Anda di halaman 1dari 46

News I ette r

smartly spring

meet the global challenges

Deeply rooted in strong academic tradition,

Faculty of Economics and Business UGM continuously builds a strong commitment to achieve educational excellence in international network. Based on a clear vision, it grows in a condusive learning atmosphere that unfolds the opportunity for all students to raise their competence:

smartly spring to meet global challenges.

pbrebuUHI

Pelacihan Babas,~ FEB UGH

Suasana SeminarTempo Doeloe

Our Programs

1. English Proficiency Course

Program khusus yang dirancang untuk menghadapi pertemuan.

Waktu Alternatif kelas

TOEFL Test dengan total 30 kali

Biaya

5 kali seminggu (Senin-Jumat) Pagi (09.30-11.30 WIB) Sore (15.30-17.30 WIB) Malam (18.30-20.30 WIB)

UGM Rp 500.00

Non-UGM Rp 550.000

2. English Proficiency Test

Program Test TOEFL Prediction yang menggunakan standar soal TOEFL Resmi

Waktu Senin - Kamis (12.45 WIB)

Jumat (12.50 WIB)

Biaya Rp 50.000

3. UGM Program for the TOEFL® Test

Test TOEFL Institusional resmi yang lebih sering dikenal dengan TOEFL ITP

Waktu Minggu kedua/ketiga di setiap bulan

Biaya : USD 27

Bapak Sutrisno PH sedang melakukan presentasi di depan, tampak Bapak Budianto (Aim.) (kiri) dan Bapak Budiono Sri Handoko (kanan)

4. TOEIC Preparation

5. English Conversation

6. Translations Services

7. Private Course (TOEFL Preparation)

8. Thesis Writing

9. Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA)

Fasilitas:

• Laboratorium bahasa dengan 70 booths intera

• Ruang kelas multimedia

• Para pengajar berpengalaman {baik

• Lembar jawaban komputer

• Updated Modul dan CD ~~~:::

Tiga dosen FEB UGM memimpin seminar, Bapak Heidjrachman Ranupandojo (Aim.) (duduk di depan paling kiri), Bapak Bambang Riyanto (Aim.) (duduk di depan, tengah dan Bapak Budianto (Aim.) (duduk di depan paling kanan)

Infi>r asi dan TDIYlnJlI1' Fakultas Ekonomika dan §jsnis Universitas ~adjafi: Mc@'a Gedung Ekonornl, Safclp Barat Lt. 2 Jln. Humaniora No.1 Bulaksumur Yogyakarta Telp: +62274548510 ext. 250 E-mail: pelatihanbahasa@feb.ugm.ac.id Website: http://fe.ugm.ac.id/programpbfe.php

Tampak Bapak Sutrisno PH (paling kanan) dan Bapak Heidjrachman Ranupandojo (Aim.) (paling kiri)

Peserta serius mengikuti seminar, tampak lbu Kustiyah (paling klrl), Ibu Darika Yasin (nomor dua dari kiri), Bapak Hadori Yunus (Aim.) (nomor dua dari kanan), dan Bapak.r~ubyarto (Aim.) (paling kanan),/

Preface

Salam hangat dari Yogyakartal

Tidak terasa tahun telah berganti, untuk kelima kali Ebiz Newsletter menjejakkan kaki menghiasi media di lingkungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (FEB UGM). Pada kesempatan lnl, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2070, semoga kesuksesan selalu menyertai kita semua. FEB UGM terus bertransformasi menjadi sekolah bisnis berkelas internasional. Berbagai upaya kerjasama dan promosi terus dilakukan untuk memperluas jejaring FEB UGM.

Pada edisi kali ini, Ebiz Newsletter akan mengupas tuntas tentang promosi FEB UGM di Jakarta Convention Centre; Home Coming FE angkatan'80, latihan voli dan karate bersama. Tidak ketinggalan, edisi kali lnl juga mengetengahkan workshop Learning Assurance bagi dosen FEB UGM.

Berbicara mengenai kiprah mahasiswa dan dosen memang tiada habisnya. Selain aktif dalam kegiatan perkuliahan, mahasiswa juga bersemangat dalam meraih prestasi dalam kompetisi-kompetisi baik yang bersifat akademik maupun non akademik. Tidak kalah menariknya apabila dicermati kiprah dosen pada bidang penelitian dan karya-karya yang telah disumbangkan kepada FEB UGM khususnya dan masyarakatpada umumnya.

Akhirnya, saya ucapkan selamat menikmati setiap rubrik pada edisi kali lni, Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Maret 2070

Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D Dekan

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

Ebiz Edisi 5 Maret 2010 ............• 01

bekerjasama dengan ADITYA MEDIA

JI. Bimasakti 19 Yogyakarta

Telp./Fax.: +62 (274) 520 612, 520 613 E-mail: adityamediajogja@yahoo.com

Pengarah

Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D (Dekan)

B.M. Purwanto, MBA., Ph.D (Wakil Dekan Bidang Akademik,

Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D

(Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia)

Content

Preface_01 Content_02

What's Up FEB _ 03 Special Report: _ 19 Who's Who _ 22 Memandang Mahasiswa dari Kacamata AriefSuadi

Tanjung Darmanti:

Enjoy Kerja di FEB UGM

Scholarship & Recruitment _ 24 Partnership _ 25

Alumni Corner: _ 26 Sutikno:

Dari FEB menuju Bank Indonesia

News from Abroad: _ 27 Kabar dari The Smart State Queensland

Ebiz

NEWSLETTER

Edisi 5 Th. 3 IMaret 201 0

Diterbitkan oleh

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

JI. Sosio Humaniora

Bulaksumur, Yogyakarta 55281 Telp. +62 (274) 548 510 (hunting) Fax. +62 (274) 563 212

E-mail: dekan@feb.ugm.ac.id Web: www.feb.ugm.ac.id

02 Ebiz Edisi 5 Maret 2010

29 _Around Bulaksumur:

SUNMOR, Minggu Paginya UGM

30_lecturer's Article:

Elaborasi Situs Jejaring Sosial

32 _Student Corner:

Saiqa IIham Akbar,

Juara 2 Wirausaha Muda Mandiri 2009

33 _Advertorial:

Alessandra Fesilla Aldy:

Me In Melbourne

34 _ Exchange Students' Comments

35_Unit News

42_Facilities

43 _ Upcoming Events

Penanggung Jawab

Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D

(Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama dan Pengembangan Usaha)

Tim Liputan Koordinator:

Hestining Kurniastuti, S.S Erma Wheni Hertutl, A.Md Fris Winayoga, S.Psi Redaksi

An Nuur Ratna Sari Dayang Aprilia Suci Prastowo

What's up FEB

Pemira:

Demokrasi di Kampus Biru

Tanggal 15-17 Desember 2009 yang lalu, selasar FEB UGM agak berbeda dari biasanya. Di sana berdiri meja-meja bundar bersekat lengkap dengan tiga laptop bersandar di tiap meja. Ada pula dua buah kotak yang mirip dengan kotak suara pemilu. Ya, ini memang pemilu, hanya saja yang dipilih bukanlah presiden dan wakil presiden atau anggota legis latif, melainkan ketua BEM KM, BEM FEB UGM serta ketuaketua HMJ di FEB UGM.

Demokrasi di FEB UGM mulai bergelora pad a tanggal 30 November - 11 Desember 2009, yang merupakan masa kampanye dan debat. Saat itu diadakan debat terbuka antar calon ketua. Debat calon chairman IKAMMA dilaksanakan pada tanggal 2 Desember, IMAGAMA 3 Desember, HIMIESPA 7 Desember, sedangkan BEM FEB pad a tanggal 9 Desember. Adapun namanama calon ketuanya adalah Ferry Adhi W. dan Riski Raisa P. untuk BEM FEB UGM,

Aditya Rachman dan Aria Perwira untuk IMAGAMA, Bodro Pambuditomo dengan sekjen Ratna Khairunnisa K., serta Rezaldi Alief P. dengan sekjen Muhammad Averous untuk HIMIESPA, dan Annisia Dwi B. dan Masagung S. untuk IKAMMA.

Setelah melewati masa tenang pada 12-14 Desember, bilik pemilihan pun dibuka selama tiga hari berturut-turut. Memang tidak terlihat antrian pemilih seperti pemilu pada umumnya, tetapi jumlah total pemilih tergolong cukup banyak. Pemilihan ketua BEM KM dan partainya dilakukan secara tradisional dengan sistem contreng. Yang istimewa kali ini adalah pemira untuk memilih ketua BEM FEB dan ketua-ketua HMJ dilakukan dengan memakai sistem yang terkomputerisasi, yaitu dengan intra net. Dengan sistem canggih ini pemungutan dan perhitungan suara dapat dilakukan dengan lebih efisien dan efektif. Tiap-tiap

pemilih diberi password untuk log in, kemudian pemilih tinggal meng-klik caloncalon ketua yang ia pilih. Perhitungan suara juga sudah terotomatisasi, sehingga tidak perlu menghitung satu persatu lagi seperti cara tradisional.

Setelah pemungutan suara dilakukan, sore harinya perhitungan suara dilakukan. Hasil dari jerih payah berkampanye pun terlihat sore itu juga. Ketua BEM FEB yang terpilih adalah Riski Raisa P., ketua IMAGAMA terpilih Aria Perwira, ketua HIMIESPA terpilih Rezaldi Alief P., dan chairman IKAMMA terpilih adalah Masagung S. Selama satu tahun ke depan mereka akan mengemban amanah kepemimpinan di pundak mereka, dan akan berakhir di pesta demokrasi tahun mendatang, di mana wajah baru para pemimpin muda akan muncul kembali.[Anoerl

Ebiz Edisi 5 Maret 2010 ............• 03

Riset, Publikasi dan Presentasi Paper Dosen FEB UGM di Konferensi Luar Negeri Tahun 2009

Tahun 2009 menjadi tahun sibuk bagi dosen-dosen ketiga jurusan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) dalam melakukan kegiatan publikasi dan presentasi paper di konferensi luar negeri. Dimulai 16-17 April 2009, Dr. Eko Suwardi, M.Sc mempresetasikan paper berjudul "The Dynamic Relationship Between Accounting Numbers and Share Price Information on Jakarta stock Exchange (JSX)" di 10th International Business Research Conference, Dubai UAE. Pada bulan Juni 2009, hasil riset Tri Widodo, Ph.D: "Survey ot Recent Development" terbit di Bulletin of Indonesia Economics Studies, dan dipresentasikan pada tanggal 19-30 Juni 2009 di Canberra, Australia. Pada bulan berikutnya, tepatnya 12-15 Juli 2009, Elan Satriawan, M.Ec, Ph.D mempresentasikan risetnya berjudul "What is the impact of an Emerging Private Sector for Health Facility Utilization & Quality of Care in Indonesia" di konferensi yang diselenggarakan oleh International Health EconomicsAssociation (iHEA) di Beijing, RRC.

Rimawan Pradiptyo, Ph.D mempresentasikan tiga paper di empat konferensi yang berbeda pad a tahun 2009 yaitu (1) " A Certain Uncertainty: An AssessmentofCourt Decisions in Tackling Corruption in Indonesia 2007 - 2008" di International Seminar on Good Governance and Economic Growth, Australia pada 29-30 Juni dan paper dengan judul yang sarna ini dipresentasikan juga di the Meeting of The Canadian Law and Economics Association, Toronto, Canada pada 2 - 3 October 2009; (2) "Generalized Loss Aversion Equilibrium of the Inspection Games:

Another Counter Intuitive Result of Increasing the Severity of Punishment" di International Journal of Arts & Sciences Conference, Gottenheim, Germany pada 9 - 13 November 2009 dan (3) "Do Corruptions pay for all?" di Good Governance and Sustainable Development, India pada tanggal18-21 Desember2009.

Sebuah prestasi yang membanggakan di bidang publikasi internasional diukir oleh Artidiatun Adji, Ph.D. Pada tanggal14 Oktober 2009 telah terbit di Economics Bulletin, vol. 29 no. 4 pp. 2556-2572 publikasi berjudul: "Experimental tests of Ricardian Equivalence with Distortionary Versus Nondistortionary taxes". Dalam riset ini, Artidiatun Adji, Ph.D bekerjasama dengan James Aim dan Paul J. Ferraro dari Andrew Young School of Policy Studies, Georgia State University, Atlanta USA.

Pada bulan November 2009, lima dosen jurusan Akuntansi FEB UGM turut berperan pada presentasi paper di AAAA (Asian Academic Accounting Association) 2009 Conference yang diselenggarakan pada 16-17 November 2009 di Istanbul, Turkey. Kelima dosen tersebutyaitu Prof. Dr. Siamet Sugiri, MBA dengan paper berjudul "Further Evidence from Emerging Capital markets that Both Firm-Specific and Market-Wide Regime Shifting Behavior Approach explains Asymmetric Price Reaction"; Bambang Riyanto, MBA., Ph.D dengan paper berjudul "Is an Event Responded by Investors as a Non-Event?" ; Sony Warsono, MAFIS, Ph.D dengan paper berjudul DUsing Mathematics to Teach Accounting Principles"; Drs. Sumiyana, Akt., M.Si dengan paper berjudul "Tunneling, Overlapping, Owner, and Investor Protection: Evidence from Mergerand Acquisition in Asia, Related Parties Transaction and Earnings Management: A Case in Indonesia"; Arief Surya Irawan, S.E., M.Com dengan paper berjudul "Back to Basic-Accounting as Number Crunching Courses".

Di penghujung tahun 2009, Nurul Indarti, S.E, Sivioekonom, M.Sc dan Tur Nastiti, S.E, M.Si sukses mempresentasikan paper berjudul "Entrepreneurial intentions among Asian students Nurullndarti, Tur Nastiti, Rokhima Rostiani Department of Management, Faculty of Economics and Business Gadjah Mada University, INDONESIA" di The 2nd Asian Management and Entrepreneurship Workshop, Brussels, Belgium pad a 30 November-l Desember2009. [ebzcol

Sosialisasi Pajak:

Informasi Seputar Perpajakan dan Pengisian SPT

Pada hari Rabu (20/01/10), Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) mengadakan sosialisasi perpajakan bagi dosen dan karyawan FEB UGM dengan mengundang Kakanwil DPJ Daerah Istimewa Yogyakarta, Djangkung Sudjarwadi, SH, LLM beserta stafterkait.

Acara sosialisasi terse but dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universtias Gadjah Mada (FEB UGM), Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D dan dilanjutkan dengan presentasi pengisian SPToieh stafterkaitdan penjelasan oleh Kakanwil DPJ DIY mengenai pemahaman dalam memungut pajak kepada peserta yanghadir.

Sosialisasi yang berlangsung dua jam tersebut diikuti oleh seratus orang peserta yang terdiri dari karyawan dan dosen FEB UGM. lebzcol

04 •............ Ebiz Edisi 5 Maret 2010

Mahasiswa FEB UGM Peduli Sosial

Pada bulan Desember ini Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM sedang giat-giatnya mengadakan acara yang bertemakan sosial. Rangkaian acara yang merupakan program kerja tahunan BEM FEB UGM khususnya Departemen Sosial Kemasyarakatan (Soskem) ini meliputi Peringatan Hari Difabellnternasional (Penyandang Cacat), Bakti Sosial Untuk Rakyat (Bakso Urat), dan diakhiri dengan Penutupan Student Care Scholarship (SCS).

Peringatan Hari Difabel Internasional yang jatuh pada 3 Desember dilaksanakan selama serangkaian kegiatan dari 1-4 Desember 2009 bertempat di Selasar FEB UGM. Kegiatan berupa wheel chair test drive, pameran foto penyandang cacat, penjualan pin bertuliskan Stop Using Word "Autis" in Your Jokes, dan Acara Inti yaitu kunjungan adik-adik SLB A Yaketunis dan SLB C. Kunjungan tersebut berisi penampilan seni dari setiap SLB dan Games. Keseluruhan acara ini ditujukan untuk mengingatkan dan mengajak mahasiswa FEB agar lebih peduli pada ternan-ternan kita yang memiliki kekurangan fisikmaupun mental.

Aksi peduli sosial ini dilanjutkan dengan acara Bakso Urat (Bakti Sosial untuk Rakyat) yang diadakan di desa Ngipik, Tegalrejo, Gunung Kidul pad a hari Minggu, 6 Desember 2009, bekerja sarna dengan Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada (IMAGAMA). Dalam acara ini terdapat tiga rangkaian acara yaitu cek kesehatan lansia yang dibantu oleh Tim Bantuan Medis Masyarakat dari Kedokteran Umum UGM, bazar sembako murah kepada 150 kepala keluarga, bazar baju rnurah, dan pembagian susu bayi yang merupakan sumbangan dari salah satu sponsor.

Aksi peduli sosial mahasiswa FEB UGM diakhiri dengan penutupan SCS yang dilaksanakan pada hari Minggu, 13 Desember 2009 di Museum Dirgantara. SCS merupakan salah satu program kerja yang memberikan bantuan SPP pada siswa-siswi SD yang kurang mampu. Selain memberikan bantuan SPP, kami juga sering mengadakan lomba, nonton bareng, pemberian LKS gratis, dan memberikan penghargaan pada siswa yang memiliki prestasi lebih di sekolahnya. Dana yang disalurkan program SCS berasal dari mahasiswa dengan membayar Rp15.000/bulan dan juga sebagian dana dari fakultas. Pada periodetahun 2009 ini, SD Muhammadiyah Karangbendo Yogyakarta merupakan target program SCS dengan total 25 siswa-siswi dari berbagai kelas yang mendapatkan santunan beasiswa.

Harapan besar terdpta bagi sebuah impian kesejahteraan masyarakat. Meskipun hanya hal kecll yang dapat dilakukan tetapi semoga dapat bermanfaat besar bagi masyarakat. [BEM FEB UGMj

Ebiz Edisi 5 Maret 2010 05

Mengenal Lebih Dekat Peluang Kerja dan Kesempatan Berkarir

di Departemen Keuangan RI

Sabtu 13 Februari 2010, Career Center (salah satu kegiatan SSC FEB UGM) menyelenggarakan acara bertajuk "Mengenal Lebih Dekat Peluang Kerja dan Kesempatan Berkarir di Departemen Keuangan RI" dengan pembicara Anggito Abimanyu, Ph.D. Acara ini merupakan bag ian dari peran FEB dalam memberikan informasi peluang karir kepada mahasiswa. Peserta acara ini adalah mahasiswa 51 dan ada beberapa mahasiswa dari MM FEB UGM.

Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama, dan Pengembangan Usaha membuka dan

memandu acara tersebut. Menurut penuturan Wihana, reformasi di lingkungan Departemen Keuangan RI (Depkeu RI) saat ini telah berjalan dengan baik dengan pemberlakukan reward dan punishment terhadap seluruh pegawai di lingkungan Depkeu RI. Salah satu bentuk reward-nya," Ada tambahan insentif yang lebih, selain dari gaji yang dlperolehnya', ungkap Anggito. Selain insentif, pegawai di lingkungan Depkeu juga berkesempatan memperoleh beasiswa studi 52 dan 53.

