Anda di halaman 1dari 19

BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar untuk pengembangan industri kelapa sawit. Pada saat ini perkembangan industri kelapa sawit tumbuh cukup pesat. Mempunyai dampak positif dan dampak negatif bagi masyarakat. Dampak positif yaitu meningkatkan devisa negara dan kesejahteraan masyarakat meningkat, sedangkan dampak negatif yaitu menimbulkan limbah yang dapat mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Definisi limbah adalah kotoran atau buangan yang merupakan komponen penyebab pencemaran terdiri dari zat atau bahan yang tidak mempunyai kegunaan lagi bagi masyarakat. imbah industri kebanyakan menghasilkan limbah yang bersifat cair atau padat yang masih kaya dengan zat organik yang mudah mengalami peruraian. !ebanyakan industri yang ada membuang limbahnya ke perairan terbuka, sehingga dalam waktu yang relatif singkat akan terjadi bau busuk sebagai akibat terjadinya fermentasi limbah. "ebagian pengusaha industri yang akan membuang limbah diwajibkan mengolah terlebih dahulu untuk mencegah pencemaran lingkungan hidup disekitarnya. Metode yang digunakan adalah pengolahan limbah secara fisik, kimia dan biologi atau kombinasi untuk mengatasi pencemaran. imbah cair yang berasal dari industri sangat bervariasi, serta tergantung dari jenis dan besar kecilnya industri. Pada saat ini umumnya industri melakukan pengolahan limbah cair secara kimia yaitu proses koagulasi #flokulasi, sedimentasi dan secara flotasi dengan menggunakan udara terlarut, serta pengolahan limbah cair secara biologi yaitu proses aerob dan proses anaerob. Proses kimia seringkali kurang efektif dikarenakan biaya untuk pembelian bahan kimianya cukup tinggi dan pada umumnya pengolahan air limbah secara kimia akan menghasilkan sludge yang cukup banyak, sehingga industri harus menyediakan prasarana untuk penanganan sludge. Pada pengolahan limbah cair secara flotasi akan menggunakan energi yang cukup banyak. Pada proses pengolahan limbah secara biologi, umumnya menggunakan lahan yang cukup luas dan energy yang banyak dan menjadi pertimbangan bagi industri yang terletak didaerah yang mempunyai lahan sempit.

%erdasarkan data diatas, maka untuk meminimisasi masalah tersebut salah satu teknologi yang dapat digunakan pada pengolahan limbah cair adalah teknologi membran. Penurunan kualitas air dapat disebabkan oleh adanya kandungan bahan organik dan anorganik yang berlebihan. &danya senyawa organik dalam perairan akan dirombak oleh bakteri dengan menggunakan oksigen terlarut. Perombakan ini akan menjadi masalah jika senyawa organik terdapat dalam jumlah yang banyak. Penguraian senyawa organik akan memerlukan oksigen yang sangat, sehingga dapat menurunkan kadar oksigen terlarut perairan samapai titik yang terendah akibat dekomposisi aerobik akan terjadi, sehingga pemecahan selanjutnya akan dilakukan oleh bakteri anaerobik. Pada saat ini pengolahan limbah cair industri kelapa sawit umumnya dilakukan dengan menggunakan metode proses kombinasi, yaitu fisika dan biologi. Metode ini mempunyai kelebihan pengolahannya cukup murah, tetapi kekurangannya adalah lahan yang digunakan untuk pengolahan limbah cair cukup besar, tetapi bagi industri yang mempunyai lahan terbatas karena proses diatas sulit dilakukan untuk membantu industri yang mempunyai keterbatasan lahan, maka kami mencoba untuk menggunakan teknologi membran dalam pengolahan air limbah industri kelapa sawit. 1.2. TUJUAN PENULISAN &dapun tujuan penulisan Makalah ini adalah' $. (ntuk memahami serta memberikan pengetahuan kepada para pembaca tentang pengertian teknologi membran. ). (ntuk memahami serta memberikan pengetahuan kepada para pembaca tentang jenis* jenis teknologi membran. +. (ntuk memahami serta memberikan pengetahuan kepada para pembaca tentang faktor* faktor yang mempengaruhi kinerja teknologi membran. ,. (ntuk memahami serta memberikan pengetahuan kepada para pembaca tentang metode serta cara pengolahan limbah sawit dengan menggunakan teknologi membrane. 1.3. RUMUSAN MASALAH &dapun yang kami jelaskan di sini rumusan masalahnya sebagai berikut' )

