Anda di halaman 1dari 96

Silabus

Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran

: ... : X/2 : Biologi

Standar Kompetensi : 3.
Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Uraian Bentuk Instrumen Mampu menjelas- Tes tulis kan konsep keseragaman dan keberagaman makhluk hidup yang mengakibatkan terbentuknya keanekaragaman hayati. Mampu membanding- Portofolio kan ciri keanekaragaman hayati pada tingkat gen. Dokumen pekerjaan 1. Mempelajari pengertian keanekaragaman hayati serta faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya keanekaragaman hayati. (*) Mencari informasi tentang variasi ciri atau sifat pada bunga mawar untuk mengetahui adanya keanekaragaman gen.

Memahami manfaat keanekaragaman hayati.

Kompetensi Dasar Pendidikan karakter (*) Religius

Materi Pokok/ Pembelajaran

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan

Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

3.1 Mendeskripsikan konsep keanekaragaman gen, jenis, ekosistem melalui kegiatan.

K o n s e p Keanekaragaman Hayati

Apakah yang dimaksud2 4 45 dengan keanekaragaman menit hayati? Jelaskan tiga tingkat keanekaragaman hayati yang ada di alam!

2.

Carilah tanaman bunga mawar yang terdapat di sekitar tempat tinggal Anda. Amati perbedaan warna mahkota bunga, bentuk kelopak, banyaknya daun kelopak, aroma, dan ukuran bunganya.3 Tuliskan hasil pengamatan Anda ke dalam tabel! Pilihan ganda

3.

Mencari informasi mengenai keanekaragaman jenis tumbuhan melalui berbagai sumber.

Mampu memban- Tes tulis dingkan keanekaragaman hayati pada tingkat jenis.

1. Buku PG Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, hal. 19 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, hal. 26 3. Buku BSE, Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA dan MA Kelas X, Suwarno, Depdiknas, 2010. 4. G a m b a r mengenai ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem padang rumput, dan ekosistem gurun pasir.

Biologi Kelas X

Berikut ini beberapa jenis tumbuhan. 1) Bambusa spinosa 2) Hibiscus rosa-sinensis 3) Andropogon nardus 4) Bambusa vulgaris 5) Solanum tuberosum Tumbuhan yang menunjukkan keanekaragaman hayati tingkat jenis ditunjukkan oleh nomor . . . . a. 1) dan 2) b. 1) dan 4) c. 2) dan 3) d. 2) dan 5) e. 3) dan 5)

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Tentukan nama ekosistem dan keanekaragaman hayatinya berdasarkan pengamatan gambar! Portofolio Dokumen pekerjaan Bentuk Instrumen Mampu membandingkan keanekaragaman hayati pada tingkat ekosistem. 4. Mengindentifikasi keanekaragaman hayati dalam ekosistem hutan hujan tropis, padang rumput, dan gurun pasir melalui kegiatan pengamatan. Mengenal keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia. Tes tulis Pilihan ganda Mampu mengidentifikasi keanekaragaman hayati di Indonesia berdasarkan keanekaragaman jenis, ekosistem, dan karakteristik wilayahnya. 2 45 menit Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

2
Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Pendidikan karakter (**) Ulet Ekonomi kreatif () Kreatif 1. Ciri-ciri fauna daerah oriental menurut Alfred Russel Wallace seperti disebutkan berikut ini, kecuali . . . . a. terdapat berbagai macam kera b. terdapat hewanhewan berkantong c. banyak Mammalia berukuran besar d. terdapat banyak spesies ikan air tawar e. terdapat burungburung berkicau dengan warna kurang menarik Tes tulis Uraian Komodo merupakan fauna endemik sehingga hanya terdapat di Pulau Komodo. Namun, mengapa komodo digolongkan dalam fauna Australian? Portofolio Dokumen pekerjaan Identifikasilah habitat, karakteristik, beserta kondisi hewan dan tumbuhan khas di Indonesia! 2. Memahami persebaran flora dan fauna di Indonesia. Mampu menunjukkan keunikan biodiversitas Indonesia berdasarkan persebarannya. 1. Buku PG Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 940 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 726 3. Buku BSE, Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA dan MA Kelas X, Suwarno, Depdiknas, 2010. 4. Tumbuhan dan hewan di lingkungan sekitar. 5. Kunci determinasi sederhana. 3. Mendata beberapa jenis hewan dan tumbuhan khas di Indonesia serta mengidentifikasi habitat, karakteristik, dan kondisi tumbuhan dan hewan tersebut.() Mampu mengidentifikasi tumbuhan dan hewan khas di Indonesia beserta habitat, karakteristik, dan kondisinya.

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Silabus

3.2 Mengkomunik a s i k a n keanekaragaman hayati Indonesia dan usaha pelestarian serta pemanfaatan sumber daya alam.

Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Datalah manfaat hewan dan tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar! Portofolio Dokumen pekerjaan Bentuk Instrumen Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan 4. Mampu mengidentifikasi manfaat hewan dan tumbuhan di sekitar. Mengamati hewan dan tumbuhan di lingkungan sekitar dan mendata manfaatnya. Menjelaskan kegiatan manusia yang memengaruhi keanekaragaman hayati Indonesia. Tes tulis Uraian Berikan tiga contoh aktivitas manusia untuk melestarikan keanekaragaman hayati! Mencari informasi dari berbagai bacaan tentang upayaupaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Tes tulis Pilihan ganda Mampu mengidentifikasi upaya-upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Kawasan pelestarian alam yang digunakan untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa alami atau bukan alami, jenis asli atau bukan, yang dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, budi daya, pariwisata, dan rekreasi disebut . . . . a. cagar alam b. taman nasional c. taman hutan raya d. taman wisata alam e. suaka margasatwa Portofolio Dokumen pekerjaan Mampu mengidentifikasi kegiatan manusia yang memengaruhi biodiversitas Indonesia.

5.

6.

7.

Mendata jenis-jenis hewan dan tumbuhan yang terdapat di salah satu kawasan konservasi di Indonesia.

Mampu mengiventaris hewan dan tumbuhan yang dilestarikan di Indonesia dan membuat poster pelestarian lingkungan hidup.

Biologi Kelas X

Berkunjunglah ke salah satu kawasan konservasi ex situ dan in situ yang terdekat dengan daerah tempat tinggal Anda! Ambillah gambar satwa atau tumbuhan yang dilestarikan di tempat tersebut. Buatlah sebuah poster kampanye untuk melestarikan keanekaragaman hayati flora dan fauna tersebut!

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Sebutkan dua manfaat klasifikasi makhluk hidup bagi manusia! Tes tulis Uraian Bentuk Instrumen Mampu menjelaskan pengertian, tujuan, dan manfaat klasifikasi makhluk hidup. Mampu menjelaskan proses dan hasil klasifikasi makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang dapat diamati. Jelaskan sistem klasifikasi sistem filogenetik pada makhluk hidup serta berilah contohnya! Mampu menjelaskan cara pemberian nama spesies menurut prinsip tata nama binomial. Tes tulis Pilihan ganda Cara penulisan nama ilmiah tanaman sagu menurut prinsip binomial nomenklatur yang benar yaitu . . . . a. Metroxylon Sago Rottb. b. metroxylon sago Rottb. c. Metroxylon sago Rottb. d. Metroxylon sago Rottb. e. Metroxylon sago rottb. Tes unjuk kerja Identifikasi dan uji petik kerja prosedur Portofolio Dokumen pekerjaan Tentukan nama lokal dan nama ilmiah dari berbagai jenis hewan di lingkungan sekolah! Tes tulis Uraian Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

4
Nilai dan Materi yang Diintegrasikan 8. Menjelaskan manfaat dari klasifikasi makhluk hidup. 9. Mencari berbagai bacaan tentang sejarah perkembangan sistem klasifikasi makhluk hidup. 10. Menjelaskan aturanaturan penulisan nama ilmiah suatu spesies. 11. Melakukan kegiatan identifikasi nama ilmiah berbagai jenis tumbuhan dan hewan di lingkungan sekitar. 12. Membuat kunci determinasi dari beberapa jenis tumbuhan berdasarkan pengamatan ciri morfologinya. (**) Mampu mengidentifikasi nama ilmiah berbagai jenis hewan di sekitarnya. Mampu membuat kunci determinasi. Amatilah ciri-ciri beberapa jenis hewan yang telah Anda kumpulkan pada praktikum nama-nama ilmiah hewan! Berdasarkan ciri-ciri yang Anda peroleh, buatlah kunci determinasinya!

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Silabus

Prinsip Klasifikasi, Tata Nama Binomial, dan Kunci Determinasi Sederhana

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Ciri-ciri Bryophyta (tumbuhan lumut) seperti berikut, kecuali . . . . a. bersel banyak b. memiliki klorofil c. dinding sel terbuat dari selulosa d. habitat umumnya di padang rumput e. terdapat lapisan lilin di permukaan luar tubuh Amati struktur gametofit dan sporofit tumbuhan Polytrichum sp.! Tes tulis Pilihan ganda Bentuk Instrumen Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Pendidikan karakter (*) Tanggung Jawab (**) Rasa Ingin Tahu (***)Mandiri 1. Mendeskripsikan ciri-ciri umum anggota divisi Bryophyta (tumbuhan lumut). Mampu mengidentifikasi dan mengomunikasikan ciri-ciri divisi Bryophyta (tumbuhan lumut).

3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri divisio dalam dunia tumbuhan dan peranannya bagi kelangsungan hidup di bumi.

Ciri-Ciri, Perkembangbiakan, dan M a n f a a t Plantae

Ekonomi kreatif () Berorientasi pada Tindakan 2. Mengidentifikasi struktur tubuh tumbuhan lumut. () Tes unjuk kerja Uji petik kerja prosedur Mampu mengidentifikasi struktur gametofit dan sporofit tumbuhan lumut. Mampu menjelaskan daur hidup (metagenesis) tumbuhan lumut. Tes tulis Pilihan ganda

3. Menjelaskan daur hidup tumbuhan lumut.

Perhatikan skema metagenesis tumbuhan lumut berikut!


1

Fase sporofit Fase gametofit 4 5 3

Arkegonia ditunjukkan oleh nomor . . . . a. 1 d. 4 b. 2 e. 5 c. 3 4. Menjelaskan manfaat tumbuhan lumut bagi kehidupan. Mampu menjelaskan manfaat tumbuhan lumut bagi kehidupan. Tes tulis Pilihan ganda

6 45 1. Buku PG Biologi Kelas X Semenit mester 2, Intan Pariwara, halaman 4176 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 2852 3. Buku BSE, Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA dan MA Kelas X, Suwarno, Depdiknas, 2010 4. S e p e r a n g k a t alat dan bahan untuk mengamati struktur gametofit dan sporofit tumbuhan Polytrichum sp. 5. S e p e r a n g k a t alat dan bahan untuk mengamati struktur sorus tumbuhan paku. 6. S e p e r a n g k a t alat dan bahan untuk mengamati strobilus jantan dan strobilus betina tumbuhan pinus. 7. B u k u - b u k u referensi, majalah, koran, dan internet

Biologi Kelas X

Tumbuhan lumut yang dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati gangguan fungsi hati yaitu . . . . a. Lunularia sp. b. Polytrichum sp. c. Anthoceros laevis d. Sphagnum ruppinense e. Marchantia polymorpha

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Sebutkan tiga kelompok tumbuhan paku berdasarkan ukuran dan jenis spora yang dihasilkan! Tes tulis Uraian Bentuk Instrumen Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

6
Nilai dan Materi yang Diintegrasikan 5. Menjelaskan kelompok tumbuhan paku. Mampu mengidentifikasi kelompok tumbuhan paku berdasarkan ukuran dan jenis spora. Mampu mengidentifikasi struktur sorus pada tumbuhan paku. Tes unjuk kerja Uji petik kerja prosedur Amati bagian-bagian sorus tumbuhan paku menggunakan preparat awetan penampang sorus dan mikroskop! Seperti halnya tumbuhan lumut, tumbuhan paku juga mengalami metagenesis. Jelaskan metagenesis pada tumbuhan paku! Gleichenia linearis merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang dimanfaatkan sebagai . . . . a. bahan obat b. pupuk hijau c. tanaman hias d. bahan sayuran e. pelindung tanaman persemaian Tes tulis Uraian Buatlah tabel perbedaan ciri-ciri Gymnospermae dan Angiospermae! 6. Mengidentifikasi struktur alat reproduksi tumbuhan paku. (*) 7. Menjelaskan daur hidup tumbuhan paku. Tes tulis Uraian Mampu menjelaskan daur hidup (metagenesis) tumbuhan paku. 8. Menjelaskan manfaat tumbuhan paku bagi kehidupan. Tes tulis Mampu menjelaskan manfaat tumbuhan paku bagi kehidupan. Pilihan ganda 9. M e n j e l a s k a n perbedaan ciri-ciri anggota Gymnospermae dan Angiospermae. Mampu mengidentifikasi dan mengomunikasikan perbedaan ciri-ciri anggota Gymnospermae dan Angiospermae. Mampu menjelaskan struktur strobilus jantan dan strobilus betina tumbuhan pinus. 10. Melakukan kegiatan mengidentifikasi alat reprouksi Gymnospermae. (**) Tes unjuk kerja Uji petik kerja prosedur Amati struktur strobilus jantan dan strobilus betina tumbuhan pinus. Amati pula bagian-bagian dari strobilus jantan dan strobilus betina tumbuhan pinus menggunakan lup.

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Silabus

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Buatlah sebuah artikel mengenai cara reproduksi vegetatif pada Angiospermae disertai dengan contoh tumbuhan yang dapat bereproduksi dengan cara tersebut! Sebutkan jenis tumbuhan Angiospermae yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan bagi manusia! Portofolio Dokumen pekerjaan Bentuk Instrumen Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan 11. Membuat artikel mengenai cara reproduksi vegetatif pada Angiospermae. (***) Mampu mengenal cara reproduksi vegetatif pada Angiospermae.

12. Mampu menjelaskan manfaat anggota Spermatophyta bagi kehidupan. Tes tulis Uraian Mampu menjelaskan manfaat anggota Spermatophyta bagi kehidupan.

Pendidikan karakter (*) Disiplin (**) Tanggung Jawab 1. Tes tulis Uraian Mampu menjelaskan cara perkembangbiakan anggota kingdom Animalia. Tes unjuk kerja Uji petik kerja prosedur Menjelaskan daur hidup cacing. 2. Ekonomi kreatif () Kreatif Mengidentifikasi, membedakan, dan mengomunikasikan ciri-ciri morfologi antaranggota dalam kingdom Animalia. Mampu mengenali anggota tiap-tiap kelas pada kingdom Animalia berdasarkan ciri-cirinya. Mampu mengidentifikasi jenis-jenis Insecta yang menjadi hama pada tanaman budi daya. Uji petik kerja prosedur Mengamati morfologi dan anatomi cumi-cumi. (*)

3.4 Mendeskripsikan ciri-ciri filum dalam dunia hewan dan peranannya bagi kehidupan.

Cacing gelang merupakan parasit di dalam usus manusia. Jelaskan daur hidup cacing tersebut! Amatilah ciri-ciri morfologi dan anatomi tubuh cumicumi!

Ciri-Ciri Umum Kingdom Animalia, Dasar Pengelompokan, dan Peranannya dalam Kehidupan.

3.

Mengamati tipe mulut beberapa jenis serangga. (**)

Uji petik kerja prosedur

Amatilah tipe mulut pada jangkrik, kupu-kupu, lalat, dan nyamuk!

4.

Mencari informasi dan membuat kliping mengenai jenisjenis Insecta yang menjadi hama pada tanaman budi daya. ()

Portofolio

Dokumen pekerjaan

Carilah informasi dan buatlah kliping mengenai jenis-jenis Insecta yang menjadi hama pada tanaman budi daya!

Biologi Kelas X

6 45 1. Buku PG Biologi menit Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 77126 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2 , Intan Pariwara, halaman 5486 3. Buku BSE, Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA dan MA Kelas X, Suwarno, Depdiknas, 2010. 4. Perlengkapan untuk mengamati ciri-ciri morfologi dan anatomi tubuh cumi-cumi. 5. Perlengkapan untuk mengamati tipe mulut serangga.

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Ikan pari dan ikan bandeng digolongkan dalam subfilum yang berbeda berdasarkan .... a. cara reproduksinya b. sistem peredaran darah c. jenis alat pernapasannya d. cara memperoleh makanan e. penyusun rangka tubuhnya Tes tulis Pilihan ganda Bentuk Instrumen Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

8
Nilai dan Materi yang Diintegrasikan 5. Menentukan dasar pengelompokan Pisces dalam dua subkelas. Mampu menjelaskan dasar-dasar pengelompokan makhluk hidup dalam kingdom Animalia.

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Silabus

Silabus

Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran

: ... : X/2 : Biologi

Standar Kompetensi : 4.

Siswa mampu menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi, dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem
Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Tes unjuk kerja Identifikasi dan uji petik kerja prosedur Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Lakukan pengukuran terhadap berbagai macam komponen abiotik di ekosistem kebun sekolah. Amati berbagai tumbuhan dan hewan di tempat tersebut! Amatilah komponen biotik yang menyusun suatu ekosistem! Identifikasilah interaksi yang terjadi antarmakhluk hidup dalam ekosistem tersebut! Tes unjuk kerja Identifikasi dan uji petik kerja prosedur Tes tulis Pilihan ganda Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Pendidikan karakter (*) Tanggung Jawab (**) P e d u l i Lingkungan 1. Mengamati dan mendata komponen biotik dan abiotik di ekosistem kebun sekolah. (*) Mampu mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem.

Penyusun Ekosistem, Suksesi, dan Pola Interaksi

4.1 Mendeskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran energi dan daur biogeokimia serta pemanfaatan komponen ekosistem bagi kehidupan. Ekonomi Kreatif () Kreatif 2. Mengamati suatu ekosistem beserta interaksi antarmakhluk hidup yang menyusunnya. Mampu mengidentifikasi berbagai interaksi simbiosis yang terjadi di ekosistem.

3. Menjelaskan pengertian keseimbangan ekosistem dan menyebutkan faktorfaktor yang mengakibatkan keseimbangan ekosistem terganggu. (**)

Mampu mendeskripsikan pengertian keseimbangan ekosistem dan menyebutkan faktorfaktor yang mengakibatkan keseimbangan ekosistem terganggu.

Biologi Kelas X

Ekosistem dikatakan seimbang dan dinamis jika . . . . a. jumlah konsumen melimpah b. jumlah produsen tidak melimpah c. jumlah pengurai seimbang dengan produsen d. tidak terjadi persaingan antarindividu di dalamnya e. jumlah semua komponen ekosistem sesuai dengan fungsi masing-masing

6 45 1. Buku PG Biologi menit Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 139192 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 92126 3. Buku BSE, Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA dan MA Kelas X, Suwarno, Depdiknas, 2010 4. Perlengkapan dalam pengamatan komponen biotik dan abiotik di ekosistem kebun sekolah 5. Perlengkapan dalam pengamatan interaksi simbiosis yang terjadi dalam suatu ekosistem

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Carilah contoh peristiwa suksesi primer dan sekunder yang terjadi di lingkungan sekitar dan identifikasilah jenis komunitas klimaks yang terjadi! Portofolio Dokumen pekerjaan Bentuk Instrumen Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

10
Nilai dan Materi yang Diintegrasikan 4. Mencari informasi tentang suksesi primer dan suksesi sekunder yang terjadi di lingkungan sekitar dan menentukan jenis komunitas klimaks yang terjadi. Mampu menjelaskan contoh suksesi primer dan suksesi sekunder yang terjadi di lingkungan sekitar dan menentukan jenis komunitas klimas yang terjadi. Mampu mengidentifikasi ciri-ciri suatu bioma. Mampu mengidentifikasi peranan organisme dalam suatu rantai makanan. Tes unjuk kerja Identifikasi dan uji petik kerja prosedur Dokumen pekerjaan Tes tulis Uraian Sebutkan empat ciri bioma hutan gugur! 5. Menjelaskan ciri-ciri berbagai macam bioma. 6. Mengamati rantai makanan yang terjadi di suatu ekosistem. 6. Perlengkapan dalam mengidentifikasi rantai makanan dalam ekosistem 7. Berbagai sumber informasi seperti internet, majalah, dan buku-buku referensi. Amatilah organismeorganisme di suatu ekosistem dan tentukan rantai makanan yang terjadi di ekosistem tersebut! Diskusikan cara mengendalikan hama serangga Helopeltis secara biologis menggunakan konsep rantai makanan! Portofolio Tes tulis Uraian Perhatikan jaring-jaring makanan berikut!
Padi Tikus Ular Elang Belalang Burung

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Silabus

7. Mendiskusikan cara mengendalikan hama serangga Helopeltis secara biologis. () 8. Mengamati siklus materi dan arus energi yang terjadi pada suatu rantai makanan melalui pengamatan gambar. Mampu menjelaskan aliran energi.

Mampu mengatasi masalah lingkungan dengan menggunakan konsep rantai makanan.

Berdasarkan jaring-jaring makanan di atas, tuliskan rantai makanan yang menyusun jaring-jaring makanan tersebut dan tentukan rantai makanan yang paling efektif mengalirkan energi!

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Apa yang dimaksud dengan siklus biogeokimia dan apa peranannya? Jelaskan jawaban Anda. Akibat letusan Gunung Merapi di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu, terjadi perubahan ekosistem di sekitar gunung tersebut. Perubahan keseimbangan ekosistem ini terjadi karena . . . . a. menurunnya daya dukung lingkungan b. kerusakan melebihi daya lentingnya c. daya dukung kurang maksimum d. menurunnya mutu lingkungan e. tidak adanya daya lenting Pilihan ganda Pilihan ganda Tes tulis Uraian Bentuk Instrumen Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan 9. Menjelaskan siklus biogeokimia. Mampu mendeskripsikan siklus biogeokimia.

4.2 Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia d e n g a n m a s a l a h perusakan/ pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan.

Perubahan Lingkungan dan Etika Lingkungan serta JenisJenis Penc e m a r a n Lingkungan 1. Menjelaskan perubahan keseimbangan lingkungan. Mampu menjelaskan penyebab terjadinya perubahan lingkungan. Tes tulis

Pendidikan karakter (*) K e r j a Sama (**) P e d u l i Lingkungan

2. Menjelaskan prinsipprinsip etika lingkungan.

Mampu mengidentifikasi prinsip-prinsip etika lingkungan.

Tes tulis

6 45 1. Buku PG Biologi menit Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 193219 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 128142 3. Buku BSE, Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA dan MA Kelas X, Suwarno, Depdiknas, 2010. 4. L i n g k u n g a n sekitar. 5. Alat dan bahan untuk praktik pengujian pencemaran di perairan. 6. Buku referensi dan internet.

Biologi Kelas X

Manusia sebagai anggota komunitas harus menghargai dan menghormati setiap kehidupan serta spesies dalam komunitas ekologi tersebut. Pernyataan tersebut merupakan perwujudan prinsip etika lingkungan yaitu . . . . a. tanggung jawab b. solidaritas kosmis c. sikap hormat terhadap alam d. hidup sederhana dan selaras dengan alam e. kasih sayang dan kepedulian terhadap alam

11

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Carilah informasi isi peraturan perundangundangan yang terkait dengan pengelolaan lingkungan. Diskusikan dengan kelompok Anda! Ambillah sampel air dari beberapa tempat! Amati parameter fisik sampel air, kemudian ujilah dengan larutan metilen biru! Sebutkan enam kegiatan manusia yang mengakibatkan pencemaran udara! Amati pengaruh hujan asam terhadap pertumbuhan tanaman! Portofolio Dokumen pekerjaan Bentuk Instrumen Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

12
Nilai dan Materi yang Diintegrasikan 3. Mencari informasi mengenai peraturan perundanganundangan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan. Mengetahui informasi tentang isi peraturan perundanganundangan yang terkait dengan pengelolaan lingkungan. Mampu mengidentifikasi tingkat pencemaran di perairan. Identifikasi dan uji petik kerja prosedur Tes unjuk kerja 4. Melakukan praktik untuk menguji tingkat pencemaran di perairan. (*) 5. Mendeskripsikan penyebab dan dampak pencemaran udara bagi kesehatan. Kuis Mampu menjelaskan penyebab dan dampak pencemaran udara bagi kesehatan. Mampu mengidentifikasi dampak hujan asam terhadap kehidupan tanaman. Tes unjuk kerja Identifikasi dan uji petik kerja prosedur Kuis Tes lisan 6. Mengamati dampak hujan asam terhadap kehidupan tanaman. (**) 7. Mendeskripsikan pencemaran tanah. Mampu menjelaskan penyebab pencemaran tanah dan dampaknya bagi lingkungan. Mampu mengidentifikasi dampak pencemaran suara bagi kesehatan. Tes lisan Apa akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan bagi tanah pertanian? 8. Mendeskripsikan dampak pencemaran suara bagi kesehatan. Tes lisan Kuis Apa dampak pencemaran suara bagi kesehatan manusia? 1. Menjelaskan caracara menangani limbah. Mampu mengidentifikasi metode penanganan limbah. Tes tulis Uraian Jelaskan cara menangani limbah padat dan limbah cair yang berasal dari kegiatan rumah tangga Anda! 2 45 menit 1. Buku PG Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 219224

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Silabus

4.3 Menganalisis jenis-jenis limbah dan daur ulang limbah.

Penanganan Limbah

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Contoh Instrumen Bentuk Instrumen Alokasi Alat dan Sumber Belajar Waktu

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Nilai dan Materi yang Diintegrasikan 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 106108

4.4 Membuat produk daur ulang limbah

Penanganan Limbah

Pendidikan karakter (***) G e m a r Membaca Ekonomi kreatif () Kreatif

Mendesain dan mem- buat produk daur ulang limbah. (***)()

Mampu memanfaatkan barang-barang bekas untuk membuat produk yang lebih bermanfaat.

Portofolio

Produk

Buatlah produk daur ulang barang-barang bekas berdasarkan informasi yang Anda peroleh!

2 45 1. Buku PG Biologi menit Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 221 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara, halaman 144 3. Limbah rumah tangga.

Biologi Kelas X

13

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bab II Kingdom Plantae


Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu : : : : .......... X/2 Biologi 6 45 menit Memahami manfaat keanekaragaman hayati.

Standar Kompetensi : 3. Kompetensi Dasar

: 3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri divisio dalam dunia tumbuhan dan peranannya bagi kelangsungan hidup di bumi.

Indikator Pencapaian Kompetensi Mengidentifikasi dan mengomunikasikan ciri-ciri divisi Bryophyta (tumbuhan lumut). Mengidentifikasi struktur gametofit dan sporofit tumbuhan lumut. Menjelaskan daur hidup (metagenesis) tumbuhan lumut. Menjelaskan manfaat tumbuhan lumut bagi kehidupan. Mengidentifikasi kelompok tumbuhan paku berdasarkan ukuran dan jenis spora. Mengidentifikasi struktur sorus pada tumbuhan paku. Menjelaskan daur hidup (metagenesis) tumbuhan paku. Menjelaskan manfaat tumbuhan paku bagi kehidupan. Mengidentifikasi dan mengomunikasikan perbedaan ciri-ciri anggota Gymnospermae dan Angiospermae. Menjelaskan struktur strobilus jantan dan strobilus betina tumbuhan pinus. Mengenal cara reproduksi vegetatif pada Angiospermae. Menjelaskan manfaat anggota Spermatophyta bagi kehidupan. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. mendeskripsikan ciri-ciri umum anggota divisi Bryophyta (tumbuhan lumut); 2. mengidentifikasi struktur tubuh tumbuhan lumut; 3. menjelaskan daur hidup tumbuhan lumut; 4. menjelaskan manfaat tumbuhan lumut bagi kehidupan; 5. menjelaskan kelompok tumbuhan paku; 6. mengidentifikasi struktur alat reproduksi tumbuhan paku; 7. menjelaskan daur hidup tumbuhan paku; 8. menjelaskan manfaat tumbuhan paku bagi kehidupan; 9. menjelaskan perbedaan ciri-ciri anggota Gymnospermae dan Angiospermae; 10. melakukan kegiatan mengidentifikasi alat reproduksi Gymnospermae; 11. membuat artikel mengenai cara reproduksi vegetatif pada Angiospermae; 12. menjelaskan manfaat anggota Spermatophyta bagi kehidupan. Nilai dan Materi yang Diintegrasikan 1. Pendidikan Karakter : Tanggung Jawab, Rasa Ingin Tahu, dan Mandiri 2. Ekonomi Kreatif : Berorientasi pada Tindakan Materi Pembelajaran Ciri-ciri, Perkembangbiakan, dan Manfaat Plantae. Metode Pembelajaran 1. Model Pembelajaran a. Cooperative Learning (CL) b. Direct Instruction (DI)

14

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

2.

Metode a. Diskusi b. Praktikum

Langkah-Langkah Kegiatan Pertemuan Pertama 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Meminta siswa menyebutkan tempat-tempat yang biasanya ditumbuhi tumbuhan lumut. Selanjutnya siswa diminta menyebutkan ciri-ciri yang dimiliki oleh tumbuhan lumut. b. Prasyarat Pengetahuan Mengetahui habitat umum Bryophyta (tumbuhan lumut). Mengetahui ciri-ciri Bryophyta (tumbuhan lumut). Kegiatan Inti (70 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan ciri-ciri tumbuhan yang tergolong dalam Bryophyta. Guru menjelaskan tiga kelas dalam Bryophyta. Guru menjelaskan cara reproduksi anggota Bryophyta. Guru menjelaskan peranan anggota Bryophyta. b. Elaborasi Siswa melakukan praktikum untuk mengamati struktur gametofit dan sporofit tumbuhan lumut daun. Setelah melakukan kegiatan ini, guru dapat mengarahkan siswa untuk membudidayakan tumbuhan lumut dan memanfaatkannya secara efektif dan efisien. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami materi tetapi juga dapat menerapkan materi yang diperolehnya dengan tindakan langsung. () () Ekonomi Kreatif (berorientasi pada tindakan) c. Konfirmasi Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil praktikumnya di depan kelas. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru meminta siswa untuk menanyakan kembali materi yang belum dimengerti. b. Guru memberi beberapa pertanyaan kepada siswa untuk menguji tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Pertemuan Kedua 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Meminta siswa menyebutkan contoh-contoh tumbuhan yang tergolong dalam Pteridophyta (tumbuhan paku). Siswa diminta menyebutkan ciri-ciri tumbuhan tersebut. b. Prasyarat Pengetahuan Mengenal berbagai jenis Pteridophyta (tumbuhan paku). Mengetahui ciri-ciri Pteridophyta (tumbuhan paku). Kegiatan Inti (70 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan ciri-ciri tumbuhan yang tergolong dalam Pteridophyta. Guru menjelaskan struktur tubuh Pteridophyta (tumbuhan paku). Guru menjelaskan empat kelas dalam Pteridophyta. Guru menjelaskan cara reproduksi Pteridophyta (tumbuhan paku). Guru menjelaskan peranan Pteridophyta (tumbuhan paku).

2.

3.

2.

Biologi Kelas X

15

Elaborasi Siswa melakukan praktikum untuk mengamati struktur sorus pada tumbuhan paku. Guru memberi pengarahan kepada siswa dalam menggunakan mikroskop dengan benar dan berhati-hati dalam melakukan pengamatan preparat. Hal ini melatih siswa bertanggung jawab terhadap preparat dan mikroskop yang digunakan agar tidak rusak. (*) (*) Pendidikan Karakter (Tanggung Jawab) c. Konfirmasi Guru meminta siswa untuk membuat laporan praktikum dan mempresentasikan hasil percobaan. 3. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru menyimpulkan hasil pengamatan siswa. b. Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami. Pertemuan Ketiga 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Guru meminta siswa menyebutkan nama-nama tumbuhan berbiji dan tumbuhan berbunga yang ada di sekitarnya. Siswa diminta menyebutkan ciri-ciri tumbuhan berbiji dan tumbuhan berbunga. b. Prasyarat Pengetahuan Mengenal berbagai jenis tumbuhan berbiji dan tumbuhan berbunga. Mengetahui ciri-ciri tumbuhan berbiji dan tumbuhan berbunga. Kegiatan Inti (70 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan ciri-ciri tumbuhan yang tergolong dalam Spermatophyta. Guru menjelaskan struktur tubuh Spermatophyta. Guru menjelaskan klasifikasi Spermatophyta. Guru menjelaskan cara reproduksi Gymnospermae dan Angiospermae. Guru menjelaskan peranan Gymnospermae dan Angiospermae. b. Elaborasi Siswa melakukan praktikum untuk mengidentifikasi struktur alat reproduksi tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae). Guru meminta siswa untuk mempelajari lebih lanjut mengenai perbedaan struktur strobilus jantan dan strobilus betina pada tumbuhan pinus serta perbedaan struktur strobilus pada tumbuhan Gymnospermae. Hal ini diharapkan dapat menggugah rasa ingin tahu siswa terhadap materi tersebut. (**) (**) Pendidikan Karakter (Rasa Ingin Tahu) c. Konfirmasi Guru meminta siswa untuk membuat laporan hasil praktikum yang telah dilaksanakan. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru mengajukan beberapa pertanyaan mengenai materi yang telah dipelajari untuk menguji tingkat pemahaman siswa. b. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat artikel mengenai cara reproduksi vegetatif pada Angiospermae. Guru memberikan arahan kepada siswa untuk menyelesaikan tugas secara individu untuk melatih kemandirian siswa. (***) (***) Pendidikan Karakter (Mandiri)

b.

2.

3.

Alat Sumber Belajar 1. Buku PG Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara 2012. 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara 2012. 3. Buku BSE Panduan Pembelajaran Biologi untuk SMA&MA Kelas X, Suwarno, Depdiknas, 2009. 4. Seperangkat alat dan bahan untuk praktikum pengamatan struktur gametofit dan sporofit tumbuhan lumut daun. 5. Seperangkat alat dan bahan untuk praktikum pengamatan struktur sorus pada tumbuhan paku. 6. Seperangkat alat dan bahan untuk praktikum mengidentifikasi struktur alat reproduksi tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae).

16

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Penilaian Hasil Belajar 1. Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen


Teknik Tes tulis Portofolio Tes unjuk kerja Bentuk Instrumen Pilihan ganda dan uraian Dokumen pekerjaan Uji petik kerja prosedur

2.

Contoh Instrumen a. Pilihan Ganda Gleichenia linearis merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang dimanfaatkan sebagai . . . . a. bahan baku b. pupuk hijau c. tanaman hias d. bahan sayuran e. pelindung tanaman persemaian b. Uraian Sebutkan tiga kelompok tumbuhan paku berdasarkan ukuran dan jenis spora yang dihasilkan! c. Dokumen Pekerjaan Buatlah sebuah artikel mengenai cara reproduksi vegetatif pada Angiospermae disertai dengan contoh tumbuhan yang dapat bereproduksi dengan cara tersebut! d. Uji Petik Kerja Prosedur Amati struktur strobilus jantan dan strobilus betina tumbuhan pinus. Amati pula bagian-bagian dari strobilus jantan dan strobilus betina tumbuhan pinus menggunakan lup!

________, _________________

Mengetahui, Kepala SMA ________________

Guru Mata Pelajaran

........................ ___________________________ NIP _______________________

........................ ___________________________ NIP _______________________

Biologi Kelas X

17

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bab V Lingkungan


Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu : : : : .......... X/2 Biologi 6 45 menit Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi, dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem.

Standar Kompetensi : 4. Kompetensi Dasar

: 4.2 Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan masalah perusakan/ pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan.

Indikator Pencapaian Kompetensi Mampu menjelaskan penyebab terjadinya perubahan lingkungan Mengidentifikasi prinsip-prinsip etika lingkungan. Mengetahui informasi sebanyak-banyaknya tentang isi peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengelolaan lingkungan. Mengidentifikasi tingkat pencemaran di perairan. Menjelaskan penyebab dan dampak pencemaran udara bagi kesehatan. Mengidentifikasi dampak hujan asam terhadap kehidupan tanaman. Menjelaskan penyebab pencemaran tanah dan dampaknya bagi lingkungan. Mengidentifikasi dampak pencemaran suara bagi kesehatan. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. menjelaskan perubahan keseimbangan lingkungan; 2. menjelaskan prinsip-prinsip etika lingkungan; 3. mencari informasi mengenai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan; 4. melakukan praktik untuk menguji tingkat pencemaran di perairan; 5. mendeskripsikan penyebab dan dampak pencemaran udara bagi kesehatan; 6. mengamati dampak hujan asam terhadap kehidupan tanaman; 7. mendeskripsikan pencemaran tanah; 8. mendeskripsikan dampak pencemaran suara bagi kesehatan. Nilai dan Materi yang Diintegrasikan Pendidikan Karakter: Kerja Sama, Peduli Lingkungan, dan Gemar Membaca Materi Pembelajaran 1. Perubahan lingkungan dan etika lingkungan. 2. Jenis-jenis pencemaran lingkungan. Metode Pembelajaran 1. Model Pembelajaran a. Cooperative Learning (CL) b. Direct Instruction (DI) 2. Metode a. Diskusi b. Praktikum

18

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Langkah-Langkah Kegiatan Pertemuan Pertama 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Meminta siswa untuk keluar kelas, misal ke halaman sekolah untuk menentukan ekosistem halaman sekolah termasuk ekosistem seimbang atau tidak seimbang. Mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa, misal seperti berikut. 1) Apakah lingkungan yang mereka amati termasuk lingkungan yang tercemar? 2) Apa pencemaran lingkungan itu? 3) Apakah kasus Lapindo juga termasuk pencemaran lingkungan? b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui pengertian dari ekosistem yang seimbang. Siswa mengetahui faktor-faktor yang dapat mengakibatkan terganggunya keseimbangan lingkungan. Siswa mengetahui pengertian etika lingkungan. Siswa memahami pengertian dari pencemaran lingkungan dan jenis-jenis pencemaran lingkungan. Kegiatan Inti (70 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan pengertian dari keseimbangan lingkungan. Guru menjelaskan faktor-faktor yang dapat mengakibatkan terganggunya keseimbangan lingkungan dan definisi etika lingkungan. Guru menjelaskan pengertian pencemaran lingkungan. Guru menyebutkan jenis-jenis pencemaran lingkungan berdasarkan lokasinya. Guru menjelaskan jenis-jenis polutan yang dapat mencemari air dan jenis-jenis parameter kimia kualitas air. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk melakukan percobaan mengenai tingkat pencemaran di perairan. b. Elaborasi Siswa melakukan percobaan untuk menguji tingkat pencemaran air yang diambil dari beberapa sumber air. Guru meminta setiap anggota kelompok untuk membawa satu sampel air yang berbeda dengan anggota lainnya. Hal ini untuk melatih siswa agar saling bekerja sama. (*) (*) Pendidikan Karakter (Kerja Sama) c. Konfirmasi Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru menyimpulkan hasil percobaan siswa. b. Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami. Pertemuan Kedua 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Siswa diminta menceritakan pengalamannya ketika terjebak di keramaian lalu lintas. b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui jenis-jenis polutan yang dapat mencemari udara. Siswa mengetahui dampak pencemaran udara bagi lingkungan dan makhluk hidup. Kegiatan Inti (70 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan jenis-jenis polutan yang dapat mencemari udara. Guru menjelaskan terjadinya efek rumah kaca dan dampaknya bagi lingkungan dan makhluk hidup. Guru menjelaskan terjadinya hujan asam dan dampaknya bagi lingkungan dan makhluk hidup.

2.

3.

2.

Biologi Kelas X

19

Guru menjelaskan proses terjadinya penipisan lapisan ozon dan dampaknya bagi lingkungan dan makhluk hidup. Guru membagi siswa dalam kelompok untuk melakukan percobaan mengamati dampak hujan asam bagi kehidupan tumbuhan. b. Elaborasi Siswa melakukan percobaan untuk mengamati dampak hujan asam bagi lingkungan dan makhluk hidup. Di antara sela waktu praktikum, siswa disarankan untuk menggunakan sepeda motor secara bijak. Hal ini bertujuan agar siswa memiliki kepedulian terhadap lingkungan. (**) (**) Pendidikan Karakter (Peduli Lingkungan) c. Konfirmasi Guru meminta siswa untuk membuat laporan percobaan dan mempresentasikannya di depan kelas. 3. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru menyimpulkan hasil percobaan siswa. b. Guru mengajukan beberapa pertanyaan mengenai materi yang telah dipelajari untuk menguji tingkat pemahaman siswa. Pertemuan Ketiga 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Motivasi Guru meminta siswa untuk mengamati keadaan tanah dan permukaan daun yang berada di pinggir jalan. Setelah itu, guru dapat mengajukan beberapa pertanyaan seperti berikut. 1) Adakah sampah plastik di sana? 2) Apakah sampah plastik dapat mencemari tanah? 3) Bagaimana permukaan daun tersebut?Adakah debu yang menempel di permukaan daun tersebut? Guru juga dapat mengajukan pertanyaan untuk memotivasi siswa dalam mempelajari pencemaran suara, misal seperti berikut. 1) Apakah Anda merasa nyaman jika mendengar suara yang sangat keras? 2) Apakah yang dimaksud dengan pencemaran suara? b. Prasyarat Pengetahuan Siswa mengetahui jenis-jenis partikel yang dapat mencemari udara. Siswa mengetahui jenis-jenis polutan yang dapat mencemari tanah. Siswa mengetahui dampak pencemaran suara bagi kesehatan manusia. Kegiatan Inti (70 menit) a. Eksplorasi Guru menjelaskan jenis-jenis partikel yang dapat mencemari udara. Guru menjelaskan dampak negatif akibat pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel. Guru menjelaskan jenis-jenis polutan yang dapat mencemari tanah. Guru menjelaskan sumber-sumber suara yang dapat mengakibatkan pencemaran suara. Guru menjelaskan dampak pencemaran suara bagi kesehatan manusia. b. Konfirmasi Guru meminta siswa mengemukakan pendapatnya tentang global warming yang terkait dengan pencemaran udara. Guru meminta siswa untuk menjelaskan kembali mengenai pencemaran tanah dan pencemaran udara. Kegiatan penutup (10 menit) a. Guru membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari. b. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami.

2.

3.

20

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Alat Sumber Belajar 1. Buku PG Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara 2012. 2. Buku PR Biologi Kelas X Semester 2, Intan Pariwara 2012. 3. Seperangkat alat dan bahan untuk menguji tingkat pencemaran di perairan. 4. Seperangkat alat dan bahan untuk mengamati dampak hujan asam bagi kehidupan tanaman. 5. Buku BSE panduan pembelajaran Biologi untuk SMA&MA Kelas X, Suwarno, Depdiknas, 2009. Penilaian Hasil Belajar 1. Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen
Teknik Tes tulis Portofolio Tes unjuk kerja Tes lisan Bentuk Instrumen Pilihan ganda Dokumen pekerjaan Identifikasi dan uji petik kerja prosedur Kuis

2.

Contoh Instrumen a. Pilihan Ganda Manusia sebagai anggota komunitas harus menghargai dan menghormati setiap kehidupan serta spesies dalam komunitas ekologi tersebut. Pernyataan tersebut merupakan perwujudan prinsip etika lingkungan yaitu . . . . a. tanggung jawab b. solidaritas kosmis c. sikap hormat terhadap alam d. hidup sederhana dan selaras dengan alam e. kasih sayang dan kepedulian terhadap alam b. Dokumen Pekerjaan Carilah informasi mengenai isi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pengelolaan lingkungan. Diskusikan dengan kelompok Anda! c. Identifikasi dan Uji Petik Kerja Prosedur Ambillah sampel air dari beberapa tempat! Amati parameter fisik sampel air, kemudian ujilah dengan larutan metilen biru! d. Kuis Apa akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan bagi tanah pertanian?

________, _________________ Mengetahui, Kepala SMA ________________

Guru Mata Pelajaran

........................ ___________________________ NIP _______________________

........................ ___________________________ NIP _______________________

Biologi Kelas X

21

Bab I

Keanekaragaman Hayati

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: a Perkawinan antarmakhluk hidup sejenis (satu spesies) dalam hal ini adalah ayam bekisar, dapat menimbulkan keanekaragaman gen. Keanekaragaman gen makhluk hidup berasal dari kedua induk/orang tuanya yang memiliki perbedaan gen. Kombinasi susunan perangkat gen dari kedua induk ayam bekisar tersebut akan mengakibatkan keanekaragaman individu dalam satu spesies. 2. Jawaban: c Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Ayam bekisar dan ayam bangkok masih tergolong dalam satu jenis, yaitu Gallus gallus. Namun, kedua jenis ayam tersebut mempunyai ciri dan sifat berbeda. Sementara itu, kalkun (Meleagris gallopavo), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), dan entok (Cairina scutulata) berasal dari spesies yang berbeda sehingga tidak termasuk contoh keanekaragaman tingkat gen. 3. Jawaban: b Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antarjenis dalam satu marga (genus). Singa, harimau, dan macan tutul tergolong dalam satu marga, yaitu Panthera. Keanekaragaman pada makhluk hidup dalam satu marga merupakan keanekaragaman jenis. Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Keanekaragaman gen mengakibatkan variasi antarindividu sejenis. Keanekaragaman tingkat ekosistem terjadi akibat adanya perbedaan letak geografis. Perbedaan letak geografis ini mengakibatkan terjadinya perbedaan iklim yang akan berpengaruh terhadap jenis-jenis tumbuhan (flora) dan hewan (fauna) yang hidup di suatu daerah.

4. Jawaban: c Keanekaragaman gen merupakan keanekaragaman individu dalam satu spesies. Jenis rambut (keriting, lurus, atau berombak) dan warna kulit manusia menunjukkan keanekaragaman ciri fisik dalam satu spesies. Adapun perbedaan bentuk paruh burung, warna bulu, dan jenis makanan burung tidak termasuk dalam keanekaragaman gen. 5. Jawaban: e Variasi individu dalam satu spesies disebut keanekaragaman gen. Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Mangga gadung, mangga manalagi, dan mangga golek masih tergolong dalam satu jenis. Namun, ketiga jenis mangga tersebut mempunyai ciri-ciri dan sifat yang berbeda. Terung, tomat, dan kentang memiliki genus yang sama (Solanum), tetapi bukan merupakan satu spesies. Kelapa gading, tanaman aren, dan mangga gadung juga tidak berada dalam satu spesies. Adapun singa gunung, kucing persia, dan serigala abu-abu memiliki hubungan kekerabatan yang jauh. 6. Jawaban: e Syarat dua makhluk hidup atau lebih dikatakan satu spesies jika setelah melakukan perkawinan dapat menghasilkan keturunan yang fertil. Bunga mawar berbeda warna mahkota bunganya menunjukkan perbedaan gen, tetapi masih dalam satu spesies karena tidak ada individu dalam satu spesies yang memiliki gen yang sama persis. Persamaan habitat, kebutuhan nutrisi, dan cara reproduksi belum dapat dijadikan dasar pengelompokan makhluk hidup dalam satu spesies. 7. Jawaban: b Keanekaragaman jenis menunjukkan variasi yang terdapat pada makhluk hidup antarjenis dalam satu marga. Bambusa spinosa (bambu duri) dan Bambusa vulgaris (bambu wulung) termasuk dalam satu marga, yaitu Bambusa sehingga termasuk dalam keanekaragaman jenis. Sementara itu, Hibiscus rosa-sinensis (bunga sepatu), Andropogon nardus (sere), dan Solanum tuberosum (kentang) merupakan spesies yang berbeda dan memiliki hubungan kekerabatan yang jauh.

