koki Kopi Barista
Training (11/5), sembilan mahasiswa

yang lolos seleksi berkesempatan untuk
mengenal kopi secara dekat, mengetahui
jenis-jenis kopi, teori dan praktik
pembuatan kopi, serta membuat latte
art sehingga menghasilkan secangkir
cappuccino yang benar-benar nikmat.
“Koki Kopi ini diselenggarakan dalam
rangka membagi ilmu seputar peracikan
kopi bagi konsumen, dalam hal ini
mahasiswa. Mereka bisa membedakan jenis
kopi, belajar grinding, membuat espresso,
frothing dan latte art. Siapa tahu kelak

Sesi praktik adalah sesi yang paling
ditunggu. Satu persatu peserta mencoba
grinding biji kopi dengan benar, brewing
kopi dengan espresso machine, frothing
susu untuk menghasilkan foam dengan
ketebalan yang pas, dan pouring ke
dalam cangkir hingga menghasilkan
latte art yang cantik. Tak jarang peserta
mengalami kesulitan dalam proses pouring
karena diperlukan kehati-hatian dalam
menuang susu dan ayunan tangan harus
sesuai sehingga latte art terbentuk dengan
indah. Di akhir sesi, peserta tersenyum
puas menikmati espresso dan cappuccino
buatan mereka sendiri.

Training ini akan menjadi program
tahunan Enak Banget! dalam rangka
memberikan kesempatan kepada
mahasiswa FEB untuk menambah
keterampilan baru yang tidak mereka
dapatkan di bangku kuliah. Siapa berminat
mengikuti training tahun depan? [ai]

BERITA DUKA
Keluarga Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
turut berduka cita atas meninggalnya:
M Priyanggatama R
(Mahasiswa Jurusan Manajemen Angkatan 2011)
Semoga almarhum diterima di sisiNya.

27

Taste
the coffee
and enjoy
the view
of Yogyakarta
Enak Banget!
28

8th floor Pertamina Tower FEB UGM
@enakbanget_EB

NEWS FROM ABROAD
Bulaksumur sebagai scientific director dari
SOM Graduate School, Fakultas Ekonomi
dan Bisnis, Universitas Groningen (FEBRuG). Di sela-sela makan siang, kami
sempat diskusi panjang tentang minat riset
saya di bidang ekonomi politik. Gayung
bersambut, beliau yang seorang profesor
di bidang ekonomi politik dan mantan
presiden European Public Choice Society
menyatakan tertarik dengan ide riset
saya tentang pengaruh intervensi politik
terhadap kebijakan ekonomi pada kasus
infrastruktur publik.

Go Netherlands, not Go Dutch:

Impian Masa Kecil yang
Menjadi Nyata

S

enang sekali rasanya ketika redaksi
EB News memberi kesempatan
untuk berbagi sedikit cerita dan
pengalaman selama berada di negeri kincir
angin selama hampir tiga tahun ini. Bagi
saya, ini bisa mengobati kerinduan pada
tanah air dan kesempatan untuk menyapa
civitas academica di kampus tercinta.
Cerita sederhana ini mudah-mudahan
bermanfaat dan bisa menginspirasi adikadik untuk bersekolah di Belanda.
Bermula dari kegemaran sejak kecil
mendengarkan Radio Netherlands dan
membaca sejarah perjuangan para pendiri
bangsa, imajinasi tentang negeri kincir
angin tak pernah surut. Sungguh tidak
terbayang sebelumnya cita-cita sejak kecil
untuk berkunjung ke negeri kincir angin
akhirnya terwujud berkat beasiswa S3
yang diberikan DIKTI. Masih segar dalam

ingatan saya betapa campur aduk perasaan
antara senang dan ragu ketika dinyatakan
sebagai salah satu penerima beasiswa S3
Dikti. Akhirnya saya berangkat ke negeri
kincir angin tepatnya di Kota Groningen,
sebuah kota di ujung utara Belanda,pada
akhir Agustus 2010. Saat itu adalah
bulan puasa di musim gugur dimana
waktu berbuka puasa adalah sekitar pukul
sembilan malam. Tentunya waktu puasa
yang sangat panjang itu membuat saya
harus cukup beradaptasi sebagai pendatang
baru.
Memilih Groningen
Pilihan studi S3 di Universitas Groningen
tentunya berdasarkan kesempatan dan
beberapa pertimbangan. Kesempatan
datang ketika saya bertemu Profesor
Jakob De Haan saat beliau berkunjung ke

Berikutnya adalah pertimbangan tentang
reputasi dan rekognisi akademis dari
para peneliti yang ada di Department
of Global Economics dan Management
(GEM) dimana Prof. Jakob De Haan
bekerja. Di Department of GEM, riset
dan pengajaran lebih mengarah pada isu
ekonomi empiris dan terapan. Sedangkan
riset dan pengajaran di bidang ekonomi
teori dikembangkan di Department of
Economics, Econometrics and Finance
(EEF). Terdapat beberapa institusi riset di
Department of GEM dimana salah satu
yang paling terkenal adalah Groningen
Growth and Development Center
(GGDC). GGDC sangat dikenal di dunia
saat dipimpin oleh mendiang Prof. Angus
Maddison melalui publikasi data tentang
proyeksi kebelakang (backcasting) PDB
dan beberapa indikator kesejahteraan di
berbagai negara di dunia sejak abad 19.
Universitas Groningen didirikan pada
tahun 1614 dan merupakan universitas
tertua kedua di Belanda setelah Universitas
Leiden. Di usia yang menginjak 400
tahun, Universitas Groningen merupakan
pioneer dalam program internasionalisasi
dibanding universitas lain di Belanda.
Jumlah mahasiswa asing melonjak tajam.
Saat ini sekitar 200 mahasiswa Indonesia
belajar di Groningen termasuk beberapa
mahasiswa S1 double degree dari IUP-FEB
dan Teknik Sipil UGM, jumlah terbanyak
di banding kota-kota lain di Belanda.
Program doktoral
Secara tradisional, program doktoral
di Universitas Groningen menerapkan
sistem riset murni. Status mahasiswa
S3 biasanya sebagai staf universitas,
baik sebagai peneliti maupun pengajar,
namun tergantung kontrak kerja dengan
pihak universitas. Sejak hari pertama,

