Anda di halaman 1dari 2

AKU MASIH PAHLAWAN INDONESIA

Sertifikasi guru yang sampai saat ini masih banyak diperbincangkan di banyak kalangan.
Tidak ada henti-hentinya mengenai masalah ini. Dari beberapa guru yang hingga saat ini
belum mendapatkan sertifikasi sampai mengenai tunjangan yang belum dapat dicairkan.
Pada tulisan ini, saya hanya akan membahas mengenai hiruk pikuk masalah sertifikasi,
bukan mengenai tunjangan sertifikasi.
Program sertifikasi yang diadakan oleh pemerintah untuk mendapatkan sertifikat sebagai
guru profesional ini, selama ini sangat diminati banyak kalangan guru. Karena hal tersebut
menjanjikan kesejahteraan sebagai seorang guru. Hingga banyak generasi muda yang
melanjutkan sekolah di perguruan tinggi berbasis pendidikan guru, karena kesejahteraan
yang akan diperoleh nantinya.
Guru yang selama ini kita kenal sebagai seorang pahlawan tanpa tanda jasa. Namun,
istilah ini semakin lama semakin luntur karena mereka dianggap lebih memprioritaskan
uang (gila sertifikasi & tunjangan sertifikasi), dan lupa kewajiban-kewajiban mereka sebagai
seorang guru. Mendidik dan mencerdaskan anak bangsa, yang selama ini kita agung-
agungkan dalam pendidikan di Indonesia.
Saya rasa hal ini harus kita hapus dari pemikiran kita, wahai pendidik dan calon pendidik
bangsa. Keyakinan bahwa masih banyak sisi positif yang ada dalam benak setiap orang
ketika ingin berkecimpung dalam dunia pendidikan, tentunya mereka semua adalah orang
yang peduli terhadap kemajuan pendidikan bangsa dan kecerdasan bangsa. Mari kita
posisikan diri kita sebagai guru yang sudah bertahun-tahun mengajar yang saat ini telah
mendapatkan sertifikat sebagai seorang guru profesional. Tentunya tidak munafik ketika
kita ingin mendapatkan uang yang lebih dari hasil keringat kita selama mengajar. Tapi
dengan syarat, mengenai kekonsistenan kita sebagai seorang guru mengenai hak dan
kewajiban guru. Ibarat ada uang ada barang, ketika kita sebagai guru yang mendapatkan
tunjangan sertifikasi. Tentunya uang tersebut tidak boleh sia-sia berada ditangan kita. Harus
kita gunakan dengan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kompetensi kita sebagai
seorang guru. Memegang teguh janji dan keyakinan untuk pendidikan yang telah kita
tanamkan sejak awal. Kemudian, apabila kita memosisikan diri kita sebagai generasi muda
penerus kemajuan bangsa yang tertarik dunia pendidikan. Tanamkan sejak saat ini bahwa
kita adalah calon pahlawan tanpa tanda jasa (guru). Sehingga pendidikan di Indonesia tidak
akan berkesan pendidikan yang komersial walaupun memang membutuhkan biaya dalam
pendidikan.
Program sertifikasi ini, saya rasa sangat bermanfaat bagi pendidikan di Indonesia. Kita
sebagai warga negara Indonesia wajib mengubah paradigma yang buruk terhadap sertifikasi
agar proses peningkatan mutu pendidikan berjalan dengan lancar. Dan akhirnya kita
(pendidik dan calon pendidik) bisa meneriakkan dengan lantang bahwa AKU ADALAH DAN
MASIH PAHLAWAN TANPA TANDA JASA