Anda di halaman 1dari 14

TUGAS AKHIR MATA KULIAH FISIOLOGI TUMBUHAN FISIOLOGI CEKAMAN

OLEH: BENY AULIA SAPUTRA F1D007003

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BENGKULU 201

BAB I PENDAHULUAN
A! L"#"$ B%&"'"() Faktor-Faktor lingkungan akan mempengaruhi fungsi fisiologis tanaman. Respons tanaman sebagai akibat faktor lingkungan akan terlihat pada penampilan tanaman. Hal ini dapat terlihat langsung pada vegetasi hutan bakau yang tumbuh di pantai berlumpur. Bakau mempunyai akar napas. Begitu pula tumbuhan yang tumbuh pada ekosistem rawa, mempunyai akar papan. Perbedaan bentuk-bentuk akar pada tumbuhan sangat mengindikasikan bahwa tumbuhan itu juga menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Begitu juga vegetasi yang tumbuh di sekitar ekosistem rawa dan bakau tersebut juga spesifik atau tertentu. Fluktuasi lingkungan setiap hari menantang kehidupan tumbuhan. adang-kadang,

faktor dalam lingkungan berubah !ukup drastis sehingga membuat tumbuhan menjadi ter!ekam. Pada penjelasan lain akan didefinisikan sebagai kondisi lingkungan yang dapat memberi pengaruh buruk pada tumbuhan, reproduksi, dan kelangsungan hidup tumbuhan "#ampbell, $%%&'. #ekaman merupakan faktor lingkungan biotik dan abiotik yang dapat mengurangi laju proses fisiologi. (anaman mengimbangi efek merusak dari !ekaman melalui berbagai mekanisme yang beroperasi lebih dari skala waktu yang berbeda, tergantung pada sifat dari !ekaman dan proses fisiologis yang terpengaruh. Respon ini bersama-sama memungkinkan tanaman untuk mempertahankan tingkat yang relatif konstan dari proses fisiologis, meskipun terjadinya !ekaman se!ara berkala dapat mengurangi kinerja tanaman tersebut. )ika tanaman akan mampu bertahan dalam lingkungan yang ter!ekam, maka tanaman tersebut memiliki tingkat resistensi terhadap !ekaman. #ontoh !ekaman adalah kekurangan nitrogen, kelebihan logam berat, kelebihan garam dan naungan oleh tanaman lain.

B! R*+*,"( M","&"*dapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut+ ,. Bagaimana pengaruh !ekaman terhadap tumbuhan terhadap fungsi fisiologis $. Bagaimana tumbuhan beradaptasi terhadap !ekaman fisiologis -

C! T*.*"( *dapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah+ ,. .ntuk mengetahui berbagai ma!am !ekaman terhadap fungsi fisiologis. $. .ntuk mengetahui !ara tumbuhan beradaptasi terhadap !ekaman fisiologis.

BAB II PEMBAHASAN
Pada prinsipnya, setiap tumbuhan memiliki kisaran tertentu terhadap faktor lingkungannya. Prinsip tersebut dinyatakan sebagai Hukum (oleransi /helford, yang berbunyi 0/etiap organisme mempunyai suatu minimum dan maksimum ekologis, yang merupakan batas bawah dan batas atas dari kisaran toleransi organisme itu terhadap kondisi fa!tor lingkungannya1. /etiap makhluk hidup memiliki range of optimum atau kisaran optimum terhadap faktor lingkungan untuk pertumbuhannya. ondisi di atas ataupun di bawah batas kisaran toleransi itu, makhluk hidup akan mengalami stress fisiologis. Pada kondisi stress fisiologis ini, populasi akan menurun. *pabila kondisi stress ini terus berlangsung dalam waktu yang lama dan telah men!apai batas toleransi kelulushidupan, maka organisme tersebut akan mati. #ekaman biasanya didefinisikan sebagai faktor luar yang tidak menguntungkan yang berpengaruh buruk terhadap tanaman. #ampbell mendefinisikan !ekaman sebagai kondisi lingkungan yang dapat memberi pengaruh buruk pada pertumbuhan, reproduksi, dan kelangsungan hidup tumbuhan "#ampbell, $%%&'. Pada umumnya !ekaman lingkungan pada tumbuhan dikelompokkan menjadi dua, yaitu+ ",' !ekaman biotik, terdiri dari+ a' kompetisi intra spesies dan antar spesies, b' infeksi oleh hama dan penyakit, dan "$' !ekaman abiotik berupa+ a' suhu "tinggi dan rendah', b' air "kelebihan dan kekurangan', !' radiasi "ultraviolet, infra merah, dan radiasi mengionisasi', d' kimiawi "garam, gas, dan pestisida', e' angin, dan
4

