Anda di halaman 1dari 5

E.

TINJAUAN PUSTAKA Cekaman adalah segala kondisi perubahan lingkungan yang mungkin akan menurunkan atau merugikan pertumbuhan atau perkembangan tumbuhan. Salah satu cabang penting fisiologi lingkungan yang mempelajari cara tumbuhan dan hewan menaggapi kondisi lingkungan yang sangan menyimpang dari kondisi optimal bagi organisme tertentu , atau dalam pengertian yang lebih luas, bagi organisme pada umumnya. Sebagai bagian dari ekofisiologi, bidang ini dinamakan fisiologi cekaman. Pemahaman hal ini akan membantu kita dalam memahami apa saja yang membatasi sebaran tumbuh .Levis (1980) mengemukakan bahwa cekaman biologis ialah segala perubahan kondisi lingkungan yang mungkin akan menurunkan atau merugikan pertumbuhan atau perkembangan tumbuhan ( fungsi normalnya ). Levit (1980) membedakan atara penghindaran dan toleransi(ketehanan terhadapa faktor pencengkaman tertentu). Faktor cekaman biasanya tidak hanya tunggal akan tetapi merupakan proses yang sangat kompleks karena melibatkan beberapa faktor penentu pertumbuhan , misalnya musim panas yang sangat menyengat dapat mengakibatkan terjadinya cekaman cahaya yang tinggi (perusakan klorofil oleh cahaya) , kelembaban rendah, tanah kering dan suhu tinggi. Disamping itu , respon cekaman umumnya sangat kompleks , diperlibatkan oleh berbagai bagian tumbuhan dan mungkin melibatkan hormon cekaman , seperti asam absitat (ABA) dan etilen yang diangkut keseluruh bagian tumbuhan. Cahaya merupakan salah satu kunci penentu dalam proses metabolisme dan fotosintesis tanaman. Cahaya dibutukan tanaman mulai dari proses perkecambahan biji sampai tanaman dewasa. Respon tanaman terhadap cahaya berbeda-beda antara satu jenis tanaman dengan jenis tanaman yang lainnya. Ada beberapa tanaman yang tahan (mampu tumbuh) dalam kondisi cahaya yang terbatas atau sering disebut dengan tanaman intoleran. Pertumbuhan tinggi dan diameter tanaman dipengaruhi oleh cahaya. Pertumbuhan tinggi lebih cepat pada tempat ternaung dari pada tempat terbuka. Sebaliknya, pertumbuhan diameter lebih cepat pada tempat terbuka dari pada tempat ternaung sehingga tanaman yang ditanam pada tempat terbuka cenderung pendek dan

kekar Ada tanaman yang tahan dan mampu dalam cahaya yag terbatas ( tolera), dan ada tanaman yang tidak mampu apbila kekurangan cahaya (intolera) Kedua kondisi cahaya tersebut memberikan respon yang berbeda terhadap tanaman , baik secara anatomis maupu morfologis. Perbeda antara tanaman toleran dan intoleran : 1. Tumbuhan cocok ternaung menunjukan laju fotosintesis yang rendah pada intensitas cahaya yang tinggidibandingkan tumbuhan cocok terbuka. 2. Laju fotosintesis tumbuhan cocok ternaungmencapai titik terjenuh pada intensitas cahaya yang lebih rendah dibandingkan tumbuhan cocok terbuka. 3. Laju fotosintesis tumbuhan cocok ternaung lebih tinggi dibandingkan tumbuhan cocok terbuka pada intensitas cahaya rendah 4. Titik kompensasi cahaya untuk tumbuhan cocok ternaung lebih rendah dibadingkan tumbuhan cocok terbuka.

Untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,suatu tanaman tidak dapat terlepas dari sifat genetiknya dan faktor lingkungan dimana tanaman itu tumbuh. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan ada perkembangan tanaman dibedakan atas lingkungan biotik dan abiotik. Lingkungan abiotik dapat dibagi atas beberapa faktor yaitu : suhu, air, cahaya , tanah, dan atmosfir Faktor air dalam fisiologi tanaman merupakan faktor utama yang snagat penting.tanaman tidak akan bisa hidup tanpa air, karena air merupakan matrik dalam kehidupan, bahkan makhluk lain akan punah tanpa adanya air. Kramer menjelaskan betapa pentingnya air pada tumbuh-tumbuhan , yakni air merupakan bagian dari protoplasma(85-90%) dari berat keseluruhan bagian hijau tumbuh-tumbuhan (jaringan yang sedang trumbuh) adalah air. Selanjutnya dikatakan bahwa air merupakan reagen penting dalam proses fotosintesis dan dalam proses hidrolik . disamping itu juga merupakan pelarut dari garam-garam , gas, dan material yang bergerak kedalam tumbuhtumbuhan melalui dinding sel dan jaringan esensial untuk menjamin adanya turgiditas , pertumbuhan sel ,stabilitas bentuk daun, proses membuka dan menutupnya stomata, kelangsungan gerak stuktur tumbuhan .(Jumin , 1992))