Pada acara ini Anggito Abimanyu menjelaskan mengenai peluang kerja dan karirdi Kementerian Keuangan Rio "Jumlah

pendaftar CPNS di Kementerian Keuangan RI tahun 2008 sebanyak 95.400 orang dengan jumlah yang diterima 1.868 orang dan rasio penerimaan 2%'~ tutur Anggito. Kebutuhan pegawai di bidang ekonomi sangat besar diantaranya, seperti di bidang audit pajak, evaluasi aset, ekonomi syariah, dan ekonomi publik. Pegawai yang bekerja di lingkungan Kementerian Keuangan RI mempunyai dedikasi dan kompetensi tinggi. Selain ltu, "Moral basicdalam bekerja lebih utama", tutur Anggito.[Pras]

06 •............ Ebiz Edisi 5 Maret 2010

Merajut Kebersamaan dengan

Econolympic 2009

Econolympic FEB merupakan pertandingan olah raga untuk mahasiswa FEB UGM yang rutin diselenggarakan tiap tahun. Cabang olah raga yang dipertandingkan antara lain futsal, bola basket, tenis meja, bulu tangkis, dan bola volt, Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa yang mewakili himpunan mahasiswajurusan baikdari 51 maupun D3. Berbeda dengan tahun sebelumnya, untuktahun 2009,segenap karyawan FEBturut berpartisipasi dalam even kali ini.

5egenap kayarwan dan mahasiswa turut hadir dalam upacara pembukaan Econolympic 2009.

Wihana Kirana Jaya, M.5oc.5c., Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumi, Kerja sama, dan Pengembangan Usaha secara resmi membukaEconolympic2009.

5uasana pertandingan tenis meja di kampus FEB.

Wasit memberi pengarahan sebelum pertandingan sepak bola Futsal putri dimulai.

Ebiz Edisi 5 Maret 2010 07

Magister Ekonomika Pembangunan

SEMINAR NASIONAL

IMPLEMENTASI UNDANG UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH:

TRANSISI, TANTANGAN DAN HARAPAN

Dalam rangka Lustrum ke-III, Program MEP FEB UGM akan melaksanakan kegiatan seminar nasional dengan tema "Implementasi UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah: Transisi, Tantangan dan Harapan". Kegiatan tersebut akan dilaksanakan tanggal 6 Maret 2010. Berikut gambaran kegiatan seminar nasional tersebut.

LATAR BELAKANG

Pajak daerah dan retribusi daerah memiliki sejarah cukup panjang di Indonesia. Di masa penjajahan, pemerintah daerah telah melakukan pungutan berbagai pajak daerah dan retribusi daerah, seperti pajak ijin tinggal, pajak minuman keras, pajak tontonan, dan sebagainya. Pemerintah daerah juga memungut pajak atas keberadaan perusahaan dan pajak atas usaha perkebunan. Untuk retribusi daerah antara lain bea pasar, air min urn, hasil tambang, dan lain-lain.

Di masa awal kemerdekaan, jenis pajak daerah dan retribusi daerah masih belum banyak berbeda dengan masa penjajahan. Baru pada tahun 1957, Indonesia menerbitkan Undang-undang Darurat Nomor 11 Tahun 1957 tentang Peraturan Urn urn Pajak daerah dan Undang-undang Darurat Nomor 12Tahun 1957 tentang Peraturan Umum Retribusi Daerah. Pada awalnya, Daerah Tingkat I diperkenankan untuk memungut dan mengelola sendiri pajak kendaraan bermotor, pajak rumah tangga, dan pajak verponding. Dalam perkembangannya, Daerah Tingkat I diberi kewenangan untuk memungut dan mengelola kurang lebih 16 jenis pajak daerah, antara lain pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, dan bea balik nama kendaraan angkut atas air. Daerah Tingkat II memungut dan mengelola hampir 44 jenis pajak daerah,antara lain pajakpembangunan I,dan pajaksarang burung. Undang-undang Darurat tersebut baru disesuaikan 40 tahun kemudian menjadi Undang-undang Nomor 18Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Penyesuaian ini didorong oleh kondisi ekonomi biaya tinggi pada pertengahan dekade 90-an. Pada period a Reformasi, terjadi perubahan pola pemerintahan yang relatif sentralistik menjadi lebih desentralistik. Pada tahun 2000, Undang-undang Nomor 18Tahun 1997, disesuaikan menjadi Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Undang-undang ini memberikan memberikan keleluasaan daerah untuk memungut dan mengelola pajak daerah dan retribusi selama pajak daerah dan retribusi daerah tersebut memenuhi kriteria yang disyaratkan, yang antara lain adalah efisiensi koleksi dan tidak menyebabkan ekonomi biaya tinggi. Sembilan tahun kemudian dikukuhkan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menggantikan undang-undang yang lama. Jenis pajak yang dapat dipungut dan dikelola provinsi terdiri atas (1) pajak kendaraan bermotor (2) bea balik nama kendaraan bermotor (3) pajak bahan bakar kendaraan bermotor (4) pajak air permukaan dan (5) pajak rokok. Sementara ltu, jenis pajak yang dipungut dan dikelola Kabupaten/Kota adalah (1) pajak hotel (2) pajak restoran (3) pajak

OB Ebiz Edisi 5 Maret 2010

hiburan (4) pajak reklame (5) pajak penerangan jalan (6) pajak mineral bukan logam dan batuan (7) pajak parkir (8) pajak air tanah (9) pajak Sarang burung walet (10) pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan, dan (11) bea perolehan hak atas tanah dan bangunan. Daerah hanya dapat memungut jenis pajak yang tercantum dalam undang-undang jika dan hanya jika memiliki potensi yang memadai. Untuk retrlbusl, pemerintah pusat rencananya hanya akan memperbolehkan 30 jenis retribusi yaitu retribusi atas jasa urn urn ada 14 jenis, retribusi untukjasa usaha ada 11 jenis, dan retribusi perizinan mencakup 5 jenis.

Berkaitan dengan kinerja pajak daerah dan retruibusi daerah dapat dilihat dari perkembangan Pendapatan Asli Daerah. Pada periode 2004-2008, rerata PAD nasional dan rerata PAD kabupaten memiliki tren yang sarna, yaitu mengalami peningkatan selama tahun 2004-2007 dan menurun pada tahun 2008. Akan tetapi, tren rerata PAD kota tampak berbeda dibandingkan rerata PAD yang lainnya. Rerata PAD kota mengalami peningkatan hanya dari tahun 2004-2006 dan selanjutnya menurun drastis pada tahun 2007, namun kern bali meningkat pada tahun 2008. Nilai rerata PAD kota selama periode 2004-2008 hampir selalu berada di atas nilai rerata PAD nasional. Rerata PAD nasional tahun 2004 adalah Rp26 miliar dan semakin meningkat hingga Rp41 miliar tahun 2007, tetapi kemudian menurun pada tahun 2008 menjadi sebesar Rp37 miliar.

Gambar 1

Perbandingan Rerata Pendapatan Asli Daerah (PAD)

700DD

60000 +----------_.. 50000 +-----c=--=--- ..... ---r 40000

30000

.... Rerata Ka~lIpilten __ Rel"atJ Kato

20000 +-_._---'---------- 10000 +-----------o

Herata f\h1S1onal

200~ 2005 2006 2007 2D08

PAD merupakan salah satu indikator kemampuan finansial suatu daerah. Penggunaan PAD sebagai sumber pendapatan daerah dapat ditunjukkan dari proporsi PAD terhadap pendapatan daerah. Proporsi PAD terhadap pendapatan daerah selama tahun 2004- 2008 cenderung menurun. Proporsi PAD tersebut di tingkat kota tampak lebih tinggi dibandingkan proporsi PAD secara total (nasional). Proporsi PAD terhadap pendapatan daerah secara nasional pada tahun 2004-2005 adalah sebesar 0,08, selanjutnya pada tahun 2006-2007 menurun menjadi 0,07, dan semakin menurun pada tahun 2008 hingga hanya menjadi 0,06.

PANDANGAN MAHASISWA DARI TIMOR LESTE TENTANG PROGRAM MEP FEB UGM

MEP FEB UGM bagi saya boleh dibilang merupakan suatu wadah yang menampung mahasiswa dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, baik dari sosial maupun eksakta. Tentu saja juga berasal baik dari dalam maupun

/ luar negeri, seperti saya yang berasal dariTimor Leste.

Dari tahun 2007 sampai dengan 2009, mahasiswa dariTimor-Lesteyang belajar di MEP sebanyak8 orang yang tersebar di berbagai konsentrasi dan tahun 2010 ini meningkat menjadi 12 orang. Peningkatan jumlah mahasiswa dariTimor Leste yang setiap tahun itu adalah pertanda bahwa kepercayaan Pemerintah Timor Leste ... __ ... terhadap UGM, terutama kepada MEP FEB UGM,sangattinggi.

Saya sangat nyaman belajar di MEP FEB UGM dan sangat terkesan dengan interaksi yang dijalin baik antar mahasiswa, mahasiswa dengan staf MEP maupun antara mahasiwa dengan dosen. Lingkungan yang bersahabat, baik di luar maupun di dalam kelas tersebut membuat mahasiswa nyaman untuk belajar. Selain itu, ditambah lagi dengan terorganisirnya MEP FEB UGM bila ditinjau dari strukturnya yang sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Menurut saya, para dosen di MEP FEB UGM memiliki penguasaan materi yang tinggi dan dapat menyajikan materi dengan sistem dua arah, yaitu hubungan yang bersifat mutualisme dalam pengajaran dan sistem penilaiannya sangat obyektif. Selain itu, sistem perkuliahan di MEP juga mempunyai aturan yang berbeda dengan fakultas lain. Perbedaan itu antara lain lamanya mata kuliah matrikulasi -empat bulan pada tahun pertama- Mahasiswa wajib mengikuti mata kuliah tersebut untuk menyamakan visi dan misi mereka sebelum mengikuti mata kuliah inti selanjutnya.

MEP FEB UGM mendorong mahasiswanya untuk menjadi orang yang berguna bagi negaranya dengan menjalankan tugas dan fungsinya dengan baikdan menjadi calon pemimpin yang baik pula. Salah satu aturan di MEP UGM yang mencerminkan hal tersebut antara lain adalah diwajibkannya memakai dasi bagi mahasiswa untuk melatih mahasiswa agar menghargai dosen, pengurus, dan sesama mahasiswa.

Fasilitas di MEP FEB UGM sangat mendukung untuk mahasiswa S2 dalam proses belajar. fasilitas tersebut antara lain: internet yang bisa diakses secara gratis selama 24 jam, ruang baca yang mendukung, ruang kuliah cukup nyaman dan lengkap, serta keamanan dan ketertiban kampus yang terjaga.

Oleh karena itu, saya sangat mendukung dan setuju dengan adanya program MEP UGM ini. Banyak nilai tambah yang bisa didapat. Saya berharap Program MEP FEB UGM tetap mempertahankan kualitasnya.

Gambar2

Perbandingan Proporsi PAD terhadap Pendapatan Daerah

0,12 0)0 0,08 0,06 0,04 +------------- 0,02 0,00

-t-Propor" kabupaten ........ PropOI'si Kota

___ Proporsi Nasional

2004 2005 2006 2007 2008

Melihat kondisi di atas, muncul pertanyaan, apakah penerapan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 akan mampu meningkatkan kemampuan daerah untuk meningkatkan penerimaan pendapatan asli daerah. Pertanyaan ini muncul karena beberapa masalah, antara lain, kesiapan setiap daerah untuk melaksanakan pendaerahan pajak bumi dan bangunan pedesaaan dan perkortaan, dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, keengganan daerah untuktidakmengembangkan pendapatan asli daerah yang disebabkan karena pendapatan asli daerah merupakan faktor pengurang dalam rumusan dana alokasi umum, dan kecukupan penerimaan masing-masing daerah, dan masalah administrasi koleksi masing-masing daerah.

Berkaitan dengan kondisi di atas, Magister Ekonomika Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah

Mada akan mengadakan seminar dengan tema Implementasi Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009: Transisi, Tantangan dan Harapan. Seminar ini dimaksudkan untuk mencari solusi transisi agar implementasi Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 dapat berjalan dengan baik dan sehingga mampu meningkatkan penerimaan daerah, mengantisipasi berbagai permasalahan implementasi yang dihadapi daerah sehingga dapat dirumuskan langkah-Iangkah terbaik, dan memperkirakan dampak penerapan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 bagi penerimaan pemerintah dan perekonomian daerah.

PEMBICARA:

a. Bupati Kutai Kertanegara

b. Walikota Denpasar

c. Bupati Gorontalo Utara

d. Dr. Budi Harjanto

Moderator: Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro

PESERTA SEMINAR

Peserta dalam kegiatan seminar ini diperkirakan berjumlah 300 - 350 orang, yang terdiri dari: Pemerintah (Pusat dan Daerah); Profesional (BPK, BPKp, dan Ditjen Pajak); Alumni MEP UGM di seluruh Indonesia; Akademisi; dan Mahasiswa.

WAKTU DAN TEMPAT SEMINAR

Kegiatan seminar ini akan dilaksanakan dalam satu hari pada hari Sabtu tanggal 6 Maret 201 0; Pukul 08.00 - 16.30 di Ballroom, Hyatt Regency Hotel, Yogyakarta

• •

KULIAH UMUM MEP FEB UGM 5 FEBRUARI 2010

KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SDM PENGADAAN

Oleh: Ir. Dharma Nursani, M.Sc., Ph.D.

bahwa kurang kapasitas dam kesempatan untuk berpartisipasi dalam ekonomi nasional (small and medium enterprises) dan ekonomi global, 4). ekonomi biaya tinggi, hal ini karena kurangnya tingkat persaingan dengan pasar yang tidak sempurna.

Mahasiswa terus mengikuti materimateri yang disampaikan pembicara, mulai dari peran LKPp, pencapaian LKPP dalam 1,5 tahun terakhir, kebijakan dan strategi LKPp, agenda ke depan, teknis dalam pengadaan, keilmuan yang diperlukan atau terkait dalam pengadaan, pilar profesi pengadaan, peran penting SDM pengadaan serta peluang dan tantangan profesi pengadaan.

Kuliah umum dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Cukup banyak mahasiswa yang menceritakan dan mempertanyakan pengalaman kerja mereka dalam pengadaan. Seperti, belum adanya petugas sertifikasi bagi daerah pemekaran, petugas sudah bersertifikat (sudah tahu tata cara & etika pengadaan) tetapi mendapat intervensi atasan (menyalahi

Untuk menambah wawasan dan memperkaya pemahaman mahasiswa tentang SDM Pengadaan Barang/Jasa, pada tanggal 5 Februari 2010 Program MEP FEB UGM menyelenggarakan kuliah umum dengan tema "Kebijakan dan Strategi Pengembangan SDM Pengadaan". Dengan dihadiri lebih dari 50 mahasiswa, kuliah umum yang mengetengahkan pembicara Ir. Dharma Nursani, M.Sc., Ph.D. Direktur Bina Pelatihan Kompetensi - Deputi Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Manusia - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah RI (LKPP) berlangsung sangat menarik.

Dipaparkan isu terkini dalam pengadaan barang/jasa yang perlu mendapat perhatian kita, seperti: 1). tidak efisiennya pemanfaatan anggaran. Diperkirakan terjadi pemborosan anggaran nasional sekitar 20-30% setiap tahun dalam pengadaan barang/jasa pemerintah, 2). kasus-kasus korupsi, seperti dinyatakan KPK bahwa kasus penyalahgunaan proses pengadaan sekitar 80% dari 28.000 kasus, 3). persaingan Internasional dan Nasional,

ketentuan), mantan petugas pengadaan (sudah bersertifikasi) yang enggan lagi menjadi petugas pengadaan karena hanya menjadi ATM berjalan/sapi perahan. Kuliah umum ini ditutup dengan masih menyisakan beberapa pertanyaan yang dijawab di luar ruang kuliah umum.

Terima kasih Pak Dharma, atas transfer ilmu dan pengalamannya.(tanll 02201 0)

10 •............ Ebiz Edisi 5 Maret 2010

Magister Sains dan Doktor

Kuliah Tamu:

"Economic Assessment on the Global and Indonesian Economy 2070"

Dr. Thomas Rumbaugh,

Division Chief of Asia Pacific of International Monetary Fund (lMF)

krisis finansial global yang melumpuhkan perekonomian dunia. Menurutnya, Indonesia memasuki krisis dengan posisi yang kuat. Diversifikasi ekspor, kuatnya permintaan domestik, respon kebijakan ekonomi yang tepat, dan suksesnya proses pemilu menjadi faktor penting sehingga dampak krisis global tidak mempengaruhi ekonomi domestik secara signifikan. Kuatnya permintaan domestik Indonesia dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi global. Indonesia menghadapi tantangan berupa naiknya harga komoditas. Tiga rekomendasi IMF terhadap pemerintah yang dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan sustainable adalah dengan memperkuat kerangka makroekonomi dan institusinya, investasi infrastruktur untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta reformasi struktural termasuk reformasi subsidi energi.

Bagaimanakah perekonomian Indonesia di tahun 20107 Apakah imbas dari krisis finansial global yang masih dalam pemulihan menjadi ancaman di tahun ini7 Strategi apa yang dilakukan pemerintah sehingga di tengah redupnya ekonomi dunia, Indonesia masih "bersinar" di tahun 20097 Apakah predikat "one of the fastest growing economies" akan dapat kita pertahankan di tahun ini7 Inilah beberapa pertanyaan yang dibahas dengan komprehensif pada kuliah umum dengan tema "Economic Assessment on the Global and Indonesian Economy 2070" yang diselenggarakan pada tanggal 15 Januari 2010 oleh Program Magister dan Doktor FEB UGM, dengan menghadirkan Dr. Thomas Rumbaugh, Division Chief of Asia Pacific, International Monetary Fund (lMF). Dr. Rumbaugh mengawali presentasinya dengan menjelaskan kunci keberhasilan pemerintah dalam mengatasi masalah

Indonesia menerima bantuan IMF sebesar US$ 2,8 miliar dari alokasi global di tahun 2009. IMF juga menyediakan bantuan teknis dalam bentuk capacity building di berbagai sektor, antara lain di sektor fiskal dengan reformasi anggaran, treasury single account, perencanaan dan kebijakan pajak, di sektor keuangan dengan manajemen risiko dan pengawasan yang ketat, dan di sektor moneter dengan pencapaian target inflasi, BI asset-liability management dan implementasi praktik dan standar berterima internasional. IMF memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2010 dapat mencapai 5-5,5% dan tetap menjadi "one of the fastest growing economies'! Penerapan kebijakan ekonomi yang tepat berkaitan dengan arah kebijakan moneter, flskal, dan stabilitas keuangan yang menjadi faktor penting pertumbuhan ekonomi tahun ini. (sa)

Kuliah Tamu:

"The Village Midwife Program and Infant Mortality in Indonesia"

Dr. Ranjan Shrestha,

Department of Economics, University of Montana, US.

Mengawali tahun baru 2010, Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM menyelenggarakan kegiatan guest lecture dengan menghadirkan Dr. Ranjan Shrestha, dosen Department of Economics, University of Montana, US. Dr. Shrestha menyajikan hasil penelitiannya yang berjudul 'The Vii/age Midwife Program and Infant Mortality in Indonesia'! Kesehatan ibu dan bayi merupakan isu penting, terutama di negara berkembang. Setiap tahun hampir 10 juta anak meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun; sekitar 37 persen meninggal saat fase neonatal. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia memperkenalkan program bidan desa pada tahun 1989 dengan tujuan penyediaan bidan desa di seluruh desa untuk membantu perempuan dalam perawatan kehamilan hingga proses

melahirkan, serta pemberian jasa kesehatan, keluarga berencana, informasi gizi, dan kesehatan.