f' suara

A! R%,/0( T%$-"1"/ C%'"+"( A2$ Faktor air dalam fisiologi tanaman merupakan faktor utama yang sangat penting. (anaman tidak akan dapat hidup tanpa air, karena air adalah matriks dari kehidupan, bahkan makhluk lain akan punah tanpa air. *ir merupakan bagian dari protoplasma "23-4%5 dari berat keseluruhan bahagian hijau tumbuh-tumbuhan "jaringan yang sedang tumbuh' adalah air. /elanjutnya dikatakan bahwa air merupakan reagen yang penting dalam proses-proses fotosintesa dan dalam proses-proses hidrolik. 6isamping itu juga merupakan pelarut dari garam-garam, gas-gas dan material-material yang bergerak kedalam tumbuh tumbuhan, melalui dinding sel dan jaringan esensial untuk menjamin adanya turgiditas, pertumbuhan sel, stabilitas bentuk daun, proses membuka dan menutupnya stomata, kelangsungan gerak struktur tumbuh-tumbuhan. Peran air yang sangat penting tersebut menimbulkan konsekuensi bahwa langsung atau tidak langsung kekurangan air pada tanaman akan mempengaruhi semua proses metaboliknya sehingga dapat menurunkan pertumbuhan tanaman. 7fek kelebihan air atau banjir yang umum adalah kekurangan oksigen, sedangkan kekurangan air atau kekeringan akan mengakibatkan dehidrasi pada tanaman yang berpengaruh terhadap 8ona sel turgor yang selanjutnya dapat menghambat pertumbuhan tanaman "Fallah, $%%9'. dengan tipe dan perkembangannya, kadar air tanah dan kondisi !ua!a. 13 R%,/0( T%$-"1"/ C%'"+"( K%&%42-"( A2$ 6ampak genangan air adalah menurunkan pertukaran gas antara tanah dan udara yang mengakibatkan menurunnya ketersediaan :$ bagi akar, menghambat pasokan :$ bagi akar dan mikroorganisme "mendorong udara keluar dari pori tanah maupun menghambat laju difusi'. ;enangan berpengaruh terhadap proses fisiologis dan biokimiawi antara lain respirasi, permeabilitas akar, penyerapan air dan hara, penyematan <. ;enangan menyebabkan kematian akar di kedalaman tertentu dan hal ini akan mema!u pembentukan akar adventif pada bagian di dekat permukaan tanah pada tanaman yang tahan genangan. ematian akar menjadi penyebab kekahatan < dan !ekaman kekeringan fisiologis. ebutuhan air bagi tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain jenis tanaman dalam hubungannya