29

mahasiswa S3 langsung melakukan riset.
Jika diperlukan, mereka diperbolehkan
mengambil kuliah atau kursus. Hasil
akhir dari proses studi S3 adalah disertasi,
baik dalam bentuk buku manuskrip atau
kumpulan journal paper. Beberapa bab
dari disertasi pun harus dipulikasikan
dalam jurnal ilmiah internasional.
Beberapa tahun belakangan, di banyak
fakultas di Universitas Groningen
termasuk di FEB sistem lama tersebut
mengalami perubahan sebagai upaya
meningkatkan kualitas penelitian dan
jumlah publikasi internasional.

tidak beberapa diantaranya (jumlahnya
tergantung pada supervisor) sudah
diterbitkan di jurnal ilmiah internasional
sebelum ujian defense. Setelah dianggap
layak baik jumlah dan kualitasnya,
paper-paper tersebut disusun menjadi
sebuah buku dan disebarkan ke penguji,
kolega, kenalan dan keluarga. Pada akhir
studi, seorang kandidat doktor diberi
kesempatan untuk mempertahankan
disertasinya dalam ujian defense terbuka
yang boleh dihadiri siapa saja.

nasional. Selain itu, ada kelompok
pengajian DeGromiest yang juga sangat
aktif mengadakan tadarus mingguan dan
silaturahmi bulanan yang biasanya diakhiri
dengan makan bersama. Bagi pemeluk
agama Nasrani juga ada perkumpulan
Petri Patromonium yang tak kalah
aktifnya. Pendek kata, banyak cara bagi
mahasiswa Indonesia di Groningen sejenak
melupakan tekanan dalam belajar.

Romantika

Program S3 di Fakultas Ekonomi dan
Bisnis yang dikelola oleh SOM Graduate
School sudah tidak
lagi menerapkan
pola tradisional
yang hanya berbasis
riset, namun
juga menerapkan
course-works.
Program S3 terdiri
dari dua fase. Fase
pertama (tahun
pertama) adalah
course-works
yang tujuannya
mempersiapkan
mahasiswa
memiliki
keterampilan
menulis yang
memenuhi standar
jurnal internasional.
Sistem kuliah
untuk mahasiswa
doktoral bersifat fleksibel dan tidak ada
comprehensive examination seperti halnya
di USA. Hal terberat yang harus dilalui
oleh mahasiswa doktoral pada fase pertama
adalah penulisan proposal riset. Proposal
riset ini dievaluasi oleh Graduate School
pada akhir tahun pertama dan digunakan
untuk menentukan apakah mahasiswa
yang bersangkutan layak (go) atau tidak
layak (no-go) untuk melanjutkan fase
kedua.

Hidup di Belanda relatif lebih hommy
dibandingkan di negara-negara Eropa

Bekal ilmu dan bahasa Inggris saja
tidak cukup untuk sukses studi dan
bermasyarakat di Belanda. Di kampus,
tidak sedikit mahasiwa Indonesia
mengalami
gagap budaya
karena kurangnya
percaya diri dan
ketidakbiasaan
hidup bersama
bangsa lain. Selain
adaptasi dengan
lingkungan di
kampus, mengenali
watak bangsa asing
terutama Belanda
juga tak kalah
penting. Secara
umum bangsa
Belanda sangat
menghargai waktu
dan uang. Jangan
terlambat apabila
membuat janji,
apalagi tidak datang,
mereka akan merasa
tersinggung dan mencap kita tidak bisa
dipercaya. Orang Belanda juga terkenal
pelit. Jangan harap mereka mentraktir
meskipun mereka mengundang kita
makan bersama di restoran. Go Dutch
artinya bayar sendiri-sendiri. Orang
Belanda terkenal sangat ramah dan suka
menyapa ketika berpapasan dengan orang
lain yang tidak mereka kenal. Mereka juga
advance dalam hal kehidupan di ruang
publik, misalnya tenggang rasa, saling
menghargai, dan jujur. Namun mereka
relatif tertutup terhadap kehidupan pribadi
mereka. Mudah-mudah tulisan sederhana
ini bermanfaat untuk menambah wawasan
dan bisa menjadi bekal bagi yang hendak
studi di Belanda. Go Netherlands, not Go
Dutch. Sekali lagi mohon doanya agar
studi saya dilancarkan jalannya.

Fase kedua ditempuh pada tahun kedua
hingga keempat. Fase ini merupakan fase
penulisan tesis serta menyelesaikan beban
mata kuliah yang tersisa. Mahasiswa
doktoral diharapkan minimal menulis
empat paper yang memenuhi standar
jurnal internasional dimana paling

30

lainnya. Kerinduan akan tanah air
khususnya masakan ibu bisa dengan
mudah tersalurkan. Hampir semua bahan
makan dan bumbu-bumbu dengan mudah
didapatkan di toko Indonesia atau toko
Asia. Di Groningen, kegiatan mahasiswa
sangat aktif, bahkan bisa dibilang salah
satu yang paling aktif di Eropa. Di bawah
payung Perhimpunan Pelajar Indonesia
Groningen (PPIG), mereka mengadakan
berbagai acara promosi budaya tahunan
bekerjasama dengan KBRI. Tercatat
kurang lebih sepuluh kegiatan penting
menjadi program tahunan PPIG,
seperti kegiatan olahraga mahasiswa dan
masyarakat Indonesia terakbar se-Belanda
(Groenscup), Indonesian Day & Dinner,
diskusi ilmiah bulanan (Indonesia Science
Café), dan berbagai kegiatan hari besar

