Anda di halaman 1dari 11

NAMA

: LISTYA NORMALITA
NIM : 20090310193
Cara Menjaga Kesehatan menurut Islam
Assalamualaikum WR. WB
Pertama tama marihlah kita panjatkan segala puji dan syukur bagi
Allah SWT Sang Penguasa alam semesta. Semoga salawat serta keselamatan
tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia. Berserta keluarga dan
sahabat-sahabatnya, semuanya.
Yang terhormat Ustad Abu yang sebagai guru Agama islam dan Teman
teman yang saya senangi dan saya banggakan. Dalam kesempatan kali ini
saya akan menyampaikan ceramah tentang kesehatan, Kesehatan
merupakan salah satu hak bagi tubuh manusia demikian sabda Nabi
Muhammad SAW. Karena kesehatan merupakan hak asasi manusia, sesuatu
yang sesuai dengan fitrah manusia, maka Islam menegaskan perlunya
istiqomah memantapkan dirinya dengan menegakkan agama Islam. Satusatunya
jalan
dengan
melaksanakan
perintah-perintah-Nya
dan
meninggalkan larangan-Nya. Allah berfirman:
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari
Tuhanmu dan penyembuh-penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang
berada) dalam dada dan petunjuk dan rahmat bagi orang-orangnya
yang beriman (QS:Yunus 57).
Sehat menurut batasan World Health Organization adalah keadaan
sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang
hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Tujuan Islam mengajarkan hidup
yang bersih dan sehat adalah menciptakan individu dan masyarakat yang
sehat jasmani, rokhani, dan sosial sehingga umat manusia mampu menjadi
umat yang pilihan.
Ada beberapa faktor yang kudu manusia lakukan atau jalankan demi
mnciptakan tubuh yang sehat dengan menjaga kesehatannya yakni ;
A. Kebersihan, membersihkan dan menyucikan diri
Tubuh: Islam memerintahkan mandi bagi umatnya karena 23 alasan dimana 7
alasan merupakan mandi wajib dan 16 alasan lainnya bersifat sunah.
Tangan: Nabi Muhammad SAW bersabda: Cucilah kedua tanganmu sebelum
dan sesudah makan , dan Cucilah kedua tanganmu setelah bangun tidur.
Tidak seorang pun tahu dimana tangannya berada di saat tidur.
Islam memerintahkan kita untuk mengenakan pakaian yang bersih dan rapi.
Makanan dan minuman: Lindungilah makanan dari debu dan serangga,
Rasulullah SAW sersabda: Tutuplah bejana air dan tempat minummu
Rumah: Bersihkanlah rumah dan halaman rumahmu sebagaimana
dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan keamanan jalan: Menyingkirkan
duri dari jalan adalah ibadah.
Perlindungan sumber air, misalnya sumur, sungai dan pantai. Rasulullah
melarang umatnya buang kotoran di tempat-tempat sembarangan.

B. Makanan
1. Makanan yang diharamkan
Setiap makanan yang dilarang di dalam Al Quran ternyata saat ini
memiliki argumentasi ilmiah yang dapat dibuktikan dengan ilmu
pengetahuan. Makanan yang diharamkan dapat mengganggu kesehatan
manusia, baik pengaruh buruk bagi kesehatan (kolesterol, racun) maupun
mengandung berbagai penyakit yang membahayakan tubuh (Trichina,
Salmonella, cacing pita, dll.).
2. Makanan sehat dan halal
Islam memerintahkan umatnya untuk makan makanan yang baik
dan halal, misalnya daging, ikan, madu dan susu. Makanan-makanan yang
baik dan halal bermanfaat bagi tubuh. Islam menolak paham vegetarian. Pola
konsumsi yang hanya tergantung pada jenis sayuran belaka tidak sehat bagi
tubuh karena kebutuhan protein tidak dapat tercukupi hanya dari konsumsi
sayuran saja.
3. Menjaga perilaku muslim ketika makan
Islam menegaskan kepada orang muslim untuk menjaga etika
ketika makan. Allah memerintahkan kita untuk makan tidak berlebih-lebihan
sedangkan Rasulullah SAW mengatakan bahwa perut adalah seburuk-buruk
tempat untuk diisi. Sebagian besar penyakit bersumber dari perut. Oleh
karenanya Maha Benar Allah SWT dalam Firman-Nya :
Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana
yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu
menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.
(QS 4. An Nisaa : 79)
C. Olahraga
Islam menegaskan pentingnya olahraga untuk menciptakan generasi Rabbani
yang kuat dan sehat. Oleh karenanya, Islam mengajarkan setiap muslim
untuk mengajarkan anak-anaknya bagaimana cara memanah, berenang, dan
berkuda.
D. Kesehatan jiwa
Islam memberikan jawaban bagi kehausan jiwa manusia terhadap
ketenangan batin. Kesehatan jiwa mempengaruhi kesehatan badan.
E. Puasa
Puasa, bagian dari ibadah yang harus dilaksanakan oleh umat Islam dalam
menegakkan agama, sesudah pernyataan imannya. Konsekuensi beriman
antara lain melaksanakan perintah puasa. Betapa pentingnya berpuasa
sehingga Allah menempatkan posisi hamba-Nya yang berpuasa dengan posisi
yang istimewa. Puasa itu untuk-Ku. Tidak ada yang tahu. Dan Aku akan
memberi pahala semau-Ku.
Keistimewaan itu sudah barang tentu ada tujuan Allah agar
mendapatkan hikmah pada dirinya, yaitu kesehatan dan sekaligus
kebahagiaan. Janji Allah diberikan kepada orang yang berpuasa ditegaskan

dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan
Abu Nuaim: Berpuasalah maka anda akan sehat. Dengan berpuasa akan
sehat jasmani, rohani dan hubungan sosial.
Jadi pada kesempatan kali ini saya dapat menyimpulkan bahwa
menjaga kesehatan itu penting terutama buat kalangan remaja saat ini
Sekian ceramah saya bila ada salah kata ataupun penjelasan saya kurang
jelas dan kurang dimengerti saya mohon maaf wahbillahi taufik walhidayah
Wassalammualaikum WR.RB

NAMA
: LISTYA NORMALITA
NIM : 20090310193
Manfaat Puasa pada bulan Ramadhan bagi kesehatan
Assalamualaikum WR. WB
Pertama-tama marilah kita panjatkan segala puji dan syukur bagi Allah
SWT Sang Penguasa alam semesta. Semoga salawat serta keselamatan
tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia. Berserta keluarga dan
sahabat-sahabatnya, semuanya.
Yang terhormat Ustad Abu yang sebagai guru Agama islam dan Teman
teman yang saya senangi dan saya banggakan. Dalam kesempatan kali ini
saya akan menyampaikan ceramah tentang Manfaat Puasa pada bulan
Ramadhan bagi kesehatan.
Ramadhan adalah merupakan bulan yang banyak mengandung hikmah
serta keutamaannya. Sesungguhnya sudah seharusnya orang Islam dan
beriman akan gembira ketika menyambut datangnya bulan suci Ramadhan
ini. Bukan saja telah diarahkan menunaikan ibadah selama sebulan penuh
dengan balasan pahala yang berlipat ganda, di dalam bulan Ramadhan Allah
Ta'ala juga telah menurunkan kitab suci al-Quranul-karim, yang menjadi
petunjuk bagi seluruh manusia di alam semesta ini dan juga untuk
membedakan antara yang benar dengan yang salah.
Kewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini telah Allah Ta'ala
perintahkan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya :"Wahai
orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana
telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu
menjadi orang-orang yang bertaqwa." Jadi tujuan puasa Ramadhan adalah
agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa dengan sesungguhnya. Yaitu
menjalankan apa yang diperintahNya serta menjauhi segala apa yang
dilarangNya.
Kita mengulang kembali dengan pengertian puasa yang pernah diulas
dalam manfaat puasa bagi kesehatan yaitu yang dimaksud dengan berpuasa
menurut syariat Islam ialah menahan diri dari segala sesuatu yang
membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan
sebagainya) semenjak mulai terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya
matahari, disertai dengan niat iklhas ibadah kepada Allah, karena
mengharapkan ridho-Nya serta menyiapkan diri dalam rangka meningkatkan
ketakwaan.
Berikut beberapa manfaat puasa Ramadhan yaitu :
1. Dengan berpuasa Ramadhan selama 1 bulan penuh maka hal ini secara
tidak langsung manfaat bagi kesehatan adalah mengistirahatkan organ
pencernaan kita serta juga perut dari kelelahan bekerja yang terus menerus
dalam 11 bulan, dan juga membantu mengeluarkan sisa makanan dari dalam
tubuh, memperkuat badan.
2. Membersihkan tubuh dari racun serta kotoran (detoksifikasi). Puasa
merupakan terapi detoksifikasi yang paling tua. Dengan berpuasa pada bulan
suci Ramadhan, maka ini berarti kita juga akan membatasi kalori yang masuk
dalam tubuh kita yang mana hal ini akan bermanfaat dalam proses

metabolisme yang menghasilkan enzim antioksidan yang berfungsi salah


satunya untuk membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.
3. Bagi kesehatan psikologis kita faedah puasa akan kita dapatkan yaitu
kondisi mental emosi kita akan lebih terjaga dan terkontrol dengan lebih baik
lagi. Keadaan ini akan membantu dalam penurunan tingkat adrenalin dalam
tubuh. Yang mana adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari
lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat
meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti
jantung koroner, stroke dan lainnya.
4. Puasa bagi kesehatan akan memberikan manfaatnya antara lain adalah
bisa membantu dalam proses menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan
juga mengendalikan tekanan darah. Itulah mengapa dalam satu sisi, puasa
sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes,
kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Tentunya hal ini juga harus
dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tim medis yang berkompeten bila
anda adalah mempunyai suatu jenis penyakit tertentu.
5. Selain manfaat puasa ramadhan bagi kesehatan yang akan kita peroleh
bila kita benar-benar menjalankan rukun dan syarat puasa yang benar, maka
kita juga akan banyak mendapatkan hikmah bulan Ramadhan itu sendiri.
Dan berikut adalah beberapa hikmah bulan Ramadhan yaitu :
1. Salah satu dari hikmah keutamaan puasa ramadhan ini bagi Umat Islam
adalah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Hal ini berdasarkan
sebuah dalil hadist yang berbunyi :"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan
dengan penuh iman dan mencari ridha Allah, maka ia akan diampuni dosadosanya yang telah lalu."(Hadits Mutafaqun Alaih).
2. Meningkatkan rasa syukur kita terhadap banyaknya nikmat yang telah
Allah Ta'ala anugerahkan kepada kita semuanya. Hal ini bisa kita lakukan
dengan melakukan berbagai amalan kebaikan dalam bulan ramadhan seperti
contohnya bersedekah kepada orang-orang fakir pada bulan Ramadhan mulia
ini, Banyak memberi dan jadilah seseorang yang memberikan pemberian
orang yang tidak takut miskin. Berderma dengan harta dan kebaikan kepada
saudara-saudaramu yang membutuhkan, dan menjadi orang yang
mensyukuri nikmat Allah.
3. Ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kurang berkecukupan.
Dalam puasa kita tentu merasa lapar dan dahaga, mengingatkan kita betapa
menyedihkannya nasib orang yang tidak berpunya. Mungkin kita hanya
beberapa jam saja, lalu kita bisa berbuka puasa, sedangkan mereka yang
miskin tak berpunya bisa saja puasa sepanjang siang dan malam. Tentu ini
membuat kita menjadi lebih bersyukur kepada Allah atas semua nikmat yang
diberikanNya.
4. Melatih diri kita pribadi khususnya untuk menyeimbangkan urusan dunia
dan akhirat. Jika pada 11 bulan yang lalu kita sering melalaikan Allah untuk
hal-hal yang bersifat duniawi, ini saatnya kita menata diri dalam beribadah
kepadaNya, supaya tercapai keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat.
Ibadah dan pekerjaan dunia haruslah seimbang, sehingga kita menjadi
manusia yang seutuhnya yang banyak memberikan kebaikan kepada banyak
manusia.

5. Puasa akan membiasakan umat Islam untuk hidup disiplin, bersatu, cinta
keadilan dan persamaan, juga melahirkan perasaan kasih sayang dalam diri
orang-orang beriman dan mendorong mereka berbuat kebajikan.
Marhaban Ya Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh
dengan barakah. Pada bulan suci ini pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan
pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Pada bulan kemuliaan Ramadhan ini
setan-setan dibelenggu.
Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal di dalamnya
lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain yaitu malam Lailatul
Qadr. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa
yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat maksiat dan dosa agar
menahan diri.
Wassalamualaikum wr, wb..

NAMA
: LISTYA NORMALITA
NIM : 20090310193
Manfaat Puasa pada bulan Ramadhan bagi kesehatan
Assalamualaikum WR. WB
Pertama-tama marilah kita panjatkan segala puji dan syukur bagi Allah SWT
Sang Penguasa alam semesta. Semoga salawat serta keselamatan
tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia. Berserta keluarga dan
sahabat-sahabatnya, semuanya.
Yang terhormat Ustad Abu yang sebagai guru Agama islam dan Teman teman
yang saya senangi dan saya banggakan. Dalam kesempatan kali ini saya
akan menyampaikan ceramah tentang Tiga Kenikmatan Hidup
Kaum muslimin rahimakumullah!
Setiap manusia, apalagi sebagai muslim, tentu mendambakan kehidupan
yang menyenangkan di dunia ini, bahkan kalau perlu seolah-olah dunia ini
menjadi milik kita. Untuk bisa merasakan kehikmatan hidup di dunia ini, ada
tiga perkara yang harus dicapai oleh seorang muslim, hal ini disebutkan
dalam hadis Nabi, "Barangsiapa yang di pagi hari sehat badannya, tenang
jiwanya, dan dia mempunyai makanan di hari itu, maka seolah-olah dunia ini
dikaruniakan kepadanya." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Untuk memahami lebih dalam tentang apa yang dimaksud oleh Rasulullah
saw, hadis di atas perlu kita pahami dengan baik.
Badan yang Sehat
Badan yang sehat merupakan suatu kenikmatan tersendiri bagi manusia
yang tidak ternilai harganya, rasanya tidak ada artinya segala sesuatu yang
kita miliki bila kita tidak memiliki kesehatan jasmani. Apa artinya harta yang
berlimpah dengan mobil yang mahal harganya, rumah yang besar dan bagus,
kedudukan yang tinggi dan segala sesuatu yang sebenarnya menyenangkan
untuk hidup di dunia ini bila kita tidak sehat. Oleh karena kesehatan bukan
hanya harus dibanggakan dihadapan orang lain, tetapi yang lebih penting
lagi adalah harus disyukuri kepada yang menganugerahkannya, yakni Allah
SWT.
Kesehatan badan bisa diraih dengan mencegah dari segala penyakit yang
akan menyerang tubuh dan mengatur segala keseimbangan yang
diperlukannya. Oleh karena itu, tubuh manusia punya hak-hak yang harus
dipenuhi, di antara hak-hak itu adalah bersihkan jasmani bila kotor, makan
bila lapar, minum bila haus, istirahat bila lelah, berlindung dari panas dan
dingin, berobat bila terserang penyakit, dll. Ini merupakan salah satu bentuk
dari rasa syukur kepada Allah yang harus kita tunjukkan. Bentuk syukur yang
lain adalah memanfaatkan kesehatan jasmani dengan segala kesegaran dan
kekuatannya untuk melakukan berbagai aktivitas yang menggambarkan
pengabdian kita kepada Allah SWT.
Namun, yang amat disayangkan dan ini diingatkan betul oleh Rasulullah saw
adalah banyak manusia yang lupa dengan kondisi kesehatannya. Saat sehat
ia tidak mencegah kemungkinan datangnya penyakit, tidak memenuhi hakhak jasmani dan tidak menggunakan kesehatannya itu untuk melakukan

aktivitas pengabdian kepada Allah sehingga pada saat sakit, barulah ia


menyesal dengan penyesalan yang sangat dalam.
Rasulullah saw bersabda, "Ada dua nikmat yang sering dilalaikan oleh
kebanyakan manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR Bukhari).
Jiwa yang Tenang
Hal yang tidak kalah pentingnya dari badan yang sehat adalah jiwa yang
tenang, sebab apa artinya manusia memiliki jiwa yang sehat bila jiwanya
tidak tenang, bahkan badan yang sakit sekalipun tidak menjadi persoalan
yang terlalu memberatkan bila dihadapi dengan jiwa yang tenang, apalagi
ketenangan jiwa bila menjadi modal yang besar untuk bisa sembuh dari
berbagai penyakit.
Jiwa yang tenang adalah jiwa yang selalu berorientasi kepada Allah SWT,
karena itu, orang yang ingin meraih ketenangan hidup dijalani kehidupan
dengan segala aktivitasnya karena Allah, dengan ketentuan yang telah
digariskan Allah dan untuk meraih ridha dari Allah SWT. Dengan demikian,
sumber ketenangan hidup bagi seorang muslim adalah keimanan kepada
Allah SWT dan ia selalu berzikir kepada Allah dengan segala aplikasinya.
Allah SWT berfirman yang artinya, "Orang-orang yang beriman dan hati
mereka menjadi tentram (tenang) dengan mengingat Allah, hanya dengan
mengingat Allah-lah hati menjadi tenang." (13: 28).
Oleh karena itu, keimanan kepada Allah yang merupakan sumber ketenangan
akan membuat seorang muslim merasa senang untuk mendapatkan bebanbeban berat dan tidak ada kegelisahan sedikit pun di dalam hatinya dalam
menjalankan tugas-tugas yang berat itu. Abu Na?im dan Ibnu Hibban
meriwayatkan bahwa para sahabat Nabi bahu-membahu membawa satu
persatu batu bata yang besar untuk membangun masjid. Tetapi, Ammar bin
Yasir justru membawa dua tumpukan batu bata besar. Ketika Nabi
melihatnya, beliau membersihkan debu dari kepala Ammar sambil bersabda,
"Wahai Ammar, tidakkah cukup bagimu untuk membawa seperti yang
dilakukan para sahabatmu?" Ammar menjawab, "Saya mengharapkan pahala
dari Allah." Lalu Nabi bersabda, "Sesungguhnya Ammar memiliki keimanan
yang penuh dari ujung rambut sampai ke ujung kakinya atau tulangnya."
Disamping itu, seandainya kematian akan menjemput dirinya, keimanan
kepada Allah dengan segala aplikasinya tidak akan membuat seorang muslim
takut kepada mati, bahkan ia akan menyambut kematian itu dengan jiwa
yang tenang, Allah pun memanggilnya dengan panggilan yang
menyenangkan, "Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan
hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hambahamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku." (89: 27 -- 30).
Dengan demikian, jiwa yang tenang membuat kehidupan manusia bisa
dijalani dengan sebai-baiknya dan memberi manfaat yang besar, tidak hanya
bagi dirinya tetapi juga bagi orang lain, sedangkan kematiannya justru akan
menjadi kenangan manis bagi orang yang hidup dan ia akan mendapatkan
kebahagiaan yang hakiki dengan masuk ke dalam surga dengan segala
kenikmatan yang tiada terbayangkan.
Makanan yang Cukup
Makanan, termasuk di dalamnya adalah minuman, merupakan kebutuhan
yang sangat pokok dalam kehidupan manusia. Kesehatan manusia tidak bisa
dipertahankan bila ia tidak makan dan tidak minum, bahkan tidak sedikit
orang yang semula memiliki kekuatan iman tidak bisa lagi dipertahankan

keimanannya karena lapar, sedangkan bila situasinya sangat darurat,


seorang muslim pun terpaksa harus memakan sesuatu yang pada dasarnya
haram untuk dimakan, namun apakah seorang muslim bisa untuk berlamalama dalam situasi darurat?
Oleh karena itu, memiliki makanan yang cukup atau perekonomian yang
memadai merupakan suatu kenikmatan tersendiri dalam hidup ini,
sedangkan bila kondisi kehidupan seseorang dalam keadaan lapar, dan ia
tidur dalam keadaan yang demikian, maka hal itu merupakan sesuatu yang
sangat jelek, karenanya Rasulullah saw selalu berdoa sebagaimana terdapat
dalam hadits:
"Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari lapar, karena ia adalah teman tidur
yang paling jelek." (HR Abu Daud, Nasa?I, dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).
Untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan, seorang muslim sangat dituntut
untuk mencari nafkah, baik untuk diri maupun keluarganya, apalagi bila ia
bisa membantu orang lain seperti anak yatim, fakir miskin, dan sebagainya.
Itu sebabnya, orang yang mencari nafkah secara halal dan terhormat (bukan
dengan cara mengemis atau meminta-minta) sangat dimuliakan oleh Allah
SWT. Karenanya setiap muslim harus bersungguh-sungguh dalam mencari
nafkah guna memenuhi kebutuhannya. Bila sudah terpenuhi dan selalu bisa
dipenuhi kebutuhan nafkah diri dan keluarganya, maka hal ini merupakan
suatu kenikmatan dalam kehidupan dan iman bila dipertahankan dan
ditingkatkan kualitasnya pada masa-masa mendatang. Paling tidak, salah
satu faktor yang membuat seseorang bisa menjadi kufur telah teratasi.
Kaum muslimin rahimakumullah!
Demikian tiga faktor penting yang membuat manusia bisa dikatakan
memperoleh kenikmatan dalam hidupnya di dunia yang sangat berpengaruh
pada upaya memperoleh kenikmatan di akhirat kelak.
Wassalamualaikum wr.wb.

Pengaruh Dzikir terhadap Kesehatan Jiwa


Surat al-Rad / 13:28, menyebutkan bahwa dengan mengingat (dzkir) kepada
Allah maka hati menjadi tenteram. Dzikir sebagai metode mencapai
ketenangan hati dilakukan dengan tata-cara tertentu. Dzikir dipahami dan di
ajarkan dengan mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah secara keras (dzikr
jahr), dan dengan kalimat-kalimat thayyibah yang memfokus, dari kalimat
syahadat La ilaha illa Allah ke lafazh Allah dan sampai ke lafazh hu.
Sebenarnya hubungan dzikir dengan ketentraman jiwa dapat dianalisis
secara ilmiah. Dzikir secara lughawi artinya ingat atau menyebut. Jika
diartikan menyebut maka peranan lisan lebih dominan, tetapi jika diartikan
ingat, maka kegiatan berpikir dan merasa (kegiatan psikologis) yang lebih
dominan. Dari segi ini maka ada dua alur pikir yang dapat diikuti:
a) Manusia memiliki potensi intelektual. Potensi itu cenderung aktif bekerja
mencari jawab atas semua hal yang belum diketahuinya. Salah satu hal yang
merangsang berpikir adalah adanya hukum kausalitas di muka bumi ini. Jika
seseorang melahirkan suatu penemuan baru, bahwa A disebabkan B, maka
berikutnya manusia tertantang untuk mencari apa yang menyebabkan B.
Begitulah seterusnya sehingga setiap kebenaran yang di temukan oleh
potensi intelektual manusia akan diikuti oleh penyelidikan berikutnya sampai
menemukan kebenaran baru yang mengoreksi kebenaran yang lama, dan
selanjutnya kebenaran yang lebih baru akan ditemukan mengoreksi
kebenaran yang lebih lama.
Sebagai makhluk berfikir manusia tidak pernah merasa puas terhadap
kebenaran ilmiah sampai ia menemukan kebenaran perenial melalui jalan
supra rasionalnya. Jika orang telah sampai kepada kebenaran ilahiah atau
terpandunya pikir dan dzikir, maka ia tidak lagi tergoda untuk mencari
kebenaran yang lain, dan ketika jiwa itu menjadi tenang, tidak gelisah dan
tidak ada konflik batin. Selama manusia masih memikirkan ciptaan Allah SWT
dengan segala hukum-hukumnya, maka hati tidak mungkin tenteram dalam
arti tenteram yang sebenarnya, tetapi jika ia telah sampai kepada
memikirkan Sang Pencipta dengan segala keagungannya, maka manusia
tidak sempat lagi memikirkan yang lain, dan ketika itulah puncak ketenangan
dan puncak kebahagiaan tercapai, dan ketika itulah tingkatan jiwa orang
tersebut telah mencapai al- nafs al-muthmainnah.
b) Manusia memiliki kebutuhan dan keinginan yang tidak terbatas, tidak ada
habis-habisnya, padahal apa yang dibutuhkan itu tidak pernah benar-benar
dapat memuaskan (terbatas). Oleh karena itu selama manusia masih
memburu yang terbatas, maka tidak mungkin ia memperoleh ketentraman,
karena yang terbatas (duniawi) tidak dapat memuaskan yang tidak terbatas
(nafsu dan keinginan). Akan tetapi, jika yang dikejar manusia itu Allah
Subhanahu Wa Taala yang tidak terbatas kesempurnaan-Nya, maka
dahaganya dapat terpuaskan. Jadi jika orang telah dapat selalu ingat (dzikir)
kepada Allah maka jiwanya akan tenteram, karena dunia manusia yang
terbatas telah terpuaskan oleh rahmat Allah yang tidak terbatas.
Hanya manusia pada tingkat inilah yang layak menerima panggilan-Nya
untuk kembali kepada-Nya dan untuk mencapai tingkat tersebut menurut alRozi hanya dimungkinkan bagi orang yang kuat potensinya dalam berpikir
ketuhanan atau kuat dalam uzlah dan kontemplasi (tafakkur)-nya.
Jadi al-nafs al-muthmainnah adalah nafs yang takut kepada Allah, yakin akan
berjumpa dengan-Nya, ridlo terhadap qodlo-Nya, puas terhadap pemberian-

Nya, perasaannya tenteram, tidak takut dan sedih karena percaya kepadaNya, dan emosinya stabil serta kokoh.