Anda di halaman 1dari 37

BAB II

KONSEP DASAR
A. PENGERTIAN.
Typhus Abdominalis (demam tifoid, enteric fever) ialah penyakit infeksi
akut yang biasaya mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari
satu minggu, gangguan pada pencernaan dan gangguan kesadaran (Ngastiyah, 1999)
!emam tifoid adalah infeksi demam sistemik akut yang nyata pada fogosit
mononuclear dan membutuhkan tatanama yang terpisah ("orrison, 1999)
!emam enterik adalah sindrom klinis sitemik yang dihasilkan oleh
organisme salmonella tertentu (Nelson, 1999)
Tifus abdominalis adalah infeksi yang mengenai usus halus, disebarkan dari
kotoran ke mulut melaluiu makanan dan minuman dan air yang tercemar dan sering
timbul dalam #abah ($arkum, 1991)
%adi tifus abdominalis adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh
kuman salmonella typhi dan terdapat pada saluran pencernaan yang disertai dengan
demam lebih dari satu minggu, dan gangguan kesadaran
B. ANATOMI DAN FISIOLOGI
Gambar 1
Anatomi Tubuh
Gambar& http&###medicastorecom
'istem pencernaan berurusan dengan penerimaan makanan dan
mempersiapkanya untuk asimilasi oleh tubuh 'aluran pencernaan terdiri atas bagian(
bagian berikut&
1 $ulut
Adalah rongga lonjong pada permulaan saluran pencernaan Terdiri atas dua
bagian luar yang sempit atau vestibula yaitu ruang diantara gusi serta gigi dengan
bibir dan pipi, dan bagian dalam yaitu rongga mulut yang dibatasi disisi(sisinya
oleh tulang ma)ilaris dan semua gigi dan disebelah belakang bersambung dengan
a#al farin)
Gambar 2
Anatomi Mulut
Gambar& http&###medicastorecom
a *agian luar yang sempit+vestibula yaitu ruang diantara gusi,gigi,bibir,dan
pipi &
1) *ibir
!isebelah luarmulut ditutupi oleh kulit dan disebelah dalam ditutupi
oleh selaput lendir (mukosa),tot orbikularis oris menutupi bibir -evator
anguli oris mengakat dan depressor anguli oris menekan ujung mulut
.) /ipi,dilapisi dari dalam oleh mukosa yang mengandung
papila,otot yang terdapat pada pipi adalah otot buksinator
0) 1igi
b *agian rongga mulut atau bagian dalam,yaitu rongga mulut yang dibatasi
sisinya oleh tulang maksilaris, palatum dan mandibularis disebelah belakang
bersambung dengan faring
1) /alatum terdiri atas . bagian yaitu& /alatum !urum (palatum keras) yang
tersususn atas tajuk(tajuk palatum dari sebelah tulang maksilaris dan lebih
kebelakang terdiri dari . tulang palatum /alatum $ole (palatum lunak)
terletak dibelakang yang merupakan lipatan menggantung yang dapat
bergaerak,terdiri atas jaringan 2ibrosa dan selaput lendir
.) -idah
Terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir, kerja otot
lidah ini dapat digerakkan kesegala arah
-idah dibagi atas 0 bagian&
a) 3adiks -ingua 4 pangkal lidah
b) !orsum lingua 4 punggung lidah
c) Apeks -ingua 4 ujung lidah
/ada pangkal lidah yang belakang terdapat epligotis, /unggung lidah
(dorsum lingua),terdapat putting(putting pengecap+ ujung saraf pengecap,
2renulum lingua,merupakan selaput lendir yang terdapat pada bagian
ba#ah kira(kira ditengah(tengah, jika lidah digerakkan ke
atas nampak selaput lendir 2lika sub lingua, terdapat disebelah kiri dan
kanan frenulum lingua !isini terdapat pula lipatan selaput lendir
/ada pertengahan flika sub lingua ini terdapat saluran dari glandula
parotis, sub maksilaris dan glndula sub lingualis
1) 5elenjar -udah
$erupakan kelenjar yang mempunyai duktus yang bernama duktus
#artoni dan duktus stnsoni 5elenjar ludah ada., yaitu&
a) 5elenjar ludah ba#ah rahang (kelenjar submaksilaris) yang terdapat di
ba#ah tulang rahang atas pada bagian tengah
b) 5elenjar ludah ba#ah ludah (kelenjar sublingualis) yang terdapat
disebelah depan diba#ah lidah
!iba#ah kelenjar ludah ba#ah rahang dan kelenjar ludah
ba#ah lidah diantara lipatan ba#ah lidah bagian ba#ah dari lidah
disebut koronkula sublingualis serta hasil sekresinya berupa kelenjar
luadah (saliva) 'aliva dihasilkan didalam rongga mulut disekitar
rongga mulut !isekitar rongga mulut terdapat 0 buah kelenjar ludah
yaitu&
i 5elenjar parotis, letaknya diba#ah depan dari telinga diantara
prosesus mastoid kiri dan kanan os mandibular,duktusnya duktus
stensoni!uktus ini keluar dari glandula parotis menuju kerongga
mulut melalui pipi (muskulus buksinator)
ii 5elenjar submaksilaris,terletak diba#ah rongga mulut bagian
belakang,duktusnya bernama duktus #artoni,bermuara di rongga
mulut bermuara didasar rongga mulut 5elenjar ludah didasari oleh
saraf(saraf tak sadar
.) ,tot lidah
,tot ekstrinsik lidah berasal darirahang ba#ah ($mandibularis,oshitoid
dan prosesus steloid) menyebar kedalam lidah membentuk anyaman
bergabung dengan otot intrinsik yang terdapat pada lidah $1enioglossus
merupakan otot lidah yang terkuat berasal dari permukaan tengah bagian
dalam yang menyebar sampai ke radiks lingua
. 2arin)
$erupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan
(esofagus),didalam lengkung faring terdapat tonsil (amandel) yaitu kumpulan
kelenjar limfe yang banyak mengandung limfosit