Open-minded

STUDENT’S CORNER

Rida Nurafiati: Suluh
Lingkungan untuk Dunia

M

ahasiswa berprestasi Fakultas
Ekonomika dan Bisnis (FEB)
ternyata tidak ada habisnya.
Kali ini, rubrik Student Corner akan
membahas seorang mahasiswa FEB UGM
yang terus berprestasi sejak kecil sampai
menjadi mahasiswa Akuntansi saat ini.
Siapa kah dia?
Rida Nurafiati. Nama mahasiswa
Akuntansi 2011 ini sudah tidak asing di
telinga mahasiswa-mahasiswa FEB UGM.
Kepeduliannya terhadap lingkungan
mampu membawanya keliling dunia.
Rida Nurafiati berasal dari kota Solo, Jawa
Tengah. Rida, panggilan akrabnya, berasal
dari SMA Negeri 1 Surakarta. Gadis
yang lahir di Karanganyar, 12 Juli 1992
ini telah dikenalkan dengan kepedulian
lingkungan sejak kecil. Rida bercerita
tentang kebiasaan-kebiasaan kecilnya
untuk menghemat listrik, menghemat air,
melipat kantung plastik, menggunakan
kembali bungkus tempe untuk bungkus
barang, dan lain sebagainya. Tak hanya
keluarga inti, paman Rida pun merupakan
inisiator Green Indonesia. Rida sudah

terpapar konsep lingkungan sejak kecil.
Rida pun diajarkan mandiri oleh orang
tuanya. Rida sudah berjualan sejak SD,
dengan berjualan makanan dan pulsa yang
berhasil mencukupi kebutuhan jajannya
selama SMA.
Kegiatan selama kuliah yang ia alama
ternyata tidak kalah menariknya. Rida
aktif dalam berbagai kegiatan dan
organisasi bernapaskan kepedulian
lingkungan. Saat ini Rida aktif sebagai
chairwoman sebuah organisasi peduli
lingkungan KOPHI (Koalisi Pemuda
Hijau Indonesia) yang telah tersebar
di 18 provinsi di Indonesia. Kegiatan
KOPHI sangat beragam, salah satunya
AGREEMENT (Alternative Green
Edutainment) untuk siswa SD. Siswa
SD diajak untuk berdiskusi tentang
lingkungan hidup dan siswa-siswa tersebut
membawa barang bekas dari rumah untuk
diolah menjadi barang-barang berharga.
Selain itu, Rida juga aktif sebagai Head
of Public Relation dari International
Association of Students in Agricultural and

Related Sciences (IAAS) Local Committee
UGM yang melakukan aksi konkrit
mengenai isu pertanian dan kedaulatan
pangan. Kegiatan yang dilakukan seperti
membuat biogas, pupuk organik, pestisida
organik dan vertikultur. Saat ini Rida
sedang melalang buana ke Hawaii,
Amerika Serikat untuk program Study
of United States Institutes (SUSI) for
Student Leaders on Global Environmental
Issue. Rida memiliki kesempatan
mengunjungi tiga lokasi yang berbeda
yaitu Honolulu Hawaii, Boulder Colorado
dan Washington DC. Dalam program
ini Rida mempelajari banyak hal, seperti
masalah lingkungan di Hawaii, Amerika
Serikat, dan negara peserta program lain.
Rida pun mendapatkan kesempatan untuk
berdiskusi dengan professor-profesor di
Hawaii dan menyiapkan proyek yang
nantinya akan dipresentasikan di White
House, Washington D.C., Amerika
Serikat. Proyek ini menjadi rekomendasi
untuk Environmental Protection Agency
(EPA) dan badan-badan pemerintah
Amerika Serikat terkait setelah melakukan
observasi dan penjelajahan di berbagai
kota di Amerika Serikat.
Selain pengalaman yang sangat berharga
ini Rida masih memilik banyak
pengalaman mengesankan lain seperti
duta dari UNEP – Tunza International
Youth and Children Conference on the
Environment, anggota kelompok musik
SoloEtnika, dan peserta seminar-seminar
yang bernapaskan lingkungan. Ketika
ditanya tentang apa yang membuat dia
terdorong untuk terus mengkampanyekan
cinta lingkungan, Rida menjelaskan
beberapa fakta tentang perubahan iklim
seperti kenaikan suhu, pulau tenggelam,
dan lain-lain. Rida pun tidak lupa
menyampaikan sarannya kepada sivitas
akademika FEB UGM untuk berhemat,
seperti mengurangi penggunaan air
conditioner dengan membuka jendela
untuk sirkulasi udara dan membuka
korden pada saat kuliah di pagi dan siang
hari.
Kecintaannya kepada lingkungan
membawa Rida berhasil keliling dunia.
Kecintaan kepada suatu hal yang positif
dan bermanfaat akan membawa seseorang
kepada pengalaman dan penghargaan
luar biasa untuk dirinya dan lingkungan
sekitarnya.

31

UPCOMING EVENTS

PARTNERSHIP

Economics Jazz XVIII

S

etelah sukses menggelar Economics Jazz XVII pada
bulan Oktober 2012 tahun lalu, Fakultas Ekonomika
dan Bisnis UGM akan kembali menggelar konser jazz
dengan mengundang musisi kelas dunia. Kelompok musik
dari Jepang, Casiopea 3rd, dan beberapa musisi tersohor
di tanah air, yaitu Marcell, Idang Rasjidi Syndicate, dan
Didiek SSS akan menjadi bintang tamu pada perhelatan
yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 30 November 2013
ini. Konser Economics Jazz XVIII ini akan menjadi konser
yang terbaik dan terbesar sepanjang sejarah konser jazz di
UGM dan di Yogyakarta. Jangan sampai ketinggalan untuk
menyaksikan konser fenomenal ini!

Pembaruan Kerja Sama dengan International
Business School (JIBS), Jönköping University

A

ngin segar berhembus dari negeri
Nobel, Swedia. FEB UGM
merajut kembali kerjasama yang
dulu pernah dirintis bersama Jönköping
International Business School (JIBS),
Jönköping University. JIBS adalah sekolah
bisnis yang relatif muda dan dinamis
(didirikan pada tahun 1994) dan terkenal
akan riset-risetnya yang mendunia. Selain
keunggulan dalam bidang riset JIBS juga
memiliki program-program studi yang
begitu diminati oleh mahasiswa di seluruh
penjuru dunia.
Tepatnya pada bulan Maret 2013 lalu,
FEB UGM dan JIBS menandatangani