22

Kunci Jawaban dan Pembahasan

8. Jawaban: a Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Keanekaragaman gen mengakibatkan variasi antarindividu sejenis, misal keanekaragaman pola garis zebra. Keanekaragaman sifat tersebut disebabkan oleh pengaruh perangkat pembawa sifat yang disebut gen. 9. Jawaban: d Dalam ekosistem terumbu karang di Taman Laut Bunaken, Maluku, terdapat berbagai jenis makhluk hidup seperti ikan, ganggang, dan Invertebrata yang berinteraksi dengan lingkungan abiotik. Adapun di kawasan hutan Gunung Leuser terdapat tanaman yang dilestarikan seperti meranti, keruing, durian hutan, menteng, dan Rafflesia arnoldii. Hewan yang dilestarikan antara lain gajah (Elephas maximus), beruang madu (Helarctos malayanus), harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae ), badak sumatra ( Decerorhinus sumatrensis ), orang utan sumatra ( Pongo pygmaeus abelii), kambing sumatra (Capricornis sumatrensis), itik liar (Cairina scutulata), dan tapir (Tapirus indicus). Perbedaan jenis-jenis flora dan fauna di kedua ekosistem tersebut karena adanya perbedaan letak geografis sehingga mengakibatkan perbedaan iklim di kedua wilayah tersebut. Adanya perbedaan ciri kedua jenis ekosistem tersebut merupakan wujud dari keanekaragaman ekosistem. 10. Jawaban: e Gurun pasir, pantai, dan sabana termasuk jenisjenis ekosistem. Ketiga jenis ekosistem tersebut memiliki komposisi tumbuhan dan hewan yang berbeda. Oleh karena itu, ketiganya merupakan wujud dari keanekaragaman ekosistem. Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Keanekaragaman pada makhluk hidup dalam satu marga merupakan keanekaragaman jenis. Keanekaragaman gen mengakibatkan variasi antarindividu sejenis. Keanekaragaman tingkat ekosistem terjadi akibat adanya perbedaan letak geografis. Perbedaan letak geografis ini mengakibatkan terjadinya perbedaan iklim yang akan berpengaruh terhadap jenis-jenis tumbuhan (flora) dan hewan (fauna) yang hidup di suatu daerah. B. Uraian 1. Keanekaragaman hayati merupakan keanekaragaman makhluk hidup yang menunjukkan keseluruhan variasi gen, spesies, dan ekosistem di suatu daerah.

Keanekaragaman hayati dibagi menjadi tiga tingkatan sebagai berikut. 1) Keanekaragaman Gen Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Keanekaragaman gen mengakibatkan variasi antarindividu sejenis, misal keanekaragaman gen pada spesies ayam (Gallus gallus). Keanekaragaman gen pada ayam terlihat pada perbedaan sifat antara lain warna bulu, bentuk pial (cengger), ukuran tubuh, dan bentuk kaki. Keanekaragaman sifat tersebut disebabkan oleh pengaruh perangkat pembawa sifat yang disebut gen. 2) Keanekaragaman Jenis Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antarjenis (interspesies) dalam satu marga. Keanekaragaman jenis lebih mudah diamati daripada keanekaragaman gen. Hal ini karena perbedaan antarspesies makhluk hidup dalam satu marga lebih mencolok daripada perbedaan antarindividu dalam satu spesies. 3) Keanekaragaman Ekosistem Keanekaragaman tingkat ekosistem terjadi akibat adanya perbedaan letak geografis. Perbedaan letak geografis ini mengakibatkan terjadinya perbedaan iklim. Pada iklim yang berbeda pasti terdapat perbedaan temperatur, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lama penyinaran. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap jenis-jenis tumbuhan (flora) dan hewan (fauna) yang hidup di suatu daerah. 2. Spesiasi merupakan proses terbentuknya spesies baru. Apabila terjadi spesiasi, jumlah spesies dalam satu marga bertambah. Dengan demikian, keanekaragaman jenis meningkat. Namun, keanekaragaman gen dalam spesies asal menjadi berkurang. 3. Dalam satu spesies tidak ada dua individu yang sama persis. Hal tersebut terjadi akibat adanya keanekaragaman gen dan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan. Variasi gen dalam setiap makhluk hidup dan faktor lingkungan dapat mengakibatkan penampakan fenotipe yang berbeda. 4. a. Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Keanekaragaman gen mengakibatkan variasi antarindividu sejenis. Contoh keanekaragaman gen pada tumbuhan adalah terdapatnya beberapa varietas tanaman mangga (Mangifera indica), yaitu mangga manalagi, mangga golek, dan mangga

b.

Biologi Kelas X

23

arum manis. Keanekaragaman gen juga terjadi pada tanaman kelapa (Cocos nucifera), yaitu kelapa gading dan kelapa hijau. 5. Keanekaragaman ekosistem di suatu benua terjadi akibat adanya perbedaan letak geografis masingmasing wilayah. Perbedaan letak geografis mengakibatkan terjadinya perbedaan iklim. Perbedaan iklim tersebut mengakibatkan jenis flora dan fauna yang hidup di suatu ekosistem berbeda dengan jenis flora dan fauna yang hidup di ekosistem lainnya.

dan murai). Singapuar termasuk satwa Australian. Sementara itu, burung maleo merupakan satwa peralihan. 4. Jawaban: d Keanekaragaman hayati di hutan tropis terdiri atas flora dan fauna yang sangat heterogen sehingga memiliki potensi plasma nutfah yang tinggi. Apabila hutan hujan tropis ditebangi dan digantikan dengan perkebunan kelapa sawit, keanekaragaman hayati akan berkurang. Akibatnya tidak hanya berdampak pada ekosistem hutan tersebut, tetapi juga iklim global. 5. Jawaban: b Masyarakat suku Dani di Lembah Baliem, Papua, menggunakan enam macam tumbuhan sebagai bahan sandang. Yokal (pakaian wanita yang sudah menikah) dibuat dari jenis tumbuhan Agrostophyllum majus dan wen (Ficus drupacea). Pakaian anak gadis dibuat dari jenis tumbuhan kem (Eleocharis dulcis). Koteka/holim yaitu jenis pakaian pria dibuat dari jenis tanaman sika (Legenaria siceraria). Pakaian perang dibuat dari mul (Calamus sp). 6. Jawaban: a Contoh tanaman yang sering dimanfaatkan untuk obat tradisional yaitu mengkudu, buah merah, dan mahkota dewa. Adapun sagu, gembili, dan ubi kayu untuk bahan pangan karena kandungan karbohidratnya tinggi. Mahoni dan meranti untuk bahan baku bangunan atau perumahan. Rotan, karet, dan kelapa sawit untuk bahan baku industri. Kayu cendana dan gaharu untuk bahan industri kosmetik. 7. Jawaban: b Hewan seperti pada gambar adalah bekantan. Hewan ini merupakan salah satu jenis fauna daerah Oriental yang hidup di wilayah Kalimantan. Contoh hewan yang hidup di Nusa Tenggara yaitu kuda Bima. Contoh hewan yang hidup di Sulawesi yaitu babi rusa. Contoh hewan yang hidup di Maluku yaitu burung kasuari. Adapun contoh hewan yang hidup di Papua yaitu burung burung cenderawasih. 8. Jawaban: c 1) Suaka margasatwa yaitu kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwa. 2) Taman nasional yaitu kawasan pelestarian alam dengan ciri khas tertentu yang dikembangkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan rekreasi. 3) Taman wisata alam yaitu kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata dan rekreasi alam.

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: d Raflesia merupakan tumbuhan endemik yang hanya ada di daerah tertentu, yaitu di hutan Sumatra Barat, Bengkulu, dan Aceh. Sementara itu, durian (Durio zibethinus), mangga (Mangifera indica), sukun (Artocarpus communis), dan rotan ( Calamus sp.) merupakan tumbuhan yang mendominasi hutan hujan tropis di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. 2. Jawaban: b Daerah Oriental meliputi Pulau Jawa, Bali, Sumatra, dan Kalimantan. Fauna daerah Oriental memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 1) Banyak mamalia berukuran besar Contoh gajah (Elephas maximus), banteng (Bos sondaicus), harimau (Panthera tigris), dan badak sumatra (Decerorhinus sumatrensis). 2) Terdapat berbagai macam kera. Contoh bekantan (Nasalis larvatus) dan orang utan (Pongo pygmaeus abelii). 3) Terdapat burung-burung dengan warna kurang menarik, tetapi dapat berkicau. Contoh jalak bali ( Leucopsar rothschildi ), elang jawa (Spizaetus bertelsi), elang putih (Mycrohyerax latifrons), dan murai mengilap (Myophoneus melurunus). 4) Terdapat banyak spesies ikan air tawar. Contoh gurami, mujair, tawes, dan ikan mas. 3. Jawaban: b Fauna daerah Oriental tersebar di Pulau Jawa, Bali, Sumatra, dan Kalimantan. Fauna darah Oriental meliputi Mammalia berukuran besar (contoh kerbau, sapi, badak, gajah, dan harimau), berbagai jenis monyet (contoh bekantan, siamang, lutung, dan orang utan), dan burung berbulu kurang menarik tetapi bisa berkicau (contoh jalak bali, ketilang,

24

Kunci Jawaban dan Pembahasan

4)

Cagar alam adalah kawasan suaka alam yang digunakan untuk melindungi dan menjamin perkembangan secara alami terhadap jenis tumbuhan yang khas di tempat tersebut.

b.

9. Jawaban: b 1) Cemara gunung (Casuarina junghuniana) dan kijang ( Muntiacus muntjak ) dilindungi di Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru yang terletak di kawasan Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Probolinggo, Malang, Pasuruan, dan Lumajang. 2) Raflesia (Raflessia zollingeriana) dan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) dilindungi di Taman Nasional Meru Betiri yang terletak di Provinsi Jawa Timur di wilayah Jember Selatan. 3) Dadap biru (Erythocina endophyla) dan rusa (Cervus nippon) dilindungi di Taman Nasional Baluran yang terletak di Provinsi Jawa Timur. 4) Kayu hitam (Diospyros javanica) dan komodo (Varanus komodoensis) dilindungi di Taman Nasional Komodo yang terletak di Pulau Komodo, Provinsi NTT. 5) Rengas (Gluta renghas) dan orang utan (Pongo pygmaeus) dilindungi di Taman Nasional Tanjung Puting yang terletak di Provinsi Kalimantan di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kalimantan Tengah. 10. Jawaban: c Dari sudut pandang industri dan bisnis, pembukaan lahan perkebunan/pertanian baru berdasarkan hasil pemetaan potensi oleh satelit sangat menguntungkan. Akan tetapi dari sudut pandang biologi, pembukaan hutan untuk lahan industri dan perkebunan akan menghilangkan keanekaragaman plasma nutfah yang ada di dalamnya. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian yang lebih besar dari sisi ekologi, misal terjadinya bencana alam, mewabahnya hama pengganggu karena ketidakseimbangan ekosistem, dan munculnya bibit penyakit baru pada manusia karena mengganggu habitat inang mikrobia yang sebelumnya ada di dalam hutan. B. Uraian 1. a. Fauna daerah Australian terdapat di Papua dan pulau-pulau di sekitarnya. Contoh fauna Australian yaitu kanguru pohon (Dendrolagus ursinus), kuskus (Spilocuscus maculatus), komodo (Varanus komodoensis), babi rusa ( Babyrousa babyrussa ), dan Burung cenderawasih merah (Paradisaea rubra).

c.

Fauna peralihan terdapat di daerah Sulawesi sampai Nusa Tenggara. Beberapa contoh hewan yang termasuk dalam kelompok fauna peralihan sebagai berikut. 1) Anoa daratan (Bubalus depressicornis) 2) Maleo (Macrocephalon maleo) 3) Rangkong sulawesi (Aceros cassidix ) 4) Musang cokelat sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii) 5) Singapuar (Tarsius spectrum) Contoh fauna Oriental, seperti berikut. 1) Mammalia yang berukuran besar, contoh gajah (Elephas maximus), banteng (Bos sondaicus), harimau (Panthera tigris), dan badak sumatra (Decerorhinus sumatrensis). 2) Berbagai macam kera, contoh bekantan (Nasalis larvatus ) dan orang utan (Pongo pygmaeus abelii). 3) Burung-burung dengan warna kurang menarik, tetapi dapat berkicau, contoh jalak bali (Leucopsar rothschildi), elang jawa (Spizaetus bertelsi), elang putih ( Mycrohyerax latifrons), dan murai mengilap (Myophoneus melurunus).

2. Penggolongan daerah persebaran fauna di Indonesia menjadi Oriental dan Australian dilakukan oleh seorang zoologis Inggris Alfred Russel Wallace. Wallace mengelompokkan fauna yang terdapat di Pulau Papua dan kepulauan di sekitarnya karena kekhasan karakter fauna di daerah ini, yaitu burung berwarna menarik, Mammalia berkantong, dan kadal besar. Komodo yang terdapat di Pulau Komodo merupakan kadal berukuran besar yang beberapa kerabatnya banyak terdapat di Benua Australia, misalnya biawak Australia. 3. Manfaat keanekaragaman hayati bagi manusia sebagai sumber pangan dan obat-obatan seperti berikut. 1) Spirulina sp. salah satu spesies Algae hijau biru merupakan sumber makanan alternatif berprotein tinggi. 2) Abalon (anggota Mollusca) dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan dengan protein tinggi. Abalon biasa diolah menjadi makanan bercitarasa tinggi di restoran. 3) Teripang (anggota Echinodermata) dapat diolah menjadi sumber makanan yang mengandung banyak karbohidrat sebagai sumber energi tubuh. 4) Rumput laut dapat dimanfaatkan sebagai campuran dan pemberi warna alami bagi makanan. Rumput laut memiliki kandungan vitamin dan protein tinggi.

Biologi Kelas X

25

5)

Berbagai jenis ikan laut seperti ikan salmon, herring, trout, sarden, dan mackarrel dagingnya memiliki kandungan protein dan omega-3 yang tinggi.

2)

3)

4. Taman nasional merupakan kawasan konservasi alam dengan ciri khas tertentu yang dikembangkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, dan rekreasi alam. Tiga taman nasional di Indonesia yang terletak di Pulau Sumatra sebagai berikut. 1) Taman Nasional Gunung Leuser terletak di Provinsi Sumatra Utara dan Provinsi Aceh. Contoh tumbuhan yang dilestarikan yaitu meranti, keruing, durian hutan, menteng, dan Rafflesia arnoldii. Hewan yang dilestarikan antara lain gajah (Elephas maximus), beruang madu ( Helarctos malayanus ), harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae), badak sumatra (Decerorhinus sumatrensis), orang utan sumatra ( Pongo pygmaeus abelii ), kambing sumatra (Capricornis sumatrensis), itik liar (Cairina scutulata), dan tapir (Tapirus indicus). 2) Taman Nasional Kerinci Seblat terletak di Provinsi Jambi, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Bengkulu . Tumbuhan yang dilestarikan yaitu bunga bangkai (Amorphophallus titanum), Rafflesia arnoldii, palem, anggrek, dan kismis. Hewan yang dilestarikan antara lain tapir (Tapirus indicus), kelinci hutan ( Nesolagus netscheri ), landak ( Hystrix brachyura ), berang-berang ( Castorcanadensis ), badak sumatra ( Decerorhinus samatrensis), harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae), siamang (Hylobates sp.), dan kera ekor panjang (Macaca fascicularis).

Menjadikan habitat asli flora dan fauna yang terancam punah menjadi kawasan konservasi, misal suaka margasatwa atau cagar alam. Membuat regulasi dan aturan untuk melindungi flora dan fauna beserta habitatnya dari perusakan, serta memberi hukuman berat pada pihak yang melanggarnya.

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: e Klasifikasi sistem artifisial adalah sistem klasifikasi yang menggunakan satu atau dua ciri pada makhluk hidup. Sistem ini disusun menggunakan ciri-ciri atau sifat-sifat yang sesuai dengan kehendak manusia atau sifat lainnya. Misal klasifikasi tumbuhan berdasarkan tempat hidup (habitat) atau perawakan (berupa pohon, perdu, semak, terna, dan liana). Tokoh klasifikasi sistem artifisial antara lain Aristoteles yang membagi makhluk hidup menjadi dua kelompok berdasarkan ada tidaknya klorofil dan kemampuan berpindah tempat, yaitu kelompok tumbuhan (Plantae) dan kelompok hewan (Animalia). Ia pun membagi tumbuhan menjadi kelompok pohon, perdu, semak, terna, serta liana. Tokoh lainnya yaitu Carolus Linnaeus yang mengelompokkan tumbuhan berdasarkan alat reproduksinya. 2. Jawaban: e Jamur merupakan organisme yang mampu menguraikan makanan dan menyerapnya. Oleh karena itu, jamur dimasukkan dalam kingdom Fungi. Bakteri termasuk organisme yang memiliki tipe sel prokariotik. Oleh karena itu, bakteri dimasukkan dalam kingdom Monera. Adapun organisme eukariotik bersel banyak yang bersifat heterotrof dan mampu bergerak aktif dimasukkan dalam kingdom Animalia. Organisme eukariotik bersel banyak yang dapat melakukan fotosintesis dimasukkan dalam kingdom Plantae. Organisme eukariotik bersel tunggal dimasukkan dalam kingdom Protista. 3. Jawaban: e Dalam penulisan nama ilmiah, kata pertama menunjukkan nama genus, sedangkan kata kedua menunjukkan nama jenis (spesies). Hal ini berarti kata Varanus menunjukkan nama genus, sedangkan komodoensis menunjukkan nama spesies. Komodo termasuk dalam kelas Reptilia, ordo Squamata, dan famili Varanidae.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan terletak di Provinsi Bengkulu dan Provinsi Lampung. Tumbuhan yang dilestarikan yaitu meranti (Shorea sp.), keruing (Dipterocarpus sp.), damar ( Agathis alba ), kemiri ( Aleurites moluccana), mengkudu (Morinda citrifolia), dan Rafflesia arnoldii. Hewan yang dilestarikan antara lain gajah (Elephas maximus), tapir (Tapirus indicus), badak sumatra (Decerorhinus sumatrensis), landak (Hystrix brachyura), trenggiling (Manis javanica), ular sanca hijau (Morelia viridis), bangau putih (Bubulcus ibis), dan rangkong (Buceros sp.). 5. Beberapa aktivitas manusia yang dapat melestarikan habitat alami makhluk hidup sebagai berikut. 1) Melakukan penghijauan atau reboisasi, misal dengan menanami kembali daerah-daerah gundul dengan tanaman atau bibit-bibit pohon.

3)

26

Kunci Jawaban dan Pembahasan

4. Jawaban: d Cara penulisan nama organisme menurut aturan binomial nomenclature yaitu kata pertama diawali dengan huruf kapital, sedangkan kata kedua diawali dengan huruf kecil. Kedua kata tersebut digarisbawahi, dicetak miring, atau ditebalkan sehingga berbeda dengan istilah yang lain. 5. Jawaban: a Klasifikasi hewan dari yang paling rendah hingga ke takson yang tertinggi yaitu spesies genus famili ordo kelas divisi kingdom. 6. Jawaban: b Keterangan nama umum hewan sebagai berikut. 1) Canis lupus (serigala) 2) Panthera leo (singa) 3) Canis familiaris (anjing peliharaan) 4) Prinia familiaris (burung prenjak) 5) Elephas maximus (gajah asia) Kekerabatan terdekat dapat dilihat dari genus suatu spesies. Canis lupus dan Canis familiaris memiliki genus yang sama, yaitu Canis. Sementara itu, meskipun memiliki penunjuk spesies yang sama, Canis familiaris dan Prinia familiaris kekerabatannya sangat jauh. 7. Jawaban: e Dalam penulisan nama ilmiah, kata pertama menunjukkan genus (marga), sedangkan kata kedua menunjukkan spesies (jenis). Tanaman waru dan kembang sepatu termasuk dalam genus yang sama, yaitu Hibiscus. Namun, kedua tanaman tersebut merupakan jenis yang berbeda karena kata penunjuk spesiesnya berbeda. Kedua tanaman tersebut termasuk dalam suku yang sama, yaitu Malvaceae. 8. Jawaban: a Sirsak (Annona muricata )mempunyai hubungan kekerabatan paling dekat dengan serikaya (Annona squamosa) karena mempunyai persamaan ciri paling banyak dan berada pada satu genus yang sama, yaitu Annona. Persamaan ciri tersebut antara lain memiliki buah sejati ganda. Buah sejati ganda yaitu buahnya berasal dari satu bunga dengan banyak bakal buah yang masing-masing lepas, tetapi akhirnya menjadi sekumpulan buah (kelihatan seperti satu). 9. Jawaban: b Dalam penulisan nama ilmiah, kata pertama menunjukkan genus (marga), sedangkan kata kedua menunjukkan spesies (jenis). Bawang merah (Allium cepa) dan bawang putih (Allium sativum) tergolong dalam satu genus (marga), yaitu Allium. Namun, kedua tanaman tersebut merupakan jenis yang berbeda karena kata keduanya berbeda.

10. Jawaban: d Katak hijau (Rana sp.) dan merpati (Columba livia) memiliki kelas yang berbeda, tetapi memiliki filum yang sama. Hal ini karena keduanya memiliki tulang belakang (vertebrae). Adapun tempat hidup, penutup tubuh, jenis makanan, dan struktur alat reproduksi bukan termasuk dasar untuk membedakan keduanya dalam dua kelompok filum yang berbeda. 11. Jawaban: b Pada tumbuhan, nama familia berasal dari nama marga ditambah dengan akhiran aceae. Contoh suku Pinaceae berasal dari kata Pina dan aceae. Pinaceae dan Piperaceae merupakan nama famili (suku) pada tumbuhan. Pinaceae merupakan famili (suku) tumbuhan berkayu, daun berbentuk jarum, memiliki strobilus dan berbatang keras. Piperaceae merupakan famili tumbuhan berkayu memanjat dengan akar-akar pelekatnya. Pada hewan, nama suku berasal dari nama marga yang ditambah dengan akhiran idae. Jadi, Ursidae (famili beruang), Canidae (famili anjing) dan Ophiuroidae (famili bintang ular - filum Echinodermata) merupakan nama suku. Ursidae berasal dari nama genus Urs dan idae. Ophiuroidea berasal dari nama genus Ophiuris dan idae. Canidae berasal dari nama genus Canis dan idae. Morinda merupakan nama genus, misal Morinda citrifolia (tanaman pace). 12. Jawaban: a Pohon pinus, pohon beringin, dan pohon melinjo memiliki jenis batang yang sama, yaitu berbatang keras dan berkayu. Perbedaan antara ketiga jenis pohon tersebut sebagai berikut.
Tumbuhan Bentuk Daun Susunan Bunga Tidak berbunga Tidak berbunga Berbunga tunggal Susunan Daun Majemuk Tunggal Tunggal Akar Napas Tidak ada Tidak ada Ada

Pohon pinus Jarum Pohon melinjo Pohon beringin Lonjong Lonjong

13. Jawaban: d Semakin rendah suatu takson, persamaan cirinya semakin banyak, tetapi jumlah anggotanya semakin sedikit. Sebaliknya, semakin tinggi suatu takson, persamaan ciri semakin sedikit, tetapi jumlah anggotanya semakin banyak. 14. Jawaban: b Nama jenis (spesies) harus terdiri atas dua kata dalam bahasa Latin. Kata pertama merupakan nama genus (marga), sedangkan kata kedua menunjukkan nama jenis. Kata pertama dimulai dengan huruf kapital, kata kedua dimulai dengan huruf kecil. Kedua kata tersebut harus digarisbawahi atau dicetak miring. Di belakang nama spesies dapat dicantumkan nama penemunya.

Biologi Kelas X

27

15. Jawaban: e Hewan nomor 1 adalah serigala, nomor 2 adalah kucing, dan nomor 3 adalah harimau. Berdasarkan jenis makanannya, ketiga jenis hewan tersebut dapat dimasukkan dalam satu ordo yaitu Carnivora. Serigala, kucing, dan harimau termasuk hewan pemakan daging (Carnivora). B. Uraian 1. Manfaat klasifikasi makhluk hidup bagi manusia sebagai berikut. a. Klasifikasi memudahkan kita mempelajari organisme yang beraneka ragam sehingga dapat diketahui tingkat keanekaragaman hayati di suatu habitat atau ekosistem. b. Klasifikasi dapat digunakan untuk melihat hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup yang satu dengan yang lain sehingga mudah untuk dikenali dan diketahui ciri, sifat, karakter, serta cara melestarikannya. 2. Nama penemu (author) dicantumkan di belakang nama spesies. Nama penemu tersebut dapat disingkat huruf depannya saja. Contoh: Ficus benjamina L. (L. merupakan singkatan dari nama penemunya yaitu Linnaeus). 3. Klasifikasi sistem filogenetik berdasarkan pada ciri morfologi, anatomi, fisiologi, serta sejarah evolusi suatu makhluk hidup. Contoh klasifikasi sistem filogeni adalah sistem klasifikasi yang disusun oleh Robert H. Whittaker dikenal sebagai sistem lima kingdom, yaitu mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi lima kerajaan yang meliputi Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. 4. a. Famili : Crocodylidae Genus : Crocodylus Spesies : Crocodylus sp. Famili : Manidae Genus : Manis Spesies : Manis javanica Famili : Pantheridae Genus : Panthera Spesies : Panthera pardus

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: a Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu spesies. Kedua kuda pacu berwarna hitam tersebut masih dalam satu spesies makhluk hidup, tetapi memiliki ciri fisik dan sifat yang berbeda sehingga disebut keanekaragaman gen. 2. Jawaban: e Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Kelapa gading, kelapa hibrid, dan kelapa hijau masih tergolong dalam satu jenis. Namun, ketiga macam kelapa tersebut mempunyai ciri-ciri dan sifat yang berbeda. 3. Jawaban: e Dua organisme dapat disebut satu spesies apabila dikawinkan dapat menghasilkan keturunan yang fertil (subur) sehingga dapat melanjutkan keturunan. Ayam kate merupakan varian dari ayam (Gallus gallus ), sementara itu burung puyuh (Coturnix coturnix) merupakan unggas pemakan biji-bijian dan serangga yang berasal dari famili Phasianidae. 4. Jawaban: e Individu-individu yang termasuk dalam satu spesies tidak pernah bersifat identik atau persis sama. Hal ini menunjukkan bahwa antarindividu di dalam satu spesies mempunyai variasi. Artinya secara genetik maupun fisiologis tiap-tiap spesies makhluk hidup memiliki perbedaan, misal perbedaan warna, ukuran, berat, maupun kebiasaan. Jadi, antarindividu di dalam satu spesies pun terdapat variasi yang diakibatkan oleh faktor gen dan lingkungan yang memengaruhi perubahan fenotipe individu dalam satu spesies. 5. Jawaban: b Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antarjenis dalam satu marga. Harimau loreng (Panthera tigris), macan tutul (Panthera pardus), dan singa ( Panthera leo ) termasuk dalam keanekaragaman jenis. Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu spesies. Ayam kampung, ayam katai, dan ayam leghorn masih dalam satu spesies tetapi memiliki ciri-ciri fisik yang berbeda sehingga menunjukkan keanekaragaman gen.

b.

c.

5. Penggunaan bahasa Latin atau yang dilatinkan dalam pemberian nama makhluk hidup menurut sistem binomial nomenclature bertujuan agar terdapat keseragaman. Dengan demikian, nama ilmiah yang diberikan bersifat universal di seluruh dunia.

28

Kunci Jawaban dan Pembahasan

6. Jawaban: e Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu spesies. Semangka (Citrullus lanatus) memiliki beberapa varian akibat rekayasa manusia, contoh semangka tanpa biji dan semangka kuning. Kencur (Kaempferia galanga) , kunyit, dan jahe memiliki perbedaan marga. Temu lawak, temu ireng, dan kunyit menunjukkan keanekaragaman tingkat jenis karena berada dalam marga yang sama, yaitu Curcuma. Adapun tingkat takson terkecil yang mengelompokkan jambu air (Syzygium aqueum), jambu biji (Psidium guajava ), dan jambu monyet ( Anacardium occidentale) adalah famili jambu-jambuan. 7. Jawaban: a Garis Weber yaitu garis yang memisahkan jenis fauna Indonesia bagian barat dengan jenis fauna Indonesia bagian timur. Wilayah persebaran ini disebut daerah peralihan. Contoh fauna daerah peralihan sebagai berikut. 1) Anoa (Bubalus depressicornis) 2) Maleo (Macrocephalon maleo) 3) Rangkong sulawesi (Aceros cassidix ) 4) Musang cokelat sulawesi ( Macrogalidia musschenbroekii) 5) Singapuar (Tarsius spectrum) 8. Jawaban: d Tanaman bakau terbukti dapat mengurangi abrasi pantai. Oleh karena itu, penanaman tanaman ini terus dilakukan dan perambahan tanaman bakau dilarang oleh pemerintah. Keanekaragaman hayati dapat berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekologi, hal ini menunjukkan nilai ekologis dari keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati juga dapat berfungsi sebagai bahan baku industri, rempah-rempah, dan perkebunan. Keanekaragaman tersebut dapat menghasilkan devisa dan merupakan sumber pendapatan. Hal ini menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati mempunyai nilai ekonomi. Keanekaragaman hayati juga mempunyai nilai biologis (penunjang kehidupan bagi makhluk hidup), nilai sosial (sebagai tempat rekreasi atau pariwisata), dan nilai budaya (sebagai penunjang kegiatan ritual budaya suatu daerah). 9. Jawaban: b Tumbuhan seperti pada gambar adalah tanaman buah merah (Pandanus conoideus). Tumbuhan ini merupakan tumbuhan khas di Provinsi Papua. Buah merah termasuk kelompok tumbuhan pandanpandanan yang berkhasiat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit. Contoh tumbuhan khas di Bali yaitu keben. Contoh tumbuhan khas di Bengkulu yaitu Rafflesia arnoldii. Contoh tumbuhan khas di Bangka Belitung yaitu

puspa. Contoh tumbuhan khas di Nusa Tenggara Barat yaitu kayu gaharu. 10. Jawaban: d Fauna yang terdapat di wilayah Sulawesi termasuk fauna peralihan. Jenis-jenis hewan yang termasuk fauna peralihan yaitu singapuar, burung rangkong, maleo, dan anoa. Jenis fauna Australian yaitu kanguru, kuskus, cenderawasih merah, komodo, dan babi rusa. Adapun burung jalak, elang, banteng, bekantan, dan orang utan termasuk fauna Oriental yang terdapat di Pulau Jawa, Bali, Sumatra, dan Kalimantan. 11. Jawaban: c Gandaria merupakan flora khas dari Maluku. Cempaka kuning merupakan flora khas dari Provinsi Aceh yang mengilhami lagu daerah Bungong Jeumpa. Buah merah merupakan flora dari Provinsi Papua. Buah dari tanaman ini berkhasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit. Sempur merupakan flora khas dari Jawa Barat. 12. Jawaban: b Cendana dan kayu gaharu merupakan bahan baku industri kosmetik. Kayu mahoni, kayu jati, dan rotan digunakan sebagai bahan baku mebel dan bangunan. 13. Jawaban: b Tanaman buah pace (Morinda citrifolia) bermanfaat sebagai bahan baku obat dan suplemen kesehatan bagi penderita tekanan darah tinggi. Kayu meranti merupakan kayu berkualitas yang sering dimanfaatkan untuk membuat mebel berkualitas baik. Yute adalah bahan baku pembuatan karung goni. Sagu dapat diolah menjadi bahan pangan dengan kandungan karbohidrat tinggi. Adapun temu hitam dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan jamu atau minuman kesehatan. 14. Jawaban: a Plasma nutfah adalah keanekaragaman jenis dan jumlah gen yang dimiliki setiap makhluk hidup yang merupakan bahan mentah serta dapat dibudidayakan menjadi bibit unggul. Jadi, plasma nutfah meliputi berbagai jenis flora dan fauna yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. Plasma nutfah dapat berupa gen yang bersifat unggul maupun gen yang tidak unggul. 15. Jawaban: d Taman Nasional Ujungkulon terletak di kawasan ujung barat Pulau Jawa (Provinsi Banten).Taman nasional ini merupakan habitat terakhir dari hewanhewan yang terancam punah, seperti badak bercula satu ( Rhinoceros sondaicus ), banteng ( Bos sondaicus), harimau loreng (Panthera tigris), dan

Biologi Kelas X

29

surili (Presbytis aygula). Cagar alam merupakan kawasan suaka alam yang melindungi dan menjamin perkembangan secara alami terhadap jenis tumbuhan yang khas di tempat tersebut. Taman hutan wisata alam merupakan kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata dan rekreasi alam. Adapun suaka margasatwa merupakan kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwa. 16. Jawaban: c Sebuah ekosistem saling berkaitan dan mendukung dengan ekosistem yang lain. Apabila suatu ekosistem dalam sebuah bioma mengalami kerusakan, akan berdampak pada ekosistem lainnya. Misal penyupenyu di kepulauan Derawan terancam punah karena perburuan, dampaknya akan memengaruhi komponen ekosistem lain seperti bertambahnya jumlah mangsa penyu secara tidak terkendali dan berkurangnya jumlah predator alami penyu. Oleh karena itu, pengubahan sebuah objek menjadi tujuan wisata tidak boleh mengganggu kehidupan alami di tempat tersebut. 17. Jawaban: c Populasi babi hutan yang terlalu besar terjadi karena berkurangnya predator alami babi hutan. Kemampuan reproduksi babi hutan yang tinggi membuat populasinya melebihi batas normal. Oleh karena itu, dilakukan perburuan terprogram dengan perhitungan yang matang untuk menjaga ekosistem tetap seimbang. Perburuan terprogram ini melibatkan pemburu profesional dengan izin dari Departemen Kehutanan setempat, sehingga tidak berkaitan dengan permintaan daging dari luar negeri atau tujuan lain. 18. Jawaban: e Macan tutul (Panthera pardus) ditetapkan sebagai hewan yang terancam punah akibat perburuan dan kerusakan habitat. Macan tutul tidak mudah beradaptasi pada habitat yang berbeda, sehingga hanya hidup di lereng pegunungan yang banyak terdapat pepohonan. Apabila spesies tersebut banyak diburu untuk diambil kulitnya, macan tutul dapat punah. Oleh karena itu, macan tutul perlu dilindungi di dalam habitat aslinya agar kelestarian binatang eksotis itu dapat terjaga. 19. Jawaban: d Pencemaran lingkungan dari limbah pabrik dapat mengurangi keanekaragaman hayati karena banyak mikroorganisme akan mati sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem. Pertanian monokultur dapat mengurangi keanekaragaman

tanaman di suatu habitat. Perusakan habitat, misal penebangan hutan dan perusakan terumbu karang jelas akan menghilangkan habitat beserta makhluk hidup yang berada di dalamnya. Penggunaan bahan kimia secara berlebihan, misal pupuk dan pestisida dapat mengakibatkan kerusakan dan pencemaran lingkungan. Sementara itu, pemuliaan bibit unggul, misal dengan cara hibridisasi atau kawin silang untuk menghasilkan varietas baru akan menambah jumlah varietas baru sehingga kenaekaragaman hayati meningkat. 20. Jawaban: d Pada prinsipnya, pemanfaatan kawasan alam sebagai tempat wisata tetap harus memperhatikan prinsip-prinsip kelestarian alam di kawasan tersebut. Begitu pula Kepulauan Wakatobi, pemanfaatan kawasan tersebut sebagai daya tarik wisata tentu saja boleh dilakukan. Hal itu karena selain memajukan pariwisata daerah, juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Halhal yang bisa dilakukan di wilayah tersebut yaitu menjadikan Wakatobi menjadi daerah tujuan wisata bahari dengan fasilitas yang tidak merusak terumbu karang serta menjadikan wilayah Wakatobi sebagai daerah perlindungan bawah air. 21. Jawaban: b Meningkatnya keanekaragaman hayati disebabkan adanya variasi dan terbentuknya spesies baru. Perkawinan antarspesies dan interaksi gen dengan lingkungan merupakan penyebab adanya variasi, sedangkan adaptasi dan domestikasi mengakibatkan munculnya spesies baru. Adapun klasifikasi tidak dapat meningkatkan keanekaragaman hayati. Klasifikasi adalah pengelompokan organisme atau makhluk hidup dalam takson melalui pencarian keseragaman dan keanekaragaman. 22. Jawaban: b Kekerabatan terdekat ditunjukkan oleh biawak dan tokek. Hal itu karena keduanya merupakan kelompok Reptilia, ordo Squamata, meskipun genus biawak dan tokek berbeda. Sementara itu, musang, maleo, dan ikan cupang masing-masing merupakan anggota kelompok Mammalia, Aves, dan Pisces. 23. Jawaban: c Orang utan (Pongo pygmaeus) dan simpanse (Pan troglodytes) memiliki persamaan paling banyak pada tingkat takson famili Hominidae. Oleh karena itu, tingkatan takson paling rendah yang menempatkan kedua jenis hewan tersebut dalam satu kelompok yaitu famili. Orang utan dan simpanse tergolong dalam genus dan spesies yang berbeda.

30

Kunci Jawaban dan Pembahasan

24. Jawaban: b Tujuan klasifikasi makhluk hidup yang dilakukan oleh para ahli Biologi sebagai berikut. 1) Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis agar mudah dikenal. 2) Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya. 3) Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup. 4) Mengetahui evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya. 25. Jawaban: e Dalam penulisan nama ilmiah, kata pertama menunjukkan genus (marga), sedangkan kata kedua menunjukkan spesies (jenis). Camellia asamica (teh asam) dan Camellia sinensis (teh cina) tergolong dalam satu genus (marga), yaitu Camellia . Namun, kedua tanaman tersebut merupakan jenis yang berbeda karena kata keduanya berbeda. 26. Jawaban: c Nama ilmiah dari tanaman sagu adalah Metroxylon sago Rottb. Penulisan nama ilmiah ditulis miring atau tebal. Kata pertama diawali dengan huruf kapital, sedangkan kata kedua diawali dengan huruf kecil. Kata ketiga menunjukkan penemu atau keterangan spesifik mengenai tokoh pemberi nama ilmiah. Penulisan kata ketiga ini diawali dengan huruf kapital, tegak, dan diakhiri dengan titik. 27. Jawaban: e Hewan pada gambar nomor 1) adalah ayam, nomor 2) adalah ikan cupang, dan nomor 3) adalah orang utan. Ketiga jenis hewan tersebut berada dalam takson yang sama pada tingkatan subfilum Vertebrata. Pengelompokan takson tersebut berdasarkan kesamaan yaitu ayam, ikan, dan orang utan memiliki tulang belakang yang menyangga tubuh mereka. 28. Jawaban: e Semakin tinggi tingkatan takson, semakin sedikit persamaan sifat (bersifat lebih umum). Sebaliknya, semakin rendah tingkatan takson, semakin banyak persamaan sifat (bersifat lebih khusus). Contoh anggota filum Vertebrata memiliki persamaan ciri yaitu mempunyai chorda dorsalis yang memanjang sebagai kerangka sumbu tubuh. 29. Jawaban: b Dalam penulisan nama spesies, kata pertama diawali dengan huruf kapital dan kata kedua diawali dengan huruf kecil. Penulisannya biasanya miring, tebal, atau digarisbawahi secara terpisah.

30. Jawaban: d Takson yang dapat mengelompokkan anjing dan kucing dalam satu kelompok adalah tingkat ordo, yaitu ordo Carnivora (pemakan daging). Klasifikasi ilmiah anjing sebagai berikut. Kerajaan : Animalia Filum : Chordata Sub-filum : Vertebrata Kelas : Mammalia Ordo : Carnivora Famili : Canidae Genus : Canis Spesies : Canis familiaris Adapun klasifikasi ilmiah kucing seperti berikut. Kerajaan : Animalia Filum : Chordata Kelas : Mammalia Ordo : Carnivora Famili : Felidae Genus : Felis Spesies : Felis silvestris B. Uraian 1. Gambar 1) menunjukkan ekosistem gurun pasir dan gambar 2) menunjukkan ekosistem sabana. Kedua gambar tersebut menunjukkan keanekaragaman tingkat ekosistem. Keanekaragaman tingkat ekosistem terjadi akibat adanya perbedaan letak geografis. Perbedaan letak geografis ini mengakibatkan terjadinya perbedaan iklim. Iklim di daerah gurun pasir umumnya kering akibat letak geografisnya di daerah tropis kering. Ekosistem gurun pasir, dalam istilah geografi, adalah suatu daerah yang menerima curah hujan yang sedikit yaitu kurang dari 250 mm per tahun. Gurun dianggap memiliki kemampuan kecil untuk mendukung kehidupan. Gurun sebagian besar terdiri atas permukaan batu karang. Bukit pasir yang disebut erg dan permukaan berbatu merupakan bagian pembentuk lain dari gurun. Ekosistem sabana biasanya terbentuk di antara daerah tropis dan subtropis. Kurangnya curah hujan menjadi pendorong munculnya sabana sehingga sabana dikenal sebagai padang rumput tropis. Iklimnya tidak terlalu kering untuk menjadi gurun pasir, tetapi tidak cukup basah untuk menjadi hutan. 2. a. Takson adalah istilah yang digunakan untuk tingkat pengelompokan dalam klasifikasi makhluk hidup yang anggotanya memiliki banyak persamaan ciri. Varietas adalah tingkatan klasifikasi taksonomi yang paling rendah di bawah spesies, misal ayam katai. Ayam katai merupakan varietas dari ayam (Gallus gallus)

b.

Biologi Kelas X

31

c.

Plasma nutfah adalah keanekaragaman jenis dan jumlah gen yang dimiliki setiap makhluk hidup yang merupakan bahan mentah serta dapat dibudidayakan menjadi bibit unggul. Jadi, plasma nutfah meliputi berbagai jenis flora dan fauna yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan.

5)

Manfaat keilmuan Keanekaragaman hayati merupakan lahan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang sangat berguna untuk kehidupan manusia.

3. Tidak terdapat perbedaan cara penulisan antara nama marga tumbuhan dengan nama marga hewan, yaitu sama-sama terdiri atas suku kata yang merupakan kata benda berbentuk tunggal (mufrad). Huruf pertamanya ditulis dengan huruf besar dan huruf dicetak miring, dicetak tebal atau digarisbawahi. Contoh marga tumbuhan adalah Amaranthus (kelompok bayam-bayaman) dan marga hewan adalah Canis (kelompok anjing). 4. Nilai ekonomis keanekaragaman hayati artinya keanekaragaman hayati dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan (dapat mendatangkan devisa). Misal untuk bahan baku industri, rempah-rempah, dan perkebunan. Contoh bahan baku industri yaitu kayu gaharu dan cendana untuk industri kosmetik, kayu jati dan rotan untuk mebel, teh dan kopi untuk industri minuman, padi dan kedelai untuk industri makanan, serta ubi kayu untuk menghasilkan alkohol. Contoh rempah-rempah yaitu lada, cengkih, dan pala. Contoh tanaman perkebunan yaitu kelapa sawit dan karet. 5. Manfaat keanekaragaman hayati bagi manusia sebagai berikut. 1) Sumber pangan, perumahan, dan kesehatan Contoh: a) Padi sebagai bahan pangan. b) Pohon jati sebagai bahan bangunan atau perumahan. c) Mengkudu sebagai obat tradisional. 2) Sumber pendapatan/devisa Contoh: a) Kayu, rotan, dan karet sebagai bahan baku industri. b) Cendana dan rumput laut sebagai bahan baku kosmetik. 3) Sumber plasma nutfah Tumbuhan dan hewan yang terdapat di dalam hutan berpotensi untuk memberi manfaat bagi kehidupan. Oleh karena itu, hutan dikatakan sebagai sumber plasma nutfah/sumber gen. 4) Manfaat ekologi Selain berfungsi untuk menunjang kehidupan manusia, keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem.

6. Pemanfaatan keanekaragaman hayati secara lestari dengan menerapkan prinsip-prinsip berikut. 1) Prinsip daya toleransi, artinya keanekaragaman memiliki batas toleransi tertentu sehingga tidak boleh dilanggar. 2) In optimum, artinya semua kekayaan alam tidak boleh dimanfaatkan sampai optimum. Oleh karena itu, pemanfaatannya harus di bawah optimum. 3) Faktor pengontrol, artinya kita harus selalu menjaga, mengontrol, atau mengendalikan keseimbangan lingkungan. 4) Prinsip ketahanbalikan, artinya kita harus selalu menjaga kelestarian plasma nutfah karena jika plasma nutfah ini hilang atau punah, organisme tersebut juga akan punah. 7. Konservasi ekosistem meliputi segala aspek, yaitu perlindungan terhadap proses ekologis, pengawetan keanekaragaman sumber plasma nutfah, serta pemanfaatan jenis dan ekosistem secara alami. Upaya tersebut dikembangkan untuk memperbaiki ekosistem yang sudah rusak dan mengembalikan kelestarian keanekaragaman hayati. 8. Usaha pelestarian keanekaragaman hayati secara ex situ merupakan pembiakan di luar habitat aslinya, tetapi lingkungan dibuat mirip aslinya. Misal penangkaran harimau di kebun binatang, perlindungan orang utan di pusat rehabilitasi orang utan, dan penangkaran kupu-kupu langka di taman serangga buatan. 9. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya Taksonomi. Saat ini diketahui terdapat tiga macam sistem klasifikasi makhluk hidup, yaitu sistem artifisial (buatan), sistem alami, dan sistem filogenetik. a. Klasifikasi sistem artifisial atau buatan Klasifikasi sistem artifisial adalah sistem klasifikasi yang menggunakan satu atau dua ciri pada makhluk hidup. Sistem ini disusun menggunakan ciri-ciri atau sifat-sifat yang sesuai dengan kehendak manusia atau sifat lainnya. b. Klasifikasi sistem alami Sistem ini menghendaki terbentuknya kelompok-kelompok takson yang alami.

32

Kunci Jawaban dan Pembahasan

c.