$. &pa itu teknologi membran). &pa saja jenis*jenis teknologi membran yang ada saat ini+. &pa saja faktor* faktor yang mempengaruhi kinerja teknologi membran,. %agaimanapa metode serta cara cara pengolahan limbah sawit dengan menggunakan teknologi membran1.4 SISTEMATIKA PENULISAN Makalah ini disusun dengan sistematika pembahasan yang meliputi' %&% I ' P./D&0( (&/, menyajikan latar belakang masalah, tujuan penulisan, rumusan masalah dan sistematika penulisan. %&% II ' P.M%&0&"&/, membahas tentang. %&% III ' P./(1(P, menyajikan kesimpulan dan saran.

BAB II PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN TEKNOLOGI MEMBRAN 1eknologi merupakan alat yang memberikan kemudahan bagi kita dalam melakukan msuatu pekerjaan. "edangkan membran ialah sebuah penghalang selektif antara dua fasa yang memiliki ketebalan yang berbeda*beda baik itu homogen dan ada juga ada heterogen. 2adi dapat disimpulkan teknologi membran adalah suatu alat yang dapat memisahkan material berdasarkan ukuran dan bentuk molekul, menahan komponen dari umpan yang mempunyai ukuran lebih besar dari pori*pori membran dan melewatkan komponen yang mempunyai ukuran yang lebih kecil. arutan yang mengandung komponen yang tertahan disebut konsentrat dan larutan yang mengalir disebut permeat. 3iltrasi dengan menggunakan teknologi membran selain berfungsi sebagai sarana pemisahan juga berfungsi sebagai sarana pemekatan dan pemurnian dari suatu larutan yang dilewatkan pada membran tersebut. 1eknik pemisahan dengan teknologi membrane ini umumnya berdasarkan ukuran partikel dan berat molekul dengan gaya dorong berupa beda tekan, medan listrik dan beda konsentrasi. Proses pemisahan dengan membran yang memakai gaya dorong berupa beda tekan umumnya dikelompokkan menjadi empat jenis diantaranya mikromembran, ultramembran, nanomembran dan reverse osmosis. 1eknologi membran memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan proses lain, antara lain ' 4 4 4 4 4 4 4 Pemisahan dapat dilakukan secara kontinu !onsumsi energi umumnya relatif lebih rendah Proses membran dapat mudah digabungkan dengan proses pemisahan lainnya 5 hybrid processing6 Pemisahan dapat dilakukan dalam kondisi yang mudah diciptakan Mudah dalam scale up 1idak perlu adanya bahan tambahan Material membrane bervariasi sehingga mudah diadaptasikan pemakaiannya. !ekurangan teknologi membran antara lain ' fluks dan selektifitas karena pada proses membran ,

umumnya terjadi fenomena fluks berbanding terbalik dengan selektifitas. "emakin tinggi fluks seringkali berakibat menurunnya selektifitas dan sebaliknya. "edangkan hal yang diinginkan dalam proses berbasiskan membrane adalah mempertinggi fluks dan selektifitas.