23 R%,/0( T%$-"1"/ C%'"+"( K%'%$2()"( #ekaman kekeringan pada tanaman disebabkan oleh kekurangan suplai air di daerah perakaran dan permintaan air yang berlebihan oleh daun dalam kondisi laju evapotranspirasi melebihi laju absorbsi air oleh akar tanaman. /erapan air oleh akar tanaman dipengaruhi oleh laju transpirasi, sistem perakaran, dan ketersediaan air tanah "=akitan, $%,,'. ekurangan air akan mengganggu aktifitas fisiologis maupun morfologis, sehingga mengakibatkan terhentinya pertumbuhan. 6efisiensi air yang terus menerus akan menyebabkan perubahan ireversibel "tidak dapat balik' dan pada gilirannya tanaman akan mati "Haryati, $%%&'. Respon tanaman terhadap stres air sangat ditentukan oleh tingkat stres yang dialami dan fase pertumbuhan tanaman saat mengalami !ekaman. Respon tanaman yang mengalami !ekaman kekeringan men!akup perubahan ditingkat seluler dan molekuler seperti perubahan pada pertumbuhan tanaman, volume sel menjadi lebih ke!il, penurunan luas daun, daun menjadi tebal, adanya rambut pada daun, peningakatan ratio akar-tajuk, sensitivitas stomata, penurunan laju fotosintesis, perubahan metabolisme karbon dan nitrogen, perubahan produksi aktivitas en8im dan hormon, serta perubahan ekspresi (umbuhan merespon kekurangan air dengan mengurangi laju transpirasi untuk penghematan air. (erjadinya kekurangan air pada daun akan menyebabkan sel-sel penjaga kehilangan turgornya. /uatu mekanisme !ontrol tunggal yang memperlambat transpirasi dengan !ara menutup stomata. ekurangan air juga merangsang peningkatan sintesis dan pembebasan asam absisat dari sel-sel mesofil daun. Hormon ini membantu mempertahankan stomata tetap tertutup dengan !ara bekerja pada membrane sel penjaga. 6aun juga berespon terhadap kekurangan air dengan !ara lain. arena pembesaran sel adalah suatu proses yang tergantung pada turgor, maka kekurangan air akan menghambat pertumbuhan daun muda. Respon ini meminimumkan kehilangan air melalui transpirasi dengan !ara memperlambat peningkatan luas permukaan daun. etika daun dari kebanyakan rumput dan kebanyakan tumbuhan lain layu akibat kekurangan air, mereka akan menggulung menjadi suatu bentuk yang dapat mengurangi transpirasi dengan !ara memaparkan sedikit saja permukaan daun ke matahari. /emua respon daun ini selain membantu tumbuhan untuk menghemat air, juga mengurangi fotosintesis.
6

Pertumbuhan akar juga memberikan respon terhadap kekurangan air. /elama musim kemarau, tanah umumya mongering dari permukaan hingga bawahnya. eadaan ini menghambat pertumbuhan akar dangkal, karena sel-selnya tidak dapat mempertahankan turgor yang diperlukan untuk pemanjangan. *kar yang lebih dalam yang dikelilingi oleh tanah yang masih lembab terus tumbuh. 6engan demikian, sistem akar memperbanyak diri dengan !ara yang memaksimumkan pemaparan terhadap air tanah "#ampbell, $%%&'.

B! R%,/0( T*+4*-"( T%$-"1"/ K%'*$"()"( O',2)%( (umbuhan yang disiram terlalu banyak air bisa mengalami kekurangan oksigen karena tanah kehabisan ruangan udara yang menyediakan oksigen untuk respirasi seluler akar. Beberapa tumbuhan se!ara struktural diadaptasikan ke habitat yang sangat basah. /ebagai !ontoh, akar pohon bakau yang terendam air, yang hidup di rawa pesisir pantai, adalah sinambung dengan akar udara yang menyediakan akses oksigen. *kan tetapi bagaimana tumbuhan yang tidak biasa hidup di lingkunagn akuatik bisa mengatasi kekurangan oksigen pada tanah yang digenangi air - /atu perubahan struktural adalah pembentukan saluran udara yang menyediakan oksigen pada akar yang terendam "#ampbell, $%%&'.

C! R%,/0( T%$-"1"/ C%'"+"( G"$"+ /tres garam terjadi dengan terdapatnya salinitas atau konsentrasi garam-garam terlarut yang berlebihan dalam tanaman. /tres garam ini umumnya terjadi dalam tanaman pada tanah salin. /tres garam meningkat dengan meningkatnya konsentrasi garam hingga tingkat konsentrasi tertentu yang dapat mengakibatkan kematian tanaman. ;aram-garam yang menimbulkan stres tanaman antara lain ialah <a#l, <a/:>, #a#l$, ?g/:>, ?g#l$ yang terlarut dalam air "/ipayung, $%%&'. /tres akibat kelebihan <a@ dapat mempengaruhi beberapa proses fisiologi dari mulai perke!ambahan sampai pertumbuhan tanaman "Fallah, $%%9'. Pada kebanyakan spesies, pengaruh jenis-jenis garam umumnya tidak khas terhadap tumbuhan tanaman tetapi lebih tergantung pada konsentrasi total garam. /alinitas tidak ditentukan oleh garam <a#l saja tetapi oleh berbagai jenis garam yang berpengaruh dan menimbulkan stres pada tanaman. 6alam konteks ini tanaman mengalami
7