Artinya, anggota-anggota yang membentuk unit takson terjadi secara alamiah atau sewajarnya seperti yang dikehendaki oleh alam. Klasifikasi sistem alami menggunakan dasar persamaan dan perbedaan morfologi (bentuk luar tubuh) secara alami atau wajar. Klasifikasi sistem filogenetik Klasifikasi sistem filogenetik muncul setelah teori evolusi dikemukakan oleh para ahli Biologi. Klasifikasi sistem filogenetik disusun berdasarkan jauh dekatnya hubungan kekerabatan antara takson yang satu dengan yang lainnya. Selain mencerminkan persamaan dan perbedaan sifat morfologi, anatomi, serta fisiologinya, sistem ini juga menjelaskan bahwa semua makhluk hidup memiliki kesamaan molekul dan biokimia, tetapi berbeda-beda dalam bentuk, susunan, dan fungsinya pada setiap makhluk hidup. Jadi pada dasarnya, klasifikasi sistem filogenetik disusun berdasarkan persamaan fenotipe yang mengacu pada sifat-sifat bentuk luar, faal, tingkah laku yang dapat diamati, dan pewarisan keturunan. Pewarisan keturunan ini mengacu pada hubungan evolusioner sejak nenek moyang hingga cabang-cabang keturunannya.

Bab II

Kingdom (Dunia) Plantae

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: d Ciri-ciri Bryophyta (tumbuhan lumut) sebagai berikut. 1) Berwarna hijau karena mempunyai klorofil. 2) Gametofit lebih dominan daripada sporofit. 3) Hidup di tempat basah atau lembap dan terlindung dari cahaya matahari. 4) Pada permukaan luar tubuh terdapat lapisan berlilin untuk menahan masuknya air. 5) Peralihan dari Thallophyta (tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun) ke Cormophyta (dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun). Padang rumput merupakan daerah yang kering sehingga tidak cocok sebagai lingkungan hidup tumbuhan lumut. 2. Jawaban: c Spora tumbuhan lumut yang jatuh di tempat lembap akan tumbuh menjadi protonema. Siklus hidup tumbuhan lumut dapat dilihat pada diagram berikut.
Spora
berkecambah

10. Sistem klasifikasi yang disusun oleh Robert H. Whittaker dikenal sebagai sistem lima kingdom. Sistem klasifikasi ini meliputi lima kingdom berikut. a. Kingdom Monera meliputi organisme yang memiliki tipe sel prokariotik (bakteri dan Cyanobacteria). b. Kingdom Protista meliputi organisme eukariotik bersel tunggal (Protozoa dan Algae). c. Kingdom Fungi meliputi organisme eukariotik yang mampu menguraikan makanan dan menyerapnya. d. Kingdom Plantae meliputi organisme eukariotik bersel banyak yang dapat melakukan fotosintesis (Bryophyta, Pteridophyta, dan Spermatophyta). e. Kingdom Animalia meliputi hewan eukariotik bersel banyak yang bersifat heterotrof (Porifera, Platyhelminthes, Coelenterata, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata).

Protonema Tumbuhan lumut Anteridium Spermatozoid Arkegonium Sel telur

Zigot Sporofit

3. Jawaban: a Tumbuhan lumut mempunyai akar semu yang disebut rizoid. Rizoid berfungsi untuk melekat pada tempat tumbuh (substrat) serta menyerap air dan unsur hara. 4. Jawaban: b Sporofit tumbuhan lumut bersifat diploid dan memiliki umur yang lebih pendek daripada umur gametofitnya. Sporofit tumbuhan lumut terbentuk dari proses fertilisasi sel sperma dan ovum. Sporofit tumbuhan lumut daun tumbuh pada gametofitnya atau pada tumbuhan lumut itu sendiri, serta bersifat parasit terhadap gametofit.

Biologi Kelas X

33

Zigot

Sporogonium (3) Sporangium 10. Jawaban: a Tumbuhan lumut mempunyai daur hidup yang terdiri atas generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi sporofit adalah generasi yang menghasilkan spora. Spora yang jatuh di tempat lembap akan tumbuh menjadi protonema. Adapun generasi gametofit adalah generasi yang menghasilkan gamet. Gamet jantan (spermatozoid) dihasilkan oleh anteridium dan gamet betina (ovum) dihasilkan oleh arkegonium. 11. Jawaban: e Bryophyta dibagi menjadi tiga kelas yaitu Hepaticopsida, Anthocerotopsida, dan Bryopsida berdasarkan bentuk gametofit dan sporofitnya. 12. Jawaban: e Pada gambar tersebut ditunjukkan bahwa sporofit tertancap di dalam gametofit, tetapi kapsul sporofit berada di luar talus berbentuk seperti tanduk (horn). Struktur ini merupakan ciri-ciri kelas Anthocerotopsida dan nama spesiesnya adalah Anthoceros sp. 13. Jawaban: e 1 = rizoid 2 = gemma cup 3 = talus 4 = arkegoniofor 5 = arkegonia (penghasil gamet betina) 14. Jawaban: e Tumbuhan lumut yang dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati gangguan fungsi hati yaitu Marchantia polymorpha. Sphagnum ruppinense digunakan sebagai pengganti kapas. Anthoceros laevis, Lunularia sp., dan Polytrichum sp. belum diketahui manfaatnya.

6. Jawaban: d Polytrichum merupakan tumbuhan lumut berumah satu. Sporofit Polytrichum tumbuh menjulur dari gametofit atau pada tumbuhan lumut itu sendiri. Dalam satu gametofit terdapat anteridium dan arkegonium. Oleh karena itu, Polytrichum dikelompokkan dalam tumbuhan lumut berumah satu. Apabila anteridium dan arkegonium terdapat pada gametofit yang berbeda, tumbuhan lumut tersebut dikelompokkan dalam tumbuhan lumut berumah dua. 7. Jawaban: c Keterangan gambar sebagai berikut. 1. Seta 2. Apofisis 3. Anulus 4. Gigi peristom 5. Operkulum Sporangium yang telah masak memperlihatkan susunan yang khusus, yaitu berbentuk seperti tabung silindris dan pada puncaknya mempunyai penutup yang disebut operkulum, di bawah operkulum terdapat gigi peristom yang berfungsi sebagai alat pengatur keluarnya spora. Apabila keadaan sporangium sudah masak, gigi peristom akan membuka menghadap ke luar dan operkulum terlepas sehingga spora akan keluar. 8. Jawaban: d Keterangan gambar sebagai berikut. 1. Sporangium 2. Spora 3. Protonema 4. Anteridia 5. Arkegonia

34

Kunci Jawaban dan Pembahasan

5. Jawaban: b Ciri-ciri Bryopsida sebagai berikut. 1) Generasi gametofit berupa talus yang berbentuk seperti tumbuhan kecil. 2) Talusnya mempunyai batang semu tegak dan lembaran daun yang tersusun spiral. Daun berfungsi untuk fotosintesis. 3) Pada bagian dasar batang semu terdapat rizoid yang berbentuk seperti benang-benang halus dan berfungsi sebagai akar. Pada bagian pucuk terdapat alat perkembangbiakan generatif berupa anteridium dan arkegonium. 4) Sporofit tumbuh pada gametofitnya atau pada tumbuhan lumut itu sendiri, serta bersifat sebagai parasit terhadap gametofit.

9. Jawaban: b Protonema (1) Tumbuhan lumut Arkegonium Anteridium


Spermatozoid (2)

Ovum

15. Jawaban: d Sphagnum dimanfaatkan sebagai pengganti kapas sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembalut. Selain itu, Sphagnum berfungsi sebagai media tanam benih tumbuhan dan sebagai bahan bakar. Adapun Anthoceros leavis berperan sebagai vegetasi perintis. Pogonatum cirrhatum dan Polytrichum commune berfungsi menyerap air yang biasa dijadikan air cadangan di hutan. Marchantia polymorpha dapat dimanfaatkan untuk mengobati gangguan fungsi hati. B. Uraian 1. Thallophyta adalah tumbuhan yang belum memiliki akar, batang, dan daun yang jelas, sedangkan Cormophyta adalah tumbuhan yang akar, batang, dan daunnya sudah dapat dibedakan dengan jelas. Tumbuhan lumut dikelompokkan dalam tumbuhan peralihan dari Thallophyta ke Cormophyta karena sebagian anggotanya memiliki tubuh berupa talus (pada Hepaticopsida dan Anthocerotopsida) dan sebagian lagi ada yang sudah memiliki batang dan daun yang sederhana (pada Bryposida). 2. Spora yang sudah matang akan dilepaskan dari kotak spora dan diterbangkan angin. Jika spora tersebut jatuh di tempat yang lembap, akan tumbuh menjadi benang-benang halus berwarna hijau yang disebut protonema. Selanjutnya, benang-benang tersebut akan tumbuh menjadi tumbuhan lumut. Tumbuhan lumut dewasa akan menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoid) yang dibentuk dalam struktur khusus yaitu anteridium dan sel telur yang dibentuk dalam alat kelamin betina yang disebut arkegonium. Sperma yang dihasilkan oleh anteridium akan berenang atau terbawa percikan air menuju sel telur. Hasil perkawinan sperma dan sel telur akan membentuk zigot yang selanjutnya akan berkembang menjadi embrio. Zigot yang terbentuk tumbuh menjadi sporogonium. Sporogonium ini merupakan generasi sporofit yang akan menghasilkan spora. 3. Bryophyta (tumbuhan lumut) belum memiliki berkas pembuluh. Air masuk ke dalam tubuh Bryophyta secara imbibisi. Selanjutnya, air tersebut didistribusikan ke bagian-bagian tubuh secara difusi. 4. Ciri-ciri Marchantia polymorpha sebagai berikut. a. Generasi gametofitnya berupa talus dan berbentuk lembaran-lembaran seperti hati, berwarna hijau dengan percabangan menggarpu. b. Sporofit selalu tumbuh dan berkembang di dalam gametofit betina.

5. Sphagnum sp. pada umumnya tumbuh di rawarawa yang membentuk rumpun atau bantalan. Bagian bawah yang berada di dalam air, mati dan berubah menjadi gambut yang kemudian membentuk tanah gambut. Jenis tanah gambut ini bermanfaat untuk menggemburkan medium pada tanaman pot.

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: d Tumbuhan paku dibedakan menjadi paku homospora, heterospora, dan paku peralihan berdasarkan ukuran dan jenis spora. 1) Paku homospora adalah tumbuhan paku yang menghasilkan satu jenis spora. 2) Paku heterospora adalah tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora, yaitu mikrospora dan makrospora. 3) Paku peralihan menghasilkan spora yang ukuran dan bentuknya sama, tetapi dapat dibedakan antara spora jantan dengan spora betina. 2. Jawaban: e Tumbuhan paku peralihan menghasilkan spora jantan dan spora betina yang mempunyai bentuk dan ukuran seragam. Sementara itu, mikrospora (spora jantan) yang berukuran kecil dan makrospora (spora betina) yang berukuran besar dihasilkan oleh paku heterospora. Tumbuhan paku yang menghasilkan satu jenis spora saja disebut tumbuhan paku homospora. 3. Jawaban: d Sporangium yang terletak di permukaan daun atau sorus dapat ditemui pada tanaman paku kelas Filicinae yaitu Marsilea crenata, Pteris ensiformis, Adiantum cuneatum, dan Platycerium coronarium. Adapun sporangium pada Lycopodium clavatum terdapat pada ujung batang. 4. Jawaban: c Tumbuhan paku yang mempunyai sporofil berbentuk perisai termasuk dalam kelompok paku ekor kuda, contoh Equisetum sp. Sementara itu, sporangium Psilotum spp. terletak di buku-buku cabang. Dryopteris sp. dan Selaginella sp. mempunyai sporangium yang membentuk strobilus di ujung batang atau cabang. Sporangium Platycerium sp. tersusun dalam bentuk sorus.

Biologi Kelas X

35

5. Jawaban: b Macam-macam daun tumbuhan paku sebagai berikut. 1) Berdasarkan ukuran dan susunan anatominya a) Mikrofil: berukuran kecil, berbentuk seperti rambut atau sisik, tidak bertangkai, tidak bertulang daun, dan selselnya belum mengalami diferensiasi. b) Makrofil: berukuran besar, bertangkai daun, bertulang daun, serta sel-selnya mengalami diferensiasi membentuk jaringan tiang, jaringan bunga karang, tulang daun, dan stomata. 2) Berdasarkan fungsinya a) Tropofil (daun steril), yaitu daun khusus untuk fotosintesis. b) Sporofil (daun fertil), yaitu daun yang berfungsi untuk fotosintesis dan menghasilkan spora. Adapun sorus merupakan kumpulan sporangium yang terletak di permukaan daun. 6. Jawaban: d Keterangan gambar sebagai berikut. 1 = pinula/daun fertil, daun yang berfungsi untuk fotosintesis dan menghasilkan spora 2 = sporangium, kotak spora 3 = spora, alat perkembangbiakan vegetatif 4 = indusium, selaput pelindung sorus 5 = plasenta, tempat keluarnya sporangium 7. Jawaban: b Sporofil merupakan perkembangan dari zigot yang bersifat diploid. Sementara itu, spora, mikrospora, dan protalium bersifat haploid. 8. Jawaban: a Pada tumbuhan paku, sporofit lebih dominan daripada gametofit. Tumbuhan paku yang kita jumpai sehari-hari merupakan generasi sporofit. Sementara itu, sporofil merupakan daun tumbuhan paku yang menghasilkan spora. Gametofit merupakan generasi penghasil gamet dan pada tumbuhan paku yang hanya berumur pendek. Protalium merupakan perkembangan spora tumbuhan paku. Protonema merupakan perkembangan spora tumbuhan lumut. 9. Jawaban: b Protalium merupakan sebutan untuk spora tumbuhan paku yang mengalami perkecambahan dan pertumbuhan. Protalium disebut juga sebagai generasi gametofit karena menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Sporofit adalah generasi penghasil spora. Arkegonium merupakan organ penghasil sel kelamin betina. Anteridium merupakan organ penghasil sel kelamin jantan.

10. Jawaban: e Tumbuhan pada gambar merupakan jenis tumbuhan paku (Pteridophyta). Tumbuhan pada pilihan jawaban yang termasuk Pteridophya adalah Azolla pinnata (paku air). Adapun Sphagnum fibriatum (lumut daun) dan Marchantia polymorpha (lumut hati) merupakan jenis lumut (Bryophyta). Cycas revoluta (pakis haji) termasuk tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae). Oryza sativa (padi) termasuk tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae). 11. Jawaban: e Gambar tersebut adalah tumbuhan paku jenis Platycerium coronarium.

Salvinia natans

Marsilea crenata

Pteris ensiformis

Asplenium nidus

36

Kunci Jawaban dan Pembahasan

12. Jawaban: d Metagenesis pada tumbuhan paku homospora sebagai berikut.


Spora (n) Protalium merupakan gametofit

2. a. b. c.

Lycopodium clavatum. Kelas Lycopdiinae. Ciri-ciri kelas Lycopodiinae sebagai berikut. 1) Daun berbentuk sisik dan tersebar pada batang. 2) Spora yang dihasilkan tidak berflagela. 3) Sporangium berkumpul di ujung batang membentuk strobilus. Paku kawat (Lycopodium cernuum) sebagai tanaman hias, serta sebagai obat batuk, obat sesak napas, dan obat penyakit kulit. Paku ekor kuda (Equisetum debile) sebagai obat sakit otot atau tulang, obat diuretik, serta sebagai alat pembersih pisau, garpu, dan sendok. Paku sarang burung (Asplenium nidus) sebagai tanaman hias. Azolla sp. sebagai makanan ikan dan pengganti pupuk buatan. Azolla pinnata bersimbiosis dengan Anabaena azollae untuk mengikat nitrogen dari udara.

Anteridium Spermatozoid Zigot (2n) Tumbuhan paku homospora Sporofil Sporangium

Arkegonium Ovum

3. a.

b.
merupakan sporofit

c. d. e.

13. Jawaban: b Tumbuhan paku yang dimanfaatkan untuk bahan obat yaitu Equisetum dan Dryopteris. Dryopteris digunakan untuk obat cacing pita dan Equisetum digunakan untuk obat diuretik (melancarkan air seni). Adapun Platycerium , Adiantum , dan Nephrolepis digunakan untuk tanaman hias. 14. Jawaban: e Gleichenia linearis merupakan salah satu jenis tumbuhan paku yang berbentuk pohon dan mempunyai percabangan tegak lurus dengan batang utama. Struktur tubuh yang demikian sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai pelindung tanaman persemaian (tanaman peneduh). 15. Jawaban: a Jenis tumbuhan paku yang digunakan sebagai pupuk yaitu Azolla. Azolla mampu bersimbiosis dengan bakteri Anabaena sehingga dapat mengikat unsur nitrogen dari udara. Unsur ini dapat menyuburkan tanah. Salvinia merupakan gulma tanaman. Asplenium dan Nephrolepis merupakan tanaman hias. Marsilea digunakan sebagai bahan sayuran. B. Uraian 1. Tumbuhan paku dikelompokkan dalam Cormophyta karena mempunyai tubuh yang dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Ciri-ciri tumbuhan paku yang lain yaitu berkembang biak menggunakan spora, hidupnya di tanah lembap, mengalami metagenesis, dan generasi sporofit tumbuhan paku lebih dominan daripada generasi gametofit. Oleh karena berkembang biak dengan spora, tumbuhan paku dimasukkan ke dalam kelompok Cormophyta berspora.

4. Empat macam bentuk susunan sporangium pada daun tumbuhan paku sebagai berikut. a. Sorus, yaitu sporangium yang terletak di permukaan daun. b. Sinangium, yaitu sporangium yang terletak di ketiak daun. c. Strobilus, yaitu kumpulan sporangium di ujung batang atau cabang batang. d. Sporokarpium, yaitu sporangium yang terletak dalam badan buah. 5. Spora yang dihasilkan tumbuhan paku jika jatuh di atas tanah yang basah akan tumbuh membentuk protalium. Protalium mempunyai rizoid yang berguna untuk melekatkannya ke tanah dan untuk mengisap air serta zat makanan. Pada permukaan bawah protalium yang sudah dewasa akan tumbuh kelamin betina (arkegonium) dan kelamin jantan (anteridium). Arkegonium akan menghasilkan sel telur dan anteridium akan menghasilkan spermatozoid. Biasanya masaknya sel telur dan spermatozoid dalam satu protalium tidak bersamaan. Oleh karena itu, spermatozoid akan membuahi sel telur dalam protalium lain. Spermatozoid memerlukan lingkungan yang berair untuk berenang menuju sel telur membentuk zigot. Selanjutnya zigot akan tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan paku muda yang berakar dan berbatang. Selanjutnya protalium akan mati. Tumbuhan paku muda akan berkembang menjadi paku dewasa yang akan menghasilkan spora. Demikian seterusnya proses pergiliran keturunan pada tumbuhan paku.

Biologi Kelas X

37

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: c Ciri-ciri Gymnospermae sebagai berikut. 1) Bakal bijinya tidak dilindungi daun buah. 2) Strobilus sebagai alat perkembangbiakan. 3) Tidak membentuk bunga maupun perhiasan bunga. 4) Menghasilkan biji untuk berkembang biak. 2. Jawaban: c Ciri-ciri Coniferinae yaitu batang besar berkayu, berakar tunggang, daunnya berbentuk jarum, ada yang berumah satu dan ada yang berumah dua, alat perkembangbiakan berupa strobilus, serta strobilus betina lebih besar daripada strobilus jantan. Coniferinae tidak membentuk bunga. 3. Jawaban: b Tumbuhan seperti pada gambar yang ditunjukkan pada soal termasuk ke dalam subdivisi Gymnospermae. Gnetum gnemon merupakan tumbuhan Gymnospermae dari kelas Gnetinae. Adapun Saccharum officinarum (tebu) dan Phaseolus radiates (kacang hijau) termasuk tumbuhan dari Angiospermae. Lycopodium sp. (paku kawat) dan Azolla pinnata (paku air) termasuk divisi Pteridophyta (tumbuhan paku). 4. Jawaban: d Cocos nucifera (kelapa) dan Axonopus compressus (rumput gajah) termasuk kelas Monocotyledoneae. Carica papaya (pepaya) dan Tectona grandis (jati) termasuk kelas Dicotyledoneae. 5. Jawaban: a Agathis alba termasuk dalam kelas Coniferinae dengan ciri-ciri batang besar berkayu, daun berbentuk jarum, dan strobilus terletak di ketiak daun atau ujung batang berupa kerucut. Adapun Ginkgo biloba termasuk ke dalam kelas Ginkgoinae. Cycas rumphii termasuk ke dalam kelas Cycadinae. Gnetum gnemon dan Welwitschia mirabilis termasuk ke dalam kelas Gnetinae. 6. Jawaban: c Tumbuhan xerofit mempunyai ciri daunnya mengalami reduksi dan ada yang bermodifikasi menjadi duri. Ciri-ciri tersebut terdapat pada tanaman kaktus yang termasuk dalam famili Cactaceae. Papilionaceae, Moraceae, Rosaceae, dan Mimosaceae merupakan kelompok tumbuhan berdaun lebar.

7. Jawaban: a Alat perkembangbiakan pada gambar yaitu strobilus. Strobilus merupakan alat perkembangbiakan tumbuhan yang tergolong dalam Gymnospermae, contoh pinus. Kelapa, mangga, anggrek, dan palem adalah kelompok tumbuhan yang mempunyai alat perkembangbiakan berupa bunga yang akan menghasilkan biji. 8. Jawaban: e Pada saat penyerbukan, serbuk sari jatuh di kepala putik. Selanjutnya, serbuk sari berkecambah membentuk buluh serbuk sari menuju ruang bakal biji. Dalam perjalanannya, inti sel serbuk sari membelah menjadi dua, yaitu inti vegetatif dan inti generatif. Inti generatif membentuk dua spermatozoid. Spermatozoid masuk ke ruang bakal biji melalui mikrofil. Dalam bakal biji itulah terjadi proses fertilisasi/pembuahan antara ovum dan spermatozoid. 9. Jawaban: a Perbedaan antara tumbuhan Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae sebagai berikut.
No. 1. 2. 3. 4. Pembeda Sistem perakaran Pertulangan daun Susunan pembuluh Jumlah perhiasan bunga Keberadaan kambium Monocotyledoneae Serabut Sejajar atau melengkung Tidak teratur/menyebar Jumlah bagianbagian bunga biasanya 3 atau kelipatannya Tidak memiliki kambium Dicotyledoneae Tunggang Menyirip menjari atau

Teratur dalam lingkaran/cincin Jumlah bagianbagian bunga 4, 5, atau kelipatannya Memiliki kambium

5.

10. Jawaban: c Tumbuhan yang tergolong Angiospermae antara lain pinang (sebagai obat cacing), sambiloto (sebagai obat diabetes dan hipertensi), dan mengkudu (sebagai obat hipertensi). Ginkgo biloba, Zamia, Pinus , melinjo, dan Cycas tergolong dalam Gymnospermae. 11. Jawaban: a Gambar tanaman secara urut dari sebelah kiri adalah padi, jagung, dan alang-alang. Ketiga jenis tanaman tersebut termasuk ke dalam famili Poaceae. Adapun contoh tanaman dari famili Malvaceae adalah waru. Contoh tanaman dari famili Papilionaceae adalah kacang tanah. Contoh famili Euporbiaceae adalah karet. Contoh tanaman dari famili Zingiberaceae adalah jahe, lengkuas, dan kencur.

38

Kunci Jawaban dan Pembahasan

12. Jawaban: b
Jenis Tanaman Karet Beringin Cabai Kentang Kopi Famili Euphorbiaceae Moraceae Solanaceae Solanaceae Rubiaceae

Batangnya mengandung air dan lunak. Daunnya lebar dan bercangap menjari. Seluruh bagian batang sampai daun ditumbuhi bulu. Contoh tanaman dari kelas Cucurbitaceae yaitu mentimun, melon, semangka, labu siam, pare, gambas, dan blewah. 3. Tiga jenis gulma yang dimanfaatkan sebagai obat sebagai berikut. a. Tempuyung sebagai obat diuretik. b. Alang-alang sebagai obat sakit kepala. c. Rumput teki sebagai obat nyeri lambung. 4. Tanaman yang tampak pada gambar adalah tanaman kacang tanah. Tanaman kacang tanah digolongkan dalam Dicotyledoneae karena mempunyai ciri-ciri berikut. a. Mempunyai dua keping lembaga. b. Berakar tunggang. c. Mempunyai bentuk tulang daun menyirip. d. Batang bercabang dan memiliki kambium. e. Bunga berbentuk kupu-kupu dengan lima daun mahkota. Daun mahkota terdiri atas lembar besar disebut bendera, yang dua di kiri dan kanan disebut sayap, sedangkan dua yang berlekatan menjadi satu di sebuah tunas. 5. Tahap awal yang mendahului proses pembuahan ganda pada tumbuhan Angiospermae adalah penyerbukan (polinasi), yaitu penempelan butir serbuk sari ke kepala putik. Setelah penyerbukan, butir serbuk sari yang menempel pada kepala putik berkecambah membentuk buluh serbuk sari. Inti sel serbuk sari membelah menjadi sel vegetatif dan sel generatif. Sel vegetatif bergerak ke buluh serbuk sari yang menuju bakal buah (ovarium). Sementara itu, sel generatif membelah secara mitosis menghasilkan dua sel sperma. Saat buluh polen (serbuk sari) mencapai ovulum (bakal biji). Sel vegetatif menembus kantong embrio melalui mikrofil, dan melepaskan kedua sel sperma. Satu sel sperma membuahi sel telur membentuk zigot yang bersifat diploid (2n), sedangkan sel sperma lainnya membuahi dua inti kutub sehingga terbentuk sel triploid (3n). Sel ini akan membelah membentuk jaringan penyimpan makanan cadangan yang disebut endosperm. Selanjutnya, endosperm akan menyediakan makanan bagi embrio yang berkembang dari zigot. Dua peristiwa fusi yang terjadi antara sel sperma dengan sel telur dan sel sperma dengan sel kutub inilah yang dikenal dengan pembuahan ganda pada Angiospermae. Sel antipoda serta sinergid biasanya mengalami degenerasi. Proses pembuahan selanjutnya akan diikuti dengan perkembangan buah dan biji.

b. c. d.

13. Jawaban: a Anthophyta berasal dari bahasa Yunani dari kata anthos yang berarti bunga dan phyton yang berarti tumbuhan. Jadi, Anthophyta adalah tanaman yang menghasilkan bunga. Adapun Cormophyta adalah tumbuhan yang sudah dapat dibedakan akar, batang, dan daunnya dengan jelas. Pteridophyta adalah tumbuhan paku. Tracheophyta adalah tumbuhan yang sudah memiliki pembuluh angkut. Spermatophyta adalah tumbuhan berbiji. 14. Jawaban: e Ciri-ciri tumbuhan yang tergolong dalam Monocotyledoneae sebagai berikut. 1) Memiliki bentuk tulang daun sejajar atau melengkung. 2) Jumlah perhiasan bunga kelipatan tiga. 3) Akar dan batang tidak tumbuh membesar karena tidak memiliki kambium. 15. Jawaban: c Ciri-ciri yang disebutkan merupakan tumbuhan Angiospermae dari famili Euphorbiaceae yaitu Jatropha curcas (jarak pagar). Adapun Agathis alba (damar) termasuk tumbuhan Gymnospermae. Carica papaya termasuk tumbuhan dari famili Caricaceae. Durio zibethinus (durian) termasuk tumbuhan dari famili Bombaceae. Citrus aurantifolia (jeruk nipis) termasuk tumbuhan dari famili rutaceae. B. Uraian 1.
No. Bagian Tubuh Gymnospermae 1. Alat reproduksi Berupa strobilus, strobilus jantan dan strobilus betina Angiospermae

2. 3.

Berupa bunga dengan benang sari dan putik. Benang sari dan putik ada yang terdapat dalam satu bunga dan ada yang terpisah Bakal biji Tidak terlindung Terlindung oleh daun oleh daun buah buah Pembuahan Tunggal Ganda

2. Ciri-ciri morfologi tanaman dari kelas Cucurbitaceae sebagai berikut. a. Batangnya panjang, menjalar dan kebanyakan memanjat dengan menggunakan sulur-sulur.

Biologi Kelas X

39

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: b Ciri-ciri umum tumbuhan yang termasuk kingdom Plantae sebagai berikut. 1) Tersusun dari sel eukariotik. 2) Merupakan organisme multiseluler. 3) Mempunyai dinding sel yang tersusun atas selulosa. 4) Mempunyai klorofil, yaitu klorofil a dan b sehingga mampu berfotosintesis. 5) Menyimpan makanan cadangan dalam bentuk zat tepung (amilum). 6) Bersifat autotrof karena dapat membuat makanan sendiri. Organisme prokariotik meliputi berbagai jenis bakteri. Pembuluh angkut tidak dimiliki oleh sebagian anggota Bryophyta. Fase gametofit dan fase sporofit terdapat pada Bryophyta dan Pteridophyta. Bunga hanya dimiliki oleh kelompok Angiospermae. 2. Jawaban: d Persamaan tumbuhan lumut dengan tumbuhan paku sebagai berikut. 1) Mengalami metagenesis. 2) Bereproduksi vegetatif menggunakan spora. 3) Mempunyai klorofil. 4) Merupakan organisme autotrof. Perbedaan tumbuhan lumut dengan tumbuhan paku sebagai berikut.
Tumbuhan Lumut Termasuk Thallophyta Belum mempunyai pembuluh angkut Tumbuhan Paku Termasuk Cormophyta Sudah mempunyai pembuluh angkut

4. Jawaban: d Metagenesis adalah pergiliran keturunan dari fase gametofit ke fase sporofit. Peristiwa ini terjadi pada tumbuhan lumut dan tumbuhan paku. Pada tumbuhan lumut, fase gametofit lebih dominan daripada fase sporofit. Gametofit merupakan keturunan yang menghasilkan sel gamet. 5. Jawaban: b Ciri khusus Anthocerotopsida sebagai berikut. a. Generasi gametofit berupa talus dengan tepi rata atau bertoreh. b. Sporofit tertancap di dalam gametofit. c. Kapsul spora berada di luar talus dan berbentuk tanduk. d. Pangkal kapsul spora dilindungi oleh involukrum. Sementara itu, talusnya berbentuk lembaran dan anteridiumnya didukung oleh anteridiofor merupakan ciri-ciri Hepaticopsida. Sporofit berkembang di luar gametofit betina bukan ciri tumbuhan lumut. Terdapat operkulum di pangkal kapsul spora merupakan salah satu ciri Bryopsida. 6. Jawaban: d Daur hidup tumbuhan lumut sebagai berikut.
Spora
berkecambah

Protonema Tumbuhan lumut Anteridium Spermatozoid Arkegonium Sel telur

Zigot Sporofit

3. Jawaban: b 1) Vaginula yaitu kaki yang diselubungi sisa dinding arkegonium. 2) Seta yaitu bagian yang menghubungkan sporofit dengan gametofit. 3) Apofisis yaitu ujung seta yang agak melebar yang merupakan peralihan antara seta dengan kotak spora. 4) Kaliptra yaitu pelindung kotak spora. 5) Operkulum adalah penutup kotak spora yang masuk.

7. Jawaban: e Tumbuhan lumut hati dibedakan menjadi tumbuhan lumut hati jantan yang dapat menghasilkan sperma dan tumbuhan lumut hati betina yang dapat menghasilkan ovum. Oleh karena dapat menghasilkan sel gamet maka tumbuhan lumut hati (Marchantia polymorpha) disebut sebagai generasi gametofit. 8. Jawaban: e Generasi gametofit pada tumbuhan paku yaitu berupa protalium yang merupakan pertumbuhan dari spora. Generasi gametofit bersifat haploid dan menghasilkan anteridia dan arkegonia. Pada generasi gametofit tidak terdapat daun. Daun muda yang menggulung ditemui pada fase sporofit tumbuhan paku.

40

Kunci Jawaban dan Pembahasan

9. Jawaban: e Tumbuhan paku yang hidup sebagai epifit pada tumbuhan lain yaitu Platycerium bifurcatum (paku tanduk rusa). Tumbuhan paku ini biasanya menempel pada batang pohon-pohon yang besar dan lembap. Marsilea crenata, Salvinia sp., dan Azolla sp. merupakan tumbuhan paku yang hidup di perairan. Cyathea sp. (paku tiang) hidup di tanah. 10. Jawaban: c Suplir termasuk tumbuhan paku dan Marchantia termasuk tumbuhan lumut hati. Tumbuhan paku mempunyai akar serabut, mempunyai pembuluh angkut, dan bentuk daun muda menggulung. Sementara itu, tumbuhan lumut mempunyai rizoid, tidak mempunyai pembuluh angkut, dan belum mempunyai struktur daun (kecuali kelompok Bryopsida). Suplir dan Marchantia sama-sama mempunyai klorofil dan bereproduksi vegetatif menggunakan spora. 11. Jawaban: e Spora pada tumbuhan paku merupakan hasil pembelahan reduksi yang terjadi di dalam sporangium. Arkegonium adalah organ penghasil sel telur. Anteridium adalah organ penghasil spermatozoid. Tropofil adalah daun yang tidak mengandung sporangium. Sporofil adalah daun yang mengandung sporangium. 12. Jawaban: c Tumbuhan paku yang merupakan bentuk peralihan antara paku homospora dan paku heterospora mempunyai ciri menghasilkan spora jantan dan spora betina. Namun, kedua jenis spora tersebut mempunyai bentuk dan ukuran yang sama. Contoh tumbuhan yang tergolong paku peralihan yaitu Equisetum. Adapun Selaginella, Marsilea, dan Adiantum tergolong paku heterospora. Lycopodium tergolong paku homospora. 13. Jawaban: d Marchantia memiliki talus yang berwarna hijau, berbentuk lembaran-lembaran seperti hati, dan mempunyai percabangan menggarpu. Talus melekat pada substrat dengan bantuan rizoid. Talus Marchantia merupakan generasi gametofit yang akan menghasilkan spermatozoid dan sel telur. 14. Jawaban: e Asplenium pentifidum melakukan reproduksi vegetatif menggunakan tunas ujung daun. Adapun contoh tumbuhan paku yang melakukan reproduksi vegetatif menggunakan umbi batang yaitu Marsilea crenata. Contoh tumbuhan paku yang melakukan reproduksi vegetatif dengan tunas akar adalah Ophioglosum sp. Contoh tumbuhan paku yang melakukan reproduksi vegetatif dengan tunas tepi

daun adalah Asplenium buldiferum. Sementara itu, pundi kuncup merupakan salah satu cara reproduksi vegetatif yang dilakukan oleh tumbuhan lumut. 15. Jawaban: e Spora tumbuhan paku yang menemukan tempat tumbuh yang sesuai akan berkecambah menjadi protalium. Protalium merupakan generasi gametofit dari tumbuhan paku. Pada protalium tersebut terdapat badan pembentuk gamet, yaitu anteridium dan arkegonium. Anteridium menghasilkan gamet jantan, sedangkan arkegonium menghasilkan gamet betina. Sementara itu, zigot merupakan hasil peleburan gamet jantan dan gamet betina. Sorus merupakan sporangium yang terletak di permukaan daun. Indusium merupakan selaput pelindung sorus. Strobilus merupakan kumpulan sporangium di ujung batang. 16. Jawaban: e Metagenesis pada tumbuhan paku heterospora sebagai berikut.
> Mikrospora (n) Makrospora (n) >

Mikroprotalium (n)

Makroprotalium (n)

Anteridium (n)

Arkegonium (n)

Spermatozoid (n) Zigot (2n)

Ovum (n)

Tumbuhan paku heterospora (2n) Mikrosporofil (2n) Makrosporofil (2n)

Mikrosporangium (2n)

Makrosporangium (2n)

17. Jawaban: b Marsilea crenata dimanfaatkan sebagai bahan sayuran. Lycopodium cernuum merupakan tumbuhan paku yang dimanfaatkan dalam pembuatan karangan bunga. Contoh tumbuhan paku sebagai bahan obat-obatan yaitu Equisetum sp. Contoh tumbuhan paku yang digunakan sebagai tanaman hias yaitu Adiantum sp. 18. Jawaban: e Nama lain Spermatophyta sebagai berikut. 1) Phanerogamae karena mempunyai kelamin yang tampak jelas. 2) Embriophyta karena menghasilkan embrio. Sementara itu, Cormophyta merupakan sebutan untuk tumbuhan yang sudah dapat dibedakan antara akar, batang, dan daunnya, contohnya

Biologi Kelas X

41

tumbuhan paku. Thallophyta merupakan sebutan untuk tumbuhan yang belum dapat dibedakan antara akar, batang, dan daunnya, contohnya tumbuhan lumut. Anthophyta merupakan nama lain dari angiosperme karena menghasilkan bunga. 19. Jawaban: e Berdasarkan struktur strobilusnya, Gymnospermae dibedakan menjadi empat kelas yaitu Gnetinae, Cycadinae, Coniferinae, dan Ginkgoinae. Adapun Lycopodiinae merupakan kelas dari Pteridophyta (tumbuhan paku). 20. Jawaban: c Gambar 1 adalah Lycopodium cernuum yang dapat digunakan sebagai tanaman hias, obat batuk, obat sesak napas, dan obat bisul pada kulit. Gambar 2 adalah Pinus merkusii yang menghasilkan terpentin sebagai bahan baku cat dan pernis. Kayu pinus digunakan sebagai bahan baku kertas dan batang korek api. Gambar 3 adalah Brassica rapa (sawi) yang dapat digunakan sebagai bahan sayuran atau makanan. Gambar 4 adalah Marsilea crenata digunakan sebagai bahan sayuran. Gambar 5 adalah Marchantia polymorpha digunakan untuk mengobati gangguan fungsi hati. 21. Jawaban: e Bahan pokok yang digunakan dalam pembuatan gula pasir adalah tebu (Saccharum officinarum). Adapun Zea mays (jagung) dan Oryza sativa (padi) dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Ginkgo biloba digunakan sebagai tanaman hias dan obatobatan. Imperata cylindrica (alang-alang) dapat digunakan untuk mengobati batu ginjal dan sakit kepala. 22. Jawaban: d Tumbuhan yang ditunjukkan pada gambar termasuk dalam subdivisi Gymnospermae. Tumbuhan yang termasuk Gymnospermae adalah Cycas rumpii (pakis haji). Adapun Manihot utilisima (singkong), Oryza sativa (padi), Pisum sativum (kacang kapri), dan Zea mays (jagung) termasuk ke dalam subdivisi Angiospermae. 23. Jawaban: b Kelas Cycadinae mempunyai tubuh menyerupai pohon kelapa, batang berbentuk tiang, daun majemuk menyirip, sporofil tersusun dalam strobilus jantan dan betina, serta umumnya berumah satu. Contohnya Cycas rumphii, Zamia sp., Microcycas sp., dan Dioon sp.

24. Jawaban: c Tumbuhan yang berkembang biak dengan cara membentuk strobilus jantan dan betina termasuk dalam kelompok Gymnospermae. Misalnya pakis haji, pinus, melinjo, dan cemara. Sementara itu, pisang, karet, anggrek, dan palem termasuk dalam kelompok Angiospermae. 25. Jawaban: d
Famili a. b. c. d. e. Papilionaceae Myrtaceae Convolvulaceae Euphorbiaceae Verbenaceae Spesies Ipomoea reptans Phaseolus radiatus Psidium guajava Manihot utilisima Tectona grandis

26. Jawaban: d Anggota Spermatophyta yang batangnya dimanfaatkan dalam industri kertas yaitu Pinus merkusii. Cycas rumphii dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Ginkgo biloba dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan. Gnetum gnemon dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Agathis alba biasanya dimanfaatkan getahnya untuk diolah menjadi kopal. Kopal berfungsi melapisi kertas agar tidak rusak saat ditulisi dengan tinta. 27. Jawaban: d Endosperma (3n) berasal dari hasil peleburan antara inti sperma 2 haploid (n) dengan inti kandung lembaga sekunder (2n). Sementara itu, peleburan sel sperma 1 haploid dengan sel telur haploid akan menghasilkan zigot (2n). 28. Jawaban: a Ciri-ciri tumbuhan yang disebutkan merupakan ciriciri dari tumbuhan Monocotyledoneae yaitu Piper nigrum (lada). Adapun Imperata cylindrica (alangalang) dan Axonopus compressus (rumput gajah) memiliki daun sejajar dan tidak merambat. Tectona grandis (jati) dan Psidium guajara (jambu biji) merupakan tumbuhan Dicotyledoneae. 29. Jawaban: e Tracheophyta merupakan kelompok tumbuhan yang mempunyai pembuluh angkut. Tracheophyta meliputi Pteridophyta (contoh Equisetum) dan Spermatophyta (contoh Gnetum gnemon ). Sementara itu, Bryophyta (contoh Sphagnum dan Marchantia) termasuk Atracheophyta. 30. Jawaban: c Pada Angiospermae, penghasil gamet betina disebut putik dan penghasil gamet jantan disebut benang sari. Putik dan benang sari terdapat dalam bunga.

42

Kunci Jawaban dan Pembahasan

B. Uraian 1. Perbedaan struktur tubuh dan sporofit tumbuhan lumut yang tergolong Hepaticopsida dengan Bryopsida sebagai berikut. Hepaticopsida: a. Tubuhnya berbentuk lembaran atau talus dan menempel pada substrat menggunakan rizoid. b. Sporofitnya tumbuh dan berkembang di dalam gametofit betina. Bryopsida: a. Tubuhnya terdiri atas akar, batang, dan daun semu. b. Sporofit tumbuh di atas jaringan gametofit. 2. Equisetum debile dimasukkan dalam tumbuhan paku peralihan karena menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelaminnya (berjenis kelamin jantan dan betina). 3. Ciri-ciri Psilophytinae sebagai berikut. a. Merupakan tumbuhan paling sederhana. b. Batang berus-ruas dan berbuku. c. Daun berukuran kecil berbentuk sisik. d. Sporangium terletak di buku-buku cabang, yaitu di ketiak daun (sinangium). 4. a. b. c. d. e. f. 5. a. Mikrospora = serbuk sari Mikrosporangium = kantong serbuk sari Mikrosporofil = benang sari Megaspora = kandung lembaga (kantong embrio) Megasporangium = bakal biji Megasporofil = daun buah (karpela) Gemma cup adalah kuncup berbentuk mangkuk yang mengandung kumpulankumpulan tumbuhan lumut yang masih kecil. Arkegoniofor adalah cabang pada gametofit betina yang mendukung arkegonium. Anteridiofor adalah cabang pada gametofit jantan yang mendukung anteridium.

4)

a.

Sporofit hidup menumpang pada gametofit. 5) Tumbuhan lumut merupakan generasi gametofit. 6) Gametofit merupakan fase dominan. Tumbuhan paku 1) Tubuhnya dapat dibedakan antara bagian akar, batang, dan daun. 2) Mempunyai berkas pengangkut. 3) Ukuran sporofit tumbuhan paku lebih besar dibanding gametofit. 4) Sporofit tidak menumpang pada gametofit. 5) Tumbuhan paku merupakan generasi sporofit. 6) sporofit merupakan fase dominan. Gambar 1 : Morinda citrifolia Gambar 2 : Azolla pinnata Gambar 3 : Aloe vera Morinda citrifolia (mengkudu) berfungsi sebagai obat hipertensi. Azolla pinnata dapat bersimbiosis dengan Anabaena sp. untuk mengikat nitrogen (N2) dari udara sehingga keberadaan Azolla dapat menyuburkan tanaman lain (sebagai pupuk). Selain itu, Azolla juga dapat dimanfaatkan sebagai filter air dari pencemaran logam berat dan sebagai pakan ternak, unggas, dan ikan. Aloe vera sebagai obat luka dan radang kulit. Psidium guajava Psidium guajava merupakan nama ilmiah dari jambu biji yang termasuk ke dalam kelas dikotil famili Myrtaceae. Ciri- ciri Myrtacea sebagai berikut. 1) Kebanyakan berupa perdu, ada pula yang berupa pohon berkayu. 2) Letak daun pada umumnya berhadapan. 3) Mahkota bunga kecil dan mempunyai banyak benang sari. 4) Buahnya merupakan buah buni.

7. a.

b.

8. a. b.

c.

b. c.

6. Persamaan tumbuhan lumut dan tumbuhan paku sebagai berikut. a. Berkembang biak secara vegetatif menggunakan spora dan berkembang biak secara generatif melalui fertilisasi. b. Habitat hidupnya di lingkungan yang lembap. c. Mengalami metagenesis. Perbedaan antara tumbuhan lumut dan tumbuhan paku sebagai berikut. a. Tumbuhan lumut 1) Tubuhnya masih berupa talus. 2) Tidak mempunyai pembuluh pengangkut. 3) Ukuran sporofit tumbuhan lumut lebih kecil dibandingkan gametofit.

9. Angiospermae dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae. Pengklasifikasian kedua kelompok tersebut berdasarkan jumlah daun lembaganya. Tumbuhan yang tergolong Monocotyledoneae mempunyai satu daun lembaga dan tumbuhan yang tergolong Dicotyledoneae mempunyai dua daun lembaga. 10. Pohon pinus dikatakan sebagai tumbuhan berumah dua karena strobilus jantan dan strobilus betina berada pada dua pohon yang berbeda.

Biologi Kelas X

43

Bab III Kingdom (Dunia) Animalia

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: b Obelia dan Aurelia merupakan anggota Hydrozoa yang hidupnya berkoloni dan mengalami metagenesis dari polip ke medusa. Adapun Hydra merupakan anggota Hydrozoa yang hidup soliter dan hanya mempunyai bentuk tubuh polip saja. Acrodora dan Diploria merupakan anggota Anthozoa yang hidup berkoloni dan hanya mempunyai bentuk tubuh polip saja. 2. Jawaban: b Porifera termasuk hewan diploblastik, yaitu tubuhnya terdiri atas dua lapisan yang berupa lapisan ektoderma dan lapisan mesoderma. Selain Porifera, Coelenterata juga termasuk hewan diploblastik. Hewan triploblastik adalah hewan yang memiliki tiga lapisan tubuh yaitu ektoderma, mesoderma, dan endoderma. Hewan triploblastik meliputi hewan yang tergolong dalam filum Platyhelminthes (cacing pipih), Nemathelminthes (cacing gilig), Annelida (cacing bersegmen), Mollusca (hewan bertubuh lunak), Arthropoda (hewan berbuku-buku), Echinodermata (hewan berkulit duri), dan Chordata (hewan bertulang belakang). 3. Jawaban: d Sel telur Aurelia sp. setelah dibuahi akan membentuk zigot. Zigot kemudian akan berkembang menjadi larva bersilia yang disebut planula. Planula akan berenang dan menempel pada tempat yang sesuai. Setelah menempel, silia dilepaskan dan planula tumbuh menjadi polip muda yang disebut skifistoma. Skifistoma kemudian membentuk tunas-tunas lateral sehingga Aurelia tampak seperti tumpukan piring yang disebut strobila. Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri dan berkembang menjadi medusa muda yang disebut efira. Selanjutnya, efira berkembang menjadi medusa dewasa. 4. Jawaban: b Annelida merupakan kelompok cacing yang mempunyai ciri tubuh berongga dan dilapisi kutikula, merupakan hewan triploblastik, serta dapat bereproduksi secara aseksual maupun seksual. Contoh Annelida yaitu cacing tanah, cacing wawo, dan cacing sutra. Cacing kremi dan cacing filaria (Wuchereria bancrofti) termasuk dalam kelompok Nemathelminthes. Cacing hati termasuk dalam kelompok Platyhelminthes.

