Anda di halaman 1dari 22

Limbic system surgery for treatment-refractory

obsessive-compulsive disorder: a prospective long-


term follow-up of 64 patients
Sameer A. Sheth, M.D., Ph.D.,1 Jonathan Neal, B.S.,1 Frances Tangherlini, B.A.,1
Matthew K. Mian, M.D.,1,2 Andre Gentil, M.D.,3 G. Rees Cosgrove, M.D.,4
Emad N. Esk andar, M.D.,1,2 and Darin D. Dougherty, M.D.2,5
Journal Reading
Agus Anang Fatoni
Alifia Faraghta
Disa Almira
Syarah Amrina
Pendahuluan
OCD
mengganggu, pikiran berulang (obsesi) &
perilaku repetitif yang dilakukan dalam
upaya untuk mengurangi kecemasan
(dorongan).
emosi berat, kesulitan
keuangan, dan isolasi sosial
Prevalensi = 2-3 %
major
depressive
disorder
suicide
Pendahuluan
OCD
psikoterapi
farmakoterapi
40% -60%
Residif
Konvensional
bedah saraf intervensi
Cingulotomy
Cingulotomy anterior
dorsal, dikembangkan di
Massachusetts General
Hospital pada tahun
1960, untuk pasien
dengan OCD berat yang
tidak berhasil dengan
pengobatan konvensio-
nal
Stereotactic prosedur
ablatif efektif lainnya
dalam sistem limbik
termasuk anterior
capsulotomy,
subcaudate tractotomy,
dan limbikleukotomy,
yang merupakan
kombinasi dari
cingulotomy dan
subcaudate tractotomy
Dilakukan retrospektif review awal dari
cingulotomy untuk OCD termasuk 33 pasien
yang menjalani setidaknya satu prosedur
cingulotomy.

Setidaknya 25% -30% dari pasien mengalami
perbaikan yang signifikan dalam gejala OCD
(penurunan dari 35%) yang diukur dengan Y-
BOCS.

Studi prospektif
18 pasien 25-30% memberikan respon (27 bulan)
Beberapa menjalani operasi sistem
limbik ke 2 atau ke 3
45% mengalami setidaknya respon
parsial (32 bulan)
18 + 26
pesien
44+20
pasien
64 pasien
Akan di lakukan follow up hingga 5
tahun
Metode
Seleksi Pasien
OCD
Pasien yang dirujuk ke
Massachusetts General
Hospital (1989 s.d 2009)
DSM-III, DSM-III-R, atau DSM-IV
Dievaluasi oleh psikiater,
ahli saraf, dan ahli bedah
saraf.
Gagal dengan
psychopharmacological
konvensional
Seleksi pasien
Pasien yang sesui kriteria
Ditawarkan cingulotomy dan dijelaskan dengan seksama
manfaat dan resikonya
Menandatangani inform consent
Cingulotomy Memberi respon positif
Tidak mendapatkan respon positif
Menjalani prosedur berikutnya baik cingulotomy ulang
atau subcaudate tractotomy
Pengumpulan data
Rekam medis kertas dan elektronik serta wawancara
digunakan untuk mengumpulkan data demografi
pasien, karakteristik operasi, dan penilaian skor.
Skor dinilai menggunakan DSM-IV sebelum operasi
dan Y-BOCS dan BDI skor pra dan pasca operasi.
Dilakukan tiga kali penilaian yaitu
1. sebelum operasi
2. Sesaat setelah operasi
3. Dan follow up awal pasca operasi ( 9 12 bulan)





Analisis Data
Untuk mengklasifikasikan respon pasien kami
menggunakan perubahan dalam skor Y-BOCS
sebagai hasil ukuran utama.
Untuk deskriptif statistik, rata-rata digunakan
sebagai ukuran tendensi sentral, dan SEM
sebagai ukuran dispersi.

Hasil
Pasien berjumlah 64
orang, 42 Pria, 22
wanita dengan umur
antara 16 69 tahun.
36 pasien menjalani
cingulotomy dengan
lesi sepasang dan 28
pasien dengan 3
pasang lesi.
34 pasien menjalani
cingulotomy tunggal dan
30 pasien menjalani
lebih dari 1 kali prosedur
cingulotomy.
Dari 64 pasien, data
yang tersedia lengkap
59 pasien dengan 2
pasien tidak memiliki
data awal.
Sebelum cingulotomy pasien sudah melewati tahap pengobatan secara
farmakoterapi dan terapi perilaku (minimum 60 jam) yang tidak memberikan hasil.
Hasil Akhir Seluruh Pasien
didapatkan 20 pasien (35%)
memiliki respon penuh dan 4
pasien (7%) memiliki respon
sebagian.
Follow Up 1
didapatkan 28 pasien (47%)
memiliki respon penuh dan 13
pasien (22%) memiliki respon
sebagian.
Follow Up
Akhir
Skor Y-BOCS berubah, berkurang 26% saat follow up 1 dan meningkat
36% saat follow up terakhir.
Dari 20 pasien
respon penuh
pada follow up 1,
yang tetap
respon penuh
pada follow up
terakhir
berkurang
menjadi 14
orang, 2 menjadi
respon sebagian
dan 4 menjadi
tidak ada respon.
Dari 11 pasien
yang tidak
memiliki respon
saat follow up 1
berubah menjadi
respon penuh
saat follow up
terakhir, 1 pasien
dari respon
sebagian ke
respon penuh.
Dari 24 pasien
yang respon
sebagian pada
follow up 1
yang berubah
status hanya 4,
20 pasien
tetap pada
status respon
sebagian.
Skor BDI berubah, berkurang 24% saat follow up 1 dan 17%
saat follow up terakhir.
Dari 34 pasien dengan operasi
cingulotomy tunggal didapatkan
15 pasien (50%) respon penuh
dan 3 pasien (10%) respon
sebagian saat follow up 1.
Saat follow up terakhir didapatkan
12 pasien (38%) respon penuh
dan tambahan 8 pasien (25%)
respon sebagian, dengan total 20
pasien (63%) setidaknya memiliki
respon sebagian.
Hasil Akhir Prosedur Tunggal
30 pasien menjalani
prosedur kedua
(mengulang
cingulotomy atau
tractotomy subcaudate)
setelah cingulotomy
awal.
5 pasien menjalani 3
prosedur (tractotomy
subcaudate).
5 pasien (19%) yang
menghasilkan respon
penuh dan 1 pasien (4%)
yang berespon sebagian
saat follow up 1.
follow up terakhir
respon penuh menjadi
16 orang respon
sebagian menjadi 5
orang
Chi-square analisis menunjukkan tidak adanya perbedaan respon antara pasien dengan
prosedur tunggal dengan pasien dengan prosedur multiple.
Komplikasi Post Operasi
Tidak ditemukan
perdarahan
intracranial.
2 pasien retensi urin
dan 1 pasien
inkontinensia urin.
4 pasien dilaporkan abulia, salah
satu pasien mengalami
pembesaran ventrikel dan
menjalani ventrikulostomy frontal.
5 pasien kehilangan
ingatan yang kembali
normal dalam beberapa
hari bulan.
3 pasien kejang saat
operasi < 1 menit. 1
butuh obat antiepilepsi.
1 pasien mengalami
infeksi hingga subdural
empiema.
2 pasien dinyatakan bunuh diri.
Discussion
Dalam kelompok ini dari 64 pasien yang menjalani
operasi sistem limbik untuk pengobatan refraktori OCD
dapat diamati tingkat respon yang penuh mencapai 47
% , dan tingkat respon parsial 22 % dengan rata-rata
tindak lanjut dari lebih dari 5 tahun , dengan total dari
69 % mencapai setidaknya respon parsial .
Mengingat fakta bahwa pasien ini sebelumnya telah
gagal untuk mendapatkan keuntungan dari semua
modalitas pengobatan konvensional dan telah sangat
dirugikan oleh penyakit mereka selama bertahun-tahun
atau puluhan tahun , respons ini merupakan perbaikan
yang signifikan dalam peningktan kualitas hidup .

Patogenesis OCD masih belum diketahui, namun
kemungkinan terjadinya disfungsi pada sirkuit CBTC
yang mengontrol perilaku atau afektif .

sirkuit CBTC yang termasuk adalah ventromedial ,
orbitofrontal , dan korteks cinguli , yang berekor
ventromedial dan striatum ventral dan thalamus
mediodorsal Keberhasilan prosedur ini adalah
kemampuan untuk memodulasi daerah ini dan materi
putih hubungan antara bagian tersebut .
Aplikasi pertama dari stereotactic prosedur dalam
bedah saraf , dilakukan oleh Spiegel dan rekan , terdiri
dari lesioning medial inti thalamus untuk mengurangi ,
reaktivitas emosional .

Conclusion
pembedahan pada sistem limbic berdasarkan
pada cingulotomi inisial pada pasien dengan
OCD yang berat dan refrakter merupakan
sebuah pilihan terapi yang bersifat jangka
panjang dan dapat dilakukan pada pasien
dengan kegagalan terapi konvensional.
Sebagai terapi baru termasuk deep brain
stimulation sedang diuji dan sedang
dikembangkan, penting untuk terus menguji
terapi tersebut.
Terima Kasih