Anda di halaman 1dari 34

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional disebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana
dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua
dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai
tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang
digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Berdasarkan undang-undang tersebut
pemerintah terutama dalam hal ini kementrian pendidikan selalu melakukan
perbaikan-perbaikan dalam menyusun suatu kurikulum yang natinya akan
diterapkan ke dalam sistem pembelajaran diseluruh wilayah Indonesia. Salah
satunya yaitu disusunlah kurikulum yang terbaru saat ini yaitu kurikulum 2013.
Dimana kurikulum 2013 ini bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia
agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman,
produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia (Salinan Lampiran
Permendikbud No. 67 th 2013 ttg Kurikulum SD).
Perubahan kurikulum ini untuk Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama,
Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan. Menurut Mendikbud
M. Nuh (Kompas.com) mengatakan bahwa yang paling esensial dari kurikulum
2013 dirancang untuk SD yang menggunakan pendekatan berbasis sains. Dengan
pendekatan berbasis sains, siswa didorong lebih mampu dalam mengobservasi,
bertanya, bernalar, dan mengomunikasikan atau mem-presentasikan sehingga
tidak lagi diorientasikan kepada hafalan-hafalan. M. Nuh juga menambahkan
bahwa objek yang menjadi pembelajaran adalah fenomena alam, sosial, seni, dan
budaya.
Banyak perubahan yang justru memudahkan guru dalam mengajar karena
semua langkah pembelajaran sudah tertuang dalam buku pedoman untuk guru.
Namun realita yang ada tak sedikit yang mengeluhkan penerapan kurikulum 2013
2

ini sulit karena harus menggunakan sistem tematik dimana ada dua mata pelajaran
yang diintegrasi yaitu pelajaran IPA dan IPS. Buku guru dan buku siswa disusun
berdasarkan panduan yang telah dirancang. Oleh karena itu, rancangan ini akan
penulis analisis apakah antara buku guru dan buku siswa khususnya materi kelas 1
tema I: Diriku subtema 4: Aku Istimewa ini sudah sesuai dengan SKL, KI dan KD
dan saling keterkaitan dalam hasil yang berupa makalah ini.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana strategi menggunakan buku guru dan buku siswa untuk kegiatan
pembelajaran?
2. Apakah buku guru dan buku siswa siswa khususnya materi kelas 1 tema I:
Diriku subtema 4: Aku Istimewa sudah sesuai ditinjau dari aspek isi dengan
SKL, KI dan KD?
3. Apakah buku guru dan buku siswa siswa khususnya materi kelas 1 tema I:
Diriku subtema 4: Aku Istimewa sudah sesuai ditinjau dari aspek kecukupan
dan kedalaman materi?
4. Bagaimana menyusun perencanaan tindak lanjut dari hasil analisis?

C. Tujuan
1. Medeskripsikan strategi menggunakan buku guru dan buku siswa untuk
kegiatan pembelajaran
2. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dan buku siswa kelas 1 tema I: Diriku
subtema 4: Aku Istimewa dengan tuntutan SKL, KI, dan KD
3. Menganalisis buku guru dan buku siswa kelas 1 tema I: Diriku subtema 4: Aku
Istimewa ditinjau dari aspek kecukupan dan kedalaman materi
4. Menyusun perencanaan tindak lanjut dari hasil analisis







3

BAB II
PEMBAHASAN

A. Strategi Menggunakan Buku Guru dan Buku Siswa untuk Kegiatan
Pembelajaran
Tujuan disusunnya buku panduan untuk guru ini adalah untuk
mempermudah para guru dalam melaksanakan pembelajaran tematik terpadu,
seperti halnya yang diungkapkan M. Nuh selaku Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan saat ini pada pengantar buku panduan guru dan buku siswa M. Nuh
mengungkapkan bahwa buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus
dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai
dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, peserta didik diajak
menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang
luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya serap
peserta didik dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru
dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain
(Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diriku: buku siswa).
Terdapat 17 langkah dalam memahami strategi penggunaan buku guru yang
terdapat pada halaman v pada buku panduan untuk guru, yaitu (Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. Diriku: buku guru):
1. Bacalah halaman demi halaman dengan teliti.
2. Pahamilah setiap Kompetensi Dasar dan Indikator yang dikaitkan dengan
tema.
3. Upayakan untuk mencakup Kompetensi Inti (KI) I dan (KI) II dalam semua
kegiatan pembelajaran. Guru diharapkan melakukan penguatan untuk
mendukung pembentukan sikap, pengetahuan, dan perilaku positif.
4. Dukunglah ketercapaian Kompetensi Inti (KI) I dan (KI) II dengan kegiatan
pembiasaan, keteladanan, dan budaya sekolah.
5. Cocokkanlah setiap langkah kegiatan yang berhubungan dengan buku siswa
sesuai dengan halaman yang dimaksud.
6. Mulailah setiap kegiatan pembelajaran dengan memberikan pengantar sesuai
tema pembelajaran. Lebih baik lagi jika dilengkapi dengan kegiatan
pembukaan yang menyenangkan dan membangkitkan rasa ingin tahu siswa.
4

Misalnya bercerita, mengajukan pertanyaan yang menantang, menyanyikan
lagu, menunjukkan gambar dan sebagainya. Demikian juga pada saat
menutup pembelajaran. Pemberian pengantar pada setiap perpindahan
subtema dan tema, menjadi faktor yang sangat penting untuk memaksimalkan
manfaat dan keberhasilan pendekatan tematik terpadu yang diuraikan dalam
buku ini.
7. Kembangkan ide-ide kreatif dalam memilih metode pembelajaran. Termasuk
di dalamnya menemukan kegiatan alternatif apabila kondisi yang terjadi
kurang sesuai dengan perencanaan (misalnya, siswa tidak bisa mengamati
tanaman di luar kelas pada saat hujan).
8. Pilihlah beragam metode pembelajaran yang akan dikembangkan (misalnya
bermain peran, mengamati, bertanya, bercerita, bernyanyi, menggambar, dan
sebagainya). Penggunaan beragam metode tersebut, selain melibatkan siswa
secara langsung, diharapkan juga dapat melibatkan warga sekolah dan
lingkungan sekolah.
9. Kembangkanlah keterampilan berikut ini:
a. pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan
(PAIKEM),
b. keterampilan bertanya yang berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat
tinggi,
c. keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, dan
d. keterampilan mengelola kelas dan pajangan kelas.
10. Gunakanlah media atau sumber belajar alternatif yang tersedia di lingkungan
sekolah.
11. Pada semester I terdapat 4 tema. Tiap tema terdiri atas 4 subtema. Setiap
subtema diuraikan ke dalam 6 pembelajaran. Satu pembelajaran dialokasikan
untuk 1 hari.
12. Perkiraan alokasi waktu dapat merujuk pada struktur kurikulum. Meskipun
demikian, alokasi waktu menurut mata pelajaran hanyalah sebagai petunjuk
umum. Guru diharapkan menentukan sendiri alokasi waktu berdasarkan
situasi dan kondisi di sekolah dan pendekatan tematik terpadu.
13. Pada akhir subtema buku siswa, dilengkapi dengan bahan-bahan latihan yang
sejalan dengan pencapaian kompetensi. Meskipun demikian, guru dianjurkan
5

untuk menambah bahan-bahan latihan bagi siswa dari sumber-sumber yang
lain.
14. Hasil unjuk kerja siswa yang berupa karya dan bukti penilaian dapat
berfungsi sebagai portofolio siswa.
15. Buatlah catatan refleksi setelah satu subtema selesai, sebagai bahan untuk
melakukan perbaikan pada proses pembelajaran selanjutnya. Misalnya faktor-
faktor yang menyebabkan pembelajaran berlangsung dengan baik, kendala-
kendala yang dihadapi, dan ide-ide kreatif untuk pengembangan lebih lanjut.
16. Libatkan semua siswa tanpa kecuali dan yakini bahwa setiap siswa cerdas
dengan keunikan masing-masing. Dengan demikian, pemahaman tentang
kecerdasan majemuk, gaya belajar siswa serta beragam faktor penyebab
efektivitas dan kesulitan belajar siswa, sangat dibutuhkan.
17. Demi pencapaian tujuan pembelajaran, diperlukan komitmen guru untuk
mendidik sepenuh hati (antusias, kreatif, penuh cinta, dan kesabaran).
Panduan/strategi dalam menggunakan buku siswa juga sudah termuat dalam
cetakan buku siswa, diantaranya (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Diriku: buku siswa):
1. Kegiatan pembelajaran yang ada di buku siswa lebih merupakan contoh
kegiatan yang dapat dipilih guru dalam melaksanakan pembelajaran. Guru
diharapkan mampu mengembangkan ide-ide kreatif lebih lanjut dengan
memanfaatkan alternatif-alternatif kegiatan yang ditawarkan di dalam Buku
Panduan Guru, atau mengembangkan ide-ide pembelajaran sendiri.
2. Buku siswa bersifat serba-mencakup (self contained) agar dapat digunakan
oleh orang tua secara mandiri untuk mendukung aktivitas belajar siswa di
rumah. Di setiap akhir pembelajaran, terdapat kolom untuk orang tua dengan
subjudul Belajar di Rumah. Kolom ini berisi aktivitas belajar yang dapat
dilakukan orang tua bersama siswa. Orang tua diharapkan berdiskusi dan
terlibat aktif dalam aktivitas belajar siswa.
3. Wacana-wacana yang ada di buku siswa diperuntukkan bagi guru, bukan
siswa.
Ditinjau dari petunjuk penggunaan buku panduan guru dan buku siswa
dalam menggunakannya sudah sangat jelas apasaja yang perlu diperhatikan dalam
melaksanakan pembelajaran sesuai dengan SKL, KI dan KD yang telah
6

dirumuskan. Untuk kesesuaian isi dari masing-masing buku akan dibahas pada
subbab dalam makalah ini

B. Analisis Kesesuaian Isi Buku Guru dan Buku Siswa Kelas 1 Tema I: Diriku
Subtema 4: Aku Istimewa dengan tuntutan SKL, KI, dan KD
1. Analisis Kesesuaian Isi Buku Guru dan Buku Siswa Kelas 1 Tema I:
Diriku Subtema 4: Aku Istimewa dengan SKL, KI, dan KD



7


Materi
IPA
Materi
IPA
Materi
IPA
8


Materi
IPA
Materi
IPA
Materi
IPA
Materi
IPA
9


Santun, peduli,
rasa ingin tahu
rasa ingin tahu
jujur
Jujur, peduli
Peduli, tertib
peduli
Santun
10

Dari potongan buku guru di atas terlihat bahwa ada beberapa isi buku
terutama pada kemampuan yang akan dikembangkan kurang sesuai dengan
SKL, KI, dan KD dari aspek sikap, penjelasannya adalah sebagai berikut.
a. Kegiatan pembelajaran 1: Pada kegiatan mengamati wajah dan ciri-ciri yang
dimiliki dalan kegiatan ini siswa diminta mengamati wajah teman yang lain
sehingga sikap santun perlu dikembangkan pada saat antar siswa saling
mengamati wajah temannya.
b. Kegiatan pembelajaran 2: Pada kegiatan bermain sambil mengamati ciri
khas teman aspek sikap peduli perlu dikembangkan dengan tujuan siswa
lebih peduli antar sesama teman dan orang lain.
c. Kegiatan pembelajaran 3: Pada kegiatan mendata buah kesukaannya dan
teman siswa diharapkan dapat jujur mengungkapkan apa yang siswa sukai
serta dalam kegiatan menghitung dan menjumlah buah kesukaan teman.
d. Kegiatan pembelajaran 4: Pada kegiatan mengamati perbedaan karakteristik
anggota keluarga dan bekerja sama dalam permaianan bola tangan perlu
dikembangkan sikap peduli dan jujur dalam bermain.
e. Kegiatan pembelajaran 5: Pada kegiatan menulis dan membaca warna
kesukaanku serta mewawancarai temanku dapat dikembangkan sikap
tanggungjawab dan jujur bahwa antar siswa sudah saling mewawancarai
sehingga tidak ada siswa yang sekedar mengarang warna kesukaan
temannya.
f. Kegiatan pembelajaran 6: Pada kegiatan belajar berterima kasih dan
permainan mencari nama teman dapat dikembangkan sikap santun dan
peduli sehingga siswa dapat mengucapkan terima kasih dengan santun dan
lebih peduli dengan teman seiring antar siswa saling akrab.
Dari hasil analisis sementara tentang domain sikap perlu dikaji ulang
sehingga dapat disesuaikan dengan SKL dan KI kelas 1 terutama untuk
subtema 4: Aku Istimewa. Ketika dicermati pada pemetaan indikator mulai dari
pembelajaran 1 sampai 6 tidak ditemukan adanya KD 1 dan 2. Memang untuk
KD 1 dan 2 lebih menunjukkan sikap yang dikembangkan sedangkan sikap
sudah termasuk ke dalam kemampuan yang dikembangkan seperti yang terlihat
pada buku guru. Apakah hal ini cukup bisa menjadi suatu alasan mengapa KD
11

1 dan 2 tidak dimunculkan secara langsung pada pemetaan indikator setiap
pembelaaran Tema I: Diriku khususnya subtema 4: Aku Istimewa.
Sedangkan dari aspek pemetaan kompetensi dasar terlepas dari
ketidakmenyeluruhan KD dituangkan (KD 1 dan 2) sudah sesuai dimana
penyusunan materi yang tertuang pada KD saling berkelanjutan. yaitu; pada
pelajaran Bahasa Indonesia antara KD 3.1 dengan KD 4.1, KD 3.3 dengan KD
4.3, KD 3.4 dengan KD 4.4; pada pelajaran Matematika antara KD 3.11
dengan KD 4.9; pada pelajaran Seni Budaya dan Prakarya antara KD 3.1
dengan Kd 4.1, KD 3.3 dengan 4.10; pada pelajaran Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan antara KD 3.3 dengan KD 4.1; pada pelajaran PPKn
antara KD 3.3 dengan 4.4.
2. Analisis Kesesuaian Isi Buku Guru dengan Buku Siswa Kelas 1 Tema I:
Diriku Subtema 4: Aku Istimewa Ditinjau dari Berbagai Aspek
Kesesuaian isi antara buku guru dengan buku siswa dapat ditinjau dari
aspek pemetaan indikator pembelajaran, langkah-langkah kegiatan yang
terdapat pada buku guru dengan buku siswa dan kegiatan bersama orang tua.
a. Analisis kesesuaian isi buku guru dengan buku siswa Kelas 1 Tema I:
Diriku Subtema 4: Aku Istimewa ditinjau dari pemetaan indikator
pada setiap pembelajaran
Pada pembahasan ini pemetaan indikator berfokus pada dua analisis,
yaitu apakah pemetaan ini sudah sesuai dengan subtema aku istimewa dan
apakah indikator sudah benar dan dapat terukur yang artinya sudah
menggunakan kata kerja operasioanal.
Pada pembelajaran 1 sampai dengan 6, pemetaan sudah sesuai dengan
subtema aku istimewa karena KD yang dituangkan tentang keberagaman
atau perbedaan yang masing-masing memiliki ciri khas/karasteristik
(istimewa). Namun dalam pemetaaan indikator ini belum menggunakan
acuan KD 1 dan 2 Sehingga pengukuran sikap belum terlihat pada indikator
ketercapaian pembelajaran 1 sampai dengan 6. Penyusunan indikator yang
sudah terumuskan, sudah tepat karena dapat terukur sesuai standar kata
kerja operasional dan perlu ditambahkan dengan membuat indikator dari
KD 1 dan 2 yang sesuai. Seperti yang terlihat pada gambar potongan lembar
pada buku guru dibawah ini.
12


2.2. Menunjukkan rasa ingin
tahu untuk mengenal alam
di lingkungan sekitar
sebagai sumber ide dalam
berkarya seni
2.1. Memiliki kepedulian dan rasa ingin
tahu terhadap keberadaan wujud
dan sifat benda melalui
pemanfaatan bahasa Indonesia
dan/atau bahasa daerah
13





14




15




16





17



b. Analisis kesesuaian isi buku guru dengan buku siswa Kelas 1 Tema I:
Diriku Subtema 4: Aku Istimewa ditinjau dari langkah-langkah
kegiatan yang terdapat pada buku guru dengan buku siswa
Kesesuaian isi antara buku guru dengan buku siswa ditinjau dari aspek
langkah-langkah kegiatan pembelajaran sudah sesuai namun perlu lebih
ditekankan lagi untuk guru untuk mangarahkan siswa supaya dapat
memenuhi sikap yang dikembangkan seperti; peduli, rasa ingin tahu, tertib
dan santun.
18

Ada satu gambar yang kurang tepat apabila diamati lebih dalam lagi pada
buku siswa sebagai berikut:



Catatan: Apabila
dicermati gambar
siswa yang berada
dibelakang lebih
pendek. Alangkah
lebih baik gambar
siswa yang di barisan
nomor 2 agak dibuat
lebih tinggi.
19

Terjadi kesalahan konsep terlihat pada gambar awan di atas yaitu
warna biru pada awan yang seharusnya putih atau hitam (mendung). Konsep
warna biru sebenarnya adalah warna langit yang terlihat dari permukaan
bumi.





20

c. Analisis kesesuaian isi buku guru dengan buku siswa Kelas 1 Tema I:
Diriku Subtema 4: Aku Istimewa ditinjau dari aspek kegiatan bersama
orang tua
Kesesuaian isi buku guru dengan buku siswa ditinjau dari aspek
kegiatan bersama orang tua dari pelajaran 1 sampai dengan 6, yang kurang
sesuai hanya pada pembelajaran 2. Pada pembelajaran 2 yang terdapat di
buku siswa tidak ada peran orang tua untuk menceritakan asal daerah ayah
dan ibu tetapi pada buku guru, orang tua dituntut untuk menceritakananya.
Terlihat pada gambar potongan lembar buku guru maupun buku siswa
berikut ini.

(gambar: potongan buku guru)

(gambar: potongan buku siswa)
3. Analisis Kesesuaian Isi Buku Guru dan Buku Siswa Kelas 1 Tema I:
Diriku Subtema 4: Aku Istimewa dengan Penilaian Autentik
Kesesuaian isi buku guru dan buku siswa dengan aspek penilaian autentik
sudah sesuai. Hal ini terlihat dari panduan penilaian yang telah dijelaskan di
awal buku guru serta pada setiap akhir langkah pembelajaran 1 sampai 6.
Namun ada beberapa indikator sikap yang belum dimasukkan ke dalam
pemetaan indikator seperti penjelasan sebalumnya dapat dikembangakan oleh
guru pada saat siswa menjalankan kegiatan pada setiap pembelajaran
berlangsung.

21

C. Analisis Buku Guru dan Buku Siswa Kelas 1 Tema I: Diriku Subtema 4: Aku
Istimewa Ditinjau dari Aspek Kecukupan dan Kedalaman Materi
1. Pembelajaran 1: pelajaran Bahasa Indonesia pada KD 3.1 dan 4.1, SBDP
pada KD 4.10, PPKn pada KD 3.3 dan 4.4 yang memuat tentang meteri IPA
yaitu anggota tubuh, pancaindera, wujud dan sifat benda serta peristiwa siang
dan malam; gerak alam di lingkungan sekitar; keberagaman karakteristik
individu belum terlaksana seluruhnya dalam pembelajaran yang terlihat dari
buku materi siswa dan langkah-langkah pembelajaran yang ada pada buku
guru. Terutama yang menyangkut pancaindera serta peristiwa siang dan
malam
22


2. Pembelajaran 2: materi IPA terintegrasi dalam pelajaran PPKn KD 3.3
tentang bekeragaman karakteristik individu. Materi ini sudah terkandung
dalam langkah pembelajaran yang terdapat pada buku guru dan buku siswa.
3. Pembelajaran 3: pelajaran Bahasa Indonesia pada KD 3.1 dan 4.1 yang
memuat tentang meteri IPA yaitu anggota tubuh, pancaindera, wujud dan sifat
benda serta peristiwa siang dan malam belum terlaksana seluruhnya dalam
pembelajaran yang terlihat dari buku materi siswa dan langkah-langkah
pembelajaran yang ada pada buku guru. Terutama yang menyangkut
peristiwa siang dan malam

4. Pembelajaran 4: materi IPA terintegrasi dalam pelajaran PPKn KD 3.3 dan
KD 4.4 tentang bekeragaman karakteristik individu. Materi ini sudah
terkandung dalam langkah pembelajaran yang terdapat pada buku guru dan
buku siswa.
23

5. Pembelajaran 5: materi IPA terintegrasi dalam pelajaran pelajaran Bahasa
Indonesia pada KD 3.1 dan 4.1 tentang anggota tubuh, pancaindera, wujud
dan sifat benda serta peristiwa siang dan malam sudah terlaksana dalam
pembelajaran yang terlihat dari buku materi siswa dan langkah-langkah
pembelajaran yang ada pada buku guru. Namun terjadi kesalahan konsep
pada warna awan.


6. Pembelajaran 6: tidak ada materi IPA pada pelajaran Bahasa Indonesia
danMatematika yang terpetakan dalam indikator pembelajaran. Tidak
menjadi masalah karena tidak dapat dipaksakan materi IPA diintegrasikan
kedalamnya.

24

D. Perencanaan Tindak Lanjut
Dari semua hasil analisis dapat dibuat perencanaan untuk perbaikan dari berbagai aspek. Hasil analisis dapat dirangkum dalam tabel
sebagai berikut.
FORMAT ANALISIS BUKU GURU
Judul buku : DIRIKU - Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013
Kelas : 1 (Satu)
Jenjang : Sekolah Dasar
Tema/Sub : Diriku/ Aku Istimewa
NO. ASPEK YANG DIANALISIS
HASIL ANALISIS
TINDAK LANJUT HASIL
ANALISIS PB 1 PB 2 PB 3 PB 4 PB 5 PB 6
1. Kesesuaian dengan SKL S S S S S S Bisa dilaksanakan
2. Kesesuaian dengan KI KS KS KS KS KS KS Perlu perbaikan
3. Kesesuaian dengan KD KS KS KS KS KS KS Perlu perbaikan
4. Kecukupan materi ditinjau dari:
a. cakupan konsep/materi esensial;
b. alokasi waktu.

KS
S

S
S

KS
S

S
S

KS
S

S
S

Perlu perbaikan
Bisa dilaksanakan
5. Kedalaman materi pengayaan ditinjau dari:
a. Pola pikir keilmuan; dan
b. Karakteristik siswa

S
S

S
S

S
S

S
S

S
S

S
S

Bisa dilaksanakan
Bisa dilaksanakan
6. Informasi pembelajaran sesuai Standar Proses S S S S S S Bisa dilaksanakan
7. Penerapan Pendekatan Scientific S S S S S S Bisa dilaksanakan
8. Instrumen penilaian autentik S S S S S S Bisa dilaksanakan
9. Kolom Interaksi antara guru dengan orang tua S KS S S S S Perlu perbaikan

25

FORMAT ANALISIS BUKU SISWA
Judul buku : DIRIKU - Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013
Kelas : 1 (Satu)
Jenjang : Sekolah Dasar
Tema/Sub : Diriku/ Aku Istimewa
NO. ASPEK YANG DIANALISIS
HASIL ANALISIS
TINDAK LANJUT HASIL
ANALISIS PB 1 PB 2 PB 3 PB 4 PB 5 PB 6
1. Kesesuaian dengan SKL S S S S S S Bisa dilaksanakan
2. Kesesuaian dengan KI KS KS KS KS KS KS Perlu perbaikan
3. Kesesuaian dengan KD KS KS KS KS KS KS Perlu perbaikan
4. Kecukupan materi ditinjau dari:
c. cakupan konsep/materi esensial;
d. alokasi waktu.

KS
S

S
S

KS
S

S
S

KS
S

S
S

Perlu perbaikan
Bisa dilaksanakan
5. Kedalaman materi pengayaan ditinjau dari:
c. Pola pikir keilmuan; dan
d. Karakteristik siswa

S
S

S
S

S
S

S
S

S
S

S
S

Bisa dilaksanakan
Bisa dilaksanakan
6. Informasi pembelajaran sesuai Standar Proses S S S S S S Bisa dilaksanakan
7. Penerapan Pendekatan Scientific S S S S S S Bisa dilaksanakan
8. Instrumen penilaian autentik yang tersedia
dalam buku siswa
S S S S S S Bisa dilaksanakan
9. Kolom Interaksi antara guru dengan orang tua S KS S S S S Perlu perbaikan


26

Beberapa rekomendasi telah di jelaskan pada pembahasan sebelumnya, untuk lebih
jelasnya rekomendasi berbaikan dari hasil analisis tertuang dalam bentuk RPP
sebagai berikut:
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah : SDN Banggle 02
Tema/Sub : Diriku/ Aku Istimewa
Kelas/Semester : I (Satu)/ 1 (satu)
Pembeajaran ke- : 1
Alokasi Waktu : 5 35

I. Kompetensi Inti
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan
masyarakat.
3. Memahami pengetahuan faktual, dengan cara mengamati (mendengar,
melihat dan membaca) dan bertanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang
dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang
dijumpainya baik di rumah, di sekolah, dan di tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan
logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak
sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan
berakhlak mulia.

II. Kompetensi Dasar
Bahasa Indonesia
2.1. Memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan
sifat benda melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa
daerah
3.1. Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud
dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru
27

atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi
dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman
4.1. Mengamati dan menirukan teks deskriptif tentang anggota tubuh dan
pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam
secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi
dengan kosakata
Seni Budaya dan Prakarya
2.2. Menunjukkan rasa ingin tahu untuk mengenal alam di lingkungan sekitar
sebagai sumber ide alam berkarya seni
3.1. Mengenal cara dan hasil gambar ekspresi
4.1. Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna, dan bentuk
berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar
4.10. Menirukan gerak alam di lingkungan sekitar melalui gerak kepala,
tangan, kaki, dan badan berdasarkan rangsangan bunyi
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2.3. Menunjukkan perilaku kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan
sekolah
3.3. Mengenal keberagaman karateristik individu di rumah dan di sekolah
4.4. Mengamati dan menceritakan keberagaman karateristik individu di
rumah dan sekolah

III. Indikator Pencapaian
Bahasa Indonesia
Menunjukkan sikap peduli dan rasa ingin tahu
Menjelaskan karakteristik masing-masing siswa
Membandingkan gambar
Seni Budaya dan Prakarya
Menunjukkan rasa ingin tahu
Menggambar diri berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya
Menirukan gerak alam melalui permainan
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Menunjukkan sikap percaya diri saat bercerita
Menjelaskan perbedaan karakteristik teman di kelasnya
28

Menunjukkan sikap menerima keberagaman di antara teman-temannya di
sekolah

IV. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah melakukan pengamatan terhadap temannya, siswa dapat
menjelaskan perbedaan dan persamaan karakteristik siswa di kelasnya
dengan tepat.
2. Setelah mendengar penjelasan guru, siswa dapat menunjukkan sikap
menerima atas perbedaan dan persamaan karakteristik siswa di kelasnya
dengan baik.
3. Setelah mengamati gambar, siswa dapat melengkapi gambar berdasarkan
ciri-ciri yang ada dengan tepat dan memiliki rasa ingin tahu.
4. Setelah siswa saling memperhatikan karakteristik temannya, siswa dapat
memiliki sikap peduli terhadap temannya.
5. Dengan melakukan permainan, siswa dapat bergerak mengikuti aturan
permainan dengan benar

V. Pendekatan dan Metode Pembelajaran
Pendekatan: scientific
Strategi: Kooperatif
Metode: permainan, latihan, diskusi, dan penugasan

VI. Langkah-Langkah Kegiatan
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI WAKTU
Pendahuluan
a. Memberi salam dan
Mengajak siswa untuk
berdoa menurut keyakinan
agama masing-masing
(untuk mengawali kegiatan
pembelajaran)
b. Melakukan Komonikasi
tentang kehadiran siswa
(Absensi)
c. Siswa diminta berpasangan
saling mengamati satu sama
lain (Observing)
10 menit 2
29

Inti (kegiatan 1)
a. Siswa diminta mengamati
gambar di buku siswa.
b. Guru menyampaikan bahwa
manusia mempunyai
perbedaan dan persamaan
baik tentang kesukaan
maupun tentang bagian-
bagian tubuh yang di miliki.
Seperti sama-sama memiliki
dua mata, dua kaki, dan dua
tangan.
c. Siswa diminta berpasangan
dan bercermin secara
bergantian mengamati
bentuk mata, hidung, warna
rambut dan temukan ciri
khusus lainnya seperti tahi
lalat.
d. Usai menggambar, mintalah
siswa untuk saling
membandingkan gambar
yang telah dibuat.
e. Siswa mengamati
persamaan dan perbedaan
diantara keduanya (meliputi
bentuk mata, hidung,mulut
dll).
f. Siswa menyampaikan hasil
pengamatannya di depan
kelas sambil menunjukkan
gambar masing-masing.
g. Siswa lain dapat
memberikan pendapatnya.
h. Kegiatan diulang sampai
semua siswa mendapat
kesempatan.
i. Hasil gambar siswa
ditempel di papan yang
sudah disediakan oleh guru
65 menit
Inti (kegiatan 2)
a. Guru menyanyikan lagu
Ular Naga karya Ibu Sud
dan mengajak siswa untuk
bersama-sama menyanyikan
lagu tersebut.
b. Setelah anak-anak
mengetahui lagu Ular
Naga, guru menyampaikan
bahwa siswa akan bermain
permainan Ular Naga.
c. Guru menjelaskan aturan
bermain Ular Naga pada
siswa dan mengajak siswa
untuk menuju lapangan.
70 menit
30

d. Minta dua orang siswa
untuk menjadi penjaga.
e. Penjaga menggabungkan
kedua tangannya
membentuk terowongan.
Masing-masing penjaga
memilih kata rahasia,
misalnya penjaga satu
burung hantu dan penjaga
kedua ayam jago. Kata
rahasia bisa berupa nama
warna, makanan kesukaan,
dan lain-lain. Kata rahasia
harus dipilih oleh siswa lain
yang tertangkap dan
menirukan bunyi kata
rahasia yaitu ayam jago
atau burung hantu.
f. Siswa-siswa lainnya
berperan menjadi ular,
berbaris panjang dengan
memegang bahu teman di
depannya.
g. Rangkaian ular, berjalan
bersama dalam barisan,
berputar-putar mengelilingi
dan memasuki terowongan
sambil menyanyikan lagu
Ular Naga.
h. Saat lagu berakhir, anak
yang berada tepat di bawah
terowongan, ditangkap oleh
penjaga.
i. Anak yang tertangkap
diminta memilih salah satu
kata rahasia yang ada,
misalnya, Pilih ayam jago
atau burung hantu?. Jika
yang dipilih adalah ayam
jagol, maka anak tersebut
berdiri di belakang penjaga
yang mempunyai kata
rahasia ayam jago dan
menirukan bunyi ayam jago
ketika pagi menjelang, jika
pilihannya burung hantu,
maka dia berdiri di belakang
penjaga dengan kata rahasia
burung hantu dan
menirukan bunyi burung
hantu ketika malam hari.
j. Demikian seterusnya sampai
seluruh siswa habis
tertangkap dan berbaris
dibelakang salah satu
penjaga sesuai kata rahasia
yang dipilih.
k. Permainan dilanjutkan
dengan membentuk barisan
31

per kelompok membentuk
seperti ular naga. Para
penjaga berperan sebagai
kepala naga, siswa di
belakang berperan sebagai
ekor naga. Para kepala naga
saling berhadapan dan
permainan selanjutkan siap
dilangsungkan.
l. Selanjutnya, dua kelompok
naga berusaha saling
menangkap anggota lawan
yang berada pada posisi
paling ujung (penjaga
kelompok ayam jago
berupaya menangkap ekor
kelompok burung hantu,
dan sebaliknya) dengan
syarat barisan tidak boleh
putus.
m. Kepala naga bergerak ke
kanan dan ke kiri sambil
merentangkan tangannya
seolah melindungi barisan
di belakangnya agar tidak
tertangkap lawan.
n. Permainan berakhir ketika
salah satu barisan sudah
habis.
o. Usai bermain, guru dapat
menjelaskan mengenai sikap
sportif dan besar hati yang
harus dimiliki oleh
kelompok yang kalah, serta
sikap rendah hati dan tidak
sombong bagi kelompok
yang berhasil memenangkan
permainan. Guru juga
menjelaskan pentingnya
persatuan atau kekompakan
agar dapat memenangkan
permainan.
Penutup
a. Bertanya jawab tentang
materi yang telah dipelajari
(untuk mengetahui hasil
ketercapaian materi)
b. Guru mengingatkan siswa
untuk melakukan kegiatan
bersama orang tua sesuai
petunjuk yang ada si buku
pegangan siswa
c. Mengajak semua siswa
berdoa menurut agama dan
keyakinan masing-masing
(untuk mengakhiri kegiatan
pembelajaran)
10 menit 2


32

VII. Media dan Alat Pembelajaran
Buku Tematik untuk Siswa
Cermin
Kertas untuk menggambar
Alat tulis
Papan untuk menempel karya
Teks lagu Ular Naga

VIII. Penilaian Hasil Pembelajaran
1. Prosedur Penilaian
a. Penilain Proses
Menggunakan format pengamatan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran
sejak dari kegiatan awal sampai dengan kegiatan akhir
b. Penilaian Hasil Belajar
Menggunakan instrumen penilaian hasil belajar dengan tes tulis dan lisan
(terlampir)
2. Instrumen Penilaian
a. Penilaian Proses
1) Penilaian Sikap
2) Penilaian Keterampilan (Kinerja)
b. Penilaian Hasil Belajar (Pengetahuan) (Terlampir / lihat pada buku
siswa)
Isian singkat



33

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berbagai tinjauan aspek analisis ditemukan banyak kekuarang-kekurangan
dalam buku panduan guru dan buku siswa kurikulum 2013. Temuan-temuan itu
diantaranya:
1. Kurang kesesuaian isi antara buku guru dan buku siswa kelas 1 tema I:
diriku subtema 4: Aku Istimewa dengan SKL, KI dan KD
2. Kedalaman materi belum mencakup semua KD dan indikator yang
dipetakan
3. Kolom interaksi antara guru dan orang tua ada yang belum sesuai
4. Belum meratanya pemetaan KD dan indikator
Selain temuan kekurang pada buku guru dan buku siswa yang telah diungkap di
atas ada pula kesesuaian yang mempermudah guru dalam melakukan
pembelajaran, yaitu:
1. Strategi penggunaan buku dan pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013
2. Rubrik penilaian yang sudah sangat jelas dipaparkan dalam buku panduan
guru

B. Saran
1. Bagi Pemerintah
Dalam menentukan kebijakan dan penggantian kurikulum lebih matang
dan menunjuk orang-orang yang berkompeten dalam bidang pendidikan
sehingga menghasilkan produk yang bagus untuk diterapkan pada
pembelajran di sekolah
2. Bagi Guru
Melakukan persiapan sebelum memulai pembelajaran sehingga ketika ada
hal-hal yang kurang sesuai pada buku panduan guru bisa langsung mencari
solusi untuk membenahi ketidaksesuaian tersebut
3. Bagi Siswa
Adanya buku materi kurikulum 2013 ini bisa mempermudah proses belajar
sehingga tak ada alasan lagi untuk tidak semangat belajar

34

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. (2003). Undang-Undang RI Nomor 20, Tahun 2003, tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
Depdiknas. (2013). Peraturan Pemerintah RI Nomor 67, Tahun 2013, tentang
Kurikulum SD.
Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Diriku : buku guru/
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan.
Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Diriku : buku siswa/
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan.
Kurikulum 2013. (2012, 13 November) kompas.com (diakses pada november 2012)