5. Jawaban: b 1) Oligochaeta mempunyai parapodia dan terdapat beberapa setae pada setiap ruas tubuh. Oligochaeta bersifat hermafrodit. 2) Permukaan tubuh Trematoda tidak bersilia. Tubuhnya ditutupi oleh kutikula. Di sekitar mulutnya terdapat satu atau lebih alat isap (sucker). Sucker ini dilengkapi dengan gigi kitin. 3) Tubuh Hirudinea pipih serta tidak mempunyai rambut, parapodia, dan setae. Pada bagian anterior dan posterior terdapat alat pengisap ( sucker ). Alat ini untuk menempel pada mangsa dan mengisap darahnya. 4) Tubuh Cestoda terdiri atas segmen-segmen dan dilapisi kutikula. Setiap segmennya disebut proglotid. Cacing ini mempunyai kepala yang disebut skoleks. Pada skoleks terdapat kait-kait (rostelum). Alat kait ini tersusun dari bahan kitin. Pada skoleks juga terdapat empat buah pengisap untuk melekat pada dinding usus inang. 6. Jawaban: c Platyhelminthes dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Turbellaria yang hidup bebas di perairan, serta Trematoda dan Cestoda yang hidup parasit pada makhluk hidup lain. Hirudinea adalah salah satu kelas dari filum Annelida. 7. Jawaban: c Nautilus pompilius merupakan salah satu anggota Mollusca dari kelas Cephalopoda. Nautilus pompilius adalah satu-satunya anggota Cephalopoda yang memiliki cangkang. Ciri-ciri lain yang dimiliki Nautilus pompilius yaitu bertubuh lunak, memiliki kaki di kepala, tubuhnya simetri bilateral, memiliki kantong tinta sebagai alat pertahanan diri, dan memiliki kromatofora sehingga kulit tubuhnya dapat berubah warna dan termasuk hewan triploblastik 8. Jawaban: b Gambar 1) = gurita, termasuk Mollusca (hewan bertubuh lunak) Gambar 2) = teripang laut, termasuk Echinodermata (hewan berkulit duri) Gambar 3) = bulu babi, termasuk Echinodermata (hewan berkulit duri) Gambar 4) = ubur-ubur, termasuk Porifera (hewan berpori) Gambar 5) = anemon laut, termasuk Porifera (hewan berpori)

44

Kunci Jawaban dan Pembahasan

9. Jawaban: a Kedua jenis hewan pada soal memiliki ciri khusus yaitu memiliki tubuh yang dilindungi oleh sepasang cangkang. Hewan dengan ciri tersebut digolongkan dalam Bivalvia (karena memiliki sepasang cangkang) atau Lamellibranchiata (karena memiliki insang yang berlapis-lapis). Ciri khusus yang dimiliki Cephalopoda yaitu memiliki kaki di kepala. Ciri khusus Scaphopoda yaitu memiliki cangkang berbentuk kerucut atau tanduk. Ciri khusus Amphineura yaitu mempunyai bentuk tubuh bulat telur pipih, memiliki kaki di bagian perut dan terdapat ruangan mantel dan permukaan dorsal tertutup oleh cangkang yang terdiri atas delapan lempeng berlapis yang saling tumpang tindih seperti genting. Ciri khusus Gastropoda yaitu memiliki alat gerak berupa otot perut. 10. Jawaban: c Kerang mutiara termasuk dalam filum Mollusca dari kelas Bivalvia. Hewan ini mempunyai sepasang cangkang yang terdiri atas tiga lapisan, yaitu periostrakum, prismatik, dan nakreas. Jika ada benda asing di luar tubuh yang tidak sengaja masuk ke dalam tubuh kerang yaitu di antara lapisan nakreas dan mantel maka akan disekresikan banyak nakreas. Sedikit demi sedikit lapisan nakreas membungkus benda asing tersebut hingga menjadi mutiara. 11. Jawaban: d Anggota Gastropoda ada yang bercangkang dan ada yang tidak bercangkang. Cangkang Gastropoda berbentuk kerucut terpilin seperti spiral. Contoh anggota Gastropoda yang bercangkang yaitu Achatina fulica, Vivara savanica, dan Helix pomatia. Adapun contoh Anggota Gastropoda yang tidak bercangkang yaitu Deroceras reticulatum dan Milax gagates. 12. Jawaban: e Cephalopoda merupakan hewan yang mempunyai kaki di kepala. Sebagian besar tubuh anggota kelas ini tidak mempunyai cangkang, kecuali Nautilus. Mulut dikelilingi oleh tentakel. Tentakel berfungsi sebagai alat peraba, alat penangkap mangsa, alat pembela diri, dan alat gerak. Kulit tubuh anggota kelas ini dapat berubah warna karena memiliki kromatofora. Selain itu, dalam tubuhnya juga terdapat kantong tinta untuk perlindungan diri. Adapun kelas Gastropoda, Pelecypoda, Amphineura, dan Scaphopoda tidak memiliki kromatofora.

13. Jawaban: c Inang perantara Taenia saginata yaitu sapi. Oleh karena itu, untuk mencegah infeksi cacing Taenia saginata, kita harus memasak daging sapi hingga benar-benar matang. Memasak ikan hingga matang untuk mencegah infeksi cacing Clonorchis sinensis. Memasak daging babi hingga matang untuk mencegah infeksi Taenia solium. Menggunakan sepatu saat bekerja di pertambangan untuk mencegah infeksi cacing tambang (Ancylostoma duodenale). Tidur menggunakan kelambu untuk mencegah gigitan nyamuk Culex yang merupakan inang perantara cacing Wuchereria bancrofti . Wuchereria bancrofti dapat mengakibatkan penyakit kaki gajah pada manusia. 14. Jawaban: b Ascaris lumbricoides (cacing gelang) dan Taenia solium (cacing pita) merupakan parasit yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. Necator americanus dan Ancylostoma duodenale merupakan jenis cacing tambang. Larva dari kedua jenis cacing tambang tersebut dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit telapak kaki yang tidak memakai alas kaki. Wuchereria bancrofti adalah penyebab penyakit kaki gajah. Larva nyamuk ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Culex. Jadi, parasit ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit. 15. Jawaban: c 1) Ampula yaitu gelembung otot yang berhubungan dengan setiap kaki ambulakral. 2) Madreporit yaitu lempeng dorsal yang berlubang-lubang sebagai tempat masuknya air laut ke dalam sistem pembuluh air. 3) Sirkomolaris (saluran cincin) yaitu saluran melingkar mengelilingi mulut. 4) Madreporikus (saluran batu) yaitu saluran penghubung antara madreporit dengan saluran cincin. 5) Saluran lateral yaitu saluran yang berasal dari saluran radial yang mengalirkan air ke ampula. 16. Jawaban: c Asteroidea adalah salah satu kelas dari Echinodermata yang anggotanya mempunyai bentuk tubuh seperti bintang. Anggota Asteroidea ditunjukkan oleh gambar I dan IV. Adapun gambar II adalah salah satu anggota kelas Crinoidea yang memiliki ciri memiliki bentuk tubuh seperti bunga lili, memiliki lengan yang panjang berjumlah lima atau kelipatannya. Gambar III adalah salah satu anggota Holothuroidea yang memiliki ciri tidak memiliki lengan dan tubuhnya tidak berduri.

Biologi Kelas X

45

17. Jawaban: d Bintang laut memiliki lima cabang. Pada setiap cabang terdapat deretan kaki ambulakral yang berpasangan dengan ampula (gelembung otot). Apabila ampula berkontraksi, air di dalam sistem pembuluh air tertekan masuk ke dalam kaki tabung sehingga kakinya menjulur. Apabila kaki menempel pada suatu benda serta ampula mengembang dan mengerut berulang kali maka terjadilah suatu gerakan. Tentakel merupakan alat gerak Cephalopoda. Kaki perut merupakan alat gerak Gastropoda. Pediselaria adalah duri pada tubuh bintang laut yang telah termodifikasi menjadi bentuk seperti catut. Lentera aristoteles berupa tembolok kompleks pada Echinoidea sebagai alat pencernaan. 18. Jawaban: a Crinoidea memiliki tubuh simetri bilateral dengan bentuk seperti bunga lili. Oleh karena itu, anggota kelas ini dinamakan lili laut. Hewan ini mempunyai lengan yang panjang berjumlah lima atau kelipatannya. Lengan tersebut bentuknya mirip daun sehingga disebut pinula. Tubuh Echinoidea berbentuk bola dan termasuk simetri radial. Seluruh tubuhnya berkulit duri menyerupai landak. Namun, tubuh hewan ini tidak mempunyai lengan dan kaki ambulakralnya sangat pendek. Duri-duri yang ada di tubuhnya dapat digerakkan oleh otot dan digunakan untuk berjalan. Asteroidea mempunyai bentuk tubuh seperti bintang. Seluruh permukaan tubuhnya ditutupi kulit duri yang tersusun dari zat kapur. Tubuh hewan ini juga dilengkapi pediselaria. Pediselaria berfungsi untuk menangkap mangsa, melindungi permukaan tubuh dari benda asing, dan melindungi papila (insang halus). Ophiuroidea mempunyai bentuk tubuh seperti bintang dengan lima lengan yang panjang dan beruas. Kaki ambulakralnya disebut tentakel. Tentakel ini dilengkapi ampula (alat isap) dan alat-alat sensoris. Holothuroidea memiliki tubuh berbentuk seperti mentimun laut atau teripang. Bentuk tubuhnya simetri radial dan tidak berduri. 19. Jawaban: c Anggota kelas Arachnida ada yang mengakibatkan penyakit kudis pada hewan ternak, contoh Psoroptes equi (caplak). Apis melifera (lebah madu) berperan menghasilkan madu. Kokon Bombyx mori menghasilkan serat sutra yang dapat dipintal dan ditenun menjadi benang sutra. Musca domestica (lalat rumah) merupakan vektor penyakit bagi manusia. Schistocerca gregaria (belalang) memakan daun tanaman budi daya.

20. Jawaban: a Kupu-kupu dan lalat termasuk dalam kelas Insecta. Insecta memiliki ciri mempunyai enam buah kaki, tubuh beruas-ruas dan terdiri atas tiga bagian (kepala, dada, dan perut), memiliki sepasang mata majemuk, dan sepasang antena. Kupu dan lalat mempunyai dua pasang sayap dan mengalami metamorfosis sempurna. Namun, tipe mulut kedua hewan tersebut berbeda, kupu-kupu memiliki tipe mulut pengisap serta lalat memiliki tipe mulut penjilat dan pengisap. 21. Jawaban: e Ikan pari digolongkan dalam subfilum Chondrichthyes karena bertulang rawan dan ikan bandeng digolongkan dalam subfilum Osteichthyes karena bertulang sejati atau bertulang keras. Ikan pari dan ikan bandeng memiliki jenis alat pernapasan, cara reproduksi, cara memperoleh makanan, dan sistem peredaran darah yang sama. 22. Jawaban: c
Ordo Contoh Hewan

a.

Squamata

Varanus komodoensis Crocodilus porosus Chelonia mydas

b.

Crocodilia

c.

Testudinata

d.

Testudinata

Chelydra serpentia

e.

Squamata

Pyton reticulates

23. Jawaban: b Gambar 1) = kutu buku, termasuk dalam kelas Arachnida Gambar 2) = lalat, termasuk dalam kelas Insecta Gambar 3) = udang, termasuk dalam kelas Crustacea Gambar 4) = laba-laba, termasuk dalam kelas Arachnida Gambar 5) = kepiting, termasuk dalam kelas Crustacea Gambar 6) = kalajengking, termasuk dalam kelas Arachnida

46

Kunci Jawaban dan Pembahasan

24. Jawaban: c Ikan gurame, ikan lele, ikan betok, dan ikan gabus biasanya hidup di perairan berlumpur atau perairan yang kotor. Kandungan oksigen di perairan tersebut sangat rendah dibandingkan di perairan yang jernih. Ikan yang hidup di perairan yang berlumpur atau air kotor memiliki alat pernapasan tambahan berupa labirin. Labirin merupakan perluasan dari insang yang membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin berfungsi menyimpan oksigen agar ikan tidak kekurangan udara. 25. Jawaban: d Jenis-jenis hewan pada gambar tersebut yaitu katak, buaya, dan rusa. Ketiga jenis hewan tersebut mempunyai persamaan ciri yaitu memiliki sistem peredaran darah tertutup. Berdasarkan jenis makanannya, katak termasuk insektivora, buaya termasuk karnivora, dan rusa termasuk herbivora. Berdasarkan penutup tubuhnya, penutup tubuh katak berupa kulit berlendir, penutup tubuh buaya berupa kulit bersisik, dan penutup tubuh rusa adalah kulit berambut. Katak dan buaya tidak memiliki kelenjar susu, sedangkan rusa memiliki kelenjar susu. Berdasarkan cara perkembangbiakannya, katak dan buaya berkembang biak dengan cara bertelur, sedangkan rusa berkembang biak dengan cara melahirkan. 26. Jawaban: d Ciri-ciri yang disebutkan dalam soal merupakan ciri-ciri Amphibia. Saccus vokalis pada Amphibia berfungsi untuk menghasilkan suara nyaring untuk menarik hewan pasangannya pada masa kawin. Aves memiliki ciri hidup di darat, termasuk organisme homoioterm, tubuhnya ditutupi oleh bulu, dan bernapas menggunakan paru-paru. Reptilia memiliki ciri-ciri ada yang hidup di darat dan ada yang hidup di air, termasuk organisme poikiloterm, dan bernapas menggunakan paru-paru. Pisces memiliki ciri-ciri hidup di air, termasuk organisme poikiloterm, dan bernapas menggunakan insang. Mammalia memiliki ciri-ciri memiliki kelenjar susu, tubuhnya ditutupi rambut, bernapas menggunakan paru-paru, dan termasuk organisme homoioterm. 27. Jawaban: c Pholidota merupakan kelompok Mammalia yang tidak bergigi. Mammalia yang memiliki kuku dikelompokkan dalam Ungulata. Mammalia yang memiliki belalai dikelompokkan dalam Proboscidea. Mammalia yang berkembang biak dengan cara bertelur dikelompokkan dalam Monotremata. Mammalia yang memiliki jenis makanan berupa serangga dikelompokkan dalam Insectivora.

28. Jawaban: d Lumba-lumba, paus,dan duyung termasuk hewan yang memiliki kelenjar susu yang menghasilkan air susu untuk menyusui anaknya ketika masih bayi. Ketiga hewan tersebut hidup di air laut tetapi memiliki alat pernapasan berupa paru-paru. Hewanhewan tersebut juga memiliki tulang belakang sehingga dikelompokan juga dalam Vertebrata. 29. Jawaban: d Mammalia yang berkuku dikelompokkan dalam Ungulata. Ungulata dibagi dalam dua kelompok berikut. 1) Artiodactyla, hewan berkuku genap. Contoh unta, jerapah, kijang, domba, sapi, kambing, dan kerbau. 2) Perrisodactyla, hewan berkuku ganjil. Contoh kuda, tapir, badak, dan kuda nil. 30. Jawaban: c Katak, buaya, dan burung termasuk dalam subfilum yang sama yaitu Vertebrata. Ketiganya dikelompokkan dalam Vertebrata karena memiliki ciri khusus yaitu memiliki ruas-ruas tulang belakang. Alat pernapasan berupa paru-paru, jantung terdiri atas dua ruang, berkembang biak dengan cara bertelur, dan beradaptasi dengan lingkungan darat bukan merupakan ciri khusus Vertebrata. B. 1. Uraian
Mulut/anus Tentakel Gastrodermis Mesoglea Epidermis Tentakel Polip Mulut/anus Medusa

2. Hewan seperti pada gambar adalah cacing tanah yang tergolong dalam filum Annelida. Tubuh Annelida termasuk tripoblastik. Hewan triploblastik memiliki tiga lapisan sel pembentuk tubuh. Tiga lapis sel tersebut yaitu ektoderma, mesoderma (lapisan tengah), dan endoderma. Ektoderma pada hewan triploblastik berkembang menjadi epidermis dan sistem saraf. Mesoderma berkembang menjadi alat reproduksi, jaringan otot, dan jaringan ikat. Endoderma berkembang menjadi usus dan kelenjar pencernaan.

Biologi Kelas X

47

3. Cacing Wuchereria bancrofti hidup parasit dalam pembuluh getah bening manusia. Cacing ini masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Culex. Cacing ini dapat mengakibatkan penyakit kaki gajah. Penyakit ini ditandai dengan pembengkakan pada bagian tubuh penderita. Kondisi ini terjadi karena adanya cacing yang mati dan menyumbat pembuluh getah bening. Oleh karena itu, cairan tubuh terakumulasi dan menimbulkan pembengkakan. 4. Cacing gelang hanya berkembang biak secara seksual. Telur yang telah dibuahi keluar dari tubuh inang bersama feses. Apabila telur tertelan bersama makanan, telur ini menetas dan tumbuh menjadi larva menjadi larva kecil di usus. Selanjutnya, larva menembus dinding usus dan masuk ke dalam peredaran darah. Larva melalui aliran darah menuju ke paru-paru dan kemudian menuju trakea. Apabila tertelan dan sampai usus halus, larva akan menetap di dalamnya dan tumbuh menjadi dewasa. 5. Serangga bersayap terdiri atas beberapa ordo berikut. a. Odonata, contoh capung (Calopteryx virgo) b. Orthoptera, contoh belalang sembah (tagmomantis) c. Isoptera/Archiptera, contoh rayap (Helmithermes sp.). d. Hemiptera, contoh kutu busuk ( Cimex ), walang sangit (Leptocorisa acuta) e. Homoptera, contoh kutu kepala (Pediculus capitis) f. Coleoptera, contoh kepik air ( Dysticus marginalis) g. Lepidoptera, contoh kupu gajah (Attacus atlas) h. Diptera, contoh lalat rumah (Musca domestica), nyamuk (Culex sp.) i. Shiponoptera, contoh kutu kucing (Clenocephalus felis) j. Hymenoptera contoh lebah madu (Apis melifera) 6. a. b. c. d. e. Lebah madu, menghasilkan madu. Ulat sutra, menghasilkan benang sutra sebagai bahan untuk kain. Kupu-kupu, membantu penyerbukan pada tanaman. Laron, sebagai bahan makanan berprotein tinggi. Capung (pemakan kutu daun), sebagai pengendali populasi hama secara biologis (serangga predator).

b.

c. d. e.

Pada bagian kepala terdapat dua pasang mulut, yaitu satu pasang kalisera dan satu pasang pedipalpus. Kalisera ini berbentuk seperti gunting untuk merobek dan melumpuhkan mangsanya. Sementara itu, pedipalpus berfungsi sebagai indra, tangan, maupun sebagai alat kopulasi. Pada bagian sefalotoraks terdapat empat pasang kaki. Alat indranya berupa mata sederhana, berjumlah 8 buah. Berdasarkan jenis makanannya, Arachnida bersifat karnivora.

8. Berdasarkan asal-usul sayap dan bentuk metamorfosisnya, Insecta dibagi menjadi dua superordo, yaitu Eksopterigota dan Endopterigota. Sayap Eksopterigota berasal dari tonjolan luar dinding tubuh dan termasuk Hemimetabola (mengalami metamorfosis tidak sempurna). Sayap Endopterigota terbentuk saat masih di dalam kepompong dan termasuk Holometabola (mengalami metamorfosis sempurna). 9. Fungsi pedipalpus, kalisera, dan spineret sebagai berikut. a. Pedipalpus memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai alat indra, tangan, alat untuk melakukan kopulasi, dan untuk memegang makanan. b. Kalisera berfungsi untuk melumpuhkan mangsa karena mengandung racun. c. Spineret berfungsi sebagai penghasil benangbenang halus atau sutra. 10. Ciri-ciri subkelas Chondrichthyes (ikan bertulang rawan) sebagai berikut. Chondrichthyes mempunyai rangka yang tersusun dari tulang rawan dan tidak memiliki penutup insang sehingga celah insangnya tampak dari luar. Condrichthyes berkembang biak dengan cara bertelur dan mengalami fertilisasi internal. Hampir semua anggota Chondrichthyes hidup di laut, hanya sedikit sekali yang hidup di air tawar. Contoh Chondrichthyes yaitu ikan hiu, ikan cucut, dan ikan pari. Ciri-ciri subkelas Osteicthyes (ikan bertulang sejati) sebagai berikut. Osteicthyes memiliki rangka yang tersusun dari tulang sejati dan memiliki penutup insang atau operkulum sehingga celah insang tidak tampak. Osteicthyes berkembang biak dengan cara bertelur dan mengalami fertilisasi eksternal. Habitatnya ada yang di air tawar dan ada yang di laut. Contoh Osteicthyes yaitu ikan barakuda, ikan tongkol, ikan mas, ikan lele, dan ikan salem.

7. Hewan pada gambar yaitu laba-laba dan kutu buku. Kedua jenis hewan tersebut termasuk dalam kelas Arachnida. Persamaan ciri yang terdapat pada kedua hewan tersebut sebagai berikut. a. Tubuh terdiri atas sefalotoraks dan abdomen yang tidak beruas-ruas.

48

Kunci Jawaban dan Pembahasan

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: a Hydra sp. merupakan salah satu contoh hewan Coelenterata dari kelas Hydrozoa yang hidup soliter. Anggota Hydrozoa yang soliter hanya memiliki bentuk tubuh polip saja. Sementara itu, Hydrozoa yang berkoloni memiliki bentuk tubuh medusa dan polip. Pada Hydrozoa yang berkoloni, fase polip lebih dominan dibandingkan fase medusa. 2. Jawaban: a Tipe saluran air pada gambar disebut syconoid. Pada tipe ini lubang-lubang ostium dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke ronggarongga yang berhubungan langsung dengan spongosol. Rongga-rongga ini dilapisi oleh koanosit. Contoh Scypha sp. Tipe asconoid merupakan tipe saluran air yang paling sederhana, lubang-lubang ostium pada tipe ini langsung dihubungkan dengan saluran lurus yang menuju spongosol. Contoh Leucosolenia sp. Tipe Leuconoid atau Rhagon merupakan tipe saluran air yang lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabangcabang ke rongga yang tidak berhubungan dengan spongosol. Contoh Spongia sp. 3. Jawaban: c 1) Ampula yaitu gelembung otot yang berhubungan dengan setiap kaki ambulakral. 2) Sirkomolaris (saluran cincin) yaitu saluran melingkar mengelilingi mulut. 3) Madreporikus (saluran batu) yaitu saluran penghubung antara madreporit dengan saluran cincin. 4) Saluran radialis merupakan cabang dari saluran cincin yang menuju ke setiap lengan dan berakhir pada kaki ambulakral. 5) Saluran lateral yaitu saluran yang berasal dari saluran radial yang mengalirkan air ke ampula. 4. Jawaban: d Keterangan gambar: 1 = sel telur yang telah dibuahi 2 = planula 3 = skifistoma 4 = strobila 5 = efira 5. Jawaban: b Hewan seperti pada gambar adalah lintah. Lintah digolongkan dalam Hirudinea dan memiliki ciri-ciri hidup sebagai ektoparasit pada permukaan tubuh

inang, tubuhnya agak pipih, segmentasi hanya di bagian luar tubuhnya, bentuk tubuh simetri bilateral, triploblastik selomata, tidak mempunyai rambut, parapodia, dan setae, serta bersifat hermafrodit. Pada bagian anterior dan posterior terdapat alat pengisap (sucker). Alat ini untuk menempel pada mangsa dan mengisap darahnya. Cestoda memiliki ciri-ciri tubuhnya berbentuk pipih dan simetri bilateral, triploblastik, serta aselomata. Turbellaria memiliki bentuk tubuh pipih dan bersilia, memiliki dua mata, serta tanpa alat isap. Cacing ini biasanya menempel pada bebatuan atau daun yang tergenang air. Trematoda hidup parasit pada manusia dan hewan. Trematoda memiliki ciri permukaan tubuh tidak bersilia, tubuhnya pipih dan ditutupi oleh kutikula, serta di sekitar mulutnya terdapat satu atau lebih alat isap (sucker) yang dilengkapi oleh gigi kitin. Oligochaeta memiliki ciri tubuhnya berbentuk seperti gelang dan simetri bilateral, triploblastik selomata, berambut banyak, serta di setiap segmen tubuhnya terdapat parapodium. 6. Jawaban: a Hirudinea hidup sebagai parasit. Tubuhnya agak pipih, dilapisi kutikula, dan tidak mempunyai rambut, parapodia, serta setae. Pada bagian anterior dan posterior terdapat alat pengisap (sucker). Alat ini untuk menempel pada mangsa dan mengisap darahnya. Pada saat merobek bagian tubuh inang, lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang rasa sakit ). Selama mengisap, darah tidak akan membeku karena lintah menghasilkan hirudin. Hirudin yaitu zat antipembeku darah (antikoagulan). Contoh anggota ini yaitu Hirudo medicinalis (lintah) dan Haemadipsa zeylanica (pacet). Setiap segmen tubuhnya dilengkapi parapodia merupakan ciri Ponychaeta. 7. Jawaban: b Wuchereria bancrofti atau cacing filaria mengakibatkan penyakit kaki gajah (elefantiasis), yaitu pembengkakan tubuh. Pembengkakan terjadi karena akumulasi cairan dalam pembuluh limfa yang tersumbat oleh cacing filaria dalam jumlah banyak.Cacing filaria masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Culex yang banyak terdapat di daerah tropis. Ancylostoma duodenale adalah cacing tambang yang dapat hidup sebagai parasit dengan menyerap darah dan cairan tubuh pada usus halus manusia. Ascaris lumbricoides dan Oxyuris vermicularis hidup di dalam usus halus manusia sehingga sering kali disebut cacing perut. Himenolepis nana adalah cacing pita yang hidup dalam usus manusia dan tikus.

Biologi Kelas X

49

8. Jawaban: c 1) Asteroidea memiliki ciri bentuk tubuh seperti bintang dan seluruh permukaan tubuhnya ditutupi kulit duri yang tersusun dari zat kapur. Mulutnya terletak di bagian ventral dan anus terletak di bagian dorsal. Mulut dikelilingi oleh membran peristom dan memiliki lima lengan yang pendek. 2) Ophiuroidea mempunyai bentuk tubuh seperti bintang dan memiliki lima lengan yang panjang dan beruas. 3) Crinoidea mempunyai bentuk tubuh seperti bunga lili. Oleh karena itu, anggota kelas ini dinamakan lili laut. Hewan ini mempunyai lengan yang panjang berjumlah lima atau kelipatannya. Lengan tersebut bentuknya mirip daun sehingga disebut pinula. Mulut dan anus hewan ini terletak bersebelahan. Di sekitar mulut terdapat tentakel. Anggota Crinoidea tidak memiliki kaki ambulakral dan ampula. 4) Holothuroidea disebut juga mentimun laut atau teripang laut. Tubuh hewan ini tidak berduri dan memiliki banyak endoskeleton yang tereduksi. Gerakan hewan ini tidak kaku (fleksibel), lembut, dan tidak mempunyai lengan. Pada sekeliling mulut terdapat tentakel yang bercabang sebanyak 1030 buah. Tentakel dapat disamakan dengan kaki tabung bagian oral pada Echinodermata lainnya. Tiga baris kaki tabung di bagian ventral untuk bergerak dan dua baris di bagian dorsal untuk bernapas. 9. Jawaban: a Hewan yang tergolong dalam Cephalopoda banyak menggunakan tentakel. Kaki ambulakral atau kaki pembuluh merupakan alat gerak hewan yang tergolong dalam Echinodermata. Kaki perut merupakan alat gerak anggota Gastropoda. Pseudopodia dan axopodia merupakan alat gerak anggota Protista. 10. Jawaban: b Berdasarkan bentuk tubuhnya, Echinodermata dibagi menjadi lima kelas yaitu Asteroidea, Echinoidea, Ophiuroidea, Crinoidea, dan Holothuroidea. Asteroidea, Ophiuroidea, dan Crinoidea mempunyai lengan. Echinoidea dan Holothuroidea tidak mempunyai lengan. 11. Jawaban: d Mollusca merupakan kelompok hewan yang mempunyai ciri bertubuh lunak. Berdasarkan bentuk kaki, cangkang, dan mantelnya, Mollusca dibedakan menjadi lima kelas, yaitu Amphineura, Gastropoda, Scaphopoda, Cephalopoda, dan Pelecypoda. Amphineura mempunyai bentuk tubuh

bulat telur, pipih simetri bilateral, dan bagian dorsalnya ditutupi cangkang yang terdiri dari delapan lempeng berlapis yang saling tumpang tindih seperti genting. Cephalopoda merupakan kelompok hewan yang mempunyai ciri memiliki kaki di bagian kepala. Gastropoda merupakan kelompok hewan yang bergerak menggunakan otot perutnya. Bivalvia atau Pelecypoda merupakan kelompok hewan yang memiliki sepasang cangkang. 12. Jawaban: d Kerang mutiara memiliki sepasang cangkang sehingga dikelompokkan dalam Bivalvia. Hewan ini memiliki kaki pipih sehingga dikelompokkan dalam Pelecypoda dan memiliki insang berlapislapis sehingga dikelompokkan dalam Lamellibranchiata. Hewan yang memiliki kaki di kepala dikelompokkan dalam Cephalopoda. Hewan yang memiliki kaki berupa otot perut dikelompokkan dalam Gastropda. 13. Jawaban: d 1) Anggota Amphineura mempunyai bentuk tubuh bulat telur, pipih, dan simetri bilateral. Hewan ini mempunyai kaki di bagian perut (ventral) memanjang. Terdapat ruangan mantel dengan permukaan dorsal, yang dilindungi oleh cangkang yang terdiri atas delapan lempeng berlapis yang saling tumpang tidih, sedangkan permukaan lateral mengandung banyak insang. Selain itu, terkadang cangkang dibungkus oleh lapisan kitin. 2) Tubuh anggota kelas Scaphopoda mempunyai cangkang berbentuk kerucut atau tanduk. Tubuh hewan ini diselubungi mantel. 3) Cephalopoda merupakan hewan yang mempunyai kaki di kepala. Sebagian besar tubuh anggota kelas ini tidak mempunyai cangkang, kecuali Nautilus. Mulut dikelilingi oleh tentakel. Tentakel berfungsi sebagai alat peraba, alat penangkap mangsa, alat pembela diri, dan alat gerak. Kulit tubuh anggota kelas ini dapat berubah warna karena adanya kromatofora. Selain itu, tubuhnya juga terdapat kantong tinta untuk perlindungan diri. 4) Anggota kelas Pelecypoda mempunyai tubuh simetri bilateral. Cangkang hewan kelompok ini tersusun dari tiga lapis yaitu periostrakum, prismatik, dan nakreas. Periostrakum terbentuk dari zat tanduk yang dihasilkan oleh tepi mantel. Periostrakum berfungsi sebagai pelindung. Prismatik yang tebal terdiri atas kristal-kristal kalsium karbonat berbentuk prisma. Nakreas terbentuk dari kalsium karbonat. Lapisan ini tampak berkilauan sehingga disebut lapisan mutiara.

50

Kunci Jawaban dan Pembahasan

14. Jawaban: c Pada umumnya anggota Cephalopoda tidak memiliki cangkang, kecuali Nautilus. Ciri yang dimiliki oleh Cephalopoda yaitu mempunyai kaki di kepala, mulut dikelilingi oleh tentakel yang berfungsi sebagai alat peraba, alat penangkap mangsa, alat pembela diri, dan alat gerak. Kulit tubuh Cephalopoda dapat berubah warna karena adanya kromatofora. Selain itu, tubuhnya juga terdapat kantong tinta untuk perlindungan diri. 15. Jawaban: e
Kelas a. b. c. d. e. Pelecypoda Gastropoda Scaphopoda Cephalopoda Amphineura Contoh Spesies Pinctada mertensi Achatina fulica Dentalium vulgare Nautilus pompilus Cryptochiton sp.

Serkaria berekor dan mampu berenang bebas. Serkaria menembus jaringan tubuh siput dan keluar renang dalam air. Setelah itu, serkaria dapat menempel pada rumput dan melepaskan ekornya kemudian menjadi metaserkaria. Metaserkaria membungkus diri membentuk kista yang dapat bertahan lama. Apabila rumput termakan oleh hewan ternak, kista dapat menembus dinding ususnya, kemudian masuk ke dalam hati dan menuju saluran empedu. Kista ini akan tumbuh dewasa dalam waktu beberapa bulan. Setelah itu, cacing dewasa akan bertelur dan siklus ini terulang kembali. 18. Jawaban: d Annelida dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea. Pembagian ke dalam tiga kelas tersebut berdasarkan jumlah parapodia, setae, dan rambut. Kelas Polychaeta berambut banyak dan setiap segmen tubuhnya dilengkapi parapodia dan setae. Kelas Oligochaeta tidak mempunyai parapodia dan terdapat beberapa setae pada setiap ruas tubuhnya. Hirudinea hidup sebagai parasit. Tubuhnya pipih dan tidak mempunyai rambut, parapodia, dan setae. Pada bagian anterior dan posterior terdapat alat pengisap (sucker). Alat ini untuk menempel pada mangsa dan mengisap darahnya. 19. Jawaban: c Cacing yang memiliki ciri-ciri tersebut termasuk dalam filum Platyhelminthes kelas Cestoda. Selain Cestoda, dalam filum Platyhelminthes juga terdapat kelas Turbellaria (kelompok cacing pipih yang tidak memiliki rostelum dan alat pengisap) dan kelas Trematoda yaitu (kelompok cacing yang memiliki alat pengisap saja). Semua anggota Annelida tidak memiliki rostelum dan alat pengisap. 20. Jawaban: c Pheretima sp. merupakan jenis cacing yang hidup di dalam tanah sehingga dapat menggemburkan tanah. Haemadipsa zeylanica merupakan jenis cacing dari kelompok Hirudinea yang hidup di tempat lembap. Hirudo medicinalis adalah anggota Hirudinea yang memiliki ciri bertubuh agak pipih (dorsoventral), mempunyai 1 prostomium dan 32 segmen tubuh, serta mempunyai dua alat pengisap pada kedua ujung tubuhnya. Alat pengisap atas berdekatan dengan mulut, dan alat pengisap bawah berdekatan dengan anus. Cacing ini menghasilkan zat hirudin sebagai zat anti koagulan, yaitu zat untuk mencegah darah inang agar tidak cepat membeku di dalam rongga tubuhnya. Palolo viridis dan Lysidisea oele adalah spesies cacing dari filum Annelida dan keduanya merupakan jenis cacing yang enak dimakan.

16. Jawaban: a Telur dalam proglotid dewasa yang ada dalam tubuh sapi akan menetas menjadi larva yang disebut heksakan (onkosfer). Larva heksakan akan menembus dinding usus sapi menuju jaringan otot dan jaringan lainnya. Heksakan berkembang menjadi sisteserkus di dalam jaringan ini. Apabila manusia memakan daging sapi yang mengandung sisteserkus, sisteserkus akan berkembang menjadi cacing pita dewasa di dalam usus. Proglotid dewasa yang mengandung telur masak akan keluar dari tubuh manusia melalui feses. Potongan proglotid tersebut akan termakan oleh sapi. Selanjutnya, daur hidup cacing ini terulang kembali. 17. Jawaban: c Permukaan tubuh Fasciola hepatica tidak bersilia. Tubuhnya ditutupi oleh kutikula. Di sekitar mulutnya terdapat satu atau lebih alat isap (sucker). Sucker ini dilengkapi dengan gigi kitin. Cacing hati bersifat hermafrodit. Fasciola hepatica merupakan cacing yang hidup parasit dalam tubuh manusia atau hewan ternak dengan siput air sebagai inang perantaranya. Siklus hidup dimulai dengan bertelurnya cacing hati dewasa di dalam saluran empedu dan kantong empedu. Telur-telur tersebut kemudian masuk ke dalam usus, lalu keluar ke alam bebas bersama feses hewan ternak. Pada tempat yang sesuai, telur yang fertil akan menetas menjadi larva bersilia (mirasidium). Mirasidium akan mati jika tidak masuk ke dalam tubuh siput air tawar (Lymnaea auricularis). Selama dua minggu larva ini berada di tubuh Lymnaea. Selanjutnya, larva berubah bentuk menjadi sporokista. Sporokista kemudian tubuh menjadi redia. Redia ini dapat masuk ke dalam jaringan tubuh siput dan tumbuh berkembang menjadi serkaria.

Biologi Kelas X

51

21. Jawaban: b Jenis-jenis hewan pada gambar yaitu laba-laba, kecoak, dan udang. Hewan-hewan tersebut tergolong dalam Arthropoda karena memiliki persamaan ciri. Ketiga hewan tersebut memiliki kaki yang beruas-ruas. Selain itu, hewan-hewan tersebut mempunyai ciri-ciri ber tubuh simetri bilateral, dan mempunyai kerangka luar (eksoskeleton). Kerangka luar hewan Arthropoda terbuat dari bahan kitin (zat tanduk). Tubuh hewan ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu kepala (sefala), dada (toraks), dan perut (abdomen). Sistem reproduksi pada Arthropoda terpisah, artinya ada hewan jantan dan ada hewan betina. Sebagian hewan Arthropoda mengalami metamorfosis, baik metamorfosis sempurna (Holometabola) ataupun metamorfosis tidak sempurna (Hemimetabola). Sementara itu, Arthropoda yang tidak mengalami metamorfosis disebut ametabola. 22. Jawaban: e Insecta dibagi menjadi Apterygota dan Pterygota berdasarkan ada tidaknya sayap. Insecta yang bersayap dikelompokkan dalam Pterygota dan Insecta yang tidak bersayap dikelompokkan dalam Apterygota. 23. Jawaban: e Lepidoptera adalah kelompok serangga yang meliputi berbagai jenis kupu-kupu dan ngengat, contoh penggerek batang padi (Tryporiza incertulas) dan kupu-kupu gajah (Attacus atlas). Diptera adalah kelompok serangga yang meliputi berbagai jenis lalat dan nyamuk. Hemiptera adalah kelompok serangga yang meliputi berbagai jenis kepik atau kepinding. Orthoptera adalah kelompok serangga yang meliputi berbagai jenis belalang. Coleoptera adalah kelompok serangga yang meliputi berbagai jenis kumbang. 24. Jawaban: e Ciri-ciri Arachnida sebagai berikut. 1) Tubuh Arachnida terdiri atas sefalotoraks dan abdomen yang tidak beruas-ruas. 2) Pada bagian kepala terdapat dua pasang mulut, yaitu satu pasang kalisera dan satu pasang pedipalpus. Kalisera ini berbentuk seperti gunting untuk merobek dan melumpuhkan mangsanya. Sementara itu, pedipalpus berfungsi sebagai indra, tangan, maupun sebagai alat kopulasi. 3) Pada bagian sefalotoraks terdapat empat pasang kaki. 4) Alat indranya berupa mata sederhana, berjumlah delapan buah. 5) Arachnida termasuk karnivora.

25. Jawaban: b Vertebrata dibedakan menjadi dua kelompok berdasarkan ada dan tidak adanya rahang. Vertebrata dengan mulut tidak berahang dikelompokkan dalam superkelas Agnatha, sedangkan yang memiliki rahang termasuk dalam superkelas Gnathostomata. 26. Jawaban: b Ikan, burung, dan kanguru dimasukkan dalam subfilum yang sama yaitu Vertebrata karena ketiga hewan tersebut memiliki tulang belakang. Vertebrata berasal dari kata vertebrae (tulang belakang). Hewan-hewan yang memiliki cranium (tulang tengkorak) dimasukkan dalam kelompok Craniata. 27. Jawaban: a Artiodactyla adalah kelompok Mammalia yang berkuku genap. Semua Mammalia memiliki ciriciri berikut. 1) Memiliki kelenjar susu (glandula mammae). 2) Bernapas dengan paru-paru. 3) Bersifat homoioterm. 4) Berkembang biak dengan cara melahirkan anak (vivipar), beberapa di antaranya bertelur (misalnya platipus dan echidna). 5) Tubuh ditutupi rambut. 6) Umumnya hidup di darat, tetapi ada juga yang hidup di air, misalnya paus, lumba-lumba, anjing laut, dan duyung. 28. Jawaban: c Chelonia termasuk dalam ordo Testudinata (bangsa kura-kura dan penyu) yang memiliki ciri tubuh terlindungi oleh karapaks di bagian atas dan plastron di bagian bawah, tidak mempunyai gigi, dan rahangnya dilapisi zat tanduk. 29. Jawaban: b Rodentia merupakan Mammalia pengerat, gigi serinya seperti pahat dan tumbuh terus-menerus, misal kelinci dan tikus. Primata merupakan Mammalia yang matanya stereoskopik menghadap ke depan, misal kera dan gorila. Insectivora merupakan Mammalia kecil pemakan serangga dan berambut halus, contoh celurut. Marsupialia merupakan Mammalia berkantong, misal kanguru dan koala. Monotremata merupakan satu-satunya hewan Mammalia yang bertelur. Monotremata memiliki paruh, bertelur dan mengerami telurnya, memiliki kelenjar susu tanpa puting susu, serta tidak memiliki daun telinga, misal platipus.

52

Kunci Jawaban dan Pembahasan

30. Jawaban: b Pasangan yang benar antara ordo dalam Mammalia dan contoh spesiesnya sebagai berikut. 1) Tupai dari ordo Rodentia 2) Lumba-lumba dari ordo Cetacea 3) Koala dan kanguru dari ordo Marsupialia 4) Platipus dari ordo Monotremata B. Uraian 1. Ciri-ciri Scyphozoa sebagai berikut. 1) Memiliki bentuk tubuh seperti mangkuk, transparan, dan melayang-layang di laut. 2) Pada siklus hidupnya, bentuk tubuh medusa merupakan fase dominan. Ciri-ciri Anthozoa sebagai berikut. 1) Memiliki bentuk tubuh menyerupai bunga. 2) Pada siklus hidupnya, Anthozoa hanya memiliki fase polip saja. 2. Fungsi rongga gastrovakular dan tentakel pada Coelenterata sebagai berikut. 1) Rongga gastrovaskular berfungsi untuk mencerna makanan dan mengedarkan sarisari makanan ke seluruh tubuh. 2) Tentakel berfungsi untuk menangkap dan memasukkan mangsa ke dalam mulut, sebagai alat gerak, dan sebagai alat pertahanan tubuh terhadap lawan. 3. Berdasarkan bentuk dan kandungan spikula, Porifera dibagi menjadi tiga kelas berikut. 1) Kelas Calcarea Rangka tubuh Calcarea bersifat kalkareus. Hal ini karena spikulanya mengandung kalsium karbonat (kapur). Sebagian spikulanya berbentuk monaxon dan triaxon sehingga tampak seperti duri-duri kecil. Anggota kelas ini banyak tersebar di laut dangkal di seluruh dunia. Contoh Scypha sp., Cerantia sp., Sycon sp., dan Clathrina sp. 2) Kelas Hexactinellida Spikula pada kelas ini mengandung banyak benang silikat atau kersik (SiO2). Sementara itu, spikulanya berbentuk triaxon dengan enam cabang. Bentuk hewan-hewan pada kelas ini menyerupai gelas, silinder, atau corong. Contoh Euplectella aspergilium, Pheronema, dan Hyalonema sp. 3) Kelas Demospongia Hewan anggota kelas ini bertulang lunak karena tidak mempunyai rangka. Apabila ada yang memiliki rangka, rangkanya tersusun dari serabut-serabut spongin dengan spikula dari zat silikat. Bentuk spikulanya ada yang monaxon atau tetraxon. Contoh Euspongia

sp., Callyspongia sp., Clionia sp., dan Phyllospongia sp. 4. a. b. c. Dentalium sp. Kelas Scaphopoda Ciri-ciri Scaphopoda sebagai berikut. 1) Memiliki cangkang berbentuk kerucut atau tanduk yang terbuka di kedua ujungnya. 2) Terdapat beberapa tentakel di dekat mulutnya yang berfungsi sebagai alat peraba dan menangkap makanan. 3) Hidup di pantai berlumpur. Nautilus pompilius termasuk kelas Cephalopoda dan Pila ampullacea pilidae termasuk kelas Gastropoda. Filum Mollusca. Persamaan ciri-ciri dari kedua hewan tersebut sebagai berikut. 1) Bertubuh lunak dan memiliki bentuk tubuh simetri bilateral. 2) Lapisan tubuhnya termasuk triploblastik. 3) Tubuh bercangkang dan tidak bersegmen. 4) Kakinya berupa struktur berotot.

5. a.

b. c.

6. Sistem saluran air pada Echinodermata tersusun dari madreporit, madreporikus, sirkomolaris, saluran radialis, saluran lateral, dan ampula. Madreporit merupakan tempat masuknya air dari luar tubuh. Air dari madreporit menuju sirkomolaris melalui madreporikus. Sirkomolaris merupakan saluran melingkar mengelilingi mulut. Setiap lengan dan sirkomolaris dihubungkan oleh saluran radial dan saluran radial ini bercabang-cabang membentuk saluran lateral. Ampula merupakan gelembung otot yang berhubungan dengan kaki ambulakral di setiap lengannya. 7. Ciri-ciri yang termasuk dalam kelas Holothuroidea sebagai berikut. a. Tubuhnya simetri bilateral dan berbentuk seperti mentimun. b. Tubuhnya tidak berduri dan memiliki banyak endoskelenton yang tereduksi. c. Terdapat banyak tentakel di sekeliling mulut. Tentakel ini dapat disamakan dengan kaki tabung bagian oral pada Echinodermata. d. Tubuhnya akan mengerut saat disentuh. e. Beberapa jenis di antaranya mempunyai alat pertahanan tubuh yang disebut euverian. 8. a. b. Gambar I adalah kelabang dari ordo Chilopoda dan gambar II adalah luing dari ordo Diplopoda. Perbedaan ciri antara kedua jenis hewan tersebut sebagai berikut.

Biologi Kelas X

53

Ciri-ciri kelabang sebagai berikut. 1) Di setiap ruas terdapat satu pasang kaki. 2) Pada ruas di belakang kepala terdapat satu pasang taring bisa (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya. 3) Termasuk karnivora. 4) Tidak memiliki kemampuan memecah bahan-bahan organik untuk membentuk humus. Ciri-ciri luing sebagai berikut. 1) Di setiap ruas terdapat dua pasang kaki. 2) Tidak memiliki taring berbisa. 3) Termasuk herbivora. 4) Memiliki kemampuan memecah bahanbahan organik untuk membentuk humus. 9. Fungsi kaki serangga sebagai berikut. 1) Kaki untuk menggali, contoh orong-orong. 2) Kaki untuk meloncat, contoh belalang. 3) Kaki untuk berenang, contoh kumbang air. 4) Kaki untuk pengumpul, contoh serbuk sari lebah. 5) Kaki untuk berjalan, contoh kumbang tanah. 6) Kaki untuk memegang, belalang, contoh sembah. 10. Pengelompokan burung menjadi Palaeognathae dan Neognathae didasarkan pada kemampuan terbang. Palaeognathae adalah kelompok burung yang tidak dapat terbang, contoh penguin, burung kasuari, dan burung kiwi. Adapun Neognathae adalah kelompok burung yang dapat terbang, contoh burung merpati, ayam, dan burung cenderawasih.

