Anda di halaman 1dari 6

13

Block 7 Genetic and Molecular Biology | 2


st
Chapter | Editor : Anin

Multiple Alleles: Blood Type








Pendahuluan
Gen: substansi dalam tubuh yg fungsinya utk mengkode pembentukan protein tertentu.
Gen terdapat di dalam satu lokus. Pada umumnya satu lokus dihuni oleh satu macam gen.
Alel: gen-gen yg terletak di lokus homolog.
Alel ganda: lokusnya sama, tp alel yg beraada di dalamnya bisa berbeda. Misalnya
golongan darah. Alel ganda melibatkan satu seri alel yg menentukan satu fenotip.
Poligena: beberapa gen terlibat utk menentukan satu fenotip, tapi lokusnya berbeda.
Misalnya pigmentasi kulit dan tinggi badan. Makin banyak gen yg terlibat makin banyak
variasi fenotipnya.
Bila kita mendengar kata alel, maka dalam pikiran kita selalu terbayang sepasang gen yang
terdiri dari 2 anggota, yang masing-masing terletak pada lokus yang sama dalam pasangan
kromosom yang homolog. Letak gen pada kromosom dikenal dengan istilah Lokus.
Seperti kita ketahui variasi-variasi baru terjadi karena timbulnya mutasi gen. Tetapi gen
yang bermutasi tidak selalu menghasilkan varian yang sama. Misalnya gen A bermutasi
menjadi a1, a2 atau a3, yang masing-masing menghasilkan fenotipe yang berlainan.
Dengan demikian mutasi gen A dapat menghasilkan 4 maacam varian, sedangkan anggota
alelnya bukan hanya 2, tetapi ada 4 yaitu A,a1,a2 dan a3. satu pasang alel, maka disebut
alel ganda. Contoh alel ganda yang sudah banyak dikenal ialah sistem golongan darah ABO
pada manusia.

Sejarah Singkat
Dengan adanya mutasi, sering dijumpai bahwa pada suatu lokus didapatkan lebih dari satu
macam gen. Mendel tidak dapat mengetahui adanya lebih dari satu alel yang menempati
lokus yang sama. Bila ada lebih dari satu alel yang menempati lokus yang sama, maka alel-
alel tersebut disebut alel ganda.
Furuhata, ilmuwan dari Jepang, pada tahun 1925 menegaskan bahwa golongan darah
adalah sifat yang diwariskan. Tinjauan secara genetika menurut hipotesis Bernstein dari
Jerman dan Furuhata dari Jepang bahwa golongan darah ditentukan oleh tiga macam alel
yaitu : IA,IB dan IO.
Menurut Hardy dan Weinberg, suatu populasi besar dengan sembarang frekuensi genotip
setelah melalui frekuensi kawin acak akan mencapai kesetimbangan.
Dalamkesetimbangan frekuensi alel akan tetap dipertahankan dai satu generasi
kegenerasi berikutnya melalui proses kawin acak. Hal ini lebih dikenal dengan Hukum
Kesetimbangan Hardy dan Weinberg.
Frekuensi alel dan genotip dapat dihitung dan diduga dari frekuensi fenotipnya.

Penurunan Gol Darah Sistem ABO
Pewarisan ABO dikontrol oleh single gen (3 alel : I, IA,IB)
Selasa, 28 September 2010
Yuningtyaswari, S. Si., M.
Kes

MULTIPLE
ALLELES: BLOOD
TYPE




14

Block 7 Genetic and Molecular Biology | 2
st
Chapter | Editor : Anin

Multiple Alleles: Blood Type
Gen mengkode glycosyltransferase mengubah kandungan gugus karbohidrat Ag dalam
RBC (Red Blood Cell) : terletak pd 9q34 (artinya autosomal, tidak ada perbedaan
kemungkinan utk muncul antara laki-laki dan perempuan), golongan darah ditetapkan
berdasarkan jenis Ag
Alel IA kodominan IB > i
Kodominan: jika muncul bersamaan,maka fenotip yang muncul adalah perpaduan
keduanya. Dalam hal ini akan menghasilkan golongan darah AB.
IA dan IB dominan terhadap i, misalnya jika IA : i maka yang muncul adalah A.
Contoh perkawinan antara laki-laki yang bergolongan darah AB dengan perempuan
begolongan darah O, kemungkinan golongan darah anak-anaknya adalah:
P : AB >< O
Genotipnya : IA,IB IO,IO
Gamet : IA,IB IO
F1 = IA IO = 50% golongan darah A
= IB IO = 50% golongan darah B

Perhitungan frekuensi alel ganda
Persamaan (p + a) = 1 hanya berlaku apabila tedapat dua alel pada suatu lokus dalam
autosomal. Apabila lebih banyak alel ikut mengambil peranan, maka dalam persamaan
harus digunakan lebih banyak simbol. Misalnya pada golongan darah sistem ABO dikenal
tiga alel yaitu IA,IB,IO. Misalnya :
p : frekuensi alel IA
q : frekuensi alel IB
r : frekuensi alel IO
Maka persamaannya menjadi : (p + q + r) = 1

Berdasarkan Hukum Kesetimbangan Hardy-Weinberg untuk golongan darah sistem ABO,
maka rumusnya adalah sebagai berikut :
(p + q + r)2 = p2 + q2 + r2 + 2pq + 2pr + 2qr
Frekuensi golongan darah A = p2 + 2pr
Frekuensi golongan darah B = q2 + 2qr
Frekuensi golongan darah AB = 2pq
Frekuensi golongan darah O = r2
Sehingga nilai total r = jumlah.golongan.darah.O

Golongan darah ABO dapat digunakan untuk tes paternitas atau tes kebapakan. Digunakan
saat seoranga anak diragukan bapaknya yang mana, pertama dilihan lewat golongan darah
ABO, jika masih diragukan bisa dilanjutkan dengan golongan darah yang lain (MNSs, Rhesus).
Jadi tidak perlu terburu-buru dengan langsung melakukan tes DNA.

Golongan Darah
Semua orang pasti mempunyai satu golongan darah.
Pengklasifikasian golongan darah yang sering dipakai adalah sistem ABO yang ditemukan
oleh Landsteiner pd thn 1900-an.
Ada 4 tipe golongan darah berdasar sistem ABO, yaitu: A, B, AB, dan O.




15

Block 7 Genetic and Molecular Biology | 2
st
Chapter | Editor : Anin

Multiple Alleles: Blood Type
Golongan darah kita terbentuk sblm kita dilahirkan, dr gen spesifik yg diturunkan oleh
orgtua kita autosomal, multiple/alel ganda.
Satu gen dr ibu dan satu gen dr ayah ada 2 kombinasi utk membentuk gol darah kita.
Ada 2 gen yg menentukan gol darah kita dg melibatkan protein yg disebut aglutinogen
(=antigen) dan terdapat di setiap permukaan dr RBC (Red Blood Cell).
Tiga alel atau versi gen gol darah: A, B dan O. Krn seiap org mempunyai 2 copy dr gen sb,
maka ada 6 kemungkinan kombinasi (genotipe): AA, BB, OO, AB, AO dan BO.
Sbg tambahan, protein (aglutinogen) ada pd RBC kita, gen yg lainnya (gen H dominan
antigen H) membuat protein (antigen) yg disebut aglutinin dan beredar dlm plasma darah.
Aglutinin bertanggungjawab atas hanya gol darah tertentu saja yg ada d dlm tubuh kita. Jd
ak ada 2 jenis gol darah dlm tubuh kita.

Genotip Menentukan Golongan Darah
Aglutinogen yg diproduksi oleh alel O tidak mempunyai aktivitas enzimatik atau ga pny
antigen.
Aglutinogen yg diproduksi oleh alel A dan B mempunyai aktivitas enzimatik yg keduanya
berbeda dg yg lain.
Maka dr itu, org yg pny genotipe OO bisa dibilang gol darahnya O krn aglutinogen dlm
RBC gak pny aktivitas enzimatik atau gak punya antigen.
Gol darah O pny aglutinin A dan B di plasma darahnya. Aglutinin A membantu tubuh utk
mengahancurkan sgla tipe gol darah A yg akan masuk k sistem sirkulasi. Begitu pula
aglutinin B jg membantu tubuh utk mengahncurkan sgla tipe gol darah B yg akan masuk k
sistem sirkulasi.

Sistem Golongan Darah ABO


Org yg pny genotipe AA pny gol darah A, krn aglutingen pd RBC mempunyai aktivitas
enzimatik yg berasosiasi dg alel A. Begitu jg dg org genotipe nya AO akan mempunyai gol
darah A pula. (Ingat! Alel O tdk mempunyai aktivitas enzimatik yg dpt berasosiasi dg hal
tsb)
Gol darah A pny aglutinin b (antibody B/anti B) di dlm plasma darah. Aglutinin b
membantu tubuh utk mengahncurkan sgla tipe gol darah B yg akan masuk k dlm sistem
sirkulasi.




16

Block 7 Genetic and Molecular Biology | 2
st
Chapter | Editor : Anin

Multiple Alleles: Blood Type
Demikian pula dg org bergenotipe BB dan BO gol darahnya B. Org dg gol darah B pny
aglutinin a d dlm plasma darah. Aglutinin a membantu tubuh utk menghancurkan sgla tipe
gol darah A yg akan masuk k dlm sistem sirkulasi.
Org yg pny genotipe AB mempunyai aktivitas enzimatik yg beasosiasi dg alel A dan B. Org
dg gol darah ini g pny aglutinin d dlm plasma darahnya.

Di belahan dunia lain, pecahan dr individu yg pny gol darah A, B, O atau AB ini berbeda.
Frekuensi gol darah yg telah diamati d tentukan oleh ketiga alel dr gen ABO yg ditenukan d
berbagai belahan dunia (frekuensi alel).
Secara keseluruhan, gol darah O gol darah terbanyak d bumi ini.
Gol darah A kebanyakan di negara Eropa Tengah dan Timur.
Gol darah B kebanyakan di ras-ras China/Asia
Gol darah AB mudah ditemukan d Jepang, China dan Pakistan.
Golongan darah yang paling sering dicantumkan adalah tipe ABO karena memiliki peran
penting dalam tranfusi darah.

Sistem Golongan Darah ABO pada Manusia
Golongan darah (sistem ABO) seseorang dikendalikan oleh 2 alel yang diwariskan dari
orang tuanya tetapi dalam populasi keseluruhan terdapat tiga alel yang berbeda, yaitu
IA,IB,IO. Alel IA dan IB masing-masing mengendalikan pembentukan antigen A dan antigen
B, sedangkan alel IO tidak membentuk antigen.
Antigen atau aglutinogen adalah glikoprotein yang tedapat pada membran sel-sel darah
merah. Perbedaan antara antigen A dan antigen B hanya pada residu gulanya, yaitu
masing-masing asetilgalaktosianin dan galaktosa.
Penggumpalan sel-sel darah merah pada proses transfusi terjadi karena terbentuknya
antibodi aglutinin pada serum darah penerima sebagai reaksi terhadap antigen darah
donor. Antibodi yang terbentuk dalam serum adalah anti-A pada golongan darah B, anti-B
pada golongan darah A dan terbentuk keduanya pada golongan darah O atau tidak
terbntuk antibodi pada golongan darah AB. Anti-A menggumpalkan antigen A dan anti-B
menggumpalkan antigen B. Oleh karena itu golongan darah AB disebut Resipien Universal
dan golongan darah O disebut Donor Universal.

Transfusi Darah
Transfusi: pengambilan darah dr satu org yg kmd disumbangkan ato diberikan ke org lain.
Prinsip kerjanya adl aglutinogen d luar dr sel darah si pendonor hrs cocok dg aglutinogen
yg ada di permukaan sel darah resipien tipe gol darah dr pendonor dan tipe gol darah
dr resipien tsb harus kompatibel (sama).
Jika tipe gol darah ga cocok, antibodi special pd resipien yg d sebut aglutinin akan
menyerang darah pendonor dan menyebabkan darah menggumpal (aglutinasi).




17

Block 7 Genetic and Molecular Biology | 2
st
Chapter | Editor : Anin

Multiple Alleles: Blood Type

Gol darah A bs nerima dr org dg genotipe AA, AO dan OO. Org dg gol darah B bs nerima dr
org dg genotipe BB, BO dan OO.
Org dg gol O dikatakan sbg donor universal soalnya bisa mendonor k semua org.
Org dg gol darah O hny bisa menerima transfusi dr donor gol darah O.
Krn gol darah O ga membawa salah satu aglutinogen dr A atau B, sist imun dr seseorang
dg darah O melihat aglutinogen ini sbg benda asing. Org dg gol darah O mempunyai
aglutinin dlm plasma darahnya yg akan bereaksi dg melawan aglutinogen A dan B. Oleh
karena itu, gol darah O akan mengalami aglutinasi jk bertemu dg darah A, B atau AB.
Genotype spesial yg kedua adal AB. Org dg gol darah AB dikatakan sbg resipien universal
mereka bs nerima darah dr semua tipe gol darah.
Sejak di dlm darah, AB ada 2 aglutinogen A dan B yg dipresentasikan d permukaan RBC,
sistem imun seseorang dg gol darah AB melihat kedua molekul ini sbg bagian dr dirinya
(bkn sbg benda asing). Makanya ga tjd aglutinasi.
Gol darah Ab tdk memproduksi aglutinin yg melawan salah satu dr aglutinogen A atau B.
Makanya ga mengalami aglutinasi kalau ketemu gol darah A, B dan O.

Rhesus Blood Group System
Merupakan hal yg plg penting dlm transfusi darah manusia.
Rhesus antigen yg plg signifikan RhD antigen, krn yg plg imuogenik dr lima antigen
rhesus utama.
Individu dg RhD negative (Rh-) ga pny anti-RhD, IgG atau IgM antibody sm sekali, krn anti-
RhD antibodi biasanya tidak diproduksi oleh sensitisasi yg melawan substasi lingkungan.
Individu RhD negative dpt memproduksi IgG anti-RhD antibody dg mengikuti peristiwa
sensitisasi: mgkn krn transfusi fetomaternal dr darah fetus pd saat kehamilan atau
kadang transfusi darah dg RhD positive RBCs.
Other Blood Group System
International Society of Blood Transfusion skrg mengakui bahwa ada 29 sistem
penggolongan darah (termasuk sistem ABO dan Rh).
Jadi, sbg tambahan dr ABO antigen dan Rh antigen, masih bnyk antigen yg terekspresi pd
permukaan membran dr RBC contohnya, seseorang bs AB RhD positive (MNS System),
K positive (Jell System), Leb negative (Lewis System) dll. Jadi, bs positif atau negatif untuk
setiap antigen sistem golongan darah.




18

Block 7 Genetic and Molecular Biology | 2
st
Chapter | Editor : Anin

Multiple Alleles: Blood Type
Many of the blood group systems were named after the patients in whom the
corresponding antibodies were initially encountered. Banyak dari system golongan darah
dinamakan setelah ditemukan antibody pada pasien.

Clinical Significance
1. Blood transfusion
Jika darah yg tidak kompatibel ditransfusi dr donor k resipien akan ada reaksi imunologi
akut, contohnya: hemolysis (RBC rusak), gagal ginjal dan mgkn akan terjadi kematian.
2. Hemolytic disease of the newborn (HDN)
Seorang wanita hamil bisa membuat IgG blood group antibodies jk bayi yg dikandungnya
mempunyai blood group antigen, yg ibu hamil tsb tdk pny jk sel darah fetus masuk ke
dlm aliran darah ibu (misalnya: perdarahan kecil fetomaternal pd saat persalinan atau
intervensi obstetrik), atau kadang setelah transfusi darah terapetik. Hal ini dapat
menyebabkan penyakit Rh atau nama lain dari penyakit Hemolytic Disease of the
Newborn (HDN) pada kehamilan skrg dan / atau kehamilan berikutnya. Jika seorang
wanita hamil diketahui memiliki antibodi anti-RhD, darah RhD jenis janin dapat diuji
dengan analisis DNA janin dalam plasma ibu untuk menilai risiko janin terkena penyakit
Rh. Antibodi yang terkait dengan beberapa gol darah dapat menyebabkan HDN parah,
atau hanya bs menyebabkan HDN ringan dan yang lain tidak diketahui bs menyebabkan
HDN (Erytroblastocyst fetalis).
3. Paternity test
Tes utk menentukan apakah seorang pria adl ayah biologis dr seorang anak atau bs
disebut tes kebapakan. Tes paternitas membandingkan pola DNA anak dg terduga ayah
utk memeriksa bukti pewarisan DNA yg menunjukkan kepastian adanya hub biologis.