2.2. JENIS-JENIS TEKNOLOGI MEMBRAN $. Mikrofiltrasi Mikrofiltrasi merupakan pemisahan partikel berukuran micron atau submicron. %entuknya lazim berupa cartridge, gunanya untuk menghilangkan partikel dari air yang berukuran 7,7, sampai $77 mikron. &salkan kandungan pdatan total terlarut tidak melebihi $77 ppm. 3iltrasi cartridge merupakan filtrasi mutlak. &rtinya partikel padat akan tertahan, terkadang cartridge yang berbentuk silinder itu dapat dibersihkan. 8artridge tersebut diletakkan di dalam wadah tertentu (housing). %ahan cartridge beraneka ' katun, wool, rayon, selulosa, fiberglass, poly propilen, akrilik, nilon, asbes, ester-ester selulosa, polimer hidrokarbon terfluorinasi. 2enis* jenis cartridge dikelompokkan ' 5$6 5)6 5+6 8artridge leletan 8artridge rajut*lekatan*terjurai 8artridge lembar # berpori 5kertas saring khusus, media nirpintal,membran, berkarbon6 ). 9smosis %alik 5:96 Membran :9 dibuat dari berbagai bahan seperti selulosa asetat (CA), poliamida (PA), poliamida aromatis, polieteramida,polieteramina, polieterurea, polifelilene oksida, polifenilen biben imida ol,dsb. Membran komposit film tipis terbuat dari berbagai bahan polimer untuk substratnya ditambah polimer lapisan fungsional diatasnya. Membran mengalami perubahan karena memampat dan fouling 5sumbat6. Pemampatan atau fluks*merosot itu serupa dengan perayapan plastic;logam bila terkena beban tegangan kompresi. Makin besar tekanan dan suhu, biasanya tak reversible dan membran makin mampat. /ormalnya, membran bekerja pada suhu )$* +< derajat celcius.

<

3ouling membran itu diakibatkan oleh zat*zat dalam air baku misalnya kerak, pengendapan koloid, oksida logam, organic dan silica. %erdasarkan kajian ekonomi menunjukkan osmosis balik mempunyai keuntungan sebagai berikut ' $. (ntuk umpan padatan total terlarut di bawah ,77 ppm, osmosis balik merupakan perlakuan yang murah. ). (ntuk umpan padatan total terlarut di ats ,77 ppm, dengan penuruanan padatan total terlarut $7= semula, osmosis balik sangat menguntungkan disbanding dengan deionisasi +. (ntuk umpan berapapun konsentrasi padatan total terlarut, disertai kandungan organic lebih daripada $< g;liter, osmosis balik sangat baik untuk praperlakuan deionisasi. ,. 9smosis balik sedikit berhubungan dengan bahan kimia, sehingga lebih praktis. +. (ltrafiltrasi Membran ultrafiltrasi adalah teknik proses pemisahan 5menggunakan6 membran untuk menghilangkan berbagai zat terlarut %M 5berat molekul6 tinggi,aneka koloid, mikroba sampai padatan tersuspensi dari air larutan. Membran semipermeabel dipakai untuk memisahkan makromolekul dari larutan. (kuran dan bentuk molekul terlarut merupakan faktor penting. Dalam teknologi pemurnian air, membran ultrafiltrasi dengan berat molekul membran 5M>86 $777 # )7777 lazim untuk penghilangan pirogen, sedangkan berat molekul membrane 5M>86 ?7.777* $77.777 untuk pemakaian penghilangan koloid. 1erkadang pirogen 5%M $7.777* )7.77776 dapat dihilangkan oleh membrane ?7.777 karena adanya membrane dinamis. 1ekanan sistem ultrafiltrasi biasanya rendah, $7*$77 psi 5@7*@77 kPa6, maka dapat menggunakan pompa sentrifugal biasa. Membran ultrafiltrasi sehubungan dengan pemurnian air dipergunakan untuk menghilangkan koloid 5penyebab fouling6 dan penghilangan mikroba, pirogen dan partikel dengan modul higienis. Membran ultrafiltrasi dibuat dengan mencetak polimer selulosa acetate 58&6 sebagai lembaran tipis. 3luks maksimum bila membrannya anisotropic, ada kulit tipis rapat A