3. Jawaban: b Bakteri merupakan organisme uniseluler yang tidak memiliki membran inti, sehingga materi genetiknya tersebar di dalam plasma sel. Organisme yang tidak memiliki membran inti disebut organisme prokariotik. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, R.H. Whittaker mengelompokkan bakteri ke dalam kingdom Monera. 4. Jawaban: b Fauna seperti gajah, harimau, dan siamang merupakan contoh satwa daerah Oriental yang memiliki daerah persebaran meliputi Pulau Jawa, Sumatra, Bali, dan Kalimantan. Daerah Sulawesi sampai Nusa Tenggara merupakan daerah persebaran fauna peralihan. Adapun wilayah Papua dan pulau-pulau di sekitarnya merupakan daerah persebaran fauna Australian. 5. Jawaban: e Buah merah (Pandanus conoideus) merupakan tumbuhan khas di Provinsi Papua. Buah merah termasuk kelompok tumbuhan pandan-pandanan. Tumbuhan ini merupakan salah satu jenis tumbuhan khas Provinsi Papua yang berkhasiat meningkatkan meningkatkan daya tahan tubuh. 6. Jawaban: b Cara penulisan nama familia menurut prinsip binomial nomenklatur yaitu huruf pertama ditulis dengan huruf besar dan ditulis tegak seperti nama atau istilah lain (tidak ditulis dengan huruf cetak miring ataupun digarisbawahi). Nama famili untuk tumbuhan diberi akhiran ceae, misal Malvales+ ceae = Malvaceae dan untuk hewan diberi akhiran -idae, misal canis + idae = canidae. 7. Jawaban: d Anaphalis javanica dan Anaphalis longifolia tergolong dalam satu genus (marga) sehingga hubungan kekerabatannya paling dekat. 8. Jawaban: e Pohon kruing, meranti, dan gaharu merupakan kelompok tumbuhan yang tergolong dalam suku meranti-merantian. Suku ini pada umumnya berupa pohon sangat besar dengan ketinggian dapat mencapai 7085 m. Semua jenis Dipterocarpaceae mengeluarkan damar atau oleoresin. Hutan Kalimantan merupakan salah satu pusat keragaman tumbuh-tumbuhan yang tergolong dalam suku ini. Tumbuh-tumbuhan yang tergolong dalam Malvaceae, Solanaceae, Orchidaceae, dan Cyperaceae berupa perdu atau tumbuhan yang berukuran kecil.

Latihan Ulangan Tengah Semester 1


A. Pilihan ganda 1. Jawaban: b Keanekaragaman gen merupakan keanekaragaman individu dalam satu spesies. Ketan hitam dan ketan putih masih dalam satu spesies, yaitu Oryza sativa, tetapi memiliki ciri fisik dan sifat yang berbeda. Oleh karena itu, keduanya dikelompokkan dalam keanekaragaman gen. 2. Jawaban: a Keanekaragaman jenis menunjukkan variasi yang terdapat pada makhluk hidup antarjenis dalam satu marga. Phaseolus vulgaris (kacang buncis) dan Phaseolus radiatus (kacang hijau) termasuk dalam satu marga, yaitu Phaseolus sehingga termasuk dalam keanekaragaman jenis.

54

Kunci Jawaban dan Pembahasan

9. Jawaban: b a. Matoa (Pometia pinnata) merupakan tanaman khas dari Papua. b. Kayu putih (Melaleuca leucadendron) merupakan tanaman khas dari Maluku Utara. c. Kayu manis (Cinnamomum burmani) merupakan tanaman khas dari Sumatra Barat. d. Kepel (Stelechocarpus burahol) merupakan tanaman khas dari Jawa Tengah. e. Pulai (Alstonia scholaris) merupakan tanaman khas dari Lampung. 10. Jawaban: c Rafflesia arnoldii berasal dari Sumatra Barat, Bengkulu, dan Aceh. Rafflesia borneensis berasal dari Kalimantan. Rafflesia cilliata berasal dari Kalimantan Timur. Rafflesia patma berasal dari Nusa Kambangan. Rafflesia rochussenii berasal dari Jawa Barat. 11. Jawaban: b Ciri-ciri tumbuhan lumut yang tergolong Hepaticopsida sebagai berikut. 1) Mempunyai rizoid atau akar semu. 2) Tidak berbatang dan tidak berpembuluh angkut. 3) Tubuh berbentuk talus. 4) Tidak mempunyai struktur daun. 5) Talus berklorofil. 12. Jawaban: d Tumbuhan paku merupakan generasi gametofit (haploid) yaitu generasi yang menghasilkan spora. Pada tumbuhan paku, generasi sporofit lebih dominan dan berumur lebih lama daripada generasi gametolfit. Sementara itu, spora dan zigot bersifat diploid dan termasuk dalam generasi sporofit. 13. Jawaban: c Meiosis atau pembelahan reduksi adalah pembelahan sel yang mengakibatkan terjadi pengurangan jumlah kromosom dari kromosom diploid (2n) menjadi kromosom haploid (n). Meiosis pada tumbuhan lumut terjadi di dalam sporangium yaitu pada proses pembentukan spora. 14. Jawaban: b Ciri khusus Anthocerotopsida sebagai berikut. a. Generasi gametofit berupa talus dengan tepi rata atau bertoreh. b. Sporofit tertancap di dalam gametofit. c. Kapsul spora berada di luar talus dan berbentuk tanduk. d. Pangkal kapsul spora dilindungi oleh involukrum. Sementara itu, talus berbentuk lembaran dan anteridium didukung oleh anteridiofor merupakan

ciri-ciri Hepaticopsida. Terdapat operkulum di pangkal kapsul spora merupakan ciri-ciri Bryopsida. 15. Jawaban: d Sporangium yang terletak di ketiak daun dapat dijumpai pada tumbuhan paku dari kelompok Psilophytinae (paku purba). Sporangium pada paku benar (Filicinae) tersusun dalam sorus di permukaan daun. Sporangium pada Equisetinae dan Lycopodiinae membentuk strobilus di ujung batang atau cabang. Anthocerotopsida merupakan kelompok tumbuhan lumut yang tubuhnya berupa talus dan tidak berdaun. 16. Jawaban: e Paku homospora adalah tumbuhan paku yang hanya menghasilkan satu jenis spora yang bentuk dan ukurannya sama. Contoh tumbuhan yang tergolong paku homospora yaitu Lycopodium. Selaginella termasuk tumbuhan paku heterospora. Equisetum termasuk tumbuhan paku peralihan. Marchantia dan Sphagnum termasuk Bryophyta, bukan tumbuhan paku. 17. Jawaban: e Tumbuhan paku yang hidup sebagai epifit pada tumbuhan lain yaitu Platycerium bifurcatum (paku tanduk rusa). Tumbuhan paku ini biasanya menempel pada batang pohon-pohon yang besar dan lembap. Marsilea crenata, Salvinia sp., dan Azolla sp. merupakan tumbuhan paku yang hidup di perairan. Cyathea sp. (paku tiang) hidup di tanah. 18. Jawaban: e Spora tumbuhan paku yang menemukan tempat tumbuh yang sesuai akan berkecambah menjadi protalium. Protalium merupakan generasi gametofit dari tumbuhan paku. Pada protalium tersebut terdapat badan pembentuk gamet, yaitu anteridium dan arkegonium. Anteridium menghasilkan gamet jantan, sedangkan arkegonium menghasilkan gamet betina. Sementara itu, zigot merupakan hasil peleburan gamet jantan dan gamet betina. Sorus merupakan sporangium yang terletak di permukaan daun. Indusium merupakan selaput pelindung sorus. Strobilus merupakan kumpulan sporangium di ujung batang. 19. Jawaban: d Cycadinae merupakan salah satu kelas dari kelompok Gymnospermae. Ciri-ciri Cycadinae yaitu tubuh menyerupai pohon kelapa atau palem, batang berbentuk tiang, mempunyai daun majemuk menyirip, serta membentuk strobilus jantan dan strobilus betina untuk perkembangbiakannya. Cycadinae tidak membentuk bunga.

Biologi Kelas X

55

20. Jawaban: d Ciri-ciri tersebut merupakan ciri tumbuhan Gymnospermae dari kelas Gnretinae yaitu Gnetum gnemon (melinjo). 21. Jawaban: d
Jenis Tanaman Karet Kopi Cabai Jeruk Terung Tembakau Tomat Famili Euphorbiaceae Rubiaceae Solanaceae Rutaceae Solanaceae Solanaceae Solanaceae

22. Jawaban: b Jeruk, jambu, durian, dan pepaya merupakan kelompok tumbuhan yang mempunyai alat perkembangbiakan generatif berupa bunga yang akan menghasilkan biji. Sementara itu, pinus mempunyai alat perkembangbiakan berupa strobilus. 23. Jawaban: d Tumbuhan Angiospermae yang dapat dimanfaatkan sebagai obat hipertensi yaitu sambiloto dan mengkudu. Adapaun pinang dimanfaatkan sebagai obat cacing. Jambu biji biasa dimanfaatkan sebagai obat diare. Kina dimanfaatkan sebagai obat malaria. Lidah buaya dimanfaatkan sebagai obat luka dan radang kulit. 24. Jawaban: b Pada tumbuhan Angiospermae terjadi pembuahan ganda yaitu antara inti sel sperma 1 (nomor 3) dengan inti sel telur (nomor 1) membentuk zigot (akan tumbuh dan berkembang menjadi embrio) serta antara inti sel sperma 2 (nomor 4) dengan inti kandung lembaga sekunder (nomor 5) membentuk endosperm. 25. Jawaban: d Anggota Spermatophyta yang batangnya dimanfaatkan dalam industri kertas yaitu Pinus merkusii. Cycas rumphii dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Ginkgo biloba dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan. Gnetum gnemon dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Agathis alba biasanya dimanfaatkan getahnya sebagai campuran pernis atau cat. 26. Jawaban: c Uniseluler merupakan salah satu ciri kingdom Protista dan Monera. Mempunyai dinding sel dan berklorofil merupakan ciri kingdom Plantae. Sementara itu, ciri kingdom Animalia yaitu organisme eukariotik, multiseluler, tidak memiliki dinding sel, dan tidak berklorofil sehingga bersifat heterotrof.

27. Jawaban: a 1) Ciri-ciri kelabang yaitu tubuh beruas-ruas, bersifat karnivora, setiap ruas tubuh terdapat sepasang ruas kaki, memiliki rahang yang dapat mengeluarkan racun untuk membunuh mangsa. 2) Ciri-ciri laba-laba dan kalajengking yaitu tubuhnya mempunyai karapaks, mempunyai empat pasang kaki, dan mempunyai kalisera untuk menangkap mangsa. Kedua jenis hewan ini bersifat karnivora. 3) Ciri-ciri cacing tanah yaitu bertubuh lunak, tidak berkaki, dan termasuk detritivor yaitu organisme yang memakan partikel-partikel organik. 28. Jawaban: d Cacing Oligochaeta merupakan salah satu kelas dari divisi Nemathelminthes yang memiliki beberapa ciri yaitu tidak mempunyai parapodia dan terdapat beberapa setae pada setiap ruas tubuh. Fertilisasi pada cacing ini terjadi secara hermafrodit. Telur yang sudah dibuahi tersimpan di dalam kokon yang dihasilkan pada sekresi lendir. Apabila telur menetas dari kokon akan keluar anak cacing. Contoh cacing ini yaitu Lumbricus terrestris (cacing tanah yang biasa ditemukan di Eropa dan Amerika), Pheretima musica (cacing sondari), dan Pheretima posturna (cacing tanah yang biasa ditemukan di Asia). 29. Jawaban: a 1) Culex sp. merupakan Insecta yang berperan sebagai pembawa vektor penyakit filariasis (kaki gajah). 2) Apis indica merupakan penghasil madu. 3) Batrocerra sp. merupakan hama buah. 4) Pediculus humanus merupakan ektoparasit di kepala manusia. 5) Bombix mori adalah ulat sutra yang menghasilkan benang sutra. 30. Jawaban: e Pasangan kelompok dan contoh yang sesuai sebagai berikut.
No. a. b. c. d. e. Group Kelompok Arachnida Arachnida Scorpionida Scorpionida Chilopoda Chilopoda Insecta Insecta Crustacea Crustacea Example Contoh Brachypelma smithi Tarantula Androctonus crassicauda Kala hitam Scutigera sp. Lipan Trypoxylus dichotomus Kumbang badak Macrobrochium rosenbergii Udang galah

56

Kunci Jawaban dan Pembahasan

31. Jawaban: e Planula adalah larva bersilia hasil pertumbuhan dari zigot. Planula akan mencari tempat yang sesuai untuk menetap dan tumbuh menjadi polip muda (skifistoma). Polip muda akan tumbuh menjadi polip dewasa (strobila). Polip dewasa akan tumbuh melakukan fase reproduksi vegetatif dengan melepaskan efira (medusa muda) yang akan tumbuh menjadi medusa dewasa yang fertil. 32. Jawaban: b
Hewan Habitat Cara Fertilisasi Eksternal Internal Internal Eksternal Alat Pernapasan Paru-paru Paru-paru Paru-paru Insang Jumlah Ruang Jantung 3 4 4 2 Cara Perkembangbiakan Bertelur Bertelur Bertelur Bertelur

Setiap segmen tubuhnya ditutup oleh karapaks terbuat dari zat kitin. 6) Bernapas menggunakan insang. Contoh Arthropoda yaitu udang windu (Panaeus monodon), udang galah (Macrobrachium sp.), dan kepiting bakau (Scylla cerata). 35. Jawaban: d Hewan Invertebrata yang memiliki ciri seperti pada soal termasuk dalam kelas Crinoidea filum Echinodermata. Selain ciri-ciri tersebut, Crinoidea juga memiliki kaki ambulakral dan ampula serta bentuk tubuhnya simetri bilateral. Kelas Asteroidea mempunyai bentuk tubuh seperti bintang. Seluruh permukaan tubuhnya ditutupi kulit duri yang tersusun dari zat kapur. Tubuh hewan ini juga dilengkapi pediselaria. Pediselaria berfungsi untuk menangkap mangsa, melindungi permukaan tubuh dari benda asing, dan melindungi papila (insang halus). Sementara itu, anggota Mollusca mempunyai tubuh lunak dengan bentuk tubuh simetri bilateral dan terdiri atas tiga bagian utama, yaitu kaki, massa viseral, dan mantel. Berdasarkan lapisan tubuhnya, Mollusca termasuk hewan triploblastik. Hewan ini hidup di laut, air tawar, dan darat. 36. Jawaban: e Proboscidea adalah ordo Vertebrata yang memiliki belalai berotot kuat. Contoh hewan yang termasuk kelompok Proboscidea adalah gajah (Elephas sp.). Belalai gajah memiliki fungsi untuk bernapas serta mengambil makanan dan minum. Gajah jantan memiliki gigi seri atas yang memanjang dan disebut gading. Ordo Proboscidea termasuk dalam kelompok Mammalia karena memiliki glandula mammae (kelenjar susu). 37. Jawaban: d Rodentia adalah kelompok Mammalia pengerat yang memiliki ciri-ciri gigi serinya seperti pahat, tungkai berjumlah dua pasang dengan tungkai belakang lebih panjang dari tungkai depan, dan bersifat homoiterm. Gigi taring yang besar dan panjang untuk mengoyak daging dimiliki oleh ordo Carnivora (pemakan daging). Adapun mata stereoskopik (menghadap ke depan) adalah ciri ordo Primata (kera). 38. Jawaban: a Passeriformes merupakan kelompok burung yang bersuara merdu, misal burung ketilang dan burung cenderawasih. Perkutut dan tekukur termasuk ke dalam ordo Columbiformes, yaitu kelompok burung yang berparuh pendek, bertembolok besar, dan sel epitelnya mudah mengelupas. Sementara itu, rangkong termasuk dalam ordo Coraciformes, yaitu kelompok burung yang berparuh besar, bertungkai pendek, dan merupakan burung karnivora pemakan ikan, katak, dan lebah.

5)

Katak dewasa Burung puyuh Burung kolibri Ikan hiu martil

Air dan darat Darat Darat dan udara Air laut

Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa katak dan ikan hiu memiliki persamaan dalam cara fertilisasinya yaitu fertilisasi eksternal sehingga dapat dikelompokkan menjadi kelompok X. Sementara itu, burung puyuh dan burung kolibri dikelompokkan menjadi Y karena mengalami fertilisasi secara internal. 33. Jawaban: b Reproduksi seksual Fasciola hepatica menghasilkan telur pada hati ternak (seperti sapi dan kambing), kemudian berpindah melalui aliran darah ke empedu dan usus. Selanjutnya keluar bersama tinja (1). Telur menetas dan tumbuh menjadi mirasidium (larva bersilia). Mirasidium menginfeksi inang perantara, yaitu siput air ( Lymnaea ). Mirasidium berubah menjadi sporokista dalam tubuh siput, kemudian berkembang secara aseksual di dalam tubuh siput menjadi redia (3). Redia berkembang menjadi serkaria, dan keluar dari tubuh siput untuk menempel pada rumput atau tanaman air. Serkaria membentuk metaserkaria (cacing muda). Metaserkaria akan menempel pada rumput. Metaserkaria dapat bertahan dalam waktu yang sangat lama dengan membentuk kista. Kista metaserkaria termakan hewan ternak dan kemudian kista tersebut masuk ke usus terbawa aliran darah. Kista tersebut akan tumbuh menjadi cacing dewasa pada organ hati (hepar) ternak. 34. Jawaban: b Crustacea (udang-udangan) adalah anggota dari Arthropoda yang memiliki ciri-ciri berikut. 1) Bagian kepala dan dada menyatu (sefalotoraks). 2) Memiliki lima pasang kaki. 3) Memiliki dua pasang antena. 4) Memiliki telson dan pleoped untuk membantu berenang.

Biologi Kelas X

57

39. Jawaban: a Hewan yang termasuk dalam ordo Ungulata yaitu hewan berkuku. Sementara itu, mempunyai kantong merupakan ciri khas hewan ordo Marsupialia, misal kanguru. Tidak mempunyai gigi merupakan ciri khas hewan ordo Pholidota, misal trenggiling. Memiliki mata stereoskopik merupakan ciri khas hewan ordo Primata, misal orang utan. Mempunyai kebiasaan mengerat merupakan ciri khas hewan ordo Rodentia, misal tikus. 40. Jawaban: b Ikan mempunyai gurat sisi yang merupakan indra keenamnya. Gurat sisi berfungsi untuk mengetahui tekanan air. Gurat sisi ini terletak di sebelah kanan dan kiri sepanjang badan ikan. Dengan mengetahui tekanan air, ikan dapat memposisikan diri di dasar atau di permukaan air.

4. Pada siklus hidup Bryophyta, gametofit lebih dominan daripada sporofit. Sementara itu, pada siklus hidup Pterydophyta, sporofit lebih dominan daripada gametofit. 5. Selain menggunakan spora, tumbuhan paku juga dapat bereproduksi vegetatif dengan cara berikut. a. Membentuk tunas pada tepi daun, contohnya Aspelium buldiferum. b. Membentuk umbi batang,contohnya Marsilea crenata. c. Membentuk tunas pada ujung daun, contoh Aspelium pentifidum. d. Membentuk tunas akar, misalnya Ophioglosum sp. 6. Alat perkembangbiakan yang ditunjukkan pada gambar adalah strobilus. Strobilus merupakan alat perkembangbiakan pada tumbuhan Gymnospermaea. Contoh tumbuhan Gymnospermae beserta manfaatnya sebagai berikut. a. Pinus merkusii menghasilkan terpentin sebagai bahan baku cat dan pernis. Kayu pinus merkusii digunakan sebagai bahan baku kertas dan batang korek api. b. Zamia sp. digunakan sebagai tanaman hias. c. Ginkgo biloba digunakan sebagai tanaman hias dan obat-obatan. d. Gnetum gnemon digunakan sebagai bahan makanan. e. Agathis alba dimanfaatkan kayunya sebagai bahan bangunan. 7. a. Nama tumbuhan pada gambar adalah Plumeria acuminata (kamboja). Tumbuhan tersebut termasuk dalam famili Apocynaceae. Tanaman lain yang termasuk ke dalam famili Apocynaceae adalah Catharantus roseus (tapak doro), Rouvolfia serpentina (pule pandak), dan Allamanda cathartica (alamanda).
Kelas Crustacea Pembagian Tubuh Kaki Antena

B. Uraian 1. Danau Singkarak di Sumatra Barat termasuk dalam keanekaragaman ekosistem. Hal ini dikarenakan di dalam danau tersebut terdapat berbagai organisme seperti ikan, ganggang, dan Invertebrata yang melakukan hubungan timbal balik, baik antarmakhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungannya. Hubungan timbal balik inilah yang menyebabkan adanya keserasian hidup dalam ekosistem danau tersebut. 2. Beberapa usaha pemerintah dalam pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia sebagai berikut. a. Usaha pelestarian hayati dengan cara membuat kawasan lindung berupa cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, dan taman buru. b. Usaha perlindungan melalui Peraturan Perundangan yang bertujuan melindungi beberapa jenis hewan atau tumbuhan langka yang terdapat di Indonesia. c. Usaha perlindungan melalui Keppres, misalnya melalui Keppres No.4 Tahun 1993 pemerintah telah menetapkan beberapa tumbuhan dan hewan asli Indonesia sebagai tumbuhan dan hewan nasional. 3. Tubuh Bryopsida terdiri atas tiga bagian, yaitu rizoid, batang, dan daun. Daun berfungsi untuk fotosintesis. Sporofit tumbuh pada gametofitnya atau pada tumbuhan lumut itu sendiri, serta bersifat parasit terhadap gametofit. Gametofit dapat dibedakan antara gametofit jantan (anteridia) dan gametofit betina (arkegonia). Contoh Bryopsida yaitu Sphagnum sp., Fissident sp., dan Polytrichum sp.

b.

8.

Sefalotoraks dan 5 pasang kaki 2 pasang abdomen (perut) jalan dan 5 pasang kaki renang Kepala dan perut 4 pasang Kepala dan perut Banyak Kepala, dada, 3 pasang dan perut Tidak ada 1 pasang 1 pasang

Arachnida Myriapoda Insecta

9. a = mirasidium b = sporokista c = redia d = serkaria e = metaserkaria f = kista

58

Kunci Jawaban dan Pembahasan

10.
Kelompok Hewan Pisces, Amphibia Aves Reptilia Mammalia Fertilisasi Eksternal Internal Internal Internal

Cara Perkembangbiakan Ovipar Ovipar Ovipar dan Ovovivipar Vivipar

sebagai sumber makanan. Contoh: cacing tanah, luing, dan sebagian anggota Echinodermata. 6. Jawaban: d Topografi adalah letak suatu tempat dipandang dari ketinggian di atas permukaan air laut (altitude) atau dipandang dari garis bujur dan garis lintang (latitude). Topografi yang berbeda mengakibatkan perbedaan penerimaan intensitas cahaya, kelembapan, tekanan udara, dan suhu udara. Oleh karena itu, topografi mempunyai pengaruh yang besar terhadap distribusi makhluk hidup terutama tumbuhan. Sementara itu, bioma adalah ekosistem-ekosistem yang terbentuk karena perbedaan letak geografis dan astronomis. Biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) bumi. Biosfer merupakan keseluruhan ekosistem/bioma yang ada di bumi. Komunitas merupakan kumpulan beberapa jenis populasi yang saling berinteraksi pada daerah dan waktu tertentu. Habitat adalah tempat yang sesuai bagi makhluk hidup untuk melakukan segala aktivitasnya. Jawaban: c Urutan satuan makhluk hidup dari yang paling kecil, sebagai berikut. 1) Individu merupakan makhluk hidup tunggal. 2) Populasi merupakan kumpulan makhluk hidup sejenis. 3) Komunitas merupakan kumpulan dari beberapa populasi. 4) Ekosistem merupakan kesatuan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. 5) Biosfer merupakan keseluruhan ekosistem yang ada di bumi. Jawaban: d Komponen abiotik yang diperlukan tumbuhan untuk melangsungkan proses fotosintesis antara lain air yang diserap dari dalam tanah, cahaya matahari sebagai sumber energi, dan karbon dioksida yang diambil dari udara. Proses fotosintesis ini akan menghasilkan oksigen dan energi. Jawaban: c Dekomposer berperan menguraikan bahan organik yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup atau jasad makhluk hidup yang sudah mati menjadi bahan-bahan anorganik. Bahan-bahan anorganik ini akan digunakan oleh tumbuhan sebagai bahan mineral atau unsur hara. Dalam rantai makanan, dekomposer merupakan mata rantai terakhir yang bertugas mempersiapkan dimulainya rantai makanan yang baru.

Bab IV Ekosistem

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: c Di suatu ekosistem terdapat komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik terdiri atas semua makhluk hidup. Sementara itu, komponen abiotik terdiri atas benda tidak hidup yang meliputi lingkungan fisik makhluk hidup. Jadi, lingkungan fisik merupakan komponen abiotik, seperti tanah, air, suhu, kelembapan, udara, dan cahaya matahari. Sementara itu, mikrobia, detritivor, dan dekomposer merupakan komponen biotik. 2. Jawaban: a Berdasarkan cara memperoleh makanan, komponen biotik di dalam ekosistem dapat dikelompokkan menjadi autotrof dan heterotrof. Autotrof merupakan makhluk hidup yang mampu membuat makanannya sendiri, seperti tumbuhan. Heterotrof merupakan makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga untuk memperoleh makanan ia bergantung pada makhluk hidup lainnya, seperti hewan dan manusia. 3. Jawaban: e Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antarmakhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Jadi, proses pencernaan yang terjadi di dalam tubuh herbivora bukan termasuk kajian Ekologi, tetapi termasuk kajian fisiologi. 4. Jawaban: e Komponen biotik terdiri atas semua makhluk hidup. Makhluk hidup yang terdapat di danau antara lain eceng gondok, cacing, keong, dan katak. Sementara itu, cahaya, kelembapan, dan suhu air merupakan komponen abiotik dalam ekosistem. 5. Jawaban: e Detritivor merupakan organisme heterotrof yang memanfaatkan serpihan organik padat (detritus)

7.

8.

9.

Biologi Kelas X

59

10. Jawaban: c Kelompok makhluk hidup yang mampu mengubah energi matahari menjadi energi kimia yaitu kelompok autotrof yaitu makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri. Makhluk hidup autotrof meliputi semua produsen seperti fitoplankton, Algae, dan tumbuhan. 11. Jawaban: c Ada dua kemungkinan hasil dari kompetisi antarspesies dengan relung ekologis yang sama. Pertama, kompetitor yang lebih lemah akan menjadi punah karena kalah bersaing. Kedua, setiap spesies di antara kedua spesies itu akan berevolusi sehingga dapat menggunakan jenis sumber daya yang berbeda. 12. Jawaban: c Komunitas merupakan kumpulan beberapa jenis populasi yang saling berinteraksi pada daerah dan waktu tertentu. Jadi, komunitas terbentuk oleh beberapa populasi yang berbeda dan tinggal di tempat yang sama. 13. Jawaban: c Populasi merupakan sekelompok individu sejenis yang menempati suatu daerah pada waktu tertentu. Sekumpulan kambing di padang rumput merupakan populasi. Sementara itu, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) bumi. Biosfer merupakan keseluruhan ekosistem/bioma yang ada di bumi. Komunitas merupakan kumpulan beberapa jenis populasi yang saling berinteraksi pada daerah dan waktu tertentu. Habitat adalah tempat yang sesuai bagi makhluk hidup untuk melakukan segala aktivitasnya. Ekosistem merupakan kesatuan komunitas dengan lingkungan hidupnya yang membentuk hubungan timbal balik. 14. Jawaban: a Predasi merupakan jenis interaksi antara pemangsa dengan hewan yang dimangsanya. Misal harimau memangsa rusa, kucing memangsa tikus, dan elang memangsa ular. Parasitisme, terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan dan spesies lain dirugikan. Misal interaksi antara benalu dengan pohon yang ditumpanginya. Komensalisme, terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan dan spesies lain tidak dirugikan dan juga tidak diuntungkan. Misal interaksi antara tanaman anggrek dengan pohon yang ditumpanginya. Hubungan netral merupakan hubungan yang tidak saling memengaruhi. Mutualisme, terjadi jika dua

spesies hidup bersama dan saling menguntungkan satu sama lain. Misal interaksi antara ganggang hijau-biru dengan jamur dari kelompok Basidiomycotina membentuk lumut kerak. Jadi, interaksi yang hanya menguntungkan salah satu pihak yaitu predasi, parasitisme, dan komensalisme. 15. Jawaban: c Kompetisi merupakan jenis interaksi antarorganisme yang saling bersaing karena memiliki kebutuhan yang sama, misal berkompetisi untuk mendapatkan makanan atau memperoleh pasangan. Individu yang sejenis memerlukan kebutuhan hidup yang sama, misal jenis makanannya sama. Oleh karena itu, interaksi antarindividu sejenis dalam memperoleh makanannya yaitu kompetisi. Mereka bersaing untuk memperoleh makanannya. 16. Jawaban: e Kemungkinan interaksi antara kedua jenis tanaman tersebut adalah simbiosis komensalisme. Simbiosis komensalisme terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan dan spesies lain tidak dirugikan dan juga tidak diuntungkan. Tumbuhan merambat tersebut hanya menempel tidak mengambil sari-sari makanan dari tumbuhan yang ditempelinya. Tumbuhan merambat diuntungkan karena memperoleh tempat hidup sehingga dapat mendapatkan cahaya matahari. Sementara itu, bagi tumbuhan yang ditempelinya, keberadaan tumbuhan merambat tersebut tidak memengaruhi kehidupannya. 17. Jawaban : e Tumbuhan lumut yang menempel pada batang pohon menunjukkan interaksi simbiosis komensalisme. Simbiosis komensalisme terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan dan spesies lain tidak dirugikan dan juga tidak diuntungkan. Tumbuhan lumut diuntungkan karena memperoleh tempat hidup di batang pohon, sedangkan keberadaan tumbuhan lumut tersebut tidak berpengaruh terhadap kehidupan pohon yang ditempelinya. 18. Jawaban: e Dalam suatu ekosistem yang masih alami dan belum terganggu akan didapati adanya keseimbangan antara komponen-komponen penyusun ekosistem tersebut. Keadaan ini disebut homeostatis, yaitu kemampuan ekosistem untuk dapat menahan berbagai perubahan alam dalam sistem secara menyeluruh. Ekosistem dikatakan seimbang apabila semua komponen baik biotik maupun abiotik berada pada porsi yang seimbang, baik jumlah maupun peranannya dalam lingkungan.

60

Kunci Jawaban dan Pembahasan

19. Jawaban: e Setiap organisme yang berada di dalam ekosistem terlibat dalam rantai makanan. Jadi, jika salah satu komponen biotiknya terganggu, rantai makanan yang terjadi di dalam ekosistem juga terganggu. 20. Jawaban: a Faktor-faktor yang memengaruhi dinamika populasi sehingga ukuran populasi berubah yaitu faktor abiotik, biotik, laju kelahiran, kematian, jumlah imigrasi, dan jumlah emigrasi. Kematian dan emigrasi memperkecil ukuran populasi. Suatu populasi tidak akan memengaruhi suatu ekosistem jika jumlah populasi stabil. Namun, fenomena seperti ini hanya berlaku untuk waktu tertentu saja. B. Uraian 1. Dalam melangsungkan proses fotosintesis, tumbuhan memerlukan beberapa komponen abiotik yaitu air, CO2, dan cahaya matahari. Air diserap dari dalam tanah. Karbon dioksida diambil dari udara. Air dan karbon dioksida merupakan bahan baku dalam proses fotosintesis. Cahaya matahari berfungsi sebagi sumber energi. Proses fotosintesis ini akan menghasilkan oksigen dan energi. 2. Komponen abiotik yang memengaruhi distribusi organisme sebagai berikut. a. Air b. Udara c. Cahaya matahari d. Topografi e. Iklim f. pH (derajad keasaman) g. Tanah 3. Topografi adalah letak suatu tempat dipandang dari ketinggian di atas permukaan air laut (altitude) atau dipandang dari garis bujur dan garis lintang (latitude). Topografi yang berbeda mengakibatkan perbedaan penerimaan intensitas cahaya, kelembapan, tekanan udara, dan suhu udara. Oleh karena itu, topografi mempunyai pengaruh yang besar terhadap distribusi makhluk hidup terutama tumbuhan. 4. Organisme autotrof merupakan organisme yang mampu membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis, seperti Algae, fitoplankton, dan tumbuhan. Sementara itu, organisme heterotrof merupakan organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan makanannya, organisme heterotrof bergantung pada organisme lainnya. Organisme heterotrof meliputi semua konsumen, seperti harimau, kambing, dan manusia.

5.

Dalam setiap rantai makanan selalu diakhiri proses penguraian yang dilakukan oleh dekomposer. Dekomposer tersebut berfungsi menguraikan bahan organik dari sisa-sisa makhluk hidup atau makhluk hidup yang telah mati menjadi bahanbahan anorganik yang lebih sederhana. Selanjutnya, bahan-bahan anorganik ini akan dimanfaatkan kembali oleh produsen sebagai sumber mineral dan rantai makanan akan terulang kembali. Oleh karena itu, dekomposer merupakan mata rantai terakhir yang bertugas menyiapkan rantai makanan yang baru. Habitat adalah tempat yang sesuai bagi makhluk hidup untuk melakukan segala aktivitasnya. Dua spesies makhluk hidup dapat menempati habitat yang sama, tetapi tetap memiliki relung (nisia) berbeda. Nisia adalah status fungsional suatu organisme dalam ekosistem. Dalam nisianya, organisme tersebut dapat berperan aktif, sedangkan organisme lain yang sama habitatnya tidak dapat berperan aktif. Nisia terbentuk untuk menghindari persaingan (kompetisi) antarspesies. Misalnya, di pucuk tanaman hidup kutu daun dan ulat. Kutu daun mengisap cairan tumbuhan, sedangkan ulat memakan daunnya. Pada habitat yang sama, kedua hewan tersebut dapat hidup berdampingan karena masing-masing memiliki nisia yang berbeda. Antibiosis adalah hubungan antara dua jenis organisme, salah satu organisme menghambat pertumbuhan yang lain dengan menghasilkan racun. Misal jamur Aspergillus flavus menghasilkan aflatoksin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Antibiosis yang terjadi pada tumbuhan disebut alelopati, contoh tumbuhan kamboja dan gamal. Tumbuhan ini dapat mengeluarkan racun yang bisa mematikan tumbuhan di sekitarnya sehingga tumbuhan ini dapat memenangkan kompetisi dalam memperoleh makanan dan cahaya matahari. Lumut kerak merupakan bentuk simbiosis antara ganggang hijau biru dengan jamur dari kelompok Basidiomycotina. Interaksi antara kedua jenis organisme tersebut disebut simbiosis mutualisme. Ganggang hijau biru menguntungkan jamur Basidiomycotina karena menyediakan makanan hasil fotosintesis. Sementara itu, jamur Basidiomycotina menguntungkan ganggang hijau biru karena menyediakan air dan perlindungan bagi kehidupan ganggang.

6.

7.

8.

Biologi Kelas X

61

9.

Kompetisi intraspesifik merupakan kompetisi yang terjadi dalam satu populasi makhluk hidup. Misalnya, kompetisi antara sesama kambing yang berada di padang rumput. Sementara itu, kompetisi interspesifik merupakan kompetisi yang terjadi antarpopulasi. Kompetisi interspesifik terjadi jika dua atau lebih populasi pada suatu wilayah memiliki kebutuhan hidup yang sama. Misalnya, kompetisi antara populasi kambing dengan populasi sapi yang berada di suatu padang rumput.

Komunitas klimaks adalah suatu komunitas terakhir dan stabil (tidak berubah) yang mencapai keseimbangan dengan lingkungannya. 3. Jawaban: e Peristiwa suksesi primer selalu diawali dengan tumbuhnya spesies pionir seperti lumut, ganggang, lumut kerak, dan Cyanobacteria. Spesies pionir dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan yang ekstrem. Sementara itu, tanaman perdu bukan termasuk spesies pionir karena tidak dapat tumbuh di lingkungan yang ekstrem. Tanaman perdu akan tumbuh setelah lingkungan sesuai untuk pertumbuhannya. Jawaban: a Spesies pionir seperti lumut kerak dapat hidup pada kondisi ekstrem sehingga selalu mengawali terjadinya sukses primer. Lumut kerak hidup melekat pada batu-batuan dan akan melapukkan batuan tersebut menjadi tanah yang gembur. Dengan demikian, tanah tersebut dapat menjadi tempat tumbuhnya berbagai jenis biji tumbuhtumbuhan. Jawaban: d Suksesi sekunder terjadi jika suatu gangguan terhadap suatu komunitas tidak bersifat merusak total tempat komunitas tersebut sehingga masih terdapat kehidupan/substrat seperti sebelumnya. Proses suksesi sekunder dimulai lagi dari tahap awal, tetapi tidak dari komunitas pionir.. Bekas ladang yang ditinggalkan akan mengalami suksesi sekunder. Pertama-tama akan tumbuh rerumputan baru. Selanjutnya, akan tumbuh perdu dan pohonpohon sehingga terbentuk komunitas klimaks. Jawaban: d Berdasarkan ciri-cirinya bioma yang dimaksud adalah bioma gurun. Hewan gurun umumnya bertubuh kecil, misalnya ular, kadal, hewan pengerat, dan kalajengking. Sementara itu, zebra, jerapah, gajah, serigala, kanguru, dan singa biasanya terdapat di bioma padang rumput. Badak, babi hutan, dan kera hidup di bioma hutan hujan tropis. Rusa kutub, beruang kutub, dan insekta hidup di bioma tundra Jawaban: a Tumbuhan yang bersifat xerofit merupakan tumbuhan yang hidup di daerah kering atau miskin air. Tumbuhan xerofit seperti kaktus banyak hidup di bioma gurun. Tumbuhan xerofit beradaptasi terhadap lingkungannya yang kering dengan cara memiliki daun yang kecil dan biasanya bermodifikasi menjadi duri untuk mengurangi penguapan. Akarnya panjang untuk mencapai sumber air yang letaknya jauh. Batangnya menggembung dan bersifat sukulen untuk menyimpan air.

10. Dalam suatu ekosistem terdapat suatu keseimbangan yang disebut dengan homeostatis, yaitu kemampuan ekosistem untuk mempertahankan kestabilan komponennya dan dapat bertahan dari berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan. Betapa kuatnya pertahanan ekosistem terhadap perubahan, biasanya batas mekanisme homeostatis dapat dengan mudah ditembus oleh kegiatan manusia. Misal pembuangan sampah beracun yang terlalu banyak di dalam perairan sungai sehingga melampaui batas homeostatis alami sungai yang mengakibatkan kerusakan parah terhadap ekosistem sungai.

4.

5.

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: b Komunitas yang terdiri atas berbagai populasi bersifat dinamis dalam interaksinya yang berarti dalam ekosistem mengalami perubahan sepanjang masa. Perkembangan ekosistem menuju kedewasaan dan keseimbangan dikenal sebagai suksesi ekologis atau suksesi. Sementara itu, evolusi adalah perubahan struktur makhluk hidup secara berangsur-angsur dalam waktu yang sangat lama. Adaptasi merupakan bentuk penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungannya. Reklamasi adalah membuka tanah atau memanfaatkan lahan untuk keperluan tertentu. Eutrofikasi adalah peristiwa pertumbuhan tanaman air yang sangat pesat hingga menutup permukaan air karena perairan tersebut kaya unsur hara. 2. Jawaban: c Pada intinya suksesi merupakan perubahan ekosistem yang tidak seimbang menuju ekosistem yang seimbang.Proses suksesi akan berakhir setelah terbentuk komunitas klimaks. Komunitas klimaks yang terbentuk dapat berupa komunitas homogen (hutan pinus, jati) dapat pula berupa komunitas heterogen (hutan hujan tropis).

6.

7.

62

Kunci Jawaban dan Pembahasan

8.

Jawaban: c Gambar tersebut menunjukkan bioma padang rumput. Ciri-ciri bioma padang rumput sebagai berikut. a) Terbentang dari daerah subtropis sampai tropis. b) Curah hujan antara 250750 mm per tahun. c) Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat. d) Tumbuhan yang biasa hidup yaitu rumput dan terna (herba). e) Hewan yang biasa hidup yaitu zebra, jerapah, bison, gajah, serigala, kanguru, singa, ular, serangga, tikus, dan anjing liar. Sementara itu, kecepatan evaporasi tinggi merupakan salah satu ciri bioma gurun. Curah hujan antara 750-1.500 mm per tahun merupakan salah satu ciri bioma hutan gugur. Terdapat perubahan iklim mikro merupakan salah satu ciri bioma hutan hujan tropis. Suhu pada musim dingin sangat rendah merupakan salah satu ciri bioma taiga. Jawaban: e Ciri-ciri bioma hutan hujan tropis sebagai berikut. a) Terdapat di daerah tropis dan subtropis, misal Amerika Tengah dan Asia Tenggara. b) Curah hujan tinggi, 200450 mm per tahun. c) Keadaannya lembap dengan suhu sekitar 25 C. d) Terdapat perubahan iklim mikro. e) Matahari bersinar sepanjang tahun. f) Vegetasi sangat lebat. g) Jenis tumbuhan sangat beragam. h) Jenis hewan yang hidup antara lain badak, babi hutan, dan kera.

12. Jawaban: d Bioma yang vegetasinya didominasi oleh rumput yaitu bioma padang rumput, sabana, dan tundra. Sementara itu, hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi sehingga sulit ditentukan vegetasi yang mendominasi bioma tersebut. Hutan gugur didominasi oleh pohon yang berdaun lebar seperti maple dan oak. Bioma gurun didominasi oleh kaktus. Taiga didominasi oleh tumbuhan pinus. 13. Jawaban: c Berdasarkan ciri-cirinya bioma yang dimaksud adalah hutan lumut. Vegetasi yang mendominasi bioma hutan lumut adalah lumut. Sementara itu, rumput merupakan vegetasi yang mendominasi bioma padang rumput, tundra, dan sabana. Pinus merupakan vegetasi yang mendominasi bioma taiga. Kaktus merupakan vegetasi yang mendominasi bioma gurun. Bakau merupakan vegetasi yang mendominasi hutan mangrove. 14. Jawaban: e Ciri-ciri bioma tundra sebagai berikut. a) Terdapat di sekitar kutub utara. b) Tanah bagian bawah membeku secara permanen. c) Suhu sangat rendah. d) Angin bertiup kencang. e) Curah hujan tahunan sangat rendah. f) Perubahan dari musim panas ke musim dingin berlangsung secara cepat. g) Pertumbuhan tumbuhan di daerah ini hanya 60 hari. h) Tumbuhan yang dominan yaitu tumbuhan kayu yang pendek dan rumput. i) Terdapat juga lumut kerak dan Sphagnum. j) Hewan yang banyak dijumpai antara lain karibou, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta (nyamuk serta lalat hitam). 15. Jawaban: a Gambar pada soal adalah hutan mangrove karena vegetasi yang mendominasinya berupa tumbuhan bakau. Tumbuhan bakau memiliki akar napas yang berfungsi untuk mengambil oksigen dari udara. Hal ini dilakukan karena kadar oksigen di dalam air sangat rendah. Selain itu, di hutan mangrove salinitas air dan tanahnya tinggi. Sementara itu, selalu terjadi hujan hampir di setiap hari merupakan salah satu ciri bioma hutan lumut. Curah hujan tahunan sangat rendah merupakan ciri bioma tundra. Pancaran sinar matahari sangat panas merupakan ciri bioma gurun.

9.

10. Jawaban: b Pohon pada hutan gugur memiliki ciri menggugurkan daunnya menjelang musim gugur dan menjadi dorman (hidup tetapi dengan metabolisme yang relatif tidak aktif dan penghentian pertumbuhan) pada musim dingin. 11. Jawaban: d Ciri-ciri bioma taiga sebagai berikut. a) Terdapat di bagian belahan bumi sebelah utara, misal Amerika Utara, Eropa Utara, dan Asia. b) Suhu pada musim dingin sangat rendah. c) Pohon yang hidup di bioma taiga yaitu konifer dan pinus. d) Hewan khasnya yaitu beruang hitam, ajag, dan burung. Sementara itu, vegetasi kaktus mendominasi bioma gurun. Anggrek terdapat di bioma hutan hujan tropis. Rumput mendominasi bioma padang rumput. Lumut mendominasi bioma hutan lumut.

Biologi Kelas X

63

16. Jawaban: d Berdasarkan kedalaman dan adanya komunitas tumbuhan dan hewan, danau dibagi menjadi empat daerah sebagai berikut. 1) Litoral, dihuni oleh ganggang dan tumbuhan yang akarnya dapat mencapai dasar perairan, siput, serangga, dan ikan. 2) Limnetik, dihuni oleh berbagai fitoplankton dan zooplankton. 3) Profundal, dihuni oleh cacing dan mikrobia. 4) Bentik, merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati. 17. Jawaban: a Pembagian daerah ekosistem laut sebagai berikut. 1) Daerah litoral/daerah pasang surut Daerah litoral adalah daerah pantai yang terletak di antara garis pasang naik dan garis pasang surut yang berbatasan dengan daratan. Sinar matahari dapat menembus sampai di dasar perairan. Oleh karena itu, daerah litoral sangat dipengaruhi oleh radiasi matahari, variasi temperatur, dan salinitas. Daerah litoral dihuni oleh berbagai jenis biota antara lain ganggang, teripang, bintang laut, cacing laut, kepiting, dan udang. 2) Daerah neritik Daerah neritik merupakan daerah yang masih dapat ditembus sinar matahari yang memiliki kedalaman kurang lebih 200 m. Daerah neritik dihuni oleh berbagi jenis biota seperti plankton, nekton, neuston, dan bentos. 3) Daerah batial Daerah batial atau daerah remang-remang memiliki kedalaman 2002.000 meter. Produsen tidak dapat hidup di daerah ini. Di daerah ini terdapat banyak nekton. 4) Daerah Abisal Daerah abisal memiliki kedalaman lebih dari 2.000 meter sehingga sinar matahari tidak dapat menembus sama kali daerah ini. Akibatnya, keadaannya senantiasa gelap dan produsen tidak dapat hidup di daerah ini. 18. Jawaban: b Estuari adalah suatu daerah pertemuan air tawar dari sungai dan air asin dari laut dan sebagai perairan semi tertutup yang mempunyai hubungan bebas dengan laut. Di estuari pasang surut sangat dominan pengaruhnya dibandingkan dengan arus yang ditimbulkan oleh angin dan gelombang. Akibatnya, kondisi estuari sangat tergantung pada peristiwa pasang surut dan aliran sungai.