32

Memorandum of Understanding (MoU)
yang dilaksanakan di fakultas masingmasing. MoU ini ditandatangani oleh
Dekan FEB Prof. Wihana Kirana Jaya,
M.Soc.Sc., Ph.D. dan Associate Dean of
Education, Prof. Paul McGurr mewakili
Dekan JIBS.
Penandatanganan
ini
melanjutkan
kerjasama yang dulu pernah disepakati
namun dengan pengembangan konten
kerjasama yang memberikan benefit lebih
besar bagi kedua belah pihak. Sebelumnya
JIBS pernah membina kerjasama dengan
Program MM UGM pada tahun 2004 dan
diperbaharui secara otomatis pada tahun

2009 dengan memberikan kesempatan luas
bagi mahasiswa S2 untuk student exchange.
Pada 2013 ini MoU diperbaharui kembali
dengan lingkup yang lebih luas mencakup
lingkungan tingkat fakultas sehingga
kesempatan untuk student exchange tidak
hanya dimiliki oleh mahasiswa Program
S2 tetapi juga mahasiswa Program S1.
Disamping itu, pengembangan kerjasama
ini membuka peluang seluas-luasnya bagi
dosen untuk mengikuti lecturer exchange
dan joint research. Kesempatan ini juga
akan terbuka untuk kerjasama di bidang
akademik lainnya. [ai]

SCHOLARSHIP AND RECRUITMENT

P

erserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2013 memberikan kesempatan bagi
putra-putri Indonesia untuk berkarier di PBB melalui skema yang ditawarkan
United Nation dalam Young Professionals Programme (YPP). Posisi yang ditawarkan
sebagai berikut:
Position Title

Department

2013 YPP
EXAMINATION STATISTICS, P2

Office of Human
Resources
Management

Posting Period
3 June 2013-2
August 2013

Duty Station
Vienna; Santiago;
ADDIS ABABA;
Nairobi; Beirut;
Bangkok; New
York; Geneva

Informasi lebih lanjut dapat diakses di situs https://careers.un.org

Wrap the FEBers
Available at

FEB UGM | 1st Floor, Pertamina Tower |
T: +62 274 548510 (hunting) | feb.ugm.ac.id/ebstore

U

NDP Indonesia berkomitmen
untuk membangun pemimpin
masa depan melalui Internship
Programme bagi mahasiswa. Setiap
tahunnya, UNDP memberikan kesempatan
bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang
akademik untuk ditugaskan di kantor
UNDP. Mahasiswa akan dibimbing untuk
mendapatkan pengalaman kerja profesional
di berbagai bidang dan memberi
kesempatan kepada mahasiswa untuk
berkarya dalam lingkungan internasional
Informasi lebih lanjut dapat diakses
di situs http://www.undp.org/content/
indonesia/en/home/operations/jobs.html

33

FACILITIES

Dashboard Ekonomi Kerakyatan :
Simbol Perjuangan Ekonomi Rakyat

M

enindaklanjuti acara Workshop
“Pemimpin Masa Depan
Yang Visioner: Membangun
Kader Pemimpin Berjiwa Entrepreneur
dan Wawasan Kebangsaan” (12/12/12)
yang diresmikan oleh Gubernur DIY, Sri
Sultan Hamengkubuwono X, disaksikan
oleh Rektor UGM Prof.Pratikno, Jenderal
(Purn.) Luhut Pandjaitan, Anggota
Majelis Wali Amanah UGM, dan Dekan
FEB UGM di auditorium MM UGM
Yogyakarta, secara resmi dibentuklah
Dashboard Ekonomika Kerakyatan (DEK)
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas
Gadjah Mada.
DEK berupaya mewujudkan “Konsep
Ekonomi Kerakyatan dalam Realita”
dengan Percontohan Pembangunan
Komunitas Kecamatan, One Village One
Product, One Village One Corporation.
DEK memiliki visi memajukan
kesejahteraan umum sebagaimana tujuan
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Untuk mewujudkan visi tersebut, DEK
memiliki lima langkah yang nantinya
diterjemahkan dalam program-program
DEK. Lima langkah DEK ini adalah:
riset dan pengembangan, advokasi dan
sosialisasi, pelatihan, konsultasi, dan
pelaporan. Prof. Gunawan Sumodiningrat,
M.Ec diamanahi untuk sebagai pimpinan
dan fasilitator DEK yang pertama kali.
DEK menyadari bahwa pencapaian visi
dan pelaksanaan program memerlukan
pendamping masyarakat yang kompeten.
Pendamping dan pelatih masyarakat ini
disebut dengan Kader Bangsa Wirausaha
(KBW), yaitu kader atau pemimpin
yang memiliki jiwa kebangsaan dan
entrepreneurship. Kompetensi KBW
terdiri atas enam prinsip yaitu: replikasi
local leader, paham potensi daerah,
memiliki usaha produktif bersama,
memiliki lembaga pengelola keuangan,
adanya komunikasi dan silahturahmi, serta
menjaga keberlanjutan kegiatan paska

34

program dengan pembaruan database.
Kredo ini disebut “Gerakan Nasional
Pemberdayaan Masyarakat-165 : Satu
Visi, Enam Prinsip, Lima Langkah”. Kredo
ini mengingatkan kita kepada hari lahir
Pancasila, 1 Juni 1945 (165).
Saat ini, DEK telah menyusun berbagai
program yakni seminar dan workshop
bulanan yang akan dihadiri oleh
pembicara-narasumber yang berkompeten
di bidangnya masing-masing seperti
Begug Purnomosidi, Luhut B. Pandjaitan,
Agus Widjojo, Prof.Totok Mardikanto,
Prof. Dr. Abdul Halim, Dr. Bagus
Santoso, Dr. Hargo Utomo, Dr. Edhie
Purnawan, Prof. Dr. Sri Adiningsih, Dr.
Tony Prasetiantono, serta para praktisi
pemberdayaan masyarakat di tingkat
kecamatan dan desa. Selanjutnya, seminar
atau workshop ini direncakan diadakan
setiap hari Selasa minggu kedua pada
setiap bulannya di FEB UGM. Di
samping itu, program pelatihan dengan
tema leadership, wawasan kebangsaan dan
entrepreneurship juga akan diadakan oleh
DEK setiap tiga bulan sekali.
Para peserta program merupakan
perwakilan dari akademisi, pemerintah,