dan pengemban berpori. Membran selulosa acetate 58&6 mempunyai sifat pemisahan yang bagus namun sayangnya dapat dirusak oleh bakteri dan zat kimia, rentan p0. &dapula membrane dari polimer polisulfon, akrilik, juga polikarbonat, PB8, poliamida, piliviniliden fluoride, kopolimer &/*B8, poliasetal, poliakrilat, kompleks polielektrolit, PB& ikat silang. 2uga dapat dibuat membrane dari keramik, aluminium oksida, zirconium oksida, dsb. ,. /anofiltrasi Proses nanofiltrasi merejeksi kesadahan, menghilangkan bakteri dan virus, menghilangkan warna karena zat organik tanpa menghasilkan zat kimia berbahaya seperti hidrokarbon terklorinisasi. /anofiltrasi cocok bagi air padatan total terlarut rendah, dilunakkan dan dihilangkan organiknya. "ifat rejeksinya khas terhadap tipe ion ' ion dwivalen lebih cepat dihilangkan daripada yang ekavalen, sesuai saat membrane itu diproses, formulasi bak pembuat, suhu, waktu annealing, dan lain*lain. 3ormulasi dasarnya mirip osmosis balik tetapi mekanisme operasionalnya mirip ultrafiltrasi. 2adi nanofiltrasi itu gabungan antara osmosis balik dan ultrafiltrasi.

2.3. FAKTORMEMBRAN

FAKTOR

YANG

MEMPENGARUHI

KINERJA

TEKNOLOGI

Pembuatan membran mempunyai spesifikasi khusus tergantung untuk apa membran tersebut digunakan dan spesifikasi apa product yang diharapkan. %eberapa faktor yang mempengaruhi dalam penggunaan membran diantaranya sebagai berikut ' $. (kuran Molekul (kuran molekul membran sangat mempengaruhi kinerja membran. Pada pembuatan mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi mempunyai spesifikasi khusus. "ebagai contoh untuk membran protein kedele yang dihidrolisis menggunakan ukuran membrane <777 M>89, $7.777 M>89 dan <7.777 M>89. ). %entuk Molekul

%entuk dan konfigurasi macromolekul mempunyai efek pada kekuatan ion, temperature dan interaksi antar komponen. Perbedaan bentuk ini khusus pada kondisi dibawah permukaan membrane. 0al ini dapat terlihat dalam penggunaan membrane pada protein dan deCtrin. +. %ahan Membran Perbedaan bahan membran akan berpengaruh pada hasil rejection dan distribusi ukuran pori. "ebagai contoh membrane dari polysulfone dan membrane dari selulosa asetat, kedua membran ini menunjukkan rendahnya deviasi antara kedua membran dan ini mempunyai efek pada tekanan membran. "elain itu mempunyai efek pada tingkat penyumbatan 5fouling6 pada membrane. ,. !arakteristik arutan Pada umumnya berat molekul larutan garam dan gula mempunyai berat molekul yang kecil dari ukuran pori membran. !arakteristik larutan ini mempunyai efek pada permeability membran <. Parameter operasional 2enis parameter yang digunakan pada operasional umumnya terdiri dari tekanan membran, permukaan membran, temperature dan konsentrasi. Dan parameter tambahan adalah ' p0, ion strength dan polarisasi.

2.4. CARA KERJA TEKNOLOGI MEMBRAN SECARA UMUM 1eknologi membran saat ini telah banyak digunakan dalam berbagai keperluan penjernihan air seperti pada pengolahan air laut menjadi air bersih dan pada beberapa alat penjernihan lainnya. "emua jenis teknologi membran tentunya akan melalui membran tersebut dan diolah menjadi air jernih, adapun pada proses pemurniannya harus melalui beberapa tahap terlebihdahulu yaitu dijabarkan pada gambar dibawah ini.

Pada tangki ) dapat kita lihat air telah mengalami beberapa kali pengolahan, kita anggap saja air yang ada pada tangki ) tersebut adalah umpan yang nantinya akan disalurkan pada membran. Pengolahan tersebut bertujuan menghindari tingginya fluks pada membran serta menjaga agar kerja membran tidak terlalu berat karena hal tersebut akan berakibat fatal pada ketahanan membran itu sendiri. !emudian air umpan tersebut memasuki beberapa filter untuk disaring lagi agar partikel*partikel yang larut tidak ikut melewati membran. &lat filter itu sendiri tentunya telah disiapkan pada semua teknologi membran untuk menghadapi resiko adanya partikel yang tidak diinginkan. "etelah itu air didorong dengan high pressure pump hingga melewati reservoir, kemudian melalui membran yang telah siap menanti air umpan tersebut. 1ahap air yang dilakukan adalah penampungan air yang sudah diolah tersebut kedalam tangki yang kemudian nantinya akan didistribusikan sebagai air olahan maupun dialirkan kesungai. &dapun struktur alat membran yang pada umumnya digunakan pada pengolahan air berskala kecil yaitu sebagai berikut.