Sementara itu, ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras. Danau merupakan ekosistem air tawar yang airnya tidak mengalir. Danau merupakan genangan air yang sangat besar dan berada di daratan. Ekosistem mangrove merupakan ekosistem hutan pantai yang didominasi oleh tumbuhan bakau. Ekosistem terumbu karang terdiri atas koral yang berada di dekat pantai. 19. Jawaban: e Danau dibagi menjadi empat daerah berdasarkan kedalaman dan adanya komunitas tumbuhan dan hewan yaitu daerah litoral, limnetik, profundal, dan bentik. Daerah litoral merupakan daerah dangkal yang masih dapat ditembus cahaya matahari. Daerah limnetik merupakan daerah terbuka yang letaknya jauh dari tepi danau dan sinar matahari masih bisa menembus sampai kedalaman tertentu. Daerah profundal merupakan daerah yang dalam sehingga cahaya matahari tidak bisa menembus ke dalamnya. Daerah bentik merupakan dasar danau yang tidak bisa ditembus cahaya matahari. 20. Jawaban: c a) Litoral dihuni oleh ganggang, siput, serangga air, Crustacea, ikan, amfibi, ular, itik, angsa, dan beberapa mamalia. b) Limnetik dihuni oleh berbagai fitoplankton dan zooplankton. c) Profundal dihuni oleh cacing dan mikrobia. d) Bentik merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati. Sementara itu, daerah afotik merupakan daerah pada ekosistem laut yang tidak dapat ditembus cahaya matahari. Daerah afotik merupakan daerah yang gelap sepanjang masa. B. Uraian 1. Homeostatis berarti kesetimbangan. Jadi, ekosistem yang telah mencapai komunitas klimaks telah memiliki kesetimbangan atau keadaannya telah stabil. Homeostatis ekosistem ini dapat tetap terjaga selama tidak ada gangguan yang mengakibatkan perubahan pada komunitas ekosistem tersebut. Namun, jika ada gangguan seperti terjadinya bencana alam atau adanya campur tangan manusia seperti pembakaran hutan, ekosistem akan menjadi tidak seimbang lagi. Dengan kata lain, ekosistem telah kehilangan homeostatisnya.

64

Kunci Jawaban dan Pembahasan

2. Suksesi primer terjadi jika suatu komunitas mendapat gangguan. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru. Proses suksesi primer selalu diawali dengan tumbuhnya spesies pionir. Sementara itu, suksesi sekunder terjadi jika suatu komunitas mengalami gangguan, baik secara alami maupun buatan. Gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme sehingga dalam komunitas tersebut substrat lama dan kehidupan awal masih ada. Proses suksesi sekunder dimulai lagi dari tahap awal, tetapi tidak dari komunitas pionir. 3. Suksesi primer terjadi di lingkungan yang ekstrem karena telah mengalami gangguan berupa bencana alam seperti gunung meletus. Akibatnya, ekosistem tersebut tidak sesuai lagi untuk tempat hidup berbagai makhluk hidup. Namun, spesies pionir memiliki batas toleransi yang luas terhadap variasi lingkungan sehingga spesies pionir dapat bertahan hidup di lingkungan yang ekstrem. Oleh karena itu, spesies pionir selalu mengawali terjadinya suksesi primer. Bioma yang dimaksud adalah bioma taiga. Vegetasi yang mendominasi bioma taiga berupa tumbuhan konifer dan pinus. Ciri-ciri bioma taiga sebagai berikut. a. Terdapat di bagian belahan bumi sebelah utara, misal Amerika Utara, Eropa Utara, dan Asia. b. Suhu pada musim dingin sangat rendah. c. Hewan khasnya yaitu beruang hitam, ajag, dan burung. Kondisi yang dialami tumbuhan bakau tersebut dikenal dengan nama kekeringan fisiologis. Cara tumbuhan bakau beradaptasi dengan lingkungan tersebut di antaranya dengan memiliki daun yang tebal dan kaku. Selain itu, pada permukaan daun terdapat lapisan kutikula untuk mencegah penguapan yang berlebih. Ciri-ciri bioma hutan gugur sebagai berikut. a. Terdapat di daerah iklim sedang dengan empat musim yaitu musim dingin, panas, gugur, dan semi. b. Curah hujan antara 7501.500 mm per tahun dengan hujan merata sepanjang tahun. c. Pohon yang dominan adalah pohon berdaun lebar misal pohon maple dan oak. d. Dijumpai hewan-hewan antara lain rusa, beruang, bajing, burung pelatuk, dan racoon (sebangsa luak).

7.

Bioma gurun didominasi oleh tumbuhan kaktus. Ciri-ciri struktur morfologi tumbuhan kaktus sebagai berikut. a. Tidak memiliki daun atau memiliki daun yang telah mengalami modifikasi menjadi duri untuk mengurangi penguapan. b. Memiliki batang sekulen yang menggembung untuk menyimpan cadangan air. c. Akarnya panjang untuk menjangkau sumber air yang jauh. Ikan yang hidup di air tawar mempunyai cara beradaptasi dengan lingkungan yang berkadar garam rendah. Pada ikan air tawar kadar garam protoplasmanya lebih tinggi daripada air. Oleh karena itu, ikan tersebut beradaptasi dengan cara berikut. a. Sedikit minum, sebab air masuk ke dalam tubuh secara terus-menerus melalui proses osmosis. b. Garam dari dalam air diabsorbsi melalui insang secara aktif. c. Air diekskresikan melalui ginjal secara berlebihan, juga diekskresikan melalui insang dan saluran pencernaan. Berdasarkan susunan vegetasinya, ekosistem hutan pantai dapat dibedakan menjadi dua, yaitu formasi Pes-Caprae dan formasi Baringtonia. Pada formasi Pes-Caprae didominasi tumbuhan Ipomoea pes-caprae. Selain itu, juga terdapat beberapa jenis tumbuhan lainnya seperti Vigna, Spinifex littoreus (rumput angin), Canavalia maritime, Euphorbia atoto , Pandanus tectorius (pandan), Crinum asiaticum (bakung), dan Scaevola frutescens (bebakauan). Sementara itu, pada formasi Baringtonia didominasi oleh pohon Baringtonia (butun). Selain itu, terdapat juga berbagai jenis tumbuhan lainnya seperti Callophylum inophylum (nyamplung), Erythrina , Hernandia , Hibiscus tiliaceus (waru laut), dan Terminalia catapa (ketapang).

8.

9.

4.

5.

6.

10. Ekosistem terumbu karang memiliki kadar karbonat yang tinggi karena terumbu karang didominasi oleh koral yang merupakan kelompok Cnidaria yang menyekresikan kalsium karbonat.

Biologi Kelas X

65

berperan sebagai konsumen sekunder. Ikan dan udang karang berperan sebagai konsumen tersier. Burung camar dapat berperan baik sebagai konsumen tersier maupun konsumen kuartener. A. Pilihan ganda 1. Jawaban: b Rantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya melalui sederetan organisme yang terlibat dalam peristiwa makan dan dimakan. Dalam hal ini, organisme yang dimakan disebut mangsa, sedangkan organisme yang memakan disebut predator. Dengan demikian, jika jumlah mangsa meningkat, jumlah predator juga akan meningkat. Hal ini karena sumber makanan predator melimpah sehingga predator akan berkembang biak dengan cepat. Sebaliknya jika jumlah mangsa menurun, jumlah predator juga akan menurun. Hal ini karena sumber makanan predator menurun sehingga banyak predator yang mati karena kekurangan makanan. 2. Jawaban: e Dalam ekosistem seimbang rantai makanan dapat digambarkan dalam suatu bentuk piramida. Organisme yang terlibat dalam rantai makanan akan menduduki tingkat-tingkat trofik dalam piramida. Organisme yang menduduki puncak piramida memiliki jumlah terkecil. Jadi, secara berurutan jumlah organisme mulai dari yang terbesar yaitu produsen, konsumen primer, konsumen sekunder, konsumen tersier, dan konsumen kuarterner. Jawaban: e Dalam rantai makanan terjadi aliran energi dan aliran materi. Produsen memanfaatkan energi cahaya matahari untuk membuat makanannya. Namun, produsen juga dapat memanfaatkan energi yang lainnya seperti cahaya lampu. Selanjutnya, melalui peristiwa makan dan dimakan akan terjadi aliran energi dari produsen ke konsumen. Aliran energi tersebut tidaklah tetap. Energi yang berpindah dari satu organisme ke organisme lainnya semakin kecil. Energi tersebut tidak dapat kembali lagi ke sumbernya yaitu matahari. Oleh karena perpindahan energi hanya satu arah saja, pada energi tidak terdapat siklus energi. Jawaban: d Konsumen primer adalah organisme pemakan produsen. Dalam rantai makanan tersebut organisme yang berperan sebagai produsen adalah fitoplankton. Oleh karena itu, dalam jaring-jaring makanan tersebut, organisme yang berperan sebagai konsumen primer yaitu zooplankton dan remis. Sementara itu, udang, kepiting, dan siput 5. Jawaban: a Organisme yang dapat menduduki tingkat trofik III yaitu udang, kepiting, dan siput. Ikan dan udang karang dapat menduduki tingkat trofik IV. Zooplankton dan remis dapat menduduki tingkat trofik II. Burung camar dapat menduduki tingkat trofik IV dan V. Jawaban: a Trofik kedua adalah konsumen tingkat I. Berdasarkan jaring-jaring makanan pada soal, yang berperan sebagai konsumen tingkat I sebagai berikut. a. Tumbuhan serangga burung elang b. Tumbuhan ulat laba-laba burung burung elang c. Tumbuhan kelinci elang Jadi, organisme yang berada pada tingkat trofik kedua yaitu serangga, ulat, dan kelinci. 7. Jawaban: d Penggunaan pestisida untuk mengendalikan populasi hama belalang dan ulat. Oleh karena itu, penggunaan pestisida dapat mengurangi populasi belalang dan ulat. Berkurangnya populasi belalang dan ulat akan mengakibatkan burung ketilang kesulitan mendapatkan makanan. Akibatnya, populasi burung ketilang akan berkurang. Sementara itu, punahnya elang akan meningkatkan populasi tikus dan katak. Jika populasi katak meningkat, populasi belalang akan menurun. Berkurangnya populasi burung ketilang, akan mengakibatkan peningkatan populasi hama tanaman seperti ulat dan belalang. Akibatnya, tanaman sawi dan bunga sepatu tidak dapat tumbuh dengan baik sehingga populasinya menjadi berkurang. Jawaban: e Rantai makanan perumput merupakan rantai makanan yang dimulai dari produsen (semua tumbuhan hijau). Sementara itu, rantai makanan detritus merupakan rantai makanan yang dimulai dari detritus. Detritus adalah partikel-partikel organik hasil penguraian berbagai organisme mati dan sisa organisme. Jawaban: d Di dalam ekosistem terjadi perpindahan materi dan energi melalui peristiwa makan dan dimakan. Perpindahan materi terjadi mulai dari produsen, konsumen, dekomposer, dan kemudian kembali lagi

6.

3.

8.

4.

9.

66

Kunci Jawaban dan Pembahasan

ke produsen. Dengan demikian, perpindahan materi bersifat daur atau siklus. Cahaya matahari merupakan sumber energi utama di dalam ekosistem. Cahaya matahari dimanfaatkan oleh produsen untuk menghasilkan energi melalui proses fotosintesis. Energi yang dihasilkan tumbuhan ini akan berpindah dari organisme satu ke organisme lainnya melalui rantai makanan. Dalam satu rantai makanan, organisme terakhir yang menggunakan energi adalah organisme dekomposer. Selanjutnya, bahan anorganik yang dihasilkan oleh dekomposer akan digunakan oleh produsen sebagai sumber haranya. Dengan demikian, energi tidak dapat kembali lagi ke matahari sehingga perpindahan energi hanya bersifat aliran. 10. Jawaban: e Dalam rantai makanan terjadi perpindahan energi mulai dari energi matahari, produsen, konsumen I, konsumen II, konsumen III, dan konsumen IV. Jumlah energi yang dipindahkan dari satu organisme ke organisme yang lain hanya berkisar 10%. Jadi, energi yang berpindah semakin lama semakin sedikit. Dengan demikian, organisme yang mendapatkan energi paling sedikit adalah organisme terakhir yaitu konsumen IV. 11. Jawaban: d Piramida ekologi terdiri atas piramida jumlah, piramida biomassa, dan piramida energi. Pada piramida energi terjadi penurunan sejumlah energi berturut-turut yang tersedia pada tiap tingkat trofik. Dengan demikian semakin ke atas, jumlah energi yang tersedia pada setiap tingkat trofik semakin berkurang. Jadi, jumlah energi terbesar berada di dasar piramida. Sementara itu, pada piramida jumlah, jumlah individu semakin ke atas semakin sedikit. Dengan demikian, jumlah individu terbesar terdapat di dasar piramida. 12. Jawaban: b Piramida jumlah menunjukkan jumlah organisme yang berada di dalam suatu daerah (areal) tertentu yang dikelompokkan dan dihitung berdasarkan tingkat trofik. Pada piramida yang ditunjukkan pada soal menggambarkan jumlah produsen yang lebih sedikit daripada jumlah organisme konsumen I. Dengan demikian, rantai makanan yang paling tepat menggambarkan piramida tersebut yaitu padi belalang katak ular. Dalam satu tanaman padi terdapat lebih dari satu ekor belalang. Dengan demikian, jumlah konsumen I lebih banyak daripada jumlah produsen. Sementara itu, untuk rantai makanan pada pilihan a, c, d, dan e dapat digambarkan dengan piramida jumlah seperti berikut.

13. Jawaban: d Besar energi yang hilang:


90 100

20.000 kJ = 18.000 kJ

Energi yang diterima oleh konsumen primer sebesar : 20.000 kJ 18.000 kJ = 2.000 kJ Besar energi yang hilang:
90 100

2.000 kJ = 1.800 kJ

Energi yang diterima oleh konsumen sekunder sebesar: 2.000 1.800 = 200 kJ Besar energi yang hilang:
90 100

200 kJ = 180 kJ

Energi yang diterima oleh konsumen tersier sebesar: 200 180 = 20 kJ Besar energi yang hilang:
90 100

20 kJ = 18 kJ

Energi yang diterima oleh konsumen kuarterner sebesar: 20 18 = 2 kJ 14. Jawaban: b Konsumen primer merupakan organisme yang memakan produsen. Jika populasi konsumen primer menurun, populasi produsen akan meningkat. Hal ini karena produsen dapat berkembang biak dengan leluasa karena tidak ada organisme yang memakannya. Sementara itu, penurunan populasi konsumen primer akan mengakibatkan penurunan populasi konsumen sekunder. Hal ini karena konsumen sekunder kekurangan makanan yang berupa konsumen primer. Akibatnya, banyak konsumen sekunder yang tidak bisa bertahan hidup. 15. Jawaban: a Pada piramida energi terlihat dengan jelas adanya penurunan jumlah energi secara bertahap dari trofik terendah ke trofik di atasnya. Penurunan ini disebabkan oleh hal-hal berikut. 1) Hanya sejumlah makanan tertentu yang dapat dimakan oleh organisme trofik di atasnya (adanya selektivitas makanan pada setiap tingkat trofik).

Biologi Kelas X

67

2)

3)

Beberapa bahan makanan yang sulit dicerna dibuang dalam keadaan masih mengandung energi kimia. Hanya sebagian energi kima dalam bahan makanan yang dapat disimpan dalam sel dan sebagian lainnya untuk melakukan aktivitas hidup.

dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah). B. Uraian 1. Rantai makanan merupakan perpindahan energi dari produsen ke organisme lainnya melalui peristiwa makan dan dimakan. Produsen merupakan organisme autotrof, yaitu organisme yang mampu menyusun atau membuat makanannya sendiri. Adapun konsumen adalah organisme heterotrof, yaitu organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri. Untuk memenuhi kebutuhannya, organisme ini bergantung pada organisme lain melalui peristiwa makan dan dimakan. Komponen biotik terakhir yang terlibat dalam rantai makanan yaitu dekomposer (pengurai). Dekomposer adalah organisme yang menguraikan sisa-sisa organisme yang telah mati menjadi zat-zat anorganik sederhana. Zat-zat sederhana ini akan digunakan kembali oleh produsen sebagai bahan nutrisi untuk membuat makanannya. Proses tersebut akan berlangsung terus-menerus di dalam suatu ekosistem. Dengan demikian, dekomposer sangat berperan dalam menyediakan unsur hara bagi tumbuhan. 2. Piramida jumlah menunjukkan jumlah organisme yang berada di dalam suatu daerah (areal) tertentu yang dikelompokkan dan dihitung berdasarkan tingkat trofik. Piramida jumlah umumnya berbentuk menyempit ke atas, tetapi dapat terjadi piramida terbalik yaitu dasar piramida lebih kecil daripada tingkat di atasnya. Berdasarkan rantai makanan tersebut, dapat digambarkan piramida jumlah sebagai berikut.
Leptomonas Kutu Herbivora Rumput

16. Jawaban: b Nitrogen yang diikat biasanya dalam bentuk amonia (NH3). Amonia diperoleh dari jaringan yang telah mati dan diuraikan oleh bakteri. Amonia ini akan dinitrifikasi oleh bakteri nitrit, yaitu Nitrosomonas dan Nitrosococcus sehingga menghasilkan ion nitrit (NO2). Ion nitrit ini kemudian dirombak oleh bakteri nitrat menjadi ion nitrat (NO3) yang akan diserap oleh akar tumbuhan. Proses ini disebut nitrifikasi. Selanjutnya oleh bakteri denitrifikasi, nitrat diubah menjadi amonia kembali. Amonia kemudian diubah menjadi nitrogen yang dilepaskan ke udara. 17. Jawaban: b Proses nitrifikasi pada siklus nitrogen adalah proses perubahan amonium (NH3) oleh bakteri nitrifikasi menjadi nitrit (NO2 ) lalu dari nitrit diubah menjadi nitrat (NO3 ) juga oleh bakteri nitrifikasi. Jadi hasil akhir dari proses nitrifikasi adalah nitrat. 18. Jawaban: d Detritivor adalah organisme yang mengonsumsi hewan atau tumbuhan yang telah mati dan membusuk. Contoh detritivor adalah rayap, beberapa kumbang pemakan bangkai, kelabang, dan luing. Adapun dekomposer umumnya adalah mikroorganisme yang menguraikan materi-materi yang sebelumnya telah melalui proses penguraian oleh organisme detritivor. Contoh dekomposer adalah jamur dan bakteri. Dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh dekomposer ini akan dihasilkan CO2. 19. Jawaban: b Di alam, fosfor terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (terdapat pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah). Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati akan diuraikan oleh dekomposer menjadi fosfat anorganik (X). Fosfat anorganik tersebut kemudian diserap oleh akar tumbuhan. 20. Jawaban: e Fosfor merupakan elemen penting dalam kehidupan. Hal ini karena semua makhluk hidup membutuhkan fosfor dalam bentuk ATP (adenosin trifosfat). ATP sebagai sumber energi untuk metabolisme sel. Di alam, fosfor terdapat dalam

Dalam tubuh seekor kutu bisa terdapat ratusan Leptomonas . Oleh karena itu, Leptomonas jumlahnya paling banyak. Jumlah produsen lebih banyak daripada jumlah herbivora dan kutu. 3. a. Kompetisi merupakan interaksi antara dua makhluk hidup yang bersaing untuk bertahan hidup, misal bersaing untuk mendapatkan makanan. Berdasarkan jaring-jaring makanan tersebut, organisme yang berkompetisi yaitu belalang dengan kelinci, rusa dengan kelinci,

68

Kunci Jawaban dan Pembahasan

b.

c.

d.

dan harimau dengan serigala. Belalang dengan kelinci berkompetisi untuk mendapatkan rumput, rusa dengan kelinci bersaing untuk mendapatkan tumbuhan, dan harimau dengan serigala berkompetisi untuk mendapatkan rusa sebagai makanannya. Konsumen tersier merupakan konsumen yang memakan konsumen sekunder. Organisme yang merupakan konsumen tersier adalah burung elang. Jumlah energi terkecil dimiliki oleh organisme yang menduduki puncak piramida atau top konsumen. Jadi, organisme yang memiliki energi terkecil adalah burung elang. Apabila populasi rusa berkurang karena banyak diburu, dapat mengakibatkan penurunan populasi harimau dan serigala. Hal ini karena harimau dan serigala kehilangan sumber makanannya sehingga banyak yang tidak dapat bertahan hidup. Selain itu, penurunan populasi rusa akan mengakibatkan peningkatan populasi tumbuhan.

mengembalikan semua unsur-unsur kimia yang sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik komponen biotik maupun komponen abiotik sehingga kelangsungan hidup di bumi dapat terjaga. 7. Fosfor di alam terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah). Hewan dan tumbuhan yang telah mati akan diuraikan oleh dekomposer. Dalam proses penguraian tersebut, fosfat organik diubah menjadi fosfat anorganik. Selanjutnya, fosfat organik tersebut akan membentuk endapan di dasar laut. Akibatnya, batu karang dan fosil mengandung banyak fosfat anorganik. Lama-kelamaan batu fosil mengalami pengikisan sehingga membentuk fosfat anorganik yang terlarut dalam air tanah dan laut. Fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan lagi. Fosfat anorganik berpindah dari satu organisme ke organisme lain melalui rantai makanan. Herbivora mendapatkan fosfat dari tumbuhan yang dimakannya dan karnivora mendapatkan fosfat dari herbivora yang dimakannya. Seluruh hewan mengeluarkan fosfat melalui feses. Demikianlah siklus ini berulang terus-menerus. a. X : fotosintesis Y : penguraian Z : respirasi Proses Y merupakan proses penguraian organisme yang telah mati. Organisme yang berperan dalam proses penguraian ini yaitu dekomposer seperti jamur dan bakteri. Proses X merupakan proses fotosintesis. Dari proses fotosintesis tersebut akan dihasilkan gas oksigen.

4.

Piramida energi merupakan gambaran yang paling baik tentang aliran energi dalam ekosistem karena tidak bergantung pada ukuran dan jumlah individu, tetapi menggambarkan besarnya energi pada setiap tingkat trofik. Kandungan energi di setiap trofik sangat ditentukan oleh tingkat trofiknya sehingga bentuk diagramnya sesuai dengan piramida ekologi yang sesungguhnya di lingkungan. Rantai makanan yang menyusun jaring-jaring makanan tersebut sebagai berikut. 1) Padi belalang burung elang 2) Padi tikus ular elang 3) Padi tikus elang Rantai makanan nomor 3) paling efektif mengalirkan energi. Hal ini karena rantai makanan nomor 3) paling pendek sehingga kemungkinan energi yang hilang hanya sedikit. Biogeokimia merupakan pertukaran atau perubahan yang terus-menerus antara komponen biosfer yang hidup dengan yang tidak hidup. Dalam suatu ekosistem materi yang terdapat pada setiap tingkat trofik tidak hilang. Materi berupa unsurunsur bahan organik didaur ulang. Unsur-unsur tersebut masuk ke dalam komponen biotik melaui air, tanah, dan udara. Daur ulang materi tersebut melibatkan makhluk hidup dan batuan (geofisik) sehingga disebut daur biogeokimia. Fungsi daur biogeokimia adalah sebagai siklus materi yang

8.

b.

5.

c.

9.

6.

Proses nitrifikasi pada siklus nitrogen adalah proses perubahan amonium (NH3) oleh bakteri nitrifikasi menjadi nitrit (NO2) lalu dari nitrit diubah menjadi nitrat (NO3) juga oleh bakteri nitrifikasi. Jadi hasil akhir dari proses nitrifikasi adalah nitrat. Bakteri yang berperan dalam proses nitrifikasi yaitu Nitrosomonas, Nitrosococcus, dan Nitrobacter.

10. Bakteri yang berperan dalam siklus sulfur yaitu Desulfomaculum, Desulfibrio, Chromatium, dan Thiobacillus. Desulfomaculum dan Desulfibrio berfungsi mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk H2S. Chromatium menggunakan H2S yang akan melepaskan sulfur dan oksigen. Sulfur dioksidasi menjadi sulfat oleh bakteri kemolitotrof dan Thiobacillus.

Biologi Kelas X

69

5.

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: b 1) Ekosistem adalah kesatuan komunitas (makhluk hidup) dengan lingkungan hidupnya (komponen abiotik) yang membentuk hubungan timbal balik. 2) Komunitas adalah berbagai jenis makhluk hidup yang terdapat pada suatu daerah yang sama. 3) Populasi adalah sekelompok individu sejenis yang menempati suatu daerah pada waktu tertentu. 4) Bioma adalah keseluruhan flora dan fauna dalam suatu daerah. 5) Habitat adalah tempat hidup yang paling sesuai bagi organisme tertentu. 2. Jawaban: c Koloni lebah tersebut merupakan suatu populasi. Populasi adalah sekelompok individu sejenis yang menempati suatu daerah pada waktu tertentu. Sementara itu, ekosistem adalah kesatuan komunitas (makhluk hidup) dengan lingkungan hidupnya (komponen abiotik) yang membentuk hubungan timbal balik. Komunitas adalah berbagai jenis makhluk hidup yang terdapat pada suatu daerah yang sama. Habitat adalah tempat hidup yang paling sesuai bagi organisme tertentu. Nisia berarti profesi atau status suatu organisme dalam suatu ekosistem dan komunitas tertentu yang merupakan akibat dari adaptasi struktural, fisiologi, dan perilaku spesifik organisme itu terutama dalam memperoleh makanan dan berinteraksi dengan jenis organisme lainnya. 3. Jawaban: b Chlorophyta merupakan ganggang yang memiliki klorofil. Oleh karena itu, Chlorophyta mampu membuat makanannya sendiri. Organisme yang mampu membuat makanannya sendiri disebut organisme autotrof. Di dalam ekosistem, organisme autotrof berperan sebagai produsen. 4. Jawaban: c Produsen meliputi semua organisme yang mampu membuat makanannya sendiri karena memiliki klorofil. Produsen mampu membuat makanannya melalui proses fotosintesis. Untuk melangsungkan proses fotosintesis, produsen membutuhkan bahan baku berupa air yang diserap dari tanah dan karbon dioksida yang diambil dari udara. Selain itu, produsen juga membutuhkan energi yang diperoleh dari cahaya matahari.

Jawaban: e Tanah berfungsi sebagai tempat hidup sekaligus tempat berpijak berbagai makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Di dalam tanah terdapat zat hara yang merupakan mineral penting untuk mempertahankan proses di dalam tubuh, terutama bagi tumbuhan. Jenis tanah yang berbeda mempunyai kandungan unsur hara yang berbeda pula sehingga mengakibatkan organisme yang hidup di dalamnya juga berbeda. Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral dapat membatasi penyebaran organisme. Jawaban: c Di dalam ekosistem, tumbuhan memiliki fungsi seperti berikut. 1) Penghasil O2 melalui proses fotosintesis. 2) Sumber makanan bagi herbivora. 3) Tempat menyimpan cadangan air. 4) Sebagai penahan jatuhnya air hujan sehingga dapat mencegah terjadinya erosi. Sementara itu, menghambat pergerakan hewan bukan peranan tumbuhan di dalam ekosistem. Jawaban: d Untuk dua atau lebih organisme yang berbeda spesies berkompetisi, maka organisme-organisme tersebut harus berada pada habitat dan relung yang sama. Umumnya organisme-organisme yang berkompetisi dalam memperebutkan sumber daya adalah organisme-organisme spesialis artinya organisme-organisme yang hanya dapat hidup dengan tipe/variasi habitat dan makanan yang terbatas. Tupai merah dan abu-abu adalah dua organisme yang makanannya tertentu yaitu bijibijian. Tupai merah bisa punah pada habitat yang di dalamnya diintroduksi oleh tupai abu-abu karena kemungkinan besar tupai abu-abu memiliki potensial reproduksi yang lebih tinggi dibandingkan tupai merah akibatnya tupai merah akan kalah bersaing dalam memperebutkan sumber daya yang terbatas dan akhirnya punah. Hal ini dibuktikan pada habitat-habitat yang tidak terdapat tupai abuabu, tupai merah tetap bisa mempertahankan populasinya. Jawaban: c Ekosistem yang telah mencapai komunitas klimaks dapat dikatakan telah memiliki homeostatis sehingga mampu mempertahankan kestabilan internalnya. Pada komunitas klimaks, tidak terjadi suksesi lagi. Proses suksesi akan berhenti setelah tercapai komunitas klimaks. Selain itu, komunitasnya akan semakin heterogen sehingga terdapat aliran materi dan energi yang lebih kompleks. Dengan demikian akan terjadi keseimbangan energi yang masuk dan keluar.

6.

7.

8.

70

Kunci Jawaban dan Pembahasan

9.

Jawaban: b Predasi adalah hubungan antara pemangsa (predator) dan mangsanya (prey) . Hubungan ini sangat erat sebab predator tidak dapat hidup jika tidak ada mangsa. Beruang disebut sebagai predator, sedangkan ikan salmon disebut sebagai mangsa. Sementara itu, hubungan netral merupakan hubungan yang tidak saling memengaruhi. Kompetisi merupakan jenis interaksi antarorganisme yang saling bersaing karena memiliki kebutuhan yang sama, misal berkompetisi untuk mendapatkan makanan atau memperoleh pasangan. Misal kompetisi beberapa jenis burung di hutan yang memakan jenis serangga yang sama. Parasitisme terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan dan spesies lain dirugikan. Misal interaksi antara benalu dengan pohon yang ditumpanginya. Komensalisme, terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan dan spesies lain tidak dirugikan dan juga tidak diuntungkan. Misal interaksi antara tanaman anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.

13. Jawaban: e Habitat merupakan tempat hidup yang paling sesuai bagi suatu organisme. Sementara itu, suatu kumpulan organisme yang merupakan satu spesies hidup bersama dalam satu tempat disebut populasi. Spesies yang berbeda hidup bersama dalam suatu ekosistem akan membentuk komunitas. Kumpulan berbagai ekosistem di seluruh belahan bumi disebut biosfer. Peran suatu organisme dalam suatu ekosistem disebut nisia. 14. Jawaban: d Suksesi sekunder terjadi jika suatu komunitas mendapat gangguan, tetapi hanya mengakibatkan rusaknya sebagian komunitas. Suksesi yang terjadi di Rawa Pening termasuk suksesi sekunder karena komunitas awal tidak rusak total. Sementara itu, suksesi primer terjadi jika suatu komunitas mendapat gangguan yang mengakibatkan komunitas awal hilang secara total sehingga terbentuk habitat baru. Suksesi primer terjadi pada substrat yang benar-benar baru dan selalu diawali oleh tumbuhnya organisme perintis. 15. Jawaban: c Suksesi yaitu proses perubahan ekosistem dalam kurun waktu tertentu menuju arah lingkungan yang lebih teratur dan stabil. Akhir proses suksesi yaitu terbentuknya suatu komunitas klimaks. Komunitas klimaks adalah suatu komunitas terakhir dan stabil yang mencapai keseimbangan dengan lingkungannya. Contoh suksesi ladang atau tegalan yang dibiarkan dalam waktu lama akan berubah menjadi semak belukar. Selanjutnya, akan tumbuh pohon-pohon besar dan dihuni oleh berbagai macam hewan yang menandakan terciptanya komunitas klimaks. Sementara itu, abrasi merupakan pengikisan daerah pantai oleh air laut. Polusi merupakan peristiwa masuknya suatu zat atau energi ke lingkungan yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Degradasi merupakan proses penguraian limbah organik. Eutrofikasi merupakan tertutupnya permukaan suatu perairan oleh tanaman air karena perairan tersebut kaya akan unsur hara. 16. Jawaban: e Komunitas klimaks adalah suatu komunitas terakhir dan stabil yang mencapai keseimbangan dengan lingkungannya. Bioma adalah suatu daerah daratan yang luas di bumi, dengan sejenis tumbuhan yang dominan. Homeostatis adalah bersifat kesetimbangan. Suksesi primer yaitu suatu komunitas yang mendapat gangguan sehingga mengakibatkan komunitas awal hilang secara total sehingga terbentuk habitat baru.

10. Jawaban: b Antibiosis adalah interaksi antara makhluk hidup, salah satu makhluk hidupnya mengeluarkan zat antibiotik yang dapat membahayakan makhluk hidup lain. Antibiosis pada tumbuhan disebut alelopati, contoh tumbuhan rumput teki dan rumput gajah. Rumput teki dapat mengeluarkan racun yang bisa mematikan tumbuhan di sekitarnya sehingga tumbuhan ini dapat memenangkan kompetisi dalam memperoleh makanan dan cahaya matahari. 11. Jawaban: a Semua macam spesies yang terdapat dalam suatu habitat disebut komunitas. Komunitas adalah berbagai jenis makhluk hidup yang terdapat pada suatu daerah yang sama. Ekosistem adalah kesatuan komunitas (makhluk hidup) dengan lingkungan hidupnya (komponen abiotik) yang membentuk hubungan timbal balik. Populasi adalah sekelompok individu sejenis yang menempati suatu daerah pada waktu tertentu. Bioma adalah keseluruhan flora dan fauna dalam suatu daerah. Biosfer merupakan kumpulan seluruh ekosistem yang ada di muka bumi. 12. Jawaban: a Detritus merupakan hancuran jaringan hewan atau tumbuhan. Organisme yang memakan detritus disebut detritivor. Organisme detritivor antara lain, cacing tanah, siput, dan luing. Sementara itu, herbivora merupakan organisme pemakan tumbuhan. Karnivora merupakan organisme pemakan daging. Omnivora merupakan organisme pemakan daging dan tumbuhan.

Biologi Kelas X

71

17. Jawaban: a Gambar di atas menunjukkan tahap-tahap suksesi primer. Pada awal suksesi primer hanya terdapat gurun atau padang pasir. Selanjutnya, tumbuh lumut di bebatuan. Lumut itu akan melapukkan batuan menjadi tanah. Setelah terbentuk tanah, tumbuhlah rumput, semak, perdu, dan pohon. Akhirnya terbentuklah ekosistem seimbang yang dipenuhi oleh pohon-pohon besar. 18. Jawaban: e Ciri-ciri hutan hujan tropis sebagai berikut. a) Terdapat di daerah tropis dan subtropis, misal Amerika Tengah dan Asia Tenggara. b) Curah hujan tinggi, 200450 mm per tahun. c) Keadaannya lembap dengan suhu sekitar 25 C. d) Terdapat perubahan iklim mikro. e) Matahari bersinar sepanjang tahun. f) Vegetasi sangat lebat. g) Jenis tumbuhan sangat beragam. h) Jenis hewan yang hidup antara lain badak, babi hutan, dan kera. 19. Jawaban: a Banyak bioma laut (akuatik) memperlihatkan stratifikasi vertikal yang jelas pada beberapa variabel fisik dan kimiawi. Cahaya diserap oleh air itu sendiri dan oleh mikroorganisme yang ada di dalamnya sedemikian rupa sehingga intensitasnya menurun secara cepat dengan bertambahnya kedalaman. Suhu menurun secara teratur sesuai dengan kedalaman. Semakin dalam, suhu akan semakin rendah atau dingin. Hal ini diakibatkan karena kurangnya intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam perairan. Pada kedalaman melebihi 1000 meter suhu air relatif konstan dan berkisar antara 2C 4C. Suhu mengalami perubahan secara perlahan-lahan dari daerah pantai menuju laut lepas. Umumnya suhu di pantai lebih tinggi daripada daerah laut karena daratan lebih mudah menyerap panas matahari sedangkan laut tidak mudah mengubah suhu apabila suhu lingkungan tidak berubah. Di daerah lepas pantai suhunya rendah dan stabil. 20. Jawaban: c Pola penyebaran pohon tropis (spesies tertentu) di hutan hujan tropis diprediksi secara acak atau random karena pola penyebarannya yang tidak dapat diprediksi dan tidak berpola. Hal ini dapat terjadi karena tidak adanya tarik-menarik atau tolak-menolak yang kuat di antara individu-individu dalam suatu populasi, artinya posisi masingmasing individu tidak terlalu bergantung pada individu lain.

21. Jawaban: a Produsen merupakan makhluk hidup yang membutuhkan energi cahaya matahari untuk melangsungkan proses fotosintesis. Jadi, organisme yang tidak mungkin hidup di air dengan kedalaman lebih dari 200 meter adalah produsen, seperti Algae dan fitoplankton. 22. Jawaban: b Berdasarkan kebiasaan hidup dalam air, organisme air tawar dibedakan atas lima macam sebagai berikut. 1) Plankton: organisme yang bergerak pasif mengikuti arus air. 2) Nekton: organisme yang bergerak aktif berenang. 3) Neuston: organisme yang beristirahat mengapung di permukaan. 4) Bentos: organisme yang bergerak merayap atau melekat di dasar. 5) Perifiton: organisme yang melekat pada batang, akar, dan daun/permukaan benda lain. 23. Jawaban: d Piramida biomassa merupakan penggambaran yang lebih realistik dibandingkan dengan piramida jumlah. Biomassa adalah berat kering suatu organisme. Piramida biomassa berfungsi untuk menggambarkan perpaduan massa seluruh organisme di habitat tertentu yang diukur dalam gram. Untuk mengukur biomassa pada tingkat trofik, terlebih dahulu dicari rata-rata berat organisme pada tiap tingkat trofik, kemudian jumlah organisme pada tiap tingkat trofik diperkirakan. Untuk menghindari kerusakan habitat, biasanya hanya diambil sedikit sampel dan diukur, kemudian total seluruh biomassa dihitung. Piramida biomassa umumnya berbentuk menyempit dari dasar ke puncak. 24. Jawaban: b Aliran energi terjadi dalam rantai makanan. Rantai makanan yang mungkin terbentuk dari ekosistem tersebut yaitu produsen (fitoplankton) konsumen I (zooplankton) konsumen II (udang) konsumen III (ikan kecil) konsumen IV (ikan besar) pengurai (dekomposer). 25. Jawaban: a Piramida pada gambar menunjukkan piramida jumlah. Piramida jumlah menunjukkan jumlah organisme yang berada di dalam suatu daerah (areal) tertentu yang dikelompokkan dan dihitung berdasarkan taraf trofik. Pada piramida yang ditunjukkan pada soal menggambarkan jumlah pohon lebih sedikit daripada jumlah kera. Jumlah

72

Kunci Jawaban dan Pembahasan

kera lebih sedikit daripada jumlah kutu. Jumlah kutu lebih sedikit daripada jumlah Protozoa. Hal ini karena, dalam tubuh satu ekor kera bisa terdapat ratusan kutu dan dalam tubuh satu ekor kutu bisa terdapat ratusan Protozoa. Kutu dan Protozoa hidup secara parasit. 26. Jawaban: c
KIII KII KI P (a) KIII KII KI P (b)

anaerob, misal Chromatium yang melepaskan sulfur dan oksigen. Sulfur dioksidasi menjadi sulfat oleh bakteri kemolitotrof dan Thiobacillus. 30. Jawaban: c Marsilea crenata merupakan mikroorganisme yang dapat menambatkan nitrogen yang terdapat pada akar tumbuhan polong-polongan. Azotobacter sp. yaitu bakteri yang berada di dalam tanah yang dapat mengikat nitrogen secara langsung dan bersifat aerob. Nostoc sp. dan Anabaena sp. juga mampu mengikat nitrogen. Xanthomonas adalah bakteri yang menyerang pucuk tanaman padi. B. Uraian 1. Intensitas cahaya matahari yang tinggi mengakibatkan peningkatan suhu. Suhu atau temperatur adalah derajat energi panas. Suhu sangat diperlukan oleh setiap makhluk hidup, berkaitan dengan reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup. Reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup memerlukan enzim. Kerja suatu enzim dipengaruhi oleh suhu tertentu. Suhu juga memengaruhi perkembangbiakan makhluk hidup. Contohnya beberapa jenis burung menuju ke daerah yang suhunya sesuai untuk berkembang biak. 2. Dekomposer (pengurai) merupakan organisme yang menguraikan sisa-sisa organik untuk memperoleh makanan atau bahan organik yang diperlukan. Penguraian memungkinkan zat-zat organik yang kompleks terurai menjadi zat-zat anorganik yang lebih sederhana. Zat-zat organik tersebut kemudian dapat dimanfaatkan kembali oleh produsen. Organisme yang termasuk dekomposer yaitu bakteri dan jamur. Sementara itu, detritivor merupakan organisme yang memakan partikel organik atau detritus. Detritus merupakan hancuran jaringan hewan atau tumbuhan. Organisme yang termasuk detritivor yaitu cacing tanah, luing, siput, dan kutu kayu. Jadi, perbedaan antara dekomposer dengan detritivor adalah dekomposer mampu menguraikan bahan organik menjadi bahan anorganik, sedangkan detritivor hanya memakan bahan organik dan tidak mampu mengubahnya menjadi bahan anorganik. 3. Mikoriza adalah simbiosis mutualisme antara jamur dengan akar tumbuhan. Dari interaksi ini, jamur dan tumbuhan masing-masing memperoleh keuntungan. Jamur memperoleh senyawa organik, misalnya gula dan asam amino dari tumbuhan. Sementara itu, tumbuhan memperoleh air dan mineral (terutama fosfor) yang diserap oleh jamur dari tanah. Jamur juga menyediakan hormon pertumbuhan tertentu bagi tumbuhan dan

Piramida (a) memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi dibandingkan dengan piramida (b). Hal ini terlihat bahwa pada piramida (b), jumlah energi pada produsen dan konsumen primer (konsumen I) terdapat perbedaan yang mencolok. Dengan kata lain, transfer energi pada piramida (a) lebih efisien daripada piramida (b). 27. Jawaban: e Organisme yang dapat menduduki tingkat trofik III merupakan konsumen sekunder, yaitu elang, kadal, dan singa. Sementara itu, rumput menduduki tingkat trofik I. Kelinci, belalang, dan unta menduduki tingkat trofik II. Pengurai terlibat dalam rantai makanan, tetapi tidak dimasukkan dalam piramida. 28. Jawaban: b Daerah fotik merupakan daerah yang dapat ditembus cahaya matahari. Oleh karena itu, daerah ini banyak terdapat komponen biotik berupa produsen. Produsen (tumbuhan) memerlukan cahaya matahari untuk melakukan proses fotosintesis. Daerah fotik terbagi menjadi daerah litoral dan neritik. Daerah afotik merupakan daerah yang tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari. Oleh karena itu, produsen tidak dapat hidup di daerah afotik. Daerah afotik terdiri atas daerah batial dan abisal. 29. Jawaban: e Sulfur terdapat di alam dalam bentuk sulfat anorganik. Sulfur direduksi oleh bakteri menjadi sulfida dan kadang-kadang dalam bentuk sulfur dioksida atau hidrogen sulfida (H2S).Tumbuhan menyerap sulfur dalam bentuk sulfat (SO 4). Perpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai makanan,kemudian semua makhluk hidup yang mati akan diuraikan komponen organiknya oleh bakteri. Beberapa jenis bakteri terlibat dalam daur sulfur, antara lain Desulfomaculum dan Desulfibrio yang akan mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk H2S. H2S digunakan oleh bakteri fotoautotrof

Biologi Kelas X

73

melindungi akar tumbuhan terhadap infeksi mikroorganisme. Tumbuhan yang memiliki mikoriza lebih tahan terhadap kekeringan dan suhu ekstrem. 4. Suksesi primer terjadi jika suatu komunitas mendapat gangguan yang mengakibatkan komunitas awal hilang secara total sehingga terbentuk komunitas baru. Sementara itu, suksesi sekunder terjadi jika suatu komunitas mendapat gangguan tetapi hanya mengakibatkan rusaknya sebagian komunitas. Berdasarkan proses suksesi tersebut, suksesi primer selalu diawali dengan tumbuhnya organisme pionir seperti lumut kerak. Organisme tersebut mampu hidup di lingkungan yang ekstrem atau lingkungan yang mengalami kerusakan total. Sementara itu, suksesi sekunder tidak diawali dengan tumbuhnya organisme pionir. Hal ini karena komunitas tidak rusak total sehingga ada kemungkinan masih ada biji-biji tumbuhan yang bisa tumbuh dalam komunitas tersebut. Secara umum ekosistem air tawar mempunyai ciriciri berikut. a. Variasi suhu rendah. b. Dipengaruhi oleh keadaan iklim dan cuaca. c. Terdapat aliran air. d. Salinitas air lebih rendah daripada salinitas tubuh organisme. e. Penetrasi cahaya kurang. f. Komunitas didominasi oleh berbagai jenis ganggang. Secara umum ekosistem laut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut. a. Salinitas tinggi, semakin mendekati khatulistiwa salinitas semakin tinggi. b. Garam dapur (NaCl) mendominasi mineral laut (kurang lebih 75%). c. Faktor iklim dan cuaca tidak terlalu berpengaruh terhadap ekosistem laut. d. Suhu permukaan lebih tinggi dibanding suhu di laut dalam. Di daerah tropik suhu permukaan antara 2530 C. Semakin ke kutub, suhu semakin rendah. e. Suhu dan salinitas memengaruhi penyebaran senyawa kimia yang disebabkan oleh aliran air laut. Di bioma tundra terjadi perubahan musim dari panas ke dingin secara cepat. Pada musim panas yang panjang keadaannya terang terus-menerus, sedangkan pada musim dingin yang panjang keadaannya gelap terus-menerus. Jadi, tumbuhan yang dapat hidup adalah tumbuhan semusim yang masa pertumbuhannya sangat pendek dan berbunga serempak dengan warna yang mencolok. Tumbuhan semusim ini ukurannya relatif pendek.

7.

a.

b.

Organisme yang mampu memanfaatkan energi matahari secara langsung yaitu produsen, seperti tumbuhan hijau. Tumbuhan hijau memanfaatkan energi cahaya matahari untuk membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Organisme yang menduduki bagian D adalah dekomposer yang berperan menguraikan bahan organik menjadi bahan anorganik. Bahan anorganik tersebut akan dimanfaatkan oleh tumbuhan sebagai sumber mineral. Tanaman padi wereng cokelat kepik belalang sembah
Belalang sembah Kepik Wereng Padi

8.

a. b.

5.

9.

a.

b.

Nitrogen diikat oleh mikroorganisme dan diubah menjadi amonia (P). Selanjutnya, amonia akan dirombak oleh bakteri nitrit (Nitrosomonas dan Nitrosococcus) menjadi nitrit. Ion nitrit dirombak oleh bakteri nitrat Nitrobacter menjadi nitrat (X). Proses Y merupakan proses dekomposisi yang dilakukan oleh dekomposer. Tumbuhan dan hewan yang telah mati akan diuraikan menjadi bahan-bahan anorganik sehingga nitrogen yang terkandung dalam tubuh hewan atau tumbuhan akan berpindah kembali ke lingkungan. Proses Z merupakan proses denitrifikasi. Proses denitrifikasi merupakan proses perombakan ion nitrat menjadi nitrogen. Nitrogen yang dihasilkan akan kembali ke atmosfer.