perwakilan Badan Pemberdayaan
Masyarakat, koperasi dan pendamping
PNPM dari berbagai daerah, para
usahawan, serta masyarakat dan tim
penyuluh lapangan. Diharapkan pada
seminar kali ini para peserta mampu
mendapatkan pemahaman mengenai
pentingnya pembangunan pedesaan
dan pertanian, faktor-faktor yang
mempengaruhi, serta langkah-langkah
yang akan diterapkan menuju desa
mandiri.
Seluruh program ini diharapkan dapat
membentuk kader pemimpin yang berjiwa
kebangsaan dan wirausaha yang dapat
mendampingi dan melatih masyarakat
untuk mencapai kesejahteraan umum
bagi rakyat Indonesia. Pada akhir periode,
DEK akan meluncurkan laporan kegiatan
dan evaluasi program dalam bentuk
dashboard yang dapat diakses secara
luas oleh masyarakat. Dashboard ini
berisikan indikator-indikator yang dapat
menunjukkan tingkat kesejahteraan rakyat.
Melalui dashboard ini, masyarakat dapat
memantau tingkat keberhasilan programprogram pemerintah dalam memajukan
ekonomi rakyat. [rahmat]

UNIT NEWS

Integrasi Ekonomi dan Fragmentasi Politik
Perekonomian dunia yang terintegrasi
dan masalah-masalah berskala
global seperti perubahan iklim,
pandemi, terorisme, dan cybercrime
menuntut tata kelola global yang
bersifat kooperatif, atau yang disebut
sebagai multilateralisme. Namun
demikian, ternyata tidak mudah atau
bahkan mustahil untuk menciptakan
perjanjian-perjanjian multilateral.
Putaran Doha telah mati suri selama
lebih dari satu dekade, dan beragam
kesepakatan dalam perjanjianperjanjian tentang iklim tampaknya
tetap sulit diwujudkan.
Menurut Prof. Kobrin, salah satu
penyebabnya adalah meningkatnya
fragmentasi dalam sistem politik
international. Terjadi pula fenomena
mencuatnya tata dunia yang bersifat
multipolar dimana kekuatan tersebar
di banyak pusat; peningkatan
dramatis dalam jumlah negara
yang memiliki daya ekonomi yang
signifikan; dan runtuhnya ideologi
liberal pascaperang dunia kedua
yang selama ini mendasari sistem
internasional.

F

akultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada (16/5)
bekerjasama dengan Tanoto
Foundation menggelar kuliah umum
dengan mengundang Prof. Stephen
J. Kobrin dari The Wharton School,
University of Pennsylvania . Acara yang
berlangsung di Auditorium Lt. 6 Gedung
Pertamina Tower FEB UGM ini dihadiri
oleh pejabat dari Tanoto Foundation serta
dosen dan mahasiswa FEB UGM ini, Prof.
Kobrin memberikan kuliah umum dengan
judul “Economic Integration And Political
Fragmentation”.
Dalam kuliah umumnya Prof. Kobrin
menyampaikan Indonesia adalah salah satu
dari beberapa negara yang makin signifikan

daya ekonominya dalam perekonomian
global.Indonesia juga menikmati manfaat
dari penyebaran kemampuan teknis dan
sains dari terbangunnya rantai pasokan
global yang ekstensif, revolusi digital dan
berbagai perkembangan teknologi lainnya.
Pada saat yang sama, Indonesia juga
berhadapan dengan berkembangnya
tata dunia yang bersifat multipolar yaitu
tersebarnya kekuatan di banyak pusat
dan mengakibatkan fragmentasi politik
di tingkat global. “Hal integrasi ekonomi
yang dihadapkan dengan fragmentasi
politik ini menjadi sangat relevan dalam
perancangan politik ekonomi jangka
panjang Indonesia”, demikian disampaikan
oleh Stephen J. Kobrin.

Sebagai akibatnya, kebutuhan
terhadap multilateralisme menjadi
semakin mendesak dan pada saat
yang sama semakin sulit untuk dicapai.
Hal ini terlihat dari semakin banyaknya
perjanjian bilateral yang terjadi antar
negara,. Padahal perjanjian bilateral tidak
menjamin keadilan atau fairness yang
mungkin bisa lebih baik dicapai melalui
perjanjian multilateral. Bahkan, perjanjian
bilateral berpotensi menimbulkan distorsi
pada kepercayaan bersama (mutualtrust)
yang menjadi dasar mutlak dalam
perjanjian multilateral. “Tata kelola global
yang efektif mensyaratkan adaptasi kepada
realitas politik yang baru”, tutup Prof.
Stephen J. Kobrin dalam paparan kuliah
umumnya.

35

UNIT NEWS

Membangun Budaya Publikasi bagi Civitas
Akademika UGM

T

anggal 10 Mei 2013 menjadi saksi
bagi lahirnya sebuah lembaga
baru di bawah payung Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah
Mada (FEB UGM). Kantor Publikasi
FEB UGM (KP FEB UGM) merupakan
lembaga baru yang dibentuk oleh FEB
UGM sebagai wujud komitmen lembaga
dalam terus memajukan dunia riset dan
keilmuan, utamanya di bidang Ekonomika
dan Bisnis. Lembaga ini diketuai oleh Prof.
Mudrajad Kuncoro, Ph.D dan berperan
sebagai media diseminasi dan proliferasi
riset oleh sivitas akademika baik dari
lingkungan internal FEB UGM maupun
eskternal.
Kantor Publikasi resmi diluncurkan
kepada publik melalui launch event
(10/5) bertempat di ruang P7.2 Pertamina

36

Tower, FEB UGM dan dikemas secara
semi-talkshow. Konsep semi-talkshow
dipilih oleh penyelenggara agar peserta
launching yang terdiri dari rekan pers
dan civitas akademika dapat berinteraksi
dengan narasumber secara lebih interaktif
untuk mengetahui lebih dalam mengenai
core value yang dibawa oleh KP FEB
UGM. Selain Prof. Mudrajad Kuncoro,
Ph.D, acara ini juga menghadirkan Dr.
Nurul Indarti, Ph.D dan Dr. Setiyono,
M.B.A.. Acara diawali dengan sambutan
dan peresmian KP FEB UGM oleh M.
Edhie Purnawan, M.A,. Ph.D selaku Wakil
Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian,
Kerjasama dan Alumni FEB UGM.
Peresmian dilakukan dengan aktivasi
laman publications.feb.ugm.ac.id yang
dilakukan oleh Muhammad Edhie