2.5

METODE PENELITIAN ).<.$. %ahan* %ahan Penelitian %ahan* bahan yang digunakan pada percobaan adalah ' $. &ir limbah industri kelapa sawit. ). &Euades +. &sam /itrat ,. "tandar analisa logam Fn, 3e, 8r <. Methylene blue A. "tandar warna @. "tandar p0 ?. /a90 ).<.). Peralatan Penelitian Peralatan yang digunakan pada percobaan adalah ' $. Membran reverse osmosis ). Membran keramik +. Peralatan gelas ,. p0 meter $7

<. &tomic &bsorption "pectrofotometer 5&&"6 A. (.B. "pektrofotometer @. /eraca &nalititk ?. !ertas whatman D. Peralatan uji kekeruham $7. Peralatan uji warna ).<.+. Prosedur Penelitian * * * * Menganalisa karakterisitk air limbah industri kelapa sawit, seperti %9D,89D,1"" dan 1D" Mengkombinasikan pengolahan secara anaerobik dan membran reverse osmosis, serta menganalisa effluentnya Mengkombinasikan pengolahan secara anerobik*aerobik* membran reverse osmosis, serta menganalisa effluentnya Mengolaha air limbah menggunakan membran keramik dengan variabel suhu 5 )@o8, ,7o8, <7o8 dan A7o86 serta menganalisa effluentnya. 2.6 HASIL DAN PEMBAHASAN ).A.$ !arakteristik imbah 8air Industri !elapa "awit Pada proses pengolahan kelapa sawit menjadi 8P9, selain menghasilkan minyak sawit tetapi juga menghasilkan limbah cair, dimana air limbah tersebut berasal dari ' * 0asil kondensasi uap air pada unit pelumatan 5digester6 dan unit pengempaan 5pressure6. Injeksi uap air pada unit pelumatan bertujuanmempermudah pengupasan daging buah, sedangkan injeksi uap bertujuan mempermudah pemerasan minyak. 0asil kondensasi uap air pada kedua unit tersebut dikeluarkan dari unit pengempaan * * !ondensat dari depericarper, yaitu untuk memisahkan sisa minyak yang terikut bersama batok;cangkang 0asil kondensasi uap air pada unit penampung biji;inti. Injeksi uap ke dalam unit penampung biji bertujuan memisahkan sisa minyak dan mempermudah pemecahan batok maupun inti pada unit pemecah biji * !ondensasi uap air yang berada pada unit penampung atau penyimpan inti $$

* *

Penambahan air pada hydrocyclone yang bertujuan mempermudah pemisahan serat dari cangkang. Penambahan air panas dari saringan getar, yaitu untuk memisahkan sisa minyak dari ampas. imbah cair kelapa sawit mengandung konsentrasi bahan organik yang relatif tinggi

dan secara alamiah dapat mengalami penguraian oleh mikroorganisme menjadi senyawa* senyawa yang lebih sederhana. imbah cair kelapa sawit umumnya berwarna kecoklatan, mengandung padatan terlarut dan tersuspensi berupa koloid dan residu minyak dengan kandungan %9D tinggi. %erdasarkan hasil analisa pada tabel $ menunjukkan bahwa limbah cair industri kelapa sawit bila dibuang kepengairan sangat berpotensi untuk mencemari lingkungan, sehingga harus diolah terlebih dahulu sebelum di buang keperairan. Pada umumnya industri kelapa sawit yang berskala besar telah mempunyai pengolahan limbah cair.