6.

10. Fosfor merupakan elemen penting bagi kehidupan. Semua makhluk hidup membutuhkan fosfor dalam bentuk ATP (adenosin trifosfat) sebagai sumber energi untuk metabolisme. Tumbuhan mengambil fosfat yang terlarut dalam air tanah. Hewan herbivora mendapatkan fosfat dari tumbuhan yang dimakannya dan karnivora mendapatkan fosfat dari herbivora yang dimakannya. Seluruh hewan mengeluarkan fosfat melalui urine dan feses. Selanjutnya, bakteri dan jamur menguraikan bahan-bahan anorganik dalam tanah lalu melepaskan fosfor yang kemudian diambil lagi oleh tumbuhan.

74

Kunci Jawaban dan Pembahasan

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: e Lingkungan seimbang mempunyai ciri-ciri berikut. 1) Jumlah produsen lebih banyak daripada jumlah konsumen 1, jumlah konsumen 1 lebih banyak daripada konsumen 2, dan demikian seterusnya. 2) Jumlah setiap komponen biotik tidak mendominasi satu dengan yang lainnya sehingga terbentuk rantai makanan dan jaring-jaring makanan yang seimbang. 3) Keseimbangan lingkungan bersifat tidak statis, artinya dapat terjadi penurunan dan kenaikan populasi setiap jenis tumbuhan dan hewan serta berbagai komponen abiotik, tetapi masih dalam batas-batas wajar. 4) Dalam lingkungan seimbang terdapat berbagai jenis komponen biotik sehingga memungkinkan terjadinya banyak aliran energi. 2. Jawaban: d 1) Eutrofikasi adalah peningkatan kandungan nutrien dalam perairan sehingga mengakibatkan pertumbuhan tanaman air menjadi tidak terkendali. 2) Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk menyangga atau menopang kehidupan makhluk hidup di dalamnya. 3) Daya lenting lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk pulih kembali pada keadaan seimbang jika mengalami perubahan atau gangguan 4) Biomagnifikasi adalah meningkatnya kadar polutan dalam tubuh makhluk hidup yang menyusun suatu rantai makanan. 5) Biodelution merupakan kebalikan biomagnifikasi, yaitu penurunan konsentrasi polutan dalam tubuh makhluk hidup yang menyusun rantai makanan. 3. Jawaban: c Etika lingkungan mempunyai prinsip-prinsip sebagai berikut. 1) Sikap hormat terhadap alam (respect for nature), artinya manusia sebagai anggota komunitas harus menghargai dan menghormati setiap kehidupan serta spesies dalam komunitas ekologis tersebut. 2) Prinsip tanggung jawab (moral responsibility for nature), artinya manusia dituntut untuk mengambil prakarsa, usaha, kebijakan, dan tindakan bersama secara nyata untuk menjaga

3)

4)

5) 6) 7)

8) 9)

melestarikan alam beserta isinya. Berarti kelestarian dan kerusakan alam merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat manusia. Solidaritas kosmis (cosmic solidarity). Prinsip ini membangkitkan rasa sepenanggungan dan mendorong manusia untuk tidak merusak dan mencemari alam, seperti halnya tidak akan merusak kehidupannya sendiri. Prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam (caring for nature). Prinsip ini menghapus sifat diskriminasi dan dominasi manusia terhadap lingkungannya. Prinsip tidak merugikan alam atau mengancam eksistensi makhluk hidup lainnya. Prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam. Prinsip keadilan, artinya pemerintah dituntut untuk membuka peluang dan akses yang sama bagi semua kelompok masyarakat dalam ikut menentukan kebijakan publik lingkungan hidup dan dalam memanfaatkan sumber daya alam serta jasa lingkungan. Prinsip demokrasi. Prinsip integritas moral pemerintah terhadap lingkungan.

4. Jawaban: d Prinsip tanggung jawab (moral responsibility for nature), artinya manusia dituntut untuk mengambil prakarsa, usaha, kabijakan, dan tindakan bersama secara nyata untuk menjaga kelestarian alam beserta isinya. Berarti kelestarian dan kerusakan alam merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat manusia. Tindakan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat yang berupaya menciptakan lingkungan yang nyaman merupakan perwujudan tanggung jawab terhadap lingkungan. 5. Jawaban: a Tindakan yang paling tepat sehubungan dengan kasus di atas adalah pemerintah harus segera membuat Perda yang mengatur tentang pengelolaan hutan mangrove. Dengan demikian, pemerintah dapat mengambil tindakan guna melestarikan dan melindungi hutan tersebut untuk kepentingan bersama. 6. Jawaban: e Menangkap ikan menggunakan jaring dengan mata kecil atau biasa disebut pukat harimau dapat mengakibatkan terganggunya proses regenerasi ikan. Hal ini karena ikan yang tertangkap tidak saja ikan berukuran besar, ikan yang berukuran kecil (anak-anak ikan) juga ikut tertangkap. Sementara itu, meremajakan hutan, menggunakan pestisida alami, menerapkan sistem tebang pilih, dan rotasi

Biologi Kelas X

75

tanaman merupakan tindakan yang berdampak positif terhadap keseimbangan lingkungan. 7. Jawaban: e Dengan menerapkan prinsip-prinsip etika lingkungan, setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga. Lingkungan yang seimbang memberi daya dukung yang maksimum. 8. Jawaban: e Prinsip no harm atau tidak menyakiti atau merusak, mengingatkan manusia atas kewajiban moral dan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan. Dengan demikian, tindakan merusak hutan dengan cara pembalakan liar ( illegal logging ) bertentangan dengan prinsip etika lingkungan no harm. 9. Jawaban: a Selama ini manusia menganggap dirinya sebagai penguasa lingkungan sehingga dapat mengeksploitasi alam dengan semena-mena sesuai kehendak. Tindakan ini jelas mengakibatkan rusaknya lingkungan sehingga bertentangan dengan prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam. Prinsip ini menghendaki manusia dapat memanfaatkan sumber daya alam secara arif dan bijaksana, bukan dengan semena-mena. 10. Jawaban: e Permasalah lingkungan yang timbul dari perambahan dan pembalakan liar yaitu erosi tanah di hutan, longsor, dan banjir. Tindakan yang perlu diambil berkaitan dengan konservasi tanah. Salah satu cara yang cukup baik adalah melakukan reboisasi atau menghijaukan kembali hutan yang gundul. Cara ini efektif untuk menurunkan erosi dan aliran permukaan. 11. Jawaban: a Cara menangkap ikan menggunakan bahan peledak dilarang oleh pemerintah karena dapat mengakibatkan kerusakan terumbu karang. Perlu diketahui bahwa terumbu karang merupakan tempat hidup beberapa jenis biota laut. Rusaknya terumbu karang mengakibatkan terganggunya kehidupan biota laut yang memanfaatkan terumbu karang sebagai habitatnya. 12. Jawaban: e Beberapa upaya pelestarian lingkungan sebagai berikut. 1) Pembuatan cagar alam untuk melindungi tumbuhan, hewan, dan ekosistem yang berada di suatu kawasan.

2)

3)

Pengendalian hama menggunakan predator alami merupakan cara aman dalam mengendalikan populasi hama. Dengan cara ini, hewan nontarget tidak mengalami gangguan. Berbeda dengan pengendalian hama menggunakan senyawa kimia beracun yang dapat mengakibatkan hewan nontarget ikut terbunuh. Peremajaan hutan merupakan suatu usaha menanami kembali hutan yang gundul akibat pembalakan dan perambahan liar serta kebakaran hutan. Melalui peremajaan hutan dampak penggundulan hutan, seperti erosi, tanah longsor, dan banjir dapat dikurangi (diminimalkan).

13. Jawaban: b Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999. Dalam PP tersebut dijelaskan bahwa AMDAL merupakan kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada Iingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Sementara UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dan PP Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. 14. Jawaban: b Pada dasarnya lingkungan atau ekosistem mampu menjaga keseimbangan diri karena adanya daya lenting lingkungan. Daya lenting lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk pulih kembali pada keadaan seimbang jika mengalami perubahan atau gangguan. Artinya, lingkungan mampu menanggulangi perubahan-perubahan selama perubahan tersebut masih dalam kisaran atau ambang daya lentingnya. Namun, jika perubahan yang terjadi melebihi daya lentingnya, lingkungan tersebut tidak mampu memperbaiki diri sehingga lingkungan menjadi rusak. Salah satu contoh dampak letusan gunung yang tidak mampu ditahan oleh ekosistem karena dahsyatnya energi yang masuk ke ekosistem tersebut. 15. Jawaban: e Pergeseran keseimbangan lingkungan dapat terjadi akibat ledakan pertumbuhan suatu populasi, misal ledakan populasi belalang kembara mengakibatkan pergeseran keseimbangan ekosistem pada habitat belalang kembara. Ledakan populasi ini tentu akan

76

Kunci Jawaban dan Pembahasan

menurunkan daya dukung lingkungan. Pada awalnya akan terjadi persaingan antaranggota populasi. Selanjutnya, anggota populasi berusaha keluar dari lingkungannya untuk mencari lingkungan baru, seperti halnya kasus migrasinya belalang kembara ke ladang pertanian atau bahkan ke permukiman. 16. Jawaban: d Bencana tanah longsor dan banjir bandang dapat terjadi akibat penebangan pohon-pohon di daerah hutan. Bencana tanah longsor dan banjir bandang dapat dicegah dengan menanami kembali (peremajaan) hutan yang gundul. Akar-akar pohon dapat mencengkeram partikel tanah sehingga tidak terbawa aliran air hujan yang mengakibatkan erosi. Selain itu, akar-akar pohon juga dapat menahan air dan menyimpannya di dalam tanah. 17. Jawaban: d Memelihara binatang langka di rumah tidak sesuai dengan prinsip berupaya untuk menjaga kelestarian, keseimbangan, dan keindahan alam. Jika suatu jenis binatang langka dipelihara masyarakat dikhawatirkan kelestariannya tidak akan terjaga, justru mempercepat kepunahan binatang tersebut. Itulah sebabnya masyarakat umum dilarang menangkap, memperdagangkan, dan atau memelihara binatang (langka) yang dilindungi. 18. Jawaban: a Sebagian besar petani beranggapan bahwa pestisida merupakan dewa penyelamat yang sangat vital. Petani yang menggunakan pestisida yakin dapat terhindar dari kerugian akibat serangan jasad pengganggu tanaman yang berupa kelompok hama, penyakit, maupun gulma. Keyakinan tersebut, cenderung memicu penggunaan pestisida dari waktu ke waktu semakin meningkat. Tanpa disadari oleh petani bahwa penggunaan pestisida berlebihan berdampak negatif pada lingkungan, seperti: 1) resistansi terhadap hama, 2) perubahan sistem kimia tanah (pH, kandungan unsur-unsur hara), 3) terganggunya kehidupan hewan-hewan yang hidup di dalam tanah, 4) tercemarnya air tanah, dan 5) terbunuhnya hewan nontarget. 19. Jawaban: d Usaha-usaha berikut ini dapat dilakukan oleh masyarakat dalam rangka ikut melestarikan lingkungan. 1) Melindungi satwa dan tumbuhan langka dari penguasaan perorangan yang tidak berkompeten, termasuk melaporkan kegiatan perdagangan satwa dan tumbuhan langka.

Menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang berdampak negatif terhadap lingkungan, misal tidak membuang sampah ke perairan. Sementara membentuk kelompok berburu, menindak perorangan yang memelihara satwa langka, meninggikan pagar rumah, dan menggunakan pestisida berlebihan tidak termasuk partisipasi aktif masyarakat terhadap upaya pelestarian lingkungan. 20. Jawaban: e Etika lingkungan adalah kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya. Etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga. B. Uraian 1. Keseimbangan ekosistem tidaklah stabil, artinya keseimbangan ekosistem dapat mengalami perubahan. Perubahan keseimbangan ekosistem terjadi jika terdapat perubahan yang melebihi daya dukung dan daya lentingya. 2. Dalam ekosistem seimbang, tidak ada satu jenis makhluk hidup yang berkembang biak dengan sangat pesat sehingga mendominasi yang lain. Walaupun lingkungan fisik baik dan makanan berlimpah, kebanyakan populasi suatu organisme tidak terus-menerus tumbuh tanpa batas. Ada suatu kepadatan populasi maksimum untuk setiap jenis makhluk hidup. Hal ini berarti jika suatu populasi dibiarkan secara alamiah akan menjadi stabil dan jumlahnya tidak memperlihatkan peningkatan atau penurunan yang besar. Selain itu, setiap organisme saling mengendalikan populasi organisme yang lain. Akibatnya, terjadi penurunan dan kenaikan yang seimbang. 3. Lingkungan mempunyai kemampuan untuk memulihkan diri atau menjaga keseimbangan lingkungan walau terjadi perubahan. Kemampuan itu disebut daya lenting lingkungan. Sepanjang terjadi perubahan lingkungan dalam batas wajar, lingkungan masih bisa memperbaiki diri terhadap perubahan tersebut. Namun, jika terjadi perubahan yang ekstrem atau melebihi daya lentingnya, perubahan lingkungan itu akan mengakibatkan terjadinya perubahan keseimbagan. 4. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan berbagai makhluk hidup di dalamnya.

2) 3)

Biologi Kelas X

77

Contoh: a. Masuknya limbah organik (nitrat) ke perairan yang mengakibatkan eutrofikasi. Eutrofikasi mengakibatkan melimpahnya tumbuhan eceng gondok di permukaan perairan yang dapat mengganggu aktivitas fotosintesis fitoplankton. Dengan demikian, kondisi perairan tidak mampu memberi dukungan bagi kehidupan fitoplankton. b. Masuknya limbah organik mengakibatkan penurunan kadar oksigen di suatu sungai. Penurunan kadar oksigen ini mengakibatkan kehidupan ikan wader terganggu, walaupun tidak berpengaruh nyata pada kehidupan ikan gabus dan lele. Dalam kondisi ini, sungai tidak lagi memberi daya dukung yang maksimal terhadap ikan wader. 5. Kemampuan ekosistem (sawah) mendukung kelangsungan hidup ular sawah dengan adanya hewan mangsa adalah contoh daya dukung lingkungan. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan mendukung kehidupan berbagai makhluk hidup di dalamnya. Jadi, meskipun populasi tikus berkurang, ular sawah masih dapat bertahan hidup dengan memangsa katak sawah (hewan mangsa alternatif) sehingga populasi ular tetap terjaga. 6. Ekosistem yang hanya dihuni oleh beberapa jenis makhluk hidup bersifat kurang stabil. Hal ini karena jika 1 atau 2 jenis makhluk hidup punah, mungkin tidak akan terjadi lintasan alternatif untuk aliran materi dan energi. Dengan demikian, jika terjadi perubahan lingkungan secara drastis, seluruh makhluk hidup tidak akan mampu bertahan hidup sehingga dapat merusak keseimbangan ekosistem. 7. Undang-undang tentang lingkungan hidup meliputi empat hal berikut. a. Setiap orang mempunyai hak atas lingkungan hidup yang sehat dan layak. b. Setiap orang wajib memelihara lingkungan dan mencegah serta menanggulangi kerusakan dan pencemaran lingkungan. c. Setiap orang mempunyai hak berperan serta dalam rangka pengelolaan lingkungan. d. Barang siapa yang dengan sengaja atau karena kelalaiannya melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusaknya lingkungan hidup atau tercemarnya lingkungan hidup diancam pidana penjara atau denda. 8. a. Pembukaan lahan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, sandang, papan, lahan, dan sarana transportasi. Pembukaan lahan berarti menghilangkan beberapa komponen biotik pada suatu ekosistem. Peristiwa ini

b.

c.

d.

dapat mengakibatkan punahnya flora dan fauna tertentu, perubahan daur hidrologi, dan berkurangnya kesuburan tanah. Mencari ikan menggunakan bahan peledak. Tindakan ini dapat mengakibatkan kerusakan pada habitat ikan (terumbu karang). Dampak selanjutnya akan mengakibatkan gangguan kehidupan biota yang hidupnya bergantung kepada terumbu karang. Perambahan dan pembalakan liar. Tindakan ini akan mengakibatkan kerusakan hutan. Dampak selanjutnya dapat mengakibatkan bencana erosi, tanah longsor, dan banjir bandang. Kegiatan pertanian yang menggunakan pestisida berlebihan. Tindakan ini mengakibatkan kerusakan pada tanah dan air serta kematian hewan nonsasaran. Penanaman pohon peneduh di pinggir-pinggir jalan untuk mengurangi dampak pencemaran udara. Mengolah sampah organik menjadi kompos. Mengelola sampah-sampah plastik untuk keperluan daur ulang. Mengurangi sebanyak mungkin penggunaan pembungkus dari bahan plastik. Meremajakan hutan yang gundul. Menggunakan bahan bakar fosif seefisien mungkin. Tidak membuang sampah ke sungai atau badan air lainnya.

9. a.

b. c. d. e. f. g.

10. Rotasi tanaman adalah sistem pergiliran tanaman dengan jenis tanaman yang berbeda dalam satu lahan pertanian. Sistem ini mampu mempertahankan tingkat kesuburan tanah karena kebutuhan hara setiap jenis tanaman berbeda-beda. Dengan demikian, ketersediaan unsur hara dalam tanah tetap seimbang.

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: a Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

78

Kunci Jawaban dan Pembahasan

2. Jawaban: a Populasi Algae mengalami peningkatan dari lokasi A ke B. Hal ini terjadi karena dalam perairan mengandung banyak zat-zat organik. Saat perairan mulai tercemar, populasi Algae berkurang karena limbah padat organik menghalangi sinar matahari sehingga Algae tidak dapat berfotosintesis. Namun, populasi bakteri justru meningkat karena terdapat banyak limbah padat organik di perairan tersebut. Bakteri akan menguraikan limbah organik menjadi senyawa lebih sederhana sehingga dapat dimanfaatkan oleh Algae. Aktivitas penguraian limbah organik memerlukan oksigen sehingga DO di lokasi A lebih rendah dibanding di B tetapi BODnya lebih tinggi di A daripada di B. Dengan demikian, di lokasi A sampai B mengandung banyak mineral hasil penguraian limbah organik oleh bakteri. Hal inilah yang mengakibatkan populasi Algae meningkat dari lokasi A ke B karena Algae memperoleh mineral hasil penguraian limbah organik. Unsur mineral tersebut sangat berguna bagi pertumbuhan Algae. 3. Jawaban: c Saat perairan tercemar limbah organik, organisme dekomposer seperti bakteri akan menguraikan limbah tersebut. Dengan demikian, akan terjadi peningkatan populasi bakteri untuk menguraikan limbah organik yang masuk ke perairan. Saat menguraikan limbah organik, bakteri membutuhkan banyak oksigen. Dengan demikian, konsentrasi oksigen yang terdapat di perairan tersebut akan mengalami penurunan. 4. Jawaban: d Berdasarkan zat pencemarnya, pencemaran dibedakan menjadi pencemaran kimiawi, fisik, dan biologis. Pencemaran kimiawi zat pencemar berupa zat kimia baik organik maupun anorganik. Contoh zat radioaktif, unsur-unsur logam berat (Hg, Pb, As, Cd, Cr, dan Hi), dan detergen. Pada kasus di atas, Teluk Minamata tercemar oleh limbah Hg (merkuri) sehingga sangat tepat disebut pencemaran kimiawi. 5. Jawaban: d Sampel IV mengalami pencemaran paling berat dibanding sampel yang lain. Hal ini dapat dilihat dari nilai parameter (logam berat, E. coli, dan padatan) paling tinggi. 6. Jawaban: c Limbah rumah tangga dapat berupa limbah organik (sisa bahan makanan, tinja, dan urine), limbah anorganik (plastik, kertas, kaca), dan limbah detergen. Limbah organik yang mencemari perairan mengakibatkan penurunan oksigen terlarut. Hal ini

karena penguraian limbah organik memerlukan banyak oksigen. Adapun limbah anorganik yang masuk ke sungai mengakibatkan terhalangnya cahaya matahari sehingga mengganggu aktivitas fotosintesis fitoplankton dalam air. Detergen yang digunakan dalam kegiatan rumah tangga mengandung fosfat. Jika kandungan fosfat di dalam perairan tinggi, akan mengakibatkan tanaman air seperti eceng gondok mengalami pertumbuhan yang pesat. 7. Jawaban: e Nilai BOD bukanlah merupakan nilai yang menunjukkan jumlah atau kadar bahan organik dalam air, tetapi mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk mengoksidasi atau menguraikan bahanbahan organik tersebut. BOD tinggi menunjukkan bahwa jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk mengoksidasi bahan organik dalam air tersebut tinggi, berarti dalam air sudah terjadi defisit oksigen. 8. Jawaban: d Cara penanggulangan sampah plastik yang tepat yaitu dengan mendaur ulang benda-benda yang terbuat dari plastik, misal botol mineral dan bungkus plastik. Sementara itu, melarang masyarakat menggunakan plastik bukanlah tindakan yang bijaksana karena sebagian besar peralatan rumah tangga menggunakan bahan plastik. Membakar sampah plastik akan mengakibatkan pencemaran udara. Meneliti cara penguraian sampah plastik memerlukan waktu yang sangat lama dan hanya bisa dilakukan oleh para peneliti. Namun, penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa plastik tidak dapat diuraikan. Oleh karena itu, menimbun sampah plastik di dalam tanah justru akan mengakibatkan pencemaran tanah. 9. Jawaban: e Gas buangan pabrik yang dapat mengakibatkan hujan asam yaitu oksida nitrogen dan oksida sulfur. Kedua gas tersebut kemudian bereaksi di udara membentuk asam. Oksida sulfur bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur trioksida. 2SO2 + O2 2SO3 Sulfur trioksida kemudian bereaksi dengan uap air membentuk asam sulfat. SO3 + H2 H2SO4 Uap air yang telah mengandung asam ini merupakan bagian awan yang akhirnya turun ke bumi sebagai hujan asam.

Biologi Kelas X

79

10. Jawaban: c Pupuk organik mengandung nitrogen dan fosfat. Oleh karena itu, jika pupuk ini larut dan masuk ke perairan dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman air yang tidak terkendali (eutrofikasi). Limbah rumah tangga, pestisida yang larut, industri nonorganik, dan bangkai biota air tidak mengakibatkan eutrofikasi. 11. Jawaban: d Di titik IV terjadi pencemaran limbah organik dalam jumlah besar. Adanya limbah organik dalam jumlah besar ini mengakibatkan populasi bakteri yang berfungsi menguraikan limbah organik mengalami peningkatan. Bakteri membutuhkan banyak oksigen untuk menguraikan limbah organik tersebut. Akibatnya, pada titik tersebut terjadi penurunan konsentrasi DO (Dissolved Oxygen). DO adalah kadar oksigen terlarut dalam air. Semakin kecil nilai DO di perairan menunjukkan tingkat pencemaran yang semakin tinggi. 12. Jawaban: a Gas karbon dioksida (CO2) merupakan salah satu gas penyusun atmosfer. Gas ini bersifat menyerap panas. Peningkatan gas CO 2 di atmosfer mengakibatkan semakin besar panas (dalam bentuk sinar inframerah) yang diserap oleh lapisan gas ini. Terperangkapnya panas di atmosfer (oleh gas CO2) mengakibatkan suhu di permukaan bumi semakin panas. Efek ini dikenal dengan efek rumah kaca. Peningkatan CO2 tidak mengakibatkan terganggunya proses nitrifikasi. Adapun terjadinya hujan asam disebabkan oleh polutan SOx dan NOx, lubang ozon terjadi akibat masuknya gas freon ke atmosfer, sedangkan asfiksi adalah gangguan pengangkutan oksigen ke sel atau jaringan akibat terganggunya fungsi paru-paru. 13. Jawaban: e Limbah tahu mengandung polutan organik yang sangat tinggi. Rata-rata limbah tahu yang dibuang langsung ke perairan ternyata nilai COD, nilai BOD, dan TSS-nya melampui batas mutu limbah industri yang ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena nilai BOD-nya tinggi, secara otomatis nilai DO sangat rendah. Dalam sungai tersebut populasi bakteri sangat melimpah, bukan Algae. Kehadiran bakteri yang melimpah ini berkaitan dengan proses biodegradasi limbah organik. 14. Jawaban: b Air sisa kegiatan mencuci pakaian biasanya mengandung detergen. Detergen mengandung fosfat. Demikian juga pupuk kimia biasanya mengandung fosfat. Senyawa fosfat yang masuk ke perairan akan memperkaya nutrien fosfat pada

perairan tersebut. Dampaknya terhadap tumbuhan air, terutama pertumbuhan gulma, misal eceng gondok semakin subur. Melimpahnya eceng gondok mengakibatkan terhalangnya sinar matahari yang masuk ke air yang mengakibatkan terganggunya kegiatan fotosintesis fitoplankton. 15. Jawaban: c Kualitas air di suatu perairan dapat ditentukan dengan menguji kualitas air berdasarkan parameter kimia, fisik, dan biologis. Parameter kimia yang banyak digunakan antara lain kadar BOD, COD, DO, nilai keasaman, dan nilai TSS (total suspended solid). Parameter fisik antara lain suhu, warna, dan rasa air. Adapun parameter biologis meliputi penghitungan jumlah bakteri coliform. B. Uraian 1. a. Pencemaran kimiawi adalah pencemaran yang sumber pencemarnya (polutan) berupa zat kimia, baik organik maupun anorganik, misal zat radioaktif, unsur-unsur logam berat (Hg, Pb, As, Cd, Cr, dan Hi), dan detergen. Pencemaran fisik adalah pencemaran yang bahan pencemarnya (polutan) berupa kalengkaleng, botol, plastik, dan karet. Pencemaran biologis adalah pencemaran yang bahan pencemarnya (polutan) berupa berbagai macam mikroorganisme penyebab penyakit, seperti Escherichia coli, Entamoeba coli, Salmonella typhi , Enterovirus , dan Giardia lamblia. Masuknya limbah organik ke perairan akan membebani lingkungan perairan tersebut. Penguraian limbah organik oleh bakteri memerlukan oksigen. Semakin banyak limbah yang masuk, semakin banyak oksigen yang diperlukan. Oleh karena oksigen dalam air tersebut digunakan bakteri untuk menguraikan limbah organik mengakibatkan penurunan kandungan oksigen terlarut dalam air. Dalam grafik tampak bahwa pada awal pencemaran, kandungan oksigen terlarut akan turun secara drastis kemudian berangsur-angsur kandungan oksigen terlarut pulih kembali. Dari grafik juga terlihat bahwa pencemaran tidak terjadi secara terus-menerus. Pada titik tertentu, setelah limbah organik habis dirombak akan tercapai keadaan fitoplankton dapat berfotosintesis lagi. Artinya daya dukung lingkungan sudah berangsurangsur pulih. Aktivitas fotosintesis tersebut secara signifikan mengakibatkan nilai DO menjadi naik, bahkan kembali ke keadaan semula (perairan tidak tercemar lagi).

b.

c.

2. a.

b.

80

Kunci Jawaban dan Pembahasan

3. Berdasarkan persentase kandungan udara yang teramati, terlihat bahwa di lokasi B kandungan CO2-nya cukup tinggi (batas normal 0,03%). Keadaan ini menunjukkan kualitas udara di kota A lebih baik dibanding kota B. Tingginya kandungan CO2 di kota B besar kemungkinan kota B terletak di daerah industri atau di daerah yang jumlah kendaraan bermotornya cukup banyak. 4. Dampak negatif penggunaan bahan kimia di sektor pertanian sebagai berikut. a. Adanya residu pestisida yang sulit didegradasi sehingga terakumulasi dalam tubuh organisme-organisme pada satu rantai makanan. b. Terbunuhnya organisme nontarget akibat penggunaan insektisida/pestisida tertentu. Apalagi jika organisme nontarget merupakan musuh alami hama tananam. c. Pemakaian pupuk yang berlebihan dapat mengakibatkan peningkatan zat hara di perairan. Keadaan ini disebut eutrofikasi. Peningkatan zat hara mengakibatkan populasi beberapa jenis tumbuhan air (misal eceng gondok) mengalami perkembangan dengan cepat sehingga menutupi permukaan air. Akibatnya mengganggu fotosintesis fitoplankton yang berdampak pada penurunan kadar oksigen terlarut dalam air. Hewan-hewan air kemudian mati karena kekurangan oksigen. 5. Hutan merupakan paru-paru dunia, artinya hutan menyumbangkan oksigen kepada makhluk hidup di bumi. Hutan juga menyerap banyak gas karbon dioksida untuk keperluan fotosintesis. Jika pohonpohon di hutan hilang (misal akibat pembalakan liar atau pembukaan lahan), gas CO 2 yang dihasilkan dari kegiatan perumahan, transportasi, dan industri tidak dapat diserap hutan sehingga tetap mengambang di udara sebagai pencemar. Lapisan gas CO 2 ini kemudian memberikan pengaruh terhadap meningkatnya suhu bumi secara global (global warming) melalui efek rumah kaca. 6. Ciri-ciri fisik air yang tercemar sebagai berikut. a. Warna kekuningan menandakan air tercemar kromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan menandakan air tercemar besi. Adapun pengotor berupa lumpur mengakibatkan warna merah kecokelatan. b. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air telah tercemar oleh koloid. Lumpur, tanah liat, dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa mengakibatkan air menjadi keruh.

c.

d. e.

Air akan mempunyai rasa tertentu jika tercemar oleh polutan berupa mineral. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, aluminium, mangan, sulfat, atau kapur dalam jumlah besar. Air yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya air tercemar alkali. Bau yang tercium pada air menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya sudah menunjukkan bahwa air tidak layak dikonsumsi.

7. Senyawa pencemar primer adalah senyawa pencemar yang langsung berasal dari sumber pencemar, misal CO dan NOx yang keluar dari asap knalpot mobil atau sepeda motor . Adapun senyawa pencemar sekunder adalah senyawa pencemar yang berasal reaksi senyawa-senyawa pencemar primer di udara, contoh ozon dan peroksiasetilnitrat. Kedua senyawa ini merupakan hasil reaksi fotokimia zat pencemar hidrokarbon. 8. Kegiatan manusia yang mengakibatkan pencemaran udara sebagai berikut. a. Pembakaran sampah. b. Penggunaan alat transportasi (mobil dan sepeda motor). c. Kegiatan rumah tangga (penggunaan kompor gas, kompor minyak, dan tungku kayu bakar). d. Kegiatan industri rumah tangga (pembakaran batu bata dan genting). e. Pembangkitan daya menggunakan bahan bakar batu bara atau solar. f. Pembakaran hutan untuk dijadikan sebagai tempat pemukiman. 9. TPA yang dibangun dekat dengan permukiman berdampak negatif terhadap kesehatan warga dan kondisi lingkungan.Adapun dampak negatif pembangunan TPA sampah terhadap lingkungan sebagai berikut. a. Pencemaran air Sampah basah dapat mengeluarkan air sampah yang disebut lindi (leacheat). Dalam lindi tersebut dapat terkandung zat kimia berbahaya seperti Pb, Mn, dan Fe. Zat kimia ini akan mencemari air tanah sehingga tidak layak dikonsumsi oleh warga. Air tanah juga tercemari oleh mikroorganisme patogen yang hidup di sampah, terutama bakteri coliform. b. Pencemaran tanah Bahan padatan yang sukar diuraikan oleh mikrobia tanah akan menjadi beban tersendiri terhadap tanah. Selain itu, kandungan zat kimia berbahaya yang ada dalam bahan padatan tersebut mengakibatkan tanah menjadi tidak subur.

Biologi Kelas X

81

c.

Pencemaran udara Adanya aktivitas pembusukan sampah organik mengakibatkan bau tidak sedap menyebar ke mana-mana. Bau tidak sedap ini dapat mengganggu pernapasan. Selain itu, di tumpukan sampah hidup berbagai vektor penyakit seperti nyamuk, kecoak, tikus, dan lalat. Akibatnya, warga di sekitar TPA dapat mengalami wabah penyakit menular seperti demam berdarah dan diare. 10. Sumber pencemar tanah dapat berasal dari limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian. a. Limbah Domestik Limbah domestik berasal dari daerah permukiman penduduk, perdagangan, usaha hotel, kantor-kantor pemerintahan dan swasta, dan tempat-tempat wisata. Limbah ini dapat berupa limbah padat dan cair. 1) Limbah padat berupa sampah anorganik. Jenis sampah ini tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme (nonbiodegradable ), misalnya kantong plastik, bekas kaleng minuman, dan bekas botol plastik air mineral. 2) Limbah cair berupa tinja, detergen, oli, dan cat. Limbah ini meresap ke dalam tanah sehingga merusak kualitas air tanah bahkan dapat membunuh mikroorganisme tanah. b. Limbah Industri 1) Limbah industri yang berbentuk padatan dapat berupa lumpur atau bubur yang berasal dari proses pengolahan. Misal sisa pengolahan pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood, atau pengawetan buah dan ikan/daging. 2) Limbah cair yang berasal dari sisa pengolahan dari suatu proses produksi, misalnya sisa-sisa pengolahan industri pelapisan logam dan industri kimia. Limbah ini mengandung tembaga, timbal, perak, kromium, dan arsen. c. Limbah Pertanian Limbah pertanian berupa bahan-bahan kimia, baik yang digunakan sebagai pupuk maupun pestisida.

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: a Limbah yang berupa bahan organik (berasal dari makhluk hidup) dapat dimanfaatkan untuk membuat kompos. Hal ini karena bahan tersebut dapat diuraikan menjadi senyawa anorganik yang dapat menyuburkan tanah. Pada pilihan yang merupakan bahan organik yaitu pilihan 1), 2), dan 5). 2. Jawaban: a Daur ulang merupakan salah satu strategi pengolahan sampah padat. Jenis sampah yang bisa didaur ulang yaitu plastik, kertas, botol, dan besi. Dalam daur ulang sampah ada proses penghancuran sampah kemudian dibuat produk baru, misalnya mengolah koran bekas menjadi kertas yang kemudian dijadikan bahan baku kerajinan. Sementara itu, memanfaatkan botol bekas untuk vas bunga merupakan tindakan reuse (menggunakan kembali). 3. Jawaban: d Pengomposan merupakan upaya pengolahan limbah dengan menggunakan prinsip penguraian bahanbahan organik menjadi bahan-bahan anorganik oleh aktivitas mikroorganime, misal bakteri dan jamur. Jadi, syarat untuk pembuatan kompos yaitu bahan organik yang dapat diuraikan oleh dekomposer (bakteri atau jamur). 4. Jawaban: d Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) memerlukan penanganan khusus. Menurut PP Nomor 52 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, sisa oli bekas dari bengkel mobil, air sabun bekas mencuci pakaian, sisa tinta dari kegiatan percetakan, dan baterai sel kering bekas termasuk limbah B3. Sementara itu, kain perca dari industri garmen, menurut PP No. 52 tahun 1999, tidak termasuk limbah B3. 5. Jawaban: a Penanganan limbah padat secara ramah lingkungan dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip 3R (reuse, recycle, dan reduce), ada juga yang menerapkan prinsip 4R ( reuse , recyle , reduce, dan recovery/replace). Memanfaatkan botol bekas air mineral untuk membuat vas bunga merupakan prinsip reuse (memakai ulang).

82

Kunci Jawaban dan Pembahasan

6. Jawaban: b Limbah padat tahu atau dikenal dengan ampas tahu dapat dimanfaatkan untuk campuran pakan ternak karena kandungan seratnya tinggi. Di beberapa daerah, ampas tahu biasa dimanfaatkan untuk membuat tempe. Namun, tempe yang dibuat dari ampas tahu ini kandungan gizinya sangat rendah. 7. Jawaban: d Pada prinsipnya mengolah barang-barang bekas, termasuk sampah menjadi barang lain yang lebih bermanfaat dinamakan recycle (daur ulang). Selain mengolah plastik menjadi minyak, kegiatan recycle yang lain misalnya mengolah kertas bekas menjadi bahan hiasan dinding, mengolah limbah kayu menjadi berbagai mainan, dan mengolah kain perca menjadi boneka. 8. Jawaban: d Reuse, recycle, reduce, dan replace/recpvery merupakan upaya-upaya untuk mengolah limbah secara ramah lingkungan. Pemilihan gelas minum pada pokok soal tersebut merupakan penerapan prinsip replace . Replace adalah pengolahan sampah ramah lingkungan dengan prinsip mengganti barang sekali pakai dan barang yang tidak ramah lingkungan dengan barang yang dapat dipakai berulang kali dan dapat didaur ulang. Alasan dipilihnya menyajikan air teh menggunakan gelas kaca daripada air kemasan dalam gelas plastik karena gelas kaca dapat dipakai berkali-kali, sedangkan gelas plastik biasanya hanya sekali pakai kemudian dibuang. Pemakaian gelas plastik justru akan menambah volume sampah. 9. Jawaban: a 1) Limbah beracun: limbah yang bersifat meracuni, melukai atau membuat cacat sampai membunuh makhluk hidup baik jangka pendek atau panjang. 2) Limbah infeksius: limbah yang mengandung atau terinfeksi kuman penyakit. 3) Limbah reaktif: limbah yang akan mengalami reaksi hebat jika bercampur dengan bahan lain 4) Limbah korosif: limbah yang dalam kondisi asam atau basa (pH < dari 2 atau pH > dari 12,5) dapat mengakibatkan nekrosis (terbakar) pada kulit atau dapat mengkaratkan (mengkorosikan) logam, 5) Limbah mudah terbakar: limbah cair yang mudah terbakar secara spontan. 10. Jawaban: b Limbah yang bersifat biodegradable dapat diolah secara biologis. Pengolahan secara biologis dilakukan dengan menambahkan mikroorganisme ke dalam limbah. Mikroorganisme tersebut berfungsi

untuk menguraikan polutan dalam limbah. Pengolahan limbah secara biologis ini dapat menurunkan nilai BOD atau menaikkan nilai DO. B. Uraian 1. Jawaban: Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, misal sisa-sisa makanan, sayuran, daun-daunan, dan potongan-potongan kayu. Oleh karena sampah organik ini bersifat biodegradable (dapat diuraikan oleh mikroorganisme), cara penanganannya dengan mengolah sampah tersebut menjadi kompos, baik secara alami maupun menggunakan mikroorganisme pengurai. Dengan cara alami, sampah organik cukup ditimbun dalam tanah secara berlapis dan dibiarkan selama beberapa hari hingga membusuk. Adapun pengomposan menggunakan mikroorganisme yaitu dengan memfermentasikan sampah organik menggunakan mikroorganisme pengurai yang efektif (effective microorganism). 2. Recycle adalah pengolahan limbah padat menjadi produk lain yang bermanfaat. Contoh: a. Pemanfaatan kain perca dari perusahaan garmen untuk dibuat menjadi boneka. b. Pengolahan botol-botol plastik bekas secara pabrikasi menjadi mainan anak-anak. c. Melebur logam (besi dan baja) dari barangbarang rosok menjadi peralatan dapur. d. Mengolah koran bekas menjadi bahan untuk membuat aneka kerajinan kertas. 3. Limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusakan lingkungan hidup dan atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Contoh limbah B3 sebagai berikut. a. Logam berat seperti Al, Cr, Cd, Cu, Fe, Pb, Mn, Hg, dan Zn. b. Limbah pelumas bekas. c. Limbah minyak diesel industri. d. Limbah pestisida dan pupuk. e. Limbah dari perusahaan petrokimia. 4. a. Reuse (Memakai Ulang) Reuse adalah menggunakan kembali barangbarang yang sudah tidak terpakai untuk keperluan lain. Contoh menggunakan ember bekas sebagai pot dan memanfaatkan botol kaca untuk wadah minuman.

Biologi Kelas X

83

b.

c.

d.

Reduce (Mengurangi Pemakaian) Reduce artinya menggunakan barang-barang hanya saat diperlukan saja. Contoh membawa barang belanjaan yang banyak dalam satu tas plastik saja. Recycle (Mendaur Ulang) Recycle adalah mengolah barang-barang yang sudah tidak terpakai untuk menjadi produk lain bermanfaat. Contoh melebur botol plastik bekas untuk diolah kembali menjadi mainan anakanak, memanfaatkan kain perca untuk membuat boneka, dan mengolah kertas koran menjadi kertas untuk bahan kerajinan. Replace (Mengganti) Replace yaitu mengganti barang sekali pakai dan barang yang tidak ramah lingkungan dengan barang yang dapat digunakan berulang kali dan dapat didaur ulang. Contoh mengganti gelas plastik sekali pakai dengan gelas kaca.

2. Jawaban: e Etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga. Kegiatan membuat kompos oleh warga masyarakat dan perangkat merupakan bentuk nyata dari prisip tanggung jawab. 3. Jawaban: d Menanami kembali kawasan hutan mangrove (bakau) yang rusak merupakan tindakan nyata untuk melestarikan hutan mangrove. Tindakan seperti pilihan a, c, e tidak sesuai dengan tindakan pelestarian. Adapun memberi sangsi berat kepada pelaku (pilihan b) kurang berdampak nyata bagi pelestarian hutan bakau, tetapi sangat bermanfaat untuk mencegah kerusakan hutan mangrove. 4. Jawaban: d Burung pleci (Zosterops sp.), sebagian orang menyebut preci merupakan burung pemakan serangga dan buah-buahan. Akibat menurunnya populasi burung tersebut karena diburu manusia yaitu meningkatnya jumlah serangga yang kemungkinan merupakan hama tanaman. Ada kemungkinan terjadi ledakan populasi hama ketika populasi pleci di alam sangat sedikit. 5. Jawaban: b DDT merupakan pestisida pemberantas hama yang bersifat stabil sehingga sulit terurai dan dapat bertahan lama di dalam tanah. Akibatnya, terjadi penumpukan DDT di lingkungan sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem. DDT yang terlarut dan mencemari perairan dalam jangka panjang akan menumpuk dalam tubuh organisme. Hal ini disebabkan DDT yang sudah masuk ke dalam tubuh organisme tidak dapat diuraikan dan tidak dapat dikeluarkan sehingga semakin tertimbun dalam organisme satu ke organisme lainnya yang berada dalam jalur rantai makanan. 6. Jawaban: a Solidaritas kosmis (cosmic solidarity) merupakan salah prinsip dalam etika lingkungan. Prinsip ini membangkitkan rasa sepenanggungan dan mendorong manusia untuk tidak merusak dan mencemari alam, seperti halnya tidak akan merusak kehidupannya sendiri. Pilihan jawaban b, c, d, dan e sesuai dengan prinsip ini. Membiarkan seseorang membuang sampah di sungai tidak mencerminkan prinsip solidaritas kosmis dalam etika lingkungan. 7. Jawaban: a Pembukaan lahan menjadi permukiman mengakibatkan terjadinya perubahan keseimbangan lingkungan. Bergesernya keseimbangan lingkungan berdampak pada menurunnya daya dukung

5. Limbah cair organik bersifat biodegradable atau dapat diuraikan oleh mikrobia pengurai (biasanya berupa bakteri). Cara menangani limbah ini dengan membangun instalasi pengolah limbah yang di dalamnya terdapat lumpur aktif (lumpur yang berisi bakteri pengurai). Aktivitas bakteri ini mengakibatkan menurunnya kandungan zat pencemar atau mineral dalam limbah.

A. Pilihan ganda 1. Jawaban: c Ciri-ciri lingkungan seimbang sebagai berikut. 1) Populasi produsen dan konsumen membentuk struktur piramida makanan. Artinya jumlah populasi produsen lebih banyak daripada jumlah populasi konsumen 1, jumlah populasi konsumen 1 lebih banyak daripada konsumen 2, dan demikian seterusnya. 2) Jumlah setiap komponen biotik tidak mendominasi satu dengan yang lainnya sehingga terbentuk rantai makanan dan jaring-jaring makanan yang seimbang. 3) Terjadi penurunan dan kenaikan populasi setiap jenis tumbuhan dan hewan serta berbagai komponen abiotik, tetapi masih dalam batas-batas wajar. 4) Dalam lingkungan seimbang terdapat berbagai jenis komponen biotik sehingga kemungkinan terjadinya aliran energi semakin banyak.

84

Kunci Jawaban dan Pembahasan

lingkungan. Daya dukung lingkungan akan semakin menurun dengan bertambahnya polutan dari aktivitas manusia yang menghuni permukiman tersebut. 8. Jawaban: e Pada dasarnya ketiga sumur tersebut airnya tidak memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan karena tercemar limbah organik (ada nilai BOD-nya) dan bakteri coliform. Akan tetapi, sampel II merupakan sampel yang paling tercemar di antara ketiga sampel yang dianalisis. 9. Jawaban: d Limbah organik yang mencemari perairan mengakibatkan penurunan oksigen terlarut. Hal ini karena penguraian limbah organik memerlukan banyak oksigen. 10. Jawaban: d Limbah rumah tangga selain mengandung bahan organik (sisa makanan, tinja, dan urine), juga mengandung bahan kimia misal detergen. Kandungan fosfat dalam detergen memperkaya nutrien perairan. Akibatnya eceng gondok tumbuh subur, bahkan dapat menutupi perairan. 11. Jawaban: c Kegiatan pertanian sangat berpotensi terhadap pencemaran, baik udara, air, maupun tanah. Kegiatan pemupukan yang berlebihan akan mencemari air. Residu pupuk akan terbawa ke badan air sehingga mengakibatkan meningkatnya zat makanan (fosfat) dalam badan air tersebut. Meningkatnya zat makanan ini mengakibatkan eceng gondok tumbuh subur. 12. Jawaban: a Minamata merupakan sebuah teluk dengan kota kecil di Jepang. Kota ini menjadi terkenal ke seluruh dunia karena lebih dari tiga ribu warga kota ini pernah menderita penyakit yang diakibatkan pencemaran logam raksa atau merkuri. Limbah merkuri yang mencemari Minamata diduga berasal dari perusahaan Nippon Nitrogen Vertilaser dengan produksi utama pupuk Urea. Akibat limbah merkuri tersebut, warga menderita penyakit dengan ciriciri sulit tidur, kaki dan tangan merasa dingin, gangguan penciuman, kerusakan pada otak, gagap bicara, hilangnya kesadaran, dan banyak bayi yang lahir cacat hingga mengakibatkan kematian. 13. Jawaban: d Di perairan yang tercemar limbah organik akan terjadi peningkatan populasi mikroorganisme (bakteri) yang berperan menguraikan limbah organik tersebut. Bakteri memerlukan banyak

oksigen untuk menguraikan limbah organik sehingga nilai DO-nya akan menurun, sedangkan nilai BOD-nya naik. Berkurangnya konsentrasi oksigen terlarut di perairan mengakibatkan organisme yang hidup di perairan kekurangan oksigen sehingga banyak yang tidak bisa bertahan hidup. Akibatnya, terjadi penurunan populasi organisme di perairan yang telah tercemar. 14. Jawaban: c 1) BOD jumlah oksigen terlarut yang diperlukan oleh mikroorganisme dalam air untuk menguraikan bahan organik. 2) COD (Chemical Oxygen Demand) adalah jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengurai seluruh bahan organik yang terkandung dalam air melalui reaksi kimia. 3) DO (Dissolved Oxygen) adalah kadar oksigen terlarut dalam air. 4) TDS (Total Dissolved Solids) adalah benda padat yang terlarut yaitu semua mineral, garam, logam, serta kation-anion yang terlarut dalam air. 5) TSS ( Total Suspended Solid ) atau total padatan tersuspensi adalah padatan yang tersuspensi di dalam air berupa bahanbahan organik dan anorganik yang dapat disaring dengan kertas saring berpori-pori 0,45 milimikron. 15. Jawaban: a Larutan metilen biru merupakan indikator untuk menguji kadar oksigen terlarut. Metilen biru tetap berwarna biru jika diteteskan pada air yang kandungan oksigen terlarutnya tinggi. Sebaliknya, metilen biru tidak akan berwarna jika diteteskan pada air yang tercemar. Jika larutan metilen biru berubah menjadi tidak berwarna, menunjukkan bahwa air tersebut kandungan oksigennya rendah (tercemar). Semakin cepat waktu yang diperlukan oleh larutan metilen biru menjadi tidak berwarna menunjukkan air tersebut semakin tercemar. Sampel I memerlukan waktu paling sedikit (10 menit), artinya sampel I paling tercemar. 16. Jawaban: b Kedalaman sungai tidak dapat digunakan sebagai indikator pencemaran air. Sementara itu, mengukur populasi bakteri, menguji kandungan oksigen terlarut, menguji kandungan bahan organik, dan menguji tingkat kekeruhan air dapat digunakan untuk mengidentifikasi adanya pencemaran. Perairan yang tercemar ditandai oleh meningkatnya populasi bakteri, turunnya kandungan oksigen terlarut, bertambahnya kandungan bahan organik, dan meningkatnya tingkat kekeruhan air.