Tujuan penelitian Dr. Shrestha adalah untuk melihat peran program bidan desa pada tingkat kematian bayi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Indonesian Family Life Survey (lFLS) tiga periode (1993, 1997, dan 2000), yang menyediakan informasi rinci mengenai kehamilan dan fasilitas kesehatan yang digunakan. Untuk mengatasi bias yang terjadi karena adanya penentuan penempatan program bidan desa, maka dampak dari program diestimasi dengan agregasi angka kematian pada level kabupaten/kota dan penggunaan community fixed effects. Data tahun 1988- 1999 menunjukkan adanya

kecenderungan menurunnya angka kematian bayi, kecuali di saat krisis tahun 1997-1998. Hasil estimasi menunjukkan bahwa program bidan desa memiliki dampak signifikan terhadap kematian neonatal (bayi 0-1 bulan), namun tidak demikian pada kematian post-neonatal (bayi 1-12 bulan). Bidan desa mampu berperan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan membantu kelahiran dengan lebih aman sehingga risiko kematian neonatal dapat ditekan. Namun demikian, perannya dalam perbaikan kematian post-neonatal melalui promosi gizi dan vaksinasi belum terlihat secara jelas. (lica)

Ebiz Edisi 5 Maret 2010 ............• 11

Pelatihan

Analisis Statistika (PAS) Eksekutif

Program Magister Sains dan Doktor Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM bermisi untuk memimpin pengembangan pengetahuan di bidang ilmu ekonomi, manajemen, dan akuntansi melalui riset yang berkualitas. Penyelenggaraan program eksekutif PAS merupakan salah satu media pencapaian misi tersebut.

PAS yang diselenggarakan dengan pendekatan hands-on ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian dalam melakukan riset dengan melatih peserta untuk memahami dan menggunakan berbagai alat atau piranti statistika dan ekonometrika. PAS akan mengembangkan kemampuan peserta dalam menggunakan software statistika dan ekonometrika, memahami dan menyusun model, mengelola data, menyusun hipotesis, melakukan analisis data, melakukan inferensi, dan analisis kebijakan.

Dengan dikuasainya teknik kuantitatif analisis data, peserta akan mampu melakukan riset yang berkualitas. Penguasaan teknik kuantitatif ini sangat dibutuhkan oleh para pengambil kebijakan dan para peneliti di sektor publik dan sektor korporatlindustri, maupun para akademisi.

Materi:

- Manajemen Data

- Pengujian 2 Mean

- Regresi Linier Klasik

- Uji Asumsi Klasik

- Anova Manova

- Logit-Probit

- SEM

- Neural Network

Investasi:

Rp3.500.000,- per peserta

Informasi dan Pendaftaran:

Sdri. Diana dan Sdr. Handayani Bagian Admisi

Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM

Telp. 0274-580726, 524607-9, Fax. 0274-524606

12 •............ Ebiz Edisi 5 Maret 2010

Fasilitas Gazebo

untuk Diskusi Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM

Untuk menambah tempat diskusi bagi mahasiswa, Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM menyediakan fasilitas berupa 7 (tujuh) gazebo yang tersebar di sekitar gedung program. Mahasiswa dapat menggunakan gazebo-gazebo yang terkoneksi dengan fasilitas wifi tersebut untuk mengerjakan tugas kelompok, berdiskusi, atau bekerja secara individu. Penyediaan gazebo sangat penting karena suasana outdoor memiliki efek rejuvenating bagi pikiran. Kegiatan perkuliahan menjadikan mahasiswa ter-exclude dari lingkungan outdoor sehingga mahasiswa tidak mampu merasakan efeknya. Oleh karena itu, program mengusahakan agar efek rejuvenasi terjadi sehingga terjadi peningkatan produktivitas.(ndh)

Jadwal Seleksi Calon Mahasiswa Baru Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM

Akhir TVK&Tes Persyaratan
Pendaftaran Wawancaran
12 Maret 2010 19 Maret 2010 • Legalisir FC Ijasah dan
Program Transkrip Akademik S 1
Magister Sains 7 Mei 2010 14 Mei 2010 • TPA OTO BAPPENAS
(min. 500)
23 Juli 2010 30 Juli 2010 • TOEFL (min. 450) 30 April 2010

9 Juli 2010

7 Mei2010

• Legalisir FC Ijasah dan Transkrip Akademik S 1 danS2 -------+------_1 • TPAOTO BAPPENAS (min. 550)

• TOEFL (min. 500)

30 Juni 2010

Magister Akuntansi

Perubahan Pengelola

Mulai bulan Januari 201 0 Program Magister Akuntansi (MAKSI) mengalami perubahan pengelola sebagai berikut:

Jabatan Lama Baru
Ketua Prof. Dr. Jogiyanto HM, MBA., Ak. Prof. Dr. Jogiyanto HM, MBA., Ak.
Wakil Ketua Bidang Akademik Dr. Budi Santoso, M.Bus Irwan Taufik Ritonga, S.E., M.Bus., Ak
Wakil Ketua Bidang Keuangan Wiwin Rahmanti, S.E., M.Com Dr. Budi Santoso, M.Bus Kuliah Umum

" Penilaian Aset Untuk penyusunan Neraca"

Beberapa waktu yang lalu, MAKSI mengadakan Kuliah Umum bertajuk "Penilaian Aset untuk Penyusunan Neraca". Kuliah Umum yang disampaikan oleh Dra. Uswatun Khasanah, M.Si ini diselenggarakan pada hari Rabu, 2 Desember 2009 bertempat di Ruang Audio Visual Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Kuliah umum ini merupakan rangkaian kuliahkuliah umum lain yang wajib diikuti mahasiswa MAKSI dan terbuka untukmahasiswa di luar MAKSI di lingkungan FEB UGM. Dengan adanya kuliah umum ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan dan wawasan mahasiswa tentang masalah penilaian aset untuk penyusunan neraca agar lebih baik lagi.

"Proses Akuntansi dalam Praktik"

Mengawali tahun 2010, Program Maksi mengadakan kuliah umum yang diikuti oleh para mahasiswa di lingkungan FEB UGM. Kuliah Umum yang berlangsung pada hari Jumat, 15 Januari 2010 di Ruang Audio Visual FEB ini mengambil tema: "Proses Akuntansi dalam Praktik" dengan pembicara Amin Zakaria, SE., SH., M.5i. Selain sebagai praktisi, Amin Zakariajuga merupakan alumni program 52 FEB UGM.

Wisuda Periode Oktober 2009

Pada wisuda periode Oktober 2009, Program MAKSI berhasil meluluskan 27 mahasiswa. Upacara wisuda dilaksanakan di Gedung Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada yang diteruskan dengan pelepasan wisudawan/wati di Ruang Sidang FEB UGM.

Selamat Datang Mahasiswa Baru Program MAKSI FEB UGM Angkatan XIX Periode Januari 2010

Tahun 2010 ini, Program MAKSI FEB UGM menerima mahasiswa baru angkatan XIX. Mahasiswa baru telah memulai perkuliahan pada tanggal 4 Januari 2010 yang lalu. Kegiatan pertama bagi mahasiswa baru adalah mendapatkan pengarahan dari Pengelola Program MAKSI FEB UGM.

Selain itu, Program MAKSI juga menerima mahasiswa dari Join Program Magister Akuntansi dan Program Profesi Akuntansi. Pada periode Januari 2010 ini, mahasiswa Join Program Angkatan XII berjumlah 20 Mahasiswa yang akan bergabung dengan mahasiwa MAKSI pada perkuliahan Trimester Kedua. Dengan mengikuti Joint Program tersebut mahasiswa akan sangat diuntungkan karena dari segi waktu lebih cepat dan biaya lebih hemat.

Penerimaan mahasiswa baru

Untuk periode perkuliahan Mei 2010, Program MAKSI mengadakan tes seleksi masuk yang akan dilaksanakan dalam 3 gelombang:

Gelombang I : 8 Februari 201 0 Gelombangll :8Maret2010 Gelombang III : 12 April201 0

Tes seleksi meliputi Tes Validasi Kompetensi dan Tes Wawancara. Info selengkapnya tentang penerimaan mahasiswa baru ini dapat diakses di www.maksi.ugm.ac.id

Perkuliahan

Perkuliahan Program MAKSI telah dimulai pada tanggal4 Januari untuk kelas pagi dan tanggal 9 Januari untuk kelas paruh waktu. Pada trimester ini ada tiga kelas konsentrasi yang dibuka yaitu Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Keuangan,dan Pengauditan.

Sistem Informasi Terpadu Fakultas Ekonomika dan Bisnis (SINTESIS) Program Maksi akan segera

14 Ebiz Edisi 5 Maret 2010

Jadwal pelaksanaan tes potensi akademik

Program MAKSI menyelenggarakan Tes Potensi Akademik (TPA) dari UPPTPA Bappenas dengan periode pelaksanaan sebagai berikut:

6 Februari 201 0 10 April 201 0 5Juni2010

7 Agustus 201 0 2 Oktober 2010

4 Desember 201 0

Berita

Akademik

Program Magister Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada JI.Sosio Humaniora Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp. 0274-548516, 513109, 548510-15 ext, 1 07

Fax. 0274-548516

email: maksi@ugm.ac.id web: www.maksi.ugm.ac.id

mensosialisasikan program sintesis kepada para mahasiswa. Melalui program ini mahasiswa akan mendapatkan kemudahan dalam mengakses berbagai macam informasi yang berkaitan dengan akademik, seperti meng-update data mahasiswa, perubahan jadwal kuliah, nilai ujian, dosen pembimbing, dan lain-lain.

Magister Manajemen

Lokakarya:

Introduction to Case Writing and Case Teaching

Pada tanggal 23-30 November 2009 yang lalu, Program MM FEB UGM menerima kunjungan Dr. Philip Ella Juico, dosen senior dari De La Salle Graduate School of Business, De La Salle University, Philippines. Dr. Juico berada di Program MM FEB UGM Kampus Yogyakarta untuk berbagi ilmu dan wawasan dengan dosen-dosen Program MM FEB UGM yang dituangkan dalam bentuk penulisan kasus bersama dan penyelenggaraan lokakarya.

Lokakarya diselenggarakan pada Sen in, 30 November 2009 pukuI13.30-14.30 WIB dengan mengambil tema 'Workshop on Introduction to Case Writing and Case Teaching': Pada lokakarya ini, Dr. Juico membagi pengetahuan dengan dosendosen Program MM FEB UGM mengenai cara menulis kasus yang baik. Melalui lokakarya ini, diharapkan agar para dosen mempunyai pemahaman yang lebih baik dalam menggunakan dan menu lis kasuskasus sebagai alat dalam materi pengajaran.

Apa yang sebenarnya dicari oleh perusahaan yang membuka lowongan kerja dari para pelamarnya? Pertanyaan seperti ini seringkali terbersit di benak para mahasiswa yang akan lulus dan akan mencari kerja. Alumni yang saat ini telah sukses mengukir karir, dulu pasti juga pernah merasakan hal yang sama. Pada guest lecture bertajuk "How to Sell Yourself, from Bank Mandiri's Perspective"yang diadakan Program Studi MMUGM di Auditorium Kampus Yogyakarta, Sabtu 9 Januari 2010, pertanyaan tersebut dijawab secara panjang lebar. Acara yang berupa dialog interaktif ini berlangsung seru dan menarik, mulai pukul 08.00-11.00 WIB, dihadiri oleh mahasiswa Program Studi MMUGM kelas penuh waktu Angkatan 51 sampai dengan Angkatan 54 Kampus Yogyakarta.

Pembicara yang dihadirkan pada acara ini bukanlah sosok sembarangan. Mereka adalah orang-orang yang memimpin divisi yang mengurusi seleksi calon pegawai baru dan telah berpengalaman bertahun-tahun melakukan tes kerja termasuk tes wawancara terhadap ribuan pelamar. Para pembicara tersebut adalah Kresno Sediarsi, Senior Vice President Human Capital Service Group dan Ferry Prima Adhyaksa, Vice President Human Capital Service Group. Keduanya dari PT BankMandiriTbk.

Dari kaca mata Kresno Sediarsi, setiap perusahaan yang membuka lowongan kerja akan mencari apakah hal-hal yang mereka butuhkan bisa dipenuhi oleh sang pelamar atau tidak. Oleh karena ltu, kunci kesuksesan tes kerja tergantung pada kesiapan pelamar dalam memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dalam mengikuti tes kerja, terutama tes wawancara, pelamar disarankan untuk bersikap tidak berlebihan dan tetap

Kuliah Tamu:

An International Perspective on the Moral Maturity of Marketers

How to Sell Yourself, from Bank Mandiri's Perspective

relevan. Namun demikian, tindakan yang sedikit provokatiftetap diperlukan sebagai penambah tawaran-tawaran yang dapat diberikan oleh pelamar kepada perusahaan.

Untuk memulai proses pencarian kerja, Kresno Sediarsi menekankan pentingnya mengenali diri sendiri secara utuh. Pelamar harus dapat mengetahui apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan dirinya. Kelemahan diri yang dimaksud adalah kegagalan yang pernah dialami. "Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan.Apa yang dia lakukan dengan kegagalannya dan bagaimana proses dia bang kit dari kegagalannya itulah yang menjadi poin penting yang akan dinilai oleh perusahaan', tegas Kresno.

Lebih lanjut, Kresno Sediarsi menambahkan bahwa agar sukses dalam tes wawancara kerja setidaknya ada empat hal yang harus dimiliki oleh pelamar, yaitu technical competence, skill competence, behavior, dan drive atau semangat hid up. Technical competence adalah pengetahuan umum yang sesuai latar belakang pendidikan serta kemampuan berbahasa asing. Skill competence adalah keterampilan untuk mengoperasikan sebuah alat, misalnya kemampuan menggunakan komputer. Adapun behavior dan semangat hidup adalah aspek-aspek yang dinilai dalam tes psikologi dan tes wawancara, antara lain kemampuan berkomunikasi, kemampuan mengambil keputusan, penampilan, integritas, dan kemampuan persuasif.

Di akhir presentasinya, Kresno Sediarsi memberikan tips agar sukses dalam tes kerja, yaitu dengan membangun rasa percaya diri, melatih kemampuan berkomunikasi, dan membangun relationship dan networking yang baik.

Ferry Prima Adhyaksa yang mendapatkan kesempatan presentasi setelah Kresno Sediarsi, memberikan uraian secara rinci kepada para peserta tentang proses seleksi kerja di Bank Mandiri. Acara guest lecture ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Program Studi MMUGM yang diwakili oleh Agus Setiawan, M.soc., Ph.D. kepada kedua pembicara.

Professor Andreas Wyller Falkenberg dari University of Agder, Norwegia pada hari Selasa, 8 Desember 2009 memberikan guest lecture di Program MMUGM Kampus Yogyakarta. Kuliah ini diikuti oleh mahasiswa kelas reguler Angkatan 50 KampusYogyakarta.

Selama kurang lebih dua setengahjam, mulai pukul1 0.00-12.30 WIB, Professor Falkenberg yang saat ini menjabat sebagai Director, Ph.D. program in International Management University of Agder ini menyampaikan topik mengenai "An International Perspective on the Moral Maturity of Marketers".

Dalam kuliahnya, Professor Falkenberg menyampaikan tiga tingkatan kedewasaan moral yang dimiliki oleh orang-orang yang bekerja di bidang pemasaran, yaitu: "Stick and Carrot~ "Conventional Morality~ dan "Principled Morality': Professor Falkenberg juga menunjukkan beberapa contoh media iklan yang menunjukkan masing-masing tingkatan kedewasaan moral terse but.

Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D., Ketua Program MM FEB UGM

Di awal tahun 2010 lnl, Program MM FEB UGM mengalami pergantian pengelola. Ketua Pengelola atau Ketua Program Studi yang semula dijabat oleh Dr. Hargo Utomo, M.B.A., M.Com. kini beralih kepada Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D. Serah terima jabatan dan pelantikan pengelola baru telah dilakukan pada Selasa, 6 Januari 2010 pukul 11.00 WIB di Faculty Meeting Room MM FEB UGM Kampus Yogyakarta.

Pelantikan pengelola baru dilakukan oleh Prof. Marwan Asri, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) dengan disaksikan oleh para Wakil Dekan FEB UGM, anggota Dewan Pengembangan, dan staf pengajar Program Studi MM FEB UGM, serta karyawan Program MM FEB UGM Kampus

Yogyakarta dan Jakarta. Pejabat baru lain yang dilantik adalah Hardo Basuki, Ph.D. menggantikan Agus Setiawan, Ph.D. sebagai Wakil Ketua Bidang Keuangan dan Umum. Sedangkan Agus Setiawan, Ph.D. dilantik sebagai Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kemahasiswaan menggantikan Setiyono Miharjo, Ph.D. yang menempati jabatan baru sebagai Asisten Ketua Program Urusan Kampus Jakarta.

Dalam sambutannya, Dekan mengucapkan terima kasih kepada pejabat yang lama atas kontribusi dan prestasi yang telah diraih selama memimpin Program Studi MM FEB UGM. Sedangkan kepada pejabat yang baru, Dekan mengucapkan selamat dan menyampaikan harapan-

harapannya. Dekan berharap Pengelola yang baru akan dapat mengembangkan Program MM FEB UGM menjadi program yang lebih besar dan lebih maju lagi, tidak hanya di taraf nasional tapi juga internasional.

Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D. sebelum menjabat sebagai Ketua Program MM FEB UGM pernah memangku beberapa jabatan penting di lingkungan FEB UGM. Pada tahun 2004-2005 menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang Akademik Program MEP UGM dan pada tahun 2006 diangkat sebagai Direktur pada program studi yang sarna. Selanjutnya pada tahun 2007 menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang AkademikFEB UGM dan pad a tahun 2007-2008 menjabat sebagai Dekan FEBUGM.

Ebiz Edisi 5 Maret 2010 17

Program Pendidikan Profesi Akuntansi

Penerimaan Mahasiswa Baru

Program Pendidikan Profesi Akuntansi FEB UGM

Mulai perkuliahan Januari 2010, sistem ujian saringan masuk Profesi Akuntansi FEB UGM mengalami perubahan. Dalam sistem lama, ujian saringan masukdilaksanakan setiap hari kerja, sedangkan mulai Januari 2010 ujian saringan masuk terjadwal dan materi ujian saringan masuk dari Komite Evaluasi dan Rekomendasi Program Profesi Akuntansi (KERPPA) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Jakarta. Adapun jadwal Ujian Saringan Masuk Profesi Akuntansi FEB UGM untukperiode 201 0 adalah sebagai berikut:

SkedulTVK Pendaftaran Terakhir Perkuliahan Terdekat
untuk mengikuti TVK
10 April 201 0 25 Maret2010 Reguler dan Matrikulasi 3 Mei 2010
22 Mei 2010 6 Mei 2010 Matrikulasi 14Juni 2010
28 Agustus 2010 12 Agustus 2010 Reguler dan Matrikulasi 13 Sep1E!mber
2010
25 September 201 0 16 Seprember201 0 Matrikulasi 11 Oktober2010
11 Desember2010 25 November 2010 Reguler dan Matrikulasi Januari 2011 Company Visit

Kegiatan Company Visit Program Pendidikan Profesi Akuntansi FEB UGM pada tahun ini akan dilakukan di Jakarta. Perusahaanperusahaan yang dikunjungi pad a company visit tahun ini adalah PT Pertamina, Indosat, Bank Indonesia, Museum Bank Indonesia, Trans7,danTVOne.