Kekurangan air pada tanaman terjadi karena ketersedian air dalam media tidak cukup dan transipirasi yang berlebihan .dilapangan walaupun di dalam tanah air cukup tersedia, tanaman bisa kekurangan air.hal ini terjadi jika kecepatan absorpsi tidak dapat mengimbangi kehilangan air melalui transpirasi Cekaman air langsung mempengaruhi pertumbuhan vegetatif tanaman (proses ini dalam sel tanaman ditentukan oleh tegangan turgor). Hilangnya turgiditas dapat menghentikan pertumbuhan sel yang akibatnya pertumbuhan tanaman terhambat. Hubungan tanah, tanaman, air dan haradidalam ekosistem , merupakan bagian yang paling dinamis. Tanaman menyerap hara dan air dari dalam tanah untuk dipengaruhi dalam proses metabolismedalam tubuhnya. Sebaliknya tanaman meberikan masukan bahan organik melalui sersah yang tertimbun dipermukaan tanah berupa daun ranting dan cabang yang rontok.bagian akar tanaman memberikan masukan bahan organik melalui akar-akar dan tudung akar yang telah mati serta proses eksudasi akar (Arsyad, 1983). Unsur hara esensial berdasarkan perbedaan konsentrasinya yang dianggap berkecukupan dalam jaringan tumbuhan , dibedakan dalam unsur makro dan mikro. Unsur makro merupakan unsur esensial dengan konsentrasi 0,1% (1000 ppm) atau lebih, sedangkan unsur dengan konsentrasi kurang dari 0,1% digolongkan sebagai unsur mikro . unsur esensial memiliki karakteristik sebagai berikut : 1) tumbuhan tidak dapat melajutkan daur hidupnya tanpa unsur tersebut, 2) unsur tersebut menjadi bagian dari molekul atau kandungan tumbuhan yang esensial bagian tumbuhan ( nitrogen dalam protein dan magnesium dalam klorofil) dan 3) secara langsung berperan dalam tumbuhan dan bukan menyebabkan suatu unsur lain menjadi lebih mudah tersedia atau melawan unsur efek lain Jika ketersediaan unsur hara esensial kurang dari jumlah yang dibutuhkan tanaman . maka tanaman akan terganggu metabolismenya.yang secara visual dapat dilihat dari penyimpangan-penyimpangan pada pertumbuhan. Gejala kekurangan unsur hara ini dapat berupa pertubuhan akar , batang, daun yang terhambat (kerdil) dan klorosis atau nekrosisi pada berbagai organ tanaman gejala yang ditampakkan tanaman karena kekurangan unsur hara dapat menjadi petunjuk kasar dari fungsi unsur hara yang bersangkutan (Sutopo, 1993).

Suatu tumbuhan dikatakan kekurangan (defisiensi) unsur hara tertentu apabila pertumbuhan terhambat , yakni hanya mencapai 80% dari pertumbuhan maksimum walaupun semua unsur hara dicirikan dengan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman tidak cukup untuk diambil (keberadaan unsur hara bisa ada) . fenomena lain yang akhirakhir ini menjadi faktor pembatas pertumbuhan pada tapak rusak, yaitu malnutrisi (kekurangan hara karena dalam areal tumbuhnya unsur hara yang diperlukan tidak ada). Permasalahan hara yang lebih kompleks adalah adanya kekaucauan unsur hara (nutrien disorder)

Levitt, J.(1980). Responses of plants to environmental stresses: Water, radiation, salt, and other stresses. Vol. II. New York, Academic Press.
Soedarsono (1997). Respon fisiologi tanaman kakao terhadap cekaman air. Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao.
Sinaga, S. 2002. Asam Absisik Sebuah Mekanisme Adaptasi Tanaman Terhadap Cekaman Kekeringan. Hal 1-6. Diakses dari http://www.daneprairie.com

Jumin, H. B. , 1992, Ekologi Tanaman suatu Pendekatan Fisiologi, Rajawali Press, Jakarta.