Purnawan sebagai penanda dimulainya
operasional KP FEB UGM.
Dalam acara ini, narasumber membahas
mengenai pentingnya publikasi bagi civitas
akademika dalam rangka mencerdaskan
bangsa. Nurul Indarti mengatakan bahwa
selama ini budaya menulis ilmiah di
kalangan civitas akademika masih rendah.
Padahal, menulis ilmiah merupakan cara
untuk mendokumentasikan sebuah ilmu
atau mungkin penemuan baru agar dapat
diwariskan kepada generasi selanjutnya
dan tidak hilang. Mudrajad Kuncoro juga
menambahkan melalui publikasi ilmiah,
civitas akademika juga dimungkinkan
untuk melakukan sesuatu yang konkret
dalam hal pengabdian masyarakat, yakni
sedekah ilmu. Melalui publikasi ilmiah,
ilmu yang dimiliki tidak akan hanya dapat

secara eksklusif diwariskan dari generasi ke
generasi saja namun penyampaiannya ke
masyarakat luas juga akan semakin mudah
dan cepat. Oleh karena itu, keberadaan
KP FEB UGM diharapkan mampu
mendorong civitas akademika, dalam
tahap awal di lingkungan FEB UGM,
untuk lebih aktif dalam menghasilkan
berbagai karya tulis ilmiah baik berupa
artikel, jurnal, maupun buku. Dalam
kaitannya dengan pendistribusian kepada
masyarakat, masing-masing civitas
akademika yang berminat membagikan
karyanya akan diberikan akun untuk
dengan bebas mengelola publikasinya yang
ditampilkan pada laman KP FEB UGM.
Kepada masyarakat, semua artikel ini akan
dapat diakses secara cuma-cuma karena
laman KPP FEB UGM menerapkan skema
open source dimana masyarakat luas akan
mendapatkan akses penuh ke berbagai
penelitian dosen baik untuk kepentingan
pribadi maupun pengajaran. Dua aktivitas
utama ini lah yang menjadi wujud
konkrit KP FEB UGM yang tidak hanya
mendiseminasikan riset dan publikasi
ilmiah di kalangan civitas akademika,
namun juga mendistribusikannya kepada
masyarakat.

menarik yang dikemukakan antara lain
mengenai bahwa D.I Yogyakarta rendah
secara pendapatan dan memiliki tingkat
pengangguran terdidik di atas rerata
nasional, namun uniknya Yogyakarta
memiliki indeks pembangunan masyarakat
yang tinggi dan harapan hidup di atas
rerata nasional. Mengacu pada hal ini,
penelitian dan publikasi ilmiah dinilai
akan mampu memberikan perspektif yang
lebih luas kepada masyarakat utamanya

dalam menentukan titik-titik mana saja
yang diprioritaskan untuk dibangun untuk
mencapai masyarakat yang lebih madani.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai KP
FEB UGM atau mendapatkan riset dan
publikasi ilmiah dapat mengunjungi laman
KP FEB UGM di publications.feb.ugm.
ac.id. Because knowledge is created and
meant to be shared.

Selama beroperasi, KP FEB UGM juga
telah menyelenggarakan beberapa kegiatan
antara lain Seminar dan Bedah Buku
“Mudah Memahami dan Menganalisis
Indikator Ekonomi” oleh Prof. Mudrajad
Kuncoro, Ph.D bekerja sama dengan Bank
Indonesia perwakilan Kalimantan Timur
dan D.I Yogyakarta di Samarinda (16/5)
dan Yogyakarta (3/6). Acara ini dihadiri
oleh berbagai elemen masyarakat mulai
dari mahasiswa, perwakilan perbankan,
hingga pejabat tingkat provinsi maupun
nasional. Seminar yang diselenggarakan di
Samarinda dihadiri oleh Dr. Awang Faroek
selaku Gubernur Kalimantan Timur selaku
keynote speaker yang menyampaikan
pentingnya budaya meneliti dan menulis
ilmiah sebagai sarana untuk mengenali
potensi daerah sekaligus menularkan ilmu
yang dimiliki kepada masyarakat setempat.
Sedangkan di seminar Yogyakarta,
perwakilan dari Dewan Komisioner
Otoritas Jasa Keuangan Agus Siregar,
hadir menyampaikan arti penelitian
dan penulisan ilmiah dalam mengupas
berbagai variabel untuk menentukan
tingkat kualitas pembangunan masyarakat
(development index). Beberapa fakta

37

UNIT NEWS

Short Course
Brevet Pajak
A, B, & C
Materi Brevet A,B:

Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan
Pajak Penghasilan Umum
Pajak Pertambahan Nilai A dan B
Pajak Penjualan Barang Mewah
Pajak Bumi dan Bangunan
Bea Perolehan Hak atas Tanah
dan Bangunan
PPh Pemotongan dan
Pemungutan
Akuntansi Perpajakan
Pemeriksaan dan Penyidikan
Pajak
Pengisian SPT PPN Elektronik

Angkatan 89 A,B
19 Agustus 2013
11 minggu @ 2 jam, 44 pertemuan
Senin sd Jumat
Pukul 18.30 sd 20.30
Angkatan 1 C
2 September 2013
6 minggu @ 2 jam, 29 pertemuan
Senin sd Jumat
Pukul 18.30 sd 20.30

Materi Brevet C:

Tax Planning
Perpajakan Internasional
Kode Etik Konsultan Pajak

Fasilitas : Tas, Modul, Blocknote, Sertifikat

Investasi Brevet A,B: Rp 1.250.000,Investasi Brevet C: Rp 750.000,Melalui Bank Mandiri Cab UGM
No. Rek: 888-88-02-12-411-0003
a/n UGM FEB - P2EB - Pelatihan

Sekretariat P2EB:
Gedung Pertamina Tower Lantai 2, Jl. Sosio
Humaniora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta
Phone: (0274) 548 510 ext 250

*) Peserta Brevet C wajib telah
mengikuti Brevet A dan B dengan
menunjukkan sertifikat kelulusan.
**) Peserta tidak dapat
membatalkan pendaftaran Brevet
apabila sudah mulai masuk
perkuliahan brevet.
***) Pembatalan sebelum
masuk materi dikenakan biaya
administrasi sebesar Rp.200.000,dipotong dari biaya Brevet.
****) Kelas akan dimulai apabila
telah memenuhi minimal kuota:
25 (Brevet C), 50 (Brevet A, B)

38

ENGLISH PROFICIENCY COURSE
BUSINESS COMMUNICATION CENTER
P2EB FEB UGM
We do communicate!

