Anda di halaman 1dari 3

EKSKRESI SULFONAMIDE

Latar Belakang
Obat-obatan yang diberikan per-oral sebagian dapat diserap melalui dinding saluran
pencernaan masuk ke dalam sirkulasi darah, kemudian melalui ginjal diekskresikan bersama-
sama dengan urine.
Sedangkan obat lain yang diberikan peroral dan tidak diabsorbsi akan dikeluarkan bersama-
sama dengan faeces.
Dengan kata lain, tubuh selalu berusaha mengeluarkan segala sesuatu yang masuk ke dalam
tubuh seseorang. Pengeluaran zat tersebut dapat dalam bentuk biotransformasi. Berbagai organ
tubuh dapat bertindak sebagai organ ekskretoir, namun organ tubuh yang paling berperan
dalam eksresi obat adalah ginjal.

Tujuan
Menganalisa adanya sulfonamida dalam urine.

Materi Praktikum
Sulfonamide adalah kemoterapeutik yang pertama digunakan secara sistemik untuk
pengobatan dan pencegahan penyakit infeksi pada manusia. Pertengahan tahun 1970
penemuan kegunaan sediaan kombinasi trimetoprim dan sulfametoksazol meningkatkan
kembali penggunaan sulfonamid untuk pengobatan infeksi tertentu.
Sulfonamide mempunyai spektrum antibakteri yang luas, meskipun kurang kuat dibandingkan
dengan antibiotik dan strain mikroba yang resisten makin meningkat. Golongan obat ini
umumnya hanya bersifat bakteroistatik, namun pada kadar yang tinggi dalam urin, sulfonamid
dapat bersifat bakterisid.

Bahan Kimia
1. Trichloroacetic acid 4%
2. Sodium nitrate 0,1%
3. Amonium sulfamat 0,5%
4. N-(Inapthyl) Ethylene diamine dihydrochloride 1%
5. Obat yang mengandung sulfonamide
Alat alat
1. Bejana Erlenmeyer
2. Pipet 10cc
3. Gelas ukur
4. Tabung reaksi
5. Rak tabung reaksi

Pelaksanaan
1. Mahasiswa yang menjadi sukarelawan harus terlebih dahulu menampung urine,
sebelum mengonsumsi obat yang mengandung sulfonamide.
2. Obat dimakan dengan meminum 300ml air.
3. Sewaktu meminumnya, mulut harus dibersihkan sehingga tidak ada bagian-bagian yang
tak tertelan dari obat.
4. Kosongkan kandung kencing setiap 15 menit, ukurlah volumenya.
5. Campurkan di dalam tabung reaksi 5cc urine dengan 5cc larutan Trichloracetic Acid 4%
6. Tambahkan 1cc larutan Sodium Nitrate 0,1% dan dibiarkan tabung itu selama 3 menit
7. Tambahkan 1cc larutan Amonium Sulfamat, kocok dan biarkan selama 2 menit
8. Tambahkan 1cc larutan N-(Inapthyl) Ethylene Dihydrochloride 1%
9. Tentukan konsentrasi sulfonamide di dalam tabung reaksi itu dengan membandingnya
ke larutan standar yang telah tersedia.

Pengamatan
Perhatikan perubahan warna yang terjadi. Lalu bandingkan dengan warna larutan standar yang
telah tersedia. Tentukan dan hitunglah konsentrasi sulfonamide di dalam urine tadi. Jika warna
yang terjadi sangat kuat, ulangilah penetapan itu sekali dengan mengencerkan urine terlebih
dahulu.












LAMPIRAN
LAPORAN PERCOBAAN PENETAPAN SULFONAMIDA DALAM URINE

Nama Objek : M. Azhar Safeek dengan Trisulfa
Objek : jam 09.40, volume urine 10 cc , memakan obat jam 09.45

Waktu Volume (cc) Konsentrasi
09.40 10 < 0,0001%
10.00 5 0,0001%
10.20 5 0,005%