stres garam bila konsentrasi garam yang berlebih !ukup tinggi sehingga menurunkan potensial air sebesar %,%3-%,, ?pa. /tres garam ini berbeda dengan stres ion yang tidak begitu menekan potensial air. (oleransi terhadap salinitas adalah beragam dengan spektrum yang luas diantara spesies tanaman mulai dari yang peka hingga yang !ukup toleran. ehilangan air, bukan menyerapnya. edua, pada tanah bergaram, natrium dan ion-ion

tertentu lainnya dapat menjadi ra!un bagi tumbuhan jika konsentrasinya relative tinggi. ?embran sel akar yang selektif permeabel akan menghambat pengambilan sebagian besar ion yang berbahaya, akan tetapi hal ini akan memperburuk permasalahan pengambilan air dari tanah yang kaya akan 8at terlarut "#ampbell, $%%&'. /alinitas menekan proses pertumbuhan tanaman dengan efek yang menghambat pembesaran dan pembelahan sel, produksi protein serta penambahan biomassa tanaman. (anaman yang mengalami stres garam umumnya tidak menunjukkan respon dalam bentuk kerusakan langsung tetapi pertumbuhan yang tertekan dan perubahan se!ara perlahan. ;ejala pertumbuhan tanaman pada tanah dengan tingkat salinitas yang !ukup tinggi adalah pertumbuhan yang tidak normal seperti daun mengering di bagian ujung dan gejala khlorosis. ;ejala ini timbul karena konsentrasi garam terlarut yang tinggi menyebabkan menurunnya potensial larutan tanah sehingga tanaman kekurangan air. /ifat fisik tanah juga terpengaruh antara lain bentuk struktur, daya pegang air dan permeabilitas tanah. Pertumbuhan sel tanaman pada tanah salin memperlihatkan struktur yang tidak normal. Penyimpangan yang terjadi meliputi kehilangan integritas membran, kerusakan lamella, keka!auan organel sel, dan akumulasi sel dan ruang antar sel. alsium :ksalat dalam sitoplasma, vakuola, dinding erusakan struktur ini akan mengganggu transportasi air dan mineral

hara dalam jaringan tanaman "/ipayung, $%%9'. Banyak tumbuhan dapat berespon terhadap salinitas tanah yang memadai dengan !ara menghasilkan 8at terlarut kompatibel, yaitu senyawa organik yang menjaga potensial air larutan tanah, tanpa menerima garam dalam jumlah yang dapat menjadi ra!un. <amun demikian, sebagian besar tanaman tidak dapat bertahan hidup menghadapi !ekaman garam dalam jangka waktu yang lama ke!uali pada tanaman halofit, yaitu tumbuhan yang toleran terhadap garam dengan adaptasi khusus seperti kelenjar garam, yang memompa garam keluar dari tubuh melewati epidermis daun "#ampbell, $%%&'.
8

D! R%,/0( T%$-"1"/ C%'"+"( S*-* /uhu sebagai faktor lingkungan dapat mempengaruhi produksi tanaman se!ara fisik maupun fisiologis. /e!ara fisik, suhu merupakan bagian yang dipengaruhi oleh radiasi sinar matahari dan dapat diestimasikan berdasarkan keseimbangan panas. /e!ara fisiologis, suhu dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, fotosintesis, pembukaan stomata, dan respirasi. /elain itu, suhu merupakan salah satu penghambat dalam proses fisiologi untuk sistem produksi tanaman ketika suhu tanaman berada diluar suhu optimal terendah maupun tertinggi.