Company Visit terse but dimaksudkan agar mahasiswa dapat mengenal suasana dunia kerja serta mengetahui kualitas

kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja terutama di bidang akuntansi. Selain itu, kegiatan Company Visit ini diharapkan dapat mempererat ikatan antara dunia akademisi dan dunia industri sehingga perguruan tinggi, khususnya Profesi Akuntansi FEB UGM, dapat meningkatkan kualitas kompetensi lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Kuliah Umum Mahasiswa Baru

Kuliah umum Profesi Akuntansi FEB UGM diselenggarakan setiap awal perkuliahan dimulai. Kegiatan ini yang diharapkan dapat membekali mahasiswa baru sebelum mereka mengikuti perkuliahan di Profesi Akuntansi. Pelaksanaan kuliah umum terakhir tanggal 4 Januari 2010 dengan tema "Jiwa Kesarjanaan dalam Membangun Profesionalisme Akuntan" yang disampaikan oleh Prof. Dr. Suwardjono, M.Sc., Ak., MA.

Seminar Audit Internal

Dalam rangka pengembangan wawasan dan pengetahuan baru di bidang Audit Internal, Profesi Akuntansi FEB UGM menyelenggarakan Seminar Internal Audit dengan pembicara Ibu Vierna Suryaningsih, SE.,CPA.,CIA., Ak. dari Bank Danamon. Kegiatan ini diselenggarakan 19 Oktober 2009 di Ruang Audio Visual Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.

18 Ebiz Edisi 5 Maret 2010

Pelaksanaan Magang bagi Mahasiswa Profesi Akuntansi

Kegiatan magang bagi mahasiswa Profesi Akuntansi dilaksanakan secara rutin, hampir sebulan sekali, di Kantor Akuntan Publik (KAP) dan Perusahaan Konsultan yang berada di sekitar Yogyakarta. Pada bulan Februari ini, dilaksanakan magang di KAP Abdul Muthalib Yogyakarta Kegiatan ini bertujuan untukmemberikan pengalaman dan pengembangan wawasan keilmuan yang mereka dapat selama perkuliahan. Magang dilakukan selama satu sampai dua bulan.

Special Report

Lokakarya:

Assurance of Learning FEBUGM

Pada hari Jumat dan 5abtu tanggal 29 - 30 Januari 2010, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (FEB UGM) mengadakan acara lokakarya dengan tema "Lokakarya Assurance ofLearning Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada" di Hotel 5antika Yogyakarta. Menurut penuturan B.M Purwanto, lokakarya ini bertujuan untuk memperbaiki proses belajar mengajar di lingkungan FEB berkaitan dengan proses akreditasi program-program studi yang dilakukan oleh AAC5B (The Accreditation of Advance Collegiate School of Business).

Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D selaku Dekan FEB membuka acara lokakarya yang dihadiri segenap staf pengajar dan pengelola unit-unit di lingkungan FEB UGM tersebut. 5elanjutnya, B.M. Purwanto, MBA., Ph.D. dan 5upriyadi, M.5c., Ph.D mempresentasikan materi berjudul "Introduction Assurance of Learning: Learning Goals, Learning Outcomes'! Fokus lokakarya ini adalah meninjau metoda, tujuan pembelajaran, proses belajar mengajar, silabus, peraturan-peraturan perkulihan, dan kegiatan lain yang berkaitan dengan akademik.

5ecara garis besar, tujuan yang ingin dicapai FEB terhadap lulusannya menurut penuturan B.M Purwanto adalah pertama, lulusan dari 51 secara umum memperoleh pengetahuan-pengetahuan dan konsep-konsep dasar, 52 memperoleh pengetahuan tingkat lanjut dan 53 memberi sumbangan pengembangan pengetahuan. Kedua, memiliki kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, bekerja dalam tim, memiliki etika dalam berperilaku, dan memiliki kepedulian sosial. "Lokakarya ini sebagai awal proses panjang untuk perbaikan yang tak pernah hentl', tutur B.M Purwanto.[Prasj

Promosi Bersama,

FEB UGM Ikut Serta Pameran Pendidikan di Jakarta

5ebagai upaya mempromosikan program studi di semua jenjang, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) ikut serta dalam "79th Education Training Expo 2070" yang bertempat di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta. Acara yang berlangsung dari tanggal 11 sampai 14 Februari 2010 ini diikuti oleh berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga pelatihan terkemuka di Indonesia. Tidak hanya institusi pendidikan tetapi juga institusi kedinasan, keagamaan, dan badan diklat.Adapun tujuan dari diselenggarakannya pameran ini adalah untuk memberi kemudahan bagi calon

mahasiswa dalam rangka mencari informasi untuk studi lanjut ke jenjang Diploma, 5arjana, Magister, Doktor atau pendidikan yang berorientasi pada tenaga kerja siap pakai.

Pada pameran ini, FEB UGM mempromosikan enam program dari jenjang 51, profesi, 52 dan 53, antara lain International Undergraduate Program (IUP), Program Pendidikan Profesi Akuntansi, Magister Akuntansi, Magister Ekonomika Pembangunan, Magister Manajemen, Magister 5ains, dan Doktor. Program-program bersinergi dalam rangka menyukseskan kegiatan ini dengan mengcover pembiayaan bersama dan

penqmman wakil dari tiap-tiap program. Minat pengunjung sangat tinggi terhadap program-program

FEB UGM yang ditawarkan. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya jumlah kartu tamu yang diisi dan dikumpulkan ke stan FEB UGM. Dengan berakhirnya pameran dengan sukses diharapkan pengunjung pameran yang berminat mendaftar di program-program FEB UGM akan menjadi mahasiswa FEB UGM di masa yang akan datang.[ebzco]

Program Pertukaran Mahasiswa sebagai

Sarana Mengenal Lebih Dekat Budaya Lokallndonesia

Jum'at (12/02/10) FEB UGM menyelenggarakan acara Welcome Cocktail bagi mahasiswa asing yang mengikuti program pertukaran dan double degree di FEB UGM. Untuk semester II 2009/2010 ini Tercatat 16 mahasiswa asing mengikuti perkuliahan di program S1 Internasional FEB UGM. Ke-16 mahasiswa tersebutterdiri dari:

1. Timotheus van der Hoff & Boudewijn Pols (University of Groningen, Belanda),

2. Alexander Otten & Jeanny Tepe (Arnhem Business School Belanda),

3. Matthieu Boullet & Elise Dailly(ESCEM School of Business and ManagementTours-Poitiers),

4. Cher Cyrus Werner & Esmee Leonarda Petra de Loo (AVANS

University Belanda),

5. Jorunn Lie Bjelland (Agder University Norwegia)

6. Kaja Lorentzen (Agder University Norwegia)

7. LeneAspaugh-Hansen (Agder University Norwegia)

8. Tina Nordby (Agder University Norwegia)

9. Hans-Christian Grung-Olsen (Agder University Norwegia)

10. Miriam Melby (Agder University Norwegia)

11. Anke Winkler & Sandra Pawlischta (Pforzheim University, Jerman)

berpakaian batik setiap hari Jumat, dalam rangka ikut melestarikan batik agar lebih dikenal oleh masyarakat mancanegara.

Kesempatan acara tersebut dimanfaatkan juga untuk mensosialisasikan unit-unit kerja di lingkungan FEB UGM agar mahasiswa asing menjadi familiar. Unit-unit kerja yang diperkenalkan adalah unit akademik, perpustakaan FEB, dan unit Sistem Informasi FEB.[KUI FEB UGMj

Acara Welcome Cocktail ini dihadiri oleh Dekan FEB UGM Prof.

Marwan Asri, MBA., Ph.D., para Wakil Dekan FEB UGM dan Direktur Program S1. Prof Marwan Asri memberikan sambutan singkat dan sekaligus memberikan wejangan kepada para mahasiswa asing bahwa program pertukaran yang diikuti sebaiknya dimanfaatkan juga untuk men genal lebih dekat budaya lokal di sekitar mereka. Prof. Marwan Asri menganjurkan para mahasiswa asing untuk

HomeComing

Alumni Angkatan '80 FEB UGM

Sabtu (13/01/10) Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (FEB UGM) menerima kedatangan alumni FEB (dahulu bernama FE) angkatan '80 di Ruang Sidang Fakultas. Acara ini dihadiri sekitar 70 alumni, sejumlah dosen senior, dan segenap pengurus FEB UGM. Prof. Marwan Asri, Ph.D selaku Dekan FEB memberikan sambutan selamat datang kembali kepada alumni angkatan '80 dan menjelaskan secara sing kat perkembangan fakultas dari tahun ke tahun.

Acara yang dipandu oleh Dr. Fahmy Radhi, MBA. ini dikemas secara santai dan nampaknya berhasil meninggalkan kesan bagi para alumni dan dosen yang hadir. Acara semakin menarik saat perwakilan dari alumni angkatan '80 menceritakan kenangan ketika kuliah di Balairung (sekarang gedung pusat UGM.red) dan 'pengakuan dosa' selama mereka kuliah di FEB. Beberapa dosen yang pernah mengajar pun merespon kesan-kesan yang disampaikan dari perwakilan alumni dengan diselingi guyonan yang mengundang gelak tawa bersama. Tampak pula pada acara tersebut beberapa alumni angkatan '80 yang kini menjadi dosen di

FEB UGM antara lain ada Prof. Jogiyanto Hartono Mustakini, MBA, Dr. BM Purwanto, MBA., Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc, Dr. Bambang Riyanto, MBA., Dr. Sri Adiningsih, M.5c, Dr. Fahmy Radhi, MBA., dan Drs. Edi Prasetyo Nugroho, M.Sc.

Setelah acara di FEB UGM usai, selanjutnya mereka bernostalgia dengan melakukan napak tilas ke tempat-tempat yang menjadi kenangan, seperti Balairung dan lingkungan UGM. Perpisahan selama hampir 20 tahun rupanya tidak membuat mereka lupa dengan kampusnya. Reuni ini menjadi wujud keakraban dan solidaritas alumni UGM khususnya alumni FEB UGM.[prasj

Ebiz Edisi 5 Maret 2010 .21

~I

Who's Who

Memandang Mahasiswa dari Kacamata Arief Suadi

mahasiswanya untuk belajar, karena menurutnya saat ini akses ke materi kuliah sudah banyak mendapat kemudahan, seperti ketersediaan buku yang lengkap dan mudah diakses di perpustakaan, kesempatan yang besar untuk bertanya pada

dosen baik di kelas (karena jumlah mahasiswa di dalam kelas sedikit) maupun di luar kelas, serta fasilitas penunjang belajar lainnya yang sudah lengkap. Oleh karena itu, tak berlebihan rasanya apabila mahasiswa diuji atau ditanya, ia menginginkan jawaban yang baik. Akan tetapi, pada kenyataannya, banyak mahasiswa yang kelihatan tidak membaca.

Meski diakui membaca buku teks berbahasa inggris mempunyai kesulitan tersendiri, dosen senior ini tetap menganjurkan mahasiswanya untuk memakai buku berbahasa inggris karena menurutnya buku terjemahan banyak terdapat kesalahan. "Misalnya saja istilah arm's length transaction diterjemahkan secara keliru sebagai transaksi jarak jauh," ujarnya dengan raut muka serius. Kesalahan ini terjadi karena penerjemah buku terse but tidak memahami bidang ilmu yang bukunya ia terjernahkan,"

Arief sepakat dengan konsep Student Centered Learning sebagai sistem pembelajaran di perguruan tinggi. Dalam konsep itu seorang dosen bukanlah satusatunya sumber ilmu. Peran dosen adalah sebagai ternan diskusi, sedangkan mahasiswa mendapatkan ilmu dari diskusi, buku, dan sumber lain yang ia cari dan pahami sendiri. "Dosen di sini bertugas memberitahu materi atau topik yang akan dibahas, kemudian sebelum kuliah mahasiswa membaca terkait materi tersebut sehingga di kelas mahasiswa bisa bicara atau berkomunikasi dengan dosen, bukannya menu lis apa yang diomongkan dosen dan menganggap ilmunya semata hanya dari dosen," ungkap Arief bersemangat.

Mahasiswa harus bekerja keras. Dalam artian, apabila mengerjakan sesuatu, tujuannya harus tercapai. "Misalnya membaca sebuah bab di buku teks ,maka bila sudah selesai membacanya harus

dipastikan mahasiswa memahaminya. Kalau belum, maka diusahakan sampai mengerti. Itulah kerja keras,' kata Arief. Hal itu ia tegaskan karena menurutnya banyak keuntungan yang akan didapat mahasiswa bila menerapkan konsep tersebut. 5elain itu, bila sudah terbiasa membaca dan mengerti, maka pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan belajar sendiri dan rasa percaya diri mahasiswa.

Harapan

Di balik sikapnya yang tegas , rupanya Arief 5uadi mempunyai harapan yang besar pad a mahasiwanya. Menurutnya, seharusnya tak masalah kuliah selama 4 tahun dilalui penuh pen-deritaan (karena bekerja keras), demi kesuksesan di masa depan, sesuai dengan ungkapan 'ber-akitrakit ke hulu, berenang-renang kemudian'. "Dengan bekerja keras, mahasiswa dapat menjadi lulusan yang baik, kemudian mendapat pekerjaan baik, dan berpenghasilan baik untuk selamanya. Kalau tidak, mahasiswa akan menjadi lulusan pas-pasan dan penghasilannya juga pas-pasan seumur hid up. Pilih mana? Mungkin terdengar matre tapi uang memang penting." kata Arief penuh motivasi.

Arief 5uadi, adalah salah seorang dosen senior FEB UGM yang cukup terkenal dengan sikapnya yang tegas serta susah dalam memberi nilai A pad a mahasiswanya. Karir guru besar FEB UGM ini dimulai semenjak kepulangannya dari menyelesaikan studi 52 di Denver University, Colorado. Ya, dosen yang satu ini memang dari awal telah mendedikasikan diri sebagai dosen, meskipun diakui, awalnya, menjadi dosen bukanlah citacitanya.

Cerita berawal ketika selepas 5arjana Muda pria paruh baya ini mendapat beasiswa dari Ford Foundation untuk melanjutkan studinya ke Amerika. "Waktu itu tawaran ke luar negeri terse but sukar ditolak walaupun pemerintah mensyaratnya kalau pulang harus menjadi dosen, karena waktu itu bila tidak diizinkan pemerintah, orang tidak bisa ke luar neqeri," kata Arief sa at diwawancarai Ebiz di kantornya (24/02). Itulah yang menyebabkan setelah mendapat gelar M.B.A., ia menjadi dosen hingga memasuki masa pensiun saat ini.

Menurutnya, banyak suka duka yang ia dapat selama menjadi dosen. "Dahulu banyak dukanya," ujar pria itu, "karena penghasilannya kecil, tetapi sekarang banyaksuka dibanding duka."

Masa pensiun

Tidak terasa, kini pria kelahiran lebih dari 70 tahun lalu ini telah memasuki masa pensiun. Akan tetapi, rupanya pensiun tidak membuatnya berhenti menjadi dosen. Hal itu terbukti hingga hari ini ia masih aktif mengajar meskipun mata kuliah yang diampunya tak sebanyak dulu. 5ekarang Arief hanya mengampu mata kuliah 5istem Pengendalian Manajemen (5PM) di 51 FEB UGM dan mata kuliah Teori dan Praktik Akuntansi Keuangan di Magister Akuntansi (Maksi) UGM. "Bila orang yang sudah pensiun tidak ada kegiatan maka dia akan cepat pikun dan cepat mati, tapi kalau kebanyakan mengajar juga bisa cepat mati, maka secukupnya sajalah," ujarnya dengan nada berseloroh.

5elain masih aktif mengajar, di masa pensiunnya ini Arief mulai menekuni kembali hobinya dalam merawat mobil dan merawat rurnah" Hobi saya banyak, kecilkecil, yang mungkin bagi orang lain sepele, tapi saya senang rnelakukannya," jelasnya dengan santai. [dayang]

Mahasiswa

Di mata Arief, mahasiswa zaman dahulu dan sekarang sarna saja, yaitu bila ditanya dosen di kelas, pasti menundukkan kepala; tidak berani melihat dosen. Oleh karena itu sulit untuk membangun komunikasi di kelas. Untuk mengatasinya, maka seringkali ia datangi kursi mahasiswa atau ia jatuhkan kapur secara acak. Yang kejatuhan kapur harus menjawab pertanyaan yang ia ajukan. Dosen yang banyak diceritakan susah memberikan nilai A ini memang punya patokan yang tinggi. Arief menuntut

22 Ebiz Edisi 5 Maret 2010

TIdak terasa 25 tahun sudah wan ita yang biasa disapa Bu Tunjung ini bekerja di FEB UGM. karirnya di FEB dimulai sebagai seorang sekretaris pada tahun 1984, dimana ia membantu di ruang dosen di bawah pimpinan Marwan Asri. Ibu beranak tiga ini pernah merasakan pengalaman bekerja di Jakarta, namun hal tersebut tidaklah lama. Hanya dalam waktu satu tahun ia memutuskan untuk kembali bekerja untuk FEB UGM, dan ditempatkan di Magister Manajemen (MM) UGM pada bulan Maret 1988. 5etelah pengabdiannya yang cukup lama, wanita kelahiran tahun 1962 ini pun diberi amanah menjadi manajer pemasaran untukwisma MM UGM. 5ebagai staf sejak MM UGM baru berdiri, Tunjung merasakan kemajuan yang sangat pesat pada MM UGM. 5elama beliau bekerja, MM mengalami lima tahap

pembangunan. Pertama, kantor MM bertempat di gedung pusat di sebuah ruangan berukuran sekitar 6 x 4 m, di lantai dua. Ketika ltu, Tunjung hanya berdua dengan rekan kerjanya, Jagiri. Oi sanalah pertama kalinya MM membuka pendafiaran, dan berhasil mendapatkan sebuah kelas MM berisi 42 orang mahasiswa. Kantor Tunjung kemudian berpindah-pindah, mulai dari di Fakultas Ekonomi, gedung Msi, gedung MM di jalan Teknika, hingga sekarang di wisma MM.

Wisma MM UGM, tempat ia bekerja sekarang, merupakan tempat menginap mahasiswa 52 dan 51 IUP (long stay). Adapun tamu umum dapat bermalam di wisma MM dalam jangka waktu yang tidak lama. Wisma MM memiliki 161 kamar. Untuk kos-kosan atau long stay dibatasi hanya 46 kamar, sedangkan sisanya untuk tamu harian. FasilitasWisma MM tergolong

cukup lengkap. Oi sana terdapat restoran dan ruang pertemuan yang cukup sering dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, terutama rapat.

Wanita berlatar belakang pendidikan sekretaris ini menjalani pekerjaannya di FEB UGM dengan penuh suka cita. "Rasanya tidak ada dukanya, yang ada suka terus,"ujarnya sembari tersenyum kecil. "Kerja di akademisi itu sangat menyenangkan. Rasanya tidak ada perbedaan antara dosen dan karyawan. Kerjanya juga solid, hampir tidak ada duka" imbuhnya.

Tak diragukan lagi,FEB serasa sudah menjadi rumah kedua bagi Tunjung. Oengan motto hidup 'enjoy kerja, hidup dengan ikhlas dan bermanfaat untuk orang laln; Tunjung memiliki harapan besar agar dapat memajukan wisma MM lebih baik lagi dengan tingkat okupansi yang semakin meningkat. Walaupun okupansi sudah bagus, dengan rata-rata 65-70%, namun beliau berharap wisma MM dapat semakin maju.[Anoer]

Ebiz Edisi 5 Maret 2010 23

Scholarship & Recruitment

Unilever Career Day

Delapan orang manajer senior PT Unilever menjelaskan tentang karir di Unilever pada acara Unilever Career Day, Jumat, 29 Januari 2010 di Auditorium MM FEB UGM.

5esi diskusi antara peserta dengan manajer senior PT Unilever yang dibagi menjadi 6 kelompok, Marketing, Sales, Finance, IT, Value Chain dan Human Resource.