!isini terletak persimpangan antara jalan nafas dengan jalan
makanan,letaknya dibelakang rongga mulut dan rongga hidung,didepan ruas
tulang belakang
5eatas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung dengan perantaran
lubang bernama koana
5eadaan tekak berhubungan dengan rongga mulut dengan perantaran lubang
yang disebut ismus fausium
Tekak terdiri dari&
a *agian superior (nasofaring ),bermuara tuba yang menghubungkan
tekak dengan ruang gendang telinga
b *agian media (orofaring),berbatas kedepan sampai diakar lidah
bagian superior disebut faring 4 faring yang menghubungkan tekak
dengan tenggorokan (trakea)
c *agian inferior 4 bagian yang sama tinggi dengan faring
0 6sofagus
$erupakan saluran yang menghubungkan tekak dengan
lambung,panjangnya 7 .8 cm,mulai dari faring sampai masuk kardiac diba#ah
lambung
-apisan dinding esofagus dari dalam ke luar terdiri dari & lapisan selaput
lendir (mukosa),lapisan submukosa,lapisan otot melingkar sirkuler dan lapisan
otot memanjang longitudinal 6sofagus terletak dibelakang trakea dan didepan
tulang punggung setelah melalui toraks menembus diafragma masuk ke dalam
abdomen menyambung dengan lambung
9 -ambung (gaster)
$erupakan bagian dari saluran yang dapat mengembang paling banyak
terutama didaerah epigaster lambung, terdiri dari bagian atas fundus uteri
berhubungan dengan esofagus melalui orifisium pilarik terletak diba#ah
diafragma didepan pangkreas dan limpa menempel disebelah kiri fundus uteri
*agian lambung terdiri dari&
a fundus ventrikuli
*agian yang menonjol keatas terletak sebelah kiri osteom kardium
dan biasanya penuh berisi gas
b korpus fentrikuli
5orpus fentrikuli setinggi ostium kardium suatu lekukan pada bagian
ba#ah kurfatura minor
c antrum vilorus
Antrum vilorus bagian lambung berbentuk tabung mempunyai otot
yang tebal membentuk spinter pilorus
d 5urvatura minor
5urvatura minor terdapat disebelah kanan lambung, terbentang dari
osteom kardiak sampai ke pilorus
e kurvatura mayor
5urvatura mayor lebih panjang dari kurvatura minor terbentang dari
sisi kiri osteom kardiakum melalui fundus ventrikuli menuju kekanan
sampai ke pilorus inferior -igamentum gastro lenalis terbentang dari
bagian atas kurvatura mayor sampai ke limfa
f ,steom kardiakum
,steom kardiakum merupakan tempat dimana esofagus bagian
abdomen masuk ke lambung pada bagian ini terdapat orifisium pilorik
Gambar
Anatomi Lambun!
Gambar& http&###medicastorecom
8 :sus halus (intesinum minor)
Adalah bagian dari sistem pencernaan makanan yang berpangkal pada
pilorus dan berakhir pada seikum, panjangnya kurang lebih ; m merupakan
saluran paling panjang tempat proses pencernaan dan absorbsi hasil pencernaan
:sus halus terletak didaerah umbilikus dan dikelilingi oleh usus besar dibagi
dalam beberapa bagian
a !uodenum
!isebut juga usus 1. jari panjangnya kurang lebih .8 cm, berbentuk
seperti sepatu kuda melengkung kekiri pada lengkungan ini terdapat pangkreas
b <eyenum dan illium
$empunyai panjang sekitar ; m, dua perlima bagian atas adalah
(yeyenum) dengan panjang .(0 m dan ilium dengan panjang 9(8 m -ekukan
yeyenum dan ilium melekat pada dinding abdomen posterior dengan perantara
lipatan peritonium yang berbentuk kipas dikenal sebagai mesenterium
('yaifuddin, 199.)
Gambar "
Anataomi #$u$ %alu$
Gambar&
http&###medicastorecom
; :sus besar
panjangnya 1,8 m lebarnya 8(; cm, bagian(bagian usus besar&
a 'eikum
!iba#ah seikum terdapat apendik vermiformis yang berbentuk seperti
cacing sehingga disebut juga umbai cacing, panjangnya ; cm
b 5olon asenden
/anjangnya 10 cm terletak diba#ah abdomen sebelah kanan membujur
keatas dari ilium keba#ah hati
c Apendik
*agian dari usus besar yang muncul seperti corong dari akhir seikum
mempunyai pintu keluar yang sempit tapi masih memungkinkan dapat dile#ati
oleh beberapa isi usus
d 5olon tranfersum
/anjangnya 0= cm, membujur dari kolon asenden sampai ke kolon
desenden, berada diba#ah abdomen, sebelah kanan terdapat flektura hepatika
dan sebelah kiri terdapat flektura lienalis
e 5olon desenden
/anjangnya .8 cm, terletak diba#ah abdomen bagian kiri, membujur
dari atas ke ba#ah dari flksura lienalis sampai kedepan ilium kiri bersambung
dengan kolon sigmoid
f 5olon sigmoid
$erupakan lanjutan dari kolon desenden terletak miring dalam rongga
pelvis sebelah kiri, bentuknya menyerupai huruf ' ujung ba#ahnya
berhubungan dengan rektum
Gambar &
Kolon Si!moi'
Gambar& http&###medicastorecom
> 3ektum
Terletak diba#ah kolon sigmoid yang menghubungkan intestinum mayor
dengan anus, terletak dalam rongga pelvis didepan os sakrum dan os koksigis
= Anus
Adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan rektum dengan
dunia luar (udara luar) terletak didasar pelvis didingnya diperkuat oleh 0 spinter&
a 'pinter Ani ?nternus, bekerja tidak menurut kehendak
b 'pinter -evator Ani, bekerja juga tidak menurut kehendak
c 'pinter Ani 6ksternus, bekerja menurut kehendak ('yaifuddin,
199.)
Gambar (
Anatomi Anu$
Gambar& http&###medicastorecom
2ungsi primer saluran pencernaan adalah menyediakan suplai terus(menerus
pada tubuh akan air, elektrolit dan @at gi@i 'istem pencernaan dimulai pada saat
makanan masuk kedalam mulut dan di hancurkan oleh gigi /englihatan,
penciuman dan pengecap makanan mencetuskan saliva oleh reflek saraf 'eliva
melumaskan makanan dan memungkinkan makanan untuk diubah menjadi massa
yang lunak atau bolus 'ebagian makanan dihancurkan kemudian dapat lebih
menstimulasi reseptor(reseptor pengecap 'elain fungsi ini saliva juga
mengandung en@im ptialin yang memulai pemecahan karbohidrat menjadi gula
sederhana 'aliva di sekresi oleh 0 kelenjar utama& 5elenjar parotis yang
menghasilkan saliva yang banyak mengandung air 5elenjar sublingual dan
kelenjar submandibular yang menghasilkan saliva berair dan berlendir ($onica
6ster, 1999)
$enelan dimulai sebagai kerja volunter yang kemudian bergabung berlahan
menjadi reflek ivolunter $enelan terjadi dalam tiga tahapan &
1 2ase oral
$akanana yang telah dikunyah oleh mulut(dinamakan bolus(didorong
ke belakang mengenai dinding posterior faring oleh gerakan volunteer lidah
Akibat yang timbul dari peristi#a ini adalah rangsangan untuk gerakan reflek
menelan
. 2ase faringeal
/latum mole dan uvula bergerak secara reflek menutup rongga hidung
/ada saat yang sama, laring teranfkat dan nmenutup glottis, mencegah
makanan memasuki trakea 5ontraksi otot kontriktor faringeus mendorong
bolus mele#ati epiglotis menuju ke faring bagian ba#ah dan memasuki
esophagus 1erakan retroversi epiglotis diatas orifisum -aringius adalah
tindak lanjut untuk melindungi saluran pernapasan tetapi terutama untuk
menuutup glottis sehingga mencegah makanan memasuki trakea /ernapasan
secara serentak di hambat untuk mengurangi kemungkinan aspirasi
'ebenarnya hampir tidak mungkin secara Aolunter menarik napas dan
menelan secara bersamaan
0 fase esophageal
$ulai saat otot krikofaringeus relaksasi sejenak dan memungkinkan
bolus masuk esophagus 'etelah relaksasi yang singkat ini gelombang
peristaltic primer yang dimulai dari faring dihantarkan ke otot krikofaringeus,
menyebabkan esophagus mendorong bolus menuju sfingter esophagus bagian
distal Adanya lolus sejenak merelaksasikan otot sfingter distal ini sehingga
memungkinkan bolus masuk kelambung (prince, sylvia Anderson,.BB.)
Absorbsi didalam lambung sangat terbatas tetapi glukosa dan alkohol
diabsorbsi sangat baik !i dalam lambung makanan diubah oleh berbagai
bentuk sekresi dari kelenjar lambung menjadi cairan seperti susu yang disebut
kimus, yang cocok untuk dapat mele#ati usus halus 2undus dan korpus
lambung mempunyai kelenjar berduktus pendek dan asini panjang 5elenjar
ini dilapisi oleh sel(sel peptic yang mensekresi pepsinogen suatu en@im yang
diubah menjadi pepsin dan dengan demikian dimulailah proses pemecahan
protein
'el(sel oksintik yang mensekresi gas hidroklonik dan menghasilkan gas
berkonsentrasi tinggi di dalam lambung 5easaman yang tinggi dapat
mengubah pepsinogen menjadi pepsin $ensterilkan makanan membuat
kalsium dan @at besi cocok untuk diserap !idalam antrum lambung kelenjar
mempunyai duktus yang panjang dan asini pendek berpilin kelenjar ini
menghasilkan mukus bersifat basa dan gastrin "ormon yang sangat berguna
yang mengontrol sekresi asam
5imus memasuki duodenum melalui pilorus dicampur oleh sekresi
dinding duodenum, empedu dan getah pankreas 'ekresi duodenum dari
kelenjar mukosa dan dari kelenjar submukosa bruners yang mengandung
bikarbonat dan bersifat basa, sehingga membantu menetralkan kimus yang
asam 6mpedu 1;BB ml per hari disekresi oleh sel(sel hepar dan disimpan dan
dipekatkan (sekitar 1B kalinya) didalam kandung empedu Adanya makanan
dalam duodenum menyebabkan kandung empedu berkontraksi dan
mengeluarkan empedu ke duktus sistikus dan duktus empedu melalui ampula
pada duodenum dan jejenum, mukosa terbenam didalam lipatan(lipatan dan
fili panjang dan sangat rapat $engarah lke ilium, lapisan mukosa lebih
sedikit lipatanya dan dindingnya lebih tipis dan vilinya lebih pendek dan lebih
panjang
/ada sel(sel yang melapisi vili terjadi hal(hal berikut&
a /roteas
$emecahkan peptida menjadi asam amino yang diserap melalui
kapiler(kapiler kedalam aliran darah
b -actase
-aktase, sucrose, memecahkan disakarida menjadi monosakarida
(terutama glukosa) yang diserap melalui kapiler(kapiler kedalam aliran
darah
c -ipase
*ekerja pada pemecahan lemak untuk membentuk C
1) Asam(asam lemak sederhana dan gliserol yang diserap melalui kapiler
kapiler kedalam aliran darah
.) Asam(asam lemak rantai panjang dan gliseral yang bergabung kembali
untuk membentuk lemak trigliserida dan mele#ati kedalam lacteal
limfatik sebagai droplet yang sangat halus (kilomikron) bersamaan
dengan vit A dan ! yang larut dalam lemak
0) 1aram(garam empedu yang direabsorbsi dalam ilium bagian ba#ah
9) Aitamin(vitamin larut dalam air diserap langsung kedalam aliran
darah
8) Dat besi diserap terutama dalam duodenum bagian atas
;) Aitamin *1. (berikatan dengan factor(faktor intrinsik) diserap pada
ilium bagian ba#ah
'emua pencernaan dan penyerapan yang penting terjadi didalam
usus halus baik lambung maupun usus besar dapat diangkat seluruhnya
tanpa menyebabkan dampak yang serius kira(kira sampai sepertiga usus
halus dapat diangkat tanpa memberikan efek pada pencernaan dan daya
tahan hidup masih dapat dimungkinkan dengan kira(kira 1 meter usus
halus kedalam keadaan utuh
5imus bergerak dan ilium menuju sekum melalui katup ileo(sekal,
lipatan mukosa dalam cekum yang cenderung mencegah aliran balik
kimus 8 cm terakhir leum bekerja sebagi sfingter 'fingter ini biasanya
berkontraksi pengisian lambung membuat sfingter ini relaksasi dan isi
ilium masuk kedalam sekum 3eflek gastrokolik ini sering berkaitan
denagn gerakan masa 1erakan masa adalah gerakan cepat tiba(tiba dari
peristaltik dimulai dalam kolon tengah 1erakan ini menggerakkan isi
usus besar ke dalam kolon ba#ah atau bahkan ke rektum 1erakan
mencarmpur sekmental juga terjadi dalam usus besar
3ektum normalnya kosong dari faces tetapi ketika faces mele#ati
rektum akibat distensi dari dinding rectum membangkitkan sensasi
kesadaran 5eputusan volunter kemudian dibuat apakah untuk membiarkan
reflek defekasi dengan merelaksasi sfingter Ani ekternal
!efekasi disertai dengan kontraksi peristaltik kuat dari kolon
desenden dan kolon relvis dan rektum dan kontraksi volonter otot abdomen
meningkatkan tekanan intra abdomen
). ETIOLOGI*PREDISPOSISI
2aktor 6tiologi dari demam typhoid adalah disebabkan oleh makanan yang
tercemar oleh salmonella typhoid dan salmonella paratyphoid A, * dan E yang
ditularkan melalui makanan, jari tangan, lalat dan feses, serta muntah diperberat bila
klien makan tidak teratur 2aktor predisposisinya adalah minum air mentah, makan
makanan yang tidak bersih dan pedas, tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah
makan, dari FE dan menyiapkan makanan ( ###emedicinecom)
'almonella typhosa, merupakan basil gram negatif yang bergerak dengan
bulu getar, tidak berspora $empunyai sekurang(kurangnya tiga macam antigen yaitu
antigen , (,hne "auch) yaitu somatic antigen (tidak menyebar), terdiri dari @at
kompleks lipopolisakarida, antigen " ("auch+menyebar) terdapat pada flagella,
antigen Ai merupakan polisakarida kapsul verilen
G5etiga jenis antigen tersebut didalam tuibuh manusia akan menimbulkan
pembentukan tiga macam antibody yang la@im disebut aglutinin (Ngastiyah,199>)
!emam typhoid timbul akibat dari infeksi oleh bakteri golongan 'almonella
yang memasuki tubuh penderita melalui saluran pencernaan 'umber utama yang
terinfeksi adalah manusia yang selalu mengeluarkan mikroorganisme penyebab
penyakit,baik ketika ia sedang sakit atau sedang dalam masa penyembuhan/ada
masa penyembuhan, penderita pada masih mengandung 'almonella spp didalam
kandung empedu atau di dalam ginjal 'ebanyak 8H penderita demam tifoid kelak
akan menjadi karier sementara, sedang . H yang lain akan menjadi karier yang
menahun'ebagian besar dari karier tersebut merupakan karier intestinal (intestinal
type) sedang yang lain termasuk urinary type 5ekambuhan yang yang ringan pada
karier demam tifoid,terutama pada karier jenis intestinal,sukar diketahui karena gejala
dan keluhannya tidak jelas (/###medscapecom/)
D. PATOFISIOLOGI
/enyakit typhoid disebabkan oleh kuman salmonella typhi, salmonella
paratyphi A, 'almonella paratyphi *, 'almonella paratyphi E, yang masuk ke dalam
tubuh manusia melalui mulut dengan makanan dengan air yang tercemar 'elanjutnya
akan ke dinding usus halus melalui aliran limfe ke kelenjar mesentrium
menggandakan+multiplikasi (bacterium) *iasanya pasien belum tampak adanya
gejala klinik (asimptomatik) seperti mual, muntah, tidak enak badan, pusing karena
segera diserbu sel system retikulo endosetual Tetapi kuman masih hidup, selanjutnya
melalui duktus toraksikus masuk ke dalam peredaran darah mengalami bakterimia
sehingga tubuh merangsang untuk mengeluarkan sel piogon akibatnya terjadi
lekositopenia !ari sel piogon inilah yang mempengaruhi pusat termogulator di
hipotalamus sehingga timbul gejala demam dan apabila demam tinggi tidak segera
diatasi maka dapat terjadi gangguan kesadaran dalam berbagai tingkat 'etelah dari
peredaran darah, kuman menuju ke organ(oragan tubuh (hati, limfa, empedu)
sehingga timbul peradangan yang menyebabkan membesarnya organ tersebut dan
nyeri tekan, terutama pada folikel limfosid berangsur(angsur mengalami perbaikan
dan apabila tidak dihancurkan akan menyebar ke seluruh organ sehingga timbul
komplikasi dan dapat memperburuk kondisi pasien (3achmat ju#ono,1999)
/enularan salmonella thypi dapat ditularkan melalui berbagai cara, yang
dikenal dengan 82 yaitu 2ood(makanan), 2ingers (jari tangan+kuku), 2omitus
(muntah), 2ly (lalat), dan melalui 2eses (tinja)
2eses dan muntah pada penderita typhoid dapat menularkan kuman
salmonella thypi kepada orang lain 5uman tersebut dapat ditularkan melalui
perantara lalat, dimana lalat akan hinggap dimakanan yang akan dikonsumsi oleh