,. #ekaman Panas Panas berlebihan dapat mengganggu dan akhirnya membunuh suatu tumbuhan dengan !ara mendenaturasi en8im-en8imnya dan merusak metabolismenya dalam berbagai !ara. /alah satu fungsi transpirasi adalah pendinginan melalui penguapan. Pada hari yang panas, misalnya temperature daun berkisar &A# sampai ,%A# di bawah suhu sekitar. (entunya, !ua!a panas dan kering juga !enderung menyebabkan kekurangan air pada banyak tumbuhanB penutupan stomata sebagai respon terhadap !ekaman ini akan menghemat air, namun mengorbankan pendinginan melalui penguapan tersebut. /ebagian besar tumbuhan memiliki respon !adangan yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup dalam !ekaman panas 6i atas suatu temperature tertentu- sekitar >%A# pada sebagian besar tumbuhan yang menempati daerah empat musim, sel-sel tumbuhan mulai mensintesis suatu protein khusus dalam jumlah yang !ukup banyak yang disebut protein kejut panas "heat-sho!k protein'. Protein kejut panas ini kemungkinan mengapit en8im serta protein lain dan membantu men!egah denaturasi.

$. #ekaman 6ingin /atu permasalahan yang dihadapi tumbuhan ketika temperature lingkungan turun adalah perubahan ketidakstabilan membrane selnya. ristal. etika sel itu didinginkan di bawah suatu titik kritis, membrane akan kehilangan ke!airannya karena lipid menjadi terkun!i dalam struktur eadaan ini mengubah transport 8at terlarut melewati membrane, juga
9

mempengaruhi fungsi protein membrane. (umbuhan merespon terhadap !ekaman dingin dengan !ara mengubah komposisi lipid membrannya. #ontohnya adalah meningkatnya proporsi asam lemak tak jenuh, yang memiliki struktur yang mampu menjaga membrane tetap !air pada suhu lebih rendah dengan !ara menghambat pembentukan hari. Pada suhu di bawah pembekuan, ristal. ?odifikasi molekuler seperti itu pada membrane membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa ristal es mulai terbentuk pada sebagian besar tumbuhan. )ika es terbatas hanya pada dinding sel dan ruang antar sel, tumbuhan kemungkinan akan bertahan hidup. <amun demikian, jika es mulai terbentuk di dalam protoplas, kristal es yang tajam itu akan merobek membrane dan organel yang dapat membunuh sel tersebut. Beberapa tumbuhan asli di daerah yang memiliki musim dingin sangat dingin "seperti maple, mawar, rhodendron' memiliki adaptasi khusus yang memungkinkan mereka mampu menghadapi !ekaman pembekuan tersebut. /ebagai !ontoh, perubahan dalam komposisi 8at terlarut sel-sel hidup memungkinkan sitosol mendingin di bawah %A# tanpa pembentukan es, meskipun kristal es terbentuk dalam dinding sel "#ampbell, $%%&'.

E! R%,/0( T%$-"1"/ C%'"+"( C"-"5" #ahaya merupakan salah satu kun!i penentu dalam proses metabolisme dan fotosintesis tanaman. #ahaya dibutuhkan oleh tanaman mulai dari proses perke!ambahan biji sampai tanaman dewasa. Respon tanaman terhadap !ahaya berbeda-beda antara jenis satu dengan jenis lainnya. *da tanaman yang tahan "mampu tumbuh' dalam kondisi !ahaya yang terbatas atau sering disebut tanaman toleran dan ada tanaman yang tidak mampu tumbuh dalam kondisi !ahaya terbatas atau tanaman intoleran. edua kondisi !ahaya tersebut memberikan respon yang berbeda-beda terhadap tanaman, baik se!ara anatomis maupun se!ara morfologis. (anaman yang tahan dalam kondisi !ahaya terbatas se!ara umum mempunyai !iri morfologis yaitu daun lebar dan tipis, sedangkan pada tanaman yang intoleran akan mempunyai !iri morfologis daun ke!il dan tebal. edua kondisi tersebut akan dapat menjadi faktor penghambat pertumbuhan tanaman apabila pemilihan jenis tidak sesuai dengan kondisi lahan, artinya tanaman yang toleran ketika ditanam diareal yang !ukup !ahaya justru akan mengalami pertumbuhan yang kurang baik, begitu juga dengan tanaman intolean apabila di tanam pada areal yang kondisi !ahaya terbatas
10