).A.). Proses Pengolahan imbah 8air Industri !elapa "awit 1eknik pengolahan limbah cair industri kelapa sawit pada umumnya menggunakan metode pengolahan limbah kombinasi. yaitu dengan sistem proses anaerobik dan aerobik. imbah cair yang dihasilkan oleh pabrik kemudian dialirkan ke bak penampungan untuk dipisahkan antara minyak yang terikut dan limbah cair. "etelah itu maka limbah cair dialirkan ke bak anaerobik untuk dilakukan proses anaerobik. Pengolahan limbah secara $)

anaerobik merupakan proses degradasi senyawa organic seperti karbohidrat, protein dan lemak yang terdapat dalam limbah cair oleh bakteri anaerobik tanpa kehadiran 9ksigen menjadi biogas yang terdiri dari 80, 5<7*@7=6, serta /), 0), 0)" dalam jumlah kecil. >aktu tinggal limbah cair pada bioreactor anaerobik adalah selama +7 hari. "etelah proses anaerobik maka dilakukan analisa karakteristik effluen yang dihasilkan.

%erdasarkan hasil analisa diatas menunjukkan bahwa proses anaerobik dapat menurunkan kadar %9D dan 89D limbah cair sebanyak @7 =. "etelah pengolahan limbah cair secara anaerobik dilakukan pengolahan limbah cair dengan proses aerobic Penggunaan selama $< hari. Pada proses pengolahan secara aerobik menunjukkan penurunaan kadar %9D dan !adar 89D adalah sebesar $< =, yaitu '

%erdasarkan hasil analisa diatas menunjukkan bahwa air hasil olahan telah dapat dibuang ke perairan , tetapi tidak dapat digunakan sebagai air proses dikarenakan air hasil olahan tersebut masih mempunyai warna kecoklatan.

$+

).A.+. Proses Pengolahan imbah 8air Industri !elapa sawit Dengan Membran :everse 9smosis. $. !ombinasi pengolahan anaerobik dan membran reverse osmosis &ir hasil olahan dari proses anaerobik kemudian dialirkan ke membran reverse osmosis dengan tekanan ? kg;cm), dengan laju alir $77 ml;menit. "etelah itu ditampung dan dianalisa. 0asil analisa dapat dilihat pada gambar dibawah ini '

$,

%erdasarkan hasil diatas menunjukkan bahwa air hasil olahan dengan menggunakan membran reverse osmosis dapat digunakan sebagai air proses, tapi untuk menjadi air minum belum dapat memenuhi persyaratan karena warnanya belum sejernih yang dipersyaratkan sebagai air minum. ). !ombinasi Proses pengolahan anaerobik*aerobik* membran reverse osmosis Pada pengolahan limbah cair kelapa sawit, pengolahan akhir adalah proses secara aerobik dan setelah air hasil olahan dapat dibuang ke perairan. 1etapi pada penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan air hasil olahan tersebut untuk recycle dan air minum, sehingga perlu dilakukan pengolahan lagi. &ir hasil olahan dari proses aerobik dialirkan ke membran reverse osmosis dengan tekanan ? kg;cm) dan laju alir $77 ml;menit. &ir hasil olahan dari membran reverse osmosis kemudian dianalisa

$<

%erdasarkan dari hasil analisa diatas menunjukkan bahwa air hasil olahan dari pengolahan kombinasi diatas effluentnya dapat digunakan sebagai air minum dan dapat digunakan untuk recycle air proses.

).A.,. Pengolahan &ir imbah Menggunakan Membran !eramik Pada pengolahan dengan membran keramik menggunakan variabel suhu, yaitu' )@o8, ,7o8, <7o8 dan A7o8. Dikarenakan membran keramik mempunyai daya tahan tehadap suhu tinggi, dan air limbah keluar dari proses mempunyai suhu sekitar A< o8. 0asil analisa penelitian dapat dilihat sebagai berikut '