KPMG Siddharta Siddharta Widjaja

Campus Recruitment ini khusus untuk mahasiswa program 51 Jurusan Akuntansi semester akhir dan alumni FEB UGM, untuk posisi Junior Auditor. Acara ini akan diselenggarakan pada 26 April 201 0 mulai jam 10.00-17.00 WIB di Ruang Audiovisual FEB UGM. Bagi mahasiswa dan alumni yang berminat silahkan daftar online di kpmg.co.id dan menyerahkan transkrip akademikdan CVke Bagian Kemahasiswaan dan Alumni FEB UGM (Lantai I 5ayapTimur)

24 •............ Ebiz Edisi 5 Maret 2010

Partnership

Perekonomian Indonesia sedang mengalami periode transisi. Setelah beberapa dekade mengalami pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan, perekonomian menghadapi tantangan mengenai urgensi evaluasi secara mendasar mengenai bagaimana pemerintahan menjalankan kebijakan. Keprihatinan mengenai mismanajemen sektor publik yang meliputi: korupsi, birokrasi, favoritisme, pemburan rente, semakin keras disuarakan. Pemerintah Indonesia telah melanjutkan reformasi utama pada area-area kebijakan makroekonomi, desentralisasi fiskal, reformasi sektor keuangan, restrukturisasi utang dan privatisasi. Tantangantantangan perekonomian tersebut sangat membutuhkan perbaikan tata kelola pemerintahan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas sektor publik.

Tanggap terhadap situasi perekonomian Indonesia sa at lnl, Jum'at (22/01/10) di ruang sidang Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) telah ditandatangani

kesepakatan kerjasama antara FEB UGM, Andrew Young School of Policy Studies, Georgia State University (AYSPS GSU) United States, Departemen Keuangan Republik Indonesia (Depkeu RI) dan United States Agency for International Development (USAID) di bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia khususnya bidang Kebijakan Publik. Hadir pada penandatangganan nota kesepakatan tersebut Dekan FEB UGM Prof. Marwan Asrl, MBA., Ph.D didampingi segenap Wakil Dekan, Ketua Program M.Si dan Doktor Dr. Supriyadi, M.Sc didampingi segenap Wakil Ketua Program, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Depkeu RI Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc beserta jajaran pejabat Depkeu RI, Mission Director USAID Walter North, beserta jajaran pejabat USAID. Dalam sambutannya, Walter North mengatakan bahwa pilihan untukbelajardi GSU adalah tepat karena GSU merupakan universitas terkemuka di Amerika Serikat untuk bidang kebijakan ekonomika publik. Kerjasama ini didesain untuk memfasilitasi mahasiswa tugas belajar dari Depkeu RI untuk dapat menempuh dual degree

program yang dirancang khusus terfokus pada isu-isu dan tantangan ekonomi Indonesia, penggunaan sistem tutor, pembimbing akademik dan staf administrasi yang secara khusus menangani peserta program. Proses dual degree ini diawali dengan menempuh 12 bulan perkuliahan di Master of Science FEB UGM kemudian melanjutkan 17 bulan perkuliahan di GSU. Program ini bersifat tailor-made, disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia akan analis ekonomika publik. Pada akhir penyelesaian program, mahasiswa diberikan gelar Master of Science dari UGM dan Master of Arts dari GSU. Lulusan akan memiliki keahlian dalam menganalisis ekonomika publik dalam konteks modern, misalnya dalam menganalisis kinerja kebijakan publik.

Acara yang berlangsung dari pagi ini diakhiri dengan acara makan siang dengan Wakil Rektor Bidang Administrasi, Keuangan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia UGM, Prof. Ainun Na'im, MBA, Ph.D di Rektorat UGM. lebzcol

25

Alumni Corner

Sutikno:

Dari fEB [Men~ju Bank tndonesta

Alumnus FEB UGM yang satu ini kini tengah dipercaya menjadi orang pertama di Bank Indonesia (BI) cabang Yogyakarta. Pria kelahiran Batang, 53 tahun yang lalu ini, masuk di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (dahulu FE UGM) memilihjurusan Ekonomi Perusahaan yang sa at ini namanya berubah menjadi jurusan Manajemen. Menurutnya, masa kuliah 51 di FEB UGM adalah saat-saat yang paling menyenangkan. Waktu itu gedung kuliahnya masih di Gedung Kampus Pusat yang megah dan bersejarah. Hubungan dengan teman-teman kuliah seangkatan cukup akrab dan kental dengan suasana kekeluargaan. Terbukti sampai sekarang komunikasi antara dia dan temantemannya masih berjalan dengan balk, antara lain melalui media mailing list FEUGM78.

Menjalani kehidupan di Jogja baginya sangat menyenangkan karna masyarakatnya yang ramah dan welcome untuk pendatang seprti dirinya. Di Yogyakarta, ia bertemu dan menikah dengan Nur Rahmah Budiwati yang merupakan adik kelas angkatan 79 dan kini telah dikaruniai tiga orang anak. Hal lain yang tak terlupakan adalah bahwa ia hampir saja menjadi Dosen FEB-UGM. Pada waktu itu Pak Sukanto, Dekan FE-UGM menawarinya untuk mejadi calon dosen dengan mata kuliah Pembelanjaan (Finance), namun karena tidak ada lowongan dosen di bidang Marketing sehingga pengajuannya tersebut tidak bisa diproses lebih lanjut. Kemudian, pada saat yang bersamaan, pad a waktu itu ada kerjasama antara BI dan UGM di bidang rekruitmen Fresh Graduate, maka Pak Sukanto mendorongnya untuk daftar ke BI Jakarta. Dari situlah karirnya di Bank Indonesia dimulai.

la sangat bersyukur dengan pencapaian yang sudah diraihnya menjadi Kepala Cabang Bank Indonesia Yogyakarta, meski teman seangkatannya ada yang mencapai karir lebih tinggi di BI. Semua tak lepas dari pengetahuan yang telah di peroleh selama kuliah di FEB UGM untuk menunjang karirnya. Mata kuliah seperti Ilmu Ekonomi, Moneter, Manajemen, Metodologi Riset, dan sebagainya sangat relevan dengan pekerjaan di BI sehingga ia

berkesempatan melanjutkan studi 52 di Venderbilt University, AS.

Pak Sutikno mempunyai motto hidup "Berikan Yang Terbaik Dimanapun Kita Bekerja" sebagai pemacunya untuk sukses dalam berkarir. Selain ltu, tentu saja dibarengi dengan kerja keras dan do'a sehingga mencapai dia memiliki performance di atas rata-rata. Pesan beliau yang tidak kalah penting lainnya adalah adanya "acceptable" di lingkungan pegawai lain. Tips suksesnya dalam menempuh studi, yang utama adalah belajar dengan smart, kalau perlu dengan menambah bacaan-bacaan dan mengerjakan latihan soal. Selain itu, menu rut pengalamannya, belajar bersama dengan teman-teman juga sangat penting untuk dilakukan, karena dengan cara tersebut dapat menutup kelemahan atau kekurangan yang ada.

Beberapa pesan yang mendalam ingin ia sampaikan untuk FEB UGM adalah agar tidak berpuas diri dengan nama besar. Di tengah-tengah persaingan yang semakin ketat, langkah-Iangkah cerdas perlu terus dilakukan untuk menjaga agar FEB UGM selalu berada satu langkah di depan dibandingkan dengan fakultas sejenis dari perguruan tinggi lainnya. Rasanya tidak berlebihan apabila dia berharap FEB UGM tidak hanya menjadi juara di ranah domestik, namun dapat go international masu k dalam Top 10 di kawasan Asia.

26 Ebiz Edisi 5 Maret 2010

News from Abroad

~~~cfu1~

The Smart State Queensland

Bagi banyak orang di Indonesia, terutama bagi yang berkecimpung di dunia pendidikan, Australia bukanlah negeri yang asing. Di negeri kanguru ini ada sekitar 15 ribu warga Indonesia yang sedang menempuh pendidikan pada berbagai jenjang, mulai dari training persiapan bahasa Inggris untuk masuk program undergraduate sampai dengan program post-doctoral. Mereka memperoleh dana pendidikan melalui

Scholarship Program yang dikelola oleh World Bank Institute. University of Queensland (UQ) yang berdiri sekitar satu setengah tahun lima bulan sebelum setelah partai Boedi Oetomo lahir, memiliki tiga kampus utama (St. Lucia, Ipswich, dan Gatton). Kebetulan kampus saya berada di St. Lucia. Saat ini UQ memiliki 7 fakultas. Relatif sedikit dibandingkan UGM yang memiliki 18 fakultas. Namun bila diperhatikan, ketujuh

Jumlah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di UQ sa at ini (2010) sekitar 40.500 orang dengan didukung oleh sekitar 6100 staf (akademik dan nonakademik). Angka ini tidak jauh berbeda dengan UGM yang memiliki sekitar 50.000 mahasiswa dan didukung oleh sekitar 5000 staf (akademik dan non-akademik). Seperti halnya cerita-cerita rekan-rekan dosen yang pernah/sedang kuliah di PT luar negeri sebelumnya, salah satu ciri penting dari PT

berbagai cara, antara lain dengan beasiswa pemerintah Australia (ADS Scholarships, Endeavour), beasiswa dari pemerintah Indonesia (misalnya beasiswa S2/S3 Dikti, Menkominfo), dan beasiswa dari institusi international (misalnya beasiswa S3 World Bank Institute, ADB).

fakultas terse but mewakili banyak bidang ilmu. Misalnya School of Business, tempat saya belajar, adalah satu dari beberapa schools yang berada di bawah Faculty of Business, Economics and Law (BEL). Contoh lainnya pad a Faculty of Social Science and Behavioural Sciences (SBS) terdapat ilmu sosial, psikologi, ilmu politik dan hubungan internasional, jurnalisme, dan pendidikan. Jika (membayangkan) UGM mengikuti langkah UQ tersebut, maka jumlah fakultas di UGM mungkin akan menyusut drastis dari 18 fakultas menjadi sekitar 6-8 fakultas saja.

di luar negeri ialah dukungan perpustakaan yang luar biasa baiknya. UQ sa at ini memiliki 14 perpustakaan terintegrasi dengan total koleksi pustaka sekitar 2,5 juta volume. Belum lagi ditambah dukungan koleksi database jurnal dan data penelitian yang relatif lengkap.

Dukungan perpustakaan UQ untuk proses pendidikan dan penelitian ini patut ditiru oleh UGM. Jika ada buku/jurnal yang dibutuhkan oleh mahasiswa namun tidak dimiliki oleh perpustakaan UQ, maka perpustakaan akan 'meminjam' dari perpustakaan PT lainnya di Australia

Sekilas tentang University of Queensland

Sa at ini saya sedang menempuh kuliah di program Ph.D School of Business, the University of Queensland (UQBS) dengan beasiswa dari Japan Indonesia Presidential

Ebiz Edisi 5 Maret 2010 ............• 27

(melalui inter-library loan program) dan jika buku tersebut adalah buku baru dan PT lainnya tidak memiliki, maka perpustakaan akan membelikan buku tersebut. Dengan kata lain, apapun buku/jurnal atau sumber pustaka lainnya yang dibutuhkan oleh mahasiswa, maka perpustakaan akan berusaha keras mencarikannya. Bahkan untuk mahasiswa program PhD, pihak perpustakan memberikan fasilitas "premium" yang tidak diperoleh oleh undergraduate student yaitu akses Internet tanpa batas.

PhD program di UQBS

Sistem PhD program di Australia berbeda dengan system PhD di US. Pada umumnya PhD program universitas di Australia mengasumsikan calon mahasiswa (cama) adalah individu yang sudah siap untuk menempuh studi PhD. Syarat yang diminta biasanya, cama harus mempunyai gelar Bachelor with honours, atau M.Phil, atau Master (by course-work) yang didukung dengan pen gala man riset dan publikasi. Syarat yang lain adalah syarat umum seperti nilai IELTS/TOEFL dan GMAT Score. Syarat GMAT ini tidak berlaku secara mutlak, ada pengecualian untuk kasus-kasus tertentu.

Selanjutnya, program PhD di Australia menganggap cama yang diterima dalam program PhD telah siap untuk memulai risetnya. Jika komite PhD program menganggap seorang cama belum siap untuk memulai riset, maka cama tersebut diminta untuk mengikuti course programme/kuliah sebanyak 1 s.d 3 semester (sekitar 1 s.d 5 matakuliah). Umumnya, matakuliah yang harus diambil tersebut metodologi penelitian, statistika lanjut, ekonometri, seminar, dan qualitative research. Namun, hal ini tidak standar, tergantung pada kondisi seorang cama. Sehingga ada mahasiswa program phD yang ketika diterima program PhD, lang sung tancap gas membuat riset proposal. Namun ada juga yang harus mengikuti 5 matakuliah dulu (dengan nilai minimum 6-dari maksimal 7), kemudian baru diijinkan menulis proposal penelitian.

Sejak September 2009, UQ Business School (UQBS) yang memiliki dua akreditasi internasional, yaitu AACSB (US) dan EQUIS (Europe), telah menjalin kerjasama dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Kerjasama itu meliputi program doubledegree dan penelitian. Saya sempat

bertemu dengan Dr. B.M Purwanto dan Dr. Hardo di UQ saat mereka bertemu dengan pimpinan UQBS di St. Lucia. Saya sangat senang jika ada mahasiswa dari FEB yang bisa mengikuti program ini. Selama ini saya sering bertemu dengan beberapa mahasiswa suatu PTN besar di Depok, Jawa Barat yang sedang ambil double degree di bidang psikologi dan teknik informatika di UQ.

yaitu di daerah Inala dan Darra (perkampungan Vietnam), serta Chinatown. Di daerah tersebut banyak dijumpai berbagai macam makanan dan minuman Asian. Berkunjung ke Inala ini selalu mengobati kerinduan kami akan makanan Indonesia, karena ternyata banyak makanan Vietnam yang sangat mirip dengan makanan Indonesia. Tapi meskipun menjumpai makanan yang sarna dengan di Indonesia, kita 'dilarang' membandingkan dengan mata uang rupiah, atau kita "tidak akan pernah belanja". Sebagai contoh, dua minggu yang lalu kami berkunjung ke Inala dan melihat buah rambutan dengan harga per-kilonya A$13. Kalau dinilai dengan rupiah (A$1 =8300) maka per-kilonya jadi Rp107.900!

Demikian cerita sing kat dari Brisbane, Australia. Yang jelas dengan belajar dan tinggal di negara maju seperti Australia, banyak nilai-nilai positif yang dapat kita petik seperti budaya antri, budaya membaca yang sangat tinggi, budaya disiplin dan kerja keras, efisiensi dan penghargaan terhadap hasil karya orang lain. Namun, banyakjuga nilai-nilai negatif yang tidak perlu kita tiru. Sekian dulu cerita dari Brisbane, semoga ada manfaatnya.[Syaiful Ali]

Brisbane City

Brisbane City adalah ibukota dari Queensland state. Kota ini dapat ditempuh sekitar 6 jam penerbangan dari Denpasar. Jarak dari kampus UQBS St. Lucia ke city sekitar 6,7 km. Menurut Pak B.M Purwanto (yang berkunjung ke Brisbane tengah tahun 2009), kota ini cocok untuk tempat belajar, karena tidak seramai dan sepadat Sydney atau Melbourne, tetapi tidak juga sese pi Canberra. Queensland state yang punya motto "smart state Queensland" memberikan beberapa kemudahan untuk pelajar/mahasiswa internasional seperti tarif mahasiswa (diskon/concession) untuk sarana transportasi publik (bis dan kereta) dan sarana hiburan (bioskop dan tempat hiburan publik). Bagi mahasiswa yang membawa anak usia sekolah (Prep School, SD, SMp, SMU) maka dapat menyekolahkan anak-anaknya di sekolah publik secara gratis. Jika pun ada sumbangan nilainya hanya kecil tidak seberapa dibandingkan jika harus membayar biaya penuh sebesar A$8000-A$8800 (sekitar Rp65 juta-Rp72 juta) per tahun. Beberapa state di Australia tidak memberikan fasilitas ini.

Jika kangen dengan masakan ala Indonesia biasanya kami sekeluarga akan pergi belanja di pasar Asia. Terdapat beberapa pasar asia di sekitar Brisbane,

28 •............ Ebiz Edisi 5 Maret 2010

Around Bulaksumur

semakin pesat. Banyak pedagang yang tertarik untuk berjualan di Sunmor karena mereka melihat potensi pasar yang baik. Sunmor tidak hanya sebagai wahana tempat santai setelah menikmati udara pagi di UGM, tetapi juga sebagai tempat alternatif rekreasi dan tempat berbelanja perlengkapan sehari-hari.

Kesejukan udara serta keasrian di lingkungan kampus UGM menjadi tempat yang sangat representatif untuk berolahraga di pagi hari. Ditambah dengan ratusan pedagang yang meggelar dagangnya di sepanjang Jalan Notonegoro, membuat kawasan Sunmor UGM tak pernah mati. Sunmor UGM telah menjadi ikon kampus UGM, menjadikan daya tarik tersendiri bagi mahasiswa dan masyarakat sekitarYogyakarta. TIen saat itu sedang bersama teman-temanya menuturkan bahwa latar belakang berkunjung ke Sunmor sekedar jalan-jalan. Berbeda dengan Uci, salah satu pengunjung Sunmor yang memiliki kesan pertama datang ke Sunmor seperti pasar malam. Uci datang ke Sunmor bersama keluarganya yang baru datang dari NTB. Uci mengajak keluarganya untuk ingin menunjukkan "Ini Iho Sunmor tempat buat belanja, makan, dan 'ngeceng' pun blsa'; ungkapnya.

Daya tarik Sunmor tidak hanya untuk lingkungan masyarakat Yogyakarta, tetapi juga orang dari luar Yogyakarta akan menyempatkan diri untuk berkunjung ke Sunmor. "Saat liburan biasanya pengunjung meningkat dari hari-hari biasanya" ungkap Himam. Lokasi Sunmor yang terpusat di sepanjang jalan Notonegoro menjadikan jalan ini penuh dengan kerumunan pedagang dan pengunjung yang mengakibatkan lalu lintas kendaraan serna kin padat dan tak jarang menyebabkan kemacetan. Penataan lokasi Sunmor sa at ini tidak bermaksud untuk menghilangkan Sunmor, tetapi lebih merapikan pedagang sehingga mereka bisa dalam satu lokasi yang sarna. Sunmortelah menjadi bagian warna-warni kampus UGM yang tidak terpisahkan. Masyarakat biasa pun bisa memanfaatkan kampus yang sehari-hari sebagai tempat menimba ilmu ini, tidak sekedar sebagai tempat rekreasi tapi juga bisa menjadi tempat mengais pendapatan dengan berbisnis di Sunmor. [pras]

Ebiz Edisi 5 Maret 2010 ............• 29

Minggu Paginya UGM

Berbicara tentang tempat alternatif yang menarik di Kota Yogyakarta memang tak pernah ada habisnya. Kota yang kental dengan kota budaya dan kota pendidikan ini telah memberi arti tersendiri. Julukan Kota Pendidikan yang disandang Yogyakarta terasa tak lengkap bila tak melihat kampus UGM. Bagi sebagian orang, UGM hanya dipandang sebagai tempat mahasiswa untuk berkuliah. Akan tetapi, UGM dengan rutinitas aktivitas perkuliahan mahasiswanya, akan terasa berbeda saat hari Minggu tiba. Warna-warni dunia perkuliahan mung kin akan hilang sejenak saat minggu pagi sampai menjelang siang hari.

Sunday Morning yang berarti Minggu pagi atau lebih dikenal dengan Sunmor UGM menjadi tempat alternatif untuk menikmati suasana UGM di hari Minggu pagi. Sunmor tak lain adalah julukan pasar tiban yang diadakan setiap Minggu pagi yang berada di kawasan UGM, tepatnya di sepanjang jalan Notonegoro. Ratusan pedagang dengan berbagai macam dagangnya digelar di kawasan ini, mulai

dari aneka makanan, pernak-pernik atau suvenir, aneka pakaian, sampai peralatan rumah tangga. Harga yang ditawarkan bisa dibilang relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan yang dijajakan tempat lain. Hal ini dirasakan sendiri oleh Tien, salah seorang pengunjung, "Harga relatif lebih murah, kadang pembeli bisa menawar harga yang telah ditentukan penjual," katanya. Akan tetapi tidak demikian untuk harga menu makan yang dijual di warung lesehan yang sudah mempuyai patokan standar yang telah disepakati anggota paguyuban.

"Kemunculan Sunmor awal mulanya hanya sebagian pedagang warung makan yang menyediakan makanan seperti nasi kuning, opor ayam, dan bubur ayam untuk warga sekitar dan mahasiswa yang menikmati udara pagi dengan berjalanjalan santai di seputaran kawasan UGM atau tepatnya di sekitar gedung Graha Sabha Pramana (GSP)'~ tutur Sirojul Himam, pemilik warung lesehan makanan yang telah berjualan sejak tahun 2001. Perkembangan Sunmor yang tiap tahun

Lecturer's Articles

Oleh: Hargo Utomo

Ketika penggunaan dan pemanfaatan situs jejaring sosial (social networks) kian merebak dan imbas yang ditimbulkan di masyarakat sudah tidak bisa terbendung lagi, maka di saat itu lah kemudian disadari kalau inovasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang selama ini diadopsi layaknya "pedang bermata dua". Artinya, dibalik makna konstruktif yang dimunculkan terdapat pula unsur destruktifyang memerlukan kewaspadaan tersendiri dari para penggunanya. Seperti diketahui, di dunia sekarang ini terdapat lebih dari 900 situs dan aplikasi berbasis Internet yang dapat dikategorikan sebagai jejaring sosial (Wilson, 2009). Aplikasi berbasis Internet dan situs jejaring sosial berikut turunannya yang banyak dikenal masyarakat antara lain: Windows Live Spaces, Google Orkut, You Tube, Friendster, MySpace-8ebo, Twitter-Twine, Facebook, Flickr, Linkedin-Friend of a friend, dan masih banyaklagiyang lainnya.

Tidak banyak yang menyangka kalau penyebaran (diffusion) situs jejaring sosial ternyata mampu menembus segmen geografis, demografis, dan bahkan psikografis para penggunanya secara terintegratif dalam waktu yang relatif stnqkat,' Artinya, penggunaan situs jejaring sosial sudah tidak lagi membatasi diri pada kelompok umur, wilayah, atau kelas sosial tertentu saja. Fenomena yang terjadi menggambarkan inovasi kultural yang mempunyai daya pengaruh sangat kuat dalam pembentukan perilaku dan gaya hidup di masyarakat.lndikasi mengenai hal tersebut dapat disimak dari sebaran dan jumlah pengguna. Pada kuartal pertama tahun 2010 ini saja jumlah akun jejaring sosial di dunia sudah melebihi angka 300 juta atau kalau disetarakan dengan jumlah penduduk dalam suatu negara, maka jumlah akun jejaring sosial tersebut akan menempati urutan ke delapan jumlah pendudukdunia.

Dengan jumlah akun yang begitu besar, bisa dibayangkan berapa besaran atau volume transaksi yang terjadi dan bertumpu pada aplikasi jejaring sosial walaupun tentu tidak semua akun yang aktif dipergunakan akan bermuara pada kepentingan finansial. Itu sebabnya, pertanyaan yang sering dilontarkan publik dalam kaitan ini antara lain adalah mengapa aplikasi Internet dan situs jejaring sosial bisa tumbuh dan berkembang pesat? Bagaimana menyikapi pro dan kontra yang terjadi? Apakah memang terdapat pergeseran orientasi pemenuhan kebutuhan sosial di dalam masyarakat? Tulisan ini tidak bermaksud untuk menjawab semua pertanyaan itu, namun lebih pada memaknai fenomena yang ada dan kemudian secara implisit menemukan alur jawaban dari pertanyaan publikyang muncul ke permukaan tersebut.

1 Sebagai ilustrasi, Facebook diluncurkan pertama kali Februari 2004. Semula aplikasi ini hanya dipergunakan secara terbatas oleh mahasiswa Harvard University untuk melacak alumni dan komunitasnya. Namun demikian, berkembang menjadi media jejaring yang menghubungkan banyak orang di berbagai belahan bumi untuk berbagi dan berinteraksi. Sementara itu, Twitter diluncurkan pertama kali Maret 2006 untuk media bertanya dan berkirim pesan singkat. Namun dalam perkembangannya kini telah menjadi media jejaring dan sekaligus ajang promosi diri. Aplikasijejaring sosial yang lain juga diluncurkan dan kemudian berkembang pada kisaran waktu yang relatif hampir sarna.

30 •............ Ebiz Edisi 5 Maret 2010

Dua Sisi dalam SitusJejaring Sosial Seperti halnya pada waktu teknologi Internet diperkenalkan secara meluas di masyarakat, polemik mengenai pro dan kontra aplikasi jejaring sosial juga terjadi. Masih segar dalam ingatan banyak orang mengenai kemampuan aplikasi jejaring sosial untuk menggalang dukungan massa dan pembentukan opini publik terhadap figur atau institusi yang ada di negeri ini. Namun demikian, media massa juga telah mengungkap ragam modus penyimpangan atau penyalahgunaan situs jejaring sosial yang terjadi di beberapa kota di Indonesia (Ii hat misalnya Antara News, 16 dan 25 Februari 2010). Sebagian anggota masyarakat memang mulai geram dengan fenomena penyimpangan yang ada, namun tidak kuasa sepenuhnya untuk membendungnya. Lontaran ide untuk melarang penggunaan situs jejaring sosial terutama di kalangan remaja dan anak-anak usia sekolah juga dinilai tidak sepenuhnya efektif karena hal itu justru akan memancing sekelompok anggota masyarakat mencari celah dan sekaHgus upaya kreatif untuk mengeksploitasi dengan caranya yang lain.

Dalam konteks organisasi bisnis, polemik mengenai imbas jejaring sosial juga terjadi dan pencarian solusi alternatif terhadap penyebaran inovasi tersebut juga telah menjadi agenda tersendiri. Memang, pada satu sisi, tidak bisa dipungkiri lagi kalau aplikasi jejaring sosial dapat berpotensi mengundang praktik menyimpang (malware threats) dan pemborosan sumber daya organisasi, terutama dalam hal penggunaan bandwidth sebagai saluran untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Pada sisi lain, penggunaan situs jejaring sosial telah membuka peluang bisnis baru melalui perluasan aktivitas pemasaran, riset, rekrutmen, dan dukungan untuk penyelesaian masalah teknis yang selama ini tidak mudah di dapat dalam ranah formal. Hal ini berarti bahwa keberadaan situs jejaring sosial dimanfaatkan sebagai komplemen terhadap ragam aktivitas sepanjang alur proses penciptaan nilai (value creation) pada suatu organisasi.

Lebih dari itu, studi empiris mengindikasi adanya alur kritis penyebaran situs jejaring

facebook

I '---"i

.., ..... { .

Windows Live' Spaces

sosial terutama dalam kapasitasnya sebagai media penyampaian inovasi kultural dan perubahan perilaku organisasi. Beberapa faktor yang ditengarai mempengaruhi perilaku yang dimaksud adalah: kemudahan mengoperasikan, kemanfaatkan yang diperoleh, kepercayaan pad a muatan atau isi yang disampaikan, dan yang lebih menarik lagi adalah karena efek bermain dan menyenangkan yang ditimbulkan (Sledgianowski dan Kulviwat, 2009). Interaksi faktor-faktor tersebut pada gilirannya telah menjadikan aplikasi situs jejaring sosial sebagai media alternatif untuk pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia sebagai makhluksosial. Mungkin tidak banyak yang menyangkal kalau keinginan memanjakan diri dengan terlibat dalam aktivitas jejaring sosial juga merupakan bagian dari naluri manusia untuk mengenali diri dan dikenali oleh lingkungannya.

Lebih dari itu, ikatan sosial yang terbentuk melalui proses penyajian dan berbagi informasi mengenai kehidupan diri dan sosial yang diungkap dalam layar jejaring sosial ternyata mampu membentuk respons psikologis seseorang dalam berinteraksi (Robles, Nass, dan Kahn, 2009). Kajian lain juga mengungkap bahwa dorongan melibatkan diri dalam aktivitas di jejaring sosial tidak sepenuhnya menyurutkan niatan dan keinginan seseorang untuk tetap berinteraksi secara fisik (Iihat Cardon et al., 2009). Dalam banyak hal, justru fen omena sebaliknya yang seringkali terjadi, yaitu aktivitas di jejaring sosial memicu interaksi individu secara fisiko Ini artinya, fakta yang ada sebenarnya hanya menguatkan argumen bahwa inovasi berbasis teknologi informasi tidak akan pernah menggantikan nilai-nilai sosial dan kultural manusia.

Penutup

Penggunaan dan pemanfaatan sistus jejaring sosial secara perla han melunturkan dikotomi mengenai aliran collectivist-individualist dalam memaknai perubahan perilaku masyarakat. Reputasi individu dan kelompok yang dikembangkan melalui penguatan

Linked

®

••• myspace

• a place for freedom

kredibilitas dan kepercayaan publik (public trustworthiness) pada akhirnya memang dapat dicapai jika seseorang atau kelompok orang mau dan mampu memahami struktur jejaring sosial secara terintegratif (Wong and Boh, 2010). Penggunaan media Facebook dan situs jejaring sosial lainnya merupakan stimulan bagi pemenuhan kebutuhan manusia yang berfokus pada proses dan ekspresi fungsi kelompok secara dominan. Kaidah utilitarian sepertinya yang menjadi pemicu utamanya. Walaupun begitu, pada sa at yang sama, dorongan untuk memperoleh hasil dengan cepat juga menjadi pilihan dari setiap pengguna jejaring sosial sehingga ekspresi diri atau hedonic menjadi lebih dominan. Oleh karena itu, elaborasi lebih jauh mengenai hal ini nampaknya masih diperlukan terutama untuk mencari "kompromi" agar kemanfaatan jejaring sosial mampu melebihi "ongkos perubahan" yang harus ditanggung para penggunanya.

Referensi

Cardon, w.p et al., "Online and offline social ties of social network website users:An exploratory study in eleven societies" Journal of Computer Information Systems, Fall 2009, p54-64.

Majchrzak, A., Cherbakov, L., Ives, B.,"Harnessing the power of the crowds with corporate social networking tools: How IBM does nr: MIS Quarterly Executive, Vol. 8., No.2, June2009.,p.103-108.

Robles, E., Nass, c., dan Kahn, A.'The socia/life of information displays: How

screens shape psychological responses in social context", Human-Computer Interaction, VoI24., 2009, p. 48-78.

Sledgianowski, D. dan Kulviwat,S. "Using social network sites: The effectd of playfulness, critical mass and trust in a hedonic context'; Journal of Computer Information Systems, Summer 2009, p. 74-83

Wilson, J., Engineering & Technology, June 2009, p. 54-56

Wong, S dan Boh, W. "Leveraging the ties of others to build a reputation for trustworthiness among peers; Academy of Management Journal, Vol. 53., No.1, 2010, p. 129-148.

Ebiz Edisi 5 Maret 2010 <0 31

Student's Corner

dan final wilayah. la pun lolos ke Jakarta dan harus memberikan presentasi di depan lima orang juri yang terdiri dari pihak pengusaha, akademisi, media, birokrat, serta dari pihak Bank Mandiri. TIdak hanya itu, WMM juga memberikan materi pada seluruh finalis, mengadakan expo wirausaha serta menggelar sesi penganugerahan. Penganugerahan adalah sa at yang sangat berkesan bagi Saiqa, karena selain menerima trofi dan sertifikat, Saiqa juga dikunjungi Wakil Presiden RI Boediono dan beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II di stand miliknya untuk diberi ucapan selamat dan wejangan penyemangat.

Di balik kesuksesan Saiqa, berdiri sebuah restoran masakan Jepang bernama Hotaru yang membantunya memenangkan WMM. Pria yang memiliki motto hidup 'Orang yang paling sukses adalah orang yang paling banyak memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya' ini membangun Hotaru bersama seorang temannya. Sejauh ini Hotaru memiliki dua buah kedai, Hotaru pusat terletak di jalan Soragan No.1 dan satu restoran terletak di kawasan pertokoan lembah UGM. Untuk satu tahun ke depan Saiqa berencana untuk membuka tiga cabang baru, yaitu di Jakarta, Bekasi dan Bogor dalam bentuk business opportunity.

Menjalankan dan mengembangkan Hotaru bukanlah pekerjaan yang mudah. Segala sesuatunya memiliki kesulitan tersendiri; mulai dari mendirikan restoran, menarik pelanggan, sampai mengelola sumber daya man usia. "Akan tetapi susah

bukan berarti tidak bisa dihadapi. Asal kita cari jalan keluar pasti ketemu. Memang bisnis itu tidak gam pang.", paparnya. Mahasiswa yang juga sedang merintis usaha event organizer ini memiliki harapan agar Hotaru dapat berkembang, berekspansi ke luar kota, dan semakin bermanfaat bagi orang lain.

Ketika ditanya mengenai sikap yang harus dimiliki seorang pengusaha, Saiqa manjawab, "Sebagai pengusaha tidak boleh gam pang menyerah. Memang usaha itu tidak bisa instan untung; harus melalui proses pembelajaran, dan dijalankan dengan penuh kesabaran. Para finalis di Jakarta rata-rata pernah jatuh, tetapi mereka tetap lanjut'; ujar mahasiswa yang berencana untuk melanjutkan studi ke MM FEB UGM selagi mengembangkan usahanya.

Satu hal yang sangat disayangkan oleh Saiqa adalah bahwa masih banyak mahasiswa yang tidak mengetahui tentang program Wirausahawan Muda Mandiri. Padahal, program ini dapat banyak membantu para mahasiswa yang memiliki usaha. WMM tidak hanya menawarkan hadiah yang menarik, tetapi juga dapat memperluas relasi, serta menambah pengalaman dan ilmu. Jika peserta dapat lolos ke final wilayah mereka akan mendapat banyak pelatihan dari Bank Mandiri. Tidak tanggung-tanggung, Bank Mandiri akan memberikan berbagai macam pelatihan kepada para finalis selama enam bulan setelah penganugerahan. " Untuk mendaftar program WMM, tinggal buka website-nya, download formulirnya, dan kirim berkas via email dan pos."papar Saiqa. [Anoer]

Jumat, 22 Januari 2010, nama Saiqa IIham Akbar disebut di hadapan Wakil Presiden RI dan 4000 mahasiswa peserta Workshop Wirausaha Mandiri (WMM) di Jakarta Convention Center, Jakarta. Saiqa memenangkan kompetisi Wirausahawan Muda Mandiri (WMM) di posisi ke-2 pada kategori bog a mahasiswa. Mahasiswa tingkat akhir jurusan Manajemen ini awalnya tidak menyangka akan mendapat juara ke-2 karena banyak kompetitor yang memiliki usaha yang bagus dan sukses. Dalam kompetisi ini ternyata omzet perusahaan bukan termasuk penilaian, yang dinilai melainkan adalah para pengusahanya yang berupaya untuk membuktikan bahwa ia adalah pengusaha berprestasi.

Penghargaan WMM dibagi ke dalam enam kategori. Saiqa mengikuti kategori boga mahasiswa, dimana terdapat sembilan orang finalis dari total 47 finalis pada masing-masing kategori yang ada. Sebenarnya pad a tahun 2008 Saiqa sudah berkeinginan untuk mengikuti WMM, namun karena usahanya belum genap setahun maka pemilik restoran Hotaru ini terpaksa menunda keinginannya, dan mengikuti WMM tahun berikutnya.

Perjalanan Saiqa di WMM dimulai dari pendaftaran, yang dilanjutkan dengan seleksi berkas, visitasi, semifinal wilayah

Saiqa Ilham Akbar

Juara 2 Wirausahawan Muda Mandiri 2009

·Sebagai pengusaha tidak boleh gampang menyerah. Memang usaha itu tidak bisa instan untung; horus melalui proses pembelajaran, dan dijalankan dengan penuh kesabaran"

Advertorial

Alessandra Fesillia Aldy:

Me in Melbourne

Je\come

Salah satu alasan saya mendaftar ke International Undergraduate Program Fakultas Ekonomika dan Bisnis Unviersitas Gadjah Mada (IUP FEB UGM) adalah terbukanya peluang untuk belajar ke universitas-universitas top di luar negeri. Selain ltu, dengan kurikulum dan pengajaran yang berbasis internasional, mahasiswa menjadi ready to meet international challenge. Jadl, setelah dua tahun belajar di FEB UGM, saya memutuskan untuk meneruskan program double degree (DD) ke University of Melbourne (Unimelb),Australia. Alasan saya memilih Melbourne adalah karena universitas tersebut masuk 35 top worldwide university, dan menawarkan course dan konsentrasi seperti keinginan saya, yaitu double major Finance and Marketing.

Saya juga bersyukur karena tanpa pengajaran di UGM, saya tidak mungkin bisa melanjutkan DD ke Unimelb. IUP FEB UGM tidak hanya membiasakan mahasiswanya untuk berbahasa inggris di kelas, tetapi kualitas pengajaran dan dosen yang membiasakan kita bergelut dengan

tugas-tugas, padatnya jadwal nonakademik, padatnya mata kuliah, ujian, dan kuis. Itu semua menantang saya

untuk mengatur waktu sebaik mungkin selama 2 tahun padatnya kuliah di UGM. Saya juga harus menyeimbangkan kehidupan akademik, organisasi ,dan sosial bersama ternan-ternan yang luar biasa di UGM. Dengan ltu, saya bersyukur bisa tetap mempertahankan nilai dengan cukup baik, sehingga bisa diterima di Unimelb.

Saya antusias sekali untuk datang ke Melbourne, walau saya tahu bagaimana perbedaan antara studi di UGM dan di Unimelb. Itu karena sebelumnya saya telah mencari informasi dari Yanuar -mahasiswa IUP yang lebih dulu mulai di Melbourne - tentang bagaimana kira-kira hidup dan studi di sana.

Sesampainya di sana, saya sempat mengalami kagetnya perbedaan antara Indonesia dan Melbourne. Alasan pertama, tentunya soal cuaca yang jauh berbeda. Saya tiba di Melbourne bulan Juli 2009, dimana sa at itu sedang musim dingin (winter). Alasan kedua adalah adanya perbedaan budaya. Usut punya usut, saya baru tahu bahwa berdasarkan penelitian Geert Hofstede ternyata Indonesia menduduki peringkat terbawah untuk skor individualisme, sedangkan Australia adalah negara tertinggi kedua untuk skor individualisme atau satu peringkat di bawah Amerika Serikat. Perbedaan ini terasa dalam urusan studi, dimana di UGM, banyak dosen, staf, dan ternan-ternan yang peduli saat kita mengalami kesulitas dalam administrasi atau pelajaran. Sebaliknya, di Melbourne, kita benar-benar harus mandiri dalam mengurus segala sesuatu.

Syukurnya, setelah satu minggu saya melewati masa perkuliahan di Melbourne, staf beasiswa Unimelb menghubungi saya lewat email dan menyatakan bahwa saya berhak menerima AG Withlam Scholarship 2009. Beasiswa tersebut memberikan saya fee remission sebanyak 50% dari total tuition fee setiap semester. Syaratnya,

saya harus mempertahankan nilai ratarata minimal 75 setiap semesternya. Kalau dikonversi ke grading system UGM, 75 dapat disamakan dengan Aatau B+. Hal ini cukup mengejutkan karena saya merasa tidak mengirim aplikasi apa-apa, tetapi ternyata fakultas di Unimelb yang memilih

penerima beasiswa berdasarkan transkrip nilai dalam studi kami sebelumnya. Penerima sbeasiswa sa at itu berjumlah sekitar 20 orang dari seluruh mahasiswa yang enroll di Faculty of Economics and Commerce

bulan Juli 2009. Yang membuat

bangga, dari 20 orang penerima beasiswa itu, 8 orang diantaranya adalah orang Indonesia.

Setelah menjalani perkuliahan selama satu semester, saya merasakan begitu ketatnya persaingan di sini. Saya bertemu dengan begitu banyak orang dari penjuru dunia yang benar-benar serius menekuni kuliah. Standar penilaian yang tinggi membuat saya terpacu untuk terus mengejar pelajaran. Walaupun mempunyai waktu luang lebih banyak dibandingkan dengan di Yogyakarta, tapi waktu luang tersebut harus dimanfaatkan dengan sebaik mung kin untuk tetap selalu up-to-date dengan kuliah yang menuntut kita membiasakan diri untuk self-study. Selain itu, saya juga harus menghadapi beberapa disiplin ilmu baru sebagai persyaratan dari universitas, seperti Social Psychology dan Law. Untungnya, di akhir semester, saya tetap bisa mempertahankan nilai akhir dan melewati scholarship minimum requirement sebesar 75. Perlu diakui bahwa saya benarbenar terbantu dengan materi-materi business, accounting dan economics yang telah saya pelajari selama dua tahun di IUP FEB UGM sehingga saya dapat lebih mudah untuk mengikuti course di sini dengan lebih dalam.

Sa at ini, saya sedang menjalani Summer Semester, dimana jadwal kuliah dipadatkan sehingga bisa selesai dalam waktu 1,5 bulan. Saya ingin lulus lebih cepat sehingga dapat kembali ke UGM tepat waktu dan menyelesaikan persyaratan untuk mendapatkan Sarjana Ekonomi. Semoga akhir Desember 2010 ini saya sudah bisa pulang ke UGM dengan menyandang gelar Bachelor of Commerce in Finance and Marketing.

Kadang saya merasa rindu dengan asyiknya kuliah di FEB UGM. Oleh karena ltu, libur semester ini saya menyempatkan diri berkunjung ke Yogyakarta dan sit-in di kelas IUP FEB UGM. Suasana kuliah di UGM memang sangat berbeda dan menyenangkan. Akan tetapi, melanjutkan studi ke negeri orang membuat mata saya lebih terbuka bahwa di luar sana masih banyak orang yang jauh lebih hebat dari saya. Mereka jauh lebih tekun dan memiliki ambisi kuat dalam menjalani kuliah. Oleh karena ltu, saya tidak bisa bersantai-santai lagi dan harus bisa mengikuti arus yang seperti ini. Kini saya jadi membiasakan diri untuk menghadapi tantangan yang lebih besar lagi selama berkuliah di sini.

Akhirnya, saya yakin saya tidak akan mampu menjadi seperti sekarang ini tanpa Tuhan Yesus yang selalu membimbing saya, keluarga saya di Bali, ternan-ternan di FEB UGM, dosen dan staf di FEB UGM, serta orang-orang terdekat saya. [essilJ

Ebiz Edisi 5 Maret 2010 33

Exchange Students' Comments

Daniel Enderlin, Exchange student

Hochschule Pforzheim University, Germany

"I enjoyed my exchange semester at the UGM. It was very interesting to see the differences between my German University and the UGM. To get know a different culture was also a big experience. I regretted nothing, this semester was one of the best parts of my life. Friendly people, beautiful country. .. llove it. I would visit Indonesia again someday'!

Joachim Lucas, Double Degree Student

ESCEM School of Business and Management Iours-Poitiers, France

"I'm having a real experience of Indonesia with the Double Degree program. One is much more likely to discover and enjoy a country as vast as Indonesia by staying during a whole year. I really experienced that when the students of the first semester were going back to their country while I still have 6 months to spend here. In addition of its educational purpose, the Double Degree is for me a human and cultural program. As a European, everything here is so different from everything I knew before, and Ileam so many things everyday that it would be a pleasure for me to stay for a year.

Mehdi Hamala MM Exchange Student

ESCEM School of Business and Management Tours-Poitlers, France

The best experience of my life ever. I really enjoyed my time in Universitas Gadjah Mada and in Indonesia. I would definitely recommend it to other French students. I do not want to come back to France.

Thank you for everything.

34 Ebiz Edisi 5 Maret 2010

Unit News

Penelitian dan Pengembangan Manajemen

Seleksi Eksternal Karyawan Baru BPD DIY

Pada Bulan November 2009 lalu, PPM kembali menjalin kerjasama dengan Perum Pegadaian dalam pelaksanaan "Lokakarya Pimpinan Rumah Pegadaian". Pelaksanaan Lokakarya ini terbagi dalam dua angkatan, yaitu Angkatan 1 dan Angkatan 2. Lokakarya tersebut dilaksanakan di Ruang Senopati Hotel Sheraton Yogyakarta. Untuk Angkatan 1 dilaksanakan pada tanggal 30 November s.d 4 Desember 2009 sedangkan untuk Angkatan 2 dilaksanakan pada tanggal 7 s.d 11 Desember 2009. Lokakarya ini merupakan bagian dari program Kaderisasi Pimpinan Puncak Perum Pegadaian di masa depan dan akan diikuti sekitar 25 peserta yang terdiri dari para pimpinan Pegadaian Eselon I pada level General Manager di Kantor Pusat, para Pimpinan Wilayah, para Inspektorat Wilayah, dan pihak-pihak lain yang

PPM FEB UGM kembali mengadakan kerjasama dengan Bank BPD DIY. Pada kesempatan ini, PPM FEB UGM bekerjasama dengan Bank BPD DIY dalam proses penerimaan karyawan baru BPD DIY. Proses rekrutmen ini dilaksanakan selama tiga hari yaitu pada tanggal 20, 23 dan 27 Desember 2009. Pada perekrutan kali ini, karyawan baru BPD DIY tersebut akan menempati posisi sebagai Account Officer, Micro Banking, Marketing Officer, Programmer, dan Teller. Proses rekrutmen yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu Tes Potensi Akademik I, Tes Potensi Akademik II, Tes Bahasa Inggris dan Tes Psikologi, serta Role Playing dan Case Study ini diikuti oleh kurang lebih 1300 peserta. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.

Asesmen Karyawan Manajerial Bank BPD DIY

Setelah sukses menyelenggarakan Seleksi Eksternal Karyawan Baru Bank BPD DIY pada bulan Desember 2009 yang lalu, PPM FEB UGM kembali menyelenggarakan Asesmen untuk Karyawan Manajerial Bank BPD DIY. Asesmen ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pad a tanggal9 dan 10 Januari 201 0 di Gedung Magister Science and Doctor Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Kegiatan asesmen kali ini diikuti oleh 33 peserta yang merupakan kandidatterpilih untukmenempatijabatan yang baru

Lokakarya Pimpinan Rumah Pegadaian

ditunjuk oleh direksi. Tujuan Lokakarya ini diarahkan pada penguatan, pendalaman, dan perluasan konsep pengelolaan dan pengembangan bisnis berbasis pada prinsip Good Corporate Governance, dan pemahaman konteks terkait tantangan industri gadai di masa depan beserta segala dinamika lingkungan yang menyertainya.

Lokakarya Angkatan 1 dan 2 ini ditutup secara simbolis dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur Utama Perum Pegadaian, Drs. Chandra Purnama, MBA. Selain itu juga dihadiri oleh Bapak BM. Purwato, MBA, Ph.D, selaku Wakil Dekan

Bidang Akademik, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FEB UGM untuk Angkatan 1. Sedangkan untuk Angkatan 2, penutupan lokakarya dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Prof. Marwan Asri, MBA, Ph.D serta Direktur Umum dan SDM Perum Pegadaian Sumanto Hadi, SE, MM, General manager Diklat Bapak Budijono, SE, MM, dan Kepala Kantor Wilayah Pegadaian DIY-Jateng Drs. Woeriyanto, MBA.

Ebiz Edisi 5 Maret 2010 35

Penelitian dan Pengembangan Akuntansi

Learn,

Lead&

Achieve!

di depan mata. Apapun profesi dan bidang usahanya, pengisian SPT tahunan PPh Orang Pribadi dan PPh Badan adalah kegiatan rutin tahunan yang tidak dapat dihindari. Berdasarkan kenyataan tersebut, PPA memfasilitasi masyarakat dengan menyelenggarakan Lokakarya seri perpajakan: Lokakarya Perpajakan: Teknik Pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 2009 yang Efektif tanggal 6 Maret 2010, Rekonsiliasi Fiskal dan Teknik Pengisian SPT Tahunan PPh BadanTahun 2009 yang Efektif tanggal 13 Maret 2010, Kupas Tuntas Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 2009 tanggal 20 Maret 2010, dan Teknik Komprehensif Penghitungan & Pelaporan PPh Potput 2010 tanggal 1 Mei 2010. Pastikan Anda mengupdate informasi terbaru sehubungan dengan pemenuhan kewajiban perpajakan.

Tahun ini juga merupakan kebangkitan penghijauan bagi PPA untuk berkontribusi pada bumi dengan menyelenggarakan environmental workshop series berupa Environmental Acccounting & Auditing: An Introduction pada tanggal 6 - 7 April 2010 dan Environmental Acccounting & Auditing:

Kajian Tingkat Lanjut tentang Peraturan dan Kepatuhan tanggal 6 - 7 Juli 2010. Pemerhati lingkungan dan praktisi publik

Penelitian dan Pengembangan Akuntansi (PPA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM percaya bahwa elemen penting dari kemampuan beradaptasi adalah sumber daya manusia, sistem, dan struktur. Sejak didirikan, PPA telah diminta mendampingi berbagai organisasi, baik organisasi yang profit-oriented, nirlaba, maupun sektor publik dalam membangun kapasitas dan kemampuan beradaptasi mereka. Karena kepercayaan Anda, sa at ini PPA telah menjadi center of knowldege dengan lebih dari 40 pakar akuntansi dan manajemen yang bergelar S2 dan lebih dari 30 orang yang bergelar S3. Mereka semua lulusan dari perguruan tinggi di Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan negara maju lainnya, dengan pengalaman di industri konsultan yang tidak diragukan lagi. Pengalaman kami di bidang pelatihan, system designs, restructuring, dan valueenhancing merupakan indispensable resources yang akan mendukung upaya Anda meningkatkan kapasitas dan kapabilitas serta mewujudkan sustainable growth.

Awal tahun ini PPA terkonsentrasi pad a topik Pajak. Batas waktu penyetoran dan penyampaian SPT PPh Orang Pribadi dan PPh Badan untuk tahun pajak 2009 sudah

dan swasta yang diberi tugas menegakkan penghijauan di lingkungan kerja perlu berpartisipasi dalam lokakarya ini.

Sebagai indispensable resource di bidang akuntansi, PPA sebagai IFRS Center, mengungkapkan bahwa konvergensi IFRS sangat mung kin menimbulkan pengaruh bagi dunia bisnis dan dunia pendidikan. Seiring dengan proses konvergensi tersebut, PPA sebagai bag ian dari lembaga pendidikan dan pelatihan, merasa perlu untuk mengembangkan diri guna mempercepat proses penyebaran pengetahuan dan penerapan standar akuntansi keuangan yang konvergen terhadap IFRS baik di kalangan akademisi, praktisi maupun masyarakat luas.

Dengan melihat latar belakang tersebut, PPA FEB UGM bekerja sarna dengan Kantor Akuntan Publik (KAP) Haryanto Sahari & Rekan (KAP yang tergabung dalam PricewaterhouseCoopers (PwC)) menyelenggarakan serangkaian workshop yang menurut rencana akan diadakan sebanyak enam kali di tahun 2010. Informasi lengkap bisa dilihat di www.ppa.fe.ugm.ac.id.

36 Ebiz Edisi 5 Maret 2010

Pelatihan Bahasa Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Kerjasama PBFEB UGM dengan Sekolah Bertaraf Internasional

Pelatihan Bahasa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (PBFEB) UGM telah berhasil menjalin kerjasama dengan beberapa Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dan Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional (RSBI). Sebagaimana yang telah diketahui, SBI dan RSBI merupakan program pemerintah dalam bidang pendidikan untuk mengembangkan sekolah nasional yang bertaraf internasional . Proses belajar mengajar pada SBI disampaikan dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Oleh karena ltu, kemampuan berbahasa Inggris merupakan kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki oleh siswa dan guru SBI. PBFEB UGM ikut berperan aktif dalam mensukseskan program pemerintah tersebut dengan memberikan pelatihan bahasa Ingris pada SBI dan RSBI.

Pada tanggal 1 Maret 2010 PBFEB UGM telah menjalin kerjasama dengan salah satu sekolah SBI di Yogyakarta yaitu SMAN 3 Yogyakarta. Kerjasama ini diselenggarakan dalam bentuk pelatihan bahasa Inggris berupa TOEFL Intensive Course yang ditujukan untuk guru-guru SMA N 3 Yogyakarta. TOEFL Intensive Course ini diselenggarakan selama 15 kali pertemuan dengan tiga kali tesTOEFL Prediction.

Tidak hanya di wilayah Yogyakarta, PBFEB UGM juga menjalin kerjasama dengan SBI dan RSBI di luar wilayah Yogyakarta. Pada tanggal 30 Oktober 2009 - 1 November 2009 PBFEB UGM telah menjalin kerjasama dengan SMP N 1 Kebumen dalam menyelenggarakan pelatihan bahasa Inggris untuk guru dalam bentukTOEFL weekend class. Kegiatan ini diselenggarakan dalam tiga hari, selain materi dan pelatihan TOEFL, guru juga diberikan kesempatan mengikuti tiga kali tes TOEFL Prediction. Kerjasama dengan SMP N 1 Kebumen tersebut kemudian berlanjut dengan pemberian pelatihan bahasa Inggris dalam bentuk yang sarna kepada siswa-siswi kelas internasional SMP N 1 Kebumen. Pelatihan ini diselenggarakan pada tanggal29-31 Desember 2009 bertempat di SMP N 1 Kebumen.

Informasi dan Pendaftaran

Pelatihan Bahasa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UniversitasGadjah Mada

Gedung Ekonomi, Sayap Barat Lt.2

Jln. Humaniora No.1 BulaksumurYogyakarta 55281 Telp:+6227454851 o ext. 250

E-mail: pelatihanbahasa@feb.ugm.ac.id

Ebiz Edisi 5 Maret 2010 37

Penelitian dan Pengembangan Ekonomi

Kegiatan PPE FEB UGM di Awal 201 0

Kusmuljono selaku perwakilan dari PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., Feber Netyantaka selaku perwakilan dari PT. Permodalan Nasional Madani (Persero), dan Aries Muftie selaku peneliti Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara (PKBL-BUMN). Moderator sesi pertama adalah Dr. Roberto Akyuwen. Kemudian, dilanjutkan sesi kedua yang berisi paparan dari panelis oleh Agus Supriyono, SE, MM selaku perwakilan dari Perum Pegadaian sedangkan bertindak sebagai moderator adalah Dr. Wahyu Widayat, M.Ec. Lokakarya ditutup oleh Tri Widodo, Ph.D, M.Ec.Dev.

Lokakarya diikuti oleh seluruh pusat pelaksana KKD, LKD dan KAKDTA 201 0 yaitu Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, Universitas Sam Ratulangi dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Lokakarya dilaksanakan tanggal 16 - 19 Februari 2010 di Hotel Grand cempaka, Jakarta Pusat. Peserta lokakarya selaku perwakilan dari FEB UGM yaitu Choirunnisa Arifa, S.E., M.B.A, Agustinus Margono dan Paminto Adhi, S.E., M.Si.

Penelitian dan Pengembangan Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (PPE FEB UGM) sebagai lembaga yang ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan ekonomi di Indonesia, memiliki beberapa kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan di tahun 201 0 ini,yaitu:

Kerjasama PPE FEB UGM dengan TICHR Australia

Penelitian dan Pengembangan Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (PPE FEB UGM) mengadakan penelitian bersamaTelethon InstituteforChild Health Reserarch (TICHR) Australia dengan tajuk "Randomised Cluster Control Trial Evaluating The Impact of An Early Childhood Education and Development Initiative Across Indonesia" dan rencananya penelitian ini akan dilakukan di Kulon Progo. sebagai pendahuluan, diadakan rapat di ruang meeting PPE FEB UGM pada tanggal1 s.d 5 Februari 2010. Tim peneliti yang berkunjung ke Yogyakarta terdiri dari Ms. Amanda Beatty (World Bank), Ms. Sally Brinkman (TICHR Australia), dan Mr. Menno Pradhan (University of Amsterdam). Selama kunjungan di sini mereka didampingi oleh Bapak Elan Satriawan dan Ibu Amelia Maika.

Lokakarya Kurikulum KKD 2010 di Bandung

Selain diperlukan lokakarya untuk penataan administrasi kegiatan dan pengelolaan keuangan, diperlukan juga lokakarya yang bertujuan untuk menyusun kurikulum baru yang telah disesuaikan dengan kondisi terkini implementasi desentralisasi fiskal sehingga tercapai standardisasi kualitas pengajaran, materi, dan lulusan disetiap center. Lokakarya kurikulum rencananya akan diselenggarakan tanggal 22 - 24 Februari 2010diBandung.

Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Kegiatan KKD, LKD, dan KKDKTA2010

Tanggal 10 Februari 2010 yang lalu telah ditandatangani kerjasama antara PPE FEB UGM dengan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Departemen Keuangan RI untuk penyelenggaraan KKD, LKD, dan KKDK di tahun 2010. Dari DJPK Departemen Keuangan diwakili oleh Prof. Dr. Mardiasmo, M.B.A, Akt sedangkan dari PPE FEB UGM diwakili oleh Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc. Untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan maka diangkat tim pengarah pelatihan yang diwakili oleh Dr. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, sedangkan tim untuk penjaminan mutu diwakili oleh Prof. Dr.lnsukindro, M.A.

Training of Trainers (ToT) InWEnt Jerman ToT Capacity Building Programme of Local Finance Management merupakan kerjasama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM-FE-UI) dengan Penelitian dan Pengembangan Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (PPE FEB UGM) atas dukungan InWEnt Jerman. Training of Trainers ini diselenggarakan bagi pengajar LKD, KKD dan KKD Khusus dan akan diselenggarakan pada tanggal 8 - 12 Maret 2010 di Hotel Saphir Yogyakarta. Yang bertindak sebagai Trainers adalah Ibu Niniek L. Gyat (LPEM-FEUI), Dr. Alexander Loch dan Mr. Uwe Krappitz.

Lokakarya Terbatas

Lokakarya Terbatas berjudul "Rencana Studi Evaluasi Pelaksanaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara" merupakan salah satu awal usaha perwujudan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendukung pembangunan kesejahteraan rakyat. Acara tersebut diselenggarakan pad a tanggal 29 Januari 2010 di Ruang Sidang 2 Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM dari pukul 08.00 - 16.00 WIB dan diikuti oleh 21 peserta. Bertindak sebagai pembuka acara adalah Prof. Gunawan Sumodiningrat, M.Ec. Ph.D. Acara terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berisi paparan oleh tiga orang panelis yaitu B.s.

Lokakarya Administrasi Keuangan KKD, LKD dan KKDK201 0 diJakarta

Dalam rangka penyelenggaraan kegiatan latihan Keuangan Daerah (LKD), Kursus Keuangan daerah (KKD), dan Kursus Keuangan Daerah Khusus Penatausahaan/Akuntansi Keuangan Daerah (KKDK) Tahun Anggaran 2010, dirasa perlu untuk diadakan workshop yang bertujuan memberikan pemahaman kepada para penanggungjawab administrasi kegiatan sehingga tercipta tertib dan disiplin pengelolaan keuangan.

38 •............ Ebiz Edisi 5 Maret 2010

Laboratorium Ekonomika dan Bisnis Islam

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh perbankan syariah nasional adalah terbatasnya SDM yang berkualitas untuk membangun perbankan syariah yang profesional, baik, dan benar. Masih banyak SDM bank syariah yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam menjalankan operasional bank syariah menyebabkan timbulnya keraguan bagi calon nasabah untuk menggunakan produk dan layanan bank syariah. Penjelasan yang sembrono juga menyebabkan timbulnya anggapan keliru tentang bank syariah, sehingga akan mempengaruhi pencitraan bank syariah itu sendiri. Padahal, perkembangan bank syariah cukup pesat. Hal itu dapat dilihat dari perkiraan bahwa beberapa tahun ke depan bank syariah akan membuka 1000 cabang. Jika setiap cabang dibutuhkan 10 orang, maka diperkirakan akan dibutuhkan 10.000 sumber daya manusia yang terampil di bidang perbankan syariah.

Laboratorium Ekonomika dan Bisnis Islam (LEBI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM menyelenggarakan short course mengenai perbankan syariah untuk membantu mempersiapkan Sumber Daya Insani yang siap untuk terjun di bidang perbankan syariah. Program Pelatihan Perbankan Syariah telah rutin dilaksanakan setiap bulan oleh LEBI FEB UGM sejak awal tahun 2008 silam. Bekerja sarna dengan Sharia Banking and Training Center (SBTC), hingga kini sudah 14 angkatan yang berjalan. Alumni Pelatihan Perbankan Syariah hingga kini mencapai lebih dari 500 orang yang kini aktif di beberapa bank syariah di Indonesia.

Dalam pelaksanaan Pelatihan Perbankan Syariah, LEBI menghadirkan pemateri dari bank-bank syariah terkemuka, seperti Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BTN Syariah, BRI Syariah, BPD Syariah, dan Bank Indonesia. Materi yang disampaikan dalam

Short Course ini antara lain tentang Fiqh Muamalah, Regulasi Perbankan Syariah, Produk-produk Bank Syariah, hingga bagaimana cara memberikan Service Excellent kepada para pelanggan di bank syariah. Salah satu nilai tambah dari Pelatihan Perbankan Syariah ini adalah bahwa LEBI memberikan kesempatan magang di bank syariah bagi seluruh peserta pelatihan sebagai praktik dari apa yang mereka dapatkan selama pelatihan.

Informasi dan Pendaftaran Laboratorium Ekonomika dan Bisnis Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Lantai 2 sayap selatan Gedung FEB UGM JI. Humaniora No.1 Bulaksumur Yogyakarta 55581

Telp.027454851 0-15 ext. 145

email: lebLugm@gmail.com

Ebiz Edisi 5 Maret 2010 ............• 39

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Workshop on Internationalization of Scientific Journal of Economics and Business

Workshop on Internationalization of Scientific Journal of Economics and Business conducted by the Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB), Faculty of Economics and Business UGM, held at the Audio Visual Room, Faculty of Economics and Business Universitas Gadjah Mada, Thursday (26/11). The workshop is going well with full of enthusiasm from the guests who attended. It can be seen from the full room loaded by the invited guests and the guests who apply directly to the committee desk to join this workshop and the number of critical questions those are proposed by the participants.

This workshop was attended by many participants with background in managing the economics and business journals from various agencies, such as universities, governments, and individuals from various regions in Indonesia.

This workshop was held with the aim of providing insight to the participants about the importance of internationalizing scientific journals and the steps to make it happen.lt also held on purpose to encourage and facilitate the move toward internationalization of economics and business scientific journals.

The first material is a general review about internationalization of economic and bussiness scientific journals, presented by Prof. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc., Ph.D. At the 1 st session he describes the general highlight in development of international journal and the existence of Indonesian journals at international level. He also pointed the importance of internationalization for ajournal.

Related to the questions from workshop participants, whether all the reviewers to a journal must be academicians or not and about the problem of funding, whether funded from the government or from other agencies, Mudrajad Kuncoro speaks out. "In general, the law is sunnah for academicians to contribute for a journal. But, scientific journals are required to be reviewed by academicians. About the fund, we funded by DIKTI grant rather than DIPA. The condition of the grant are we must show the process of internationalization of the journal and we must sign agreement that

these funds are used for the process of internationalization only. That was the only things that will be reported to the DIKTI. Report for transactional problems of the journal is unnecessary".

He added that the scope of JIEB articles were about economics and business in Indonesia. If there is an article about Europe, it will be rejected.

At the next session, the workshop discussed about the process of scientific journals management at international level. Administrative aspects of the journal were presented descriptively. Participants stimulated to learn how to manage scientific journals in an efficient and accurate manner and how to manage successful marketing process as the vital part for the production process. Increasing the value of the journal, and of course, support by a good distribution itself, also become an important aspect.

"ISSB accreditation process requires attention and fund in considerable time. Therefore, the assistance froma all components are required. ISSB components mentioned that lecturers or instructors must be qualified with certain conditions. One after all, they must be graduated fom doctoral program (53) 3 years or less. The instructor level will be declined to be unqualified if in 3 years he does not write some article or does not do certain scientific research;' said the speaker on the second session, Hardo Basuki, M.Soc.Sc, Ph.D.

Afterwards, moderator Lincolin Arsyad, Ph.D. added "scientific journal like this requires the commitment of the board editor, and all the components involved in it. Became managing editor, I was 'cruel' to the article submitted. Thus, there is no tolerance for quality even if the author of the article is my own friend. The selection process for submitted article was very tight, in some cases the article that had prsented in a seminar, still can be rejected in JIEB." Further discussion on the three sessions presented by the currently most productive researcher in FEB UGM with the total reaching more than 21 international scientific journals, Tri Widodo, Ph.D. He describes the aspects of authorship in detail. He also presents tips, tricks, and

strategies for an article submitted to scientific journals in various countries in order to become accepted.

Today's information age really helped the authors. One tips related to internet media is the use of "Google" as a search engine to find the references and certain difficult words. He expresses the need for specialized language center to facilitate the writers with mediocre ability in English. "Focus on what do you want to research. For example, regional economics topic. In concept, it can still be breakdowned again. Research should not always in econometric, we can use simple descriptive statistics. It is also important to be able to package the article so interesting. Perform with the most prepared topic; it can be a single research, theses, or dissertations. Make one manuscript for one idea to avoid too many mistakes, explain ideas in clear sentences. If the mistakes found when reviewed by others, it means your writing is not clear;' explained Tri Widodo to participants who attended.

He also conveys a trick how to write international scientific articles quickly. "Research is looking back, not come suddenly. Type your topic on e-journal, for example J-Store. If there are 100 papers found, read the abstract briefly and then choose 25 papers that are considered relevant. Afterwards, scan (read quickly) and choose one article that new enough, able to understand, and able to do. Read it carefully. One paper has 2 or 3 main references, it formed a connection. In the end, we can write an article as replication, modification (addition and subtraction), or repairmentfor the chosen main reference."

40 Ebiz Edisi 5 Maret 2010

Center for Good Corporate Governance

CGCG UGM:

PENGIMPLEMENTASIAN MODEL PERATINGAN CGCG UGM DI PT. BNI46 Tbk

Center for Good Corporate Governance (CGCG) FEB UGM didirikan pad a 5 Juni 2007 mempunyai dua tema utama yang diangkat sebagai tujuan strategis CGCG adalah fighting corruption dan promoting good governance. Sebagai institusi yang berperan sebagai research center, CGCG menyediakan fasilitas pembelajaran kepada stakeholders yang merencanakan untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip good governance di institusi mereka.

Dalam perkembangannya, setelah hampir tiga tahun berdiri, CGCG FEB UGM saat ini tengah mengembangkan sebuah model peratingan (rating) yang diwujudkan dalam bentuk buku dan software.

Implementasi Model Peratingan CGCG UGM: PT. BNI46 TBK

Implementasi model peratingan CGCG UGM ini dilaksanakan bekerjasama dengan pihak PT. BNI 46 Tbk, Jakarta. Kerjasama tersebut dimulai sejak 28 Januari 2010, dengan tercapainya kesepakatan penandatanganan kontrak kerjasama pad a tanggal 11 Februari 201 O.

Pada edisi Ebiz sebelumnya, telah dijelaskan model peratingan CGCG UGM secara umum. Dalam teknis pelaksanaannya, implementasi model peratingan CGCG UGM di bank BNI kali ini dilakukan melalui pengisian kuisioner yang dibuat dalam bentuk software. Di kuisioner tersebut, diajukan sebanyak 190 pertanyaan dengan mendasarkan diri pad a rerangka dasar Corporate Governance (CG) CGCG UGM yaitu perspektif prinsip dasar dan perspektif partisipan.

Lima prinsip dasar CG yang terdapat pada rerangka dasar CG CGCG UGM adalah sebagai berikut:

1. Transparency(transparansi)

2. Accountability & responsibility (pertanggungjelasan &

pertanggungjawaban)

3. Responsiveness (ketanggapan)

4. Independency(independensi)

5. Fairness (keadilan)

Perspektifkedua yang berlaku dalam pengembangan rerangka dasar CG CGCG UGM adalah terkait dengan pihak-pihak yang berpartisipasi dalam penerapan CG atau disebut sebagai perspektif partisipan. Terdapat lima kelompok partisipan beserta fungsinya masing-masing, yaitu:

1. Board of Directors (BoD); menjalankan fungsi oversight (perhatian secara bertanggungjawab terhadap CG),

2. Chief Executive Officers (CEO); menjalankan fungsi enforcement (penegakan CG)

3. Board of Commissioners/ Committees (BoC); menjalankan fungsi advisory(pemberian advise tentang CG),

4. Auditors; meliputi auditor internal dan auditor eksternal; menjalankan fungsi assurance (penjaminan CG), dan

5. Stakeholders, meliputi pemegang sa ham, kreditor, pemerintah, pelanggan, dan masyarakat dan lingkungan; menjalankan fungsi monitoring (pemantauan CG)

Setiap partisipan menjalankan fungsinya berdasar pnnsipprinsip dasar CG yang berterima umum (GAGp, Generally Accepted Governance Principles).

21su

21.su

21su

61su

71su

Gambar di atas menunjukkan jumlah isu dalam model peratingan CGCG UGM yang masing-masing mencakup 10 pertanyaan terkait dengan penilaian terhadap CG perusahaan. Sehingga, diharapkan dari kerjasama CGCG UGM dengan PT BNI 46 Tbk, akan diperoleh kesimpulan mengenai penerapan model peratingan yang dirancang oleh CGCG dan penilaian penerapan CG di PT. BNI46 Tbk.[anaratidamaliaj

Ebiz Edisi 5 Maret 2010 41

Facilities

Rencana Penambahan Gedung FEB UGM

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) dalam waktu dekat akan membangun gedung baru tujuh lantai. Lokasi yang digunakan pembangunan gedung ini rencana berada di sebelah tenggara FEB. Menurut penuturan Wihana Kirana Jaya, M.soc.Sc., Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama, dan Pengembangan Usaha bahwa alasan pembangunan gedung ini, salah satunya merupakan kebutuhan infrastruktur FEB guna mendukung misi FEB menuju World Class University(WCU).

"Aturan universitas mengharuskan bahwa kalau kita membangun gedung baru, diwajibkan membuka lahan hijau yang sarna luasnya dengan gedung baru'; tutur Wihana. Guna mematuhi ketentuan tentang pembanguan gedung di lingkungan kampus maka sebagai ganti lahan yang digunakan pembangunan gedung, fakultas akan membuat lahan hijau di sebelah selatan FEB tepatnya di

berbagai fasilitas yang menunjang aktivitas pembelajaran dan kajian keilmuan yang lain, antara lain UKM Corner, Syariah dan Real Time data makro ekonomi. Setidaknya, fasilitas-fasilitas tersebut dapat meningkatkan wawasan pengetahuan keilmuan dan riset-riset bidang ekonomi. Selain fasilitas yang berkaitan dengan akademik, fasilitas penunjang seperti ruang untuk berkesenian musik juga tersedia di gedungini.

Pembangunan gedung rencananya akan memadukan arsitektur bangunan modern dengan perpaduan kearifan lokal (local wisdom). Kearifan lokal ini seperti yang ada pada bangunan struktur candicandi Hindu di Indonesia dengan adanya simbol filosofi lingga dan yoni. Konsep bangunan ini dibuat oleh PT Shandika selaku pemenang tender kontrak pembangunan. "Target rencana pembangunan dimulai pad a pertengahan tahun 201 O'~ ungkap Wihana. [Prasj

lokasi parkir sepeda motor karyawan dan dosen sekarang ini.

Pendanaan pembanguan gedung ini salah satunya bersumber dari dana Coorporate Social Responsibility (CSR) Pertamina. Gedung ini yang akan dibangun setinggi 7 lantai, dimana masing-masing lantai terdapat beragam ruang dan fasilitas baru. "Guna mendukung kegiatan fakultas, akan dibangun research center dengan fasilitasfasilitas pelatihan dan auditorium berkapasitas 200-an orang di gedung baru nanti", tutur Wihana. Pemanfaatan ruangan ini dipergunakan sebagai tempat kullah, seminar, dlskusl, dan ruang pertemuan dengan dilengkapi fasilitas Teleconference. Menurut penuturan Wihana,penggunaan gedung ini tidak hanya untuk civitas akademika FEB, tetapi fakultas yang lain seperti cluster sosial pun diperbolehkan menggunakannya.

Di samping ruang perkuliahan dan auditorium, gedung ini juga dilengkapi

42 •............ Ebiz Edisi 5 Maret 2010

Upcoming Events

LUSTRUM XI

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS GADJAH MADA

Pada tanggal 19 September 2010, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) akan memperingati LUSTRUM XI. Serangkaian acara telah disusun untuk menyemarakkan acara ulang tahun ini. Rangkaian acara tersebut antara lain: seminar, pidato LUSTRUM, orasi IImiah, ziarah, bakti sosial, pertandingan olah raga, family day, pertunjukan wayang, alumni gathering dan acara puncak peringatan LUSTRUM XI.

Beberapa jadual acara LUSTRUM XI antara lain: 2-3 Agustus 201 0 International Conference: Toward Enhancement

of Economic, Social, Technological and Environmental Development for Welfare Implications in Asia'; 20-25 September 201 0 Acara Student's Week, 25 September 2010 Acara Puncak LUSTRUM XI: Tumpengan, Peluncuran Buku Sejarah FEB UGM,Alumni Gathering, dan pertunjukan musik Jazz, 26 September 2010 Pagelaran Orchestra Addie MS.

Informasi lebih lanjut mengenai acara LUSTRUM, silahkan mengunjungi website kami di http://feb.ug m.ac.id/I ustru mXI/

CAREER DAYS 2010

~ Universitas Gadjah Mada

~ fF.u::lLllty of Economics and BI.ISDD'lItl.5S

i n vi t e S overseas master and doctorate graduates t a j 0 i n as lecturers an d researc hers

Thill, successful c@'Fld~dallil's wi II S~~l2if1gth€TI ~h@ f'iilculty's strong team Qf in'lisrn.<ilh:ln @~ rE;lse,..rcrn" p!!'!'bl iC;;Jti()n, , .. ng S1cader'lilic S1ctivitie~Compemive relllli1l1J neratHorl p8!QkaJge and tl1OFOIIJgh S1UPiP0:!it from

th~ fa,oolty mana;gQm.mt are amoii'lg thOi o,f'iierl"i net to be miSlSed.

Visit be f:MI website to obtain more delaJ s: htt:p:Jrwww.{ebLl..I.gm.~.c..id/recF1uicmen[

fJ.>1JMISSIt)N INFORM'AfIOrl FOfl P~()SPECTI~IE STuDENtS, nlt'Gr~ili'Imii~IIIIti'~lN>g~d~il.IG·l'\r'Dgtan Plronoc + Il;2 274 Me.s1 n IDiI.123 (WtI'WJGb.liwn.il.G.i1lflU~) Mcilster o~ .~G~~ulliin~, Phn~: + Ii2 2i'~ 5,1 $1 09 (w\"iw.maksUJ!If11!-aC.ld~

~'!li~tm)"~ i::coDlI"omlu (1.1 De'leI!liJlmell~, P~ne +1)2 274 555S17 (WWI'(,fQle~ UOnl ae Ill) M~atcn' r~~IIi1.'IIGnmnl, I'hurl!l: +B~ 2.74 515~6 !1'I'oWI.rnrnu~lJI.iIit.i1f)

IM~!;1er ~ !>~I~n~e· 31'1d Do~IOO':!.~r., I'hMP.: +62214 51!11l726 1.'~""!1I.I p:LSGap.k~_II!Jl1ii.~r..t:I~

wwwJeb,ugm.ac,id http://al:lJmniJeb,ugm,acid

Berita Duka

rTIII!mberaf:

,. -b I Ttl [ M50ClAVIiOtJ I

nll ...... E' TOAI)'\\io.NC[OOLUG ..... i[

~ -= ~'.' KHOOl:! Of ElUSI ~ C!J;

s,eg.enapclvltas, akademika Fahlltas E&zonom~kOl dan ~i5nlls Unlive,rslta.s, GadJah Mada - m~l1og ucapkan b@l.<lsunglh""'~~lIs b'~rpl,diilngl~}'<1 ~~liilh~IW dQ~e"n FEB IJGM

Prof. Dr., Hadorl Yu n UlS

[)alam, tisianYi'l~ang lk'e-67

Semog@ Alf1!'I;;Imum dib~Fi ktild@m~lr~lrHJii ~n~iTI.!!~l~n 't(ME

~~

5,egenap civitas akadernlka F:akult.rs !:kofloorniiil;:a chain i:!iS!1i"5 Unhrersitas Gadjah Madia men gllJ,capikl!l f'I be'lasl.I!llgkaw') a'la,s berp'Ld.m!flnY'~1 sa~a~~ $!iI!W dosen pens lunen FEB U'GM

Drs. Wisn uadj if M.A

[)a!am u5i;;my,al :yang ike-g,"?

Sel'l:'log<l Alm<lrhum dib~,RI keoamiilifWl1 dli s~~i Tuhan 'rIME

~

Se9l€!nap civitas akadel''I1ika If'a~ulta'S Ekon'Qm~h d,alil Bisrlfl~ Ul'lli1J'@rs.itas G .. dJa h Mada I'I'H,lrilgiU c<lpka n be,ia'sILjlngl<.awa atas i)efTP~llaWligny1'l salah saW mahOl~i:>wa FeB UGM

Edoa rdus H u rnberto hta rtl Ekaba rta (M<lm~jef1lle~ 1(07)

[lalam U~iilny,aJ yang ~e-21

s,emoga AI marhum dibe rl kedamal'iilii'll dll $i5~ Tuhen 'l{M1;;