pertumbuhan akan mengalami ketidak normalan. 6engan demikian pemilihan jenis berdasarkan pada sifat dasar tanaman akan menjadi kun!i penentu dalam keberhasilan pembuatan tanaman. Berikut ini adalah perbedaan (anaman (oleran " /hade leaf' Cs Dntoleran " /un =eaf' menurut /ilvika "$%%4'. ,. (umbuhan !o!ok ternaung menunjukkan laju fotosintesis yang sangat rendah pada intensitas !ahaya tinggi dibanding tumbuhan !o!ok terbuka. $. =aju fotosintesis tumbuhan !o!ok ternaung men!apai titik jenuh pada intensitas !ahaya yang lebih rendah dibanding tumbuhan !o!ok terbuka. &. =aju fotosintesis tumbuhan !o!ok ternaung lebih tinggi dibanding tumbuhan !o!ok terbuka pada intensitas !ahaya yang sangat rendah. >. (itik kompensasi !ahaya untuk tumbuhan !o!ok ternaung lebih rendah dibanding tumbuhan !o!ok terbuka.

11

F! R%,/0( T%$-"1"/ H%$4260$" Herbivora adalah suatu !ekaman yang dihadapi tumbuhan dalam setiap ekosistem. (umbuhan menghadapi herbivora yang begitu banyak baik dengan pertahanan fisik, seperti duri, maupun pertahanan kimia, seperti produksi senyawa yang tidak enak atau bersifat toksik. /ebagai !ontoh beberapa tumbuhan menghasilkan suatu asam amino yang tidak umum yang disebut kanavanin yang dinamai berdasarkan salah satu sumbernya, ja!kbean "Cannavalia ensiformis'. anavanin mirip arginin. )ika suatu serangga memakan tumbuhan yang mengandung kanavanin, molekul itu bergabung dengan protein serangga di tempat yang biasanya ditempati oleh arginin, yang dapat menyebabkan matinya serangga tersebut "#ampbell, $%%&'.

12

BAB III PENUTUP


A! K%,2+/*&"( /etiap tumbuhan memiliki kisaran tertentu terhadap faktor lingkungannya. Prinsip tersebut dinyatakan sebagai Hukum (oleransi /helford, yang berbunyi 0/etiap organisme mempunyai suatu minimum dan maksimum ekologis, yang merupakan batas bawah dan batas atas dari kisaran toleransi organisme itu terhadap kondisi fa!tor lingkungannya1. #ekaman biasanya didefinisikan sebagai faktor luar yang tidak menguntungkan yang berpengaruh buruk terhadap tanaman. pada umumnya !ekaman lingkungan pada tumbuhan dikelompokkan menjadi dua, yaitu+ ,. !ekaman biotik, terdiri dari+ a' kompetisi intra spesies dan antar spesies, b' infeksi oleh hama dan penyakit, dan $. !ekaman abiotik berupa+ a' suhu "tinggi dan rendah', b' air "kelebihan dan kekurangan', !' radiasi "ultraviolet, infra merah, dan radiasi mengionisasi', d' kimiawi "garam, gas, dan pestisida', e' angin, dan f' suara. *dapun berbagai ma!am !ekaman tumbuhan terhadap fungsi fisiologis adalah+ ,. #ekaman tumbuhan terhadap kelebihan dan kekurangan air

13

$. &. >. 3. 9.

#ekaman tumbuhan terhadap kekurangan oksigen #ekaman tumbuhan terhadap garam "salinitas' #ekaman tumbuhan terhadap suhu "panas dan dingin' #ekaman tumbuhan terhadap !ahaya #ekaman tumbuhan terhadap herbivora

DAFTAR PUSTAKA
#ampbell, at al. $%%&. Biologi Jilid 2. )akarta+ 7rlangga. Fallah, *ffan Fajar. $%%9. Perspektif Pertanian dalam Lingkungan yang Terkontrol. )urnal Dnovasi, Colume 9 Haryati. $%%&. Pengaruh Cekaman Air Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman . ./. 6igital Repository =ibrary =akitan, Benyamin. ,449. Dasar-dasar Persada. /ipayung, Rosita. $%%9. !tres "aram dan #ekanisme Toleransi Tanaman . ./. 6igital Repository =ibarary. isiologi Tumbuhan. )akarta+ P(. Raja ;rafindo

14