$A

).<.<. !ajian .konomi Pemanfaatan ahan (ntuk Ipal ahan yang digunakan untuk pembuatan IP& pada proses secara biologi cukup besar. &pabila lahan produktif tersebut ditanami kelapa sawit, maka akan menghasilkan jumlah 8P9 dan P!9 yang cukup banyak dan memberi penghasilan bagi industri. "ebagai contoh ' * * * * * * uas lahan Produksi 1%" :endemen 0arga jual 8P9; kg 0arga jual P!9;kg Masa panen G , 0a G )7 ton;thn pada setiap 0a G )+ = untuk 8P9 dan <= untuk P!9 G :p +.<77,* dan G :p )<.777,* G )7 tahun

%erdasarkan data diatas maka industri akan menghasilkan uang sebanyak :p +.)??.777.777. &pabila dilihat dari hasil diatas maka penggunaan membran keramik untuk pengolahan air limbah industri 8P9 dapat mensubstitusi pengolahan secara biologi. Dikarenakan pada pengolahan menggunakan membran tidak memerlukan lahan yang luas dan hasilnya lebih baik.

$@

BAB III PENUTUP

3.1. KESIMPULAN &dapun kesimpulan yang dapat kami ambil dari makalah yang berjudul Pengolahan &ir imbah Industri !elapa "awit Dengan Menggunakan 1eknologi Membran ini yaitu sebagai berikut' $. Pengolahan air limbah menggunakan kombinasi anaerob*membran :9, menghasilkan effluent yang dapat memenuhi baku mutu air limbah, tetapi belum memenuhi standar mutu air minum terutama untuk warna ). Pengolahan air limbah menggunakan kombinasi anaerob*aerob*membran :9, menghasilkan effluent yang memenuhi persyaratan air minum, tidak berwarna, sehingga dapat direcycle lagi untuk proses produksi. +. Pengolahan air limbah dengan menggunakan membran keramik menghasilkan effluent yang dapat memenuhi persyaratan mutu air limabh, tetapi belum memenuhi standar mutu air minum. !ajian secara ekonomi menunjukkan industri dapat memanfaatkan lahan IP& untuk digunakan sebagai lahan produksi. Pnegolahan air limbah dapat 3.2. SARAN Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang teknologi membran pada pengolahan limbah cair industri kelapa sawit dengan variabel lain yang mempengaruhi kinerja membran.

$?

DAFTAR PUSTAKA "uprihanto/otodarmodjo dan &nne Deniva, Penurunan zat organik dan kekeruhan menggunakan teknologi membran ultrafiltrasi dengan system aliran Dead*end. Proceeding I1% "ains H 1ek. Bol +A &, /o. $, )77,, hal A+* ?). 3akultas 1eknik "ipil dan Perencanaan. Departemen 1eknik ingkungan , I1%. &ri 3irmansayah, &di "aputra dan Ir. 1jandra "etiadi Meng, PhD. .valuasi kinerja bioreaktor membran anaerob dalam pengolahan limbah industry minyak kelapa sawit. %andung, )77+. &ngga 2atmika. Prospek penggunaan teknologi membran untuk produksi minyak sawit merah. >arta PP!", Bol ,5+6 ' $)D*$+A. $DDA P. . 1obing dan F. Poelengan. Pengendalian limbah cair pabrik kelapa sawit secara biologis di Indonesia. >arta PP!" , vol ? 5)6' DD*$7A, )777 Mohd ."ale "uwandi. Merebut Peluang Masa Depan dalam 1ekanologi Membran' pencapaian, keupayan dan cabaran. http';;www.penerbit.ukm.my;f$DD*Ahtm 1aniguchi Iishio dan &bdulrahman &banmy. :9 Desalination. "election of membranes. Paper >orkshop .2I8& dan "aline >ater 8onversion 8orporation.$DD). Munir 8heryan,Ph.D. (trafiltration and Microfiltration 0andbook. (niversity of Illinois. (rbana. Illinois. ("&. 1echnomic. Publishing 8o. Inc. $DD?. Metclaf H .ddy. >astewater .ngineering, treatment disposal, reuse. 1hird edition. Mc Jraw0ill, inc. $DD$ Penggunaan 1eknologi Membran pada Pengolahan &ir imbah Industri !elapa "awit aporan penelitian. Departemen 1eknik !imia.3akultas 1eknologi Indusitri, Institut 1eknologi

$D