Anda di halaman 1dari 23

Demensia Alzheimer, Bukan

Sekedar Demensia Biasa



Diperkirakan pada tahun 2025 jumlah
penderita demensia di Asia Pasifk
meningkat lebih dari dua kali lipat dan
dikhawatirkan jumlah tersebut akan
terus meningkat. Saat ini dalam sehari
terjadi satu kasus demensia baru tiap
tujuh detik. Sementara itu jumlah
penderita demensia di dunia
diperkirakan mencapai 80 juta pada
tahun 2040. Peningkatan ratarata di
negara berkembang diperkirakan akan
menjadi empat kali lebih tinggi
dibandingkan negara maju. Sehingga
tak keliru bila demensia kerap disebut
sebagai !The Disease of the Century"
atau pen#akit abad ini.
Demensia atau pikun merupakan suatu
sindr$ma penurunan kemampuan
intelektual secara pr$gresi% $leh karena
mer$s$tn#a %ungsi k$gniti% sehingga
mengakibatkan gangguan %ungsi s$sial&
pekerjaan& dan akti'itas seharihari.
Demensia dapat disebabkan $leh
pelbagai hal antara lain pen#akit
jantung& paru& ginjal& gangguan darah&
in%eksi& gangguan nutrisi& berbagai
keadaan keracunan serta kelainan $tak
primer seperti str$ke& in%eksi dan
pr$ses degenerasi. Demensia
merupakan salah satu masalah
kesehatan #ang paling besar dalam
kel$mp$k lanjut usia.
Demensia Alzheimer
Salah satu bentuk demensia akibat
degenerasi $tak #ang sering ditemukan
pada pasien lanjut usia #akni demensia
al(heimer. Pen#ebab demensia
al(heimer tak lain adalah pen#akit
al(heimer. Demensia al(heimer
dikateg$rikan sebagai pen#akit
degenerati% $tak #ang pr$gresi% #ang
mematikan selsel $tak sehingga
mengakibatkan menurunn#a da#a
ingat& kemampuan berpikir& dan
perubahan perilaku.
!Demensia al(heimer adalah
pembunuh $tak karena pen#akit ini
mematikan %ungsi selsel $tak&"
tegas dr. Samino, SpS (K)& )etua
*mum As$siasi Al(heimer +nd$nesia
,AA(+- pada diskusi di .akarta ,/08-
dalam rangka men#$ngs$ng 1ari
Al(heimer Sedunia #ang diperingati
setiap tanggal 22 September. 3ema
1ari Al(heimer Sedunia tahun ini
adalah !No Time To Lose"& #ang artin#a
tidak ada waktu #ang terbuang
percuma bagi kaum lanjut usia.
4ejala dini demensia al(heimer antara
lain gangguan mem$ri #ang
mempengaruhi keterampilan
pekerjaan5 kesulitan melakukan tugas
#ang biasa dilakukan dan berbahasa5
gangguan pengenalan waktu dan
tempat5 kesulitan mengambil
keputusan #ang tepat5 kesulitan
berpikir abstrak5 salah meletakkan
barang5 perubahan m$$d dan tingkah
laku5 perubahan kepribadian serta
kehilangan inisiati%.
6amun sa#angn#a& gejala dini
demensia al(heimer sering terabaikan
dan han#a dianggap sebagai gejala
lanjut #ang wajar seiring pertambahan
usia atau terjadi salah diagn$sis. Pasien
juga seringkali kurang menaruh
perhatian pada gejala #ang timbul
serta men#angkal k$ndisin#a sendiri.
Padahal& kegagalan mendiagn$sis dini
demensia al(heimer dapat
mengakibatkan penanganan #ang tidak
tepat dan memberikan beban
tambahan berupa beban ek$n$mi&
s$sial& dan em$si pada penderita dan
keluarga.
Perubahan Perilaku dan Psikologik
Penderita demensia dapat mengalami
berbagai bentuk perubahan perilaku
dan psik$l$gik #ang dikenal
sebagai Behavioral and Psychological
Symptoms of Dementia ,7PSD-. 7PSD
seringkali terlambat dikenali atau
bahkan salah diagn$sis sebagai depresi
atau late onset schizophrenia. )ejadian
7PSD pada demensia al(heimer
mencapai 80 persen. !Perubahan
perilaku dan psik$l$gik tersebut
menjadi beban psik$s$sial dan ek$n$mi
#ang berat bagi keluarga #ang
merawat pasien demensia al(heimer&"
kata psikiater dari Departemen Psikiatri
8)*+09S:;& dr. Suryo Dharmono,
SpKJ (K).
4angguan perilaku #ang sering
ditemukan pada pasien demensia
al(heimer antara lain berupa perilaku
agresi% ,galak& kasar& men#erang
secara fsik-5 wandering ,kelu#uran
tanpa tujuan& hilang dari rumah&
tersesat-5 gelisah m$ndarmandir5
senang menimbun barang5 sering
berteriak tengah malam& tidak mau
ditinggal sendirian5 implusi%& tidak bisa
meng$ntr$l perilakun#a& kekanak
kanakan5 cenderung mengulang
pertan#aan5 serta kehilangan s$pan
santun.
Sementara gangguan psik$l$gik #ang
sering ditemukan pada demensia
al(heimer antara lain berupa depresi
,menarik diri& men$lak makan&
menangis& merasa terbuang& putus asa
dan keinginan bunuh diri-5
ansietas0agitasi ,penderita selalu
ketakutan akan ditinggal $leh
keluargan#a-5 halusinasi0delusi
,seringkali berupa halusinasi
penglihatan-5 misidentifkasi ,salah
mengenali $rang atau bahkan tidak
mengenal ba#angan dirin#a di cermin5
serta waham ,kecemburuan #ang tidak
masuk akal& kecurigaan dan ketakutan
#ang berlebihan-.
Depresi merupakan masalah psik$l$gik
#ang sering dijumpai pada pasien
demensia. Pasien demensia al(heimer
dengan depresi memperlihatkan
ganguan %ungsi$nal #ang lebih berat
dibanding pasien demensia al(heimer
tanpa depresi.
Penanganan Demensia
3ujuan utama penanganan demensia
adalah agar penderita dapat
meng$ptimalkan kemampuan #ang
masih ada dan memperbaiki kualitas
hidupn#a. Segala upa#a #ang dilakukan
tak lain untuk menunda pr$gresi
kemunduran da#a ingat. Penanganan
demensia dapat dilakukan baik melalui
pendekatan n$n%armak$l$gis
,psik$s$sial- maupun dengan terapi
%armak$l$gis.
Pendekatan n$n%armak$l$gis
merupakan pendekatan lini pertama
pada 7PSD ringan sampai sedang.
Dalam pendekatan n$n%armak$l$gis&
diperlukan inter'ensi lingkungan&
perilaku& dan keluarga. Selain itu untuk
menunda kemunduran k$gniti%&
penderita demensia harus menjalankan
p$la perilaku sehat dan stimulasi $tak
sedini mungkin.
Sementara terapi %armak$l$gis
dilakukan setelah pendekatan n$n
%armak$l$gis tidak memberikan hasil
$ptimal. *mumn#a terapi %armak$l$gis
diberikan sesuai target gejala #ang
menjadi sasaran $bat& #akni
antipsik$tik& antidepresan&
antiansietas& mood stabilizer& dan
hipn$tik sedati%. Penanganan demensia
menurut panduan dari merican
cademy of Neurology ,AA6-
menggunakan $bat asetilk$linesterase
inhibit$r& 'itamin& dan anti$ksidan.
Salah satu aspek
#ang memegang
peranan penting
dalam
penanganan
demensia
al(heimer adalah
keperawatan.
;asalah
keperawatan
pada pasien
demensia
al(heimer
meliputi
perubahan
pr$ses berpikir
,waham curiga-5
perilaku
kekerasan5 risik$
mencederai diri&
$rang lain& dan
lingkungan5
Kenali 1 !e"ala
Demensia
Alzheimer
2. 4angguan
mem$ri #ang
mempengaru
hi
keterampilan
pekerjaan.
2. )esulitan
melakukan
tugas #ang
biasa
dilakukan.
<. )esulitan
berbicara
bahasa.
4. 4angguan
pengenalan
waktu dan
gangguan
k$munikasi5
defsit perawatan
diri5 kehilangan
m$ti'asi dan
minat5 is$lasi
s$sial ,menarik
diri-5 perubahan
sens$ri
perseptual&
halusinasi5
cemas5 serta
depresi.
!;erawat
penderita
demensia
al(heimer tidak
mudah& tapi bisa
dilakukan&"
ujar #bnu Abas,
S.Kep selaku
=akil )epala
Pela#anan ;edis&
Sasana 3resna
=erdha )ar#a
7hakti.
Pemahaman
#ang cukup
tentang
demensia
al(heimer&
kesiapan mental&
dan m$ti'asi
untuk berbagi
merupakan
m$dal utama
dalam
memberikan
asuhan. )asih
sa#ang dan
perhatian
merupakan pintu
masuk untuk
memberikan
asuhan #ang
utuh dan
men#eluruh
sehingga
penderita
demensia
al(heimer merasa
aman dan
n#aman.
tempat.
5. )esulitan
mengambil
keputusan
#ang tepat.
/. )esulitan
berpikir
abstrak.
>. Salah
meletakkan
barang.
8. Perubahan
m$$d ,alam
perasaan-
dan tingkah
laku.
?. Perubahan
kepribadian.
20. )ehilangan
inisiati%.
3indakan
keperawatan
pada pasien
demensia
al(heimer
sebaikn#a
dilakukan dengan
membina
hubungan saling
perca#a&
menciptakan
lingkungan #ang
terapeutik
,tenang& tidak
bising& sejuk&
aman& warna
dinding kamar
teduh-&
re$rientasi =3@
,waktu& tempat&
$rang-& memberi
perhatian cukup
termasuk
kebutuhan dasar&
k$nsisten&
menepati janji&
empati dan jujur&
melakukan
k$ntak dengan
pasien dengan
singkat tapi
sering.
Defnisi Demensia Al(heimer
Pen#akit Al(heimer pertama kali
ditemukan $leh Al$is Al(heimer #ang
merupakan se$rang ahli psikiatri dan
neur$pat$l$gi pada tahun 2?0/.
Pen#akit ini ditemukan $leh Al(heimer
pada saat meng$bser'asi se$rang
wanita #ang berumur 52 tahun. =anita
tersebut mengalami gangguan
intelektual dan mem$ri #ang
men#ebabkann#a tidak mengetahui
cara untuk kembali ke rumahn#a&
padahal ia tidak mengalami gangguan
angg$ta gerak& k$$rdinasi& dan reAek.
Setelah diaut$psi& tern#ata bagian
$tak wanita tersebut mengalami atr$pi
#ang di%us dan simetri& dan secara
nikr$sk$pik tampak bagian k$rtikal
$tak #ang mengalami neuritis plaBue
dan degenerasi neur$fbrillar#.
Pen#ebab utama dari penderita
demensia adalah pen#akit Al(heimer
,Dr. +skandar .apardi-.
Defnisi Demensia menurut
=hitb$urne ,200<& dalam epsik$l$gi
$leh Cer$nica Adesia& S.Psi- adalah
suatu pen#akit penurunan %ungsi
k$gniti%0 gangguan intelektual0 da#a
ingat #ang semakin lama semakin
memburuk ,pr$gresi%- dan tidak dapat
diubah ,irre'ersible-. Sedangkan
menurut .$hn =. Santr$ck ,dalam Di%e
Span De'el$pment .ilid ++ Edisi ke5-&
Al(heimer adalah suatu gangguan $tak
#ang pr$gresi% dan tidak dapat dibalik&
#ang dicirikan dengan kem$r$s$tan
secara perlahan dari ingatan&
penalaran& bahasa& dan tentun#a
%ungsi fsik.
@leh karena itu demensia Al(heimer
adalah demensia #ang disebabkan
$leh Al(heimer& #ang berarti demensia
#ang disertai $leh perubahan pat$l$gis
di $tak penderitan#a dengan waktu
pen#ebaran sekitar 5 sampai 20 tahun
#ang diakhiri dengan kematian ,dalam
epsik$l$gi $leh Cer$nica Adesia& S.Psi-.
)el$mp$k *sia Penderita Demensia
Al(heimer
Dalam E31+:AD D+4ES3F Al(heimer
,Edisi 45 tahun C& 6$'ember 200>-&
kel$mp$k usia penderita dibedakan
menjadi dua kel$mp$k besar& #aituF
Earl# $nset. Penderita Al(heimer
,selanjutn#a akan disebut sebagai
penderita- pada kel$mp$k earl# $nset
adalah penderita #ang berusia
dibawah /0 tahun ,umumn#a
disebabkan %akt$r genetik-. +ndi'idu
dengan salah se$rang keluarga dekat
#ang mengalami pen#akit ini memiliki
resik$ 2G lipat.
Date $nset. )el$mp$k penderita late
$nset ini adalah para penderita #ang
berusia diatas /0 tahun. ;enurut .$hn
=. Santr$ck dalam Di%eSpan
De'el$pment jilid ++ ,2002-& usia /0 ke
atas berada pada tahap
perkembangan dewasa akhir.
4ejala Al(heimer
Al(heimerHs Disease and 9elated
Dis$rders Ass$ciati$n ,2002-&
membuat 20 gejala pen#akit Al(heimer
Demensia #ang sering muncul. 4ejala
gejala tersebut adalah sebagai berikutF
2. 1ilang ingatan. Pada awaln#a
penderita akan mengalami penurunan
%ungsi k$gniti% #ang dimulai dengan
sulit mengingat in%$rmasi baru dan
mudah melupakan in%$rmasi #ang baru
saja didapat. Semakin lama indi'idu
menderita Al(heimer& penurunan
%ungsi k$gniti% ini akan semakin parah.
Pada gejala ini biasan#a juga disertai
dengan gejala agn$sia ,Etical Digest&
6$'ember 200>& 6$. 4/-& #aituF
kesulitan mengenali $rang$rang #ang
disa#angin#a& seperti keluarga dan
teman.
2. ApraGia. 1al ini ditandai dengan
penderita sulit mengerjakan tugas
#ang %amiliar. Penderita sering
mengalami kesulitan dalam
men#elesaikan tugas seharihari #ang
sangat mereka ketahui& c$nt$hn#a
mereka tidak mengetahui langkah
langkah untuk men#iapkan makanan&
berpakaian& atau menggunakan
perab$t rumah tangga.
<. 4angguan bahasa. Pada awaln#a
penderita akan terlihat sulit untuk
mencari kata #ang tepat dalam
mengungkapkan isi pikirann#a.
Semakin parah pen#akitn#a& maka
ucapan dan0 atau tulisan penderita jadi
sulit untuk dimengerti karena
penderita menggunakan kalimat
dengan substitusi katakata #ang tidak
biasa digunakan. :$nt$hn#aF jika
penerita sulit menemukan sikat
gigin#a& maka ia akan bertan#a
Isesuatu untuk mulut sa#aI.
4. Dis%ungsi 'isu$spatial #ang ditandai
dengan dis$rientasi waktu dan tempat.
Penderita dapat tersesat di jalan dekat
rumahn#a sendiri& lupa di mana ia
berada& bagaimana ia sampai ke
tempat tersebut& dan tidak tahu
bagaimana caran#a kembali ke
rumah.
5. Dis%ugsi eksekuti%. 1al ini
disebabkan karena %r$ntal l$be
penderita mengalami gangguan&
ditandai denganF sulit men#elesaikan
masalah& reas$ning& pembuatan
keputusan dan penilaian. ;isaln#a
penderita mengenakan baju tanpa
mempertimbangkan cuaca& memakai
beberapa ka$s di hari #ang panas0
memakai pakaian #ang sangat minim
ketika cuaca dingin.
/. 7ermasalah dengan pemikiran
abstrak. ;en#eimbangkan buku cek
dapat menjadi begitu sulit ketika tugas
tersebut lebih rumit dari biasan#a.
6amun demikian& pada penderita&
mereka akan benarbenar lupa berapa
jumlah0 angkan#a& dan apa #ang harus
mereka lakukan terhadap angkaangka
tersebut.
>. Salah menempatkan segala sesuatu.
Penderita akan meletakkan segala
sesuatu pada tempat #ang tidak
sewajarn#a& c$nt$hF meletakkan
g$s$kan di dalam %ree(er atau
meletakkan jam tangan di dalam
mangkuk gula.
8. Perubahan m$$d# atau tingkah laku.
Setiap $rang dapat menjadi sedih atau
m$$d# dari waktu ke waktu& tetapi
penderita menampilkan m$$d #ang
berubahubah dari tenang menjadi
ketakutan kemudian menjadi marah
secara tibatiba tanpa ada alasan #ang
jelas.
?. Perubahan kepribadian. ;erupakan
bentuk lanjutan dari perubahan
m$$d#& ditandai dengan gejala
psikitrik dan perilaku. Penderita dapat
sangat berubah& menjadi benarbenar
kacau& penuh kecurigaan& cemas&
ketakutan atau menjadi bergantung
pada angg$ta keluarga. ;enurut
Ethical Digest ,6$'ember 200>& 6$.
4/-& untuk gejala psikitrik& sekitar 50J
penderita mengalami depresi. Selain
itu penderita juga sering mengalami
delusi paran$id dan terkadang juga
mengalami halusinasi ,dengar& 'isual&
dan haptic-. Sedangkan untuk
gangguan perilaku& meliputi agitasi
,akti'itas 'erbal maupun m$t$rik #ang
berlebihan dan tidak selaras-&
wandering ,m$ndarmandir& mencari
cari0 membututi caregi'er ke mana
pun mereka pergi& berjalan
mengelilingi rumah& kelu#uran-& dan
gangguan tidur ,berupa disinhibisi&
#aitu perilaku #ang melanggar n$rma
n$rma s$sial& #ang disebabkan $leh
hilangn#a %ungsi pengendalian diri
indi'idu-.
20. )ehilangan inisiati%0 apatis.
Penderita jadi pasi%& duduk di depan
tele'isi selama berjamjam& tidur lebih
dari biasan#a atau tidak ingin
melakukan akti'itas #ang biasan#a
dilakukan.
Selain 20 gejala tersebut& juga
terdapat penanda neur$pat$l$gis
demensia Al(heimer& #aitu neur$tic
plaBue dan neur$fbrillar# tangles.
6eur$tic plaBue pada penderita
memiliki 2 jenis plaBue am#l$id& #aitu
diKuse plaBues dan plaBue "burn$ut".
Sedangkan neur$fbrillar# tangles
adalah kumpulan flamen abn$rmal
dalam sel s#ara% di $tak& dimana
flamen ini terhubung dengan pr$tein
tau dan merupakan tanda tipikal dari
pen#akit Al(heimer. 4angguan
pat$l$gis lainn#a #ang umum terlihat
pada $tak penderita adalah neur$pil
threads& granul$'ascu$lar
degenerati$n& dan am#l$id angi$path#
,E31+:AD D+4ES3F Al(heimer& Edisi 45
tahun C& 6$'ember 200>-.
7erdasarkan 6ati$nal Al(heimerHs
Ass$ciati$n ,200<-& gejalagejala
Al(heimer di atas dapat dibagi menjadi
< tahap& sesuai dengan tingkat
keparahann#a& #aituF
4ejala ringan& umum terdapat pada
penderita earl# $nset& #aituF sering
bingung dan melupakan in%$rmasi
#ang baru dipelajari& dis$rientasi
,tersesat di daerah #ang dikenaln#a
dengan baik-& bermasalah dalam
melaksanakan tugas rutin& mengalami
perubahan dalam kepribadian dan
penilaian.
4ejala menengah& #aituF kesulitan
dalam mengerjakan akti'itas hidup
seharihari ,makan& mandi-& cemas&
curiga& agitasi& mengalami gangguan
tidur& kelu#uran& agn$sia.
4ejala akut& umum pada penderita
late $nset& #aituF kehilangan
kemampuan berbicara& hilangn#a
na%su makan& menurunn#a berat
badan& tidak mampu meng$ntr$l $t$t
spinchtes& sangat tergantung pada
caregi'er0 pengasuh.
Pen#ebab Pen#akit Al(heimer ,E31+:AD
D+4ES3F Al(heimer& Edisi 45 tahun C&
6$'ember 200>-
Pen#ebab pen#akit Al(heimer sampai
saat ini masih belum pasti& tetapi ada
beberapa %akt$r #ang diperkirakan dan
berdasarkan hasil penelitian
menunjukkan bukti #ang sejalan& #aituF
*sia
7ertambahn#a usia memang menjadi
salah satu %akt$r resik$ paling penting
sese$rang menderita pen#akit
Al(heimer. =alaupun begitu pen#akit
Al(heimer ini dapat diderita $leh
semua $rang pada semua usia. 6amun
?/J diderita $leh indi'idu #ang
berusia 40 tahun keatas ,Dr. +skandar
.apardi& 2002-.
4enetik
8akt$r genetik merupakan %akt$r
resik$ penting kedua setelah %akt$r
usia. +ndi'idu #ang memiliki hubungan
keluarga #ang dekat dengan penderita
beresik$ dua kali lipat untuk terkena
Al(heimer. Pada penderita earl# $nset
umumn#a disebabkan $leh %akt$r
turunan. 3etapi secara keseluruhan
kasus ini mungkin kurang dari 5J dari
semua kasus Al(heimer. Sebagian
besar penderita D$wnLs S#ndr$me
memiliki tandatanda neur$path$ligic
Al(heimer pada usia 40 tahun.
.enis kelamin
7erdasarkan jenis kelamin& maka
pre'alensi wanita #ang menderita
Al(heimer lebih ban#ak tiga kali lipat
dibandingkan pria. 1al ini mungkin
disebabkan karena usia harapan hidup
wanita lebih lama dibandingkan
dengan pria ,Dr. +skandar .apardi&
2002-.
Pendidikan
Sese$rang #ang memiliki tingkat
pendidikan tinggi memiliki %akt$r
pelindung dari resik$ menderita
Al(heimer& tetapi han#a untuk
menunda $nset mani%estasi klinis. 1al
ini disebabkan karena edukasi
berhubungan erat dengan intelegensi&
$leh karena itu ada juga penderita
dengan tingkat pendidikan #ang tinggi.
3etapi beberapa ahli mengatakan
bahwa kemampuan linguistik
sese$rang lebih baik dalam hal
menjadi predikt$r daripada edukasi.
3rauma kepala
7eberapa penelitian menunjukkan
adan#a hubungan antara pen#akit
Al(heimer dengan trauma kepala. 1al
ini dihubungkan dengan petinju #ang
menderita demensia pugilistik& dimana
pada $t$psin#a ditemukan ban#ak
neur$fbrillar# tangles ,Dr. +skandar
.apardi& 2002-.
Perbedaan Al(heimer dan Pen#akit
+ngatan Dainn#a
Ada beberapa pen#akit ingatan #ang
memiliki gejala #ang mirip dengan
Al(heimer& #aitu pikun& amnesia& dan
delirium. @leh karena itu sebelumn#a
perlu mengetahui dan menguasai
masingmasing pen#akit ingatan
tersebut termasuk Al(heimer& karena
untuk dapat mengatakan sese$rang
menderita pen#akit Al(heimer& maka
sese$rang tersebut harus mengalami
semua tandatanda dari pen#akit
tersebut& bukan han#a sekadar mirip.
Pikun adalah penurunan ingatan #ang
terjadi secara alami akibat
bertambahn#a usia. 1al ini disebabkan
karena regenerasi selsel neur$n
semakin melambat sehingga %ungsi
$tak tidak dapat seefsien $tak pada
indi'idu dewasa #ang lebih muda.
Perbedaan antara pen#akit Demensia
Al(heimer& amnesia& dan delirium
dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.
Perbedaan 4ejala4ejala Demensia
Al(heimer dengan Pen#akit ;em$r#
Dainn#a
$ Demensia Alzheimer
2. Pen#ebabF lupa fsi$l$gis ,sara% $tak-
2. AkibatF gangguan mem$ri0 ingatan
<. 3erjadin#aF berlangsung bertahap
dan bersi%at pr$gresi%
4. Si%at pen#akitF permanen
5. )emungkinan untuk sembuhF belum
dapat disembuhkan
$ Amnesia
2. Pen#ebabF psik$l$gis
2. AkibatF gangguan mem$ri0 ingatan
<. 3erjadin#aF tibatiba& tidak bertahap&
berlangsung secara drastis
4. Si%at pen#akitF semi permanen
5. )emungkinan untuk sembuhF dapat
disembuhkan
$ Delirium
2. Pen#ebabF psik$l$gis
2. AkibatF gangguan kesadaran dan
gangguan k$gniti%
<. 3erjadin#aF berlangsung secara
sh$rt time
4. Si%at pen#akitF Auktuati%
5. )emungkinan untuk sembuhF dapat
disembuhkan
SumberF American Ps#chiatric
Ass$ciati$n& 2??5
6amun perlu diperhatikan dengan
cermat& bahwa k$gniti% fsik& dan
kecemasan0 ketakutan tidak selalu
men#ebabkan amnesia ataupun
delirium. @leh karena itu& untuk
mengatakan bahwa sese$rang
menderita Al(heimer0 amnesia0
delirium perlu memiliki dasar
pemahaman #ang kuat mengenai
pen#akit tersebut dan harus disertai
dengan pemeriksaanpemeriksaan
medis #ang dibutuhkan.

Da%tar Pustaka dan 9ujukanF
Sarafn$& Edward P. 2??0. 1ealth
Ps#ch$l$g#. 7i$ps#ch$s$cial
+nteracti$n. 6ew M$rkF .$hn =ille# and
S$nLs Dtd.

Adesia& Cer$nica& 200>. Al(heimer.
Anda Makin Anda 3ahu Al(heimerN.
,httpF00www.e
psik$l$gi.c$m0epsi0de%ault.asp& diakses
;aret 2008-.
200>. Ethical Digest. Al(heimer& hlm.
2?<2.
=& D$ug 9ussell D.:.S.& dkk. 200>.
Al(heimerLs :aregi'ers Supp$rt.
Supp$rt 8$r :aregi'ers @% Pe$ple =ith
Al(heimerLs @r @ther Dementias.
,httpF00www.helpguide.$rg0elder0al(hei
mersOdiseaseOdementiaOsupp$rtOcareg
i'er.htm& diakses ;aret 2008-.
)unjt$r$& 1. Painuddin Sri. 2002.
4angguan Psik$l$gis dan Perilaku Pada
Demensia. ,httpF00www.e
psik$l$gi.c$m0epsi0de%ault.asp& diakses
;aret 2008-.
9ubiant$& D.M.1. 2000. ;emperbaiki
)ualitas 1idup Penderita Al(heimer.
,httpF00/4.20<.>2.220k$mpas
cetak00<0>0020$pini0402>80.htm&
diakses ;aret 2008-.
httpF00www.helpguide.$rg0li%e0pre'entO
mem$r#Ol$ss.htm
httpF00www.ma#$clinic.c$m0health0c$m
ments0AP000/5Oc$mmentsQp$st
.apardi& Dr. +skandar. 2002. Pen#akit
Al(heimer.
,httpF00librar#.usu.ac.id0d$wnl$ad0%k0be
dahiskandarJ20japardi<8.pd%& diakses
;aret 2008-
Apa i%u Demensia&
Demensia adalah satu pen#akit
#ang melibatkan selsel $tak #ang
mati secara abn$rmal. +an#a satu
termin$l$gi #ang digunakan untuk
menerangkan pen#akit $tak
degenerati% #ang pr$gresi%. Da#a
ingatan& pemikiran& tingkah laku
dan em$si terjejas bila mengalami
demensia. Pen#akit ini b$leh dialami
$leh semua $rang dari berbagai
latarbelakang pendidikan mahupun
kebuda#aan. =alaupun tidak terdapat
sebarang rawatan untuk demensia&
namun rawatan untuk menangani
gejalagejala b$leh diper$lehi.

Symp%oms o' Demen%ia
Setiap $rang akan mengalami
demensia dalam cara #ang tersendiri.
4ejalagejala termasuklahF
3erlupa tarikhtarikh
Selalu tersalah simpan barang
barang
;engulangi s$alan
)erap lupa untuk tutup dapur
gas atau paip air
Susah memikirkan perkataan
perkataan #ang sesuai bila
menerangkan sesuatu
Sukar melakukan kerjakerja
#ang sebelum ini dianggap rutin
biasa
Sesat dalam persekitaran #ang
dikenali dahulun#a
;enghadapi masalah memandu
;enghadapi masalah membuat
keputusan kewangan
Perubahan angin ,perasaan-
termasuk keresahan dan
kemurungan
Perubahan pers$naliti seperti
peradaban #ang kurang sesuai
dalam situasisituasi s$sial
Pada peringkat awal& adalah sukar
untuk memastikan sama ada terdapat
sesuatu #ang tidak kena. Adalah satu
kebiasaan bagi $rang$rang #ang
terjejas $leh pen#akit Al(heimer ,salah
satu daripada sebabsebab demensia-
untuk menafkan #ang mereka sedang
menghadapi masalah. Ahliahli keluarga
mungkin akan menges#aki ada sesuatu
#ang tidak kena. Adalah penting untuk
mendapatkan bantuan secepat #ang
mungkin kerana perubatan b$leh
membawa kesan #ang lebih baik
sekiran#a dapat dilaksanakan pada
peringkat awal.
Pada peringkat pertengahan&
pen#eliaan ke atas akti'iti harian #ang
tertentu diperlukan. Perubahan angin
pers$naliti mungkin akan menjadi lebih
ketara dan bermasalah. Sebagai
c$nt$hn& mereka mungkin akan menjadi
lebih resah di tengah malam atau akan
mera#aura#au dan sesat. Atau mereka
akan kehilangan rasa malu mereka&
akan berani menanggalkan pakaian di
khala#ak ramai atau cuba menjalin
hubungan seks sumbang.
Pada peringkat #ang lanjut& pen#akit ini
disusuli dengan kemer$s$tan k$gniti%
#ang teruk. @rang #ang terjejas akan
menjadi acuh tak acuh& keliru dan tidak
dapat mengemudi diri dalam rumah
sendiri. @rang tersebut juga akan susah
mengawal hawa na%su dan kehilangan
pertuturan #ang b$leh di%ahami.
Akhirn#a pada peringkat lanjut ini&
mereka #ang terjejas tidak dapat
menjaga diri sendiri dan akan perlu
bantuan dalam semua aspek akti'iti
harian.

Apakah sebab$sebab Demensia&
3erdapat beberapa pen#akit #ang
men#ebabkangejalagejala demensia.
)esemuan#a men#ebabkan kematian
sel $tak. 3erdapat ban#ak %akt$r #ang
mungkin men#ebabkan kesan terhadap
risik$ pembentukan demensia. +ni
termasuk %akt$r umur& gen& alk$h$l dan
kecederaan di kepala. Dua jenis sebab
utama #ang men#ebabkan demensia
adalah pen#akit Al(heimer dan
demensia 'askular.

Ar%ikel #p%ek
Demensia pada (sia )uda dan
Produk%i'
!leh Dwi Nurviyandari "usuma #ati
Sudah menjadi pendapat
umum bahwa demensia
han#a terjadi pada lanjut usia ,Dansia-&
namun ken#ataann#a demensia dapat
terjadi pada siapa saja dan pada
berbagai tingkat usia.
;enjadi pikun dan renta bisa dikatakan
sebagai bagian dari pr$ses penuaan
#ang menjadi siklus hidup setiap
manusia. 8en$mena pikun dan renta
#ang dialami $leh $rang lanjut usia
menjadi hal #ang dimaklumi dan biasa
bagi kita semua. =alaupun dapat kita
temui Dansia #ang tidak mengalami
gangguan mem$ri& %en$mena pikun ini
sangat luas terjadi pada Dansia.
8en$mena pikun pada usia muda dan
pr$dukti% merupakan hal #ang sangat
menakutkan bagi kita semua. Pr$ses
ini berawal dari halhal kecil #ang
terlupakan dari jadwal harian #ang
berantakan& k$ndisi fsik #ang
menurun sampai akhirn#a tidak
sanggup lagi bekerja dan harus
menghabiskan waktu dirumah.
Penger%ian
;akna inti dari demensia pada usia
muda ,young onset dementia- dan
demensia pada usia pr$dukti% ,wor$ing
onset dementia- adalah timbuln#a
gejala demensia berupa penurunan
k$gniti% dan mem$ri pada $rang
dengan usia dibawah /5 tahun.
Pemerintah +nggris men#atakan bahwa
saat ini di +nggris terdapat kurang lebih
28.000 penderita demensia dengan
usia di bawah /5 tahun. Data
menunjukan adan#a peningkatan
angka demensia pada usia muda.
Ditemukan kasus demensia pada usia
<0an& 40an& dan 50 tahun bahkan
beberapa pada usia di bawah 20
tahun.
Satu pertiga dari t$tal pen#ebab
demensia ini adalah pen#akit
lzheimer. Pen#ebab lain di antaran#a
adalah pen#akit 'askuler& pen#akit
Parkins$n& pen#akit PickHs& sindr$m
$orsa$o% ,karena k$nsumsi alk$h$l
#ang berlebihan-& pen#akit 1untingt$n&
dan pen#akit multiple sclerosis. Pada
anakanak demensia terjadi karena
pen#akit genetik #ang salah satu
gejala utaman#a adalah kerusakan
k$gniti%& c$nt$hn#a sindr$m d$wn.
Karak%eris%ik Penderi%a
7erikut ini adalah karakteristik khusus
dari penderita demensia pada usia
muda dan pr$dukti%. Pada umumn#a
mereka masih akti% bekerja saat
diagn$sis din#atakan dan
masih memiliki tanggung jawab atas
anak dan keluarga. Secara fsik mereka
adalah $rang #ang ft dan akti%.
.arangn#a kasus demensia pada
tingkat usia ini membuat mereka tidak
bisa menerima mengapa demensia
harus mereka derita.
9enta bukanlah karakteristik penderita
demensia pada usia muda& justru
kebalikann#a& pada beberapa $rang&
demensia terjadi saat mereka merasa
pada puncak kehidupann#a. Pada saat
itu pekerjaan dan penghasilan mereka
sangat besar dibandingkan tahapan
usia sebelumn#a. Di kant$r mereka
berada pada p$sisi middle bahkan top
manager #ang dipandang $leh semua
$rang. Di lingkungan keluarga pun
mereka menjadi fgur #ang
dibanggakan $leh istri dan anak
anakn#a. )arakteristik inilah #ang
menjadikan demensia pada usia muda
dan pr$dukti% menjadi lebih berat dan
membutuhkan perawatan #ang lebih
k$mpleks.
*anda dan !e"ala
;enurunn#a da#a ingat adalah tanda
penting dari demensia. Pada k$ndisi
n$rmal kita terkadang lupa meletakkan
kunci ataupun kacamata& namun
segera dapat kita temukan kembali
tanpa resp$n #ang berlebihan. Pada
penderita demensia& kasus IlupaI ini
menjadi bagian keseharian #ang tidak
bisa lepas. )etika se$rang demensia
kehilangan kunci& kacamata atau
d$mpet maka resp$n #ang muncul
dapat berupa panik berlebihan&
men#alahkan $rang lain telah
mengambiln#a atau memindahkan
barang tersebut. )etika bendabenda
#ang dicari dapat ditemukan& mungkin
saja resp$n #ang muncul berikutn#a
adalah mereka tidak mengerti apa
kegunaan kunci& kacamata dan
d$mpet itu& mereka kadang terlupa
untuk apa mereka memerlukan benda
benda itu.
Penderita demensia pada usia muda
#ang masih akti% bekerja seringkali
melakukan kesalahan dalam jadwal
kerja. Sekalipun tertulis dalam agenda&
mereka dapat saja tidak hadir pada
sebuah meeting karena terlupa akan
jadwal tersebut. 1al ini sangat
mempengaruhi performance kerja& dan
bahan pembicaraan teman sekant$r.
4angguan $rientasi waktu dan tempat
seringkali dialami $leh penderita
demensia. Penderita demensia pada
usia muda merasa mereka masih
mampu melakukan segala hal&
didukung fsik #ang kuat& mereka
sering kali tidak menghiraukan gejala
demensia ini. ;engemudi m$bil adalah
sebuah kebiasaan #ang telah mereka
lakukan selama bertahuntahun&
mereka tidak pernah mengalami
kecelakaan ataupun halhal lain #ang
membaha#akan. )etika demensia
terjadi mereka dapat dengan tibatiba
terlupa kemana mereka akan pergi dan
sedang berada dimana saat itu&
terkadang mereka tersesat di jalan
#ang setiap harin#a mereka lalui. 1al
ini tentu sangat berbaha#a mengingat
mereka sedang mengemudi m$bil di
jalan ra#a #ang ramai.
)etidakmampuan men#usun kata
menjadi kalimat #ang benar&
menggunakan kata #ang tidak tepat
untuk sebuah k$ndisi& mengulang kata
atau cerita #ang sama berkalikali juga
adalah tanda dari demensia.
Penurunan kemampuan berbahasa ini
sangat berpengaruh pada pekerjaan
#ang ban#ak menuntut k$munikasi
dengan $rang lain& salah paham sering
kali terjadi akibat penggunaan kata
#ang kurang tepat.
Ekspresi #ang berlebihan juga
ditunjukkan $leh $rang dengan
demensia. ;ereka akan menangis
berlebihan saat melihat sebuah drama
tele'isi& begitu pula akan marah besar
pada kesalahan kecil #ang dilakukan
$rang lain. Penderitapun kadang tidak
mengerti mengapa perasaanperasaan
tersebut muncul sepertiF rasa takut
dan gugup #ang tidak jelas
pen#ebabn#a.
Demikian berat apa #ang dialami $leh
penderita demensia& terutama pada
usia #ang masih muda dan pr$dukti%
untuk bekerja. Perjalanan pen#akit ini
sangatlah lambat dan kadang tidak
dirasakan baik $leh penderita maupun
$rang$rang di sekitarn#a. Dampak
demensia tidak han#a akan mengenai
pada penderita se$rang saja&
melainkan keluarga dan $rang$rang
terdekat juga akan merasakann#a.
)enalilah tanda dan gejala demensia
sejak awal dan jangan ragu untuk
melakukan pemeriksaan ke 9umah
Sakit ,9S-. Serangkaian test akan
dilakukan untuk mendiagn$sa anda.
7erat sekali menerima ken#ataan
bahwa kita atau $rang #ang kita kenal
dan sa#angi terkena pen#akit ini.
6amun men#erah begitu saja bukan
pula menjadi sebuah s$lusi. Sedari dini
mengetahui pen#akit dan melakukan
perawatan #ang tepat dapat
memperlambat pr$ses kerusakan $tak
#ang dialami $leh penderita demensia.
7erbagai hal masih dapat disiasati
agar kehidupan s$sial para penderita
demensia ini tidak berhenti seiring
dengan '$nis demensia #ang diderita.
Dimulai dengan membuat catatan
detail akti'itas seharihari& meletakkan
barang selalu pada tempatn#a&
memberikan petunjuk penggunaan
pada setiap barang dan menggunakan
tanda pengenal ketika akan pergi jauh
tanpa teman. 1alhal #ang telah
disebutkan tadi dapat dilakukan
dengan dukungan penuh dari seluruh
keluarga. Pengertian harus diberikan
sejak awal kepada keluarga terutama
anakanak& sehingga kebersamaan
dalam menghadapai ken#ataan
demensia akan lebih ringan bagi
penderita.
)eluarga sebagai supp$rt terpenting
bagi penderita demensia akan dapat
lebih berempati dengan mempelajari
lebih dalam tentang demensia.
7erusaha untuk selalu tetap tenang
dan sabar dalam menghadapi
penderita& mencurahkan kasih sa#ang
dan berusaha memahami apa #ang
dirasakan penderita dapat sangat
membantu dalam perawatan penderita
demensia. Perlakukan penderita
demensia sebagaimana biasa& tetap
h$rmati dan usahakan untuk tidak
berdebat dengan penderita. 7antu
mereka dalam melakukan akti'itas
seharihari #ang lambat laun akan
mengalami penurunan. .elaskan
k$ndisi penderita pada setiap tamu
atau teman #ang datang agar mereka
dapat ikut mendukung perawatan
penderita.
Pen+egahan
Sampai dengan saat ini demensia
belum dapat disembuhkan&
peng$batan dan perawatan #ang
dilakukan bertujuan untuk mengurangi
tanda dan gejala serta
meng$ptimalkan kemampuan #ang
masih dimiliki& hal ini diharapakan
dapat menurunkan laju kerusakan $tak
#ang dialami penderita demensia.
1al #ang dapat kita lakukan untuk
menurunkan resik$ terjadin#a
demensia diantaran#a adalah dengan
menjaga ketajaman da#a ingat dan
senantiasa meng$ptimalkan %ungsi
$tak. Secara teknis dua hal diatas
dapat kita lakukan dengan mencegah
masukn#a (at(at #ang dapat merusak
selsel $tak seperti alc$h$l dan (at
adikti% #ang berlebihan kedalam
s#stem tubuh kita.
;eng$ptimalkan %ungsi $tak dengan
membaca buku #ang merangsang $tak
untuk berpikir hendakn#a dilakukan
setiap hari. ;elakukan kegiatan #ang
dapat membuat mental kita sehat dan
akti% salah satun#a dapat dengan
memperdalam ilmu agama.
;engurangi stress dalam pekerjaan
dan berusaha untuk tetap relaks dalam
kehidupan seharihari dapat membuat
$tak kita tetap sehat.
Penger%ian Demensia
Demensia dapat diartikan sebagai
gangguan k$gniti% dan mem$ri #ang
dapat mempengaruhi aktiftas sehari
hari. Penderita demensia seringkali
menunjukkan beberapa gangguan dan
perubahan pada tingkah laku harian
,behavioral symptom- #ang
mengganggu ,disruptive- ataupun
tidak menganggu ,non&disruptive-
,C$licer& D.& 1urle#& A.:.& ;ah$ne#& E.
2??8-. 4ra#s$n ,2004- men#ebutkan
bahwa demensia bukanlah sekedar
pen#akit biasa& melainkan kumpulan
gejala #ang disebabkan beberapa
pen#akit atau k$ndisi tertentu
sehingga terjadi perubahan
kepribadian dan tingkah laku.
Disebutkan dalam sebuah literatur
bahwa pen#akit #ang dapat
men#ebabkan timbuln#a gejala
demensia ada sejumlah tujuh puluh
lima. 7eberapa pen#akit dapat
disembuhkan sementara sebagian
besar tidak dapat disembuhkan ,;ace&
6.D. R 9abins& P.C. 200/-. Sebagian
besar peneliti dalam risetn#a sepakat
bahwa pen#ebab utama dari gejala
demensia adalah pen#akit Al(heimer&
pen#akit 'ascular ,pembuluh darah-&
demensia Dew# b$d#& demensia
%r$nt$temp$ral dan sepuluh persen
diantaran#a disebabkan $leh pen#akit
lain.
Dima puluh sampai enam puluh persen
pen#ebab demensia adalah pen#akit
Al(heimer. Al(haimer adalah k$ndisi
dimana sel s#ara% pada $tak mati
sehingga membuat signal dari $tak
tidak dapat di transmisikan
sebagaimana mestin#a ,4ra#s$n& :.
2004-. Penderita Al(heimer mengalami
gangguan mem$ri& kemampuan
membuat keputusan dan juga
penurunan pr$ses berpikir.
!e"ala Demensia
1al #ang menarik dari gejala penderita
demensia adalah adann#a perubahan
kepribadian dan tingkah laku sehingga
mempengaruhi akti'itas seharihari.
Penderita #ang dimaksudkan dalam
tulisan ini adalah Dansia dengan usia
enam puluh lima tahun keatas. Dansia
penderita demensia tidak
memperlihatkan gejala #ang men$nj$l
pada tahap awal& mereka sebagaimana
Dansia pada umumn#a mengalami
pr$ses penuaan dan degenerati%.
)ejanggalan awal dirasakan $leh
penderita itu sendiri& mereka sulit
mengingat nama cucu mereka atau
lupa meletakkan suatu barang.
;ereka sering kali menutupnutupi hal
tersebut dan me#akinkan diri sendiri
bahwa itu adalah hal #ang biasa pada
usia mereka. )ejanggalan berikutn#a
mulai dirasakan $leh $rang$rang
terdekat #ang tinggal bersama&
mereka merasa khawatir terhadap
penurunan da#a ingat #ang semakin
menjadi& namun sekali lagi keluarga
merasa bahwa mungkin Dansia
kelelahan dan perlu lebih ban#ak
istirahat. ;ereka belum mencurigai
adan#a sebuah masalah besar di balik
penurunan da#a ingat #ang dialami
$leh $rang tua mereka.
4ejala demensia berikutn#a #ang
muncul biasan#a berupa depresi pada
Dansia& mereka menjaga jarak dengan
lingkungan dan lebih sensiti%. )$ndisi
seperti ini dapat saja diikuti $leh
munculn#a pen#akit lain dan biasan#a
akan memperparah k$ndisi Dansia.
Pada saat ini mungkin saja Dansia
menjadi sangat ketakutan bahkan
sampai berhalusinasi. Di sinilah
keluarga membawa Dansia penderita
demensia ke rumah sakit di mana
demensia bukanlah menjadi hal utama
%$kus pemeriksaan.
Seringkali demensia luput dari
pemeriksaan dan tidak terkaji $leh tim
kesehatan. 3idak semua tenaga
kesehatan memiliki kemampuan untuk
dapat mengkaji dan mengenali gejala
demensia. ;engkaji dan mendiagn$sa
demensia bukanlah hal #ang mudah
dan cepat& perlu waktu #ang panjang
sebelum memastikan sese$rang p$siti%
menderita demensia. Setidakn#a ada
lima jenis pemeriksaan penting #ang
harus dilakukan& mulai dari pengkajian
latar belakang indi'idu& pemeriksaan
fsik& pengkajian s#ara%& pengkajian
status mental dan sebagai penunjang
perlu dilakukan juga tes lab$rat$rium.
Pada tahap lanjut demensia
memunculkan perubahan tingkah laku
#ang semakin mengkhawatirkan&
sehingga perlu sekali bagi keluarga
memahami dengan baik perubahan
tingkah laku #ang dialami $leh Dansia
penderita demensia. Pemahaman
perubahan tingkah laku pada
demensia dapat memunculkan sikap
empati #ang sangat dibutuhkan $leh
para angg$ta keluarga #ang harus
dengan sabar merawat mereka.
Perubahan tingkah laku ,Behavioral
symptom- #ang dapat terjadi pada
Dansia penderita demensia di
antaran#a adalah delusi& halusinasi&
depresi& kerusakan %ungsi tubuh&
cemas& dis$rientasi spasial&
ketidakmampuan melakukan tindakan
#ang berarti& tidak dapat melakukan
akti'itas seharihari secara mandiri&
melawan& marah& agitasi& apatis& dan
kabur dari tempat tinggal ,C$licer& D.&
1urle#& A.:.& ;ah$ne#& E. 2??8-
Peran Keluarga
)eluarga memiliki peran #ang sangat
penting dalam perawatan lansia
penderita demensia #ang tinggal di
rumah. 1idup bersama dengan
penderita demensia bukan hal #ang
mudah& tapi perlu kesiapan khusus
baik secara mental maupun
lingkungan sekitar. Pada tahap awal
demensia penderita dapat secara akti%
dilibatkan dalam pr$ses perawatan
dirin#a. ;embuat catatan kegiatan
seharihari dan minum $bat secara
teratur. +ni sangat membantu dalam
menekan laju kemunduran k$gniti%
#ang akan dialami penderita
demensia.
)eluarga tidak berarti harus membantu
semua kebutuhan harian Dansia&
sehingga Dansia cenderung diam dan
bergantung pada lingkungan. Seluruh
angg$ta keluargapun diharapkan akti%
dalam membantu Dansia agar dapat
se$ptimal mungkin melakukan aktiftas
sehariharin#a secara mandiri dengan
aman. ;elakukan akti'itas seharihari
secara rutin sebagaimana pada
umumn#a Dansia tanpa demensia
dapat mengurangi depresi #ang
dialami Dansia penderita demensia.
;erawat penderita dengan demensia
memang penuh dengan dilema&
walaupun setiap hari selama hampir
24 jam kita mengurus mereka&
mungkin mereka tidak akan pernah
mengenal dan mengingat siapa kita&
bahkan tidak ada ucapan terima kasih
setelah apa #ang kita lakukan untuk
mereka. )esabaran adalah sebuah
tuntutan dalam merawat angg$ta
keluarga #ang menderita demensia.
3anamkanlah dalam hati bahwa
penderita demensia tidak mengetahui
apa #ang terjadi pada dirin#a.
;erekapun berusaha dengan keras
untuk melawan gejala #ang muncul
akibat demensia.
Saling menguatkan sesama angg$ta
keluarga dan selalu meluangkan waktu
untuk diri sendiri beristirahat dan
bers$sialisasi dengan temanteman
lain dapat menghindarkan stress #ang
dapat dialami $leh angg$ta keluarga
#ang merawat Dansia dengan
demensia.
*ingkah ,aku ,ansia
Pada suatu waktu Dansia dengan
demensia dapat terbangun dari tidur
malamn#a dan panik karena tidak
mengetahui berada di mana& berteriak
teriak dan sulit untuk ditenangkan.
*ntuk mangatasi hal ini keluarga perlu
membuat Dansia rileks dan aman.
Makinkan bahwa mereka berada di
tempat #ang aman dan bersama
dengan $rang$rang #ang
men#a#angin#a. Duduklah bersama
dalam jarak #ang dekat& genggam
tangan Dansia& tunjukkan sikap dewasa
dan menenangkan. 7erikan minuman
hangat untuk menenangkan dan bantu
lansia untuk tidur kembali.
Dansia dengan demensia melakukan
sesuatu #ang kadang mereka sendiri
tidak memahamin#a. 3indakan
tersebut dapat saja membaha#akan
dirin#a sendiri maupun $rang lain.
;ereka dapat saja men#alakan k$mp$r
dan meninggalkann#a begitu saja.
;ereka juga merasa mampu
mengemudikan kendaraan dan
tersesat atau mungkin mengalami
kecelakaan. ;emakai pakaian #ang
tidak sesuai k$ndisi atau
menggunakan pakaian berlapislapis
pada suhu #ang panas.
Seperti la#akn#a anak kecil terkadang
Dansia dengan demensia bertan#a
sesuatu #ang sama berulang kali
walaupun sudah kita jawab& tapi terus
saja pertan#aan #ang sama
disampaikan. ;enciptakan lingkungan
#ang aman seperti tidak menaruh
benda tajam sembarang tempat&
menaruh kunci kendaraan ditempat
#ang tidak diketahui $leh Dansia&
memberikan pengaman tambahan
pada pintu dan jendela untuk
menghindari Dansia kabur adalah hal
#ang dapat dilakukan keluarga #ang
merawat Dansia dengan demensia di
rumahn#a.

Kesimpulan
Demensia adalah kumpulan gejala
#ang ditandai dengan penurunan
k$gniti%& perubahan m$$d dan tingkah
laku sehingga mempengaruhi akti'itas
seharihari penderitan#a. )$ndisi
penderita demensia secara perlahan
mengalami kemunduran #ang tidak
dapat dihindarkan. ;emahami k$ndisi
penderita dan merawat dengan sabar
adalah peran penting keluarga #ang
salah satu angg$tan#a menderita
demensia.
Demensia, Bila ,upa )en"adi -al
.ang Biasa
;enjadi pikun dan renta adalah hal
pertama #ang kita ba#angkan saat kita
memasuki lanjut usia. Penurunan da#a
ingat #ang dialami $leh $rang lanjut
usia menjadi hal #ang dimaklumi dan
biasa bagi kita semua. 6amun sudah
tidak biasa lagi bila penurunan da#a
ingatn#a bersi%at pr$gresi%.
Penger%ian Demensia
Demensia adalah penurunan
kemampuan mental #ang biasan#a
berkembang secara perlahan& dimana
terjadi gangguan ingatan& fkiran&
penilaian dan kemampuan untuk
memusatkan perhatian& dan bisa
terjadi kemunduran kepribadian.
Sepertiga dari t$tal pen#ebab
demensia ini adalah pen#akit
lzheimer. Pen#ebab lain di antaran#a
adalah pen#akit 'askuler& pen#akit
Parkins$n& pen#akit PickHs& sindr$m
$orsa$o% ,karena k$nsumsi alk$h$l
#ang berlebihan-& pen#akit 1untingt$n&
dan pen#akit multiple sclerosis..
Demensia biasan#a terjadi secara
perlahan dan men#erang usia di atas
/0 tahun& namun bisa saja terjadi pada
usia muda dan pr$dukti%& jika cedera
hebat& pen#akit atau (at(at racun
,misaln#a karb$n m$n$ksida-
men#ebabkan hancurn#a selsel $tak.
6amun demensia bukan merupakan
bagian dari pr$ses penuaan #ang
n$rmal. Sejalan dengan bertambahn#a
umur& maka perubahan di dalam $tak
bisa men#ebabkan hilangn#a beberapa
ingatan ,terutama ingatan jangka
pendek- dan penurunan beberapa
kemampuan belajar. Perubahan n$rmal
ini tidak mempengaruhi %ungsi.
Demensia merupakan penurunan
kemampuan mental #ang lebih serius&
#ang makin lama makin parah. Pada
penuaan n$rmal& sese$rang bisa lupa
akan halhal #ang detil& tetapi
penderita demensia bisa lupa akan
keseluruhan peristiwa #ang baru saja
terjadi.
*anda dan !e"ala Demensia
2. ;enurunn#a da#a ingat #ang
terus terjadi. Pada penderita
demensia& IlupaI menjadi
bagian keseharian #ang tidak
bisa lepas.
2. 4angguan $rientasi waktu dan
tempat& misaln#aF lupa hari&
minggu& bulan& tahun& tempat
penderita demensia berada
<. Penurunan dan
ketidakmampuan men#usun
kata menjadi kalimat #ang
benar& menggunakan kata #ang
tidak tepat untuk sebuah
k$ndisi& mengulang kata atau
cerita #ang sama berkalikali
4. Ekspresi #ang berlebihan&
misaln#a menangis berlebihan
saat melihat sebuah drama
tele'isi& marah besar pada
kesalahan kecil #ang dilakukan
$rang lain& rasa takut dan
gugup #ang tak beralasan.
Penderita demensia kadang
tidak mengerti mengapa
perasaanperasaan tersebut
muncul.
5. Adan#a perubahan perilaku&
seperti F acuh tak acuh&
menarik diri dan gelisah
Pen+egahan / Pera0a%an
Demensia
1al #ang dapat kita lakukan untuk
menurunkan resik$ terjadin#a
demensia diantaran#a adalah menjaga
ketajaman da#a ingat dan senantiasa
meng$ptimalkan %ungsi $tak&
seperti F
2. ;encegah masukn#a (at(at
#ang dapat merusak selsel
$tak seperti alk$h$l dan (at
adikti% #ang berlebihan
2. ;embaca buku #ang
merangsang $tak untuk berpikir
hendakn#a dilakukan setiap
hari.
<. ;elakukan kegiatan #ang dapat
membuat mental kita sehat dan
akti%
o )egiatan r$hani R
memperdalam ilmu
agama.
o 3etap berinteraksi
dengan lingkungan&
berkumpul dengan
teman #ang memiliki
persamaan minat atau
h$bi
4. ;engurangi stress dalam
pekerjaan dan berusaha untuk
tetap relaks dalam kehidupan
seharihari dapat membuat
$tak kita tetap sehat.
)enalilah tanda dan gejala demensia
sejak diniS Segera periksakan ke
d$kter untuk segera ditangani.
Dampak demensia tidak han#a
terhadap penderita se$rang saja&
melainkan keluarga dan $rang$rang
terdekat juga.
Dukungan keluarga penting bagi
penderita demensia. 7erikut dukungan
#ang bisa Anda berikan untuk
membantu penderita DemensiaF
2. Pelajari lebih dalam tentang
demensia.
2. :urahkan kasih sa#ang dan
berusaha untuk tenang dan
sabar dalam menghadapi
penderita.
<. 7erusaha memahami apa #ang
dirasakan penderita.
4. Perlakukan penderita demensia
sebagaimana biasa& tetap
h$rmati dan usahakan untuk
tidak berdebat dengan
penderita.
5. 7antu penderita dalam
melakukan akti'itas seharihari
#ang lambat laun akan
mengalami penurunan.
;enjalani kegiatan mandi&
makan& tidur dan akti'itas
lainn#a secara rutin& bisa
memberikan rasa keteraturan
kepada penderita.
/. ;empertahankan lingkungan
#ang %amiliar akan membantu
penderita tetap memiliki
$rientasi. )alender #ang besar&
caha#a #ang terang& jam
dinding dengan angkaangka
#ang besar atau radi$ juga bisa
membantu penderita tetap
memiliki $rientasi.
>. ;en#embun#ikan kunci m$bil
dan memasang detekt$r pada
pintu bisa membantu
mencegah terjadin#a
kecelekaan pada penderita
#ang senang berjalanjalan.
8. ;eminta bantuan $rganisasi
#ang memberikan pela#anan
s$sial dan perawatan& akan
sangat membantu.
)engenal Penyaki% Demensia (1)
@ct <0& 2008 at 08F4/ A;
;udah Dupa& 1arus Diwaspadai
@leh F Dr 6$ra S$ndakh& ;A
;E6ME9A64 *S+A ;A6*DAF
7ertambahn#a usia& makin besar
peluang menderita pen#akit Demensia.
PE6+64)A3A6 angka kejadian dan
pre'alensi kasus demensia mengikuti
meningkatn#a usia sese$rang. Dan
menurut Dr 6$ra S$ndakh& ;A& lebih dari
50 J kasus demensia terg$l$ng pada
demensia tipe Al(heimer ,AD-. Setelah
lewat usia /0 tahun& pre'alensi dari
demensia Al(heimer berlipat dua setiap
kenaikan 5 tahun usia.
!Dengan meningkatn#a usia harapan
hidup suatu p$pulasi diperkirakan akan
meningkat pula pre'alensi demensia&"
ujar Dr 6$ra sambil menambahkan kalau
di seluruh dunia& diperkirakan lebih dari
<0 juta penduduk menderita demensia
dengan berbagai sebab. !Di +nd$nesia
sendiri& menurut data pr$fl kesehatan
#ang dilap$rkan $leh Departemen
)esehatan tahun 2??8& terdapat >&2 J
p$pulasi usia lanjut /0 tahun ke atas&
memang belum ada data pasti tentang
pre'alensi kasus demensia&" imbuhn#a
lagi.
4E.ADA )D+6+S DE;E6S+A0P+)*6
3ipe demensia ini sendiri ada 2 #ang
paling ban#ak ditemukan& #aitu tipe
Al(heimer dan Caskuler.
4ejala klinis demensia Al(heimer
merupakan kumpulan gejala demensia
akibat gangguan neur$ degenarati%
,penuaan sara%- #ang berlangsung
pr$gresi% lambat& dimana akibat pr$ses
degenarati% men#ebabkan kematian sel
sel $tak #ang massi%. )ematian selsel
$tak ini baru menimbulkan gejala klinis
dalam kurun waktu <0 tahun. Awaln#a
ditemukan gejala mudah lupa
,%$rget%ulness- #ang men#ebabkan
penderita tidak mampu men#ebut kata
#ang benar& berlanjut dengan kesulitan
mengenal benda dan akhirn#a tidak
mampu menggunakan barangbarang
sekalipun #ang termudah. 1al ini
menurut Dr 6$ra S$ndakh& disebabkan
adan#a gangguan k$gniti% sehingga
timbul gejala neur$psikiatrik seperti&
=ahan ,curiga& sampai menuduh ada
#ang mencuri barangn#a-& halusinasi
pendengaran atau penglihatan& agitasi
,gelisah& mengacau-& depresi& gangguan
tidur& na%su makan dan gangguan
aktiftas psik$m$t$r& berkelana.
!Demensia Al(heimer ini terbagi atas <
stadium&" ujar Dr 6$ra& sera#a
menjelaskan kalau stadium +&
berlangsung 24 tahun disebut stadium
amnestik dengan gejala gangguan
mem$ri& berhitung dan aktiftas sp$ntan
menurun. !8ungsi mem$ri #ang
terganggu adalah mem$ri baru atau lupa
hal baru #ang dialami&" ujar S$ndakh&
sambil me#akinkan kalau ini tidak
mengganggu akti'itas rutin dalam
keluarga. Sedangkan stadium ++&
dijelaskan $leh Dr 6$ra& berlangsung
selama 220 tahun& dan disebutr stadium
demensia. 4ejalan#a antara lain&
dis$rientasi& gangguan bahasa ,a%asia-&
penderita mudah bingung& penurunan
%ungsi mem$ri lebih berat sehingga
penderita tak dapat melakukan kegiatan
sampai selesai& tidak mengenal angg$ta
keluargan#a tidak ingat sudah
melakukan suatu tindakan sehingga
mengulangin#a lagi. !Dan ada gangguan
'isu$spasial& men#ebabkan penderita
mudah tersesat di lingkungann#a&
depresi berat pre'alensin#a 2520J&"
tutur S$ndakh. Dan untuk Stadium +++&
menurut Dr 6$ra& stadium ini dicapai
setelah pen#akit berlangsung /22
tahun. !Penderita menjadi 'egetati%&
tidak bergerak dan membisu& da#a
intelektual serta mem$ri memburuk
sehingga tidak mengenal keluargan#a
sendiri& tidak bisa mengendalikan buang
air besar0 kecil& kegiatan seharihari
membutuhkan bantuan $rnag lain dna
kematian terjadi akibat in%eksi atau
trauma&" jelas Dr 6$ra panjang lebar.
*ntuk gejala klinisdemensia tipe
Caskuler& menurut Dr 6$ra& disebabkan
$leh gangguan sirkulasi darah di $tak.
!Dan setiap pen#ebab atau %akt$r resik$
str$ke dapat berakibat terjadin#a
demensia&" ujarn#a. Depresi bisa
disebabkan karena lesi tertentu di $tak
akibat gangguan sirkulasi darah $tak&
sehingga depresi itu dapat didiuga
sebagai demensia 'askuler. !4ejala
depresi lebih sering dijumpai pada
demensia 'askuler daripada Al(heimer.
!1al ini disebabkan karena kemampuan
penilaian terhadap diri sendiri dan
resp$s em$si tetap stabil pada demensia
'askuler&" jelas S$ndakh lagi.
7erikut rincian pen#ebab Demensia $leh
Dr 6$ra S$ndakh& ;A F
A. )elainan sebagai pen#ebab
Demensia F
2. pen#akit degenarati%
2. pen#akit serebr$'askuler
<. keadaan an$ksi0 cardiac arrest&
gagal jantung& inti$ksi :@
4. trauma $tak
5. in%eksi ,Aids& ense%alitis& siflis-
/. 1idr$se%aulus n$rm$tensi%
>. 3um$r primer atau metastasis
8. Aut$imun& 'askulitis
?. ;ultiple scler$sis
20. 3$ksik
22. kelainan lain F Epilepsi& stress
mental& heat str$ke& whipple disease
7. )elainan0 keadaan #ang dapat
menampilkan demensia
2. 4angguan psiatrik F
T Depresi
T AnGietas
T Psik$sis
2. @bat$batan F
T Psik$%armaka
T Antiaritmia
T Antihipertensi
T Antik$n'ulsan
T Digitalis
<. 4angguan nutrisi F
T Defsiensi 7/ ,Pelagra-
T Defsiensi 722
T Defsiensi asam %$lat
T ;archia'abignami disease
4. 4angguan metab$lisme F
T 1iper0hip$tir$idi
T 1iperkalsemia
T 1iper0hip$natremia
T 1i$p$glikemi
T 1iperlipidemia
T 1ipercapnia
T 4agal ginjal
T Sindr$mk :ushing
T Addis$nLs disesse
T 1ipp$tituitaria
T E%ek rem$te pen#akit kanker
demensia adalah sindr$m klinik penurunan %ungsi intelektual akibat pen#akit di $tak.
Sindr$m ini ditandai $leh gangguan k$gniti%& em$si$nal dan psik$m$t$r #ang men#ebabkan
penderita tak mampu mengikuti aktiftas s$sial dan mengurus diri sendiri.4angguan k$gniti%
pada demensia men#ebabkan perubahan tingkah laku #ang sederhana pada demensia
tingkat ringan& sampai perubahan tingkah laku #ang sangat mengganggu dan melelahkan
fsik dan psikis bagi #ang merawat.
Pada negaranegara maju terjadi perubahan dramatik dem$graf pendudukn#a& #aitu
meningkatn#a p$pulasi usia lanjut. P$pulasi usia diatas /5 tahun di Amerika Serikat diduga
meningkat dari <<&5 juta pada tahun 2??5 menjadi <?&4 juta pada tahun 2020 dan
diperkirakan menjadi lebih dari /? juta pada tahun 20<0. Dengan peningkatan ini muncul
masalahmasalah pen#akit pada usia lanjut.
Dap$ran Departemen )esehatan tahun 2??8& p$pulasi usia lanjut diatas /0 tahun adalah >&2
J ,p$pulasi usia lanjut kurang lebih 25 juta-.
Peningkatan angka kejadian kasus demensia berbanding lurus dengan meningkatn#a
harapan hidup suatu p$pulasi .
)irakira 5 J usia lanjut /5 >0 tahun menderita demensia dan meningkat dua kali lipat
setiap 5 tahun mencapai lebih 45 J pada usia diatas 85 tahun. Pada negara industri kasus
demensia 0.5 U2.0 J dan di Amerika jumlah demensia pada usia lanjut 20 U 25J atau
sekitar < U 4 juta $rang.
Pada tahun terkini ban#ak hasil penelitian dan penemuan dibidang genetika& pat$fsi$l$gi
dan riwa#at alamiah dari pen#akit ini.
Demensia adalah sindr$m gangguan da#a ingat disertai dua atau lebih d$main k$gniti%
lainn#a ,atensi& %ungsi bahasa& %ungsi 'isu$spasial& %ungsi eksekuti%& em$si- #ang sudah
mengganggu akti'itas kehidupan sehari hari dan tidak disebabkan $leh gangguan pada fsik.
Demensia terbagi menjadi dua #akni Demensia Al(heimer dan Demensia Caskuler. Demensia
Al(heimer merupakan kasus demensia terban#ak di negara maju Amerika dan Er$pa sekitar
50>0J. Demensia 'askuler pen#ebab kedua sekitar 2520J sisan#a 25 <5J disebabkan
demensia lainn#a. Di .epang dan :ina demensia 'askuler 50 U /0 J dan <0 U 40 J demensia
akibat pen#akit Al(heimer.
Demensia Al(heimer berlangsung pr$gresi%& gangguan #ang tidak dapat membaik #ang
men#erang $tak dan akibatn#a kehilangan da#a ingat& kebingungan& gangguan penilaian
dan perubahan kepribadian.
Pen#akit ini adalah pen#ebab #ang paling umum dari gangguan intelektual #ang berat pada
$rang lanjut usia dan ken#ataann#a merupakan suatu masalah dalam perawatan $rang usia
lanjut di rumah.
1arus dapat dibedakan apakah penurunan da#a ingat n$rmal sesuai usia ,'age associated
memory impairment' disingkat AA;+- atau menderita gangguan k$gniti% ringan ,'(ild
Cognitive )mpairment' disingkat ;:+-& #ang mana pada hasil penelitian& 20 U /0 J ;:+
akan ber lanjut setelah <4 tahun menjadi demensia. 4angguan k$gniti% ringan merupakan
k$ntinuum dari demensia Al(heimer.
)riteria ;:+ antara lain adan#a keluhan gangguan mem$ri& aktiftas hidup seharihari
n$rmal& %ungsi k$gniti% umum n$rmal& tidak ada demensia serta penurunan %ungsi mem$ri
tidak n$rmal sesuai usia dan pendidikan.
Adapun gejala dari Demensia Al(heimer adalah kehilangan da#a ingat secara perlahanlahan
dan pr$gresi%& kesulitan dalam mengikuti perintah dan melakukan kegiatan seharihari&
gangguan penilaian& penalaran& k$nsentrasi dan $rientasi& kebingungan dan kegelisahan&
perubahan kepribadian an kehilangan kemampuan untuk mengurus diri sendiri.
8akt$r resik$ Demensia Al(heimer ,DA- terjadi pada usia lanjut& wanita& trauma kapitis berat&
pendidikan rendah dan men#angkut %akt$r genetik kasusn#a 2 5J.
Sementara& pembahasan mengenai Demensia Caskuler disampaikan Dr. 1art$n$ Prab$w$&
Sp.S dari 9S 1$n$ris dan 9S *sada +nsani& 3angerang serta Sta% Pengajar 8) *P1 dan 8)
*ntar dengan judul malakah I(anagement of *ascular Dementia.I
;enurut pria kelahiran Pekal$ngan& Agutus 2?5> ini& demensia 'askuler diartikan sebagai
demensia #ang disebabkan $leh gangguan serebr$'askuler ,iskemik 0 perdarahan-& an$ksik
atau hip$ksik $tak dengan penurunan k$gnitip ringan sampai berat dan meliputi semua
d$main& tidak harus gangguan gangguan mem$ri #ang men$nj$l.
Secara klinis& kemungkinan diagn$sa demensia 'askuler ,probable& p$ssible atau defnit
demensia 'askuler- ditegakkan apabila didapatkan penderita dengan demensia #ang
berkaitan dengan latar belakang :CD ,riwa#at :CD& klinis adan#a defcit neur$l$gis dan
diperkuat dengan pencitraan $tak-. @leh karenan#a demensia 'askuler sering disebut
sebagai demensa pasca str$ke atau demensia multiin%ark.
Sekitar >0J penderita str$ke mengalami gangguan k$gniti% ,ringan U berat- dan sekitar 25
<0J diantaran#a berkembang menjadi demensia. Str$ke kemungkinan secara langsung
men#ebabkan demensia atau str$ke merupakan %act$r presipitasi pr$ses degeneratip pada
demensia seperti pada demensia Al(heimer.
Demensia 'askuler merupakan jenis demensia terban#ak ke 2 setelah demensia Al(heimer&
dengan angka kejadian demensia 'askuler tidak berbeda jauh dengan angka kejadian
demensia Al(heimer.
.ellinger&dkk ,2002- mengutarakan bahwa angka kejadian demensia 'askuler sekitar 4>J
dari p$pulasi demensia secara keseluruhan ,demensia Al(heimer 48J dan demensia $leh
sebab lain 5J-.
Erkinjutti ,2004- melap$rkan kejadian demensia 'askuler pada p$pulasi usia lebih dari /5
tahun sekitar 2&2 U 4&2J dan pada kel$mp$k usia diatas /5 tahun menunjukkan peningkatan
angka kejadian dari 0&>J dalam kel$mp$k usia /5 U /? tahun hingga mencapai 8&2J pada
kel$mp$k usia diatas ?0 tahun. Angka kejadian demensia 'askuler ini kemungkinan akan
bertambah seiring dengan meningkatn#a kejadian :CD.
Demensia 'askuler dan demensia Al(heimer merupakan pen#ebab utama demensia& bahkan
diantara keduan#a sering terjadi bersamaan /. Erkinjutti ,2005- melap$rkan hasil penelitian
pat$l$gi melalui pr$ses $t$psi& pada 50J penderita demensia Al(heimer terlihat adan#a :CD
dan pada 80J penderita demensia 'askuler didapatkan kelainan sesuai dengan Al(heimer.
4ejala klinis demensia 'askuler ber'ariasi& tergantung pada l$kasi lesi kelainan 'askuler
pada $tak. 4angguan mem$ri tidak selalu men$nj$l dan terjadi secara bertahap dan relatip
dalam masa #ang lebih singkat dibandingkan dengan pr$ses terjadin#a demensia Al(heimer.
@nset gejala demensia 'askuler dapat bersi%at gradual ataupun dramatik #ang secara garis
besar dapat berupa gangguan k$gnitip ,gangguan k$nsentrasi& mem$ri& dis$rientasi-&
gangguan k$munikasi ,a%asia& apraksia& agn$sia-& gangguan kemampuan eksekusi atau
pengambilan keputusan& dan gangguan fsik ,paresis& gangguan k$ntr$l kandung kencing-
dan lainlain.
Diagn$sa demensia 'askuler ditegakkan dengan sarana #ang tidak berbeda dengan sarana
diagn$sa demensia Al(heimer 2&2&>&8. Sebagai test pen#aring ,setelah pemeriksaan fsik
umum& pemeriksaan neur$l$gis- dilakukan pemeriksaan ;;SE ,sensiti'it# >2J t$ ?2J dan
specifcit# 5/J t$ ?/J>-& :D3 ,Cloc$ Drawing Test-& Acti'it# Dail# Di'ing ,ADD- dan
)nstrumental ctivity Daily Living ,+ADD-& Disability ssessment fo Dementia ,DAD-& )schemic
+achins$i Score ,+1S- #ang dapat membedakan demensia 'askuler dengan demensia
Al(heimer& dan jika diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan neur$psikiatri. Adan#a riwa#at
:CD ,stro$e- dan adan#a kelainan neur$l$gis #ang diperkuat adan#a kelainan pada
pencitraan $tak ,7rain :3scan 0 ;9+- memastikan adan#a demensia 'askuler.
Secara klinis demensia 'askuler dibedakan dalam demensia 'askuler pasca str$ke ,in%ark 0
perdarahan-& demensia 'askuler subk$rtikal& dan demensia 'askuler tipe campuran
,Al(heimer dan 'askuler-& #ang dikaitkan dengan penurunan neur$transmitter k$linergik
,Aceth#lc$line-. Dengan dasar hal tersebut maka beberapa preparat Aceth#lc$line Esterase
+nhibit$r ,D$nepe(il& 9i'astigmin& 4alantamine- dapat digunakan dalam penatalaksanaan
penderita demensia 'askuler dan memberikan hasil #ang cukup memuaskan. ;eskipun
demikian& hingga kini belum ada preparat #ang diakui 7adan Pengawasan @bat AS , 8DA -
sebagai bahan untuk peng$batan demensia 'askuler.
4una memaksimalkan %ungsi k$gnisi #ang masih ada& terapi n$n%armak$l$gik harus
dipr$gramkan& baik pr$gram #ang ditujukan kepada penderita& maupun pengasuh
,caregiver-& keluarga maupun lingkungann#a.
Peran keluarga dan caregi'er sangat menentukan keberhasilan pr$gram penanganan
penderita demensia& baik demensia Al(heimer& demensia 'askuler ataupun demensia tipe
lain. 3erhadap penderita dapat dibuat pr$gram agar penderita menjalani perilaku hidup
sehat& terapi rehabilitasi termasuk stimulasi k$gnitip& $lah raga& edukasi& k$nseling& terapi
musik serta terapi wicara dan $kupasi& disesuaikan dengan kebutuhan #ang ada. 3erhadap
lingkungan antara lain dengan men#ediakan %asilitas bagi penderita untuk melakukan
akiti'itas #ang dibutuhkan& tata ruang #ang memadai& pen#ediaan %asilitas perawatan dan
lainlain.
Pengarahan kepada pengasuh ,caregiver- adalah suatu hal #ang tidak dapat diabaikan& $leh
karena pengasuhlah #ang sangat berperan dalam keberhasilan pelaksanaan pr$gram
pr$gram #ang direncanakan baik terhadap penderita maupun lingkungan.