TOEFL Prediction/English Test:
Rp. 65.000,- Monday to Friday at 13.15 pm
(Fasting: at 09.30 am)
English Regular Course:
Morning Class (09.30 – 11.30)
Afternoon Class (16.00 – 18.00)
Evening Class (18.30 – 20.30)
Number of Meetings : 30 times @2 hours
Course Fee :
Rp. 500.000,- UGM Students
Rp. 550.000,- Non-UGM Students

Period of June-July: Pre-test June 14 ,2013
Period of September-October: Pre-test September 6 ,2013
Phone: (0274) 548 510 ext 250
Transfer: Bank Mandiri
a/n UGM-FEB-P2EB-Pelatihan
No Rek: 888-88-02-12-411-0003
Secretariat of P2EB:
Pertamina Tower, 2nd floor, FEB
UGM, Jl. Sosio Humaniora no.1,
Bulaksumur
Phone (0274) 548 510 ext 250

*)Pembatalan pendaftaran English
Course dikenakan biaya
administrasi sebesar 10% sd 25%.
**) Pendaftaran TOEFL Prediction
Test/ English Test tidak dapat
dibatalkan, kuota minimal: 10
peserta.
***) Pelaksanaan English Course
pada bulan puasa: Short Course: pkl
09.30-11.30; Afternoon Class: pkl
15.00-17.00

English Short Course:
Mid Day Class (13.00 – 15.00)
Number of Meetings: 15 times @2 hours
Course Fee :
Rp. 300.000,- UGM Students
Rp. 350.000,- Non-UGM Students
Period of September: Pre-test September 6, 2013
Facilities: English Proficiency Test, Course Material, CD,
Certificate
TOEFL® ITP
Saturday on July 13; August 31, 2013
at 10 a.m. only $27

39

WHO’S WHO

Gunawan Sumodinigrat

Optimisme
Ekonomi Kerakyatan

R

ubrik who’s who edisi kali ini
akan mengulas sebuah perjalanan
karir seorang dosen senior Ilmu
Ekonomi UGM yang tidak hanya
telah berkontribusi besar bagi Fakultas
Ekonomika dan Bisnis tetapi juga
bagi bangsa Indonesia. Prof. Gunawan
Sumodinigrat, Ph.D, namanya tentunya
tidak asing lagi di telinga para ekonom
Indonesia khususnya yang menggeluti
ekonomi kerakyatan. Gunawan, begitu
ia kerap disapa, telah aktif mengajar di
Fakultas Ekonomika dan Bisnis sejak
tahun 1978 hingga saat ini. Dalam
perjalanan puluhan tahun karirnya, bukan
pengabdian dalam bidang pendidikan saja
yang ia lakukan tetapi juga pengabdian
terhadap perekonomian masyarakat. Ia
sangat konsen terkait nasib masyarakat
kalangan akar rumput. Semangat dan
optimisme untuk mensejahterakan
masyarakat miskin membawanya masuk ke
kalangan birokrat sekitar tahun 1990.
Mengawali karir di Badan Perencanaan
dan Pembangunan Nasional (Bappenas),
Gunawan menciptakan banyak terobosan
yang bermanfaat bagi efektifas kinerja

40

pemerintahan. Salah satunya adalah
pengadaan komputer sebagai pusat
pengumpulan data statistik di Indonesia
melalui Badan Pusat Statistik (BPS).
Berbagai jenis data yang dihimpun
dari seluruh Indonesia diintegrasikan
menjadi satu yang kemudian menciptakan
informasi yang komprehensif
dalam pengambilan kebijakan. Atas
pencapaiannya tersebut, Gunawan
dianugerahi Satya Lancana Wirakarya
oleh Presiden Republik Indonesia pada
tahun 1982. Tidak berhenti sampai disitu,
penghargaan Satya Lancana Jasa Utama
pada tahun 1999 juga dianugerahkan
atas jasanya dalam menyelesaikan proyekproyek penting di pemerintahan. Berbagai
penghargaan ini merupakan pencapaian
berharga dalam perjalanan hidupnya.
Setelah menyelesaikan tugasnya di
Bappenas, Gunawan juga sempat berkarir
sebagai Deputi Sekretaris Wakil Presiden
RI bidang Kewilayahan, Kebangsaan, dan
Kemanusiaan pada tahun 2000 sampai
2005. Karir profesional lainnya adalah
Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial
di Departemen Sosial yang disandangnya
sejak tahun 2006 sampai 2009.