Biologi Kelas X

85

17. Jawaban: a Karbon monoksida (CO) merupakan polutan berbahaya. Jika CO terhirup masuk ke dalam tubuh manusia, CO lebih mudah berikatan dengan Hb daripada O2. Hal ini karena CO memiliki daya afinitas terhadap Hb lebih tinggi daripada O2. Bahkan ikatan antara CO dengan Hb (COHb) lebih stabil dibanding O2 dengan Hb (HbO2). Keadaan ini mengakibatkan kadar oksigen dalam darah berkurang sehingga mengganggu proses metabolisme di dalam tubuh. 18. Jawaban: b Limbah detergen mengandung senyawa fosfat yang bersifat menyuburkan perairan. Artinya, masuknya zat pencemar tersebut akan memperkaya nutrien di perairan tersebut. Akibatnya beberapa tanaman air, misal eceng gondok tumbuh sangat subur sehingga dapat menutupi permukaan perairan. 19. Jawaban: a 1) Pesatnya pertumbuhan eceng gondok menunjukkan bahwa habitatnya (perairan) telah tercemar limbah fosfat yang berasal dari residu pupuk dan detergen. 2) Lumut kerak tidak dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang udaranya mengalami pencemaran. 3) Cacing Tubifex dapat hidup pada air dengan DO rendah (artinya air tersebut telah tercemar sehingga DO-nya rendah). 4) Cacing tanah dapat mengakumulasi logam berat, misal Pb. 5) Tanaman teratai belum diketahui dapat digunakan sebagai indikator pencemaran. 20. Jawaban: a Limbah pertanian yang berpotensi sebagai polutan yaitu pupuk kimia (buatan) dan pestisida kimia (buatan). Kedua jenis bahan kimia tersebut selain mencemari air juga mencemari tanah. Pupuk buatan berpotensi memperkaya zat makanan (fosfat) perairan sehingga menyuburkan eceng gondok. Adapun pestisida berpotensi mencemari produk pertanian dan membunuh organisme nontarget. 21. Jawaban: d Sesuai dengan prinsip etika lingkungan bahwa kita tidak boleh semena-mena terhadap lingkungan maka kita tidak boleh membuang limbah (polutan) ke alam karena dapat menyakiti alam. Oleh sebab itu, limbah pabrik harus diolah terlebih dahulu agar aman terhadap alam.

22. Jawaban: a Blooming Algae terjadinya karena masuknya senyawa fosfat (yang berasal dari pupuk kimia) ke perairan. Adanya senyawa ini Algae dapat tumbuh subur bahkan mengalami pertumbuhan luar biasa (blooming). 23. Jawaban: c Hutan merupakan habitat berbagai jenis makhluk hidup. Jika hutan dijadikan areal industri, berbagai jenis makhluk hidup akan kehilangan habitatnya. Keadaan ini mengakibatkan ada beberapa jenis makhluk hidup yang tidak dapat bertahan hidup dan lama-kelamaan bisa mengalami kepunahan. Dengan demikian keanekaragaman makhluk hidup semakin berkurang. Sementara itu, hilangnya humus tanah, berkurangnya sumber air, menurunnya kesuburan tanah, dan berkurangnya sumber oksigen merupakan permasalahan komponen abiotik. 24. Jawaban: c Sampah organik rumah tangga dapat diolah menjadi kompos sehingga kompos disebut pupuk organik. Pembuatan kompos merupakan salah satu cara mengurangi volume sampah organik. 25. Jawaban: d Konsentrasi DDT tertinggi terdapat pada top konsumen. Hal ini disebabkan DDT yang sudah masuk ke dalam tubuh organisme tidak dapat diuraikan dan tidak dapat dikeluarkan sehingga terjadi penimbunan DDT di dalam organisme satu ke organisme lainnya. Poros pemusatan polutan di alam dikenal sebagai biological magnification (biomagnifikasi). Jika suatu perairan yang telah tercemar DDT, DDT akan diserap oleh plankton. Kadar DDT dalam tubuh plankton lebih tinggi dari kadar DDT di dalam air. Plankton dimakan ikan kecil maka kadar DDT dalam tubuh ikan kecil lebih besar daripada di dalam tubuh plankton. Ikan kecil dimakan ikan besar maka kadar DDT dalam tubuh ikan besar lebih besar daripada di dalam tubuh ikan kecil. Ikan besar dimakan oleh burung pemakan ikan maka kadar DDT dalam tubuh burung lebih besar daripada di dalam tubuh ikan besar. 26. Jawaban: e 1) Melakukan reboisasi di hutan gundul dan mengurangi penebangan pohon di hutan dapat mengurangi polutan CO2 yang berpengaruh terhadap pemanasan global. 2) Membatasi penggunaan produk beraerosol berguna untuk mengurangi rusaknya lapisan ozon.

86

Kunci Jawaban dan Pembahasan

3)

4)

Mengurangi penggunaan pestisida sintetis bertujuan untuk mengurangi polutan air dan tanah yaitu berupa bahan-bahan kimia aktif pembunuh serangga. Membatasi penggunaan kendaraan bermotor dapat mengurangi kadar polutan yang berupa karbon monoksida dan sulfur dioksida. Sulfur dioksida merupakan komponen pembentuk hujan asam.

2) 3)

4)

Memanfaatkan kain perca untuk membuat keset termasuk tindakan recycle. Mengolah sampah organik menjadi kompos tidak termasuk tindakan 4R (reuse, reduce, recycle, dan replace). Menggunakan kantong plastik saat diperlukan saja merupakan tindakan reduce (mengurangi pemakaian).

27. Jawaban: d 1) Reuse (Memakai Ulang) Reuse adalah menggunakan kembali barangbarang yang sudah tidak dipakai lagi untuk keperluan lain. Contoh menggunakan ember bekas sebagai pot dan memanfaatkan botol kaca untuk wadah minuman. 2) Reduce (Mengurangi Pemakaian) Reduce artinya menggunakan barang-barang hanya saat diperlukan saja. Contoh tidak meminta tas plastik jika belanjaan hanya sedikit. 3) Recycle (Mendaur Ulang) Recycle adalah mengolah barang-barang yang sudah tidak terpakai untuk menjadi produk lain bermanfaat. Contoh melebur botol plastik bekas untuk diolah kembali menjadi mainan anak-anak, memanfaatkan kain perca untuk membuat boneka, dan mengolah kertas koran menjadi kertas untuk bahan kerajinan. 4) Replace (Mengganti) Replace yaitu mengganti barang sekali pakai dan barang yang tidak ramah lingkungan dengan barang yang dapat dipakai kembali dan barang yang dapat didaur ulang. Contoh mengganti gelas plastik sekali pakai dengan gelas kaca. 28. Jawaban: e 1) Asap kendaraan bermotor (sepeda motor dan mobil) menghasilkan polutan berupa CO, CO2, dan NOx. 2) Pembakaran hutan menghasilkan cemaran berupa CO2 dan SOx. 3) Industri plastik, zat warna, dan pestisida menghasilkan bahan pencemar berupa hidrokarbon. 4) Industri peleburan baja, pemurnian petroleum, dan industri asam sulfat mengeluarkan polutan berupa SOx. 29. Jawaban: d 1) Memanfaatkan ember bekas untuk menanam tanaman hias dan membuat vas bunga dari botol bekas minuman termasuk tindakan reuse.

30. Jawaban: e Limbah baterai tidak hanya mengakibatkan polusi, tetapi juga membahayakan sumber daya alam. Hal ini karena baterai bekas mengandung logam berat dan elektrolit korosif yang menjadi sumber daya baterai, seperti timah, merkuri, nikel, kadmium, lithium, perak, seng, dan mangan. Baterai juga mudah meledak jika tersulut api dan bersifat karsinogenik karena mengandung logam berat seperti merkuri. B. Uraian 1. Penebangan hutan mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan, di antaranya sebagai berikut. a. Hilangnya kanopi mengakibatkan air hujan tidak dapat tertahan sehingga air hujan mengalir dengan deras di permukaan tanah. Jika volume hujan cukup besar akan mengakibatkan banjir bandang yang membawa material tanah (erosi) dan potongan pohon. b. Hilangnya sebagian pohon di hutan berarti berkurangnya alam menyerap karbon dioksida di udara sehingga karbon dioksida semakin menumpuk di atmofer. Akibatnya terjadilah peningkatan suhu di permukaan bumi melalui mekanisme efek rumah kaca. c. Hilangnya sebagian pohon di hutan juga berarti berkurangnya fungsi hutan sebagai penahan air hujan yang akan disimpan sebagai air tanah. 2. Etika lingkungan mempunyai prinsip-prinsip sebagai berikut. a. Sikap hormat terhadap alam (respect for nature). b. Prinsip tanggung jawab (moral responsibility for nature). c. Prinsip solidaritas kosmis (cosmic solidarity). d. Prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam (caring for nature). e. Prinsip tidak merugikan atau tidak menyakiti dan merusak alam (no harm). f. Prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam. g. Prinsip keadilan. h. Prinsip demokrasi. i. Prinsip integritas moral.

Biologi Kelas X

87

3. Suatu zat dianggap sebagai polutan jika memenuhi kriteria berikut. a. Jumlahnya melebihi batas normal. b. Berada pada tempat yang tidak semestinya. c. Berada pada waktu yang tidak tepat. 4. a. Terjadinya hujan asam sebagai berikut. Di atmosfer terjadi pencemaran oleh SOx dan NO x dalam jumlah besar. Di udara, SO x mengalami oksidasi menjadi asam sulfat, sedangkan NOx mengalami oksidasi menjadi asam nitrit. Kedua asam ini jatuh bersamasama air hujan hingga membentuk hujan asam. Cara mencegah atau mengurangi terjadinya hujan asam sebagai berikut. 1) Mengurangi kegiatan-kegiatan yang mengeluarkan SOx, seperti pembakaran bahan bakar fosil terutama batu bara dalam kegiatan pembangkitan energi maupun kegiatan industri. 2) Mengurangi kegiatan-kegiatan yang mengeluarkan NOx, seperti penggunaan BBM secara arif dan bijaksana. 3) Mengganti atau mencari alternatif sumber energi yang bebas SOx dan NOx, misal menggunakan bahan bakar air sebagai pengganti bensin. BOD adalah banyaknya oksigen terlarut yang diperlukan oleh mikroorganisme dalam air untuk menguraikan bahan organik. Semakin banyak limbah organik yang mencemari suatu perairan, nilai BOD-nya semakin besar. Hal ini berarti semakin besar nilai BOD, tingkat pencemaran air semakin tinggi. COD adalah banyaknya oksigen yang diperlukan untuk menguraikan seluruh bahan organik yang terkandung dalam air melalui reaksi kimia. Semakin banyak limbah organik yang mencemari suatu perairan, nilai CODnya semakin besar. Hal ini berarti semakin besar nilai COD, tingkat pencemaran air semakin tinggi. DO adalah kadar oksigen terlarut dalam air. Akibat masuknya polutan organik ke perairan mengakibatkan aktivitas mikroorganisme aerobik meningkat sehingga memerlukan banyak oksigen. Hal ini mengakibatkan oksigen terlarut semakin rendah. Semakin kecil nilai DO, tingkat pencemaran air semakin tinggi. pH adalah ukuran keasaman suatu perairan. Air bersih mempunyai pH 5-9. Air dengan pH yang lebih kecil atau lebih besar menunjukkan adanya pencemaran.

e.

TSS ( Total Suspended Solid ) atau total padatan tersuspensi adalah padatan yang tersuspensi di dalam air berupa bahanbahan organik dan anorganik yang dapat disaring dengan kertas saring berpori-pori 0,45 milimikron. Materi yang tersuspensi mempunyai dampak buruk terhadap kualitas air karena mengurangi penetrasi matahari ke dalam badan air, kekeruhan air meningkat yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan bagi organisme produsen. Semakin besar nilai TSS, semakin tinggi tingkat pencemaran yang terjadi.

b.

6. Pertumbuhan eceng gondok yang melimpah di suatu perairan menunjukkan bahwa perairan tersebut kaya dengan nutrien (zat hara), terutama senyawa fosfat. Hal ini membuktikan bahwa eceng gondok mampu menyerap senyawa polutan atau zat pencemar. Berdasarkan kenyataan tersebut, eceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai pengolah limbah, yaitu dengan cara membuat kolam pengolah limbah yang ditanami eceng gondok. Melalui cara ini terbukti bahwa limbah yang dialirkan ke kolam tersebut dapat berkurang nilai BOD, COD, dan pH-nya. 7. a. Semakin jauh jarak dari pembangkit listrik tenaga diesel, populasi Lichenes semakin meningkat. Hal ini karena pembangkitan energi di stasiun pembangkit listrik tersebut menggunakan bahan bakar solar. Pembakaran bahan bakar solar menghasilkan sulfur dioksida yang dapat membunuh Lichenes. Jadi, hanya terdapat beberapa jenis Lichenes yang dapat bertahan hidup di daerah dengan konsentrasi sulfur dioksida yang tinggi. Sulfur dioksida dapat merusak sel dari Algae dan Fungi yang membentuk Lichenes. Selain itu, sulfur dioksida juga dapat mengakibatkan hujan asam yang dapat merusak pigmen klorofil pada Algae. Lichenes sangat sensitif terhadap sulfur dioksida. Hal ini berarti jika pertumbuhan Lichenes di suatu daerah baik atau tidak mengalami gangguan, dapat dipastikan udara di wilayah tersebut bebas gas sulfur dioksida. Sebaliknya, jika pertumbuhan Lichenes terganggu bahkan sampai mengalami kematian berarti udara di wilayah tersebut telah tercemar SO x . Kenyataan ini membuktikan bahwa Lichenes dapat digunakan sebagai indikator pencemaran udara, khususnya pencemaran oleh SOx.

5. a.

b.

b.

c.

d.

88

Kunci Jawaban dan Pembahasan

8. a.

b.

c.

d.

Program Menanam Sejuta Pohon. Program ini mengajak masyarakat untuk menanam pohon sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan kualitas udara di wilayah masing-masing. Dengan menanam pohon sebanyakbanyaknya emisi gas CO2, yang merupakan sumber utama penyebab pemanasan global dapat dikurangi. Program Langit Biru. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas udara dengan cara mengendalikan pencemaran udara dari sumber bergerak dan sumber tidak bergerak. Program Adipura, yaitu salah satu program yang direncanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk membantu Pemerintah Daerah, meningkatkan kemampuannya dalam pengelolaan lingkungan hidup di daerahnya dalam rangka mencapai Tata Praja Lingkungan. Inti dari penerapan Tata Praja Lingkungan adalah penguatan sistem koordinasi sehingga pemerintah dapat memperoleh respons (tanggapan) yang tepat untuk penyelesaian masalah-masalah lingkungan yang mendesak. Program Rantai Emas (Aksi Rehabilitasi Pantai dan Entaskan Masyarakat Setempat). Program Rantai Emas bertujuan memulihkan dan meningkatkan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut secara berkesinambungan, serta meningkatkan ekonomi dan peran serta masyarakat pesisir. Misal dengan menghijaukan kembali kawasan hutan mangrove yang rusak. Cara menangani limbah padat rumah tangga. 1) Memilahkan antara sampah organik dan anorganik. 2) Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik (plastik, kaca, dan logam) ditempatkan dalam wadah tersendiri, terutama sampah B3 (baterai bekas, kaleng bekas cat, dan pestisida). Sampah yang berupa plastik, kaca, dan logam dipilih dan dipilah untuk digunakan lagi atau didaur ulang. Cara menangani limbah cair rumah tangga. 1) Mengalirkan limbah ke dalam pengolahan limbah sederhana, misal membuat kolam penyaringan yang ditanami eceng gondok. 2) Membuat tangki septik ( septic tank) untuk mengolah limbah yang berasal dari WC.

10. Metode lumpur aktif (activated sludge) merupakan salah satu metode biologi dalam pengolahan limbah cair. Dalam metode ini, limbah cair disalurkan ke sebuah tangki dan di dalamnya dicampur dengan lumpur yang kaya akan bakteri aerob. Lumpur ini dikenal dengan istilah lumpur aktif. Proses degradasi berlangsung di dalam tangki tersebut selama beberapa jam, dibantu dengan pemberian gelembung udara aerasi (pemberian oksigen). Aerasi dapat mempercepat kerja bakteri dalam mendegradasi limbah. Selanjutnya, limbah disalurkan ke tangki pengendapan untuk mengalami proses pengendapan, sementara lumpur yang mengandung bakteri disalurkan kembali ke tangki aerasi. Limbah yang telah melalui proses ini dapat dibuang ke lingkungan atau diproses lebih lanjut jika masih diperlukan.

Latihan Ulangan Akhir Semester


A. Pilihan ganda 1. Jawaban: e Sistem klasifikasi lima kingdom yang diajukan oleh Whittaker sebagai berikut. 1) Kingdom Monera meliputi organisme yang memiliki tipe sel prokariotik. 2) Kingdom Protista meliputi organisme eukariotik uniseluler atau multiseluler, autotrof atau heterotrof. 3) Kingdom Fungi meliputi organisme eukariotik yang mampu menguraikan makanan dan menyerapnya. 4) Kingdom Plantae meliputi organisme eukariotik bersel banyak yang mampu melakukan fotosintesis (bersifat autotrof). 5) Kingdom Animalia meliputi hewan eukariotik bersel banyak yang bersifat heterotrof dan memiliki alat gerak aktif. 2. Jawaban: d Hewan seperti pada gambar adalah anoa (Bubalus depressicornis). Hewan ini merupakan salah satu jenis fauna peralihan yang hidup di Sulawesi. Pulau Sumatra, Jawa, dan Kalimantan dihuni oleh fauna daerah Oriental. Sementara itu, Papua dihuni oleh fauna daerah Australian. 3. Jawaban: d Raflesia arnoldi merupakan flora endemik yang banyak terdapat di Sumatra Barat, Bengkulu, dan Aceh.

9. a.

b.

Biologi Kelas X

89

4. Jawaban: c Opsi a merupakan tujuan dari cagar alam, opsi b merupakan tujuan dari taman buru, opsi d merupakan tujuan dari taman nasional, dan opsi e merupakan tujuan dari suaka margasatwa. 5. Jawaban: c Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antarjenis dalam satu marga. Kuda, zebra, dan keledai termasuk dalam satu marga atau genus yaitu Equus. Jawaban: e Dalam penulisan nama spesies, kata pertama diawali dengan huruf kapital dan kata kedua diawali dengan huruf kecil. Penulisannya biasanya miring, tebal, atau digarisbawahi secara terpisah agar berbeda dengan kata atau istilah yang lain. Jawaban: a Meskipun Payage dan Setyawan merupakan warga negara Indonesia, tetapi keduanya memiliki perbedaan secara fisik. Perbedaan tersebut menunjukkan suatu keanekaragaman tingkat gen, karena keduanya merupakan spesies Homo sapiens. Jawaban: b Ciri-ciri tumbuhan lumut sebagai berikut. 1) Hidup di tempat basah atau lembap dan terlindung dari cahaya matahari. 2) Pada permukaan luar tubuh terdapat lapisan lilin untuk menahan masuknya air. 3) Berwarna hijau karena mempunyai klorofil. 4) Peralihan dari Thallophyta ke Cormophyta. Jawaban: b Keterangan gambar: 1 = gametofit 2 = sporofit 3 = kaki 4 = tangkai 5 = kapsul

golongan Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka). Solanum tuberosum termasuk golongan Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup). Marchantia polymorpha termasuk golongan Bryophyta (tumbuhan lumut). 12. Jawaban: d Sporofit pada Anthocerotopsida adalah sporogonium. Sporogonium merupakan organisme penghasil spora. Spora akan berkecambah menjadi protonema yang akan tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumut. Tumbuhan lumut merupakan generasi gametofit yang akan membentuk anteridium (menghasilkan spermatozoid) dan arkegonium (menghasilkan sel telur). 13. Jawaban: b Tumbuhan yang mengalami perkembangan generatif dengan pembuahan ganda termasuk kelompok Angiospermae. Misal anggrek bulan, kantong semar, dan bunga tasbih. Sementara itu, pakis haji dan cemara termasuk Gymnospermae yang mengalami pembuahan tunggal. 14. Jawaban: b Tanaman pada gambar adalah tanaman durian. Tanaman durian tergolong dalam Dicotyledoneae famili Bombacaceae. Contoh tanaman yang tergolong Dicotyledoneae famili Caesalpiniaceae yaitu asam dan kembang merak. Contoh tanaman yang tergolong Monocotyledoneae famili Zingiberaceae yaitu jahe dan kunyit. Contoh tanaman yang tergolong Liliaceae yaitu kembang sungsang. Contoh tanaman yang tergolong Orchidaceae yaitu anggrek. 15. Jawaban: a Spikula yang mengandung silikat atau kersik (SiO2) terdapat dalam rangka tubuh anggota kelas Hexatinellida. Rangka tubuh Calcarea bersifat kalkareus (mengandung kapur). Spikulanya mengandung kalsium karbonat. Rangka dari serabut spongin dan spikula dari zat kersik terdapat pada anggota Demospongia. 16. Jawaban: a Ada lima kelas dalam Mollusca, yaitu Amphineura, Gastropoda, Scaphopoda, Cephalopoda, dan Pelecypoda. Ciri-ciri masing kelas sebagai berikut. a. Kelas Amphineura Hewan yang memiliki tubuh simetri bilateral ini hidup di dekat laut atau pantai. Hewan ini memiliki beberapa lembaran atau beberapa keping cangkang (plate atau valva), umumnya memiliki delapan keping cangkang yang tersusun berlapis-lapis. Amphineura mempunyai beberapa insang di dalam rongga mantelnya, contoh Chiton sp.

6.

7.

8.

9.

10. Jawaban: d Gambar 1: Lycopodium clavatum termasuk kelas Lycopodiinae Gambar 2: Asplenium nidus termasuk kelas Filicinae Gambar 3: Equisetum debile termasuk kelas Equisetinae Gambar 4: Azolla pinnata termasuk kelas Fillicinae 11. Jawaban: c Tumbuhan yang ditunjukkan pada gambar termasuk golongan Pterydophyta (tumbuhan paku). Tumbuhan pada opsi jawaban yang termasuk tumbuhan paku adalah Selaginella caudata. Adapun Agathis alba dan Podocarpus imbricatus termasuk

90

Kunci Jawaban dan Pembahasan

b.

c.

d.

e.

Kelas Gastropoda Hewan ini menggunakan otot perut sebagai kakinya. Sebagian besar anggotanya bercangkang. Gastropoda memiliki dua pasang antena sepasang antena sebagai alat peraba dan pembau dan sepasang antena yang lain sebagai alat penglihat. Contoh Gastropoda adalah bekicot (Achatina fulica). Kelas Scaphopoda Hewan ini memiliki tubuh simetri bilateral, dilindungi oleh cangkang tubular (seperti taring atau terompet) yang terbuka di kedua ujungnya, dan memiliki semacam kaki kecil yang berguna untuk menggali liang. Kepalanya memiliki beberapa tentakel dan tidak memiliki insang, contoh Dentalium sp. Kelas Cephalopoda Cephalopoda berarti hewan yang mempunyai kaki di kepala. Sebagian besar anggotanya tidak bercangkang, tubuhnya simetri bilateral, serta di sekeliling mulutnya terdapat tentakel (pengisap), contoh gurita (Octopus sp.). Kelas Pelecypoda (Lamellibranchiata) Anggota kelas ini mempunyai tubuh simetri bilateral. Pelecypoda memiliki dua buah cangkang pipih sehingga disebut juga Bivalvia. Contoh Pelecypoda adalah tiram mutiara (Pinctada mertensi).

2)

3)

Kelas Trematoda Trematoda disebut pula cacing isap karena hidup parasit pada manusia dan hewan untuk mengisap makanan dari inangnya. Cacing ini biasa hidup di dalam hati, paru-paru, dan usus manusia dan hewan. Di sekitar mulutnya terdapat satu atau lebih alat isap ( sucker ). Sucke r ini dilengkapi dengan gigi kitin untuk mengait pada organ tubuh inangnya. Contoh Trematoda yaitu Fasciola hepatica (cacing hati). Kelas Cestoda Kelompok cacing ini memiliki tubuh berbentuk pipih panjang yang menyerupai pita. Cacing ini merupakan endoparasit dalam saluran pencernaan Vertebrata. Tubuh cacing ini terdiri atas segmen-segmen yang disebut proglotid. Cacing ini mempunyai kepala yang disebut skoleks. Pada skoleks terdapat kait-kait (rostelum) yang tersusun dari bahan kitin. Pada skoleks juga terdapat empat buah pengisap untuk melekat pada dinding usus. Sementara itu, Polychaeta dan Oligochaeta merupakan kelas Annelida (cacing gelang).

17. Jawaban: c Koanosit atau sel-sel leher berfungsi menangkap makanan. Bagian yang berfungsi untuk mengangkut zat-zat makanan dan zat sisa-sisa metabolisme dari satu sel ke sel lainnya adalah sel-sel amoebosit. Saluran air pada Porifera berupa ostium, oskulum, dan spongosol. Bagian yang berfungsi sebagai pelindung dan penopang tubuh pada Porifera berupa spikula. 18. Jawaban: c Platyhelminthes (cacing pipih) merupakan hewan yang mempunyai bentuk simetri bilateral dan berbentuk pipih. Platyhelminthes dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Turbellaria (cacing berambut getar), Trematoda (cacing isap), dan Cestoda (cacing pita). 1) Kelas Turbellaria Turbellaria disebut juga cacing getar. Cacing ini memiliki bentuk tubuh seperti tongkat dan berhabitat di perairan, genangan air, kolam, atau sungai. Biasanya cacing ini menempel pada bebatuan atau daun yang tergenang di air. Contoh anggota Turbellaria yaitu Planaria sp.

19. Jawaban: d Osteichytes merupakan salah satu kelas pada Pisces (bangsa ikan) yang kerangka tubuhnya tersusun atas tulang keras. Sementara itu, ordo Reptilia dibagi menjadi empat ordo berikut. 1) Squamata, terdiri atas dua subordo. a) Lacertilia (bangsa kadal), mempunyai empat tungkai. Contoh kadal (Mabouya sp.), bunglon (Draco sp.), dan komodo (Varanus komodoensis). b) Ophidia (bangsa ular), tidak mempunyai tungkai serta rahang atas dan rahang bawah tidak mempunyai sendi. Contoh piton (Phyton reticulatus), kobra (Naja naja), dan ular sanca hijau (Chondrophyton viridis). 2) Crocodilia (bangsa buaya), mempunyai kulit tebal, rahang kuat, serta pada lubang hidung dan telinga terdapat klep yang dapat menutup ketika berada di dalam air. Contoh buaya muara (Crocodilus porosus). 3) Testudinata (bangsa kura-kura dan penyu), tubuh terlindungi oleh karapaks di bagian atas dan plastron di bagian bawah, tidak mempunyai gigi, dan rahangnya dilapisi zat tanduk. Contoh kura-kura air tawar (Chelydra serpentia) dan penyu hijau (Chelonia mydas). 4) Rhynchocephalia, merupakan ordo yang paling primitif. Contoh tuatara (Sphenodon punctatus).

Biologi Kelas X

91

20. Jawaban: c Ciri-ciri hewan yang ditunjukkan merupakan contoh hewan Monotremata, yaitu ordo Mammalia yang dapat bertelur. Monotremata memiliki paruh, bertelur dan mengerami telurnya, memiliki kelenjar susu tanpa puting susu, serta tidak memiliki daun telinga, contoh platipus. Duyung ( Halicore dugong) merupakan anggota ordo Sirenia, yaitu Mammalia herbivora akuatik yang memiliki tungkai depan mirip sirip, tidak memiliki tungkai belakang karena bermodifikasi menjadi ekor pipih sebagai dayung, dan tubuh tidak memiliki rambut, kecuali rambut kasar pada bibirnya. Kelelawar termasuk ordo Chiroptera, yaitu Mammalia yang dapat terbang menggunakan tungkai berselaput. Landak termasuk dalam ordo Rodentia karena merupakan Mammalia pengerat, dengan gigi seri seperti pahat dan tumbuh terus dari akarnya. Adapun kanguru termasuk dalam ordo Marsupialia, yaitu Mammalia berkantung. 21. Jawaban: a Keterangan gambar: 1 = medusa dewasa 2 = telur 3 = planula

1) 2) 3) 4) 5) 6)

Kadar oksigen rendah. Terdapat di pinggir pantai. Salinitas air dan tanah tinggi. Didominasi oleh tanaman bakau. Berperan dalam mencegah abrasi. Hewan yang banyak ditemukan yaitu ikan, buaya, biawak, dan burung.

26. Jawaban: c Konsumen primer adalah organisme pemakan produsen (konsumen I). Organisme yang berperan sebagai konsumen primer pada jaring-jaring makanan tersebut yaitu tikus, belalang, dan ayam. Sementara itu, padi dan rumput berperan sebagai produsen. Kucing dan ular berperan sebagai konsumen II (konsumen sekunder. Burung elang dan harimau dapat berperan sebagai konsumen III (tersier) dan konsumen IV (kuarterner). Bakteri sebagai pengurai (dekomposer). 27. Jawaban: c Populasi adalah kumpulan beberapa individu sejenis yang berada dalam suatu daerah tertentu pada waktu tertentu. Jadi kumpulan beberapa kepiting yang berada dalam perairan membentuk populasi kepiting. 28. Jawaban: d Bagian paling bawah dari piramida ekologi ditempati oleh produsen. Produsen merupakan organisme yang dapat menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik. Oleh karena itu, produsen disebut organisme autorof. Organisme yang termasuk produsen yaitu fitoplankton, Hydrilla, dan Azolla. 29. Jawaban: b Gambar pada soal menunjukkan daur nitrogen. Beberapa jenis bakteri yang berperan dalam daur nitrogen antara lain Nitrosomonas dan Nitrosococcus yang berperan dalam nitrifikasi, Nitrobacter berperan dalam nitratasi, dan Azotobacter berperan dalam fiksasi nitrogen. Thiobacillus berperan dalam daur fosfor. 30. Jawaban: d Hubungan antara komponen biotik dan abiotik yaitu tumbuhan melakukan fotosintesis menghasilkan oksigen. Dalam hubungan ini, tumbuhan sebagai komponen biotik memengaruhi kadar oksigen di udara (komponen abiotik). Sementara itu, cacing pita yang hidup di usus manusia dan tanaman benalu yang menempel pada inangnya merupakan hubungan antar komponen biotik yaitu simbiosis parasitisme. Lebah yang membantu penyerbukan pada bunga serta hubungan antara ganggang biru hijau dan jamur Basidiomycotina membentuk lumut kerak merupakan hubungan antarkomponen biotik yaitu simbiosis mutualisme.

4 = polip muda 5 = tunas medusa

22. Jawaban: e Ekosistem adalah kesatuan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem dapat juga diartikan sebagai hubungan timbal balik yang kompleks antara organisme dan lingkungannya. Adapun habitat merupakan tempat hidup yang paling sesuai untuk makhluk hidup. Populasi adalah sekelompok individu sejenis yang menempati suatu daerah pada waktu tertentu. Biomassa adalah ukuran berat materi hidup pada waktu tertentu. Komunitas yaitu berbagai jenis makhluk hidup yang terdapat pada suatu daerah yang sama. 23. Jawaban: c Burung-burung yang hidup di sekitar area pertanian biasanya memakan ulat dan biji ataupun buah hasil pertanian. Namun jika burung-burung pengganggu pertanian ini dibasmi, akan mengakibatkan meningkatnya populasi ulat pengganggu. 24. Jawaban: c Dekomposer adalah komponen biotik yang berfungsi mengurai bahan organik yang berasal dari organisme yang telah mati ataupun hasil pembuangan sisa pencernaan menjadi senyawa anorganik. 25. Jawaban: b Gambar pada soal menunjukkan ekosistem hutan pantai. Ciri-ciri ekosistem hutan pantai sebagai berikut.

92

Kunci Jawaban dan Pembahasan

31. Jawaban: a Kegiatan pembukaan hutan biasanya dilakukan dengan pembakaran dan penebangan pohon-pohon di hutan. Akibatnya, beberapa jenis hewan kehilangan habitatnya. Gangguan itu mengakibatkan hilangnya sebagian makhluk hidup penghuni hutan sehingga keanekaragaman di hutan tersebut berkurang atau menurun. Selain itu, pembakaran dan penebangan pohon di hutan dapat mengakibatkan tanah menjadi tandus. Berkurangnya populasi tumbuhan mengakibatkan menurunnya cadangan air tanah dan menurunnya kualitas udara. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Sementara itu, berkurangnya hasil hutan merupakan dampak penebangan hutan di bidang ekonomi. 32. Jawaban: a Wacana pada soal menggambarkan adanya kepedulian sekelompok manusia terhadap kerusakan ekosistem hutan bakau di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Kepedulian ini merupakan bentuk tanggung jawab manusia terhadap lingkungan sehingga berupaya ikut andil dalam melestarikan lingkungan, salah satunya dengan menyumbang bibit pohon bakau. Tindakan bersama acara nyata untuk menjaga kelestarian alam, seperti dalam wacana tersebut menunjukkan bahwa kelestarian dan kerusakan alam merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat manusia. Dengan demikian, tindakan tersebut selaras dengan prinsip etika lingkungan yaitu prinsip tanggung jawab (pilihan a). 33. Jawaban: a Botol plastik dan kaleng merupakan bahan yang tidak dapat hancur secara alami. Oleh karena itu, penanganan paling tepat menggunakan metode recycle (daur ulang). Awalnya sampah botol dan kaleng itu dikumpulkan kemudian dibawa ke pabrik pengolah plastik atau logam untuk dilebur dan diolah menjadi produk lain yang bermanfaat. Adapun pilihan jawaban b, c, d, dan e merupakan tindakan yang tidak tepat. 34. Jawaban: e Pembalakan liar (illegal logging) adalah tindakan penebangan hutan secara ilegal (tidak sah) yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kegiatan ini dapat mengakibatkan beberapa kerusakan lingkungan, di antaranya erosi, banjir bandang, berkurangnya cadangan air tanah di hutan, dan global warming (pemanasan global). Adapun penggunaan pestisida mengakibatkan terbunuhnya hewan nontarget, penggunaan pupuk fosfat berlebihan dapat mengakibatkan eutrofikasi, penggunaan pukat harimau mengakibatkan ter-

hambatannya regenerasi ikan dan merusak habitat ikan, sedangkan penerapan sistem monokultur mengakibatkan unsur-unsur hara tertentu digunakan oleh tumbuhan secara terus-menerus. Dengan demikian, tanah akan kekurangan unsur hara tersebut sehingga terjadi penurunan kesuburan tanah. 35. Jawaban: a Limbah cair dari industri tapioka mempunyai nilai BOD sangat tinggi, yaitu sekitar 7.000 mg/L. Hal ini berarti diperlukan mikroorganisme yang mampu beraktivitas dalam kondisi anaerob. Setelah konsentrasi BOD dalam limbah berkurang, dapat dilakukan pengolahan lanjutan menggunakan mikroorganisme aerob dengan bantuan sistem aerasi kontinu. Dengan demikian untuk mengolah limbah tersebut dapat dipilih sistem lumpur aktif, yang di dalamnya terdapat mikroorganisme anaerobik dan aerobik. 36. Jawaban: c Berdasarkan hasil analisis polutan yang dominan ditemukan di titik B berupa timbal (Pb) dan merkuri (Hg), yang merupakan limbah B3. Polutan ini antara lain dihasilkan oleh industri baterai, perakitan alatalat elektronik, dan rumah sakit. Adapun kegiatan rumah tangga dan rumah makan lebih banyak menghasilkan limbah organik. Sementara bengkel kendaraan menghasilkan limbah berupa hidrokarbon dan pencucian mobil membuang limbah berupa sisa-sisa oli dan air sabun. 37. Jawaban: c Cacing Tubifex sp. mampu hidup dalam air yang mengandung bahan organik sangat tinggi, bahkan saat organisme lain tidak dapat hidup di tempat seperti itu. Sesuai dengan hasil pengamatan di titik II dijumpai cacing Tubifex sp. dalam populasi besar. Hal ini sangat terkait dengan masuknya aliran air limbah di titik II yang berasal dari rumah tangga dan restoran. Limbah tersebut mengandung bahan organik tinggi yang mengakibatkan cacing Tubifex sp. hidup dan populasinya dapat meningkat dengan pesat. Populasi Tubifex sp. di titik III semakin berkurang karena bahan organik di tempat tersebut juga sedikit karena sebagian bahan organik dari titik II sudah terurai. Adapun di titik I tidak terjadi pencemaran bahan organik karena pada hasil pengamatan tidak ditemukan Tubifex sp. 38. Jawaban: e Pembalakan liar (illegal logging) mengakibatkan rusaknya hutan. Adapun dampak rusaknya hutan mengakibatkan berbagai bencana, seperti terjadinya erosi dan banjir bandang, serta meningkatnya suhu permukaan bumi. Selain itu, rusaknya hutan mengakibatkan menurunnya fungsi hutan sebagai penyimpan air tanah. Jadi tujuan pemerintah menindak

Biologi Kelas X

93

pelaku illegal logging adalah untuk menyelamatkan bumi dari bencana, baik yang bersifat lokal maupun yang bersifat global. 39. Jawaban: e Adanya lomba burung berkicau memicu penggemar burung untuk berburu burung-burung calon juara, misal dengan perkawinan silang. Jika burung itu tidak dapat dikawinsilangkan, para penggemar akan berburu di alam. Perburuan terhadap burung liar ini dikhawatirkan dapat mengakibatkan punahnya burung tertentu, terutama burung yang sulit ditangkarkan. Oleh karena itu, tindakan ini perlu dicegah sedini mungkin, misal dengan cara melarang penyelenggaraan lomba burung berkicau yang sulit ditangkarkan. 40. Jawaban: b 1) Biologycal Oxygen Demand (BOD) adalah banyaknya oksigen yang diperlukan oleh mikroorganisme dalam air untuk menguraikan bahan organik. 2) Chemical Oxygen Demand (COD) adalah banyaknya oksigen yang diperlukan untuk mengurai bahan organik yang terkandung dalam air melalui reaksi kimia. 3) Dissolved Oxygen (DO) adalah kadar oksigen terlarut dalam air. 4) Total Suspended Solid (TSS) adalah jumlah lumpur kering (dalam mg/L) dalam limbah setelah disaring menggunakan membran berukuran 0,45 milimikron. 5) Total Dissolved Solid (TDS) adalah kandungan unsur mineral dalam air. B. Uraian 1. Pertanian dan perkebunan monokultur dapat mengurangi tingkat keanekaragaman hayati di suatu wilayah. Pertanian dan perkebunan monokultur hanya menanam satu jenis tanaman saja pada suatu areal yang luas. Akibatnya keanekaragaman organisme yang ada di tempat itu juga berkurang, misal pada perkebunan kelapa sawit binatang yang populasinya menjadi dominan adalah kumbang kelapa sawit, sementara binatang lain yang habitatnya hilang akan tersingkir. Oleh karena itu, pembukaan lahan untuk pertanian dan perkebunan monokultur harus diatur dan dibatasi supaya tidak menghilangkan plasma nutfah yang telah ada.

2.
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Jenis Tumbuhan Podocarpus imbricatus Anthoceros sp. Arachis hipogea Selaginella sp. Ficus benjamina Psilotum sp. Kelas Coniferinae Anthocerotopsida Dicotyledoneae Lycopodiinae Dicotyledoneae Psilophytinae Divisio Spermatophyta Bryophyta Spermatophyta Pterydophyta Spermatophyta Ptrerydophyta

3.

a.

b. 4.

Ciri-ciri tumbuhan paku pada gambar sebagai berikut. 1) Mempunyai daun sempurna. 2) Duduk daun pada batang membentuk sayap. 3) Sporangium tersusun dalam bentuk sorus di permukaan daun. Kelas Filicinae.

Tubuh kerang dilapisi oleh cangkang yang berfungsi sebagai pelindung tubuh. Cangkang terdiri atas tiga lapisan sebagai berikut. a. Periostrakum adalah lapisan tipis dari zat tanduk yang dihasilkan oleh tepi mantel. Periostrakum merupakan lapisan terluar yang berfungsi melindungi cangkang dan memberi warna cangkang. b. Prismatik merupakan lapisan tengah yang terdiri atas kristal-kristal kalsium karbonat dari materi organik yang dihasilkan oleh tepi mantel. c. Nakreas merupakan lapisan mutiara yang dihasilkan oleh seluruh permukaan mantel. Lapisan ini tampak berkilauan dan banyak terdapat pada kerang atau tiram mutiara. Cacing kremi (Oxyuris vermicularis) hidup di dalam usus besar manusia. Pada saat bertelur, cacing betina menuju anus untuk memperoleh oksigen yang diperlukan larva untuk pertumbuhan. Jika anus digaruk dengan kuku maka telur akan melekat di tangan. Makanan yang dipegang oleh tangan tersebut mengakibatkan telur tertelan dan masuk ke dalam tubuh lagi. Karena cacing kembali menginfeksi tubuh manusia melalui aktivitas manusia itu sendiri maka disebut sebagai autoinfeksi. Keterangan gambar: A = Mirasidium B = Sporokista C = Redia D = Serkaria Siklus hidup Fasciola hepatica terdiri atas fase seksual dan fase aseksual. Fase seksual terjadi saat cacing hati dewasa berada di dalam tubuh inang utama (hewan ternak). Fase aseksual dengan cara membelah diri dan terjadi saat larva berada di dalam tubuh inang perantara (siput air tawar).

5.

6.

94

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Siklus hidup Fasciola hepatica dimulai dari telur. Cacing dewasa bertelur di dalam saluran empedu dan kantong empedu hewan ternak. Telur-telur tersebut kemudian masuk ke dalam usus dan selanjutnya keluar dari tubuh hewan ternak melalui fases. Telur tersebut akan menetas menjadi larva bersilia atau mirasidium (A). Selanjutnya, mirasidium masuk ke dalam tubuh siput air dan berkembang menjadi sporokista (B). Sporokista kemudian tumbuh menjadi redia (C) dan serkaria (D). Serkaria mampu menembus jaringan tubuh siput, keluar, serta berenang di air. Serkaria hidup di rerumputan dan tumbuh menjadi metaserkaria. Metaserkaria dapat membentuk kista sehingga dapat bertahan hidup. Apabila rumput yang mengandung kista termakan oleh hewan ternak, kista tersebut kemudian menembus dinding usus menuju ke saluran empedu. Di saluran tersebut cacing Fasciola hepatica tumbuh menjadi dewasa. 7. Di dalam suatu rantai makanan terjadi aliran energi dan materi. Sumber energi utama adalah sinar matahari. Produsen mengubah energi kimia melalui proses fotosintesis. Konsumen primer mendapat energi dari produsen dan konsumen sekunder mendapat energi dari konsumen primer. Demikian seterusnya sampai konsumen terakhir. Sementara itu, materi berupa unsur-unsur, terdapat dalam senyawa kimia yang merupakan materi dasar makhluk hidup dan makhluk tak hidup. Dengan demikian, terjadi perputaran unsur dari alam (abiotik) sehingga membentuk suatu siklus. Lumut kerak (Lichenes) merupakan simbiosis antara jamur dari golongan Ascomycotina atau Basidiomycotina dengan Chlorophyta (Algae hijau) atau Cyanobacteria (Algae hijau) bersel satu (uniseluler). Algae merupakan makhluk hidup autotrof sedangkan jamur merupakan makhluk hidup heterotrof.

Jamur memperoleh makanan dari hasil fotosintesis Algae. Sementara itu, Algae terhindar dari bahaya kekeringan berkat bantuan jamur. Jamur memberikan nutrisi bagi Algae dengan bantuan hifanya yang berukuran sangat kecil dengan luas permukaan yang luas sehingga mampu menyerap nutrisi di tempat yang miskin hara sekalipun (misalnya bebatuan). 9. Memang benar baterai bekas merupakan limbah B3, tetapi cara menanganinya tidak cukup ditanam dalam tanah walaupun ditanam cukup dalam. Dengan menanam di dalam tanah justru bahanbahan pembuat bateri yang mengandung logam berat (Cd, Hg, dan Pb) akan mencemari tanah. Hal ini sangat berbahaya bagi organisme yang hidup dalam tanah dan tumbuhan yang hidup di atasnya. Bahkan manusia juga dapat terkena dampak pencemaran, baik secara langsung maupun tidak langsung. Cara penanganan limbah B3 yang tepat adalah limbah dikumpulkan pada tempat tersendiri. Selanjutnya diserahkan (secara bersama-sama dengan sampah B3 lainnya) ke instansi yang berwenang mengolah limbah B3.

8.

10. Hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day bertujuan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Tema penting dalam hari bebas kendaraan bermotor adalah tinggalkan kendaraan bermotor di rumah dan berjalan kakilah atau gunakan kendaraan tidak bermotor ataupun menggunakan kendaraan umum untuk perjalanan jauh. Program ini sangat baik karena mempunyai beberapa manfaat sebagai berikut. a. Mengurangi pencemaran udara. b. Menghemat penggunaan BBM.

Biologi Kelas X

95