orang yang sehat Apabila orang tersebut kurang memperhatikan kebersihan dirinya
seperti mencuci tangan dan makanan yang tercemar kuman salmonella thypii masuk
ke tubuh orang yang sehat melalui mulut 5emudian kuman masuk ke dalam
lambung, sebagian kuman akan dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi
masuk ke usus halus bagian distal dan mencapai jaringan limpoid !i dalam jaringan
limpoid ini kuman berkembang biak, lalu masuk ke aliran darah dan mencapai sel(sel
retikuloendotelial 'el(sel retikuloendotelial ini kemudian melepaskan kuman ke
dalam sirkulasi darah dan menimbulkan bakterimia, kuman selanjutnya masuk limpa,
usus halus dan kandung empedu
'emula disangka demam dan gejala toksemia pada typhoid disebabkan oleh
endotoksemia Tetapi berdasarkan penelitian eksperimental disimpulkan bah#a
endotoksemia bukan merupakan penyebab utama demam pada typhoid
6ndotoksemia berperan pada patogenesis typhoid, karena membantu proses inflamasi
lokal pada usus halus !emam disebabkan karena salmonella thypi dan
endotoksinnya merangsang sintetis dan pelepasan @at pirogen oleh leukosit pada
jaringan yang meradang (###medscapecom)
E. MANIFESTASI KLINIK
$anifestasi klinik demam typoid pada anak biasanya lebih ringan daripada
orang de#asa $asa tunas& 1B(.B hari <ang tersingkat 9 hari jika infeksi terjadi
melalui makanan, sedangkan jika melalui minuman yang terlama 0B hari 'elama
masa inkubasi mungkin ditemukan gejala prodromal, yaitu perasaan tidak enak
badan, lesu, nyeri kepala, pusing dan tidak bersemangat, nafsu makan kurang
$enyusul manifestasi klinik yang biasa ditemukan ialah &
1 !emam
/ada kasus yang khas demam berlangsung 0 minggu, bersifat febris
remiten dan suhu tidak tinggi sekali 'elama minggu pertama, suhu tubuh
berangsur(angsur naik setiap hari, biasanya menurun pada pagi hari dan
meningkat lagi pada sore dan malam hari !alam minggu kedua pasien terus
berada dalam keadaan demamC pada minggu ketiga suhu berangsur turun dan
normal kembali pada akhir minggu ketiga
. 1angguan pada saluran pencernan
/ada mulut terdapat nafas berbau tidak sedap, bibir kering dan pecah(
pecah -idah tertutup selaput putih kotor (coated tongue), ujung dan tepinya
kiemerahan, jarang disertai tremor /ada abdomen ditemukan keadaan perut
kembung (meteorismus) "ati dan limpa membesar disertai nyeri perabaan
*iasanya sering terjadi konstipasi tetapi juga dapat diare atau normal
0 1angguan kesadaran
:mumnya kesadaran pasien menurun #alaupun tidak berapa dalam,
yaitu apatis sampai somnolen %arang terjadi sopor, koma atau gelisah (kecuali
penyakitnya berat dan terlambat mendapatkan pengobatan) !isamping gejala(
gejala tersebut mungkin terdapat gejala lainnya /ada punggung dan anggota
gerak dapat ditemukan roseola, yaitu bintik(bintik kemerahan karena emboli basil
dalam kapiler kulit, yang dapat ditemukan pada minggu pertama demam 5adang(
kadang ditemukan pula bradikardia dan epistaksis pada anak besar (Ngastiyah,
199>)
F. PENATALAKSAAN KLINIS
/engobatan demam tifoid terdiri atas 0 bagian yaitu&
1 /era#atan
/asien demam tifoid perlu dira#at di rumah sakit untuk isolasi, observasi
dan pengobatan /asien harus tirah baring absolut sampai minimal > hari bebas
demam atau kurang lebih selama 19 hari $aksud tirah baring adalah untuk
mencegah terjadi komplikasi perdarahan usus atau perforasi usus $obilisasi
pasien dilakuakan secara bertahap, sesuai dengan pulihnya kekuatan pasien
/asien dengan kesadaran yang menurun, posisi tubuhnya harus di ubah(
ubah pada #aktu(#aktu tertentu untuk menghindari komplikasi pneumonia
hipostatik dan dekubitus !efekasi dan buang air kecil perlu diperhatikan, karena
kadang terjadi obstipasi dan retensi air kemih
. !iet
$akanan harus mengandung cukup cairan, kalori dan tinggi protein
*ahan makanan tidak boleh mengandung banyak serat, tidak merangsang dan
tidak menimbulkan gas 'usu . gelas sehari *ila kesadaran menurun diberikan
makanan cair melalui sonde lambung %ika kesadaran dan nafsu makan baik dapat
juga di berikan makanan lunak *eberapa penelitian manunjukan bah#a
pemberian makanan padat dini, yaitu nasi dengan lauk( pauk rendah selulosa
(pantang sayuran dengan serat kasar) dapat di berikan dengan aman
0 ,bat
,bat Iobat anti mikroba yang sering dipergunakan ialah&
a 5loramfenikol
*elum ada obat anti mikroba yang dapat menurunkan demam lebih
cepat dibandingkan dengan kloramfenikol !osis untuk orang de#asa 9)8BB
mg sehari oral atau intravena sampai > hari bebas demam !engan penggunan
kloramfenikol, demam pada demam tifoid turun rata(rata setelah 8 hari
b Tiamfenikol
!osis dan efektivitas tiamfenikol pada demam tipid sama dengan
kloramfenikol komplikasi pada hematologis pada penggunan tiamfenikol
lebih jarang dari pada kloramfenikol !engan tiamfemikol demam pada
demam tifoid turun setelah rata(rata 8(; hari
c ko(trimoksa@ol (kombinasi dan sulfamitoksasol)
!osis itu orang de#asa, . kali . tablet sehari, digunakan sampai > hari
bebas demam (1 tablet mengandung =B mg trimitropin dan 9BB mg
sulfametoksa@ol) !engan kontrimoksa@ol demam pada demam tifoid turun
rata(rata setelah 8(; hari
d Ampicillin dan Amoksisilin
?ndikasi mutlak pengunaannya adalah pasien demam tifoid dengan
leokopenia !osis yang dianjurkan berkisar antara >8(18B mg+kg berat badan
sehari, digunakan sampai > hari bebas demam !engan ampicillin dan
amoksisilin demam pada demam tifoid turun rata(rata setelah >(9 hari
e 'efalosforin generasi ketiga
*eberapa uji klinis menunjukan sefalosporin generasi ketiga amtara lain
sefipera@on, seftriakson dan cefotaksim efektif untuk demam typid, tatapi dan
lama pemberian yang oktimal belum diketahui dengan pasti
f 2luorokinolon
2luorokinolon efektif untuk untuk demam typid, tetapi dosis dan lama
pemberian yang optimal belum diketahui dengan pasti
,bat(obat 'imtomatik+
a Antipiretika
Antipiretika tidak perlu diberikan secara rutin pada setiap pasien
demam tifoid, karena tidak dapat berguna
b 5ortikosteroid
/asien yang toksik dapat diberikan kortikosteroid oral atau parenteral
dalam dosis yang menurun secara bertahap (Tapering off) selama 8 hari
"asilnya biasanya sangat memuaskan, kesadaran pasien menjadi jernih dan
suhu badan cepat turun sampai normal Akan tetapi kortikosteroid tidak boleh
diberikan tanpa indikasi, karena dapat menyebabkan perdarahan intestinal dan
relaps (Ngastiyah, 199>)
G. KOMPLIKASI
!apat terjadi&
1 /ada usus halus&
a /erdarahan usus
*ila sedikit hanya ditemukan jika dilakukan pemeriksaan tinja dengan
ben@idin %ika perdarahan banyak terjadi melena, dapat disertai nyeri perut
dengan tanda(tanda renjatan
b /erforasi usus
Timbul biasanya pada minggu ketiga atau setelahnya dan terjadi pada
bagian distal ileum /erforasi yang tidak disertai peritonitis hanya dapat
ditemukan bila terdapat udara dirangga peritoneum, yaitu pekak hati
menghilang dan terdapat udara diantara hati dan diagfragma pada foto
3ontgen abdomen yang dibuat dalam keadaan tegak
c /eritonitis
*iasanya menyaertai perforasi tetapi dapat terjadi tanpa perforasi usus
!itemukan gejala abdomen akut, yaitu perut yang hebat, dinding abdomen
tegang (defense musculair) dan nyeri tekan
. !iluar usus
Terjadi karena lokalisasi peradangan akibat sepsis (bakteremia), yaitu
meningitis, kolesistitis, ensefalopati dan laiun(lain Terjadi karena infeksi
sekunder, yaitu bronkopneumonia (Ngastiyah, 199>
%. PENGKA,IAN FOK#S
1 /ola /engkajian 2ungsional
a Aktivitas+?stirahat
1ejala & 5elemahan, kelelahan, malaise, cepat lelah ?nsomnia, tidak
tidur semalaman karena diare , merasa gelisah dan ansietas, pembatasan
aktivitas+kerja sehubungan dengan efek proses penyakit
b 'irkulasi
Tanda & Takhikardi (respon terhadap demam, dehidrasi, proses
inflamasi, dan nyeri), kemerahan, area ekimosis,T! & "ipotensi, termasuk
postural kulit+membrane mukosa & turgor buruk, kering, lidah pecah(pecah
(dehidrasi+malnutrisi)
c ?ntegritas 6go
1ejala &Ansietas, ketakutan, emosi kesal, misal, perasaan tidak
berdaya + tidak ada harapan, factor stress akut+kronis,misalnya hubungan
dengan keluarga+pekerjaan, /engobatan yang mahal
Tanda & $enolak, perhatian menyempit, depresi
d 6liminasi
1ejala & Tekstur feses berfariasi dari bentuk lunak sampai bau atau
berair, episode diare berdarah tak dapat diperkirakan, hilang timbul, sering,
tak dapat dikontrol (sebanyak .B(0B kali defekasi+hari) /erasan
dorongan+kram (tenesmus), defekasi berdarah+ pus+ mukosa dengan atau tanpa
keluar feses,/erdarahan perektal, !ehidrasi
Tanda & $enurunya bising usus, tidak ada peristaltic atau adanya
peristaltic yang dapat dilihat, "emoroid, oliguria, fisura anal (.8H) fisura
perianal
e $akanan+Eairan
1ejala & Anoreksia, mual+ muntah, /enurunan berat badan, tidak
toleran terhadap diet+sensitive misisalnya *uah segar+sayur, produk susu,
makanan berlemak
Tanda & /enurunan lemak subkutan+massa otot dan turgor kulit buruk,
$embrane mukosa pucat, luka inflamasi di mulut
f "igiene
Tanda & 5etidakmampuan mempertahankan pra#atan diri, bau, badan
g Nyeri+kenyamanan
1ejala & Nyeri+nyeri tekan pada kuadran kiri ba#ah (mungkin hilang
dengan dengan defekasi), titik nyeri berpindah, nyeri tekan
Tanda & Nyeri tekan abdomen+distensi
h 5eamanan
1ejala & 3i#ayat lupus eritematosus, anemia hemolitik,
vaskulitis,arthritis (memperburuk gejala dengan eksaserbasi penyakit usus),
peningkatan suhu 09,;(9B
B
E, penglihatan kabur, alergi terhadap makanan+
produk susu (mengeluarkan histamine ke dalam usus dan mempunyai efek
inflamasi
Tanda & lesi kulit mungkin ada misalnya eritema nodusum (meningkat,
nyeri tekan, kemerahan, dan membengkak pada tangan, muka,paha, kaki, dan
mata kaki :veitis, konjungtivitis+iris)
i 'eksualitas
1ejala& 2rekuensi menurun+ menghindari aktivitas seksual
j ?nteraksi sosial
1ejala & $asalah hubungan + peran sehubungan dengan kondisi
5etidakmampuan aktif dalam social
k /enyuluhan + pembelajaran
1ejala & 3i#ayat keluarga dengan penyakit inflamasi usus,
pertimbangan& !31 menunjukan lama dira#at& >,1 hari, rencana
pemulamgan& bantuan dengan program diet, program obat, dukungan
psikologis
. /emeriksaan /enunjang