Saat ini, Gunawan tengah diamanahi
untuk menjadi fasilitator Dashboard
Ekonomi Kerakyatan di FEB UGM.
Pekerjaan yang tengah digeluti saat ini
sejalan dengan perjuangan panjangnya
dalam meningkatkan kesejahteraan
rakyat kecil. Sejak tahun 1993 telah
banyak program ekonomi kerakyatan
yang digagasnya bersama beberapa
tokoh ekonomi kerakyatan seperti Prof.
Mubyarto. Sejak bekerja di Bappenas,
Gunawan memang telah banyak memotori
gerakan ekonomi kerakyatan dan ekonomi
Pancasila. “Ekonomi kerakyatan adalah
ekonomi Tuhan dimana manusia akan
meniru sifat-sifat Tuhan yaitu kasih
sayang dan gotong royong, hal ini telah
tertuang dalam sila pertama Pancasila yaitu
Ketuhanan Yang Maha Esa dan semboyan
bangsa yaitu Bhineka Tinggal Ika,” ungkap
Gunawan ketika menjelaskan esensi dari
ekonomi kerakyatan. Jejak perjalanan
Gunawan dalam memperjuangkan
ekonomi kerakyatan tidak hanya dalam
hitungan jari namun telah puluhan tahun.
Sudah banyak asam garam yang dilaluinya
terkait konsep ekonomi kerakyatan ini.
Program-program untuk meningkatkan
perekonomian kaum akar rumput
banyak digelutinya sejak tahun 1990an seperi Inpres Desa Tertinggal (IDT),
Pembangunan Prasarana Pendukung Desa
Teringgal (P3DT), Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), dan
Jaring Pengaman Sosial (JPS). Gunawan
juga menciptakan sebuah sistem yang
membantu masyarakat kecil untuk lebih
dekat dengan akses perbankan melalui
Badan Kredit Daerah.
Meskipun tidak lagi aktif di pemerintahan,
Gunawan masih berkecimpung dalam
berbagai program khususnya terkait
peningkatan wawasan kebangsaan yaitu
“Kader Bangsa Wirausaha” dan penataran
P4 melalui pendekatan ESQ. Peningkatan
wawasan kebangsaan penting bagi
masyarakat agar tercipta local leader yang
mampu mendampingi masyarakat dengan
baik. “Saya ingin menuliskan pengalaman
hidup saya dalam sebuah buku, agar
mampu menginspirasi dan lebih
bermanfaat bagi banyak orang,”ungkap
Gunawan menutup wawancara dengan
tim EB News sore itu. [Poppy]

AROUND BULAKSUMUR

Pusat Sumber Daya Informasi: Sebuah
Keunggulan Kompetitif di Masa Depan
“Gimana sih bisa dapat email UGM?”
tanya seorang mahasiswa. Mahasiswa
lainnya pun menjawab, ”ke PPTIK
aja,” jawab temannya. “Emang di mana
PPTIK?” tanya mahasiswa itu. “Itu lho
sebelah gelanggang.” timpal temannya.

I

lustrasi di atas menggambarkan
ketidaktahuan mahasiswa UGM
tentang PPTIK (Pusat Pelayanan
Teknologi Informasi dan Komunikasi)
atau sekarang yang lebih dikenal sebagai
PSDI (Pusat Sistem dan Sumber Daya

dalam tiga aspek, yaitu infrastruktur dan
keamanan teknologi informasi, integrasi
sistem informasi, dan aplikasi dan layanan
teknologi informasi dan komunikasi.
Ketiga hal ini menjadi tanggung jawab
utama PSDI agar UGM memiliki sistem
informasi yang kuat dan terorganisasi.
Fungsi infrastuktur dan keamanan
teknologi informasi adalah menjaga
keamanan server di UGM, melakukan
perancangan, pengelolaan, dan standarisasi
fasilitas pendukung sistem teknologi dan

Informasi) ini. PSDI berada di boulevard
UGM sebelah utara Gelanggang
Mahasiswa. PSDI telah berdiri sejak
1978 yang awalnya bernama PUSKOM
(Pusat Komputer), diubah namanya
menjadi Pusat Pelayanan Teknologi
Informasi sebagai Unit Pelaksana Teknis,
dan sekarang bernama PSDI. Perubahan
nama ini tentu saja didasarkan pada
perkembangan informasi dan teknologi
yang semakin maju.

informasi di UGM dan tugas lain yang
berhubungan dengan keamanan sistem
informasi dan infrastruktur. Fungsi
integrasi sistem informasi, adalah PSDI
mencoba menghubungkan semua pihak
di UGM agar semua sistem terintegrasi.
Fungsi terakhir, yaitu aplikasi dan layanan
teknologi informasi dan komunikasi
bertanggungjawab pada pengembangan
surel UGM, laman UGM, dan aplikasiaplikasi penunjang aktivitas di UGM.

PSDI dipimpin oleh Widyawan, ST.,
M.Sc., Ph.D., seorang dosen di Fakultas
Teknik Jurusan Teknik Elektro dan
Teknologi Informasi. Menurut Widyawan,
PSDI memiliki tugas besar di UGM

Beberapa hal yang telah dicapai oleh
PSDI salah satunya adalah SIA, Sistem
Informasi Akademik untuk semua lini
fakultas. SIA ini dapat dimanfaatkan
sebagai pusat informasi akademik untuk

civitas akademika di UGM. SIA adalah
wujud dari usaha pengintegrasian sistem
informasi pada lini fakultas untuk bidang
akademik. Kendala utamanya adalah
beberapa fakultas sudah memiliki sistem
informasi yang maju, seperti Fakultas
Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Psikologi,
Fakultas Kedokteran, dan beberapa unit
lain. Selain itu, saat ini PSDI sedang
berusaha mengintegrasikan sistem
informasi administrasi keuangan untuk
UGM.

Produk lainnya yang tidak kalah menarik
adalah UGOS, UGM Goes To Open
Source. Semangat yang melandasi
program ini adalah pengurangan dalam
menggunakan perangkat lunak bajakan.
Menurut Widyawan, salah satu cara yang
paling murah dan mudah diterapkan
adalah kampanye penggunakan open
source. PSDI menyediakan sistem
operasi terbuka yang dapat diminta oleh
mahasiswa sewaktu-waktu. PSDI pun
telah mengembangkan sistem operasi
terbuka khusus untuk UGM. Widyawan
menambahkan, open source yang sudah
diadaptasi untuk UGM membantu proses
belajar dari pengguna open source itu
sendiri.

41

FEB IN PICTURES

Atmosfer diskusi telah terbentuk sejak dahulu dengan salah satu peserta Anis Baswedan

Pose panitia Seminar Laporan Penelitian Listrik Pedesaan Se-Jateng dan DIY. Dua panitia diantaranya: Rimawan
Pradiptyo dan Artidiatun Adji.

42

EXCHANGE STUDENTS’ COMMENTS

Camille Le Glaunec,
France
I chose Indonesia because I’ve always been curious
about other cultures. I’ve never been to Asia before,
and Indonesia seemed to be a good choice regarding
the rich and various cultures we can discover here.

Thomas Pierre,
France
I didn’t know anything about Indonesia before
coming to this country. I chose it for the double
degree program and because it’s in Asia. I am really
glad I did, the culture is so rich and people so nice
and smiling all the time. I tried to learn the best I
could from this country and will definitely come
back.

43

First Class Education &
Quality Research

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful