Anda di halaman 1dari 3

Vershire Company Case Study

Vershire Company
Vershire Company merupakan salah satu perusahaan penghasil 'packaging' di
Amerika Serikat. Perusahaan ini terbagi dalam dua bagian utama di setiap unit bisnis, yaitu
Bagian Manufaktur dan BagianPenjualan. Dalam industri packaging ini, banyak pemain yang
ada di pasar Amerika Serikat. Oleh karena itu, pelanggan memiliki banyak pilihan, sehingga
pelayanan yang memuaskan merupakan andalan perusahaan-perusahaan ini utuk dapat
mempertahankan pelanggannya. Vershire Company menggunakan anggaran sebagai alat
pengontrol utama kinerja perusahaan.
Anggaran untuk tahun depan mulai disusun pada bulan Mei oleh divisi penjualan.
Masing-masing kepala divisi dalam Bagian Penjualan menyusun laporan mengenai data-data
seperti prediksi data-data penjualan, pendapatan, dan lain-lain. Prediksian ini tidak dibuat
secara rinci melainkan dibuat secara umum saja. Setelah laporan ini selesai dibuat, laporan ini
kemudian diajukan kepada staff riset perusahaan untuk dilengkapi dan disesuaikan dengan
data-data pasar yang sebenarnya, kemudian dikembalikan lagi kepada manajer divisi untuk
dipelajari. Dengan demikian, staff riset perusahaan ini lah yang membuat budget bagi seluruh
divisi yang ada di Vershire Company.
Anggaran ini adalah anggaran yang menjadi dasar bagi BagianManufaktur. Bagian
Manufaktur membuat anggaran untuk divisinya berdasarkan pendapatan, laba, dan lain
sebagainya yang telah dibuat oleh Bagian Penjualan (staff riset perusahaan). Cost standard
dan cost reduction merupakan alat andalan Bagian Manufaktur dalam menyusun
anggarannya. Sebelum anggaran yang dibuat oleh Bagian Manufaktur diajukan ke level yang
lebih tinggi, controller perusahaan melakukan inspeksi terhadap anggaran tersebut dengan
tujuan agar anggaran tersebut sesuai dengan tujuan perusahaan.
Dalam Vershire Company, sekali anggaran telah diputuskan, maka akan sulit untuk
melakukan revisi. Apabila terdapat masalah dalam pelaksanaan kegiatan, perusahaan
mengasumsikan bahwa masalah tersebut akan dapat diatasi oleh pihak-pihak yang langsung
berkaitan.
Dalam hal insentif, Vershire hanya mempertimbangakan kinerja manajer divisi yang
berhasil mencapai target anggaran. Dengan demikian, para manajer divisi berlomba-lomba
untuk mencapai financial performance yang setinggi mungkin.
Jawaban Pertanyaan:
I. Kelemahan dan Kelebihan dari Sistem Perencanaan dan Pengandalian Vershire Company
Kelemahan Kelebihan
1. Anggaran (terutama anggaran bagi Bagian
Manufaktur ) dibuat berdasarkan anggaran
yang diajukan oleh pihak lain. Dengan
demikian anggaran tersebut menjadi tidak
relevan dengan kondisi divisi.
2. Sistem insentif yang lemah. Hanya diukur
1. Adanya inspeksi dari pihak atas perusahaan
ke pabrik-pabrik secara langsung yang
menurut saya adalah sebuah tindakan yang
mencerminkan perhatian atasan kebada
bawahannya. Para pekerja mungkin senang
apabila dirinya mendpat perhatian lansung
berdasarkan keberhasilan divisi dalam
memenuhi target keuntungan yang
dicantumkan dalam anggaran. Insentif ini
juga diberikan hanya kepada beberapa orang
sehingga tidak memotivasi karyawan level
bawah untuk dapat bekerja lebih baik.
3. Sistem punyusunan anggaran yang
berbelit-belit dan terlalu lama (disusun dari
bulan Mei dan baru disetujui pada bulan
Desember).
dari atasannya.
2. Anggaran yang kaku, dalam artian bahwa
sekali anggaran telah disahkan, maka akan
sulit untuk merevisi anggaran tersebut.
Menurut saya adalah sebuah kelebihan.
Dengan begitu perusahaan dapat berjalan
sesuai dengan perencanaan. Akan tetapi,
karena anggaran yang sulit untuk dirubah,
sebaiknya anggaran disusun se-relevan
mungkin dengan kondisi perusahaan dan
lingkungan selama tahun berjalan.

II. Proses penyusunan anggaran di Vershire Company:
Pada bulan Mei, setiap kepala divisi yang ada di Bagian Penjualan menyusun laporan
awal yang ditujukan untuk manajemen perusahaan yang berisi prediksian penjualan,
pendapatan, dan kebutuhan kapital.
Laporan yang dibuat oleh kepala divisi dalam Bagian Penjualan kemudian ditangani
oleh staff riset perusahaan. Staff riset inilah yang bertugas menyusun laporan tersebut
menjadi bentuk anggaran/forecast dengan dilengkapi data-data ekonomi dan analisis-
analisis pasar. Fore cast ini diteliti kesesuaiannya denga tujuan perusahaan.
Setelah forecast selesai dibuat dan telah diteliti, forecast kemudian dikembalikan ke
kepala divisi di Bagian Penjualan untuk dipelajari dan dikompilasikan dengan forecast
buatannya sendiri.
Seluruh forecast/anggaran kemudian diserahkan kepada Kepala Bagian Penjualan
untuk direvisi atau disetujui .
Anggaran yang telah disetujui oleh pihak puncak kemudian diteruskan ke divisi-divisi
dalam Bagian Manufaktur. Bagian Manufaktur menyusun anggaran yang berdasar dan
harus sesuai dengan anggaran yang telah dibuat oleh Bagian Penjualan.
Controller memeriksa anggaran yang telah dibuat oleh Bagian Manufaktur sebelum
akhirnya dikirim ke Divisional General Manager paling lambat tanggal 1 September.
Setelah Divisional General Manajger menyetujui anggaran yang telah dibuat,
anggaran ini kemudian diajukan ke CEO Vershire.
Anggaran konsilodasian disetujui oleh dewan direksi pada bulan Desember.

III. Menurut saya, manager produksi tidak seharusnya bertanggung jawab terhadap laba
perusahaan. Laba perusahaan adalah sebuah ukuran kinerja bersama perusahaan. Seluruh
bagian dalam perusahaan memiliki tanggun jawab dalam penciptaan laba perusahaan.
Tanggung jawab manager produksi menurut saya adalah dalam hal produksi barang (dalam
hal ini alumunium cans) yang berkualitas baik se-efisien mungkin demi mendukung
terciptanya laba perusahaan yang lebih tinggi.
IV. Ketika performance perusahaan tidak sama dengan rencana yang diharapkan, saya setuju
dengan adanya evaluasi. Evaluasi yang dilakukan oleh Vershire Company sudah bagus.
Dengan Supplemental Reports pihak manajemen atas melakukan analisis terhadap penyebab
dari performance perusahaan. Akan tetapi, satu hal yang perlu dikritisi dari Vershire
Company ini adalah berkaitan dengan proses dan sistem perencanaan perusahaan yang
menurut saya tidak relevan. Penggunakan dollar sebagai satu-satunya pengukur keberhasilan
perusahaan, memaksakan Bagian Manufaktur untuk membuat anggaran berdasarkan
anggaran yang dibuat oleh Bagian Penjualan.
V. Ya, saya berencana untuk melakukan sedikit perubahan terhadam struktur pengendalian
manajemen di Vershire Company. Membuat staff riset menjadi bagian di masing-masing
bagian. Menjadikan masing-masing bagian memiliki wewenang dan sanggup membuat
anggarannya sendiri. Bisa menyesuaikan anggarannya dengan kebutuhan bagiannya, tanpa
perlu bekerja dua kali untuk menyusun anggaran. Selain itu Bagian Manufaktur tidak lagi
perlu menunggu Bagian Penjualan selesai membuat anggaran untuk dapat memulai menbuat
anggarannya sendiri dengan lebih relevan. Dengan perubahan ini, diharapkan proses
penyusunan anggaran menjadi lebih singkat dan tidak membuang-buang waktu serta lebih
relevan dengan kondisi bagian yang sebenarnya.