a Eontoh feses (pemeriksaan digunakan dalam diagnosa a#al dan
selama kemajuan penyakit) Terutama yang mengandung mukosa, darah, pus,
dan organisme
b /rotoksigmoitoskopi& $emperlihatkan ulkus, edema, hyperemia,
dan inflamasi (akibat infeksi sekunder mukosa dan submukosa) Area yang
menurun fungsinya dan perdarahan karena nekrosis dan ulkus terjadi pada
=8Hbagian pada pasien ini
c 'itologi dan biopsy rectal& $embedakan antara proses infeksi dan
karsinoma (terjadi 1B(.B kali lebih sering dari pada populasi umum )
/erubhan neoplastik dapat dideteksi, juga karakter infiltrate inflamasi yang
disebut abses lapisan ba#ah
d 6nema barium& !apat dilakukan setelah pemeriksaan visualisasi
dilakukan,meskipun jarang dilakukan selama akut, tahap kambuh, karena
dapat membuat kondisi eksaserbasi
e 5olonoskopi& $engidentifikasi adesi, perubahan lumen dinding
(menyempit+tak teratur), menunjukan obstruksi usus
f !arah lengkap& dapat menunjukan anemia hiperkronik (penyakit
aktif umum terjadi sehubungan dengan kehilangan darah dan kekurangan
besi), leukositosis dapat terjadi, khusnya pada kasus berat atau komplikasi dan
pada pasien dengan terapi steroid
g 5adar besi serum & rendah karena kehilangan darah
h $asa protrombin & $emanjang pada kasus berat karena gangguan
faktor A?? dan J disebabkan oleh kekurangan vitamin 5
i Trombositosis & !apat terjadi karena proses penyakit inflamasi
j 6lektrolit & /enurunan kalium dan magnesium umum pada
penyakit berat
k 5adar bilirubin & /enurunan karena kehilangan protein
plasma+gangguan fungsi hati
l Alkali fosfatase & $eningkat, juga dengan kolesterol serum dan
hipoproteinemia, menunjukan gangguan funsi hati (misalkan 'erosis)
m 'umsum tulang & $enurun secara umum pada tipe berat+setelah
proses inflamasi panjang (!oenges,1999)
-imfoid plaKue penyeri di ileum
terminalis
/erdarahan dan
perforasi intestinal
5uman masuk aliran
limfe mesentrial
$enuju hati,Llimfa
5uman berkembang biak
"ipertrofi
(hepato splenomegali)
/enekanan pada saraf di hati
Nyeri ulu hati
%aringan tubuh
(limfa)
/eradangan
/elepasan @at pyrogen
/usat termogulasi tubuh
!emam
5urang intake cairan
I. PAT%-A.S
Air dan makanan yang terpapar
kuman salmonella typhii
'aluran pencernaan
$ulut
/eningkatan asam lambung :sus
/erasaan tidak enak pada
perut, mual, muntah
(anore)ia)
/roses infeksi
$erangsang peningkatan
peristaltic usus
1angguan
/emenuhan
kebutuhan eleminasi
*A*
1angguan
kebutuhan nutrisi
kurang dari
kebutuhan tubuh
1angguan rasa
nyamanC nyeri
/eningkatan suhu tubuh
(hipertermia)
!eficit volume
cairan
Typhus Abdominalis
!iare
A. FOK#S INTER/ENSI DAN RASIOANAL
1 1angguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan & gangguan absorbsi nutrient, status hipermetabolik, secara medik
masukan dibatasi, takut makan dapat menyebabkan diare ditandai dengan
penurunan berat badan, penurunan lemak, subkutan+ massa otot, tonus otot
buruk, bunyi usus hiperaktif, konjungtiva dan membrane mukosa pucat
a Tujuan & serelah dilakukan tindakan kebutuhan nutrisi terpenuhi
b 3encana tindakan&
1) Timbang berat badan setiap hari
3asional & $emberikan informasi tentang kebutuhan
diet+keefektifan terapi
.) !orong tirah baring dan atau pembatasan aktivitas selama fase
sakit akut
3asional & $enurunkan kebutuhan metabolic untuk mencegah
penurunan kalori dan simpanan energi
0) Anjurkan istirahat sebelum makan
3asional &$enenangkan peristaltic,dan meningkatkan rasa
makanan
9) *erikan kebersihan oral
3asional & $ulut yang bersih dapat meningkatkan rasa
makanan
(3ahmat <u#ono,1999)
8) 'ediakan makanan dalam ventilasi yang baik, lingkungan
menyenangkan, dengan situasi tidak terburu(buru, temani
3asional & -ingkungan yang menyenangkan menurunkan stress
dan lebih kondusif untuk makan
;) *atasi makanan yang dapat menyebabkan kram abdomen,
flatus
3asional & $encegah serangan akut+eksaserbasi gejala
>) Eatat masukan dan perubahan simtomatologi
3asional & $emberikan rasa control pada pasien dan
kesempatan untuk memilih makanan yang diinginkan+
dinikmati, dapat meningkatkan masukan
=) !orong pasien untuk menyatakan perasaan masalah mulai
makan diet
3asional & 5eragu(raguan untuk makan mungkin diakibatkan
oleh takut makanan akan menyebabkan eksaserbasi gejala
9) /ertahankan puasa sesuai indikasi
3asional & ?stirahat usus menurunkan peristaltic dan diare
dimana menyebabkan malabsorsi+kehilangan nutrient
1B) 5olaborasi nutrisi pareneral total, terapi ?A sesuai indikasi
3asional & program inii mengistirahatkan saluran 1? sementara
memberikan nutisi penuh
. "ipertermi berhubungan dengan & peningkatan tingkat metabolisme,
penyakit, dehidrasi, efek langsung dari sirkulasi endotoksin pada
hipotalamus, perubahan pada regulasi temperature ditandai dengan
peningkatan suhu tubuh yang lebih besar dari jangkauan normal, kulit
kemerahan, hangat #aktu disentuh, peningkatan pernapasan, takhikardi
a Tujuan & 'etelah dilakukan tindakan kepera#atan suhu tubuh dalam
baras normal
b 3encana tindakan
1) /antau suhu pasien (derajat dan pola) perhatikan menggigil
3asional & suhu 0=,9(91,1ME menunjukan proses penyakit infeksius
akat /oa demam dapat membantu dalam diagnosis, miskurva
demam lanjut berakhirlebih dari .9 jam menunjukan pneumonia
pnemokokal, demam scarlet atau tipoid
.) /antau suhu lingkungan, batasi+tambah linen temat tidur, sesuai
indikasi
3asional & 'uhu lingkungan+jumlah selimut harus diubah untuk
mempertahankan suhu mendekati normal
0) *erikan kompres mandi hangat , hindari penggunaan alkohol
3asional & !apat membantu mengurangi demam (penggunaan
alcohol+air es mungkin menyebabkan, peningkatan suhu secara
actual 'elain itu, alkohol dapat mengringkan kulit
9) 5olaborasi pemberian antipiretik
3asional & !igunakan untuk mengurangi demam untuk aksi
sentralnya pada hipotalamus $eskipun demam mungkin dapat
berguna dalam membatasi pertumbuhan organisme, dan
meningkatkan autodestruksi dari sel(sel yang terinfeksi
8) *erikan selimut dingin
;) 3asional& !igunakan untuk mengurangi demam umumnya lebih
besar dari 09,8(9B NE pada #aktu terjadi kerusakan +gangguan pada
otak
0 1angguan rasa nyaman & Nyeri berhubungan dengan & hiperperistaltik, diare
lama, iritasi kulit+ jaringan, ekskoriasi fisura perirektal, fistuladitandai
dengan laporan nyeri abdomen kolik+ kram+ nyeri menyebar, perilaku
berhati(hati, gelisah, nyeri #ajah, perhatian diri sendiri
a Tujuan & 'etelah dilakukan tindakan rasa nyaman terpenuhi
b 3encana tindakan &
1) !orong pasien untuk melaporkan nyeri
3asional & $encoba untuk mentoleransi nyeri, dari pada meminta
analgetik
.) 5aji laporan kram abdomen atau nyeri, catat lokasi, lamanya,intensitas
(skala B(1B) 'elidiki dan laporkan perubahan karakteristik nyeri
3asional & Nyeri kolik hilang timbul pada penyakit crohn Nyeri
sebelum defekasi sering terjadi pada 5: dengan tiba(tiba, dimana
dapat berat dan terus(menerusperubahan pada karakteristik nyeri
dapat menunjukan penyebaran penyakit+terjadinya komplikasi
0) Eatat petunjuk non verbal, gelisah, menolak untuk bergerak, berhati(
hati engan abdomen, menarik diri, dan depresi 'elidiki perbedaan
petunjuk verbal dan non verbal
3asional & *ahasa tubuh+ petunjuk non verbal dapat secara psikologis
dan fisiologis dan dapat digunakan pada hubungan petunjuk verbal
untuk mengidentifikasi luas+beratnya masalah
9) 5aji ulang faktor(faktor yang meningkatkan atau menghilangkan
nyeri
3asional & !apat menunjukan dengan tepat pencetus dan factor
pemberat seperti stress,, tidak toleran terhadap makanan atau
mengidentifikasi terjadinya komplikasi
8) ?@inkan pasien untuk memulai posisi yang nyaman, mis, lutut fleksi
3asional & $enurunkan tegangan abdomen dan meningkatkan rasa
control
;) *erikan tindakan nyaman (mis, pijatan punggung, ubah posisi) dan
aktivitas senggang
3asional & $eningkatkan relaksasi, memfokuskan kembali perhatian
dan meningkatkan kemampuan koping
*ersihkan area rectal dengan sabun ringan dan air+lap setelah defekasi
dan memberikan pera#atan kulit, misalnya salep, jel+jeli minyak
9 1angguan eliminasi& !iare *! inflamsi, iritasi, atau malabsorbsi usus,
adanya toksin, adanya penyempitan segmentasi lumenditandai dengan
peningkatan bunyi usus+peristaltic, defeksi sering dan berair, perubahan
#arna feses, nyeri abdomen, tiba(tiba, kram
a Tujuan& 'elama dalam kepera#atan kebutuhan eliminasi pasien dapat
terpenuhi
b ?ntervensi&
1) ,bservasi frekuensi defekasi, karakteristik, jumlah
3asional& membantu mengukur cairan yang hilang dan cairan yang
akan dibutuhkan
.) !orong diet tinggi serat+bulk dalam batasan diet, denngan masukan
cairan sedang sesuai diet yang dibuat
3asional& $eningkatkan konsistensi 2ases $eskipun cairan perlu
untuk fungsi tubuh optimal, kelebihan cairan mempengaruhi diare
0) *atasi masukan lemak sesuai indikasi
3asional& !iet rendah lemak menurunkan risiko faces cairan dan
membatasi efek laksatif penurunan absorbsi lemak
9) *antu pera#atan peringeal sering, gunakan salep sesuai indikasi
*erikan rendam pada pusaran air
3asional& ?ritasi anal, ekskorisasi dan pruritus terjadi karena diare
/asien sering tak dapat mencapai area yang tepat untuk membersihkan
dan dapat membuat malu untuk meminta bantuan
8 3esiko kekurangan volume cairan *! intake cairan yang tidak adekuat dan
panas atau suhu tubuh yang meningkat
a Tujuan& 1angguan keseimbangan cairan dapat teratasi
b ?ntervensi&
1) monitor tanda(tanda dehidrasi (mukosa mulut dan bibir kering)
3asional& untuk mengidentifikasi apakah tanda(tanda dehidrasi
.) monitor intake dan out put
3asional& mengukur cairan yang masuk dan keluar, sehingga
pencegahan atau pengobatan dehidrasi dapat tercapai dengan tepat
0) monitor vital sign dan keadaan umum pasien
3asional& /erubahan T! dan nadi dapat digunakan untuk perkiraan
kasar kehilangan darah (misalnya T! O9B mm "g, dan nadi P11B
diduga .8H penurunan volume dan kurang lebih QBBB ml) "ipotensi
postural menunjukan penurunan volume sirkulasi
9) kolaborasi dokter untuk pemberian cairan parenteral dan obat anti
emetic jika pasien muntah
3asional& dengan memberikan obat anti emetik diharapkan out put
cairan dapat berkurang ( !oenges, .BBB)